Anda di halaman 1dari 17

KONSEP, TEORI PROFESI KEPEDIDIKAN

Dosen Pengampu : Sugianto, S.Pd. M.Pd

Disusun oleh :

Jhosua Brema Aghinta Manik (4193341057)

Mei Lanie Siagian (4193341006)

Safira Try Puspita (4193341001)

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya
penulis bisa menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. mata kuliah Profesi
Kependidikan dan juga penulis berterima kasih kepada dosen pengampu Sugianto, S.Pd.M.pd
yang bersangkutan yang sudah memberikan bimbingannya.

Kami juga menyadari dalam makalah kami ini banyak kekurangan, untuk itu kami
dengan tangan terbuka menerima segala saran, kritik, dari pembaca agar kami dapat membuat
yang lebih baik lagi pada tugas-tugas yang akan mendatang.

Medan, 19 Februari 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI
Kata pengantar........................................................................................................... ........... i

Bab I

Pendahuluan............................................................................................................... ........... 4

a.       Latar belakang................................................................................................ ........... 4

b.      Rumusan masalah........................................................................................... ........... 4

c.       Tujuan penulisan........................................................................................................ 5

d.      Manfaat penulisan...................................................................................................... 5

Bab II

Materi..................................................................................................................................... 6

A.    Penyajian.................................................................................................................... 6

1.      Penyajian Hakekat profesi kependidikan............................................................ 6

2.      Harapan dan tantangan profesi tenaga kependidikan..........................................7

B.     Pengertian profesi.......................................................................................... ........... 7

1.      Profesi...................................................................................................... ........... 7

2.      Profesi guru.............................................................................................. ........... 8

C.     Syarat-syarat profesi kependidikan................................................................ ........... 8

D.    Sejarah perkembangan profesi kependidikan................................................. ........... 10

E.     Kode etik profesi kependidikan..................................................................... ........... 12

F.      Pengembangan profesi kependidikan............................................................ ........... 13

1.      Kompetensi profesional kependidikan..................................................... ........... 14

2.      Pendidikan profesional kependidikan................................................................. 14

G.    Ciri-ciri profesi kependidikan........................................................................ ........... 15

H.    Profesionalisasi guru...................................................................................... ........... 15

Bab III

Penutup...................................................................................................................... ........... 16

a.       Kesimpulan.................................................................................................... ........... 16

b.      Saran.............................................................................................................. ........... 16

Daftar pustaka....................................................................................................................... 17

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dalam menjalani hidup sehari-hari kita sering mendengar
s e s e o r a n g mengatakan profesinya sebagai guru dokter dan lain-lain.
Dikalangan profesi-profesi  yang ada,  terdapat  kesepakatan tentang pengertian
profesi, yaitu profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang
menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan terhadap profesi. Namun,
ketika dilacak secara mendalam apa dibalik batasan itu, banyak perbedaan
yang banyak ditemukan. Seluk-beluk profesi tidaklah sederhana,
bahkan mulai dari konsep dasar tentang profesi terdapat perbedaan mendasar.
Misalnya profesi tertentu mensyaratkan anggota nya layak disebut professional mana
kala pendidikannya sarjana keatas, dalam profesi lain hal ini tidak penting. Jika
diamati dengan cermat, bermacam-macam profesi yang disebutkan diatas
belum lah dapat dilihat dengan jelas apa yang merupakan kriteria bagi suatu pekerjaan
sehingga dapat disebut suatu profesi itu. Kelihatannya, kriterianya
dapat bergerak dari segi pendidikan formal yang
diperlukan bagi seseorang untuk mendapatkan suatu profesi, Sampai kepada
kemampuan yang menuntut seseorang dalam melaksanakan tugasnya. Oleh sebab
itu, pada makalah yang kelompok kami buat ini akan dibahas lebih rinci
mengenai pemahaman tentang konsep profesi kependidikan dilihat dari beberapa
sudut. Sehubungan dengan hal tersebut maka judul yang kelompok kami pilih adalah
konsep dasar profesi kependidikan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa hakekat profesi kependidikan?
2. Apa pengertian profesi kependidikan?
3. Apa ciri-ciri profesi kependidikan?
4. Apa jenis-jenis profesi yang termasuk kedalam profesi kependidikan?

4
C. Tujuan Penulisan
1. Menguraikan konep profesi kependidikan
2. Menjelaskan hakekat apa, mengapa, dan bagaimana kedudukan profesi
kependidikan
3. Menjelaskan perbedaan-perbedaan antara cirri-ciri profesi kependidikan
dengan profesi lain
4. Menjelaskan jenis-jenis profesi yang termasuk kedalam profesi kependidikan

D. Manfaat Penulisan
1. Mampu menguraikan konsep profesi kependidikan
2. Mampu menjelaskan hakekat profesi kependidikan dan kedudukan profesi
kependidikan
3. Mampu menjelaskan perbedaan dan cirri-ciri profesi kependidikan dengan
profesi lain
4. Mampu menjelaskan jenis-jenis profesi yang temasuk kedalam profesi
kependidikan

5
BAB II

ISI

A.   Penyajian

1.      Hakikat Profesi Kependidikan

Secara umum yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah orang-orang


yang berkecimpung dengan peserta didik dan peduli dengan masalah-masalah
kependidikan serta memiliki tugas dan wewenang tertentu di bidang kependidikan
sesuai dengan peraturan yang berlaku. Peraturan pemerintah no. 38/1992 tentang
tenaga kependidikan di atur tentang jenis, jenjang, wewenang, pengadaan, penugasan
dan pemberhentian, pembinaan dan pengembangan, kesejahteraan, kedudukan dan
penghargaan, dan ikatan profesi tenaga kependidikan. Berdasarkan peraturan
pemerintah no. 38/1992, sebagai berikut :

Pasal yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah :

Ayat 1 : tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan


diri   secara langsung dalam penyelenggaraan pendidikan.

Ayat 2 : tenaga pendidik adalah tenaga kependidikan yang bertugas


membimbing, mengajar, dan/atau melatih peserta didik.

Ayat 3 :  terjelaskan bahwa tenaga pembimbing adalah tenaga pendidik yang


bertugas utama membimbing peserta didik.

Ayat 4 : tenaga pengajar adalah pendidik yang bertugas utama mengajar
peserta didik.

Ayat 5 :  tenaga pendidik adalah tenaga pendidik yang bertugas melatih peseta
didik.

2.     Harapan Dan Tantangan Profesi Tenaga Kependidikan

6
Salah satu ciri profesi adalah kontrol yang ketat atas para anggotanya. Suatu
profesi ada dan diakui masyarakat karena ada usaha dari para anggotanya untuk
menghimpun diri. Lewat organisasi itu, profesi dilindungi dari kemungkinan
penyalahgunaan yang bisa membahayakan keutuhan dan wibawa profesi tersebut.
Kode etikpun disusun dan disepakati oleh para anggotanya. Maka suatu orgnisasi
profesi menyerupai suatu sistem yang senantiasa memperhatikan kondisi harmonis. Ia
akan menendang keluar komponen sistem yang tidak mengikuti arus atau
meluruskannya. Dalam praktek keorganisasian, anggota yang mencoba melanggar
aturan main organisasi, akan diperingatkan, bahkan dipecat. Jadi, dalam suatu
organisasin profesi, ada aturan yang jelas dan ada sanksi bagi pelanggar aturan.

Profesi diri mempunyai pengertian penyerahan, pengabdian penuh pada suatu


jenis pekerjaan yang mengaplikasikan tanggung jawab pada diri sendiri, dan orang
lain. Seseorang profesional bukan hanya bekerja, melainkan ia tahu mengapa dan
untuk apa ia bekerja serta bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan profesi mengajar/ keguruan/


kependidikan sulit menggapai posisi tanggung dan terhormat, yaitu sebagai berikut :

a. Sulit sekali didefinisikan apa sebenarnya profesi mengajar itu dan apa bidang
garapannya yang khas.
b. Sejarah mengajar dan guru memang kabur.
c. Penambahan jumlah guru besar-besaran membuat sulitnya standar mutu guru
dikontrol dan dijaga.
d. PGRI sebagai satu-satunya organisasi yang beranggotkan guru di indonesia
cenderung bergerak dipertengahan antara pemerintah dan guru-guru.
e. Tuntutan masyarakat yang selalu berubah-ubah membuat guru makin
tertantang.

B.   Pengertian Profesi

1.     Profesi

7
Profesi pada hakekatnya adalah suatu pernyataan bahwa seseorang itu
mengabdikan dirinya pada suatu jabatan atau pelayanankarena orang tersebut merasa
terpanggiluntuk mengerjakan pekerjaan itu.

Istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk menunjukkan


tentang pekerjaan seseorang. Seseorang yang bekerja sebagai dokter,dikatakan
profesinya sebagai dokter dan orang yang pekerjaannya mengajar di sekolah
dikatakan profesinya sebagai Guru. Bahkan ada orang yang mengatakan bahwa
profesinya sebagai tukang batu,tukang parker ,pengamen, penyanyi, pedagang dan
sebagainya. Jadi istilah profesi dalam konteks ini , sama artinya dengan pekerjaan
atau tugas yang dilakukan seseorang dalam kehidupannya sehari-hari.

Menurut ornstein dan levine (1984) bahwa suatu pekerjaan atau jabatan dapat
disebut   profesi   bila  pekerjaan  atau  jabatan  itu  dilakukan  dengan :

1. Melayani masyarakat merupakan merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang


hayat (tidak berganti-ganti pekerjaan).
2. Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai
(tidak setiap orang melakukannya).
3. Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori praktik (teori baru
dikembangkandari hasil penelitian).
4. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang.
5. Terkendali berdasarkan lisensi baku dan mempunyai persyaratan masuk (untuk
menduduki jabatan tersebut memerlukan izin tertentuatau ada persyaratan khusus
yang ditentukan untuk dapat mendudukinya).
6. Otonomi dalam mebuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu(tidak diatur
oleh orang lain).
7. Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan tampilan untuk
kerjanya berhubungan dengan layanan yang diberikan (langsung bertanggung  jawab
terhadap apa yang diputuskannya,tidak dipindahkan keatasan instansi yang lebih
tinggi).Mempunyai sekumpulan unjuk kerja yang baku.
8. Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien dengan penekanan terhadap
layanan yang akan diberikan.

8
9. Menggunakan administrator untuk memudahkan profesi,relatif bebas dari super vise
dalam jabatan (misalnya dokter memakai tenaga administrasi untuk mendata
klien,sementara tidak ada supervise dari luar terhadap pekerjaan dokter sendiri).
10. Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri.

Pengertian profesi yang senada dengan pengertian di atas, Sanusi dkk (1991)
mengutarakan ciri-ciri utama suatu profesi sebagai berikut :

1. Suatu jabatan memiliki fungsi signifikasi social yang menentukan (crusial).


2. Jabatan yang menuntut keterampilan/keahlian tertentu.
3. Keterampilan/keahlian yang dituntut jabatan itu didapat melalui pemecahan masalah
dengan menggunakan teori dan metode ilmiah.
4. Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas sistematik dan
explicit,bukan hanya sekedar pendapat khalayak umum.
5. Jabatan itu memerlukan pendidikan perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama.
6. proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai
profesional itu sendiri.
7. Dalam memberikan layanan kepada masyarakat anggota profesi itu berpegang teguh
pada kode etik yang dicontrol oleh organisasi profesi.
8. Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan judgement terhadap
permasalahan profesi yang dihadapinya.
9. Dalam prakteknya melayani masyarakat,anggota profesi otonom bebas dari campur
tangan orang lain.
10. Jabatan itu mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat oleh karenanya
memperoleh imbalan tinggi pula.

2.     Profesi Guru

Rakenas Depdiknas setiap tahun selalu menggaris bawahi pentingnya peningkatan


profesionalisme guru. Hal ini menunjukkan besarnya perhatian Depdiknas terhadap guru dan
sekaligus penguatan, betapa guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam
keseluruhan upaya pendidikan.

Memang kualitas pendidikan bukan hanya ditentukan oleh guru, melainkan oleh mutu
masukan (siswa), sarana dan faktor-faktor instrumental lainnya. Akan tetapi, semua itu pada

9
akhirnya tergantung pada kualitas pengajaran, dan kualitas pengajaran tergantung pada
kualitas guru.

C.    Syarat Profesi Kependidikan

Gambaran rinci tentang syarat-syarat jabatan kependidikan tersebut dijelaskan sebagai


berikut :

1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.


2. Jabatan yang menggeluti batang tubuh ilmu yang khusus.
3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama.
4. Jabatan yang memerluka latiha dalam jabatan yang berkesinambungan.
5. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dalam keanggotaan yang permanen.
6. Jabatan yang menentukan baku (standarnya)sendiri.
7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan diatas keutungan pribadi.
8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

D.   Sejarah Perkembangan Profesi Kependidikan

Nasution (Sucipto,Kosasi, dan Abimanyu,1994) dengan jelas melukiskan  sejarah


pendidikan di indonesia terutama pada saman colonial belanda termasuk juga sejarah profesi
kependidikan. Pada awalnya,orang-orang diangkat menjadi guru belum berpendidikan khusus
keguruan,dan secara perlahan-lahan tenaga guru ditambah dengan mengangkat dari lulusan
guru(kweek school) yang pertama kali didirikan di SOLO pada tahun 1852. Karena
kebutuhan penambahan sejumlah guru yang semakin mendesak, maka pemerintah Hindia
Belanda mengangkat lima macam guru,yaitu :

1. Guru lulusan sekolah guru yang dianggap sebagai guru yang berwenang penuh.
2. Guru yang bukan lulusan sekolah guru, tapi lulus ujian yang diadakan menjadi guru.
3. Guru bantu, yang lulus ujian guru bantu.
4. Guru yang dimagangkan kepada guru senior, yang merupakan calon guru.
5. Guru yang diangkat karena keadaan yang amat mendesak berasal dari warga yang
pernah mengecap pendidikan.

E.   Kode Etik Profesi Kependidikan

10
Kode etik merupakan pernyataan-pernyataan yang berisi persyaratan tindakan yang
harus dilakukan dan tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh pihak-pihak terkait dalam
kegiatan layanan. Kode etik berisi seperangkat nilai,sebab nilai-nilai dan etik erat kaitannya.
Etik seseorang individu mencerminkan nilai yang mereka anut.

Menurut Hermawan(1979),tujuan umum kode etik profesi adalah :

1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. Diharapkan kode etik dapat menjaga
pandangan dan kesan dari pihak luar atau masyarakat,agar mereka tidak memandang
rendah atau remeh profesi yang bersangkutan.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya. Kesejahteraan yang
dimaksud meliputi kesejahteraan lahir (material) maupaun kesejahteraan
bathin(spiritual/mental).
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Hal ini berkaitan dengan
peningkatan kegiatan pengabdian profesi,sehingga anggota profesi dapat dengan
mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi. Untuk itulah kode etik memuat norma-norma atau
anjuran agar anggota profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pengabdian
para anggotanya.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Setiap anggota profesi diwajibkan
secara aktif berpartisifasi dalam membina organisasi profesi dan kegiatan-kegiatan
yang direncanakan oleh organisasi.

F.    Pengembangan Profesi Kependidikan

1.  Kompetensi Profesional Kependidikan

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 tentang sistem


pendidikan nasional dinyatakan dengan jelas bahwa tenaga kependidikan bertugas
melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis
untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan (Pasal 39 Ayat 1).

1. Pendidikan merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan


melaksanakan proses pembelajaran,menilai hasil pembelajaran,melakukan
pembimbingan dan pelatihan,serta melalukan segala potensinya,sementara itu
pendidikan dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang menghargai martabat
manusia.

11
2. Pendidikan dilakukan secara Internasional,yakni secara sadar ,maka pendidikan
menjadi normatif yang diikat oleh norma-norma dan nilai-nilai yang baik secara
universal,nasional,maupun lokal,yang merupakan acuan para pendidik,peserta
didik,pengelolah pendidikan.
3. Teori-teori pendidikan merupakan jabatan kerangka Hipotesis dalam menjawab
permasalahan pendidikan.
4. Pendidikan bertolak dari asumsi pokok tentang manusia,yakni manusia mempunyai
potensi yang baik untuk berkembang.Oleh sebab itu pendidikan adalah usaha
mengembangkan potensi unggul tersebut.
5. Inti pendidikan terjadi dalam prosesnya yaitu situasi dimana terjadi dialog antara
peserta didik dengan pendidik ,yang memungkinkan peserta didik tumbuh kearah
yang  dikehendaki oleh pendidik dan selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung  tinggi
masyarakat .
6. Sering terjadi dilema antara tujuan utama pendidikan yakni menjadi manusia sebagai
manusia yang baik (dimensi instrinsik)dengan misi instrumental yakni yang
merupakan alat untuk perubahan atau mencapai sesuatu.

2.  Pendidikan Profesioanl Kependidikan

Pada umumnya pendidikan yang dilakukan untuk mengembangkan profesi guru


terdiri dari 2 jenis,yaitu pendidikan prajabatan (Pre-service Educations) dan pendidikan
dalam jabatan (In-service Educations).Dua jenis pendidikan itu berbeda esensi dalam sistem
pengelolahannya meskipun diarahkan pada tujuan yang sama,yaitu meningkatkan mutu
layanan atau kinerja guru.

Pendidikan prajabatan merupakan pendidikan yang ditempuh sebelum seseorang


menjadi guru.Jenis pendidikan ini bertujuan untuk menyiapkan calon guru dalam meniti karir
dalam bidang pengajaran.Di Indonesia,lembaga pendidikan prajabatan guru dilaksanakan
pada tingkat perguruan tinggi yang disebut dengan Lembaga Pendidikan Tenaga
Kependidikan(LPTK).

Pendidikan dalam jabatan adalah jenis pendidikan yang ditempuh oleh guru dalam
melaksanakan jabatan dan dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi profesional
dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Pengembangan kompetensi ini dapat dilakukan

12
melalui penataran,loka karya,seminar,atau bahkan jenjang pendidikan lanjutan.Penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat,terutama bagi pendidik diperguruan tinggi (Pasal 39 Ayat 2).

Seorang guru dinilai memiliki kompetensi profesional apanila mampu mengembangkan


tanggung jawab dengan baik,maupun melaksanakan peran dengan berhasil,mampu bekerja
dalam usaha mencapai tujuan pendidikan (pembelajaran)dan mampu melaksanakan
peranannya dalam proses pembelajaran dalam kelas (Hamalik,2003) dalam sudut
pembelajaran, guru yang profesional adalah mereka yang mampu merencanakan,
melaksanakan, menilai, membimbing pelajaran.

a. Kemampuan Merencanakan Pembelajaran


Langkah awal yang harus dilakukan oleh guru sebelum merencanakan pembelajaran
adalah memahami arti,tujuan,dan unsur yang terkandung dalam perencanaan
pembelajaran.Perencanaan pembelajaran merupakan proyeksi guru mengenai kegiatan
peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.

b. Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran


Kemampuan melaksanakan pembelajaran berkaitan dengan realisasi atau
implementasi rencana pembelajaran yang telah disusun.Dalam pelaksanaan
pembelajaran, kemampuan yang dituntut adalah keaktifan guru dalam menciptakan
kondisi yang kondusif bagi peserta didik dalam pembelajaran.

c. Kemampuan Menilai Pembelajaran


Tingkat pencapaian dan kemajuan pembelajaran dapat diukur melalui penilaian, baik
lisan, tertulis, tindakan, observasi. Kemampuan menilai pembelajaran berkaitan
dengan kemampuan guru dalam menyusun alat penilaian, mengajukan pertanyaan,
menyekor, dan menginterprestasikan hasilnya.

d. Kemampuan Membimbing Pembelajaran


Pada setiap pembelajaran ditemukan peserta didik yang dikategorikan berhasil dan
atau gagal menguasai standar minimal pengetahuan yang  dipersyaratkan.Khusus bagi
mereka yang dikategorikan gagal dalam pembelajaran,perlu diberikan bimbingan
pembelajaran.

13
G.  Ciri-Ciri Guru Profesional

Ada persamaan, dalam tiap-tiap profesi. Dalam bidang apapun profesionalisme


seseorang ditunjang oleh tiga hal, dan tanpa ketiga hal ini, sulit seseorang menunjukkan
profesionalismenya, yaitu: keahlian, komitmen, dan skill yang relevan. Ketiga hal ini
pertama-tama dikembangkan melalui pendidikan pra-jabatan dan selanjutnya ditingkatkan
melalui pengalaman dan pendidikan/latihan dalam jabatan.

Menurut jurnal terkemuka manajemen pendidikan, education leadership edisi maret


1993 lalu menurunkan laporan utama tentang profesionalisme guru. Bahwa untuk menjadi
profesional seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal.

1.      Guru mempunyai komitmen pada murid dan proses belajarnya

2.      Guru menguasai secara mendalam bahan atau mata pelajaran yang diajarkannya serta
cara mengajarkannya kepada para siswa.

3.      Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar murid melalui berbagai teknik
evaluasi, mulai dari cara pengamatan dalam perilaku para murid sampai kepada hasil belajar.

4.      Guru mampu belajar dari pengalaman, ia harus tau mana yang benar dan yang salah
serta baik dan buruk dampaknya terhadap proses belajar murid.

5.      Guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan


profesinya, mislanya PGRI dan organisasi profesi lainnya.

H. Jenis-Jenis profesi

Jenis-jenis profesi yang termasuk kedalam profesi kependidikan diantaranya adalah


sebagai berikut:

1) Kepala Satuan Pendidikan


Kepala satuan pendidikan yaitu orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab
untuk memimpin satuan pendidikan tersebut. Kepala satuan pendidikan hat\rus
mampu melaksanakan peran dan tugasnya sebagai edukator, manajer, administrator,
supervisior, leader, inovator, motivator, figur dan mediator. Istilah lain dari Kepala
Satuan Pendidikan adalah Kepala Sekolah.

14
2) Pendidik
Pendidik atau pengajar adalah tenaga kepndidikan yang bertanggung jawab dalam
menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus sebagai profesi pendidik.
Pendidik mempunyai sebutan lain sesuai kekhususannya yaitu:
a) Guru
b) Dosen
c) Konselor
d) Widyaswara
e) Tutor
f) Instruktur
g) Fasilisator

15
BAB III

PENUTUP

A.       Kesimpulan

Profesi umumnya berkembang dari pekerjaan (vocation) yang kemudian berkembang


makin matang. Selain itu, dalam bidang apapun profeionalisme seseorang ditunjang oleh tiga
hal. Tanpa ketiga hal itu,  sulit seseorang mewujudkan profesionalismenya. Ketiga hal itu
ialah keahlian, komitmen dan ketermpilan yang relevan yang membentuk sebuah segitiga
sama sisi yang di tengahnya terletak profesionalisme. Suatu pekerjaan disebut suatu profesi
apabila mempunyai ciri: 1) pekerjaan itu mempunyai fungsi dan signifikansi sosialkarena
diperlukan mengabdi kepada masyarakat atau pengakuan masyarakat, 2) profesi menuntut
keterampian tertentu yang diperoleh lewat pendidikan dan latihan yang “lama”, 3) profesi
didukung oleh suatu disiplin ilmu, 4) adanya kode etik, dan 5) anggota profesi secara
perorangan dan kelompok memperoleh imbalan finansial atau material.

B.       Saran

Kesejahteraan guru dalam hal ekonomi dan pengetahuan, terutama untuk guru di
sekolah negeri (mestinya juga dalam skala tertentu untuk sekolah swasta), memang adalah
tanggung jawab negara, bukan tanggung jawab orang tua murid. Orang tua murid bisa
diminta partisipasi, tetapi porsinya harus tetap kecil. Barulah akan tercipta guru yang
profesional karena ekonomi salah satu penyebab terpuruknya profesionalisme guru di
Indonesia.

16
Daftar Pustaka

Supriadi, dedi. 1997: profesi konseling dan keguruan. Bandung: PP3 IKIP Bandung.

Syahril, dkk. 2009: profesi kependidikan. Padang: UNP Press.

Journal PAT. 2001. Teacher in England and Wales. Professionalisme in Practice: the
PAT    Journal.April/Mei 2001.

Jurnal UNIMED PRESS. 2019. Profesi Kependidikan. Medan. ISBN 978-602-7938-05-2

Musriadi. 2018. Profesi Kependidikan Secara Teoritis dan Aplikatif. Yokyakarta:


DEEPUBLISH

17