Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH KIMIA ORGANIK II

“REAKSI ELIMINASI”

OLEH
KELOMPOK III
KELAS D/2018
1. RISKA FAJRINA SHARI 18 3145 201 140
2. RISQI AMALIA 18 3145 201 112
3. ARVELIA ARIFIN 18 3145 201 142
4. RISNAYANTI 18 3145 201 126
5. IRA HANIFA TUARITA 18 3145 201 144
6. MARIANA NGILAMELE 18 3145 201 128
7. SARAH SAHUBAWA 18 3145 201 117
8. ZAKIYYAH AZHIMAH 18 3145 201 122
9. WIDYA IRDHAYANRI.M 18 3145 201 133
10. REZA GEOVANO YUSUF 18 3145 201 149

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


FAKULTAS FARMASI TEKNOLOGI RUMAH SAKIT DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS MEGAREZKY
MAKASSAR
2020
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan

senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat

dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya

dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan

satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari

reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang

melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan

kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum reaksi kimia juga dapat

diterapkan pada transformasi partikel-partikel elementer seperti pada

reaksi nuklir. Reaksi-reaksi kimia yang berbeda digunakan bersama dalam

sintesis kimia untuk menghasilkan produk senyawa yang

diinginkan.Dalam biokimia, sederet reaksi kimia yang dikatalisis oleh

enzim membentuk lintasan metabolisme, di mana sintesis dan dekomposisi

yang biasanya tidak mungkin terjadi di dalam sel dilakukan. Reaksi kimia

seperti pembakaran, fermentasi, dan reduksi dari bijih menjadi logam

sudah diketahui sejak dahulu kala.

Suatu reaksi terjadi karena satu molekul atau lebih memiliki energi

yang cukup (energi aktivasi) untuk memutuskan Ikatan. Misalnya

yoghourt yang kita temui di kehidupan sehari- hari menjadi salah satu

contoh dimana reaksi eliminasi terjadi.  Karena itu , untuk lebih


mengetahui jalannya proses reaksi eliminasi, saya akan membahas didalam

makalah ini.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud dengan reaksi eliminasi?

2. Bagaimana jenis-jenis reaksi eliminasi?

3. Berikan contoh reksi eliminasi?

C. Tujuan

1. Mampu mendefenisikan pengertian reaksi eliminasi.

2. Memahami jenis-jenis dari reaksi eliminasi.

3. Mengetahui contoh-contoh dari reaksi eliminasi.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI

Eliminasi artinya penghilangan atau pelepasan. Reaksi eliminasi dapat

dianggap kebalikan dari reaksi adisi. Pada reaksi ini, dua atom atau gugus yang

masing-masing terikat pada dua buah atom karbon yang letaknya berdampingan

dilepaskan oleh suatu pereaksi sehingga menghasilkan ikatan rangkap. Reaksi ini

hanya dapat berlangsung bila ada zat yang menarik molekul yang akan dieliminasi

(Sumardjo, damin. 2009)

Reaksi eliminasi merupakan reaksi yang terjadi pada suatu senyawa jenuh

(tidak memiliki ikatan rangkap) sehingga senyawa yang tak jenuh (memiliki ikattan

rangkap dua atau tiga). Reaksi ini merupakan kebalikan dari reaksi adisi (Sustresna,

nana. 2007).

Reaksi eliminasi merupakan reaksi kebalikan dari reaksi adisi. Reaksi

eliminasi melibatkan pelepasan atom atau gugus atom dari sebuah molekul

mrmbrntuk molrkul baru. Contoh reaksi eliminasi adalah eliminasi etil klorida

menghasilkan etana dan asam klorida (Rahayu, iman. 2009)

Reaksi eliminasi adalah reaksi penghilangan atom atau gugus atom, biasanya

disertai dengan perubahan dari ikatan tunggal menjadi ikatan ganda 2. Reaksi

eliminasi merupakan kebalikan dari reaksi adisi (Tentor, forum. 2009).

B. JENIS-JENIS REAKSI ELIMINASI

Reaksi eliminasi adalah salah satu jenis  reaksi organik di mana

dua substituen dipisahkan dari suatu molekul baik dalam mekanisme satu atau dua-

tahap. Mekanisme satu-tahap dikenal sebagai reaksi E2, dan mekanisme dua-tahap


dikenal sebagai reaksi E1. Angka pada nama reaksi tidak berhubungan dengan jumlah

tahapan dalam mekanisme tersebut, tetapi berkaitan dengan kinetika reaksi,

bimolekular dan unimolekular berturut-turut. Dalam kasus yang jarang terjadi, untuk

molekul yang memiliki gugus pergi yang buruk, jenis reaksi ketiga, E1, terjadi.

1. Mekanisme E2

Selama tahun 1920-an, Sir Christopher Ingold mengusulkan suatu model untuk

menjelaskan sebuah tipe ganjil dalam reaksi kimia: mekanisme E2. E2 merupakan

singkatan dari eliminasi bimolekular. Reaksi tersebut melibatkan mekanisme satu-

tahap di mana ikatan karbon-hidrogen dan karbon-halogen terputus untuk

membentuk ikatan rangkap dua (ikatan pi C=C).

Karakteristik mekanisme reaksi ini diantaranya:

 E2 adalah eliminasi satu tahap, dengan satu keadaan transisi.

 Biasanya terjadi pada alkil halida primer tersubstitusi, tetapi mungkin terjadi pada

alkil halida sekunder dan senyawa lainnya.

 Laju reaksinya mengikuti orde kedua, karena reaksi dipengaruhi baik oleh alkil halida

dan basa (bimolekular).

 Karena mekanisme E2 menghasilkan pembentukan ikatan pi, dua gugus pergi

(terkadang sebuah hidrogen dan suatu halogen) harus antiperiplanar. Keadaan

transisi antiperiplanar memiliki konformasi goyang (staggered) dengan energi yang

lebih rendah dibanding keadaan transisi sinperiplanar di mana konformasi eklips

dengan energi yang lebih tinggi. Mekanisme reaksi yang melibatkan konformasi

goyang lebih disukai pada reaksi E2 (tidak seperti reaksi E1).

 E2 biasanya menggunakan basa kuat. Basa harus cukup kuat untuk melepas hidrogen

yang kurang asam.


 Agar ikatan pi dapat terbentuk, hibridisasi karbon harus lebih rendah

dari sp3 menjadi sp2.

 Ikatan C-H dilemahkan dalam tahap penentu laju dan karenanya efek

isotop deuterium primer lebih besar dari 1 (biasanya 2-6) teramati.

 E2 berkompetisi dengan mekanisme reaksi SN2 jika basa dapat bertindak pula sebagai

nukleofil (pada banyak basa yang umum)

2. Mekanisme E1

E1 adalah suatu model untuk menjelaskan jenis tertentu dari reaksi eliminasi kimia.

E1 merupakan singkatan dari eliminasi unimolekular serta memiliki karakteristik berikut.

 Merupakan proses eliminasi dua-tahap: ionisasi dan deprotonasi.

o Ionisasi: ikatan karbon-halogen putus menghasilkan zat antara karbokation.

o Deprotonasi karbokation.

 E1 umumnya terjadi pada alkil halida tersier, tetapi mungkin terjadi pada beberapa

alkil halida sekunder.

 Laju reaksi dipengaruhi hanya oleh konsentrasi alkil halida karena pembentukan

karbokation adalah tahap paling lambat, alias tahap penentu laju. Karenanya, kinetika

orde pertama berlaku (unimolekular).

 Reaksi biasanya terjadi pada ketiadaan basa atau hanya dalam kehadiran basa lemah

(kondisi asam dan suhu tinggi).

 Reaksi E1 berkompetisi dengan mekanisme reaksi SN1 karena keduanya berbagi zat

antara karbokationik yang umum.

 Efek isotop deuterium sekunder yang agak lebih besar dari 1 (biasanya 1 - 1.5)

teramati.
 Tidak dibutuhkan antiperiplanar. Contohnya pada pirolisis pada suatu ester sulfonat

tertentu pada mentol.

Eliminasi E1 terjadi dengan alkil halida yang sangat tersubstitusi karena dua alasan.

 Alkil halida yang sangat tersubstitusi sangat meruah, membatasi ruang bagi

mekanisme satu-tahap E2; karenanya, mekanisme dua-tahap E1 lebih disukai.

 Kabokation yang sangat tersubstitusi lebih stabil dibanding kation tersubstitusi metil

atau primer. Kestabilan tersebut memberi waktu bagai mekanisme dua-tahap E1

terjadi.

 Jika jalur reaksi SN1 dan E1 berkompetisi, jalur E1 dapat lebih disukai dengan

peningkatan panas.

C. CONTOH REAKSI ELIMINASI

a. Reaksi Dehidrogenasi

i. RM : C2H6 (Etana)

C2H4 (Etena)

H2 (Gas Hidrogen)

RL :

RS :
ii. RM : C3H8 (Propana)

C3H6 (Propena)

H2 (Gas Hidrogen)

RL :

RS :
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Eliminasi artinya penghilangan atau pelepasan. Reaksi eliminasi dapat

dianggap kebalikan dari reaksi adisi. Pada reaksi ini, dua atom atau gugus yang

masing-masing terikat pada dua buah atom karbon yang letaknya berdampingan

dilepaskan oleh suatu pereaksi sehingga menghasilkan ikatan rangkap. Reaksi ini

hanya dapat berlangsung bila ada zat yang menarik molekul yang akan dieliminasi.
DAFTAR PUSTAKA

Muslihun, dkk. 2014. Top Book Sistem Kebut Semalam Materi dan Soal-Soal Ujian
Matematika dan Ipa. Jakarta : Gravindo.

Rahayu, iman. 2009. Praktis Belajar Kimia. Jakarta : Visindo.

Sumardjo, damin. 2009. Pengantar Kimia : Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran
dan Program Starata I Fakultas Bioeksakta. Jakarta : EGC.

Susanti, armhyda dwi. 2014. Sukses Kuasai Materi Kimia. Jakarta : PT Gramedia.

Sustresna, nana. 2007. Cerdas Belajar Kimia. Bandung : Grafindo Media Pratama.

Tentor, forum. 2009. Siap Ujian Nasional SMA IPA 2009. Yogyakarta : Pustaka Widyatama.