Anda di halaman 1dari 4

PROTOKOL LAYANAN DISINFEKSI PMI UNTUK COVID-19

Sebagai upaya pencegahan penyabaran COVID-19 akibat droplet yang menempel di


permukaan perlu dilakukan disinfeksi lingkungan di area public seperti transportasi publik,
pasar, tempat pengumpulan masa dalam jumlah banyak, restoran/rumah makan, sekolah,
pesantren, masjid, tempat peribadahan, dan fasilitas umum lainnya.
Fokus layanan disinfektan PMI antara lain:
1. Disinfeksi fasilitas umum antara lain Masjid, gereja, sekolah, pasar, kantor
pemerintah, posyandu, puskesmas dll.
2. PMI tidak melayani permintaan untuk rumah keluarga, kecuali ada kasus positif di
lingkungan rumah
3. Penyemprotan dirumah disarankan agar dilakukan mandiri spraying menggunakan alat
semprot manual dan karbol dan sejenisnya
TATA CARA DISINFEKSI
1. Alat dan Bahan
a. Alat
 ULV (Cold Fogger, Mist Blower, DAF 3000)
 Sprayer (Elektrik atau Manual)
 Lap Flanel/Kain Microfiber/Mop
 Kelistrikan
 APD (Masker N95, sarung tangan, pakaian pelindung, kacamata google, dll)

Peralatan secara detail, silahkan merujuk pada : Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
27 Tahun 2017 tentang pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas
pelayanan kesehatan.

b. Bahan
 Disinfektan. Jenis disinfektan yang dapat digunakan antara lain:
No Jenis Zat Aktif Takaran Contoh Merk Dagang
.
1 Larutan Pemutih Hipoklorit 30ml (2 Sendok  Bayclin
Makan) per 1L  So Klin Pemutih
air  Proklin
 Prokleen, dll
2 Karbol/Lysol Fenol 30ml (2 Sendok  Wipol
Makan) per 1L  Supersol
air  Bebek Karbol Wangi
 SOS Karbol Wangi
3 Pembersih Lantai Benzalkonium 1 Tutup Botol  Super Pell
Klorida per 5 liter air  So Klin Pembersih Lantai
 SOS Pembersih Lantai
 Harpic
 Dettol Floor Cleaner,dll

 Sabun untuk cuci tangan


 Hand Sanitizer

1
2. Pakaian Pelindung
a) Gunakan baju pelindung seperti Jas hujan/Coverall yang berfungsi untuk
menghindari paparan bahan kimia untuk disinfeksi.
b) Pakaian pelindung dapat digunakan berulang kali dengan perawatan setelah
digunakan direndam dalam air dan diangin-anginkan (dikeringkan).

3. Langkah-langkah Disinfeksi Permukaan


a) Gunakan Alat Pelindung Diri (terutama masker dan sarung tangan sekali pakai pada
saat membersihkan dan mendisinfeksi permukaan. Sarung tangan harus dibuang
setelah setiap pembersihan, setelah sebelumnya dirusak terlebih dahulu agar tidak
disalahgunakan. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat digunakan kembali,
sarung tangan tersebut HARUS DIGUNAKAN KHUSUS UNTUK MEMBERSIHKAN DAN
MENDISINFEKSI PERMUKAAN TERINDIKASI TERKONTAMINASI dan tidak boleh
digunakan untuk kegiatan lain.
b) Permukaan yang kotor harus dibersihkan dahulu menggunakan deterjen/sabun dan
air sebelum disinfeksi
c) Baca petunjuk penggunaan produk yang digunakan untuk membersihkan dan
mendisinfeksi,
d) Siapkan lap flanel/kain microfiber/mop atau sprayer
e) Siapkan cairan disinfektan sesuai takaran atau petunjuk penggunaan.
f) Disinfeksi permukaan datar dilakukan dengan sprayer
g) Disinfeksi permukaan tidak datar seperti tiang, pegangan tangan, dan sebagainya,
disinfeksi dilakukan menggunakan lap flanel/kain microfiber
h) Untuk disinfeksi dengan lap flanel/kain microfiber/mop dapat dilakukan dengan 2
(dua) cara:
 Rendam lap flanel/kain microfiber ke dalam air yang telah berisi cairan
disinfektan. Lakukan penggelapan pada permukaan dan biarkan tetap basah
selama 10 menit, atau
 Semprotkan cairan disinfektan pada lap flanel/kain microfiber dan lakukan
pengelapan secara zig-zag atau memutar dari tengah keluar.

i) Untuk disinfeksi dengan cara penyemprotan, isi ULV atau sprayer dengan cairan
disinfektan kemudian semprotkan ke permukaan yang akan didisinfeksi.
j) Penyemprotan dilakukan tidak melawan arah angin
k) Untuk disinfeksi benda dengan permukaan berpori seperti lantai berkarpet,
permadani dan tirai, disinfeksi dapat dilakukan dengan cara mencuci dengan air
hangat atau menggunakan produk dengan klaim pathogen virus baru yang cocok
untuk permukaan berpori.
l) Untuk disinfeksi ventilasi buatan, sebelum dinyalakan lakukan penyemprotan pada
evaporator, blower dan penyaring udara (filter) dengan botol sprayer yang telah
berisi cairan disinfektan. Dilanjutkan dengan disinfeksi pada permukaan chasing
indoor AC. Pada AC Sentral dilakukan disinfeksi permukaan pada mounted dan kisi-
kisi exhaust dan tidak perlu dibilas
m) Lepaskan APD dan segera cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah
disinfeksi selesai
n) Penyimpanan alat spraying disesuaikan dengan petunjuk penyimpanan alat
o) Bahan spraying ditutup rapat dan di jauhkan dari jangkauan anak-anak

2
3. Lokasi Disinfeksi Permukaan
Disinfeksi dilakukan terhadap permukaan sesuai dengan lokasi sebagai berikut:

Jenis Permukaan yang


No Lokasi Pilihan Jenis Disinfeksi Frekuensi
di didisinfeksi)
1 Rumah Lantai, meja, kursi, Larutan pemutih (tidak Sehari sekali
gagang pintu, pegangan untuk logam)
tangga, computer dan Larutan klorin (tidak
keyboard, remote, untuk logam)
saklar lampu, toilet, Karbol/Lysol
westafel, dsb. Pembersih lantai
2 Area Publik Lantai, permukaan 3 Kali sehari
pegangan
tangga/escalator,
tombol lift, pegangan
pintu, mesin ATM,
mesin kasir, alat
pembayaran
elektronik, metal
detector, kaca etalase,
area bermain anak,
musholla, toilet dan
fasilitas umum lainnya.
3 Transportasi Lantai, mesin tapping Secara berkala
Publik tiket, pintu, pegangan setiap hari
tangan pada pintu,
handgrip, tiang, kursi,
jendela, sarung jok, Larutan pemutih (tidak
sabuk pengaman, untuk logam)
kemudi, toilet, Larutan klorin (tidak
westafel, dan fasilitas untuk logam)
umum lainnya. Karbol/Lysol
4 Pasar dan Lantai, pegangan Pembersih lantai 3 Kali sehari
Pedagang Kaki tangga, pegangan Disinfektan diamin
Lima pintu/rolling door, Disinfektan peroksida
toilet, wastafel,
kios/los, meja
pedagang, tempat
penyimpanan uang,
gudang atau tempat
penyimpanan, tempat
parker, mesin parker,
dan fasilitas umum
lainnya.
5 Sekolah Lantai, pegangan 3 kali sehari
tangga, meja dan kursi,
pegangan pintu masuk,
toilet, wastafel,
urinoir, alat
peraga/edukasi,
computer dan
keyboard, alat-alat
pendukung
pembelajaran, dan

3
Jenis Permukaan yang
No Lokasi Pilihan Jenis Disinfeksi Frekuensi
di didisinfeksi)
fasilitas umum lainnya.
6 Pesantren Lantai, permukaan 3 kali sehari
pegangan tangga,
pegangan pintu,
asrama santri, ruang
kelas, masjid, dapur,
kantin pesantren,
dispenser.
7 Masjid/Musholla Lantai, permukaan 3 kali sehari
pegangan
tangga/escalator,
tombol lift, pegangan
pintu, jendela,
mimbar, microphone,
toilet, tempat wudhu,
tempat penyimpanan
alat salat,
karpet/sajadah,
perlengkapan sholat
dan fasilitas umum
lainnya.
8 Restoran/Rumah Lantai, dapur, tempat Larutan pemutih (tidak 3 kali sehari
Makan penyimpanan bahan untuk logam)
baku, meja penyajian, Larutan klorin (tidak
meja dan kursi makan, untuk logam)
alat pembayaran Pembersih lantai
elektronik, mesin kasir, Disinfektan diamin
permukaan tangga, Disinfektan peroksida
pegangan pintu,
westafel, dan fasilitas
umum lainnya.

Sumber:
Pandan Pencegahan Penularan COVID-19 di tempat dan fasilitas umum
Kementerian Kesehatan RI, 2020
Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Direktorat Kesehatan Lingkungan