Anda di halaman 1dari 7

BAB IV TENTANG PERUSAHAAN najem menjalankan bisnisnya, berbagai bentuk usaha dijalankan oleh

pebisnis sesuai dengan sifat dan hakikat dari bisnis tersebut. Karenanya, beberapa tahun yang lalu telah
berkembang berbagai bentuk usaha maju dan mundur sesuai dengan perkembangan zaman. Dewasa ini
ada berbagai perusahaan, yang masing-masing memiliki karak-teristik yang berbeda, mana dalam bidang
ini, hukum sangat intens diterimanya. Oleh sebab itu, setelah menentang oleh perkembangan zaman,
maka timbullah aturan hukum yang mengatur tentang berbagai bentuk perusahaan, dengan berbagai
perbedaan dan liku-liku-yuridisnya. Berbagai bentuk perusahaan tersebut adalah: A. Perseroan Terbatas
(PT) B. Firma (Fa) C. Commanditaire Vennootschap (CV) D. Usaha Dagang (UD) E. Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) F Koperasi G. Yayasan A. PERSEROAN TERBATAS 1. Pengertian Perseroan Terbatas dan
Dasar Hukum Perseroan Terbatas (Naamloze Vennootschap) adalah bentuk yang paling populer dari
semua bentuk usaha bisnis. Yang 35 Pengantar Hukum Bisnis Menata Bisnis Modern di Era Global

Tentang Perusahaan yang terkait dengan perusahaan terbatas sesuai dengan hukum Indonesia adalan
suatu badan hukum yang merupakan persekutuan modal yang didirikan berdasarkan perjanjian antara 2
(dua) orang atau lebih, untuk melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang sepenuhnya terbagi
dalam saham-saham. Suatu perusahaan terbatas yang mudah dikena dalam praktik, yaitu dengan
membaca singkatan PT di depan namanys, a. misalnya PT Cantik Indah Bagus. Dahulunya, tentang
perusahaan terbatas ini mengatur dalam Kitab Undang Undang Hukum Dagang. Akan tetapi, ketentuan
tentang perusahaan batas dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang ini kemudian tidak berlaku lagi
setelah Undang-Undang Perseroan Terbatas yang merupakan undang-undang yang khusus tentang
persero-an terbatas tersebut. Di samping itu, izin perusahaan terbatas yang merupakan perusahan-
masyarakat atau perusahaan yang go public, maka terhadapnya terkait laku juga Undang-Undang Pasar
Modal dan peraturan pelaksanaannya. Jika perusahaan terbatas tersebut merupakan badan usaha milik
negara (BUMN), maka terhadap itu diperlukan pula berbagai aturan yang khusus tentang BUMN
tersebut. Dan disetujui oleh perusahaan terbatas yang memuat perusahaan yang ada modal atau yang
disebut dengan perusahaan penanaman modal (PMA), maka berkaitan dengan peraturan perundangan
tentang penanaman modal yang diperlukan yang disetujui pihaknya. 2. Proses Pendirian Perseroan
Terbatas Karena sistem hukum Indonesia mempertimbangkan dasar dari perusahaan ter- batas sebagai
perjanjian, maka pendirian perusahaan terbatas barue lah dilakukan 'minimal oleh 2 (dua) orang pendiri,
sehingga pemegang saham dari perusahaan terbalas pun minimal haruslah membeli 2 ( dua) orang.
Proses pendirian perusahaan terbatas pada prinsipnya terdiri dari 4 (empat)

Tentang Perusahaan dan iklan yang didinke nelakukan Tahap akta notaris ini merupakan awal dari
proses perusahaan- sebuah perusahaan terbatas. Akta notaris ini diperlukan untuk merumuskan akta
pendirian perusahaan yang ada di dalamnya disediakan anggaran dasar perusahaan tersebut. Pada saat
proses pendirian di depan notaris ini, maka minimal 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar
sudah harus ditermpatkan dan disetor. Di samping itu, Tahap Akta Notaris a. Lebih baik daripada itu,
harus ada, yang berarti sebelurnnya nama perusahaan terbatas yang harus di-cadangan terlebih dahulu
dari departemen Jndang-saat ini nama perusahaan terbatas yang pasti sudah ter-hakiman. Mulai dari
akta notaris ini, pihak pemilik sudah mulai boleh berbisnis dengan perusahaan mengatasnamakan,
tetapi karena badan hukumnya belum terbentuk, maka yang bertanggung jawab kepada pihak ketiga
atas kegiatan perusahaan tersebut sebagai pribadi para penemu, demikian pula halnya dengan badan
hukum ter-bentuk, tindakan hukum para pendiri tersebut diratifikasi oleh per-mudian batas, rsero-
saha- berd a. seroan jadi tanggung jawab hukumnya diambil alih oleh pihak perusahaan. ara Susukan,
yang disediakan anggaran dasar, haruslah diaju- kan kepada Menteri Hukum untuk mendapatkan
pengesahannya. Karena disahkannya anggaran dasar tersebut, maka perusahaan telah mendapatkan
statusnya sebagai badan hukum dan jika saat ini melakukan hukum yang dilakukan untuk dan atas nama
perusahaan, maka hal ini tidak lagi menjadi tanggung jawab pihak pemasok, sehingga harus menjadi
tanggung jawab para direksinya. b. Tahap Pengesahan er- Akta pendirian perusahaan terbatas dibuat
oleh notaris ter- Setelah anggaran dasar perusahaan disahkan oleh yang berda wenang, maka
perusahaan tersebut melakukan registrasi dalam daftar perusahaan, yaitu daftar informasi yang
disediakan khusus untuk itu. C, Tahap Pendaftaran dalam Daftar Perusahaar Pengantar Hu

Tentang Perusahaan roa d. Tahap Pengumuman dalam Tambahan Berita Negara Pengumuman dalam
Tambahan Berita Negara raerupakan tanep Terakhir dalam proses pondirian suatu perusahaan terbatas
Hai ini dilakukan ustuk memenuhi keterbukaan kepada masyarakat Danwa perusahaan terbatas dengan
nama tertentu serta membuat dan tujuan tortentu sudah didirikan. Setelah proses pendaftaran dalam
daftar perusahaan dan diumumkan dalam berita negara, maka sejak saat itu, perusahaan sebagai badan
hukum telah sem. Selamanya berdiri, maka sejak saat ini, setiap tindakan hukun yang dilakukan untuk
dan atas nama perusahaan pada prinsipnya akan menjadi tanggung jawab perusahaan sepenuhnya. f.
4. a. Ada menjadi beriku 3. Tanggung Jawab Perusahaan Terbatas 1) Tanggung jawab dalam perusahaan
terbatas pada prinsipnya sel atas harta yang ada dalam perusahaan tersebut. Itu pula sebabnya disebt
"terbatas" (Mmited), yaitu terbatas dari segi tanggung jawabnya. Dengan demikian, pada prinsipnya
pihak pemegang saham, direksi atau komisaris tidak pernah bertanggung jawab secara pribadi. Terkait,
jika ada quatan dari pihak manapun, pihak pemegang harta pribadi dari pemegang saham, direksi atau
komisaris pada prinsipnya tidak boleh ikut disita. 2) Namun demikian, prinsip pertanggungjawaban
terbatas ini tidak berlaku dalam hal-hal berikut: Persyaratan perusahaan terbatas atau tidak terpenuhi.
Sebuah. Kepemilikan saham yang disetujui, baik langsung atau tidak langsung dengan itikad, buruk,
hanya terbatas, terbatas, dan tidak terbatas, hanya untuk mata saja. b. Pemegang saham dari
perusahaan terbatas berpartisipasi dalam perburuan melawan hukum yang ditransfer oleh perusahaan.
C. d. Kepemilikan saham yang dimiliki, baik langsung atab langsung menentang hukum menggunakan
kekayaan pa

Tentang Perusahaan roan, yang dikeluarkan perusahaan tidak cukup untuk melunasi hutang perusahaan
terbatas tersebut. paken tai e. Direksi akan bertanggung jawab atas privasinya jika dia berhasil atau
lalai dalam menjalankan tugasnya selaku direksi. atas. Hal Komisaris akan bertanggung jawab secara
pribadi atau lalai dalam menjalankan tugasnya selaku komisaris. juga mak. endaltaran ta negara à sem
an hukum Modal dan Saham 4. insipnya Jenis-jenis Modal Perusahaan Terbatas a. Ada beberapa jenis
modal dari beberapa perusahaan terbatas, yaitu sebagai berikut: 1) Modal Dasar Modal dasar
merupakan seluruh modal perusahaan, seperti yang ditulis dalam anggaran dasar, baik yang sudah ada
atau yang belum di tempatkan atau disetor. Ini yang dikenal dengan istilah "modal dasar". ebatas
isebut engan saris atan Modal ditempatkan sebagian atau seluruh modal dasar yang telah
diperuntukkan atau dijatah untuk pemegang saham tertentu. Jadi, pada modal ditempatkan sudah
teridentifi kasi atas nama siapa saham-salam dalam modal ditempatkan ter- sebut akan dipegang.
Menurut hukum, setelah perusahaan terbatas berdiri (mendapatkan statusnya sebagai badan hukum),
maka seluruh modal ditempatkan tersebut harus sudah disetor. Dengan demikian, tidak perlu lagi ada
perbedaan antara modal ditempatkan dengan modal setor. ang 2) Modal Ditempatkan masing-masing
pemegang saham dan telah disetor penuh 39 3) Modal Setor Modal setor adalah modal yang telah
disediakan dan diperuntuk- Dien pemegang saham tersebut, sehingga uang penyetoran saham
Pengantar Hukum Bisnis Menata Bisnis Modern di Era Global.

Tentang ini sudah dapat digunakan oleh perusahaan untuk men-menjalankan bisnisnya. b. Penyetoran
Saham Karena pada prinsipnya yang harus membiayai perusahaan adalah pibal pemegang saham,
setidak-tidaknya pada saat awal berdirinya peruseha tersebut, yaitu dengan jalan menyetor saham,
maka perihal kepemilikan saham terkait dapat digunakan juga dengan istilah "pemilik" dari per-usahaan.
Pada saat mendapat pengesahan anggaran dasar dari yang dipindahkan, maka modal yang ditentukan
harus sudah disetor semua, yang disebutkan minimal, 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar,
yaitu minimal 25% (dua puluh lima persen) dari Rp 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah). C. Hak-Hak
Pemegang Saham Karena pada prinsipnya pihak pemegang saham adalah pemilik dari per-seroan
tersebut, maka banyak hak oleh hukum yang diberikan kepada pemegang saham. Akan tetapi. Yang
terpenting di sini adalah hak-hak: 1) Hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham. 2) Hak untuk
menerima dividen. 3) Hak untuk menerima sisa kekayaan dalam proses likuidasi. d. Klasifikasi Saham
Saham dari sebuah perusahaan terbatas yang dapat ikut berpartisipasi: 1) Saham biasa: 2) Saham
dengan hak suara yang: (a) Khusus; (B) Bersyarat; (c) Terbatas: (d) Tanpa hak suara. 40 Pengantar
Hukum Bisnis Menata Bisnis Modern di

Tentang Perusahaan 21 Saham setelah jangka waktu tertentu dapat (a) Ditarik kembali; (B) Ditukar
dengan saham yang lain. 4 Saham yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk men- diperoleh:
(a) Pembagian dividen secara kumulatif, (b) Pembagian dividen secara nonkumulatif. 5) Saham yang
memberikan terlebih dahulu kepada pemegangnya dari pemegang saham lainnya atas pembagian
dividen dan sisa kepemilikan perusahaan dalam likuidasi. 5. Organ-organ Perseroan Terbatas Yang
merupakan organ dari perusahaan terbatas adalah sebagal berikut. Sebuah. Rapat Umum Pemegang
Saham Rapat Umum Pemegang Saham yang sering disingkat dengan Rapat Umum Pemegang Saham
merupakan organ perusahaan yang memiliki saham tertinggi di perusahaan tersebut. Rapat Umum
Pemegang Saham dari Rapat Umum Pemegang Saham biasa (Tahunan) dan Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa. b. Dewan Direksi merupakan organ perusahaan yang memiliki kewenangan
menjalankan dan mengambil alih perusahaan (eks-kutif). Organ direksi ini dipilih oleh Rapat Umum
Pemegang Saham dan disetujui untuk dipertanggungjawabkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
C. Komisaris Organ komisaris merupakan organ yang melakukan fungsi pengawasan terhadap
perusahaan. Organ komisaris tersebut dipilih

Tentang Perusahaan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan disetujui harus p bertanggung jawab
kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Karena di samping organ direksi ada organ komisaris, maka
sisten seperti ini sering disebut dengan sistem "dewan ganda". 6. Pembubaran Terbatas Perusahaan
Terbatas dapat dibubarkan atau disebut juga dengan istilah "dilikuidasi" karena alasan berikut: Bubar
karena keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Sebuah. b. Sudah waktunya berakhir. Sudah
waktunya berakhir. C. Bubar karena penetapan pengadilan. Jika suatu perusahaan bubar, maka harus
menunjuk seorang atau lebih yang akan membereskan pembubaran tersebut. B. Firma 1. Pengertian
Firma Yang dimaksud dengan firma ("kemitraan") adalah suatu usaha bersama antara 2 (dua) orang atau
lebih yang membahas tentang cara menjalankan usaha di bawah di mana nama bersama. Perusahaan
dalam bentuk firma ini diawal penyebutan sering disingkat dengan "Fa" Misalnya, "Fa. Hasan & Co".
Setiap mitra dalarm suatu firma dapat mengikat dan bertindak untuk dan atas nama perusahaan,
sungguhpun ke dalam mungkin ada pembagian tugas di antara para mitra. Misalnya, ada mitra yang
menjadi mitra pengelola. 2. Proses Pendirian Firma Proses pembentukan suatu firma- terbagi ke
beberapa berikut:

Tahap Akta Otentik a. Suatu firma harus dibuat dengan suatu akta yang disetujui, dalam hal ini dengan
suatu akta notaris. Jika suatu firma tidak, dibuat dengan akta otentik, maka hal tersebut tidak disetujui
terhadap pihak ketiga. Terkait, ketidakadaan akta yang disetujui ini tidak dapat digunakan sebagal
alasan yang mengharuskan pihak ketiga. b. Tahap Pendaftaran Akta Firma Setelah akta firma dibuat
dengan akta notaris, maka akta firma ter-harus harus didaftarkan dalam register khusus yang teredia di
kepaniteraan Pengadilan Negeri di wilayahnya firma ter-minta punya tempat kedudukan. Tahap
Pengumuman dalam Berita Negara C. Satu petikan akta firma harus pula diumumkan dalam Berita
Negara agar pihak ketiga mengetahuinya dan agar perusahaan firma tersebut berlaku dan mengikat
pihak ketiga. 3. Sistem Tanggung Jawab Para Mitra dalam Fima Terhadap setiap tindakan yang dilakukan
untuk dan atas nama firma, maka yang bertanggung jawab atas hukum adalah para persero yang
menyewakan seluruh hutang (secara bersama-sama) dari firma ter-panggil, tanpa melihat siapakah di
antara persero ini yang nyata melakukan tindakan tersebut. Ini adalah wajar mengingat beberapa firma
hukum, jadi tidak ada kekayaan yang disisihkan untuk berbisnis, tetapi harta yang digunakan untuk
berbisnis adalah harta pribadi para persero tersebut. C. KOMANDIT VENNOOTSCHAP Bentuk
perusahaan yang disebut dengan Commanditaire Vennootschap sering disingkat dengan "CV" atau
dalam bahasa Inggris disebut dengan Perusahaan Terbatas ", merupakan bentuk badan usaha yang
didiri-
Tentang Perusahaan kan oleh 2 (dua) orang atau lebih, di mana 1 (satu) orang atau lebih d pendirinya
adalah persero aktif, yaitu yang aktif menjalankan perusahaa dan akan bertanggung jawab penuh atas
kekayaan pribadine sementara 1 (satu) orang lain atau lebih merupakan persero pa (persero
komanditer), di mana dia hanya bertanggung jawab sabatas uang yang dia setor saja Dari pengertian CV
di atas, terlihat bah bentuk usaha komanditer ini merupakan bentuk kombinasi antare perusahaan
terbatas dengan perusahaan firma dan suabu CV memilik persyaratan perusahaan terbatas (PT ) dan
firma sekaligus. 2. D. USAHA DAGANG Usaha Dagang atau yang dalam praktik sering disingkat dengan
"U.D". dalam bahasa Inggris disebut dengan "Kepemilikan Tunggal", merupakan cara berbisnis dengan
pribadi dan sendiri (tanpa mitra) tanpa men-dirikan suatu badan hutcum, dan mengatur tidak ada harta
khusus yang disisihkan dari hainya dengan badan hukum. Karena itu pula, jika ada tanggung jawab dari
pihak lain, maka pertanggungjawabannya harus sesuai dengan tanggung jawab pribadi dari pemiliknya.
Usaha dagang tersebut dapat diberi nama sesual dengan yang diinginkan oleh pemiliknya, misalnya "UD
Bina Sejahtera". 3. F. Ki E. BADAN USAHA MILIK NEGARA Badan Pengelola Negara yang sering disingkat
dengan Badan Usaha Negara, merupakan badan usaha di bidang-bidang tertentu, yang diterbitkan
terkait dengan kepentingan umum, di mana peran pemerintah di relatif besar, minimal dengan
menguasai mayor pemegang saham, Eksistensi dari Badan Usaha Milik Negara ini adalah terkait dan
aman dari konstitusi di mana hal-hal yang penting atau cabang-cabeng produksi yang penting dan
menguasal hajat hidup orang yang dikuasai oleh negara. Dalam perkembangannya Badan Badan Milik
Negara mengambil bentuk-bentuk sebagai berikut

Perusahaan Jawatan disingkat "Perjan" yang diutamakan untuk 1. kegiatan di bidang penyediaan jasa
bagi masyarakat dan tidak sesuai untuk kepentingan. Akan tetapi, dalam pengembangan- nya setu demi
satu Perusahaan Jawatan ini Meningkatkan statusnya menjadi Perum atau bahkan Persero. Perusahaan
Umum disingkat "Perum", yang diutamakan untuk 2. usaha di bidang pelayanan untuk kepentingan
umum, di samping juga untuk mendapatkan keuntungan. Akan tetapi, dalam perkem- bangannya satu
demi satu Perusahaan Umum inl ditingatkan statusnya menjadi Badan Usaha Milik Negara dalam bentuk
Per- sero. Perusahaan Perusahaan disingkat "persero", yang lebih diutamakan untuk mendapatkan uang
dengan mendapatkan di bidang- bidang yang bisa mendorong perkembangan sektor swasta dan
koperasi. Dalam praktiknya PT Persero ini tidak berbeda dengan PT-PT biasa, kecuali eksistensi
pemerintah yang masih lengkap. 3. F. KOPERASI Koperasi terdiri dari badan usaha terdiri dari badan
hukum yang anggotanya terdiri dari orang perorangan atau badan hukum koperasi di mana kegiatannya
didasarkan atas prinsip ekonomi kerakyatan berdasar- kan atas asas kekeluargaan untuk mencapai
tujuan kemakmuran ang- gota. Berikut adalah prinsip-prinsip dari koperasi sebagai berikut: 1. Sifat
sukarela dan terbuka untuk para anggota. 2. Sifat kecerdasan kekeluargaan dalam pengelolaannya.
Sifat pembagian hasil yang adil dan sebanding (proporsional) dengan besamya jasa para anggota. 3. 4.
Mengutamakan prinsip kesejahteraan anggota. 3. Prinsip kemandirian, swakarsa dan swasembada.
Tentang Perusahaan Koperasi merupakan bentuk usaha yang sarat dengan visi, misi d tujuan-tujuan
yang ideal, sehingga sangat mulia jika koperasi ini dikembangkan bersama dengan usaha-usaha swasta
Badan Usaha Milik Negara. Koperasi yang mewakili salah satu sokoguru ekonomi Indonesia selain
sokoguru yang lain terdiri dari Badan Usaha Milik Negara dan Usaha Swasta. Dalam sebuah koperasi,
ada anggota-anggotanya, anggota dewan mana yang merupakan koperasi yang tertingo dengan
kewenangan yang tinggi pula. G. YAYASAN 1. Pengertian Yayasan yang terkait dengan, yayasan adalah
badan hukum yang memiliki tidalo yang memiliki anggota, yang terdiri atas kekayaan yang disisihkan
dan ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan yayasan, yaitu terkait di bidang-bidang sebagai berikut: a.
Sosial b. Keagamaan C. Kemanusiaan Dengan demiklan, berbeda dengan perusahaan terbatas yang
mempunyal bidang bisnis apa saja asal hukum dan hampir tanpa batas, sedangkan yayasan hanya bisa
mendapatkan tujuan atau melakukan kegiatan di 3 (tiga) bidang tersebut di atas. Dalam bahasa inggris
yayasan disebut dengan istilah "Toundation", sedangkan dalam bahasa Belanda disebut dengan istilah
"süchting". Karena yayasan mewakili badan hukum, maka terhadap tindakan yang dilakukan untuk atas
nama yayasan, hanya yayasan dan sebatas hacia kobda vauaganlah

Tentang Perusahaan Proses Pendirian Yayasan 2. Proses pendirian yayasan dilakukan melalui 3 (tiga)
tahap sebagai berikut: 4 Tahap Surat Wasiat neoel saja (tetapi tidak harus) yayasan dibuat berdasarkan
surat wasiat dari orang yang sudan dilihat dunia. Jika seseorang meninggal dunia dan memiliki harta,
sedangkan dia ingin agar serda ini diabadikan untuk kepentingan-kepentingan manusiaan, maka dia
dapat berwasiat agar harta tersebut dikelola oleh suatu yayasan. Jika ada wasiat seperti itu, para ahli
waris wajib mengambil wasiat ini dalam arti diproses berdirinya yayasan yang demikian. b. Tahap Akta
Notaris Suatu yayasan didirikan dengan akta notaris yang disebut dengan akta pendirian yayasan. Jika
yayasan dibuat berdasarkan surat wasiat, maka jika para ahli waris atau penerima wasiat tidak
memerlukan pendirian yayasan, atas permintaan pemohon yang berkepentingan, pengadilan dapat
meminta para ahli waris atau penerima wasiat ini untuk mendapatkan yayasan. C. Tahap Pengesahan
Terhadap Akta Pendirian yang telah dibuat oleh Notaris tersebut, yang merupakan Anggaran Dasar
yayasan, harus disetujui Pengesahannya bagi yang bewenang, dalam hal ini pengesahan dari Menteri
Kehakiman. Setelah pengesahan diberi- kan, barulah yayasan tersebut menerima statusnya sebagai
Suattu badan hukum, dengan pertanggungjawaban sebatas harta yang disisihkan sebagai harta yayasan
tersebut. d. Tahap Pengumuman Akta buat

Tentang Perusahaan pihak pengurus yayasan membebaskan dari tanggung jawabnya cara pribadi atas
kerugian yang diderita oleh yayasan. 3. Organ Yayasan terkait dengan beberapa perusahaan terbatas,
maka suah yayasan juga memiliki beberapa organ yayasan yang mirip denoen organ PT. Ada pun yang
merupakan organ-organ dari yayasan adalah sebagai berikut a. Organ Pembina dalam suatu yayasan
mirip dengan pemegang saham dalam suatu perusahaan terbatas. Kewenangan dari pembina yayasan
ini merupakan wewenang penuh yayasan yang tidak tercakup dalam kewenangan organ pengurus atau
organ pengawas. 1) Keputusan mengenai perubahan anggaran dasar yayasan. 2) Pengangkatan dan
pemberhentian anggota pengurus dan anggota pengawas. 3) Penetapan anggaran umum 4) Program
Pengesahan dan Perencanaan Anggaran Tahunan. 5) Penetapan keputusan tentang penggabungan atau
pem- bubaran yayasan. Pembina dari suatu yayasan wajib mengadakan rapat pen bina sekurang-tinggi 1
(satu) kali dalam perbincangan, yang dangan rapat tahunan. disebut b. Pengurus Organ pengurus mirip
dengan direksi dan pengurus perusahaan terbatas, Yakni organ yang menjalankan tugas

Tentang Perusahaan tugas kepengurusan (eksekutif) dari suatu yayasan. Anggota Pengurus diangkat,
diberhentikan dan diganti oleh rapat pembina sesuai dengan anggaran yayasan. Susunan pengurus
Yayasan sekurang-kurangnya terdiri dari: sebuah ngan rasan 1) Seorang ketua 2) Seorang sekretaris 3)
Seorang bendahara C. Pengawas Organ pengawas di sebuah yayasan mirip dengan organ komis dalam
sebuah perusahaan terbatas. Yakni organ yang menggantikan geng nbina tidak melakukan pengawasan
dan memberikan bimbingan kepada pengurus dalam menjalankan tugas-tugas kepengurusannya. Setiap
yayasan wajib memiliki sekurang-tinggi 1 (satu) orang pengawas. Pengangkatan, pemberhentian dan
pergantian pengawas dilakukan berdasarkan keputusan dewan pembina tata tata cara yang mengatur
anggaran dasar dari yayasan tempat tersebut. dan aran nan Dem- pem- ebut alam