Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

DINAMIKA KELOMPOK
“KELOMPOK SOSIAL”

Oleh Kelompok 2 :

Amadhea Widhen
Anisa Alhada
Dinda wahyuni
Dindha Permata Sari
Dwi Yella Kofifah
Harick Fatur Rahman
Iga Nurjannah
Reza Mahendra
Sintya Wulandari
Tyara Yulia Er Vianty

Dosen Pembimbing :

Yessi Yuzar, S.Sit, M.Kes

PRODI S1 TERAPAN PROMOSI KESEHATAN


JURUSAN PROMOSI KESEHATAN
POLTEKKES KEMENKES PADANG
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah rasa syukur kami sampaikan kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik. Shalawat beriring salam kami sampaikan pula pada
baginda Rasulullah Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari
zaman jahiliyah kepada zaman peradaban yang berilmu pengetahuan dan
berakhlak mulia.
Makalah yang berjudul “Kelompok Sosial” ini diajukan sebagai tugas
perkuliahan pada mata kuliah Dinamika Kelompok Program Studi S1 Terapan
Promosi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Padang. Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan pembuatan
makalah lain di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat dimanfaatkan
dengan sebaik-baiknya.

Padang, Februari 2020

Kelompok II
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.......................................................................................................

Daftar Isi.................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................

A. Latar Belakang..........................................................................................
B. Rumusan Masalah......................................................................................
C. Tujuan Masalah.........................................................................................

BAB II PEMBAHASAN......................................................................................

A. Pengertian Kelompok Sosial.....................................................................


B. Ciri-ciri Kelompok Sosial ........................................................................
C. Syarat- syarat Sebuah Kelompok..............................................................
D. Hal-hal Yang Harus di Perhatikan Dalam Pembentukan Kelompok........
E. Pembentukan Kelompok Sosial.................................................................

BAB III PENUTUP..............................................................................................

A. Kesimpulan................................................................................................
B. Saran...........................................................................................................

Daftar Pustaka......................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pentingnya kelompok bagi kehidupan manusia bertumpu pada kenyataan


bahwa manusia adalah makhluk sosial dimana manusia tidak dapat hidup
sendirian. Dalam perjuangan hidupnya, guna memenuhi kebutuhan hidup,
kelompok manusia tidak terlepas dari interaksinya dengan manusia lain
disekelilingnya. Sejak dilahirkan ke dunia sampai meninggal dunia, manusia
selalu terlibat dalam interaksi, artinya tidak terlepas dari kelompok.
Di dalam kelompok ini proses sosialisasi berlangsung, sehingga manusia
menjadi dewasa dan mampu menyesuaikan diri. Dengan demikian, hamper
dari seluruh waktu dalam kehidupan sehari-hari dihabiskan melalui interaksi
dalam kelompok, dididik dalam kelompok, belajar di dalam kelompok,
bekerja di dalam kelompok, bermain-main di dalam kelompok, dan
seterusnya dengan adanya berbagai kegiatan di dalam kelompok tersebut
maka dalam seluruh kehidupannya, manusia menghabiskan waktunya dalam
seluruh kehidupannya, manusia menghabiskan waktunya dalam berbagai
keanggotaan pada berbagai jenis kelompok. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa pada setiap perkembangannya, manusia membutuhkan
kelompok

B. Rumusan Masalah
a. Pengertian Kelompok Sosial.
b. Ciri-ciri Kelompok Sosial.
c. Syarat-syarat Sebuah Kelompok.
d. Hal-hal yang Harus di Perhatikan dalam Pembentukan Kelompok.
e. Teori dan Pembentukan Kelompok.
f. Karakteristik Kelompok yang Efektif
C. Tujuan
a. Mampu untuk mengetahui Pengertian Kelompok Sosial.
b. Mampu untuk mengetahui Ciri-ciri Kelompok Sosial.
c. Mampu untuk mengetahui Syarat-syarat Sebuah Kelompok.
d. Mampu untuk mengetahui Hal-hal yang Harus di Perhatikan dalam
Pembentukan Kelompok .
e. Mampu untuk mengetahui Teori dan Pembentukan Kelompok.
f. Mampu untuk mengetahui Karakteristik Kelompok yang Efektif.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kelompok Sosial


Defenisi kelompok social
Kelompok social antara lain di kemukakan oleh Muzafer Sherif, Creech
dan Curtchfield,S. S Sargent, Serta Newcomb, Turner, dan Converse.
a. Muzafer Sherif
Kelompok social adalah suatu kesatuan social yang terdiri dari dua
atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi social yang
cukup intensif dan teratur, sehingga antara individu itu sudah terdapat
pembagian tugas, struktur,dan norma-norma tertentu.
b. Creech dan Crutchfield
A social group may be defined as an integrated system of interreleased
psychological group formed to accomplish a stated objective.
c. S.S. Sargent
In describing social group, we find they can be classified in any ways.
For example, according to size, from the simple dyad of two persons
to the complex nation of millions, recording to permanence, according
to how members are distributed geofraphically according to
determinants. Or again group can be classified according to the
predominant type of interpersonal relationships found.
d. Newcomb, Turner, dan Converse
Sejumlah orang-orang, dilihat sebagai kesatuan tunggal, merupakan
satu kelompok social, tetapi kita terutama mempunyai perhatian
terhadap interaksi kelompok dan terhadap ciri-cirinya yang relative
stabil.
Pengertian kelompok sosial
Manusia adalah makhluk individu Yang tidak dapat melepaskan
diri dari hubungan dengan manusia lain.  Sebagai akibat dari hubungan
yang terjadi di antara individu-individu atau manusia kemudian lahirlah
kelompok-kelompok sosial atau social group kesamaan kesamaan
kepentingan bersama.
Kelompok atau grup adalah kumpulan dari individu yang
berinteraksi satu sama lain, pada pada umumnya  hanya untuk melakukan
pekerjaan, untuk meningkatkan hubungan antara individu, atau bisa saja
untuk keduanya. Sebuah kelompok suatu waktu dibedakan secara kolektif,
sekumpulan orang yang memeliki kesamaan dalam aktivitas umum namun
dengan arah interaksi terkecil.

B. Ciri-ciri Kelompok Sosial

a. Menurut Muzafir Sherif, Ciri-ciri kelompok social adalah sebagai


berikut :
1) Adanya dorongan atau motif yang sama pada setiap individu
sehingga terjadi interaksi social sesamanya dan tertuju dalam
tujuan bersama.
2) Adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda diantara individu
satu dengan yang lain akibat terjadinya interaksi social.
3) Adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang
jelas, terdiri dari peranan dan kedudukan yang berkembang
dengan sendirinya dalam rangka mencapai tujuan bersama.
4) Adanya penegaasan dan peneguhan norma-norma pedoman
tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dan
kegiatan anggota kelompok dan merealisasi tujuan kelompok.
b. Menurut George Simmle, ciri-ciri kelompok social adalah :
1) Besar kecilnya jumlah kelompok social
2) Derajat interaksi social dalam kelompok social
3) Kepentigan dan wilayah
4) Berlangsungnya suatu kepentingan
5) Derajat organisasi
c. Menurut Kurt Lewin, ciri-ciri kelompok social adalah :
“ The essence of a group is not the similarity or dissimilarity
of its members but their interdependence, a group can be
characterize as a dynamical whole, this mean that a change in
the state of any other subpart the degree of interdependence
of supports of members of the group varies all the way from
a loose mass to a compact unit.”
Dari ketiga defenisi tersebut diatas, masing-masing defenisi
saling melengkapi satu sama lain.

C. Syarat- syarat Sebuah Kelompok


Syarat kelompok menurut Baron dan Byrne:
 Interaksi, anggota anggota seharusnya berinteraksi satu sama lain.
 Interdependent, apa yang terjadi pada seorang anggota akan
mempengaruhi perilaku anggota yang lain.
 Stabil, hubungan paling tidak ada lamanya waktu yang berarti (bisa
minggu, bulan dan tahun).
 Tujuan yang dibagi, beberapa tujuan bersifat umum bagi semua
anggota.
 Struktur, fungsi tiap anggota harus memiliki beberapa macam
struktur sehingga mereka memiliki set peran.
 Persepsi, anggota harus merasakan diri mereka sebagai bagian dari
kelompok.
D. Hal-hal Yang Harus di Perhatikan Dalam Pembentukan Kelompok

 Persepsi

Pembagian kelompok diharapkan mempunyai kemampuan yang


berimbang, apabila ada anggota yang mempunyai tingkat intelegensi
rendah, maka anggota yang mempunyai tingkat intelegensi tinggi mampu
menginduksi anggota yang lain, sehingga tidak terjadi ketimpangan yang
mencolok

 Motivasi

Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi setiap


anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat, dalam mencapai tujuan
kelompok.

 Tujuan

Pembentukan kelompok diantaranya adalah untuk menyelesaikan


tugas-tugas kelompok atau individu dengan menggunakan metode diskusi
ataupun kerjasama, seahingga di sini suatu kelompok memiliki tujuan yang
sama dengan tujuan anggotanya.

 Organisasi

Pengorganisasian dimaksudkan untuk mempermudah koordinasi,


sehingga penyelesaian masalah kelompok menjadi lebih efektif dan efisien.

 Independensi

Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok, yang


dimaksud kebebasan disini adalah kebebasan anggota kelompok dalam
menyampaikan ide dan pendapatnya. Kebebasan disesuaikan dengan aturan
yang berlaku dalam kelompok, sehingga tidak mengganggu proses
kelompok.
 Interaksi

Interaksi/hubungan timbal balik antar anggota kelompok


merupakan syarat yang penting dalam kelompok, karena dengan adanya
interaksi/hubungan timbal balik akan ada proses memberi dan menerima
ilmu pengetahuan dari satu anggota ke anggota yang lain, sehingga transfer
ilmu dapat berjalan (kebutuhan akan informasi terpenuhi).

D. Teori dan Proses Pembentukan Kelompok

1. Teori Pembentukan Kelompok


Proses pembentukan kelompok menurut Sudjarwo (2011) dapat
dilihat dari sejumlah teori yang menjelaskan mengapa atau alasan apa
seseorang memasuki kelompok. Beberapa teori berikut tidak dipaparakan
secara mendukung karena dipilih teori yang sering dipakai dalam
membahas kasus dilapangan saja.
a. Damisili Theory
Teori ini menyatakan bahwa pada diri manusia terdapat dukungan
untuk bergabung dengan orang lain dalam rangka menemukan atau
menampilkan eksistensi dirinya. Adapun pilihan pertama ialah pada
mereka yang secara geografis dekat dengan individu tersebut, dan bisa
juga daerah. Teori ini berdasarkan asumsi bahwa orang akan memilih dan
pilihan penentunya ialah orang lain yang secara geografis dekat dengan
tempatnya. Misalnya jika seseorang berada ditempat yang baru atau asing
baginya, maka dalam kesatuan orang tersebut akan berupaya mengenal
orang yang berada disekitarnya.
b. Similar Attitude Theory
Teori ini merupakan teori kesamaan sikap dari Newonth (1985)
yang memiliki pendekatan bahwa seseorang akan cendrung tertarik dengan
orang lain dan bergabung, apabila diantara mereka ada kesamaan sikap.
Dasar pemikiran konsep ini bermula pada asumsi jika orang berkeinginan
untuk belajar, maka dia akan mencari teman yang sama-sama ingin
belajar. Aliran ini dianut Feldman yang mengajukan alasan bahwa
kesamaan sikap membuat orang merasa terikat satu dengan lainnya yang
cenderung terjadi kesamaan perilaku, sehingga mereka lebih mudah untuk
berinteraksi dan menyatukan pendapat.

c. Activity-Interaction-Sentiment Theory
Teori ini disebut sebagai teori AIS dari Homans dengan konsepsi
dasar yang berpijak pada dasar pemikiran sebagai berikut :
a) Semakin banyak seseorang melakukan kegiatan bersama orang lain,
maka semakin banyak interaksi yang dapat menumbuhkan rasa
kebersamaan.
b) Semakin sering seseorang memahami perasaan orang lain maka akan
semakin sering orang tersebut membagikan perasaan dengan orang
lain.
c) Semakin seseorang memahami perasaan orang lain maka akan semakin
tinggi frekuensi interaksi dilakukan, berarti juga semakin sering
aktivitas dilakukan.

Teori ini tampaknya akan mencoba mengembangkan alternatif


baru yang mungkin dapat dikembangkan dari aktivitas yang dilakukan,
interaksi yang dikembangkan, dan perasaan yang ditimbulkan.

d. Practicality Theory
Teori dari Reitz ini menyatakan behwa orang akan mengelompok
apabila ada alas an praktis. Pada umumnya alasan ekonomi menjadi
dominasi utama, walaupun alasan-alasan lain juga bisa berperan.
Kepentingan pribadi muncul menjadi tujuan bersama karena adanya
kepentingan bersama. Sebagai contoh karena merasa tidak mendapatkan
pelayanan yang layak, maka warga perumnas beramai-ramai mendatangi
developer.
e. The Principle of Complementary Theory
Pada dasarnya teori dari Winh ini membantah teori kesamaan
sikap. Teori ini mengatakan bahwa daya tarik interaksi itu ditentukan oleh
prinsip atau asset saling melengkapi ketidakadaan pada diri seseorang,
guna mendapatkannya dari orang lain. Teori ini mengungkapkan bahwa
manusia pada dasarnya berada pada posisi yang selalu kurang. Sehingga
untuk melengkapi kekurangannya, maka dia memerlukan orang lain
dengan cara berinteraksi dengan orang lain tersebut.
f. Exchange Theory
Teori ini sering diterjemahkan menjadi teori pertukaran. Dasar
teori ini ialah, interaksi itu terjadi karena adanya reward dan cost (imbalan
dan pengorbanan). Reward tidak harus berwujud benda, namun dapat
berbentuk tingkat kepuasan atau dalam bentuk immaterial lainnya.
Demikian juga dengan cost yang dapat berupa kepatuhan akan sesuatu.
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Homans yang kemudian
dipopulerkan oleh Thibaut dan Kelly. Terakhir dikembangkan oleh Peter
Blaw yang mengemukakan jika seseorang memasuki kelompok, maka
dalam diri mereka akan selalu muncul perhitungan aspek keuntungan
dakam setiap alternatif pilihannya (comparison level of alternative).
Sedangkan pengalaman masa lalu selalu dijadikan rujukan untuk
memutuskan apa yang akan diperbuat.
Selanjutnya, seseorang dapat tertarik pada sesuatu kelompok
sehingga dia berkeinginan masuk menjadi anggota kelompok, hal tersebut
merupakan sebuah hal unik. Pada umumnya setelah kelompok terbentuk,
maka kelompok akan menampilkan ciri-ciri tertentu yang membuat orang
diluar kelompok tertarik untuk masuk kedalam kelompok tersebut.
Menurut Cartwright dan Zander (1986) hal ini terjadi karena faktor dari
dalam dan luar kelompok. Faktor dari kelompok itu sendiri, yaitu
kelompok itu menarik bagi orang lain diluar kelompok karena tujuannya
atau aktivitasnya. Sedangkan faktor dari luar yaitu adanya tekanan agar
seseorang harus menjadi anggota. Kedua hal tersebut merupakan syarat
minimal, sebab banyak variabel lain (misalnya kesamaan karakteristik,
motivasi, dan sebagainya) yang saling berpengaruh sehingga dapat
menyebabkan seseorang menjadi terikat pada kelompoknya.

E. Pembentukan Kelompok Sosial


Pembentukan kelompok social diselidiki oleh Hoggarth dan J.J Moreno

a. Hoggarth
Hoggarth menggunakan study komparatif antara metode individual
dan metode kelompok dalam pelajaran ilmu pasti. Untuk itu, kelas harus
mengerjakan tugas yang diberikan sebagai berikut.
1) Siswa bekerja secara individual tanpa memperhatikan kemajuan /
kesuksesan teman lainnya.
2) Salah satu siswa mengerjakan tugas di papan tulis, sedangkan siswa
yang lain bekerja di bangku masing masing.
3) Siswa seluruh kelas bekerja bersama sama menyelesaikan tugas.
4) Siswa dibagi dalam kelompok kelompok terdiri dari 3 orang dan
masing masing kelompok bekerja sendiri sendiri di tempt yang
disediakan.

Dari hasil penyelidikan ini, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

1) Bentuk kelompok 4 merupakan bentuk pengelompokan yang popular


dan dapat memperbaiki hasil belajar, sikap, dan kerjasama mereka.
2) Sebaliknya guru mudah untuk mengadakan pengawasan dan
mengadakan perbaikan kesalahan yang ada.

b. J.J Moreno
Moreno menggunakan sosiometri tes, yaitu suatu metode yang
efisien dalam memiliki, tentang pembentukan kelompok social dan
seberapa jauh peranan seorang individu dalam kelompoknya.
Metode ini berdasarkan pilihan sukarela, bebas spontan, dan dilaksanakan
dengan rahasia. Untuk mendapatkan data sosiomteri, dapat menggunakan
angket, yang berisi daftar pertanyaan tentang siapa diantara teman-
temannya yang disenangi atau yang tidak disenang.
Biasanya angket ini ada 2 tipe pilihan, yaitu:
1) Single choice, yaitu seorang anggota kelompok hanya diberi
kesempatan untuk memberi jawaban tentang siapa teman yang paling
disenangi atau paling tidak disenangi.
2) Double choice, yaitu seorang anggota kelompok diberi kesempatan
untuk memberi jawaban secara spesifik, seperti siapa teman yang
disenangi atau ditolak dalam hal belajar, reaksi, olahraga, kesenian,
dan sebagainya. Dengan double choice diketahui lebih detail tentang
kondisi dinamik dan kualitas hubungan yang ada pada kelompok
kelompok tersebut.

Langkah-langkah dalam melaksanakan metode sosiometri adalah :


a) Membuat daftar nama pada kelas
b) Membuat daftar pertanyaan
c) Memberi kode
d) Membagi pertanyaan atau angket kepada siswa
e) Mengumpulkan kembali angket yang telah dikerjakan
f) Memberi nama pada kertas/angket
g) Menganalisis dengan memuat matriks sosiometri
h) Menentukan indeks popularitas/inpopularitas
i) Membuat sosiogram

Contoh :

a) Siswa yang ada dalam kelas : A, B, C, D, E, dan F


b) Angket yang dibuat, misalnya single choice,
(1) Saya mau belajar dengan ….
(2) Saya tidak mau belajar dengan ….
c) Untuk siswa A s.d F diberi kode 1, 2, 3, dan seterusnya
d) Siswa disuruh mengerjakan angeket yang telah dibuat
e) Siswa mengumpulkan angket yang telah diisi
f) Angket yang diisi A s.d F diberi kode 1, 2 dan seterusnya
g) Matriks sosiometri :

Objek/Subjek A B C D E F
A 1 1 1 3
B 1 1 2
C 1 1 1 3
D 1 1 2
E 0
F 1 1 2
4 2 2 3 0 1 12

A. Karakteristik Kelompok yang Efektif


Kelompok yang efektif mempunyai 3 aktivitas pokok (Sahertian,
1987), yakni : bekerja untuk mencapai tujuan, berlaku dalam mencapai
tujuan, serta berkembang dan berubah dalam cara mencapai tujuan.
Sedangkan untuk menjadi efektif, suatu kelompok harus mencapai
tujuannya, harus bisa mempertahankan hubungan kerja yang baik dengan
anggotanya, dan harus bisa beradaptasi terhadap situasi yang berubah-ubah
dengan lingkungan sekitarnya.
Selanjutnya, Johnson (2012) memberikan pedoman untuk
menciptakan kelompok yang efektif yaitu :
1) Tujuan kelompok harus jelas, dapat dijalankan, dan berhubungan,
sehingga menciptakan saling ketergantungan yang positif dan
menimbulkan tingkat komitmen yang tinggi dari setiap anggota.
2) Komunikasi dua arah yang efektif tercipta dengan baik, sehingga anggota
dapat menyampaikan ide dan perasaan mereka dengan tepat dan jelas.
3) Kepemimpinan dan keikutsertaan merata antar anggota kelompok.
4) Penggunaan kekuasaan dibagi antar anggota dan pola pengaruh
bermacam-macam berdasarkan kebutuhan kelompok karena setiap anggota
berusaha untuk mencapai tujuan mereka yang menguntungkan.
5) Metode pengambilan keputusan sesuai dengan : (a) waktu dan sumber
daya yang tersedia, (b) ukuran dan pentingnya keputusan yang akan
diambil, dan (c) jumlah anggota hadir yang dibutuhkan dalam mengambil
keputusan. Cara pengambilan keputusan keputusan biasanya dengan suara
terbanyak.
6) Mendorong perdebatan yang timbul ketika anggota kelompok
menyampaikan pandangan mereka, ketidaksetujuan, saling berdebat, dan
menyampaikan alas an untuk membuat keputusan yang berbobot dan
kreatif.
7) Anggota menghadapi konflik dengan menggunakan negosisasi dan jalan
tengah untuk memecahkan konflik tersebut secara membangun.

Sahertian (1987) menyatakan bahwasanya kelompok yang efektif


dapat dibedakan dari kelompok yang tidak efektif sebagaimana tabel
berikut.

No Kelompok yang Efektif Kelompok yang Tidak Efektif


.
1. Tujuan jelas, bersifat Anggota tinggal menerima tujuan,
kooperatif, untuk kepentingan kadang dipaksakan, kompetisi,
anggota terhadap musyawarah. saling bersaing.
2. Komunikasi dua arah Komunikasi satu arah.
3. Pertisipasi dan kepemimpinan Kepemimpinan otoriter.
didistribusikan kepada semua
anggota.
4. Memperhatikan pendapat, Pemimpin menentukan segalanya.
minat, kebutuhan, dan perasaan
anggota.
5. Prosedur pengambilan Keputusan diambil pemimpin atau
keputusan disesuaikan dengan orang yang berkuasa. Partisipasi
situasi. Metode pengambilan anggota sangat kecil.
keputusan adalah kesepakatan
bersama.
6. Konflik atau ketidak-sepakatan Tidak ada musyawarah untuk
pendapat diselesaikan dengan menghindari adanya konflik.
perundingan bersama.
7. Memupuk rasa persatuan. Menghindari keterpaduan instusi
Menitik beratkan interpersonal dengan menggunakan kebebasan.
group behavior.
8. Tingkat penecahan masalah Tingkat pemecahan masalah
tinggi. rendah.
9. Anggota diberi hak dan Pemimpin yang berhak memulai
kesempatan untuk menilai hasil dan proses kerja.
tujuan, efektivitas, dan
perkembangan kelompok.
10. Sangat dianjurkan ke efektifan Organisasi personal yang
hubungan antara pribadi, menghendaki perintah dan
pernyataan diri dan kestabilan.
pembaharuan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Manusia adalah makhluk individu Yang tidak dapat melepaskan diri


dari hubungan dengan manusia lain.  Sebagai akibat dari hubungan yang
terjadi di antara individu-individu atau manusia kemudian lahirlah
kelompok-kelompok sosial atau social group kesamaan kesamaan
kepentingan bersama.

B. Saran

Diharapkan pembaca makalah ini dapat memahami apa yang dimaksud


dengan kelompok sosial kelompok sosial.

DAFTAR PUSTAKA

(SUMBER BUKU YG DIKIRIM DEPE DI GRUP)