Anda di halaman 1dari 3

KERAJAAN ISLAM DI KALIMANTAN

1. Kesultanan Banjar
a. Latar belakang
Kerajaan Banjarmasin diperkirakan berdiri pada abad 16 terletak di
Kalimantan Selatan, berpusatnya di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai.
Kesultanan Banjar terletak di Kalimantan Selatan, yang merupakan
kelanjutan darikerajaan yang bercorak hindu bernama Daha yang berpusat di
negara Dipa. Raden Samudera pun dinobatkan sebagai Raja Banjar oleh
Patih Masin, Muhur, Balit, dan Kuwin.

Ketika berperang dengan Daha, Raden Samudera meminta bantuan kepada


Kesultanan Demak sehingga mendapat kemenangan, dan kemudian Raden
Samudera menjadi pemeluk islam dengan gelar Sultan Suryanullah. Yang
mengajarkan agama islam kepada Raden beserta Patih dan rakyatnya ialah
seorang peghulu demak. Proses islamisasi di daerahitu menurut A.A Cense,
terjadi sekitar 1550 M.

b. Sistem pemerintahan
Bentuk pemerintahan Banjar sejak berdirinya sudah dipengaruhi oleh
Kerajaan Demak. Merupakan konsekuensi logis jikalau kerajaan A dapat
memdirikan kerajaan dengan bantuan Kerajaan B, maka Kerajaan B turut
mempengaruhi bentuk dan jalannya pemerintahan Kerajaan A.
Walaupun dalam bentuk pemerintahan dibangun menurut model Jawa, raja
dalam kekuasaannya tidaklah semutlak (seabsolut) raja-raja jawa.

Disamping keturunan, kekayaan juga faktor yang menentukan dalam


kedudukan raja. Pada hakekatnya pemerintah bersifat aristokratis, yang
dikuasai oleh para bangsawan, yang mana raja hanya sebagai simbol
pemersatu belaka. Sultan dalam Kerajaan Banjar merupakan penguasa
tertinggi , yang mempunyai kekuasaan dalam masalah politik dan
keagamaan. Dibawah sultan ada Putera Mahkota yang dikenal dengan
sebutan Sultan Muta. Ia tidak mempunyai jabatan tertentu tetapi pembantu
Sultan. Disamping Sultan, terdapat sebuah lembaga Dewan Mahkota yang
terdiri dari kaum bangsawan dan Mangkubumi. Mangkubumi adalah
pembantu sultan yang mempunyai peranan besar dalam roda pemerintahan.

c. Sistem ekonomi
Perkembangan perekonomian di Kalimantan Selatan mengalami
kemajuan yang pesat pada abad-16 sampai abad-17. Banjarmasin menjadi
kota dagang yang sangat berarti untuk mencapai suatu kemakmuran
kerajaan. Kalimantan Selatan juga memiliki perairan yang strategis sebagai
lalu lintas perdagangan. Dalam perdagangan, lada merupakan komoditas
ekspor terbesar dalam Kerajaan Banjar.

Dalam hal industri, Kerajaan Banjar juga menghasilkan besi dan logam.
Industri logam dan besi ini terdapat di daerah Negara. Kemampuan dan
keahlian mereka mencor logam seperti perunggu, yang dapat menghasilkan
bermacam barang-barang untuk di ekspor.

d. Sistem sosial dan budaya


Orang-orang Banjar terdiri dari tiga golongan, yaitu kelompok Banjar
Muara (Suku Ngaju), Kelompok Banjar Batang Banyu (Suku Maanyan), dan
Kelompok Banjar Hulu (Suku Bukit). Dalam setiap kurun Sejarah,
Kebudayaan Banjar mengalami pergeseran dan perubahan-perubahan hingga
coraknya berbeda dari zaman ke zaman. Ini merupakan manifestasi dari cara
berpikir sekelompok manusia di daerah ini dalam suatu kurun waktu
tertentu.
Dalam masyarakat Banjar terdapat susunan dan peranan sosial yang
berbentuk segi tiga piramid. Lapisan teratas adalah golongan penguasa yang
merupakan golongan minoritas. Golongan ini terdiri dari kaum bangsawan,
keluarga raja. Lapisan tengah diisi oleh para pemuka agama yang mengurusi
masalah hukum keagamaan dalam kerajaan. Sementara golongan mayoritas
diisi oleh para petani, nelayan, pedagang dan lain sebagainya.
Lanjutan dari Kerajaan Daha membentuk kerajaan Banjar Islam dan
perpaduan suku Ngaju, Maanyan dan Bukit. Dari perpaduan yang terakhir
inilah akhirnya melahirkan kebudayaan yang ada dalam Kerajaan Banjar.
e. Peninggalan Kerajaan Banjar
Berikut ini adalah beberapa peninggalan dari Kesultanan Banjar:
 Candi Agung di Amuntai
 Masjid Sultan Suriansyah
 Makam para raja-raja kesultanan banjar seperti makam Sultan
Suriansyah, makam Sultan Mustaibillah, makam Sultan Inayatullah
dan lain lain.
 Sejumlah buku, senjata, stempel kerajaan dan perkakas lainnya yang
disimpan di Musem Lambung Mangkurat.