Anda di halaman 1dari 27

TUGAS ASUHAN GIZI MASYARAKAT (NCP KOMUNITAS)

Mata Kuliah Pengantar Praktik Profesi Gizi

Kelompok 3:
Iftitakhur Rahmah 190070100111001
Savitri Pramesti 190070100111002
Nur Rahma Desiana 190070100111003
Regita Puspaningasri 190070100111004

Program Studi Profesi Dietisien


Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Tahun 2019
A. Kasus

Sintesa data kelompok sasaran bayi (0-6 bulan) dan ibu menyusui

No. Data Dasar Cut Off Sintesa Data


STATUS GIZI
1. BB/U Underweight (gizi kurang) Prevalensi status gizi
- Gizi sangat kurang 5% <10% Low prevalence kurang pada bayi
(n=1) (rendah) berdasarkan BB/U
- Gizi kurang 10% (n = 2) 10 – 19% Medium prevalence termasuk dalam kategori
- Gizi baik 80% (n = 16) (sedang) prevalensi medium
- Gizi lebih 5% (n = 1) 20 – 29% High prevalence
(tinggi)
≥30% Very high prevalence
(sangat tinggi)

2. PB/U Stunting (pendek)


- Sangat pendek 10% (n = 2) <20% Low prevalence Prevalensi bayi pendek
- Pendek 20% (n = 4) (rendah) berdasarkan PB/U
- Normal 65% (n = 13) 20 – 29% Medium prevalence termasuk dalam kategori
- Tinggi 5% (n = 1) (sedang) tinggi
30 – 39% High prevalence
(tinggi)
≥40% Very high prevalence
(sangat tinggi)

3. BB/PB* Wasting (kurus) Prevalensi bayi kurus


- Kurus 10% (n = 2) <5% Low prevalence berdasarkan BB/PB
- Normal 60% (n = 12) (rendah) termasuk dalam kategori
- Gemuk 25% (n = 5) 5 - 9% Medium prevalence prevalensi tinggi
(sedang)
*Data 1 bayi tidak dapat 10 - 14% High prevalence
dianalisis disebabkan oleh (tinggi)
panjang badan bayi <45cm ≥15% Very high prevalence
(sangat tinggi)

4. Berat badan lahir bayi Prevalensi bayi BBLR


- Normal 90% (n = 18) Presentase nasional bayi dengan termasuk tinggi
- BBLR 10% (n = 2) BBLR adalah sebesar 6,37% (dibandingkan prevalensi
(Pramono, 2015) BBLR nasional)
STATUS KESEHATAN BAYI
5. Status kesehatan bayi dalam 24 Penyakit infeksi Prevalensi bayi yang sakit
jam terakhir - ISPA dalam 24 jam terakhir
- Batuk = 10% ISPA ≥ 3,5% -> tinggi termasuk dalam kategori
- Pilek = 15% - Diare tinggi
- Demam = 15% Diare ≥ 25% -> tinggi
(Riskesdas,2013)
6. Status kesehatan bayi dalam 2 Penyakit infeksi
minggu terakhir - ISPA Prevalensi bayi yang sakit
- Batuk 25% ISPA ≥ 3,5% -> tinggi dalam 2 minggu terakhir
- Pilek 30% - Diare termasuk dalam kategori
- Demam 15% Diare ≥ 25% -> tinggi tinggi
(Riskesdas,2013)
STATUS IMUNISASI
7. Kelengkapan imunisasi yang
didapatkan berdasarkan usia Sebagian besar bayi
- Lengkap 25% (n = 5) masih belum mendapat
- Tidak lengkap 75% (n = 15) imunisasi yang lengkap.
8. Alasan tidak mendapat Hal ini disebabkan
imunisasi dengan lengkap belum ada jadwal
- Belum ada jadwal imunisasi untuk bulan ini
imunisasi 100% (n = 15)

RIWAYAT KELAHIRAN
9. Tempat melahirkan Sebagian besar ibu
- Praktek bidan 35% (n = 7) melahirkan di rumah
- Rumah sakit 60% (n = 12) sakit dengan bantuan
- Puskesmas 5% (n = 1) dokter
10. Petugas kesehatan yang membantu
persalinan
- Bidan 45% (n = 9)
- Dokter 50% (n = 10)
- Perawat 5% (n = 1)
11. Ibu kontrol ke petugas kesehatan Sebagian besar ibu
selama nifas kontrol ke petugas
- Ya 80% (n = 16) kesehatan selama masa
- Tidak 20% (n = 4) nifas
12. Kunjungan tenaga kesehatan Sebagian besar ibu
selama masa nifas menyatakan bahwa
- Ya 40% (n = 8) belum ada kunjungan
- Tidak 60% (n = 12) dari petugas kesehatan
PEMANFAATAN POSYANDU
13. Ibu membawa bayi ke posyandu Sebagian besar ibu
- Ya 80% (n = 16) membawa bayi ke
- Tidak 20% (n = 4) posyandu setiap bulan
14. Alasan ibu tidak membawa bayi ke sekali
posyandu
- Belum ada jadwal posyandu
bulan ini 100% (n = 4) Jenis pelayanan yang
15. Frekuensi membawa bayi ke didapatkan di posyandu
posyandu sebagian besar berupa
- Tidak pernah 20% (n = 4) penimbangan dan
- Setiap bulan 80% (n = 16) imunisasi. Pelayanan
16. Jenis pelayanan yang diperoleh posyandu terkait
bayi di posyandu / pelayanan konseling/penyuluhan
kesehatan lain masih sangat rendah
(25%)
- Penimbangan 80%
- Imunisasi 80%
- Pemberian vitamin 25%
- Konseling 25%
PEMBERIAN ASI
17. Perubahan psikologis setelah Beberapa perubahan
melahirkan psikologis yang dialami
- Mudah khawatir 10% (n = 2) oleh ibu pasca
- Mudah tersinggung 15% (n = 3) melahirkan antara lain
- Tidak percaya diri 20% (n=4) mudah khawatir, mudah
tersinggung, dan tidak
percaya diri
18. Yang pertama kali diberikan kepada Cakupan Inisiasi Meyusui Dini (IMD) Sebagian besar ibu
bayi saat baru lahir di Indonesia pada 2013 adalah sudah memberikan ASI
- Susu formula 25% sebesar 34,5% (Kemenkes RI, 2014) yang pertama kali keluar
(n = 5) setelah melahirkan pada
- ASI 75% (n = 15) bayi, melebihi cakupan
IMD nasional.
19. Makanan/minuman lain yang Sebagian ibu
diberikan dalam 7 hari setelah memberikan makanan
kelahiran prelakteal pada 7 hari
- Pisang 10% (n = 2) pertama melahirkan
- Susu formula 50% (n = 10)
20. Bayi saat ini masih diberi ASI Sebagian besar ibu
- Ya 90% (n = 18) masih tetap memberikan
- Tidak 10% (n = 2) ASI untuk bayi (90%),
21. Alasan ibu menyusui dengan alasan
- Kesehatan 90% (n=18) kesehatan
- Lingkungan sosial 30%
(n=6)
- Ekonomi 35% (n=7) Ibu tidak menyusui
22. Alasan ibu tidak menyusui karena produksi ASI
- Kurangnya produksi ASI tidak lancar
100% (n = 2)
23. Produksi ASI ibu lancar Sebagian besar ibu
- Ya 90% (n = 18) menyatakan bahwa
produksi ASI saat ini
lancar
24. Frekuensi pemberian ASI dalam Frekuensi menyusui
sehari Kurang baik <8 kali/hari Frekuensi pemberian
<8 kali = 5% (n = 1) Baik 8 – 12 kali/hari ASI sudah tergolong
8 – 12 kali = 15% (n = 3) Sangat baik >12 kali/hari sangat baik
>12 kali = 70% (n = 14) (Purwani dan Darti, 2012)
25. Durasi pemberian ASI Durasi menyusui
<10 menit = 30% (n = 6) Kurang baik <10 menit
Durasi pemberian ASI
≥10 menit = 60% (n = 12) Baik 10 – 30 menit
termasuk baik
Sangat baik >30 menit
(Purwani dan Darti, 2012)
26. Posisi ibu menyusui bayi Sebagian besar ibu
- Benar 85% (n = 17) menyusui dengan posisi
- Salah 15% (n = 3) yang benar
27. MP ASI yang diberikan dalam 24 Sebagian ibu masih
jam terakhir memberikan MP-ASI
- Air putih 5% (n =1) untuk bayi <6 bulan,
- Susu formula 10% (n = 2) berupa air putih, susu
- Pisang 5% (n =1) formula, pisang, dan
- Bubur 10% (n = 2) bubur
28. Ibu yang memberikan ASI saja Target cakupan ASI Eksklusif adalah Pemberian ASI Eksklusif
tanpa makanan/ minuman lain (ASI ≥80% (Kemenkes, 2015) belum mencapai target
Eksklusif)
- Ya 25% (n = 5)
- Tidak 75% (n = 15)
SUSU FORMULA
29. Riwayat pemberian susu formula Sebagian besar bayi
- Ya 55% (n = 11) pernah mendapatkan
- Tidak 45% (n = 9) susu formula
30. Ibu yang saat ini masih Sebagian kecil bayi
memberikan susu formula masih memperoleh susu
- Ya 10% (n = 2) formula (10%), dengan
- Tidak 90% (n = 18) frekuensi >8kali sehari
31. Frekuensi pemberian susu formula sebanyak 50 – 79 ml
dalam sehari
- >8 kali sehari 100% (n = 2) Pemberian susu formula
32. Volume pemberian susu formula disebabkan ASI tidak
- 50 – 79 ml dalam sekali keluar
pemberian 100% (n = 2)
33. Alasan ibu memberikan susu
formula
- ASI tidak keluar/tidak lancar
100% (n = 2)
AKTIVITAS IBU DAN TINDAKAN IBU TERHADAP BAYI
34. Lama waktu ibu dengan bayi Sebagian besar ibu
- 12 – 15 jam = 5% (n = 1) bersama dengan bayi
- 16 – 24 jam = 95% (n = 19) selama 16-24 jam 95%
35. Hal yang dilakukan ibu pada bayi Sebagian besar bayi
selama berada di luar ditinggal
- Bayi selalu dibawa 10% (n = 10) di rumah dengan
- Bayi ditinggal di rumah dengan keluarga saat ibu pergi,
keluarga 75% (n = 15) yaitu 75% (n=12) dan
- Bayi dititipkan di beda rumah diberikan susu formula, asi
15% (n = 3) perah, atau air putih
36. Makanan/minuman yang diberikan
kepada bayi saat ditinggal ibu
- ASI perah 15% (n = 3)
- Madu 5% (n = 1)
- Buah 5% (n = 1)
- Susu formula 15% (n = 3)
- Air putih 15% (n = 3)
- Kopi, bubur 5% (n = 1)

PANTANGAN DAN KEPERCAYAAN MAKANAN


37. Pantangan makanan untuk bayi Sebagian besar tidak
dan ibu menyusui terdapat pantangan dan
- Ya 35% (n = 7) kepercayaan tertentu
- Tidak 65% (n = 13) pada makanan
38. Kepercayaan makanan untuk bayi
dan ibu menyusui
- Ya 50% (n = 10)
- Tidak 50% (n = 10)
PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI
39. Pengetahuan ibu tentang manfaat Pengetahuan terkait ASI Pengetahuan ibu terkait
ASI yang pertama kali keluar <60% Kurang kolostrum baik
(kolostrum) 60 – 80% Sedang
- Ya 100% (n = 20) >80% Baik
40. Pengetahuan ibu tentang (Khomsan, 2002; Ekiawati, 2002; Pengetahuan ibu terkait
pengertian ASI Eksklusif Gulo, 2002) pengertian ASI eksklusif
- Benar 70% (n = 14) tergolong sedang
- Salah 30% (n = 6)
41. Pengetahuan ibu terkait manfaat Pengetahuan ibu terkait
ASI Eksklusif manfaat ASI Eksklusif
- Benar 90% (n = 18) baik
- Salah 10% (n = 2)
42. Pengetahuan terkait ibu Pengetahuan terkait ibu
kurus menghasilkan ASI kurus
sedikit menghasilkan ASI sedikit
- Benar 85% tergolong baik
- Salah 15%
43. Pengetahuan ibu terkait menyusui Pengetahuan terkait
membutuhkan makanan lebih kebutuhan makanan ibu
banyak menyusui termasuk baik
- Benar 90%
- Salah 10%
44. Pengetahuan ibu tentang Pengetahuan terkait
kandungan ASI kandungan ASI dibanding
- Benar 100% formula baik
45. Pengetahuan ibu terkait manfaat Pengetahuan ibu terkait
menyusui untuk ibu manfaat menyusui untuk
- Benar 85% ibu baik
- Salah 15%
46. Pengetahuan ibu tentang waktu Pengetahuan ibu terkait
pemberian MP-ASI waktu pemberian MP-
- Benar 90% ASI baik
- Salah 10%
47. Pengetahuan ibu tentang dampak Pengetahuan terkait
MP-ASI dini dampak pemberian MP-ASI
- Benar 60% dini kurang
- Salah 40%
48. Pengetahuan ibu tentang langkah Pengetahuan terkait
cuci tangan yg benar langkah mencuci tangan
- Benar 30% yang benar masih kurang
- Salah 70%
DUKUNGAN KELUARGA
49 Pihak keluarga yang mendukung Hampir semua ibu
ibu menyusui menyusui mendapat
- Suami 90% (n=18) dukungan dari
- Orang tua 90% (n=18) keluarganya
- Mertua 90% (n=18)
- Saudara 90% (n=18)
50. Bentuk dukungankeluarga yang
diberikan
- Membantu mengerjakan
pekerjaan rumah tangga selama
menyusui 85% (n=17)
- Membantu merawat
bayi 75% (n=15)
- Memberi ASI perah
saat ibu bekerja 15%
(n=3)
- Memberi informasi dan
motivasi tentang
menyusui 70% (n=14)
AKSES INFORMASI IBU TENTANG GIZI DAN KESEHATAN
51. Ibu pernah mendapatkan informasi Sebagian besar ibu
gizi/kesehatan terkait menyusui sudah pernah
- Ya 80% mendapatkan informasi
- Tidak 20% terkait menyusui, berupa
52. Sumber informasi tentang informasi ASI Eksklusif,
menyusui IMD dan kolostrum,
- Media elektronik 40% peran zat gizi, serta
posisi menyusui yang
- Media cetak 60%
benar
- Internet 65%
- Tenaga kesehatan 75%
Sumber informasi
53. Informasi yang pernah didapatkan
tentang menyusui
- ASI Eksklusif 80%
terutama diperoleh dari
- IMD dan kolostrum 75%
tenaga kesehatan (75%)
- Peran zat gizi dalam menyusui
70%
- Teknik dan posisi menyusui 65%

ASUPAN MAKAN IBU


54. Frekuensi makan utama dalam Sebagian besar ibu
sehari mengonsumsi makan
- 2 kali 20% utama
- 3 kali 75% teratur yaitu 3 kali sebesar
- 4 kali 5% 70%
55. Freuensi makan selingan dalam Sebagian besar ibu
sehari mengonsumsi snack
- 1 kali 35% sebanyak
- 2 kali 35% 1 – 2 kali/hari
- 3 kali 5%
- >3 kali 25%
56. Pemenuhan asupan makan ibu Kebutuhan zat gizi makro ibu Sebagian besar ibu
dalam sehari masih mengalami defisit
menyusui
a. Energi asupan makana, yaitu :
Zat Gizi 19 – 29 30 – 49
- Def. Berat 60% - Energi : defisit berat
th th
- Def. Sedang 20% (60%)
Energi 2580 2480
- Protein defisit berat
- Def. Ringan 10% (55%)
- Normal 10% - Lemak: defisit berat
(60%)
b. Protein - KH : defisit berat
- Def. Berat 55% (kkal) (45%)
- Def. Sedang 15% Protein 76 77
- Def. Ringan 10% (g)
- Normal 15% Lemak (g) 86 71
KH (g) 354 368

c. Lemak
- Def. Berat 60%
Tingkat kecukupan energi dan zat
- Def. Sedang 25%
gizi
- Def. Ringan 5%
Defisit berat <70% AKG
- Normal 5%
Defisit sedang 70 – 79% AKG
- Kelebihan 5% Defisit ringan 80 – 89% AKG
Normal 90 – 119% AKG
d. KH Kelebihan >120%AKG
- Def. Berat 45%
- Def. Sedang 25%
- Def. Ringan 10%
- Normal 20%
PHBS (POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT)
57. Cuci tangan sebelum menyusui Sebagian besar ibu
- Tidak 35% (n=7) mencuci tangan ketika
- Ya 65% (n=13) sebelum menyusui (65%)
Dengan air 35%(n=7) dan sebelum kontak
Dengan air dansabun 65% dengan bayi (60%)
(n=13)

Cuci tangan sebelum kontak


dengan bayi
- Tidak 40% (n=8)
- Ya 60% (n=12)
Dengan air 60% (n=12)
Dengan air dan sabun 40% (n=8)
58. Sumber air yang digunakan untuk Sumber air untuk mencuci
mencuci pakaian bayi, mencuci pakaian bayi, mencuci
tangan, mencuci peralatan bayi tangan, mencuci peralatan
- Sumber mata air 10% bayi
(n=2) sebagian besar berasal dari
- Sumur air tertutup/pompa/ sumur air
sanyo 50% (n=10) tertutup/pompa/sanyo
- PDAM 40% (n=8) yaitu 50%

B. Tabel Sintesa Data

Sintesa data kelompok sasaran bayi (0-6 bulan) dan ibu menyusui

No. Data Dasar Cut Off Sintesa Data


STATUS GIZI
1. BB/U Underweight (gizi kurang) Prevalensi status gizi
- Gizi sangat kurang 5% < 2,5 % Very Low prevalence kurang pada bayi
(n=1) (sangat rendah) berdasarkan BB/U
- Gizi kurang 10% (n = 2) 2,5 - < 5% Low prevalence termasuk dalam kategori
- Gizi baik 80% (n = 16) (rendah) prevalensi medium
- Gizi lebih 5% (n = 1) 5 – 10 % Medium prevalence
(sedang)
10 - < High prevalence
15% (tinggi)
≥15% Very high prevalence
(sangat tinggi)

2. PB/U Stunting (pendek)


- Sangat pendek 10% (n = 2) < 2,5% Very Low prevalence Prevalensi bayi pendek
- Pendek 20% (n = 4) (sangat rendah) berdasarkan PB/U
- Normal 65% (n = 13) 2,5-< 10% Low prevalence termasuk dalam kategori
- Tinggi 5% (n = 1) (rendah) tinggi
10-<20% Medium prevalence
(sedang)
20-<30% High prevalence
(tinggi)
≥30% Very high prevalence
(sangat tinggi)

3. BB/PB* Wasting (kurus) Prevalensi bayi kurus


- Kurus 10% (n = 2) < 2,5 Very Low prevalence berdasarkan BB/PB
- Normal 60% (n = 12) (sangat rendah) termasuk dalam kategori
- Gemuk 25% (n = 5) 2,5 - < 5% Low prevalence prevalensi sangat tinggi
(rendah)
*Data 1 bayi tidak dapat 5 – 10 Medium prevalence
dianalisis disebabkan oleh (sedang)
panjang badan bayi <45cm 10 - < High prevalence
15% (tinggi)
≥15% Very high prevalence
(sangat tinggi)

4. Berat badan lahir bayi Prevalensi bayi BBLR


- Normal 90% (n = 18) Presentase nasional bayi dengan termasuk tinggi
- BBLR 10% (n = 2) BBLR adalah sebesar 6,37% (dibandingkan prevalensi
(Pramono, 2015) BBLR nasional)
STATUS KESEHATAN BAYI
5. Status kesehatan bayi dalam 24 Penyakit infeksi
jam terakhir - ISPA Prevalensi bayi yang sakit
- Batuk = 10% ISPA ≥ 3,5% -> tinggi dalam 24 jam terakhir
- Pilek = 15% - Diare termasuk dalam kategori
- Demam = 15% Diare ≥ 25% -> tinggi tinggi
(Riskesdas,2013)
6. Status kesehatan bayi dalam 2 Penyakit infeksi
minggu terakhir - ISPA Prevalensi bayi yang sakit
- Batuk 25% ISPA ≥ 3,5% -> tinggi dalam 2 minggu terakhir
- Pilek 30% - Diare termasuk dalam kategori
- Demam 15% Diare ≥ 25% -> tinggi tinggi
(Riskesdas,2013)
STATUS IMUNISASI
7. Kelengkapan imunisasi yang
didapatkan berdasarkan usia Sebagian besar bayi
- Lengkap 25% (n = 5) masih belum mendapat
- Tidak lengkap 75% (n = 15) imunisasi yang lengkap.
8. Alasan tidak mendapat Hal ini disebabkan
imunisasi dengan lengkap belum ada jadwal
- Belum ada jadwal imunisasi untuk bulan ini
imunisasi 100% (n = 15)

RIWAYAT KELAHIRAN
9. Tempat melahirkan Sebagian besar ibu
- Praktek bidan 35% (n = 7) melahirkan di rumah
- Rumah sakit 60% (n = 12) sakit dengan bantuan
- Puskesmas 5% (n = 1) dokter
10. Petugas kesehatan yang membantu
persalinan
- Bidan 45% (n = 9)
- Dokter 50% (n = 10)
- Perawat 5% (n = 1)
11. Ibu kontrol ke petugas kesehatan Sebagian besar ibu
selama nifas kontrol ke petugas
- Ya 80% (n = 16) kesehatan selama masa
- Tidak 20% (n = 4) nifas
12. Kunjungan tenaga kesehatan Sebagian besar ibu
selama masa nifas menyatakan bahwa
- Ya 40% (n = 8) belum ada kunjungan
- Tidak 60% (n = 12) dari petugas kesehatan
PEMANFAATAN POSYANDU
13. Ibu membawa bayi ke posyandu Sebagian besar ibu
- Ya 80% (n = 16) membawa bayi ke
- Tidak 20% (n = 4) posyandu setiap bulan
14. Alasan ibu tidak membawa bayi ke sekali
posyandu
- Belum ada jadwal posyandu
bulan ini 100% (n = 4) Jenis pelayanan yang
15. Frekuensi membawa bayi ke didapatkan di posyandu
posyandu sebagian besar berupa
- Tidak pernah 20% (n = 4) penimbangan dan
- Setiap bulan 80% (n = 16) imunisasi. Pelayanan
16. Jenis pelayanan yang diperoleh posyandu terkait
bayi di posyandu / pelayanan konseling/penyuluhan
masih sangat rendah
kesehatan lain
(25%)
- Penimbangan 80%
- Imunisasi 80%
- Pemberian vitamin 25%
- Konseling 25%
PEMBERIAN ASI
17. Perubahan psikologis setelah Beberapa perubahan
melahirkan psikologis yang dialami
- Mudah khawatir 10% (n = 2) oleh ibu pasca
- Mudah tersinggung 15% (n = 3) melahirkan antara lain
- Tidak percaya diri 20% (n=4) mudah khawatir, mudah
tersinggung, dan tidak
percaya diri
18. Yang pertama kali diberikan kepada Cakupan Inisiasi Meyusui Dini (IMD) Sebagian besar ibu
bayi saat baru lahir di Indonesia pada 2013 adalah sudah memberikan ASI
- Susu formula 25% sebesar 34,5% (Kemenkes RI, 2014) yang pertama kali keluar
(n = 5) setelah melahirkan pada
- ASI 75% (n = 15) bayi, melebihi cakupan
IMD nasional.
19. Makanan/minuman lain yang Sebagian ibu
diberikan dalam 7 hari setelah memberikan makanan
kelahiran prelakteal pada 7 hari
- Pisang 10% (n = 2) pertama melahirkan
- Susu formula 50% (n = 10)
20. Bayi saat ini masih diberi ASI Sebagian besar ibu
- Ya 90% (n = 18) masih tetap memberikan
- Tidak 10% (n = 2) ASI untuk bayi (90%),
21. Alasan ibu menyusui dengan alasan
- Kesehatan 90% (n=18) kesehatan
- Lingkungan sosial 30%
(n=6)
- Ekonomi 35% (n=7) Ibu tidak menyusui
22. Alasan ibu tidak menyusui karena produksi ASI
- Kurangnya produksi ASI tidak lancar
100% (n = 2)
23. Produksi ASI ibu lancar Sebagian besar ibu
- Ya 90% (n = 18) menyatakan bahwa
produksi ASI saat ini
lancar
24. Frekuensi pemberian ASI dalam Frekuensi menyusui
sehari Kurang baik <8 kali/hari Frekuensi pemberian
<8 kali = 5% (n = 1) Baik 8 – 12 kali/hari ASI sudah tergolong
8 – 12 kali = 15% (n = 3) Sangat baik >12 kali/hari sangat baik
>12 kali = 70% (n = 14) (Purwani dan Darti, 2012)
25. Durasi pemberian ASI Durasi menyusui
<10 menit = 30% (n = 6) Kurang baik <10 menit
Durasi pemberian ASI
≥10 menit = 60% (n = 12) Baik 10 – 30 menit
termasuk baik
Sangat baik >30 menit
(Purwani dan Darti, 2012)
26. Posisi ibu menyusui bayi Sebagian besar ibu
- Benar 85% (n = 17) menyusui dengan posisi
- Salah 15% (n = 3) yang benar
27. MP ASI yang diberikan dalam 24 Sebagian ibu masih
jam terakhir memberikan MP-ASI
- Air putih 5% (n =1) untuk bayi <6 bulan,
- Susu formula 10% (n = 2) berupa air putih, susu
- Pisang 5% (n =1) formula, pisang, dan
- Bubur 10% (n = 2) bubur
28. Ibu yang memberikan ASI saja Target cakupan ASI Eksklusif adalah Pemberian ASI Eksklusif
tanpa makanan/ minuman lain (ASI ≥80% (Kemenkes, 2015) belum mencapai target
Eksklusif)
- Ya 25% (n = 5)
- Tidak 75% (n = 15)
SUSU FORMULA
29. Riwayat pemberian susu formula Sebagian besar bayi
- Ya 55% (n = 11) pernah mendapatkan
- Tidak 45% (n = 9) susu formula
30. Ibu yang saat ini masih Sebagian kecil bayi
memberikan susu formula masih memperoleh susu
- Ya 10% (n = 2) formula (10%), dengan
- Tidak 90% (n = 18) frekuensi >8kali sehari
31. Frekuensi pemberian susu formula sebanyak 50 – 79 ml
dalam sehari
- >8 kali sehari 100% (n = 2) Pemberian susu formula
32. Volume pemberian susu formula disebabkan ASI tidak
- 50 – 79 ml dalam sekali keluar
pemberian 100% (n = 2)
33. Alasan ibu memberikan susu
formula
- ASI tidak keluar/tidak lancar
100% (n = 2)
AKTIVITAS IBU DAN TINDAKAN IBU TERHADAP BAYI
34. Lama waktu ibu dengan bayi Sebagian besar ibu
- 12 – 15 jam = 5% (n = 1) bersama dengan bayi
- 16 – 24 jam = 95% (n = 19) selama 16-24 jam 95%
35. Hal yang dilakukan ibu pada bayi Sebagian besar bayi
selama berada di luar ditinggal
- Bayi selalu dibawa 10% (n = 10) di rumah dengan
- Bayi ditinggal di rumah dengan keluarga saat ibu pergi,
keluarga 75% (n = 15) yaitu 75% (n=12) dan
- Bayi dititipkan di beda rumah diberikan susu formula, asi
15% (n = 3) perah, atau air putih
36. Makanan/minuman yang diberikan
kepada bayi saat ditinggal ibu
- ASI perah 15% (n = 3)
- Madu 5% (n = 1)
- Buah 5% (n = 1)
- Susu formula 15% (n = 3)
- Air putih 15% (n = 3)
- Kopi, bubur 5% (n = 1)

PANTANGAN DAN KEPERCAYAAN MAKANAN


37. Pantangan makanan untuk bayi Sebagian besar tidak
dan ibu menyusui terdapat pantangan dan
- Ya 35% (n = 7) kepercayaan tertentu
- Tidak 65% (n = 13) pada makanan
38. Kepercayaan makanan untuk bayi
dan ibu menyusui
- Ya 50% (n = 10)
- Tidak 50% (n = 10)
PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI
39. Pengetahuan ibu tentang manfaat Pengetahuan ibu terkait
ASI yang pertama kali keluar kolostrum baik
(kolostrum)
- Ya 100% (n = 20)
40. Pengetahuan ibu tentang Pengetahuan terkait ASI Pengetahuan ibu terkait
pengertian ASI Eksklusif <60% Kurang pengertian ASI eksklusif
- Benar 70% (n = 14) 60 – 80% Sedang tergolong sedang
- Salah 30% (n = 6) >80% Baik
41. Pengetahuan ibu terkait manfaat (Khomsan, 2002; Ekiawati, 2002; Pengetahuan ibu terkait
ASI Eksklusif Gulo, 2002) manfaat ASI Eksklusif
- Benar 90% (n = 18) baik
- Salah 10% (n = 2)
42. Pengetahuan terkait ibu Pengetahuan terkait ibu
kurus menghasilkan ASI kurus
sedikit menghasilkan ASI sedikit
- Benar 85% tergolong baik
- Salah 15%
43. Pengetahuan ibu terkait menyusui Pengetahuan terkait
membutuhkan makanan lebih kebutuhan makanan ibu
banyak menyusui termasuk baik
- Benar 90%
- Salah 10%
44. Pengetahuan ibu tentang Pengetahuan terkait
kandungan ASI kandungan ASI dibanding
- Benar 100% formula baik
45. Pengetahuan ibu terkait manfaat Pengetahuan ibu terkait
menyusui untuk ibu manfaat menyusui untuk
- Benar 85% ibu baik
- Salah 15%
46. Pengetahuan ibu tentang waktu Pengetahuan ibu terkait
pemberian MP-ASI waktu pemberian MP-
- Benar 90% ASI baik
- Salah 10%
47. Pengetahuan ibu tentang dampak Pengetahuan terkait
MP-ASI dini dampak pemberian MP-ASI
- Benar 60% dini kurang
- Salah 40%
48. Pengetahuan ibu tentang langkah Pengetahuan terkait
cuci tangan yg benar langkah mencuci tangan
- Benar 30% yang benar masih kurang
- Salah 70%
DUKUNGAN KELUARGA
49 Pihak keluarga yang mendukung Hampir semua ibu
ibu menyusui menyusui mendapat
- Suami 90% (n=18) dukungan dari
- Orang tua 90% (n=18) keluarganya
- Mertua 90% (n=18)
- Saudara 90% (n=18)
50. Bentuk dukungankeluarga yang
diberikan
- Membantu mengerjakan
pekerjaan rumah tangga selama
menyusui 85% (n=17)
- Membantu merawat
bayi 75% (n=15)
- Memberi ASI perah
saat ibu bekerja 15%
(n=3)
- Memberi informasi dan
motivasi tentang
menyusui 70% (n=14)
AKSES INFORMASI IBU TENTANG GIZI DAN KESEHATAN
51. Ibu pernah mendapatkan informasi Sebagian besar ibu
gizi/kesehatan terkait menyusui sudah pernah
- Ya 80% mendapatkan informasi
- Tidak 20% terkait menyusui, berupa
52. Sumber informasi tentang informasi ASI Eksklusif,
menyusui IMD dan kolostrum,
- Media elektronik 40% peran zat gizi, serta
posisi menyusui yang
- Media cetak 60%
benar
- Internet 65%
- Tenaga kesehatan 75%
Sumber informasi
53. Informasi yang pernah didapatkan
tentang menyusui
- ASI Eksklusif 80%
terutama diperoleh dari
- IMD dan kolostrum 75%
tenaga kesehatan (75%)
- Peran zat gizi dalam menyusui
70%
- Teknik dan posisi menyusui 65%

ASUPAN MAKAN IBU


54. Frekuensi makan utama dalam Sebagian besar ibu
sehari mengonsumsi makan
- 2 kali 20% utama
- 3 kali 75% teratur yaitu 3 kali sebesar
- 4 kali 5% 70%
55. Freuensi makan selingan dalam Sebagian besar ibu
sehari mengonsumsi snack
- 1 kali 35% sebanyak
- 2 kali 35% 1 – 2 kali/hari
- 3 kali 5%
- >3 kali 25%
56. Pemenuhan asupan makan ibu Sebagian besar ibu
dalam sehari masih mengalami defisit
e. Energi asupan makana, yaitu :
- Def. Berat 60% - Energi : defisit berat
- Def. Sedang 20% Kebutuhan zat gizi makro ibu (60%)
- Def. Ringan 10% menyusui - Protein defisit berat
(55%)
- Normal 10% Zat Gizi 19 – 29 30 – 49
th th - Lemak: defisit berat
Energi 2580 2480 (60%)
f. Protein
(kkal) - KH : defisit berat
- Def. Berat 55%
Protein 76 77 (45%)
- Def. Sedang 15%
- Def. Ringan 10% (g)
Lemak (g) 86 71
- Normal 15%
KH (g) 354 368

g. Lemak
- Def. Berat 60%
Tingkat kecukupan energi dan zat
- Def. Sedang 25%
gizi
- Def. Ringan 5%
Defisit berat <70% AKG
- Normal 5%
Defisit sedang 70 – 79% AKG
- Kelebihan 5% Defisit ringan 80 – 89% AKG
Normal 90 – 119% AKG
h. KH Kelebihan >120%AKG
- Def. Berat 45%
- Def. Sedang 25%
- Def. Ringan 10%
- Normal 20%
PHBS (POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT)
57. Cuci tangan sebelum menyusui Sebagian besar ibu
- Tidak 35% (n=7) mencuci tangan ketika
- Ya 65% (n=13) sebelum menyusui (65%)
Dengan air 35%(n=7) dan sebelum kontak
Dengan air dansabun 65% dengan bayi (60%)
(n=13)

Cuci tangan sebelum kontak


dengan bayi
- Tidak 40% (n=8)
- Ya 60% (n=12)
Dengan air 60% (n=12)
Dengan air dan sabun 40% (n=8)
58. Sumber air yang digunakan untuk Sumber air untuk mencuci
mencuci pakaian bayi, mencuci pakaian bayi, mencuci
tangan, mencuci peralatan bayi tangan, mencuci peralatan
- Sumber mata air 10% bayi
(n=2) sebagian besar berasal dari
- Sumur air tertutup/pompa/ sumur air
sanyo 50% (n=10) tertutup/pompa/sanyo
- PDAM 40% (n=8) yaitu 50%
C. Participation Analysis

Potentials
Interest, motive, Implications for the
Person/group Category Characteristic (+) strength
attitude project
(-) weakness
Ibu menyusui Sasaran  Menurut kepada  Ingin anaknya (+) Dekat dengan anak  Menjadi sasaran
utama suami dan ibu menjadi sehat (+) Mudah bersosialisasi utama dengan
mertua (-) Tidak berani dalam menyertakan
mengambil keputusan keluarga
 Sayang terhadap sendiri
anak (-) Kurang peduli/memahami
 Senang isi dari buku KIA
bercengkrama (-) Belum memiliki
dengan tetangga pengalaman yang cukup
Bayi Sasaran  Rewel  Masih (+) Masih bisa mengalami  Sasaran pada
utama bergantung perubahan jika terdapat program yang
pada ibu dan masalah gizi akan dijalankan
keluarga (-) Masih bergantung penuh
 Memiliki pada ibu dan keluarga
kebutuhan
yang harus
dipenuhi
Suami ibu Pelaku  Belum memiliki  Ingin istri dan (+) Sumber keuangan/nafkah  Penglibatan
menyusui pengalaman anaknya keluarga dalam praktik
 Tegas/bijaksana (keluarga) (-) Jarang memiliki waktu ASI eksklusif
sehat luang dengan keluarga
dalam  Membantu
membimbing dalam
keluarga penyampaian
 Bersedia informasi terkait
membantu istri gizi dan
kesehatan
Ibu/ibu mertua Pelaku  Berpengalaman  Ingin anak, (+) sayang kepada keluarga  Memberikan
dalam merawat menantu, dan (-) Pengetahuan terhadap gizi informasi terkait
anak cucu menjadi dan kesehatan masih masalah gizi
sehat rendah melalui
(-) sulit menerima informasi pendekatan
baru keselamatan
(-) masih percaya terhadap keluarga
food taboo dan food belief
Keluarga Pelaku  Sebagai motivator  Menginginkan (+) Sebagai pendukung  Sebagai
dalam keluarga anggota keluarga pengingat untuk
 Membantu ibu bayi keluarga sehat (-) Sering memberikan ibu selalu
informasi yang memberikan
saat mengalami salah/percaya terhadap ASI pada bayi
kesulitan mitos warga sekitar sampai usia 2
 Berada disekita ibu (-) Sangat memberikan tahun
menyusui dampak besar yang  Mendukung
 Sebagai sumber negatif pada keluarga untuk
informasi terdekat pemenuhan
asupan pada
atau pemberi
ibu agar
saran tercukupi
 Membantu ibu
untuk
memantau
tumbuh
kembang bayi
Bidan desa Pelaku  Dipercaya  Cakupan (+) Terbuka untuk  Membantu
masyarakat pemberian ASI bekerjasama untuk
 Ramah terhadap mencapai (+) Ramah terhadap sesama memberikan
target (+) Sebagai sumber informasi
sesama informasi dan
kesehatan masyarakat
 Dihormati oleh desa membantu
masyarakat (-) Jumlahnya terbatas dalam
 Berpengalaman berkoordinasi
dalam bidang
kesehatan
Kepala Pelaku  Dipercaya oleh  Ingin (+) Mendapatkan dukungan  Perizinan
desa masyarakat sekitar masyarakat masyarakat  Koordinasi
/perangkat  Berkuasa desa sejahtera (+) Modern  Kerjasama
desa  Ingin tetap (-) Pengetahuan tentang
 Menjunjung tinggi menjadi kades pentingnya kesehatan ibu  Keterlibatan
adat istiadat  Ingin memiliki kurang aktif
 Ramah terhadap warga yang (-) Sibuk
masyarakat sehat
Ibu kader Pelaku  Dipercaya  Ingin (+) Terampil  Koordinasi
masyarakat masyarakat (-) Sulit menerima informasi  Kerjasama
 Aktif desa menjadi baru/teguh terhadap  Keterlibatan
 Ramah dan dekat pendapat sendiri aktif
sehat
terhadap warga (-) Sering lupa terhadap
 Ingin informasi gizi dan
memberikan kesehatan yang sudah
pelayanan pernah disampaikan
yang baik di
posyandu
Ahli Gizi Pelaku  Dipercaya  Ingin (+) Pengetahuan dan  Pemberi saran
Puskesmas masyarakat masyarakat pengalaman kesehatan program
 Ramah dan sehat yang luas  Koordinasi dan
terbuka (-) Sibuk kerjasama
 Inovatif dan kreatif
D. Problem Tree

Prevalensi Bayi Wasting


Tinggi

Presentase Bayi Sakit Tinggi Proporsi Pemberian Makanan atau


Minuman Prelakteal Tinggi

Cakupan ASI Eksklusif Tidak Tercukupi

Pemberian Susu Formula Tinggi

Keterampilan Ibu Memberi ASI Eksklusif


Rendah

Pengetahuan Mengenai Keterampilan Ibu Memberikan ASI Eksklusif dan Dampak MPASI Dini Rendah

Pemberian Konseling dan Penyuluhan Rendah

Pelayanan Posyandu Rendah

1. Prevalensi wasting pada bayi berkaitan dengan tinnginya persentase bayi sakit ditandai
dengan batuk 25%, pilek 30% dan demam 15%
2. Prevalensi wasting pada bayi berkaitan dengan proporsi pemberian makanan atau minuman
prelakteal tinggi ditandai dengan pemberian susu formula , pisang dan air putih
E. Objective Tree

Prevalensi Bayi Wasting


Rendah

Presentase Bayi Sakit Rendah Proporsi Pemberian Makanan atau


Minuman Prelakteal Rendah

Cakupan ASI Eksklusif Terpenuhi

Pemberian Susu Formula Rendah

Keterampilan Ibu Memberi ASI Eksklusif


Meningkat

Pengetahuan Mengenai Keterampilan Ibu Memberikan ASI Eksklusif dan Dampak MPASI Dini
Meningkat

Pemberian Konseling dan Penyuluhan Meningkat

Pelayanan Posyandu Meningkat


F. Alternative Analysis

Goal : Prevalensi bayi kurus 0-5,9 bulan rendah


Strategi II:
Strategi I: Proporsi pemberian
Kriteria
Persentase bayi sakit makanan/minuman
rendah pralakteal rendah

Activities: Activities:
Edukasi keterampilan Edukasi mengenai
memberikan ASI dampak MP ASI dini
eksklusif
1. Sumber daya
a. Man power 5 5
b. Money 5 4
c. Time 4 4
d. Infrastructure 4 4
e. Material 4 4

2. Feasibility 3 3
3. Social Risk 3 3
4. Sustainable 4 3
5. Dampak terhadap
5 4
lingkungan
Total 37 34
Keterangan :

5 : sangat memungkinkan
4 : memungkinkan
3 : cukup memungkinkan
2 : kurang memungkinkan
1 : tidak memungkinkan

Berdasarkan alternative analysis yang telah dilakukan, didapatkan hasil skor perbandingan antara

strategi 1 mengenai persentase bayi sakit rendah dan strategi 2 mengenai proporsi pemberian makanan

pralakteal rendah masing-masing 37 dan 34. Dapat disumpulkan bahwa strategi 1 sangat memungkinkan

untuk diselesaikan terlebih dulu dengan tujuan prevalensi bayi kurus 0-5,9 bulan rendah.
G. Project Planning Matrik

Objectively
Objectives Verifiable Source of Verification Assumption
Indicator
Prevalensi bayi kurus menurun Data berat badan dan panjang  Bayi meninggal dunia
sebanyak 2% dalam jangka waktu badan bayi  Program intervensi dapat
Prevalensi bayi kurus usia 1 tahun
Goal : diterapkan secara
0-5,9 bulan Rendah
berkelanjutan pada
masyarakat
Bayi diberikan ASI Eksklusif  Wawancara terhadap ibu  Bayi meninggal dunia
sebanyak 60% bayi  Program intervensi dapat
Selected diterapkan secara
Presentase bayi sakit usia
Project berkelanjutan pada
0-5,9 bulan Rendah
Purpose masyaraka
 Ibu bayi sulit menerapkan
Intervensi yang diberikan
1. Meningkatkan 1. Meningkatkan pengetahuan  Wawancara  Bayi meninggal dunia
pengetahuan ibu ibu tentang keterampilan  Observasi  Ibu bayi meinggal dunia
tentang keterampilan pemberian ASI Eksklusif  Cerdas cermat  Program intervensi dapat
pemberian ASI sebesar 80% diterapkan secara
Eksklusif. 2. Menurunkan pemberian berkelanjutan pada
Result/ 2. Menurunkan susu formula pada bayi baru masyarakat
Output pemberian susu lahir sebesar 30%
formula pada bayi 3. Cakupan pemberian ASI
baru lahir. Eksklusif tercukupi sebesar
3. Cakupan pemberian 60%
ASI Eksklusif
tercukupi.
Activities
1. BINTANG KECIL (Bincang-
bincang tentang Si Kecil)  Persentase kehadiran Ibu  Absensi daftar hadir  Kejadian alam (seperti hujan, tanah longsor,
Pemberian materi edukasi minimal 50% dari total  Dilakukan kuis banjir)
mengenai ASI Eksklusif dan target peserta yang cerdas cermat.  Kurangnya dukungan dari suami, orang tua, dan
MPASI serta keterampilan diharapkan hadir mertua.
ibu memberikan ASI 
 Rata-rata tingkat Bayi rewel
Eksklusif kepada bayi.
pengetahuan meningkat  Ibu tidak antusias dalam mengikuti kegiatan.
Media : ppt dan leaflet
Metode : emodemo (minimal 80%) hasil dari
cerdas cermat.