Anda di halaman 1dari 26

LAPOARAN

DOKUMENTASI KEBIDANAN
PADA Ny “ S ” GIIP1001A0 UK 8-10 MINGGU DENGAN
ABORTUS IMMNINENS DI RSUD SUMBERREJO
BOJONEGORO
PERIODE TANGGAL 02-14 MARET 2020

Disusun Oleh :
Linda Apriliana (P278244191 70)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KEBIDANAN PRODI D4 KEBIDANAN
TAHUN 2020

i
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan kelompok yang disusun oleh mahasiswa semester II program


studi D4 kebidanan jurusan kebidanan poltekkes kemenkes surabaya tahun
akademik 2019/2020, disusun berdasakan keadaan sebenarnya.

Tempat Praktik : RSUD Sumberrejo, Bojonegoro


Tanggal Praktik : 02-14 Maret 2020

Pembimbing Pendidikan Pembimbing Lahan Praktik

(Lilik Triyawati, Amd.Keb.,SPd.,M.Kes) (Anik Dwi Ciptowati, S, ST)


NIP. 19800808 200604 2 007 NIP. 19620828 198303 2 025

Pembimbing Akademik

(dr. H. Toto Siswantoro, M.Si., M.Kes)


NIP 196106081989031011

Ka Prodi D4 Kebidanan

( Dwi Purwanti S.Kp., SST., M.Kes )


NIP. 19670206 199003 2 003

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan

rahmat dan hidayahnya, sehingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik.

Laporan ini merupakan tugas kelompok bagi mahasiswa prodi D4 kebidanan

surabaya poltekkes kemenkes surabaya semester II yang praktik di puskesmas

RSUD Sumberrejo Bojonegoro pada tanggal 02 – 14 Maret 2020.

Penulis sebagai penyusun mengucapkan terimakasih kepada pembimbing

dan pihak terkait yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan

dokumentasi kebidanan ini, yaitu :

1. drg. Bambang Hadi Sugito, M.Kes selaku Direktur Poltekkes Kemenkes

Surabaya.

2. Dwi Purwanti, S.Kp., SST., M.Kes selaku ketua prodi studi D4 Kebidanan

Poltekkes Kemenkes Surabaya.

3. Anik Dwi Ciptowati, SST selaku pembimbing lahan praktik klinik kebidanan

di RSUD Sumberrejo Bojonegoro.

4. Lilik Triyawati, Amd.Keb.,SPd.,M.Kes. Selaku pembimbing pendidik praktik

klinik kebidanan di RSUD Sumberrejo.

5. Seluruh tenaga kesehatan di RSUD Sumberrejo Bojonegoro.

6. Seluruh pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini yang mana tidak

dapat kami sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu

penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna

penyempurnaan laporan ini. Untuk saran yang diberikan penuis mengucapkan

iii
terimakasih.

Bojonegoro, 10 Maret 2020

Penulis

iv
DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN........................................................................... ii

KATA PENGANTAR................................................................................... iii

DAFTAR ISI.................................................................................................. v

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang............................................................................. 1

1.2 Tujuan.......................................................................................... 2

1.3 Pelaksanaan.................................................................................. 3

1.4 Sistematika Penulisan.................................................................. 3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Kehamilan....................................................................... 5

2.2 Asuhan Kebidanan pada Kehamilan...................................................... 8

BAB 3 TINJAUAN KASUS

3.1 Subyektif...................................................................................... 12

3.2 Obyektif....................................................................................... 13

3.3 Assasment/analisa Data............................................................... 15

3.4 Planning....................................................................................... 16

BAB 4 KESIMPULAN.................................................................................. 18

BAB 5 PENUTUP......................................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 21

v
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di dunis setiap menit perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait

dengan kehamilan dan persalinan. Dengan kata lain 1.400 perempuan meninggal

setiap hari atau lebih dari 500.000 perempuan meninggal setiap tahun karena

kehamilan dan persalinan. Di Indonesia ada 2 orang meninggal setiap jam karena

kehamilan, persalinan, dan nifas.

Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Neonatus (AKN), Angka

Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKABA) merupakan

beberapa indikator status kesehatan masyarakat. Dewasa ini AKI dan AKB di

Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan Negara ASEAN lainnya. Menurut

Data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI)2007, AKI 228 per 100.000

kelahiran hidup, AKB 34 per 1.000 kelahiran hidup, AKN 19 per 1.000 kelahiran

hidup, AKABA 44 per 1.000 kelahiran hidup.

Penyebab kematian ibu yang terbanyak disebabkan oleh komplikasi

obstetric. Komplikasi obstetric ini tidak selalu dapat diramalkan sebelumnya.

Penyebab kematian ibu dan perinatal umumnya disebabkan oleh sebab langsung

seperti perdarahan, ekslampsi, infeksi, dan sebab tidak langsung yaitu rendahnya

tingkat pendidikan, social ekonomi, terlambatnya mendapat pertolongan

persalinan atau rujukan yang dikenal dengan istilah 3 T (Terlambat mengenal

komplikaso, Terlambat membuat keputusan, Terlambat merujuk) dan pertolongan

persalinnan oleh dukun yang memperhatikan sterilisasi dan aborsi illegal.

1
2

Angka kejadian abortus sukar ditentukan karena anortus provokatus

banyak yang tidak dilaporkan kecuali bila sudah terjadi komplikasi. Abortus

spontan dan tidak jelas umur kehamilannya, hanya sedikit memberikan gejala atau

tanda sehingga biasanya ibu tidak melapor atau berobat. Sementara itu, dari

kejadian yang diketahui, 15-20% merupakan abortus spontan atau kehamilan

ektopik. Sekitar 5% dari pasangan yang mencoba hamil akan mengalami 2

keguguran yang berurutan, dan sekitar 1% dari pasangan mengelami 3 atau lebih

keguguran yang berurutan.

1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum

Penulis mampu melaksanakan Asuhan Kebidanan dengan Komprehensif

pada Ibu Nifas di Puskesmas Temayang Bojonegoro Menggunakan Pendekatan

Varney dan Mendokumentasikan dengan SOAP.

1.2.2 Tujuan Khusus

1. Mampu melaksanakan pengkajian data pada ibu hamil dengan abortus

imminens di RSUD Sumberrejo Bojonegoro.

2. Mampu menentukan diagnosa/masalah pada ibu hamil dengan abortus

imminens di RSUD Sumberrejo Bojonegoro.

3. Mampu menentukan diagnosa potensial pada ibu hamil dengan abortus

imminens di RSUD Sumberrejo Bojonegoro.

4. Mampu menentukan tindakan segera pada ibu hamil dengan abortus

imminens di RSUD Sumberrejo Bojonegoro.

5. Mampu menentukan rencana tindakan dan rasional pada ibu hamil dengan
3

abortus imminens di RSUD Sumberrejo Bojonegoro.

6. Mampu melakukan penatalaksanaan rencana tindakan pada ibu hamil dengan

abortus imminens di RSUD Sumberrejo Bojonegoro.

7. Mampu melaksanakan evaluasi/follow up pada ibu hamil dengan abortus

imminens di RSUD Sumberrejo Bojonegoro.

1.3 Pelaksanaan

12 Maret 2020 jam: 08.45 WIB

1.4 Sistematika Penulisan

1. BAB 1 PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang, tujuan umum, tujuan khusus, pelaksanaan dan

sistematika penulisan.

2. BAB 2 LANDASAN TEORI

Berisi tetang landasan teori berupa konsep dasar kehamilan, pengertian

abortus imminens, etiologi, patofisiologi, faktor predisposisi, diagnosis,

tatalaksana, dan konsep dasar.

3. BAB 3 TINJAUAN KASUS

Berisi tentang asuhan kebidanan yang telah

4. BAB 4 PEMBAHASAN

Berisi tentang pembahasan dari tinjauan kasus pada bab 3.

5. BAB 5 PENUTUP

Berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan asuhan kebidanan


BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Kehamilan

Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari

spermatozoa dan ovum dilamjutkan dengan nidasi atau implementasi. Bila

dihitung dari saat fertilisasi hingga bayi lahir, kehamilan normal akan berlangsung

dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender

internasional (Prawirohardjo, 2014).

2.1.1 Abortus Imminens

Abortus atau lebih dikenal dengan istilah keguguran adalah pengeluaran

hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar rahim. Janin belum mampu hidup

di luar rahim, jika beratnya kurang dari 500 g, atau usia kehamilan kurang dari 28

minggu karena pada saat ini proses plasentasi belum selesai. Pada bulan pertama

kehamilan yang mengalami abortus, hampir selalu didahului dengan matinya

janin dalam Rahim (Manuaba, 2010).

Abortus Imminens ialah terjadinya pendarahan dari uterus pada kehamilan

sebelum 20 minggu dengan atau tanpa kontraksi uterus yang nyata dengan hasil

konsepsi dalam uterus dan tanpa adanya dilatasi servik uteri (Manuaba, 2010).

2.1.2 Etiologi

Abortus dapat terjadi karena beberapa sebab, yaitu:

1. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi.

4
5

Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi biasanya menyebabkan abortus pada

kehamilan sebelum usia 8 minggu. Faktor yang menyebabkan kelainan ini

adalah:

1) Kelainan kromosom

Kelainan yang sering ditemukan pada abortus spontan ialah trisomy,

poliploidi, kelainan kromosom sex serta kelainan kromosom lainnya.

2) Lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna

Bila lingkungan di endometrium di sekitar tempat implantasi kurang

sempurna sehingga menyebabkan pemberian zat-zat makanan pada hasil

konsepsi terganggu.

3) Pengaruh dari luar

Adanya pengaruh dari radiasi, virus, obat-obat, dan sebagainya dapat

mempengaruhi baik hasil konsepsi maupun lingkungan hidupnya dalam

uterus. Pengaruh ini umumnya dinamakan pengaruh teratogen.

2. Kelainan pada plasenta

Misalnya end-arteritis dapat terjadi dalam vili korialis dan menyebabkan

oksigenasi plasenta terganggu, sehingga menyebabkan gangguan

pertumbuhan dan kematian janin. Keadaan ini bisa terjadi sejak kehamilan

muda misalnya karena hipertensi menahun.

3. Faktor maternal

Penyakit mendadak seperti pneumonia, tifus abdominalis, pielonefritis,

malaria, dan lain-lain dapat menyebabkan abortus. Toksin, bakteri, virus atau

plasmodium dapat melalui plasenta masuk ke janin, sehingga menyebabkan


6

kematian janin dan kemudian terjadilah abortus. Anemia berat, keracunan,

laparotomi, peritonitis umum, dan penyakit menahun juga dapat

menyebabkan terjadinya abortus.

4. Kelainan traktus genitalia

Retroversi uteri, mioma uteri, atau kelainan bawaan uterus dapat

menyebabkan abortus (Sari, R. D. S, dan Prabowo, A, Y, 2018).

2.1.3 Patofiosiologi

Pada awal abortus terjadilah perdarahan dalam desidua basalis kemudian

diikuti oleh nekrosis jaringan di sekitarnya. Hal tersebut menyebabkan hasil

konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya, sehingga menjadi benda asing dalam

uterus. Keadaan ini menyebabkan uterus berkontraksi untuk mengeluarkan isinya.

Pada kehamilan kurang dari 8 minggu, hasil konsepsi biasanya

dikeluarkan seluruhnya karena villi korialis belum menembus desidua secara

mendalam. Pada kehamilan antara 8 sampai 14 minggu villi korialis menembus

desidua lebih dalam, sehingga umumnya plasenta tidak terlepas sempurna yang

dapat menyebabkan banyak perdarahan. Pada kehamilan 14 minggu keatas

umumnya dikeluarkan setelah ketuban pecah ialah janin, disusul beberapa waktu

kemudian plasenta. Hasil konsepsi keluar dalam berbagai bentuk, seperti kantong

kosong amnion atau benda kecil yang tidak jelas bentuknya (blighted ovum), janin

lahir mati, janin masih hidup, mola kruenta, fetus kompresus, maserasi, atau fetus

papiraseus (Sari, R. D. S, dan Prabowo, A, Y, 2018).

2.1.4 Faktor predisposisi

Faktor predisposisi abortus mencakup beberapa faktor, antara lain:


7

1. Faktor dari janin (fetal),yang terdiri dari: kelainan genetik (kromosom).

2. Faktor dari ibu (maternal), yang terdiri dari: infeksi, kelainan hormonal

seperti hipotiroidisme, diabetes mellitus, malnutrisi, penggunaan obatobatan,

merokok, konsumsi alkohol, faktor immunologis dan defek anatomis seperti

uterus didelfis,inkompetensia serviks (penipisan dan pembukaan serviks

sebelum waktu in partu, umumnya pada trimester kedua) dan sinekhiae uteri

karena sindrom Asherman.

3. Faktor dari ayah (paternal): kelainan sperma (WHO, 2013)

2.1.5 Diagnosis

1. Terjadinya perdarahan melalui ostium uteri eksternum dalam jumlah sedikit.

2. Disertai sedikit nyeri perut bawah atau tidak sama sekali.

3. Uterus membesar, sesuai masa kehamilannya.

4. Serviks belum membuka, ostium uteri masih tertutup.

5. Tes kehamilan (+) (Sari, R. D. S, dan Prabowo, A, Y, 2018)..

2.1.6 Tatalaksana

1. Pertahankan kehamilan.

2. Tidak perlu pengobatan khusus.

3. Jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan atau hubungan

seksual.

4. Jika perdarahan berhenti, pantau kondisi ibu selanjutnya pada pemeriksaan

antenatal termasuk pemantauan kadar Hb dan USG panggul serial setiap 4

minggu. Lakukan penilaian ulang bila perdarahan terjadi lagi.

5. Jika perdarahan tidak berhenti, nilai kondisi janin dengan USG. Nilai
8

kemungkinan adanya penyebab lain (WHO, 2013).

2.2 Asuhan kebidanan pada Kehamilan

2.2.1 Pengkajian Data

Dalam tahap ini data/fakta yang dikumpulkan adalah data subjektif dan

atau data objektif dari pasien. Bidan dapat mencatat hasilpenemuan data dalam

catatan harian sebelum didokumentasikan.

1. Data subjektif

Informasi yang dicatat mencakup identitas, keluhan yang diperoleh dari

wawancara langsung kepada pasien/klien (anamnesis) atau dari keluarga dan

tenaga kesehatan (allo anamnesis).

2. Data objektif

Pencatatan dilakukan dari hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan khusus

kebidanan, data penunjang, hasil laboratorium seperti Veneral Disease

Research Laboratory (VDRL), HIV, pemeriksaan radiognistik, ataupun

Ultrasonografi (USG) yang dilakukan sesuai dengan beratnya masalah.

Data yang telah terkumpul diolah disesuaikan dengan kebutuhan pasien,

kemudian dilakukan pengolahan data, yaitu menggabungkan dan

menghubungkan data satu dengan lainnya sehigga menemukan fakta. Tujuan

dari pengolahan data adalah untuk menunjukkan fakta berdasarkan kumpulan

data. Data yang telah diolah dianalisis dan hasilnya didokumentasikan.

2.2.2 Diagnosa/masalah
9

Setelah menentukan masalah dan masalah utama selanjutnya bidan

memutuskan dalam suatu pernyataan yang mencakup kondisi, masalah, penyebab,

dan prediksi terhadap kondisi tersebut. Prediksi yang dimaksud mencakup

masalah yang merupakan keputusan yang ditegakkan oleh bidan yang disebut

dengan diagnosis kebidanan. Dalam menentukan diagnosis kebidanan,

pengetahuan keprofesian bidan sangat diperlukan.

2.2.3 Diagnosa potensial

Mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial lain berdasarkan

rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi. Membutuhkan

antisipasi, bila mungkin dilakukan pencegahan. Penting untuk melakukan asuhan

yang aman.

2.2.4 Tindakan segera

Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan atau

untuk dikonsultaikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang

lain sesuai dengan kondisi klien.

2.2.5 Rencana tindakan dan rasional

Merencanakan asuhan yang menyeluruh, ditentukan oleh langkah-langkah

sebelumnya. Rencana asuhan yg menyeluruh meliputi apa yang sudah

diidentifikasi dari klien dan dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita

tersebut seperti apa yang diperkirakan akan terjadi berikutnya (Handayani, S. R,

dan Mulyati, T. S, 2017).

2.2.6 Pelaksanaan rencana tindakan

Dalam melaksanakan rencana asuhan kebidanan, bidan harus bertindak


10

sesuai rencana yang sudah ditentukan. Pencatatan dalam pelaksanaan juga

termasuk penanganan kasus-kasus yang memerlukan tindakan di luar wewenang

bidan sehingga perlu dilakukan kegiatan kolaborasi atau rujukan. Selain itu

pengawasan dan monitor kemajuan kesehatan pasien juga perlu dicatat.

2.2.7 Evaluasi/follow up

Dalam evaluasi kegiatan yang perlu dilaksanakan adalah mencatat proses

manajemen kebidanan. Evaluasi diperoleh dari tindakan pengukuran anatara

keberhasilan dan rencana. Evaluasi juga dilakukan dengan membandingkan

keberhasilan dengan langkah-langkah manajemen lainnya. Hasil evaluasi dapat

dijadikan identifikasi/analisis masalah selanjutnya bila diperlukan (Wildan, M dan

Hidayat, AAA, 2012).


BAB 3

TINJAUAN KASUS

Tanggal: 12 Maret 2020 Jam: 08.45 WIB

3.1 Subyektif

3.1.1 Biodata

Istri

Nama pasien : Ny P

Umur : 32 tahun

Agama : Islam

Suku/bangsa : Jawa/Indonesia

Pendidikan : SD

Pekerjaan : IRT

Alamat : Ds. Kedungadem RT 01 RW 03

3.1.2 Keluhan

Utama : ibu mengatakan hamil anak kedua, usia

kehamilan 2 bulan, datang ke rumah sakit

untuk memeriksakan kehamilannya.

Tambahan : ibu mengatakan mengeluarkan flek-flek

darah dari jalan lahir sejak 2 hari yang

lalu.

3.1.3 Riwayat Penyakit Sekarang

Ibu mengatakan saat ini tidak sedang menderita penyakit menular (TBS,

hepaptitis, HIV/AIDS), penyakit kronis (jantung, hipertensi), dan penyakit

11
keturunan (DM, asma).

12
13

3.1.4 Riwayat Penyakit Dahulu

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular(TBC, hepatitis,

HIV/AIDS), penyakit kronis (jantung, hipertensi), penyakit keturunan

(DM, asma), dan tidak pernah menjalani opname.

3.1.5 Riwayat Haid

Menarche : ± 14 tahun

Lama : 5 -7 hari

Siklus : 28-30 hari

Karakteristik : cair, warna merah kehitaman, ganti

pembalut 2 sampai 3 kali sehari.

Fluor albus : tidak pernah

Dismenorhea : ya, 2 hari sebelum haid

Disfungsi blooding : tidak pernah

HPHT : 02-01-2020

TTP : 09-10-2020

3.2 Obyektif

3.2.1 Keadaan umum : baik

Kesadaran : composmentis

Tanda-tanda vital

Takaan darah : 110/80 mmHg

Suhu : 36,60C

Nadi : 88 x/menit

Respirasi : 20 x/menit
14

3.2.2 Pemeriksaan fisik

Kepala : mesosephal, bersih, tidak berketombe,

tidak ada benolan, rambut hitam dan tidak

mudah rontok.

Wajah : simetris, tidak pucat, tidak oedema, tidak

ada chloasma gravidarum.

Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan

kelenjar limfe.

Dada : simetris, tidak ada pernafasan interkostalis,

payudara simetris, terdapat

hiperpigmentasi pada areola dan papilla

mamae.

Abdomen : bersih, simetris, belum membuncit,

terdapat linia nigra, terdapat striae

gravidarum albicans, tidak ada luka bekas

operasi.

Leopold I : TFU belum teraba

Leopold II :-

Leopold III :-

Leopold IV :-

Punggung : normal

Genetalia : tidak varises, tidak oedema, terdapat

spoting, tidak ada nyeri tekan.


15

Ekstremitas

Atas : tidak ada benjolan dan tidak oedema.

Bawah : tidak varises dan tidak oedema.

3.2.3 Program terapi yang diperoleh

3.2.4 Data penunjang

Pemeriksaan USG : masih terdapat kantong kehamilan, intrauterine, usia

kehamilan 8 sampai 9 minggu.

3.3 Assesment/analisa data

3.3.1 Diagnosa aktual

Ny P GIIP1001A0 usia kehamuilan 8-10 minggu dengan abortus

imminenes.

3.3.2 Masalah

Kelaur spoting dari jalan lahir.

3.3.3 Diagnosa potensial

Abortus

3.3.4 Identrifikasi kebutuhan tindakan segera

Kolaborasi dengan dokter obsgun untuk melakukan pemeriksaan

USG.

3.4 Planning

3.4.1 Tindakan segera

1. Kolaborasi

Dokter Obsgyn
16

2. Konsultasi/tes diagnostik/laborat

Pemeriksaan USG

3. Rujukan

3.4.2 Pendidikan

1. Nutrisi kehamilan Trimester I

2. Kebutuhan istirahat ibu hamil

3. Aktifitas seksual selama hamil

3.4.3 Konseling

1. Melakukan pendekatan pada ibu dan suami.

2. Menjelaskan hasil pemeriksaan tentang keadaan ibu.

3. Memberikan penjelasan pada ibu tindakan yang akan dilakukan

yaitu pemeriksaan USG.

4. Memberikan KIE kepada ibu tentang pola istirahat, tirah

baring, dan aktifitas seksual selama hamil.

5. Menganjurkan ibu untuk kembali kontrol 2 minggu lagi.

3.4.4 Follow up/evaluasi

Tanggal: 12 Maret 2020 Jam: 10.10 WIB

1. Ibu dan suami kooperatif dan mau menceritakan keadaannya.

2. Ibu dan suami mengerti tentang hasil pemeriksaan.

3. Ibu bersedia untuk dilakukan pemeriksaan USG.

4. Ibu bersedia untuk mengatur pola istirahat, tirah baring, dan

aktifitas seksual selama hamil.


17

5. Ibu bersedia untuk kontrol ulang 2 minggu lagi.


BAB 4

PEMBAHASAN

Asuhan kebidanan pada Ny P hamil trimester I pada tanggal 12 Maret

2020 jam 08.45 WIB di RSUD Sumberjrejo Bojonegoro. Berdasarkan data

subyektif Ny. P berumur 32 tahun, mengatakan hamil anak kedua, usia kehamilan

2 bulan, datang ingin memeriksakan kehamilannya dan menegluarkan plek-plek

dari jalan lahir. Sedangkan data obyektif ditemukan bahwa keadaan umum ibu

baik, kesadaran ibu composmentis, tekanan darah 110/80 mmHg, suhu 36,6C ,

nadi 88 x/menit, respirasi 20 x/menit, pada pemeriksaan palpasi perut TFU belum

terbaba. Pada pemeriksaan USG: masih terdapat kantong kehamilan, intrauterine,

usia kehamilan 8-9 minggu. Diagnosa pada Ny P yaitu GIIP1001A0 dengan usia

kehamilan 8-10 minggu dengan abortus imminens. Kemudian planningnya

pendidikan pada Ny. P yaitu memberikan edukasi tentang nutrisi kehamilan

trimester I, kebutuhan istirahat ibu hamil, dan aktifitas seksual selama hamil.

Planning konselingnya pada Ny. P yaitu: melakukan pendekatan pada ibu dan

suami, menjelaskan hasil pemeriksaan tentang keadaan ibu, memberikan

penjelasan pada ibu tindakan yang akan dilakukan yaitu pemeriksaan USG,

memberikan KIE kepada ibu tentang pola istirahat, tirdah baring, dan aktifitas

seksual selama hamil, menganjurkan ibu untuk kembali kontrol 2 minggu lagi .

Setelah dilakukan planning pendidikan dan konselingnya maka pada tanggal 12

Maret 2020 jam 10.10 WIB evaluasi yang diperoleh pada Ny P yaitu ibu dan

suami kooperatif dan mau menceritakan keadaannya, ibu dan suami mengerti

tentang hasil pemeriksaan, ibu bersedia untuk dilakukan pemeriksaan USG, ibu

18
19

bersedia untuk mengatur pola istirahat, tirah baring, dan aktifitas seksual

selama hamil, ibu bersedia untuk kontrol ulang 2 minggu lagi.

Menurut WHO (2013) tatalaksana abortus imminnes adalah pertahankan

kehamilan, Tidak perlu pengobatan khusus, jangan melakukan aktivita fisik

berlebihan atau hubungan seksual, jika perdarahan berhenti, pantau kondisi ibu

selanjutnya pada pemeriksaan antenatal termasuk pemantauan kadar Hb dan USG

panggul serial setiap 4 minggu, lakukan penilaian ulang bila perdarahan terjadi

lagi dan jika perdarahan tidak berhenti, nilai kondisi janin dengan USG. Nilai

kemungkinan adanya penyebab lain (WHO, 2013).

Asuhan kehamilan pada Ny P sudah dilakukan sesuai dengan standar.

Dengan begitu memudahkan tenaga kesehatan untuk mengontrol perkembangan

kehamilan ibu, sehingga dapat diketahui mungkin ada komplikasi yang menyertai.

Berdasarkan hal ini terdapat kesenjangan antara fakta dan teori.


BAB 5

KESIMPULAN

Berdasarkan tanggal 12 Maret 2020 jam 08.450 WIB dari data subyektif
Ny. P mengatakan hamil anak kedua, usia kehamilan 2 bulan, datang ke RSUD
Sumberrejo untuk memeriksakan kehamilannnya. Hasil pemeriksaan ibu
mengelami abortus imminens, dari hasil anamnesa ibu mengeluh mnegeluarkan
flek-flek dari jalan lahir. Assesment Ny. P umur 32 tahun GIIP1001A0, usia
kehamilan 8-10 minggu dan terdapat masalah kebidanan, yaitu ibu mengalami
abortus imminens. Diperoleh evaluasi yaitu ibu telah diberikan KIE tentang pola
istirahat, tidarh baring, dan aktifitas seksual selama hamil.

20
21

DAFTAR PUSTAKA

Handayani, S. R, dan Mulyati, T. S. 2017. Dokumentasi Kebidanan. Kementerian


Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Manuaba, I G B. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB. Jakarta:


EGC. PP : 113-7

Saifuddin, AB dkk. 2014. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Jakarta: YB


PSP

Sari, R. D. S, dan Prabowo, A, Y. 2018. Buku Ajar Perdarahan Pada Kehamilan


Trimester 1. Lampung : Universitas Lampung

Wildan, M & Hidayat. AAA. 2012. Dokumentasi Kebidanan. Jakarta: Salemba


Medika

World Health Organization. 2013. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di


Fasilitas kesehatan Dasar dan Rujukan. Jakarta : Kemenkes