Anda di halaman 1dari 16

“PEMERIKSAAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA (PREPAID EXPENSES)

DAN PAJAK DI BAYAR DI MUKA (PREPAID TAXES)”

Diajukan untuk memenuhi Tugas Terstruktur

Mata Kuliah Pemeriksaan Akuntansi II

Dosen pengampu: Enung Nurhayati, S.E., M.Si., Ak., CA.

Disusun oleh : Kelompok 5

- Kartika (20170610058)

- Muhamad Ikhlasul Amal (20170610153)

- Sinta Nurhikmah (20160620226)

Kelas : Akuntansi 3C

POGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KUNINGAN

KUNINGAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-
Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang
berjudul “Pemeriksaan Biaya Dibayar di Muka (Prepaid Expenses) dan
Pajak Dibayar di (Prepaid Taxes)” ini membahas mengenai bagaimana
prosedur pemeriksaan yang dilakukan auditor terhadap biaya dibayar di muka dan
pajak dibayar di muka.

Dalam penulisan makalah ini kami  banyak mendapat bantuan dari berbagai
referensi buku dan website. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang turut memudahkan penulisan makalah ini.

Kami sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal
itu di karenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami. Oleh karena itu,
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para
pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita.

Akhir kata, kami memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini
terdapat banyak kesalahan.

Kuningan, 29 Maret 2020

Kelompok 5

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................i

DAFTAR ISI.....................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang............................................................................................1


1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sifat dan Contoh Biaya Dibayar di Muka dan Pajak Dibayar di Muka......2

2.2 Tujuan Pemeriksaan (audit objectives) Biaya dan Pajak Dibayar di Muka..

2.3 Prosedur Pemeriksaan Biaya dan Pajak Dibayar di Muka yang Dibayarkan

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan...................................................................................................

3.2 Saran..............................................................................................................

DAFTAR PUSTA

iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Aktifitas sebuah entitas, baik entitas yang berorientasi pada laba (profit)
maupun non-laba, tidak dapat dipisahkan dari beban. Di dalam suatu
perusahaan. Beban adalah suatu elemen penting dalam aktivitas operasi,
investasi, maupun pendanaan perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan beban
merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan operasi
sehingga mencerminkan kinerja perusahaan. Di samping itu, beban adalah
perkiraan perusahaan yang cukup mudah untuk diselewengkan termasuk
beban yang dibayar di muka.
Untuk menghindari terjadinya berbagai macam penyelewengan terhadap
badan, maka diperlukan adanya sistem pengendalian (pengawasan) yang
cukup terhadap beban. Sistem pengendalian intern (SPI) yang baik akan
mengurangi potensi penyelewengan terhadap beban perusahaan.
Pemeriksaan pada beban dibayar di muka menjadi salah satu fokus utama
auditor dalam tugasnya melakukan audit kepada perusahaan/entita. Apabila
auditor tidak mendapatkan temuan-temuan yang janggal pada saat
pemeriksaan beban dan pennilaian yang baik terhadap pengendalain internal
beban perusahaan, auditor akan lebih mudah untuk melanjutkan pemeriksaan
pada elemen keuangan perusahaan yang lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana sifat dan contoh biaya dibayar di muka dan Pajak dibayar di
muka?
2. Apakah tujuan pemeriksaan biaya dan pajak dibayar di muka?
3. Bagaimana prosedur biaya dibayar di muka dan pajak dibayar di muka
yang dibayarkan?

1
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sifat dan Contoh Biaya Dibayar di Muka dan Pajak Dibayar di Muka

Keduanya memepunyai manfaat kurang atau sama dengan satu tahun,


sehingga dikelompokan aset lancar (current asset).

Menurut penulis :

1. Biaya dibayar dimuka dimaksudkan sebagai biaya yang telah terjadi yang
akan digunakan untuk aktivitas perusahaan yang akan datang.
2. Bagian dari biaya dibayar dimuka yang akan memebrikan manfaat untuk
beberapa periode kegiatan diklasifikasikan sebagai aset tak lancar.

Contoh dari perkiraan-perkiraan yang biasa digolongkan sebagai biaya


dibayar dimuka adalah :

a. Premi asuransi (prepaid insurance)


b. Sewa dibayar dimuka untuk masa satu tahun yang akan dtang (prepaid
rent)
c. Biaya lain-lain dibayar dimuka (prepaid others), misalnya : biaya iklan
diradio, televisi yang berdasarakan kontrak, barang-barang untuk
promosi (hadiah brupa gantungan kunci, payung).

Pajak dibayar dimuka adalah pajak yang dibayarkan oleh perusahaan


setiap bulan atau dipotong/dipungut oleh pihak ketiga dan akan
diperhitungkan sebagai kredit pajak di akhir tahun (untuk pajak penghasilan)
atau diakhir bulan (untuk PPN).

Contoh dari pajak dibayar dimuka :

a. PPH 22 (dari impor barang)


b. PPH 23 (dari bunga, dividen, royalti, management fee)
c. PPH 25 (setoran masa pajak penghasilan)
d. PPN masukan (pajak pertambahan nilai yang dipungut oleh pengusaha
kena pajak pada waktu perusahaan memebeli barang atau jasa kena
pajak).

Yang dimaksud sewa dibayar dimuka dalam buku ini adalah sewa
operasi. Menurut SAK ETAP (IAI, 2009 : 86) ;

“Pembayaran sewa merupakan beban sewa yang diakui berdasarkan


metode garis lurus selama masa sewa, meskipun pembayaran sewa dilakukan
dalam jumlah yang tidak sama setiap periode”.

2.2 Tujuan Pemeriksaan (audit objectives) Biaya dan Pajak Dibayar di Muka

Berikut adalah tujuan-tujuan dengan dilakukannya pemeriksaan biaya


dan pajak dibayar di muka:

1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal kontrol yang cukup baik atas
biaya dan pajak dibayar dimuka
2. Untuk memeriksa apakah biaya yang mempunyai kegunaan untuk tahun
berikutnya sudah dicatat sebagai biaya dibayar dimuka
3. Untuk memeriksa apakah biaya dibayar dimuka yang mempunyai
kegunaan untuk tahun berjalan telah dibebankan atau dicatat sebagai
biaya tahun berjalan
4. Untuk memeriksa apakah pajak dibayar dimuka didukung oleh bukti
setoran / pungutan pajak yang sah dan lengkap sehingga bisa
diperhitungkan sebagai kredit pajak pada akhir periode
5. Untuk memeriksa apakah penyajian biaya dan pajak dibayar dimuka
dalam laporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan
di Indonesia (SAK / ETAP / IFRS)

Penejelasan atas tujuan pemeriksaan:

1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal kontrol yang cukup baik atas
biaya dan pajak dibayar dimuka.

3
Jika akuntans publik dapat meyakinkan dirinya bahwa internal
kontrol atas biaya dan pajak dibayar dimuka berjalan efektiv, maka
luasnya pemeriksaan dalam melakukan subtantive test dapat dipersempt.
Beberapa ciri internal control yang baik atas biaya dan pajak dibayar
dimuka adalah :
a. Setiap pengeluaran untuk biaya dan pajak dibayar dimuka diotorisasi
oleh pejabat perusahaan yang berwenang
b. Setiap pengeluaran untuk biaya dan pajak dibayar dimuka didukung
oleh bukti-bukti yang sah dan lengkap. Misalnya : polis asuransi,
perjanjian sewa menyewa (lease agreement, kontrak untuk
advertensi, surat setoran pajak (SP), faktur pajak pemasukan, bukti
pemotongan PPH 22, 23, dll.
2. Untuk memeriksa apakah biaya yang mempunyai kegunaan untuk tahun
berikutnya sudah dicatat sebagai biaya dibayar dimuka.
Maksudnya adalah auditor harus memeriksa apakah bagian yang
belum expired (mempunyai keguanaan untuk periode yang akan datang)
tidak dibebankan sebagai biaya, tetapi dicatat sebagai biaya dibayar
dimuka.
3. Untuk memeriksa apakah biaya dibayar dimuka yang mempunyai
kegunaan untuk tahun berjalan telah dibebankan atau dicatat sebagai
biaya tahun berjalan.
Maksudnya adalah auditor harus memeriksa apakah bagian yang
expired (masa manfaatnya sudah berlalu) sudah dibebankan sebagai
biaya tahun berjalan.
4. Untuk memeriksa apakah pajak dibayar dimuka didukung oleh bukti
setoran/pungutan pajak yang sah dan lengkap sehingga bisa
diperhitungkan sebagai kredit pajak pada akhir periode.
Untuk bisa diperhitungkan sebagai kredit pajak, perusahaan harus
mempunyai bukti pendukung sebagai berikut :
PPH 22 : bukti pemungutan dari Bank Devisa dan PIUD
(Pemberitahuan Impir Untuk Dipakai)
PPH 23 : bukti pemotongan dari perusahaan yang membayar
dividen, sewa, royalti, atau bank yang membayar
bunga deposito / jasa giro.

PPH 25 : SSP

PPN Masukan : Faktur pajak dari pengusaha kena pajak

5. Untuk memeriksa apakah penyajian biaya dan pajak dibayar dimuka


dalam laporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan
di Indonesia (SAK / ETAP / IFRS).

Biasanya biaya dibayar dimuka yang mempunyai masa manfaat kurang


dari atau sama dengan satu tahun disajikan sebagai aset lancar, sedangkan
yang masa manfaatnya lebih dari satu tahun disajikan sebagai aset tak lancar.

Sedangkan pajak dibayar dimuka bisa disajikan sebagai aset lancar atau
di offset dengan utang pajak yang sejenis (pajak penghasilan badan atau pajak
pertambahan nilai).

2.3 Prosedur Pemeriksaan Biaya dan Pajak Dibayar di Muka yang


Dibayarkan
Prosedur pemeriksaan dibagi atas prosedur compliance test dan prosedur
substantive test. Pembahasan prosedur pemeriksaan untuk substantive tests
akan dibagi dalan beberapa bagian, yaitu dibayar dimuka, premi asuransi
dibayar dimuka, biaya adverstensi dibayar dimuka dan pajak dibayar dimuka.
Dalam praktiknya, prosedur pemeriksaan yang dibahas disini harus
disesuikan dengan kondisi perusahaan yang diaudit.
Prosedur Pemeriksaan untuk Compliance Test:
1. Pelajari dan evaluasi internal control atas biaya dan pajak dibayar
dimuka:
a. Dalam hal ini interal control questionaries yang digunakan tercakup
dalam internal control questionnaires atas pengeluaran kas dan setara
kas:

5
 Apakah setiap pembyaran yang menyangkut biaya dan pajak
dibayar dimuka didukung oleh bukti-bukti yang sah dan
lengkap.
 Apakah pembayarn tersebut diotorisasi oleh pejabat perusahaan
yang berwenang.
 Apakah bukti setoran pajak, faktur pajak masukan, ukti
pemotongan pajak oleh pihak ketiga di file dengan baik dan
rapih.
 Apaka lease agreement, insurance policy di file dengan baik dan
rapih.
b. Lakukan test transaksi (compliance test) atas biaya dan pajak dibayar
dimuka.
Yang digunakan sebagai sampel biasanya adalah bukti
pengeluaran kas dan bank dan sampel cukup dipilih secara random.
2. Tarik kesimpulan mengenai internal control atas biaya dan pajak dibayar
dimuka.
Jika dari test transaksi auditor tidak menemukan sesuatu kesalahan,
maka auditor bisa menyimpulkan bahwa internal control biaya dan pajak
dibayar dimuka berjalan efektif. Karena itu substantive test atas perkiraan
biaya dan pajak dibayar dimuka bisa dipersempit.
Prosedur pemeriksaan substantive sewa dibayar di muka (prepaid
rent):
a. Minta rincian (scedule) prepaid rent per tanggal laporan posisi
keuangan (neraca).
b. Check ketelitian perhitungan matematis (mathematical acuraceye)
c. Cocokkan saldo prepaid rent per tanggal laporan posisi keuangan
(neraca) dengan saldo buku besar (general ledger) prepaid rent
d. Cocokkan saldo awal prepaid rent dengan kertas kerja pemeriksaan
tahun lalu
e. Lakukan vouching untuk pembangunan di tahun berjalan dan periksa
leuse egreement (jika sudah dilakukan compliance test, refer ke
kertas kerja compliance test)
f. Tie-up/tie-in (cocokkan) yang dibebankan sebagai sewa ke buku
besar biaya sewa.
Dalam hal biaya sewa yang langsung dibebankan ke perkiraan
biaya sewa ( tanpa melalui prepaid rent), jumlah biaya sewa di buku
besar akan terlihat lebih besar
g. Buat usulan audit adjustment jika diperlukan.

Prosedur pemeriksaan substantive premi asuransi dibayar di muka


(prepaid insurance):

1. Minta rincian prepaid insurance per tanggal laporan posisi keuangan


(neraca)
2. Check mathematical accuracy
3. Cocokkan saldo prepaid insurance per tanggal laporan posisi keuangan
(neraca) dengan saldo buku besar (general ledger) prepaid insurance
4. Cocokkan saldo awal prepaid insurance dengan kertas pemeriksaan tahun
lalu
5. Lakukan vouching untuk pembayaran premi asuransi di tahun berjalan,
perhatikan apakah ada diskon untuk pembayaran tersebut
6. Periksa polis asuransi dan cocokkan data dalam polis asuransi dengan
rincian prepaid insurance
7. Tie-up totap yang dibebankan sebagai biaya asuransi ke buku besar biaya
asuransi
8. Periksa apakah nilai pertanggungan (insurance coverage) cukup atau
tidak dalam arti tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil
9. Perhatikan apakah di dalam polis asuransi terdapat BANKERS
CLOUSE, maksudnya apakah dalam polis asuransi tersebut ada salah
satu pasal yang menyebutkan bahwa kalau terjadi klaim, karena yang di

7
asuransikan terbakar atau hilang, maka ganti rugi harus dibayarkan
kepada bank.
10. Buat usulan audit adjustment jika diperlukan

Prosedur pemeriksaan substantive prepaid advertising:

1. Minta rincian prepaid advertising per tanggal laporan posisi keuangan


(neraca)
2. Check vooting dan cocokkan saldo akhir advertising prepaid ke buku
besar dan saldo awal ke kertas kerja pemeriksaan tahun lalu
3. Periksa bukti pembayaran dan surat perjanjian ( untuk iklan di tv/radio/
Bill Board dan bukti pemebelian (untuk barang-barang suvenir)
4. Periksa kebenaran pembebanan ke biaya: untuk barang-barang souvenir
harus dilakukan stock opname (perhitungan fisik) akhir tahun

Prosedur pemeriksaan subtantive prepaid taxes:

1. Minta rician prepaid taxes per tanggal laporan posisi keuangan (neraca).
(rincian bisa perjenis atau campur)
2. Check vooting dan cocokkan saldonya dengan buku besar
3. Untuk pajak penghasilan bandingkan angka prepaid taxes di rincian
dengan SPT PPh Badan
4. Untuk pajak pertambahan nilai (PPN masukan), bandingkan angka
prepaid taxes di rincian dengan SPT Masa (SPM).

Contoh kertas kerja pemeriksaan dengan index G1, G2 dan G3


merupakan contoh supporting schedule.

Di dalam top schedule biasanya si auditor harus mencantumkan


kesimpulan dari hasil pemeriksaan atas perkiraan tersebut, apakah menurut
pendapat auditor, perkiraan tersebut disajikan secara wajar atau tidak.

Menurut SAK ETAP (IAI, 2009:86, 87): untuk sewa operasi, lease
mengungkapkan hal-hal berikut:

a. Jumlah pembayaran sewa yang harus dibayar selama masa sewa


b. Jumlah pembayaran sewa selama periode berjalan yang diakui sebagai
beban sewa
c. Jaminan yang diberikan sehubungan dengan transaksi sewa
d. Keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya
sehubungan dengan transaksi jual dan sewa balik
e. Ikatan-ikatan penting yang dipersyaratkan dalam perjanjian sewa

Sedangan bagi lessor, pembayaran sewa selama tahun berjalan dari lease
harus diakui sebagai pendapatan sewa. Pendapatan sewa harus diakui dan
diukur berdasarkan metode garis lurus sepanjang masa sewa, meskipun
pembayaran sewa guna usaha mungkin dilakukan dalam jumlah yang tidak
sama setiap periode.

9
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Biaya dibayar dimuka dimaksudkan sebagai biaya yang telah terjadi yang
akan digunakan untuk aktivitas perusahaan yang akan datang.

Pajak dibayar dimuka adalah pajak yang dibayarkan oleh perusahaan


setiap bulan atau dipotong/dipungut oleh pihak ketiga dan akan
diperhitungkan sebagai kredit pajak di akhir tahun (untuk pajak penghasilan)
atau diakhir bulan (untuk PPN).

Berikut adalah tujuan-tujuan dengan dilakukannya pemeriksaan biaya


dan pajak dibayar di muka:

1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal kontrol yang cukup baik atas
biaya dan pajak dibayar dimuka
2. Untuk memeriksa apakah biaya yang mempunyai kegunaan untuk tahun
berikutnya sudah dicatat sebagai biaya dibayar dimuka
3. Untuk memeriksa apakah biaya dibayar dimuka yang mempunyai
kegunaan untuk tahun berjalan telah dibebankan atau dicatat sebagai
biaya tahun berjalan
4. Untuk memeriksa apakah pajak dibayar dimuka didukung oleh bukti
setoran / pungutan pajak yang sah dan lengkap sehingga bisa
diperhitungkan sebagai kredit pajak pada akhir periode

5. Untuk memeriksa apakah penyajian biaya dan pajak dibayar dimuka


dalam laporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan
di Indonesia (SAK / ETAP / IFRS).

Prosedur Pemeriksaan untuk Compliance Test:


1. Pelajari dan evaluasi internal control atas biaya dan pajak dibayar dimuka
2. Tarik kesimpulan mengenai internal control atas biaya dan paak dibayar
dimuka.
3.2 Saran
Dengan adanya pembahasan mengenai pemeriksaan biaya dibayar di
muka dan pajak dibayar di muka dalam makalah ini, semoga dapat menjadi
acuan dalam pembuatan makalah yang sama dan diharapkan makalah
selanjutnya bisa lebih dikembangkan lagi.

11
DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno. 2017. Auditing Buku 1 Edisi Kelima. Jakarta: Salemba Empat.