Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

MANAJEMEN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

“Problem Solving Cycle”

Oleh :

Delina

P27825119041

POLITEKNIK KEMENKES SURABAYA

PRODI D IV ALIH JENJANG JURUSAN


KEPERAWATAN GIGI

2020

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulilah atas kehadirat Allah SWT. yang telah


melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah kami yang berjudul
Standar Pelayanan Klinik Jurusan Keperawatan Gigi Surabaya yang Berhubungan
dengan Manajemen Kesehatan Gigi dan Mulut dapat terselesaikan dengan baik.
Tak lupa sholawat serta salam kami hanturkan kepada baginda Nabi Muhammad
SAW beserta keluarga dan sahabatnya.

Dengan terselesainya makalah ini kami berharap agar makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,
dan diharapkan pula dapat menambah pengetahuan tentang standar pelayanan
loket di klinik gigi.

Dan kami ucapkan banyak terima kasih pada pihak yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini kami mulai dari pencarian refrensi pembelajaran
hingga penyusunan makalah ini. Selain itu kami menyadari bahwa makalah kami
masih jauh dari sempurna sehingga kami mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dari pembaca.

Surabaya, 7 April 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………..………………… i
DAFTAR ISI ……………………………………………………..………….. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………………………...………………………… 1
B. Rumusan Masalah ……………………….…………………………… 2
C. Tujan… ……………………………………………………………… 2
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Problem Sloving Dan Masalah.... ………………………… 4
B. Contoh Pengaplikasian Program Sloving Kedalam Kesehatan Gigi 5
dan Mulut……………………….……………………………………
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan …………………………………………………………… 11
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….. 12

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut John Dewey, sebagaimana dikutip oleh Saiful Bahri Djamarah,


belajar memecahkan masalah itu berlangsung sebagai berikut: “Individu
menyadari masalah bila ia dihadapkan kepada situasi keraguan dan kekaburan
sehingga menemukan adanya semacam kesulitan.” Menurut Syaiful Bahri
Djamara (2006 : 103) Metode problem solving (metode pemecahan masalah)
bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode
berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode lain yang
dimulai dari mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

Problem solving cycle merupakan proses mental yang


m e l i b a t k a n  penemuan masalah, analisis dan pemecahan masalah. Tujuan
utama dari pemecahan masalah adalah untuk mengatasi kendala dan mecari
solusi yang terbaik dalam menyelesaikan masalah. Problem solving
cycle adalah prosesyang terdiri dari langkah - langkah berkesinambungan
yang terdiri darianalisa situasi, perumusan masalah secara spesifik, penentuan
p r i o r i t a s masalah, penentuan tujuan, memilih alternatif terbaik,
menguraikan alternatif terbaik menjadi rencana operasional dan
melaksanakan rencana kegiatan sertamengevaluasi hasil kegiatan (Reed,
2000).

Bentuk problem solving cycle dalam dunia kesehatan salah satunya


adalah siklus manajemen masalah kesehatan. menurut pengertia
nnyamanajemen masalah kesehatan didefinisikan sebagai suatu proses dan
upaya untuk mengoptimalkan sumber daya melalui pelaksanaan fungsi –
fungsi manajemen yaitu, perencanaan (P1), penggerakan dan pelaksanaan
(P2), serta pengawasan, pengendalian, dan penilaian (P3) untuk mengatasi
kesenjanganantara apa yang diharapkan dengan apa yang menjadi kenyataan
d i  bidang kesehatan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan

1
kepuasan pelanggan/klien dalam rangka mencapai tujuan organisasi layanan
kesehatan (Sulaeman, 2015)

Siklus manajemen masalah kesehatan terdiri dari berbagai tahap


siklusy a n g meliputi analisis situasi, identifikasi masalah dan
penyebabnya,  penentuan prioritas masalah, penetapan tujuan, alternatif
pemecahan masalah dan prioritas pemecahan masalah, pembuatan rencana
operasional,  penggerakan dan pelaksanaan (aktuasi), serta pemantauan,
pengendalian dan penilaian (sulaeman, 2015)

B. Rumusan Masalah
1. Apakah Masalah kesehatan Gigi dan Mulut di
2. Apakah intervensi terbaik untuk menangani masalah kesehatan Gigi dan
Mulut Tersebut
C. Tujuan

1. Tujuan Umum
Untuk mengidentifikasi masalah prioritas dalam memilih
alternatif intervensi dan membuat perencanaan untuk mengatasi masalah
kesehatan Gigi dan Mulut di

2. Tujuan Khusus

a. mengetahui masalah kesehatan gigi dan mulut dan program yang


merupakan prioritas di Sekolah Dasar

b. mengetahui faktor-faktor penyebab masalah kesehatan gigi dan mulut di


sekolah dasar

c. mengetahui alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi masalah prioritas


tersebut

d. menentukan alternative pemecahan masalah yang terbaik untuk dipilih

e. mengetahui kekuatan, kelemahan internal, ancaman dan peluang untuk


program tersebut

f. mengetahui cara implementasi rencana intervensi masalah


kesehatan gigi dan mulut tersebut

2
g. mengetahui system monitoring dan evaluasi terhadap program

intervensi yang direncanakan

3
BAB II

Problem Solving dan Masalahnya

A. Pengertian problem solving

Menurut John Dewey, sebagaimana dikutip oleh Saiful Bahri


Djamarah, belajar memecahkan masalah itu berlangsung sebagai berikut:
“Individu menyadari masalah bila ia dihadapkan kepada situasi keraguan
dan kekaburan sehingga menemukan adanya semacam kesulitan.” Menurut
Syaiful Bahri Djamara (2006 : 103) Metode problem solving (metode
pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga
merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat
menggunakan metode lain yang dimulai dari mencari data sampai kepada
menarik kesimpulan.

Problem solving cycle pada umumnya merupakan proses mental y a n g


m e l i b a t k a n  penemuan masalah, analisis dan pemecahan masalah. Tujuan
utama dari pemecahan masalah adalah untuk mengatasi kendala dan mecari
solusi yang terbaik dalam menyelesaikan masalah. Problem solving
cycle adalah prosesyang terdiri dari langkah - langkah berkesinambungan
yang terdiri darianalisa situasi, perumusan masalah secara spesifik, penentuan
p r i o r i t a s masalah, penentuan tujuan, memilih alternatif terbaik,
menguraikan alternatif terbaik menjadi rencana operasional dan
melaksanakan rencana kegiatan sertamengevaluasi hasil kegiatan (Reed,
2000).

Bentuk problem solving cycle dalam dunia kesehatan salah satunya


adalah siklus manajemen masalah kesehatan. menurut pengertia
nnyamanajemen masalah kesehatan didefinisikan sebagai suatu proses dan
upaya untuk mengoptimalkan sumber daya melalui pelaksanaan fungsi –
fungsi manajemen yaitu, perencanaan (P1), penggerakan dan pelaksanaan
(P2), serta pengawasan, pengendalian, dan penilaian (P3) untuk mengatasi
kesenjanganantara apa yang diharapkan dengan apa yang menjadi kenyataan

4
d i  bidang kesehatan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan
kepuasan pelanggan/klien dalam rangka mencapai tujuan organisasi layanan
kesehatan (Sulaeman, 2015)

Siklus manajemen masalah kesehatan terdiri dari berbagai tahap


siklus yang meliputi analisis situasi, identifikasi masalah dan
penyebabnya,  penentuan prioritas masalah, penetapan tujuan, alternatif
pemecahan masalah dan prioritas pemecahan masalah, pembuatan rencana
operasional,  penggerakan dan pelaksanaan (aktuasi), serta pemantauan,
pengendalian dan penilaian (sulaeman, 2015)

B. Masalah

asalah adalah kesenjangan antara suatu yang diharapkan dengan suatu


kenyataan. Masalah pada hakikatnya tidak pernah berdiri sendiri atau terisolasi
dengan faktor-faktor lainnya. Masalah selalu berkonstelasi dengan faktor lainnya,
sehingga menjadi latar belakang suatu masalah

Masalah adalah suatu situasi dimana seseoorang dihadapkan pada suatu


hal yang memerlukan suatu solusi dimana jalan menuju solusi tersebut tidak
secara langsung diketahui. Dalam kehidupan sehari-hari suatu masalah biasanya,
muncul dari segala sesuatu yang berasal dari masalah pribadi seperti cara terbaik
untuk meyebrangi suatu jalan, sampai kepada permasalahan yang kompleks
seperti bagaimana memasang sebuah sepede baru.
Masalah memiliki beberapa struktur diantaranya        :
1. Masalah terstruktur yakni masalah yang terdiri dari elemen-elemen dan
hubugan antara elemen yang hubungannya dipengaruhi oleh pemecak
masalah
2. Masalah terstruktur yakni masalah yang berisi elemen-ellemen atau
hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah.
Pemecah masalah dilakukan oleh menejer. Karena menejer harus
melakukan sebagian tugas besar untuk memecahkan masalah

3. Masalah semi terstruktur yakni masalah yang berisi sebagian elemen atau
hubungan elemen yang dimengerti oleh pemecah masalah.

5
Contoh Pengaplikasian Problem Sloving dalam Kesehatan Gigi dan Mulut

A. Hasil analisis data di sekolah X (Statistik akurat – hasil survey)


1. Siswa yang diperiksa memiliki status kebersihan mulut baik sebesar
38,46%, siswa dengan status kebersihan mulut cukup sebesar
57,23% serta 4,31%, siswa mempunyai status kebersihan mulut
kurang/buruk.
2. Angka karies tinggi sebesar 78%, dengan kondisi karies pulpa dan
necrose gigi 30,5%, karies dentin 31,7% dan karies email 37,87%
3. Cakupan SD UKGS 25%
B. Masalah
1. Angka karies pada anak sekolah masih tinggi
2. Kebersihan rongga mulut anak sekolah belum terjaga
3. Banyaknya kasus penyakit pulpa dan periodontal
4. Cakupan UKGS masih rendah
C. Prioritas masalah menggunakan Tabel Teknik Kriteria Matriks
Penetapan Prioritas Masalah
Teknik Kriteria Matrik Penetapan Prioritas Masalah

IMPORTANCY T R Jml
No Daftar masalah
P S RI DU SB PB PC

Prevalensi karies pada

1 anak sekolah masih 5 4 52 32 2 33 21.600

tinggi
Kebersihan rongga

2 mulut anak sekolah 5 5 44 44 2 42 102.400

belum terjaga
Banyaknya kasus

3 penyakit pulpa dan jar. 4 4 43 32 1 23 6.912

Periodonta

6
4 Cakupan UKGS rendah 4 3 22 32 1 23 1.728

Kesimpulan dari matrik penetapan prioritas masalah : prioritasmasalah


utama adalah kebersihan rongga mulut anak sekolah belum terjaga
Keterangan :
P = Prevalence
S = Severety
RI = Rate of Increase
DU = Degree of Unmeet need
PB = Public concern
PC = Public climate
Diberikan nilai antara 1 sampai dengan 5
D. Alternative problem solving (jalan keluar/pemecahan masalah

Masalah Penyebab terjadinya masalah Alternatif Jalan kelua


Kebersihan 1 Kurang pengetahuan a. Peningkatan Penyuluhan
rongga mulut
tentang kesgilut serta
anak sekolah menjaga
kegiatan menyikat gigi
anak sekolah bersama di sekolah
kesehatan gigi dan
belum terjaga b. Pemberian edukasi kepada
mulut orang tua/ walisiswa
mengenai perawatan gigi
2 Kurang ketersediaan anak
c. Peningkatan kerjasama
alat bantu penyuluhan dengan pihak sekolah,
d. Pengaktifan kembali
kesehatan gigi dan
dokter gigi kecil di SD
demonstrasi sikat gigi e. Pengusulan pengadaanb
sarana DHE
di sekolahan.

E. Prioritas jalan keluar dengan Tabel Penetapan Prioritas Jalan Kelua

Penetapan Prioritas Jalan Keluar

7
No Daftar Alternatif Jalan Efektivitas Efisiensi Jumlah
M I V C
Keluar MxIxV
1 Penyuluhan lebih 5 3 4 2 30
banyak lagi tentang
kesgilut serta kegiatan
menyikat gigi bersama
di sekolah
2 Pengaktifan kembali 3 3 3 3 9
dokter gigi kecil di SD
3 Pemberian edukasi 3 3 3 4 6.75
kepada orang tua/
walisiswa mengenai
perawatan gigi anak
4 Peningkatan kerjasama 4 4 3 3 16
dengan pihak sekolah,
5 Pengusulan sarana 3 2 2 2 4
DHE di
sekolah

Keterangan :
M : magnitute (besarnya masalah yg dapat diatasi)
I : importancy (pentingnya kelanggengan hasil)
V : vulnerability (sensitifitas masalah) kemampuan menyelesaikan kan
masalah
C : cost (biaya)
Nilai Efektivitas dan Efisiensi : 1 sampai dengan 5
Nilai P (Prioritas ) = M X I X V
C
F. Aplikasi Pemecahan Masalah Kesehatan gigi dan mulut
Dari matriks di atas dapat dilihat bahwa penetapan prioritas utama
permasalahan kesehatan gigi dan mulut adalah kebersihan rongga mulut anak
sekolah belum terjaga. Selanjutnya dari tabel alternatif jalan keluar dan tabel
penetapan prioritas jalan keluar maka program yang diharapkan
menyelesaikan permasalahan yaitu:
1. Peningkatan penyuluhan tentang kesgilut dan kegiatan menyikat
gigi bersama di sekolah.

8
2. Peningkatan kerjasama dengan pihak sekolah
3. Pengaktifan kembali dokter kecil di SD
4. Pemberian edukasi kepada orang tua/walisiswa mengenai perawatan
gigi anak
5. Pengusulan pengadaan sarana DHE di sekolah
G. Gambaran problem solving dari permasalahan kesgilut

No Input Proses Output


1 Peningkatan Kegiatan dilakukan dengan Meningkatkan
Penyuluhan tentang melakukan penyuluhan pengetahuan anak
kesgilut serta kesgilut secara rutin baik di sekolah tentang
kegiatan menyikat sekolah maupun masyarakat kesgilut.
gigi bersama di Tenaga : dokter gigi, -Kesadaran akan
sekolah perawat gigi, guru, dan pentingnya menjaga
dokter gigi kecil. kesehatan gigi
meningkat.

2 Peningkatan Kegiatan dilakukan dengan Meningkatkan


kerjasama dengan kerjasama dengan sekolah kerjasama dan
pihak sekolah membentuk kembali dokter hubungan baik antara
gigi kecil dan pelaksanaan pihak Puskesmas
kegiatan-kegiatan UKGS dengan sekolahan.
serta pemantauan kebersihan -Kesadaran akan
gigi dan mulut
pentingnya menjaga
siswa dengan cara mengadakan
sikat gigi kesehatan gigi

bersama rutin setelah jam meningkat

istirahat selesai.
Tenaga: dokter gigi, perawat,
kepala sekolah,
guru dan dokter gigi kecil

3 Pengaktifan kembali Kegiatan dilakukan dengan Meningkatnya peran


dokter gigi kecil di pemberian edukasi dan siswa/siswi sekolah
SD pelatihan kepada dokter gigi dalam mengurangi
kecil dan mengikutsertakan permasalahan

9
dokter gigi kecil dalam kesehatan gigi dan
penyuluhan dan mulut di sekolah
pemantauan mengenai
kesehatan gigi dan mulut di
sekolah.
Tenaga : dokter gigi,
perawat gigi, guru, dan
dokter gigi kecil

4 Pemberian edukasi Kegiatan dilakukan dengan Meningkatnya


kepada orang pemberian edukasi kepada pengetahuan dan peran
tua/walisiswa orang tua/ wali siswa serta orang tua
dalam
mengenai mengenai pentingnya
menjaga kebersihan
perawatan gigi anak menjaga kebersihan gigi dan
gigi dan mulut anak
mulut anak serta bagaimana
cara menjaga kebersihan
kesehatan gigi dan mulut

5 Pengusulan sarana Mengusulkan pengadaan Meningkatnya


DHE di sekolah sarana DHE kepada kepala pemahaman siswa
sekolah dan memberikan tentang kesehatan
gigi
bantuan sarana DHE
dan mulu
kepada sekolah, contohnya
poster gigi.

Setelah ditetapkan Prioritas jalan keluar dilakukan uji lapangan.


Uji lapangan penting karena:
- sering terjadi Prioritas yang dipilih ternyata setelah diuji lapangan,
pelaksanaan sulit dilakukan.
- Uji lapangan bertujuan untuk dapat menemukan factor –faktor penopang
dan factor penghambat .

10
BAB III

KESIMPULAN

Dapat kita simpulkan dari pengertian Problem solving cycle dan contoh
dari pengaplikasian masalah problem sloving cycle yaitu merupakan proses mental
y a n g m e l i b a t k a n  penemuan masalah, analisis dan pemecahan masalah.
Tujuan utama dari pemecahan masalah adalah untuk mengatasi kendala dan
mecari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan masalah

11
PUSTAKA :
1. Azrul Azwar. 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan.
Binarupa Aksara. Jakarta
2. Budioro. 1997. Pengantar Administrasi Kesehatan Masyarakat.
FKM Undip. Semarang
3. Sulastomo. 2000. Manajemen Kesehatan. Gramedia. Jakarta
4. Gde Muninjaya. 1999. Manajemen Kesehatan. EGC. Jakarta
5. WHO.1999. Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer. EGC.
Jakarta
6. Bapelkes Salaman, 2005, Manajemen Keshatan
7. Niken Widyanti Suryono, Sudibyo, 2011, Seri II Ilmu Kesehatan
Oral, Grafina Mediacipta cv.
8. Joko Wiyono, 2000, Manajemen Pelayanan Kesehatan
9. Depkes RI, 2009, Sistem Kesehatan Nasional, Jakarta

12

Anda mungkin juga menyukai