Anda di halaman 1dari 383

Hak Cipta  dan Hak Penerbitan dilindungi Undang-undang ada pada

Universitas Terbuka - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi


Jalan Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan – 15418
Banten – Indonesia
Telp.: (021) 7490941 (hunting); Fax.: (021) 7490147;
Laman: www.ut.ac.id

Dilarang mengutip sebagian ataupun seluruh buku ini


dalam bentuk apa pun, tanpa izin dari penerbit

Edisi Kesatu
Cetakan pertama, Juni .2016
Cetakan kedua, November 2016

Penulis : Ratih Purbasari, M.S.M.


Penelaah Materi : M. Firman Karim, S.Sos, M.Si.
Pengembang Desain Innstruksional : Setyo Kuncoro, S.S, M.A.

Desain oleh Tim P2M2 :


Kover & Ilustrasi : Aris Suryana
Tata Letak : Adang Sutisna
Penyunting Bahasa : Nurul Hikmah

658.049

PUR PURBASARI, Ratih


m Materi pokok bisnis internasional; 1 – 9/ADBI4432/ 3 sks /
Ratih Purbasari. – Cet 2; Ed.1 --, Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka, 2016.
465 hal: ill., 21 cm.
ISBN: 978-602-392-030-3.

1. bisnis internasional
I. Judul
ix

Tinjauan Mata Kuliah

M ata kuliah Bisnis Internasional adalah suatu studi yang mempelajari


aktivitas berupa transaksi bisnis di antara lebih dari dua negara yang
melibatkan semua aspek yang berkaitan dengan aktivitas bisnis itu sendiri
dalam konteks global. Aspek-aspek tersebut mencakup antara lain
karakteristik bisnis internasional; teori ekonomi bisnis internasional;
kekuatan dan perbedaan ekonomi, politik, hukum, dan budaya dalam bisnis
internasional; sistem bisnis internasional; dinamika organisasi internasional;
memahami sistem moneter internasional; perdagangan dan investasi dalam
bisnis internasional; serta strategi pengelolaan bisnis internasional. Materi-
materi inilah yang akan dipelajari secara menyeluruh pada mata kuliah Bisnis
Internasional.
Tujuan instruksional umum dari pembelajaran mata kuliah Bisnis
Internasional bagi mahasiswa Universitas Terbuka adalah mampu
mendefinisikan konsep-konsep bisnis internasional serta memiliki
kemampuan untuk mengaplikasikan dan menganalisis berbagai praktik bisnis
internasional.
Oleh karena itu, pokok bahasan yang dibahas dalam buku materi pokok
ini disusun sedemikian rupa agar mahasiswa memiliki pengertian dan
pemahaman yang utuh dan benar mengenai bisnis internasional. Dengan
memberikan berbagai kasus yang relevan untuk tiap pokok bahasan,
diharapkan dapat mempermudah mahasiswa untuk memahami konsep mata
kuliah ini. Tujuan-tujuan kompetensi khusus (tujuan pembelajaran setiap
modul) tersebut dapat disimak dalam analisis kompetensi pada uraian berikut.
Keseluruhan materi cara berpikir sistem bisnis ini akan disajikan dalam
sembilan modul yang terdiri atas berikut ini.

Modul 1: Karakteristik Bisnis Internasional


Pada Modul 1, mahasiswa akan mempelajari definisi bisnis
internasional; pentingnya mempelajari bisnis internasional; tujuan dan
manfaat bisnis internasional; kekuatan yang mendasari bisnis internasional;
konsep globalisasi; pemicu globalisasi; perusahaan multinasional, global,
internasional, dan transnasional; sejarah bisnis internasional; serta model
bisnis internasional. Untuk lebih mudah dipelajari secara sistematis,
subpokok bahasan tersebut akan dibagi dalam dua kegiatan belajar. Dalam
x

Kegiatan Belajar 1, akan dibahas mengenai konsep dasar bisnis internasional.


Dalam Kegiatan Belajar 2, akan dibahas mengenai konsep globalisasi.
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat mendefinisikan
konsep dasar, karakteristik bisnis internasional, globalisasi, dan perusahaan
dalam konteks internasional.

Modul 2: Teori Ekonomi Bisnis Internasional


Pada modul selanjutnya, mahasiswa akan mempelajari apa saja teori-
teori yang melatarbelakangi munculnya bisnis internasional, pentingnya
mengetahui teori ekonomi internasional, serta mempelajari beberapa teori
kontemporer bisnis internasional. Untuk lebih mudah dipelajari secara
sistematis, subpokok bahasan tersebut akan dibagi dalam dua kegiatan
belajar. Dalam Kegiatan Belajar 1, akan dibahas mengenai pengantar teori
ekonomi bisnis internasional. Dalam Kegiatan Belajar 2, akan dibahas
mengenai teori kontemporer bisnis internasional. Setelah mempelajari Modul
2 ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan teori yang menjadi latar
belakang munculnya bisnis internasional, alasan pentingnya mempelajari
bisnis internasional, dan menjelaskan teori-teori bisnis internasional.

Modul 3: Kekuatan-kekuatan Lingkungan Luar Negeri


Pada Modul 3, mahasiswa akan mempelajari berbagai kekuatan dalam
lingkungan internasional yang mendukung aktivitas bisnis internasional.
Untuk lebih mudah dipelajari secara sistematis, subpokok bahasan tersebut
akan dibagi dalam dua kegiatan belajar. Dalam Kegiatan Belajar 1, akan
dibahas mengenai kekuatan keuangan, ekonomi, dan sosioekonomi dalam
lingkup bisnis internasional. Dalam Kegiatan Belajar 2, akan dibahas
mengenai kekuatan fisik dan lingkungan dalam lingkup bisnis internasional.
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan
dan mengambil contoh dari setiap aspek yang berkaitan dengan kekuatan-
kekuatan dalam lingkungan bisnis internasional.

Modul 4: Perbedaan Sistem Politik, Ekonomi, Hukum, dan Budaya


dalam Bisnis Internasional
Pada Modul 4, mahasiswa akan mempelajari berbagai perbedaan dari
aspek ekonomi, politik, hukum, dan budaya yang ada dalam bisnis
internasional. Untuk lebih mudah dipelajari secara sistematis, subpokok
bahasan tersebut akan dibagi dalam dua kegiatan belajar. Dalam Kegiatan
xi

Belajar 1, akan dibahas mengenai perbedaan sistem politik dan ekonomi


dalam bisnis internasional. Dalam Kegiatan Belajar 2, akan dibahas
mengenai perbedaan hukum dan budaya dalam bisnis internasional. Setelah
mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan dan
mengambil contoh dari setiap aspek yang berkaitan dengan perbedaan-
perbedaan dalam lingkungan bisnis internasional.

Modul 5: Sistem Bisnis Internasional


Pada Modul 5 ini, akan dibahas mengenai apa saja instrumen-instrumen
kebijakan yang menyusun sistem bisnis internasional. Selain itu, mahasiswa
juga akan mempelajari beberapa kasus intervensi pemerintah berkaitan
dengan bisnis internasional serta proses terbentuknya sistem bisnis global.
Untuk lebih mudah dipelajari secara sistematis, subpokok bahasan tersebut
akan dibagi dalam dua kegiatan belajar. Dalam Kegiatan Belajar 1, akan
dibahas mengenai instrumen-instrumen kebijakan bisnis internasional. Dalam
Kegiatan Belajar 2, akan dibahas mengenai pembangunan sistem bisnis
global. Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat
menjelaskan konsep-konsep mengenai sistem bisnis internsional serta mampu
mengambil contoh dan menganalisis kasus-kasus yang berkaitan dengan
praktik instrumen kebijakan perdagangan/bisnis di beberapa negara dalam
konteks internasional.

Modul 6: Dinamika Organisasi Internasional


Pada Modul 6, mahasiswa akan mempelajari hubungan antara
organisasi-organisasi internasional dan bisnis internasional, berbagai
organisasi dan peranannya masing-masing, serta pengelompokan regional
negara-negara di dunia. Untuk lebih mudah dipelajari secara sistematis,
subpokok bahasan tersebut akan dibagi dalam dua kegiatan belajar. Dalam
Kegiatan Belajar 1, akan dibahas mengenai organisasi dalam bisnis
internasional. Dalam Kegiatan Belajar 2, akan dibahas mengenai
pengelompokan regional negara-negara di dunia. Setelah mempelajari modul
ini, mahasiswa diharapkan akan mampu mendefinisikan konsep dasar
mengenai organisasi internasional dan mampu menjelaskan hubungannya
dengan bisnis internasional.
xii

Modul 7: Memahami Sistem Moneter Internasional


Pada Modul 7 ini, akan dibahas mengenai pendekatan moneter terhadap
neraca pembayaran; mekanisme moneter dari penyesuaian neraca
pembayaran; pertumbuhan, inflasi, dan rekening uang; standar emas; sistem
kurs tukar tetap dan kurs tukar mengambang; serta pasar uang dan valuta
asing. Untuk lebih mudah dipelajari secara sistematis, subpokok bahasan
tersebut akan dibagi dalam dua kegiatan belajar. Dalam Kegiatan Belajar 1,
akan dibahas mengenai pendekatan moneter internasional. Dalam Kegiatan
Belajar 2, akan dibahas mengenai standar emas, pasar uang, dan valuta asing.
Setelah mempelajari Modul 7, mahasiswa diharapkan mampu mendefinisikan
konsep-konsep dalam sistem moneter internasional serta mampu mengambil
contoh praktik sistem kurs, pasar uang, dan valuta asing di beberapa negara.

Modul 8: Perdagangan dan Investasi dalam Bisnis Internasional


Pada Modul 8, mahasiswa akan mempelajari konsep dasar perdagangan
internasional tentang volume perdagangan, relevansinya bagi para pelaku
bisnis, dan memberikan gambaran mengenai arah perdagangan internasional.
Selain itu, pada modul ini, akan turut dibahas mengenai investasi langsung
luar negeri (foreign direct investment/FDI) dan relevansinya bagi para pelaku
bisnis internasional. Untuk lebih mudah dipelajari secara sistematis,
subpokok bahasan tersebut akan dibagi dalam dua kegiatan belajar. Dalam
Kegiatan Belajar 1, akan dibahas mengenai cara memasuki pasar
internasional. Dalam Kegiatan Belajar 2, akan dibahas mengenai investasi
luar negeri (foreign investment). Setelah mempelajari Modul 8 ini,
mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan menganalisis konsep
perdagangan internasional, mampu menganalisis cara-cara memasuki pasar
internasional, melakukan pertimbangan dalam memilih salah satu cara
memasuki pasar tersebut, serta mampu menganalisis investasi luar negeri dan
bagaimana relevansinya bagi pelaku bisnis internasional.

Modul 9: Strategi Pengelolaan Bisnis Internasional


Pada Modul 9 ini, akan dibahas mengenai semua aspek bisnis dalam
konteks lingkungan organisasi yang mencakup strategi internasional, desain
dan pengendalian organisasi, pemasaran internasional, manajemen sumber
daya dan etika bisnis internasional, manajemen keuangan, serta manajemen
operasi global. Untuk lebih mudah dipelajari secara sistematis, subpokok
bahasan tersebut akan dibagi dalam dua kegiatan belajar. Dalam Kegiatan
xiii

Belajar 1, akan dibahas mengenai strategi internasional, desain, dan


pengendalian organisasi. Dalam Kegiatan Belajar 2, akan dibahas mengenai
manajemen pemasaran, SDM, serta operasi dan keuangan dalam bisnis
internasional. Setelah mempelajari Modul 9, mahasiswa diharapkan memiliki
kemampuan mendefinisikan konsep dasar lingkungan organisasi dalam
konteks global serta mampu mengambil contoh dan menganalisis berbagai
kasus yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi bisnis dalam
lingkungan organisasi internasional.

Sebagaimana lazimnya bahan ajar, tidak mungkin seluruh topik yang ada
dari suatu disiplin ilmu dapat dibahas sekaligus. Oleh karena itu, Anda
dianjurkan untuk menambah wawasan dari berbagai sumber belajar lain
seperti
1. Ball, Donald A., et al. 2004. Bisnis Internasional Buku Satu, terj.
Syahrizal Noor. Jakarta: Salemba Empat;
2. Mitchell, Charles. 2001. Memahami Budaya Bisnis Internasional:
Membangun Bisnis Internasional Melalui Kesadaran Budaya. Jakarta:
Penerbit PPM;
3. Rusdin. 2002. Bisnis Internasional dalam Pendekatan Praktek.
Bandung: Alfabeta;
4. dan lain-lain.

Untuk lebih memaksimalkan pemahaman dan penguasaan serta


memperluas wawasan mahasiswa mengenai materi mata kuliah ini,
mahasiswa dianjurkan membuat kelompok kecil untuk mengerjakan tugas
bersama dan berdiskusi untuk mencari solusi setiap kasus yang berkaitan
dengan isu bisnis internasional sehingga dapat memperkaya pengetahuan.
Selain itu, mahasiswa dapat pula mengikuti tutorial dengan media e-laerning
atau tutorial online yang telah diselenggarakan oleh UT.
xiv

Peta Kompetensi
Bisnis Internasional/ADBI4432/3SKS
iii

Daftar Isi
TINJAUAN MATA KULIAH ............................................................... ix

MODUL 1: KARAKTERISTIK BISNIS INTERNASIONAL 1.1


Kegiatan Belajar 1:
Konsep Dasar Bisnis Internasional ........................................................ 1.3
Latihan .................................................................................................... 1.13
Rangkuman ............................................................................................ 1.14
Tes Formatif 1 ........................................................................................ 1.14

Kegiatan Belajar 2:
Konsep Globalisasi ................................................................................. 1.18
Latihan …………………………………………................................... 1.34
Rangkuman ............................................................................................ 1.34
Tes Formatif 2 ……………………………..…….................................. 1.35

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ................................................. 1.39


GLOSARIUM ........................................................................................ 1.40
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 1.43

MODUL 2: TEORI EKONOMI BISNIS INTERNASIONAL 2.1


Kegiatan Belajar 1:
Pengantar Teori Ekonomi Bisnis Internasional ...................................... 2.3 Organ
Latihan …………………………………………................................... 2.15
Rangkuman …………………………………........................................ 2.16
Tes Formatif 1 ……………………………..…….................................. 2.16

Kegiatan Belajar 2:
Teori Kontemporer Bisnis Internasional ................................................ 2.20
Latihan …………………………………………................................... 2.27
Rangkuman …………………………………........................................ 2.27
Tes Formatif 2 ……………………………..…….................................. 2.28

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ................................................. 2.31


GLOSARIUM ........................................................................................ 2.32
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 2.34
iv

MODUL 3: KEKUATAN–KEKUATAN LINGKUNGAN LUAR


NEGERI 3.1
Kegiatan Belajar 1:
Kekuatan Ekonomi dan Keuangan dalam Lingkup Bisnis Internasional 3.3
Latihan …………………………………………................................... 3.33
Rangkuman …………………………………........................................ 3.34
Tes Formatif 1 ……………………………..…….................................. 3.35

Kegiatan Belajar 2:
Kekuatan Fisik dan Lingkungan dalam Lingkup Bisnis Internasional .. 3.37
Latihan …………………………………………................................... 3.52
Rangkuman …………………………………........................................ 3.53
Tes Formatif 2 ……………………………..…….................................. 3.54

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ................................................. 3.56


GLOSARKUM ...................................................................................... 3.57
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 3.59

MOD U L 4 : P ERB E D AAN SI ST EM P OL I T I K, EK ON OMI,


HU KU M, D AN B U D AY A D A LAM B IS NI S
INT ER N ASI O N AL 4.1
Kegiatan Belajar 1:
P er b ed aa n Si s te m P o lit i k d a n E ko no mi d a la m B i s ni s
I n ter na s io nal ..... ...... .... ........ ...... ...... ...... ...... ... ........ ... 4.3
Latihan …………………………………………................................... 4.12
Rangkuman …………………………………........................................ 4.12
Tes Formatif 1 ……………………………..…….................................. 4.13

Kegiatan Belajar 2:
Perbedaan Sistem Hukum dan Budaya dalam Bisnis Internasional ....... 4.17
Latihan …………………………………………................................... 4.56
Rangkuman …………………………………........................................ 4.57
Tes Formatif 2 ……………………………..…….................................. 4.57

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ................................................. 4.61


GLOSARIUM ........................................................................................ 4.62
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 4.63
v

MODUL 5: SISTEM BISNIS INTERNASIONAL 5.1


Kegiatan Belajar 1:
Instrumen-instrumen Kebijakan Bisnis Internasional ............................ 5.3
Latihan …………………………………………................................... 5.11
Rangkuman …………………………………........................................ 5.12
Tes Formatif 1 ……………………………..…….................................. 5.13

Kegiatan Belajar 2:
Pembangunan Sistem Bisnis Global ...................................................... 5.16
Latihan …………………………………………................................... 5.27
Rangkuman …………………………………........................................ 5.27
Tes Formatif 2 ……………………………..…….................................. 5.28

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ................................................. 5.32


GLOSARIUM ........................................................................................ 5.33
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 5.36

MOD U L 6 : DI N AMI K A O RG ANI S ASI


I NT ER N ASI O N AL 6.1
Kegiatan Belajar 1:
Organisasi dalam Bisnis Internasional ................................................... 6.3
Latihan …………………………………………................................... 6.14
Rangkuman …………………………………........................................ 6.14
Tes Formatif 1 ……………………………..…….................................. 6.15

Kegiatan Belajar 2:
P en ge lo mp o ka n R e gio n a l N e gar a - n e gara ..... ...... ........ ... 6.19
Latihan …………………………………………................................... 6.28
Rangkuman …………………………………........................................ 6.28
Tes Formatif 2 ……………………………..…….................................. 6.29

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ................................................. 6.32


GLOSARIUM ........................................................................................ 6.33
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 6.35
vi

MODUL 7: MEMAHAMI SISTEM MONETER INTERNASIONAL 7.1


Kegiatan Belajar 1:
Pendekatan Moneter Internasional ......................................................... 7.3
Latihan …………………………………………................................... 7.20
Rangkuman …………………………………........................................ 7.21
Tes Formatif 1 ……………………………..…….................................. 7.21

Kegiatan Belajar 2:
Standar Emas, Pasar Uang, dan Valuta Asing ....................................... 7.25
Latihan …………………………………………................................... 7.38
Rangkuman …………………………………........................................ 7.39
Tes Formatif 2 ……………………………..…….................................. 7.39

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ................................................. 7.43


GLOSARIUM ........................................................................................ 7.46
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 7.47

MOD U L 8 : P ERD AG AN G AN D AN I NVE ST AS I


D ALAM B I S NI S I NT E R N A SI O N AL 8.1
Kegiatan Belajar 1:
Car a M e ma s u ki P as ar I n ter na sio n al ...... ...... ..... . ........ ... 8.3
Latihan …………………………………………................................... 8.26
Rangkuman …………………………………........................................ 8.27
Tes Formatif 1 ……………………………..…….................................. 8.28

Kegiatan Belajar 2:
Investasi Luar Negeri (Foreign Investment) .......................................... 8.32
Latihan …………………………………………................................... 8.39
Rangkuman …………………………………........................................ 8.40
Tes Formatif 2 ……………………………..…….................................. 8.41

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ................................................. 8.44


GLOSARIUM ........................................................................................ 8.47
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 8.48
vii

MODUL 9: STRATEGI PENGELOLAAN BISNIS


INTERNASIONAL ........................................................... 9.1
Kegiatan Belajar 1:
Strategi Internasional, Desain, dan Pengendalian Organisasi ................ 9.3
Latihan …………………………………………................................... 9.24
Rangkuman …………………………………........................................ 9.25
Tes Formatif 1 ……………………………..…….................................. 9.25

Kegiatan Belajar 2:
Ma naj e me n P e ma sar a n, SD M, Op er as i, d a n Ke ua n g a n
d ala m B i s ni s I n ter na s io na l ... ..... ...... ...... ...... ... ........ ..... 9.29
Latihan …………………………………………................................... 9.72
Rangkuman …………………………………........................................ 9.73
Tes Formatif 2 ……………………………..…….................................. 9.74

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF ................................................. 9.78


GLOSARIUM ........................................................................................ 9.81
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 9.82
Modul 1

Karakteristik Bisnis Internasional


Ratih Purbasari, M.S.M.

PE N DA H UL U AN

E ra globalisasi saat ini sangat jelas menunjukkan hubungan atau


keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh
dunia. Salah satu sebab globalisasi adalah kecenderungan segala sesuatunya
berpengaruh terhadap perekonomian dunia. Globalisasi perekonomian
merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, yaitu negara-
negara di seluruh dunia menjadi satu kegiatan pasar yang semakin
terintegrasi tanpa rintangan batas teritorial negara. Berbicara globalisasi tidak
terlepas dari ekonomi internasional. Dalam banyak hal, globalisasi
mempunyai karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga
kedua istilah ini sering dipertukarkan. Ekonomi internasional mencakup
masalah hubungan ekonomi antarnegara satu dengan negara lain. Hubungan
ekonomi yang dimaksud di sini paling tidak mencakup tiga bentuk yang
berbeda satu sama lain meskipun yang satu saling berkaitan dengan yang
lain. Hubungan ekonomi tersebut dapat berupa pertukaran hasil atau output,
pertukaran sarana produksi atau faktor produksi, dan hubungan utang
piutang.
Pengertian hasil atau output meliputi output barang dan output jasa.
Output, baik yang berupa barang maupun jasa, dari suatu negara ditukar
dengan output negara lain. Hubungan tukar-menukar ini disebut dengan
hubungan perdagangan.
Bentuk hubungan ekonomi yang kedua adalah pertukaran sarana
produksi atau faktor produksi. Yang dimaksudkan dalam sarana produksi
misalnya adalah modal, tenaga kerja, dan teknologi.
Bentuk hubungan ekonomi yang ketiga adalah hubungan utang piutang.
Suatu negara dapat memiliki utang atau piutang dengan negara lain.
Hubungan utang piutang ini timbul biasanya disebabkan oleh adanya
hubungan perdagangan dan hubungan pertukaran sarana produksi. Sebagai
contoh, Timor Leste mengimpor kapal dari Indonesia dan dibayar dengan
cara kredit. Hubungan dagang yang timbul adalah impor kapal oleh Timor
1.2 Bisnis Internasional 

Leste telah mengakibatkan Timor Leste memiliki utang pada pengusaha


kapal di Indonesia (Firman, 2006).
Pada Modul 1 ini, mahasiswa akan mempelajari pengertian bisnis
internasional; sejarah bisnis internasional; pentingnya mempelajari bisnis
internasional; tujuan dan manfaat bisnis internasional; kekuatan yang
mendasari bisnis internasional; konsep globalisasi; pemicu globalisasi;
perusahaan multinasional, global, internasional, dan transnasional; serta
model bisnis internasional.
Materi yang akan dibahas dalam modul ini disajikan dalam dua kegiatan
belajar berikut.
Kegiatan Belajar 1: Konsep Dasar Bisnis Internasional
Kegiatan Belajar 2: Konsep Globalisasi

Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat


mendefinisikan konsep dasar, karakteristik bisnis internasional, serta
globalisasi dan perusahaan dalam konteks internasional. Setelah mempelajari
modul ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan
1. konsep-konsep dasar mengenai bisnis internasional,
2. konsep-konsep dasar mengenai globalisasi.

Selamat belajar, semoga sukses.


 ADBI4432/MODUL 1 1.3

Kegiatan Belajar 1

Konsep Dasar Bisnis Internasional

A. PENGERTIAN BISNIS INTERNASIONAL

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat


membawa dampak pada kemajuan bidang komunikasi, transportasi, dan
informasi. Seiring dengan kondisi tersebut, jumlah penduduk dunia terus
bertambah, sedangkan sumber-sumber alam atau faktor-faktor produksi
cenderung terbatas. Setiap negara memiliki keterbatasan dan kelebihannya
sehingga mendorong aktivitas bisnis yang ada pada suatu negara untuk
melakukan ekspansi ke luar negeri. Bisnis domestik yang selama ini
dilakukan oleh perusahan-perusahaan nasional mulai ditinggalkan untuk
beranjak ke bisnis yang berskala internasional atau dengan kata lain
perusahaan mulai terlibat dalam bisnis internasional.
Pengertian mengenai bisnis internasional telah dikemukakan oleh banyak
ahli seperti berikut.

1. Rugman dan Hodgetts (1995)

International business is the study of transactions taking place


across national borders for the purpose of satisfying the needs of
individuals and organizations.

2. Griffin dan Pustay (1996)

International Business is any business transaction between parties


from more than one country is part of international business.

3. Ball dan Wendell (2004) (alih bahasa Syahrizal Noor)


Bisnis internasional merupakan bisnis yang kegiatan-kegiatannya
melewati batas-batas negara. Definisi ini tidak hanya termasuk perdagangan
internasional dan pemanukfaturan di luar negeri, tetapi juga industri jasa
yang berkembang di bidang-bidang, seperti transportasi, pariwisata,
perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar,
dan komunikasi massa.
1.4 Bisnis Internasional 

Dengan demikian, bisnis internasional dapat diartikan sebagai aktivitas


yang berupa transaksi bisnis di antara lebih dua negara yang melibatkan
pihak-pihak individu perorangan, individu perusahaan, kelompok
perusahaan, atau agen-agen internasional dan juga diartikan sebagai studi
yang mempelajari aktivitas tersebut (Rusdin, 2002).
Bagaimana bisnis internasional dibedakan dengan bisnis domestik?
Sehubungan dengan dua istilah tersebut, Griffin dan Pustay (1996)
mengemukakan hal berikut.

Simply put, domestic business involves transaction occurring within


the boundaries. More substantively, international business can differ
from domestic business for a number of reasons, including the
following:
1. the countries involved may use different countries, forcing at
least one party to convert;
2. the legal system of the countries may differ, forcing one or
more parties to adjust their behavior to comply with local
law; occasionally, the mandats of the legal system may be
incompatible;
3. the cultures of the countries may differ, forcing each party to
adjust its behavior meet the expectations of the other;
4. the availability of resources differ by country; one country
may be rich in natural resources but poor in skilled labor.

Dengan demikian, secara sederhana bisnis domestik adalah bisnis yang


melibatkan transaksi di dalam suatu kesatuan. Secara lebih perinci perbedaan
antara bisnis internasional dan bisnis domestik terletak pada masalah mata
uang, sistem hukum, serta budaya dan ketersediaan sumber daya yang
berbeda antara satu negara dan negara lainnya. Bisnis internasional
merupakan praktik bisnis yang melibatkan seluruh pertimbangan tersebut
karena melibatkan beberapa negara. Sementara itu, bisnis domestik
merupakan aktivitas bisnis yang terjadi pada suatu negara tempat penggunaan
mata uang, budaya, sistem hukum, dan sumber-sumbernya relatif sama.
Dalam kaitannya dengan pengertian bisnis internasional, terdapat istilah-
istilah yang kadang-kadang dihubungkan atau dipersepsikan sama dengan
bisnis internasional, padahal esensinya berbeda. Istilah-istilah yang dimaksud
sebagai berikut.

1. Bisnis domestik adalah aktivitas bisnis yang secara nyata ditujukan pada
aktivitas bisnis dalam negeri. Suatu perusahaan yang berkecimpung
 ADBI4432/MODUL 1 1.5

dalam pemasaran domestik mungkin melakukan hal ini secara sadar


sebagai strategi yang dipilih atau mungkin secara tidak sadar
memfokuskan pada pasar domestik dengan maksud menghindari
tantangan belajar cara memasarkan ke luar negeri.
2. Bisnis internasional: bertindak lebih jauh lagi dari bisnis domestik dan
bukan sekadar pemasaran ekspor, tetapi lebih jauh terlibat dalam
lingkungan pemasaran dalam negara tempat perusahaan tadi melakukan
bisnis.
3. Bisnis multinasional: dalam bisnis multinasional, organisasi pemasaran
internasional dimulai dengan memfokuskan pada pemanfaatan
pengalaman dan produk perusahaan. Perusahaan menyadari perbedaan
dan keunikan lingkungan dalam negara, menentukan peranan baru untuk
hal itu sendiri, serta melakukan adaptasi pemasaran perusahaan pada
kebutuhan dan keinginan yang unik dari pelanggan negara itu.
4. Bisnis global/transnasional, yaitu bisnis yang memfokuskan pada
pemanfaatan aset, pengalaman, serta produk perusahaan secara global dan
melakukan penyesuaian pada apa yang benar-benar unik berbeda dalam
setiap negara (Rusdin, 2002).

B. SEJARAH BISNIS INTERNASIONAL

Bisnis internasional sebagai sebuah disiplin adalah relatif baru, tetapi


bisnis internasional sebagai praktik bisnis merupakan sebuah peristiwa yang
telah berlangsung lama. Bahkan, sebelum Masehi, pedagang-pedagang
Venesia dan Yunani mengirim wakil-wakil ke luar negeri untuk menjual
barang-barang mereka. Tahun 1600, British East India Company—sebuah
perusahaan dagang yang baru dibentuk—mendirikan cabang-cabang luar
negeri di Asia. Pada saat yang sama, sejumlah perusahaan Belanda yang
dibentuk tahun 1590 membuka rute-rute perjalanan ke timur untuk
membentuk Dute East India Company dan juga membuka kantor-kantor
cabang di Asia. Para pedagang kolonial Amerika mulai beroperasi dengan
model yang sama pada tahun 1700-an.
Contoh investasi langsung luar negeri Amerika yang pada awalnya
adalah perkebunan-perkebunan Inggris yang dibentuk oleh Colt Fire Arms
and Ford (karet vulkanisasi) yang didirikan sebelum perang saudara. Namun,
kedua operasi itu gagal hanya setelah beberapa tahun kemudian.
1.6 Bisnis Internasional 

Perusahaan Amerika pertama yang berhasil memasuki produksi luar


negeri adalah pabrik yang didirikan di Skotlandia oleh Singer Sewing
Machine pada tahun 1868. Pada tahun 1880, Singer telah menjadi organisasi
dunia dengan penjualan luar biasa dan beberapa pabrik pemanufakturan di
luar negeri. Perusahaan-perusahaan lainnya segera menyusul dan pada tahun
1914 paling sedikit 37 perusahaan Amerika memiliki fasilitas produksi di dua
atau tiga lokasi di luar negeri.
Di antara perusahaan-perusahaan yang telah didirikan di luar negeri itu,
salah satunya adalah National Cash Register and Burroughs dengan pabrik
manufaktur di Eropa; Parke–Davis dengan pabrik di dekat London tahun
1920; dan Ford Motor Company yang memiliki pabrik perakitan atau outlet
distribusi di 14 negara. General Motor and Chrysler segera menyusul
sehingga pada tahun 1920-an ketiga perusahaan itu memiliki operasi-operasi
di luar negeri yang besar ukurannya. Menariknya dan cukup berlawanan
dengan situasi dewasa ini, pada tahun 1920-an semua mobil yang dijual di
Jepang adalah buatan Amerika Serikat oleh Ford dan General Motor. Mereka
mengirimnya ke Jepang dalam bentuk bongkar pasang (knocked-down) untuk
dirakit di tempat. Investor lainnya yang mula-mula menanamkan modal di
luar negeri adalah General Electric yang pada tahun 1919 memiliki pabrik-
pabrik di Eropa, Amerika Latin, dan Asia. Perusahaan-perusahaan Amerika
lainnya yang terkenal di Eropa pada waktu itu adalah Alcoa, American
Tobaco, Armour, Coca-Cola, Eastman Kodak, Gillete, Quartker Oats,
Westerm Electric, dan Westinghouse.
Suatu hal yang menarik, perusahaan Amerika yang berpindah ke luar
negeri menyebabkan kekhawatiran di antara orang-orang Amerika, sama
seperti yang ditimbulkan oleh investasi Jepang di Amerika Serikat dewasa
ini. Seorang penulis mengemukakan bahwa inflasi berlanjut terus tanpa henti-
hentinya dan tanpa suara atau bayangan di dalam 500 industri sekaligus.
Sejak dari sabun cukur hingga motor-motor listrik dan dari wanita sampai
telepon, Amerika membabat habis bidang ini.
Meskipun perusahaan-perusahaan Amerika sampai sedemikian jauh
merupakan investor-investor asing terbesar, perusahaan-perusahaan Eropa
juga bergerak di luar negeri. Friedrich Bayer tertarik untuk membeli sebuah
pabrik di New York pada tahun 1865, dua tahun setelah mendirikan
pabriknya di Jerman. Kemudian, karena pajak impor yang tinggi di pasar-
pasar luar negerinya, ia bergerak maju untuk mendirikan pabrik-pabrik di
Rusia (1876) dan Prancis (1882). Bayer, yang sekarang merupakan salah satu
 ADBI4432/MODUL 1 1.7

di antara empat perusahaan kimia terbesar di dunia dengan penjualan $32


miliar pada tahun 1996, memiliki 350 perusahaan yang beroperasi di 140
negara. Setelah kehilangan hak untuk menggunakan nama Bayer di Amerika
Utara sebagai bagian dari perbaikan Perang Dunia (PD) I Jerman, perusahaan
itu memperoleh kembali haknya pada tahun 1995 dengan membeli divisi
obat-obatan over–the–counter dari Kodak yang telah menjadi pabrik dan
pemilik aspirin Bayer.

Tabel 1.1
Sejarah Bisnis Internasional
Sebelum Pedagang Venesia dan Yunani mengirim wakil-wakil ke luar negeri
Masehi untuk menjual barang-barang hasil produksinya
- British East India Company mendirikan cabang di seluruh Asia.
1600 - Perusahaan-perusahaan Belanda (berdiri tahun 1950) membuka rute-
rute perjalanan ke timur, bergabung untuk membentuk Dutch East India
Company, dan juga membuka kantor-kantor cabang di Asia.

1700 Pedagang kolonial Amerika mulai beroperasi dengan model yang sama.

1865 Bayer Jerman membeli pabrik di New York.

1868 Perusahaan Amerika pertama yang berhasil memasuki produksi luar negeri,
yaitu dengan didirikannya pabrik Singer Sewing Machine di Skotlandia.

1876 Bayer mendirikan pabrik di Rusia.

1880 Singer menjadi organisasi dunia dengan penjualan luar negeri yang luar
biasa dan beberapa pabrik manufaktur di luar negeri.

1882 Bayer mendirikan pabrik di Prancis.

1908 Bayer mendirikan pabrik di Belgia.

1914 Paling sedikit 37 perusahaan Amerika memiliki fasilitas produksi di dua atau
tiga lokasi di luar negeri (antara lain National Cash Register and Burroughs
dengan pabrik di Eropa; Parke Davis dengan pabrik di London, serta Ford
Motor Company memiliki pabrik perakitan atau outlet distribusi di 14
negara).

1919 General Electric mulai menanamkan modal di luarl negeri.

1920 General Motor and Chrysler melakukan operasi di luar negeri.


1.8 Bisnis Internasional 

Meskipun perusahaan internasional telah ada sebelum PD I, hanya


tahun-tahun terakhir inilah mereka menjadi objek dari banyak diskusi dan
penyidikan, terutama berkenaan dengan globalisasi yang terus meningkat di
dalam operasi mereka (Rusdin, 2002).

C. PENTINGNYA MEMPELAJARI BISNIS INTERNASIONAL

Mari kita kembali pada bisnis internasional, implikasi dari aktivitas


sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, dan memunculkan
kepentingan untuk mempelajari bisnis internasional. Griffin dan Pustay
(1996) mengemukakan beberapa hal yang melatarbelakangi pentingnya
mempelajari bisnis internasional sebagai berikut.

There are many different reasons why students today need to


learn more about international business. First, almost any large
organization you work for will have international operation or be
affected by the global economy. You need to understand this
increasingly important area in order to better assess career
opportunities and to interact effectively with other manager. Second,
you made eventually work for a firm that is owned by a corporation
headquarters in another country. Third, keep pace with your future
competitors. Fourth, To stay abreast of the latest business technique
and tools. Firth, to obtain cultural literacy.

Berdasarkan konsep di atas, perlunya pemahaman tentang bisnis


internasional dilakukan agar pelaku bisnis dapat mencari dan merumuskan
kebutuhan pelanggan global secara lebih baik sehingga dapat berkompetisi,
baik di lingkungan domestik maupun internasional, serta mengoordinasikan
berbagai aktivitas pemasaran dalam menghadapi kendala lingkungan global.
Secara perinci, esensi bisnis internasional mencakup aspek-aspek seperti
terlihat pada Tabel 1.2.
Dalam bisnis internasional, terdapat beberapa aktivitas pokok yang
menjadi ciri penting yang terjadi dalam bisnis internasional di berbagai
negara berikut.
1. Visible trade (merchandise export and import): perdagangan barang-
barang berwujud.
2. Invisible trade (service export and import): perdagangan dalam jasa;
bank; travel; dan akunting.
 ADBI4432/MODUL 1 1.9

Tabel 1.2
Esensi Bisnis Internasional
Tindakan
Sasaran
Penyesuaian
Pencarian kebutuhan 1. Melakukan riset pemasaran dan menganalisis segmen-
pelanggan global segmen pasar serta berupaya similaritas-similaritas dan
perbedaan-perbedaan untuk seluruh negara.
2. Mengadaptasi produk, jasa, dan elemen-elemen bauran
pemasaran untuk memuaskan kebutuhan pelanggan.
3. Memuaskan keputusan teknologi dan fabrikasi implikasi
dari biaya dan harga serta pengembangan basis data
informasi pelanggan global, seluruh distribusi, dan logistik.

Lebih baik dalam 1. Menilai, memantau, dan menjawab kompetisi global


berkompetisi dengan menawarkan nilai yang lebih baik serta
mengembangkan citra merek unggul dan penentuan posisi
produk, cakupan produk yang lebih luas, harga yang lebih
murah, kualitas tinggi, kinerja yang baik, distribusi,
periklanan, dan jasa.
2. Mengikuti bahwa para pesaing dapat meliputi BUMN-
BUMN, MNCs, dan perusahaan-perusahaaan domestik
dengan tujuan yang berlainan.
Pengoordinasian aktivitas- Mengoordinasikan dan mengintegrasikan strategi bisnis
aktivitas bisnis serta menerapkannya untuk seluruh negara, wilayah, dan
pasar global dengan melibatkan sentralisasi, delegasi,
standardisasi, serta daya tanggap lokal.

Kendala-kendala Mengakui bahwa lingkungan global meliputi variasi yang


lingkungan global kompleks disebabkan kebijakan industri, proteksionis, dan
pemerintah; perbedaaan ekonomi dan kultural; perbedaan
infrastruktur pemasaran; serta kendala finansial yang
disebabkan variasi kurs valuta asing dan laju inflasi.

Secara perinci, alasan-alasan yang melatarbelakangi pentingnya


memahami bisnis internasional sebagai berikut (Rusdin, 2002).
1. Banyak organisasi besar (mungkin tempat kita belajar/bekerja) telah
melakukan operasi di tingkat internasional dan dipengaruhi oleh
ekonomi global. Kita perlu meningkatkan pemahaman akan hal ini guna
mengembangkan peluang karier dan melakukan interaksi yang efektif
dengan manajer.
2. Usaha kecil dan menengah (UKM) sudah lebih terlibat dalam bisnis
internasioal. Dewasa ini tidak hanya MNCs yang terlibat dalam aktivitas
1.10 Bisnis Internasional 

bisnis internasional, UKM memiliki peluang yang cukup besar untuk


menjalankan aktivitas bisnis internasional.
3. Mungkin kita bekerja untuk perusahaan yang kantor pusatnya di negara
lain. Pada era globalisasi seperti saat ini, operasi perusahaan berpeluang
untuk menyebar di seluruh negara dan bahkan dituntut untuk mampu
memenuhi kebutuhan pasar dunia. Implikasinya, setiap perusahaan pada
hakikatnya harus siap bersaing secara internasional atau siap menjadi
bagian dari aktivitas bisnis internasional tersebut.
4. Mengenal teknik dan alat-alat bisnis terkini. Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi di bidang bisnis cenderung cukup pesat
sehingga perubahan dapat terjadi setiap saat. Dalam kaitan tersebut, kita
senantiasa perlu mengetahui perkembangan teknik dan alat-alat bisnis
terkini.
5. Mengenal budaya dalam interaksi bisnis. Interaksi bisnis pada dasarnya
adalah interaksi antarmanusia sehingga aspek budaya, politik, dan sosial
tidak akan terlepas dari masalah bisnis. Bisnis internasional dalam
perkembangannya memerlukan informasi mengenai budaya, politik, dan
aspek sosial lainnya yang dapat memengaruhi aktivitas bisnis.

D. TUJUAN DAN MANFAAT BISNIS INTERNASIONAL

Bagi banyak perusahaan, keterlibatannya dalam bisnis internasional


lebih banyak dilatarbelakangi oleh motifnya untuk menjamin kelangsungan
hidup perusahaan. Seiring dengan kondisi tersebut, terlihat semakin banyak
industri multinasional yang muncul dan berkiprah dalam industry, baik di
tingkat regional maupun internasional. Sebagai contoh, di Amerika Serikat,
bangkitnya perusahaan multinasional yang muncul dari perusahaan lokal
regional di Amerika Serikat pada tahun 1880-an dan 1890-an terjadi secara
bersamaan dengan bangkitnya perusahaan nasional. Lebih dari itu,
kecenderungan yang terjadi adalah perusahaan yang akan tetap bertahan dan
menjadi unggul di abad mendatang adalah perusahaan global. Perusahaan
yang tidak mampu bersaing di pasar global, apabila beruntung, akan
diakuisisi oleh perusahaan yang lebih dinamis. Jika tidak berubah,
perusahaan-perusahaan tersebut akan hilang begitu saja.
Saat ini telah terjadi perubahan yang begitu cepat dalam dunia ekonomi.
Tidak akan pernah ada sebuah negara yang hanya memprioritaskan ekonomi
nasionalnya sendiri, tanpa dipengaruhi oleh perdagangan dan investasi luar
 ADBI4432/MODUL 1 1.11

negeri. Kenyataan ini menunjukkan adanya pengaruh globalisasi yang tidak


pernah mengenal batas. Globalisasi telah menjadi sebuah fenomena menuju
sistem ekonomi global yang terjadi selama beberapa tahun belakangan ini.
Timbulnya kekuatan yang mendorong ekonomi global diawali dengan adanya
perkembangan dan fenomena bisnis besar ataupun kecil. Kekuatan ini
menciptakan peluang setiap usaha untuk memperluas pasarnya, menekan
biaya, dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan usahanya seiring dengan
pendapatan yang meningkat dalam pasar global.
Dasar keberhasilan program pemasaran global adalah proses
mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah
organisasi pada kesempatan dan kebutuhan lingkungan. Sebagai contoh, para
manajer yang sekarang secara rutin memutuskan bagaimana memperluas
pasar yang terbaik ke pasar luar negeri. Haruskah mereka mengekspor ke
pasar dari tempat usahanya berasal? Haruskah mereka menginvestasikan
fasilitas produktif di dalam pasar? Apakah mereka akan memproduksi
sesuatu secara lokal yang kemudian menjual secara lokal pula? Apakah
mereka akan memproduksi di negara ketiga karena harga yang diproduksi
lebih rendah dari usaha dalam negeri mereka? Pada akhirnya, manajer
memutuskan dengan cara apa dan bagaimana menyesuaikan produk yang
mereka tawarkan, kebijaksanaan pasar, keberadaan sumber daya manusia,
serta strategi bisnis yang dapat menghubungkan dan menyatukan perbedaan
budaya setiap negara, bahasa, praktik bisnis, dan peraturan pemerintah.
Manajer juga bisa memutuskan perjanjian terbaik untuk mencari pesaing luar
negeri yang lebih efisien untuk masuk ke dalam negerinya (Rusdin, 2002).

E. KEKUATAN-KEKUATAN YANG MENDASARI BISNIS


INTERNASIONAL (BI)

Globalisasi pasar menjadi cepat terwujud disebabkan beberapa faktor


berikut (Rusdin, 2002):
1. diterapkannya secara meluas sistem dan kebijakan perdagangan bebas;
2. perkembangan teknologi, khususnya telekomunikasi dan informasi;
3. terjadinya perubahan peta kekuatan politik dunia akibat hancurnya
sosialis komunis, khususnya di negara Eropa Timur dan eks-Soviet, yang
mengakibatkan unggulnya sistem kapitalis.
1.12 Bisnis Internasional 

Kekuatan yang mendasari bisnis internasional (BI) berorientasi pada


management oriented. Orientasi adalah asumsi atau keyakinan yang sering
kali tidak disadari mengenai sifat dunia ini. Dalam hal ini, ada tiga orientasi
yang menjadi pedoman dalam BI, yaitu etnosentris, polisentris, dan
geosentris, yang kemudian diperluas menjadi regionsentris.
Etnosentris adalah suatu asumsi atau keyakinan negeri asal sendirilah
yang lebih unggul. Seseorang dengan orientasi ini melihat persamaan dalam
pasar dan percaya bahwa produk dan kebiasaan yang sukses di negeri sendiri
yang unggul. Karena itu, harus dipakai di mana-mana. Dalam perusahaan
etnosentris, operasi di luar negeri dianggap kurang penting dibandingkan
domestik, terutama dilakukan untuk melempar kelebihan produksi domestik.
Rencana untuk pasar luar negeri dikembangkan di kantor dalam negeri
menggunakan kebijakan dan prosedur yang identik dengan yang dipakai di
dalam negeri. Tidak ada riset pemasaran sistematis yang dilakukan di luar
negeri, tidak ada modifikasi produk yang cukup mendasar, dan tidak ada
perhatian yang sungguh-sungguh pada kebutuhan pelanggan di pasar luar
negeri.
Polisentris merupakan kebalikan dari etnosentris, yaitu keyakinan yang
didasari bahwa setiap negara unik dan berbeda-beda. Cara untuh meraih
sukses di setiap negara adalah harus dapat menyesuaikan diri dengan
perbedaan unik dari setiap negara. Dalam tahap polisentris, anak perusahaan
didirikan di pasar luar negeri. Setiap anak perusahaan beroperasi secara
independen dan menetapkan tujuan dan rencana pemasaran sendiri.
Pemasaran diorganisasikan dengan dasar negara per negara dengan setiap
negara memuanyai kebijakan pemasaran unik sendiri.
Pada geosentris dan regiosentris, perusahaan memandang wilayah
regional dan seluruh dunia sebagai suatu pasar dan mencoba
mengembangkan strategi pemasaran terpadu secara regional atau dunia.
Inilah yang disebut pandangan dunia yang melihat persamaan dan perbedaan
dalam pasar dan negara serta mencoba menciptakan strategi global yang
benar-benar respontif pada kebutuhan dan keinginan lokal. Regiosentris
merupakan orientasi geosentris yang terbatas pada suatu wilayah regional. Itu
artinya manajemen harus memunyai pandangan dunia ke arah wilayah
regional, tetapi akan memandang sisa dunia dengan orientasi etnosentris atau
polisentris atau kombinasi keduanya. Perusahaan etnosentris melakukan
sentralisasi dalam manajemen pemasarannya, perusahaan polisentris
 ADBI4432/MODUL 1 1.13

melakukan desentralisasi, sedangkan perusahaan geosentris dan regionsentris


mengintegrasikan.
Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1.1 (Rusdin, 2002).

Etnosentris: Polisentris:
negara sendiri superior, melihat setiap negara tuan rumah unik,
persamaan di negara lain. melihat perbedaan di negara lain.

Regiosentris: Geosentris:
melihat persamaan dan pandangan dunia, melihat
perbedaan dalam wilayah dunia, persamaan dan perbedaan dalam
mempunyai pandangan negara sendiri dan negara tuan
etnosentris dan polisentris rumah.
terhadap bagian dunia yang lain.

Gambar 1.1
Orientasi Manajemen dan Perusahaan

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan secara singkat perbedaan bisnis domestik dan bisnis
internasional!
2) Jelaskan mengapa penting bagi Anda untuk mempelajari bisnis
internasional!
3) Jelaskan secara singkat orientasi manajemen dan perusahaan berkaitan
dengan globalisasi pasar!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Anda dapat melihat halaman 1.4.


1.14 Bisnis Internasional 

2) Silakan Anda membaca halaman 1.8—1.11.


3) Silakan Anda melihat halaman 1.12—1.13.

R A NG KU M AN

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat


membawa dampak pada kemajuan bidang komunikasi, transportasi, dan
informasi. Seiring dengan kondisi tersebut, jumlah penduduk dunia terus
bertambah, sedangkan sumber-sumber alam atau faktor-faktor produksi
cenderung terbatas. Setiap negara memiliki keterbatasan dan
kelebihannya sehingga mendorong aktivitas bisnis yang ada pada suatu
negara untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Bisnis domestik yang
selama ini dilakukan oleh perusahan-perusahaan nasional mulai
ditinggalkan untuk beranjak ke bisnis yang berskala internasional atau
dengan kata lain perusahaan mulai terlibat dalam bisnis internasional.
Bisnis internasional sebagai sebuah disiplin memang relatif baru,
tetapi bisnis internasional sebagai praktik bisnis telah berlangsung sangat
lama. Bahkan sebelum Masehi, pedagang-pedagang Venesia dan Yunani
mengirim wakil-wakil ke luar negeri untuk menjual barang-barang
mereka. Tahun 1600, British East India Company—sebuah perusahaan
dagang yang baru dibentuk—mendirikan cabang-cabang luar negeri di
Asia. Pada saat yang sama, sejumlah perusahaan Belanda yang dibentuk
tahun 1590 membuka rute-rute perjalanan ke timur untuk membentuk
Dute East India Company dan juga membuka kantor-kantor cabang di
Asia. Para pedagang kolonial Amerika mulai beroperasi dengan model
yang sama pada tahun 1700-an.
Kekuatan yang mendasari bisnis internasional (BI) berorientasi pada
management oriented. Orientasi adalah asumsi atau keyakinan yang
sering kali tidak disadari mengenai sifat dunia ini. Dalam hal ini, ada tiga
orientasi yang menjadi pedoman dalam BI, yaitu etnosentris, polisentris,
dan geosentris yang kemudian diperluas menjadi regionsentris.

TES F OR M AT IF 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Konsep bisnis yang bertindak lebih jauh lagi dari bisnis domestik dan
bukan sekadar pemasaran ekspor, tetapi lebih jauh terlibat dalam
 ADBI4432/MODUL 1 1.15

lingkungan pemasaran dalam negara tempat perusahaan tadi melakukan


bisnis adalah ....
A. bisnis internasional
B. bisnis transnasional
C. bisnis global
D. bisnis multinasional

2) Salah satu aktivitas pokok bisnis internasional adalah visible trade yang
berarti perdagangan ....
A. barang mahal
B. barang mewah
C. barang berwujud
D. barang tak berwujud

3) Salah satu aktivitas pokok bisnis internasional adalah invisible trade


yang berarti perdagangan ....
A. barang mewah
B. barang mahal
C. barang berwujud
D. barang tidak berwujud

4) Asumsi bahwa negeri asal sendirilah yang lebih unggul disebut ....
A. geosentris
B. etnosentris
C. geosentris
D. regiosentris

5) Suatu perusahaan beraktivitas bisnis di dalam negaranya sendiri


sehingga perusahaan itu disebut menjalankan bisnis ....
A. transnasional
B. domestik
C. internasional
D. global

6) Pemahaman polisentris memandang bahwa setiap negara itu ....


A. aneh
B. unik
1.16 Bisnis Internasional 

C. sukses
D. sama

7) Berikut ini alasan pentingnya memahami bisnis internasional, kecuali ....


A. banyak organisasi besar telah melaksanakan operasi di tingkat
internasional
B. banyak UKM sudah terlibat dalam bisnis internasional
C. kantor pusat perusahaan dan pengembangannya terpusat di dalam
negeri
D. mengenal budaya dalam interaksi bisnis

8) Globalisasi pasar cepat terwujud karena ....


A. penerapan sistem dan kebijakan perdagangan bebas yang terbatas
B. teknologi dan informasi yang kurang maju
C. terjadinya perubahan politik dunia, seperti di Eropa Timur dan eks-
Soviet
D. menganut sistem perdagangan secara tradisional

9) Salah satu pentingnya memahami bisnis internasional bagi pelaku bisnis


internasional adalah ....
A. mampu memenuhi kebutuhan pelanggan di negaranya
B. tidak mendapat hambatan berbisnis dari negara mana pun
C. mampu berkompetisi dengan baik secara global
D. memenangkan pasar domestik

10) Orientasi yang menjadi pedoman dalam bisnis internasional sebagai


berikut, kecuali .....
A. egosentris
B. etnosentris
C. geosentris
D. polisentris

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.
 ADBI4432/MODUL 1 1.17

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
1.18 Bisnis Internasional 

Kegiatan Belajar 2

Konsep Globalisasi

A. PENGERTIAN GLOBALISASI

Sebagaimana yang telah kita singgung sebelumnya, globalisasi


merupakan proses memfokuskan sumber daya (manusia, uang, dan aset fisik)
serta tujuan-tujuan dari suatu organisasi untuk memperoleh kesempatan dan
menanggapi ancaman pasar global (Rusdin, 2002). Globalisasi telah
mengubah cara dunia menjalankan bisnis. Meskipun masih dalam tahap awal,
hal itu tidak dapat dihentikan. Tantangan yang dihadapi bisnis dan individu
adalah belajar bagaimana hidup dengannya, mengelolanya, serta mengambil
manfaat yang ditawarkannya. Dana Moneter Internasional (IMF)
mendefinisikan globalisasi sebagai bertumbuhnya saling ketergantungan
ekonomi negara-negara dunia melalui peningkatan volume dan keragaman
transaksi lintas batas dalam aliran barang, jasa, serta modal internasional dan
juga melalui penyebaran teknologi yang lebih cepat dan mendunia.
Pada era globalisasi saat ini, dunia melihat dorongan bisnis global
menyerupai keadaan pada saat menjelang Perang Dunia I. Namun, kekangan
teknologi dan komunikasi sangat membatasi lingkup globalisasi saat itu.
Setelah berakhirnya Perang Dunia II, dimulai dengan kekuatan gemilang
negara Barat yang mendukung kebijakan perdagangan dan investasi “bebas”
di dunia. Sayangnya, gagasan ini tidak direspons dengan cepat.
Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah perusahaan yang berurusan
lintas batas telah menjamur, seperti halnya volume perdagangan
internasional. The International Chamber of Commerce (CICC/Kamar
Dagang Internasional) mengutip statistik yang menunjukkan perdagangan
barang dan jasa internasional bernilai lebih dari US$6 miliar. Aliran modal
global meledak. Foreign Direct Invesment (Investasi Langsung Asing), yang
terlibat dalam kendali bisnis atau properti lintas batas negara, tertinggi dalam
volume dolar AS. Akumulasi saham investasi langsung asing lebih dari
US$735 miliar 10 tahun yang lalu. Penjualan dan pembelian saham dan
ekuitas lintas batas oleh investor Amerika meningkat dari setara sembilan
persen produk domestik bruto pada tahun 1980 menjadi 170 persen pada
pertengahan tahun 1990-an. Perputaran valuta asing harian meningkat dari
 ADBI4432/MODUL 1 1.19

US$5 miliar pada tahun 1973 menjadi US$1,5 triliun pada tahun 1995.
Volume transaksi mata uang lintas batas di London, Tokyo, dan New York
sendiri mencapai US$1,5 triliun per hari pada tahun 1997, lebih dari dua kali
volume lima tahun sebelumnya (Sadono, 2003).

1. Globalisasi Pasar
Globalisasi pasar mengacu pada kenyataan bahwa beberapa industri pada
dasarnya saling terkait dan beberapa kekuatan dalam pasar nasional menyatu
ke dalam pengaruh pasar global. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap
produk global juga harus diterima oleh konsumen di negara yang dituju
disesuaikan dengan karakteristik khusus dan perilaku pembelian di negara
tersebut. Beberapa contoh perusahaan global dengan produk yang telah
diterima oleh konsumen adalah Citicorp credit card, Coca-Cola, dan Levis’s
Jeans atau musik yang dinyanyikan oleh Madona atau Nirvana, MTV, Sony
Walkmans, dan hamburger McDonald’s yang telah menunjukkan adanya
gejala produk global yang telah berhasil diterima oleh rata-rata konsumen
dunia (Rusdin, 2002).
Dalam globalisasi, perusahaan yang berbisnis dalam lingkup
internasional pada akhirnya akan menjadi lebih efisien karena mereka
mendapat keuntungan dari skala ekonomi yang besar. Produktivitas akan
terdorong dan standar hidup di mana pun memiliki potensi untuk meningkat
karena dunia bertambah kaya dan lebih makmur akibat globalisasi.
Banyak bukti untuk mendukung argumentasi keuntungan ini. Menurut
Program Pengembangan PBB (UNDP), total kekayaan global bertumbuh
lebih cepat daripada populasi. UNDP memperkirakan bahwa dalam dekade
1990-an, sekitar 500 hingga 600 juta penduduk dunia berkembang telah
mencapai tingkat pendapatan di atas garis kemiskinan. Kemudian, lebih dari
30 tahun berikut, dua miliar penduduk lagi akan menyusul. Sementara itu,
antara tahun 1965 dan awal tahun 1990-an, jumlah pekerjaan industri
manufaktur dan jasa, baik di dunia berkembang maupun dunia industri,
meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 1,3 miliar. Segala hal membaik
karena Cina, dengan populasi 1,2 miliar atau satu dari lima penduduk dunia
membuka diri terhadap ekonomi pasar global. Runtuhnya blok Soviet dan
liberalisasi ekonomi di India telah membawa tambahan 1,5 miliar penduduk
ke pasar konsumen global (Sadono, 2003).
1.20 Bisnis Internasional 

2. Globalisasi Produksi
Globalisasi produksi mengacu pada kecenderungan di antara beberapa
perusahaan yang menyediakan barang dan jasa dari lokasi yang berbeda
sekeliling pasar global untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan
masing-masing negara, khususnya keuntungan biaya dan kualitas faktor
produksi (tenaga kerja, tanah, dan modal). Di lain pihak, perusahaan juga
mengharapkan adanya biaya yang lebih rendah dan peningkatan kualitas dan
fungsi produk mereka yang dapat mendorong mereka untuk berkompetisi
secara efektif. Dalam hal ini, lihatlah bagaimana perusahaan penerbangan
Boeing dengan jenis Boeing 777 terdiri atas 132.500 komponen penting yang
diproduksi di 545 lokasi pembuat komponen tersebut dalam wilayah yang
berbeda.
Demikian pula halnya dengan delapan perusahaan pemasok Jepang yang
menyediakan suku cadang untuk pintu dan sayap, demikian pula pemasok
dari Singapura membuat pintu untuk membuka ban pada waktu pendaratan
pesawat. Sebagian dari suku cadang Boeing diproduksi oleh supplier luar
negeri dengan aktivitas dan prestasi yang berbeda. Sebagai hasilnya, tercipta
sebuah pemasok global untuk menyediakan produk akhir yang memberikan
kesempatan kepada Boeing untuk memenangkan persaingan sehingga dapat
menguasai pangsa pasar terbesar untuk pesawat terbang yang diikuti oleh
pesaingnya, yaitu Airbus.

B. PEMICU GLOBALISASI
Secara umum, ada dua faktor utama yang menjadi tren dan yang
mengarahkan perekonomian pada globalisasi besar-besaran. Pertama adalah
turunnya hambatan dalam arus masuk keluar produk serta jasa dan modal
yang terjadi sejak berakhir Perang Dunia (PD) II. Kedua adalah perubahan
teknologi, khususnya perkembangan dramatis yang terjadi tahun-tahun
belakangan ini di bidang komunikasi, proses informasi, dan teknologi
transportasi.

1. Menurunnya Hambatan Perdagangan dan Investasi


Sejak kurun waktu tahun 1920—1930, beberapa negara telah
memberanikan diri untuk mengurangi hambatan dalam perdagangan
internasional dan investasi luar negeri. Perdagangan internasional terjadi
ketika perusahaan di suatu negara mengekspor barang dan jasa kepada
perusahaan di negara lain. Investasi langsung ke luar negeri terjadi ketika
 ADBI4432/MODUL 1 1.21

perusahaan menginvestasikan sumber daya dalam aktivitas bisnis di luar


negara asalnya. Beberapa hambatan dalam perdagangan internasional dapat
dilihat dari tingginya tarif impor pada barang-barang pabrik. Tujuan
utamanya adalah melindungi industri dalam negeri dari pesaing luar negeri.
Khusus mengenai hambatan impor, berdasarkan teori perdagangan
internasional, ada dua jenis atau kelompok besar hambatan impor sebagai
berikut.
a. Hambatan tarif terdiri atas
1) tarif impor atau bea masuk;
2) tarif ekspor.
b. Hambatan nontarif dapat diperinci menjadi
1) hambatan kuantitatif, yaitu kuota;
2) hambatan administrasi;
3) persyaratan kandungan lokal.

Kemudian, negara-negara yang tergolong negara industri membuat


kesepakatan untuk mengurangi tarif dan hambatan perdagangan lainnya
dengan kesepakatan yang berbentuk persetujuan dalam General Agreement
on Tarif and Trade (GATT) yang saat ini anggotanya mencapai lebih dari
120 negara. Perjanjian dalam GATT ini diratifikasi dalam Uruguay Round
(perputaran Uruguay) pada tahun 1993 yang semakin memantapkan
berkurangnya hambatan-hambatan tarif dan dijaminnya proteksi untuk hak
paten, merek, dan hukum dagang. Uruguay Round ini menjadi cikal bakal
lahirnya World Trade Organization (WTO) yang mengatur sistem
perdagangan internasional. Sebagai implikasinya, pada tahun 2000, rata-rata
tarif telah turun jauh mendekati angka rata-rata 3,9% (Tabel 1.3).

Tabel 1.3
Rata-rata Tarif Produksi Manufaktur (%)
1913 1950 1990 2000
Prancis 21 18 5.9 3.9
Jerman 20 26 5.9 3.9
Italia 18 25 5.9 3.9
Jepang 30 - 5.3 3.9
Belanda 5 11 5.9 3.9
Swedia 20 9 4.4 3.9
Inggris - 23 5.9 3.9
Amerika Serikat 44 14 4.8 3.9
1.22 Bisnis Internasional 

2. Peranan Perubahan Teknologi


Teknologi adalah salah satu sebab alasan munculnya fenomena
globalisasi. Komputer, yang telah mempermudah beban telekomunikasi, kini
lebih murah dan lebih canggih daripada sebelumnya. Pada kenyataannya,
biaya komputer turun rata-rata 17 persen setahun selama 20 tahun terakhir,
bahkan dengan kekuatan prosesnya meningkat secara dramatis. Satu contoh
mengenai dampaknya pada komunikasi global adalah satu menit panggilan
telepon dari New York ke London sebesar $300 (dalam dolar AS tahun 1996)
pada tahun 1930, kini biayanya hanya sekitar satu dolar AS. Teknologi baru
akan menuju integrasi bisnis global yang lebih jauh lagi, seperti internet yang
semakin diterima sebagai media bisnis di seluruh dunia.
Teknologi telah membantu perusahaan-perusahaan skala kecil dan
menengah untuk memanfaatkan pasar baru yang disajikan globalisasi.
Perusahaan-perusahaan inilah, tanpa dihalangi oleh kantor pusat besar dan
birokrasi, dapat mengeksploitasi ceruk pasar global. Komputer, facsimile, dan
e-mail telah menggantikan bagian-bagian dari struktur kantor tradisional.
Perusahaan yang lebih kecil dapat beroperasi lebih efisien dalam basis
geografi yang lebih luas dengan sedikit biaya operasional (overhead cost).
Satu-satunya hambatan adalah imajinasi sang wirausahawan (Sadono, 2003).
Sejak berakhirnya PD II, terjadi kemajuan di bidang komunikasi yang
demikian pesat terhadap proses informasi dan teknologi transportasi yang
kemudian menjadi awal timbulnya internet dan world wide web (www).

a. Microprocesors dan telekomunikasi


Microprocesors saat ini telah memacu perkembangan teknologi
komunikasi. Setelah lebih dari 30 tahun, komunikasi global telah tumbuh
dengan pesatnya yang diiringi dengan perkembangan di bidang teknologi
satelit, optical fiber, dan wireless technology serta sekarang internet dan
www.

b. Internet dan www


Internet merupakan sebuah jaringan dalam komputer yang dapat
mengakses ke seluruh jaringan komputer lainnya di dunia tanpa mengenal
batas waktu. Adanya ledakan besar-besaran di bidang informasi yang dikenal
dengan information big bang telah membuat adanya dunia yang tanpa batas
(borderless world). Setiap tahunnya para pengguna internet dan jaringan
www semakin meningkat lebih dari 20%. Pada era global internet, www
 ADBI4432/MODUL 1 1.23

menjadi salah satu media utama yang dipakai perusahaan berskala global
untuk memperkenalkan produknya di seluruh dunia, bahkan dimanfaatkan
pula oleh perusahaan untuk melakukan kontak dan transaksi kepada
konsumen dengan menggunakan credit card. Dalam hal ini, perusahaan
global berupaya memperbaiki home page-nya pada internet agar dapat lebih
menarik pengunjung atau konsumen.

c. Teknologi transportasi
Pada lingkungan ekonomi, perkembangan transportasi menjadi salah
satu peran terpenting khususnya dalam hubungan antar negara.
Berkembangnya teknologi di bidang penerbangan dan perkapalan telah
memudahkan diangkutnya berbagai container yang membawa produk dari
negara asal ke negara tujuan. Sehingga dengan perkembangan teknologi
transportasi ini telah membuat jarak antara negara di dunia ini menjadi lebih
dekat dalam waktu yang lebih singkat (Rusdin, 2002).

3. Perubahan Demografi Ekonomi Global

a. Perubahan produksi dunia dan gambaran perdagangan dunia


Pada awal tahun 1960, Amerika Serikat (AS) masih menjadi pemimpin
dalam industri. Sebagai contoh, pada awal tahun 1963, AS tercatat telah
menghasilkan 40,3% dari output industrinya yang tersebar luas di seluruh
dunia. Pada tahun 1995, produksi yang dihasilkan oleh AS tercatat terjadi
penurunan menjadi hanya 21,9%. Berikut ini disajikan infomasi mengenai
perubahan produksi dunia hingga tahun 2013.

Tabel 1.4
Perubahan Pola Produksi dan Perdagangan Dunia (%)
Share of World Share of World Share of World
Country
Output in 1963 Output in 1995 Output in 2013
United States 40.3 21.9 12.2
Japan 5.5 8.2 9.4
Germany 9.7 4.3 1.7
France 6.3 3.5 4.2
United Kingdom 6.5 3.4 4.9
Italy 3.4 3.2 4.5
Canada 3.0 2.1 3.9
1.24 Bisnis Internasional 

Menurunnya hasil produk dari AS tersebut bukanlah secara mutlak


disebabkan oleh kegagalan AS, tetapi disebabkan oleh meningkatnya jumlah
persaingan, terutama persaingan dari Jepang, Jerman, dan sejumlah negara
lain, seperti Korea Selatan dan Taiwan. Negara-negara tersebut menjadi
ancaman serius bagi perusahaan AS. Pertumbuhan perdagangan internasional
yang demikian cepat juga mendorong tingginya pertumbuhan ekonomi di
negara-negara ketiga (negara berkembang), seperti negara Republik Rakyat
Cina (RRC), Thailand, dan Indonesia. Negara-negara tersebut mengalami
laju pertumbuhan ekspornya meningkat setiap tahun. Hal ini juga turut
menentukan turunnya dominasi AS di pasar global.
Jika kita meramalkan 20 tahun ke depan, negara-negara berkembang saat
ini akan menjadi negara-negara industri maju yang dapat berdiri sejajar
dengan negara lain yang telah lebih dahulu mencapai kemakmuran. Bank
Dunia juga telah meramalkan adanya indikasi di atas, yaitu negara-negara
berkembang akan mencapai pertumbuhan ekonominya rata-rata 4,8 per tahun
antara 1994 sampai 2003. Pada saat yang bersamaan, negara-negara industri
maju mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata 2,3% per tahun. Di
sisi lain, Bank Dunia juga memberikan dukungan sepenuhnya kepada negara-
negara di Asia, seperti Cina dan Korea Selatan, untuk mencapai pertumbuhan
ekonomi yang lebih cepat, yaitu sebesar 7,6% per tahun antara tahun1994—
2003 dan wilayah Asia Selatan lain, termasuk India, juga mencapai
pertumbuhan 5,3% per tahun.
Jika tidak ada situasi yang terjadi di luar perkiraan, Bank Dunia
meramalkan pada 25 tahun ke depan akan terjadi pergantian yang sangat
dramatis di bidang ekonomi dunia dengan masuknya RRC yang pertumbuhan
ekonominya dapat lebih besar 40% dari AS. Pendatang baru, seperti India,
juga akan mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi lebih besar dari
Jerman pada tahun 2020. Sementara itu, pada 2020 juga diramalkan bahwa
negara berkembang yang ada sekarang dapat menguasai perdagangan
ekonomi dunia sebesar 60%. Negara maju yang saat ini menguasai 55%
aktivitas ekonomi dunia akan turun menjadi 38% pada tahun 2020 nanti.
Bagi perdagangan internasional, perubahan geografis ekonomi
menunjukkan bahwa lingkungan ekonomi ke depan memberi peluang kepada
negara berkembang untuk dapat memainkan peranan lebih besar dengan
memberikan keunggulan bersaing yang lebih unggul dibandingkan dengan
negara maju yang ada sekarang (Rusdin, 2002).
 ADBI4432/MODUL 1 1.25

b. Gambaran perubahan investasi luar negeri langsung


Sejak pengaruh AS dalam ekonomi global, beberapa perusahaan AS
tercatat memunyai jaringan aliran investasi luar negerinya sebesar 66,3%
pada tahun 1960. Kemudian, disusul oleh perusahaan Inggris sebesar 10,5%.
Pada saat itu, Jepang hanya tercatat 2%. Banyak perusahaan di luar
perusahaan AS mulai menginvestasikan modalnya melewati batasan
negaranya sendiri dengan cara memperluas pangsa pasarnya dengan mencari
lokasi yang optimal.
Sebagai contoh, beberapa perusahaan Jepang dan Eropa pada tahun
1970-an dan 1980-an mulai mengganti tenaga kerja operasional pabrik dari
tenaga kerja lokal menjadi tenaga kerja dari negara berkembang yang lebih
murah biayanya. Beberapa perusahaan Jepang juga melakukan investasi di
Amerika Utara dan Eropa untuk menghadapi pergerakan modal dan
kemungkinan hambatan-hambatan perdagangan. Sebagai contoh, Toyota
dalam waktu relatif singkat meningkatkan investasinya dengan menyediakan
fasilitas untuk memproduksi di AS selama akhir 1980-an dan awal 1990-an.
Investasi yang dimotori oleh Toyota yakin bahwa menguatnya nilai yen
Jepang akan meningkatkan ekspor otomotif Jepang di pasar luar negeri.
Kita dapat melihat sebuah peta yang menunjukkan perkembangan dari
investasi luar negeri yang ditunjukkan dengan berbagai jenis investasi dari
AS, Inggris, Jepang, Jerman, Prancis, dan Belanda yang terjadi antara tahun
1980 sampai tahun 1994. Pertumbuhan dari negara berkembang dan
tingginya tingkat pertumbuhan ekonominya menyebabkan total saham dari
perusahaan-perusahaan AS menurun menjadi sekitar 44% dan menurun lagi
sekitar 25% pada tahun 1994. Di sisi lain, negara-negara berkembang, seperti
Jepang, Prancis, dan Korea Selatan yang relatif lebih kecil bisa melampaui
negara-negara maju, contohnya Korea Selatan (country focus, emergence of
south Korean multinational).
Terdapat tren yang meningkat keinginan perusahaan di negara-negara
berkembang untuk berinvestasi secara langsung sehingga investasi langsung
dari perusahaan negara berkembang lebih tinggi daripada negara-negara
industri. Tahun 1990, bisa terlihat arus investasi yang meningkat bagi negara
berkembang. Di antara negara-negara berkembang, RRC telah menerima
total investasi yang terbesar dari Foreign Direct Investment (FDI) pada tahun
terakhir. RRC mendapatkan 38 miliar dolar AS dari total sebesar 100 miliar
dolar AS yang dialokasikan ke negara berkembang pada tahun 1995. Negara
berkembang lain menerima aliran investasi langsung pada tahun 1995 seperti
1.26 Bisnis Internasional 

Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand yang totalnya sebesar 14 miliar


dolar AS.
Aliran investasi langsung yang terjadi di negara berkembang tersebut
memungkinkan berdirinya perusahaan-perusahaan asing (penanam modal
asing/PMA). Kehadiran PMA tersebut membuat negara-negara tuan rumah
(home country) memberikan perlindungan bagi perusahaan asing atau
investor asing tersebut. Berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah kepada
investor asing atau perusahaan asing antara lain sebagai berikut (Rusdin,
2002).
1) Izin pemakaian tenaga kerja asing untuk menduduki jabatan tertentu
yang memang belum dapat dipenuhi oleh tenaga kerja domestik. Artinya,
untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu yang misalnya membutuhkan tenaga
ahli atau keterampilan tinggi, yaitu tenaga kerja WNI belum mampu
mengisinya, perusahaan asing yang bersangkutan boleh mengangkat
tenaga kerja asing.
2) Kebebasan untuk mentransfer atas upah/gaji yang dibayarkan dalam
bentuk valuta asing serta transfer atas ganti rugi yang diterima
perusahaan dalam hal perusahaan tersebut didominasi pemerintah.
3) Izin pemakaian tanah untuk usahanya dengan hak pakai berupa hak guna
usaha, hak guna bangunan, dan hak pakai.
4) Keringanan di bidang perpajakan atau insentif perpajakan atau sering
disebut istilah tax holiday. Namun, dalam perkembangannya, insentif
perpajakan ini dapat dihapuskan dan diganti dengan insentif lainnya,
seperti insentif berupa pembebasan atau keringanan terhadap bea masuk
atas bahan-bahan baku yang diimpor.

c. Perubahan multinational enterprise


Multinational enterprise merupakan beberapa bisnis yang aktivitas
produksinya dilakukan di dua negara atau lebih. Perubahan pertama adalah
bangkitnya multinasional AS, khususnya perusahaan multinasional Jepang.
Kedua adalah timbulnya minimultinasional.

d. Multinational enterprise non-Amerika Serikat


Pada tahun 1960, kegiatan bisnis global telah didominasi oleh
perusahaan multinasional AS yang besar. Berdasarkan data yang disajikan
pada Tabel 1.4 di atas; pada tahun 1973, 48,5% dari 260 perusahaan
multinasional yang terbesar adalah perusahaan AS. Kedua perusahaan
 ADBI4432/MODUL 1 1.27

Inggris, yaitu 18,8%, kemudian diikuti oleh Jepang sebesar 3,5% dalam
kurun waktu yang sama.
Tahun 1994 terjadi perubahan yang serius sehingga menurunkan posisi
perusahaan AS yang tercatat sebesar 30,2% dari 500 perusahaan
multinasional terbesar yang ada di dunia. Turunnya persentase dari AS ini
ternyata membuat perusahaan multinasional Jepang meningkat dengan pesat
sehingga melampaui Jerman dan Inggris. Di masa mendatang, kita berharap
tumbuhnya perusahaan multinasional baru dari negara-negara berkembang,
seperti Korea Selatan, Meksiko, Cina, Rusia, dan Brazil. Tabel 1.5
menggambarkan perusahaan multinasional terbesar tahun 1973 dan 1994.

Tabel 1.5
The National Corporation of the Larges Multinational
Country Of the Top 260 in 1973 Of the Top 500 in 1994
United State 126 (48.5%) 151 (30.2%)
Japan 9 (3.5%) 149 (29.8%)
Britain 49 (18.8%) 33 (6.6%)
France 19 (7.3%) 40 (6.6%)
Germany 21 (8.1%) 44 (8.0%)
Switzerland 8 (3.1%) 14 (2.8%)

Pasar negara global berada dalam tahap perkembangan yang berbeda.


Product national brutto (PNB) per kapita merupakan dasar segmentasi
demografis yang berguna. Dengan dasar ini, kita telah membagi pasar global
menjadi lima kategori (Ball dan Wendell, 2004).

1) Negara berpenghasilan rendah (negara praindustri)


Negara berpenghasilan rendah juga dikenal sebagai “dunia ketiga” atau
negara praindustri adalah negara-negara yang memiliki penghasilan kurang
dari $400 per kapita pada tahun 1992. Karakteristiknya (Ball & Wendell,
2004) sebagai berikut:
a) industrialisasi terbatas serta persentase antara penduduk dan pekerjaan
tinggi dalam hidup minimal di bidang pertanian;
b) tingkat kelahiran tinggi;
c) tingkat buta huruf tinggi;
d) amat bergantung pada bantuan luar negeri;
1.28 Bisnis Internasional 

e) politik tidak stabil dan banyak gejolak;


f) terkonsentrasi di Afrika, sebelah selatan Sahara.

2) Negara berpenghasilan menengah bawah (negara berkembang)


Negara berpenghasilan menengah bawah juga dikenal sebagai negara
berkembang, yaitu negara-negara yang memunyai PNB antara $400 dan
kurang $2000 per kapita pada tahun 1992. Negara ini berada dalam tahap
awal industrialisasi. Berbagai pabrik dibangun untuk memasok pasar
domestik yang tumbuh dengan barang-barang, seperti bahan sandang, baterai,
ban, bahan bangunan, dan makanan dalam kemasan.

3) Negara berpenghasilan menengah atas/negara industri baru


Negara-negara berpenghasilan menengah atas juga dikenal sebagai
negara industri baru, yaitu negara-negara yang memunyai PNB antara $2000
dan $12.000 per kapita pada tahun 1992. Dalam negara ini, persentase
populasi yang terlibat dalam pertanian menurun tajam karena penduduk
pindah dari sektor pertanian ke sektor industri dan tingkat urbanisasi
meningkat. Banyak negara dalam tahap ini melakukan industrialisasi cepat.
Tingkat upah meningkat dan yang melek huruf makin banyak jumlahnya
dengan pendidikan maju, tetapi tingkat upah mereka masih jauh lebih kecil
daripada negara maju.

4) Negara berpenghasilan tinggi


Yang dikenal dengan negara maju, industri, pasca industri, atau dunia
pertama adalah negara-negara yang memunyai PNB di atas $12.000 per
kapita. Dengan negara perkecualian, misalnya beberapa negara kaya minyak,
negara dalam kategori ini mencapai tingkat penghasilan melalui proses
pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan.

5) Kasus keranjang (basket case)


Kasus keranjang adalah sebuah negara dengan masalah ekonomi, sosial,
dan politik demikian serius sehingga negara itu tidak menarik untuk investasi
dan operasi. Beberapa kasus keranjang adalah negara berpenghasilan rendah,
tidak ada pertumbuhan, dan mengalami musibah yang bertubi-tubi. Contoh
lain adalah negara yang pernah tumbuh dan sukses dipisahkan oleh
pembagian politik yang menyebabkan perselisihan sipil, menurunnya
 ADBI4432/MODUL 1 1.29

pendapatan, dan sering kali bahaya yang cukup besar bagi penduduk apabila
terjadi perang sipil.
Kecenderungan lain pada bisnis internasional adalah munculnya
sejumlah perusahaan multinasional kecil dan menengah. Biasanya, ketika
orang berpikir tentang bisnis internasional, pikiran mereka cenderung pada
perusahaan Exon, General Motor, Ford, Fuji, Matsushita, Procter & Gamble,
Sony, Unilever, dan sebagainya. Meskipun perusahaan di atas adalah
perusahaan besar, ketika bicara mengenai bisnis internasional, perusahaan
berskala kecil dan menengah juga harus dilibatkan.

e. Perubahan politik dunia


Antara tahun 1989—1991, telah terjadi perubahan sistem pemerintahan
di beberapa negara besar, yaitu sistem komunis telah tergusur oleh sistem
demokrasi. Sebagai contoh negara Uni Soviet, saat ini telah digantikan oleh
15 partai republik yang independen. Kemudian, Cekoslowakia juga telah
terpecah menjadi dua negara.
Beberapa bentuk negara komunis di Eropa dan Asia tampaknya telah
membuat suatu komitmen untuk membangun sebuah demokrasi politik dan
membangun sistem ekonomi pasar bebas. Apabila hal ini terus berlanjut,
kesempatan bagi bisnis internasional akan semakin cerah. Kita mengetahui
bersama selama hampir 50 tahun lebih negara-negara komunis tersebut
tertutup terhadap hubungan dengan dunia Barat. Kenyataan ini menyebabkan
banyak rakyat negara itu yang hidup pada garis kemiskinan dan sistem
komunis itu tidak pernah menjamin kesejahteraan bagi rakyatnya.
Pada akhirnya, sistem komunis tergusur dengan adanya revolusi rakyat
yang terjadi di Cina dan Amerika Latin. Kenyataan ini mengakibatkan
lumpuhnya perdagangan di daerah Eropa Timur. Cina tampaknya mulai
agresif untuk mengubah sistem ekonominya terhadap perdagangan bebas
yang diawali dengan desakan dari golongan pro demokrasi dalam peristiwa di
Tiananmen pada tahun 1989. Apabila kenyataan tumbuhnya perekonomian
Cina dan terbukanya Cina terhadap perdagangan bebas dunia, negara ini akan
menjadi salah satu negara industri superpower dari negara ketiga saat ini
dengan pertumbuhan yang lebih cepat dari Jepang. Cina yang mempunyai
gross domestic product (GDP) per kapita sekitar 6%—7% saat ini diramalkan
negara dengan penduduk sebanyak 1,5 miliar ini akan memunyai pendapatan
sebesar $13.000 pada tahun 2020. Di lain pihak, antara tahun 1983 sampai
dengan 1995, investasi luar negeri langsungnya setiap tahun meningkat dari
1.30 Bisnis Internasional 

$2 miliar menjadi $38 miliar. Pada akhirnya, Cina telah menciptakan peluang
sekaligus ancaman bagi kelangsungan bisnis internasional karena dengan
perusahaan pendatang baru dalam bisnis global telah membuktikan bahwa
Cina sebagai pesaing yang harus diperhitungkan (Ball dan Wendell, 2004).

4. Perdebatan Globalisasi
Setelah Anda memahami konsep globalisasi dan perkembangannya,
berikut ini kita akan melihat beberapa tema pertentangan yang terjadi di
dalam globalisasi sebagai berikut.

a. Globalisasi, pekerjaan, dan pendapatan


Beberapa pandangan yang sering muncul mengatakan bahwa globalisasi
dapat menjauhkan dari menciptakan lapangan kerja dan memindahkan
hambatan perdagangan internasional serta merusak kesejahteraan pekerja
pabrik. Hal ini terjadi karena, dengan menghilangkan hambatan dalam
perdagangan, perusahaan diizinkan untuk memindahkan aktivitas pabriknya
ke negara-negara yang memunyai tingkat upah yang lebih rendah.
Bartlett dan Steele, dua orang jurnalis untuk Philadelphia Inquirer,
menentang adanya perdagangan bebas. Mereka mengambil contoh kasus
pada Harwood Industries, sebuah pabrik baja AS yang menutup kegiatan
operasinya di Honduras. Mereka membayar gaji pekerjanya hanya sebesar 48
cens per jam, jauh lebih rendah dibandingkan dengan gaji buruh rata-rata di
AS, yaitu sebesar $9 per jam. Akibat berhentinya operasional pabrik tersebut,
menurut Bartlett dan Steele, tingkat kemiskinan meningkat selama
seperempat abad.
Sementara itu, para pendukung perdagangan bebas menentang pendapat
Bartlett dan Steele dengan mengatakan bahwa perdagangan bebas dapat
menciptakan spesialisasi dalam memproduksi barang dan jasa sehingga lebih
efisien. Pada saat yang bersamaan pula, mereka dapat mengimpor barang dan
jasa yang tidak dihasilkan negaranya dari negara lain secara efisien. Ketika
negara tersebut memberanikan melakukan perdagangan bebas, negara
tersebut selalu melakukan perpindahan lokasi. Dengan mengambil contoh
kasus perusahaan tekstil Harword yang menyebabkan hilangnya lapangan
pekerjaan untuk masyarakat daerah tersebut, akibat dipindahkan kegiatan
pabriknya ke Honduras, ternyata hal itu dapat menyebabkan keuntungan yang
menyeluruh bagi perekonomian negara. Dengan mengimpor tekstil dari Cina
dengan harga yang lebih rendah untuk pakaian di AS, dimungkinkan
 ADBI4432/MODUL 1 1.31

konsumen AS membelanjakan uang mereka untuk kebutuhan lain. Sementara


itu, pada waktu yang sama, terjadi peningkatan pendapatan masyarakat
secara umum di Cina yang didapatkan dari ekspor tekstilnya sehingga dapat
meningkatkan tingkat pendapatan negara tersebut.
Meningkatnya tingkat pendapatan Cina menyebabkan negara itu dapat
membeli barang produk AS, seperti pesawat jet Boeing, Intel Computer,
Microsoft software, dan handphone Motorola. Kenyataan ini menunjukkan
bahwa perdagangan bebas dapat mendatangkan keuntungan menyeluruh bagi
setiap negara. Meningkatnya jumlah pengangguran yang disebabkan oleh
adanya relokasi pabrik akibat perdagangan bebas dapat diatasi dengan
investasi di bidang pengembangan sumber daya manusianya. Investasi ini
dapat menciptakan tenaga kerja terampil untuk dapat diberdayakan secara
lebih efektif dan efesien (Rusdin, 2002).
Mereka yang kontra terhadap globalisasi mengambil sikap pandangan
berlawanan dengan mengklaim bahwa globalisasi telah memicu “perlombaan
segala sesuatu hingga dasarnya”. Negara-negara dengan upah rendah menarik
pekerjaan-pekerjaan dari negara dengan pembayaran upah lebih tinggi
sehingga menyeret setiap orang turun ke tingkat mereka. Tuduhan “ekspor
pekerjaan” muncul sebagai satu isu politik penting di banyak negara industri.
Sebagai contoh, Nike—manufaktur sepatu olahraga berbasis di AS—telah
dimintai keterangan karena telah membayar orang-orang Vietnam 84 sen per
jam untuk membuat sepatu olahraga seharga $100. Di Prancis, isu tersebut
menjadi perdebatan hangat di beberapa kali pemilihan parlemen pada tahun
1990-an. Serikat pekerja mengklaim bahwa lebih dari 30 hingga 40 persen
dari 3 juta penganggur di Prancis merupakan korban “ekspor pekerjaan”
seperti ini. Dalam kenyataan, jumlahnya kurang dari 10 persen dan sebagian
besar merupakan industri-industri subsidi pemerintah yang tidak efisien serta
yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan kompetisi global.
Globalisasi menciptakan lebih banyak pekerjaan daripada
menghilangkannya. Namun, dalam sektor yang berbeda dan dalam wilayah
geografi yang berbeda, terkadang dibutuhkan keterampilan, pendidikan, dan
mobilitas yang lebih baik agar dapat dipekerjakan. Pekerjaan-pekerjaan yang
hilang di Eropa dan Amerika Utara selama beberapa dekade umumnya adalah
membutuhkan pekerja yang relatif tidak berpendidikan. Memang, diferensiasi
upah antara yang terampil dan yang tidak terampil kemungkinan akan
meningkat. Kedua sisi tersebut dapat menunjukkan banyak contoh untuk
mendukung kasus mereka. Namun, pada akhirnya, keduanya barangkali
1.32 Bisnis Internasional 

sedikit melebih-lebihkan. Yang tidak dapat disalahkan adalah kue ekonomi


dunia memang bertambah besar karena globalisasi dan kini terpotong secara
berbeda dari sebelumnya (Sadono, 2003).

b. Globalisasi dan kedaulatan nasional


Salah satu kritik terhadap globalisasi adalah meningkatnya saling
ketergantungan antarekonomi global, kekuatan ekonomi yang menggantikan
dominasi pemerintah, serta memfokuskan ke arah organisasi perdagangan
bebas (WTO) dan perkumpulan negara-negara Eropa. Ketika dunia ini
menjadi satu pasar, hal itu berakibat pada semakin kuatnya interdependensi
atau saling ketergantungan antara satu negara dan negara lain yang sama-
sama memunyai kedaulatan nasional. Jadi, yang sesungguhnya terjadi
bukanlah satu negara tergantung pada negara lainnya, melainkan suatu situasi
dan kondisi ketika semuanya saling memerlukan mempertahankan
keseimbangan politis serta ekonomis dan tentu pula dalam rangka
pemenuhan kepentingan masing-masing negara.
Interdependensi negara-negara ini pada gilirannya akan menggugat
persoalan tentang prinsip kedaulatan negara. Namun demikian, perjalanan
bangsa-bangsa di dunia menunjukkan bahwa keberadaan negara-negara yang
berdaulat ternyata tidak dapat dipisahkan dari yang lain. Hal ini terjadi
diakibatkan berlangsungnya hubungan-hubungan antarnegara yang sangat
intens, bahkan termasuk juga hubungan internasional yang pelaku-pelakunya
adalah individu-individu atau perusahaan-perusahaan yang berwarga negara
berbeda-beda. Lahirnya WTO yang dibentuk tahun 1994 yang merupakan
kelanjutan dari GATT telah berupaya memperbaiki kondisi perekonomian
para negara anggotanya (Rusdin, 2002).
Keseluruhan konsep globalisasi suatu perusahaan yang efektif
memberikan paradoks: semakin global suatu perusahaan, semakin harus
percaya pada sumber daya lokal, orang-orang, dan manajemen serta
kemampuan pemasaran untuk mendistribusikan produk atau jasanya ke pasar
baru.
Kebangsaan suatu perusahaan menjadi kurang penting. British Airways
merupakan salah satu dari perusahaan global yang besar dan yang memahami
kecenderungan ini. Perusahaan penerbangan ini telah memindahkan bendera
nasional Inggris dari seragam pesawat berubah menjadi menggunakan bentuk
desain dan seni dari lintas dunia. Bagian ekor dari jet British Airways kini
dihiasi dengan ungkapan berbagai seni artis dari kaligrafi Cina hingga lukisan
 ADBI4432/MODUL 1 1.33

Bushman dari Gurun Kalahari. Mobil Toyota Camry dalam jumlah besar
pernah menjadi simbol dominasi Jepang yang menakutkan di pasar mobil AS
dan kini dibuat di AS. Hingga kini, produk Crown Victoria dari perusahaan
Ford Motor sesungguhnya diimpor dari Kanada (Sadono, 2003).

5. Mengelola Pasar Global


Perusahaan yang akan terjun ke bisnis global tidak harus sebuah
perusahaan multinasional, tetapi yang perlu dipahami adalah semua
perusahaan dapat memasuki pasar global dengan memulai mengekspor dan
mengimpor barang dan jasa yang dibutuhkan dari negara lain. Dalam dunia
yang saling terkait sekarang ini, semua perusahaan, baik besar, menengah,
maupun kecil, dapat menjadi bisnis internasional. Kenyataan ini juga
menunjukkan bahwa para manajer yang memimpin setiap bisnis harus
mengarahkan sumber daya bisnisnya di pasar global. Para manajer harus
dapat memahami bahwa memimpin sebuah perusahaan yang memasuki pasar
global berbeda dengan perusahaan yang hanya berada pada pasar domestik.
Perbedaan disebabkan adanya perbedaan setiap negara, seperti perbedaan
budaya, sistem politik, sistem ekonomi, hukum, dan tingkat pertumbuhan
ekonominya.
Memasarkan produk di Brazil berbeda pendekatan pemasarannya dengan
di Jerman. Mengatur tenaga kerja dari AS memerlukan keahlian yang
berbeda dengan mengatur tenaga kerja dari Jepang. Membina hubungan
tertutup dengan pejabat pemerintah sangat penting di Meksiko, tetapi tidak
dapat diterapkan di Inggris. Demikian pula halnya dengan pendekatan
strategi bisnis di Kanada, tidak dapat dilakukan di Korea Selatan.
Menjadi seorang manajer di bisnis internasional tidak hanya harus peka
terhadap perbedaan antarnegara, tetapi juga harus mampu mengadopsi
beberapa kebijakan dan strategi yang dimiliki oleh perusahaan di negara lain.
Kita bisa belajar dari Procter & Gamble di Jepang yang mampu mengadopsi
beberapa strategi dan kebijakan di perusahaan Jepang.
Manajer sebuah perusahaan global juga harus mampu berhadapan
dengan isu-isu di setiap negara yang tentunya memerlukan pemecahan yang
berbeda dengan negara asalnya. Manajer juga harus dapat menentukan di
negara mana kegiatan produksi dan pemasarannya sehingga dapat
meminimalkan biaya dan menghasilkan nilai tambah di negara tujuan dan
negara asal.
1.34 Bisnis Internasional 

Bisnis internasional harus berpedoman pada aturan yang diterapkan dan


yang mengikuti standar perdagangan internasional. Para manajer diharapkan
juga mampu melakukan negosiasi dengan pejabat pemerintah setempat dan
menentukan batasan-batasan campur tangan pemerintah setempat dalam
menjalankan bisnisnya.
Pada akhirnya, kita dapat memahami bahwa mengatur sebuah bisnis
internasional akan sangat berbeda dengan mengatur pemasaran domestik. Hal
ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti (1) perbedaan antarnegara; (2)
tingkatan permasalahan yang dihadapi; (3) batasan-batasan campur tangan
pemerintah dalam sistem perdagangan internasional dan investasi; serta (4)
tingkat kurs mata uang yang berbeda dalam setiap negara (Rusdin, 2002).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan maksud dari globalisasi bisnis menurut pemahaman Anda
berdasarkan pengertian yang sudah dijelaskan!
2) Berikan gambaran pengaruh globalisasi terhadap perdagangan
internasional!
3) Jelaskan bagaimana mengelola pasar global sebagai seorang manajer
perusahaan!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Coba Anda lihat lagi halaman 1.20.


2) Silakan Anda pelajari kembali halaman 1.23—1.29.
3) Silakan Anda lihat halaman 1.33—1.34.

R A NG KU M AN

Globalisasi merupakan proses memfokuskan sumber daya (manusia,


uang, dan aset fisik) serta tujuan-tujuan dari suatu organisasi untuk
memperoleh kesempatan dan menanggapi ancaman pasar global
(Rusdin, 2002).
 ADBI4432/MODUL 1 1.35

Globalisasi telah mengubah cara dunia menjalankan bisnis.


Meskipun masih dalam tahap awal, hal itu tidak dapat dihentikan.
Tantangan yang dihadapi bisnis dan individu adalah belajar bagaimana
hidup dengannya, mengelolanya, serta mengambil manfaat yang
ditawarkannya. Dana Moneter Internasional (IMF) mendefinisikan
globalisasi sebagai bertumbuhnya saling ketergantungan ekonomi
negara-negara dunia melalui peningkatan volume dan keragaman
transaksi lintas batas dalam aliran barang, jasa, dan modal internasional
serta juga melalui penyebaran teknologi yang lebih cepat dan mendunia.
Pada era globalisasi saat ini, dunia melihat dorongan bisnis global
serupa pada saat menjelang Perang Dunia I. Namun, kekangan teknologi
dan komunikasi sangat membatasi lingkup globalisasi saat itu.
Globalisasi dimulai setelah akhir Perang Dunia II dengan kekuatan
gemilang negara Barat yang mendukung kebijakan perdagangan dan
investasi “bebas” di dunia. Gagasan ini lambat ditangkap.
Perusahaan yang akan terjun ke bisnis global tidak harus perusahaan
multinasional. Yang perlu dipahami adalah semua perusahaan dapat
memasuki pasar global dengan memulai mengekspor dan mengimpor
barang dan jasa yang dibutuhkan dari negara lain. Dalam dunia yang
saling terkait sekarang ini, semua perusahaan besar, menengah, ataupun
kecil dapat menjadi bisnis internasional. Kenyataan ini juga
menunjukkan bahwa para manajer yang memimpin setiap bisnis harus
mengarahkan sumber daya bisnisnya di pasar global. Para manajer harus
dapat memahami bahwa memimpin sebuah perusahaan yang memasuki
pasar global berbeda dengan perusahaan yang hanya berada pada pasar
domestik. Hal ini disebabkan adanya perbedaan setiap negara, seperti
perbedaan budaya, sistem politik, sistem ekonomi, hukum, dan tingkat
pertumbuhan ekonominya.
Dua faktor utama tampaknya telah menjadi tren yang mengarah
pada globalisasi besar-besaran. Pertama adalah turunnya hambatan
dalam arus masuk keluar produk, jasa, dan modal yang terjadi sejak
berakhir Perang Dunia (PD) II. Kedua adalah perubahan teknologi,
khususnya perkembangan dramatis yang terjadi tahun-tahun belakangan
ini di bidang komunikasi, proses informasi, dan teknologi transportasi.

TES F OR M AT IF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Globalisasi yang mengacu pada kecenderungan di antara beberapa


perusahaan yang menyediakan barang dan jasa dari lokasi yang berbeda
1.36 Bisnis Internasional 

sekeliling pasar global untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan


masing-masing negara, khususnya keuntungan biaya dan kualitas faktor
produksi (tenaga kerja, tanah, dan modal), adalah....
A. globalisasi pasar
B. globalisasi produk
C. globalisasi tenaga kerja
D. globalisasi teknologi

2) Globalisasi yang mengacu pada kenyataan bahwa beberapa industri pada


dasarnya saling terkait dan beberapa kekuatan dalam pasar nasional
menyatu dalam pengaruh pasar global disebut ….
A. globalisasi pasar
B. globalisasi produk
C. globalisasi tenaga kerja
D. globalisasi teknologi

3) Berikut ini merupakan hambatan impor nontarif, kecuali ....


A. hambatan administrasi
B. beamasuk
C. hambatan kuantitatif
D. persyaratan kandungan lokal

4) Kesepakatan yang dibentuk negara-negara untuk mengurangi tarif dan


hambatan perdagangan antarnegara adalah ....
A. NAFTA
B. ASEAN
C. GATT
D. OPEC

5) Faktor utama yang mendorong globalisasi besar-besaran adalah ....


A. perubahan budaya dan pasar tradisional
B. menurunnya hambatan perdagangan dan investasi
C. meningkatnya hambatan perdagangan
D. rendahnya perubahan teknologi dan informasi

6) Berkaitan dengan era global internet, salah satu media utama yang
dipakai perusahaan berskala global untuk memperkenalkan produknya di
 ADBI4432/MODUL 1 1.37

seluruh dunia, bahkan dimanfaatkan pula oleh perusahaan untuk


melakukan kontak dan transaksi dengan konsumen yang menggunakan
credit card adalah ....
A. world wide web
B. word wide web
C. world wide wifi
D. web word wide

7) Berikut ini merupakan karakteristik negara praindustri/negara


berpenghasilan rendah, kecuali ....
A. penghasilan negara rendah
B. pembangunan pabrik untuk memasok pasar domestik
C. tingkat kelahiran yang tinggi
D. tingkat buta huruf yang cukup tinggi

8) Sebuah negara dengan masalah ekonomi, sosial, dan politik yang


demikian serius sehingga negara itu tidak menarik untuk investasi dan
operasi disebut ....
A. kasus ekonomi
B. kasus investasi
C. kasus operasi
D. kasus keranjang

9) Negara-negara yang memunyai PNB di atas $12.000 per kapita disebut


dengan ....
A. negara berkembang
B. negara sedang berkembang
C. negara maju
D. negara praindustri

10) Mengatur sebuah bisnis internasional berbeda dengan mengatur


pemasaran domestik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut,
kecuali ....
A. persamaan antarnegara
B. tingkatan permasalahan yang dihadapi
1.38 Bisnis Internasional 

C. batasan-batasan campur tangan pemerintah dalam sistem


perdagangan internasional dan investasi
D. tingkat kurs mata uang yang berbeda dalam setiap negara

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
 ADBI4432/MODUL 1 1.39

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1
1) A
2) C
3) D
4) B
5) B
6) B
7) C
8) C
9) C
10) A

Tes Formatif 2
1) B
2) A
3) B
4) C
5) C
6) A
7) B
8) D
9) C
10) A
1.40 Bisnis Internasional 

Glosarium
Ekonomi global: merujuk ke ekonomi yang didasarkan pada ekonomi
nasional semua negara di dunia. Ekonomi global juga
dapat dipandang sebagai ekonomi masyarakat global
dan ekonomi nasional, yaitu ekonomi masyarakat
setempat, sehingga menciptakan satu ekonomi global.
Hambatan
kuantitatif: pembatasan-pembatasan jumlah jenis barang tertentu
yang akan diizinkan diimpor oleh sebuah negeri,
tanpa hambatan selama jangka waktu tertentu.
Pemerintah membatasi kuantitas impor produk
tertentu. Dalam hal ini, pemerintah tidak selalu
mendapatkan pendapatan, tetapi pemegang kuota
tidak mendapatkan pendapatan. Tujuannya adalah
melindungi industri “bayi” dan pada saat yang sama
mengurangi neraca perdagangan suatu negara.
Negara ketiga: bermula sejak perang dingin (1947—1991) di antara
Amerika Serikat dan sekutunya dengan negara-negara
blok komunis. Negara dunia ketiga adalah negara-
negara netral dan terkecuali. Kebanyakan negara
ketiga adalah negara-negara yang sedang membangun
dan merupakan bekas jajahan imperialis. Sebenarnya,
negara ketiga ini terbagi dalam beberapa kategori,
seperti negara ketiga dari segi kebebasan politik,
pendapatan kasar negara, pembangunan manusia,
kebebasan bersuara, dan juga tingkat kemiskinan.
Pasar domestik: seluruh kegiatan perdagangan yang berlangsung di
suatu negara di luar ekspor impor.
Pemasaran global: pemasaran yang menerima adanya kesamaan pasar
dunia (bersifat geosentris) yang kompleks melalui
integrasi aktivitas-aktivitas pemasaran domestik, luar
negeri, ataupun internasional yang dapat
menimbulkan sinergi dengan tetap mempertahankan
tujuan strategis organisasi dari keunggulan bersaing
sebagai kekuatan atau usaha-usaha pemasaran global.
Dalam pemasaran global, konsep asing atau luar
 ADBI4432/MODUL 1 1.41

negeri telah mengalami perubahan, yaitu menganggap


bahwa meskipun setiap negara berbeda, perbedaan
yang ada tersebut dapat dipahami dan dikelola.
Perusahaan global berusaha mengadaptasi program
pemasarannya untuk memenuhi kebutuhan lokal
dalam rangka strategi menyeluruh yang lebih luas.
Pendekatan ini mengombinasikan aspek-aspek
desentralisasi dan sentralisasi untuk mencapai
fleksibelitas.
Perusahaan global: perusahaan yang memperlakukan dunia sebagai satu
pasar. Dalam pemikirannya, pasar dunia saat ini
bergerak ke arah keseragaman. Hampir setiap orang
di seluruh dunia menginginkan barang yang dilihat,
didengar, dan dirasakannya melalui teknologi. Oleh
karena itu, terdapat satu segmen pasar yang
substansial yang memiliki kebutuhan yang sama.
Orientasi bisnis perusahaan global adalah geosentris,
yakni menganggap pasar dunia memiliki persamaan-
persamaan dan perbedaan-perbedaan sehingga
memungkinkan terciptanya strategi global yang
memanfaatkan kesamaan-kesamaan yang ada dan
menangani perbedaan-perbedaan yang ada. Jadi,
perusahaan global menjual produk, tetapi dengan
variasi lokal dan struktur organisasinya berbentuk
matriks atau campuran (mixed).
Perusahaan
multinasional: (MNCs) perusahaan yang menjual produknya ke
banyak negara yang setiap negara diperlukan sebagai
pasar tersendiri. Perusahaan internasional memasuki
tahap ini karena mulai menyadari bahwa setiap
negara membutuhkan penanganan yang berbeda agar
operasi perusahaan di sana dapat sukses. Dengan kata
lain, orientasi bisnisnya mulai berubah dari
etnosentris ke polisentris yang memandang pasar di
negara lain sangat berbeda (unik) sehingga untuk
melayaninya, diperlukan program pemasaran
tersendiri yang independen. Oleh karena itu, dalam
1.42 Bisnis Internasional 

perusahaan multinasional, sifat pengambilan


keputusan manajemen lebih cenderung ke
desentralisasi yang struktur organisasinya ditata atas
dasar wilayah geosentris.
Perusahaan nasional: perusahaan yang sekurang-kurangnya 51% daripada
modal dalam negeri yang ditanam di dalamnya dan
dimiliki oleh negara atau swasta nasional. Persentase
itu senantiasa harus ditingkatkan sehingga pada 1
Januari 1974 menjadi tidak kurang dari 75%.
Perusahaan ini dimiliki oleh orang Indonesia asli dan
pengelolaannya masih di bawah aturan pemerintah
Indonesia.
Tarif ekspor: tarif bagi barang yang akan diekspor ke luar negeri.
Fungsi tarif ekspor ini sebagai pemasukan negara
(budgetair) dan fungsi mengatur sosial ekonomi
pemerintahan (regulerent).
Tarif impor: salah satu instrumen penting dari kebijakan
perdagangan luar negeri, baik di negara maju maupun
di negara sedang berkembang. Tarif impor pada
hakikatnya adalah pajak untuk komoditas impor.
Tarif impor merupakan pembebanan beamasuk
terhadap barang-barang yang melewati suatu negara.
Dengan tarif, harga barang impor menjadi lebih
mahal sehingga merugikan konsumen dalam negeri.
Beberapa alasan diberlakukannya tarif adalah
memberikan perlindungan terhadap produsen dalam
negeri, memelihara dan memperluas kesempatan
kerja, serta meningkatkan penerimaan pajak negara.
 ADBI4432/MODUL 1 1.43

Daftar Pustaka

Ball, Donald A., et al. 2004. Bisnis Internasional 1, terj. Syahrizal Noor.
Jakarta: Salemba Empat

Firman. 2006. Modul Bisnis Internasional. Jakarta: Universitas Terbuka.

Griffin, R.W., dan Pustay. 1996. International Business. Edisi keempat. New
Jersey: Prentice Hall.

Rugman, Alan M. dan Richard M. Hodgetts. 1995. International Business: A


Strategic Management Approach. New York: McGraw-Hill, Inc.

Rusdin. 2002. Bisnis Internasional dalam Pendekatan Praktek. Bandung:


Alfabeta.

Sadono, Sukirno. 2003. Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta:


RajaGrafindo Persada.
MODUL 2

Teori Ekonomi
Bisnis Internasional
Ratih Purbasari, M.S.M.

PE N DA H UL U AN

T erjadinya perdagangan internasional, yaitu antarbangsa melakukan


praktik perdagangan, pada dasarnya telah terjadi berabad yang lalu.
Teori perdagangan internasional pada dasarnya berupaya memprediksi
komposisi dan volume barang-barang yang diperdagangkan oleh bangsa-
bangsa. Hal yang perlu dicermati dalam hal ini adalah latar belakang
terjadinya aktivitas perdagangan tersebut yang umumnya diwarnai atau
bermotif politis. Sebagai contoh, pada peristiwa perdagangan internasional
oleh bangsa Portugis, Inggris, dan Belanda yang berlayar ke Indonesia,
perdagangan merupakan salah satu politik untuk menguasai daerah jajahan
baru. VOC milik Belanda membuktikan bahwa terdapat koneksitas yang kuat
antara politik dan praktik perdagangan internasional, khususnya yang terjadi
di Indonesia.
Berdasarkan latar belakang tersebut, pada Modul 2 ini, mahasiswa akan
mempelajari apa saja teori-teori yang melatarbelakangi munculnya bisnis
internasional, pentingnya mengetahui teori bisnis internasional, serta
mempelajari beberapa teori kontemporer bisnis internasional.
Materi yang akan dibahas dalam modul ini disajikan dalam dua kegiatan
belajar berikut.
1. Kegiatan Belajar 1: Pengantar Teori Ekonomi Bisnis Internasional
2. Kegiatan Belajar 2: Teori Kontemporer Bisnis Internasional

Setelah mempelajari Modul 2 ini, mahasiswa diharapkan mampu


menjelaskan teori yang menjadi latar belakang munculnya bisnis
internasional, alasan pentingnya mempelajari bisnis internasional, dan teori-
teori bisnis internasional.
2.2 Bisnis Internasional 

Secara khusus, setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat


menjelaskan
1. konsep dasar mengenai teori ekonomi bisnis internasional,
2. konsep dasar mengenai teori kontemporer bisnis internasional.

Selamat belajar. Semoga sukses.


 ADBI4432/MODUL 2 2.3

Kegiatan Belajar 1

Pengantar Teori Ekonomi


Bisnis Internasional

A. MANFAAT MEMPELAJARI TEORI BISNIS INTERNASIONAL

Para pelaku bisnis internasional sudah saatnya berupaya untuk dapat


memahami teori bisnis internasional. Beberapa manfaat dapat diperoleh
dengan mempelajari teori-teori tersebut bagi para pelaku bisnis internasional.
Hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut (Rusdin, 2002).
1. Jika para praktisi bisnis harus sering berhubungan dengan pejabat-
pejabat pemerintah yang berlatar belakang pendidikan ilmu ekonomi,
para pelaku bisnis harus siap memahami konsep ekonomi secara
menyeluruh sehingga dapat berkomunikasi secara baik dengan para
ekonom tersebut.
2. Jika para pelaku bisnis mengajukan berbagai usulan proyek yang
memerlukan persetujuan pemerintah, mereka harus mampu
beragumentasi dan meyakinkan bahwa usulan tersebut layak, bermanfaat
secara ekonomi, dan dinilai baik. Dengan kata lain, pelaku bisnis juga
harus dapat melakukan feasibility study berdasarkan pendekatan
ekonomi agar usulan tersebut dapat dipahami sehingga berpeluang untuk
dapat disetujui. Para pemasar yang mengusulkan proyek-proyek besar
pada perencana pemerintah harus waspada bahwa penentu kunci
sekarang adalah efisiensi ekonomi daripada aspek finansial semata.
3. Para pelaku bisnis harus dapat menjelaskan kepada masyarakat manfaat
dan rasionalisasi bisnisnya secara ekonomi sehingga mereka dapat
menjadi mitra dalam menyosialisasikan tren praktik teori ekonomi bisnis
internasional, baik kepada masyarakat umum maupun kepada
masyarakat akademis.
4. Dapat memahami gejala-gejala ekonomi yang terjadi sehingga dapat
melakukan antisipasi yang relevan.

Beberapa manfaat di atas menjadi alasan mengapa para pelaku bisnis


internasional perlu mempelajari secara menyeluruh, khususnya teori-teori
2.4 Bisnis Internasional 

yang melatarbelakangi munculnya bisnis internasional, pembangunan


ekonomi, dan investasi langsung luar negeri (Rusdin, 2002).

B. TEORI-TEORI EKONOMI BISNIS INTERNASIONAL

Dari berbagai literatur, dijelaskan bahwa ada beberapa teori bisnis


internasional yang patut kita ketahui sebagai berikut.

1. Merkantilisme
Merkantilisme adalah falsafah ekonomi yang menganut konsep bahwa
penting bagi sebuah negara untuk mengakumulasi persediaan logam-logam
berharga demi mencapai kesejahteraan. Penganut falsafah merkantilisme
menjelaskan bahwa logam-logam berharga dianggap sebagai satu-satunya
sumber kesejahteraan. Dalam hal ini, pemerintah membuat kebijakan
ekonomi yang mempromosikan ekspor dan mengurangi impor serta
mengakibatkan surplus perdagangan yang harus dengan dibayar emas dan
perak. Larangan-larangan impor dilakukan dengan meningkatkan bea masuk
agar impor menurun. Sementara itu, pemerintah berupaya untuk
meningkatkan subsidi kepada pengekspor agar mereka termotivasi untuk
meningkatkan ekspor. Tindakan-tindakan ini semata-mata dilakukan sebagai
upaya untuk menciptakan surplus perdagangan.
Era kaum merkantilis berakhir pada tahun 1700-an, tetapi argumen-
argumennya masih tetap hidup. Sebuah neraca perdagangan dinilai baik jika
negara mengekspor lebih banyak barang dan jasa daripada yang diimpornya.
Dalam akunting neraca pembayaran, ekspor yang membawa dolar ke dalam
suatu negara disebut positif, tetapi impor yang menyebabkan dolar mengalir
ke luar negara disebut negatif.
Sebagai contoh, merkantilisme modern dewasa ini masih banyak dianut
beberapa negara. Mereka umumnya berupaya meningkatkan ekspor dan
mengurangi impor. Kebijakan Indonesia untuk memberikan subsidi ekspor
kepada para pengekspor merupakan salah satu contoh realisasi dari paham
merkantilisme. Adanya penetapan tarif bea masuk barang impor yang
diterapkan oleh berbagai negara di dunia juga merupakan realisasi dari
paham merkantilisme. Selain itu, neraca perdagangan dikatakan positif (baik)
jika nilai ekspor lebih tinggi dari nilai impor. Konsep tersebut telah menjadi
dasar dalam praktik perdagangan internasional hampir di seluruh belahan
 ADBI4432/MODUL 2 2.5

dunia sehingga disadari atau tidak merkantilisme masih menjadi paham


perdagangan dunia.
Jepang merupakan salah satu negara yang mempraktikkan paham
merkantilisme dengan proteksi pasarnya yang begitu ketat. Hambatan-
hambatan perdagangan yang diciptakan Jepang menjadikan Jepang suatu
pasar yang sulit ditembus. Para pelaku bisnis dunia memperhatikan
hambatan-hambatan Jepang terhadap impor mereka, yaitu akibat dari
etnosentrisme, semangat swasembada, dan mentalitas pertahanan budaya
yang kuat (Rusdin, 2002).
Merkantilisme lahir pada abad ke-16 yang merupakan sebuah filosofi
ekonomi yang mempertahankan pendapat bahwa kekayaan negara diukur
dengan jumlah emas dan perak yang dimilikinya. Berdasarkan teori
merkantilisme, tujuan dari suatu negara harus lebih memperbesar ekspor
daripada mengandalkan simpanan emas dan peraknya. Untuk melakukan itu,
suatu negara harus bekerja keras dalam memaksimumkan perbedaan antara
ekspor dan impor dengan cara meningkatkan ekspor dan mengurangi impor.
Logika ini secara transparan digunakan oleh para pemegang kebijakan yang
ada pada abad ke-16, yaitu pemegang kebijakan mendefinisikannya dengan
analogi bahwa apabila ada orang asing ingin membeli lebih banyak barang
dari Anda dibandingkan dengan yang Anda beli dari mereka, orang asing
tersebut harus membayar dengan selisih perbedaannya dengan emas dan
perak. Ini berarti akan membuat Anda dapat mengumpulkan kekayaan lebih.
Terminologi merkantilisme masih digunakan sampai sekarang. Sebagai
contoh, komentator televisi dan surat kabar melaporkan suatu negara
mengalami ketidakseimbangan perdagangan (balance of trade), yaitu jumlah
ekspor lebih sedikit dibandingkan impor.
Pada saat merkantilisme mulai terlihat digunakan sebagai dasar dalam
kebijakan ekonomi, misalnya kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan
aturan dari suatu kerajaan, jumlah simpanan emas dan perak yang dimiliki
kerajaan tersebut merupakan lambang kekuatan. Dengan simpanan tersebut,
mereka mampu membiayai peningkatkan kualitas tentaranya sehingga
mampu menjajah negara lain serta melakukan ekspansi untuk memperluas
kekuasaannya.
Secara politik, merkantilisme terkenal dengan banyaknya berbagai
produksi pabrik manufaktur dan pekerjanya. Manufaktur yang berorientasi
ekspor (export-oriented manufacturers) dan yang memihak pada pemangku
kebijakan berpaham merkantilis produk ini mengeluarkan kebijakan, seperti
2.6 Bisnis Internasional 

memberikan subsidi atau potongan harga dan pengurangan pajak. Kebijakan


tersebut dapat menstimulasi penjualan ke pihak asing. Perusahaan domestik
menjadi terancam oleh impor dari perusahaan asing yang mendukung
pemegang kebijakan perdagangan berpaham merkantilisme untuk
mengeluarkan kebijakan, seperti mengenakan tarif atau kuota yang
melindungi produk dari kompetisi dengan perusahaan asing. Seluruh elemen
yang ada di dalam suatu negara yang berpaham merkantilis, seperti para
pebisnis, pekerja, penyuplai, dan politikus lokal, mendukung setiap kebijakan
yang dikeluarkan negara dengan memberikan penjelasan kepada masyarakat
dan meyakinkan mereka bahwa segala fasilitas produksi dimiliki berkat
kebijakan dari aturan merkantilis kerajaan.
Walaupun demikian, terdapat sebagian besar dari anggota perkumpulan
masyarakat yang kecewa terhadap beberapa kebijakan merkantilis. Subsidi
pemerintah tentang ekspor pada beberapa perusahaan tertentu ternyata
dibiayai oleh para pembayar pajak dalam negeri. Akibatnya, warga harus
membayar pajak yang lebih tinggi. Pembatasan impor dari pemerintah
diberlakukan dengan konsekuensi konsumen harus membayar harga lebih
mahal terhadap produk domestik karena perusahaan domestik tidak mampu
menghadapi persaingan harga dari luar negeri. Semasa era pemerintahan
imperialisme, negara penjajah memberikan beban melalui kebijakan
merkantilis kepada daerah jajahan atau koloni mereka. Sebagai contoh, di
bawah perjanjian navigasi (navigation act), pada praktik navigasi tahun 1960,
seluruh barang dari Eropa yang diimpor dari koloni negara jajahan AS harus
dikirim melalui Great Britain. Inggris melarang perusahaan dari koloni
mereka untuk mengekspor barang-barang tertentu yang dapat menyaingi
produk-produk dari perusahaan Inggris, seperti topi, barang-barang dari
bahan besi, dan pakaian dari wool. Untuk memastikan bahwa Inggris akan
mendapatkan cukup pasokan barang dengan harga input yang rendah dari
harga para pedagang Inggris, negara Inggris mengharuskan beberapa industri
kolonial untuk menjual hasil produk mereka kepada perusahaan-perusahaan
dari Inggris. Produk-produk tersebut di antaranya berupa beras, tembakau,
dan yang berhubungan dengan hasil hutan, misalnya kayu untuk pembuatan
kapal. Strategi merkantilis seperti ini pada akhirnya menimbulkan
permasalahan, yaitu salah satu dari strategi merkantilis justru berdampak
buruk terhadap Inggris sendiri sehingga menyebabkan kekalahan terhadap
AS.
 ADBI4432/MODUL 2 2.7

Penganut paham primordialisme attitudes tidak terbatas pada AS saja.


Negara Amerika Utara dan Eropa sejak lama sudah menyampaikan keluhan
ketika Jepang membatasi akses barang-barang asing untuk dapat masuk ke
pasarnya. Sebagai contoh, dibutuhkan waktu 40 tahun untuk bernegosiasi
sebelum Jepang menyetujui pada tahun 1990-an untuk mengizinkan barang
impor, seperti beras asing, yang hanya diizinkan kurang dari 10 persen dari
pasar Jepang. Perusahaan Asia dan Amerika Utara turut pula mengkritik
Eropa yang menghalangi impor barang, seperti daging sapi, mobil, dan
perekam video kaset. Beberapa praktik paham merkantilisme seperti itu
terkadang masih sering dibenarkan, bahkan hampir tiap negara telah
mengadopsi beberapa kebijakan neomercantilist, yaitu kebijakan untuk
melindungi industri kunci dalam ekonominya (Firman, 2006).

2. Teori Keunggulan Absolut


Adam Smith mengemukakan bahwa masing-masing negara akan
mengkhususkan diri dalam memproduksi barang-barang yang dapat
diproduksinya dengan lebih efisien serta memiliki suatu keunggulan absolut,
baik alamiah maupun yang dibuat/diproduksi. Sebagian barang-barang
tersebut akan diekspor untuk membayar impor barang-barang yang dapat
diproduksi lebih efisien di tempat lain.
Sebagai contoh, ada persaingan sempurna dan tidak ada biaya-biaya
transportasi di dunia dengan dua negara dan dua produk. (1) Satu unit
masukan (kombinasi tanah, tenaga kerja, dan modal) (2) masing-masing
negara memiliki dua unit input yang dapat digunakannya untuk memproduksi
beras ataupun mobil dan (3) masing-masing negara menggunakan satu unit
masukan untuk memproduksi tiap-tiap produk. Apabila tidak ada negara yang
mengimpor atau mengekspor, jumlah yang ditunjukkan juga merupakan apa
yang tersedia bagi konsumsi lokal keluaran total dari kedua negara, yaitu
empat ton beras dan enam mobil.
Di AS, tiga ton beras atau dua mobil dapat diproduksi dengan satu unit
keluaran. Karena itu, tiga ton beras harus mempunyai harga yang sama
dengan dua mobil. Akan tetapi, di Jepang, satu ton beras dapat diproduksi
dengan unit masukan yang dapat memproduksi empat mobil sehingga satu
ton beras memiliki biaya sebanyak empat mobil.
Berdasarkan contoh tersebut, AS mempunyai keunggulan absolut dalam
produksi beras (tiga banding satu), sedangkan keunggulan absolut Jepang
berada dalam pembuatan mobil (empat banding dua). Apakah setiap orang di
2.8 Bisnis Internasional 

mana pun akan memberikan kepada pembuat mobil Jepang satu ton beras
untuk empat mobil? Menurut contoh ini, semua produsen beras AS
seharusnya demikian karena mereka dapat memperoleh dua mobil untuk tiga
ton beras di negaranya. Demikian pula para pembuat mobil Jepang. Ketika
mereka mengetahui bahwa mereka dapat memperoleh lebih dari dua ton
beras untuk setiap empat mobil di AS, mereka berkeinginan untuk
memperdagangkan mobil Jepang dengan beras AS.
Dampak dari teori absolut sebagai berikut.
a. Adanya spesialisasi tiap negara. Tiap-tiap negara akan memutuskan
menggunakan sumber-sumbernya hanya untuk memproduksi barang
yang paling efisien. Jika suatu keputusan produksi tidak dapat
menyebabkan efisiensi atau bahkan menyebabkan inefisiensi, negara
tersebut lebih baik melakukan impor yang diprediksi dapat lebih efisien.
b. Adanya syarat-syarat perdagangan. Dengan adanya spesialisasi,
hubungan perdagangan antara kedua negara dapat terjadi jika kedua
negara itu memperdagangkan sebagian surplus yang menjadi keunggulan
mereka. Akan tetapi, dalam kaitan tersebut, terdapat syarat-syarat yang
perlu dipenuhi kedua negara tersebut untuk berdagang. Sebagai contoh,
pembuat mobil Jepang akan memperdagangkan sebagian mobil mereka
dengan beras apabila mereka dapat memperoleh satu ton beras untuk
empat mobil di Jepang. Demikian pula petani beras AS akan
memperdagangkan beras mereka dengan mobil-mobil Jepang apabila
mereka memperoleh sebuah mobil dengan harga kurang dari 1,5 ton
beras di AS.

Apabila kedua negara menggunakan kedua pembatasan perdagangan


sehingga masing-masing sama-sama memperoleh keuntungan dari
perdagangan tersebut, mereka akan menyetujui jual beli 1,25 ton beras untuk
sebuah mobil. Keduanya akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi yang
ditekuni mereka (Rusdin, 2002).
Neomercantilism mempunyai tampilan yang hebat. Pandangan
neomerkantilisme mendapatkan banyak dukungan, khususnya dukungan dari
masyarakat yang ingin memperkuat perekonomian negara mereka. Akan
tetapi, haruskah suatu negara tidak memaksimalkan penanganan tabungan
berupa emas dan perak? Menurut Adam Smith, ekonom asal Skotlandia yang
terkenal sebagai bapak ekonomi dan sebagai pengamat perdagangan bebas,
dasar problem atas pandangan merkantilisme itu membingungkan.
 ADBI4432/MODUL 2 2.9

Neomercantilism mempunyai pendekatan yang dangkal, terutama bagi


pendukung yang ingin memperkuat ekonomi negeri mereka. Mengapa suatu
negeri tidak seharusnya berusaha untuk memaksimalkan saham perak dan
emasnya? Menurut Adam Smith, masalah dasar pada sistem ekonomi
merkantilisme itu dapat membingungkan antara pengadaan harta benda dan
pengadaan atas kekayaan itu sendiri. Dalam bukunya An Inquiry into the
Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776), Smith menyerang basis
sistem ekonomi merkantilisme yang intelektual dan menunjukkan bahwa
sistem ekonomi merkantilisme itu benar-benar memperlemah suatu negeri.
Menurut Smith, sistem ekonomi merkantilisme dapat merampas kemampuan
individu yang menyangkut perdagangan bebas serta merenggut manfaat dari
adanya pertukaran sukarela/fakultatif perdagangan bebas. Lebih dari itu, hal
tersebut dapat menghindarkan impor yang masuk walau dengan harga berapa
pun. Bagaimanapun suatu negeri pada akhirnya harus menghabiskan sumber
dayanya untuk memproduksi barang-barang yang tidak sesuai dengan hasil
produksinya. Pemborosan yang disebabkan oleh sistem ekonomi
merkantilisme akan mengurangi kekayaan dari suatu negara secara
keseluruhan walaupun terdapat manfaat bagi kelompok tertentu.
Smith sebagai pendukung perdagangan bebas antarnegara menjelaskan
bahwa perdagangan bebas merupakan alat memperbesar suatu kekayaan
negara. Perdagangan bebas memungkinkan suatu negara untuk memperluas
jumlah jasa dan barang-barang agar tersedia suplainya dengan cara
menspesialisasikan produksi barang dan jasa tertentu untuk dijual, baik di
dalam negerinya maupun ke beberapa negara yang lain. Akan tetapi, jasa dan
barang-barang yang bagaimanakah yang perlu diekspor dan yang manakah
yang perlu diimpor? Untuk menjawab pertanyaan ini, Smith mengembangkan
teori keuntungan absolut yang menyatakan bahwa suatu negara perlu
mengekspor jasa dan barang-barang itu apabila lebih produktif diproduksi di
dalam negeri serta perlu mengimpor jasa dan barang-barang apabila lebih
produktif diproduksi di negara lain dibandingkan di dalam negeri sendiri.
Keuntungan absolut dapat ditunjukkan melalui demonstrasi contoh
numerikal kuantitatif. Kita asumsikan bahwa hanya ada dua negara di dunia,
yaitu Jepang dan Prancis. Hanya ada dua produk, yaitu minuman anggur dan
jam radio dengan hanya ada satu di antara faktor-faktor produksi, yaitu
tenaga kerja.
2.10 Bisnis Internasional 

Tabel 2.1
Ilustrasi Teori Keunggulan Absolut

Produksi Per Jam Tenaga Kerja


Prancis Jepang
Anggur 2 1
Jam radio 3 5

Tabel 2.1 menunjukkan keluaran kapasitas produksi (output) dari dua


produk per jam tenaga kerja untuk kedua negara. Di Prancis, satu jam tenaga
kerja untuk dapat menghasilkan dua botol anggur sekaligus tiga buah jam
radio. Di Jepang, satu jam tenaga kerja dapat menghasilkan satu botol anggur
sekaligus lima buah jam radio. Prancis mempunyai suatu keuntungan absolut
dalam produksi anggur, yaitu satu jam tenaga kerja menghasilkan dua botol
anggur, sedangkan tenaga kerja Jepang hanya dapat memproduksi satu botol
anggur. Sementara itu, Jepang mempunyai suatu keuntungan absolut dalam
produksi jam radio, yaitu satu jam tenaga kerja menghasilkan lima buah jam
radio, sedangkan tenaga kerja Prancis hanya menghasilkan tiga buah jam
radio dalam waktu yang sama.
Jika Prancis dan Jepang melakukan perdagangan satu sama lain, keadaan
keduanya akan menjadi lebih baik apabila memperhitungkan keuntungan
absolut masing-masing negara. Umpamakanlah Prancis setuju menukar dua
botol anggur untuk empat buah jam radio. Maksudnya, hanya satu jam per
tenaga kerja di Prancis untuk menghasilkan dua botol anggur boundfor bagi
Jepang. Sementara itu, untuk memproduksi empat buah jam radio, tenaga
kerja Prancis akan memerlukan 1.33 jam per tenaga kerja. Dengan
perhitungan tersebut, akan lebih baik jika mengimpor jam radio dari Jepang
dan mengekspor minuman anggur ke Jepang, demikian juga sebaliknya.
Dengan membelinya dari Jepang dan bukannya memproduksi jam radio
sendiri, Prancis dapat menabung 0.33 jam tenaga kerja. Prancis dapat
menggunakan tenaga kerja yang dibebaskan untuk menghasilkan lebih
banyak anggur yang pada gilirannya dapat dikonsumsi lebih banyak oleh
warga negara Prancis atau menjualnya ke Jepang untuk mendapatkan lebih
banyak jam radio dari Jepang.
Jepang dengan melakukan cara yang sama keadaannya akan lebih baik.
Jepang menggunakan 0.8 jam tenaga kerja untuk menghasilkan empat jam
radio untuk ditukar dengan dua botol anggur Prancis. Jika memproduksi dua
 ADBI4432/MODUL 2 2.11

botol anggur sendiri, diperlukan dua jam tenaga kerja. Dengan memproduksi
radio jam sendiri, kemudian mereka menukarnya dengan Prancis, Jepang
dapat menyelamatkan 1,2 jam tenaga kerja yang dapat digunakan untuk
menghasilkan lebih banyak jam radio sehingga Jepang dapat mengonsumsi
lebih banyak anggur (Firman, 2006).

3. Teori Keunggulan Komparatif


Ricardo (1917) memperlihatkan bahwa meskipun sebuah bangsa
memegang keunggulan absolut dalam produksi dua barang, kedua negara
masih dapat memperdagangkan keunggulan masing-masing sepanjang
bangsa yang produknya menyebabkan inefisiensi mampu mempertahankan
efisiensinya pada produksi kedua barang itu. Sebagai contoh, AS memiliki
keunggulan absolut dalam memproduksi beras dan mobil. Perhatikan bahwa
dibandingkan AS, Jepang kurang efisien dalam pembuatan mobil daripada
memproduksi beras. Karena itu, ia memiliki keunggulan relatif atau
keunggulan komparatif dalam memproduksi mobil (Rusdin, 2002).
Teori mengenai keuntungan mutlak absolut dapat dipahami dengan
membuat pengertian secara intuitif. Sayang sekali, teori ini memiliki banyak
kekurangan. Apa yang terjadi pada perdagangan apabila suatu negera
mempunyai suatu keuntungan mutlak absolut pada kedua produk? Teori
keuntungan mutlak absolut secara salah tidak menyatakan bahwa ada
kemungkinan perdagangan tidak akan terjadi. David Ricardo, ahli ekonomi
asal Britania, Inggris, pada awal abad ke-19, memecahkan masalah ini
dengan mengembangkan teori keuntungan komparatif negara. Suatu negara
perlu memproduksi dan mengekspor barang-barang dan jasanya yang secara
relatif lebih produktif dibanding dengan negara lain serta mengimpor barang-
barang dan jasa dari negara lain yang secara relatif lebih produktif.
Di antara kedua teori ini sulit dicari perbedaannya. Keuntungan absolut
melihat perbedaan secara absolut produktivitasnya. Keuntungan komparatif
melihatnya dari perbedaan secara relatif produktivitasnya. Yang menjadi
pembeda adalah keuntungan komparatif menyertakan konsep biaya
kesempatan (opportunity cost) dalam menentukan kebaikan barang-barang
apa saja yang dapat diproduksi pada suatu negara. Biaya kesempatan atau
opportunity cost dari suatu kebaikan produk adalah nilai yang didapat dari
apa yang diberikan untuk mendapatkan kebaikan barang-barang tersebut.
Kebanyakan dari kita, tanpa disadari, telah menerapkan prinsip keuntungan
komparatif dan prinsip biaya kesempatan (opportunity cost). Sebagai contoh,
2.12 Bisnis Internasional 

suatu ahli bedah otak mungkin lebih baik pada perawatan pembedahan otak
dan juga lebih baik dalam menyiangi rumput halaman dibandingkan dengan
putra tetangganya. Akan tetapi, jika si ahli bedah secara komparatif lebih
baik jika melakukan operasi, dia akan lebih banyak waktunya di meja operasi
dan akan membayar remaja untuk menyiangi rumput halamannya. Ahli bedah
otak bertindak seperti itu karena biaya kesempatan untuk menyiangi rumput
halaman terlalu tinggi. Artinya, waktu yang dihabiskan untuk melakukan
penyiangan akan membuat dia tidak ada waktu untuk melakukan operasi.
Mari kita kembali ke contoh Tabel 2.1 untuk membandingkan
keuntungan mutlak absolut dan keuntungan komparatif. Prancis mempunyai
suatu keuntungan mutlak absolut pada anggur, sedangkan Jepang mempunyai
suatu keuntungan mutlak absolut pada radio jam. Teori keuntungan mutlak
absolut mengatakan bahwa Prancis perlu mengekspor anggur ke Jepang dan
Jepang perlu mengekspor radio jam ke Prancis. Seperti ditunjukkan pada
Tabel 2.1, Prancis juga mempunyai suatu keuntungan komparatif dalam
memproduksi anggur. Dengan satu jam, tenaga kerja menghasilkan dua kali
yang dihasilkan oleh tenaga kerja Jepang untuk memproduksi anggur.
Sementara itu, tenaga kerja Jepang apabila mengerjakan radio jam hanya 0.6
kali. Dengan begitu, Prancis secara relatif lebih produktif memproduksi
anggur. Maka itu, Jepang mempunyai suatu keuntungan komparatif dalam
memproduksi radio jam. Dengan satu jam, tenaga kerja menghasilkan 1,67
kali sebanyak radio jam ketika Prancis memproduksinya, tetapi hanya 0,5
kali sebanyak anggur. Maka itu, Jepang secara relatif lebih produktif dalam
memproduksi radio jam. Teori komparatif keuntungan mengatakan bahwa
Prancis perlu mengekspor anggur ke Jepang dan Jepang perlu mengekspor
radio jam ke Perancis. Sebagai contoh, Tabel 2.1 menunjukkan bahwa teori
keuntungan mutlak absolut dan teori keuntungan komparatif keduanya
memiliki hasil yang sama.
Kita lihat pada beberapa fakta yang lain. Walaupun produktivitas tetap
sama di Jepang, Prancis dapat dua kali lebih besar produktivitasnya. Hal ini
merupakan hasil dari program pelatihan kepada pekerja untuk mengerjakan
pekerjaan baru. Tabel 2.2 menunjukkan situasi yang baru. Prancis sekarang
dapat memproduksi empat botol anggur atau enam buah radio jam per jam
setiap tenaga kerja. Prancis sekarang mempunyai keuntungan absolut pada
kedua barang tersebut, yaitu anggur dan radio jam. Untuk setiap jam tenaga
kerja, Prancis dapat memproduksi tiga botol lebih anggur (empat dikurangi
satu) atau satu buah radio jam lebih (enam dikurangi lima) daripada Jepang.
 ADBI4432/MODUL 2 2.13

Berdasarkan teori keuntungan absolut, tidak perlu adanya perdagangan


karena Prancis lebih produktif dibanding Jepang dalam memproduksi kedua
barang tersebut.
Teori keuntungan komparatif, di lain pihak, mengindikasikan bahwa
perdagangan masih bisa terjadi. Prancis mempunyai waktu empat kali lebih
baik dibanding Jepang dalam memproduksi anggur, tetapi hanya 1,2 kali
lebih baik dalam produksi radio jam. Sebagai alternatifnya, Jepang hanya
0,25 sama baiknya dengan Prancis dalam memproduksi anggur, tetapi 0,83
sama baiknya dalam produksi radio jam. Prancis dari segi komparatif lebih
baik daripada Jepang dalam produksi anggur, sedangkan Jepang secara
komparatif lebih baik daripada Prancis dalam produksi radio jam.
Menurut teori keunggulan komparatif, Prancis harus mengekspor anggur
ke Jepang dan Jepang harus mengekspor radio jam ke Prancis. Apabila ini
terjadi, keduanya mendapat kebaikan yang sama. Dalam perdagangan, satu
botol anggur dapat dijual untuk 1,5 radio jam di Prancis dan untuk lima buah
radio jam di Jepang. Jika Jepang menawarkan untuk melakukan perdagangan,
Jepang akan menukar dua buah radio jam untuk satu botol anggur sehingga
Prancis akan mendapatkan keuntungan lebih baik (walaupun Prancis
memiliki keuntungan absolut dalam memproduksi radio jam).
Jepang juga mendapatkan keuntungan. Tanpa melakukan perdagangan,
Jepang harus memberikan lima buah radio jam untuk mendapatkan satu botol
anggur. Dengan melakukan perdagangan, Jepang hanya harus memberikan
dua buah radio jam untuk mendapatkan satu botol anggur lagi. Jepang
mendapatkan lebih banyak anggur per radio jam melalui perdagangan dengan
Prancis daripada memproduksi sendiri. Walaupun Prancis memiliki
keuntungan absolut dalam memproduksi keduanya, kedua negara
memperoleh keuntungan dari perdagangan ini. Bahwa keuntungan
komparatiflah yang memotivasi perdagangan ini, bukan keunggulan absolut.

Tabel 2.2
Teori Keuntungan Komparatif: Sebuah Contoh

Produksi Per Jam Tenaga Kerja


Prancis Jepang
Anggur 4 1
Radio Jam 6 5
2.14 Bisnis Internasional 

4. Teori Faktor Pendukung oleh Heckscer-Ohlin


Teori Heckscer-Ohlin menyatakan bahwa perbedaan-perbedaan
internasional dan interegional dalam biaya produksi timbul karena perbedaan
dalam pasokan faktor-faktor produksi. Barang-barang yang memerlukan
sejumlah besar faktor produksi yang berlimpah akan memperoleh biaya
produksi yang lebih murah sehingga memungkinkan menjual produknya
dengan harga lebih murah di pasar-pasar internasional. Sebagai contoh, Cina
yang relatif memiliki pendukung yang lebih baik dalam tenaga kerja
dibanding Belanda harus berkonsentrasi pada produksi barang-barang yang
banyak menggunakan tenaga kerja. Sementara itu, Belanda dengan modal
yang relatif lebih besar daripada tenaga kerjanya seharusnya
menspesialisasikan diri dalam produk-produk yang padat modal. Ketika
kedua negara ini berdagang, masing-masing akan memperoleh barang-barang
yang memerlukan sejumlah besar faktor produksi yang relatif langka dengan
harga yang lebih rendah. Keduanya akan memperoleh keuntungan dari
transaksi itu.
Seberapa manfaat dari teori ini untuk menjelaskan pola perdagangan
dewasa ini? Negara-negara dengan jumlah tanah yang relatif luas (seperti
Australia) melakukan ekspor produk-produk yang padat lahan (gandum dan
ternak). Sementara itu, Hongkong mengekspor barang-barang yang padat
tenaga kerja. Akan tetapi, ada pengecualian yang berkaitan dengan sebagian
asumsi Ohlin. Ada asumsi bahwa harga dari faktor-faktor produksi
bergantung hanya pada faktor pendukung. Kita tahu hal ini tidak benar.
Harga-harga faktor produksi tidak ditetapkan dalam pasar sempurna. Upah
minimum dan manfaat-manfaat yang diatur memaksa biaya tenaga kerja
meningkat sampai pada titik yang lebih tinggi daripada nilai produk yang
dapat diproduksi oleh banyak tenaga kerja.
Ohlin juga mengasumsikan bahwa suatu teknologi tertentu tersedia
secara universal, tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Selalu terdapat
ketinggalan antara pengenalan metode produksi baru dan aplikasinya di
seluruh dunia. Akibatnya, teknologi unggul sering kali memperkenankan
sebuah negara untuk memproduksi barang-barang dengan biaya lebih rendah
daripada biaya di negara yang memiliki karunia yang lebih baik dalam faktor
produksi yang diperlukan.
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1953 oleh ahli ekonomi Wassily
Leontief mempersoalkan manfaat teori Heckscher-Ohlin sebagai peramal
arah perdagangan. Studi itu, yang dikenal sebagai leontief paradox,
 ADBI4432/MODUL 2 2.15

menemukan bahwa AS, salah satu di antara negara-negara yang paling padat
modal di dunia, mengekspor produk-produk padat tenaga kerja.
Sebuah studi lain yang dilakukan oleh para ahli ekonomi Harvard Sachs
dan Shatz tahun 1994 ternyata memperlihatkan bahwa AS telah
meningkatkan ekspor barang-barang intensif tenaga kerja terdidik ke negara-
negara berkembang dan mengurangi produksi barang-barangnya yang tidak
memerlukan tenaga terdidik. Dengan demikian, pada dasarnya banyak hal
yang diproduksi, baik dengan proses yang padat modal atau padat tenaga
kerja.
Kritik lain atas teori Heckscher-Ohlin adalah bagaimana teori tersebut
mengabaikan biaya transportasi. Sebagaimana diketahui, ada barang-barang
yang biaya angkutannya begitu tinggi sehingga biaya sampai di tempat (harga
penjualan ekspor tambah beban transportasi) lebih besar daripada biaya
produk yang dibuat secara lokal. Hal ini tentu saja menyebabkan inefisiensi.
Kritik lain adalah berkaitan dengan perbedaan selera. Hal itu karena
bagian sisi permintaan yang selalu sulit untuk berurusan dengan teori
ekonomi begitu jauh, kita abaikan perbedaan-perbedaan dalam rasa/selera.
Akan tetapi, orang-orang bisnis tidak dapat mengabaikan perbedaan ini yang
memungkinkan perdagangan mengalir pada arah yang sama sekali
berlawanan dengan yang diramalkan oleh teori keunggulan komparatif dari
negara-negara biaya tinggi sampai rendah. Prancis menjual kepada AS
produk-produk anggur, kosmetik, pakaian, bahkan air minum yang semuanya
diproduksi di Prancis dan pada umumnya dijual dengan harga yang lebih
rendah. Jerman dan Italia mengirim Porche dan Maserati ke salah satu
produsen mobil terbesar di dunia. AS membeli barang-barang ini tidak hanya
atas dasar harga, tetapi juga karena perbedaan preferensi selera (Rusdin,
2002).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan konsep teori merkantilisme dan penerapannya dalam dunia
bisnis! Berikan contoh!
2) Jelaskan perbedaan antara teori keunggulan absolut dan teori keunggulan
komparatif! Berikan contoh atas perbedaan itu!
3) Jelaskan inti dari teori faktor pendukung oleh Heckscer-Ohlin!
2.16 Bisnis Internasional 

Petunjuk Jawaban Latihan

Untuk dapat menjawab soal latihan dengan baik, pelajarilah uraian


materi dengan sungguh-sungguh. Apabila ada kesulitan, Anda dapat
berdiskusi dengan teman atau tutor Anda.
1) Untuk menjawab soal nomor 1, silakan Anda lihat pada halaman 2.4—
2.7.
2) Untuk menjawab soal nomor 2, pelajari kembali halaman 2.7—2.13.
3) Untuk menjawab soal nomor 3, coba Anda lihat halaman 2.14.

R A NG KU M AN

Terjadinya perdagangan internasional, yaitu antarbangsa melakukan


praktik perdagangan, pada dasarnya telah terjadi berabad yang lalu.
Teori perdagangan internasional pada dasarnya berupaya memprediksi
komposisi dan volume barang-barang yang diperdagangkan oleh bangsa-
bangsa. Hal yang perlu dicermati adalah sisi historis perdagangan
internasional itu sendiri. Latar belakang terjadinya aktivitas perdagangan
tersebut umumnya diwarnai atau adanya motivasi politis. Contohnya
adalah peristiwa perdagangan internasional oleh bangsa Portugis,
Inggris, dan Belanda yang berlayar ke Indonesia. Perdagangan
merupakan salah satu politik untuk menguasai daerah jajahan baru. VOC
milik Belanda membuktikan bahwa terdapat koneksitas yang kuat antara
politik dan praktik perdagangan internasional, khususnya yang terjadi di
Indonesia.
Beberapa teori ekonomi perdagangan internasional adalah
merkantilisme, teori keunggulan absolut, teori keunggulan komparatif,
dan teori faktor pendukung oleh Heckscer-Ohlin.

TES F OR M AT IF 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Manfaat yang dapat diperoleh dengan mempelajari teori ekonomi bagi


para pelaku bisnis internasional adalah ....
A. sering berhubungan dengan pejabat-pejabat pemerintah
B. mengajukan berbagai usulan proyek yang memerlukan persetujuan
pemerintah
 ADBI4432/MODUL 2 2.17

C. menjelaskan kepada masyarakat manfaat dan rasionalisasi bisnisnya


D. memahami gejala-gejala ekonomi yang terjadi sehingga dapat
melakukan antisipasi

2) Jepang adalah salah satu negara yang mempraktikkan paham


merkantilisme dengan proteksi pasarnya yang begitu ketat. Hal tersebut
disebabkan oleh berikut ini, kecuali ....
A. mentalitas pertahanan budaya yang kuat
B. semangat swasembada
C. primordialisme
D. etnosentrisme

3) Perbedaan merkantilisme kuno dengn merkantilisme modern yang


dewasa ini banyak dianut negera di dunia adalah....
A. surplus perdagangan yang harus dibayar emas dan perak
B. meningkatkan ekspor dan mengurangi impor
C. memberikan subsidi ekspor kepada para eksportir
D. penetapan tarif bea masuk barang impor tinggi

4) Teori keunggulan absolut yang disampaikan oleh Adam Smith


merupakan antitesis terhadap neomerchantilist, kecuali ....
A. merampas kemampuan individu menyangkut perdagangan bebas
B. mengurangi kekayaan dari suatu negara secara keseluruhan
C. memaksimalkan pembayaran dalam bentuk perak dan emas
D. menghindari impor yang masuk walau dengan harga murah

5) Perbedaan antara teori keunggulan absolut dan teori keunggulan


komparatif terletak pada ....
A. keunggulan sumber daya setiap negara
B. peningkatan ekspor
C. proteksi produk dalam negeri
D. penerapan konsep opportunity cost

6) Menurut teori faktor pendukung, untuk menjual produk murah di pasar


internasional, perlu dikembangkan produksi barang-barang padat karya
di negara ….
A. Indonesia
2.18 Bisnis Internasional 

B. Australia
C. Singapura
D. Belanda

7) Penentang teori faktor pendukung (Heckscer-Ohlin) mengkritik bahwa


teori ini mengabaikan faktor pendukung tiap negara yang berbeda ….
A. modal berlimpah
B. tenaga kerja murah
C. selera konsumen
D. teknologi universal

8) Sebuah studi dilakukan ahli ekonomi Wassily Leontief yang dikenal


sebagai leontief paradox yang melakukan kajian terhadap ....
A. teori keunggulan absolut
B. teori keunggulan komparatif
C. teori faktor pendukung
D. merkantilisme

9) Negara yang menerapkan sistem neomercantilist dengan baik adalah ....


A. Indonesia
B. Jepang
C. Amerika Serikat
D. Singapura

10) Dampak dari teori keunggulan absolut apabila dilaksanakan oleh suatu
negara adalah ....
A. memenuhi selera pasar
B. mengoptimalkan sumber daya melimpah negaranya
C. melakukan perdagangan dengan negara sesuai dengan teori
D. memproduksi produk yang paling efisien

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.
 ADBI4432/MODUL 2 2.19

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
2.20 Bisnis Internasional 

Kegiatan Belajar 2

Teori Kontemporer Bisnis Internasional

A. TEORI-TEORI KONTEMPORER BISNIS INTERNASIONAL

Pada perkembangan selanjutnya dari teori-teori yang melatarbelakangi


timbulnya bisnis internasional tersebut, muncul beberapa teori kontemporer
berkaitan dengan kemajuan keilmuan dan praktik dari bisnis internasional itu
sendiri seperti berikut ini (Ball dan Wendell, 2004).

1. Economies of Scale dan Kurva Pengalaman (Experience Curve)


Pada tahun 1920-an, para ahli ekonomi mulai mempertimbangkan fakta
bahwa kebanyakan industri memperoleh keuntungan dari economies of scale,
yaitu semakin besarnya pabrik dan meningkatnya keluaran mengakibatkan
biaya produksi per unit menurun. Ini terjadi karena peralatan yang lebih
efisien dapat digunakan sehingga perusahaan dapat memperoleh potongan
harga atas pembelian-pembelian mereka dengan volume yang lebih besar.
Biaya-biaya produksi juga menurun karena kurva belajar (learning curve).
Begitu perusahaan memproduksi produk lebih banyak, mereka mempelajari
cara-cara untuk meningkatkan efisiensi produksi yang menyebabkan biaya
produksi berkurang dengan suatu jumlah yang dapat diperkirakan.
Economies of scale dan kurva pengalaman memengaruhi perdagangan
internasional karena memungkinkan industri-industri suatu negara menjadi
produsen biaya rendah tanpa memiliki faktor-faktor produksi yang melimpah.
Kemudian, persis seperti dalam hal keunggulan komparatif, bangsa-bangsa
mengadakan spesialisasi dalam produksi beberapa produk dan berdagang
dengan bangsa-bangsa lain untuk memasok sisa kebutuhan mereka.

2. Teori Penggerak Pertama (First Movers)


Sebagian ahli teori manajemen menyatakan bahwa perusahaan-
perusahaan yang pertama menerobos pasar (penggerak pertama) akan segera
mendominasinya. Hasil dari bagian pasar yang besar akan memungkinkan
mereka memperoleh manfaat economies of scale yang disebutkan pada
bagian sebelumnya. Sebuah studi yang meliputi kisaran industri yang luas
menunjukkan bahwa penggerak pertama memegang 30 persen bagian pasar
 ADBI4432/MODUL 2 2.21

(market share) dibandingkan dengan hanya 13 persen bagi penerobos


kemudian. Sebuah temuan lain, yaitu 70 persen pemimpin pasar yang ada
sekarang adalah para penggerak pertama.
Akan tetapi, riset yang baru menunjukkan bahwa studi-studi sebelumnya
tidak sempurna karena didasarkan atas survei perusahaan-perusahaan yang
bertahan hidup dan tidak memasukkan sejumlah pionir yang sebenarnya.
Sebagai contoh, perusahaan AS, yaitu Ampex, membuat VCR pertama. Akan
tetapi, karena menetapkan harga begitu tinggi ($50.000), perusahaan itu
hanya dapat menjual produknya sedikit. Sony dan Matsushita melihat potensi
pasar dan bekerja selama 20 tahun untuk membuat VCR yang dijual seharga
$500. Mereka telah mencapai tujuan tersebut dan menyudutkan pasar produk
Ampex dari AS.

3. Teori Linder
Teori ini berkaitan dengan permintaan yang tumpang-tindih. Stefan
Linder mengenali bahwa meskipun teori orientasi permintaan Heckscher-
Ohlin yang bergantung pada faktor pendukung cukup memadai untuk
menerangkan perdagangan internasional dalam produk-produk primer,
diperlukan suatu penjelasan lain untuk perdagangan barang-barang
manufaktur. Teori orientasi permintaannya menyatakan bahwa selera
konsumen sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan. Karena itu, tingkat
pendapatan per kapita suatu bangsa menentukan jenis barang-barang yang
akan dimintanya. Karena industri akan memproduksi barang-barang untuk
memenuhi permintaan tersebut, jenis-jenis produk yang dibuat
mencerminkan tingkat pendapatan per kapita negara itu. Barang-barang yang
diproduksi untuk konsumsi domestik akhirnya dapat diekspor.
Teori Linder berkesimpulan bahwa perdagangan internasional dalam
barang-barang manufaktur akan menjadi lebih besar antara negara-negara
dengan tingkat pendapatan per kapita yang sama daripada antara negara-
negara yang tidak sama tingkat pendapatan per kapitanya. Barang-barang
yang akan diperdagangkan adalah barang-barang yang terdapat permintaan
tumpang-tindih (overlapping demand). Itu berarti para konsumen di kedua
negara meminta jenis barang yang sama. Perhatikanlah perbedaan model
Linder dengan model keunggulan komparatif. Dalam hal ini, ia tidak
menentukan arah barang-barang tertentu akan pergi. Sebenarnya, Linder
menjelaskan bahwa sebuah barang dapat pergi ke arah mana saja. Anda tentu
saja tahu bahwa perdagangan intraindustri ini timbul karena diferensiasi
2.22 Bisnis Internasional 

produk (product differentiation), misalnya Ford mengekspor Mustang-nya ke


Jepang dan Nissan mengirim 300ZX-nya ke AS karena para konsumen di
kedua negara memiliki pandangan yang berbeda dalam hal merek.

4. Teori Keunggulan Kompetitif dari Porter


Michael Porter, seorang profesor ilmu ekonomi dari Harvard University,
menelaah 100 perusahaan di 10 negara berkembang untuk mempelajari
keunggulan sebuah bangsa dalam suatu industri yang dapat dijelaskan secara
lebih memadai dengan variabel-variabel selain faktor-faktor produksi yang
merupakan dasar teori-teori keunggulan komparatif dari Heckscher-Ohlin.
Teori Porter menyatakan bahwa empat variabel akan mempunyai dampak
atas kemampuan perusahaan-perusahaan lokal di suatu negara untuk
menggunakan sumber-sumber negara itu guna memperoleh keunggulan
komparatif berikut.

a. Kondisi-kondisi permintaan: sifat dasar dari permintaan domestik


Apabila para pelanggan sebuah perusahaan sedang mempunyai
permintaan, ia akan berusaha memproduksi produk-produk yang berkualitas
tinggi dan inovatif. Dalam melakukan hal itu, akan diperoleh keunggulan
kompetitif atas perusahaan-perusahaan yang berada di tempat tekanan
domestik lebih kecil. Hal ini mungkin merupakan kasus pada waktu lampau
ketika perusahaan-perusahaan internasional memperkenalkan produk-produk
baru mereka mula-mula di pasar dalam negerinya (suatu kondisi mengenai
teori daur hidup produk). Akan tetapi, ketika banyak perusahaan
memperkenalkan produk-produk baru secara global, variabel itu akan
menjadi kurang penting.

b. Kondisi-kondisi faktor: level dan komposisi faktor produksi


Porter membedakan antara faktor-faktor dasar (teori Heckscher-Ohlin)
dan faktor-faktor lanjutan (infrastruktur sebuah negara). Kekurangan karunia
alam telah menyebabkan bangsa-bangsa melakukan investasi dalam
penciptaan faktor-faktor lanjutan, seperti pendidikan angkatan kerjanya,
pelabuhan bebas, dan sistem komunikasi maju untuk memungkinkan
industri-industri mereka bersaing secara global. Berbagai negara di Karibia
telah meningkatkan sistem komunikasi mereka untuk menarik perusahaan-
perusahaan perbankan dan jasa lainnya yang mempunyai sedikit
ketergantungan pada faktor-faktor produksi dasar.
 ADBI4432/MODUL 2 2.23

c. Industri-industri terkait dan pendukung para pemasok dan jasa


dukungan industri
Selama berpuluh-puluh tahun, perusahaan-perusahaan dalam sebuah
industri dengan para penyedianya, penyedia bagi mereka, dan seterusnya
cenderung membentuk sebuah kelompok di lokasi tertentu, sering kali tanpa
alasan yang jelas. Misalnya, semua perusahaan karet AS terkemuka, dengan
kekecualian U.S. Rubber yang berlokasi di Akron, Ohio, sejak awal abad ke-
21, mendominasi industri ban dunia. Secara nalar, banyak pemasok mereka,
seperti para produsen kimia karet, perusahaan-perusahaan karet sintetis, dan
pabrikan-pabrikan mesin pemroses karet, telah memiliki fasilitas-fasilitas
produksi, laboraturium yang luas, serta organisasi-organisasi jasa di sana.

d. Strategi, struktur, dan persaingan perusahaan-perusahaan domestik,


adanya hambatan-hambatan untuk masuk, serta organisasi dan gaya
manajemen perusahaan
Porter mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan yang terkena
persaingan berat di pasar-pasar domestiknya secara konstan akan
meningkatkan efisiensinya yang membuat mereka lebih kompetitif secara
internsional. Selama berpuluh-puluh tahun, perusahaan-perusahaan dalam
industri yang oligopolistis telah mengamati dengan saksama setiap gerakan
para pesaing mereka dan bahkan telah menerobos pasar-pasar luar negeri
karena pesaing-pesaingnya telah pergi ke sana.

B. TEORI-TEORI INVESTASI LANGSUNG LUAR NEGERI

Teori investasi langsung luar negeri kontemporer merupakan perluasan


dari teori klasik. Teori ini didasarkan pada dalil bahwa perbedaan-perbedaan
dalam suku bunga investasi dan risiko adalah alasan penting yang
menyebabkan modal dapat berpindah dari satu negara ke negara lain.
Beberapa teori investasi langsung luar negeri sebagai berikut (Rusdin, 2002).

1. Teori Keunggulan Monopolistis


Teori ini dipelopori oleh Stephen Hymer (1960) yang menunjukkan
bahwa investasi langsung luar negeri lebih banyak terjadi dalam industri
oligopolistis daripada dalam industri-industri yang beroperasi dalam
persaingan hampir sempurna. Hal ini berarti perusahaan-perusahaan dalam
industri ini harus memiliki keunggulan yang tidak dapat diperoleh
2.24 Bisnis Internasional 

perusahaan-perusahaan lokal. Keunggulan tersebut harus merupakan


economies of scale, teknologi unggul atau pengetahuan pemasaran, dan
manajemen atau keuangan yang superior. Investasi langsung luar negeri
terjadi karena ketidaksempurnaan pasar produk dan faktor produksi.

2. Ketidaksempurnaan Pasar Produk dan Faktor Produksi


Teori ini dipelopori oleh Caves (Harvard) yang menunjukkan bahwa
pengetahuan unggul memungkinkan perusahaan melakukan investasi untuk
memproduksi berbagai produk yang lebih disukai konsumen daripada
barang-barang yang sama dengan buatan lokal. Dengan demikian, akan
diberikan kepada perusahaan itu beberapa pengendalian atas harga jual dan
keunggulan atas perusahaan-perusahaan pribumi. Untuk mendukung apa
yang dikemukakannya, ia memberikan catatan bahwa perusahaan-perusahaan
yang menanamkan modal di luar negeri adalah industri-industri yang secara
khusus terkait dalam penelitian produk dan usaha pemasaran yang kuat.

3. Daur Hidup Produk Internasional (International Product Life


Cycle/IPLC)
Sebagaimana diketahui, terdapat hubungan yang erat antara perdagangan
internasional dan invetasi internasional. Konsep IPLC menjelaskan pula
investasi langsung luar negeri sebagai tahap alamiah dalam kehidupan suatu
produk. Untuk menghindari kehilangan pasar yang dilayaninya melalui
ekspor. Sebuah perusahaan harus menanamkan modal berupa sarana produksi
di luar negeri ketika perusahaan-perusahaan lain mulai menawarkan produk
yang sama. Gerakan ke luar negeri ini akan semakin tinggi selama tahap
ketiga dan keempat, yaitu ketika perusahaan yang memperkenalkan produk
ini berupaya untuk tetap kompetitif, baik di pasar ekspornya, di pasar dalam
negeri, maupun yang berlokasi di negara-negara yang faktor-faktor
produksinya lebih murah.

4. Teori Internalisasi
Teori ini merupakan pengembangan dari pengetahuan unggul, tetapi ia
dapat memperoleh harga yang lebih tinggi untuk pengetahuan itu dengan
menggunakannya daripada menjualnya di pasar terbuka. Dengan melakukan
investasi di cabang luar negeri daripada memberikan lisensi, perusahaan
tersebut mampu menjual pengetahuannya melewati batas negara dan tetap
mempertahankannya di dalam perusahaan dengan harapan dapat
 ADBI4432/MODUL 2 2.25

mewujudkan hasil yang lebih baik atas investasi yang dilakukan untuk
memproduksinya. Dalam teori lain yang terkait, Aliber mengemukakan
adanya ketidaksempurnaan dalam pasar valuta asing dan pasar ini dipercaya
ikut bertanggung jawab atas terjadinya investasi luar negeri. Perusahaan-
perusahaan di negara-negara dengan mata uang over valued (nilainya terlalu
tinggi) tertarik untuk menanamkan modal di negara-negara yang mata
uangnya under valued (nilainya rendah). Sebagai contoh, perusahaan-
perusahaan dari AS, Eropa, dan Jepang menanam investasi ke Indonesia yang
nilai mata uangnya lebih rendah.

5. Teori Elektik Produksi Internasional


Teori ini diperkenalkan oleh Dunning yang intinya menggabungkan
unsur-unsur dari beberapa teori sebelumnya. Dunning mengemukakah bahwa
apabila sebuah perusahaan bermaksud melakukan investasi dalam sarana
produksi di luar negeri, ia harus memiliki keunggulan-keunggulan sebagai
berikut.
a. Ownership specific (kepemilikan yang khas), yaitu bagaimana
sebuah perusahaan mempunyai atau mampu mendapatkan aset-aset
yang kelihatan (tangible assets) dan tidak kelihatan (intangible
assets) yang tidak dapat diperoleh perusahaan-perusahaan lain.
b. Internalization (internalisasi), yaitu perusahaan-perusahaan lebih
baik menggunakan kekhasan yang dimilikinya secara optimal
daripada melisensikannya kepada pihak asing.
c. Location specific (kekhasan setempat/lokal), yaitu perusahaan akan
memperoleh keuntungan dengan menempatkan sebagian fasilitas
produksinya di luar negeri.
d. Lebih jauh, teori ini memberikan penjelasan atau pilihan sebuah
perusahaan internasional terhadap fasilitas produksinya di luar
negeri. Perusahaan tersebut harus memiliki keunggulan-keunggulan
lokal ataupun kepemilikan untuk menanamkan modal di luar negeri.
Perusahaan tersebut akan melakukan investasi di tempat yang paling
menguntungkan untuk menginternalisasikan keunggulannya.
2.26 Bisnis Internasional 

C. PANDANGAN UMUM MENGENAI TEORI BISNIS


INTERNASIONAL.

Secara umum, bisnis internasional timbul terutama karena perbedaan-


perbedaan harga relatif di antara negara. Perbedaan-perbedaan ini berasal dari
perbedaan dalam biaya produksi yang diakibatkan oleh (Rusdin, 2002):
1. perbedaan-perbedaan dalam karunia Tuhan atas faktor produksi;
2. perbedaan-perbedaan dalam tingkat teknologi yang menentukan
intensitas faktor yang digunakan;
3. perbedaan-perbedaan dalam efisiensi pemanfaatan faktor-faktor ini;
4. kurs valuta asing.

Meskipun demikian, perbedaan selera dan variabel permintaan dapat


mengubah arah perdagangan yang diramalkan oleh teori.
Teori bisnis internasional jelas menunjukkan bahwa bangsa-bangsa akan
memperoleh suatu tingkat kehidupan yang lebih tinggi dengan melakukan
spesialisasi dalam barang-barang tempat mereka memiliki keunggulan
komparatif dan mengimpor barang-barang yang mempunyai kerugian secara
komparatif. Pada umumnya, hambatan-hambatan perdagangan yang
memberhentikan mengalirnya barang-barang dengan bebas akan
membahayakan kesejahteraan suatu bangsa. Apabila hal ini benar, mengapa
setiap bangsa di dunia dikelilingi oleh berbagai hambatan perdagangan?
Kontradiksi yang jelas ini timbul karena pejabat-pejabat pemerintah
yang mengambil keputusan mengenai restriksi (hambatan) impor peka
terhadap kelompok-kelompok kepentingan yang akan dirugikan oleh
persaingan internasional. Kelompok-kelompok ini terdiri atas badan/lembaga
masyarakat yang kecil dan mudah diidentifikasi sebagai lawan dari jumlah
konsumen yang besar dan tersebar luas yang mendapat keuntungan dari
perdagangan bebas.
Dalam setiap debat politik mengenai larangan impor yang diusulkan,
kelompok proteksionis akan bersatu dalam memberikan tekanan kepada
pejabat-pejabat pemerintah. Sementara itu, para konsumen yang setuju
terhadap perdagangan bebas membesarkan sebuah usaha yang terorganisasi.
Sebagai contoh, di Indonesia para petani dan organisasi serikatnya
memprotes keras kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras, gula, dan
produksi pertanian lainnya karena hal itu akan menjatuhkan harga gabah dan
gula lokal. Akan tetapi, lembaga konsumen akan meninjaunya dari sisi lain
 ADBI4432/MODUL 2 2.27

karena impor tersebut memungkinkan konsumen membeli dengan harga yang


relatif murah (Rusdin, 2002).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan economies of scale!
2) Pada konsep teori penggerak pertama, jelaskan bagaimana seorang
manajer menjadikan perusahaannya sebagai penggerak pertama
menerobos pasar!
3) Sebutkan serta jelaskan secara singkat teori-teori dari investasi langsung
luar negeri!

Petunjuk Jawaban Latihan

Untuk dapat menjawab soal latihan dengan baik, pelajarilah uraian


materi dengan baik. Apabila ada kesulitan, Anda dapat berdiskusi dengan
teman atau tutor Anda.
1) Coba Anda lihat halaman 2.20.
2) Silakan Anda pelajari kembali halaman 2.20—2.21.
3) Silakan Anda lihat halaman 2.23—2.25.

R A NG KU M AN

Teori investasi langsung luar negeri kontemporer merupakan


perluasan dari teori klasik. Teori ini didasarkan pada dalil bahwa
perbedaan-perbedaan dalam suku bunga investasi dan risiko adalah
alasan penting yang menyebabkan modal dapat berpindah dari satu
negara ke negara lain. Beberapa teori investasi langsung luar negeri
adalah teori keunggulan monopolistic, ketidaksempurnaan pasar produk
dan faktor produksi, daur hidup produk internasional (IPLC), teori
internalisasi, serta teori elektik produksi internasional.
Secara umum, perdagangan internasional timbul karena adanya
perbedaan-perbedaan harga relatif di antara negara. Perbedaan-
2.28 Bisnis Internasional 

perbedaan ini berasal dari perbedaan dalam biaya produksi yang


diakibatkan oleh
1) perbedaan-perbedaan dalam karunia Tuhan atas faktor produksi,
2) perbedaan-perbedaan dalam tingkat teknologi yang menentukan
intensitas faktor yang digunakan,
3) perbedaan-perbedaan dalam efisiensi pemanfaatan faktor-faktor ini,
4) kurs valuta asing.

Meskipun demikian, perbedaan selera dan variabel permintaan dapat


mengubah arah perdagangan yang diramalkan oleh teori.

TES F OR M AT IF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!


1) Teori economies of scale dan experience curve membahas suatu negara
dalam perdagangan internasional karena ….
A. tenaga kerja melimpah
B. murahnya bahan baku
C. keunggulan absolut suatu negara
D. besarnya industri dalam meningkatkan hasil produksi

2) Teori Linder menjelaskan bahwa barang-barang yang akan


diperdagangkan di dua negara yang sama pendapatan per kapitanya
adalah barang-barang overlapping demand. Maksudnya, barang yang
diminta adalah ....
A. barang yang kualitas sama
B. barang dengan keunggulan komparatif
C. barang murah sesuai permintaan
D. barang dengan biaya produk paling efesien

3) Teori Porter menyatakan bahwa empat variabel akan mempunyai


dampak atas kemampuan perusahaan-perusahaan lokal di suatu negara
untuk menggunakan sumber-sumber negara itu guna memperoleh
keunggulan komparatif berikut, kecuali ....
A. kondisi permintaan domestik
B. kondisi dasar dan faktor lanjutan
C. ketatnya persaingan perusahaan-perusahaan domestik
D. lokasi industri di daerah pelabuhan
 ADBI4432/MODUL 2 2.29

4) Faktor-faktor lanjutan dalam teori Porter telah dikembangkan secara


optimal karena kekurangan faktor dasar dalam negara ....
A. Indonesia
B. India
C. Singapura
D. Malaysia

5) Penanaman modal internasional di suatu negara didasarkan pada ....


A. suku bunga investasi dan tenaga kerja murah
B. suku bunga investasi dan insentif investasi dari pemerintah
C. suku bunga investasi dan risiko investasi
D. risiko investasi dan keuntungan besar

6) Perdagangan internasional dewasa ini timbul karena adanya ....


A. persamaan terhadap investasi di negaranya
B. kurs valuta asing
C. permintaan barang yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri
D. meningkatkan ekspor untuk meraup keuntungan

7) Teori keunggulan monopolistis dipelopori oleh Stephen Hymer yang


menunjukkan bahwa investasi langsung luar negeri lebih banyak terjadi
dalam industri ....
A. monopolistis
B. oligopolistis
C. keunggulan absolut
D. keunggulan komparatif

8) Pengetahuan yang unggul memungkinkan perusahaan melakukan


investasi untuk memproduksi berbagai produk yang lebih disukai
konsumen daripada barang-barang yang sama buatan lokal. Pernyataan
tersebut merupakan teori ....
A. ketidaksempurnaan pasar produk dan faktor produksi
B. daur hidup produk internasional
C. internalisasi
D. elektik produksi internasional
2.30 Bisnis Internasional 

9) Teori internalisasi merupakan pengembangan dari pengetahuan unggul


dengan harapan dapat mewujudkan hasil yang lebih baik atas investasi
yang dilakukan dengan melakukan ....
A. menjual saham di pasar terbuka
B. investasi di cabang luar negeri
C. memindahkan lokasi industri
D. alih teknologi tempat investasi

10) Sebuah perusahaan bermaksud melakukan investasi dalam sarana


produksi di luar negeri dan harus memiliki keunggulan-keunggulan
berikut, kecuali ....
A. location specific
B. internalization
C. intangible
D. ownership specific

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
 ADBI4432/MODUL 2 2.31

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1
1) D
2) C
3) A
4) B
5) D
6) A
7) C
8) C
9) B
10) D

Tes Formatif 2
1) D
2) A
3) D
4) C
5) C
6) B
7) B
8) A
9) B
10) C
2.32 Bisnis Internasional 

Glosarium
Daur hidup produk
internasional (IPLC): dimulai pada saat pasar asing memberi kesempatan
kepada produsen domestik untuk memperpanjang
daur hidup produknya setelah permintaan domestik
jenuh dan diakhiri dengan keadaan ketika perusahaan
asing dapat membuat produk yang sama dengan biaya
yang lebih murah, kualitas yang lebih baik, dan
meluncurkanya di pasar domestik.

Feasibility study
(FS) : sebuah studi yang bertujuan untuk menilai kelayakan
implementasi sebuah bisnis. Sementara itu, aspek-
aspek yang dianalisis dalam FS adalah aspek-aspek
financial benefit yang meliputi keuntungan untuk
perusahaan tersebut; macro economic benefit; serta
social benefit, yaitu manfaat yang diterima oleh
masyarakat berkaitan dengan proyek tersebut.

Kebijakan ekonomi : mengacu pada tindakan sebuah kebijakan pemerintah


dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang
ekonomi. Kebijakan ini dapat pula mencakup sistem
untuk menetapkan sistem perpajakan, suku bunga,
anggaran pemerintah, pasar tenaga kerja, kepemilikan
nasional, dan otonomi daerah dari intervensi
pemerintah ke dalam perekonomian.

Kurs valuta asing : perbandingan nilai mata uang asing yang dinyatakan
dengan nilai mata uang dalam negeri. Kurs jual
adalah harga saat bank menjual valuta asing. Kurs
beli adalah harga saat bank membeli valuta asing.
Untuk menghitung nilai tukar valuta asing, baik
penggunaan kurs jual maupun kurs beli, dipandang
dari sisi bank atau dari sisi pedagang valuta asing.
 ADBI4432/MODUL 2 2.33

Neraca pembayaran : suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi


antara penduduk suatu negara dan penduduk negara
lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu
tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan
penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan
pemerintah asing, serta transaksi finansial.
Umumnya, neraca pembayaran terbagi atas neraca
transaksi berjalan, neraca lalu lintas modal dan
finansial, serta item-item finansial.

Neraca perdagangan : disebut juga ekspor bersih, terkadang dilambangkan


sebagai NX, yaitu selisih keluaran antara nilai
keuangan dari ekspor dan impor dalam suatu
perekonomian selama periode tertentu. Ini adalah
hubungan antara impor dan ekspor suatu negara.
Keseimbangan yang positif dikenal sebagai surplus
perdagangan jika terdiri atas ekspor lebih besar dari
impor. Neraca negatif disebut sebagai defisit
perdagangan atau secara informal disebut
kesenjangan perdagangan. Neraca perdagangan
terkadang terbagi menjadi neraca barang dan jasa.

Subsidi : disebut juga subvensi, yaitu bentuk bantuan keuangan


yang dibayarkan kepada suatu bisnis atau sektor
ekonomi. Sebagian subsidi diberikan oleh pemerintah
kepada produsen atau distributor dalam suatu industri
untuk mencegah kejatuhan industri tersebut (misalnya
karena operasi merugikan yang terus dijalankan),
peningkatan harga produknya, atau hanya untuk
mendorongnya mempekerjakan lebih banyak buruh
(seperti dalam subsidi upah). Contohnya adalah
subsidi untuk mendorong penjualan ekspor. Subsidi
di beberapa bahan pangan dilakukan untuk
mempertahankan biaya hidup, khususnya di wilayah
perkotaan, serta subsidi dilakukan untuk mendorong
perluasan produksi pertanian dan mencapai
swasembada produksi pangan.
2.34 Bisnis Internasional 

Daftar Pustaka

Ball, Donald A., et al. 2004. Bisnis Internasional Buku Satu, terj. Syahrizal
Noor. Jakarta: Salemba Empat.

Firman. 2006. Modul Bisnis Internasional. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rusdin. 2002. Bisnis Internasional dalam Pendekatan Praktek. Bandung:


Alfabeta.

Sadono, Sukirno. 2003. Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta:


RajaGrafindo Persada.
MODUL 3

Kekuatan–kekuatan
Lingkungan Luar Negeri
Ratih Purbasari, M.S.M.

PE N DA H UL U AN

S etiap perusahaan yang ingin mencoba memasuki pasar baru di negara lain
seharusnya mempelajari pengetahuan dasar atas negara tersebut.
Contohnya mempelajari kekuatan keuangan, ekonomi, sosio ekonomi, hingga
kondisi fisik dan lingkungan di negara yang dituju agar dapat mengendalikan
risiko perusahaan. Informasi apa atau seberapa banyak perusahaan
membutuhkan sebuah informasi mengenai berbagai risiko yang berkaitan
dengan beberapa kekuatan tersebut, jenis usahanya, dan untuk waktu berapa
lama perusahaannya akan beroperasi di negara tersebut.
Pemahaman terhadap suatu negara sangat penting bagi perusahaan,
tempat negara tujuan investasi tersebut sedang mengalami berbagai
perubahan. Hal ini disebabkan faktor-faktor keadaan eksternal tidak dapat
dikendalikan (uncontrollable), memberikan tekanan (pressure), dan pengaruh
(influence) terhadap perusahaan. Misalnya, sistem politik, tingkat dan
keadaan perekonomiannya, peraturan-peraturan dan kepastian hukum,
jaminan keamanan, tingkat teknologi, keadaan demografi, serta budaya
masyarakat setempat. Dengan demikian, sangat penting bagi para manajer
perusahaan yang ingin memasuki bisnis internasional untuk dapat
mempelajari dan memahami situasi yang berkaitan dengan kekuatan
keuangan, ekonomi, sosio ekonomi, hingga kondisi fisik dan lingkungan di
negara yang menjadi pasar sasarannya.
Pada Modul 3 ini, mahasiswa akan mempelajari berbagai kekuatan
dalam lingkungan internasional yang mendukung aktivitas bisnis
internasional.
Materi yang akan dibahas dalam modul ini disajikan dalam dua kegiatan
belajar berikut.

1. Kegiatan Belajar 1 : Kekuatan Keuangan, Ekonomi dan Sosio ekonomi


dalam Lingkup Bisnis Internasional
3.2 Bisnis Internasional 

2. Kegiatan Belajar 2 : Kekuatan Fisik dan Lingkungan dalam Lingkup


Bisnis Internasional

Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat


menjelaskan dan memberikan contoh dari setiap aspek yang berkaitan dengan
kekuatan-kekuatan ataupun perbedaan-perbedaan dalam lingkungan bisnis
internasional.
Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat
1. menguraikan kekuatan-kekuatan lingkungan luar negeri dalam lingkup
bisnis internasional dari aspek keuangan, ekonomi, dan sosio ekonomi;
2. menguraikan kekuatan-kekuatan lingkungan luar negeri dalam lingkup
bisnis internasional dari aspek fisik dan lingkungan.

Selamat belajar. Semoga sukses.


 ADBI4432/MODUL 3 3.3

Kegiatan Belajar 1

Kekuatan Ekonomi dan Keuangan


dalam Lingkup Bisnis Internasional

A. KEKUATAN KEUANGAN

Kekuatan keuangan tidak terkendali yang akan dibahas meliputi risiko


nilai tukar mata uang asing, neraca pembayaran nasional, perpajakan, tarif,
kebijakan fiskal dan moneter, inflasi, serta aturan-aturan akuntansi bisnis
nasional. Tidak terkendali di sini berarti kekuatan-kekuatan keuangan ini
berasal dari luar perusahaan. Bukan berarti manajemen keuangan dari suatu
perusahaan tidak mampu meminimalkan kerugian akibat kekuatan-kekuatan
yang tidak terkendali tersebut, tetapi sebaliknya kerugian tersebut dapat
diubah menjadi keuntungan perusahaan.
Sistem moneter eropa telah menciptakan bank sentral Eropa dan mata
uang tunggal (euro). Lalu, telah dipelajari adanya perlawanan sengit di tiga
negara Uni Eropa yang merupakan zona noneuro (Denmark, Swedia, dan
Inggris) yang kemudian memberhentikan penggunaan mata uangnya sendiri
dan penyerahan kedaulatannya kepada kekuatan bank sentral Uni Eropa.
Turunnya nilai euro sebesar hampir 30 persen terhadap dolar AS pada suatu
titik dalam kurun waktu empat tahun setelah diperkenalkan pada 1 Januari
1999 menimbulkan banyak pertanyaan mengenai apakah integrasi moneter
Eropa dapat terus berlangsung.
Di luar Uni Eropa, tidak ada usaha yang sebanding dengan berbagai
negara untuk menyatukan nilai mata uang utama satu sama lain. Kebanyakan
mata uang di dunia bebas berfluktuasi satu sama lain. Anda tentunya ingat
bahwa Konferensi Bretton Woods pernah menentukan kurs tetap. Sistem
tersebut dihapuskan pada tahun 1971 dan diganti dengan kurs mengambang
bebas. Meskipun bank-bank sentral terkadang turut campur tangan dalam
bursa valuta asing (valas) dengan cara membeli dan menjual mata uang
dalam jumlah besar, hampir semua mata uang berfluktuasi secara bebas satu
sama lain. Fluktuasi tersebut bisa terjadi cukup besar. Para manajer keuangan
harus memahami bagaimana cara melindungi perusahaannya terhadap
kerugian atau mengoptimalkan keuntungan dari fluktuasi semacam itu.
3.4 Bisnis Internasional 

Tingkat risiko nilai tukar mata uang lainnya dihadapi ketika suatu negara
menunda atau membatasi pertukaran mata uangnya. Para manajer harus
mencoba meramalkan dan meminimalkan atau menghindari kerugian akibat
memegang mata uang yang tidak dapat ditukar dan dengan demikian menjadi
mata uang yang kurang bermanfaat dalam jumlah besar.
Penentuan kurs valas, yaitu nilai suatu mata uang yang dinyatakan dalam
mata uang lainnya, dapat membingungkan sampai kita memeriksa bagaimana
nilai itu dilaporkan. Di pasar valas dunia, dolar AS (US$) adalah unit mata
uang yang umum ditukar dengan mata uang lain. Bahkan, jika pemilik mata
uang yen Jepang (¥) ingin membeli poundsterling Inggris (£), perdagangan
valas tersebut, terutama jika melibatkan jumlah yang besar, umumnya adalah
membeli US$ dengan ¥ dan kemudian membeli £ dengan US$ hasil
pembelian pertama. Alasan dari prosedur ini bersifat historis dan praktis.
Sistem moneter internasional yang ditetapkan dalam Konferensi Bretton
Woods, tepat menjelang penghujung Perang Dunia II, menetapkan nilai US$
dalam emas sebesar $35 per ons. Nilai dari semua mata uang utama lainnya
kemudian juga dinyatakan dalam US$. Sebagai contoh, yen (¥) nilainya
sebesar 0,28 sen dolar AS, franc Prancis (Ff) bernilai 18 sen, mark Jerman
(DM) bernilai 27 sen, dan pound Inggris (£) nilainya $2,40. Dengan kata lain,
US$ ditetapkan sebagai mata uang dasar di pusat sistem moneter dunia
nonkomunis. Bretton Woods memilih US$ itu sebagai batu penjuru sebab
US$ dipandang sebagai mata uang yang paling kuat. Perkonomian AS pun
berada dalam posisi yang terbaik untuk memimpin bagian dunia yang lain
keluar dari masalah ekonomi yang ditimbulkan oleh Perang Dunia II. Pada
saat berlangsungnya Konferensi Bretton Woods tahun 1945, mata uang resmi
Prancis adalah franc dan mata uang Jerman adalah mark. Kedua negara
tersebut kini menggunakan euro sebagai mata uang resmi mereka.
Alasan praktis untuk meneruskan posisi sentral US$ melibatkan fungsi
yang dijalankannya di dunia. US$ merupakan cadangan devisa dari banyak
negara. US$ juga merupakan mata uang sarana (vehicle currency) dan mata
uang intervensi (intervention currency) yang paling banyak digunakan. Mata
uang US$ telah menjadi alat tukar (alat pembayaran) dan penyimpanan nilai
yang lebih disukai di Polandia, berbagai negara Eropa Timur, dan negara
lainnya.
Alat penyimpanan nilai berarti orang memandang US$ sebagai mata
uang yang baik untuk dimiliki guna melindungi harta mereka. US$
dipandang sebagai alat penyimpanan nilai yang lebih baik dibandingkan
 ADBI4432/MODUL 3 3.5

dengan kebanyakan mata uang lainnya. Oleh karena itu, banyak pihak yang
menyimpan mata uang dalam bentuk US$ untuk melindungi harta dari erosi
yang disebabkan oleh ketidakstabilan mata uang lain.
US$ memiliki permintaan yang besar di seluruh dunia karena beberapa
alasan, termasuk aspek safe haven (tempat berlindung yang aman) dan
diterimanya mata uang tersebut secara universal di hampir semua negara.
Sekalipun tingkat suku bunga dan peluang investasi di AS kurang menarik,
banyak orang masih merasa bahwa uang tersebut aman dalam bentuk efek-
efek atau properti Amerika. Tingkat inflasi telah turun dan negara itu
dipandang lebih kecil kemungkinannya untuk diinvasi atau mengalami
ambruknya pemerintahan dibandingkan dengan negara-negara lain. Dengan
demikian, negara tersebut dipandang sebagai tempat berlindung yang aman.
Mengenai penerimaannya yang universal, jika Anda telah melakukan
perjalanan internasional dengan membawa dolar AS, Anda akan menemukan
bahwa mata uang tersebut diterima dengan baik hampir di mana-mana. Salah
satu permasalahan dengan penggunaan dolar AS yang universal ini adalah
kemungkinan adanya pemalsuan. Hal ini berlaku terutama di negara-negara
tertentu. Pemerintah AS mengestimasikan bahwa sepertiga dari uang palsu
yang beredar di AS dibuat di Kolombia. Pada November 2000, polisi lokal
Kolombia bekerja sama dengan Dinas Rahasia AS (US Secret Service, yaitu
agen pemerintah AS yang bertugas mencegah pemalsuan uang), melakukan
penggerebekan atas kegiatan pemalsuan uang di Kolombia yang mungkin
telah memproduksi lebih dari US$ 1 miliar uang kertas palsu.

Tahukah Anda?

Di Amerika Serikat, lambang $ biasanya mengacu pada dolar AS.


Orang harus berhati-hati sebab lambang $ juga digunakan oleh negara
lain di dunia untuk menyebut mata uang setempat. Sebagai contoh,
Australia dan Selandia Baru, keduanya menamakan mata uang lokalnya
dolar dan menggunakan lambang $ untuk mengacu pada mata uang lokal
itu. Hal yang sama juga berlaku di Hong Kong, Singapura, bahkan
Meksiko yang menyebut mata uangnya peso menggunakan lambang $
untuk menunjukkan peso Meksiko.

1. Nilai Tukar/Kurs
Nilai tukar uang/kurs adalah pertukaran suatu mata uang dengan mata
uang lain atau biasa disebut dengan transaksi valas (Kuncoro, 1996).
Salvatore (1997) menjelaskan bahwa kurs adalah harga suatu mata uang
3.6 Bisnis Internasional 

terhadap mata uang lain atau disebut exchange rate. Dalam nilai tukar uang,
ada istilah lain yang dikenal dengan kurs ekuivalen. Kurs ekuivalen adalah
harga satu unit mata uang yang dinyatakan dalam mata uang lainnya.
Kurs ekuivalen US$ adalah harga satu unit mata uang lain dalam dolar
AS. Sebagai contoh, mata uang Swiss, yaitu franc, pada Jumat, 2 Agustus
2002, adalah sebesar 0,6810. Ini berarti satu franc Swiss berharga sebesar
US$0.6810 atau sekitar 68 sen. Mata uang per kurs US$ di pihak lain adalah
harga satu dolar AS dalam mata uang lain. Mata uang per kurs US$ dari dolar
Australia untuk Jumat, 2 Agustus 2002, adalah sebesar 1,8575. Itu berarti
satu US$ berharga sekitar 1,86 dolar Australia.
Bergantung pada transaksi apa yang sedang terjadi, mungkin saja
diperlukan untuk melakukan konversi dari kurs ekuivalen US$ terhadap mata
uang per kurs US$. Dengan menggunakan sifat timbal balik dari kurs
ekuivalen US$, seseorang dapat memperoleh nilai mata uang per kurs US$.
Sebaliknya, mata uang per kurs US$ = kurs ekuivalen US$ £0,6373 =
US$1,00.
Sejak tahun 1973, nilai relatif mata uang dan kemudahannya untuk
dikonversi telah ditetapkan oleh kekuatan pasar yang dipengaruhi oleh
banyak faktor, termasuk kebijakan perdagangan pemerintah, kebijakan
moneter dan fiskal (seperti keputusan mengenai perpajakan dan suku bunga),
serta oleh kekuatan yang tidak dapat dikendalikan, termasuk peristiwa-
peristiwa yang terjadi di dunia, inflasi, dan pengangguran. Kebijakan moneter
mengendalikan jumlah uang beredar, tingkat pertumbuhannya, ataupun
kecepatannya. Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh
pemerintah melalui mekanisme masukan dan pengeluaran uang negar, yang
bertujuan mengatur perekonomian negaranya.
Biaya dari suatu kontrak forward adalah premi atau diskon yang
dibandingkan dengan kurs spot. Apakah ada premi atau diskon dan berapa
besarnya, itu bergantung pada perkiraan masyarakat tentang keuangan dunia,
bisnis, individu, dan pemerintah mengenai apa yang akan terjadi di masa
depan. Faktor perkiraan dalam pertimbangan meliputi prediksi permintaan
dan penawaran untuk kedua mata uang, inflasi relatif di kedua negara,
produktivitas relatif dan perubahan biaya tenaga kerja per unit, perkiraan
hasil pemilihan umum atau perkembangan politik lainnya, serta perkiraan
tindakan fiskal, moneter, dan bursa valas yang dilakukan oleh pemerintah.
Nilai mata uang yang satu terhadap lainnya tidak selalu tetap, tetapi bisa
berubah, terkadang berubah dengan cepat ketika mata uang diperdagangkan
 ADBI4432/MODUL 3 3.7

di pusat-pusat keuangan dunia. Karena mata uang diperdagangkan di seluruh


dunia, apa yang terjadi di bursa valas Tokyo, misalnya, memengaruhi bursa
di New York dan London.
Seorang yang mengadakan perjalanan internasional akan memerlukan
mata uang untuk digunakan di negara-negara yang dikunjunginya. Sering kali
kartu kredit dan kartu ATM dapat digunakan sebagai pengganti dari mata
uang lokal. Namun, penggunaan kartu kredit bisa menjadi mahal karena
perusahaan kartu kredit biasanya dapat mengenakan biaya atas transaksi
dalam valas sampai sebesar dua atau tiga persen dari total jumlah pembelian.
Kurs resmi yang ditetapkan untuk mata uang asing dianggap sebagai
pengendalian pertukaran mata uang. Pengendalian pertukaran mata uang
yang dibahas di sini merupakan akibat dari tindakan pemerintah. Pemerintah
haruslah terlibat. Misalnya, jika suatu bank swasta membebankan komisi atas
pertukaran mata uang, hal itu bisa membatasi penggunaan valas untuk
beberapa orang, tetapi hal tersebut bukanlah suatu pengendalian pertukaran
mata uang karena tidak melibatkan pemerintah.
Orang dapat melakukan tindakan secara ekstrem, seperti membawa mata
uang yang diblokir ke luar negeri. Di New Delhi, seorang manajer dari suatu
perusahaan penerbangan internasional memberi satu peti scotch kepada
seorang pejabat Pemerintah India. Tidak lama setelah itu, badan pemerintah
tempat pejabat tersebut bekerja memberikan izin kepada perusahaan
penerbangan tersebut untuk menggunakan mata uang rupee yang diblokir
guna membeli US$20 juta. Kemudian, yang bersangkutan mentransfernya ke
negara yang menjadi induk perusahaan penerbangan yang dimaksud. Ini
merupakan metode yang ekstrem untuk melakukan konversi dari mata uang
yang diblokir ke mata uang yang dapat dikonversi. Hal ini tentu saja ilegal.
Kebanyakan manajer keuangan tidak menggunakan semacam itu, tetapi
mereka dapat mengambil tindakan-tindakan yang legal untuk melindungi
perusahaannya dari dampak yang merugikan akibat pengendalian pertukaran
mata uang.
Pengendalian sangat berbeda dari satu negara ke negara lainnya, bahkan
dalam suatu negara, bergantung pada jenis transaksi. Pada umumnya, negara
maju yang relatif kaya hanya sedikit atau sama sekali tidak menerapkan
pengendalian pertukaran mata uang. Namun, negara-negara ini merupakan
minoritas di dunia. Dengan demikian, sejumlah besar negara menerapkan
pengendalian pertukaran mata uang. Meskipun demikian, banyak negara
berkembang, seperti Meksiko, sudah mengurangi atau menghapuskan
3.8 Bisnis Internasional 

pengendalian pertukaran mata uang dalam rangka mendorong investasi asing.


Pelaku bisnis internasional harus mempelajari dengan cermat apakah terdapat
pengendalian mata uang, baik sebelum maupun ketika sedang melakukan
bisnis di negara mana pun (Ball, et al, 2004).

2. Tarif dan Pajak


Kata tarif dan bea memiliki arti yang hampir sama dan biasanya
merupakan pajak atas barang impor. Pajak tersebut besarnya dapat tinggi atau
rendah dan sangat penting bagi perusahaan untuk meminimalkannya. Tarif
yang lebih rendah merupakan salah satu faktor yang akan dipertimbangkan
oleh suatu negara ketika memutuskan apakah akan bergabung dalam suatu
kelompok bangsa-bangsa, tetapi bukanlah merupakan faktor satu-satunya.
Karena banyak bisnis internasional dilaksanakan oleh perusahaan yang
beroperasi dalam bentuk korporat, di sini tarif dan pajak yang dikenakan atas
korporasi harus diperhatikan.
Bisa dikatakan bahwa korporasi tidak membayar pajak, melainkan hanya
menagih pajak dari masyarakat. Pada akhirnya, masyarakatlah yang
membayar pajak. Pajak-pajak tersebut mungkin ditagih ke pelanggan melalui
harga jual yang lebih tinggi ke karyawan melalui potongan upah/gaji, ke
pemegang saham melalui pengurangan dividen atau keuntungan modal yang
lebih rendah, atau ke pemasok melalui pesanan yang lebih kecil. Akan tetapi,
walaupun korporasi bertindak sebagai penagih pajak dan bukan sebagai pihak
yang menanggung beban pajak terakhir, korporasi sangat berkepentingan
untuk meminimalkan pajak tersebut. Jika suatu korporasi dapat mencapai
beban pajak yang lebih rendah dibandingkan dengan pesaingnya, perusahaan
dapat menurunkan harga jual ke pelanggan atau memperoleh laba yang lebih
tinggi sehingga dapat membayar upah dan dividen yang lebih tinggi. Oleh
karena itu, pelaku bisnis berupaya agar beban pajak dimaksud dapat
diperingan sehingga kinerja keuangannya tidak terbebani pajak yang tinggi.
Dengan demikian, hal itu akan dapat meningkatkan harga sahamnya.
Peningkatan harga saham tersebut akan meningkatkan kepercayaan pemasok
sehingga perusahaan tersebut dapat lebih mudah mendapatkan komponen-
komponen dan bahan baku yang diperlukan.
Perusahaan internasional harus lebih memperhatikan pajak karena
perusahaan tersebut berurusan dengan lebih banyak negara. Adalah penting
bagi perusahaan internasional untuk memahami hukum pajak di semua
negara tempat perusahaan tersebut beroperasi dan bagaimana hukum pajak
 ADBI4432/MODUL 3 3.9

tersebut berkaitan dengan hukum pajak di negara lain. Beban pajak tambahan
ini dapat menimbulkan risiko keuangan yang besar, tetapi dapat pula menjadi
peluang bagi perusahaan untuk menghemat uang jika perusahaan itu
menggunakan perencanaan pajak yang baik.
Hampir di semua negara, pajak penghasilan merupakan pendapatan
pemerintah yang terbesar. Kemudian, ada pajak penjualan atau pajak
pertambahan nilai atas barang dan jasa, pajak atas keuntungan modal, pajak
properti, dan pajak jaminan sosial. Suatu perusahaan harus mempelajari
secara hati-hati hukum pajak dari setiap negara tempat perusahaan tersebut
beroperasi. Para manajer keuangan kadang kala dapat menggunakan rezim
pajak yang berbeda dan tindakan-tindakan lain untuk mengurangi pajak
mereka secara sah.
Fenomena kenaikan harga untuk semua barang atau jasa dalam kurun
waktu tertentu merupakan hal yang tidak asing lagi. Inflasi yang menular
mungkin merupakan penyebab utama dari berakhirnya boom ekonomi dunia
yang tidak disangka-sangka, yang terjadi pada akhir Perang Dunia II tahun
1945 sampai tahun 1973. Ketika harga-harga barang yang diperdagangkan
secara internasional meningkat karena kombinasi antara meningkatnya
permintaan dan meningkatnya penawaran uang di semua negara berkembang,
demam inflasi menyebar dari satu negara berkembang ke negara berkembang
lain. Pada suatu waktu, sebagian orang menganggap inflasi adalah masalah
yang terbatas pada negara berkembang, negara-negara maju tidak perlu
mencemaskannya. Padahal, negara-negara maju pun, seperti AS pada tahun
1970-an, telah mengalami masalah inflasi (Ball, et al, 2004).

3. Pengaruh Inflasi dalam Bisnis Internasional


Inflasi jelas merupakan faktor kekuatan keuangan eksternal yang harus
dihadapi oleh manajer keuangan dengan sebaik mungkin. Hampir semua
perusahaan kadang-kadang harus meminjam uang dan tingkat inflasi
menentukan biaya riil dari pinjaman. Suku bunga riil diperoleh dengan cara
mengurangkan inflasi dari suku bunga nominal.

a. Kebijakan moneter dan fiskal memengaruhi inflasi


Negara-negara dapat melaksanakan kebijakan fiskal dan moneter mereka
sedemikian rupa sehingga menyebabkan peningkatan atau penurunan inflasi.
Kebijakan yang berhasil memiliki dua penyebut utama: (1) kebijakan tersebut
menghilangkan pengendalian ekonomi artifisial, seperti pengendalian upah
3.10 Bisnis Internasional 

dan harga, serta (2) kebijakan tersebut menerapkan pengendalian fiskal dan
moneter. Pengendalian tersebut termasuk pajak yang lebih rendah dan
pertumbuhan penawaran uang yang lebih lambat.
Jepang, Jerman, dan AS memiliki rekor yang relatif baik dalam menekan
inflasi selama beberapa tahun terakhir ini. Di ekstrem lain, banyak orang
percaya bahwa hiperinflasi yang sangat buruk dari mark Jerman pada tahun
1923 adalah rekor dunia. Ternyata, tidaklah demikian karena ada yang lebih
tinggi, yaitu pengo Hungaria. Inflasi di Hungaria pada tahun 1946 seribu kali
lebih buruk dibandingkan dengan inflasi Jerman sebelumnya. Pada tahun
1939, US$1 dapat membeli 3,38 pengo Hungaria; pada Juli 1946, dolar yang
sama bernilai 500 triliun pengo. Tidak pernah sebelumnya atau sesudahnya
ada mata uang resmi yang nilainya begitu rendah.
Kebanyakan negara Amerika Latin mengalami masalah inflasi walaupun
tidak separah di Hungaria. Dari tahun 1970 hingga tahun 1990-an, inflasi
terburuk di negara Amerika Latin terjadi di Bolivia pada tahun 1985 ketika
terdapat tingkat 11.750 persen per tahun. Jumlah tersebut jauh mengalahkan
Brasil yang berada pada urutan kedua dengan tingkat inflasi pada tahun 1990
sebesar 3.118 persen. Dalam pemulihan yang dramatis, Bolivia memotong
inflasinya sehingga hanya tinggal 7,9 persen pada tahun 1996. Cile
merupakan cerita kesuksesan ekonomi negara Amerika Latin lainnya karena
negara tersebut berhasil menekan inflasi dari 505 persen pada tahun 1974
menjadi 7,4 persen pada tahun 1996 serta pada saat yang bersamaan
meningkatkan pendapatan per kapita secara substansial. Argentina
menurunkan angka inflasinya dari 3.080 persen pada tahun 1989 menjadi 0,2
persen pada tahun 1996 dan mencapai sedikit kenaikan dalam pendapatan per
kapita. Meksiko menurunkan inflasinya dari 132 persen pada tahun 1988
menjadi 34,4 persen pada tahun 1996 walaupun pendapatan per kapita negara
ini juga turun.
Demikian juga AS pada tahun 1970-an dan awal 1980-an mengalami
masa inflasi yang relatif tinggi dengan tingkat inflasi yang mencapai sekitar
20 persen, sama sekali jauh dari contoh-contoh dari negara lain di dunia.
Namun, pada saat ini, AS berada dalam masa inflasi yang relatif rendah.

b. Pentingnya inflasi bagi bisnis


Tingkat inflasi di suatu negara menjadi perhatian manajemen karena
tingkat inflasi yang tinggi akan menyulitkan perencanaan pengeluaran modal.
Misalnya, manajemen mungkin telah mengalokasikan US$1 juta untuk
 ADBI4432/MODUL 3 3.11

sebuah pabrik, tetapi ternyata terpaksa harus mengeluarkan dana lebih


banyak untuk menyelesaikan pembangunannya karena pengaruh inflasi.
Perlukah manajemen meningkatkan modal? Jika perlu, apakah hal
tersebut sebaiknya dilaksanakan melalui ekuitas atau utang? Tingkat inflasi
tinggi mendorong dilakukannya pinjaman (utang) sebab pinjaman tersebut
akan dibayar kembali dengan uang lebih rendah nilainya. Akan tetapi, tingkat
inflasi yang tinggi juga menimbulkan tingkat bunga tinggi sehingga mungkin
menghambat pemberian pinjaman. Para pemberi pinjaman potensial mungkin
khawatir bahwa walaupun dengan suku bunga yang tinggi, jumlah yang
dibayarkan kembali ditambah bunga akan lebih rendah nilainya dibandingkan
dengan jumlah yang dipinjamkan. Sekalipun pemberi pinjaman dapat
memperoleh suku bunga sebesar 25 persen, jika tingkat inflasinya mencapai
100 persen, pemberi pinjaman tersebut mengalami kerugian. Ketimbang
meminjamkan, pemilik uang bisa membeli sesuatu yang diharapkan akan
meningkat nilainya sehingga justru mendorong inflasi.
Para pemberi pinjaman mulai menggunakan suku bunga variabel yang
naik atau turun mengikuti inflasi untuk memindahkan risiko kepada
peminjam. Tentu saja, adanya risiko mengharuskan peminjam untuk jauh
lebih berhati-hati dalam melakukan pinjaman. Suku bunga asli dan perubahan
yang mungkin terjadi selama jangka waktu pinjaman didasarkan pada suku
bunga referensi, seperti suku bunga utama US$ atau London Interbank Offer
Rate (LIBOR).

c. Inflasi dan perusahaan internasional


Inflasi juga memengaruhi bisnis internasional, dengan komplikasi bahwa
tingkat inflasi berbeda di negara yang berbeda. Oleh karena itu, manajemen
perusahaan internasional harus mencoba memprediksi tingkat inflasi di setiap
negara tempat perusahaan itu berada. Tingkat inflasi komparatif akan
memengaruhi nilai mata uang komparatif. Mata uang dari negara yang
mempunyai tingkat inflasi tinggi akan melemahkan mata uang dengan tingkat
inflasi yang lebih rendah. Manajemen akan mencoba untuk meminimalkan
kepemilikan atas mata uang yang lebih lemah.
Tingkat inflasi yang lebih tinggi akan mengakibatkan harga barang dan
jasa yang dihasilkan atau ditawarkan oleh suatu negara meningkat. Dengan
demikian, barang dan jasa tersebut menjadi kurang kompetitif. Anak
perusahaan yang ada di negara tersebut akan mengalami kesulitan untuk
menjual produknya secara ekspor, demikian pula dengan semua produsen di
3.12 Bisnis Internasional 

negara tersebut. Kondisi yang demikian cenderung mengakibatkan neraca


pembayaran menjadi defisit. Manajemen pun harus waspada terhadap
perubahan dalam kebijakan pemerintah yang berusaha untuk memperbaiki
defisit tersebut. Perubahan tersebut dapat meliputi kebijakan fiskal atau
moneter yang lebih ketat, seperti pengendalian mata uang, insentif ekspor,
dan rintangan untuk impor. Tingkat inflasi relatif berpengaruh ketika
perusahaan internasional meningkatkan dan melakukan investasi modal.
Suku bunga cenderung akan lebih tinggi ketika inflasi tinggi dan inflasi
tinggi menghambat investasi baru karena alasan yang telah dijelaskan
sebelumnya.
Salah satu persyaratan keanggotaan WTO adalah negara-negara
anggotanya harus membuka sistem perbankannya untuk orang asing. Cina
yang bergabung dengan WTO pada 2001 membuat banyak perubahan guna
bergabung dengan WTO, termasuk janji untuk membuka sistem
perbankannya. Perubahan ini nyata dalam hubungan perbankan antara Cina
dan Hong Kong, yaitu bank-bank Cina hanya memiliki satu bank di Hong
Kong. Jumlah bank-bank Cina yang memiliki bank di Hong Kong mungkin
akan meningkat di masa depan, tetapi sebagian investor mengantisipasi risiko
oleh karena keterikatannya dengan bank Pemerintah Cina.
Di Jepang, perbedaan budaya sering menyulitkan perusahaan asing untuk
melakukan bisnis. Satu-satunya bank besar milik AS di Jepang, Shinsei
Bank, telah menghadapi masalah dalam melakukan penyesuaian sejak dibeli
oleh suatu perusahaan AS pada tahun 2000. Sebagian dari masalah tersebut
bukanlah sekadar kebencian kepada pihak asing, tetapi fakta bahwa bank
Jepang beroperasi menurut suatu kode “quasi-moral” tidak tertulis yang
mengharuskannya (IMF, Bloomberg Financial Markets, LP, dan WEFA, Inc.,
2000, dalam Ball, et al, 2004).

4. Penyebab Meningkatnya Utang Negara Berkembang


Penyebab bertambahnya utang negara berkembang adalah melonjaknya
harga minyak (impor minyak mentah oleh negara berkembang rata-rata 16
persen dari total impor negara-negara berkembang yang bukan penghasil
minyak). Pada tahun 1973—1974, harga minyak naik empat kali lipat dari
harga tahun sebelumnya dan pada tahun 1979—1980 naik dua kali lipat.
Dasar dari kenaikan tahun 1979—80 yang lebih tinggi mencerminkan
peningkatan yang lebih tinggi lagi secara absolut dibandingkan dengan
kenaikan pada tahun 1973—74.
 ADBI4432/MODUL 3 3.13

Kenaikan harga minyak ini membuat inflasi yang sudah parah menjadi
lebih parah lagi dan akumulasi tersebut menyebabkan terjadinya resesi dunia.
Penurunan yang dihasilkan dalam harga komoditas non minyak primer
merupakan 45 persen dari ekspor negara berkembang (di luar Meksiko dan
negara berkembang anggota OPEC). Hal ini merupakan pukulan yang serius
bagi ekonomi di negara-negara berkembang sehingga menurunkan
kemampuan mereka untuk membayar utangnya yang banyak. Penurunan
harga minyak mulai tahun 1980 berdampak buruk pada perekonomian negara
Meksiko dan negara berkembang anggota OPEC.
Setelah kenaikan harga minyak pada tahun 1979—80, suku bunga
cenderung meningkat. Kenaikan tersebut memengaruhi semua pinjaman baru
dan banyak pinjaman yang sudah ada yang memiliki suku bunga
mengambang dan bukannya tetap. Setiap kenaikan satu persen dalam suku
bunga US$ menyebabkan biaya bunga untuk negara berkembang naik
US$2,5 miliar lebih per tahunnya.
Di atas semuanya itu, US$ mulai menguat nilainya di pasar valas selama
tahun 1980. Hal itu terus berlanjut sampai tahun 1985 dan telah mencapai
sekitar 80 persen pada Maret 1985. Negara berkembang pada umumnya
meminjam uang dalam bentuk US$, tetapi melakukan ekspor dalam berbagai
mata uang. Akibatnya, kenaikan nilai US$ menambah beban. Negara-negara
tersebut harus memperoleh lebih banyak lagi bentuk mata uang keras untuk
dapat membayar pinjaman dalam US$.
Sejak saat itu dan sepanjang tahun 1990-an, nilai mata uang US$
mengalami fluktuasi, tetapi masih lebih kuat dibandingkan dengan
kebanyakan mata uang negara berkembang penerima pinjaman. Tentu saja
negara-negara tersebut dapat dan semakin banyak melakukan pinjaman
dalam mata uang selain US$, tetapi pinjaman tersebut hampir selalu dalam
mata uang negara maju lainnya yang juga lebih kuat dibandingkan dengan
nilai mata uang negara berkembang penerima pinjaman (Ball, et al, 2004).

5. Solusi Masalah Utang


IMF, BIS, bank-bank sentral nasional, dan bank-bank komersial
berusaha keras untuk mencari solusi. Ada beberapa strategi untuk mencari
solusi tersebut seperti berikut.
3.14 Bisnis Internasional 

a. Solusi jangka pendek


Cara mengatasi masalah utang jangka pendek meliputi penjadwalan
ulang pembayaran utang untuk negara-negara yang tidak mampu membayar
sesuai jatuh temponya. Akan tetapi, renegosiasi telah menjadi semakin sulit.
BIS, bank-bank komersial, dan bank sentral enggan mengucurkan dana
pinjamannya lebih banyak lagi, sedangkan sumber daya IMF terbatas.
Negara-negara berkembang menolak keras program penghematan ketat
yang dipaksakan oleh IMF. Pertumbuhan ekonomi dari beberapa negara
berkembang telah berhenti karena negara-negara tersebut harus
menggunakan dana baru yang diterima dari ekspor atau pinjaman untuk
membayar utangnya dan bukan untuk investasi yang produktif. Keresahan
masyarakat, termasuk kerusuhan, telah terjadi di beberapa negara, terutama
Venezuela, Argentina, dan Brasil.
Negara-negara berkembang penerima pinjaman berada dalam kesukaran
yang menyedihkan, tetapi negara maju juga dirugikan. Ketika negara-negara
penerima pinjaman itu menggunakan uang guna membayar utangnya, negara-
negara tersebut tidak membeli barang dan jasa dari negara maju tersebut.
Akibatnya, negara maju kehilangan miliaran dolar dari bisnis ekspor serta
beribu- ribu lapangan pekerjaan.
Negara berkembang penerima pinjaman dapat mengurangi utangnya
dengan mengekspor lebih banyak daripada impor. Dengan demikian,
menjalankan neraca pembayaran yang surplus. Sebagian dari negara
berkembang tersebut telah mampu memperoleh surplus neraca pembayaran
dan membayar utangnya. Akan tetapi, surplus ini dicapai dengan cara
memotong impor dan memperluas ekspor. Negara-negara penerima pinjaman
akan memperlambat atau bahkan menghentikan pembangunan ekonomi di
negaranya. Hal ini akan berakibat buruk pada ekspor dari negara-negara yang
menjadi pemasok sebelum impor di negara penerima pinjaman dibatasi.
Kebanyakan negara berkembang penerima pinjaman memerlukan dana
yang lebih besar dari bank swasta dan lembaga internasional. Mereka telah
melakukan pinjaman lebih banyak. Hal ini menyebabkan meningkatnya
beban utang dan pada saat yang sama pembangunan ekonomi negara-negara
tersebut maju dengan lambat. Hal ini merupakan suatu proses yang tidak bisa
dipertahankan. Solusi jangka panjang adalah melakukan negosiasi kembali
utang disertai dengan program rencana penghematan yang ketat. Solusi ini
merupakan sebagian dari tahap pertama usaha dunia untuk memecahkan
 ADBI4432/MODUL 3 3.15

permasalahan utang tersebut. Tahap ini mengakibatkan kemunduran standar


hidup dan membatasi pertumbuhan ekonomi dan ekspor.
Tahap yang kedua memperlihatkan tingkat kesadaran yang semakin
besar bahwa kebijakan penyesuaian jangka pendek saja tidak akan berhasil.
Permasalahan dari negara berkembang bukanlah sisa utang itu sendiri, tetapi
kebijakan ekonomi yang diikuti oleh negara tersebut serta hambatan sikap
dan budaya yang dihadapi.
Dengan mengakui ini, baker plan (dinamakan sesuai dengan menteri
keuangan AS pada waktu itu, James Baker) menuntut strategi berorientasi
pasar untuk mendorong pertumbuhan dan mengendalikan inflasi. Diperlukan
berbagai tindakan untuk membangun kembali kepercayaan dan
mengembalikan pelarian modal ke luar negeri serta investasi baru kembali ke
negara penerima pinjaman. Setelah baker plan tersebut dilaksanakan,
kemudian dilanjutkan dengan Brady yang dibangun atas rencana
pendahulunya. Dia membuat keringanan utang bergantung pada usaha negara
penerima pinjaman dalam melaksanakan program penyesuaian ekonomi yang
disetujui oleh IMF. Dalam rencana itu, bank-bank swasta diminta untuk
memberikan pinjaman lebih banyak dengan dukungan dana dari IMF, Bank
Dunia, dan pemerintah negara maju.
Menurut Brady, keringanan utang dapat dilaksanakan melalui tiga
mekanisme:
1) menukar utang lama dengan yang baru dengan diskon;
2) menukar utang lama dengan yang baru dengan suku bunga lebih rendah;
dan
3) membeli kembali utang dari bank-bank pemberi pinjaman dengan
diskon.

Mekanisme ketiga mengakibatkan negara penerima pinjaman untuk


membeli utangnya sendiri dan melunasinya. Bank pemberi pinjaman juga
telah menjual utang dari negara berkembang dan negara-negara dalam
transisi kepada bank atau investor lain sehingga menciptakan pasar utang
sekunder (secondary debt market) yang besar. Utang-utang yang
diperjualbelikan ini berada dalam bentuk berbagai instrumen keuangan,
seperti pinjaman, obligasi brady (brady bonds), obligasi korporasi dan
pemerintah nonbrady (corporate and nonbrady sovereign bond), opsi,
jaminan warrant atas utang (warrant on debt) (World Economic Outlook,
IMF, September 2000, dalam Ball, et al, 2004).
3.16 Bisnis Internasional 

b. Solusi jangka panjang


Sejumlah solusi jangka panjang dalam menyelesaikan masalah utang
dikemukakan oleh Ball et al (2004) sebagai berikut.
1) Negara-negara berkembang penerima pinjaman harus membuat
kebijakan yang memastikan bahwa dana pinjaman baru yang diperoleh
dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi dan untuk konsumsi, bukan
untuk pelarian modal atau rencana persenjataan pemerintah yang terlalu
ambisius.
2) Negara penerima pinjaman hendaknya mengumpulkan dana cadangan di
tahun-tahun yang baik guna memampukan negara-negara tersebut untuk
menghadapi fluktuasi harga ekspor komoditas yang tidak dapat
dihindari, bahkan jika tidak ada lagi guncangan harga minyak yang akan
terjadi.
3) Negara maju harus terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi
dan membuka pasarnya untuk barang ekspor dari negara penerima
pinjaman. Hal ini akan menimbulkan terjadinya persaingan di antara
beberapa industri dari negara-negara penerima pinjaman.
4) IMF dan negara pemberi pinjaman hendaknya tidak mencoba
memaksakan program rencana penghematan yang terlalu ketat kepada
negara penerima pinjaman. Keresahan masyarakat dan dunia
perdagangan hendaknya dihindarkan atau paling tidak diminimalkan.
5) IMF, Bank Dunia, dan lembaga lain yang membantu negara penerima
pinjaman hendaknya memastikan pendanaan yang mencukupi sehingga
dapat mengambil pandangan jangka panjang.
6) Sebagian dari utang eksternal yang besar tersebut harus diubah menjadi
jenis-jenis ekuitas. Perubahan ini dapat berupa kepemilikan dalam
proyek yang sedang dikembangkan atau bagian dari laba ekspor. Bagian
utang lainnya hendaknya diperpanjang waktu jatuh temponya dengan
menetapkan batas atas suku bunga. Suatu penggunaan yang baru untuk
utang pemerintah diatur oleh organisasi negara pemberi pinjaman
Senegal dan Belanda, yaitu komite UNICEF Belanda. Organisasi
Belanda tersebut membeli utang luar negeri Senegal sebesar US$24 juta
dan mengonversinya menjadi proyek untuk perempuan dan anak-anak di
negara Afrika, yaitu program imunisasi anak dan pendidikan anak
jalanan. Dakar merupakan tempat untuk melakukan dua proyek tersebut.
Sejak dimulai oleh Senegal, pertukaran “utang untuk anak-anak” yang
 ADBI4432/MODUL 3 3.17

serupa telah memberikan manfaat bagi anak-anak di Madagaskar,


Jamaika, dan Filipina.
7) Negara penerima pinjaman harus melonggarkan batasan-batasan atas
investasi asing dan repatriasi laba dari investasi yang telah ada. Negara
penerima pinjaman harus mendorong masuknya dana baru yang
bersumber dari swasta asing—sumber nonbank—karena bank sekarang
telah terlalu mengikatkan diri pada pinjaman yang sudah ada. Bank
kurang tertarik untuk mendanai prospek pertumbuhan ekonomi yang
baru.
8) Kesalahan dari krisis utang ada di pundak beberapa pihak. Negara-
negara penerima pinjaman meminjam lebih banyak daripada yang dapat
diinvestasikan secara produktif. Bahkan, banyak dari dana pinjaman
dihambur-hamburkan di negara asal atau dikirim ke luar negeri atas
rekening pribadi pemimpin politik yang korup. Bank pemberi pinjaman
di negara maju didorong untuk memberikan pinjaman oleh pemerintah
negara mereka karena dengan demikian pemerintah tersebut terbebas
dari permintaan akan bantuan asing dari negara-negara penerima
pinjaman. Akan tetapi, bank tersebut juga harus menanggung sebagian
dari kesalahan karena bank tersebut melakukan penyelidikan yang
terbatas mengenai penggunaan dana pinjaman atau mutu proyek tempat
dana tersebut diinvestasikan. Bank tersebut gagal memperoleh jaminan
atau kolateral untuk mengamankan pinjaman. Salah satu alasan mengapa
bank tersebut bersikap tidak terlalu resmi adalah para bankir tampaknya
telah melupakan kesalahan sebelumnya ketika mereka mengatakan
bahwa selama tahun 1970-an, negara tidak akan mengalami kepailitan
(Ball, et al, 2004).

B. KEKUATAN EKONOMI DAN SOSIOEKONOMI

Para ekonom dan agen pemasaran menggunakan beberapa indikator


ekonomi tertentu yang dianggap dapat digunakan sebagai alat analisis untuk
memprediksikan tren dalam industri mereka. Divisi data documents dari
Pitney Bowes, misalnya, menggunakan perubahan dalam pertumbuhan PNB
AS untuk memprediksikan penjualan dari bentuk-bentuk bisnisnya karena
penjualannya selama bertahun-tahun pada umumnya ketinggalan enam bulan
dari perubahan-perubahan dalam pertumbuhan PNB.
3.18 Bisnis Internasional 

Tujuan dari analisis ekonomi adalah menilai prediksi keseluruhan dari


perekonomian dan kemudian menilai dampak dari perubahan ekonomi
terhadap perusahaan. Gambar 3.1 akan mengilustrasikan bagaimana
perubahan dalam satu faktor ekonomi saja dapat memengaruhi semua fungsi
utama dari perusahaan.
Suatu prediksi mengenai adanya kenaikan lapangan pekerjaan akan
menyebabkan sebagian besar manajer pemasaran merevisi prediksi penjualan
mereka ke atas. Akibatnya, para manajer produksi harus memperbanyak
produksinya. Hal itu mungkin dicapai dengan menambah shift kerja. Akan
tetapi, apabila pabrik tersebut telah beroperasi selama 24 jam sehari,
diperlukan mesin-mesin baru. Kedua situasi tersebut akan memerlukan
tambahan pekerja dan bahan baku yang kemudian akan menghasilkan
tambahan beban kerja bagi para manajer personalia dan pembelian.
Seandainya pasar bahan baku ataupun pasar tenaga kerja ketat, perusahaan
mungkin harus membayar lebih tinggi dari harga dan tingkat upah yang
normal. Manajer keuangan kemudian harus melakukan negosiasi dengan
pihak bank guna memperoleh pinjaman. Manajer keuangan juga harus dapat
mengelola aliran kas keluar (cash outflow) yang lebih besar sampai tambahan
pendapatan diterima dari penjualan yang meningkat.

Gambar 3.1
Dampak Prediksi Ekonomi atas Bidang-bidang Fungsional Perusahaan
 ADBI4432/MODUL 3 3.19

Lihatlah bahwa semuanya ini terjadi karena perubahan dalam satu faktor
saja, yaitu perubahan lapangan pekerjaan. Sebenarnya, banyak faktor
ekonomi yang terlibat dan hubungan-hubungannya adalah kompleks. Objek
dari analisis ekonomi adalah mengisolasikan dan menilai dampak dari faktor-
faktor yang diyakini memengaruhi operasi perusahaan (Ball, et al, 2004).

1. Analisis Ekonomi Internasional


Ketika perusahaan memasuki pasar luar negeri, analisis ekonomi
menjadi lebih rumit karena sekarang para manajer harus beroperasi dalam
dua lingkungan baru: luar negeri dan internasional. Dalam lingkungan luar
negeri, tidak hanya terdapat banyak ahli ekonomi, tetapi ekonomi tersebut
juga sangat berbeda. Dengan adanya perbedaan-perbedaan ini, kebijakan
yang dirancang untuk kondisi ekonomi di suatu pasar mungkin tidak sesuai
untuk kondisi ekonomi di pasar yang lain. Misalnya, kantor pusat mungkin
mempunyai kebijakan yang mengharuskan cabang-cabangnya untuk
menyimpan persediaan serendah mungkin. Sementara itu, kepala bagian
keuangan mungkin menyatakan bahwa perusahaan hanya mengambil
pinjaman dalam mata uang asing karena tingkat bunga yang lebih
menguntungkan. Untuk negara-negara yang tingkat inflasi tahunannya rendah
(0 sampai 15 persen), kebijakan ini biasanya berhasil. Akan tetapi,
bagaimana dengan negara-negara, seperti Angola, yang tingkat inflasinya
pada tahun 1995 sebesar 2.672 persen dan Turkmenistan dengan tingkat
inflasi di atas 1.005 persen? Hal terakhir yang diinginkan oleh kantor pusat
untuk cabang yang berada di negara-negara seperti ini adalah memiliki kas
atau pinjaman dalam mata uang asing. Dengan demikian, kebijakan untuk
pasar dengan tingkat inflasi tinggi merupakan kebalikan dari kebijakan yang
diterapkan untuk negara-negara dengan tingkat inflasi yang rendah (lihat
Tabel 3.1).
Di samping memantau lingkungan luar negeri, analis juga harus
mengikuti tindakan-tindakan yang diambil oleh komponen-komponen dari
lingkungan internasional, seperti pengelompokan regional (Uni Eropa/UE,
North American Free Trade Agreement/NAFTA) dan organisasi-organisasi
internasional (Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB, International Monetary
Fund/IMF, dan Bank Dunia). Perusahaan-perusahaan AS sangat
memperhatikan kemajuan Uni Eropa dalam mencapai tujuan-tujuannya dan
terhadap dampak yang akan ditimbulkannya terhadap hubungan perdagangan
UE dengan AS. Mereka juga mengikuti dengan cermat kemajuan PBB dalam
3.20 Bisnis Internasional 

mengembangkan standar-standar polusi dunia, standar-standar kesehatan, dan


seterusnya. Apa pun dari tindakan-tindakan ini dapat memengaruhi
perusahaan secara serius.

Tabel 3.1
Tingkat Inflasi Tahunan untuk Beberapa Negara

Negara 1995 2001


Angola 2.672% 325%
Turkmenistan 1.005 35
Ukraina 376 15
Federasi Rusia 197 14
Georgia 163 8
Brasil 66 5
Uruguay 42 5
Zambia 35 27*
Argentina 3,4 0,63

Analisis ekonomi internasional hendaknya juga memberikan data


ekonomi mengenai pasar aktual ataupun prospektif. Sebagai bagian dari
penilaian atas kekuatan-kekuatan kompetitif, banyak perusahaan memantau
kondisi ekonomi dari negara-negara tempat para pesaing utamanya berlokasi
karena perubahan kondisi bisa memperkuat atau memperlemah kemampuan
para pesaing untuk bersaing di pasar dunia.
Karena pentingnya informasi ekonomi bagi fungsi pengendalian dan
perencanaan di kantor pusat, pengumpulan data dan pembuatan laporan harus
menjadi tanggung jawab kantor induk (home office). Namun, karyawan yang
ditempatkan di luar negeri (perwakilan cabang dan lapangan) diharapkan
untuk memberikan sumbangan yang besar terhadap studi atas pasar mereka.
Data dari kawasan-kawasan tempat perusahaan tersebut tidak memiliki
perwakilan lokal biasanya kurang perinci. Pada umumnya, datanya diperoleh
dari badan-badan nasional dan internasional. Laporan dari bank sentral atau
internasional merupakan sumber yang sangat bagus tentang informasi
ekonomi suatu negara. Sumber-sumber lain yang mungkin adalah kamar
dagang AS yang berlokasi hampir di semua ibu kota negara-negara di dunia,
pejabat-pejabat perdagangan di kedutaan-kedutaan AS, PBB, Bank Dunia,
IMF, dan Organization for Economy Cooperation and Development (OECD)
(Ball, et al, 2004).
 ADBI4432/MODUL 3 3.21

2. Dimensi-dimensi Ekonomi
Untuk mengestimasikan potensi pasar dan untuk memberikan masukan
kepada bidang-bidang fungsional lainnya dari perusahaan, para manajer
memerlukan data mengenai ukuran dan tingkat perubahan dari sejumlah
faktor-faktor ekonomi dan sosio ekonomi. Supaya suatu area dapat menjadi
pasar yang potensial, area tersebut harus mempunyai cukup orang yang
mampu membeli produk-produk dari suatu perusahaan. Data sosio ekonomi
memberikan informasi mengenai jumlah penduduk, sedangkan dimensi
ekonomi menceritakan apakah penduduk tersebut memiliki daya beli.
Di antara dimensi-dimensi ekonomi yang penting adalah pendapatan
nasional bruto (PNB), distribusi pendapatan, pengeluaran konsumsi individu,
kepemilikan pribadi atas barang, investasi swasta, biaya tenaga kerja per unit,
kurs, tingkat inflasi, dan suku bunga. Untuk materi mengenai kurs, tingkat
inflasi, dan suku bunga, telah dijelaskan sebelumnya.

a. Pendapatan nasional bruto (PNB)


Pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) merupakan
penjumlahan dari seluruh barang dan jasa final yang dihasilkan. Produk
domestik bruto (PNB dikurangi dengan pendapatan faktor luar negeri bersih)
merupakan nilai-nilai yang digunakan untuk mengukur besarnya ukuran dari
suatu perekonomian. GNI berkisar dari US$8,9 triliun untuk AS sampai
US$0,2 miliar untuk Guinea Bissau. Apakah relevansi PDB atau GNI bagi
para pelaku bisnis internasional? Apakah India, dengan GNI sebesar US$442
miliar, merupakan pasar yang lebih menarik dibandingkan dengan Denmark
yang memiliki GNI sebesar US$171 miliar?
Bayangkan reaksi para manajer yang menerima laporan yang
menunjukkan proyeksi tingkat pertumbuhan riil yang tinggi dari PDB (gross
domestic products/GDP) untuk Asia dengan tingkat pertumbuhan tahunan
sebesar enam persen. Mereka akan berkeinginan untuk memeriksa data
tersebut per masing-masing negara di kawasan tersebut dan membandingkan
tingkat pertumbuhannya dengan tingkat pertumbuhan kantor cabang mereka.
Data tersebut mungkin mengindikasikan bahwa beberapa pasar tempat
mereka tidak memiliki operasi perlu diselidiki. Tentu saja, ini baru
merupakan langkah awal. Untuk membandingkan daya beli dari berbagai
bangsa, para manajer juga perlu mengetahui berapa banyak orang kenaikan
dalam PNB atau PDB.
3.22 Bisnis Internasional 

Tabel 3.2
Persentase Bagian Pendapatan atau Konsumsi
20 Persen 20—40 40—60 60—80 20 Persen 10 Persen
Negara
Terendah Persen Persen Persen Tertinggi Tertinggi
Australia (94) 5,9 12 17,2 23,6 41,3 25,4
Brasil (96)* 2,5 5,5 10,0 18,3 63,8 47,6
Bulgaria (95)* 8,5 13,8 17,9 22,7 37,0 22,5
Kanada (94) 7,5 12,9 17,2 23,0 39,3 23,8
Cile (94)* 3,5 6,6 10,9 18,1 61,0 46,1
Cina (98)* 5,9 10,2 15,1 22,2 46,6 30,4
Kolombia (96) 3,0 6,6 11,1 18,4 60,9 46,1
Kosta Rika (96)* 4,0 8,8 13,7 21,7 51,8 34,7
Rep. Ceko. (96)* 10,3 14,5 17,7 21,7 35,9 22,4
Ekuador (95)+ 5,4 9,4 14,2 21,3 49,7 33,8
Prancis (95) 7,2 12,6 17,2 22,8 40,2 25,1
Jerman (94) 8,2 13,2 17,5 22,7 38,5 23,7
Ghana (97)+ 8,4 12,2 15,8 21,9 41,7 26,1
Hungaria (96)+ 8,8 12,5 16,6 22,3 39,9 24,8
India (97)+ 8,1 11,6 15,0 19,3 46,1 33,5
Indonesia (96) 8,0 11,3 15,1 20,8 44,9 30,3
Israel (92) 6.9 11,4 16,3 22,9 42,5 26,9
Italia (95) 8,7 14,0 18,1 22,9 36,3 21,8
Jamaika (96)+ 7,0 11,5 15,8 21,8 43,9 28,9
Jepang (93) 10,6 14,2 17,6 22,0 35,7 21,7
Kazakhstan (96)+ 6,7 11,5 16,4 23,1 42,3 26,3
Latvia (96)t 7,6 12,9 17,1 22,1 40,3, 25,9
Malaysia (95)* 4,5 8,3 13,0 20,4 53,8 37,9
Meksiko (95) * 3,6 7,2 11,8 19,2 58,2 42,8
Maroko (98-99)+ 6,5 10,6 14,8 21,3 46,6 30,9
Belanda (94) 7,3 12,7 17,2 22,8 40,1 25,1
Norwegia (95) 9,7 14,3 17,9 22,2 35,8 21,8
Pakistan (96-97)+ 9,5 12,9 16,0 20,5 41,1 27,6
Peru (96)t 4,4 9,1 14,1 21,3 51,2 35,4
Filipina (97)+ 5,4 8,8. 13,2 20,3 52,3 36,6
Polandia (96) 7,7 12,6 16,7 22,1 40,9 26,3
Federasi Rusia (98)+ 4,4 8,6 13,3 20,1 53,7 38,7
Senegal (95)+ 6,4 10,3 14,5 20,6 48,2 33,5
Slovenia (95)* 8,4 14,3 18,5 23,4 35,4 20,7
Sri Lanka (95)+ 8,0 11,8 15,8 21,5 42,8 28,0
Inggris (91) 6,6 11,5 16,3 22,7 43,0 27,3
Amerika Serikat (97) 5,2 10,5 15,6 22,4 46,4 30,5
Venezuela (96)* 3,7 8,4 13,6 21,2 53,1 37,0
Vietnam (98) 8,0 11,4 15,2 20,9 44,5 29,9
Zimbabwe (91 )+ 4,0 6,3 10,0 17,4 62,3 46,9
 ADBI4432/MODUL 3 3.23

b. GNI/kapita dan PDB/kapita


Apa yang dapat kita pelajari dari PNB/kapita? Pada umumnya, dapat
diasumsikan bahwa semakin tinggi nilainya, semakin maju
perekonomiannya. Akan tetapi, pada umumnya, tingkat pertumbuhan adalah
lebih penting bagi para agen pemasaran karena tingkat pertumbuhan yang
tinggi menunjukkan pasar yang berkembang dengan cepat yang selalu
mereka cari. Sering kali, diberikan pilihan, apakah melakukan investasi di
negara dengan PNB/kapita yang lebih tinggi, tetapi tingkat pertumbuhan
yang rendah atau melakukan investasi di suatu negara dengan kondisi
sebaliknya. Pada umumnya, manajemen akan memilih yang terakhir.
Meskipun perbedaan-perbedaan dalam PNB/kapita mengatakan sesuatu
tentang kesejahteraan relatif dari penduduk sebuah negara, informasi tersebut
agak menyesatkan. Hal ini karena sedikit di antaranya memiliki bagian yang
sama, yang diindikasikan oleh nilai tengah aritmatika. Estimasi kasar pertama
atas daya beli harus dimurnikan dengan memasukkan data mengenai
bagaimana pendapatan nasional itu didistribusikan secara aktual.

c. Distribusi pendapatan
Data tentang distribusi pendapatan dihimpun oleh Bank Dunia dari
sejumlah sumber dan diterbitkan setiap tahun dalam World Development
Indicators. Meskipun adanya kesulitan-kesulitan yang terkait dengan studi
mengenai distribusi pendapatan, seperti praktik pengukuran yang tidak
konsisten dan variasi yang luas dalam tingkat perwakilan dari sampel, data
tersebut memberikan wawasan yang berguna bagi para pelaku bisnis.
Alasannya sebagai berikut.
1. Pada umumnya, pendapatan lebih terdistribusi secara merata di negara-
negara yang lebih kaya meskipun terdapat variasi-variasi penting, baik
antarnegara-negara maju maupun berkembang.
2. Redistribusi pendapatan berjalan dengan sangat lambat sehingga data
yang lebih lama masih bermanfaat.
3. Kesenjangan pendapatan meningkat pada tahap awal pembangunan
dengan kebalikan dari tendensi ini dalam tahap-tahap kemudian. Hal ini
adalah benar, baik untuk negara maju maupun berkembang. Sebagai
contoh, kesenjangan pendapatan Cina meningkat di wilayah-wilayah
perkotaan dengan lebih dari 42 persen sepanjang periode 1988—1995
ketika perekonomian secara keseluruhan mengalami booming. Fakta
bahwa kuintil menengah bertumbuh dengan mengorbankan 20 persen
3.24 Bisnis Internasional 

tertinggi dan terendah. Hal itu menandakan kenaikan di keluarga-


keluarga berpendapatan sedang yang sangat signifikan manfaatnya bagi
para agen pemasaran.

Tergantung pada jenis produk dan total populasi, kedua situasi (baik
distribusi pendapatan yang relatif merata maupun yang tidak merata) dapat
menggambarkan segmen pasar yang mungkin berkembang. Sebagai contoh,
walaupun PNB Kosta Rika sebesar US$12,8 miliar, fakta bahwa hanya 20
persen populasi menerima lebih dari 50 persen total pendapatan. Hal ini
mengindikasikan bahwa terdapat sekelompok besar orang-orang yang
merupakan pelanggan potensial untuk produk-produk mewah dengan volume
rendah dan harga tinggi. Di pihak lain, terdapat pasar yang agak kecil
(populasi 4 juta jiwa) untuk barang-barang dengan harga rendah yang
memerlukan volume penjualan yang tinggi.
Perhitungan sederhana ini didasarkan pada PNB, total populasi, dan
distribusi pendapatan, mungkin mencukupi untuk menunjukkan bahwa suatu
negara tertentu bukanlah pasar yang baik. Namun, apabila hasilnya tampak
menjanjikan, analis akan melanjutkan menghimpun data mengenai konsumsi
perorangan (Ball, et al, 2004).

d. Konsumsi perorangan
Salah satu bidang perhatian dari para agen pemasaran adalah cara-cara
para konsumen mengalokasikan pendapatan bersih mereka (pendapatan
pribadi setelah dikurangi pajak) antara pembelian atas barang kebutuhan
pokok dan nonpokok (esensial dan nonesensial). Para produsen dari alat-alat
rumah tangga tahan lama misalnya ingin mengetahui jumlah yang
dibelanjakan dalam kategori ini. Sementara itu, para produsen barang-barang
yang merupakan kebutuhan nonpokok akan berminat terhadap besarnya
pendapatan diskresioner (pendapatan bersih dikurangi dengan pembelian
kebutuhan pokok) karena hal ini merupakan uang yang tersedia untuk
dibelanjakan pada produk-produk mereka. Untunglah pendapatan bersih dan
jumlah yang dibelanjakan untuk pembelian kebutuhan pokok tersedia dari
UN Statistical Year Book, sedangkan pendapatan diskresioner dapat
diperoleh dengan cara mengurangkan jumlah total dari pos-pos ini dari
pendapatan bersih. Pola-pola pengeluaran yang lebih perinci dapat ditemukan
dalam World Development Indicators yang diterbitkan oleh Bank Dunia.
 ADBI4432/MODUL 3 3.25

Indikator-indikator lain yang menambah pengetahuan mengenai


konsumsi perorangan adalah indikator-indikator yang berhubungan dengan
(1) kepemilikan barang dan (2) konsumsi bahan-bahan kunci. Misalnya,
pemakaian energi komersial per kapita berkaitan dengan ukuran dari sektor-
sektor modern, yaitu wilayah-wilayah perkotaan, industri, dan kendaraan
bermotor. Bank Dunia telah menemukan bahwa orang-orang dalam
perekonomian berpendapatan tinggi menggunakan energi komersial hampir
tujuh kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan yang digunakan oleh
orang-orang dalam perekonomian yang berkembang. Kuantitas serta bauran
dari energi merupakan indikator kasar dari tingkat pembangunan suatu
negara.

e. Biaya tenaga kerja per unit


Satu faktor yang memberikan kontribusi terhadap kesempatan atas
investasi yang menguntungkan adalah kemampuan untuk memperoleh biaya
tenaga kerja per unit (total biaya tenaga kerja langsung/unit yang
diproduksi) yang lebih rendah dibandingkan dengan apa yang sekarang
tersedia bagi perusahaan. Kecenderungan luar negeri dalam biaya-biaya ini
dipantau secara ketat karena tiap negara mengalami tingkat kenaikan yang
berbeda. Negara-negara dengan biaya tenaga kerja per unit yang meningkat
secara lambat menarik perhatian manajemen karena dua alasan. Pertama,
negara-negara tersebut merupakan prospek investasi bagi perusahaan-
perusahaan yang berusaha untuk menurunkan biaya produksi. Kedua, negara-
negara tersebut mungkin akan menjadi sumber persaingan baru di pasar dunia
apabila perusahaan-perusahaan lain dalam industri yang sama telah berlokasi
di sana. Perubahan-perubahan dalam tingkat upah juga mungkin
menyebabkan perusahaan multinasional yang memperoleh produk atau
komponen dari sejumlah cabangnya mengubah sumber pasokannya.

Tahukah Anda?

Nike, yang sama sekali tidak memproduksi sepatu yang dijual di AS,
mulai menggunakan pabrik-pabrik Jepang pada tahun 1964. Ketika biaya
tenaga kerja meningkat di sana pada pertengahan tahun 1970-an,
perusahaan itu beralih ke pabrik-pabrik di Korea Selatan dan Taiwan.
Kemudian, Nike menambahkan Thailand dan pada tahun 1989, negara
itu merupakan sumber produksi kedua terbesar perusahaan. Akan
tetapi, ketika biaya tenaga kerja di negara-negara itu meningkat, Nike
mulai membeli lebih dari 50 pabrik di Indonesia dan Cina yang
3.26 Bisnis Internasional 

jumlahnya sekarang merupakan dua pertiga dari kebutuhan


produksinya. Khawatir karena sepatu-sepatunya yang dijual dengan
harga US$75 sampai US$100 (harga aceran) memiliki biaya sampai
sebesar US$10 untuk biaya produksi dan pengapalan ke AS, Nike
melakukan kontrak produksi di Vietnam. Sekarang, Nike bergantung
pada Cina dan Vietnam untuk produk sepatu.

3. Dimensi Sosioekonomi
Definisi yang lengkap mengenai potensi pasar juga harus mencakup
informasi perinci mengenai atribut-atribut fisik populasi sebagaimana diukur
dengan dimensi sosio ekonomi yang terdiri atas berikut ini (Ball, et al, 2004).

a. Populasi total
Indikator yang paling umum untuk mengukur pasar potensial adalah
karakteristik populasi pertama yang akan diperiksa oleh para analis. Mereka
telah menemukan bahwa terdapat perbedaan yang amat besar dalam ukuran
populasi. Penduduk di Cina dan India jumlahnya sampai 2.332, sedangkan
untuk Svalbard dan Bassas da India tidak berpenghuni. Fakta bahwa banyak
negara maju memiliki penduduk kurang dari 10 juta memperjelas ukuran
populasi saja kurang tepat untuk mengukur kekuatan ekonomi dan potensi
pasar. Swiss, misalnya, dengan hanya 7,0 juta penduduk secara ekonomi jauh
lebih penting dibandingkan dengan Bangladesh yang memiliki 128 juta
penduduk. Jelaslah bahwa untuk melihat potensi pasar, harus banyak
informasi yang diperlukan, tidak cukup hanya melihat besarnya populasi.
Hanya untuk beberapa produk yang murah dan dikonsumsi secara massal
saja, seperti minuman ringan, rokok, dan sabun, ukuran populasi memberikan
dasar yang cukup kuat untuk mengestimasikan konsumsi.
Untuk produk-produk yang tidak termasuk dalam kategori ini, populasi
yang besar dan populasi yang meningkat pesat mungkin tidak menandakan
suatu perluasan pasar yang segera. Namun, jika pendapatan bertumbuh terus,
pada akhirnya paling tidak sebagian dari penduduk itu akan menjadi
pelanggan. Pemahaman terhadap kecepatan terjadinya hal ini dapat diperoleh
dengan cara membandingkan tingkat populasi penduduk dan PNB. Ketika
PNB meningkat lebih cepat daripada populasi, ada kemungkinan terdapat
pasar yang meningkat. Akan tetapi, jika pertumbuhan populasi lebih cepat
dari pertumbuhan PNB, hal ini menunjukkan kemungkinan akan adanya
penyusutan pasar, bahkan dapat menunjukkan suatu negara sebagai kawasan
potensial terhadap konflik sosial dan politik. Kemungkinan ini diperkuat
 ADBI4432/MODUL 3 3.27

apabila suatu analisis terhadap sistem pendidikan mengungkapkan adanya


peningkatan dalam lulusan teknik dan universitas. Kelompok-kelompok
tersebut berharap memperoleh pekerjaan dan menerima gaji sebagai
profesional. Ketika tidak diciptakan pekerjaan baru yang mencukupi untuk
menyerap mereka, pemerintah dapat berada dalam kesulitan yang serius.
Berbagai negara berkembang telah menghadapi kesulitan semacam ini,
seperti Mesir dan India, yaitu dua contoh yang menonjol.

b. Distribusi umur
Karena hanya sedikit produk yang dibeli oleh setiap orang, para agen
pemasaran harus mengidentifikasikan segmen-segmen dari populasi yang
paling potensial untuk pasar produk mereka. Untuk beberapa perusahaan,
umur merupakan penentu yang penting dari ukuran pasar. Sayangnya,
distribusi kelompok umur dalam populasi sangat berbeda. Pada umumnya,
karena tingkat kelahiran dan kesuburan yang lebih tinggi, negara-negara
berkembang memiliki penduduk berusia muda lebih tinggi dibandingkan
dengan negara-negara industri. Persentase populasi tahunan rata-rata di masa
lalu dan yang diestimasikan meningkat untuk negara-negara dikelompokan
menurut pendapatan, sebagaimana ditunjukan pada Tabel 3.3 berikut ini.

Tabel 3.3
Rata-rata Kenaikan Populasi Per Tahun

1970—1980 1980—1995 1998—2015


Perekonomian dengan pendapatan rendah 2,2% 1,9% 1,3%
Perekonomian dengan pendapatan sedang 3,8% 1,7% 1,0%
Perekonomian dengan pendapatan tinggi 0,8% 0,7% 0,3%

Populasi dari negara-negara berkembang berjumlah lebih dari tiga


perempat jumlah penduduk dunia. Apa artinya hal ini bagi para pelaku
bisnis? Di negara-negara maju, akan ada penurunan dalam permintaan
terhadap produk-produk yang digunakan di sekolah-sekolah dan produk-
produk yang dibeli oleh dan untuk anak-anak. Pasar yang lebih kecil untuk
furnitur dan pakaian, tetapi terjadi peningkatan permintaan terhadap produk-
produk perawatan medis dan produk-produk lain yang terkait, pariwisata, dan
jasa-jasa keuangan. Perusahaan-perusahaan yang menghadapi penurunan
permintaan akan produk-produk mereka harus mencari kenaikan penjualan di
3.28 Bisnis Internasional 

di negara-negara yang perekonomiannya berkembang yang distribusi umur


adalah sebaliknya. Tingkat pertumbuhan yang tinggi di negara-negara
berkembang akan menyediakan pasar untuk sistem transportasi, biji-bijian
untuk makanan yang memberikan hasil yang lebih tinggi, pupuk, alat-alat
pertanian, alat-alat rumah tangga, dan seterusnya.
Banyak kekuatan bertanggung jawab atas penurunan tingkat kelahiran.
Pemerintah tentu saja mendukung berbagai program keluarga berencana
(KB), tetapi banyak bukti yang menunjukkan bahwa tingkat kesehatan dan
pendidikan yang baik bersama-sama dengan peningkatan status wanita,
distribusi pendapatan yang lebih merata, dan tingkat urbanisasi yang lebih
besar juga berperan dalam mengurangi besarnya ukuran keluarga tradisional.
Faktanya, para ahli pernah menyatakan bahwa pengaruh gabungan dari
program KB yang efektif dan pendidikan wanita di atas tingkat dasar sangat
ampuh dalam mengurangi besarnya ukuran keluarga.

c. Keprihatinan di negara-negara maju


Sementara hal ini diterima dengan baik di negara-negara berkembang,
seperti negara-negara di Afrika dan Timur Tengah yang memiliki tingkat
kesuburan sampai delapan anak per wanita, penurunan tingkat kelahiran
menimbulkan keprihatinan bagi pemerintah negara-negara industri. Bank
Dunia melaporkan bahwa tingkat kesuburan di negara-negara ini berada jauh
di bawah angka penggantian, yaitu sebesar 2,1 anak. Hanya AS dan Selandia
Baru yang mempunyai tingkat itu.
Banyak orang muda Eropa yang tidak menikah atau yang menikah
terlambat dan memiliki sedikit anak. Uni Eropa pada saat ini memiliki tingkat
pengangguran 11 persen, tetapi pada tahun 2025 diperkirakan akan
mengalami kekurangan tenaga kerja. Pemerintah negara-negara Eropa harus
menyediakan perawatan kesehatan dan pensiun untuk 22 persen
penduduknya yang akan berusia di atas 65 tahun dan akan terdapat lebih
sedikit wajib pajak yang bekerja.
Situasi Jepang tampaknya bahkan lebih serius. Tingkat kesuburannya
hanya 1,5 anak per wanita, jauh di bawah nilai pergantian penduduk 2,1.
Pada tahun 2025, penduduk Jepang yang berusia 65 tahun atau lebih
mencapai 25,7 persen dari jumlah penduduknya. Sementara itu, kelompok
dengan usia yang sama (65 tahun ke atas) di AS hanya akan berjumlah 19,1
persen dari total penduduk. Kekurangan tenaga kerja telah menaikkan tingkat
 ADBI4432/MODUL 3 3.29

upah sampai titik rata-rata di Jepang sebesar UD$22 per jam, sedangkan upah
rata-rata per jam di AS sebesar US$19.86 di AS.
Pada tahun 2025, Jepang dengan penduduk lanjut usia yang tumbuh
paling cepat di dunia industri akan memiliki penduduk berusia lanjut dengan
jumlah dua kali lipat dari jumlah anak-anak. Cadangan dana jaminan sosial
pemerintah akan terkuras karena untuk biaya pensiun dan biaya kesehatan
orang berusia lanjut. Diprediksikan, biaya tersebut akan menghabiskan 73
persen dari pendapatan nasional. Menurut Kementerian Kesehatan dan
Kesejahteraan, satu-satunya solusi adalah mengenakan pajak yang lebih
tinggi dan mengurangi tunjangan-tunjangan. Suatu analisis yang dilakukan
oleh Dewan Penasihat Perdana Menteri menyimpulkan bahwa apabila sistem
yang ada sekarang tidak diubah, perekonomian akan runtuh.
Fakta menunjukkan bahwa di banyak negara, para pensiunan akan
membebani sistem jaminan sosial. Di negara-negara industri, tidak hanya
biaya dari sistem jaminan sosial meningkat karena pertumbuhan jumlah
pensiunan, tetapi terdapat lebih sedikit orang yang bekerja dan membayar ke
sistem itu untuk mendukung mereka. Namun demikian, di negara-negara
berkembang, terjadi hal sebaliknya. Tingkat kelahiran yang lebih tinggi
mengakibatkan banyaknya penduduk berusia muda.

d. Kepadatan dan distribusi penduduk


Aspek-aspek kependudukan lain yang menjadi perhatian manajemen
adalah kepadatan penduduk dan distribusi penduduk. Negara-negara
berpenduduk padat cenderung membuat distribusi dan komunikasi produk
menjadi lebih sederhana dan lebih murah dibandingkan dengan negara-
negara yang kepadatan penduduknya rendah. Pakistan, dengan 169 penduduk
per kilometer persegi, akan menjadi pasar yang lebih mudah dilayani
dibandingkan dengan Kanada (tiga penduduk/kilometer persegi) atau Brasil
(20 penduduk/kilometer persegi). Namun, perkiraan itu akan berbeda dengan
perkiraan yang didasarkan pada nilai rata-rata aritmatis. Harus diketahui
bagaimana penduduk ini terdistribusikan.
Seseorang hanya perlu membandingkan persentase total penduduk
perkotaan untuk mengetahui bahwa Kanada dan Brasil memiliki konsentrasi
penduduk yang memfasilitasi proses pemasaran. Sementara itu, hanya 36
persen penduduk Pakistan yang tinggal di perkotaan, sedangkan persentase
untuk Brasil dan Kanada masing-masing adalah 81 dan 77 persen. Sebuah
fenomena penting yang mengubah distribusi penduduk adalah perpindahan
3.30 Bisnis Internasional 

dari desa ke kota yang terjadi di mana-mana, terutama di negara-negara


berkembang. Perpindahan penduduk dari desa ke kota terjadi karena mereka
mencari upah yang lebih tinggi dan hidup yang lebih nyaman.
Suatu indikator yang menunjukkan sejauh mana perpindahan tersebut
adalah perubahan dalam persentase penduduk perkotaan. Sebagaimana
diperlihatkan dalam Tabel 3.4, perpindahan terbesar ke kota terjadi di negara-
negara dengan pendapatan rendah dan sedang. Hanya di empat negara
terdapat aliran bersih dengan arah yang berbeda.
Perpindahan ini sangat penting bagi para agen pemasaran karena
penduduk kota yang kurang dapat memenuhi kebutuhan sendiri dibandingkan
dengan orang-orang yang tinggal di kawasan perdesaan serta harus memasuki
perekonomian pasar. Pemerintah kota juga menjadi pelanggan bagi peralatan
yang akan memperluas layanan pemerintah kota untuk menangani arus
penduduk.

Tabel 3.4
Perpindahan dari Perdesaan ke Perkotaan

Persentase Penduduk di Daerah Perkotaan


Persentase
1970 1999
Kenaikan
Negara-negara dengan pendapatan rendah 18% 31% 7,2%
Negara-negara dengan pendapatan sedang 46% 50% 8,7%
Negara-negara dengan pendapatan tinggi 74% 77% 4,1%

Tahukah Anda?

Wal-Mart memiliki masalah bahasa di kedua sisi perbatasan. Di


negara tempat label dan komunikasi dilakukan dalam bahasa Inggris dan
Prancis, perusahaan ritel tersebut hanya mengirimkan buletin
berbahasa Inggris kepada penduduk Quebec yang 83 persen populasinya
berbicara dalam bahasa Prancis. Setelah meminta maaf atas kesalahan
ini, para pejabat Wal-Mart harus meminta maaf seminggu kemudian
ketika perusahaan itu dikritik tajam karena memerintahkan para
karyawan Kanada bekerja ekstra 12 jam seminggu tanpa mendapat
bayaran dengan menggunakan memo yang juga hanya dalam bahasa
Inggris.

Satu bulan kemudian, perusahaan itu memiliki masalah dalam


bahasa hukum di perbatasan yang lain ketika inspektur perdagangan
 ADBI4432/MODUL 3 3.31

Meksiko menutup sementara superstore-nya di Meksiko City dengan


tuntutan bahwa perusahaan itu telah melanggar undang-undang berusia
40 tahun yang mengharuskan penjual membubuhkan label berbahasa
Spanyol ke semua produk yang dipajang.

4. Rencana-rencana Ekonomi Nasional


Sumber data ekonomi lain yang terbukti dapat bermanfaat bagi
perusahaan, terutama untuk para agen pemasarannya, adalah rencana-rencana
ekonomi nasional yang diterbitkan oleh banyak negara. Rencana-rencana
tersebut berkisar dari rencana tahunan dan lima tahunan (dalam wujud
anggaran) yang digunakan sebagai instrumen pengendali produksi oleh suatu
negara, seperti Kuba, Vietnam, dan Cina, sampai rencana-rencana indikatif
dari negara-negara lainnya. Daripada mencantumkan target-target produksi,
rencana indikatif lima tahun berisi target-target, dasar yang ditetapkan oleh
pemerintah, dan beberapa pernyataan kebijakan umum mengenai cara untuk
mencapai tujuan-tujuan tersebut. Kemudian, pemerintah berupaya
menggunakan alat-alat moneter dan fiskal yang biasanya untuk menciptakan
kondisi yang menguntungkan bagi dunia usaha sehingga target-target tersebut
dapat dipenuhi. Favoritisme ini mungkin dinyatakan dalam banyak cara.
Beberapa di antaranya meliputi konsesi pajak khusus bagi investor dan
alokasi devisa (apabila devisa dikendalikan) untuk membeli barang-barang
modal dan bahan baku yang diimpor (Firman, 2006).

a. Pendalaman kasus 1

Sebuah Big Mac Mampu Menghadapi Fluktuasi Kurs Valuta Asing


McDonald’s (Jepang) mengimpor banyak barang yang digunakan di
restorannya di Jepang, termasuk bahan kentang goreng, kertas tisu, dan
beberapa bahan yang digunakan untuk membuat hamburger Big Mac yang
terkenal, seperti daging burger dan roti burger bertabur biji wijen. Oleh
karena itu, pada awal tahun 1997, ketika nilai yen mencapai titik terendah
dalam 44 bulan terakhir terhadap dolar AS, yaitu dari 80 ¥ per 1USD menjadi
122 ¥, diperkirakan bahwa biaya dalam yen untuk impor akan membengkak.
Akibatnya, McDonald’s terpaksa menaikkan harga Big Mac kepada
pelanggannya. Akan tetapi, pada Januari, McDonald’s memulai kampanye
diskon harga hamburger selama 22 hari. Jadi, apakah McDonald’s yang
merupakan perusahaan internasional kebal terhadap dampak fluktuasi kurs
mata uang?
3.32 Bisnis Internasional 

Tentu saja tidak. McDonald’s tidak mampu mempertahankan harga,


bahkan menurunkan harga Big Mac. Hal ini disebabkan oleh dua alasan.
Pertama, McDonald’s telah menandatangani kontrak forward dengan
banknya yang memungkinkan McDonald’s membeli dolar AS sampai akhir
tahun 1997 seharga 103 yen. Kedua, sistem pembelian global McDonald’s
membeli lebih dari 19.500 restoran McDonald’s di 101 negara sehingga
memungkinkan McDonald’s menekan harga karena membeli bahan baku
dalam jumlah besar. McDonald’s telah mengembangkan software untuk
mencari dan mengidentifikasi pemasok-pemasok yang lebih murah.

Sumber: Keyko Kambara, “International Manager,” International Herald


Tribune, 30 Januari 1997, hlm. 11, dalam Ball, et al, 2004.

b. Pendalaman kasus 2

Usaha Kecil dalam Perekonomian Global


Anda memiliki suatu perusahaan kecil, tetapi Anda tidak memiliki uang
untuk menggaji seorang analis ekonomi. Namun, Anda memerlukan data
ekonomi dan sosio ekonomi untuk membantu Anda merencanakan perluasan
pasar. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh perusahaan multinasional
besar. Apa yang dapat Anda lakukan? Apakah Anda memunyai komputer
personal dengan hubungan internet? Gunakanlah itu untuk memperoleh
informasi cuma-cuma yang sama dengan apa yang akan diperoleh analis yang
akan Anda pekerjakan dan yang kemudian menagih Anda untuk jasa tersebut.
Andaikan sampai sekarang Anda telah membatasi diri Anda sendiri
dalam pasar AS, tetapi karena Anda telah membaca NAFTA, Anda ingin
tahu mengenai kemungkinan untuk melakukan perluasan ke pasar-pasar
Kanada dan Meksiko. Keduanya merupakan tetangga dan relatif mudah
untuk dicapai. Dapatkah Anda menemukan informasi tentang bagaimana
melakukan bisnis dengan negara-negara tersebut melalui internet?
Untuk laporan cuma-cuma melalui internet mengenai tren ekonomi,
aturan-aturan perdagangan, dan standar-standar, pergilah ke the Canada
Commercial Guide di www.usatrade.gov/website/. Di situ, terdapat bagian
pemasaran dengan bantuan bagi para pengekspor AS untuk menemukan
agen-agen dan distributor, untuk mengirimkan produk-produk lewat pos,
serta untuk mendirikan kantor di Kanada. Untuk statistik perdagangan,
geografi, dan budaya, pergilah ke http:// canada.gc.ca/main-e.html.
 ADBI4432/MODUL 3 3.33

Untuk memperoleh data tentang Meksiko, kunjungi


www.latinworld.com/ norte/mexico/index.html dalam prediksi ekonomi dan
komentar mengenai keuangan Meksiko secara ekstensif. Universitas Texas
memiliki situs yang bagus sekali, yaitu Business and Finance in Latin
America. Sumber-sumbernya dikelola oleh negara. Untuk Meksiko, pergilah
ke www.lanic.utexas.edu/la/region/business dan kemudian kliklah Mexico
NAFTA. Sekurang-kurangnya ada 25 situs yang berbeda pada lokasi ini
dengan informasi yang berguna untuk bisnis Anda. Anda juga dapat
menghubungi bagian perdagangan (commercial section) dari kedutaan AS di
Mexico City yang menawarkan jasa-jasa untuk perusahaan yang ingin
melakukan bisnis di Meksiko. Hubungilah langsung situs University of Texas
atau langsung ke www.uscommerse.org.mx./. Situs lain, www.zonalatina.com,
bahkan akan menyediakan lebih banyak informasi.
Dengan informasi yang Anda peroleh dari situs-situs ini, Anda akan
mampu memutuskan apakah Anda ingin memasuki pasar-pasar internasional
yang baru atau tidak. Informasi mengenai rencana dan anggaran
pembangunan nasional dilaporkan secara teratur dalam publikasi, seperti
Bisnis Internasional dan Business America. Atase perdagangan di kedutaan-
kedutaan AS dan kamar dagang AS di luar negeri adalah sumber-sumber
informasi tambahan.

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!
1) Berikanlah contoh suatu analisis ekonomi internasional untuk seorang
manajer ketika perusahaan memasuki pasar luar negeri!
2) Sebutkan dan jelaskan dimensi-dimensi ekonomi yang telah Anda
pelajari!
3) Sebutkan dan jelaskan dimensi-dimensi sosio ekonomi yang telah Anda
pelajari!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, coba Anda lihat kembali halaman
3.3.
3.34 Bisnis Internasional 

2) Silakan Anda pelajari halaman 3.21—3.25 untuk menjawab pertanyaan


ini.
3) Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, silakan Anda pelajari halaman
3.26—3.30.

R A NG KU M AN

Berbagai bidang fungsional dari suatu perusahaan memerlukan data


mengenai ukuran dan tingkat perubahan dari sejumlah faktor ekonomi
dan sosio ekonomi. Dimensi-dimensi ekonomi yang lebih penting di
antaranya adalah PNB, PNB/kapita, distribusi pendapatan, pengeluaran
konsumsi perorangan, investasi swasta, biaya tenaga kerja, dan data
keuangan, seperti kurs, tingkat inflasi, suku bunga, dan jumlah utang luar
negeri dari suatu negara. Dimensi sosio ekonomi yang utama adalah
jumlah penduduk, tingkat pertumbuhan, distribusi umur, kepadatan
penduduk, dan distribusi penduduk.
Para agen pemasaran harus mengetahui bagaimana konsumen
mengalokasikan pendapatan diskresionernya karena ini adalah uang
yang dikeluarkan untuk produk-produk mereka. Mereka juga harus
menggunakan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) untuk
memahami daya beli yang sebenarnya dari suatu negara. Para konsumen
di suatu negara yang PDB-nya tampak terlalu rendah untuk menjadi
pasar yang aktif mungkin memiliki daya beli diskresioner ketika PDB
yang didasarkan atas kurs pasar dikonversi menjadi PDB berdasarkan
PPP.
Tingkat upah per jam, khususnya jika dinyatakan dalam dolar AS,
berubah agak cepat. Ada tiga faktor yang menyebabkannya: (1)
perubahan riil dalam kompensasi, (2) perubahan dalam produktivitas,
dan (3) perubahan dalam kurs.
Utang luar negeri yang besar mungkin mengindikasikan bahwa
pemerintah akan memberlakukan pengendalian devisa atas dunia usaha
di negerinya. Apabila sebagian besar dari penerimaan ekspor negara itu
digunakan untuk membayar utang luar negerinya, hanya sedikit yang
tersisa yang akan dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan di negara
itu untuk membayar impor bahan baku, komponen yang digunakan
dalam produknya, dan mesin-mesin produksi. Pemerintah dapat
memberlakukan pengendalian harga dan upah. Juga, terdapat
kemungkinan bahwa perusahaan dapat membeli sebagian utang yang
didiskonto untuk memperoleh mata uang lokal dengan kurs yang
menguntungkan.
 ADBI4432/MODUL 3 3.35

Tingkat kelahiran sedang menurun di hampir seluruh negara di


dunia karena (1) pemerintah menyediakan program-program keluarga
berencana, (2) wanita melanjutkan pendidikannya dan menikah
kemudian, serta (3) tingkat urbanisasi yang lebih besar memungkinkan
wanita untuk menjadi pekerja dan mandiri yang memengaruhi
penundaan perkawinan.
Rencana ekonomi nasional memberikan wawasan mengenai harapan
pemerintah. Dalam perekonomian yang direncanakan secara terpusat,
rencana nasional sering kali merupakan ekuivalensi dari studi pasar.
Banyak negara maju dan berkembang menggunakan rencana indikatif
untuk menetapkan tujuan dan menyediakan pernyataan kebijakan umum
mengenai bagaimana tujuan tersebut akan dicapai.

TES F OR M AT IF 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Berikut ini yang merupakan dimensi sosio ekonomi dalam analisis


ekonomi internasional adalah ….
A. pendapatan nasional bruto
B. distribusi pendapatan
C. kepemilikan pribadi atas barang
D. populasi total

2) Nilai-nilai yang digunakan untuk mengukur besarnya suatu


perekonomian negara adalah ….
A. PDB
B. GNI
C. GDP
D. pendapatan negara

3) Sebuah fenomena penting yang mengubah distribusi penduduk adalah


perpindahan dari desa ke kota yang terjadi di mana-mana, terutama di
negara-negara berkembang. Fenomena itu disebut ….
A. urbanisasi
B. transmigrasi
C. birokrasi
D. imigrasi
3.36 Bisnis Internasional 

4) Salah satu keprihatinan di negara-negara maju adalah ....


A. penghasilan yang tinggi
B. jumlah penduduk laki-laki yang lebih banyak daripada perempuan
C. tingkat kelahiran yang menurun
D. tingkat kelahiran yang tinggi

5) Berkenaan dengan kepadatan dan distribusi penduduk, kecenderungan


membuat distribusi dan komunikasi produksi menjadi lebih sederhana
dan lebih murah dilakukan oleh ....
A. negara berpenduduk rendah
B. negara berpenduduk padat
C. negara berpendapatan rendah
D. negara berpendapatan tinggi

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
 ADBI4432/MODUL 3 3.37

Kegiatan Belajar 2

Kekuatan Fisik dan Lingkungan dalam


Lingkup Bisnis Internasional

K arakteristik fisik suatu bangsa adalah yang paling menentukan


masyarakat ataupun alat-alat yang digunakan untuk memasok
kebutuhannya. Sebenarnya, unsur-unsur fisik bukanlah kekuatan karena
bersifat pasif, kecuali pada bencana alam (seperti gempa bumi, banjir, dan
angin topan). Meskipun demikian, ada persamaannya dengan kekuatan-
kekuatan yang tidak dapat dikendalikan dan yang diuraikan dalam bagian ini.
Dampaknya tidak konstan, tetapi pengaruhnya besar terhadap cara orang
mengorganisasi kegiatannya. Kekuatan fisik merupakan satu-satunya faktor
yang memengaruhi kemanusiaan. Namun demikin, faktor-faktor budaya,
politik, dan ekonomi lebih penting daripada faktor-faktor fisik dalam
menentukan penggunaan tanah dan sifat dasar perekonomian.
Coba Anda terangkan mengenai perbedaan yang besar antara Cina
Tenggara dan bagian tenggara AS! Dengan lingkungan-lingkungan fisiknya
yang sangat mirip, tetapi ada perbedaan yang besar dari segi penduduk,
kebudayaan, dan penggunaan tanahnya.
Barangkali alasan terpenting untuk mempertimbangkan unsur-unsur fisik
sebagai kekuatan yang tidak dapat dikendalikan adalah unsur-unsur itu
memiliki banyak aspek kekuatan lingkungan luar negeri. Para manajer harus
menyesuaikan strategi mereka untuk mengompensasikan perbedaan-
perbedaan di antara pasar-pasar dengan kekuatan fisiknya, persis seperti yang
mereka lakukan untuk kekuatan-kekuatan lainnya yang tidak dapat
dikendalikan.
Meskipun ruang lingkup geografi sangat luas, masih dimungkinkan
untuk memilih beberapa elemen utama yang signifikan bagi para pelaku
bisnis, yaitu (1) lokasi, (2) topografi, (3) iklim, dan (4) sumber daya alam.
Berikut ini akan dijelaskan masing-masing elemen tersebut (Ball, et al,
2004).
3.38 Bisnis Internasional 

A. LOKASI

Di mana letak suatu negara, siapa tetangganya, dan apa ibu kota serta
kota-kota besarnya seharusnya merupakan bagian dari pengetahuan umum
bagi semua pelaku bisnis internasional. Lokasi adalah penting karena
merupakan faktor untuk menerangkan politik dan hubungan perdagangan
sebuah bangsa. Banyak di antaranya yang secara langsung memengaruhi
beroperasinya suatu perusahaan.
Kedekatan geografis sering kali merupakan alasan pokok terjadinya
perdagangan di antara bangsa-bangsa. Mitra dagang terbesar dan terbesar
ketiga dari AS, yaitu Kanada dan Meksiko, terletak di perbatasannya.
Penyerahan barang-barang lebih cepat dan biaya angkut lebih rendah
sehingga penjual lebih murah untuk melayani para pelanggannya. Ini juga
merupakan salah satu alasan mengapa begitu banyak perusahaan AS yang
memiliki pabrik di Meksiko. Kedekatan geografis selalu merupakan faktor
utama dalam pembentukan kelompok perdagangan, seperti Uni Eropa,
EFTA, dan Persetujuan Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American
Free Trade Agreement/NAFTA). Kelompok yang disebutkan terakhir, mulai
efektif pada 1 Januari 1994, telah menciptakan blok perdagangan yang terdiri
atas 362 juta orang dan produk domestik bruto (PDB) sebesar US$6 triliun.
Kedekatan ke pasar juga merupakan alasan mengapa penjualan produk
Jepang ke Association of South East Asian Nation/Perhimpunan Bangsa-
bangsa Asia Tenggara (ASEAN) melebihi dua kali lipat dari penjualannya ke
AS ataupun Eropa. Karena lebih dekat ke Jepang, Cina dapat mengambil alih
sebagian dari penjualan kedelai dan gandum ke Jepang yang sebelumnya
dipasok oleh AS.
Tahukah Anda dari mana asalnya buah anggur, persik, dan frambus
segar yang dijual di pasaran AS pada musim dingin? Ya, benar dari Cile.
Buah segar tersebut diimpor dari Cile ke AS yang rata-rata mendekati US$1
miliar per tahun. Hal ini dimungkinkan karena Cile terletak di belahan bumi
bagian selatan yang musim tanamnya kebalikan dengan negara AS (Ball, et
al, 2004).

B. TOPOGRAFI

Mari kita coba melihat beberapa fitur permukaan bumi utama untuk
memberikan gambaran mengenai apa yang seharusnya dicari oleh para
 ADBI4432/MODUL 3 3.39

pelaku bisnis. Fitur-fitur permukaan tanah, seperti pegunungan, dataran,


padang pasir, dan badan-badan air, memberikan kontribusi terhadap
perbedaan-perbedaan dalam struktur perekonomian, kebudayaan, sosial, dan
politik, baik di antara bangsa-bangsa maupun di antara wilayah-wilayah di
dalam suatu negara. Distribusi fisik dibantu oleh beberapa fitur, tetapi
terhambat oleh fitur-fitur lain. Perbedaan-perbedaan dalam topografi
mungkin mengharuskan suatu produk diubah. Misalnya, pengaruh ketinggian
terhadap produk-produk makanan mulai terlihat pada ketinggian di atas 3.000
kaki sehingga produsen campuran kue harus mengubah instruksi
pemanggangan. Selain itu, mesin-mesin pembakaran internal mulai
kehilangan tenaga yang cukup besar pada ketinggian 5.000 kaki sehingga
mengharuskan produsen yang menggunakan mesin dengan bahan bakar
bensin untuk mengganti dengan mesin-mesin yang lebih besar.

1. Pegunungan dan Dataran Rendah


Pegunungan merupakan hambatan yang cenderung memisahkan dan
menghalangi pertukaran dan interaksi, sedangkan daerah yang rata (dataran
dan plato) memudahkannya. Sejauh mana pegunungan berfungsi sebagai
hambatan? Hal itu tergantung pada ketinggian, luas, panjang, dan
ketidakrataan daerahnya serta apakah terdapat lembah yang dapat ditempuh.
Sebuah contoh dari hambatan ini adalah Pegunungan Himalaya.
Perjalanan untuk menempuhnya begitu sulit sehingga transportasi antara
India dan Cina harus melalui air atau udara dan tidak melalui darat.
Perbedaan yang tajam antara budaya penduduk Indo-Melayu yang tinggal di
selatan pegunungan itu dengan budaya bangsa Cina yang tinggal di sebelah
utara merupakan bukti dari efektivitas Pegunungan Himalaya sebagai
penghambat. Dengan cara yang serupa, Alpen, Karpatia, Balkan, dan Pireni
telah sejak lama memisahkan budaya Mediteranian dan budaya Eropa Utara.

2. Pegunungan Membagi Pasar


Suatu masalah yang lebih besar bagi para pelaku bisnis ditimbulkan oleh
bangsa-bangsa yang terbagi oleh jajaran pegunungan menjadi pasar-pasar
regional yang lebih kecil. Masing-masing dengan industri, iklim, budaya,
dialek, dan kadang-kadang bahasa yang berbeda-beda.
3.40 Bisnis Internasional 

3. Konsentrasi Penduduk
Pegunungan-pegunungan juga menciptakan konsentrasi penduduk, baik
karena iklimnya lebih menyenangkan pada ketinggian yang lebih besar
maupun karena pegunungan merupakan hambatan bagi perpindahan
penduduk. Misalnya, hampir 80 persen penduduk Kolombia bertempat
tinggal di dataran tinggi sebelah barat (yang luasnya hanya sepertiga luas
wilayah negara itu) karena iklim di sana sedang. Sebanyak 80 persen dari 175
juta penduduk Brasil menempati areal pantai seluas 300 mil yang dipisahkan
dari bagian lain negeri itu oleh suatu jajaran pegunungan. Kecuali di daerah
tropis, kepadatan penduduk umumnya menurun dengan meningkatnya
ketinggian. Jika Anda akan menempatkan peta populasi di atas peta
topografi, area-area kosong di peta populasi umumnya bertepatan dengan
area-area yang memiliki ketinggian yang lebih besar. Sebagai contoh, 90
persen penduduk Swiss bertempat tinggal di suatu daerah sempit di kaki
pegunungan Alpen. Alasannya, penduduk yang padat memerlukan
perdagangan, manufaktur, dan pertanian yang semuanya bergantung pada
transportasi yang baik dan kemudahan komunikasi yang dapat dijangkau oleh
dataran itu.

4. Gurun Pasir dan Hutan Tropis


Gurun pasir dan hutan tropis, seperti pegunungan, memisahkan pasar,
meningkatkan biaya transportasi, dan menciptakan konsentrasi penduduk.

5. Padang Pasir
Lebih dari sepertiga permukaan bumi terdiri atas wilayah yang kering
dan setengah kering. Terletak di pantai-pantai di mana angin bertiup dari
daratan, dan di pedalaman di mana pegunungan atau jarak yang jauh
menyebabkan angin kehilangan kelembapannya sebelum mencapai wilayah
itu. Setiap benua memiliki daerah-daerah semacam ini, dan setiap pantai
barat antara 20 dan 30 derajat di utara atau selatan khatulistiwa beriklim
kering. Karena penduduk, tumbuhan-tumbuhan, dan binatang harus
memperoleh air untuk hidup, maka padang pasir, iklim dan tumbuhan juga
merupakan padang pasir bagi manusia. Hanya di mana terdapat sumber air
yang besar, seperti di Mesir, terdapat konsentrasi penduduk.
 ADBI4432/MODUL 3 3.41

6. Hutan Hujan Tropis


Tumbuh-tumbuhan dapat merupakan hambatan yang efektif terhadap
pembangunan ekonomi dan permukiman manusia, terutama apabila
digabungkan dengan iklim yang keras dan tanah yang gersang. Hal ini terjadi
di hutan hujan tropis dunia yang terletak di lembah Amazon, Asia Tenggara,
dan Kongo. Kecuali di bagian-bagian tertentu dari Asia Barat dan Jawa,
kawasan ini merupakan daerah yang penduduknya sedikit dan secara
ekonomi tidak begitu berkembang. Misalnya, hutan hujan yang terbesar di
antara semuanya—Amazon di Brasil—disebut sebagai salah satu padang
pasir terbesar di dunia karena kepadatan penduduknya yang rendah.
Meskipun area ini meliputi lebih dari 1 juta mil persegi (seperempat dari
daerah daratan AS) dan merupakan separuh dari wilayah Brasil, area tersebut
hanya dihuni oleh empat persen penduduk negeri itu. Hanya gurun pasir
sebenarnya yang memiliki kepadatan penduduk lebih rendah daripada
Amazon yang hanya memiliki kepadatan penduduk sebesar satu orang per
mil persegi.

7. Badan-badan Air
Fitur permukaan tanah tidak seperti pegunungan, padang pasir, dan hutan
tropis. Fitur permukaan tanah merupakan daya tarik bagi penduduk dan
memfasilitasi transportasi. Peta populasi dunia jelas memperlihatkan bahwa
badan-badan air telah menarik lebih banyak orang dibandingkan dengan
daerah-daerah yang jauh dari air. Daerah-daerah berpenduduk padat yang
tidak bertepatan dengan sungai atau danau pada umumnya terletak di dekat
laut. Anda dapat melihat dari peta populasi bahwa penduduk berkumpul di
sekitar Amazon, Kongo, Mississippi, Saint Lawrence, dan Great Lakes. Di
Eropa, dataran Po (Italia) dan Rhine itu mudah dikenali. Demikian pula
sungai-sungai yang melintasi padang pasir, seperti Nil, Indus (Pakistan),
Tigris-Efrat (Irak), dan Amu Darya (Asia Tengah), meskipun sungai-sungai
tersebut lebih penting untuk air irigasi dan tanah subur yang dibawanya
daripada untuk transportasi. Badan-badan air merupakan faktor penting
karena memberikan akses yang murah ke pasar-pasar di pedalaman berbagai
negara karena dapat digunakan sebagai sarana transportasi.

8. Jalan-jalan Air di Darat


Sebelum adanya pembangunan jalan kereta api, angkutan air merupakan
satu-satunya alat transportasi praktis dan ekonomis untuk mengangkut
3.42 Bisnis Internasional 

barang-barang dalam jumlah besar dan jarak jauh. Transportasi air tetap
masih bertahan walaupun telah dibangun jalan kereta api. Meskipun arti
penting relatifnya terhadap kereta api telah berkurang di mana-mana, tetapi
jalan air Sungai Rhine merupakan sistem lalu lintas air di darat yang
terpenting di dunia.

C. IKLIM

Suhu udara dan hujan atau salju merupakan elemen kekuatan fisik yang
cukup penting. Iklim merupakan faktor penting karena dapat menetapkan
batas-batas mengenai apa yang dapat dilakukan oleh manusia, baik secara
fisik maupun ekonomi. Ketika terdapat iklim yang ekstrem, di situ terdapat
sedikit permukiman penduduk. Akan tetapi, ketika iklimnya serba
memungkinkan, pada umumnya terdapat kelompok-kelompok penduduk
yang besar. Meskipun demikian, iklim tidaklah bersifat menentukan, tetapi
iklim memungkinkan terjadinya pembangunan. Faktor-faktor yang bukan
bersifat iklim, seperti kandungan mineral, akses ke suatu wilayah, organisasi
ekonomi dan politik, tradisi budaya, serta ketersediaan modal dan
perkembangan teknologi, juga merupakan faktor yang penting, di samping
iklim dalam pengembangan perdagangan dan manufaktur.
Iklim yang serupa terjadi di ketinggian dan posisi kontinental yang sama.
Suatu wilayah yang didominasi oleh air akan semakin sedang iklimnya.
Sebagai contoh, bagian barat daya AS dan barat daya Eropa, dengan
ketinggian yang sama dan keduanya dipengaruhi oleh laut, memiliki iklim
yang sejuk dan basah. Australia bagian tenggara, Selandia Baru, dan sebagian
Afrika Selatan berada pada ketinggian yang sama dan dekat dengan laut.
Negara-negara tersebut juga memiliki iklim yang sejuk dan basah. Pada
ekstrem yang lain, Kansas dan Asia Tengah yang berada jauh dari laut dan
berada pada ketinggian yang sama beriklim kering dan mempunyai musim
dingin yang sangat dingin dan musim panas yang panas sekali.

1. Iklim dan Pembangunan


Selama berabad-abad, para penulis telah menggunakan perbedaan iklim
untuk menjelaskan perbedaan dalam pembangunan manusia dan ekonomi.
Mereka menyatakan bahwa pembangunan ekonomi dan intelektual yang
terbesar telah terjadi di iklim sedang dari Eropa bagian utara dan AS. Hal ini
disebabkan iklim yang kurang dari itu membatasi energi manusia dan mental.
 ADBI4432/MODUL 3 3.43

Meskipun demikian, para agen pemasaran tidak harus tertipu oleh alasan
etnosentris ini, yang gagal menjelaskan perbedaan dalam tingkat teknologi
yang digunakan oleh penduduk di timur laut Amerika Utara dan penduduk di
Eropa pada tahun 1600-an. Jelas, ada faktor-faktor lain yang terlibat, seperti
revolusi industri, besarnya populasi, dan lokasi.
Ini tidak berarti bahwa iklim sama sekali tidak berpengaruh atas
pembangunan ekonomi. Berbagai studi yang dilakukan oleh Bank Dunia
menunjukkan bahwa banyak faktor yang bertanggung jawab atas
keterbelakangan dari hampir semua negara tropis karena iklim tropis. Panas
yang terus-menerus dan kurangnya suhu musim dingin untuk membatasi
reproduksi dan pertumbuhan alang-alang, rumput-rumputan, virus, serangga,
unggas, dan parasit mengakibatkan rusaknya tanam-tanaman, matinya ternak,
dan orang-orang yang terjangkit penyakit-penyakit yang melemahkan.
Betapa pun suram kedengarannya, hal itu masih ada harapan. Bank
Dunia menunjukan bahwa teknik-teknik untuk mengendalikan hewan
pengganggu dan parasit telah tersedia. Sekali hal ini tercapai, karakteristik
yang sekarang sangat merusak daerah tropis di Afrika akan memberikan
keunggulannya yang besar bagi zona-zona beriklim sedang dalam pertanian.
Pendapatan yang dihasilkannya akan menciptakan pasar di daerah tropis di
Afrika yang dengan mudah dapat melampaui pasar yang ada di Timur
Tengah ketika harga minyak berada di puncaknya.

2. Implikasi Iklim bagi Para Pelaku Bisnis


Perbedaan dalam kondisi iklim di antara pasar-pasar perusahaan dapat
mempunyai dampak yang signifikan atas bauran produknya. Misalnya,
mesin-mesin pembakaran internal yang dirancang untuk iklim sedang pada
umumnya membutuhkan kapasitas pendinginan ekstra dan pelumas khusus
untuk menghadapi temperatur yang lebih tinggi di daerah tropis. Barang-
barang yang membusuk pada kelembapan yang tinggi memerlukan kemasan
khusus dan lebih mahal. Mesin-mesin yang beroperasi dalam kondisi berdebu
memerlukan perlindungan khusus terhadap debu dan seterusnya.
Apabila terdapat iklim yang ekstrem di suatu pasar dan produknya
sensitif terhadap suhu udara atau kelembapan, perusahaan harus
rnemproduksi dan menyimpan dua versi yang berbeda untuk memenuhi
seluruh pasar. Musim dingin yang parah, seperti di Kanada, atau hujan lebat
pada musim hujan yang jatuh di utara Australia dan India, dapat mengganggu
distribusi barang. Hal ini mungkin mengharuskan perusahaan untuk
3.44 Bisnis Internasional 

menyimpan persediaan yang sangat besar di pasar-pasar utamanya untuk


mengimbangi keterlambatan pengiriman dari pabrik. Kondisi tersebut tentu
saja mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (Ball, et al, 2004).

D. SUMBER DAYA ALAM

Apakah sumber daya alam itu? Tidak ada definisi yang umum diterima
di antara simbol para profesional yang bekerja di bidang tersebut. Seorang
ahli geografi ekonomi terkenal, Yoseph H. Butler, mengemukakan, “Untuk
memenuhi kebutuhan ekonomi mereka, termasuk kebutuhan ekologi dasar
akan air, makanan, pakaian, dan perumahan, manusia melakukan produksi
barang dan jasa dengan melakukan ekstraksi terhadap sumber daya alam dari
lingkungan.” Ia menambahkan bahwa ketiga sektor lingkungan alam
menyediakan bahan baku, yaitu bagian bumi yang padat, bagian air, dan
atmosfer. Untuk tujuan ini, sumber daya alam dapat didefinisikan sebagai
segala sesuatu yang diberikan oleh alam tempat manusia bergantung.
Beberapa jenis utama sumber daya alam yang penting bagi para pelaku bisnis
adalah energi dan mineral-mineral nonbahan bakar.

1. Energi
Selama perang Arab-Israel pada tahun 1973, para pengekspor minyak
Arab menggunakan embargo minyak terhadap beberapa negara dan ancaman
embargo terhadap negara-negara lain yang bertujuan memperoleh dukungan
politik dari Eropa Barat. Menyadari adanya dampak embargo tersebut, yang
tentu saja akan berpengaruh pada dunia industri dan pertahanan nasionalnya
yang bergantung pada impor minyak, AS dan negara-negara pengimpor
minyak lainnya memprakarsai kampanye menghemat bahan bakar mineral ke
seluruh dunia sekaligus mencari sumber-sumber energi baru. Invasi Irak ke
Kuwait pada tahun 1990 yang diikuti oleh Operasi Badai Gurun
mengingatkan industri-industri dan para pejabat pemerintah mengenai
pentingnya usaha untuk melanjutkan pencarian sumber-sumber minyak baru,
baik yang konvensional maupun yang inkonvensional.

a. Sumber konvensional
Menurut beberapa analis, dunia sedang menuju kondisi krisis minyak.
Namun, menurut sumber-sumber lain, terdapat beberapa cadangan yang
dapat bertahan sampai 50 tahun mendatang pada tingkat konsumsi sekarang
 ADBI4432/MODUL 3 3.45

ini. Estimasi atas cadangan minyak berubah karena (1) penemuan- penemuan
baru terus dilakukan di bidang-bidang yang telah terbukti dengan bantuan
teknologi pencari prospek yang disempurnakan dan (2) pemerintah telah
membuka diri bagi negaranya untuk dilakukan eksplorasi dan produksi,
seperti negara-negara bekas Uni Soviet yang memperbolehkan eksploitasi
komersial atas cadangan-cadangan di bawah Laut Kaspia. (3) Teknik-teknik
baru, seperti injeksi uap dan air panas, memungkinkan para produsen
memperoleh output yang lebih banyak dari sumur-sumur yang telah
beroperasi. Dengan demikian, hal itu dapat meningkatkan jumlah yang
diperoleh dari suatu ladang minyak. (4) Peralatan otomatis yang lebih murah
menurunkan biaya pengeboran, seperti kepala sumur yang diletakkan di dasar
lautan menggantikan anjungan-anjungan pengeboran lepas pantai yang
mahal. Hal ini memungkinkan sebuah perusahaan melakukan penemuan-
penemuan berukuran lebih kecil, tetapi menguntungkan. Jika tidak
menguntungkan, hal itu tidak akan disentuh oleh perusahaan.

b. Sumber inkonvensional
Berbagai sumber inkonvensional dari minyak sintetis di antaranya adalah
(1) pasir minyak, (2) serpihan batu yang mengandung minyak (oil bearing
shale), (3) batu bara, dan (4) gas alam. Sebagaimana diketahui, dua sumber
yang terakhir juga digunakan tanpa konversi ke minyak sintetis untuk
menghasilkan energi.

1) Pasir minyak
Salah satu sumber minyak inkonvesional adalah pasir minyak yang
banyak terdapat di Athabasca, Alberta, Kanada. Pasir tersebut, yang
mengandung bitumin (bahan mentah seperti ter), dapat menghasilkan sekitar
38 persen (800.000 barel per hari) produksi minyak mentah Kanada.
Sementara itu, perusahaan-perusahaan minyak selalu berusaha untuk
meningkatkan kapasitas produksinya. Estimasi terakhir menyatakan bahwa
produksi pasir minyak akan mencapai 1,8 juta barel per hari pada tahun 2015
dan akan menyumbangkan lebih dari 25 persen minyak mentah yang
dihasilkan oleh Kanada.
Dengan harga sekarang sebesar US$1,00 per barel, biaya ekstraksi
bitumen dapat bersaing dengan biaya ekstraksi minyak mentah konvensional.
Minyak yang dapat diperoleh secara ekonomis dari pasir minyak Kanada
dengan teknik ekstraksi yang ada sekarang ini diperkirakan berjumlah 300
3.46 Bisnis Internasional 

miliar barel. Hal ini berarti dapat melebihi cadangan minyak di Arab Saudi
yang notabene sebagai produsen minyak mentah konvensional terbesar di
dunia.
Suatu teknologi baru, yang dinamakan steam-assisted gravity drainage
(SAGD), akan memungkinkan produsen untuk mengeksploitasi sumber daya
tambahan yang terlalu dalam untuk ditambang dari permukaan. Para spesialis
industri mengharapkan bahwa pasir minyak tersebut akan mampu memasok
sampai 50 persen minyak mentah Kanada pada tahun 2025 dengan biaya
kurang dari US$7 per barel. Walaupun biaya ekstraksi lebih rendah dengan
teknologi yang baru tersebut, biaya ekstraksi ini masih jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan biaya ekstraksi minyak mentah konvensional yang
diproduksi oleh produsen Timur Tengah (US$2,50/barel) dan produsen AS
(US$3,50—$4,50/barel).

2) Serpihan batu yang mengandung minyak (oil-bearing shale)


Serpihan yang mengandung minyak (oil shale) adalah nama yang
diberikan pada batuan sedimen yang berbutir halus yang menghasilkan 25
liter atau lebih hidrokarbon cair per ton batu apabila dipanaskan sampai suhu
500°C. Sumber terbesar dari material ini adalah area tiga negara, yaitu Utah,
Colorado, dan Wyoming. Akan tetapi, potensi ini belum dikembangkan
karena ketersediaan minyak konvensional yang lebih murah, masalah
lingkungan hidup dari pembuangan limbang batu, dan diperlukannya jumlah
air yang besar untuk pemrosesannya.
Karena Australia tidak swasembada dalam minyak mentah, dua
perusahaan minyak lokal bergabung dengan Suncor, perusahaan dari Kanada.
mereka membangun pabrik awal yang menggunakan teknologi Kanada untuk
memproses cadangan yang sangat besar di negara itu. Suatu teknologi baru
sedang diuji, yaitu teknologi ini akan meminimalkan bahaya bagi lingkungan
karena tidak ada bahan kimia yang diperlukan. Hanya sejumlah kecil energi
yang dibutuhkan dan tidak ada limbah yang terkontaminasi. Pabrik tersebut,
ketika telah dikembangkan secara penuh, dapat memproduksi lebih dari
200.000 barel minyak mentah per hari.

3) Batu bara
Ketika banyak negara menolak untuk menjual minyak mentah ke Afrika
Selatan karena kebijakan apartheidnya, pemerintah negeri itu mendirikan
sebuah pabrik untuk memperoleh minyak dari batu bara dengan
 ADBI4432/MODUL 3 3.47

menggunakan proses yang dikembangkan di Jerman. Sasol, nama perusahaan


itu, menggunakan lebih dari 40 juta ton batu bara bermutu rendah yang tidak
digunakan lagi. Proses ini dimulai dengan pabrik gasifikasi (pengubahan
menjadi gas), yaitu batu bara berada di bawah tekanan dan temperatur yang
tinggi, lalu dengan adanya uap air dan oksigen, dikonversi menjadi gas
mentah. Setelah pendinginan dan pemurnian, gas tersebut melalui suatu
proses konversi dengan temperatur tinggi ataupun rendah dapat menghasilkan
komponen-komponen kimia yang bernilai tinggi dan minyak sintetis. Hampir
semua arus minyak tersebut disalurkan ke suatu penyulingan untuk diubah
menjadi bensin, elpiji, solar, dan bahan avtur.

4) Gas alam
Anda melihat dalam proses konversi batu bara menjadi cairan tadi bahwa
gas dimurnikan melalui proses konversi untuk menjadi cairan. Perusahaan-
perusahaan minyak selalu menghadapi masalah pembuangan cadangan gas
yang besar dan terisolasi sehingga sulit dikelola secara ekonomis untuk dapat
mendatangkan keuntungan. Namun, mengubah gas menjadi cairan
memungkinkannya untuk diproduksi secara menguntungkan dan dipindahkan
dengan biaya yang lebih murah ke pasar dunia. Dengan menggunakan proses
Sasol, perusahaan minyak dapat memanfaatkan gas yang jika tidak ada
pemanfaatannya akan dibakar. Proses Sasol juga menghasilkan bahan bakar
yang lebih bersih dibandingkan jika diproduksi menggunakan metode
penyulingan lain. Pada tahun 1999, Chevron membentuk suatu usaha
patungan dengan Sasol untuk penggunaan teknologi pencairan gasnya di
seluruh dunia. Perusahaan baru itu sedang membangun pabrik pencairan gas
(gas to liquid/GTL) untuk Nigerian National Petroleum Company. Pabrik
berkapasitas 33.000 barel per hari itu harus sudah menghasilkan pada tahun
2005. Shell, Exxon, dan BP Amoco juga sedang mengusahakan teknologi
yang sama.

2. Mineral Nonbahan Bakar


Meskipun perhatian dunia telah dipusatkan pada penemuan sumber-
sumber energi baru, terdapat juga sumber-sumber mineral lain yang
dikhawatirkan oleh banyak pemerintahan dan industri. Hampir semua khrom,
mangan, platina, dan vanadium dunia diproduksi di Afrika Selatan dan bekas
Uni Soviet. Khrom dan mangan sangat diperlukan untuk memperkeras baja.
Platina merupakan katalis yang penting dalam proses penyulingan minyak
3.48 Bisnis Internasional 

dan digunakan dalam pengubah katalitik otomotif. Vanadium digunakan


untuk membentuk campuran logam titanium untuk ruang angkasa dan untuk
memproduksi asam belerang. AS bergantung pada Afrika Selatan untuk
memasok 79 persen platina, 78 persen khrom, 4.1 persen mangan, dan 20
persen vanadium. Meskipun Afrika Selatan tidak pernah mengancam
menghentikan ekspor logam-logam strategis tersebut, para pemimpin
pemerintahan dan industri cukup menyadari bahwa apabila sumber Afrika
Selatan hilang, masyarakat industri besar di dunia akan sangat bergantung
pada mantan musuh-musuh komunis mereka untuk memasok, baik pada
waktu perang maupun damai (Ball, et al, 2004).

a. Pendalaman kasus 1

Mengapa Swiss Membuat Jam?

Produk jam, renda, ukiran, cokelat, keju, mesin-mesin yang bekerja


sangat tepat, dan obat-obatan merupakan produk-produk yang diproduksi di
Swiss. Semuanya memiliki nilai yang tinggi. Produk-produk buatan Swiss
dikenal karena kualitasnya dan kekuatan-kekuatan fisik merupakan sebab
utama mengapa barang-barang tersebut diproduksi di Swiss.
Untuk memahami mengapa demikian, pertimbangkanlah hal-hal berikut
ini. (1) Sebagian besar daerah Swiss merupakan pegunungan dengan sedikit
tanah datar; (2) Swiss dekat dengan dataran rendah yang berpenduduk padat
di Eropa Barat; (3) transportasi melalui pegunungan untuk memasarkan
barang-barang ini relatif mahal; dan (4) Swiss secara praktis tidak memiliki
sumber-sumber mineral.
Salah satu cara untuk mengatasi kekurangan sumber-sumber bahan baku
lokal dan biaya transportasi yang tinggi adalah mengimpor bahan baku dalam
jumlah kecil, memberikan nilai tambah yang tinggi, dan mengekspor produk
jadi yang ringan. Swiss telah melakukan hal ini secara tepat dengan membuat
produk jam. Mereka mengimpor baja dari Swedia yang bermutu tinggi dalam
volume yang kecil dengan harga 40 sen per ons. Kemudian, mereka
mengubahnya menjadi gerakan jam yang dijual dengan harga $60 per ons.
Karena ringannya, biaya transportasi ke pasar produk jam ini menjadi relatif
rendah. Mesin-mesin yang bekerja sangat tepat dan produk obat-obatan
merupakan produk-produk lain yang memerlukan bahan baku impor
 ADBI4432/MODUL 3 3.49

minimal. Untuk semua produk tersebut, penekanannya pada nilai tambah dari
proses produksi didasarkan pada keahlian, kecermatan, dan tradisi.
Meskipun lereng-lereng Swiss tidak mendukung banyak pertanian, hal
itu memadai untuk memelihara ternak sapi dan kambing. Produksi susu tidak
menjadi masalah, tetapi membawanya ke pasar-pasar utama di luar Swiss
merupakan masalah. Susu cair volumenya relatif besar dibandingkan dengan
nilainya dan biaya transportasinya mahal. Oleh karena itu, para peternak
melakukan hal yang sama terhadap susu, seperti apa yang dilakukan oleh
pembuat jam terhadap bajanya, yaitu mengubahnya menjadi produk bernilai
tinggi. Para peternak memproses susu difokuskan untuk menjadi keju. Para
pembuat keju Swiss harus bersaing dengan produsen keju dari dataran rendah
yang lebih dekat dengan pasar-pasar. Karena itu, mereka harus bersaing atas
dasar reputasi dan kualitas tinggi yang telah mereka tingkatkan dengan
cermat.
Pasokan susu yang sangat banyak menjadi faktor pendukung produk
lainnya, seperti cokelat susu. Swiss mengimpor cokelat mentah dan
mengubah susu menjadi produk lain yang bernilai tinggi. Tentu saja,
produsen Swiss membayar biaya transportasi yang lebih tinggi untuk
mengangkut gula dan cokelat ke negerinya serta untuk mengirimkan produk
jadi ke luar negaranya, dibandingkan dengan biaya transportasi yang
dikeluarkan oleh Hershey di Pennsylvania. Sekali lagi, produk Swiss harus
mempunyai keunggulan karena harganya lebih tinggi untuk mengimbangi
biaya transportasi yang besar.
Bagaimana dengan bordir dan ukiran? Kekuatan fisik bertanggung jawab
juga untuk ini. Turunnya salju dan temperatur yang sangat rendah di musim
dingin Swiss meninggalkan para peternak dan istri-istri mereka dengan
sedikit pekerjaan. Pekerjaan satu-satunya yang diperlukan adalah memberi
makan binatang dengan rumput kering yang telah disimpan. Untuk
membantu melewatkan waktu dan memperoleh sedikit uang, wanita Swiss
membuat bordiran, sedangkan prianya mengukir gambar-gambar dan jam
kukuk.

Sumber: Rhoads Murphey, The Scope of Geography, edisi kedua (Skokie,


IL: Rand McNally, 1973), hlm. 65-67, dalam Ball, et al, 2004.
3.50 Bisnis Internasional 

b. Pendalaman kasus 2

Topografi dan Perdagangan Spanyol

Untuk kasus Spanyol, terdapat lima wilayah yang terpisah. Perbedaan-


perbedaan budaya di antara dua dari kelima wilayah tersebut, yaitu negeri
Katalonia dan Basku, begitu besar sehingga keduanya memiliki bahasa dan
dialek yang berbeda. Masing-masing mempunyai kelompok minoritas cukup
besar yang ingin melepaskan diri dari Spanyol untuk membentuk negara
sendiri. Meskipun orang-orang Basku dan Katalan dapat berbahasa Spanyol,
ketika mereka berada di antara sesamanya, mereka menggunakan bahasanya
sendiri yang sama sekali tidak dimengerti oleh orang-orang Spanyol yang
lain, baik dalam perdagangan maupun di rumah. Perbedaan bahasa seperti ini
tentu menimbulkan permasalahan. Para manajer berbahasa Spanyol tidak
memperoleh empati dari para pekerja lokal. Sementara itu, perwakilan
penjualan yang berbicara bahasa lokal bekerja lebih efektif. Selain itu,
perbedaan bahasa akan meningkatkan biaya promosi karena harus
mempersiapkan materi dalam bahasa Basku, Katalan, dan Spanyol supaya
lebih efektif.
Keresahan politik biasa terjadi di antara orang-orang Basku di perbatasan
sebelah utara Spanyol-Prancis dan orang-orang Katalan di perbatasan sebelah
selatan Spanyol-Prancis. Sejak tahun 1968, sekelompok teroris bersenjata
yang disebut ETA yang merupakan akronim bahasa Bas untuk tanah air dan
kemerdekaan Basku, telah membunuh sekitar 800 orang. Sebagian besar
adalah anggota angkatan keamanan yang mengampanyekan kemerdekaan
negara Basku. Mereka mendapatkan dana serangannya dari perusahaan lokal
dengan mengancam agar membayar “pajak revolusi” atau dengan menculik
orang-orang bisnis yang kaya untuk mendapatkan uang tebusan.
ETA mengakhiri gencatan senjatanya dengan Pemerintah Spanyol pada
Desember 1999, setelah berlangsung selama 14 bulan. Pada September 2000,
kaum separatis Basku telah membunuh 12 orang, dua di antaranya di Madrid
dan satu di Malaga. Perdana Menteri Jose Maria Aznar mengatakan dalam
suatu konferensi pers, “Gerombolan teroris telah mengakibatkan
keanekaragaman iklim di seluruh negeri.”
Iklim tersebut berkisar dari iklim panas dan lembap pada tingkat
permukaan laut (dengan rata-rata temperatur sebesar 82° di Baranquila)
sampai iklim dingin dan kering di pegunungan dengan ketinggian 10.000
 ADBI4432/MODUL 3 3.51

kaki dan tertutup salju (50° di Bogota). Bayangkan masalah-masalah


produksi dan persediaan yang disebabkan oleh perbedaan tersebut bagi satu
produsen yang harus menghasilkan suatu produk dan kemasan yang berbeda
untuk masing-masing zona. Suatu produk dengan pendinginan dan lubrikasi
yang memadai untuk zona dengan suhu menengah akan berfungsi dengan
baik di Bogota, tetapi mungkin sangat buruk (kurang berfungsi) di
Baranquila. Demikian juga sebuah mesin yang digerakkan dengan mesin
pembakaran internal mungkin mempunyai kinerja yang baik di Baranquila,
tetapi sangat kurang bertenaga di Bogota yang memiliki ketinggian 10.000
kaki.
Karena kondisi iklim ini tidak aneh bagi Kolombia, para analis pasar
sebaiknya memeriksa peta topografi untuk melihat negara-negara tropis yang
memiliki kombinasi dataran rendah dan pegunungan. Apabila produk-produk
perusahaan tidak akan berfungsi dengan baik di iklim yang ekstrem, produk
tersebut harus didesain ulang atau perusahaan sebaiknya menghindari pasar
ini (Ball, et al, 2004).

c. Pendalaman kasus 3

Usaha Kecil dalam Perekonomian Global

Bayangkan sebuah komputer yang menggunakan teknik perhitungan


saraf yang meniru cara kerja otak manusia untuk menemukan deposit
mineral. Suatu perusahaan kecil berusia sembilan tahun, Neural Technolo-
gies, bekerja sama dengan suatu perusahaan pertambangan utama Australia
dan telah membuat software yang dapat menganalisis data eksplorasi mentah.
Kemudian, mendeteksi dan memprioritaskan segala sesuatu yang abnormal
yang dapat menunjukkan adanya deposit-deposit baru.
Beberapa metode pengindraan jarak jauh yang canggih, seperti pemetaan
satelit, yang digunakan oleh para ahli geologi dalam survei-survei mereka,
menghasilkan volume data yang sangat besar sehingga harus disaring melalui
prosedur yang mahal dan membosankan untuk mengidentifikasi prospek
pertambangan. Para ahli geologi harus bergerak cepat untuk mengumpulkan
dan menganalisis data dari sejumlah survei yang berbeda sebelum mereka
dapat menetapkan daerah-daerah untuk pengeboran percobaan.
Biasanya, perusahaan pertambangan membayar sejumlah biaya kepada
pemerintah guna memperoleh izin untuk menguji deposit-deposit mineral.
3.52 Bisnis Internasional 

Perusahaan itu hanya memperoleh waktu yang terbatas untuk memutuskan


apakah perusahaan sebaiknya mengembangkan tanah itu atau
mengembalikannya ke pemerintah. Proses menganalisis data dari areal seluas
300 mil persegi oleh tim ahli geologi dapat memakan waktu selama enam
bulan dengan biaya sebesar US$100,000. Biasanya, mereka akan
mempelajari sekurang-kurangnya enam perangkat data survei yang
mencakup geofisika, topografi, gravitasi, dan geokimia dari udara, kemudian
memplot dan memeriksanya di atas meja berlampu. Komputer dengan
software konvensional tidak dapat menayangkan secara simultan semua data
untuk interpretasi dan expert system yang biasa sangat bergantung pada
pendapat subjektif.
Neural Technologies menggunakan pendekatan yang berbeda. Software
tersebut, yaitu prospect explorer, dapat dijalankan di komputer personal
biasa. Para ahli geologi menggunakan teknik interogasi dan fasilitas pencari
untuk melihat lebih dalam lagi informasi perinci yang akan dianalisis.
Menggunakan prospect explorer untuk menganalisis data survei 50 kali lebih
cepat dibandingkan dengan metode manual. Menurut direktur American
Institute of Mining, software tersebut menghasilkan “revolusi terbesar di
industri pertambangan dalam 25 tahun terakhir”.

Sumber: “Rich Seam for Neural Systems,” Financial Times, 11 Desember


1996, hlm. 10, dalam Ball, et al, 2004.

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!

1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan kekuatan fisik dan lingkungan serta
bagaimana pengaruhnya terhadap bisnis internasional!
2) Jelaskan bagaimana lokasi suatu negara menjadi sangat penting bagi
keberhasilan bisnis internasionalnya!
3) Coba analisis apa saja dampak yang dapat disebabkan oleh perbedaan
iklim suatu negara terhadap kehidupan ekonominya!
 ADBI4432/MODUL 3 3.53

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Untuk dapat mengetahui jawaban dari pertanyaan ini, coba Anda pahami
kembali dengan melihat halaman 3.37.
2) Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, silakan Anda pelajari halaman
3.38.
3) Coba Anda pelajari kembali halaman 3.42—3.44 agar dapat menjawab
pertanyaan ini.

R A NG KU M A N

Lokasi suatu negara adalah faktor penting dalam hubungan politik


dan perdagangan negara tersebut. Misalnya, Austria yang terletak di
perbatasan Eropa bagian timur ataupun barat telah menjadi perantara
keuangan antara dua kawasan dan juga kantor-kantor pusat regional
untuk berbagai perusahaan internasional yang memiliki operasi di Eropa
Timur. Dua mitra dagang utama AS, yaitu Kanada dan Meksiko, terletak
di perbatasannya.
Permukaan tanah memberikan kontribusi terhadap perbedaan
ekonomi, budaya, politik, dan sosial di antara bangsa-bangsa dan di
antara daerah-daerah di suatu negara.
Pegunungan memisahkan bangsa-bangsa menjadi pasar wilayah
yang lebih kecil dan sering kali memiliki budaya, industri, dan iklim
yang berbeda. Adakalanya bahasanya juga berbeda. Gurun pasir dan
hutan tropis bertindak sebagai halangan bagi manusia, barang, dan
gagasan-gagasan.
Perbedaan-perbedaan dalam kondisi iklim di antara pasar-pasar
perusahaan dapat memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap
bauran pemasarannya. Produk yang dijual untuk digunakan di bagian
utara Kanada mungkin memerlukan proteksi terhadap cuaca dingin,
sedangkan produk yang sama, apabila digunakan di daerah tropis,
mungkin memerlukan pendinginan ekstra untuk menahan hawa panas.
Hujan musiman yang lebat mengharuskan perusahaan menyimpan
persediaan besar karena kesulitan dalam mengisi kembali persediaan
ketika cuaca buruk.
Adanya penemuan suatu sumber energi baru atau pengurangan biaya
untuk memproduksi suatu sumber alternatif dapat menawarkan kepada
perusahaan suatu kesempatan untuk menghemat pemakaian energi.
Penemuan minyak atau mineral baru mungkin memberikan kepada suatu
negara penghasilan baru yang pada gilirannya dapat menjadikannya
3.54 Bisnis Internasional 

sebagai pelanggan yang berharga bagi perusahaan internasional, seperti


yang terjadi di Timur Tengah ketika harga minyak mentah naik tiga kali
lipat. Di pihak lain, coba bayangkan apa yang akan terjadi terhadap
penghasilan negara-negara penghasil minyak apabila hidrogen menjadi
bahan bakar yang ekonomis.

TES F OR M AT IF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Beberapa elemen ruang lingkup geografi yang signifikan bagi para


pelaku bisnis adalah ….
A. lokasi, iklim, dan cuaca
B. sumber daya alam dan sumber daya manusia
C. topografi dan sumber daya manusia
D. lokasi, iklim, dan topografi

2) Peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara sangat


penting untuk menentukan kebijakan perusahaan seperti di bawah ini,
kecuali ....
A. kebijakan tenaga kerja
B. kebijakan pembiayaan perusahaan
C. kebijakan mengendalikan pasar
D. kebijakan pemasaran produk

3) Fenomena ketika tingkat jaminan sosial kepada jumlah pensiunan yang


tinggi dengan sedikit orang yang bekerja terjadi pada ....
A. negara berkembang
B. negara industri
C. negara miskin
D. negara praindustri

4) Informasi tentang perpindahan penduduk itu penting bagi pemasaran


untuk memasuki pasar karena ....
A. penduduk desa lebih sulit memenuhi kebutuhannya
B. penduduk kota lebih sulit memenuhi kebutuhannya
C. penduduk kota dan desa tidak mampu memenuhi kebutuhan
hidupnya
 ADBI4432/MODUL 3 3.55

D. penduduk kota dan desa sama-sama mampu memenuhi


kebutuhannya sendiri

5) Perusahaan multinasional dapat memengaruhi kebudayaan di negara


perusahaan beroperasi. Berikut ini yang bukan merupakan pengaruh
perusahaan tersebut adalah ....
A. meningkatkan standar hidup masyarakat lokal
B. memperkenalkan produk/jasa perusahaan
C. pengenalan teknologi baru
D. menentukan dan mengendalikan pasar

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
3.56 Bisnis Internasional 

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1
1) D
2) B
3) A
4) C
5) B

Tes Formatif 2
1) D
2) C
3) B
4) B
5) D
 ADBI4432/MODUL 3 3.57

Glosarium
Apresiasi : suatu peningkatan nilai mata uang domestik terhadap
nilai mata uang asing.

Arbitrase valuta asing (foreign exchange


arbitrage) : mengacu pada perbedaan mata uang asing saat harganya
rendah dan menjualnya pada saat harganya tinggi. Lebih
jelasnya, aktivitas pembelian atau penjualan produk,
termasuk valuta asing, di suatu tempat pada saat yang
sama menjual atau membeli produk tersebut di tempat
lain dengan tingkat harga yang lebih menguntungkan.

Cadangan devisa (foreign exchange


reserves) : simpanan mata uang asing oleh bank sentral dan otoritas
moneter yang berupa emas, uang kertas asing, dan
tagihan lainnya dalam valuta asing kepada pihak luar
negeri.

Depresiasi : suatu penurunan nilai mata uang domestik terhadap


mata uang asing.

Iklim (climate) : keadaan rata-rata cuaca pada suatu wilayah dalam


jangka waktu yang relatif lama/konsep abstrak yang
menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer
di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang.

Intervention
currency : mata uang yang digunakan oleh sebuah negara untuk
mengintervensi pasar mata uang asing.

Kurs spot : kurs antara dua mata uang untuk penyerahan dalam dua
hari bisnis.

Kurs foward : kurs antara dua mata uang untuk penyerahan di masa
yang akan datang, biasanya waktunya 30, 60, 90, atau
180 hari.
3.58 Bisnis Internasional 

Produk domestik
bruto (PDB) : nilai total seluruh barang dan jasa yang diproduksi
secara domestik, tidak termasuk pendapatan faktor
bersih dari luar negeri.

Sumber daya alam (natural


resources) : semua kekayaan berupa benda mati ataupun benda
hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan
untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Berdasarkan bagian atau bentuk yang dapat
dimanfaatkan, sumber daya alam diklasifikasikan
menjadi lima jenis, yaitu sumber daya alam materi,
sumber daya alam hayati, sumber daya alam energi,
sumber daya alam ruang, dan sumber daya alam waktu.

Topografi
(topography) : studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain,
seperti planet, satelit alami (bulan dan sebaginya), serta
asteroid. Topografi umumnya menyuguhkan relief
permukaan, model tiga dimensi, dan identitas jenis
lahan.

Trading at
a premium : apabila kurs forward dari suatu mata uang lebih kuat
daripada kurs spotnya.

Trading at
a discount : apabila kurs forward dari suatu mata uang lebih lemah
daripada kurs spotnya.

Vehicle currency : mata uang yang digunakan sebagai kendaraan


perdagangan internasional.
 ADBI4432/MODUL 3 3.59

Daftar Pustaka

Ball, Donald A., et al. 2004. Bisnis Internasional Buku Satu, terj. Syahrizal
Noor. Jakarta: Salemba Empat.

Firman. 2006. Modul Bisnis Internasional. Jakarta: Universitas Terbuka.

Mudrajad, Kuncoro. 1996. Manajemen Keuangan Internasional. Yogyakarta:


BPFE.

Rusdin. 2002. Bisnis Internasional dalam Pendekatan Praktek. Bandung:


Alfabeta.

Salvatore, D. 1997. Ekonomi Internasional. Edisi kelima. Jakarta: Penerbit


Erlangga.
MODUL 4

Perbedaan Sistem Politik, Ekonomi,


Hukum, dan Budaya dalam
Bisnis Internasional
Ratih Purbasari, M.S.M.
PE N DA H UL U AN

B isnis internasional lebih kompleks apabila dibandingkan dengan bisnis


domestik karena perbedaan berbagai karakteristik antarnegara. Setiap
negara memiliki sistem politik, sistem ekonomi, dan sistem hukum yang
berbeda. Semua perbedaan-perbedaan tersebut mempunyai implikasi
terhadap pelaksanaan bisnis internasional karena akan berpengaruh terhadap
benefit, cost, dan risiko. Oleh karena itu, pengelolaan bisnis di berbagai
negara harus berbeda (Rusdin, 2002).

Setiap perusahaan yang ingin mencoba memasuki pasar baru seharusnya


mempelajari pengetahuan dasar atas negara tersebut. Contohnya mempelajari
struktur politik dan ekonominya dengan tujuan dapat mengendalikan risiko
politik perusahaan. Pengetahuan dasar yang perlu diketahui oleh perusahaan
mengenai keadaan negara yang dituju antara lain
1. apakah negara yang dituju merupakan negara demokrasi atau diktator,
dikuasai oleh satu partai politik atau multipartai;
2. apakah negara tersebut menganut sistem pasar bebas atau dikendalikan
oleh negaranya;
3. apakah konsumen dari sektor publik atau privat;
4. apakah pemerintah memberikan kemudahan bagi pemasok dalam
negerinya;
5. kapan terjadinya perubahan dalam kebijakan pemerintah dan bagaimana
stabilitas pemerintahan saat ini.

Informasi apa atau seberapa banyak perusahaan membutuhkan sebuah


informasi mengenai risiko politik, tergantung dari jenis usahanya dan untuk
waktu berapa lama perusahaannya tersebut akan beroperasi di negara
tersebut. Pemahaman terhadap risiko politik suatu negara sangat penting bagi
4.2 Bisnis Internasional 

perusahaan yang negara tujuan investasinya sedang mengalami perubahan


politik, ekonomi, dan hukumnya (Sadono, 2003).
Pada Modul 4, mahasiswa akan mempelajari berbagai perbedaan dari
aspek ekonomi, politik, hukum, dan budaya yang ada dalam bisnis
internasional.

Materi yang akan dibahas dalam modul ini disajikan dalam dua kegiatan
belajar.
1. Kegiatan Belajar 1: Perbedaan Sistem Politik dan Ekonomi dalam
Bisnis Internasional
2. Kegiatan Belajar 2: Perbedaan Hukum dan Budaya dalam Bisnis
Internasional

Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat


menjelaskan dan mengambil contoh dari setiap aspek yang berkaitan dengan
perbedaan-perbedaan dalam lingkungan bisnis internasional.

Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat


1. menguraikan perbedaan sistem politik dan ekonomi dalam kaitannya
dengan kegiatan bisnis internasional;
2. menguraikan perbedaan hukum dan budaya dalam kaitannya dengan
kegiatan bisnis internasional;
3. memberikan contoh dari setiap aspek yang berkaitan dengan perbedaan
lingkungan bisnis internasional.
 ADBI4432/MODUL 4 4.3

Kegiatan Belajar 1

Perbedaan Sistem Politik dan Ekonomi


dalam Bisnis Internasional
A. SISTEM POLITIK

Satu bagian penting dalam setiap keputusan bisnis adalah memasuki


lingkungan politik suatu negara tempat perusahaan tersebut beroperasi.
Peraturan dan perundang-undangan suatu negara dapat memengaruhi
jalannya operasi perusahaan tersebut. Sebagai contohnya peraturan minimum
gaji memengaruhi harga yang harus dibayar perusahaan untuk tenaga kerja.
Peraturan perlindungan terhadap lingkungan akan memengaruhi sistem
produksi operasi perusahaan. Perubahan dalam peraturan perpajakan dapat
secara perlahan mematikan usaha perusahaan. Perang saudara, pembunuhan,
atau penculikan pelaku bisnis asing akan dapat mengganggu kelancaran
operasi perusahaan tersebut.
Banyak dari perusahaan yang merasa nyaman dengan iklim politik
negara asalnya. Akan tetapi, ketika memasuki lingkungan politik negara lain,
hal itu terasa lebih sulit. Para pelaku bisnis internasional yang telah
berpengalaman biasanya melakukan analisis yang sistematis terhadap
lingkungan politik negara yang dituju. Risiko politik yang dapat saja terjadi
setiap saat dapat memengaruhi kinerja perusahaan tersebut. Risiko-risiko
politik tersebut dapat dibagi menjadi tiga. Pertama, risiko kepemilikan
tempat perusahaan dapat diambil alih oleh pemerintah negara tersebut.
Kedua, risiko operasi yang dalam operasinya terdapat halangan-halangan
seperti dalam tenaga kerja, peraturan-peraturan, pajak, teroris, dan kebijakan
lingkungan. Ketiga, risiko pengalihan ketika pemerintah ikut campur dalam
mengatur dana yang masuk dan dana yang keluar negaranya.
Risiko politik juga dapat dihasilkan dari tindakan pemerintah, seperti
nasionalisasi perusahaan asing, meningkatkan biaya operasi, menurunkan
kurs mata uang, atau mengecilkan keuntungan dari perusahaan. Risiko politik
juga dapat bersumber dari tindakan di luar pemerintahan, seperti penculikan
dan tindakan terorisme. Risiko politik dapat memengaruhi semua perusahaan
di suatu negara, contohnya perang saudara di Bosnia, Rwanda, dan Zaire
pada tahun 1990-an. Terdapat pula risiko politik yang berskala kecil, seperti
Disneyland Paris dan McDonald’s yang berasal dari AS telah menjadi target
4.4 Bisnis Internasional 

sasaran kemarahan para petani Prancis karena kekesalannya terhadap


kebijakan agrikultural AS.
Setiap perusahaan yang ingin mencoba memasuki pasar baru seharusnya
mempelajari pengetahuan dasar atas negara tersebut. Contohnya,
mempelajari struktur politik dan ekonominya agar dapat mengendalikan
risiko politik perusahaan. Perusahaan harus dapat mengetahui apakah negara
yang dituju merupakan negara demokrasi atau diktator, dikuasai oleh satu
partai politik atau multipartai, apakah negara tersebut menganut sistem pasar
bebas atau dikendalikan oleh negaranya, apakah konsumen dari sektor publik
atau privat, apakah pemerintah memberikan kemudahan bagi pemasok dalam
negerinya, kapan terjadinya perubahan dalam kebijakan pemerintah, serta
bagaimana stabilitas pemerintahan saat ini.
Banyak perusahaan multinasional memonitor risiko-risiko politik
negara-negara tempat investasi mereka. Sumber informasinya adalah para
karyawan perusahaannya. Apakah mereka merupakan warga negara asal
perusahaan multinasional itu ataupun tidak, mereka merupakan orang
pertama yang mengetahui keadaan politik di masing-masing negara. Selain
itu, kedutaan besar di suatu negara dan atase kerja sama perdagangan dapat
menjadi sumber informasi yang paling berharga bagi perusahaan.
Pemerintahannya itu sendiri dapat menjadi sumber informasi yang penting
yang pemerintah suatu negara memberitahukan keadaan ekonomi, baik
sekarang maupun pada masa yang akan datang pada saat kampanye
politiknya. Sebagai tambahan pula, banyak konsultan perusahaan yang
memberikan masukan mengenai keadaan politik suatu negara secara lebih
komprehensif.
Informasi apa atau seberapa banyak perusahaan membutuhkan sebuah
informasi mengenai risiko politik tergantung dari jenis usahanya dan untuk
waktu berapa lama perusahaannya tersebut akan beroperasi di negara
tersebut. Contohnya, negara Singapura yang mengadakan perjanjian kerja
sama dengan perusahaan Cina dalam pembuatan mainan truk. Jadi,
perusahaan Singapura tersebut merupakan faktor politis yang dapat
memengaruhi tingkat perubahan mata uang, prosedur kepabeanan, dan
peraturan perudang-undangan. Jika perusahaan mainan Singapura ingin
mendirikan dan mengoperasikan sendiri perusahaan mainannya di Cina,
risiko politik yang akan dihadapi akan semakin besar. Hal tersebut tentunya
haruslah disesuaikan dengan peraturan yang berlaku, seperti peraturan
 ADBI4432/MODUL 4 4.5

mengenai hubungan ketenagakerjaan, perlindungan terhadap lingkungan, dan


pengendalian kurs mata uang asing.
Tiap-tiap negara memiliki tingkat risiko politik yang berbeda-beda.
Seperti halnya protes petani Prancis terhadap perusahaan AS dan perang
saudara di Kosovo membuat perusahaan berhenti operasi. Perusahaan juga
harus mempertimbangkan untung ruginya jika perusahaan tersebut ingin
mengoperasikan usahanya di negara lain. Perusahaan yang ingin beroperasi
di negara yang memiliki risiko tinggi tentunya mendapatkan keuntungan
yang lebih besar. Perusahaan tersebut dapat mengurangi tingkat risikonya, di
antaranya dengan menjual sebagian kepemilikan atau saham kepada warga
negara setempat atau dengan menggunakan bahan baku dan perlengkapan
yang dihasilkan negara tersebut. Hal tersebut akhirnya dapat menciptakan
corporate social responsibility (CSR) atau yang lebih dikenal dengan
tanggung jawab sosial perusahaan.
Untuk mengurangi adanya risiko politik terhadap perusahaan asing,
pemerintahan negara maju telah menciptakan organisasi pemerintah yang
bertujuan mengurangi adanya risiko politik. Contohnya, Overseas Private
Investment Corporation (OPIC) yang memberikan kepastian kepada
perusahaan asing bahwa tidak adanya usaha nasionalisasi di negara tersebut.
Akan tetapi, peraturan tersebut hanya berlaku bagi perusahaan asing tempat
negaranya memiliki kerja sama bilateral dalam hal investasi. Sama halnya
dengan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) yang dibentuk
oleh World Bank dan perusahaan Lloyd’s London yang memberikan jaminan
terhadap risiko politik.
Pemahaman terhadap risiko politik suatu negara sangat penting bagi
perusahaan yang negara tujuan investasinya sedang mengalami perubahan
politik, ekonomi, dan hukumnya. Misalnya, di negara-negara Eropa Timur
dan Eropa Tengah, sistem ekonominya dikuasai oleh pemerintah sehingga
menciptakan risiko berskala mikro ataupun makro bagi perusahaan asing.
Dalam hal ini, perusahaan asing juga mendapatkan sebuah tantangan baru
untuk dapat mengembangkan pasar yang lebih bebas. Sumber utama dari
risiko politik ini adalah adanya ketidakstabilan dalam sistem politik negara
tersebut. Sistem pemerintahan demokrasi tampaknya kurang memiliki
pengaruh di negara-negara Eropa Timur dan Tengah. Akan tetapi, ada
negara-negara, seperti Republik Cheska, Hungaria, dan Polandia, yang
pemerintahannya sedang menuju sistem demokratis.
4.6 Bisnis Internasional 

Sikap pemerintahan suatu negara yang tidak dapat diprediksi dapat


memengaruhi risiko politik di negara tersebut. Misalnya, perusahaan
Motorola yang berinvestasi di negara Ukraina melakukan studi kelayakan
yang menghabiskan dana sebesar US$2 juta dan biaya bagi pemerintahnya
sebesar US$65 juta tiap tahunnya. Masalah-masalah lain yang dihadapi oleh
negara ini adalah pembuatan dan penetapan sistem pemungutan pajak yang
terdapat benturan tujuan. Di satu sisi, negara tersebut ingin meningkatkan
pendapatan negara. Di sisi lain, negara tersebut ingin mendorong
pertumbuhan ekonominya. Hal tersebut pernah terjadi di negara Rusia di
bawah pimpinan Boris Yeltsin, yaitu pemerintahannya tidak tegas dalam hal
pemungutan pajak yang pada akhirnya hanya mengumpulkan 50—60 persen
dari total pendapatan pajaknya. Sementara itu, pemerintahan tersebut
mengubah kebijakan pajaknya, tetapi perusahaan asing, seperti IBM, berniat
menghentikan produksinya. Hal tersebut membuat perusahaan asing ataupun
perusahaan dalam negeri tidak berminat untuk berinvestasi di negara tersebut.
Dalam hal lain, seperti sedikitnya jumlah pajak yang dikumpulkan akan
berdampak pada keterlambatannya pemerintah untuk membayar gaji pegawai
negeri, tentara, pensiunan, dan membayar utangnya. Maka dari itu,
pemerintah selalu berupaya menggiatkan usaha lain untuk mendapatkan
pemasukan bagi negaranya, di antaranya mendorong warga negaranya untuk
berwiraswasta dan memperlunak kebijakan untuk berusaha. Di samping itu,
pemerintah juga lebih intensif memberikan pendidikan dan pelatihan
berbisnis bagi warga negaranya agar dapat lebih maju dan mandiri (Firman,
2006).

Sistem Politik
Sistem politik diartikan sebagai sistem pemerintahan di suatu negara.
Sistem politik dapat dinilai berdasarkan dua dimensi yang saling
berhubungan, yaitu kolektivisme versus individualisme dan demokrasi versus
totaliter. Sistem yang menekankan pada kolektivisme mengarah pada totaliter
dan sistem yang menekankan pada individualisme mengarah pada demokrasi.

a. Kolektivisme dan individualisme


Sistem kolektivisme adalah sistem yang menekankan pada pencapaian
tujuan bersama daripada tujuan individu. Dengan kata lain, kebutuhan
bersama harus diutamakan dibandingkan kebutuhan individu. Konsekuensi
dari sistem ini adalah hak individu untuk melakukan sesuatu dibatasi sebab
 ADBI4432/MODUL 4 4.7

khawatir akan bertentangan dengan kepentingan masyarakat. Sistem ini


dikenal pada zaman Yunani kuno. Pada zaman modern, sistem kolektivisme
dikenal dengan sebutan sosialisme.

1) Sosialisme
Paham sosialis muncul mengikuti jejak pemikir intelektual Karl
Marx sebagai reaksi keras atas sistem kapitalis. Menurut Marx, sistem
kapitalis yang memberikan kebebasan kepada individu lebih banyak
mendatangkan kerugian daripada keuntungan bagi masyarakat. Tujuan
dari negara kapitalis adalah memperoleh keuntungan semaksimal
mungkin dengan menekan upah tenaga kerja seminimal mungkin. Jika
upah tenaga kerja naik, keuntungan kapitalis akan jatuh. Marx dengan
tegas menyatakan bahwa kapitalisme merupakan bentuk penindasan
kepada rakyat lemah. Oleh karena itu, Marx menyarankan adanya
kepemilikan sumber-sumber penting oleh negara agar distribusi
kekayaan lebih merata.
Pada awal abad ke-20-an, ideologi sosialis terbagi menjadi dua
kubu, yaitu sosialis komunis dan sosialis demokrat. Sosialis komunis
berpendirian bahwa sosialisme hanya dapat dicapai melalui revolusi
keras dan kepemimpinan yang diktator. Sementara itu, sosialis demokrat
berpendapat bahwa sosialisme dapat dicapai melalui demokrasi.
2) Individualisme
Filosofi dari paham individualis adalah terjaminnya kebebasan
individu dalam melakukan kegiatan ekonomi dan politik. Dalam sistem
ini, kepentingan individu lebih penting daripada kepentingan negara.
Paham individualis dipelopori oleh Aristoteles yang berpendapat bahwa
kebebasan individu dan kepemilikan pribadi lebih menguntungkan. Ada
dua prinsip utama dari paham individualis. Pertama, terjaminnya
kebebasan individu dan kebebasan berekspresi. Kedua, kesejahteraan
masyarakat dapat tercapai dengan membiarkan masing-masing individu
mengejar kepentingan ekonominya masing-masing. Dalam praktik
selanjutnya, paham individualis berubah menjadi sistem politik
demokrasi dan pasar persaingan bebas.

b. Demokrasi dan totaliter


Demokrasi adalah sistem politik ketika pemerintah berasal dari rakyat
yang dibentuk dengan cara dipilih langsung atau dipilih melalui parlemen.
4.8 Bisnis Internasional 

Kebanyakan negara modern menerapkan sistem demokrasi parlemen. Dalam


demokrasi parlemen, rakyat secara periodik memilih wakil-wakilnya di
parlemen (dewan perwakilan rakyat). Wakil rakyat tersebut kemudian
membentuk pemerintahan yang bertugas membuat keputusan-keputusan
sesuai dengan keinginan pemilih (rakyat).
Totaliter adalah bentuk pemerintahan ketika satu orang atau satu partai
politik tertentu menguasai pemerintahan dan dengan tegas melarang adanya
partai oposisi. Ciri lain dari sistem totaliter adalah dibatasinya kebebasan
individu, kebebasan media, dan tidak ada pemilihan umum.
Ada empat bentuk sistem totaliter yang ada di dunia sekarang ini
(Rusdin, 2002).
1) Komunis totaliter berpendapat bahwa sosialisme dapat dicapai melalui
totaliter dictator.
2) Theocratic totaliter: sistem ini ditemukan di negara-negara yang
kekuatan politik dimonopoli oleh satu partai, satu kelompok, atau
individu berdasarkan prinsip-prinsip religius.
3) Tribal totaliter ditemukan di negara-negara Afrika. Ini disebabkan
karena batas negara di Afrika ditentukan secara administratif sesuai
peninggalan kolonial, bukan ditentukan berdasarkan realitas kesukuan.
Akibatnya, tiap negara di Afrika terdiri atas beberapa suku. Tribal
totaliter terjadi jika sebuah partai yang hanya mewakili sebagian kecil
suku memonopoli kekuasaan.
4) Right wing totaliter: bentuk sistem totaliter yang setiap individu diberi
kebebasan dalam bidang ekonomi, tetapi tidak dalam bidang politik. Hal
ini karena kebebasan politik diyakini dapat mengarahkan masyarakat ke
dalam sistem komunis.

B. SISTEM EKONOMI

1. Sistem Ekonomi
Ada tiga bentuk sistem ekonomi yang sudah umum dikenal, yaitu sistem
ekonomi pasar, sistem ekonomi komando, dan sistem ekonomi campuran
(Rusdin, 2002).

a. Sistem ekonomi pasar


Dalam sistem ekonomi pasar, produksi barang dan jasa sepenuhnya
diserahkan pada hukum permintaan dan penawaran melalui mekanisme
 ADBI4432/MODUL 4 4.9

harga. Sistem ini sangat menguntungkan konsumen karena akan lebih efisien
dalam mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya.

b. Sistem ekonomi komando


Sistem ekonomi komando adalah kebalikan dari sistem ekonomi pasar.
Dalam sistem ini, produksi barang dan jasa, baik jenis, jumlah, maupun
harganya, ditentukan oleh negara. Selain itu, semua aktivitas bisnis dikuasai
oleh negara. Tujuannya adalah memobilisasi sumber daya ekonomi untuk
mencapai kesejahteraan bersama. Dalam kenyataannya, sistem ini berjalan
tidak efisien dan membatasi inovasi produk sehingga terdapat stagnasi
ekonomi.

c. Sistem ekonomi campuran


Dalam sistem ekonomi campuran, sebagian sektor ekonomi dikuasai
oleh negara dan sebagian sektor lainnya diserahkan kepada mekanisme pasar.
Sistem ekonomi ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Barat. Di
negara-negara tersebut, pemerintah ikut campur tangan dalam beberapa
sektor tertentu yang dianggap vital (Rusdin, 2002).

2. Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi


Salah satu alasan mempelajari perbedaan politik, ekonomi, dan sistem
hukum di dunia adalah mengetahui bahwa secara bersama-sama perbedaan-
perbedaan tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan
ekonomi suatu negara. Selanjutnya, akan berpengaruh terhadap daya tarik
suatu negara sebagai lokasi produksi atau sebagai lokasi pasar sasaran.
Bagian pertama akan membahas perbedaan tingkat pertumbuhan ekonomi di
beberapa negara, kemudian akan dibahas bagaimana political economy
terhadap kemajuan ekonomi.

a. Perbedaan pertumbuhan ekonomi


Setiap negara mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi yang berbeda-
beda. Salah satu alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur
pertumbuhan ekonomi adalah gross domistic product (GDP) atau produk
domestik bruto (PDB). Definisi GDP adalah nilai total dari barang dan jasa
yang diproduksi suatu negara dalam satu tahun. Negara-negara industri maju,
seperti Jepang, Swedia, Swiss, dan AS, adalah negara-negara yang memiliki
GDP tinggi. Sementara itu, India, Cina, dan Indonesia tergolong negara
4.10 Bisnis Internasional 

miskin dengan tingkat pertumbuhan GDP terendah. Meskipun demikian,


GDP belum bisa dijadikan ukuran yang tepat dalam menilai kesejahteraan
suatu negara karena belum memperhitungkan biaya hidup yang ada pada
masing-masing negara. Misalnya, GDP Swiss US$36.231 lebih tinggi dari
Amerika Serikat US$23.119. Karena biaya hidup di Swiss lebih tinggi
daripada di AS, penduduk AS dapat membeli lebih banyak barang dan jasa
daripada penduduk Swiss. Untuk menyempurnakan perhitungan GDP
sebagai alat ukur perekonomian, PBB membuat rumusan baru dari
perhitungan GDP dengan memperhitungkan standar biaya hidup pada
masing-masing negara. Rumusan ini kita kenal sebagai GDP adjusted atau
purchasing power parity (PPP) index.
Ada beberapa indikator lain yang dapat dijadikan tolok ukur
pertumbuhan ekonomi suatu negara, antara lain literacy rate, jumlah dokter
penduduk, jumlah kematian bayi, tingkat harapan hidup, konsumsi kalori per
penduduk, jumlah pemilik per seribu orang, dan persentase pengeluaran
pendidikan dari total GDP. Dalam mencoba menilai pengaruh masing-masing
faktor terhadap kualitas hidup di masing-masing negara, PBB membuat suatu
indeks standar yang disebut human development index (HDI) dengan skala 0
sampai dengan 100. Indeks ini didasarkan pada tiga ukuran, yaitu tingkat
harapan hidup, literacy rate, dan rata-rata pendapatan. HDI kurang dari 50
digolongkan ke dalam negara miskin (kualitas penduduk rendah); HDI antara
5—80 digolongkan ke dalam negara yang memiliki kualitas hidup sedang;
dan HDI di atas 80 digolongkan dalam negara yang memiliki kualitas
penduduk tinggi.

b. Politik ekonomi dan kemajuan ekonomi


Apa hubungan antara political economy dan economy progress?
Pertanyaan ini telah menjadi subjek yang banyak diperdebatkan oleh
kalangan akademis dan pembuat keputusan sepanjang waktu. Meskipun
sudah lama diperdebatkan, tidak ada yang memberikan jawaban secara jelas.
Meskipun demikian, sangat mungkin menguraikan argumen dari kalangan
akademis yang membuat generalisasi mengenai hubungan antara political
economy dan economic progress.

c. Inovasi sebagai mesin pembunuh


Secara luas, definisi inovasi tidak hanya menciptakan produk baru, tetapi
termasuk penciptaan proses baru, organisasi baru, pengelolaan yang baru, dan
 ADBI4432/MODUL 4 4.11

penggunaan strategi yang baru. Inovasi akan berjalan jika didukung oleh
lingkungan bisnis yang kondusif. Jadi, jika ekonomi suatu negara ingin
menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang, lingkungan bisnis
dalam negara tersebut harus mendukung inovasi produk.

d. Inovasi memerlukan suatu ekonomi pasar


Ini adalah suatu pernyataan logis yang mengacu pada pembahasan kita,
yaitu apa yang dibutuhkan lingkungan bisnis suatu negara agar dapat
mendukung inovasi. Salah satu faktornya adalah sistem perekonomian pasar.
Sistem perekonomian pasar dapat menciptakan insentif atau keuntungan
terbesar dari suatu inovasi daripada sistem perekonomian campuran. Dalam
perekonomian pasar, setiap individu bebas menciptakan inovasi. Dengan
demikian, terdapat insentif yang sangat besar bagi pengembangan inovasi.
Kurangnya kebebasan ekonomi dan insentif untuk inovasi merupakan
salah satu faktor utama penyebab terjadinya stagnasi suatu perekonomian.
Hal ini dapat dibuktikan dengan terjadinya keruntuhan di beberapa negara
komunis yang berakhir pada tahun 1980-an. Stagnasi yang sama terjadi juga
di beberapa sektor ekonomi untuk negara yang menggunakan sistem
monopoli dalam perekonomiannya.

e. Inovasi dan hak kekayaan intelektual


Jaminan hak kekayaan intelektual merupakan kebutuhan lain dari sebuah
lingkungan bisnis yang mendukung dalam inovasi dan pertumbuhan
ekonomi. Pelaku bisnis masing-masing harus diberikan kesempatan untuk
mendapatkan keuntungan dari sebuah ide inovasi. Tanpa adanya jaminan hak
properti, pelaku bisnis mempunyai risiko kerugian. Hal ini karena
keuntungan hasil dari inovasi dapat diambil alih oleh kejahatan individu atau
negara-negara melalui instrumen yang legal, seperti pajak yang ditetapkan
secara berlebihan.

f. Sistem politik
Sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya, sistem politik diyakini
pula mempunyai pengaruh yang besar terhadap perekonomian. Negara-
negara Barat cenderung menerapkan demokrasi dalam sebuah sistem
perekonomian dan memberikan jaminan perlindungan properti sehingga
mereka dapat meningkatkan pertumbuhan dan kemajuan ekonominya. Akan
tetapi, tidak semua negara demokrasi mempunyai tingkat pertumbuhan
4.12 Bisnis Internasional 

ekonomi yang sama. Contohnya adalah India sebagai negara demokrasi yang
mempunyai tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi, melampau negara-
negara demokrasi yang ada di negara Barat.

g. Kemajuan ekonomi dan demokrasi


Kemajuan suatu perekonomian dapat dibuktikan dengan adanya
demokrasi dan jaminan hak properti yang diterapkan dalam perekonomian
pasar bebas. Di Asia, negara-negara dengan pemerintahan yang demokratis
biasanya mempunyai pertumbuhan ekonomi yang cepat, contohnya Korea
Selatan dan Taiwan. Namun, sistem demokrasi di suatu negara tidak selalu
mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang cepat (Rusdin, 2002).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan pengaruh perbedaan lingkungan politik dan hukum suatu negara
terhadap aktivitas bisnis internasional serta penyesuaiannya! Berikan
contohnya pada suatu negara!
2) Jelaskan dan berikan contoh pengaruh perbedaan lingkungan ekonomi
suatu negara terhadap aktivitas bisnis internasional serta
penyesuaiannya!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Pahami bahasan pada halaman 4.3—4.8.


2) Pahami bahasan pada halaman 4.48—4.12.

R A NG KU M AN

Satu bagian penting dalam setiap keputusan bisnis adalah memasuki


lingkungan politik suatu negara tempat perusahaan tersebut beroperasi.
Peraturan dan perundang-undangan suatu negara dapat memengaruhi
jalannya operasi perusahaan tersebut. Banyak dari perusahaan yang
merasa nyaman dengan iklim politik negara asalnya. Akan tetapi,
memasuki lingkungan politik negara lain terasa lebih sulit. Para pelaku
 ADBI4432/MODUL 4 4.13

bisnis internasional yang telah berpengalaman biasanya melakukan


analisis yang sistematis terhadap lingkungan politik negara yang dituju.
Setiap perusahaan yang ingin mencoba memasuki pasar baru
seharusnya mempelajari pengetahuan dasar dari negara tersebut.
Contohnya, mempelajari struktur politik dan ekonominya agar dapat
mengendalikan risiko politik perusahaan. Perusahaan harus dapat
mengetahui apakah negara yang dituju merupakan negara demokrasi
atau diktator, dikuasai oleh satu partai politik atau multipartai, apakah
negara tersebut menganut sistem pasar bebas atau dikendalikan oleh
negaranya, apakah konsumen dari sektor publik atau privat, apakah
pemerintah memberikan kemudahan bagi pemasok dalam negerinya,
kapan terjadinya perubahan dalam kebijakan pemerintah, serta
bagaimana stabilitas pemerintahan saat ini.
Informasi apa atau seberapa banyak perusahaan membutuhkan
sebuah informasi mengenai risiko politik, hal itu tergantung dari jenis
usahanya dan untuk waktu berapa lama perusahaannya tersebut akan
beroperasi di negara tersebut. Pemahaman terhadap risiko politik suatu
negara sangat penting bagi perusahaan yang negara tujuan investasinya
sedang mengalami perubahan politik, ekonomi, dan hukumnya.

TES F OR M AT IF 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Dalam risiko politik, perusahaan mendapatkan halangan-halangan,


seperti tenaga kerja, peraturan-peraturan, pajak, teroris, dan kebijakan
lingkungan. Hal tersebut termasuk jenis risiko ….
A. risiko operasi
B. risiko kepemilikan
C. risiko pengalihan
D. risiko kebijakan

2) Perusahaan yang ingin beroperasi di negara yang memiliki risiko tinggi


dapat mengurangi tingkat risiko di antaranya dengan ….
A. pendekatan kepada penguasa
B. membagi saham kepada penguasa
C. menciptakan iklim usaha yang baik
D. menciptakan corporate social responsibility
4.14 Bisnis Internasional 

3) Bentuk pemerintahan yang satu orang atau satu partai politik tertentu
menguasai pemerintahan dan dengan tegas melarang adanya partai
oposisi merupakan sistem politik ....
A. kolektivisme
B. demokrasi
C. individualisme
D. totaliter

4) Hak yang dimiliki oleh pemilik sumber daya untuk menyimpan atau
menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga menghasilkan
keuntungan disebut ….
A. property rights
B. private action
C. public action
D. public official

5) Kekayaan intelektual adalah kekayaan yang dihasilkan dari penggunaan


kepintaran/intelektualitas karena telah mendesain dengan nama resmi
dan telah terdaftar yang disebut ….
A. paten
B. copyrights
C. trademark
D. HAKI

6) Prioritas nilai-nilai yang mengutamakan hubungan, keselarasan,


keamanan keluarga, kebebasan, kerja sama, kesepakatan kelompok, dan
prestasi dipegang teguh dilakukan oleh bangsa ….
A. Amerika
B. Rusia
C. Jepang
D. Prancis

7) Faktor budaya suatu negara yang dapat berpengaruh terhadap kenaikan


biaya produksi atau kegagalan dalam kerja sama perdagangan
internasional adalah ….
A. cross culture literacy
B. kesamaan kompetisi budaya tinggi
 ADBI4432/MODUL 4 4.15

C. usaha joint venture


D. konflik antarkelas (status social)

8) Stratifikasi terbuka ketika kedudukan seseorang yang dimiliki sejak lahir


dapat berubah melalui prestasinya disebut ....
A. mobilitas sosial
B. kategori sosial
C. stratifikasi sosial
D. kepentingan sosial

9) Masyarakat yang menerima situasi ketika menoleransi ketidakpastian


menempatkan keamanan pekerjaan, pola karier, manfaat pensiun, dan
sebagainya sebagai prioritas utama merupakan perbedaan budaya dalam
dimensi ….
A. power distance
B. individualisme vs kolektivisme
C. penghindaran ketidakpastian
D. maskulinitas vs feminisme

10) Bisnis internasional harus memahami hubungan antara budaya dan


keunggulan kompetitif karena dinilai penting untuk mengetahui ….
A. hubungan budaya dan lokasi produksi
B. hubungan budaya dan keunggulan bersaing
C. hubungan budaya dan keunggulan kompetitif
D. hubungan budaya dan kondisi integrasi budaya

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal
4.16 Bisnis Internasional 

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
 ADBI4432/MODUL 4 4.17

Kegiatan Belajar 2

Perbedaan Sistem Hukum dan Budaya


dalam Bisnis Internasional

A. SISTEM HUKUM

Sistem hukum sangat besar pengaruhnya terhadap bisnis internasional.


Maksud dari sistem hukum adalah aturan atau hukum yang mengatur
perilaku, bagaimana hukum ditetapkan, dan bagaimana tanggapan atas
pengaduan didapatkan. Sistem hukum berbeda antara negara yang satu dan
lainnya. Perbedaan sistem hukum ini akan berpengaruh terhadap daya tarik
investasi negara tersebut.
Perbedaan sistem hukum antarnegara sangat bervariasi, dalam hal ini
hanya diangkat tiga isu penting dalam sistem legal. Pertama, bagaimana
sistem legal menjamin hak milik (kekayaan) pribadi, seperti hak paten,
copyrights, dan trademark. Kedua, bagaimana hukum menjamin keamanan
produk dan tanggung jawab produk. Ketiga, bagaimana perbedaan kontrak
hukum antarnegara.

1. Hak Milik Pribadi (Property Rights)


Property rights adalah hak yang dimiliki oleh pemilik sumber daya
untuk menyimpan atau menggunakan sumber daya yang dimilikinya
sehingga menghasilkan keuntungan. Setiap negara memiliki perbedaan yang
signifikan dalam memberi proteksi terhadap hak milik pribadi ini melalui
hukum yang diterapkannya. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, banyak
negara tidak menerapkan hukum tersebut sehingga hak milik pribadi tidak
terproteksi. Ada dua tindakan yang dapat melanggar hak milik perorangan,
yaitu aksi individu (private action) dan aksi publik (public action).
Private action, yaitu hak milik pribadi dapat hilang karena adanya
pencurian, pembajakan, pemerasan oleh individu atau kelompok (dalam
bahasa kriminal sering dikenal dengan istilah mafia). Berbagai macam aksi
tersebut hampir di semua negara di dunia terjadi, hanya kadar, cara, dan
keseriusan penanggulannya yang berbeda-beda di setiap negara. Public
action, yaitu hak milik pribadi juga dapat hilang karena adanya public action.
Aksi ini dilakukan oleh public official, seperti politikus dan birokrat
4.18 Bisnis Internasional 

pemerintah. Pemerintah dapat merampas hak milik pribadi melalui sistem


penarikan pajak, biaya izin/lisensi yang tinggi, dan mengambil alih
perusahaan milik individu/kelompok secara paksa.

2. Proteksi terhadap Kekayaan Intelektual (HAKI)


Kekayaan intelektual adalah kekayaan yang dihasilkan dari penggunaan
kepintaran/intelektualitas. Misalnya, software komputer dan formula kimia
untuk menciptakan obat baru. Ada beberapa instrumen hukum yang dapat
digunakan untuk melindungi kekayaan intelektual sebagai berikut.
a. Paten, yaitu suatu penganugerahan kepada penemu dari pemerintah atas
hasil penemuannya. Pemerintah memberikan hak eksklusif kepada
penemu untuk memproduksi, menggunakan, dan menjual hasil
temuannya.
b. Copyrights, yaitu hak eksklusif dari penulis buku, komposer, artis, dan
penerbit buku untuk memublikasikan dan menjual hasil karyanya.
c. Trademark adalah desain dan nama yang resmi dan terdaftar sebagai
merek dagang.

Proteksi terhadap kekayaan intelektual berbeda pada masing-masing


negara. Meskipun banyak negara memiliki aturan hukum mengenai kekayaan
intelektual, dalam pelaksanaannya hal itu belum berjalan secara optimal.
Beberapa negara yang paling banyak melakukan pelanggaran terhadap hak
dan kekayaan intelektual adalah Cina dan Thailand.
Dalam menyikapi lemahnya proteksi terhadap kekayaan intelektual,
beberapa organisasi dunia, seperti GATT dan WTO, telah membuat
kesepakatan dan resolusi kepada anggotanya untuk mendorong
dilaksanakannya hukum yang dapat menjamin terproteksinya hak kekayaan
intelektual.

3. Product Safety and Product Liability


Untuk menjamin kenyamanan dari penggunaan sebuah produk, dibuatlah
aturan hukum mengenai product safety dan product liability. Aturan hukum
mengenai product safety berisi standar-standar yang harus dimiliki/terdapat
pada sebuah produk. Product liability merupakan tanggung jawab yang harus
dipenuhi oleh perusahaan apabila produk dari hasil perusahaan tersebut
mengakibatkan efek negatif kepada penggunanya (keracunan, kematian, dan
 ADBI4432/MODUL 4 4.19

efek negatif lainnya). Ada dua aturan hukum dalam product liability, yaitu
hukum perdata berupa denda dan hukum pidana berupa hukuman penjara.
Gugatan terhadap product liabililty lebih banyak terjadi di negara-negara
industri maju. Amerika Serikat adalah negara yang paling banyak
mengeluarkan biaya untuk memenuhi tuntutan product liability, yaitu sebesar
2,4% dari produk domestik bruto. Karena itu, apabila dilihat dari aspek ini,
AS dinilai tidak memiliki competitive advantage.

4. Hukum Kontrak (Contract Law)


Kontrak adalah dokumen yang memerinci syarat-syarat terjadinya suatu
transaksi dan menjelaskan secara detail hak dan kewajiban dari pihak-pihak
yang melakukan kontrak. Sementara itu, hukum kontrak adalah seperangkat
aturan hukum yang mengharuskan dijalankannya suatu kontrak. Masing-
masing negara memiliki perbedaan dalam menyusun hukum kontrak.
Perbedaan tersebut diakibatkan oleh adanya perbedaan dalam tradisi hukum
(legal tradition). Ada dua bentuk tradisi hukum yang ditemukan di dunia
pada saat ini. Pertama, common law system. Sistem ini disusun beberapa
tahun yang lalu di Inggris dan saat ini ditemukan di beberapa negara bekas
koloni Inggris dan AS. Common law disusun berdasarkan tradisi, preseden,
dan kebiasaan. Ketika pengadilan menafsirkan common law, ketiga
karakteristik tersebut dijadikan acuan. Kedua, civil law system. Sistem ini
disusun berdasarkan seperangkat hukum yang sangat teperinci dan
diorganisasi dalam kitab undang-undang hukum. Kitab undang-undang
hukum tersebut dijadikan pedoman yang harus ditaati dalam melakukan
transaksi bisnis. Ketika pengadilan menafsirkan civil law, kitab undang-
undang hukum tersebut dijadikan acuan. Hampir lebih dari 80 negara,
termasuk Jerman, Prancis, dan Rusia, menjalankan sistem ini (Rusdin, 2002).
Sistem hukum nasional sangat berkaitan dengan alasan sejarah, budaya,
politik, dan agama. Peraturan hukum, peranan pengacara, hak untuk
melakukan penilaian kembali, dan tentu saja hukum itu sendiri berbeda di
masing-masing negara. Di AS contohnya, pada saat ekonomi mengalami
guncangan, perusahaan dapat memberhentikan karyawan dengan uang
pesangon yang sedikit. Di Belgia, jika perusahaan ingin memberhentikan
karyawannya, perusahaan tersebut harus menyediakan uang pesangon sebesar
tiga bulan gaji jika pekerja itu telah bekerja selama dua tahun sampai lima
tahun. Pintu masuk ke sistem hukum juga berbeda dari satu negara ke negara
lainnya. Di AS, hal itu mudah untuk mendapatkan akses yang
4.20 Bisnis Internasional 

nondiskriminatif dan mendapatkan pengacara yang sangat berguna bagi


bisnis internasional untuk mendekatkan diri dengan pemasok dan pelanggan.
Sebaliknya, Korea Selatan mengalami kekurangan pengacara disebabkan
sulitnya untuk lulus ujian terakhir. Di lain sisi, banyak bisnis internasional
dipakai untuk menyelesaikan secara kekeluargaan daripada menggunakan
jalur pengadilan di Korea Selatan.
Common law atau hukum biasa merupakan dasar bagi sistem hukum di
Inggris dan koloninya, AS, Kanada, Australia, India, Selandia Baru, dan
Malaysia. Hukum ini didasarkan pada akumulasi dari keputusan hakim
terdahulu. Hal ini menciptakan preseden hukum, yaitu hakim lain
menggunakan keputusannya itu untuk menyelesaikan masalah lainnya.
Common law berbeda pada tiap-tiap negara meskipun hukum tetap
memengaruhi praktik bisnis pada beberapa negara.
Civil law atau hukum sipil merupakan bentuk sistem hukum yang paling
umum di dunia berdasarkan kodifikasi yang teratur dan sistematis. Satu
perbedaan penting antara hukum biasa dan hukum sipil adalah pada sistem
hukum biasa, hakim bertindak sebagai wasit yang netral dan pengacara
bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memilih bukti yang kuat bagi
kliennya. Pada sistem hukum sipil, hakim mengambil alih banyak tugas dari
pengacara, seperti menentukan cakupan bukti untuk dikumpulkan dan
dipresentasikan di pengadilan.
Hukum agama didasarkan pada aturan mengenai kebijaksanaan dan
praktik keagamaan yang telah terbangun. Sebuah negara yang menggunakan
hukum agama untuk menindak perbuatan kejahatan dinamakan dengan
negara teokrasi. Contohnya negara Iran dan Pakistan. Sekelompok tokoh
agama di sana menentukan hukum berdasarkan interpretasi dari Alquran
sebagai kitab suci agama Islam. Hukum agama dapat menciptakan masalah
baru bagi perusahaan-perusahaan. Seperti di dalam Alquran yang melarang
adanya pungutan bunga terhadap pinjaman dan eksploitasi terhadap kaum
miskin. Oleh karena itu, banyak perusahaan dan lembaga keuangan mengatur
kembali kebijakan mereka.
Pengusaha di sana pada umumnya lebih suka menyewa daripada
meminjam uang untuk mendapatkan aset jangka panjangnya. Bank di Iran
dan Pakistan lebih banyak menerapkan sistem bagi hasil untuk mengganti
bunga pinjaman dan memberikan bagi hasil bagi nasabahnya. Negara-negara
yang menerapkan hukum agama sebagai hukum yang paling utama di
negaranya membuat perusahaan-perusahaan asing menjadi khawatir. Sebagai
 ADBI4432/MODUL 4 4.21

contohnya di Arab Saudi, semua perusahaan asing harus memiliki wakil dan
sponsor di negara tersebut, seperti lembaga pemerintahan yang berhubungan
erat dengan keluarga kerajaan di sana. Jadi, apabila terjadi permasalahan
antara pengusaha asing dan pemerintah, pihak representasi perusahaan
tersebut akan menjadi penengah. Dalam hal ini, pengusaha asing memiliki
posisi tawar yang lemah disebabkan tidak adanya pengadilan yang
independen untuk melindungi hak perusahaan asing.
Sistem hukum di negara-negara komunis dan diktator sering
menggunakan hukum birokratis. Dalam hukum birokratis ini, orang-orang
pemerintahan dapat membuat suatu perjanjian dan memutuskan
perjanjiannya. Runtuhnya kekuasaan di Zaire pada masa pemerintahan
Mobutu Sese Seko pada tahun 1997 mengancam perjanjian yang telah
disepakati oleh perusahaan-perusahaan asing dengan pemerintah terdahulu.
Pada negara yang menerapkan sistem hukum birokratis, kemampuan
perusahaan multinasional untuk mengatur operasinya sering dinegosiasikan
dengan para birokrat. Seperti investor Barat, mereka mempelajari bahwa
mendirikan perusahaan internet merupakan sesuatu yang ilegal. Akan tetapi,
mereka tetap mencoba berinvestasi dalam bidang teknologi informasi. Pelaku
bisnis internasional sudah seharusnya sadar akan adanya perbedaan sistem
hukum untuk menghindari kesalahpahaman. Mereka juga harus
mengandalkan penasihat hukum di negara tersebut yang dapat membantu
mereka dan berkonsultasi dalam menghadapi peraturan hukum lokal.
Peraturan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara memainkan
peranan penting dalam membentuk kesempatan-kesempatan yang
menjanjikan bagi perusahaan tersebut untuk berinvestasi. Semua peraturan
hukum yang dibuat biasanya memengaruhi kebijakan perusahaan, seperti
dalam tenaga kerjanya (rekrutmen, pemberian kompensasi, dan hukum
ketenagakerjaan), pembiayaan operasi (sekuritas, perbankan, dan peraturan
kredit), pemasaran dari produknya (periklanan, distribusi, dan perlindungan
konsumen), serta penggunaan teknologi (hak paten, hak copy, dan hak cipta).
Meskipun peraturan hukum tersebut difokuskan pada pasar dalam negeri, hal
ini secara tidak langsung mengajak perusahaan dalam negerinya untuk
bersaing secara kompetitif dengan perusahaan asing, baik dari segi harga
maupun kualitasnya. Hukum yang berorientasi domestik secara tidak
langsung memengaruhi operasi perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang
tidak mengikuti kebijakan-kebijakan operasi negara tersebut seharusnyalah
mengubah teknik-teknik mereka sesuai dengan kebijakan-kebijakan negara
4.22 Bisnis Internasional 

tersebut. Contohnya, Grup Herdez merupakan penghasil makanan mole yang


terasa agak pedas dan sedikit manis. Perusahaan ini menjalankan teknik-
teknik yang tidak sesuai dengan undang-undang kesehatan mengenai
makanan. Maka dari itu, Grup Herdez mengubah proses pembuatan
makanannya tersebut.
Hukum nasional lainnya secara eksplisit didesain untuk mengatur
aktivitas bisnis internasional. Peraturan hukum tersebut juga secara politis
dapat memotivasi dan didesain untuk mempromosikan kebijakan luar negeri
dan militer negara tersebut. Sebuah negara dapat memberi tindakan pada
negara lainnya jika menjalankan hukum yang tidak adil yang sering disebut
dengan pemberian sanksi yang berarti tidak menjalin hubungan ekonomi
dengan negara tersebut. Sanksi tersebut dapat berupa macam-macam, seperti
menahan akses produk yang masuk, perlakuan tarif yang berbeda dengan
negara lain, atau menolak pinjaman baru. Sebagai contohnya, Pemerintah AS
memberikan sanksi kepada India dan Pakistan karena diketahui mereka
melakukan uji coba nuklir.
Sanksi lainnya adalah embargo, yaitu penghentian segala bentuk
kegiatan ekonomi dengan negara tersebut. Sebagai contoh, PBB
mengembargo Irak setelah Irak melakukan pendudukan atas Kuwait pada
tahun 1990. Kemudian, banyak negara yang melakukan embargo produk-
produk mereka terhadap Afrika Selatan karena pada waktu itu pemerintahan
tersebut menjalankan kebijakan apartheid. Amerika Serikat secara unilateral
melakukan embargo terhadap Kuba sejak tahun 1986. Sama halnya dengan
India yang melakukan embargo terhadap Nepal karena ada perseteruan
dengan perdana menteri Nepal.
Akan tetapi, ada juga negara yang menerapkan hukum secara eksplisit
untuk menolak kekuasaan perusahaan asing. Masalah kepemilikan
merupakan hal yang sering dibicarakan dalam dunia usaha. Dikenal pula
pemerintahan yang berhaluan kiri, yaitu mereka memilih memindahkan
kepemilikan atas sumber daya dari sektor privat ke sektor publik yang lebih
dikenal dengan nasionalisasi. Jika pemerintah suatu negara mendapatkan
kompensasi atas diambilnya sumber daya negara tersebut, seperti pada
perusahaan minyak dan pertambangan, bentuk kegiatan tersebut lebih dikenal
dengan expropriation. Namun, jika pemerintah tidak mendapatkan sama
sekali kompensasi atas aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan
asing, hal itu sering disebut dengan confiscation. Contohnya, Arab Saudi
menasionalisasikan perusahaan minyak asing yang beroperasi di Arab Saudi,
 ADBI4432/MODUL 4 4.23

tetapi Pemerintah Arab Saudi juga menjalin kerja sama dengan perusahaan
asing dengan mendapatkan sejumlah kompensasi.
Penggantian kepemilikan dari perusahaan negara menjadi perusahaan
privat sering disebut dengan privatisasi. Selain privatisasi merupakan
kebalikan dari nasionalisasi, privatisasi juga memberikan kesempatan bagi
bisnis internasional. Banyak perusahaan negara yang dijual kepada pihak
swasta merupakan perusahaan-perusahaan yang tidak menguntungkan,
kekurangan modal, dan kelebihan tenaga kerja. Namun demikian,
perusahaan-perusahaan negara tersebut tetap menarik minat pelaku usaha
internasional untuk memperluas operasi mereka ke pasar yang baru, seperti
sektor telekomunikasi, transportasi, dan pabrikasi.
Privatisasi bermula pada tahun 1980-an, muncul dari dua kekuatan
utama, yaitu tekanan ideologi politik dan ekonomi. Ideologi politik yang
melakukan pengurangan peranan pemerintah pada kegiatan ekonomi negara
pertama kali dilakukan oleh Perdana Menteri Inggris Margareth Thatcher.
Selama tahun 1980-an, Pemerintah Inggris menjual kepemilikan British
Airways, British Telecom, The British Airport Authority, dan British
Petroleum. Brian Mulroney, ketua Partai Konservatif Progresif Kanada,
memiliki agenda yang sama untuk melakukan privatisasi perusahaan
publiknya. Kemudian, diikuti oleh sejumlah negara lainnya, seperti
Argentina, Brasil, Meksico, dan banyak lagi pada dekade belakangan ini.
Privatisasi juga hasil dari tekanan persaingan kompetitif dalam pasar
global. Industri telekomunikasi menyediakan contoh yang sangat bagus
terhadap fenomena ini. Industri ini mendapatkan keuntungan dari perubahan
teknologi yang cukup cepat. Akan tetapi, banyak pemerintah yang
mengalami defisit anggaran sehingga kesulitan meningkatkan modal untuk
mengembangkan dan memperluas sistem telekomunikasi perusahaan negara
tersebut. Sebagai hasilnya, negara, seperti Argentina, Meksiko, Cile,
Venezuela, dan Inggris, telah melakukan privatisasi perusahaan jasa
telekomunikasi.
Banyak pemerintahan yang membatasi kepemilikan asing terhadap
perusahaan dalam negeri untuk menghindari perekonomian negara mereka
tidak dikendalikan oleh pihak asing. Contohnya, Meksiko membatasi
kepemilikan asing pada industri energi, seperti perminyakan yang tentunya
sangat bermanfaat bagi rakyatnya. Kanada juga membatasi kepemilikan asing
terhadap usaha penerbitan koran sampai dengan 25%. Hal ini dilakukan
sebagai program untuk melindungi budaya negara terhadap pengaruh dari
4.24 Bisnis Internasional 

pihak asing. Perusahaan asing biasanya jarang mendapatkan kepemilikan atas


industri pertelevisian dan radio. Contohnya, AS hanya membatasi
kepemilikan asing sampai dengan 25% atas stasiun televisi dan radio. Hal ini
juga diterapkan di negara-negara Eropa.
Negara juga bisa menghapus kepemilikan asing dengan memberikan
penolakan untuk melakukan investasi atau dengan mengembalikan para
investor asing ke negaranya. Sejumlah kebijakan tersebut sudah dilakukan
sejak tahun 1980-an, tetapi banyak negara, seperti Botswana dan Ethiopia,
menghapus kebijakan tersebut dan menggantinya dengan kebijakan yang
berorientasi pasar bebas. Perusahaan-perusahaan yang membangun operasi
usaha mereka di luar negara mereka ternyata memengaruhi dan dipengaruhi
oleh lingkungan politik, ekonomi, sosial, dan budaya negara lain tempat
perusahaan beroperasi. Untuk berkompetisi secara efektif di pasar-pasar
negara lain dan mempertahankan hubungan baik dengan pemerintah negara
tersebut, manajer perusahaan multinasional seharusnya mengetahui
bagaimana mereka dan perusahaannya berinteraksi dengan lingkungan lokal
dan pemerintahan setempat.
Perusahaan multinasional memengaruhi ekonomi lokal tempat mereka
berkompetisi dan beroperasi. Banyak dari efek kegiatan mereka bersifat
positif disebabkan mereka melakukan investasi secara langsung dengan
mendirikan pabrik baru yang tentunya dapat menciptakan lapangan kerja
baru bagi negara tersebut. Investasi semacam itu menyediakan pekerjaan bagi
kontraktor lokal, pembangun, dan pemasok. Perusahaan multinasional juga
membayar pajak yang memberikan kontribusi kepada ekonomi lokal serta
membantu pengembangan pendidikan dan jasa transportasi. Sebagai contoh,
sewaktu Toyota memulai beroperasi di Georgetown, Kentucky, perusahaan
tersebut membayar pajak sebesar US$1,5 juta kepada pemerintah setempat.
Adanya alih teknologi juga memberikan dampak yang menguntungkan bagi
pemerintah lokal. Suatu keuntungan yang sangat penting bagi Pemerintah
Cina ketika pemerintah mencoba bekerja sama dengan perusahaan AS yang
bergerak dalam bidang otomotif, General Motors. Perusahaan elektrik,
General Electric, yang meningkatkan produktivitas perekonomian negara
Hongaria dengan mengalihkan teknologi tingkat tinggi ke perusahaan
nasional Hongaria.
Perusahaan multinasional juga dapat memberikan efek negatif terhadap
ekonomi lokal. Misalnya, perusahaan lokal harus berkompetisi dengan
perusahaan multinasional yang bermodal cukup besar dan sudah
 ADBI4432/MODUL 4 4.25

berpengalaman di dunia usaha yang pada akhirnya dapat mematikan usaha


lokal dan menimbulkan pengangguran. Efek negatif lainnya, kesehatan
ekonomi lebih tergantung pada perusahaan multinasional. Perusahaan
multinasional juga memberikan dampak yang penting terhadap politik suatu
negara, baik disengaja maupun tidak disengaja. Terkadang, investasi yang
mereka lakukan dapat memberikan kekuatan yang besar di negara tersebut
yang bisa saja dapat disalahgunakan untuk kepentingan mereka. Selain itu,
perusahaan multinasional juga dapat hengkang dari negara tujuan
investasinya disebabkan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu
negara. Misalnya, Pemerintah Spanyol mengeluarkan peraturan untuk
meningkatkan gaji buruh dan pada saat itu pula perusahaan multinasional,
seperti Colgate-Palmolive, S.C. Johnson & Son, Kubota, dan Volkswagen,
menutup pabrik mereka di Spanyol yang pada akhirnya menciptakan
pengangguran baru pada pertengahan tahun 1990-an.
Perusahaan multinasional juga dapat memberikan pengaruh yang besar
terhadap kebudayaan di negara perusahaan beroperasi. Sebagaimana mereka
meningkatkan standar hidup masyarakat lokal dan memperkenalkan produk
dan jasa baru, masyarakat tersebut secara tidak langsung mendapatkan
norma, ukuran, dan perilaku baru. Beberapa perubahan ini dilihat cukup
positif, seperti pengenalan terhadap peralatan dan mesin yang lebih aman,
pengurusan kesehatan yang lebih baik, dan kebersihan dari makanan. Untuk
mencegah adanya konflik antara perusahaan multinasional dan pemerintah
suatu negara, ada suatu lembaga arbitrase yang berfungsi untuk
mendamaikannya (Firman, 2006).

B. BUDAYA

Dua tema atau isu sentral tentang sistem budaya dalam suatu
masyarakat/bangsa sebagai berikut.
1) Kinerja bisnis internasional yang sukses memerlukan cross culture
literacy. Maksudnya, bagaimana memahami dan mengatasi perbedaan-
perbedaan budaya antar dan dalam suatu bangsa/negara karena dapat
memengaruhi praktik-praktik bisnis internasional.
2) Adanya hubungan nyata antarbudaya dan biaya-biaya yang ditimbulkan
dalam praktik bisnis pada suatu bangsa/negara. Faktor-faktor budaya ini
dapat membantu perusahaan-perusahaan mencapai keunggulan
kompetitif dalam perekonomian atau bisnis internasional. Hal ini karena
4.26 Bisnis Internasional 

bangsa atau perusahaan yang warga negaranya atau anggotanya yang


memiliki kompetisi budaya tinggi dalam kesamaan segala hal akan
memperoleh keuntungan dalam persaingan. Tuntutan dari gerakan yang
terus mengarah ke pasar global dan perdagangan lintas perbatasan yang
semakin berkembang menyebabkan terbentuknya berbagai kemajuan
teknologi yang mengagumkan di bidang komunikasi dan transportasi.
Maka itu, kebudayaan-kebudayaan dunia semakin berinteraksi satu sama
lain (Farid Elashmawi dan Philip R. Harris, 1998).

Sebaliknya, faktor budaya ini dapat juga menaikkan biaya atau


kegagalan dalam bekerja sama. Perhatikan contoh berikut ini.
1) Beberapa ahli berpendapat bahwa faktor budaya di Jepang membantu
beberapa perusahaan mencapai keunggulan kompetitif dengan biaya
rendah (lower cost) dalam bisnisnya.
2) Beberapa perusahaan di Inggris mengalami kesulitan dalam hal kerja
sama antara pihak manajemen dan pekerja-pekerja. Hal ini disebabkan
adanya konflik antarkelas (status sosial) dalam sejarah Inggris.
Seringnya konflik ini mencerminkan tingginya tingkat perselisihan
industri sehingga akan meningkatkan biaya-biaya secara relatif
dibandingkan dengan Swiss, Norwegia, Jerman, atau Jepang tempat latar
belakang konflik kelas dapat dicegah.
3) Kegagalan dalam usaha joint venture biasanya bukan karena kekurangan
uang atau teknologi, melainkan karena perbedaan budaya yang tidak
dimengerti (kesalahpahaman) satu sama lainnya terhadap nilai-nilai
orang, perusahaan, atau bangsa.

1. Pengertian Budaya
Sebelum membahas pengaruh dan perbedaan budaya bangsa/negara
dalam praktik perusahaan bisnis internasional, terlebih dulu perlu dimengerti
apa yang dimaksud dengan budaya. Sampai saat ini, di kalangan para ahli
yang berkompeten belum mencapai kesepakatan bersama tentang definisi
yang sederhana mengenai budaya itu sendiri. Namun, dalam tulisan ini, akan
dikemukakan beberapa pengertian budaya menurut beberapa ahli sebagai
berikut.
a. Edward Taylor, seorang antropolog pada tahun 1870-an, mendefinisikan
budaya sebagai suatu kesatuan antara pengetahuan, kepercayaan, seni,
 ADBI4432/MODUL 4 4.27

moral, hukum, adat istiadat, dan lain-lain yang diperoleh sebagai anggota
atau bagian masyarakat.
b. Hofstede, seorang ahli perbedaan lintas budaya dan manajemen,
mendefinisikan budaya sebagai program kolektif (bersama-sama) dari
pemikiran yang membeda-bedakan anggota-anggota dari suatu
kelompok atau komunitas manusia dengan yang lainnya. Hal ini meliputi
sistem nilai dan nilai-nilai di antara bangunan blok-blok budaya.
c. Zhi Namentwirth dan Robert Weber melihat budaya sebagai suatu sistem
dari ide-ide (pemikiran) dan pendapat bahwa pengesahan ide-ide ini
dirancang untuk kehidupan.

Dari pendapat Hofstede, Namentwirth, dan Weber, dapat disimpulkan


bahwa budaya sebagai suatu sistem nilai dan norma-norma yang diberikan
pada suatu kelompok atau komunitas manusia dan ketika itu disepakati atau
disahkan bersama-sama sebagai landasan dalam kehidupan. Budaya dapat
dibagikan pada anggota dalam suatu kelompok, organisasi, ataupun bangsa.
Nilai-nilai diartikan sebagai ide-ide abstrak mengenai apakah suatu kelompok
memercayai kebaikan, kebenaran, dan keinginan. Sementara itu, norma-
norma diartikan sebagai aturan-aturan sosial dan petunjuk-petunjuk yang
menentukan perilaku dalam keadaan tertentu.

2. Nilai-nilai (Values)
Nilai-nilai membentuk struktur suatu budaya atau dapat juga
melatarbelakangi suatu budaya. Dalam konteks ini, nilai-nilai memberikan
suatu norma-norma masyarakat yang ditetapkan dan dibenarkan. Nilai-nilai
ini meliputi sikap atau perilaku masyarakat terhadap konsep-konsep
kebebasan individu, demokrasi, kepercayaan, keadilan, kejujuran, kesetiaan,
kewajiban sosial, tanggung jawab bersama, aturan-aturan dalam hal
perempuan, cinta, perkawinan, seks, dan lain-lain. Perbedaan prioritas nilai-
nilai utama antarbangsa atau negara ini dapat dilihat pada Tabel 4.1.
4.28 Bisnis Internasional 

Tabel 4.1
Prioritas Nilai-nilai

Jepang Amerika Malaysia Rusia Prancis


1. Hubungan 1. Kesamaan 1. Keamanan 1. Keamanan 1. Kemandirian
keluarga keluarga

2. Keselarasan 2. Kebebasan 2. Keselarasan 2. Kebebasan 2. Kebebasan


kelompok
3. Keamanan 3. Keterbukaan 3. Keterbukaan 3. Kemandirian 3. Keterbukaan
keluarga
4. Kebebasan 4. Mandiri 4. Hubungan 4. Keterbukaan 4. Hubungan
5. Kerja sama 5. Kerja sama 5. Spiritualitas 5. Harta milik 5. Waktu
6. Kesepakatan 6. Keamanan 6. Kebebasan 6. Kerja sama 6. Spiritualitas
kelompok keluarga
7. Prestasi 7. Hubungan 7. Keterbukaan 7. Spiritualitas 7. Harta milik
kelompok

Sementara itu, Tabel 4.2 menyajikan perbedaan nilai-nilai yang dianut


pada saat suatu negara memulai melakukan hubungan bisnis.

Tabel 4.2
Nilai Budaya yang Diterapkan saat Memulai Hubungan Bisnis
Amerika Jepang Arab
1. Informalitas 1. Keselarasan 1. Keselarasan religius
2. Keterbukaan 2. Hormat 2. Hospitality
3. Langsung 3. Mendengarkan 3. Dukungan emosional
4. Berorientasi pada 4. Tidak emosional 4. Status atau ritual
tindakan

Nilai-nilai tidak hanya konsep abstrak belaka, tetapi ditanamkan dengan


mempertimbangkan kepentingan emosional. Nilai-nilai ini sering
dicerminkan pada sistem politik dan ekonomi suatu masyarakat. Sebagai
contoh, kapitalisme pasar bebas adalah cerminan filosofis yang menekankan
kebebasan individu. Dalam nilai-nilai ini, terdapat sikap atau attitude
(Rugman & Richard, 1995).
Sikap yang berasal dari nilai-nilai ini secara langsung dapat
memengaruhi bisnis internasional. Sebagai contoh, cokelat buatan Swiss
 ADBI4432/MODUL 4 4.29

sangat disukai oleh konsumen di AS karena mereka percaya bahwa cokelat


Swiss memiliki kualitas yang tinggi (nilai-nilai). Oleh karena itu, perusahaan-
perusahaan Swiss mengutamakan keaslian (originalitas) agar dapat
menghasilkan penjualan yang tinggi (attitude). Begitu juga di Jepang,
perusahaan Levi’s memuji-muji karena diketahui bahwa orang-orang Jepang
memandang Levi’s sebagai prestige jeans (value) dan mereka membelinya
(attitude).

3. Norma-norma
Norma-norma merupakan aturan-aturan sosial yang mengatur tindakan-
tindakan manusia terhadap orang lain. Norma-norma ini dapat
dikelompokkan dalam dua katergori utama berikut (Sadono, 2003).
a. Adat istiadat adalah konvesi-konvesi rutin dalam kehidupan sehari-hari.
Umumnya, adat istiadat ini berupa tindakan-tindakan moral yang kurang
berarti. Sebagai contoh, orang-orang AS sangat menghargai waktu.
Mereka akan berangkat beberapa menit sebelum perjanjian bisnis
dimulai. Ketika diundang untuk makan malam di rumah seseorang,
mereka memperlihatkan sopan santunnya dengan datang tepat waktu
atau terlambat sedikit. Konsep mengenai waktu ini sangat berbeda
dengan negara yang lainnya. Datang lebih dahulu sebelum waktu
perjanjian bisnis dimulai adalah tidak sopan atau ketika diundang makan
malam dengan kedatangan tepat waktu adalah tata krama yang tidak baik
di Inggris. Sebagai contoh, ketika seseorang mengatakan, “Datang pukul
19.00 WIB untuk makan malam,” hal ini berarti, “Datanglah pukul
19.00—19.30 WIB.” Apabila sang tamu datang tepat waktu (pukul 19.00
WIB), sepertinya ia ingin melihat ketidaksiapan sang tuan rumah.
b. Mores adalah norma-norma yang merupakan pusat dari fungsi
masyarakat dan kehidupan sosialnya. Mores ini lebih berarti daripada
adat istiadat, seperti faktor-faktor yang menolak dan menentang
pencurian, percabulan, perzinahan, dan kanibalisme. Dalam masyarakat
tertentu, mores merupakan bagian dalam hukum. Dalam masyarakat
yang sudah maju, hukum ini menentang pencurian, perzinahan, dan
kanibalisme. Namun, di sini banyak perbedaan antarbudaya tentang cara
menerima mores ini. Sebagai contoh, di AS, mengonsumsi alkohol dapat
diterima oleh masyarakatnya, sedangkan di Arab Saudi, mengonsumsi
alkohol dapat dipandang sebagai perbuatan melawan hukum. Maka dari
4.30 Bisnis Internasional 

itu, orang yang melakukannya dapat divonis masuk penjara dan warga
negara asing yang bekerja di Arab Saudi dapat diusir.

4. Faktor-faktor yang Memengaruhi Budaya


Nilai-nilai atau norma-norma suatu budaya tidak akan muncul dari mana
pun yang terbentuk secara utuh. Namun, semuanya itu berevolusi dengan
sejumlah faktor yang bekerja dalam suatu masyarakat. Faktor-faktor ini
meliputi filosofi politik dan ekonomi, struktur sosial masyarakat, kelompok
agama mayoritas, bahasa, serta pendidikan.

5. Struktur Sosial
Struktur sosial suatu masyarakat adalah organisasi-organisasi yang
mendasar. Walaupun di sini banyak perbedaan aspek dalam struktur sosial,
ada dua dimensi utama penggerak ketika kita ingin menjelaskan perbedaan-
perbedaan budaya-budaya. Pertama, tingkat ketika unit dasar dari struktur
organisasi adalah individu yang merupakan lawan dari kelompok dalam
masyarakat Barat. Kepentingan individu cenderung lebih diutamakan
daripada kepentingan kelompok. Dimensi kedua adalah tingkat ketika suatu
masyarakat terbagi dalam kelas-kelas atau kasta-kasta seperti halnya di India.

Individu dan kelompok


1) Individu
Pada mayoritas masyarakat Barat, individu dipandang sebagai dasar
utama dari organisasi sosial. Ini tidak hanya direfleksikan dalam organisasi
politik dan ekonomi masyarakat, tetapi direfleksikan juga dalam cara orang-
orang memandang diri sendiri dan hubungan satu sama lainnya di dalam
kegiatan sosial atau bisnis. Individu ini termasuk dalam keluarga-keluarga,
kelompok kerja, kelompok sosial, kelompok rekreasi, dan sebagainya.
Prestasi atau kinerja individu dalam sistem nilai yang berlaku di
kalangan masyarakat Barat pada umumnya lebih diutamakan. Penegasan
pentingnya nilai individualisme ini masing-masing memiliki aspek yang
bermanfaat dan berbahaya (beneficial and harmful aspect). Sebagai contoh,
di AS, perhatian atau penekanan pada kinerja individu memperlihatkan
menonjolnya individualisme dan kewirausahaan. Ini dapat dilihat dengan
tingginya kegiatan wirausaha yang dinamis dalam masyarakat AS dan negara
Barat lainnya. Banyak produk baru dan cara berbisnis yang lebih efektif
(misalnya personal komputer, bioteknologi, supermarket, dan lain-lain)
 ADBI4432/MODUL 4 4.31

dengan cepat diciptakan oleh wirausaha individu-individu. Namun, di sisi


lainnya, filosofi individualisme juga memperlihatkan begitu besarnya
mobilitas antarperusahaan yang berdampak meningkatkan biaya-biaya
perusahaan. Ketika berpindah (pekerjaan) dari satu perusahaan ke perusahaan
lainnya, hal itu berdampak positif bagi individu yang ingin lebih maju dan
tertantang. Berkurangnya loyalitas, komitmen, dan kecenderungan untuk
pindah ketika ada tawaran yang lebih baik hanya menghasilkan manajer atau
karyawan yang memilliki kemampuan umum (general skill) yang baik, tetapi
kurang mendalamnya pengetahuan, pengalaman, dan hubungan kontak
pribadi. Penekanan pada individualisme juga menjadi hambatan untuk kerja
tim, yaitu perusahaan memerlukan tenaga kerja yang bekerja dalam tugas-
tugas kolektif.

2) Kelompok (group)
Kelompok dapat diartikan sebagai sekumpulan dua atau lebih individu
yang memiliki keinginan berbagi pikiran dan berinteraksi satu dengan yang
lainnya dalam penyusunan beberapa harapan dasar mengenai tingkah laku
dengan yang lainnya. Di kalangan masyarakat Barat, nilai-nilai
individualisme lebih diutamakan. Sebaliknya, pada masyarakat lainnya,
kelompok adalah unit mendasar dalam organisasi sosial. Di Jepang,
contohnya, status sosial individu ditentukan oleh banyaknya dia berinteraksi
dalam kelompok, yaitu individu tersebut memiliki kinerja. Dalam suatu studi
klasik yang dilakukan oleh Nakane, kepentingan kelompok sebagai
kepunyaan individu sering memperlihatkan secara mendalam perasaan kasih
sayang (perhatian) yang menandakan bahwa kelompok menjadi kepentingan
semuanya dalam kehidupan seseorang. Dapat disimpulkan bahwa nilai utama
dari budaya Jepang adalah kepentingan mendahulukan keanggotaan
kelompok. Hal ini membawa dampak positif dalam aktivitas bisnis.
Misalnya, kurangnya keinginan para manajer atau pekerja untuk pindah ke
perusahaan lain sehingga dapat mereduksi biaya perusahaan.
Beberapa pendapat menyebutkan bahwa keunggulan perusahaan Jepang
dalam ekonomi global didasarkan pada sebagian kemampuan mereka
membentuk kerja sama tertutup antara individu-individu dalam suatu
perusahaan dan antarperusahaan-perusahaan. Ini dapat dilihat dari kerja sama
antara perusahaan dan pemasok-pemasoknya dalam menghadapi isu-isu,
seperti desain, pengendalian kualitas, dan pengurangan persediaan. Dalam
4.32 Bisnis Internasional 

hal ini, kerja sama ditentukan oleh keinginan untuk memperbaiki kinerja
kelompok tempat kepunyaan individu.

a) Stratifikasi sosial
Seluruh masyarakat digolongkan dalam hierarki dasar yang termasuk
kategori-kategori sosial atau strata sosial. Strata ini secara khusus
didefinisikan dalam karakteristik-karakteristik mendasar, seperti latar
belakang keluarga, pekerjaan (jabatan), dan pendapatan.
Individu dilahirkan dalam suatu strata (yang dimiliki oleh orang tuanya)
menuju hierarki sosial yang lebih tinggi dengan kecenderungan perubahan
hidup yang lebih baik (pendidikan, kesehatan, dan standar hidup yang lebih
baik) dibandingkan dengan ketika ia dilahirkan pada strata yang rendah.
Walaupun seluruh masyarakat digolongkan dalam beberapa tingkat,
masyarakat membedakannya dalam dua cara. Pertama, mereka berbeda
dengan yang lainnya dalam hal tingkat mobilitas sosial. Kedua, mereka
berbeda dengan yang lainnya dalam hal kepentingan strata sosial dalam
konteks bisnis.

b) Mobilitas sosial
Mobilitas adalah perubahan status sosial ketika individu-individu dapat
keluar dari strata yang dimilikinya pada saat lahir. Mobilitas sosial yang
terjadi dalam masyarakat sangat beragam. Itu artinya berbeda dari
masyarakat ke masyarakat lainnya. Mobilitas sosial yang kaku terdapat pada
masyarakat yang menganut sistem kasta.
Sistem kasta adalah sistem tertutup dari stratifikasi ketika posisi atau
kedudukan sosial seseorang ditentukan oleh keluarga tempat seseorang
dilahirkan. Perubahan posisi atau strata biasanya tidak mungkin terjadi dalam
hidupnya. Sering kali suatu posisi kasta memberikan pengaruh dalam
pekerjaan atau jabatan. Sistem kasta ini dapat ditemukan pada masyarakat
India.
Sistem kelas adalah bentuk stratifikasi sosial yang tidak sekaku sistem
kasta tempat mobilitas mungkin terjadi. Sistem kelas ini merupakan bentuk
stratifikasi terbuka, yaitu kedudukan seseorang yang dimiliki sejak lahir
dapat berubah melalui prestasinya atau keberuntungan. Walaupun banyak
masyarakat memiliki sistem kelas, sistem kelas yang dimiliki berbeda dari
suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.
 ADBI4432/MODUL 4 4.33

Contohnya adalah sistem kelas di Inggris yang mobilitasnya relatif


rendah. Masyarakat Inggris terbagi dalam tiga kelas utama. Pertama, kelas
atas, yaitu seseorang memiliki keluarga yang kaya, prestise, dan kedudukan
turun-temurun. Kedua, kelas menengah (menengah atas dan menengah
bawah), yaitu para profesional, dokter, pengacara, manajer, dan lain-lain.
Kelas bawah atau kelas pekerja, yaitu yang berpendapatan dari pekerjaan
biasa. Perbedaan kelas ini mencerminkan perbedaan gaya dan pola hidup,
seperti pemilihan kualitas pendidikan, kesehatan, permukiman, dan lain-lain.
Dari sistem kelas di Inggris ini, adanya kecenderungan untuk mengabadikan
(mengultuskan) mereka dari generasi yang satu ke yang lainnya dan mobilitas
ini terbatas. Walaupun mobilitas ke atas (naik) mungkin terjadi, biasanya
tidak dapat dicapai dalam satu generasi. Sementara itu, sistem kelas di AS
sangat bertolak belakang dengan Inggris. Di AS, mobilitas begitu besar.
Kelas sosial di AS terbagi dalam tiga kelas juga, tetapi keanggotaan kelas di
AS ditentukan oleh prestasi ekonomi seseorang yang berlawanan dengan
latar belakang keluarga dan pendidikan yang berlaku di Inggris.

c) Kepentingan
Stratifikasi suatu masyarakat dari perspektif bisnis adalah suatu
kepentingan-kepentingan sepanjang memengaruhi operasi organisasi bisnis.
Dalam masyarakat AS, tingginya tingkat mobilitas sosial dan penekanan pada
nilai-nilai individualisme membatasi pengaruh kuat latar belakang kelas
dalam operasi-operasi bisnis. Begitu juga di Jepang, orang-orang menerima
diri sendiri sebagai masyarakat menengah di dalam negara. Walaupun relatif
kurangnya mobilitas kelas, yang mencolok adalah perbedaan antarkelas-kelas
yang dihasilkan akan menimbulkan kesadaran kelas, yaitu suatu kondisi
ketika orang-orang menerima diri sendiri dalam latar belakang kelas mereka
dan hubungan antarmereka dengan anggota kelas yang lainnya.
Akibatnya, hubungan antagonis antara manajemen (kelas atas dan
menengah) serta pekerja (kelas bawah) menghasilkan kerja sama yang rendah
dan tingginya tingkat perselisihan yang berdampak pada meningkatkan biaya
produksi di Inggris dibandingkan dengan biaya di beberapa negara, seperti di
AS dan Jepang, yang tingkat konfliknya rendah. Hal ini berakibat sulitnya
perusahaan-perusahaan di Inggris memperoleh keunggulan kompetitif dalam
ekonomi global. Permasalahan yang sama juga terjadi di Italia, Spanyol, dan
Yunani.
4.34 Bisnis Internasional 

d) Agama
Agama dapat didefinisikan sebagai suatu sistem pembagian
kepercayaan-kepercayaan dan ritual-ritual yang berhubungan dengan dunia
yang suci. Hubungan antara agama dan masyarakat itu sangat kompleks,
tidak kentara, dan amat dalam. Agama akan memengaruhi gaya hidup,
kepercayaan, nilai-nilai, dan sikap serta dapat mempunyai hubungan dramatis
dalam kehidupan seseorang pada perilaku masyarakat satu sama lainnya.
Agama ini juga memengaruhi kebiasaan bekerja dan aktivitas sosial dari hari
ke hari dalam seminggu, yaitu orang-orang bekerja dengan kebiasaan-
kebiasaan keagamaan mereka (Rugman dan Richard, 1995).
Di muka bumi ini, terdapat ribuan agama atau kepercayaan, tetapi yang
dominan adalah Kristen, Islam, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kelima
agama yang dominan ini akan dijelaskan dalam tulisan berikut berkenaan
dengan implikasinya terhadap kegiatan bisnis.
(1) Agama Kristen
Penganut agama Kristen adalah penganut yang terbesar di dunia, sekitar
1 miliar jiwa atau sekitar 20% dari populasi di muka bumi ini. Sebagian
besar tinggal di negara-negara Eropa, Australia, AS, dan sebagian kecil
di Asia dan Afrika. Agama Kristen terbagi dalam dua kelompok besar.
Pertama, Kristen Protestan yang terdiri atas banyak sekte, seperti
Metodis, Baptis, Calvinis, dan lain-lain. Kedua, Kristen Katolik Roma,
Katolik Ortodoks (seperti di Rusia dan Yunani), dan Katolik Anglikan di
Inggris.
(2) Agama Hindu
Penganut agama Hindu ini kira-kira 500 juta jiwa yang sebagian besar
dapat ditemukan di India. Hinduisme ini berawal dari Lembah Indus di
India lebih dari 4000 tahun yang lalu sehingga merupakan agama tertua
di dunia. Hindu memercayai bahwa suatu kekuatan moral dalam
masyarakat memerlukan sikap penerimaan dari tanggung jawab tertentu
yang disebut dengan darma. Dalam Hindu, ada suatu penitisan, yakni
lahir kembali dengan tubuh berbeda setelah manusia meninggal. Hindu
juga percaya adanya karma, yaitu gerak maju rohani atau spiritual pada
setiap jiwa manusia. Karma seseorang ini dipengaruhi oleh cara
hidupnya. Keutuhan moral dari karma seseorang menentukan tantangan
yang akan dihadapinya pada kehidupan yang akan datang. Dari
kesempurnaan jiwa dalam setiap kehidupan baru, Hindu percaya bahwa
seseorang akan mencapai nirwana. Jalan mencapai nirwana ini adalah
 ADBI4432/MODUL 4 4.35

menjalankan gaya hidup petapa yang ketat dan menjauhi materialisme,


penyangkalan diri, serta spiritual hidup devosi.
(3) Agama Buddha
Agama Buddha berasal dari India yang lahir pada abad ke-6 SM oleh
Siddharta Gautama, seorang pangeran yang meninggalkan kehidupannya
dan kekayaan yang dimiliki untuk mengikuti cara (gaya) hidup seorang
pendeta untuk mencapai kesempurnaan spiritual. Siddharta mencapai
nirwana, tetapi memutuskan tinggal di dunia ini agar dapat mengajar
pengikut-pengikutnya tentang bagaimana mereka dapat mencapai
pencerahan atau penerangan spiritual. Saat ini, ajaran Buddha memiliki
pengikut sekitar 250 juta jiwa yang kebanyakan ditemukan di Asia
Tengah dan Tenggara, Cina, Korea, dan Jepang.
Menurut Buddha, hidup ini dipenuhi penderitaan. Kesengsaraan ada di
mana-mana dan dimulai dari hasrat manusia untuk bersenang-senang.
Hasrat ini dapat dikekang secara sistematis dengan mengikuti delapan
jalan menuju kemuliaan (noble eightfold path), yakni mengutamakan
kebenaran dan kebaikan dalam penglihatan, pikiran, perkataan,
perbuatan, kehidupan, usaha, kesadaraan, dan meditasi.
(4) Konghucu
Ajaran Konghucu lahir pada abad ke-5 SM oleh K’ung Fu Tzu yang
umumnya dikenal dengan Konfusius. Lebih dari 2000 tahun hingga
revolusi komunis pada tahun 1949, ajaran ini merupakan suatu agama
(kepercayaan) di Cina. Ketika pengamatan keagamaan mulai melemah di
Cina sejak 1949, lebih dari 150 juta orang masih menjadi pengikut ajaran
ini yang sebagian besar berada di Cina, Korea, dan Jepang.
Konghucu mengajarkan pentingnya mencapai keselamatan manusia
dengan tindakan yang benar. Dalam ajaran ini, dibangun berdasarkan
suatu kode etik yang luas (komprehensif) dengan mengutamakan
petunjuk-petunjuk untuk berhubungan dengan yang lainnya. Dibutuhkan
moralitas dan aturan etika yang tinggi serta loyalitas terhadap yang
lainnya merupakan titik sentral dari ajaran Konghucu. Tidak seperti
agama yang lainnya, dalam ajaran ini tidak ada hubungan dengan
supernatural dan berbicara (pendapat) sedikit mengenai kehidupan yang
akan datang. Banyak yang berpendapat bahwa Konghucu ini bukanlah
suatu agama, melainkan suatu sistem etika yang sederhana. Namun
demikian, Konghucu ini dikatakan sebagai agama oleh para pengikutnya.
4.36 Bisnis Internasional 

(5) Agama Islam


Dengan 750 juta penganut, Islam adalah agama terbesar kedua di dunia.
Islam lahir pada 610 Masehi ketika Nabi Muhammad mulai
menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia. Pengikut ajaran Islam
disebut sebagai kaum muslim. Muslim menjadi kaum mayoritas pada
lebih 35 negara yang merentang dari Pantai Tenggara Afrika, melalui
Timur Tengah hingga Cina dan Malaysia di timur jauh.
Islam memiliki keyakinan yang berbeda dengan Kristen. Orang Kristen
memandang Yesus/Almasih sebagai anak Tuhan, sedangkan Islam
meyakini Yesus sebagai Nabi (Isa) dan Tuhan itu tidak beranak. Seperti
halnya Kristen dan Judais, Islam adalah agama monoteis. Prinsip dasar
Islam adalah tidak ada Tuhan selain Allah. Prinsip-prinsip utama lain
dari Islam adalah (1) menghormati dan menghargai orang tua, (2)
menghargai hak-hak orang lain, (3) menghindari pembunuhan, kecuali
oleh sebab-sebab yang diperbolehkan oleh hukum, (4) tidak berperilaku
malas, (5) berhubungan secara adil dan jujur dengan orang lain, (6)
mengikuti pikiran sesuai dengan hati murni, (7) menyelamatkan hidup
untuk masa depan akhirat, serta (8) menghindari perasaan atau prasangka
buruk. Islam merupakan jalan hidup yang mengarahkan kehidupan
muslim secara total. Sebagaimana petunjuk Allah, seorang muslim
dikelilingi oleh prinsip-prinsip religius, yaitu kode arahan hubungan
antarpersonal dalam kehidupan dan aktivitas sosial mereka.
Agama ditempatkan pada tempat tertinggi dari seluruh bidang kehidupan
manusia. Umat Islam hidup dalam struktur sosial yang dipertajam oleh
nilai-nilai Islam dan norma-norma moral. Aktivitas ritual dalam
kehidupan sosial sehari-hari di negara-negara muslim merupakan hal
penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku bisnis dari negara Barat.
Ritual kaum muslim mensyaratkan shalat lima kali sehari sehingga
partisipan muslim dalam pertemuan bisnis perlu diberi izin pada waktu-
waktu shalat tersebut. Islam mensyaratkan aturan berpakaian tertentu dan
melarang mengonsumsi daging babi serta alkohol, bahkan merokok pun
dianggap makruh yang artinya lebih baik tidak merokok.
Fenomena mengenai paham Islam fundamentalis muncul pada dua
dekade yang lalu. Walaupun timbulnya paham fundamentalis tersebut
tidak berakibat apa-apa, hal ini hanya sebagai jawaban terhadap tekanan
sosial yang terjadi pada masyarakat Islam tradisional yang bergerak ke
arah modernisasi dan pengaruh ide-ide Barat, seperti demokrasi liberal,
 ADBI4432/MODUL 4 4.37

paham materialisme, persamaan hak perempuan, perilaku Barat


mengenai seks, perkawinan, dan alkohol. Di beberapa negara Islam,
modernisasi itu menimbulkan jurang yang semakin besar antara
masyarakat kaya di daerah perkotaan yang minoritas dan sebagian
masyarakat miskin di perkotaan dan daerah perdesaan. Bagi kebanyakan
masyarakat miskin, modernisasi sering menawarkan kemajuan ekonomi
yang kecil, sedangkan modernisasi tadi mengancam sistem nilai
tradisional mereka. Jadi, seorang muslim yang menghargai tradisinya
dan merasa bahwa identitasnya terancam oleh nilai-nilai Barat, Islam
fundamentalis menjadi sebuah landasan budaya.
Orang-orang fundamentalis meminta suatu komitmen yang keras
terhadap kepercayaan dan ritual agama tradisional mereka. Hasilnya
adalah peningkatan yang cukup berarti dalam menggunakan simbol-
simbol dalam perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Para
perempuan kembali memakai kain panjang, menutupi rambut mereka,
studi-studi Islam meningkat di universitas-universitas, kegiatan
keagamaan telah meningkat, dan makin banyak ceramah agama
diperdengarkan di masyarakat. Lebih jauh lagi, sentimen dari beberapa
kelompok fundamentalis semakin bertambah mengenai anti-Barat. Benar
atau salah, pengaruh Barat dicela sebagai penyebab semua penyakit
sosial dan gerakan dari beberapa fundamentalis diarahkan kepada
pemerintah Barat, simbol-simbol budaya, bisnis, bahkan individu-
individu. Beberapa negara muslim fundamentalis telah mendapat
kekuasaan politik dan menggunakannya untuk mencoba menerapkan
hukum Islam (seperti yang diajarkan dalam Alquran sebagai sumber
hukum negara). Fundamentalis telah mengalami kesuksesan di Iran
tempat partai fundamentalis memegang kekuasaan sejak tahun 1979.
Mereka juga mempunyai pengaruh yang cukup besar di beberapa negara
lain, seperti Aljazair, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi.

e) Bahasa
Bahasa merupakan komponen penting dalam suatu budaya karena
dengan bahasa manusia dapat mengeluarkan ide dan dapat berkomunikasi.
Melalui bahasa, dapat dirumuskan budaya dan pola berpikir, persepsi, serta
konsep manusia tentang realitas idealnya. Bahasa ini diartikan sebagai setiap
pengertian (arti) perkataan (spoken) atau nonperkataan (unspoken) dari
4.38 Bisnis Internasional 

komunikasi. Ada beberapa bentuk bahasa yang sering digunakan sebagai


berikut.

(1) Bahasa lisan


Sejak bahasa digunakan oleh manusia untuk mengartikan dunia ini, hal
tersebut dapat membantu mendefinisikan budaya. Dalam suatu bangsa atau
negara yang memiliki lebih dari satu bahasa, ditemukan lebih dari satu
budaya. Di Kanada, sebagai contoh, dapat ditemukan budaya berbahasa
Inggris dan budaya berbahasa Prancis. Ketegangan antara kedua kelompok
masyarakat tersebut sangat tinggi karena adanya ego masing-masing yang
ingin menguasai dominasi pemakaian bahasanya. Hal yang sama juga terjadi
di negara-negara lainnya, seperti Belgia, Spanyol, dan Siprus. Bahasa Cina
paling banyak digunakan oleh populasi di dunia ini, diikuti oleh bahasa
Inggris, Hindi, dan seterusnya.
Walaupun bahasa Inggris hanya menempati urutan kedua, bahasa Inggris
ini sudah dijadikan sebagai bahasa internasional. Misalnya, orang-orang
Jepang akan melakukan hubungan dagang dengan orang Jerman maka bahasa
yang dipergunakan adalah bahasa Inggris. Sering kali ditemukan bahwa
bahasa Inggris ini menjadi bahasa kedua dalam suatu bangsa atau negara,
misalnya di India, Malaysia, Filipina, dan lain-lain. Walaupun bahasa Inggris
ini sudah diterima secara luas, masih perlu dipertimbangkan keuntungan
untuk mempelajari bahasa lokal.
Menurut Rugman dan Richard (1995), pengetahuan bahasa lokal dapat
membantu perusahaan dalam
memperjelas pengenalan situasi dan kondisi suatu daerah,
(a) menyediakan akses langsung pada masyarakat lokal, maksudnya mereka
akan lebih terbuka jika berkomunikasi dalam bahasa mereka,
(b) mengerti bahasa suatu daerah akan menghargai orang dengan tingkat
perbedaan yang sangat kecil, penuh pengertian, dan informasi lainnya
yang tidak dirumuskan bersama-sama.

Bahasa lokal membantu seseorang untuk lebih memahami budaya orang


lain dengan baik. Dalam bisnis internasional, ketidakmengertian terhadap
bahasa lokal dapat menimbulkan beberapa blunders dalam penerjemahan
yang salah. Sebagai contoh, ketika General Motor mengalami kesulitan
dengan kurangnya antusias para dealers mobil di Puerto Riko terhadap
perkenalan produk baru Chevrolet Nova. Nova dalam bahasa Spanyol
 ADBI4432/MODUL 4 4.39

diartikan sebagai bintang. Namun, ketika orang mengatakan nova,


kedengaran seperti no va yang dalam bahasa Spanyol berarti “jangan pergi”.
Kemudian, General Motor mengganti nama mobil tersebut dengang Caribe.

(2) Bahasa tulisan


Bahasa tulisan dapat diartikan sebagai komunikasi nonverbal. Ini dapat
diartikan sebagai komunikasi dalam setiap bentuk yang bukan kata serta yang
dapat menciptakan arti untuk dimengerti orang lain dan merangsang jawaban
(Elashmawi dan Harris). Namun, dapat juga terjadi kegagalan berkomunikasi
dalam mengartikan bahasa nonverbal pada suatu budaya. Sebagai contoh,
membuat suatu lingkaran dengan menggunakan jari jempol dan jari telunjuk
yang berarti persahabatan di AS. Akan tetapi, bagi masyarakat Turki dan
Yunani, hal seperti itu akan berarti undangan seks vulgar. Hal yang sama
ketika orang AS dan Eropa mengacungkan ibu jari, ini berarti baik-baik saja,
tetapi di Yunani hal ini berarti percabulan.
Aspek lain dalam komunikasi nonverbal adalah jarak seseorang
(personal space), maksudnya kenyamanan, yaitu jarak antara Anda dan orang
lain waktu mengadakan pembicaraan. Di AS, kebiasaan dalam suatu diskusi
bisnis, jarak orang berdiri diadopsi dari keadaan di pesta-pesta, yakni sekitar
5—8 kaki. Namun, di Amerika Latin, jaraknya adalah 3—5 kaki.
Konsekuensinya, banyak orang Amerika Utara merasa tidak sadar bahwa
Amerika Latin melanggar tempat pribadi mereka (invading their personal
space). Hal ini dapat dilihat dengan cara membelakangi mereka selama
percakapan (pembicaraan). Sebaliknya, orang Amerika Latin
menginterpretasikan membelakangi.

(3) Pendidikan
Pendidikan formal memegang peranan kunci dalam masyarakat.
Pendidikan formal ini merupakan media atau sarana agar individu banyak
belajar mengenai keahlian bahasa, konsep-konsep, dan matematika yang
sangat diperlukan dalam suatu masyarakat modern. Pendidikan formal
merupakan peranan (aturan) keluarga tambahan bagi generasi muda yang
akan masuk (terjun) dalam nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di suatu
masyarakat. Nilai-nilai dan norma-norma dibawa secara langsung ataupun
tidak langsung. Sekolah-sekolah umumnya mengajarkan realitas-realitas
(fakta-fakta) mendasar tentang kehidupan sosial dan politik dari suatu
masyarakat. Norma-norma budaya ini dibawa secara tidak langsung dari
4.40 Bisnis Internasional 

sekolah dengan titik perhatian (fokus) pada hak dan kewajiban, kejujuran,
kerapian, kedisplinan (tepat waktu), dan lain-lain yang semuanya itu
merupakan bagian dari kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) sekolah.
Sistem rangking atau peringkat selalu digunakan dalam mengajar para pelajar
mengenai nilai prestasi pribadi dan kompetisi.
Dalam suatu negara, tingginya angka (persentase) penduduk yang bebas
buta huruf biasanya menghasilkan produktivitas pertumbuhan ekonomi yang
besar dan terjadinya perkembangan teknologi. Dalam perspektif bisnis
internasional, pendidikan memegang peranan penting yang menentukan
keunggulan kompetitif suatu bangsa. Tersedianya keahlian dan sumber daya
manusia merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan ekonomi
suatu bangsa. Dalam keberhasilan kompetitif negara Jepang semenjak 1945,
Michael Porter mencatat bahwa Jepang telah hancur semuanya, kecuali yang
tersisa keahlian dan sumber daya manusia terdidik. Porter menambahkan
bahwa sistem pendidikan Jepang yang sangat baik merupakan faktor penting
untuk menjelaskan keberhasilan ekonomi negara Jepang pascaperang. Tidak
hanya sistem pendidikan yang baik yang menentukan keunggulan kompetitif
suatu bangsa, tetapi faktor penting lainnya, seperti penentuan lokasi dalam
pemilihan bisnis internasional. Sebagai contoh, akan terasa apabila
kurangnya fasilitas produksi dasar yang memerlukan tenaga yang memiliki
keterampilan tinggi dalam suatu negara, tetapi sistem pendidikan kurang
mendukung akan ketersediaan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk
mengoperasikan fasilitas tersebut. Maka itu, perhatian dalam bidang
pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi suatu negara yang
tecermin dalam proporsi yang cukup besar dalam anggaran (dana)
pengeluarannya, seperti AS, Jepang, dan Jerman.

f) Budaya dan tempat kerja


Untuk suatu bisnis internasional yang melakukan operasi di negara yang
berbeda-beda, pertanyaan yang menjadi pertimbangan penting adalah
bagaimana budaya masyarakat memengaruhi nilai yang berlaku di tempat
kerja. Pertanyaan tersebut diarahkan pada kebutuhan proses dan praktik
manajemen yang bervariasi serta mengaitkan pekerjaan dan nilai-nilai.
Sebagai contoh, jika AS dan Prancis memiliki budaya yang berbeda dan jika
budaya-budaya tersebut tampak pada nilai kerja yang berbeda, masuk akal
bagi bisnis internasional yang beroperasi di kedua negara tersebut apabila
proses dan praktik manajemennya juga berbeda.
 ADBI4432/MODUL 4 4.41

(1) Model Hofstede


Studi yang paling terkenal tentang budaya seperti apa dan budaya
berhubungan dengan nilai di tempat kerja dilakukan oleh Geert Hofstede.
Sebagai bagian dari pekerjaannya selaku ahli psikologi yang bekerja di IBM,
dari tahun 1967—1973, Hofstede mengumpulkan data tentang sikap dan nilai
dari 100.000 orang karyawan. Data ini memungkinkan ia untuk
membandingkan dimensi budaya lebih dari 40 negara. Hofstede memisahkan
empat dimensi yang dia sebut sebagai akibat perbedaan budaya. Empat
dimensi yang dimaksud adalah
(a) power distance,
(b) individualisme vs kolektivisme,
(c) penghindaran ketidakpastian, dan
(d) maskulinitas vs feminisme.

Dimensi power distance memfokuskan bagaimana masyarakat


berhubungan dengan kenyataan bahwa orang itu berbeda secara fisik dan
kapabilitas intelektualnya. Menurut Hofstede, budaya power distance yang
tinggi ditemukan di negara-negara yang membiarkan ketidaksamaan tumbuh
sepanjang waktu yang berdampak pada perbedaan kekuatan dan
kemakmuran. Budaya power distance yang rendah ditemukan di masyarakat
yang mencoba untuk menekan sedapat mungkin terjadinya ketidaksamaan.
Dimensi individualisme vs kolektivisme difokuskan pada hubungan
antara individu dan pengikutnya. Dalam masyarakat yang individualistis,
ikatan antarindividu hilang dan prestasi serta kebebasan individu sangat
dihargai. Dalam masyarakat yang menekankan kolektivisme, ikatan
antarindividu sangat kuat. Pada beberapa masyarakat, seseorang dilahirkan
dalam suatu perkumpulan masyarakat dianggap sebagai keluarga besar.
Setiap orang dianggap berkepentingan dengan kolektivitasnya.
Dimensi ketidakpastian diukur dari bagaimana masyarakat
menyosialisasikan anggotanya untuk menerima situasi ketika menoleransi
ketidakpastian menempatkan keamanan pekerjaan, pola karier, manfaat
pensiun, dan sebagainya sebagai prioritas utama. Mereka juga memiliki
kebutuhan yang kuat akan aturan dan keteraturan. Manajer diharapkan
memberikan instruksi/perintah yang jelas dan inisiatif bawahan sangat
dikontrol. Pada masyarakat yang budaya penghindaran ketidakpastian
rendah, ditandai dengan kesiapan yang lebih tinggi untuk mengambil risiko
dan emosinya lebih kebal terhadap terjadinya perubahan.
4.42 Bisnis Internasional 

Dimensi maskulinitas vs feminisme terlihat pada hubungan antargender


dan peran pekerjaan. Dalam budaya yang maskulin, masalah jenis kelamin
mempertajam perbedaan dan nilai-nilai maskulinitas tradisional, seperti
prestasi dan latihan kekuatan yang efektif, serta sangat tergantung pada
idealisme budaya. Dalam budaya yang feminis, masalah jenis kelamin tidak
begitu dibeda-bedakan. Akibatnya, wanita dan laki-laki menempati pekerjaan
dan posisi yang sama.
Hofstede menciptakan suatu skor indeks untuk setiap dimensi tersebut
yang berkisar antara 0 sampai dengan 1000. Skor tinggi untuk individualisme
yang tinggi, power distance yang tinggi, penghindaran ketidakpastian yang
tinggi, dan maskulinitas yang tinggi. Ia merata-ratakan skor untuk karyawan
pada negara tertentu dan menetapkan hasil skor untuk setiap negara pada
suatu seri grafik.
Indeks power distance berlawanan dengan dimensi individualisme
(individualisme lebih rendah berimplikasi pada kolektivisme yang tinggi).
Hal ini mengungkapkan bahwa negara-negara Barat yang maju, seperti AS,
Kanada, dan Inggris, memiliki skor yang tinggi pada skala individualisme
dan rendah untuk skala power distance. Pada kelompok negara Amerika
Latin dan Asia, faktor kolektivisme lebih diutamakan daripada
individualisme dan memiliki skor yang tinggi untuk skala power distance.
Indeks penghindaran ketidakpastian dibandingkan dengan indeks
maskulinitas. Jepang adalah negara yang disoroti sebagai negara dengan
budaya dan upaya penghindaran ketidakpastiannya kuat serta
maskulinitasnya tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh karyawan sepanjang
hidupnya. Swedia dan Denmark ditandai sebagai negara yang memiliki upaya
penghindaran ketidakpastian dan maskulinitasnya rendah.

(2) Evaluasi atas model Hofstede


Hasil-hasil yang ditunjukkan dari model Hofstede dinilai menarik untuk
menjelaskan secara umum kepada kita bagaimana perbedaan di antara
budaya-budaya. Banyak penemuan Hofstede yang konsisten dengan standar
stereotype masyarakat Barat tentang perbedaan kebudayaan. Contohnya,
penemuan bahwa masyarakat AS lebih individualistis dan egaliter daripada
masyarakat Jepang (mereka memiliki power distance rendah). Bahkan, yang
dewasa ini lebih individualistis dan egaliter daripada orang-orang Meksiko
dapat dikatakan valid. Senada dengan itu, negara-negara Latin, seperti
Kolombia dan Meksiko, menempatkan nilai-nilai maskulin pada tempat yang
 ADBI4432/MODUL 4 4.43

tinggi—mereka menyebutnya sebagai budaya machismo—daripada yang


terjadi di negara-negara Nordik, yaitu Denmark, Finlandia, Norwegia, dan
Swedia.

Kita harus hati-hati jika membaca riset Hofstede ini karena terdapat
beberapa kelemahan dalam hal-hal penting. Kelemahan-kelemahan tersebut
sebagai berikut.
(a) Hofstede mengasumsikan bahwa terdapat hubungan yang seimbang
antara budaya dan kebangsaan. Akan tetapi, jika dilihat sebelumnya,
banyak negara yang memiliki budaya lebih dari satu. Hasil riset
Hofstede tidak mendeskripsikan perbedaan ini.
(b) Riset ini mungkin terikat kultural. Kelompok riset terdiri atas orang
Eropa dan Amerika. Pertanyaan yang diajukan oleh mereka kepada
karyawan IBM dan analisis yang dibuat mereka atas dasar jawaban
tersebut mungkin saja dipertajam oleh budaya mereka sehingga bias.
Untuk itu, tidak mengejutkan bahwa hasil penelitian Hofstede
dikonfirmasikan dengan stereotype Barat karena orang Barat-lah yang
melaksanakan riset tersebut.
(c) Penelitian Hofstede bukan saja hanya dilaksanakan pada industri
tunggal, yaitu industri komputer, tetapi juga di dalam satu perusahaan,
yaitu IBM. Pada saat itu, IBM sedang memopulerkan budaya
perusahaannya yang kuat dan prosedur seleksi karyawan yang
dijalankannya. Itulah sebabnya mungkin saja nilai-nilai karyawan IBM
berbeda dalam hal-hal penting dari nilai-nilai yang ada pada budaya
tempat mereka berasal. Lebih jauh, kelas-kelas sosial tertentu (seperti
pekerja-pekerja yang tidak terampil) tidak dimasukkan sebagai sampel
dalam penelitian Hofstede. Pada perkembangan terakhir, hasil riset
Hofstede ini sedang mulai diperbarui. Budaya bukan hal yang statis.
Budaya senantiasa berubah seiring dengan waktu walaupun lambat. Apa
yang menjadi karakteristik dan terjadi pada tahun 1960-an dan 1970-an
dapat saja tidak rasional lagi pada saat ini.

Bagaimanapun hasil riset Hofstede merupakan suatu awal baru bagi


manajer untuk mencoba menggambarkan bagaimana budaya berbeda dan apa
maknanya bagi praktik manajemen.
4.44 Bisnis Internasional 

g) Perubahan budaya
Budaya berubah sepanjang waktu walaupun perubahan di dalam sistem
nilai akan berjalan lambat dan menyakitkan bagi suatu masyarakat. Sebagai
contoh, pada tahun 1960-an nilai-nilai masyarakat AS tentang peranan
wanita, cinta, seks, dan perkawinan berubah secara signifikan. Banyak
perubahan sosial pada masa tersebut merefleksikan perubahan budayanya.
Sejalan dengan hal tersebut, dewasa ini sistem nilai pada eks negara-negara
komunis, seperti Rusia, sedang mengalami perubahan. Mereka tengah
meninggalkan nilai-nilai yang menekankan pada kolektivisme dan bergeser
untuk menekankan pada individualisme. Perubahan sosial adalah sebuah
hasil yang biasa pada proses ini.
Beberapa pernyataan menggambarkan bahwa perubahan budaya yang
besar tengah terjadi di Jepang, yaitu bergerak menuju individualisme. Model
pekerja kantor atau orang upahan berkebangsaan Jepang digambarkan sangat
loyal kepada pimpinan dan organisasi. Mereka tidak menghiraukan sore,
akhir pekan, atau liburan untuk bekerja demi organisasi dan ini merupakan
nilai kolektif dari ia selaku anggota. Bagaimanapun, generasi baru dari
pekerja kantor tidak sesuai lagi dengan model tersebut. Generasi baru dewasa
ini cenderung lebih individual.
Fokus manajemen meninjau pengaruh budaya Jepang yang terjadi di
Hitachi. Kasus Hitachi menggambarkan dua kekuatan yang terjadi dalam
perubahan budaya, yaitu kemajuan ekonomi dan globalisasi. Beberapa studi
telah menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut dapat menjadi faktor penting
dalam perubahan budaya dalam masyarakat. Sebagai contoh, terdapat bukti
bahwa kemajuan ekonomi dibarengi dengan perubahan-perubahan nilai
kemasyarakatan yang meninggalkan kolektivisme menuju individualisme.
Jadi, seiring dengan Jepang yang menjadi lebih kaya, budaya yang
menekankan pada kolektivisme juga menurun dan individualisme semakin
merebak. Jika Hitachi dijadikan contoh, suatu alasan yang melatarbelakangi
perubahan ini adalah dalam masyarakat yang lebih kaya, kebutuhan sosial
dan dukungan yang didasarkan pada kolektivisme akan lebih sedikit. Hal ini
karena kolektivisme adalah kebutuhan keluarga besar atau perusahaan yang
paternalistis. Orang-orang lebih baik memedulikan kebutuhannya sendiri.
Akibatnya, kepentingan akan kolektivisme menurun, sedangkan kebebasan
ekonomi yang semakin besar menyebabkan meningkatnya peluang untuk
mengekspresikan individualismenya.
 ADBI4432/MODUL 4 4.45

Budaya masyarakat juga dapat berubah seiring dengan masyarakat yang


menjadi lebih kaya karena kemajuan ekonomi memengaruhi sejumlah faktor
lain. Hal ini berpengaruh terhadap budaya. Sebagai contoh, peningkatan
urbanisasi dan peningkatan dalam kualitas serta ketersediaan pendidikan
merupakan fungsi dari kemajuan ekonomi. Keduanya menyebabkan
menurunnya penekanan dalam nilai-nilai tradisional yang dihubungkan
dengan masyarakat perdesaan yang miskin.
Dapat dikemukakan bahwa kemajuan transportasi dan teknologi
komunikasi, peningkatan dramatis dalam perdagangan barang dan jasa sejak
PD II, serta munculnya perusahaan-perusahaan global menciptakan kondisi
integrasi budaya. Adanya McDonald’s di Cina, Levi’s di India, Sony
Walkman di Afrika Selatan, dan MTV di mana-mana menyokong penyebaran
budaya kaum muda di seluruh dunia. Seseorang dapat berpendapat bahwa
kondisi tersebut telah menyebabkan berkurangnya variasi budaya. Pada
waktu yang sama, seseorang seharusnya tidak mengabaikan kecenderungan
yang terjadi, seperti perubahan dalam fundamentalisme Islam pada beberapa
negara Islam; pergerakan separatis di Quebec, Kanada; atau gerakan separatis
yang tak kunjung henti di Rusia. Dengan terjadinya kecenderungan tersebut,
muncul reaksi untuk menekan penyebaran budaya yang telah kita diskusikan
di sini. Dengan meningkatnya homogenitas dan dunia materialistis, beberapa
masyarakat mencoba menekankan kembali akar budaya dan keunikan
mereka.

h) Pemahaman tentang silang budaya


Pada awalnya, suatu bahaya besar yang dihadapi perusahaan yang
beroperasi di luar negeri adalah kurangnya informasi. Bisnis internasional
yang kekurangan informasi tentang praktik budaya yang terjadi di negara lain
sulit diramalkan keberhasilannya. Melaksanakan bisnis pada budaya yang
berbeda memerlukan adaptasi untuk penyesuaian dengan nilai, sistem, dan
norma yang berlaku pada masyarakat tersebut. Adaptasi dapat mencakup
seluruh aspek dari operasi internasional perusahaan di luar negeri. Bagaimana
perjanjian dinegosiasikan, sistem pembayaran yang sesuai dengan tenaga
penjual, struktur organisasi, nama produk, hubungan antara manajemen dan
karyawan, cara-cara mempromosikan produk, dan sebagainya dinilai sangat
sensitif terhadap masalah perbedaan budaya. Sebagaimana kita lihat pada
kasus Euro-Disney, aturan yang berlaku pada satu budaya mungkin tidak
berlaku pada budaya lain.
4.46 Bisnis Internasional 

Untuk mengatasi kelemahan akibat kekurangan informasi, bisnis


internasional sebaiknya mempertimbangkan mempekerjakan penduduk
setempat untuk menolong mereka menjalankan bisnis dengan latar belakang
budaya tertentu. Mereka juga harus yakin bahwa para eksekutif dari negara
asal harus cukup cosmopolitan. Caranya dengan mentransfer eksekutif ke
mancanegara secara berkala sehingga mereka memperoleh pengalaman
dengan budaya yang berbeda. Saat ini, Hitachi melakukan pendekatan
tersebut, yaitu mengubah perusahaan menjadi perusahaan global. Sebuah
bisnis internasional harus pula secara konstan mempertahankan diri dari
bahaya perilaku etnosentris. Etnosentris adalah keyakinan akan superioritas
suatu kelompok etnik atau budaya secara berlebihan. Hal yang berkaitan
dengan etnorisme akan menimbulkan kecenderungan untuk mengabaikan
budaya negara lain. Sayangnya, etnosentrisme sering terjadi—banyak orang
AS melakukan hal itu—sebagaimana juga dilakukan oleh kebanyakan orang
Prancis, orang Jepang, orang Inggris, dan sebagainya. Etnosentris
merupakan bagian dari kenyataan hidup sehingga bisnis internasional harus
dapat mengatasinya secara berkesinambungan.

i) Budaya dan keunggulan bersaing


Secara sederhana, sistem nilai dan norma suatu negara memengaruhi
biaya dalam menjalankan bisnis di negara tersebut. Biaya untuk menjalankan
bisnis yang didasarkan pada budaya di suatu negara memengaruhi
kemampuan perusahaan untuk memantapkan keunggulan bersaing di pasar
global. Sebagai contoh, kita telah melihat bagaimana sikap terhadap kerja
sama antara manajemen dan karyawan dalam menangani pekerjaan dan
dalam pembayaran bunga dipengaruhi oleh struktur sosial dan agama. Hal
tersebut dapat dijelaskan bahwa konflik berdasarkan kelas antara pekerja dan
manajemen yang kita temukan pada masyarakat Inggris sejauh ini
menyebabkan gangguan industrial. Menjalankan bisnis pada kondisi budaya
semacam itu akan menyebabkan peningkatan biaya. Lain halnya dengan
perusahaan Jepang yang memerlukan identifikasi kelompok untuk
meminimalisasi konflik antara manajemen dan karyawan. Etika Hindu juga
kurang mendukung kapitalisme sebagaimana Protestanisme dan
Konfusianisme. Kita juga dihadapkan pada kemungkinan adanya hambatan
untuk negara-negara Islam. Mereka memiliki keunggulan bersaing jika
dikaitkan dengan sistem perbankan yang bermuatan hukum Islam, khususnya
berkaitan dengan pembayaran bunga.
 ADBI4432/MODUL 4 4.47

Jepang memberikan contoh menarik kepada kita tentang bagaimana


budaya dapat memengaruhi keunggulan bersaing. Dapat dijelaskan bahwa
budaya modern Jepang secara relatif telah mengurangi biaya untuk
menjalankan bisnis di negara-negara Barat. Penekanan diletakkan pada
afiliasi kelompok, kesetiaan, pembagian kewajiban, kejujuran, dan
pendidikan. Seluruhnya meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan-
perusahaan Jepang. Penekanan pada afiliasi kelompok dan kesetiaan
mendukung individu untuk mengidentifikasi perusahaan tempat mereka
bekerja secara kuat. Berkaitan dengan hal tersebut, hal ini cenderung
meningkatkan suatu etos kerja dan kerja sama antara manajer dan karyawan
demi tercapainya perusahaan yang baik. Senada dengan hal tersebut, konsep
pembagian kewajiban dan kejujuran membantu menciptakan atmosfer
kepercayaan antara perusahaan dan pemasoknya. Hal ini mendukung mereka
untuk saling memasuki hubungan jangka panjang dalam mencapai reduksi
persediaan, pengawasan kualitas (QC), dan desain yang keseluruhannya
meningkatkan tercapainya keunggulan bersaing perusahaan. Tingkat kerja
sama, seperti yang digambarkan tersebut, sangat jarang terjadi di negara-
negara Barat. Hubungan antara perusahaan dan para pemasoknya cenderung
merupakan hubungan jangka pendek. Selain itu, ketersediaan tenaga kerja
yang berketerampilan tinggi, khususnya para insinyur, telah membuat
perusahaan-perusahaan Jepang mengembangkan sejumlah inovasi
pengurangan biaya yang mendorong peningkatan produksivitas mereka.
Dengan demikian, faktor budaya dapat menolong menjelaskan keunggulan
bersaing yang kini telah dinikmati oleh banyak pelaku bisnis Jepang sebagai
super power pasar global. Tentu saja, munculnya Jepang sebagai super power
ekonomi pada pertengahan abad ke-20 merupakan tanda dari konsekuensi
ekonomi dari budaya yang dimilikinya.

Untuk bisnis internasional, hubungan antara budaya dan keunggulan


kompetitif dinilai penting. Ada dua hal yang menjadi alasan tersebut sebagai
berikut.
(1) Hubungan menganjurkan negara mana yang tampaknya paling
memungkinkan menjadi kompetitor. Sebagai contoh, perusahaan-
perusahaan AS akan melihat pertumbuhan berkelanjutan yang agresif
dan biaya yang efisien dari para pesaing yang berasal dari negara-negara
Pasifik tempat ditemukan kombinasi antarekonomi pasar bebas, ideologi
4.48 Bisnis Internasional 

konfusianis, struktur sosial yang berorientasi kelompok, dan sistem


pendidikan yang unggul (Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Cina).
(2) Hubungan budaya dan keunggulan bersaing memiliki implikasi penting
untuk memilih negara-negara sebagai lokasi produksi dan menjalankan
bisnis.

Pertimbangkan kasus hipotetik ketika sebuah perusahaan memilih antara


dua negara, A dan B, untuk menetapkan lokasi suatu fasilitas produksi.
Kedua negara ditandai dengan rendahnya biaya tenaga kerja dan akses yang
baik di pasar dunia. Kedua negara memiliki populasi yang relatif sama dan
dewasa ini keduanya juga memiliki tingkat pembangunan ekonomi yang
sama. Di negara A, sistem pendidikan belum berkembang; masyarakatnya
ditandai dengan adanya perbedaan stratifikasi antara kelas atas dan kelas
bawah; agama yang dominan menekankan pentingnya reinkarnasi; dan
terdapat tiga kelompok bahasa (linguistic) yang utama. Di negara B, sistem
pendidikan berkembang cukup baik; stratifikasi sosial cenderung tidak ada;
identifikasi kelompok merupakan nilai yang dianut oleh budaya mereka;
agama yang dominan menekankan pentingnya kerja keras; dan hanya
terdapat satu kelompok bahasa (linguistic). Negara manakah yang
memberikan gambaran sebagai tempat investasi yang lebih baik, negara A
atau B? Jawabannya adalah negara B karena negara B lebih mendukung
model produksi kapitalisme dan harmonisasi sosial, sedangkan budaya A
tidak demikian. Di negara A, konflik antara manajemen dan karyawan serta
antara kelompok bahasa yang berbeda berpotensi mengganggu industri. Ini
berarti meningkatkan biaya bisnis. Lemahnya sistem pendidikan dan
dominasi agama utama yang menekankan pada perilaku sebagai cara untuk
mencapai keberhasilan di kehidupan berikutnya berpotensi untuk tidak
mendukung pencapaian tujuan bisnis.
Perbandingan yang sama dapat dibuat untuk sebuah bisnis internasional
yang mencoba memutuskan negara mana yang mendorong produksi, negara
A atau B? Lagi-lagi negara B merupakan pilihan yang logis karena faktor
budaya menggambarkan bahwa dalam jangka panjang, negara B adalah
negara yang berpotensi mencapai tingkatan pertumbuhan ekonomi terbaik.
Sebaliknya, budaya negara A kemungkinan terjadi stagnasi ekonomi
(Rusdin, 2002).
 ADBI4432/MODUL 4 4.49

C. IMPLIKASI PERBEDAAN EKONOMI, POLITIK, DAN BUDAYA


PADA BISNIS INTERNASIONAL

1. Perbedaan Ekonomi dan Politik: Implikasinya pada Bisnis


Internasional
Demokrasi dan pasar bebas mempunyai dampak yang sangat besar untuk
bisnis walaupun selama 50 tahun terakhir ini bisnis dikuasai oleh negara
Barat dan sekarang mulai terjadi perubahan. Beberapa negara di Eropa
Timur, Amerika Latin, Afrika, dan Asia masih ada yang belum berkembang
dan miskin, tetapi mereka merupakan pasar potensial yang sangat besar.
Dengan populasi 1,2 miliar, pasar Cina dengan sendirinya menjadi pasar
potensial terbesar dibandingkan negara-negara kolonial, Eropa, dan Jepang.
Begitu juga dengan India yang mempunyai penduduk 930 juta. Ia merupakan
pasar potensial yang besar di masa yang akan datang. Di Amerika Latin,
terdapat 400 juta lainnya yang merupakan konsumen potensial.
Bagaimanapun, pasar potensial yang besar mengandung risiko. Dengan
menganut paham demokrasi yang baru di Eropa Timur, mereka menyatakan
keinginannya untuk pindah ke sistem ekonomi pasar bebas yang setelah lebih
dari lima tahun dikuasai oleh komunis yang pada akhirnya mengalami
keruntuhan. Pada waktu itu, terdapat perencanaan perekonomian terpusat,
kontrol harga yang berlebihan, pasar yang miskin, dan profit yang menurun
sehingga membutuhkan suatu hukum dalam melakukan transaksi bisnis yang
didanai oleh negara Barat.

a. Aplikasi bisnis
Implikasi materi dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama, politik
ekonomi dan lingkungan legal suatu negara memengaruhi daya tarik suatu
negara sebagai pasar atau tempat investasi. Manfaat dan biaya risiko timbul
akibat adanya bisnis di suatu negara yang merupakan sebagian fungsi politik,
ekonomi, dan sistem legal suatu negara. Kedua, politik ekonomi dan sistem
legal suatu negara dapat menimbulkan persoalan etika yang mempunyai
implikasi untuk bisnis internasional.

b. Daya tarik
Ketertarikan pasar di suatu negara atau tempat investasi ditanamkan
bergantung pada keseimbangan antara profit jangka panjang sebagai hasil
4.50 Bisnis Internasional 

kegiatan bisnis serta biaya dan risiko yang ada di negara tersebut.
Selanjutnya, mengenai benefit, biaya, dan risiko akan diterangkan berikut ini.
Keuntungan moneter jangka panjang yang diperoleh dari bisnis di suatu
negara ditentukan pada ukuran pasar, daya beli konsumen, dan kesejahteraan
konsumen. Meskipun pasar sangat besar dalam hal ukuran jumlah konsumen
(seperti Cina dan India), mereka mempunyai standar hidup yang rendah
sehingga daya beli mereka pun menjadi terbatas, begitu juga benefit yang
diperoleh terbatas.

c. Biaya
Faktor biaya dalam bisnis ditentukan oleh sejumlah faktor politik,
ekonomi, dan hukum. Berdasarkan faktor politik, biaya bisnis di suatu negara
akan menjadi tinggi ketika negara yang bersangkutan menganut sistem
politik totaliter. Di negara totaliter, jika ingin mendirikan sebuah perusahaan,
terlebih dahulu harus dikeluarkan berbagai macam biaya yang diwajibkan
oleh pemerintah.
Berdasarkan faktor ekonomi, biaya bisnis akan lebih tinggi pada negara
terbelakang (under development country) dibandingkan negara maju karena
di negara yang masih terbelakang tidak tersedia infrastruktur yang
mendukung kelancaran operasional sebuah perusahaan. Dengan demikian,
apabila ingin mendirikan perusahaan di negara terbelakang, harus dibuat
infrastruktur yang memadai. Untuk keperluan ini, diperlukan biaya yang
sangat besar.
Berdasarkan faktor hukum, biaya bisnis akan lebih tinggi pada negara-
negara yang menerapkan peraturan hukum yang ketat terhadap product
safety, polusi lingkungan, dan product liability, seperti yang terjadi di negara
AS. Biaya bisnis juga menjadi lebih besar pada negara-negara yang memiliki
peraturan hukum yang lemah terhadap pelaku pencurian/pembajakan,
property rights, dan intelectual property.

d. Risiko
Faktor-faktor biaya dan risiko bisnis di suatu negara juga ditentukan oleh
faktor politik, ekonomi, dan hukum. Risiko politik adalah kemungkinan
adanya tekanan politik yang akan menyebabkan perubahan drastis dalam
lingkungan bisnis suatu negara yang dapat berakibat buruk terhadap
keuntungan dan tujuan-tujuan lain dari perusahaan. Tekanan politik yang
 ADBI4432/MODUL 4 4.51

dimaksud dalam definisi di atas diakibatkan oleh kegelisahan dan kekacauan


sosial. Risiko politik mempunyai empat elemen penting berikut.
1) Diskontinuitas-diskontinuitas merupakan perubahan-perubahan drastis di
dalam lingkungan bisnis.
2) Ketidakpastian merupakan perubahan-perubahan yang sulit diantisipasi.
3) Kekuatan-kekuatan politis merupakan hubungan-hubungan kekuatan dan
otoritas dalam konteks suatu masyarakat secara luas.
4) Dampak bisnis merupakan potensi untuk memengaruhi secara signifikan
keuntungan dan tujuan-tujuan lainnya dari suatu perusahaan bisnis
tertentu.
5) Risiko politis makro (macro political risk)
Risiko politis makro adalah risiko yang memengaruhi semua perusahaan
asing dengan cara yang sama. Dalam analisis risiko politis makro,
dilakukan telaah terhadap keputusan politis besar yang mungkin
memengaruhi semua perusahaan di sebuah negara tertentu. Contohnya
adalah pemboikotan politis.
6) Risiko politis mikro (micro political risk)
Risiko politis mikro adalah risiko yang memengaruhi sektor-sektor
tertentu dari perekonomian atau usaha tertentu. Dalam analisis risiko
politik mikro, dilakukan telaah terhadap kebijakan-kebijakan dan
tindakan-tindakan pemerintah yang memengaruhi berbagai sektor
tertentu dari perekonomian atau bisnis asing tertentu di sebuah negara.
Risiko ini biasanya akibat dari kebijakan dan tindakan pemerintah dalam
bentuk regulasi industri, pajak-pajak atas jenis usaha tertentu, dan
undang-undang lokal.

Risiko ekonomi muncul dari kesalahan manajemen yang dilakukan oleh


pemerintah di negara tersebut. Risiko ekonomi dapat didefinisikan sebagai
kemungkinan mismanagement economic yang akan menyebabkan perubahan
drastis dalam lingkungan bisnis suatu negara yang membawa pengaruh buruk
terhadap keuntungan dan tujuan lain dari perusahaan. Risiko ekonomi tidak
bisa dilepaskan dari risiko politik. Kesalahan manajemen ekonomi
menimbulkan munculnya social unrest dan risiko politik yang lain. Salah
satu indikator yang visible untuk mengamati terjadinya mismanagement di
suatu negara adalah melihat tingkat inflasi.
Risiko legal muncul ketika sistem hukum di suatu negara gagal untuk
menyediakan jaminan keamanan dan perlindungan terhadap hak kepemilikan.
4.52 Bisnis Internasional 

Risiko hukum dapat didefinisikan sebagai kemungkinan bahwa partner usaha


akan memutuskan kontrak atau mengambil alih hak kepemilikan. Ketika
sistem hukum di suatu negara lemah tidak akan ada perusahaan internasional
yang mengadakan kontrak jangka panjang atas persetujuan joint venture
(Rusdin, 2002).

2. Perbedaan Budaya-Agama: Implikasi dalam Perekonomiannya


Bisnis internasional berbeda dengan bisnis domestik karena negara-
negara dan masyarakatnya memang berbeda. Masyarakat berbeda karena
kebudayaan mereka memang berbeda. Budaya mereka berbeda karena
pemahaman yang berbeda dalam struktur sosial, agama, bahasa, pendidikan,
filosofi ekonomi, dan filosofi politik. Dua implikasi penting dalam bisnis
internasional muncul dari perbedaan-perbedaan ini. Pertama adalah
kebutuhan untuk mengembangkan pemahaman tentang silang budaya. Pada
dasarnya, terdapat kebutuhan, bukan hanya untuk memahami perbedaan
budaya yang ada, melainkan juga apa makna perbedaan tersebut untuk
praktik bisnis internasional. Implikasi kedua terpusat pada hubungan di
antara budaya, biaya untuk menjalankan bisnis di suatu negara, dan
keunggulan bersaing nasional. Pada bagian ini, kita akan menjelaskan hal-hal
yang berkaitan dengan isu-isu tersebut secara teperinci. Dalam hal ini, kita
akan mengkaji implikasi perbedaan budaya terhadap bisnis dari sisi nilai-nilai
agama.

a. Implikasi dalam perekonomian: etika kerja Hindu


Max Weber berpendapat bahwa untuk mencapai kebatinan atau rohani,
terdapat dalam prinsip-prinsip pendeta Hindu yang melekat dalam
Hinduisme, yaitu tidak dianjurkannya segala macam kegiatan wirausaha,
seperti yang ditemukan dalam Protestanisme. Menurut Weber, nilai-nilai
Hindu tradisional menekankan bahwa individu-individu sebaiknya tidak
menilai pada pencapaian material, tetapi diharapkan penilaian terhadap
pencapaian rohani. Hindu menerima bahwa pengejaran material akan
membuat seseorang sukar mencapai nirwana.
Mahatma Ghandi, seorang pemimpin nasionalis dan pemimpin spiritual
India, berpendapat bahwa nilai-nilai ajaran pendeta Hindu dan kepercayaan
terhadap diri sendiri yang Ghandi ajarkan memiliki suatu dampak negatif
dalam pembangunan ekonomi setelah kemerdekaan India. Saat ini, berjuta-
 ADBI4432/MODUL 4 4.53

juta pengusaha India bekerja keras. Mereka adalah tulang punggung bagi
perekonomian India yang tumbuh dan berkembang secara cepat.
Ajaran Hindu mendukung sistem kasta di India. Individu dapat terlahir
kembali dengan kasta yang lebih tinggi pada kehidupan yang akan datang
apabila individu tersebut mencapai pembangunan spiritual di kehidupan saat
ini. Lebih jauh, sistem kasta membatasi kesempatan-kesempatan seseorang
dan sebaliknya kemampuan individu untuk mengangkat kedudukannya dari
tanggung jawab dan pengaruh di masyarakat; konsekuensi dari kepercayaaan
itu menjadi negatif. Sebagai contoh, dalam organisasi bisnis, banyak individu
yang memiliki kemampuan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi dalam
organisasi. Akan tetapi, karena alasan mereka berasal dari kasta yang lebih
rendah, mereka tidak dapat dipromosikan. Promosi dapat dilakukan hanya
karena latar belakang kasta daripada kemampuan yang dimiliki seseorang.

b. Implikasi dalam perekonomian: etika kerja Buddha


Ajaran Buddha tidak mendukung sistem kasta, kebalikan dari ajaran
Hindu yang mendukung sistem kasta. Namun demikian, ada persamaannya.
Kedua ajaran tersebut menekankan pada kehidupan yang akan datang dan
pencapaian kesempurnaan spiritual daripada kehidupan di dunia saat ini. Hal
ini disebabkan bahwa pengutamaan dalam mencari (menciptakan) kekayaan
yang ditekankan oleh ajaran Protestan tidak ditemukan pada ajaran Buddha.
Kemudian, dalam masyarakat Buddha, tidak terlihatnya persamaan budaya
yang menekankan pada perilaku wirausaha seperti yang terlihat di kalangan
Protestan Barat. Perbedaan lainnya dengan ajaran Hindu adalah perilaku
pendeta secara tegas dalam ajaran Buddha yang menyarankan bahwa suatu
masyarakat yang Buddhis dapat menampilkan kembali pemikiran-pemikiran
yang cemerlang sebagai dasar aktivitas wirausaha dibandingkan ajaran
Hindu.

c. Implikasi dalam perekonomian: etika kerja Konghucu


Ajaran Konghucu ini memuat hal-hal yang berkenaan dengan
implikasinya terhadap ekonomi yang pengaruhnya sama besar dengan ajaran
Protestan walaupun terdapat perbedaan mendasar. Adapun nilai pokok dalam
sistem etika dari ajaran ini yang memengaruhi kegiatan bisnis (ekonomi)
adalah kesetiaan (loyalty), kewajiban timbal balik (reciprocal obligation),
dan kejujuran (honesty) dalam persetujuan dengan yang lain.
4.54 Bisnis Internasional 

Dalam pemikiran Konghucu, pertama loyalitas dipandang suatu tugas


atau kewajiban mulia dan mutlak yang sangat diperlukan dalam keselamatan
keagamaan. Dalam organisasi modern yang berdasarkan budaya Confucian,
adanya keterkaitan antara kesetiaan dan keterikatan karyawan dengan
pimpinannya dalam organisasi yang tecermin dalam rendahnya konflik antara
pihak manajemen dan pekerja. Kerja sama antara pihak manajemen dengan
pekerja ini dapat memberikan keunggulan pada biaya rendah dalam suatu
budaya yang sifat kesetiaan ini ditekankan dalam sistem nilai. Namun,
kesetiaan pekerja ini bukanlah suatu kesetiaan yang “buta”. Kedua, konsep
kewajiban timbal balik ini akan datang bersamaan. Sebagai contoh, di
organisasi Jepang, etik Konghucu ini diperlihatkan dalam konsep waktu
bekerja. Para pekerja di suatu perusahaan Jepang akan setia kepada
pimpinannya. Sebaliknya, pimpinan tersebut akan memberikan berkat kepada
mereka pada waktu bekerja. Sedikitnya mobilitas antara perusahaan secara
tidak langsung diperlihatkan oleh sistem waktu bekerja dengan menyarankan
bahwa pada tahun berikutnya, para manajer dan pekerja membangun
(menambah) pengetahuan, pengalaman, dan hubungan kerja sama dari kontak
bisnis interpersonal. Ini akan membantu mereka mencapai kinerja yang lebih
baik dan secara komulatif akan meningkatkan kinerja perusahaan. Ketiga,
pemikiran-pemikiran Confician menekankan pada perbuatan yang tidak jujur
dalam manfaat jangka pendek yang merupakan pelanggaran. Dalam jangka
panjang, ketidakjujuran tidak akan dibayar. Pentingnya menekankan
kejujuran memiliki implikasi ekonomi yang luas.

d. Implikasi dalam perekonomian: etika kerja Islam


Terdapat beberapa prinsip ekonomi secara eksplisit terdapat dalam
Alquran dan hadis. Prinsip-prinsip ekonomi tersebut antara lain memotivasi
penganut Islam agar bekerja keras, jujur, adil, dan condong pada
perdagangan bebas. Alquran mendukung kebebasaan berusaha dan
mengesahkan perolehan keuntungan melalui berdagang (Nabi Muhammad
juga seorang pedagang). Perlindungan terhadap hak kepemilikan
pribadi/swasta juga ditekankan di dalam Islam walaupun Islam menganggap
semuanya adalah milik Allah SWT, (Tuhan) yang menciptakan dan memiliki
segalanya. Dalam pengertian ini, orang yang memiliki harta dianggap sebagai
orang yang menerima titipan Allah. Mereka yang memiliki kekayaan harus
menggunakan secara wajar dan tidak untuk berfoya-foya. Mereka diminta
 ADBI4432/MODUL 4 4.55

agar menggunakan harta tersebut secara produktif dan jangan boros karena
boros itu teman setan.
Hal ini mencerminkan perhatian Islam terhadap keadilan sosial. Islam
mencela mereka yang mendapatkan keuntungan melalui eksploitasi terhadap
pihak lain. Di dalam Islam, manusia merupakan bagian dari sebuah
kebersamaan. Mereka yang kaya dan sukses mempunyai kewajiban untuk
menolong yang tidak beruntung melalui sistem ZIS (zakat, infak, dan
sedekah). Secara sederhana, di negara-negara muslim, diperbolehkan
mendapatkan keuntungan sepanjang keuntungan tersebut bukan atas dasar
eksploitasi orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Orang Islam melakukan
ekspansi bisnis/industri bukan untuk menumpuk kekayaan sendiri, tetapi
harus dalam rangka memberi pekerjaan, pemerataan pendapatan, kemudian
menyisihkannya untuk ZIS. Selanjutnya, Islam menekankan pentingnya
memegang teguh janji dan menjauhkan diri dari aspek penipuan. Jadi,
dituntut selalu jujur, seperti dicontohkan Nabi Muhammad waktu beliau
menjadi pedagang. Muhammad berdagang bersama kaum Quraisy ke daerah
Syria, sebelah utara Makkah dan ke daerah Yaman, sebelah selatan Makkah.
Pada umumnya, sebuah bagian dari kritik fundamentalis, negara-negara
Islam kemungkinan mau menerima bisnis internasional sepanjang bisnis ini
mempunyai cara yang tidak bertentangan dengan etika Islam. Salah satu
prinsip dalam ekonomi Islam menaruh perhatian khusus tentang larangan
terhadap pembayaran atau penerimaan bunga berlipat ganda karena
dikategorikan sebagai riba. Namun, hal ini masih merupakan perdebatan
(khilafiyah) antara kaum muslim Indonesia karena masing-masing memiliki
penafsiran yang berbeda. Pelaku riba diancam akan dimasukkan ke dalam api
neraka: pemberi dan penerima sama-sama dikutuk. Ini tidak hanya sebuah
masalah teologi. Dalam beberapa ketetapan, hal ini menjadi masalah hukum.
Sebagai contoh, pada tahun 1992, pengadilan syariah federal Pakistan
sebagai perumus hukum Islam tertinggi di negara tersebut mengumumkan
bunga menjadi sesuatu yang tidak Islami dan ilegal (Rusdin, 2002).

D. BISNIS GLOBAL DAN BUDAYA LOKAL

Pendalaman Materi
Globalisasi ekonomi dan bisnis nasional telah berpengaruh besar pada
aliran modal, teknologi, dan perdagangan. Namun, globalisasi ini juga
berdampak besar pada nilai-nilai nasional, proses berpikir, serta bertindak
4.56 Bisnis Internasional 

orang, organisasi, dan lembaga. Perusahaan raksasa makanan cepat saji AS


McDonald’s merupakan contoh dramatis mengenai bagaimana suatu
perusahaan yang menjalankan bisnis di seluruh dunia bisa mendapatkan
dampak tradisi budaya lokal yang tampaknya sama sekali tidak berkaitan
dengan produk utama mereka, makanan cepat saji. Perusahaan ini juga
merupakan contoh utama mengenai bagaimana suatu perusahaan dapat
berpikir global dan bertindak lokal. Di beberapa negara, paling tidak di antara
generasi muda, McDonald’s dianggap sebagai perusahaan lokal. Di negara-
negara tersebut, McDonald’s telah terserap ke dalam komunitas lokal dan
berasimilasi. McDonald’s tidak lagi dianggap sebagai restoran asing. Dalam
banyak cara, McDonald’s tidak lagi berfungsi sebagai restoran asing.
Perusahaan ini lebih dari sekadar globalisasi hamburger. Ia juga mengubah
budaya.
McDonald’s membuka restoran pertamanya di Des Plaines, Illnois, pada
tahun 1955. Saat ini, perusahaan mengoperasikan lebih dari 22.000 restoran
di 109 negara di lima benua. McDonald’s mulai berekspansi secara
internasional pertama kali pada tahun 1967 dengan membuka restoran di
Kanada dan Puerto Riko (Sadono, 2003).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan dan berikan contoh pengaruh perbedaan lingkungan budaya
suatu negara terhadap aktivitas bisnis internasional serta
penyesuaiannya!
2) Jelaskan implikasi bisnis berdasarkan etika kerja Islam serta berikan
contoh aplikasinya!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Pahami bahasan halaman 4.25—4.48.


2) Pahami bahasan halaman 4.54—4.55.
 ADBI4432/MODUL 4 4.57

R A NG KU M AN

Sebuah perusahaan domestik haruslah mengikuti hukum dan budaya


pada negaranya. Bisnis internasional menghadapi tugas yang sangat
kompleks tempat perusahaan harus mematuhi peraturan hukum yang
berlaku tidak hanya di negaranya, tetapi juga di negara lainnya. Hukum
di negara-negara tersebut dapat memengaruhi perusahaan-perusahaan
dalam memproduksi barang-barangnya. Peraturan-peraturan ini
menentukan pasar. Di pasar tersebut. perusahaan dapat ambil bagian,
harga ditetapkan, serta ada biaya keperluan, seperti tenaga kerja, bahan
baku, dan teknologi. Peraturan hukum juga dapat memengaruhi lokasi
aktivitas ekonomi. Sebagai contoh, perusahaan jasa internet telah
memilih memusatkan operasi mereka di luar Cina karena peraturan yang
dibuat oleh pemerintah tersebut.
Jelas, adanya hubungan nyata antarbudaya dengan biaya-biaya yang
ditimbulkan dalam praktik bisnis pada suatu bangsa/negara. Faktor-
faktor budaya ini dapat membantu perusahaan-perusahaan mencapai
keunggulan kompetitif. Bangsa atau perusahaan yang warga negaranya
atau anggotanya memiliki kompetisi budaya tinggi dalam kesamaan
segala hal akan memperoleh keuntungan dalam persaingan ini. Tuntutan
dari gerakan yang terus mengarah ke pasar global dan perdagangan lintas
perbatasan yang semakin berkembang menyebabkan terbentuknya
berbagai kemajuan teknologi yang mengagumkan di bidang komunikasi
dan transportasi sehingga kebudayaan-kebudayaan dunia semakin
berinteraksi satu sama lain.

TES F OR M AT IF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Ketertarikan pasar di suatu negara atau tempat investasi ditanamkan


bergantung pada keseimbangan antara profit jangka panjang dengan ….
A. biaya dan risiko
B. biaya dan ukuran pasar
C. daya beli konsumen
D. kesejahteraan konsumen
4.58 Bisnis Internasional 

2) Berdasarkan faktor politik, biaya bisnis di suatu negara akan menjadi


tinggi ketika negara yang bersangkutan menganut sistem politik ….
A. demokrasi
B. sosialis
C. komunis
D. totaliter

3) Risiko yang mengakibat kebijakan dan tindakan pemerintah dalam


bentuk regulasi industri, pajak-pajak atas jenis usaha tertentu, dan
undang-undang lokal merupakan ….
A. risiko legal
B. risiko ekonomi
C. risiko politis mikro
D. risiko politis makro

4) Keuntungan moneter jangka panjang yang diperoleh dari pasar sangat


besar dalam jumlah konsumen, tetapi mereka mempunyai standar hidup
yang rendah dan daya beli terbatas. Maka itu, benefit yang diperoleh
terbatas. Hal ini merupakan risiko investasi di negara ….
A. India
B. Indonesia
C. Australia
D. Jepang

5) Berdasarkan faktor ekonomi, biaya bisnis akan lebih tinggi pada negara
terbelakang karena ….
A. pajak yang tinggi
B. tekanan politik penguasa
C. tenaga kerja berpendidikan rendah
D. membuat infrastruktur

6) Risiko politis memunyai empat elemen penting berikut, kecuali ….


A. diskontinuitas
B. ketidakpastian
C. kekuatan politis
D. risiko politis
 ADBI4432/MODUL 4 4.59

7) Dampak bisnis merupakan potensi untuk memengaruhi secara signifikan


atas keuntungan dan tujuan-tujuan lainnya dari suatu perusahaan bisnis
tertentu. Hal tersebut merupakan salah satu dari elemen ….
A. risiko bisnis
B. risiko politis
C. risiko ekonomi
D. risiko legal

8) Risiko ekonomi dapat menyebabkan perubahan drastis dalam lingkungan


bisnis suatu negara yang membawa pengaruh buruk terhadap keuntungan
perusahaan karena ….
A. mismanagement economic
B. mismanagement social
C. micro political risk
D. social unres

9) Nilai-nilai pokok ajaran Konghucu dalam sistem etika kegiatan bisnis


sebagai berikut, kecuali ….
A. loyalty
B. reciprocal obligation
C. honesty
D. profit oriented

10) Salah satu prinsip ekonomi yang secara eksplisit disebutkan dalam
Alquran dan hadis adalah ….
A. perdagangan bebas
B. hak kepemilikan pribadi
C. mengesahkan perolehan keuntungan
D. penerimaan bunga atas modal

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal
4.60 Bisnis Internasional 

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
 ADBI4432/MODUL 4 4.61

Kunci Jawaban Tes Formatif


Tes Formatif 1
1) A
2) D
3) D
4) A
5) C
6) C
7) A
8) A
9) C
10) B

Tes Formatif 2
1) A
2) D
3) C
4) A
5) D
6) D
7) B
8) A
9) D
10) D
4.62 Bisnis Internasional 

Glosarium

Join venture: kerja sama beberapa pihak untuk menyelenggarakan usaha


bersama dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, kerja sama berakhir setelah
tujuan selesai atau pekerjaan selesai.

Kelompok sosial: kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama


akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggita
masyarakat. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya.

Legal tradition: sebagai sekumpulan sikap yang telah mengakar kuat dan
terkondisikan secara historis terhadap hakikat hukum serta aturan hukum
dalam masyarakat, ideologi politik, organisasi, dan penyelenggaraan sistem
hukum.

Sistem budaya: wujud yang abstrak dari kebudayaan. Sistem budaya atau
cultural system merupakan ide-ide dan gagasan manusia yang hidup bersama
dalam suatu masyarakat. Gagasan tersebut tidak dalam keadaan lepas satu
dari yang lainnya, tetapi selalu berkaitan dan menjadi suatu sistem. Dengan
demikian, sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang diartikan pula
adat istiadat yang mecakup sistem nilai budaya, sistem norma, dan norma-
norma menurut pranata-pranata yang ada dalam masyarakat yang
bersangkutan, termasuk norma agama.
 ADBI4432/MODUL 4 4.63

Daftar Pustaka

Elashmawi, Farid, dan Philip R. Harris. 1998. Multicultural Management


2000: Essential Cultural Insights For Globall Business Success
(Managing Cultural Diffferences). Texas: Gulf Professional Publishing.

Firman. 2006. Modul Bisnis Internasional. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rugman, Alan M., dan Richard M. Hodgetts. 1995. International Business: A


Strategic Management Approach. New York: McGraw-Hill, Inc.

Rusdin. 2002. Bisnis Internasional dalam Pendekatan Praktek. Bandung:


Alfabeta

Sadono, Sukirno. 2003. Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta:


RajaGrafindo Persada.
Modul 5

Sistem Bisnis Internasional


Ratih Purbasari, M.S.M.

PE N DA H UL U AN

D alam konteks perekonomian suatu negara, salah satu wacana yang


menonjol adalah pertumbuhan ekonomi meskipun ada wacana lain
mengenai pengangguran, inflasi atau kenaikan harga barang-barang secara
bersamaan, kemiskinan, pemerataan pendapatan, dan sebagainya.
Pertumbuhan ekonomi menjadi penting dalam konteks perekonomian suatu
negara karena dapat menjadi salah satu ukuran dari pertumbuhan atau
pencapaian perekonomian bangsa tersebut meskipun tidak bisa dinafikan
ukuran-ukuran yang lain.
Wijono (2005) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan
salah satu indikator kemajuan pembangunan. Salah satu hal yang dapat
dijadikan motor penggerak bagi pertumbuhan adalah perdagangan
internasional. Salvatore (2004) menyatakan bahwa perdagangan dapat
menjadi mesin bagi pertumbuhan (trade as engine of growth, Salvatore,
2004). Jika aktivitas perdagangan internasional adalah ekspor dan impor,
salah satu dari komponen tersebut atau kedua-duanya dapat menjadi motor
penggerak bagi pertumbuhan. Tambunan (2005) menyatakan bahwa pada
awal tahun 1980-an Indonesia menetapkan kebijakan yang berupa export
promotion. Dengan demikian, kebijakan tersebut menjadikan ekspor sebagai
motor penggerak bagi pertumbuhan.
Ketika perdagangan internasional menjadi pokok bahasan, tentunya
perpindahan modal antarnegara menjadi bagian yang penting untuk
dipelajari. Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Vernon, perpindahan
modal, khususnya untuk investasi langsung, diawali dengan adanya
perdagangan internasional (Appleyard, 1998). Ketika terjadi perdagangan
internasional yang berupa ekspor dan impor, hal itu akan memunculkan
kemungkinan untuk memindahkan tempat produksi. Peningkatan ukuran
pasar yang semakin besar yang ditandai dengan peningkatan impor suatu
jenis barang pada suatu negara akan memunculkan kemungkinan untuk
5.2 Bisnis Internasional 

memproduksi barang tersebut di negara pengimpor. Kemungkinan itu


didasarkan dengan melihat perbandingan antara biaya produksi di negara
pengekspor ditambah dengan biaya transportasi dan biaya yang muncul jika
barang tersebut diproduksi di negara pengimpor. Jika biaya produksi di
negara pengekspor ditambah biaya transportasi lebih besar dari biaya
produksi di negara pengimpor, investor akan memindahkan lokasi
produksinya di negara pengimpor (Appleyard, 1998).
Pada Modul 5 ini, akan dibahas mengenai apa saja instrumen-instrumen
kebijakan yang menyusun sistem bisnis internasional. Selain itu, mahasiswa
juga akan mempelajari beberapa kasus intervensi pemerintah berkaitan
dengan bisnis internasional serta proses terbentuknya sistem bisnis secara
global.

Materi yang akan dibahas dalam modul ini disajikan dalam dua kegiatan
belajar.
1. Kegiatan Belajar 1 : Instrumen-instrumen Kebijakan Bisnis
Internasional
2. Kegatan Belajar 2 : Pembangunan Sistem Bisnis Global

Secara umum, setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan


dapat menjelaskan konsep-konsep mengenai sistem bisnis internasional.
Mahasiswa juga diharapkan mampu mengambil contoh dan menganalisis
kasus-kasus berkaitan dengan praktik instrumen kebijakan
perdagangan/bisnis di beberapa negara dalam konteks internasional.

Secara lebih teperinci, diharapkan Anda mampu memahami dan


menjelaskan
1. pengertian kebijakan ekonomi internasional;
2. tujuan kebijakan ekonomi internasional;
3. macam-macam kebijakan politik dalam perdagangan internasional;
4. instrumen-instrumen kebijakan perdagangan internasional;
5. pembangunan sistem bisnis internasional.
 ADBI4432/MODUL 5 5.3

Kegiatan Belajar 1

Instrumen-instrumen
Kebijakan Bisnis Internasional

S ejalan dengan teori-teori perdagangan klasik (Adam Smith, David


Ricardo, dan Heckscher-Ohlin), dalam dunia tanpa hambatan
perdagangan, pola perdagangannya akan ditentukan oleh produktivitas dari
faktor-faktor produksi yang dimilikinya. Implikasinya, negara akan
melakukan spesialisasi produksi sehingga terjadi efisiensi. Mereka juga akan
melakukan impor untuk barang-barang yang jika mereka produksi sendiri
kurang efisien (Hill, 2000).
Sektor luar negeri merupakan sektor yang turut serta menggunakan
barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dengan cara negara yang
bersangkutan mengekspor barang dan jasa dihasilkannya. Sebaliknya, dengan
penerimaan devisa yang berasal dari hasil ekspor barang dan jasa itu, suatu
negara dapat membeli atau mengimpor barang dan jasa ke negara lain. Lalu
lintas barang dan jasa dari dan ke luar negeri ini membentuk apa yang disebut
perdagangan internasional, yaitu perdagangan antarbangsa. Jika suatu negara
yang kegiatan perekonomiannya mengadakan hubungan perdagangan dengan
negara lain, dikatakan bahwa negara tersebut menganut sistem perekonomian
terbuka. Sementara itu, negara yang tidak melakukan hubungan perdagangan
dengan negara lain merupakan negara sistem perekonomiannya bersifat
tertutup.
Pada saat ini, boleh dikatakan bahwa tidak ada lagi negara yang
memiliki sistem perekonomian tertutup. Dengan berkembang peradaban
dunia dan perkembangan kebutuhan manusia yang dilandasi dengan usaha
efisiensi, banyak negara menekankan pada biaya. Artinya, apabila dalam
perhitungan untuk memproduksi barang memerlukan biaya yang relatif
tinggi, negara tersebut memutuskan melakukan impor. Mereka akan
mengonsentrasikan diri pada usaha produksi barang dan jasa yang lebih
murah biaya produksinya. Dengan cara ini, timbullah kegiatan spesialisasi
produksi antarbangsa-bangsa di dunia. Oleh karena itu, banyak negara sedang
berkembang yang menghasilkan barang-barang produksi primer, seperti hasil
produksi pertanian dan pertambangan, kemudian mengekspornya ke luar
5.4 Bisnis Internasional 

negeri. Sebaliknya, mereka akan mengimpor barang-barang industri


pengolahan, seperti tekstil, alat-alat elektronik, mobil, dan sebagainya, yang
relatif mahal apabila dihasilkan di negara sedang berkembang. Tinggi
rendahnya biaya produksi ini biasanya sangat dipengaruhi oleh tersedianya
faktor produksi, seperti modal, tenaga kerja, sumber daya alam, dan
teknologi. Jadi, dengan adanya perdagangan internasional itu, masing-masing
negara yang mengadakan perdagangan akan saling mendapatkan manfaat
atau keuntungan. Bentuk keuntungan itu ialah tersedianya barang dan jasa
dengan harga yang relatif lebih murah daripada seluruhnya dihasilkan sendiri
oleh negara yang bersangkutan (Gilarso,1992).

A. PENGERTIAN KEBIJAKAN EKONOMI INTERNASIONAL

Kebijakan ekonomi internasional adalah tindakan/kebijakan ekonomi


pemerintah yang secara langsung memengaruhi perdagangan dan
pembayaran internasional yang maknanya mencakup hal-hal berikut (Gilarso,
1992).

1. Kebijakan Ekonomi Internasional dalam Arti Luas


Kebijakan ekonomi internasional dalam arti luas meliputi semua
kegiatan ekonomi pemerintah suatu negara yang secara langsung ataupun
tidak langung memengaruhi komposisi, arah, dan kegiatan ekspor impor
barang dan jasa yang dilaksanakan oleh pemerintah tersebut. Karena itu,
sekalipun suatu kebijakan ditujukan untuk mengatasi pemasalahan dalam
negeri, apabila secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap
ekspor dan impor, hal itu dapat dimasukkan dalam kebijakan ekonomi
internasional.

2. Kebijakan Ekonomi Internasional dalam Arti Sempit


Kebijakan ekonomi internasional dalam arti sempit hanya meliputi
kebijakan yang langsung memengaruhi ekspor dan impor. Kebijakan
internasional dalam arti sempit ini berkaitan dengan ekspor barang dan jasa.
Oleh karena itu, cakupannya sangat luas, mengingat banyaknya barang atau
jasa yang diekspor ataupun diimpor, mulai dari barang konsumsi, produksi,
sampai tenaga kerja.
 ADBI4432/MODUL 5 5.5

B. TUJUAN KEBIJAKAN EKONOMI INTERNASIONAL

Suparmoko (2002) mengemukakan beberapa tujuan kebijakan ekonomi


internasional sebagai berikut.

1. Autarki
Tujuan ini sebenarnya bertentangan dengan prinsip perdagangan
internasional. Autarki bermaksud untuk menghindarkan pengaruh-pengaruh
negara lain, baik pengaruh ekonomi, politik, maupun militer.

2. Kesejahteraan (Welfare)
Tujuan ini bertentangan dengan tujuan autarki di atas. Dengan
mengadakan perdagangan internasional, suatu negara akan memperoleh
keuntungan dari adanya spesialisasi dan kesejahteraan meningkat. Untuk
mendorong perdagangan internasional, hambatan/restriksi dalam
perdagangan internasional, seperti tariff, kuota, dan sebagainya, akan
dihilangkan atau paling tidak dikurangi. Hal ini berarti mengarah ke
perdagangan bebas.

3. Proteksi
Tujuannya untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan
barang impor. Kebijakan dapat berupa tariff atau kuota impor.

4. Keseimbangan Neraca Pembayaran


Keseimbangan neraca pembayaran, terutama bagi negara yang
mengalami defisit dalam neraca pembayarannya, posisi cadangan valuta
asingnya lemah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan ekonomi internasional
guna menyeimbangkan neraca pembayaran internasionalnya. Kebijakan ini
umumnya berbentuk pengawasan devisa (exchange control). Pengawasan
devisa tidak hanya mengatur/mengawasi lalu lintas devisa, tetapi juga modal.

5. Pembangunan Ekonomi
Untuk menunjang pembangunan ekonomi suatu negara, pemerintah
dapat mengarahkan perdagangan internasionalnya dengan kebijakan seperti
berikut:
a. perlindungan terhadap industri dalam negeri yang baru tumbuh
(infantindustries);
5.6 Bisnis Internasional 

b. mengurangi impor barang-barang yang nonesensial dan mendorong


impor barang-barang yang lebih esensial;
c. mendorong ekspor.

C. MACAM-MACAM KEBIJAKAN POLITIK DALAM


PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Ada beberapa macam kebijakan politik dalam perdagangan internasional


seperti berikut (Suparmoko, 2002).

1. Politik Proteksi
Proteksi berarti perlindungan khusus di bidang ekonomi. Perlindungan
ini diberikan oleh pemerintah kepada produsen dalam negeri terhadap
pesaingnya dari luar negeri. Proteksi ini diberikan terutama kepada produk
industri yang masih kurang efisien dan industri baru agar dapat bersaing
setelah berproduksi beberapa waktu.
Politik proteksi bertujuan
a. melindungi industri dalam negeri agar mampu tumbuh dan berkembang
sehingga mampu bersaing dengan industri sejenis dari luar negeri;
b. dapat mengurangi pengangguran dalam negeri;
c. melindungi produk dalam negeri;
d. antidumping.

Cara melaksanakan politik proteksi sebagai berikut.


a. Melarang ekspor barang/bahan yang diperlukan sendiri oleh industri
dalam negeri.
b. Melarang/membatasi barang impor yang sudah dapat dihasilkan dalam
negeri ataupun dapat menyaingi produk dalm negeri.
c. Memberikan rangsangan produk dalam negeri untuk meningkatkn ekspor
dan mampu bersaing dengan luar negeri.
d. Mempermudah/memperlancar dan memperpendek proses dan jalur
ekspor impor.

2. Politik Perdagangan Bebas


Politik perdagangan bebas adalah politik atau kebijakan yang
menginginkan adanya perdagangan secara bebas, tanpa hambatan berarti
terhadap barang dan jasa dari semua negara.
 ADBI4432/MODUL 5 5.7

Politik perdagangan bebas memiliki beberapa kebaikan berikut.


a. Mendorong para pengusaha untuk berusaha meningkatkan mutu
produksinya agar mampu bersaing dengan produk lain.
b. Banyaknya macam dan jenis barang yang diproduksi, konsumen akan
lebih banyak pilihan.

Adapun kelemahan perdagangan bebas sebagai berikut.


a. Hanya produsen yang bermodal kuat dan melakukan efisiensi yang dapat
memenangkan persaingan.
b. Kemungkinan besar, banyak perusahan kecil yang tidak mampu bersaing
atau pailit.
c. Jumlah pengangguran akan semakin bertambah.

3. Politik Dumping
Politik dumping adalah politik atau kebijakan yang dilakukan dengan
jalan menjual produk di luar negeri lebih murah daripada dalam negeri.
Kebijakan dumping ini bertujuan menguasai pasar luar negeri dan untuk
menghasilkan produk lama yang mungkin kurang maju.
Politik dumping hanya dapat diterapkan jika dapat memenuhi syarat-
syarat berikut.
a. Permintaan terhadap barang hasil produksi dalam negeri kurang elastis
dibandingkan dengan luar negeri yang keadaan pasarnya merupakan
persaingan sempurna atau kekuatan monopoli dalam negeri lebih besar
dibandingkan dengan luar negeri.
b. Konsumen di dalam negeri tidak akan mungkin membeli barang hasil
produksi dalam negeri di luar negeri.
c. Kebijakan-kebijakan perdagangan internasional (proteksi, politik dagang
bebas, dan politik dumping) melalui tariff, kuota, premi, dan subsidi.

D. INSTRUMEN-INSTRUMEN KEBIJAKAN PERDAGANGAN


INTERNASIONAL

Instrumen kebijakan ekonomi internasional meliputi berikut ini


(Suparmoko, 2002).
1. Kebijakan perdagangan internasional mencakup tindakan/kebijakan
pemerintah terhadap perdagangan luar negerinya. Khususnya mengenai
ekspor dan impor barang/jasa, misalnya pengenaan tariff terhadap barang
5.8 Bisnis Internasional 

impor, bilateral, trade agreement, pengenaan kuota impor dan ekspor,


dan lain-lain.
2. Kebijakan pembayaran internasional mencakup tindakan pemerintah
terhadap pembayaran internasional, misalnya pengawasan terhadap lalu
lintas devisa dan pengaturan lalu lintas modal jangka panjang.
3. Kebijakan bantuan luar negeri adalah tindakan pemerintah yang
berhubungan dengan bantuan (grants), pinjaman/utang (loans), bantuan
untuk rehabilitasi serta pembangunan, dan lain-lain.

Berdasarkan penjelasan di atas, setidaknya terdapat enam instrumen


utama dalam kebijakan perdagangan, yaitu tariff, subsidi, kuota impor,
pembatasan ekspor sukarela (voluntary export restrain/VER), syarat
kandungan lokal, dan kebijakan administratif. Tariff merupakan instrumen
kebijakan perdagangan tertua dan paling sederhana. Jatuhnya hambatan tariff
sejak tahun 1960-an telah diikuti dengan tumbuhnya hambatan non-tariff,
seperti subsidi, kuota, dan pembatasan ekspor sukarela. Selain itu, dalam
hambatan non-tariff, terdapat pula embargo dan dumping (Rugman dan
Hodget, 1995: 165).
Tindakan-tindakan ini meliputi antara lain pengenaan pajak terhadap
beberapa macam transaksi internasional, pemberian subsidi oleh pemerintah
kepada pihak swasta untuk transaksi dagang lainnya, pembatasan resmi
terhadap nilai atau volume impor, dan berbagai bentuk pengaturan lainnya.
(Paul R. Krugman dan Maurice Obstfeld, 1998).
Aktivitas perdagangan internasional merupakan sebuah bentuk interaksi
yang cukup kompleks dari keseluruhan interaksi dalam dunia internasional.
Masing-masing negara yang terlibat bukan hanya mengikutsertakan
kepentingan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek politik, bahkan
keamanan. Hal-hal semacam itulah yang semakin membuat perdagangan
internasional menjadi kompleks. Terdapat beberapa macam instrumen
kebijakan yang dikeluarkan suatu negara dalam perdagangan
internasionalnya dengan negara lain sebagai berikut.

1. Tariff
Salah satu bentuk instrumen kebijakan perdagangan internasional yang
paling sering kita temui dan akrab di telinga kita adalah pengenaan tariff.
Tariff merupakan kebijakan perdagangan yang paling tua dan secara
tradisional telah digunakan sebagai sumber penerimaan negara sejak lama.
 ADBI4432/MODUL 5 5.9

Tariff dapat diartikan sebagai sejenis pajak atas barang-barang yang


diperdagangkan. Terdapat dua jenis tariff, yaitu tariff spesifik yang
diberlakukan sebagai beban unit yang diimpor dan tariff ad valorem yang
dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari nilai komoditas yang diimpor.
Cara AS dan Jerman mengenakan tariff impor atas barang manufaktur impor
menjelaskan bagaimana tariff dalam kerberlanjutannya bukan hanya terbatas
sebagai pemasukan bagi pemerintah, tetapi juga sebagai alat untuk
melindungi sektor dalam negeri ketika berhadapan dengan pesaing yang
mungkin lebih kompetitif. Seiring berjalannya waktu, negara-negara mulai
meninggalkan pengenaan tariff sebagai upaya melindungi sektor domestik
dan beralih pada pola hambatan non-tariff melalui pembatasan ekspor
ataupun impor, yaitu memberlakukan kuota impor dan kuota ekspor.
Terlepas dari berbagai bentuk upaya-upaya tersebut, satu hal yang tidak
bisa dilupakan saat membahas perdagangan, yang sederhanya dapat dipahami
sebagai jual-beli, adalah mengenai permintaan dan penawaran. Dua hal ini
akan sangat bergantung pada mata uang dari masing-masing pihak yang
bersangkutan. Menurut pendapat saya, inilah satu titik sederhana yang
menjadi pembeda besar antara perdagangan domestik dan perdagangan antar
negara. Keseimbangan dunia terjadi apabila permintaan untuk ekspor
domestik sama persis dengan penawaran untuk ekspor asing.
Idealnya, permintaan dunia sama dengan penawaran dunia. Permintaan
dan penawaran yang tecermin dalam kegiatan ekspor dan impor yang
berlangsung akhirnya akan sangat dipengaruhi oleh adanya pengenaan tariff
atau tidak. Baik pengenaan tariff ad valorem maupun tariff spesifik pada
dasarnya memicu lahirnya dua masalah baru. Pertama, menurunkan harga
ekspor dan sebagian lagi justru peningkatan harga-harga domestik. Kedua,
tariff bisa menimbulkan dampak yang berbeda di setiap tahapan produksi
suatu barang. Sering kali kebijakan perdagangan yang awalnya berorientasi
pada pembangunan ekonomi justru berimbas pada tingkat proteksi efektif
dari suatu negara yang terlampau tinggi.
Dalam memahami dan menghitung biaya dan manfaat tariff, dapat
digunakan dua konsep dalam analisis mikro ekonomi, yaitu yang dikenal
dengan surplus konsumen dan surplus produsen. Surplus konsumen
mengukur besar kecilnya keuntungan konsumen dari pembelian karena
perbedaan antara harga yang sebenarnya dibayarkan dengan tingkat harga
yang akan sanggup konsumen bayar. Sementara itu, surplus produsen
merupakan konsep analog dengan surplus konsumen.
5.10 Bisnis Internasional 

Banyaknya permasalahan mengenai tariff serta biaya antara produsen


asing dan domestik mendapatkan perhatian dari pemerintah sebagai pihak
ketiga. Berdasarkan perhitungan ekonomi, dapat dimengerti bahwa kerugian
konsumen dikurangi keuntungan produsen merupakan penerimaan
pemerintah. Tariff termasuk faktor penting yang selalu diperhatikan para
produsen ataupun konsumen dalam mengambil keputusan. Dengan adanya
tariff, impor menjadi lebih mahal daripada harganya yang akan berlaku (Paul
R. Krugman dan Maurice Obstfeld, 1998).

2. Subsidi Ekspor
Subsidi ekspor adalah pembayaran oleh pemerintah dalam jumlah
tertentu kepada suatu perusahaan atau perseorangan yang giat menjual barang
ke luar negeri. Dengan subsidi ini, harga suatu komoditas yang akan
diperdagangkan akan dapat diturunkan sehingga dapat bersaing di dunia
internasional. Kebijakan subsidi ekspor adalah bentuk kebijakan perdagangan
yang hanya dapat berlaku bagi negara maju yang sudah memiliki
perekonomian yang stabil (Paul R. Krugman dan Maurice Obstfeld, 1998).

3. Kuota Impor
Kuota impor merupakan pembatasan langsung atas jumlah barang yang
boleh diimpor. Pembatasan ini diberlakukan oleh negara kepada pihak yang
mengimpor suatu produk, yaitu terdapat ketentuan jumlah yang boleh
diimpor, tidak diperbolehkan melebihi jumlah maksimal. Bentuk pembatasan
ini lahir dari kenyataan bahwa seringnya komoditas impor justru lebih
menguasai pasar domestik dan berimplikasi logis pada kehidupan perusahaan
lokal (Paul R. Krugman dan Maurice Obstfeld, 1998).

4. Voluntary Export Restraint (VER)


Voluntary export restraint (VER) juga dikenal sebagai pengekangan
ekspor secara sukarela. Merupakan bentuk pembatasan (kuota) atas
jangkauan atau tingkat intensitas hubungan perdagangan internasional yang
dikenakan oleh pihak negara pengekspor, jadi bukan oleh pihak pengimpor.
Secara politis, VER merupakan pilihan efektif yang menawarkan beberapa
keunggulan jika dibandingkan dengan kebijakan tariff. Namun, ternyata hal
itu justru menimbulkan kerugian yang lebih besar dari segi ekonomi (Paul R.
Krugman dan Maurice Obstfeld, 1998).
 ADBI4432/MODUL 5 5.11

5. Persyaratan Kandungan Lokal (Local Content Requirement)


Persyaratan kandungan lokal (local content requirement) merupakan
suatu pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian-bagian tertentu dari suatu
produk secara fisik harus dibuat di dalam negeri atau menggunakan bahan
baku komponen-komponen lokal. Pertimbangan atas instrumen yang satu ini
menjelaskan perhitungan bahwa keuntungan domestik akan lebih maksimal
karena, selain diperoleh dari tiap unit komoditas yang diimpor, juga dapat
menambah keuntungan pasar domestik. Kelemahannya adalah kurang
jelasnya sistematika yang ada. Misalnya, mengenai jumlah maksimal dan
regulasi komoditas antara satu negara pengimpor dan negara-negara lain.
Banyak cara yang diupayakan negara untuk mengatur perdagangan
internasionalnya, selain empat cara di atas. Misalnya, subsidi kredit ekspor
itu berupa pinjaman yang disubsidi kepada pembeli, proyek pengadaan
pemerintah, dan hambatan-hambatan birokrasi yang disengaja (Paul R.
Krugman dan Maurice Obstfeld, 1998).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!

1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan kebijakan ekonomi internasional


dan tujuan kebijakan tersebut! Berikan contohnya!
2) Sebutkan dan jelaskan pelaksanaan dari macam-macam kebijakan politik
perdagangan internasional!
3) Sebutkan dan jelaskan instrumen kebijakan perdagangan internasional
dan berilah contoh masing-masing di suatu negara tertentu!

Petunjuk Jawaban Latihan

Apabila mendapat kesulitan, Anda dapat berdiskusi dengan teman atau


tutor Anda. Untuk dapat menjawab soal latihan ini, Anda dapat melihat
kembali uraian materi pada petunjuk jawaban berikut.
1) Pelajari halaman 5.5—5.6.
2) Pelajari halaman 5.6—5.7.
3) Pahami halaman 5.7—5.11.
5.12 Bisnis Internasional 

R A NG KU M AN

Pada saat ini, boleh dikatakan bahwa tidak ada lagi negara yang
memiliki sistem perekonomian tertutup. Dengan berkembang peradaban
dunia dan perkembangan kebutuhan manusia yang dilandasi dengan
usaha efisiensi, banyak negara menekankan pada biaya. Artinya, apabila
dalam perhitungan untuk memproduksi barang memerlukan biaya yang
relatif tinggi, negara tersebut memutuskan melakukan impor. Mereka
akan mengonsentrasikan diri pada usaha produksi barang dan jasa yang
lebih murah biaya produksinya.
Salah satu instrumen kebijakan internasional adalah pengenaan
tariff, yaitu pilihan dual fungsi. Maksudnya, satu sisi menjadi pemasukan
bagi pemerintah. Di sisi lain, hal itu berguna sebagai alat melindungi
sektor-sektor domestik yang ada. Namun, jika ditinjau lebih jauh,
menurut pendapat saya, tariff saat yang bersamaan dengan diterimanya
sejumlah keuntungan dari pihak negara akan membuat konsumen
sesungguhnya menerima harga yang sedikit lebih tinggi dalam membeli
komoditas tersebut. Permintaan dan penawaran dalam perdagangan
internasional sangat bergantung pada nilai tukar mata uang. Hal ini yang
membuat perdagangan internasional berbeda dengan perdagangan biasa.
Namun, pada dasarnya, perihal keseimbangan hampir sama, yaitu
permintaan dunia sama dengan penawarannya. Keseimbangan ini hampir
mustahil dicapai disebabkan banyak hal, semisal potensi SDA dan SDM
setiap negara, kestabilan ekonomi dan politiknya, serta berbagai macam
hal yang lain.
Selain tariff, negara juga dapat memberlakukan instrumen kebijakan
negara yang lain, seperti kuota impor, subsidi ekspor, VER, persyaratan
kandungan lokal, subsidi kredit ekspor, proyek pengadaan pemerintah,
dan hambatan-hambatan birokrasi yang disengaja. Pilihan-pilihan ini
lantas tidak begitu saja menghapus konsekuensi negatif dari tariff karena
masing-masing dari pilihan ini juga memuat sebuah konsekuensi yang
harus dipertimbangkan lebih lanjut. Selain itu, menurut pendapat saya,
beberapa pilihan itu hanya dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang
perekonomiannya sudah relatif stabil.
 ADBI4432/MODUL 5 5.13

TES F OR M AT IF 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Suatu negara dapat memproduksi suatu produk dengan biaya yang terlalu
tinggi, tetapi lebih baik mendatangkan produk dari luar negeri dengan
biaya yang lebih murah. Hal ini menyebabkan ….
A. produksi produk besar-besaran di setiap negara
B. spesialisasi produksi antarbangsa-bangsa dunia
C. satu negara menggantungkan kebutuhannya secara mutlak
D. sifat konsumtif suatu negara yang terus meningkat

2) Masing-masing negara yang melakukan perdagangan internasional akan


saling memperoleh keuntungan. Salah satunya adalah ....
A. memenuhi kebutuhan tanpa batas
B. tersedianya barang dan jasa dengan harga relatif lebih murah
C. tidak mempunyai barang substitusi
D. tidak mempunyai daya saing

3) Definisi kebijakan ekonomi internasional secara sempit adalah ….


A. semua kebijakan ekonomi yang secara langsung memengaruhi
ekspor dan impor
B. semua kebijakan ekonomi, baik langsung maupun tidak langsung,
yang memengaruhi ekspor dan impor
C. semua kebijakan ekonomi secara tidak langsung yang berpengaruh
pada kegiatan bisnis suatu negara
D. semua kebijakan ekonomi yang mengatur ekspor dan impor suatu
negara

4) Suparmoko (2002) menjelaskan bahwa salah satu tujuan kebijakan


ekonomi internasional adalah autarki. Maksudnya adalah ….
A. perdagangan internasional suatu negara akan memperoleh
keuntungan dari spesialisasi dan kesejahteraan meningkat
B. melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor
C. menghindari pengaruh-pengaruh negara lain, baik pengaruh
ekonomi, politik, maupun militer
D. menunjang pembangunan ekonomi suatu negara
5.14 Bisnis Internasional 

5) Perdagangan bebas memiliki keunggulan dan kelemahan. Berikut ini


yang merupakan kelemahan dari perdagangan bebas adalah ….
A. produsen yang memenangkan pasar adalah mereka yang memiliki
modal seminimal mungkin
B. perusahaan besar tidak mampu bersaing/pailit
C. tenaga kerja hanya sedikit yang tersedia
D. jumlah pengangguran akan semakin bertambah

6) Subsidi ekspor adalah pembayaran oleh pemerintah dalam jumlah


tertentu kepada suatu perusahaan atau perseorangan yang giat menjual
barang ke luar negeri. Tujuannya adalah ….
A. harga dapat ditinggikan sehingga mendapat keuntungan produsen
lebih banyak
B. harga dapat diturunkan sehingga mampu bersaing di dunia
internasional
C. menyemangati kegiatan ekspor agar lebih banyak
D. agar keuntungan negara mampu dimaksimalkan

7) Salah satu alasan diterapkannya kebijakan kuota impor oleh suatu negara
adalah ….
A. komoditas impor justru lebih menguasai pasar domestik dan
perusahaan lokal kalah bersaing
B. banyak produk luar negeri masuk ke dalam negeri
C. banyak variasi pilihan produk yang bisa dipilih untuk memenuhi
kebutuhan suatu negara tertentu
D. keuntungan yang dihasilkan dari impor sedikit

8) VER merupakan salah satu kebijakan yang dilakukan oleh suatu negara
mengenai ....
A. pengekangan ekspor oleh pengimpor di suatu negara tertentu untuk
alasan politis
B. pembatasan kuota ekspor oleh suatu negara pengimpor karena
kepentingan negara pengekspor
C. pengekangan ekspor atau pembatasan tingkat intensitas hubungan
internasional oleh pengekspor
D. pengekspor memproduksi barang tertentu sebanyak mungkin untuk
kebutuhan pihak pengimpor
 ADBI4432/MODUL 5 5.15

9) Dengan persyaratan kandungan lokal, keuntungan domestik akan lebih


maksimal. Hal tersebut dsebabkan ….
A. keuntungan didapat dari setiap unit komoditas yang diimpor
B. terdapat pajak yang tinggi pada setiap unit produk yang diproduksi,
baik di dalam maupun di luar negeri
C. selain diperoleh dari tiap unit komoditas yang diimpor, juga dapat
menambah keuntungan pasar domestik
D. memenuhi kebutuhan domestik secara total

10) Suatu kebijakan berupa pinjaman yang disubsidi kepada pembeli, proyek
pengadaan pemerintah, dan hambatan-hambatan birokrasi yang disengaja
disebut ....
A. tariff yang dikenakan pada setiap produk yang masuk pada suatu
negara
B. subsidi ekspor oleh pemerintah kepada pihak pengekspor dalam
negeri
C. subsidi silang antara pihak pengekspor dan pengimpor
D. subsidi kredit ekspor untuk pihak yang mempunyai kepentingan
tertentu

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
5.16 Bisnis Internasional 

Kegiatan Belajar 2

Pembangunan Sistem Bisnis Global

S ementara itu, banyak pemerintah telah menyadari pentingnya melakukan


kegiatan ekonomi secara global, tetapi masih ada juga pemerintah yang
masih ragu mengurangi atau menghilangkan hambatan dalam perdagangan
antarnegara. Hal ini disebabkan adanya kekhawatiran bahwa negara lain tidak
akan melakukan hal yang sama. Bagaimana memecahkan masalah ini? Salah
satu jawabannya adalah kedua negara harus menetapkan seperangkat aturan
yang akan mengatur perdagangan lintas batas dan menurunkan tingkat
hambatan perdagangan. Pertanyaan selanjutnya, siapa yang mengawasi untuk
meyakinkan bahwa mereka tidak mengkhianati? Siapa yang berhak
memberikan sanksi atas pengkhianatan tersebut? Maka itu, kedua negara
tersebut dapat menetapkan lembaga independen yang bertindak sebagai juri.
Juri ini dapat memonitor perdagangan di antara negara-negara, meyakinkan
bahwa memang tidak ada pengkhianatan dan mengenakan sanksi pada negara
yang melanggar aturan.
Sejak PD II, sebuah kerangka kerja perdagangan internasional telah
menjalankan hal di atas. Lima tahun pertama, kerangka kerja ini dikenal
sebagai General Agreement on Tariffs and Trade (GATT). Sejak tahun 1995,
dikenal sebagai World Trade Organization (WTO). Berikut ini kita tinjau
sejarah perkembangannya (Rusdin, 2002).

A. DARI SMITH KE GREAT DEPPRESION

Perdagangan bebas sebagai kebijakan pemerintah diawali secara resmi


oleh Inggris pada tahun 1846 ketika parlemen Inggris membatalkan Corn
Laws. Corn Laws ini memberlakukan tarif yang tinggi atas impor jagung dari
luar negeri dengan maksud meningkatkan pendapatan pemerintah dan
melindungi produsen jagung lokal. Di Inggris, terjadi semacam gerakan
tahunan di parlemen untuk membantu perdagangan bebas sejak tahun 1820-
an, yaitu ketika David Ricardo menjadi anggota parlemen. Bagaimanapun,
proteksi pertanian mengakibatkan debat yang berkepanjangan ketika
pengaruh gagal panen di Inggris dibarengi dengan terjadinya ancaman
kekurangan pangan di Irlandia.
 ADBI4432/MODUL 5 5.17

Delapan puluh tahun kemudian, Inggris sebagai salah satu kekuatan


dagang dunia mendorong terjadinya liberalisasi perdagangan. Akan tetapi,
kebijakan perdagangan bebas unilateral tidak diikuti oleh mitra dagangnya.
Inggris dapat memelihara kebijakan ini sangat lama karena sebagai negara
pengekspor terbesar ia lebih banyak dirugikan dalam perang dagang dari
negara lain.
Pada tahun 1930, Inggris berusaha merangsang perdagangan bebas
dengan mengubur great deppresion (GD). GD berakar dari kegagalan
ekonomi dunia untuk mencapai perbaikan ekonomi setelah PD I berakhir
tahun 1918. Segala sesuatu menjadi buruk pada tahun 1929 dengan
hancurnya bursa efek AS. Masalah ekonomi mulai diperbaiki tahun 1930
ketika kongres AS mengeluarkan Undang-Undang Smoot Hawley. Undang-
undang ini ditujukan untuk menghindari meningkatnya pengangguran dengan
melindungi industri domestik dan menghindarkan konsumen mengonsumsi
produk luar negeri. Undang-undang ini yang selanjutnya melahirkan
kenaikan tarif. Undang-undang ini menyebabkan pengangguran di luar
negeri. Negara lain turut bereaksi dengan meningkatnya tarif (Rusdin, 2002).

B. GAAT, LIBERALISASI PERDAGANGAN, DAN


PERTUMBUHAN EKONOMI (TAHUN 1947—1979)

GATT berdiri tahun 1947 dengan 23 anggota yang sebagian besar dari
negara industri maju. GATT adalah perjanjian multilateral yang bertujuan
meliberalisasikan perdagangan dengan mengurangi tarif, subsidi, kuota
impor, dan sejenisnya. Antara tahun 1947—1984, anggota GATT tumbuh
menjadi lebih dari 120 negara. GATT tidak begitu saja memberlakukan
penurunan tarif. Penurunan tarif dibicarakan dalam delapan putaran. Uruguay
Round yang dilaksanakan tahun 1986 dan disempurnakan pada akhir
Desember 1993 menghasilkan pengurangan tarif yang dirundingkan di antara
seluruh anggota. Aturan GATT didukung oleh mekanisme monitoring
terpadu. Jika suatu negara yakin bahwa salah satu mitra dagangnya
melanggar aturan GATT, negara tersebut dapat meminta GATT untuk
menyelidiki. Jika penyelidik GATT menemukan bahwa pengaduan tersebut
benar, negara-negara anggota dapat diminta untuk menekan negara tersebut
mengubah kebijakannya. Secara umum, tekanan tersebut cukup dapat
menekan negara yang melanggar untuk mengubah kebijakannya; jika tidak,
negara tersebut dapat dikeluarkan dari keanggotaan GATT.
5.18 Bisnis Internasional 

Pada awal berdiri, GATT dianggap sangat berhasil. Sebagai contoh, di


AS, rata-rata tarif menurun hampir 92%. Sesuai dengan teori Ricardo,
gerakan perdagangan bebas di bawah GATT telah merangsang pertumbuhan
ekonomi. Dari tahun 1953—1963, perdagangan dunia tumbuh 6,1% per
tahun dan pendapatan dunia juga tumbuh 4,3% per tahun. Performa dari
tahun 1963—1973 bahkan lebih baik: pertumbuhan ekonomi mencapai 8,9%
per tahun dan pendapatan dunia tumbuh 5,1% (Rusdin, 2002).

C. MUNCULNYA HAMBATAN (TAHUN 1980—1993)

Selama 1980-an dan awal 1990, sistem perdagangan dunia yang


dikembangkan oleh GATT mulai terganggu seiring dengan adanya tekanan
dari para proteksionis di seluruh dunia. Tiga alasan utama yang
melatarbelakangi tekanan proteksionis selama tahun 1980 sebagai berikut
(Rusdin, 2002).
1. Keberhasilan ekonomi Jepang merusak sistem perdagangan dunia.
Jepang berada dalam kondisi menurun ketika GATT dibentuk. Pada awal
tahun 1980, Jepang menjadi negara yang ekonominya terkuat kedua di
dunia dan menjadi pengekspor paling besar. Keberhasilan Jepang dalam
industri, seperti mobil dan semikonduktor, dianggap cenderung merusak
ekonomi dunia. Segala sesuatunya menjadi lebih buruk karena pasar
Jepang cenderung tertutup untuk impor dan investasi luar negeri.
2. Sistem perdagangan dunia lebih jauh dirusak oleh defisit perdagangan
yang terus-menerus dialami oleh AS. Walaupun puncak defisit terjadi
pada tahun 1987, yaitu lebih dari US$170 miliar, sampai akhir 1992
masih berkisar US$80 miliar. Dari perspektif politik, hal tersebut
diperburuk fakta bahwa pada tahun 1992, AS mengalami defisit US$40
miliar akibat perdagangannya dengan Jepang. Sehubungan dengan itu,
dilakukan penyesuaian dalam industri-industri, seperti otomotif, mesin,
semikonduktor, baja, dan tekstil. Di sini produsen domestik kehilangan
pangsa pasar akibat kompetitor luar negeri.
3. Banyak negara yang menemukan cara bagaimana menghindari aturan
GATT. Adanya VER antara kedua negara tidak sejalan dengan
perjanjian GATT sebab kedua negara yang terlibat tersebut tidak
mengadukan kepada GATT, sedangkan birokrasi GATT hanya akan
menangani permasalahan jika ada pengaduan. Negara pengekspor
kadang menyetujui VER karena menghindari tarif yang lebih buruk.
 ADBI4432/MODUL 5 5.19

D. PUTARAN URUGUAY, APEC, DAN WORLD TRADE


ORGANIZATION

Sejalan dengan meningkatnya tekanan proteksionis, pada tahun 1986


anggota GATT mengadakan perundingan kedelapan untuk mengurangi tarif,
yaitu pada Uruguay Round. Perundingan ini adalah yang paling sulit,
utamanya karena pertemuan ini dinilai paling ambisius. Hingga saat ini,
aturan GATT telah diterapkan hanya untuk perdagangan dalam barang-
barang manufaktur dan komoditas. Pada Uruguay Round, anggota-anggota
GATT ingin memperluas aturan GATT dengan menambahkan cakupan
aturan untuk bidang perdagangan jasa. Mereka juga menetapkan aturan
tentang perlindungan kepemilikan intelektual, pengurangan subsidi pertanian,
menurunkan penghalangan perdagangan nontarif seperti VER, serta
memperkuat pengawasan dan penegakan mekanisme GATT.
Putaran Uruguay berlangsung sangat alot dan memakan waktu selama
tujuh tahun dan memunculkan ketakutan bahwa dunia akan terjebak dalam
perang dagang. Komponen yang paling penting dari perjanjian Uruguay
Round dapat dilihat pada Tabel 5.1.

Tabel 5.1
Beberapa Hasil Utama dari Uruguay Round
Sampai dengan 1993 Perjanjian 1993 Dampak Utama

Tarif Industri
Tarif barang-barang Negara kaya akan memotong Akses ke pasar dunia
industri rata-rata 5% di tarif untuk barang-barang untuk ekspor barang-
negara industri, turun dari industri lebih dari 1/3. Potongan barang industri lebih
40% pada akhir 1940-an. tarif ini akan berlaku pada lebih mudah. Harga untuk
dari 40% barang manufaktur. konsumen menjadi lebih
rendah.

Pertanian
Subsidi tinggi untuk Subsidi dalam hambatan lain Peluang pasar yang lebih
pertanian dan pasar di AS untuk perdagangan produk baik untuk produsen
dan masyarakat Eropa pertanian akan dipotong dalam makanan yang efisien.
yang diproteksi enam tahun. Subsidi yang Harga rendah untuk
menyebabkan kelebihan dipotong mencapai 20%. konsumen. Membatasi
produksi dan dumping. Seluruh hambatan impor akan perang subsidi pertanian.
dikonversi menjadi tarif dan
dipotong sampai 36%.
5.20 Bisnis Internasional 

Sampai dengan 1993 Perjanjian 1993 Dampak Utama

Jasa
Aturan GATT tidak Aturan GATT tentang prinsip- Peningkatan dalam
mencakup perdagangan prinsip perdagangan yang fair perdagangan jasa.
jasa. Beberapa negara mencakup pula beberapa bidang Tampaknya akan ada
memproteksi industri jasa jasa. Gagal untuk mencapai liberalisasi lebih jauh dalam
dari kompetisi perjanjian dalam jasa keuangan perdagangan jasa.
internasional. dan telekomunikasi akan
dilanjutkan dengan dialog
khusus.

Kepemilikan Intelektual
Standar perlindungan Persetujuan yang lebih luas Peningkatan proteksi dan
untuk paten, copyright, dan tentang paten, copyright, dan pengurangan pembajakan
trademark bervariasi. trademark. Penetapan standar kepemilikan intelektual
Penegakan hukum yang proteksi internasional dan akan memberikan
tidak efektif menjadi perjanjian untuk penegakan keuntungan kepada
sumber tumbuhnya friksi hukum. produsen (computer
perdagangan. software, produk seni, dan
lain-lain). Hal ini
meningkatkan transfer
teknologi.

Tekstil
Negara kaya membatasi Kuota MFA akan ditinjau dalam Peningkatan perdagangan
impor tekstil dan pakaian 10 tahun. Aturan normal GATT tekstil menguntungkan
jadi melalui kuota bilateral akan berlaku pada akhir tahun negara berkembang.
di bawah Multi-Fiber ke-10. Terjadi pengurangan harga
Agreement. bagi konsumen di
mancanegara.
Aturan-aturan GATT
GATT memberlakukan Banyak aturan GATT yang Transparansi yang lebih
peraturan yang sama sejak direvisi dan di-update. Peraturan luas serta keamanan dan
didirikannya tahun 1947 tersebut termasuk kebijakan perdagangan
walaupun banyak negara penyeragaman penilaian dan yang lebih dapat
yang telah memasuki lisensi impor, penggabungan diprediksikan.
perdagangan dunia dan dan wilayah perdagangan
pola perdagangan telah bebas, serta aturan-aturan bagi
berubah. yang mengabaikan peraturan
GATT.

WTO
Awalnya GATT GATT menjadi suatu badan Kebijakan sistem
digambarkan sebagai perdagangan dunia yang perdagangan internasional
 ADBI4432/MODUL 5 5.21

Sampai dengan 1993 Perjanjian 1993 Dampak Utama


bagian dari International permanen dan kepemilikan yang lebih efektif.
Trade Organization (ITO). intelektual dengan prosedur
ITO tidak pernah disahkan yang diperdebatkan. WTO
dan GATT diterapkan bertugas untuk
sewaktu-waktu. mengimplementasikan hasil dari
Uruguay Round.

Putaran Uruguay menimbulkan dampak sebagai berikut.


1. Tarif barang-barang industri akan dikurangi lebih dari 1/3-nya.
2. Subsidi pertanian akan dikurangi secara substansial.
3. Perdagangan yang jujur dan aturan akses pasar pada GATT akan
diperluas untuk bidang perdagangan jasa.
4. Aturan GATT akan diperluas untuk menyediakan proteksi bagi paten,
copyright, dan trademark (kepemilikan intelektual).
5. Hambatan dalam perdagangan tekstil akan dikurangi secara signifikan
dalam kurun waktu 10 tahun.
6. Aturan GATT akan lebih jelas dan lebih kuat.
7. World Trade Organization (WTO) akan dibentuk untuk
mengimplementasikan persetujuan GATT.

E. ASIA PASIFIC ECONOMIC COORPORATION (APEC)

Kerja sama kawasan ekonomi Asia Pasifik atau APEC dibentuk pada
November tahun 1989 di Canberra atas usulan Bob Hawke, perdana menteri
Australia pada saat itu. Latar belakang pembentukannya sebagai berikut
(Rusdin, 2002).
1. Adanya kekhawatiran akan gagalnya perundingan atau hambatan dalam
putaran Uruguay yang dapat berakibat meningkatnya proteksionisme.
2. Munculnya kelompok-kelompok perdagangan, seperti Pasar Tunggal
Eropa (ME) dan Pasar Bebas Amerika Utara (North American Free
Trade Area/NAFTA).
3. Adanya perubahan besar di bidang politik dan ekonomi yang terjadi dan
berlangsung di Uni Soviet dan Eropa Timur.
4. Adanya pemikiran bahwa kemajuan perekonomian suatu negara dapat
tercapai apabila didorong oleh pasar menuju suatu integrasi ekonomi,
baik regional maupun internasional.
5.22 Bisnis Internasional 

Tujuan pokok pembentukan APEC adalah perluasan perdagangan


regional dan global serta perbaikan peraturan dan prosedur investasi dengan
cara GATT yang konsisten. Pokok-pokok kerja sama APEC didasarkan atas
hasil berbagai pertemuan-pertemuan formal antara pemimpin-pemimpin
negara yang terlibat ataupun pertemuan tingkat menteri (KTM). Dalam
pertemuan di Jakarta dan Bogor, 3—4 November 1994, ditentukan batas
waktu liberalisasi perdagangan dan investasi bebas dan terbuka untuk
kawasan APEC. Pelaksanaan ketentuan APEC tersebut sebagai berikut. Bagi
negara-negara maju, batas waktunya tahun 2010, bagi negara-negara industri
baru tahun 2015, dan bagi negara-negara berkembang tahun 2020.
Pentingnya kerja sama perdagangan dan investasi bebas di kawasan Asia
Pasifik disebabkan faktor-faktor berikut.
1. Kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan dunia yang mempunyai
dinamika ekonomi yang terbesar. Lebih dari setengah output dunia
berasal dari kawasan ini. Pada abad ke-21, kontribusi ekonomi dari
kawasan ini akan mencapai 2/3 dari keluaran total dunia (Naisbitt, 1995,
dan Joo, 1995, dalam Firdausyi, 1996).
2. Konsentrasi penduduk di kawasan Asia Pasifik relatif lebih dominan
dibandingkan dengan kawasan lain.
3. APEC akan membawa blok-blok kerja sama AFTA dan NAFTA menuju
kerja sama Asia Pasific yang lebih luas.
4. Liberalisasi pada tingkat regional dalam APEC dapat mengurangi
masalah konflik perdagangan antara AS dan Jepang (Baldwin, 1994).

Di balik optimisme APEC, muncul juga kekhawatiran sebagai berikut.


1. Adanya perbedaan tingkat kemajuan negara APEC dikhawatirkan akan
cenderung menguntungkan negara-negara maju. Bahkan, ada pemikiran
bahwa perbedaan mencolok di bidang pendapatan, teknologi, dan
keterampilan di antara anggota APEC dapat mengarah pada
ketergantungan yang asimetris, peningkatan ketegangan, serta polarisasi
antara utara dan selatan di tubuh APEC (Yann, 1994).
2. APEC bagi negara-negara yang tergabung dalam ASEAN dikhawatirkan
lambat laun akan beralih menjadi lembaga/organisasi formal dan
terstruktur. Apabila ini terjadi, ASEAN akan tenggelam (Kompas, 1995).
3. Adanya persepsi yang berbeda dari peserta APEC terhadap deklarasi
Bogor. Sebagian peserta APEC mengartikan tahun 2020 bukan sebagai
target waktu baku. Sebagian peserta lain mengatakan bahwa deklarasi
 ADBI4432/MODUL 5 5.23

Bogor sebagai hal yang tidak mengikat dan harus realistis. Sebagian lagi
berpendapat agar langkah-langkah pelaksanaan deklarasi Bogor harus
dituangkan dalam blue print yang jelas melalui jadwal yang transparan.

Negara-negara anggota APEC berdasarkan tingkat kemajuan ekonomi


dapat dilihat pada Tabel 5.2 berikut.

Tabel 5.2
Negara-negara Anggota APEC
Berdasarkan Tingkat Kemajuan Ekonomi
Tingkat Ekonomi
Sangat Maju Maju NICs Berkembang

Amerika Serikat Kanada Korea Selatan Indonesia


Jepang Australia Singapura Brunei Darussalam
Selandia Baru Taiwan Malaysia
Hongkong Filipina
Thailand
RRC
Meksiko
Papua New Guinea
Cile

F. IMPLIKASI URUGUAY ROUND

Setelah Uruguay Round, GATT menjadikan sistem perdagangan dunia


yang lebih aman dewasa ini. Maka dari itu, ada kemungkinan bahwa
ekonomi dunia dapat tumbuh lebih cepat daripada sebelumnya. Estimasi
tentang dampak perjanjian GATT dapat dilihat dari tiga hasil studi yang
dilaksanakan pada pertengahan 1993. Ketiga studi tersebut mengestimasikan
bahwa perjanjian tersebut akan menambah antara US$ 213 miliar dan US$
274 miliar dari tahun 1992 untuk menambah rata-rata pendapatan dunia pada
tahun 2002 (sekitar 0,75—1% dari gross global income) pada saat itu.
Pendapat lain mengatakan bahwa estimasi tersebut tergolong underestimate
karena tidak memperhitungkan faktor-faktor keuntungan dari liberalisasi
perdagangan, aturan perdagangan yang lebih kuat, dan kepercayaan bisnis
5.24 Bisnis Internasional 

yang lebih tinggi. Diprediksikan bahwa sampai tahun 2002, pertumbuhan


dapat mencapai lebih dari 8%. Bagaimanapun, perjanjian GATT dapat
membantu menghindarkan dunia dari perang dagang.
Studi di atas antara lain dilakukan oleh Goldin dan Knudsen pada tahun
1993 (Firdausyi, 1996: 98—99). Lebih jauh, ia mengemukakan bahwa
liberalisasi perdagangan dalam GATT dapat memberikan manfaat ekonomi
bagi negara-negara yang terlibat dalam perjanjian Putaran Uruguay. Namun,
sebaliknya, liberalisasi perdagangan juga menimbulkan kerugian ekonomi
bagi beberapa negara yang terlibat, seperti terlihat pada Tabel 5.3

Tabel 5.3
Dampak Liberalisasi Perdagangan Dunia Pasca-Putaran Uruguay
sesudah Pengurangan Tarif dan Subsidi Sebesar 30%
(Prediksi Tahun 2020)

Manfaat/Kerugian Ekonomi
(dalam miliar US$)

Asia
 Cina + 37.0
 India + 4.6
 Indonesia  1.9
 Negara Asia Lainnya + 22,5

Afrika
 Nigeria + 1.9
 Afrika Selatan  0.4
 Magribi  0.6
 Negara Afrika Lainnya + 0.6

Timur Tengah
 Negara Laut Tengah  1.6
 Negara-negara Teluk + 3.1

Amerika Latin
 Brasil + 3.4
+ 0.3
 Meksiko
+ 4.4
 Negara Amerika Latin Lainnya

Negara-negara Maju
 Amerika Serikat + 18.8
 Kanada + 2.5
 ADBI4432/MODUL 5 5.25

Manfaat/Kerugian Ekonomi
(dalam miliar US$)
 Australia dan Selandia Baru + 1.1
 Jepang + 25.9
 MEE + 80.7
 Negara Eropa Lainnya + 12.3
 Negara Bekas Uni Soviet + 0.8

Jumlah + 213.0

Berdasarkan Tabel 5.3, dapat dilihat bahwa liberalisasi perdagangan


Putaran Uruguay menimbulkan dampak positif dan negatif bagi negara-
negara yang terlibat dalam GATT. Manfaat ekonomi total yang akan
diperoleh oleh semua anggota GATT diproyeksikan akan bernilai sebesar
US$ 213 miliar. Dari keseluruhan pertambahan manfaat ekonomi ini, sebesar
US$141,8 miliar atau 67% akan jatuh di negara-negara maju.
Adanya kerugian ekonomi yang diderita oleh negara-negara
berkembang, seperti Indonesia, disebabkan antara lain karena adanya
hambatan-hambatan yang ditimbulkan oleh blok-blok perdagangan yang ada.
Di samping itu, juga adanya defisit berjalan yang perkiraan meningkat
sebagai akibat dari meningkatnya impor dan meningkatnya pembayaran jasa
dan repatriasi keuntungan investasi asing ke luar negeri (Arief, 1993).
Demikian pula bebasnya perusahaan-perusahaan asing dari ketentuan untuk
memperbanyak kandungan lokal, bukan saja akan menggagalkan pelaksanaan
kebijakan pembinaan industri kecil dan menengah yang selama ini sudah
dijalankan oleh pemerintah, di samping juga akan memperbesar biaya impor.
Khusus bagi Indonesia, ketergantungan input impor ini akan memengaruhi
arah program industrialisasi Indonesia, yaitu kembali lagi ke situasi import
dependent industrialization. Bersamaan dengan itu, juga menutup
kesempatan bagi tumbuhnya kekuatan ekonomi domestik yang berskala kecil
dan menengah. Masuknya kekuatan ekonomi asing di berbagai sektor
ekonomi, tanpa adanya pembatasan lain, jelas akan mengubah struktur
penguasaan aset ekonomi Indonesia (Firdausyi, 1996: 100).
5.26 Bisnis Internasional 

G. PENGALAMAN AWAL WTO

Pada 18 bulan pertama berdirinya WTO, lembaga ini menekankan


kebijakannya dan mekanisme penguatan yang dilaksanakan memberikan
dampak positif. Sampai dengan 31 Juli 1996, sebanyak 51 perselisihan
dagang sudah dibawa ke WTO untuk diselesaikan. Bandingkan dengan 196
kasus yang ditangani oleh GATT selama hampir setengah abad.
Empat negara, yaitu AS, Uni Eropa, Jepang, dan Kanada, mendominasi
masalah dagang. Masing-masing negara tersebut terlibat hampir di 43 kasus,
baik sebagai pihak yang mengadu maupun yang diadukan. Sampai dengan
Juli 1996, negara-negara berkembang mengajukan 21 masalah, termasuk
enam kasus melawan AS dan enam kasus melawan Uni Eropa.
Pada dasarnya, WTO telah dapat menjadi kekuatan dalam mengatur
perdagangan dunia secara lebih transparan walaupun ada ketakutan bahwa
AS akan mendominasi WTO. AS memang banyak disorot atas kasus-kasus
yang dibawanya walaupun pada akhirnya negara tersebut juga dapat
menerima keputusan WTO.
GATT tahun 1994 masih meninggalkan banyak pekerjaan tentang
perdagangan dunia. Hambatan perdagangan secara substansial masih terdapat
pada bidang-bidang pertanian, jasa keuangan, broadcast entertainment, dan
telekomunikasi walaupun tampaknya hal tersebut dapat dikurangi secara
bertahap. Pertemuan tentang jasa ini dijadwalkan tahun 2000. Tiga hal yang
paling penting dibicarakan untuk perkembangan di masa yang akan datang
adalah masalah lingkungan, hak pekerja, dan investasi langsung luar negeri.
Di samping itu, dalam buku panduan WTO, disebutkan bahwa prinsip
utama dalam perdagangan bebas adalah tidak adanya diskriminasi untuk
semua anggota WTO, seperti disebutkan dalam artikel I GATT. Akan tetapi,
terdapat pengecualian bahwa diskriminasi dapat dilakukan pada anggota
WTO jika ada perjanjian persatuan pabean, seperti UE serta kawasan bebas
dagang North America Free Trade Area (NAFTA) dan Asean Free Trade
Area (AFTA) yang terdapat pada artikel GATT XXIV.
Pengecualian sikap diskriminasi juga dapat diberikan menurut artikel
XXVIII dan XXIX GATT mengenai klausa penyelamatan bagi negara miskin
atau negara yang sedang menghadapi masalah. Demikian juga berdasarkan
Artikel IV GATT tentang klausa pengecualian dan pembenaran satu keadaan
tertentu bagi negara dunia ketiga (Rofikoh Rohim, Bisnis Indonesia, 10
 ADBI4432/MODUL 5 5.27

Februari 2000). Beberapa pengecualian tersebut bisa saja dinilai akan


menimbulkan perselisihan di kemudian hari (Rusdin, 2002).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!

1) Jelaskan secara singkat tentang sejarah terbentuknya sistem perdagangan


internasional!
2) Jelaskan secara singkat tentang berdirinya GATT, tujuan, dan
perkembangannya!
3) Jelaskan mengapa APEC perlu dibentuk!

Petunjuk Jawaban Latihan

Untuk menjawab latihan soal di atas, Anda dapat mengikuti petunjuk


sebagai berikut.
1) Pelajari halaman 5.16.
2) Pahami halaman 5.17—5.21.
3) Pelajari halaman 5.21.

R A NG KU M AN
Untuk memperlancar akvitas bisnis internasional dalam rangka
menciptakan keadilan ekonomi bagi seleruh negara di duni, ditetapkan
seperangkat aturan. Aturan ini akan mengatur perdagangan lintas batas
dan menurunkan tingkat hambatan perdagangan. Setiap negara tersebut
dapat menetapkan lembaga independen yang bertindak sebagai juri. Juri
ini dapat memonitor perdagangan di antara negara-negara yang menjadi
anggota, meyakinkan bahwa memang tidak ada pengkhianatan di antara
anggotanya, dan mengenakan sanksi pada negara yang melanggar aturan.
Sejak PD II, sebuah kerangka kerja perdagangan internasional telah
menjalankan hal di atas. Lima tahun pertama, kerangka kerja ini dikenal
sebagai General Ageement on Tariff and Trade (GATT). GATT berdiri
tahun 1947 dengan 23 anggota yang sebagian besar dari negara industri
maju. GATT adalah perjanjian multilateral yang bertujuan
meliberalisasikan perdagangan dengan mengurangi tarif, subsidi, kuota
5.28 Bisnis Internasional 

impor, dan sejenisnya. Antara tahun 1947—1984, anggota GATT


tumbuh menjadi lebih dari 120 negara.
Kerja sama kawasan ekonomi Asia Pasifik atau APEC dibentuk
pada November 1989 di Canberra atas usulan Bob Hawke, perdana
menteri Australia pada saat itu. Tujuan pokok pembentukan APEC
adalah perluasan perdagangan regional dan global serta perbaikan
peraturan dan prosedur investasi dengan cara GATT yang konsisten.
Sejak tahun 1995, GATT dikenal sebagai World Trade Organization
(WTO). Pada 18 bulan pertama berdirinya WTO, lembaga ini
menekankan kebijakannya dan mekanisme penguatan. Hal ini
memberikan dampak positif. Sampai dengan 31 Juli 1996, sebanyak 51
perselisihan dagang sudah dibawa ke WTO untuk diselesaikan. Pada
dasarnya, WTO telah dapat menjadi kekuatan dalam mengatur
perdagangan dunia secara lebih transparan walaupun ada kekhawatiran
bahwa AS akan mendominasi WTO. AS memang banyak disorot atas
kasus-kasus yang dibawanya walaupun pada akhirnya negara tersebut
juga dapat menerima keputusan WTO.

TES F OR M AT IF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) GATT yang muncul sejak PD II merupakan sebuah lembaga independen


yang bertindak ….
A. sebagai penentu segala kebijakan perdagangan internasional di
semua negara di dunia
B. sebagai pemonitor perdagangan-perdagangan di antara negara-
negara yang melaksanakan perdagangan internasional
C. sebagai perwakilan dari suatu negara yang melakukan perdagangan
internasional
D. sebagai penjamin kerugian negara-negara yang terlibat perdagangan
internasional

2) Seiring berjalannya waktu, GATT terganggu dengan adanya tekanan


dari para proteksionis. Salah satu latar belakang tekanan proteksionis
adalah ….
A. keberhasilan ekonomi Cina merusak sistem perdagangan dunia
B. sistem perdagangan dunia lebih jauh dirusak oleh defisit
perdagangan yang terus-menerus yang dialami oleh AS
 ADBI4432/MODUL 5 5.29

C. sedikit negara yang menemukan cara bagaimana menghindari aturan


GATT
D. aturan GATT sudah cukup relevan untuk ditaati oleh negara-negara
yang terlibat

3) Karena meningkatnya proteksionis, anggota GATT mengadakan


perundingan, yaitu Putaran Uruguay. Berikut ini yang merupakan salah
satu dampak Putaran Uruguay adalah ….
A. tarif barang-barang industri dihilangkan
B. subsidi pertanian akan dikurangi secara substansial
C. aturan GATT dipersempit lagi
D. hambatan perdagangan khusus tekstil akan ditingkatkan

4) Berkenaan dengan tarif industri, dampak utama hasil dari Uruguay


Round adalah ....
A. akses ke pasar dunia untuk ekspor barang-barang industri lebih
mudah dengan harga ke konsumen lebih mahal
B. tarif lebih murah untuk negara-negara berkembang
C. tarif meningkat 10% untuk khusus AS dan Uni Soviet
D. akses ke pasar dunia untuk mengekspor lebih mudah dengan harga
konsumen lebih murah

5) Ada beberapa latar belakang dibentuknya APEC seperti berikut ini,


kecuali ....
A. khawatir gagalnya perundingan atau hambatan dalam putaran
Uruguay
B. adanya perubahan besar di bidang politik dan ekonomi berlangsung
di Uni Soviet dan Eropa Timur
C. adanya pengukuran baku, kemajuan perekonomian suatu negara
tidak dapat dicapai
D. muncul kelompok-kelompok perdagangan, seperti Pasar Tunggal
Eropa (ME)

6) Di balik optimisme APEC, ada kekhawatiran yang muncul. Salah


satunya adalah ….
A. negara APEC yang jauh dari kemajuan
B. banyak keraguan pada target pencapaian APEC
5.30 Bisnis Internasional 

C. ASEAN yang hendak dibubarkan oleh APEC


D. kekhawatiran APEC beralih menjadi lembaga formal yang
memengaruhi ASEAN

7) APEC dibentuk karena melihat pentingnya kerja sama perdagangan dan


investasi bebas di kawasan Asia Pasifik yang disebabkan oleh beberapa
faktor di bawah ini, kecuali ....
A. dinamika ekonomi kawasan Asia Pasifik terbesar
B. konsentrasi pendanaan di kawasan Asia Pasifik relatif lebih dominan
C. kerja sama AFTA dan NAFTA menyebabkan kerja sama Asia
Pasifik
D. Liberalisasi pada tingkat regional dalam APEC meningkatkan
konflik

8) Dalam buku pedoman WTO, disebutkan sebuah prinsip utama dalam


perdagangan bebas, yaitu ....
A. setiap negara anggota WTO harus jujur dan terbuka
B. tidak ada diskriminasi untuk semua anggota WTO
C. keuntungan anggota WTO harus dibagi untuk kepentingan bersama
D. semua pihak harus saling menguntungkan satu sama lain

9) WTO dibentuk untuk tujuan tertentu, yaitu ....


A. mengimplementasikan persetujuan GATT
B. menjadi pengatur utama perdagangan internasional
C. mendamaikan perselisihan AS dan negara-negara berkembang
D. mengimbangi program-program GATT

10) Ada beberapa negara yang mendominasi dalam masalah dagang. Salah
satunya adalah ….
A. Cina
B. Korea Selatan
C. Jepang
D. Prancis
 ADBI4432/MODUL 5 5.31

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
5.32 Bisnis Internasional 

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1
1) B
2) B
3) A
4) C
5) D
6) B
7) A
8) C
9) C
10) D

Tes Formatif 2
1) B
2) B
3) B
4) D
5) C
6) D
7) D
8) B
9) A
10) C
 ADBI4432/MODUL 5 5.33

Glosarium

AFTA: wujud dari kesepakatan negara-negara ASEAN untuk


membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan
daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN
sebagai basis produksi dunia. Di samping itu, juga untuk menciptakan pasar
regional bagi 500 juta penduduknya. AFTA dibentuk pada Konferensi
Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN IV di Singapura tahun 1992. Skema Common
Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area (CEPT-AFTA)
merupakan suatu skema untuk mewujudkan AFTA melalui penurunan tarif
hingga menjadi 0—5% serta penghapusan pembatasan kuantitatif dan
hambatan-hambatan nontarif lainnya. Perkembangan terakhir, ada enam
anggota ASEAN (Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan
Brunei Darussalam) telah mengurangi sebagian besar tarif perdagangan,
mulai 1 Januari 2010. Pengurangan tarif berproses sejak tahun 1992 dan
secara bertahap pengurangan tarif akan berlaku 1—3 persen hingga
pemberlakuan AFTA secara menyeluruh pada tahun 2015.

APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) adalah wadah kerja sama


bangsa-bangsa di kawasan Asia Pasifik di bidang ekonomi. APEC resmi
terbentuk pada November 1989 di Canberra, Australia. Pembentukan forum
ini merupakan usulan mantan perdana menteri Australia, Bob Hawke, yang
merupakan kelanjutan dari berbagai usulan dan upaya untuk mengadakan
kerja sama ekonomi regional Asia Pasifik. Berdirinya APEC dimaksudkan
untuk meningkan kerja sama ekonomi di kawasan Asia Pasifik, terutama di
bidang perdagangan dan investasi. Itulah sebabnya mengapa APEC dapat
dikatakan sebagai suatu forum internasional dengan fokus perhatian pada
masalah ekonomi dan bukan politik. Keanggotaannya bersifat terbuka dan
kegiatannya lebih menekankan pada kerja sama di bidang ekonomi.

Embargo: larangan menyeluruh terhadap perdagangan dengan negara


tertentu dan dapat dilakukan serentak atau sendiri-sendiri. Dalam
perdagangan internasional, embargo adalah sanksi yang dimandatkan
pemerintah untuk membatasi perdagangan dengan wilayah asing. Embargo
dapat membatasi impor, ekspor, atau keduanya. Secara rasional, embargo
adalah hukuman politik untuk suatu negara. Istilah embargo kadang-kadang
5.34 Bisnis Internasional 

disalahgunakan untuk diterapkan ke boikot yang umumnya merupakan


gerakan massal untuk berhenti membeli dari sebuah bisnis dan juga sebagai
alat hukuman.

Free trade: suatu konsep teoretis yang mengangggap perdagangan


internasional tidak dibatasi oleh hambatan berupa peraturan pemerintah, baik
dalam bentuk tariff maupun non-tariff. Sasaran utama dari perdagangan
bebas adalah menciptakan iklim perdagangan internasional yang kompetitif.
Konsep tersebut sering pula diinterpretasikan sebagai perdagangan yang
bebas yang pengertiannya lebih luas daripada perdagangan bebas. Dianut
oleh sebagian pembuat kebijaksanaan umum di bidang perdagangan
internasional dari negara-negara liberal. Terlepas dari asumsi dimaksud,
diperkirakan bahwa keterbatasan sebagaimana yang telah ada sekarang masih
tetap berlaku pada masa yang akan datang.

Free trade agreement: perjanjian antara dua atau lebih negara di bidang
ekonomi yang di antaranya mencakup penurunan atau penghapusan tarif
dalam perdagangan barang.

Komoditas: suatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat


diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu,
serta dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dan jenis yang sama.
Biasanya, dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka.
Secara lebih umum, komoditas adalah suatu produk yang diperdagangkan,
termasuk valuta asing, instrumen keuangan, dan indeks.

Pengawasan devisa atau exchange control: pengaturan pemerintah dalam


bidang devisa untuk menstabilkan atau menaikkan nilai mata uang sendiri
dan memperbaiki posisi neraca pembayaran. Dalam sistem ini, pemerintah
memonopoli seluruh transaksi valuta asing. Tujuannya adalah mencegah
adanya aliran modal keluar dan melindungi pengaruh depresi dari negara
lain, terutama dalam hal negara tersebut menghadapi keterbatasan cadangan
valuta asing dibanding dengan permintaannya. Menghadapi jumlah valuta
asing yang relatif lebih sedikit dibanding dengan permintaannya, pemerintah
perlu mengadakan alokasi dalam penggunaannya, yakni untuk tujuan-tujuan
yang sesuai dengan program pemerintah. Alokasi biasanya dilakukan dengan
menggunakan lisensi impor.
 ADBI4432/MODUL 5 5.35

Subsidi ekspor: subsidi yang dibayarkan kepada produsen dalam negeri


karena kegiatan ekspornya atau kepada konsumen di luar negeri untuk
mendorong ekspor. Bentuknya dapat bermacam-macam, seperti pemberian
uang kas langsung, kredit murah (dengan harga murah dan di bawah harga
pasar), dan penyediaan fasilitas tertentu yang sebenarnya tidak ada atau
pengenaan pajak yang lebih rendah dari seharusnya.
5.36 Bisnis Internasional 

Daftar Pustaka
Appleyard, Dennis R. dan Alfred J.Field, Jr. 1998. Internationa l Economics:
Trade Theory and Policy. Edisi ketiga. Singapore: The McGraw Hill.

Gilarso,T. 1992. Pengantar Ilmu Ekonomi. Yogyakarta: Kanisius.

Krugman, Paul R., dan Maurice Obstfeld. 1998. International Economics :


Teory and Policy. New York: Harper Collins Publisher.

Nopirin. 1998. Ekonomi Moneter. Edisi keempat. Yogyakarta: BPFE.

Rugman, Alan M., dan Richard M. Hodgetts. 1995. International Business: A


Strategic Management Approach. New York: McGraw-Hill, Inc.

Rusdin. 2002. Bisnis Internasional dalam Pendekatan Praktek. Bandung:


Alfabeta.

Salvatore, D. 2004. International Economics. Edisi kedelapan. New Jersey:


Wiley Publisher.

Suparmoko, M. 2002. Pengantar Ekonomika Makro. Yogyakarta: BPFE.

Tambunan, Tulus. 2004. Globalisasi dan Perdagangan Internasional.


Jakarta: Ghalia Indonesia.
Modul 6

Dinamika Organisasi Internasional


Ratih Purbasari, M.S.M.

PE N DA H UL U AN

D engan jumlah transaksi yang semakin besar dan semakin pentingnya


transaksi-transaksi internasional swasta dan pemerintah, tidak
mengherankan jika berbagai organisasi internasional bermunculan untuk
memberikan fasilitas, mengatur, mengukur, atau membiayainya. Hal ini tentu
menjadi penting bagi para mahasiswa bisnis yang kemungkinan nantinya
akan berhadapan dengan peluang-peluang dan berbagai permasalahan
internasional serta fungsi dari sejumlah organisasi-organisasi tersebut.
Sebagian organisasi merupakan organisasi lingkup skala internasional dan
sebagian lainnya merupakan organisasi regional. Beberapa memiliki anggota
yang terdiri atas banyak negara, sedangkan beberapa organisasi yang lain
terdiri atas sejumlah kecil negara. Kebanyakan beranggotakan kalangan
pemerintah dan sebagian kecil adalah kalangan swasta.
Sangat penting bagi orang-orang yang terlibat dalam bisnis internasional
untuk memahami dampak organisasi internasional atas dunia usaha dan para
pelaku bisnis di seluruh dunia. Tidak lagi cukup bagi seorang pelaku bisnis
hanya memahami lingkungan politik dan hukum di negeri sendiri. Sekarang
ini, penting untuk memahami lingkungan politik dan hukum di seluruh dunia.
Sebagian organisasi internasional memiliki kekuasaan di bidang
pemerintahan dan bertindak sebagai entitas yang melampaui batas-batas
negara. Sebagai contoh, suatu penggabungan dua perusahaan yang berbasis
di Indonesia mungkin memerlukan persetujuan AS (Ball, et al, 2004).
Pada Modul 6 ini, mahasiswa akan mempelajari hubungan antara
organisasi-organisasi internasional dan bisnis internasional, berbagai
organisasi dan peranan masing-masing, serta pengelompokan regional
negara-negara di dunia.
Materi yang akan dibahas dalam modul ini disajikan dalam dua kegiatan
belajar.
1. Kegiatan Belajar 1: Organisasi dalam Bisnis Internasional
2. Kegiatan Belajar 2: Pengelompokan Regional Negara-negara Dunia
6.2 Bisnis Internasional 

Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan mampu


mendefinisikan konsep dasar mengenai organisasi internasional serta mampu
menjelaskan hubungannya dengan bisnis internasional.

Secara lebih teperinci, diharapkan Anda mampu memahami dan


menjelaskan:
1. Perserikatan Bangsa-bangsa,
2. International Monetary Fund (IMF),
3. Bank Dunia (World Bank),
4. WTO,
5. OPEC,
6. perbedaan IMF dan Bank Dunia,
7. IMF dan Bank Dunia setelah Bretton Woods,
8. Masa depan IMF dan Bank Dunia,
9. pengelompokan negara-negara dunia.
 ADBI4432/MODUL 6 6.3

Kegiatan Belajar 1

Organisasi dalam Bisnis Internasional

P ada modul sebelumnya, kita telah membahas beberapa organisasi yang


sangat berperan dalam pembentukan sistem bisnis internasional dan
menjaga keberlangsungan bisnis internasional itu sendiri. Selanjutnya, kita
akan membahas lebih dalam mengenai apa sebenarnya organisasi-organisasi
tersebut serta bagaimana peran dan fungsinya masing-masing. Berikut ini
akan dijelaskan beberapa organisasi internasional yang perlu kita ketahui.

A. PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB)

Sebelum organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa ada, telah


dikenal adanya Liga Bangsa-Bangsa atau Lembaga Bangsa-Bangsa (LBB).
LBB ini terbentuk karena dorongan dari Presiden Wilson tentang rencana
perdamaian 14 pasal (Wilson’s Fourteen Points). Isinya antara lain
1. perjanjian rahasia harus dihapuskan;
2. bangsa-bangsa harus diberi hak untuk menentukan nasib sendiri;
3. pembentukan Liga Bangsa-Bangsa;

Karena itu, pada 10 Juni 1920, lahirlah LBB. Tujuan utamanya adalah
mengusahakan perdamaian dunia. Akan tetapi, dalam perkembangannya,
LBB ini tidak mampu bekerja lebih baik karena lebih banyak dipengaruhi
oleh negara-negara kuat. Perdamaian dunia belum dapat diwujudkan,
menyusul Perang Dunia II.
Pada akhir Perang Dunia II, Presiden F.D. Roosevelt (presiden AS) dan
Presiden Winston Churchill mengadakan pembicaraan di geladak kapal
Agusta sehingga melahirkan Piagam Atlantik (Atlantic Charter). Piagam
Atlantik ini memuat pasal-pasal berikut.
1. Setiap bangsa berhak menentukan nasib sendiri.
2. Membentuk perdamaian dunia yang merupakan syarat bagi bangsa-
bangsa untuk hidup bebas dari rasa ketakutan.
3. Menolak cara kekerasan untuk menyelesaikan perselisihan internasional,
kecuali untuk kepentingan umum.
6.4 Bisnis Internasional 

Didorong oleh isi Atlantic Charter itu, kemudian diadakan serangkaian


pertemuan. Pada 25 April—26 Juni 1945 diadakan Konferensi San Fransisco
yang dihadiri 51 negara. Pertemuan ini menghasilkan Piagam Perdamaian
(Charter of Peace) yang kemudian dijadikan Piagam PBB. Piagam ini
disahkan pada 24 Oktober 1945 yang kemudian menjadi waktu berdirinya
PBB secara resmi. Adapun beberapa tujuan berdirinya PBB adalah
1. memelihara perdamaian dan keamanan internasional;
2. memajukan hubungan persahabatan antar bangsa-bangsa;
3. memajukan kerja sama antarbangsa-bangsa dalam memecahkan
persoalan ekonomi, sosial, kebudayaan, dan kemanusiaan;
4. sebagai pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai cita-cita bersama.

Organisasi PBB terdiri atas (1) dewan keamanan dengan 15 anggota,


lima di antaranya adalah anggota permanen dan bertanggung jawab atas
operasi pemeliharaan perdamaian PBB, (2) majelis umum, yaitu tiap-tiap
negara adalah anggota dan tiap-tiap negara mempunyai satu hak suara, serta
(3) lembaga-lembaga khusus yang melakukan studi dan membantu negara-
negara anggota dalam berbagai bidang (Ball, et al, 2004).

B. INTERNATIONAL MONETARY FUND ( IMF)

Terbentuknya The IMF Article of Agreement sangat dipengaruhi oleh


keruntuhan finansial di seluruh dunia, devaluasi kompetitif, perang
perdagangan, tingginya pengangguran, hiperinflasi di Jerman dan di negara-
negara lain, serta disintegrasi ekonomi umum yang dialami di antara perang
(Rusdin, 2002). Asumsi dasar IMF adalah kepentingan bersama semua
bangsa dalam suatu sistem moneter internasional yang dapat dilaksanakan,
jauh melebihi kepentingan-kepentingan nasional yang saling bertentangan.
Tiap-tiap negara anggota memiliki kuota yang sama besarnya dengan jumlah
iuran kepada IMF. Pemungutan suara pada pertemuan-pertemuan IMF diberi
bobot menurut besarnya kuota dan jumlah yang dapat ditarik anggota dan
dikaitkan dengan kuotanya (Ball, et al, 2004).
Tujuan dari kesepakatan Bretton Woods—IMF sebagai pengawas
utamanya—adalah mencoba mencegah terulangnya chaos melalui kombinasi
antara disiplin dan fleksibilitas.
 ADBI4432/MODUL 6 6.5

1. Disiplin
Regime kurs mata uang tetap menerapkan disiplin dalam dua cara
berikut.
a. Perlunya mempertahankan suatu kurs tetap akan dapat mencegah
(menghambat) devaluasi kompetitif sekaligus menstabilkan lingkungan
perdagangan dunia.
b. Regime kurs tukar tetap akan menerapkan langkah-langkah moneter
untuk mendisiplinkan negara-negara sehingga dapat mencegah inflasi.

Apa yang akan terjadi di bawah suatu regime kurs tukar tetap jika
Inggris dengan cepat menaikkan suplai uangnya dengan mencetak pounds?
Kenaikan suplai uang dapat mengakibatkan inflasi. Pada gilirannya, dengan
kurs tukar yang tetap, inflasi akan membuat barang-barang dari Inggris tidak
kompetitif di pasar dunia. Sementara itu, harga-harga barang impor akan
menjadi lebih menarik di Inggris. Akibatnya, hal itu akan memperbesar
defisit perdagangan Inggris karena impornya lebih besar dari ekspornya.
Untuk mengoreksi ketidakseimbangan perdagangan ini, di bawah regime
kurs tukar tetap, Inggris diharuskan membatasi laju pertumbuhan suplai
uangnya agar inflasi kembali berada di bawah kontrol. Jadi, kurs mata uang
tetap dipandang sebagai suatu mekanisme untuk mengontrol inflasi dan untuk
menerapkam disiplin ekonomi terhadap negara-negara di dunia.

2. Fleksibilitas
Walaupun disiplin moneter merupakan tujuan utama dari kesepakatan
Bretton Woods, telah disadari bahwa kebijakan kurs tetap secara kaku akan
sangat tidak fleksibel. Hal ini dapat mengakibatkan standar kurs yang telah
ditetapkan mengalami kegagalan, seperti yang telah dialami oleh standar
emas. Para pihak yang terlibat dalam Bretton Woods ingin mencegah
terjadinya pengangguran yang tinggi sehingga mereka memberikan
fleksibilitas yang terbatas terhadap sistem ini. Dua karakteristik utama dari
IMF Article of Agreement adalah fasilitas pinjaman IMF dan penyesuaian
nilai pari.
IMF bersedia meminjamkan mata uang asing kepada para anggotanya
untuk membantu mereka mengatasi defisit neraca pembayaran dalam
periode-periode yang singkat. Yang merupakan sumber dana pinjaman
adalah kumpulan emas dan mata uang hasil sumbangan dari negara-negara
anggota IMF. Dengan memberikan pinjaman mata uang asing dalam jangka
6.6 Bisnis Internasional 

waktu pendek, dana IMF akan memberikan waktu kepada negara-negara


peminjam untuk menurunkan tingkat inflasi dan memperkecil defisit neraca
pembayarannya. Suatu negara yang meminjam mata uang asing dari IMF
harus menyetujui syarat-syarat yang berkaitan dengan kebijakan moneter dan
fiskal yang ditentukan IMF. Pada umumnya, hal itu meliputi pencapaian
target yang ditetapkan IMF mengenai pertumbuhan suplai uang domestik,
kebijaksanaan kurs tukar, kebijakan pajak, kebijakan kurs tukar,
pembelanjaan pemerintah, dan lain-lain.
Sistem penyesuaian pari memperbolehkan devaluasi mata uang suatu
negara lebih 10% jika IMF sependapat bahwa neraca pembayaran negara
yang bersangkutan berada dalam fundamental equilibrium (menurut
definisinya di Article of Agreement). Hal ini dimaksudkan untuk diterapkan
pada negara-negara yang telah mengalami permanen alam segi produk
mereka. Tanpa devaluasi, negara seperti ini akan mengalami tingkat
pengangguran yang tinggi dan defisit perdagangan sampai tingkat harga-
harga domestik jatuh. Kebijakan devaluasi dapat memulihkan keseimbangan
necara pembayaran. Hal ini berdasarkan keyakinan bahwa devaluasi dapat
membantu memperlandai proses penyesuaian dalam keadaan seperti di atas
(Rusdin, 2002).

C. BANK DUNIA (WORLD BANK)

Sesuai dengan namanya, organisasi ini bekerja di seluruh dunia. Sebagai


bank dunia, World Bank merupakan sumber bantuan pembangunan terbesar
di dunia dan menyediakan dana pinjaman hampir US$16 miliar setahun
untuk negara-negara kliennya. Sebagian terbesar kredit atau pinjaman
diberikan kepada kelompok negara berkembang (Ball, et al, 2004).
Bank Dunia didirikan sebagai lembaga investasi internasional jenis baru
untuk memberikan atau menjamin kredit-kredit yang ditujukan untuk proyek-
proyek rekonstruksi dan pertumbuhan yang produktif. Dana untuk itu berasal
dari modal Bank Dunia sendiri yang terdiri atas kontribusi pemerintah
negara-negara asing dan melalui mobilisasi modal swasta. Saham Bank
Dunia disusun sedemikian rupa sehingga setiap risiko dalam melaksanakan
kegiatannya dibebankan kepada negara-negara asing berdasarkan kekuatan
ekonomi mereka masing-masing.
Bank Dunia juga merupakan organisasi antarpemerintahan
(intergovernmental) yang mendasarkan pada pasar modal di dunia sebagai
 ADBI4432/MODUL 6 6.7

sumber keuangannya. Fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank Dunia


pertama kali dilaksanakan tahun 1947 dan berjumlah US$500 juta untuk
program rekonstruksi di empat negara Eropa.
Semula sumber-sumber yang dimiliki oleh Bank Dunia ditujukan untuk
membantu proses rekonstruksi bagi negara-negara yang menderita karena
perang. Dengan kemajuan Marshal Plan dari AS pada tahun 1948, Bank
Dunia mengalihkan usaha-usahanya, terutama ditujukan untuk kegiatan
pembangunan.
Tugas prinsip dari Bank Dunia saat ini adalah memberikan pinjaman
untuk proyek-proyek produktif demi pertumbuhan ekonomi di negara-negara
sedang berkembang yang menjadi anggotanya. Sebanyak kira-kira US$2,4
miliar telah disalurkan oleh Bank Dunia untuk proyek-proyek pembangunan
di Eropa, Australia, dan New Zeland. Selama 23 tahun terakhir ini (dari data
tahun 1970), sebanyak US$1,9 miliar untuk 28 negara Afrika, US$ 4,3 miliar
untuk 16 negara Asia, serta US$3,8 miliar untuk 22 negara-negara bagian AS
dan bagian barat). Pinjaman ini digunakan untuk industri pembangkit tenaga
listrik, pembangunan jalan, rel kereta api, pelatihan-pelatihan, pembangunan
saluran pipa gas alam, telekomunikasi, pertanian, industri, pengadaan air, dan
pendidikan. Dalam hal-hal tertentu, pinjaman ditujukan untuk program
pembangunan yang lebih umum, termasuk impor.
Bank meminjamkan dana dalam dua skema berikut.
1. Berdasarkan skema IBRD, pinjaman uang diberikan melalui penjualan
saham di pasar modal internasional. Dalam skema ini, peminjaman harus
membayar tarif suku bunga pasar, yaitu biaya dana dari bank ditambah
dengan margin untuk ongkos-ongkosnya. Dalam kenyataannya, tarif
bunga pasar ini jauh lebih besar dibandingkan dengan tarif bunga pasar
bank-bank komersial. Pada dasarnya, di bawah skema IBRD, bank
menawarkan pinjaman dengan bunga rendah kepada konsumen berisiko
yang rating kreditnya sering kali sangat buruk.
2. Skema yang dikembangkan oleh International Development Agency
(IDA) adalah suatu perpanjangan tangan bank yang dibentuk pada tahun
1960. Sumber dana untuk mendanai pinjaman-pinjaman IDA diperoleh
dari kontribusi negara-negara anggota yang kaya, seperti AS, Jepang,
dan Jerman. Pinjaman IDA ini diberikan hanya kepada negara-negara
yang dianggap paling miskin. Negara peminjam diberi waktu 50 tahun
untuk membayar bunga sebesar 1% per tahun (Rusdin, 2002).
6.8 Bisnis Internasional 

D. WORLD TRADE ORGANIZATION (WTO)

GATT merupakan bentuk organisasi internasional mengenai persetujuan


umum tentang tarif dan perdagangan. GAAT didirikan tahun 1947 dan
Indonesia menjadi anggota pada tahun 1950. Tujuan organisasi ini adalah
meningkatkan arus perdagangan internasional. Pada pertemuan anggota di
Marakesh, Maroko, pada 15 April 1994, nama GATT diubah menjadi WTO.
WTO atau organisasi perdagangan dunia ini mulai beroperasi pada 1
Januari 1995. WTO mencakup perdagangan jasa, seperti layanan telepon
internasional, dan perlindungan hak cipta intelektual, seperti lagu rekaman.
WTO berperan mempromosikan serta memperkuat diterapkannya aturan dan
hukum perdagangan internasional yang sudah disepakati.
Tujuan dibentuknya WTO sebagai berikut.
1. Menghilangkan atau mengurangi tarif bea yang menghambat
perdagangan antarnegara.
2. Meniadakan preferensi tarif dasar keuntungan timbal balik.
3. Menciptakan stabilitas di bidang ekonomi dan sosial.
4. Menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan perdagangan bebas
dunia yang akan mulai diberlakukan di seluruh dunia tahun 2020.
5. Meningkatkan perbaikan nasib kaum buruh dan keluarganya.

E. ORGANIZATION OF THE PETROLEUM EXPORTING


COUNTRIES (OPEC)

OPEC merupakan organisasi negara-negara pengekspor minyak di dunia.


Organisasi yang bersifat multilateral ini didirikan pada 14 September 1960 di
Caracas, Venezuela, oleh lima negara pengekspor minyak, yaitu Arab Saudi,
Kuwait, Iran, Irak, dan Venezuela. Tujuan didirikan OPEC adalah
1. memenuhi kebutuhan minyak dunia,
2. mengatur pemasaran minyak,
3. menjaga stabilitas harga minyak dunia,
4. menghindari persaingan tidak sehat.

Secara khusus, berdirinya OPEC dipacu oleh keputusan sepihak dari


perusahaan minyak multinasional (the seven sisters) tahun 1959/1960 yang
menguasai industri minyak dan menetapkan harga di pasar internasional. The
Tripoli-Teheran Agreement adalah kesepakatan antara OPEC dan perusahaan
 ADBI4432/MODUL 6 6.9

swasta pada tahun 1970 yang menempatkan OPEC secara penuh untuk
menetapkan pasar minyak internasional.
Pada Desember 1962, Indonesia ikut bergabung dalam organisasi ini
sebagai salah satu negara pengekspor minyak dunia. Namun, pada Mei 2008,
Indonesia memutuskan keluar dari organisasi tersebut, mengingat Indonesia
sejak tahun 2003 telah menjadi negara pengimpor minyak (net importer) dan
tidak mampu memenuhi kuota produksi yang telah ditetapkan.

F. PERBEDAAN IMF DAN BANK DUNIA

Secara tradisional, tugas IMF adalah membantu negara yang


bersangkutan. Itu artinya melakukan intervensinya untuk mendapatkan
kembali keseimbangan neraca dengan dunia luar. Yang dipentingkan
akhirnya adalah keseimbangan neraca berjalannya. Akan tetapi, hal ini juga
banyak dipengaruhi oleh keseimbangan yang artinya defisit anggaran belanja
pemerintah. Juga, oleh kebijakan moneter bank sentral serta kementerian
keuangan.
Bank Dunia lebih banyak mengurusi masalah-masalah struktural. Ia
membantu negara yang bersangkutan dalam perombakan beberapa sektor dan
menyempurnakan policy-policy yang menyangkut berbagai sektor yang
sangat penting, misalnya sektor industri dan perdagangan. Biasanya, yang
dituju adalah liberalisasi atau deregulasi sektor-sektor ini. Dengan kata lain,
menyingkirkan hambatan-hambatan yang merintangi produktivitasnya.
Walaupun IMF dan Bank Dunia mempunyai misi yang berlainan, selama
sepuluh tahun belakangan ini, masing-masing misi menjadi overlap. Artinya,
IMF, misalnya di Afrika, sering ikut menangani masalah structural
adjustment. Di lain pihak, Bank Dunia kadang-kadang atau lebih sering
memberi quick disbursement loans yang sebetulnya menjadi kebiasaan
bantuan IMF karena dana tersebut seharusnya dipakai (dalam anggaran
belanja pemerintah) untuk menyeimbangkan kembali neraca pembayaran
atau anggaran belanja pemerintah.
Mengapa kedua instansi bisa memberikan bantuan yang serupa? Hal ini
karena perkembangan sejarah dan terkait dengan besar dana bantuan yang
disediakan oleh IMF atau Bank Dunia itu. Yang menyediakan dana bantuan
terbesar juga mempunyai pengaruh terbesar.
Di Indonesia, misalnya, IMF-lah yang akan bertanggung jawab atas
program umum stabilisasi serta mencari pola macropolicy baru yang lebih
6.10 Bisnis Internasional 

sehat. Dana bantuan dari IMF lebih besar daripada yang disediakan oleh
Bank Dunia.
Bank Dunia di Indonesia akan lebih bertanggung jawab atas perbaikan
sektoral struktural, khususnya sektor perbankan. Akan tetapi, IMF pun akan
ikut bicara dalam hal ini. Bank Dunia akan membantu mengembangkan
sistem pengendalian sektor perbankan di Indonesia agar ekonomi tidak
mudah digoncangkan oleh bank “bobrok”, kredit macet, serta proyek-proyek
tidak bagus seperti sekarang ini. Di lain pihak, IMF juga akan ikut bicara
tentang hal yang sama. Untuk menghindari terulangnya tugas-tugas yang
overlap, di antara lembaga-lembaga keuangan internasional ini, akan ada
semacam pembagian kerja. Bank Dunia akan mengurus pembenahan bank-
bank komersial pemerintah, IMF mengurus penyehatan bank-bank swasta,
dan Bank Pembangunan Asia akan membenahi bank-bank pembangunan
daerah. Yang harus dimaklumi adalah perbedaan historis antara kedua
lembaga keuangan internasional ini, yakni IMF dan Bank Dunia, karena bisa
bentrokan dengan policy pemerintah.
Ideologi atau keyakinan tradisional IMF prioritas paling utama yang
harus dijunjung tinggi adalah stabilisasi moneter. Artinya, penerima dana
(Indonesia) harus mencapai kembali suatu kestabilan moneter dengan inflasi
yang rendah dan defisit neraca berjalan yang juga kecil. Angka sasarannya
2% dari PDB agar sustainable untuk masa yang lama.
Sarana utama untuk mencapai serta menjaga agar inflasi tetap rendah
adalah keharusan memupuk surplus anggaran belanja. Ini bisa dikatakan
bertentangan dengan doktrin Indonesia yang menghendaki anggaran belanja
yang seimbang. Akan tetapi, doktrin pembangunan kita sebetulnya sudah
kedaluawarsa, tepat untuk masa lalu ketika sektor swasta masih kecil.
Sekarang, sektor swasta sudah besar sekali dan pertumbuhan ekonomi
tergantung darinya. Agar sektor swasta bisa ekspansif, sektor pemerintah
(yakni anggaran belanjanya) harus kontraktif. Kalau tidak, inflasi akan tinggi.
Dalam proses mencapai stabilisasi moneter, IMF juga menuntut tingkat
bunga tidak boleh diturunkan terlalu cepat. Di lain pihak, pemerintah
melonggarkan likuiditas untuk mendorong produksi sehingga tingkat bunga
bank harus diturunkan. Ini bertentangan dengan resep IMF karena IMF
percaya bahwa dengan melonggarkan likuiditas, kurs mata uang akan
melemah. Belakangan ini, kedua gejala tersebut memang terjadi: pemerintah
melonggarkan likuiditas dan kurs mata uang rupiah sedikit melemah. Maka
itu, IMF akan teriak, “Freekick!” Mungkin Bank Dunia akan lebih bersimpati
 ADBI4432/MODUL 6 6.11

karena Bank Dunia lebih cenderung mementingkan kepentingan stimulasi


produksi dan ekspor.
Di belakang IMF dan Bank Dunia, ada pandangan negara-negara
pemegang saham yang besar, seperti AS dan Jepang. Apakah (kementerian
keuangan) negara-negara ini memihak IMF atau Bank Dunia?
Dalam menghadapi krisis mata uang di Asia Tenggara yang cenderung
menjalar ke Asia Timur dan belahan dunia lainnya, dirasa kurang terdapat
konsensus dalam pandangan serta teori-teori ekonominya. Maka itu, kita juga
harus pandai memanfaatkan situasi demikian itu (Rusdin, 2002).

G. IMF DAN BANK DUNIA SETELAH BRETTON WOODS

Kejatuhan sistem Bretton Woods telah ditinggalkan oleh IMF dengan


mengurangi peranan dalam sistem moneter internasional. Fungsi orisinal dari
IMF adalah menyediakan keuangan dari mana para anggota mendapat
pinjaman jangka pendek. Pinjaman tersebut ditujukan untuk menyesuaikan
posisi neraca pembayarannya dan mempertahankan kurs devisa mereka.
Pinjaman penyesuaian IMF yang tidak temporer akan banyak diperlukan.
Sejak permulaan tahun 1970-an, telah banyak perkembangan bagi negara-
negara maju. Mereka memberikan bantuan untuk menarik dana dari IMF.
IMF kemudian melakukan beberapa misi. Di antaranya berdasarkan
inspirasi dari minyak OPEC yang mengalami kenaikan harga dari tahun 1973
dan 1979 serta akibat dari krisis utang negara-negara berkembang.

1. IMF dan Perkembangan Utang Dunia


Harga minyak OPEC menyebabkan aliran dana besar-besaran dari
negara-negara berkembang ke negara-negara penghasil minyak OPEC.
Pertumbuhan ekonomi di negara berkembang mengalami kemunduran pada
awal tahun 1980 disebabkan hal berikut.
a. Munculnya tingkat bunga jangka pendek yang luas (adanya peningkatan
biaya utang).
b. Manajemen ekonomi makro yang lemah di negara-negara berkembang,
khususnya politik pertumbuhan inflasi.
c. Penggunaan dana pinjaman yang kurang tepat oleh pemerintah negara
berkembang (juga sering digunakan untuk konsumsi bukan investasi).
d. Kemunduran tingkat pertumbuhan dari negara-negara industri Barat
yang merupakan pasar utama dari produk-produk negara berkembang.
6.12 Bisnis Internasional 

Contohnya adalah negara Meksiko yang mendapatkan kredit sebagai


negara berkembang pada tahun 1982 dengan pinjaman internasional sebesar
US$80 miliar, Brazil US$87 miliar, dan beberapa negara lainnya. Sistem
moneter internasional telah dihadapkan pada suatu dimensi krisis yang sangat
hebat

2. Dari Solusi IMF untuk Rencana Brady


Dengan beberapa negara Barat, khususnya AS, IMF sebagai pemain
utama dalam menyelesaikan kembali krisis utang telah mengadakan
perjanjian dengan Meksiko yang meliputi tiga unsur berikut:
a. menjadwalkan kembali utang lama Meksiko;
b. pinjaman baru untuk Meksiko dari IMF, Bank Dunia, dan bank–bank
komersial;
c. Pemerintah Meksiko menyetujui mematuhi ketentuan IMF secara
ekonomi makro untuk perbaikan ekonominya dengan menumbuhkan
penawaran uang dan mengurangi pengeluaran pemerintah.

IMF menentukan kebijakan ekonomi makro yang berhasil dalam defisit


perdagangan dan tingkat inflasi beberapa negara pengutang di bawah
pengawasannya. Namun, telah terjadi penciutan harga dalam tingkat
pertumbuhan ekonomi negara pengutang. Pada April 1989, IMF menyokong
suatu pendekatan baru yang pertama kali diusulkan oleh Nicholas Brady,
sekretaris Departemen Keuangan AS. Rencana Brady menjadi dikenal dan
pengurangan utang dibedakan dari penjadwalan kembali utang. Kemudian,
IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah Jepang menyumbang masing-masing
US$10 miliar dalam rangka pengurangan utang. Aplikasi pertama dari Brady
telah mengurangi utang Meksiko sehingga pada pertengahan tahun 1990-an
krisis utang berakhir (Rusdin, 2002).

H. MASA DEPAN IMF DAN BANK DUNIA

Satu konsekuensi keterlibatan IMF dalam menyelesaikan kembali krisis


utang negara-negara berkembang telah mengaburkan hubungan antara IMF
dan Bank Dunia. IMF memberikan pinjaman jangka panjang untuk negara-
negara pengutang tertinggi. Peminjaman jangka panjang ini berjalan kontinu.
IMF telah banyak membantu seperti pada tahun 1997, negara Rusia dan
Ukraina telah menerima pinjaman dari IMF. IMF telah berperan di dua
 ADBI4432/MODUL 6 6.13

negara tersebut dengan membantu mentransformasikan perencanaan negara


pada sistem ekonomi pasar.
Tidak hanya IMF, tetapi Bank Dunia juga telah memberikan pinjaman.
Selama tahun 1978-an, Bank Dunia memberikan pinjaman untuk proyek,
seperti irigasi, energi, dan proyek transportasi. Bank menemukan bahwa
pengembalian pinjaman proyek di negara-negara yang pertumbuhannya
terbatas karena kebijakan ekonomi makro yang kurang tepat. Suatu proyek
yang baik dalam ekonomi yang jelek akan menjadi proyek yang jelek.
Bank Dunia telah menemukan tipe pinjaman baru. Sebagai tambahan
dalam memberikan dana untuk menyokong proyek yang spesifik, sekarang
bank juga akan memberikan pinjaman untuk pemerintah dari suatu negara
yang dapat memulihkan pengembalian pinjaman pada politik ekonomi
makro. Ini sama dengan apa yang dilakukan oleh IMF. IMF meminjamkan
uang kepada negara-negara yang dapat lancar mengembalikan utangnya,
demikian pula dengan Bank Dunia. Kesamaan antara Bank Dunia dan IMF
memungkinkan untuk merger antara IMF dan Bank Dunia di masa yang akan
datang.
Implikasi bisnis dibagi menjadi tiga sebagai berikut.
1. Manajemen mata uang
Sistem mata uang adalah suatu sistem mengambang yang diatur, yaitu
pemerintah ikut investasi sehingga dapat menggerakkan pasar devisa
asing.
2. Strategi bisnis
Strategi fleksibilitas yang dipertahankan dapat mengambil bentuk dari
produksi yang berbeda lokasi. Cara lain untuk membangun strategi
fleksibilitas melibatkan rintangan manufaktur. Perusahaan menyuplai
dari negara ke negara dalam biaya yang relatif yang berdampak pada
kurs devisa.
3. Hubungan antara perusahaan dan pemerintah
Peranan IMF dan Bank Dunia dalam sistem moneter internasional
sekarang juga mempunyai implikasi untuk strategi bisnis. Peningkatan
peran IMF dan Bank Dunia beraksi, seperti politik ekonomi makro,
meliputi negara-negara yang mendapat pinjaman IMF atau Bank Dunia.
(Rusdin, 2002).
6.14 Bisnis Internasional 

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang IMF dan Bank Dunia serta apa
perbedaan antara keduanya!
2) Jelaskan bagaimana perkembangan IMF dan Bank Dunia setelah Bretton
Woods!
3) Jelaskan tiga organisasi ekonomi internasional lainnya yang Anda
ketahui!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Untuk menjawab pertanyaan ini, silakan Anda pelajari dan pahami


halaman 6.4—6.7 dan 6.9.
2) Coba Anda lihat halaman 6.11—6.12 untuk dapat menjawab pertanyaan
ini.
3) Silakan Anda pelajari, kemudian pahami kegiatan belajar ini agar
pertanyaan tersebut dapat Anda jawab.

R A NG KU M AN

Organisasi internasional dapat berpengaruh sangat besar atas bisnis


dan para pelaku bisnis di seluruh dunia. Kebanyakan organisasi yang
dibahas dalam bab ini adalah organisasi pemerintah. Sebagai akibatnya,
mereka sering kali berbicara atas nama pemerintah dan anggota-
anggotanya dapat memiliki kekuasaan yang penting atas bisnis.
Organisasi PBB terdiri atas (1) dewan keamanan dengan 15 anggota,
lima di antaranya adalah anggota permanen dan bertanggung jawab atas
operasi pemeliharaan perdamaian PBB, (2) majelis umum yang tiap-tiap
negara adalah anggota dan tiap-tiap negara mempunyai satu hak suara,
serta (3) lembaga-lembaga khusus yang melakukan studi dan membantu
negara-negara anggota dalam berbagai bidang. United Nation (UN)
mempunyai berbagai lembaga di seluruh dunia yang dibentuk untuk
mempermudah perdagangan dan kegiatan ekonomi.
Bank Dunia membantu negara-negara berkembang untuk
memperoleh proyek-proyek dan mendesak para peminjam agar
 ADBI4432/MODUL 6 6.15

menertibkan lembaga-lembaga ekonomi mereka sebagai persyaratan


untuk mendapatkan pinjaman. Organisasi keuangan internasional,
kepanjangan tangan bank yang sukses, mendorong bisnis swasta di
negara-negara berkembang.
Dana Moneter Internasional (IMF) membantu negara-negara
berkembang yang mengalami defisit neraca pembayaran serta bekerja
sama dengan Bank Dunia untuk mengoreksi kebijakan-kebijakan fiskal
dan keuangan. Ia memulai prosedur-prosedur negosiasi pinjaman yang
telah membantu menangani krisis utang pemerintah yang menjadi
sorotan pada tahun 1980-an.
WTO berusaha menghapuskan hambatan perdagangan di seluruh
dunia. Keanggotaannya terdiri atas negara-negara perdagangan utama di
dunia sehingga memiliki potensi untuk memengaruhi perdagangan dunia
secara signifikan. WTO secara rutin mengeluarkan keputusan atas
perselisihan dagang di antara berbagai negara. Meskipun demikian,
kritik-kritik WTO telah berkembang lebih kuat pada tahun-tahun
belakangan ini.

TES F OR M AT IF 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Tujuan dari kesepakatan Bretton Woods—IMF sebagai pengawas


utamanya—bertujuan mencoba mencegah terulangnya chaos melalui
kombinasi ….
A. disiplin dan kontinuitas
B. disiplin dan kontroler
C. disiplin dan fleksibilitas
D. disiplin dan dinamis

2) Bank Dunia memiliki peranan yang sangat penting, tetapi ia memiliki


tugas prinsip, yaitu ….
A. memberikan pinjaman untuk melunasi hutang-hutang negara yang
berperang
B. memberi pinjaman untuk proyek-proyek produktif untuk
pertumbuhan negara sedang berkembang
C. memberikan dana cadangan bagi negara yang menjalankan utang
internasional
D. menjamin kemakmuran negara-negara miskin
6.16 Bisnis Internasional 

3) IMF mempunyai ideologi tradisional, yaitu prioritas yang paling utama


adalah ....
A. perputaran moneter
B. maksimalisasi keuangan
C. stabilitas moneter
D. keuntungan moneter

4) Pada tahun 1980, perekonomian di negara berkembang mengalami


kemunduran. Hal itu salah satunya disebabkan oleh ....
A. kemunduran tingkat pertumbuhan di negara industri Barat
B. manajemen ekonomi mikro negara berkembang yang lemah
C. tingkat bunga jangka pendek yang sempit
D. penggunaan dana pinjaman untuk investasi

5) ASEAN sebagai salah satu organisasi kerja sama ekonomi internasional


menfokuskan pada peningkatan kerja sama ekonomi perdagangan dan
sosial budaya di ….
A. kawasan negara-negara Asia tenggara
B. negara-negara berkembang di Asia
C. wilayah Asia Pasifik
D. kawasan negara miskin di Asia Tenggara

6) Blok perdagangan AS, Kanada, dan Meksiko untuk membentuk kawasan


perdagangan bebas disebut dengan ….
A. ASEAN
B. NAFTA
C. ASFTA
D. APEC

7) Tujuan utama dibentuknya Asia Pasific Economic Cooperation


adalah….
A. mengayomi negara-negara di kawasan Asia Pasifik
B. melakukan liberalisasi perdagngan dan investasi serta pemanfaatan
SDA dan SDM untuk meningkatkan pembangunan dan
pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik
C. pemeliharaan sumber daya alam di kawasan Asia Pasifik untuk
kesejahteraan sumber daya manusia
 ADBI4432/MODUL 6 6.17

D. menjalankan perekonomian yang ideal di kawasan Asia Pasifik

8) OPEC merupakan organisasi negara-negara pengekspor minyak di dunia.


Tujuan OPEC sebagai berikut, kecuali ....
A. memenuhi minyak di dunia
B. mengatur pemasaran minyak
C. mendapatkan harga yang relatif tinggi minyak dunia
D. menghindari persaingan tidak sehat

9) Kesepakatan yang diambil oleh AFTA, yaitu ....


A. menghapuskan tarif dan mengurangi hambatan nontarif
B. mengurangi pajak masuk di negara-negara Asia Tenggara
C. menurunkan tarif dan menghapus hambatan nontarif
D. menghilangkan semua hambatan perdagangan

10) Organisasi kerja sama ekonomi internasional yang berperan


mempromosikan serta memperkuat diterapkannya aturan dan hukum
perdagangan internasional yang sudah disepakati adalah ....
A. WTO
B. WHO
C. NAFTA
D. APEC

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
6.18 Bisnis Internasional 

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
 ADBI4432/MODUL 6 6.19

Kegiatan Belajar 2

Pengelompokan Regional Negara-negara

K eberhasilan Uni Eropa (UE) telah membawa negara-negara lain di


seluruh dunia untuk membentuk sejumlah pengelompokan lain dengan
tujuan-tujuan yang sama, tetapi biasanya lebih terbatas. Sejumlah organisasi
internasional telah tumbuh secara signifikan ketika semakin banyak
pemerintah yang telah menjangkau ke luar untuk mencari hubungan formal
dengan negara-negara lain (Ball, et al, 2004). Tentunya menjadi penting bagi
para pelaku bisnis dalam skala internasional untuk memahami kekuasaan
yang dimiliki oleh pengelompokan regional atas bisnis. Berikut ini akan
dijelaskan pengelompokan yang merupakan organisasi dan persetujuan
dagang.

A. PERHIMPUNAN NEGARA-NEGARA ASIA TENGGARA


(ASSOCATION OF SOUTHEAST ASIAN NATION/ASEAN)

ASEAN dibentuk pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. ASEAN


merupakan suatu kawasan yang paling dinamis dan berkembang paling cepat
di dunia. Berdasarkan Deklarasi Bangkok, pendiriannya diprakarsai oleh lima
negara, yaitu
1. Indonesia : Adam Malik,
2. Malaysia : Tun Abdul Rozak,
3. Thailand : Thanat Khoman,
4. Filipina : Narsisco Ramos,
5. Singapura : S. Rajaratnam.

Tujuan dibentuknya ASEAN adalah meningkatkan kerja sama ekonomi,


perdagangan, dan sosial budaya di antara negara-negara Asia Tenggara
dengan
1. mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial budaya di
kawasan Asia Tenggara;
2. menciptakan keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara;
3. membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di kawasan Asia
Tenggara;
6.20 Bisnis Internasional 

4. meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia


Tenggara.

Bentuk kerja sama ASEAN di bidang ekonomi sebagai berikut.


1. Membuka pusat promosi ASEAN di bidang perdagangan, investasi, dan
pariwisata di Tokyo, Jepang.
2. Menyediakan cadangan pangan ASEAN, terutama beras.
3. Membentuk kerja sama di bidang koperasi ASEAN.
4. Membentuk komite negara-negara penghasil minyak bumi ASEAN.
5. Membentuk kerja sama pengelolaan barang sejenis, seperti karet alam
dan kopra.

Untuk menjalankan tugasnya, ASEAN membentuk komite sebagai


berikut:
1. CFAF (Committee on Food Agricultural and Forest), yaitu komite bahan
makanan, pertanian, dan kehutanan yang berkedudukan di Indonesia;
2. COTT (Committee on Trade and Tourism), yaitu komite perdagangan
dan pariwisata yang berkedudukan di Singapura;
3. COFB (Committee on Finance and Banking), yaitu komite keuangan dan
perbankan yang berkedudukan di Thailand;
4. COIME (Committee on Industry, Mining and Energy), yaitu komite
industri, perdagangan, dan energi yang berkedudukan di Filipina;
5. COTAC (Comminittee on Transportation and Communication), yaitu
komite transportasi dan komunikasi yang berkedudukan di Malaysia;
6. CCI (Comminittee on Cultural and Information).

B. ASOSIASI PERDAGANGAN BEBAS EROPA (EUROPEAN FREE


TRADE ASSOCIATION/EFTA)

Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) yang didirikan tahun 1960


sebagai reaksi terhadap Uni Eropa terdiri atas banyak negara Eropa yang
bukan anggota Uni Eropa. Negara-negara EFTA ingin menstimulasi
perdagangan antara diri mereka sendiri dan memungkinkan tawar-menawar
dengan Uni Eropa sebagai suatu organisasi ketimbang sebagai negara-negara
individu. Ketika negara-negara EFTA mengamati kemajuan Uni Eropa ke
arah unifikasi, mereka menyadari bahwa suatu kekuatan Eropa yang potensial
sedang terbentuk. Mereka takut tidak terlibat di dalamnya dan bereaksi
 ADBI4432/MODUL 6 6.21

dengan cara berbeda. Banyak yang dahulu anggota EFTA kini menjadi
anggota Uni Eropa.
Anggota-anggota EFTA yang asli adalah Austria, Denmark, Norwegia,
Portugal, Swedia, Swiss, dan Inggris. Anggota-anggota EFTA yang sekarang
adalah Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.

C. PERSETUJUAN PERDAGANGAN AFRIKA

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di seluruh benua, beberapa


di antara negara-negara Afrika telah membentuk kelompok-kelompok
perdagangan dan investasi. Tiga di antaranya adalah Masyarakat Ekonomi
Negara-negara Afrika Barat (Economic Community of West African
States/ECOWAS) serta Pasar Bersama untuk Afrika Bagian Timur dan
Selatan (Common Market for Eastern and Southern Africa/COMESA).

D. ASIAN FREE TRADE AGREEMENT (AFTA)

AFTA didirikan pada 1 Januari 1993 sebagai tindak lanjut Konferensi


Tinggkat Tinggi (KTT) ASEAN IV di Singapura tahun 1992. Organisasi
perdagangan bebas kawasan ASEAN ini sepakat menurunkan tarif dan
menghapus hambatan nontarif dalam perdagangan yang dimulai tahun 2002.
Latar belakang pembentukan AFTA:
1. adanya perubahan eksternal, yaitu masa transisi terbentuknya tatanan
dunia baru;
2. perubahan internal, yaitu kemajuan ekonomi negara anggota selama 10
tahun terakhir;
3. menggalang persatuan regional untuk meningkatkan posisi dan daya
saing.

Tujuan AFTA sebagai berikut.


1. Meningkatkan ekspor sesama anggota dan di luar anggota ASEAN.
2. Meningkatkan perdagangan dan kerja sama ekonomi lainnya yang
mengarah pada spesialisasi di kawasan ASEAN.
3. Meningkatkan investasi di semua sektor ekonomi.
6.22 Bisnis Internasional 

E. PERSETUJUAN PERDAGANGAN BEBAS AMERIKA UTARA


(NAFTA)

Persetujuan Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free


Trade Agreement/NAFTA) yang menciptakan suatu wilayah perdagangan
bebas antara Kanada, Meksiko, dan AS berdiri pada 1 Januari 1994. NAFTA
bukan suatu organisasi, tetapi merupakan perjanjian dagang yang
dimaksudkan untuk memudahkan perdagangan di antara negara-negara
NAFTA. Dengan demikian, NAFTA tidak beroperasi sebagai kesatuan
terpisah, tetapi menjadi bagian dari hukum nasional dari tiap negara.
Sementara itu, NAFTA menciptakan beberapa lembaga untuk implementasi
bagian-bagian persetujuan tertentu. NAFTA tidak menciptakan kesatuan gaya
Uni Eropa dan tidak mendirikan pemerintah regional macam apa pun.
Dorongan untuk penciptaan NAFTA diawali dengan telah adanya
Persetujuan Perdagangan Bebas AS-Kanada (United States-Canada Free
Trade Agreement) tahun 1989 yang merupakan keinginan AS untuk tetap
kompetitif di pasar dunia. Tujuan NAFTA adalah menghapuskan hambatan
perdagangan di antara ketiga negara anggotanya dan menciptakan suatu
wilayah perdagangan bebas. Bea masuk telah dihapuskan atau dikurangi di
antara ketiga negara tersebut. Pada tahun 1980-an, AS adalah pemimpin
dalam mengembangkan persetujuan perdagangan bebas, tetapi sekarang
enggan untuk memasuki persetujuan semacam itu. Sebaliknya, Kanada pada
tahun 1980-an enggan untuk masuk ke dalam perjanjian dagang dan kini
dengan agresif mencari-cari mitra perjanjian perdagangan. Meksiko, bersama
dengan negara-negara Amerika Latin lainnya, juga sedang mencari mitra-
mitra dagang.
Perdebatan yang bermula di Kanada tahun 1988 mengenai apakah negara
itu sebaiknya menjadi bagian dari Persetujuan Perdagangan Bebas Amerika
Serikat-Kanada membawa pada suatu pemilihan nasional. Para pendukung,
termasuk perdana menteri Kanada saat itu (Brian Mulroney), berargumentasi
bahwa persetujuan itu akan baik bagi Kanada dan perdagangan bebas itu
akan membuka pasar yang luas bagi bisnis Kanada. Lawan-lawannya
beragumentasi bahwa orang-orang Kanada akan kehilangan pekerjaan dan
Kanada akan kehilangan kepribadian nasionalnya dengan menyetujui
persetujuan itu. Sebagian mengkhawatirkan bahwa persetujuan itu akan
mendorong ke arah penghapusan perbatasan yang sebenarnya antara Kanada
dan AS. Partai Perdana Menteri Mulroney memenangkan pemilihan itu dan
 ADBI4432/MODUL 6 6.23

Parlemen Kanada menyetujui perjanjian tersebut. Persetujuan Perdagangan


Bebas AS-Kanada terbukti sangat sukses sehingga kedua belah pihak ingin
memperluasnya dengan memasukkan Meksiko dan mungkin negara lainnya
di kemudian hari. Hal ini karena satu alasan untuk penciptaan Persetujuan
Perdagangan Bebas AS-Kanada adalah persaingan dari blok perdagangan
regional. Kemudian, dengan memasukkan Meksiko, AS melihat peluang
untuk memperluas pasar potensial, bahkan lebih besar lagi. Perluasan seperti
itu dapat memperkuat perekonomian ketiga negara.
Banyak juga yang percaya bahwa membuka pasar di Meksiko untuk
kepentingan AS akan mempunyai manfaat tambahan meningkatkan standar
hidup dan tingkat upah warga negara Meksiko. Perbaikan ekonomi itu akan
meningkatkan kemampuan Meksiko untuk mempertahankan angkatan kerja
mereka yang berharga sehingga mereka tidak akan tertarik bekerja di AS
yang menjanjikan berbagai kelebihan. Diskusi di antara ketiga negara itu
berlangsung dengan sukses dan persetujuan diajukan kepada anggota
parlemen di tiap negara. Meskipun mendapat perlawanan yang sengit dari
serikat buruh dan beberapa politikus, negosiasi itu berhasil. Akhirnya, badan
pembuat undang-undang Kanada, Meksiko, dan AS menyetujui perjanjian
NAFTA tersebut. NAFTA adalah perjanjian dagang pertama yang
memasukkan sisi lingkungan dan tenaga kerja, topik yang kini secara rutin
tercakup dalam persetujuan perdagangan.
Banyak orang di AS dan di seluruh Amerika Latin ingin memperluas
NAFTA dengan memasukkan negara-negara lain di dalam wilayah
perdagangan bebas itu. Pada tahun 1990, presiden AS saat itu (George Bush)
memproklamasikan suatu sasaran, “Perusahaan untuk Amerika,” yang
menginginkan suatu zona perdagangan bebas dari Alaska sampai Tierra del
Fuego. Cile telah disebut sebagai calon yang mungkin untuk perluasan awal
dan para pihak telah memulai pembahasan, tetapi gairah untuk menambahkan
Cile dan negara-negara lain memudar. Meskipun AS gagal memperbesar
NAFTA, NAFTA tetap penting bagi bisnis AS. Banyak komentator yang
menunjukkan perdagangan yang meningkat di antara ketiga negara untuk
menunjukkan bahwa NAFTA merupakan sukses besar. Yang lain membantah
bahwa NAFTA telah menciptakan lebih banyak permasalahan dengan
memindahkan pekerjaan dengan upah rendah ke Meksiko. Debat atas
keberhasilan NAFTA berlanjut sampai hari ini (Ball, et al, 2004).
6.24 Bisnis Internasional 

F. ORGANISASI NEGARA-NEGARA AMERIKA (OAS)

Organisasi Negara-negara Amerika (Organization of American


States/OAS) adalah sebuah organisasi negara-negara di belahan bumi barat
yang didedikasikan untuk meningkatkan kerja sama di kawasan itu. OAS
dibentuk pada tahun 1948 dengan AS sebagai salah satu di antara 21 negara-
negara pendiri. Anggota asli yang lain adalah Argentina, Bolivia, Brasil, Cile,
Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Republik Dominika, Ekuador, El Savador,
Guatemala, Haiti, Honduras, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru,
Uruguay, dan Venezuela. Meskipun Kuba adalah anggota OAS, pada tahun
1962 OAS mengeluarkan Pemerintah Kuba dari keikutsertaan dalam
kegiatannya. Asal mula OAS dapat dilihat kembali pada tahun 1890 ketika
konferensi internasional pertama negara-negara Amerika diadakan di
Washington DC. Konferensi tersebut mendirikan Perserikatan Internasional
Republik-republik Amerika (International Union of American Republics).
OAS telah diperluas dengan memasukkan negara-negara lain di belahan bumi
tersebut dan sekarang memiliki 35 anggota. Ke-14 anggota tambahan
diterima pada tahun berikut ini. Barbados (1967), Trinidad dan Tobago
(1967), Jamaika (1969), Grenada (1975), Suriname (1977), Dominika (1979),
Saint Lucia (1979), Antigua dan Barbuda (1981), Saint Vincent dan
Grenadines (1981), Bahama (1982), St. Kitts dan Nevis (1984), Kanada
(1990), Belize (1991), serta Guyana (1991). OAS berkantor pusat di
Washington DC.

G. KERJA SAMA EKONOMI ASIA PASIFIK (APEC)

Untuk merespons semakin pentingnya perekonomian negara-negara


lingkaran Pasifik, Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Econonic
Coorperation/APEC) telah didirikan pada tahun 1989. APEC dibentuk di
Canberra, Australia, pada November 1989. APEC merupakan kerja sama
ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Dasar pembentukan APEC adalah kerja
sama perdagangan, investasi, pariwisata, dan peningkatan sumber daya
manusia yang saling menguntungkan. Tujuan pokok APEC adalah
melakukan liberalisasi perdagangan dan investasi serta pemanfaatan sumber
daya alam dan manusia untuk meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan
di kawasan Asia Pasifik. Untuk mencapai tujuan tersebut, APEC menyusun
agenda liberalisasi perdagangan dan investasi secara bertahap seperti berikut.
 ADBI4432/MODUL 6 6.25

1. Tahun 2010, di antara negara industri maju di kawasan Asia Pasifik.


2. Tahun 2020: seluruh negara di kawasan Asia Pasifik.

Sekarang ia bertindak sebagai wahana regional untuk meningkatkan


perdagangan terbuka dan kerja sama ekonomi praktis. Dewasa ini, APEC
mencakup semua perekonomian utama di kawasan itu. Amerika Serikat
adalah salah satu di antara 21 anggota yang ada sekarang.

H. MERCOSUR/MERCOSUL

Mercosur (dalam bahasa Spanyol) atau Mercosul (dalam bahasa


Portugis) merupakan singkatan dari Common Market of the South (Pasar
Bersama Selatan). Organisasi ini dibentuk pada tahun 1991 berdasarkan
Pakta Asuncion yang mempersatukan Argentina, Brasil, Paraguay, dan
Uruguay. Meskipun judulnya menggunakan istilah pasar bersama (common
market), Mercusor belum mencapai kondisi itu (lihat seksi berikutnya).
Meskipun demikian, Mercusor telah menunjukkan kemajuan. Sebagian besar
perdagangan di dalam Mercusor telah bebas tarif dan tujuannya adalah
mencapai perdagangan bebas untuk semua produk. Suatu tarif eksternal
bersama telah diadopsi atas kebanyakan produk, tetapi kelompok itu tidak
akan menjadi sebuah serikat kepabean penuh.
Sejak kelahirannya, perdagangan dalam Mercusor telah meningkat cepat
rata-rata 27 persen setahun. Sementara perdagangan dengan belahan dunia
lain meningkat 7,5 persen setahun. Seperlima dari perdagangan luar negeri
keempat negara itu kini dilakukan satu sama lain dan mengalami peningkatan
yang signifikan sampai dengan tahun 1990. Seluruh pertumbuhan ini juga
telah menunjukkan perlunya kebijakan terpadu dalam sejumlah bidang,
termasuk kode persaingan, kebijakan antidumping, dan penyerasian pajak.
Jasa-jasa perlu dihimpun di dalam persetujuan Mercusor. Koordinasi
demikian akan sangat sulit bagi Mercusor karena kekurangan kelembagaan,
seperti Komisi Eropa dari Uni Eropa. Brasil yang bertanggung jawab atas 70
persen produksi dan penduduk dari pengelompokan itu telah menentang
keras birokrasi atau pengadilan supranasional untuk Mercusor. Selain itu,
kedua negara besar dalam Mercusor, Brasil dan Argentina, telah melalui
beberapa tahun terakhir dengan kemerosotan ekonomi yang parah. Pada
waktu yang belum lama ini, baik Brasil maupun Argentina dipercaya akan
mampu memimpin Amerika Latin keluar dari masalah ekonominya, tetapi
6.26 Bisnis Internasional 

kedua negara itu sekarang terperosok ke dalam resesi ekonomi. Masalah


ekonomi ini akan mengganggu masa depan Mercusor (Ball, et al, 2004).

I. EEC (EUROPEAN ECONOMIC COMMUNITY)

EEC lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). MEE


merupakan kerja sama regional di bidang ekonomi dan moneter yang
dibentuk pada 1 Januari 1958 berdasarkan Perjanjian Roma. Negara-negara
yang menjadi anggota MEE adalah Belanda, Belgia, Denmark, Inggris,
Irlandia, Jerman, Luxemburg, Prancis, Yunani, dan Italia. Tujuan EEC atau
MEE adalah menyusun politik perdagangan bersama dan mendirikan daerah
perdagangan bebas antarnegara anggota Eropa Barat.

J. EU (EUROPEAN UNION)

EU atau Uni Eropa merupakan kerja sama negara-negara di wilayah


Eropa yang dibentuk pada 1 November 1993 berdasarkan perjanjian
Maastricht. EU berasal dari EEC. Penggantian nama dari EEC ke EU
menandakan bahwa organisasi ini telah berubah dari kesatuan ekonomi
menjadi politik.

K. ADB (ASIAN DEVELOPMENT BANK)

ADB merupakan Bank Pembangunan Asia yang didirikan pada 19


Desember 1966 dan berpusat di Manila, Filipina. ADB merupakan organisasi
multilateral keuangan pembangunan. Tujuan ADB adalah membantu
pembangunan ekonomi negara-negara kawasan Asia.

L. CGI (CONSULTATIVE GROUP FOR INDONESIA)

CGI dibentuk oleh Bank Dunia (Word Bank) pada tahun 1992 atas
permintaan Pemerintah Indonesia sebagai pengganti IGGI. CGI bertujuan
membantu Indonesia melaksanakan pembangunan dan stabilitas dengan
bantuan kredit.
 ADBI4432/MODUL 6 6.27

M. IDB (ISLAMIC DEVELOPMENT BANK)

IDB merupakan lembaga keuangan internasioanl yang bertujuan


membantu dan menggalakkan pembangunan ekonomi dan sosial di negara
anggota dan masyarakat Islam. IDB didirikan pada tahun 1975.

N. IDA (INTERNATIONAL DEVELOPMENT ASOCIATION)

IDA atau Organisasi Pembangunan Internasional PBB bertujuan


memberikan kredit kepada negara-negara yang sedang berkembang dengan
syarat lunak.

O. ECOSOC (ECONOMIC AND SOCIAL COUNCIL)

ECOSOC merupakan dewan ekonomi dan sosial PBB. Dewan ini


memelopori penelitian, laporan, dan rekomendasi mengenai persoalan
ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan dunia.

P. UNCTAD (UNITED NATIONS CONFERENCE ON TRADE AND


DEVELOPMENT)

UNCTAD merupakan salah satu badan PBB yang kegiatannya bergerak


di bidang perdagangan dan pembangunan. Lembaga ini merupakan anak
lembaga dari lembaga utama PBB, yaitu dewan ekonomi dan sosial.
Keanggotaan negara-negara dalam UNCTAD terbagi menjadi dua kelompok,
yaitu negara kelompok utara mencakup negara-negara industri dan kelompok
selatan mencakup negara-negara penghasil bahan mentah.

Q. IFC (INTERNATIONAL FINANCE CORPORATION)

IFC adalah lembaga keuangan afiliasi Bank Dunia yang didirikan untuk
memberikan bantuan kepada negara-negara berkembang. Bantuan tersebut
berupa kredit untuk proyek-proyek produktif yang dapat menumbuhkan
ekonomi negara-negara berkembang tersebut. IFC didirikan pada 24 Juli
1956 di Washington, AS. Tujuan IFC adalah membantu menambah modal
dan memberikan kredit jangka panjang.
6.28 Bisnis Internasional 

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!

1) Jelaskan mengapa perlu ada pengelompokan regional negara!


2) Jelaskan pemahaman Anda tentang ASEAN!
3) Jelaskan mengenai NAFTA dan tujuan pembentukkannya!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Untuk menjawab pertanyaan ini, silakan Anda pelajari dan pahami pada
halaman 6.19.
2) Silakan Anda pelajari kemudian pahami halaman 6.19 agar pertanyaan
ini dapat Anda jawab.
3) Coba Anda lihat dan pahami halaman 6.22—6.23 untuk dapat menjawab
pertanyaan ini.

R A NG KU M AN

Uni Eropa merupakan suatu entitas supranasional yang


beranggotakan 15 negara Eropa. Tujuannya untuk mengintegrasikan
ekonomi negara-negara anggota serta menciptakan suatu daerah
perdagangan tempat barang-barang, jasa, orang-orang, dan modal
bergerak secara bebas. Pada tahun-tahun terakhir ini, Uni Eropa juga
telah mengambil langkah-langkah utama ke arah perserikatan politis.
Uni Eropa adalah suatu pemerintah regional dan dengan demikian
mempunyai kekuasaan untuk mengatur berbagai hal, termasuk
penggabungan dan operasi bisnis Eropa. Uni Eropa mengadopsi suatu
mata uang bersama, yaitu euro, yang digunakan di 12 negara Uni Eropa.
NAFTA diratifikasi oleh Kanada, Meksiko, dan AS. Tujuannya
adalah memudahkan perdagangan di antara ketiga negara tersebut.
NAFTA menurunkan tarif atas barang-barang yang bergerak dari satu
negara anggota NAFTA ke negara lainnya. NAFTA mempermudah
dunia usaha dalam menjual barang-barang dan beroperasi di dalam
negara-negara anggota NAFTA yang lain.
Begitu pula dengan berbagai organisasi regional lainnya, mereka
memiliki fungsi dan perannya masing-masing. Dengan perjanjian yang
 ADBI4432/MODUL 6 6.29

mereka sepakati, hal itu akhirnya turut memberikan kontribusi bagi


kelancaranan bisnis internasional.

TES F OR M AT IF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Wadah kerja sama negara-negara Eropa Barat dalam bidang


perekonomian, yaitu ….
A. AFTA
B. NATO
C. European Union
D. NAFTA

2) Tujuan dari dibentuknya NAFTA adalah memudahkan perdagangan


antara negara-negara yang mendirikannya dengan cara ....
A. menghilangkan tarif ekspor impor negara-negara bersangkutan
B. menurunkan tarif atas barang-barang yang bergerak dari satu negara
anggota NAFTA ke negara lainnya
C. menutup perdagangan di luar negara-negara yang mendirikan
NAFTA
D. membatasi produk-produk yang masuk antara negara-negara yang
bersangkutan

3) Suatu organisasi yang terdiri atas 30 negara paling kaya di dunia, lebih
demokratis, dan berorientasi pada pasar merupakan sebuah sumber riset
yang baik sekali tentang berbagai persoalan. Organisasi itu disebut ….
A. AFTA
B. NAFTA
C. OECD
D. OAS

4) Sebuah organisasi negara-negara di belahan bumi barat yang


didedikasikan untuk meningkatkan kerja sama di kawasan itu disebut ….
A. AFTA
B. NAFTA
6.30 Bisnis Internasional 

C. OECD
D. OAS

5) Uni Eropa dibentuk berdasarkan suatu perjanjian yang bernama ….


A. Perjanjian Maastricht
B. Perjanjian Uni Eropa
C. Perjanjian Bangsa-bangsa
D. Perjanjian Eropa

6) Perdagangan Bebas Amerika Utara yang menciptakan suatu wilayah


perdagangan bebas antara Kanada, Meksiko, dan AS disebut ….
A. NAFTA
B. AFTA
C. EFTA
D. OAS

7) Asosiasi perdagangan bebas di antara negara-negara Eropa dan negara-


negara Austria, Islandia, Norwegia, Portugal, dan Swiss disebut ….
A. AFTA
B. EFTA
C. NAFTA
D. UE

8) Organisasi multilateral bidang keuangan dan pembangunan yang


tujuannya adalah membantu pembangunan ekonomi negara-negara
kawasan Asia disebut dengan ....
A. ABD
B. ASEAN
C. Bank Dunia
D. IMF

9) Asal mula OAS, yaitu kembali pada tahun 1890 ketika konferensi
internasional pertama negara-negara Amerika yang diadakan di
Washington DC. Hasil konferensi itu mendirikan suatu perserikatan yang
disebut ....
A. Perserikatan Bangsa-bangsa Amerika
B. Perserikatan Internasional Republik-republik Amerika
 ADBI4432/MODUL 6 6.31

C. Perserikatan Perdagangan Bangsa Amerika


D. Perserikatan Dagang Republik Amerika

10) Suatu kerja sama ekonomi dengan tujuan bebas tarif dan perdagangan
bebas untuk semua produk yang didirikan berdasarkan Pakta Asuncion
disebut ….
A. ASEAN
B. Mercusor
C. UE
D. EFTA

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
6.32 Bisnis Internasional 

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1
1) C
2) B
3) C
4) A
5) D
6) B
7) B
8) C
9) C
10) A

Tes Formatif 2
1) C
2) B
3) C
4) D
5) A
6) A
7) B
8) A
9) B
10) B
 ADBI4432/MODUL 6 6.33

Glosarium
Bilateral trade: hubungan dagang, baik barang maupun jasa, antardua
negara. Pada umumnya, hubungan dagang ini diikat dalam suatu perjanjian
yang bersifat timbal balik (bilateral) untuk melindungi kepentingan masing-
masing pihak, baik yang berkaitan dengan tarif bea masuk maupun pungutan
lainnya.

Dewan Keamanan PBB: badan PBB yang terdiri atas lima anggota tetap
dengan hak veto dan sepuluh anggota yang dipilih (lima tiap tahun untuk
jangka waktu dua tahun).

Free Trade Agreement (FTA): kawasan perdagangan bebas, yaitu


menghilangkan tarif di antara anggota FTA, tetapi masing-masing negara
anggota mempertahankan tarif eksternal mereka sendiri atas impor dari
negara-negara bukan anggota.

Kelompok Tujuh (G7): negara-negara industri besar yang terdiri atas


negara Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS.

Negara sedang berkembang: klasifikasi yang ditetapkan oleh bank dunia


dengan karakteristik tertentu. Misalnya, persentase penduduk yang bekerja di
sektor pertanian menurun tajam karena banyak yang berurbanisasi dan
beralih ke sektor industri. Meskipun ada peningkatan upah, hal itu masih
lebih rendah dibanding negara maju. Tingkat melek huruf dan tingkat
pendidikan relatif tinggi. Dengan dipacu oleh pertumbuhan ekspor, tingkat
pertumbuhan ekonominya juga mengalami peningkatan.

Pinjaman keras: dibuat dan dapat dibayar kembali dalam mata uang
keras dan konvertibel dengan suku bunga pasar dan jatuh tempo pasar yang
normal.

Pinjaman lunak: bisa dibayar kembali dalam mata uang lunak,


nonkonvertibel, dengan kewajiban bunga rendah atau tidak ada, sering kali
berjangka panjang sampai 40 tahun, dan bisa memberikan masa tenggat
sampai 10 tahun tanpa meminta pembayaran.
6.34 Bisnis Internasional 

Penjagaan ketat: memperkenankan IMF untuk memengaruhi atau bahkan


mendikte kebijakan fiskal dan moneter dari negara-negara anggota apabila
negara-negara yang ekonominya kuat memperkenankan campur tangan
demikian.

Pasar bersama: suatu custom union ditambah penghapusan pembatasan


atas mobilitas jasa, orang-orang, dan modal di antara negara-negara anggota.
Orang-orang dari satu negara anggota bisa bekerja di negara anggota yang
lain.

Sidang umum PBB: badan PBB yang terdiri atas semua negara anggota,
masing-masing satu suara dengan mengabaikan besarnya, kekayaannya, atau
kekuatannya.
 ADBI4432/MODUL 6 6.35

Daftar Pustaka

Ball, Donald A., et al. 2004. Bisnis Internasional Buku Satu, terj. Syahrizal
Noor. Jakarta: Salemba Empat.

Firman. 2006. Modul Bisnis Internasional. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rusdin. 2002. Bisnis Internasional dalam Pendekatan Praktek. Bandung:


Alfabeta.
Modul 7

Memahami Sistem Moneter


Internasional
Ratih Purbasari, M.S.M.

PE N DA H UL U AN

S ebagaimana yang telah dijelaskan pada modul sebelumnya, dua dekade


setelah keruntuhan sistem Bretton Woods masih tetap berlangsung
perdebatan mengenai bagaimana bentuk regime kurs mata uang yang terbaik
bagi dunia. Sebagian ahli ekonomi memelopori sistem ketika mata uang
utama dibiarkan mengambang satu sama lainnya. Sementara itu, ahli
ekonomi lainnya berpendapat bahwa lebih baik kembali ke sistem kurs tetap
yang mirip dengan sistem Bretton Woods.
Hal ini akan memberikan implikasi dari seluruh bisnis internasional ini,
terutama mengenai kebijaksanaan mata uang terhadap praktik bisnis. Kasus
nyata, misalnya, kebijakan Pemerintah Meksiko pada Desember 1994 untuk
membiarkan peso mengambang secara bebas terhadap dolar US
mengakibatkan terjadinya depresiasi nilai dolar dari peso sebesar 40%. Jelas,
hal ini sangat merugikan perusahaan-perusahaan yang mengimpor mobil atau
suku cadang mobil dari Amerika Serikat (AS) ke Meksiko. Ini menunjukkan
betapa rentannya bisnis internasional terhadap kebijakan pemerintah terkait
dengan kurs tukar. Pada saat yang bersamaan, kasus ini mengilustrasikan
bagaimana kebijakan pemerintah tentang kurs dapat menciptakan peluang-
peluang bisnis. Dalam jangka panjang, harga peso yang lebih murah akan
meningkatkan daya saing dan potensi ekspor dari pabrik-pabrik manufaktur
mobil yang berbasis di Meksiko (Rusdin, 2002).
Modul 7 ini akan membahas bagaimana cara kerja sistem moneter
internasional dan untuk menunjukkan implikasinya terhadap bisnis
internasional. Untuk memahami bagaimana cara kerja sistem moneter
internasional, kita harus mengkaji evolusi dari sistem tersebut.
Materi yang akan dibahas dalam modul ini disajikan dalam dua kegiatan
belajar.
1. Kegiatan Belajar 1: Pendekatan Moneter Internasional
2. Kegiatan Belajar 2: Standar Emas, Pasar Uang, dan Valuta Asing
7.2 Bisnis Internasional 

Secara umum, setelah mempelajari Modul 7, mahasiswa diharapkan


mampu menjelaskan konsep-konsep dalam sistem moneter internasional,
pendekatan moneter terhadap neraca pembayaran, serta mampu mengambil
contoh praktik sistem kurs, pasar uang, dan valuta asing di beberapa negara.

Secara lebih teperinci, diharapkan Anda mampu memahami dan


menjelaskan
1. pendekatan moneter terhadap neraca pembayaran,
2. mekanisme moneter dari penyesuaian neraca pembayaran,
3. devaluasi: pendekatan moneter,
4. pilihan portofolio dalam perekonomian terbuka,
5. pertumbuhan, inflasi, dan rekening uang,
6. ekspektasi perubahan nilai tukar mata uang, tingkat bunga, dan krisis
nilai tukar mata uang luar negeri,
7. pendekatan pasar aset dan teori neraca pembayaran jangka pendek,
8. pendekatan elastisitas, absorpsi, dan moneter terhadap neraca
pembayaran,
9. standar emas,
10. regime kurs tukar mengambang,
11. pasar uang,
12. pasar valuta asing.
 ADBI4432/MODUL 7 7.3

Kegiatan Belajar 1

Pendekatan Moneter Internasional

A. PENDEKATAN MONETER TERHADAP NERACA


PEMBAYARAN

Pengembangan pendekatan moneter secara modern terhadap neraca


pembayaran dikembangkan antara tahun 1950—1960 oleh IMF, University
of Chicago, dan London School of Economics. Studi awal dilakukan oleh
Robert Mundell, Harry Johnson, dan J.J. Polak. Generasi berikutnya itu
termasuk Rudiger Dornbusch, Jacob Frenkel, Arthur B. Laffer, Michael
Mussa, dan masih banyak yang lainnya.
Pendekatan moneter menekankan bahwa neraca pembayaran mencakup
fenomena moneter. Masalah neraca pembayaran bukan berarti hanya
fenomena moneter, yang dimaksud dalam hal ini adalah peranan uang dalam
neraca pembayaran sangat esensial. Pertimbangan moneter dalam neraca
pembayaran sangat perlu dalam studi ekonomi terbuka dan neraca
pembayaran.
Pasar uang dalam kondisi keseimbangan berarti perubahan permintaan
uang kas nominal (MD) sama dengan perubahan penawaran uang kas
nominal (MS) seperti berikut ini (Firman, 2006).

Persamaan (1)
ΔMD = ΔMS
Perubahan pendapatan, tingkat bunga, dan faktor lainnya akan
mempengaruhi permintaan uang kas nominal. Misalnya, jika pendapatan
individu semakin tinggi, individu tersebut menginginkan aset moneter yang
lebih tinggi. Sebaliknya, jika tingkat bunga semakin tinggi, aset yang
menghasilkan bunga semakin tinggi dan permintaan uang kas nominal
semakin rendah. Perubahan penawaran uang proporsional dengan perubahan
high-powered money (H), yaitu penjumlahan perubahan cadangan
internasional dari bank sentral (IR) dan perubahan kredit bank sentral
(CBC), sebagai berikut.
7.4 Bisnis Internasional 

Persamaan (2)

ΔMS = μΔH = μ (ΔCBC) = (ΔIR + ΔCBC)

Jika  = 1 (Money Market Multiplier)


Konsep neraca pembayaran yang digunakan dan yang relevan dengan
proses penawaran uang adalah rekening uang dalam neraca pembayaran (BN),
yaitu IR. Persamaan (2) dapat dituliskan menjadi berikut ini.

Persamaan (3)
ΔMS = BN + ΔCBC
Surplus atau defisit rekening uang berhubungan dengan penciptaan
kredit bank sentral sebagai sumber perubahan penawaran uang. Substitusi
persamaan (3) ke (1) diperoleh sebagai berikut.

Persamaan (4)
ΔMD = BN + ΔCBC
Maka itu, neraca pembayaran dapat didefinisikan menjadi berikut ini.

Persamaan (5)
BN = ΔMD- ΔCBC
Persamaan (5) menjelaskan jika BN > 0 berarti perubahan permintaan
uang kas nominal lebih besar daripada perubahan kredit bank sentral (MD >
CBC). Sebaliknya, BN < 0 berarti perubahan kredit bank sentral lebih besar
dari perubahan permintaan uang (CBC > MD). Persamaan (5) berarti
penawaran uang yang diciptakan bank sentral pada periode tertentu yang
tidak diminta oleh penduduk domestik akan mempengaruhi defisit neraca
pembayaran. Penduduk domestik yang mempunyai kelebihan kas akan
membeli barang atau aset luar negeri dengan menggunakan mata uang luar
negeri. Penduduk domestik akan menjual mata uang domestik untuk membeli
mata uang internasional. Akibatnya, bank sentral akan kehilangan cadangan
internasional, rekening uang kas mengalami defisit, dan akhirnya neraca
pembayaran defisit dalam mata uang domestik. Kelebihan uang kas nominal
yang dipegang oleh penduduk domestik dapat digunakan untuk membeli
barang dan aset luar negeri sehingga neraca pembayaran mengukur
 ADBI4432/MODUL 7 7.5

pembelian barang luar negeri secara neto (T N) dan aset luar negeri secara
neto (KN) seperti berikut.

Persamaan (6)
BN = ΔMD- ΔCBC = TN + KN
[TN, KN] adalah masing-masing definisi dari neraca perdagangan dan
neraca modal. Dari penjelasan di atas, pendekatan moneter terhadap neraca
pembayaran, jika hanya mencakup fenomena moneter, tidak mencukupi
karena aktivitas program keuangan pemerintah tidak dimasukkan sebagai
variabel yang penting dalam pembahasan neraca pembayaran.

B. MEKANISME MONETER DARI PENYESUAIAN NERACA


PEMBAYARAN

Gangguan-gangguan ekonomi internasional dalam jangka panjang akan


mempengaruhi faktor-faktor moneter yang respek terhadap neraca
pembayaran. Misalnya, perubahan harga, tingkat bunga, pengangguran,
output, dan berbagai faktor lainnya yang berhubungan. Dengan asumsi
bahwa suatu negara adalah price taker dalam perdagangan barang dan aset
luar negeri, harga barang domestik ekuivalen dengan harga luar negeri
dikalikan dengan nilai tukar mata uang domestik. Misalkan, absorpsi
domestik riil (A), yaitu pengeluaran untuk barang domestik dan luar negeri,
dipengaruhi oleh aset yang dipegang oleh penduduk domestik seperti berikut.

Persamaan (7)
A + aY - bi + ρ  W / P 
Ā,Y, i, W, dan P masing-masing adalah absorpsi otomatis, output
agregat riil, tingkat bunga domestik nominal, serta wealth dan indeks harga
domestik, (a, b dan ) masing-masing parameter positif yang menjelaskan
bahwa tingkat pendapatan dan kesejahteraan yang tinggi serta tingkat bunga
yang rendah mendorong peningkatan pengeluaran domestik riil. Pendekatan
wealth dalam penentuan pengeluaran domestik disarankan oleh A.C. Pigou
yang dikenal dengan efek A.C. Pigou. Misalnya, konsumsi penduduk yang
telah pensiun dibiayai oleh aset atau wealth yang dikumpulkan selama hidup.
Misalkan, aset yang dipegang oleh penduduk adalah aset moneter
sehingga W/P = M/P. Dalam kasus ini, perdagangan internasional dalam aset
nonmoneter diabaikan sehingga neraca modal tidak muncul dan neraca
7.6 Bisnis Internasional 

pembayaran sama dengan neraca perdagangan. Oleh sebab itu, penyesuaian


neraca pembayaran dengan aset berupa uang dan penghilangan pengaruh
tingkat bunga (tidak adanya substitusi antara uang dan obligasi) sebagai
berikut.

Persamaan (8)
A = A + aY + ρ  W / P 
A = A + aYF + ρ  W / P 
Output riil (Y) sama dengan output potensial (YF) dan P ditentukan oleh
harga internasional P. Secara grafis, mekanisme penyesuaian moneter secara
murni terhadap neraca perdagangan sebagai berikut.

Gambar 7.1

Garis AA menjelaskan hubungan positif antara wealth dan pengeluaran


konsumsi. Itu artinya peningkatan saldo kas riil yang dipegang oleh
penduduk akan meningkatkan pengeluaran konsumsi, sedangkan yang
lainnya konstan. Garis horizontal YFYF menjelaskan tingkat absorpsi dan
hubungannya dengan tingkat output atau pendapatan pada full-employment.
Defisit atau surplus neraca perdagangan ditentukan oleh jarak vertikal antara
garis AA dan garis YFYF. Jarak titik B-C menjelaskan defisit neraca
perdagangan suatu perekonomian karena absorpsi lebih besar dari tingkat
pendapatan atau output pada full-employment atau T = Y – A. Pada posisi
defisit neraca perdagangan, aset moneter selalu lebih besar dari aset moneter
 ADBI4432/MODUL 7 7.7

(M/P)e atau pengeluaran domestik lebih besar dari tingkat pendapatan atau
output agregat. Pembiayaan kelebihan pengeluaran ini akan mengurangi aset
yang dipegang dan mengurangi saldo moneter. Jika diasumsikan bank sentral
pasif, penawaran uang akan berkurang. Sebaliknya, surplus neraca
perdagangan dijelaskan oleh aset moneter selalu lebih kecil dari aset moneter
(M/P)e atau pengeluaran domestik lebih kecil dari tingkat pendapatan atau
output agregat. Oleh sebab itu, keseimbangan eksternal ditunjukkan oleh titik
E seperti berikut.

Persamaan (9)
YF = Ae = A + aYF + ρ  W / P 
Ae adalah tingkat absorpsi domestik pada tingkat saldo kas riil domestik
(M/P)e. Dari persamaan (9), diperoleh stok uang kas riil pada keseimbangan
eksternal sebagai berikut.

Persamaan (10)
 M / P  e = 1 / ρ  1 - a  YF - A 
Persamaan (10) ini menjelaskan permintaan uang kas riil dalam jangka
panjang atau target jumlah uang kas riil yang beredar. Masalahnya, berapa
lama penyesuaian moneter mencapai external balance? Hal ini tergantung
pada seberapa cepat penduduk domestik menyesuaikan saldo uang kas
mereka. Dengan asumsi bank sentral bertindak pasif, perubahan saldo uang
kas terjadi melalui neraca perdagangan, yaitu neraca perdagangan merupakan
kelebihan YF atas absorpsi domestik berikut.

Persamaan (11)
T = YF - A
= 1- a  YF - A - ρ  W / P 
Karena persamaan (10) menjelaskan 1  a  YF  A    W / P  e dan
substitusi ke-(k) diperoleh berikut ini.

Persamaan (12)
T = ρ  W / P  e -  W / P  
Persamaan (7) menjelaskan bahwa penyesuaian dalam wealth moneter
dalam kasus neraca perdagangan merupakan perbedaan proporsi antara
7.8 Bisnis Internasional 

keseimbangan stok uang jangka panjang yang dipegang (M/P)e dengan stok
uang aktual yang dipegang waktu tertentu (M/P). Penyesuaian jangka
panjang ini disebut stock adjustment mechanism yang menjelaskan
bagaimana penduduk domestik merespons ketidakseimbangan temporer
sektor moneter. Persamaan (7) menunjukkan dua faktor menentukan speed
perubahan yang terjadi dalam aset moneter berikut.
a. Perbedaan antara stok uang aktual (M/P) dan stok uang yang diinginkan
(M/P)e. Semakin besar perbedaan (M/P) dengan (M/P)e, semakin lama
penyesuaian keseimbangan neraca perdagangan.
b. Nilai parameter (): dari persamaan (12) ditunjukkan bahwa ()
menjelaskan fraksi dari perbedaan stok uang yang diinginkan dengan
stok uang aktual. Semakin besar , semakin cepat penyesuaian terhadap
keseimbangan jangka panjang.
c. Persamaan (11) menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap output potensial (YF), absorpsi otomatis (Ā), atau penawaran
uang riil (W/P) akan mengganggu keseimbangan neraca perdagangan
dan neraca pembayaran suatu perekonomian.

C. DEVALUASI: PENDEKATAN MONETER

Tingkat harga umum domestik menjelaskan biaya pembelian


sekelompok barang oleh konsumen domestik. Harga domestik (P)
dipengaruhi oleh pembelian komoditas yang dapat diekspor (PX) dan
komoditas yang dapat diimpor (PM). Persamaannya sebagai berikut.

Persamaan (13)
P = θPX + 1- θ  PM
 adalah pangsa konsumsi domestik yang dapat diekspor, sedangkan (1 -
) adalah pangsa konsumsi yang dapat diimpor. Jika suatu negara adalah
price taker, harga impor (PM) sama dengan harga impor internasional
dikalikan dengan nilai tukar mata uang domestik [e(P*M)] dan harga ekspor
(PX) sama dengan harga ekspor internasional dikalikan dengan nilai tukar
mata uang domestik [e(P*X)], yaitu [P*M dan P*X] dalam nilai mata uang
asing. Berdasarkan proposisi tersebut, harga domestik sebagai berikut.
 ADBI4432/MODUL 7 7.9

Persamaan (14)
P = θe P*M + 1- θ  e P*M
= e θP *X + 1 - θ  P *M 
= eP*
Dari persamaan (14), diketahui bahwa devaluasi peningkatan e (nilai
tukar mata uang domestik) akan meningkatkan harga domestik, P.
Konsekuensinya, nilai saldo uang kas riil turun pada keseimbangan awal
yang dijelaskan pada gambar berikut. Penurunan aset moneter riil dari (M/P)e
ke tingkat yang lebih rendah (M/P)1 menyebabkan penurunan pengeluaran
domestik. Oleh sebab itu, devaluasi pada awalnya akan meningkatkan surplus
neraca perdagangan, yaitu sebesar T = YF – A1. Surplus neraca perdagangan
atau neraca pembayaran akan mendorong penawaran uang sehingga surplus
neraca tersebut akan hilang karena absorpsi naik sampai surplus tersebut
habis pada (M/P)e. Walaupun harga domestik naik akibat devaluasi, harga
relatif ekspor dengan impor internasional (P*X/P*M) tidak terpengaruh.
Devaluasi akan meningkatkan harga ekspor dan impor dalam mata uang
domestik dengan proporsi yang sama sebagai berikut

 PM / PX  = e P *M  / e P *X  = P *M /P *X
Hal ini merupakan salah satu outcome dari pendekatan moneter yang
harga relatif domestik antara impor dan ekspor tidak berubah. Akibatnya,
dalam jangka panjang, neraca perdagangan atau pembayaran kembali
seimbang. Hal ini dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 7.2
7.10 Bisnis Internasional 

D. PILIHAN PORTOFOLIO DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA

Penduduk domestik dapat memegang wealth moneter atau aset finansial,


uang (M/P), dan obligasi (V) sebagai berikut.

Persamaan (15)
W/ P = M/ P+V
Ada dua keputusan yang dibuat dalam hal-hal berikut. (1) Berapa ukuran
portofolio (berapa banyak wealth yang harus dipegang) dan (2) bagaimana
komposisi aset yang dipegang (tipe aset yang akan dipegang).
Gambar berikut ini menjelaskan absorpsi dan kondisi full employment,
yaitu wealth mencakup aset nonmoneter. Ukuran portofolio yang diinginkan
penduduk domestik adalah (W/P)e. Pada titik E, tingkat wealth sebesar
(W/P)e pendapatan sama dengan absorpsi dan neraca perdagangan seimbang.
Jika total wealth yang diinvestasikan sebesar (W/P)e, kombinasi obligasi dan
uang dijelaskan oleh garis slope negatif yang dinamakan wealth constraint
line. Persamaan garis ini adalah (W/P)e = M/P + V atau persamaan (16).

Persamaan (16)
V =  W / Pe - M / P 
Pada tingkat (W/P)e tertentu, peningkatan obligasi terjadi jika uang kas
riil yang dipegang turun, (W/P)e = M/P maka V = 0 (titik potong pada garis
horizontal) dan (W/P)e = V sehingga M/P = 0 (titik potong pada garis
vertikal). Kombinasi lain antara uang dan obligasi terjadi pada wealth
constraint line. Investor melakukan diversifikasi aset dengan pertimbangan
risiko, return, dan karakteristik lainnya. Berdasarkan karakteristik ini,
proporsi obligasi terhadap uang ditunjukkan oleh parameter  berikut.

Persamaan (17)
V = γ M / P
Diasumsikan  tetap karena dipengaruhi oleh faktor lainnya, misalnya
tingkat bunga. Misalkan  = 2, persamaan (17) menjadi V = 2 (M/P), artinya
setiap rupiah dalam aset moneter nilai obligasi yang dipegang sebesar 2.
Pada gambar berikut ini terlihat bahwa slope persamaan (17) adalah  dan
positif yang disebut portfolio diversification line.
 ADBI4432/MODUL 7 7.11

Gambar 7.3

Secara umum, penduduk domestik akan memegang obligasi dan uang.


Obligasi dapat terdiri atas obligasi domestik dan luar negeri. Kembali ke
konsep dasar neraca pembayaran sebagai berikut.

Persamaan (18)
BN = ΔMD- ΔCBC = TN + KN
7.12 Bisnis Internasional 

Pada seksi ini, KN diabaikan. Misalkan, terjadi peningkatan penawaran


uang secara tiba-tiba dengan cara pencetakan uang baru. Ada dua
kemungkinan mekanisme untuk mengubah uang kas yang dipegang.
Pertama, membeli barang atau komoditas luar negeri. Mekanisme ini akan
mengakibatkan defisit neraca perdagangan dan dengan sendirinya
mengurangi ukuran total portofolio. Neraca perdagangan defisit
menyebabkan pengurangan total aset domestik melalui portfolio size
adjustment mechanism. Kedua, kelebihan uang digunakan untuk membeli
obligasi atau aset luar negeri yang ditunjukkan oleh defisit neraca modal.
Penukaran uang dengan mencakup aset luar negeri tidak mengubah ukuran
total portofolio, hanya mengubah komposisi uang dan obligasi (uang makin
kecil dan obligasi makin besar). Kedua mekanisme di atas dapat digunakan
untuk menghilangkan kelebihan saldo uang kas.
Mekanisme komposisi portofolio biasanya terjadi dalam jangka waktu
yang sangat pendek, sedangkan mekanisme ukuran portofolio terjadi dalam
jangka waktu yang panjang karena terjadi melalui perubahan relatif antara
pengeluaran dan pendapatan. Hal ini merupakan perbedaan utama antara
portfolio size mechanism dan portfolio composition mechanism. Pada
gambar berikut, ditunjukkan keseimbangan penuh terjadi pada titik E dengan
ukuran portofolio sebesar (W/P)e. Pada titik tersebut, jumlah obligasi sebesar
Ve dan uang kas riil sebesar (M/P)e, titik C. Ketika bank sentral mencetak
uang baru, uang kas riil naik dari (M/P)e ke (M/P)1 sehingga stok aset
keuangan naik dari (W/P)e ke (W/P)1. Pencetakan uang baru akan
menyebabkan kelebihan uang kas yang dipegang dari titik C ke titik D. Titik
D menjelaskan ketidakseimbangan portofolio karena terletak jauh di luar
portfolio diversification line.
 ADBI4432/MODUL 7 7.13

Gambar 7.4

Penduduk ingin mengubah komposisi portofolio dengan cara mengubah


uang dengan obligasi dan menyebabkan defisit neraca modal, yaitu
perpindahan dari titik D ke F. Penyesuaian saldo kas melalui transaksi modal
7.14 Bisnis Internasional 

mengubah komposisi portofolio, sepanjang portfolio diversification line


perekonomian tidak berubah ke tingkat ukuran portofolio yang diinginkan,
titik F. Kelebihan uang kas secara aktual mengakibatkan penggantian uang
dengan obligasi, yaitu total aset yang dipegang masih lebih tinggi dari tingkat
yang diinginkan. Penyesuaian komposisi portofolio menjelaskan
perekonomian berada pada tingkat (W/P)1 yang lebih besar dari (W/P)e.
Penyesuaian ukuran portofolio akan mengarah pada tingkat awal, yaitu dari
titik E dan C. Artinya, pembelian bersih barang luar negeri akan
menghabiskan kelebihan aset yang dipegang. Hal ini merefleksikan defisit
neraca perdagangan yang dijelaskan perpindahan dari titik F ke titik C.
Mekanisme ukuran portofolio dan komposisi portofolio ini
menyimpulkan bahwa mekanisme moneter dan nonmoneter dalam jangka
panjang mengakibatkan perekonomian mencapai keseimbangan. Kelebihan
uang kas akibat pencetakan uang baru akan habis dibelanjakan dan
mengakibatkan neraca perdagangan dan pembayaran semakin buruk dalam
jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang kembali mengalami
keseimbangan. Penyesuaian neraca pembayaran menjelaskan perubahan
komposisi portofolio yang beroperasi melalui neraca modal dan perubahan
ukuran portofolio beroperasi melalui neraca perdagangan yang
mengakibatkan ukuran portofolio turun.

E. PERTUMBUHAN, INFLASI, DAN REKENING UANG

Pasar aset berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi melalui rekening


uang pada neraca pembayaran. Tingkat pertumbuhan uang dalam
keseimbangan sebagai berikut.

Persamaan (19)
ˆ = MSˆ
MD
MD ˆ = MD/MD dan MSˆ = MS/MS. Jika money multiplier berubah,
pembayaran eksternal tidak seimbang dan penciptaan kredit bank sentral
akan menambah penawaran uang. Efek terhadap pertumbuhan penawaran
uang dijelaskan sebagai berikut.

Persamaan (20)
MS =  H
 ADBI4432/MODUL 7 7.15

Ln MS = Ln μ + Ln H
= μˆ +  BN  CBC  H
 μ̂ + BN H   CBC CBC  H  CBC H 
MSˆ  μˆ  BN H  CBCˆ CBC H

sehingga proporsi neraca pembayaran terhadap high powered money


sebagai berikut.

Persamaan (21)
BN H = MD ˆ
ˆ - μˆ - CBCCBC H
Persamaan (21) menunjukkan proporsi neraca pembayaran terhadap high
powered money dipengaruhi oleh money multiplier dari penawaran uang dan
pertumbuhan kredit dari bank sentral. Pertumbuhan money multiplier dan
kredit dari bank sentral akan memperburuk neraca pembayaran dan
peningkatan permintaan uang akan memperbaiki neraca pembayaran.
Permintaan uang riil dan permintaan uang nominal masing-masing sebagai
berikut.

Persamaan (22)
Ld = MD / P dan MD = Ld P
atau pertumbuhan permintaan uang: MD = Ld + P. Permintaan uang riil
[Ld] merupakan fungsi dari pendapatan dan tingkat bunga sehingga
pertumbuhan permintaan uang seperti berikut.

Persamaan (23)
Ld = f(Y, i)
ˆ   Yˆ  ˆ i
Ld Y r
[Y dan r] masing-masing adalah elastisitas permintaan uang riil
terhadap pendapatan dan tingkat bunga. Substitusi persamaan (23) ke
pertumbuhan permintaan uang nominal diperoleh berikut ini.

Persamaan (24)
ˆ Y Y + ηˆ r ˆi - μˆ - CBC CBC / H
ˆ = P+η
BN / H
7.16 Bisnis Internasional 

Secara ekstrem, penggunaan persamaan (24) dalam penentuan neraca


pembayaran mengandung berbagai alasan. Pertama, pengaruh berbagai
pertumbuhan variabel ekonomi terhadap neraca pembayaran membantu
analisis neraca pembayaran. Kedua, dapat digunakan pengambil keputusan
untuk menganalisis dampak program keuangan terhadap neraca pembayaran.
Ketiga, basis untuk membuktikan pendekatan moneter secara empiris.
Persamaan (x) dapat digunakan untuk target pertumbuhan kredit bank sentral
dan hubungannya dengan neraca pembayaran. Misalkan, bank sentral
menargetkan pertumbuhan kredit bank sentral sebesar 4% dan H = Rp 100
miliar.

Pˆ  0.10  10%, YˆF  0.04  4%, Y  0.50, r  0.10, iˆ  0.09  9%,


ˆ  0.01  1%, CBC / H  0.75 . Dengan menggunakan persamaan (6) di
atas, diperoleh

BN / H  0.10  0.50  0.04  0.10  0.09  0.01  0.04  0.75


 0.089 atau

BN  0.089; H  0.089(100)  Rp8.9 miliar (surplus neraca


pembayaran).

Persamaan (24) juga dapat digunakan untuk mencapai keseimbangan


eksternal pada tingkat fixed exchange rate, yaitu neraca pembayaran sama
dengan nol (external balance).

Persamaan (25)
CBC 
ˆ = H / CBC
 
ˆ Pˆ + η Y
Y
ˆ + η i - μˆ 
r 
Persamaan (25) menjelaskan tingkat pertumbuhan kredit bank sentral
untuk menjaga agar neraca pembayaran tetap seimbang dalam jangka
panjang. Dari contoh di atas, diperoleh bahwa pertumbuhan kredit bank
sentral tiap tahun sebesar 13.5% agar neraca pembayaran seimbang. Nobel
laureate dari Milton Friedman menyarankan kebijakan moneter yang
dinamakan monetary rule agar stok uang ditingkatkan pada tingkat yang tetap
sepanjang waktu, tanpa variasi siklus. Hal ini berbeda dengan monetary rule
yang kita diskusikan, yaitu central bank credit dinaikkan pada tingkat yang
tetap. Salah satu tujuan monetary rule dari Friedman adalah menjaga
 ADBI4432/MODUL 7 7.17

stabilitas harga, yaitu peningkatan penawaran uang akan menyebabkan


inflasi. Akibatnya, peningkatan stok uang harus dijaga sehingga pada tingkat
rata-rata kestabilan harga output stabil. Dari persamaan (25), ditunjukkan
bahwa tujuan jangka panjang adalah keseimbangan eksternal, tanpa
pengendalian terhadap tingkat inflasi. Dalam perekonomian terbuka,
pertumbuhan penawaran uang tidak mempunyai efek kausal yang jelas
terhadap inflasi domestik.

F. EKSPEKTASI PERUBAHAN NILAI TUKAR MATA UANG,


TINGKAT BUNGA, DAN KRISIS NILAI TUKAR MATA UANG
LUAR NEGERI

Ekspektasi berhubungan erat dengan penyesuaian portofolio dan neraca


pembayaran. Ekspektasi nilai tukar mata uang masuk secara langsung pada
analisis melalui penentuan tingkat bunga domestik yang disebut uncovered
interest parity condition sebagai berikut.

Persamaan (26)
i = i * +x

i* dan x masing-masing adalah tingkat bunga luar negeri dan ekspektasi


depresiasi nilai tukar mata uang domestik. Misalkan, investor meramalkan
bahwa bank sentral akan menurunkan nilai tukar mata uang domestik maka
sebelum depresiasi tingkat bunga domestik sama dengan tingkat bunga luar
negeri atau i0 = i*. Pada transisi waktu depresiasi, ekspektasi investor
terhadap tingkat bunga domestik adalah uncovered interest parity, yaitu i1 =
i* + x. Peningkatan tingkat bunga domestik dari i0 ke i1 merupakan
kompensasi atas ekspektasi kerugian dalam memegang mata uang domestik
via-a’-vis mata uang luar negeri. Konsekuensi dari peningkatan tingkat bunga
domestik sebagai berikut.

Persamaan (27)
M / P = k YF - hi
Permintaan uang riil turun dan inflasi domestik konstan pada tingkat
inflasi internasional tertentu. Jika bank sentral secara kontinu menciptakan
kredit, cadangan internasional akan turun dan krisis neraca pembayaran akan
terjadi. Investor akan membeli mata uang asing secara massal dan capital
7.18 Bisnis Internasional 

outflows berhenti jika tingkat bunga domestik dapat mengkompensasi seluruh


ekspektasi kerugian dari memegang mata uang domestik.

G. PENDEKATAN PASAR ASET DAN TEORI NERACA


PEMBAYARAN JANGKA PENDEK

Pendekatan pasar aset dan moneter terhadap neraca pembayaran dapat


dihubungkan dengan beberapa persamaan berikut.

Persamaan (28a)
MS / P = Ld (Y, i) ; keseimbangan pasar uang.

Persamaan (28b)
Yd = α  A + Γ + φq - bi  ; fungsi permintaan agregat.

Persamaan (28c)
Ys = YF + θβ  P - P-1  / P-1  ; fungsi penawaran agregat jangka pendek.

Persamaan (28d)
B = T (q, Y) + K (i) ; persamaan neraca pembayaran.

Ā, , dan q masing-masing adalah absorpsi otomatis, trade balance


otomatis, dan nilai tukar riil mata uang domestik
Persamaan (28a) dan (28b) dikombinasikan untuk menentukan
permintaan agregat, yaitu keseimbangan jangka pendek menentukan titik
potong Yd dan Ys. Keseimbangan ini menghasilkan surplus atau defisit
neraca pembayaran yang dijelaskan pada persamaan (28d). Pendekatan
moneter digunakan pada persamaan (28a), sedangkan keseimbangan
penawaran dan permintaan uang menentukan keseimbangan neraca
pembayaran seperti berikut.

Persamaan (29)
B = BN / P = (1 / P) ΔMD - ΔCBC

Menurut persamaan (29), peningkatan pendapatan mengakibatkan


perbaikan neraca pembayaran karena permintaan uang naik. Persamaan (28d)
 ADBI4432/MODUL 7 7.19

menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan akan meningkatkan impor dan


memperburuk neraca pembayaran. Kedua pernyataan ini tidak
mengakibatkan konflik pengaruh terhadap neraca pembayaran. Model
permintaan dan penawaran akan menentukan output dan harga pasar. Model
permintaan menjelaskan perilaku konsumen, sedangkan model penawaran
menjelaskan perilaku produsen, sedangkan interaksi keduanya menghasilkan
keseimbangan harga dan output. Analog dengan model permintaan dan
penawaran, hubungan positif antara neraca pembayaran dan pendapatan (29),
serta hubungan negatif antara neraca pembayaran dan pendapatan (28d) akan
menghasilkan keseimbangan jangka pendek neraca pembayaran, yaitu B*
dan Y*.

H. PENDEKATAN ELASTISITAS, ABSORPSI, DAN MONETER


TERHADAP NERACA PEMBAYARAN

Pendekatan elastisitas terhadap neraca pembayaran menekankan suatu


analisis eksplisit terhadap ekspor dan impor suatu negara. Akibatnya, neraca
perdagangan merupakan perbedaan antara ekspor (X) dan impor (M) sebagai
berikut.

Persamaan (30)
T = X-M
Pendekatan elastisitas ditujukan pada masalah dampak depresiasi, yaitu
perubahan nilai tukar mata uang mempengaruhi terms of trade serta
dampaknya terhadap ekspor, impor, dan neraca perdagangan. Efek
pendapatan dari depresiasi dianalisis dari pendekatan elastisitas. Di sini,
neraca perdagangan merupakan perbedaan antara pendapatan dan absorpsi
domestik sebagai berikut.

Persamaan (31)
T = Y-A
Depresiasi menurut persamaan (31) akan memperbaiki neraca
perdagangan selama pengeluaran relatif terhadap pendapatan turun. Pada
kenyataannya, depresiasi mempunyai efek pendapatan dan efek harga relatif
dengan implikasi bahwa pendekatan elastisitas dan pendekatan absorpsi dapat
diintegrasikan, seperti pada persamaan (28d). Pada persamaan tersebut, efek
7.20 Bisnis Internasional 

pendapatan (Y) dan harga relatif (q) mempengaruhi neraca perdagangan (T)
seperti berikut.

Persamaan (32)
T = X - M = Y - A = T (q, Y)
Secara keseluruhan, pendekatan elastisitas dan pendekatan absorpsi
dapat digunakan terhadap neraca pembayaran sebagai berikut.

Persamaan (33)
B = (X - M) + K
 (Y  A)  K
 (1/ P)  MD  CBC 

Dari persamaan (33), ditunjukkan tidak ada masalah dengan pendekatan


elastisitas, pendekatan absorpsi, atau pendekatan moneter terhadap neraca
pembayaran. Ketiga pendekatan tersebut konsisten satu sama lain. Ketiga
pendekatan tersebut hanya berbeda dalam pendefinisian neraca pembayaran
(Firman, 2006).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!

1) Jelaskan persamaan definisi neraca pembayaran BN = MD - CBC!


2) Jelaskan mengenai devaluasi dengan pendekatan moneter!
3) Jelaskan uraian mengenai persamaan W/P = M/P + V!
4) Jelaskan yang disebut dengan uncovered interest parity condition!
5) Pendekatan elastisitas terhadap neraca pembayaran menekankan suatu
analisis eksplisit terhadap ekspor dan impor suatu negara. Jelaskan
akibat neraca perdagangan merupakan perbedaan antara ekspor (X) dan
impor (M)!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Lihat dan pelajari halaman 7.4 persamaan (5).


 ADBI4432/MODUL 7 7.21

2) Lihat dan pelajari halaman 7.8.


3) Lihat dan pahami halaman 7.9.
4) Lihat dan pelajari halaman 7.16.
5) Lihat dan pelajari halaman 7.18.

R A NG KU M AN

Pengembangan pendekatan moneter secara modern terhadap neraca


pembayaran dikembangkan antara tahun 1950—1960 oleh IMF,
University of Chicago, dan London School of Economics. Studi awal
dilakukan oleh Robert Mundell, Harry Johnson, dan J.J. Polak. Generasi
berikutnya itu termasuk Rudiger Dornbusch, Jacob Frenkel, Arthur B.
Laffer, Michael Mussa, dan masih banyak yang lainnya. Pertimbangan
moneter dalam neraca pembayaran sangat perlu dalam studi ekonomi
terbuka dan neraca pembayaran.
Gangguan-gangguan ekonomi internasional dalam jangka panjang
akan mempengaruhi faktor-faktor moneter yang respek terhadap neraca
pembayaran. Misalnya, perubahan harga, tingkat bunga, pengangguran,
output, dan berbagai faktor lainnya yang berhubungan.
Tingkat harga umum domestik menjelaskan biaya pembelian
sekelompok barang oleh konsumen domestik. Harga domestik (P)
dipengaruhi oleh pembelian komoditas yang dapat diekspor (PX) dan
komoditas yang dapat diimpor (PM). Ekspektasi secara intim
berhubungan dengan penyesuaian portofolio dan neraca pembayaran.
Ekspektasi nilai tukar mata uang masuk secara langsung pada analisis
melalui penentuan tingkat bunga domestik disebut uncovered interest
parity condition.

TES F OR M AT IF 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Masalah neraca pembayaran bukan berarti hanya fenomena moneter.


Yang dimaksud dalam hal ini ialah ....
A. peranan uang dalam neraca pembayaran sangat esensial
B. peranan kebijakan moneter melebihi segala kebijakan lainnya
C. peranan uang hanya sebagian kecil dari neraca pembayaran
D. neraca pembayaran bukan suatu hal yang esensial
7.22 Bisnis Internasional 

2) Perubahan pendapatan, tingkat bunga, dan faktor lainnya akan


mempengaruhi permintaan uang kas nominal, misalnya ....
A. bunga semakin tinggi dan permintaan uang kas nominal semakin
rendah
B. pendapatan individu semakin tinggi sehingga individu tersebut
menginginkan aset moneter yang lebih tinggi
C. pendapatan individu menjadi rendah sehingga individu tersebut
menginginkan aset moneter yang lebih tinggi
D. tingkat suku bunga bank yang rendah mengakibatkan permintaan
uang kas nominal semakin rendah

3) Pada persamaan A = Ā + aY - bi + (W/P), arti dari Y adalah ….


A. absorpsi
B. output agregat riil
C. tingkat bunga domestik nominal
D. indeks harga domestik

4) Penyesuaian jangka panjang stock adjustment mechanism menjelaskan


bahwa ....
A. bagaimana penduduk domestik merespons ketidakseimbangan
temporer sektor moneter
B. bagaimana sektor moneter beraksi pada penduduk domestik
C. sektor moneter yang mendapatkan perhatian lebih banyak
dibandingkan sektor yang lainnya
D. penduduk domestik yang tidak memberikan respons terhadap
ketidakseimbangan moneter negara

5) (PM / PX) = (e P*M)/ (e P*X) = P*M / P*X. Hal ini merupakan salah satu
outcome dari pendekatan moneter. Maksudnya, harga relatif domestik
antara impor dan ekspor tidak berubah, akibatnya adalah ….
A. dalam waktu cepat, neraca perdagangan akan seimbang
B. dalam perkembangannya, neraca pembayaran atau perdagangan
akan mengalami peningkatan berkala
C. dalam jangka panjang, neraca perdagangan atau pembayaran
kembali seimbang
D. dalam jangka pendek, neraca perdagangan atau pembayaran kembali
seimbang
 ADBI4432/MODUL 7 7.23

6) Ada dua kemungkinan mekanisme untuk mengubah uang kas yang


dipegang. Pertama, membeli barang atau komoditas luar negeri.
Mekanisme ini akan mengakibatkan ....
A. kelebihan neraca perdagangan dan dapat meningkatkan ukuran total
portofolio
B. defisit neraca perdagangan dan dengan sendirinya mengurangi
ukuran total portofolio
C. defisit neraca perdagangan dan dapat menyeimbangkan ukuran total
portofolio
D. surplus neraca perdagangan yang menyeimbangkan ukuran total
portofolio

7) Kelebihan uang kas akibat pencetakan uang baru akan habis


dibelanjakan serta mengakibatkan neraca perdagangan dan pembayaran
semakin buruk dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang
berakibat ....
A. mengalami peningkatan jumlah uang beredar
B. mengalami penurunan drastis
C. mengalami keseimbangan
D. mengalami peningkatan signifikan

8) Pasar aset berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi melalui rekening


uang pada neraca pembayaran. Tingkat pertumbuhan uang dalam
keseimbangan adalah ....
A. MD = MS
B. MD = MS
C. MD = MS
D. MD = MS

9) Ekspektasi nilai tukar mata uang masuk secara langsung pada analisis
melalui penentuan tingkat bunga domestik yang disebut ....
A. covered interest parity condition
B. uncovered interest parity condition
C. uncovered non-interest parity condition
D. covered non-interest parity condition
7.24 Bisnis Internasional 

10) Menurut persamaan B = BN/P = (1 / P) [MD - CBC], peningkatan


pendapatan mengakibatkan perbaikan neraca pembayaran karena ....
A. permintaan uang stabil
B. permintaan uang menurun
C. permintaan uang naik
D. permintaan uang fluktuatif

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
 ADBI4432/MODUL 7 7.25

Kegiatan Belajar 2

Standar Emas, Pasar Uang,


dan Valuta Asing

A. STANDAR EMAS

1. Konsep Dasar
Penggunaan mata uang emas sebagai media pertukaran, sebagai satuan
perhitungan, dan sebagai alat menyimpan nilai adalah suatu praktik yang
telah dimulai sejak zaman kuno. Volume perdagangan meningkat setelah
terjadinya revolusi industry sehingga perlu sarana yang lebih mudah untuk
mendanai perdagangan internasional. Oleh karena itu, solusi yang diterapkan
adalah mengatur pembayaran dalam mata uang kertas dan mendorong
pemerintah sepakat untuk menukar mata uang kertas menjadi emas dengan
suatu kurs tetap. Dengan demikian, apabila negara-negara sepakat untuk
membeli atau menjual emas dengan sejumlah satuan mata uang yang telah
ditetapkan, berlakulah emas sebagai standar.

2. Sifat Standar Emas


Pada tahun 1880, Inggris, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat telah
mengadopsi standar emas. Dengan berlakunya standar emas, nilai dari setiap
mata uang dalam satuan mata uang lainnya dapat ditentukan secara mudah.

Contoh
US $1 = 23,22 grain emas murni. Jadi, pemerintah dapat menukar US$1
dengan 23,22 grain emas. Jika 1 ons = 480 grain, harga dari 1 ons emas
adalah $20,67 (480/23,22). Jadi, jumlah mata uang yang diperlukan untuk
membeli 1 ons emas disebut sebagai nilai pari emas.

3. Kekuatan Standar Emas


Kekuatan besar yang diklaim untuk standar emas itu karena mengandung
sebuah mekanisme kuat sehingga setiap negara dapat mencapai
keseimbangan perdagangan secara serentak dan dapat menyeimbangkan
neraca perdagangan.
7.26 Bisnis Internasional 

Contoh
Jika suatu negara mengalami surplus perdagangan, hal itu akan
mengakibatkan terjadinya net flow emas dari negara surplus ke negara minus.
Kenaikan suplai uang meningkatnya harga-harga, sedangkan penurunan
suplai harga turun permintaan naik satu pihak membeli lebih banyak satu
pihak membeli lebih sedikit tercapai keseimbangan.

4. Sejarah Standar Emas


a. Pada tahun 1870 sampai Perang Dunia I (1914), standar emas bekerja
dengan baik sampai dengan dana pembelanjaan militer sangat besar dan
mengakibatkan inflasi, kemudian standar emas ditinggalkan.
b. Periode 1933—1967, para investor yang selalu harus taat pada hukum
menjadi panik akibat tidak diizinkan memiliki emas dalam bentuk
batangan. Pada Perang Dunia II (1939), standar emas ditinggalkan.
c. Periode 1976—1997, tepatnya awal 1997, orang merisaukan kenaikan
harga-harga emas. Diluncurkan pada tahun 1993 dengan keyakinan
bahwa harga emas setelah merosot secara mantap dari $800 per ons pada
awal 1980-an menjadi $370 per ons, siap untuk melambung kembali.
Akan tetapi, pada Mei 1997, harga tersebut menurun sekitar $345
dibandingkan dengan tahun 1976.

Secara keseluruhan, hal di atas mengakibatkan semakin menipisnya


kepercayaan terhadap sistem yang ada. Devaluasi mata uang menyebabkan
kepercayaan terhadap standar emas hilang. Jadi, orang mulai tidak ingin
memegang mata uang asing dan segera menukarkannya menjadi emas. Hal
ini menimbulkan tekanan terhadap cadangan emas dari berbagai negara
sehingga memaksa mereka untuk menunda konvertibilitas emas. Akibatnya,
pada awal Perang Dunia II, standar emas praktis telah mati.

5. Sistem Kurs Tetap dan Keuntungannya

Sistem standar emas (gold standart system) atau sistem kurs tetap (fixed rate
system)
Dalam melakukan transaksi antarnegara melalui bank dan lembaga
keuangan, sering kali kita mendengar istilah kurs. Kurs secara sederhana
dapat diartikan sebagai nilai tukar mata uang suatu negara dengan mata uang
negara lainnya. Dalam perkembangannya, sistem nilai tukar (kurs) ini diatur
 ADBI4432/MODUL 7 7.27

oleh lembaga otoritas moneter suatu negara. Di Indonesia, sejak tahun 1970
sampai dengan 2014, kebijakan sistem nilai tukar (kurs) telah mengalami
perubahan sebanyak tiga kali.
Ketiga sistem nilai tukar yang pernah berlaku di Indonesia adalah
1) sistem nilai tukar tetap,
2) sistem nilai tukar mengambang terkendali,
3) sistem nilai tukar mengambang bebas.

Setiap sistem nilai tukar memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-


masing. Untuk itu, diperlukan analisis tujuan yang mendalam oleh lembaga
otoritas moneter sebelum kebijakan dalam penentuan salah satu sistem
tersebut digunakan dalam suatu negara.

1) Sistem nilai tukar tetap


Pada sistem nilai tukar tetap ini, pemerintah (melalui lembaga otoritas
moneternya) menetapkan tingkat nilai tukar mata uang domestik
terhadap mata uang negara lain pada tingkat tertentu, tanpa
memperhatikan penawaran ataupun permintaan terhadap valuta asing
yang terjadi.
Kelebihannya
a) Pemerintah memiliki kewenangan penuh dalam mengawasi
transaksi devisa.
b) Pemerintah dapat melakukan intervensi aktif di pasar valuta asing
untuk menjaga kestabilan nilai tukar pada tingkat yang telah
ditetapkan.

Kelemahannya
Negara yang menganut kebijakan sistem nilai tukar tetap biasanya akan
mengalami kesulitan dalam menjual produk-produk ekspornya di pasar
internasional. Hal ini disebabkan barang yang dijual menjadi mahal
harganya dibandingkan dengan harga yang berlaku pada umumnya.
Untuk mengatasi kelemahan dari kebijakan sistem nilai tukar tetap ini,
pemerintah dapat mengambil langkah kebijakan devaluasi.

2) Sistem nilai tukar mengambang terkendali


Nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya
ditetapkan resmi oleh pemerintah. Sistem nilai tukar mengambang
7.28 Bisnis Internasional 

terkendali adalah sistem ketika nilai tukar mata uang domestik


ditetapkan pada tingkat tertentu terhadap nilai mata uang asing yang
dibiarkan tetap konstan dan hanya berfluktuasi pada batasan yang lebih
sempit. Jika kurs berubah terlalu tajam, pemerintah melakukan intervensi
untuk mengendalikannya.

3) Sistem nilai tukar mengambang bebas

Sistem standar emas (gold standard) mulai digunakan di Inggris tahun


1870, yaitu masing-masing mata uang memiliki kandungan emas tertentu.
Sebagai contoh, £1 mengandung 4 gram emas, sedangkan US$1 mengandung
2 gram emas maka £1 dapat dibuat kurs dengan US dolar sebesar $2 atau
US$1 = £0,5. Dalam sistem standar emas kurs valuta asing relatif stabil,
dapat berubah di sekitar titik paritas arta yasa serta dibatasi oleh titik ekspor
emas dan titik impor emas.
Penggunaan sistem ini terdiri atas empat macam kurs valuta asing
sebagai berikut.
1) Kurs paritas arta yasa (mint parity) adalah kurs yang menunjukkan
perbandingan kandungan emas yang diperoleh dengan menukarkan satu
satuan uang suatu negara dengan satu satuan uang negara lain.
2) Kurs titik ekspor emas (gold export point) adalah kurs valuta asing
tertinggi yang terjadi dalam sistem standar emas.
3) Kurs titik impor emas (gold import point) adalah kurs valuta asing
terendah yang terjadi dalam sistem standar emas.
4) Kurs valuta asing yang terjadi adalah kurs yang bergerak naik atau turun
di sekitar kurs paritas arta yasa.

B. REGIME KURS TUKAR MENGAMBANG

Regime kurs tukar mengambang yang diberlakukan setelah runtuhnya


sistem kurs tetap mulai diformalkan pada Januari 1976 ketika negara-negara
anggota IMF melakukan pertemuan di Jamaika dan menyetujui sistem
moneter internasional yang berlaku pada saat itu.
1. Kesepakatan Jamaika
Tujuannya untuk merevisi Article of Agreement IMF untuk
mencerminkan realitas baru dari kurs mata uang mengambang. Hasil
kesepakatan Jamaika adalah
 ADBI4432/MODUL 7 7.29

a. kurs mengambang diterima secara bulat,


b. emas tidak lagi digunakan sebagai aset cadangan suatu perusahaan,
c. jumlah kontribusi negara-negara anggota IMF dinaikan menjadi $41
miliar.

2. Kurs Tukar sejak 1973


Pada tahun 1973, banyak kejadian yang tidak terduga di antaranya
sebagai berikut.
a. Krisis minyak tahun 1973, OPEC menaikkan harganya hingga empat
kali lipat sehingga menyebabkan inflasi besar-besaran di AS dan nilai
dolar yang menurun.
b. Menurunnya kepercayaan terhadap dolar AS akibat dari inflasi AS.
c. Tahun 1979, OPEC kembali menaikkan harga minyak dua kali lipat.
d. Kenaikan nilai dolar AS tahun 1980—1985.
e. Penurunan nilai dolar AS terhadap yen Jepang dan DM Jerman tahun
1985—1987 dan terhadap yen Jepang antara tahun 1993—1995.

Kenaikan nilai dolar AS yang sangat cepat pada tahun 1980—1985


disebabkan beberapa faktor, di antaranya karena perekonomiannya yang kuat
dan bermunculannya investor asing. Kekacauan ekonomi di negara Eropa
turut membantu pandangan bahwa AS adalah tempat yang baik untuk
investasi. Hal ini menyebabkan naiknya permintaan terhadap dolar AS
sehingga nilai dolar AS kembali naik dengan cepat.
Pada tahun 1985, defisit perdagangan AS mencapai lebih dari $160 juta.
Akhirnya, menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari lima negara
industri utama (Inggris, Prancis, Jepang, dan AS) melakukan pertemuan di
Plaza Hotel, New York, yang menghasilkan Plaza Accord dengan tujuan agar
sebagian besar negara menggunakan dolar AS sebagai mata uangnya untuk
apresiasi nilai dolar AS.

3. Kurs Tetap Versus Kurs Mengambang


a. Kasus kurs mengambang
1) Otonomi kebijakan moneter
Di bawah sistem kurs tetap, sebuah negara mampu memperluas atau
mengontrak penawaran uangnya, seperti memutuskan secara
terbatas untuk kebutuhan menetapkan keseimbangan kurs devisa.
Penciutan moneter dengan tingkat bunga yang tinggi dapat
7.30 Bisnis Internasional 

menyebabkan masuknya aliran dana dari luar negeri sehingga


mempengaruhi pada kurs devisa tetap. Oleh karena itu, negara
memiliki otonomi untuk mengatur kebijakan moneter.
2) Penyesuaian neraca perdagangan
Di bawah sistem Bretton Woods, jika suatu negara yang volume
impornya lebih besar daripada ekspornya yang tidak dapat dikoreksi
oleh kebijakan domestik, IMF setuju akan melakukan devaluasi
mata uang. Kritik dari sistem ini menyatakan bahwa mekanisme
penyesuaian akan berjalan lancar di bawah rezim kurs devisa
mengambang. Mereka menyatakan bahwa jika dalam suatu negara
supply terhadap mata uang lebih besar daripada demand, hal itu akan
menyebabkan depresiasi kurs devisa.

b. Kasus kurs tetap


1) Disiplin moneter
Disiplin moneter melekat pada sistem kurs devisa tetap. Kebutuhan
untuk mempertahankan keseimbangan kurs devisa tetap menjamin
bahwa pemerintah tidak memperluas supply uang di tingkat
inflationary.
2) Spekulasi
Kritik dari rezim kurs devisa mengambang juga menyatakan bahwa
spekulasi dapat mengakibatkan fluktuasi kurs devisa.
3) Ketidakpastian
Spekulasi juga menambahkan keadaan ketidakpastian gerakan mata
uang masa depan yang bercirikan rezim kurs devisa mengambang.
Kurs devisa mudah berubah sehingga bisnis internasional tidak
dapat bereaksi terhadap perubahan tersebut. Mengapa ada perubahan
rencana ekspor dan impor? Ini adalah ketidakpastian mengikuti
kritikan yang menghambat pertumbuhan perdagangan internasional
dan investasi.
4) Penyesuaian neraca perdagangan
Kurs devisa mengambang dianggap dapat menyesuaikan
ketidakseimbangan. Namun, kritik mulai bermunculan. Mereka
mengklaim bahwa defisit perdagangan ditentukan oleh neraca antara
tabungan dan investasi. Depresiasi kurs juga dianggap tidak akan
mendorong ekspor dan mengurangi impor, seperti yang dinyatakan
oleh teori kurs mengambang. Misalnya saja, 40% nilai dolar jatuh
 ADBI4432/MODUL 7 7.31

pada tahun 1985 dan 1988. Namun, pertanyaan ini dapat dijawab
dengan menunjukkan bahwa defisit AS meningkat seiring dengan
melemahnya dolar pada tahun 1982 dan 1985.
5) Memilih rezim kurs
Meskipun hingga saat ini masih timbul perdebatan mana yang lebih
baik antara sistem kurs tetap atau mengambang, bisa kita lihat
bahwa suatu perbedaan kurs tetap bisa lebih abadi dan membantu
perkembangan pada stabilitas yang akan menstabilisasi
pertumbuhan yang lebih cepat dalam bisnis internasional ataupun
investasi (Rusdin, 2002).

C. PASAR UANG

Pertumbuhan perdagangan valuta asing (valas) pada saat ini sangat pesat.
Hal ini disebabkan oleh besarnya perkembangan investasi internasional dan
dalam transaksi-transaksi derivatives (turunan), hedge (cegah risiko), dan
swap (barter). Kota-kota besar, seperti London, New York, dan Tokyo,
memiliki bursa-bursa valuta asing (valas) terbesar.

1. Pengertian Pasar Uang


Pasar uang merupakan sarana lembaga keuangan, perusahaan
nonkeuangan, dan perusahaan lainnya dalam memenuhi kebutuhan dana
jangka pendek. Walaupun dalam rangka melakukan penempatan dana atas
kelebihan likuiditas atau dalam pasar uang, valas diperlukan untuk membayar
kegiatan ekspor, impor, dan utang luar negeri (Jose Rizal, 2008).
Menurut Pandji Anoraga dan Piji Pakarti (2001: 20), pasar uang adalah
suatu tempat pertemuan abstrak ketika para pemilik dana jangka pendek
dapat menawarkan kepada calon pemakai yang membutuhkannya, baik
secara langsung maupun melalui perantara.

2. Tujuan Pasar Uang


Dari pihak yang membutuhkan dana, pasar uang memiliki tujuan sebagai
berikut (Jose Rizal, 2008):
a. memenuhi kebutuhan jangka pendek,
b. memenuhi kebutuhan likuiditas,
c. memenuhi modal kerja,
d. membantu pihak yang membutuhkan dana apabila kalah kliring.
7.32 Bisnis Internasional 

Sementara itu, dari pihak yang menanamkan dana, hal itu bertujuan
a. memperoleh penghasilan dengan tingkat suku bunga tertentu,
b. membantu pihak-pihak yang mengalami kesulitan keuangan,
c. spekulasi.

3. Instrumen Pasar Uang


Instrumen pasar uang yang ada di Indonesia sebagai berikut.
a. Interbank call money
Interbank call money merupakan pinjaman antarbank yang terjadi dalam
proses kliring. Dalam transaksi kliring yang diselenggarakan oleh Bank
Indonesia, setiap hari kerja selalu saja ada yang kalah dan ada yang menang.
Bank yang kalah kliring, apabila tidak dapat menutupi kekalahannya, akan
terkena sanksi dari Bank Indonesia. Oleh karena itu, agar tidak terkena sanksi
akibat kekurangan likuiditas, bank tersebut dapat meminjam uang dari bank
lain yang kita kenal dengan nama interbank call money. Pengertian call
money itu sendiri adalah kredit atau pinjaman yang harus segera
dilunasi/dibayar apabila sudah ada tagihan atau panggilan dari pihak pemberi
dana (kreditor). Jangka waktu kredit berkisar antara satu sampai dengan tujuh
hari. Pemberian call money dapat berbentuk one day call money (overhigh)
yang harus dilunasi dalam satu hari. Call money dapat pula berbentuk two
day call money, yaitu masa pelunasannya dua hari.

b. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)


Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan surat berharga yang
diterbitkan oleh bank sentral (Bank Indonesia). Penerbitan SBI dilakukan atas
unjuk dengan nominal tertentu. Penerbitan SBI biasanya dikaitkan dengan
kebijakan pemerintah terhadap operasi pasar terbuka (open market operation)
dalam masalah penanggulangan jumlah uang yang beredar. SBI pertama kali
diterbitkan tahun 1970 dan hanya diperdagangkan antarbank. Namun,
kebijakan ini tidak berlangsung lama karena pemerintah mengeluarkan
kebijakan untuk memperkenalkan bank-bank umum untuk menerbitkan
sertifikat deposito tahun 1971. SBI diterbitkan kembali dengan keluarnya
kebijakan deregulasi perbankan 1 juni 1983.

c. Sertifikat deposito
Sejalan dengan kebijakan pemerintah yang membolehkan pihak
perbankan untuk menerbitkan sertifikat deposito sejak tahun 1971, sampai
 ADBI4432/MODUL 7 7.33

sekarang ini sertifikat deposito merupakan alternatif utama bagi pihak


perbankan untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendeknya. Sertifikat
deposito diterbitkan atas unjuk nominal tertentu. Jangka waktunya pun
bervariasi sesuai dengan keinginan bank. Pencairan sertifikat deposito dapat
dilakukan setelah jatuh tempo. Namun, apabila investor memerlukan dana,
dapat pula sertifikat deposito ini diperjualbelikan kepada lembaga ataupun
pihak umum.

d. Surat berharga pasar uang (SBPU)


SPBU merupakan surat berharga yang diperkenalkan oleh BI tahun 1985
sebagai salah satu alat untuk melakukan operasi pasar terbuka dalam rangka
menstabilkan nilai rupiah. Bank ataupun lembaga keuangan yang ingin
memperoleh dana jangka pendek dapat menerbitkan SBPU ini, kemudian
diperjualbelikan dengan BI atau pihak-pihak lainnya.

e. Banker’s acceptance
Banker’s acceptance merupakan wesel bank yang diberikan cap dengan
kata-kata accepted dan dapat diperjualbelikan di pasar uang sebagai salah
satu sumber dana jangka pendek. Jangka waktu penarikan wesel berkisar
antara 30 hari sampai 180 hari. Wesel yang diberi cap accepted inilah yang
kemudian kita kenal dengan banker’s acceptance .

f. Commercial paper
Commercial paper merupakan kertas berharga yang dapat
diperdagangkan di pasar uang dengan jangka waktu tidak lebih dari satu
tahun. Yang termasuk jenis commercial paper adalah proses yang diterbitkan
oleh perusahaan lembaga keuangan, termasuk bank. Penerbitan proses yang
termasuk dalam jenis commercial paper ini tidak disertai jaminan tertentu.
Seperti halnya jenis surat berharga pasar uang lainnya, penerbitan
commercial paper ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan modal jangka
pendek perusahaan, yaitu kepada si pemegang, proses penerbit berjanji untuk
membayar sejumlah uang tertentu pada saat jatuh tempo.

g. Treasury bills
Treasury bills merupakan instrumen pasar modal yang diterbitkan oleh
BI dengan jangka waktu paling lama satu tahun. Penerbitan treasury bills
oleh BI ini biasanya atas unjuk dengan nominal tertentu pula.
7.34 Bisnis Internasional 

h. Repurchase agreement
Repurchase agreement merupakan bentuk surat berharga yang juga
dapat diperjualbelikan dengan suatu perjanjian tertulis bahwa si penjual akan
membeli kembali surat-surat berharga tersebut disertai dengan perjanjian,
yaitu harga dan tanggal jatuh temponya.

D. PASAR VALUTA ASING

Pasar valuta asing (foreign exchange market/forex) adalah suatu


mekanisme ketika mata uang suatu negara ditukar dengan mata uang negara
lainnya. Pasar ini merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang
memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara
lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama
di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan (Jose Rizal, 2008).

1. Tujuan Pasar Valuta Asing (Valas)


Tujuan dari pasar valas sebagai berikut (Jose Rizal, 2008):
a. mendapatkan keuntungan berupa selisih harga beli dan harga jual,
b. mendapatkan bunga atau selisih suku bunga atau swap,
c. untuk transaksi pembayaran,
d. mempertahankan daya beli,
e. pengiriman uang ke luar negeri,
f. mencari keuntungan,
g. pemagaran risiko,
h. kemudahan berbelanja.

2. Jenis Transaksi Valuta Asing (Valas)


Dilihat dari jangka waktu perpindahan dananya, pasar valas digolongkan
menjadi dua macam transaksi (Jose Rizal, 2008).
a. Transaksi spot: jual beli valas yang disertai dengan kewajiban bagi pihak
pembeli dan penjual untuk saling menyerahkan mata uangnya dalam
kurun waktu maksimum dua hari kerja setelah terjadinya kontrak.
b. Transaksi forward: jual beli valas yang disertai dengan kewajiban bagi
pihak pembeli dan penjual untuk saling menyerahkan mata uangnya
dalam kurun waktu lebih dari dua hari kerja setelah tanggal kontrak.
Kata “lebih dari dua hari kerja” bisa berarti serah terima forward
 ADBI4432/MODUL 7 7.35

dituntaskan dalam kurun waktu satu hari, satu minggu, satu bulan, tiga
bulan, atau satu tahun setelah value spot.

Jenis-jenis transaksi dapat dikelompokkan secara lebih perinci sebagai


berikut.
a. Komersial : ekspor impor lalu lintas modal dan lalu lintas jasa.
b. Funding : pinjaman valuta asing dan kebutuhan cash flow.
c. Hedging : untuk keperluan hedging atas risiko perubahan kurs
valuta asing.
d. Investasi : commercial investment, property investment, dan
portofolio investment.
e. Individu : turis dan kebutuhan individu lainnya.

3. Peserta Pasar Valuta Asing (Valas)


Ada lima peserta pasar valas sebagai berikut (Jose Rizal, 2008):
a. bank-bank komersial,
b. nasabah komersial,
c. nasabah kecil,
d. bank sentral,
e. investment atau merchant bank (money market).

4. Margin Trading

a. Pengertian margin trading


Margin dalam perdagangan forex merupakan uang jaminan yang
disetorkan investor kepada perusahaan pialang berjangka agar investor bisa
melakukan transaksi melalui perusahaan pialang berjangka tersebut.
Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan
Berjangka Komoditas, margin didefinisikan sebagai sejumlah uang atau surat
berharga yang harus ditempatkan nasabah kepada pialang berjangka, kepada
anggota kliring berjangka, atau anggota kliring berjangka kepada lembaga
kliring berjangka untuk menjamin pelaksanaan transaksi kontrak berjangka.

b. Jenis-jenis margin trading


Ada empat jenis margin trading, yaitu
1) initial margin (original margin),
2) variation margin,
7.36 Bisnis Internasional 

3) maintenance margin,
4) margin call.

c. Mekanisme margin trading


Perdagangan forex dengan sistem margin trading mendasarkan prinsip
mekanismenya pada pertukaran atau perdagangan mata uang suatu negara
dengan mata uang negara lainnya dalam satuan kontrak atau jaminan
transaksi (necessary margin). Mekanismenya adalah investor tidak perlu
menyetorkan modal sebesar nilai fisik transaksinya. Mekanisme ini dapat
berlangsung karena fisik dari mata uang dalam perdagangan forex seperti ini
tidak dilibatkan.
Secara umum, margin trading yang dilakukan oleh bank haruslah
memenuhi persyaratan sebagai berikut.
1) Dilaksanakan berdasarkan kebijakan direksi bank dan dengan kontrak
yang sudah disetujui sebelumnya.
2) Dilakukan atas dasar tersedianya margin deposit yang ada.
3) Ditempatkan setinggi-tingginya 10% dari modal bank untuk kepentingan
bank.
4) Harus dicantumkan ke dalam laporan mingguan dan laporan bulanan.

5. Interaksi antara Pasar Valas dan Pasar Uang


Pemilihan dana dalam pasar uang selalu berkaitan dengan pasar valas.
Artinya, jika kita hendak menginvestasikan uang kita dalam pasar uang, kita
akan selalu mempertimbangkan kegiatan yang terjadi di pasar valas,
demikian pula sebaliknya. Hal ini dilakukan untuk menentukan investasi
mana yang paling menguntungkan di pasar uang atau valas. Interaksi antara
pasar uang dan pasar valas ini menjadi lebih penting apabila jumlah dana
yang ada berjumlah besar atau kondisi ekonomi pada saat yang kurang baik.

a. Special drawing right (SDR)


SDR merupakan catatan pembukuan pada IMF, diciptakan pada tahun
1970 melalui persetujuan anggota IMF, dan yang rekeningnya di kredit
dengan sejumlah tertentu SDR dari waktu ke waktu. Tujuannya adalah
menjadikan SDR sebagai aset cadangan utama dalam sistem moneter
internasional.
Nilai SDR didasarkan atas lima mata uang, yaitu US$, mark Jerman, yen
Jepang, sterling Inggris, dan franc Prancis. Nilai SDR tetap lebih stabil
 ADBI4432/MODUL 7 7.37

daripada nilai sebuah mata uang mana pun. Stabilitas itu telah membuat SDR
semakin menarik sebagai satuan dalam transaksi-transaksi internasional. SDR
dipegang oleh IMF, sebagian besar dari 181 anggotanya, dan 16 lembaga-
lembaga resmi yang secara khusus adalah lembaga-lembaga perbankan atau
pembangunan regional yang dianggap menentukan oleh IMF.
Kurangnya antusias terhadap SDR sebagai aset cadangan sentral
mungkin memiliki beberapa penjelasan. Dolar AS dan uang keras lainnya
lebih fleksibel dan lebih banyak penggunanya.

b. Euro
Uang logam euro yang pertama dikeluarkan tahun 1996 oleh Isle of
Man. Euro adalah mata uang yang dipakai di 17 negara anggota Uni Eropa.
Secara giral, mata uang ini mulai dipakai sejak 1 Januari 1999, tetapi secara
fisik baru dipakai pada 1 Januari 2002. Uang kertas euro di mana-mana
rupanya sama, tetapi uang logamnya di belakang berbeda-beda. Uang logam
setiap negara diberi lambangnya sendiri. Euro berpengaruh atas dolar AS.
Apabila dan ketika euro muncul, hal itu akan sama pentingnya dalam sistem
moneter dan keuangan internasional seperti dolar AS.

Sejak mata uang mulai mengambang bebas pada tahun 1973, volume
harian perdagangan devisa di dunia pasar uang tumbuh dengan cepat sampai
pada pertengahan 1990-an ketika pertumbuhan berhenti di pasar-pasar devisa
dunia, yaitu Eropa dan Amerika Utara. Penyebabnya adalah
1) munculnya Uni Moneter Eropa yang menghentikan perdagangan di
antara mata uang negara anggota;
2) berhentinya bank-bank sentral menargetkan kurs yang tidak realistis;
3) mesin pialang mata uang elektronik yang disediakan oleh para pialang
elektronik Reuter dan EBS;
4) sistem moneter Eropa (European monetary system/EMS).
Pada tahun 1979-an, sebuah kelompok negara Eropa berkumpul
menciptakan sistem moneter Eropa sebagai langkah mundur yang besar
kembali kepada kurs mata uang tetap. Negara-negara anggota EMS sepakat
untuk mempertahankan nilai mata uang mereka dalam kisaran tertentu dalam
hubungan satu sama lain. Di antara anggota EMS, tersedia sarana dana kerja
sama moneter Eropa. Dana tersebut terdiri atas dolar AS dan emas. Mata
uang negara anggota ini digunakan untuk mendukung upaya-upaya negara
7.38 Bisnis Internasional 

anggota dalam menjaga nilai mata uang mereka dalam hubungan yang
disepakati oleh negara-negara lain.
Kurs EMS cenderung fleksibel. Apabila sebuah negara terbukti lebih
lama daripada yang lainnya dan pemerintah-pemerintah itu tidak dapat atau
tidak mau mengambil langkah-langkah memperbaiki keadaan itu, kurs EMS
dapat diubah.
Selama tahun 1993, EMS mengalami prahara, beberapa negara tidak
dapat menjaga mata uangnya. Namun, EMS tetap ada. Pada tahun 1994,
embrio bank sentral Eropa muncul, yaitu European Monetary Institute (Boy
Leon dan Sony Ericson, 2007).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!
1) Jelaskan kekuatan standar emas sehingga penggunaan mata uang emas
sebagai media tukar dapat bertahan sejak zaman kuno hingga saat ini!
2) Sistem moneter internasional yang berlaku dewasa ini merupakan hasil
pertemuan di Jamaika. Jelaskan hasil-hasil kesepakatan Jamaika
tersebut!
3) Jelaskan perbedaan kurs tetap dan kurs mengambang!
4) Jelaskan apakah pasar uang itu, tujuan pasar uang, dan sebutkan
instrumen pasar uang!
5) Pasar valas memiliki dua jenis transaksi. Sebutkan dan jelaskan dua jenis
transaksi tersebut!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Lihat dan pelajari halaman 7.25.


2) Lihat dan pelajari halaman 7.28.
3) Lihat dan pelajari halaman 7.29 sampai dengan halaman 7.31.
4) Lihat dan pelajari halaman 7.31 sampai dengan halaman 7.34.
5) Lihat dan pelajari halaman 7.34.
 ADBI4432/MODUL 7 7.39

R A NG KU M AN

Penggunaan mata uang emas sebagai media pertukaran, sebagai


satuan perhitungan, dan sebagai alat menyimpan nilai merupakan suatu
praktik yang telah dimulai sejak zaman kuno. Kemudian, penggunaan
mata uang diganti dengan mengatur pembayaran dalam mata uang kertas
dan mendorong pemerintah sepakat untuk menukar mata uang kertas
menjadi emas dengan suatu kurs tetap. Dengan demikian, apabila
negara-negara sepakat untuk membeli atau menjual emas dengan
sejumlah satuan mata uang yang telah ditetapkan, berlakulah emas
sebagai standar, kemudian dengan kesepakatan.
Dalam kesepakatan Bretton Woods, dibentuk dua lembaga
multinasional, yaitu IMF dan Bank Dunia. Di sini, IMF bertugas untuk
mempertahankan tatanan (keteraturan) dalam sistem moneter
internasional dan tugas Bank Dunia adalah mempromosikan
pembangunan ekonomi secara umum.
Setiap negara memiliki nilai tukar mata uang atau kurs. Pada sistem
nilai tukar tetap ini, pemerintah (melalui lembaga otoritas moneternya)
menetapkan tingkat nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang
negara lain pada tingkat tertentu, tanpa memperhatikan penawaran
ataupun permintaan terhadap valas yang terjadi. Terdapat banyak
masalah antara kurs tetap dan kurs mengambang. Beberapa di antaranya
adalah kasus otonomi kebijakan moneter.
Kejatuhan sistem Bretton Woods menjadikan IMF tidak lagi secara
keseluruhan menjalankan fungsinya. IMF dan Bank Dunia banyak
membantu negara-negara yang memiliki utang. Maka itu, banyak
membantu negara-negara keluar dari krisis ekonomi yang dialaminya.

TES F OR M AT IF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Pemerintah dapat menukar US$1 dengan 23,22 grain emas. Perlu


diketahui, 1 ons = 480 grain sehingga harga dari 1 ons emas adalah
$20,67 (480/23,22). Maka itu, 1 ons emas ini disebut sebagai ….
A. nilai netral emas
B. nilai pari emas
C. nilai minimal emas
D. nilai nominal emas
7.40 Bisnis Internasional 

2) Berikut ini yang bukan merupakan sistem nilai tukar yang pernah
berlaku di Indonesia adalah ….
A. sistem nilai tukar teratur
B. sistem nilai tukar tetap
C. sistem nilai tukar mengambang terkendali
D. sistem nilai tukar mengambang bebas

3) Pihak yang membutuhkan dana pasar uang memiliki tujuan ….


A. memenuhi kebutuhan sehari-hari
B. memenuhi kebutuhan jangka panjang
C. memenuhi kebutuhan jangka pendek
D. memenuhi kebutuhan dasar

4) Wesel bank yang diberikan cap dengan kata-kata accepted dan dapat
diperjualbelikan di pasar uang sebagai salah satu sumber dana jangka
pendek disebut ....
A. sertifikat deposito
B. treasury bills
C. banker’s acceptance
D. SBPU

5) Interbank call money merupakan salah satu instrumen pasar uang,


yaitu….
A. surat berharga yang diterbitkan oleh bank sentral (Bank Indonesia)
B. pinjaman antarbank yang terjadi dalam proses kliring
C. surat berharga yang diperkenalkan oleh BI tahun 1985 sebagai salah
satu alat untuk melakukan operasi pasar terbuka dalam rangka
menstabilkan nilai rupiah
D. kertas berharga yang dapat diperdagangkan di pasar uang dengan
jangka waktu tidak lebih dari satu tahun

6) Suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata


uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata
uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24
jam secara berkesinambungan disebut ....
A. pasar valas
B. pasar uang
 ADBI4432/MODUL 7 7.41

C. pasar saham
D. pasar obligasi

7) Berikut ini yang merupakan macam-macam kurs valas sebagai berikut,


kecuali ....
A. kurs paritas arta yasa
B. kurs titik ekspor emas
C. kurs titik impor emas
D. kurs valas biasa

8) Yang dimaksud dengan kurs paritas arta yasa adalah ....


A. kurs yang menunjukkan perbandingan kandungan emas yang
diperoleh dengan menukarkan satu satuan uang suatu negara dengan
satu satuan uang negara lain
B. kurs valas tertinggi yang terjadi dalam sistem standar emas
C. kurs valas terendah yang terjadi dalam sistem standar emas
D. kurs yang bergerak naik atau turun di sekitar kurs paritas arta yasa

9) Berikut ini yang merupakan tujuan valas adalah ....


A. mendapatkan bunga atau selisih suku bunga atau swap
B. untuk transaksi jual beli saham
C. mengurangi daya beli
D. meniadakan selisih harga beli dan harga jual

10) Berikut ini yang bukan merupakan peserta pasar valas adalah ....
A. bank-bank komersial
B. bank sentral
C. merchant bank
D. bank nonkomersial

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal
7.42 Bisnis Internasional 

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
 ADBI4432/MODUL 7 7.43

Kunci Jawaban Tes Formatif


Tes Formatif 1
1) A. Pendekatan moneter menekankan bahwa neraca pembayaran
mencakup fenomena moneter. Masalah neraca pembayaran bukan
berarti hanya fenomena moneter, yang dimaksud dalam hal ini
adalah peranan uang dalam neraca pembayaran sangat esensial.
2) B. Perubahan pendapatan, tingkat bunga, dan faktor lainnya akan
mempengaruhi permintaan uang kas nominal. Misalnya, pendapatan
individu semakin tinggi maka individu tersebut menginginkan aset
moneter yang lebih tinggi.
3) B. Ā,Y, i, W, dan P masing-masing adalah absorpsi otomatis, output
agregat riil, tingkat bunga domestik nominal, wealth, dan indeks
harga domestik.
4) A. Penyesuaian jangka panjang ini disebut stock adjustment mechanism
yang menjelaskan bagaimana penduduk domestik merespons
ketidakseimbangan temporer sektor moneter.
5) C. (PM / PX) = (e P*M)/(e P*X) = P*M/P*X. Hal ini merupakan salah
satu outcome dari pendekatan moneter, yaitu harga relatif domestik
antara impor dan ekspor tidak berubah. Akibatnya, dalam jangka
panjang, neraca perdagangan atau pembayaran kembali seimbang.
6) B. Ada dua kemungkinan mekanisme untuk mengubah uang kas yang
dipegang. Pertama, membeli barang atau komoditas luar negeri.
Mekanisme ini akan mengakibatkan defisit neraca perdagangan dan
dengan sendirinya mengurangi ukuran total portofolio.
7) C. Kelebihan uang kas akibat pencetakan uang baru akan habis
dibelanjakan dan mengakibatkan neraca perdagangan dan
pembayaran semakin buruk dalam jangka pendek, tetapi dalam
jangka panjang kembali mengalami keseimbangan.
8) B. Pasar aset berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi melalui
rekening uang pada neraca pembayaran. Tingkat pertumbuhan uang
dalam keseimbangan sebagai berikut.
ˆ  MS
MD ˆ
Keterangan: MD  MD / MD ˆ dan MS  MS / MSˆ .
7.44 Bisnis Internasional 

9) C. Ekspektasi secara intim berhubungan dengan penyesuaian portofolio


dan neraca pembayaran. Ekspektasi nilai tukar mata uang masuk
secara langsung pada analisis melalui penentuan tingkat bunga
domestik yang disebut uncovered interest parity condition.
10) C. Menurut persamaan berikut
B  BN / P  (1/ P)  MD  CBC 
peningkatan pendapatan mengakibatkan perbaikan neraca
pembayaran karena permintaan uang naik.

Tes Formatif 2
1) B. Jumlah mata uang yang diperlukan untuk membeli 1 ons emas
disebut sebagai nilai pari emas.
2) A. Ketiga sistem nilai tukar yang pernah berlaku di tanah air kita
adalah sistem nilai tukar tetap, sistem nilai tukar mengambang
terkendali, dan sistem nilai tukar mengambang bebas.
3) C. Dari pihak yang membutuhkan dana, pasar uang memiliki tujuan
(1) memenuhi kebutuhan jangka pendek,
(2) memenuhi kebutuhan likuidasi,
(3) memenuhi modal kerja,
(4) membantu pihak yang membutuhkan dana apabila kalah kliring.
4) C. Wesel bank yang diberikan cap dengan kata-kata accepted dapat
diperjualbelikan di pasar uang sebagai salah satu sumber dana
jangka pendek. Jangka waktu penarikan wesel berkisar antara 30
hari sampai 180 hari. Wesel yang diberi cap accepted inilah yang
kemudian kita kenal dengan banker’s acceptance.
5) B. Interbank call money merupakan pinjaman antarbank yang terjadi
dalam proses kliring. Dalam transaksi kliring yang diselenggarakan
oleh bank Indonesia, setiap hari kerja selalu saja ada yang kalah dan
ada yang menang.
6) A. Pasar valuta asing (foreign exchange market) adalah suatu
mekanisme ketika mata uang satu ditukar dengan mata uang lainnya.
Suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan
mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya
(pasangan mata uang/pair) melibatkan pasar-pasar uang utama di
dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.
 ADBI4432/MODUL 7 7.45

7) D. Kurs paritas arta yasa (mint parity), kurs titik ekspor emas (gold
export point), kurs titik impor emas (gold import point), dan kurs
valuta asing yang terjadi.
8) A. Kurs paritas arta yasa (mint parity) adalah kurs yang menunjukkan
perbandingan kandungan emas yang diperoleh dengan menukarkan
satu satuan uang suatu negara dengan satu satuan uang negara lain.
9) A. Tujuan dari pasar valuta asing adalah (Jose Rizal, 2008):
(1) mendapatkan keuntungan berupa selisih harga beli dan harga
jual,
(2) mendapatkan bunga atau selisih suku bunga atau swap,
(3) untuk transaksi pembayaran,
(4) mempertahankan daya beli.
10) D. Ada lima peserta pasar valuta asing, yaitu bank-bank komersial,
nasabah komersial, nasabah kecil, bank sentral, serta investment atau
merchant bank (money market).
7.46 Bisnis Internasional 

Glosarium

Absorpsi domestik: jumlah konsumsi swasta, konsumsi pemerintah, dan


investasi domestik bruto.

Aset moneter: harta atau hak untuk menerima uang yang jumlahnya
sudah pasti atau dapat ditentukan tanpa dikaitkan dengan harga barang-
barang dan jasa pada masa datang.

Keseimbangan eksternal: suatu kondisi ketika neraca pembayaran berada


dalam keseimbangan optimal, yakni defisit transaksi berjalan mampu
dibiayai oleh arus modal masuk dan negara sanggup membayar
utang/kewajiban ke luar negeri.

Neraca pembayaran: suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi


antara penduduk suatu negara dan penduduk negara lain selama jangka waktu
tertentu (biasanya satu tahun).

Neraca perdagangan (balance of trade): ikhtisar yang menunjukkan


selisih antara nilai transaksi ekspor dan impor suatu negara dalam jangka
waktu tertentu.

Output agregat: jumlah nilai seluruh output barang dan jasa yang
diproduksi pada suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu.

Price taker: suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat
menentukan atau mengubah harga pasar.
 ADBI4432/MODUL 7 7.47

Daftar Pustaka

Anoraga, Pandji, dan Pakarti Piji. 2001. Pengantar Pasar Modal. Edisi
revisi. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Ball, Donald A., et al. 2004. Bisnis Internasional Buku Satu, terj. Syahrizal
Noor. Jakarta: Salemba Empat.

Firman. 2006. Modul Bisnis Internasional. Jakarta: Universitas Terbuka.

Joesoef, Jose Rizal. 2008. Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing. Jakarta:
Penerbit Salemba.

Leon, Boy, dan Sony Ericson. 2007. Manajemen Aktiva Pasiva Bank Devisa.
Penerbit: Grasindo.

Rusdin. 2002. Bisnis Internasional dalam Pendekatan Praktek. Bandung:


Alfabeta.
MODUL 8

Perdagangan dan Investasi dalam


Bisnis Internasional
Ratih Purbasari, M.S.M.
PE N DA H UL U AN

P erdagangan internasional dan investasi luar negeri serta cara


memasukinya menjadi hal yang sangat penting untuk dipelajari oleh para
pelaku bisnis. Pemahaman ini dapat memberikan pengetahuan kepada
perusahaan-perusahaan internasional untuk mendirikan dan memperluas
operasi-operasi di luar negeri. Salah satu tujuan perusahaan melakukan
ekspansi internasional antara lain untuk mendapatkan penghasilan yang lebih
besar dari kompetensi inti yang mereka miliki, yaitu mentransfer keahlian
dan produk yang berasal dari kompetensi inti mereka ke pasar luar negeri.
Maksudnya, pesaing lokal belum memiliki keahlian ini (Rusdin, 2002).
Para manajer senantiasa berada di bawah tekanan untuk meningkatkan
penjualan dan laba perusahaan. Ketika mereka menghadapi pasar yang
dewasa dan jenuh di negaranya sendiri, mereka mulai mencari pasar-pasar
baru di luar negeri. Mereka menemukan bahwa (1) produk nasional bruto
(PNB) per kapita dan pertumbuhan penduduk yang meningkat tampaknya
merupakan calon-calon yang dapat digunakan bagi operasi mereka dan (2)
perekonomian beberapa negara tempat mereka tidak melakukan bisnis sedang
tumbuh dengan tingkat yang cukup cepat daripada perekonomian pasar
mereka sendiri (Ball, 2004).
Dapat dipahami bahwa perusahaan-perusahaan itu mengikuti strategi
interrnasional. Cara masuk yang terbaik bagi perusahaan-perusahaan ini
tergantung pada tingkat alamiah dari kompetensi inti mereka. Suatu
perbedaan dapat digambarkan antara perusahaan-perusahaan yang
kompetensi intinya ada dalam keahlian teknologi dan perusahaan yang
kompetensi intinya ada dalam keahlian manajemen.
Pada Modul 8, Anda akan diajak untuk mempelajari konsep dasar
perdagangan internasional tentang volume perdagangan, cara memasuki
pasar luar negeri, relevansinya bagi para pelaku bisnis, dan memberikan
gambaran mengenai arah pedagangan internasional. Selain itu, pada modul
8.2 Bisnis Internasional 

ini, akan turut dibahas mengenai investasi langsung luar negeri (foreign
direct investment/FDI) dan relevansinya bagi para pelaku bisnis
internasional. Untuk lebih bisa dipelajari secara sistematis, subpokok bahasan
tersebut akan disajikan ke dalam dua kegiatan belajar.
1. Kegiatan Belajar 1: Cara Memasuki Pasar Internasional
2. Kegatan Belajar 2: Investasi Langsung Luar Negeri (Foreign Direct
Investment)

Secara umum, setelah mempelajari Modul 8 ini, Anda diharapkan


memiliki kemampuan menganalisis konsep perdagangan internasional,
mampu menganalisis cara-cara memasuki pasar internasional, melakukan
pertimbangan dalam memilih salah satu cara memasuki pasar tersebut, serta
mampu menganalisis investasi langsung luar negeri (FDI) dan bagaimana
relevansinya bagi pelaku bisnis internasional.

Secara spesifik, diharapkan Anda mampu memahami dan menjelaskan


1. volume perdagangan,
2. relevansi bagi para pelaku bisnis,
3. arah perdagangan,
4. perubahan arah perdagangan.
 ADBI4432/MODUL 8 8.3

Kegiatan Belajar 1

Cara Memasuki Pasar Internasional

A. PERDAGANGAN INTERNASIONAL

1. Volume Perdagangan
Pada tahun 1990, sebuah tonggak sejarah tercapai ketika volume
perdagangan internasional untuk barang-barang dan jasa-jasa yang diukur
dalam nilai dolar AS saat ini melampaui US$4 triliun. Sebelas tahun
kemudian, meskipun terdapat kemerosotan ekonomi, perdagangan
internasional untuk barang dan jasa mencapai US$7,6 triliun. Nilai dolar
ekspor total dunia pada tahun 2001 lebih besar daripada PNB dari setiap
negara di dunia, kecuali Amerika Serikat (AS). Seperempat dari segala
sesuatu yang tumbuh atau dibuat di dunia sekarang diekspor. Suatu ukuran
lain betapa signifikannya perdagangan internasional.
Dari US$7,6 triliun jumlah perdagangan internasional barang-barang dan
jasa-jasa pada tahun 2001 ini, nilai ekspor barang dagangan adalah sebesar
US$6,2 triliun atau 20 kali lebih besar daripada 31 tahun sebelumnya.
Memang benar inflasi bertanggung jawab atas sebagian besar peningkatan
perdagangan ini, tetapi dengan menggunakan indeks kuantum yang
mengurangi pengaruh inflasi dari data itu, volume perdagangan dunia tahun
2001 sekitar empat kali dari jumlah tahun 1970.
Walaupun nilai secara absolut lebih kecil, yaitu sekitar US$1,4 triliun
lebih, perdagangan dunia untuk sektor jasa sejak tahun 1990 bertumbuh lebih
cepat dibandingkan dengan sektor industri manufaktur. Seperti yang akan
dibahas dalam Bab 13, perdagangan barang dan jasa yang berkaitan dengan
teknologi informasi (termasuk komputer pribadi, semikonduktor, dan telepon
seluler) adalah faktor utama yang mendorong pertumbuhan dalam
perdagangan dunia pada akhir dekade 90-an.
Seberapa besar pemerataan pertumbuhan tersebut? Apakah sebagian
negara telah menyumbang lebih baik daripada yang lain? Amerika Serikat,
Amerika Latin, dan juga negara-negara berkembang secara keseluruhan, telah
melampaui tingkat pertumbuhan dunia sejak tahun 1990, baik untuk ekspor
barang dagangan maupun jasa. Sebaliknya, negara-negara maju secara
8.4 Bisnis Internasional 

keseluruhan dan Afrika telah bertanggung jawab atas kemerosotan proporsi


ekspor barang sejak saat itu. Perhatikan bahwa banyak dari kenaikan ekspor
negara-negara Uni Eropa dari tahun 1970 sampai 1990-an berasal dari
penerimaan anggota-anggota baru, tetapi kemudian sejak tahun 1990 ekspor
barang dan jasa seluruh dunia merosot, proporsi terbesar dari kawasan itu.

2. Relevansi ba g i Para Pelaku B is n is


Kenaikan empat kali ekspor dunia dalam waktu hanya 26 tahun
menunjukkan bahwa peluang untuk meningkatkan penjualan melalui ekspor
adalah suatu strategi pertumbuhaan yang dapat dijalankan. Terdapat banyak
perusahaan internasional besar yang memerlukan penjualan demikian untuk
tetap hidup. Namun, pada saat yang sama, pertumbuhan ekspor negara-
negara individual hendaknya merupakan suatu peringatan terhadap orang-
orang bisnis bahwa mereka harus bersiap-siap menghadapi persaingan yang
meningkat dari ekspor ke pasar-pasar domestik mereka sendiri.

3. Arah Perdagangan
Apakah tujuan ekspor barang-barang dagangan yang bernilai hampir
US$6,2 triliun ini? Apabila Anda belum pernah mempelajari aliran-aliran
perdagangan, Anda mungkin berpikir bahwa perdagangan internasional
utamanya terdiri atas barang-barang manufaktur yang diekspor oleh negara-
negara industri ke negara-negara berkembang dengan imbalan bahan mentah.
Akan tetapi, meskipun lebih separuh ekspor negara-negara berkembang
menuju negara-negara maju, proporsi ini telah merosot selama 30 tahun
terakhir, dari 72 persen pada tahun 1970 menjadi 57 persen tahun 2000.
Kemudian, hampir tiga perempat ekspor dari perekonomian maju mengarah
ke negara-negara industri, bukan ke negara-negara berkembang (Ball, 2004).
Tiga negara pengecualian, yang tetap melakukan ekspor ke negara
berkembang, yaitu Jepang, Amerika Serikat, dan Australia/Selandia Baru.
Alasan Jepang menjual lebih banyak ke negara-negara berkembang
daripada negara-negara maju adalah karena telah memiliki sistem distribusi
ekstensif di pasar-pasar ini sejak awal 1900-an. Karena tidak memiliki
sumber-sumber lokal bahan mentah, negara itu telah menggunakan
perusahaan-perusahaan perdagangan umum (sogososha di Jepang) untuk
mengimpor banyak bahan baku dan komponen yang diperlukan untuk
perindustrian Jepang. Kantor-kantor perusahaan dagang di negara-negara
berkembang tempat bahan-bahan itu diperoleh juga memasarkan produk-
 ADBI4432/MODUL 8 8.5

produk buatan Jepang ke negara-negara itu (termasuk komponen-komponen


untuk pasar-pasar industri, seperti peralatan dan suku cadang elektronik, dan
juga barang-barang modal, seperti peralatan mesin). Banyak perusahaan
Jepang di bidang elektronik, komputer, dan sebagainya yang telah
memindahkan operasi manufaktur ke negara-negara biaya rendah, seperti
Cina dan berbagai negara di Asia Tenggara, sehingga menghasilkan ‘impor
balik’ ke Jepang karena barang-barang ini menggantikan produk-produk yang
biasanya dibuat di Jepang.
Secara keseluruhan, persentase impor Jepang yang berasal dari negara-
negara Asia-9 (Cina, Hong Kong, Indonesia, Korea, Malaysia, Filipina,
Singapura, Taiwan, dan Thailand) telah meningkat sekitar 50 persen antara
tahun 1990 dan 2001 yang berarti naik dari 26,6 persen menjadi 39,6 persen
dari total impor ke Jepang. Terlebih ketika negara-negara industri lainnya
telah mengenakan larangan impor dari Jepang untuk melindungi industri-
industri dalam negerinya, perusahaan-perusahaan perdagangan Jepang telah
memperluas usahanya untuk menjualnya ke negara-negara berkembang.
Usaha-usaha mereka telah mencapai beberapa keberhasilan. Meskipun krisis
ekonomi Asia tahun 1997 memengaruhi perdagangan di seluruh kawasan itu,
ekspor Jepang ke negara-negara Asia-9 telah meningkat dari 22,6 menjadi
39,7 persen dari total ekspor Jepang antara 1985 dan 2000 (meningkat 76
persen). Persentase perubahan ekspor Jepang dari tahun 1992 ke tahun 1997
adalah Brasil (291 persen), Malaysia (224 persen), Cina (107 persen),
Filipina (102 persen), dan Thailand (97 persen).
Lebih dari 80 persen perusahaan melakukan ekspor. Pada Desember
1999, Amerika Serikat juga mengekspor lebih banyak ke negara-negara
berkembang daripada negara-negara maju pada umumnya, tetapi dengan
alasan yang agak berbeda dari Jepang. Perusahaan-perusahaan AS memiliki
anak-anak perusahaan Jepang; anak-anak perusahaan merupakan pelanggan
bagi para pemiliknya di AS. Selain itu, beberapa pembeli di negara-negara
Asia Tenggara, mengingat Jepang pernah menjadi bangsa penjajah dalam
Perang Dunia II dan sebelumnya, lebih suka membeli dari perusahaan-
perusahaan Amerika. Juga, perlu dicatat tingginya persentase ekspor Amerika
yang menuju Amerika Latin menunjukkan arti relatif pentingnya pasar ini
bagi perusahaan-perusahaan Amerika.
8.6 Bisnis Internasional 

Tabel 8.1
Arah Perdagangan untuk Kawasan-kawasan dan Negara-negara Terseleksi
(Persentase Total Ekspor Barang Dagangan ke Kawasan atau Negara
ke Kawasan atau Negara dalam Kolom-kolom)

Sumber: Ball (2004).

Negara-negara Asosiasi Integrasi Amerika Latin (Latin American


Integration Association/LAIA) merupakan 17,7 persen dari total ekspor AS
pada tahun 2000 yang hampir empat kali total ekspor semua negara maju ke
negara-negara ini yang sebesar 4,6 persen. Kemudian, ekspor AS ke negara-
negara Amerika yang sedang berkembang secara keseluruhan adalah 20,8
 ADBI4432/MODUL 8 8.7

persen dari seluruh ekspor Amerika. Ekspor AS ke kawasan ini adalah tiga
kali nilai dolar barang-barang dan jasa yang diekspor oleh semua negara
Amerika Latin satu sama lain.
Ada perubahan penting dalam arah perdagangan Australia dan Selandia
Baru, dari negara Eropa dan Amerika Utara ke Asia Tenggara. Misalnya,
proporsi ekspor yang dikirim ke Uni Eropa merosot dari 27,1 persen pada
tahun 1970 menjadi 11,1 persen tahun 2000 meskipun terdapat perluasan
anggota Uni Eropa selama waktu itu. Sebaliknya, 37 persen dari ekspor
Australia dan Selandia Baru tahun 2000 menuju Asia meningkat 80 persen
sejak 1990 (Ball, 2004).

4. Perubahan Arah Perdagangan


Dapat dipahami, arah perdagangan berubah sepanjang waktu di antara
negara-negara atau kawasan-kawasan di dunia. Perkembangan persetujuan
perdagangan regional yang meluas (atau menyusut, seperti Asosiasi
Perdagangan Bebas Eropa/EFTA), seperti Perkumpulan Bangsa-bangsa Asia
Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) dan Uni
Eropa, dapat mengubah tingkat dan proporsi aliran perdagangan di dalam dan
antarkawasan secara cukup besar. Sebagian besar ekspor Kanada ditujukan
ke AS, utamanya sebagai akibat Persetujuan Perdagangan Bebas AS-Kanada
tahun 1989; selanjutnya Persetujuan Perdagangan Bebas Amerika Utara.
Persentase total ekspor AS ke Kanada lebih kurang 24 persen tahun 2001 dan
nilai dolarnya tahun 2000 adalah 210 persen dari nilai dolar tahun 1991. Nilai
dolar ekspor AS ke Meksiko tahun 2000 adalah 336 persen dari tahun 1991.
Secara keseluruhan, perdagangan dunia yang dihasilkan oleh para anggota
persetujuan perdagangan regional meningkat dari 37,3 persen tahun 1980
menjadi 59,9 persen tahun 1990 dan menjadi 70,7 persen pada tahun 1999.
Tampaknya pengekspor AS telah melakukan penetrasi besar di pasar-
pasar negara berkembang. Sebaliknya, mereka menjual lebih banyak ke AS.
Hal ini sebagian disebabkan oleh peningkatan kemampuan mengekspor
barang-barang manufaktur dan pertumbuhan perdagangan antarperusahaan
antarafiliasi perusahaan internasional. Kenyataan bahwa para anggota
kelompok-kelompok perdagangan semakin banyak menjual satu sama lain
adalah perkembangan yang akan memengaruhi pilihan-pilihan lokasi
perusahaan internasional untuk pabrik-pabrik mereka dan operasi-operasi
lainnya. Perhatikan pula bahwa AS dan Jepang, tetapi bukan Eropa, sedang
mendekati dengan cepat pembagian 50 : 50 untuk ekspor mereka ke negara-
8.8 Bisnis Internasional 

negara berkembang dan maju. Sementara itu, Australia dan Selandia Baru
sudah mencapai sebagian besar ekspornya ke negara-negara berkembang.

a. Mitra dagang utama: relevansinya bagi para pelaku bisnis


Sebuah analisis mengenai mitra dagang utama perusahaan-perusahaan
dari negara asal dengan perusahaan-perusahaan dan negara-negara yang
terdapat cabang-cabang yang mengekspor dapat memberikan wawasan
yang berharga bagi manajemen.

b. Mengapa memusatkan perhatian pada mitra-mitra dagang utama?


Ada sejumlah keuntungan dengan memusatkan perhatian pada negara
yang telah menjadi pembeli utama barang-barang yang berasal dari calon
negara pengekspor.
1) Iklim bisnis di negara pengimpor relatif menguntungkan.
2) Peraturan-peraturan ekspor dan impor bukanlah sesuatu yang tidak
dapat diatasi.
3) Tidak akan ada penolakan budaya yang kuat untuk membeli barang-
barang dari negara itu.
4) Fasilitas transportasi yang memuaskan telah ada .
5) Anggota-anggota saluran impor (pedagang, bank, dan pialang pabean)
telah berpengalaman dalam menangani pengiriman impor dari kawasan
pengekspor.
6) Devisa untuk membayar ekspor tersedia.
7) Pemerintah dari sebuah mitra dagang mungkin memohonkan tekanan
atas pengimpor untuk membeli dari negara-negara yang merupakan
pelanggan-pelanggan yang baik dari ekspor negara itu. Kami telah
melihat usaha-usaha Pemerintah Jepang, Korea, dan Taiwan untuk
membujuk warga negara mereka membeli lebih banyak barang AS.
Mereka juga telah mengirim misi-misi pembelian ke AS (Ball, 2004).

B. CARA MEMASUKI PASAR LUAR NEGERI

Untuk dapat ikut serta bersaing dengan produk-produk luar negeri, ada
beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan oleh para pelaku bisnis sebagai
cara memasuki pasar luar negeri sebagai berikut (Rusdin, 2002).
 ADBI4432/MODUL 8 8.9

1. Ekspor
Pengertian ekspor sangat tergantung dari sudut pandang pihak-pihak
yang merumuskannya. Kendati demikian, pada kegiatan ekspor di Indonesia,
Kementerian Perdagangan memberikan pengertian mengenai perdagangan
ekspor. Ekspor adalah perdagangan dengan mengeluarkan barang dari dalam
negeri ke luar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang
berlaku.
Sementara itu, pengekspor adalah yang dapat melakukan ekspor yang
telah memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP). Di samping itu, dikenal
pula pengekspor khusus yang diterapkan oleh Kementerian Perdagangan
yang dikenal sebagai eksportir terdaftar (ET), yaitu perusahaan yang
mendapat pengakuan dari menteri perdagangan menurut persyaratan yang
ditetapkan untuk mengekspor barang-barang tertentu sesuai ketentuan yang
berlaku. Dalam pelaksanaannya, dikenal beberapa sebutan pengekspor
terdaftar menurut komoditas yang ditanganinya, antara lain eksportir terdaftar
lampit rotan (ELTR). Dikenal pula eksportir prexlusen yang merupakan
pengekspor yang menghasilkan barang untuk diekspor sendiri.

a. Barang ekspor
Umumnya, semua jenis barang dapat diekspor. Namun, terhadap
beberapa jenis barang tertentu, diadakan suatu sistem pengaturan berupa
larangan, diawasi, diterapkan pengawasan mutunya, dan diatur tata niaga
ekspornya. Kebijaksanaan ini ditempuh pemerintah untuk menjaga
keseimbangan antara penawaran dan permintaan barang-barang dalam negeri.
Barang yang dilarang diekspor adalah menjaga agar terjamin kelestariannya
di dalam negeri, usaha untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan
mempertinggi nilai komparatifnya.
Barang yang diawasinya adalah menjaga agar terjamin pengadaan
barang dan stabilitas harga barang dalam negeri sehingga dapat terjamin
kontinuitas pengadaan barang yang dibutuhkan dalam negeri. Apabila barang
yang dilarang tersebut surplus pengadaannya dalam negeri, barang tersebut
dapat diekspor. Begitu sebaliknya, akan kembali dilarang apabila pengadaan
dalam negeri terganggu.
1) Barang yang diterapkan pengawasan mutunya adalah barang yang hanya
dapat diekspor apabila memenuhi mutu dan memenuhi persyaratan yang
ditetapkan Kementerian Perdagangan. Hal ini untuk mendorong
8.10 Bisnis Internasional 

Indonesia menghasilkan barang bermutu baik dan meningkatkan daya


saing di pasaran dunia.
2) Barang yang diatur tata niaga ekspornya adalah barang yang dapat
diekspor oleh pengekspor terdaftar. Pengaturan ini diterapkan agar
pengusaha yang benar-benar berpengalaman saja yang melakukannya.
Juga, akan memperoleh posisi tawar-menawar yang baik dengan pembeli
luar negeri. Di samping itu, juga untuk memudahkan pengawasan mata
dagangan yang terkena kuota sehingga dapat meningkatkan nilai barang
di luar negeri sekaligus tidak merusak pasar dalam negeri.

b. Sistem pembayaran ekspor


Pembayaran ekspor merupakan salah satu sarana penting untuk me-
ningkatkan ekspor. Penganekaragaman cara pembayaran akan merupakan
kemudahan dan mampu mendorong ekspor karena tersedianya cara
pembayaran yang diakui paling menguntungkan. Alat pembayaran ekspor ini
sebagai berikut.

1) Pembayaran di muka (advance payment)


Ini merupakan pembayaran yang dilakukan pengimpor kepada
pengekspor sebelum barang dikapalkan, baik untuk seluruh nilai barang
maupun untuk sebagian nilai barang tanpa menggunakan L/C. Kesepakatan
tentang cara pembayaran ini tentu dapat dilakukan dengan transfer, payment
order, cek, wesel, dan sebagainya. Sementara itu, dokumen pengapalannya
dan dokumen lain langsung dikirim pengekspor kepada pengimpor.

2) Letter of credit (L/C)


Ini merupakan instrumen dalam bentuk surat atau kawat yang diterbitkan
oleh bank atas permintaan nasabahnya (pengimpor) dan ditujukan kepada
bank lain (bank koresponden) untuk kepentingan pengekspor. Dalam
surat/kawat dinyatakan bahwa sesuai dengan perintah yang diterima dari
nasabah (pengimpor), bank berjanji akan melakukan pembayaran kepada
pengekspor apabila menyerahkan dokumen-dokumen yang memenuhi
persyaratan sebagaimana tertera dalam kawat tersebut. Oleh karena itu,
instrumen ini disebutkan juga sebagai kredit dokumenter. Banyak L/C antara
lain recovable L/C, irrecovable L/C, sight dan usance L/C, transferable L/C,
back to back L/C, revolving L/C, serta red clause L/C.
 ADBI4432/MODUL 8 8.11

3) Wesel inkaso (collection draft)


Pembayaran wesel inkaso adalah inkaso melalui bank, yaitu pengiriman
dokumen oleh pengekspor kepada pengimpor dengan menggunakan jasa
bank untuk menagih pembayarannya, baik dengan menggunakan wesel
(draft) maupun promissory notes (promes). Wesel inkaso dapat dibedakan
dalam dua bentuk. Pertama, documentary collection, yaitu pengiriman
seluruh, termasuk wesel atas promes untuk ditagih. Kedua, clean (bill)
collection, yaitu wesel atau promes saja untuk ditagih. Dalam hal
documentary collection, pengekspor dapat meminta bank yang menyalurkan
dokumen agar dokumen itu diserahkan kepada pengekspor atas dasar berikut.
a) Pembayaran tunai (C/P=document against payment), yaitu penyerahan
dokumen kepada pengimpor setelah adanya pembayaran.
b) Akseptasi atas wesel berjangka atau promes (D/A = document against
acceptance), yaitu penyerahan kepada pengimpor setelah wesel
berjangka atau promes diaksep pengimpor atau promes diserahkan
kepada pengimpor untuk dibayar secara tunai atau diaksep. Sementara
itu, cash against document, penyerahan dokumen pengapalan kepada
pengimpor dilakukan setelah adanya pembayaran oleh pengimpor.

4) Perhitungan kemudian (open account)


Cara pembayaran kemudian merupakan kebalikan pembayaran di muka.
Penjual dan pembeli sepakat bahwa penyelesaian atas transaksi akan
diperhitungkan dalam pembukuan masing-masing atau pembeli melunasi
pembayaran kemudian pada hari dan tanggal yang disepakati, satu bulan
setelah barang dikapalkan. Kesepakatan tentang cara pembayaran ini
dicantumkan dalam kontrak jual beli. Setelah dokumen pengapalan dikirim
pengekspor, pengimpor akan mengirim pembayaran melalui transfer, wesel,
dan cek.

5) Konsinyasi
Konsinyasi merupakan penjualan barang dengan titipan. Barang dikirim
ke luar negeri dan dititipkan untuk dijual. Barang tersebut tidak dijual kepada
pengimpor, hanya dititipkan untuk dijual. Kedudukan penerima titipan bukan
sebagai pembeli. Sebelum barang tersebut terjual, hak atas barang tersebut
masih dipegang pengekspor. Pembayaran akan dilakukan setelah barang
tersebut laku dijual.
8.12 Bisnis Internasional 

6) Imbal beli (switching)


Cara pembayaran yang lazim dipergunakan dalam perdagangan luar
negeri adalah kesepakatan pembeli dan penjual melalui cara imbal beli.

c. Strategi ekspor
Ekspor memegang peranan penting dalam hal menghasilkan devisa bagi
negara serta untuk pemasaran bagi barang-barang produksi dalam negeri.
Dalam hal ini, ada dua macam produk ekspor sebagai berikut.
1) Produk yang sepenuhnya dibuat di suatu negara yang kemudian diekspor
ke negara lain karena dibutuhkan oleh negara lain tersebut.
2) Produk yang dibuat di suatu negara oleh perusahaan asing yang
mempunyai keterkaitan dengan cabang-cabangnya di negara lain.

Tujuan ekspor adalah meningkatkan penjualan dan manfaat pasar yang


beragam di luar negeri. Adanya ekspor secara luas ke berbagai negara
memungkinkan peningkatan jumlah produksi yang mendorong pertumbuhan
ekonomi. Apabila ada perusahaan ekspor yang melemah, ekspor dapat
dialihkan ke pasar lainnya yang menguat.

Ada tiga bentuk kegiatan ekspor seperti berikut ini.


1) Direct selling (penjualan langsung) memungkinkan pengusaha
mengendalikan pasar dan memperoleh keuntungan lebih besar.
Konsekuensinya, perusahaan itu harus menyusun organisasinya secara
solid.
2) Indirect selling (penjualan tidak langsung): hal ini dilakukan melalui
distributor atau agen-agen penjualan.
3) Export trading companies (ETC) merupakan satu badan usaha yang
memasarkan dan menyalurkan berbagai produk sehingga bagi pengusaha
termasuk penjualan tidak langsung. Akan tetapi, ETC itu sendiri
melakukan penjualan langsung. ETC adakalanya dikelola oleh
pemerintah, oleh bank, atau beberapa perusahaan yang bergabung utuk
pemasaran ekspor. Sementara itu, untuk Jepang, ETC ini dikenal dengan
SOGO SOSHA (pemasaran bersama oleh beberapa perusahaan raksasa
di Jepang).
 ADBI4432/MODUL 8 8.13

Dalam menyusun strategi ekspor, perlu diperhatikan empat hal berikut.


1) Perusahaan yang melakukan ekspor harus mempunyai kapasitas produksi
yang memadai untuk ekspor. Hal ini termasuk pula kapasitas untuk
mengirimkan produk tepat waktu.
2) Sebaiknya, perusahaan sudah menjalin kerja sama dengan departemen
perdagangan serta kamar dagang setempat, termasuk dengan bank dan
perusahaan angkutan (freight fonuardes), baik udara, laut, maupun darat.
3) Perusahaan perlu jeli untuk memilih pasar dan segmen pasar. Lebih baik
untuk bertumpu pada sedikit pasar, tetapi potensial dibandingkan dengan
menguasai banyak pasar, tapi kalah bersaing. Contoh, Bimoli berusaha
memasarkan produknya ke Timur Tengah dengan label “Halal”.
4) Perusahaan perlu memiliki teknik-teknik yang tepat untuk pemasaran
produknya, termasuk memilih distributor, pedagang eceran, dan agen-
agen penjualan lainnya (May Rudy, 2002).

Pada umumnya, perusahaan manufaktur memulai ekspansi global


sebagai pengekspor, kemudian beralih kepada cara lain untuk menjalankan
pasar luar negerinya. Mekanisme dan proses ekspor akan dibahas pada akhir
bab ini. Pada saat ini, akan dijelaskan kelebihan dan kelemahan ekspor
sebagai salah satu cara memasuki pasar luar negeri.
1) Keunggulan ekspor
Ekspor memiliki dua keunggulan sebagai berikut.
a) Ekspor menghindari besarnya biaya pendirian operasi manufaktur
pada suatu negara.
b) Ekspor menolong suatu perusahaan untuk mencapai garis (kurva)
pengalaman dan lokasi ekonomi melalui manufaktur, produk pada
lokasi struktur, dan mengekspornya kepada pasar nasional lain.
Perusahaan tersebut menyadari pentingnya skala ekonomi dari
volume penjualan di pasar global.
2) Kelemahan ekspor

Di samping keunggulan, ekspor juga memiliki banyak kelemahan, di


antaranya ekspor pada suatu negara mungkin kurang tepat jika tujuan ekspor
adalah sebuah daerah yang memiliki bauran faktor-faktor produksi yang lebih
menguntungkan untuk menghasilkan produk dengan nilai lebih. Dalam hal
ini, ekspor menjadi tidak efisien dan menutup peluang perusahaan untuk
dapat memaksimalkan nilai produknya. Contohnya adalah banyak perusahaan
8.14 Bisnis Internasional 

elektronik di Amerika Serikat pindah pabriknya ke timur jauh untuk


mendapatkan biaya rendah.
Tingginya biaya ekspor dapat mengakibatkan tidak ekonomis, terutama
untuk produk besar. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut, yaitu
mendirikan pabrik yang tersebar secara regional. Ini adalah suatu strategi
yang memungkinkan perusahaan merealisasikan penghematan dari produksi
skala besar dan juga untuk membatasi biaya transportasi.
Adanya hambatan tarif dapat menyebabkan inefisiensi ekspor.
Contohnya, implikasi ancaman dari kongres AS sebagai konsekuensinya
pada tahun 1990 walaupun hampir 50% semua mobil Jepang terjual di AS,
tetapi hanya menghasilkan 0% keuntungan.
Ekspor biasanya mendelegasikan pemasaran pada agen lokal (biasanya
dilakukan oleh perusahaan yang baru memulai ekspor). Agen luar negeri
sering membuat produk perusahaan pesaing sebagai hasil pembagian royalty.
Dalam beberapa kasus, agen luar negeri tidak dapat bekerja sebagaimana
yang diharapkan perusahaan jika manajemennya adalah pemasar itu sendiri.
Karena itu, terdapat beberapa penyelesaian sekitar masalah ini.
Bagaimanapun ada cara untuk membantu semua pemilik cabang di negara
tersebut yang dapat menghambat pemasaran lokal. Dengan cara ini,
perusahaan dapat melakukan pengawasan ketat di negara itu sementara
memperoleh keunggulan biaya produk manufaktur pada lokasi tunggal
(Rusdin, 2002).

2. Turnkey Projects
Turnkey projects adalah kontraktor yang menangani proyek secara detail
untuk klien asing yang meliputi pelatihan operasi personel dan menangani
klien asing yang merupakan kunci para pekerja yang siap untuk beroperasi.
Dengan kata lain, spesialisasi perusahaan di bidang desain dan konstruksi
dalam memulai turnkey pabrik adalah hal yang biasa dalam perusahaan
industri. Pada suatu turnkey project, kontraktor setuju untuk menangani
setiap detail proyek untuk klien asing yang meliputi pelatihan operasi
personel. Pada penyelesaian suatu kontrak, klien asing adalah pemegang
kunci sebuah pabrik yang siap untuk beroperasi penuh karena itu disebut
turnkey. Ini sebenarnya adalah tujuan teknologi proses ekspor untuk negara
lain. Pengertian ini merupakan jenis yang sangat khusus dari ekspor.
Turnkey project pada umumnya terjadi pada bidang industri kimia,
farmasi, penyulingan minyak dan metal, serta industri pengilangan. Semua
 ADBI4432/MODUL 8 8.15

bidang ini memiliki penanganan kompleks dan teknologi proses produksi


yang mahal.

a. Keunggulan
Keunggulan turnkey project adalah adanya proses kompleks secara
teknologi yang mensyaratkan keterampilan yang siap pakai, misalnya
pengilangan minyak atau baja. Kelebihan pokok turnkey project merupakan
sumber return ekonomi yang tinggi. Strategi yang digunakan khusus dalam
kasus ini ketika investasi langsung luar negeri (FDI) adalah dibatasi oleh
peraturan negara yang bersangkutan. Misalnya, pemerintah di suatu negara
yang kaya dengan minyak telah mengemukakan bahwa untuk membangun
industri pengilangan minyak dan sebagai langkah untuk mencapai tujuan,
perlu ada keterbatasan investasi langsung luar negeri (FDI) pada sektor
pengilangan minyak. Bagaimanapun negara tersebut telah memperoleh
keuntungan melalui turnkey project dengan perusahaan asing yang telah
memiliki teknologi.
Strategi turnkey adalah kebalikan dari tipe konvensional FDI. Kesannya,
di negara itu, lingkungan ekonomi dan politik sebagai investasi jangka
panjang mungkin menampakkan perusahaan itu tidak dapat menerima risiko
politik dan ekonomi.

b. Kelemahan
Tiga kelemahan utama yang dihubungkan dengan strategi turnkey
sebagai berikut.
1) Melalui batasan, perusahaan yang memasuki turnkey tidak akan
mendapat perhatian dalam jangka panjang di suatu negara asing. Ini
dapat melemahkan kalau negara itu kemudian membuktikan menjadi
pasar utama untuk proses output yang telah diekspor. Pemecahan
mengenai hal ini dapat diselesaikan melalui kepentingan wajar minoritas
pada operasi yang dilakukan oleh turnkey project.
2) Perusahaan yang memasuki turnkey project dengan perusahaan swasta
asing dapat menciptakan pengilangan minyak pada perusahaan di Arab
Saudi, Kuwait, dan negara teluk lainnya. Saat ini, perusahaan
menemukan sendiri persaingan yang jauh melebihi dari suatu perusahaan
pasar minyak dunia.
3) Berhubungan dengan poin kedua, jika perusahaan memiliki proses
teknologi sebagai sumber keunggulan bersaing, kemudian menjual
8.16 Bisnis Internasional 

teknologi tersebut kepada turnkey project, itu berarti juga menjual


keunggulan yang potensial atau sebagai pesaing aktual (Rusdin, 2002).

3. Lisensi
Perjanjian lisensi adalah suatu susunan perjanjian lisensi (lisensor) yang
memberi hak intangible property kepada pemegang lisensi (usensce) secara
sungguh-sungguh pada periode waktu yang khusus. Sebagai penggantinya,
pemberi lisensi (lisensor) menerima bayaran royalti dari pemegang lisensi
(lisence). Properti intangible itu mencakup paten, penemuan, formula, proses
desain, hak cipta, dan merek dagang.

a. Keunggulan
Khusus lisensi internasional, pemegang lisensi memberikan banyak
modal yang diperlukan untuk dapat beroperasi di luar negeri. Jadi, kelebihan
utama dari lisensi adalah perusahaan menghasilkan pengembangan biaya dan
risiko yang dihubungkan dengan pembukaan pasar luar negeri. Lisensi
merupakan pilihan yang atraktif untuk perusahaan yang memiliki modal yang
lemah dalam mengembangkan operasi ke luar negeri. Dalam hal ini, lisensi
menjadi aktraktif ketika suatu perusahaan tidak memasukkan sumber
keuangan yang besar untuk hal yang tidak lazim atau secara politik.
Mengubah pikiran pasar luar negeri, lisensi juga sering digunakan ketika
suatu perusahaan menginginkan partisipasi dalam pasar luar negeri, tetapi
dilarang sehingga menjadi hambatan untuk investasi. Akhirnya, lisensi sering
kali digunakan ketika perusahaan mempunyai suatu intangible property yang
kemungkinan telah diaplikasikan dalam bisnis, tetapi itu tidak berarti untuk
mengembangkan aplikasi itu sendiri.

b. Kelemahan
Ada tiga kelemahan utama dari lisensi sebagai berikut.
1) Tidak dapat melakukan kontrol ketat dalam proses manufaktur. Aktivitas
pemasaran dan strategi juga mensyaratkan pengalaman tentang
lokasi/daerah yang bersangkutan. Lisensi khusus meliputi setiap
pemegang lisensi mengadakan operasi manufaktur sendiri. Hal tersebut
akan membatasi kemampuan perusahaan untuk merealisasikan
pengalaman dan lokasi ekonomi melalui produk manufaktur pada lokasi
yang terpusat. Jadi, ketika masalah ekonomi menjadi hal yang penting,
lisensi bukan jalan yang terbaik untuk memperluas pasar ke luar negeri.
 ADBI4432/MODUL 8 8.17

2) Persaingan pada pasar global mensyaratkan perusahaan untuk


mengoordinasikan strategi yang berubah melewati negara-negara yang
memanfaatkan keuntungan pada suatu negara untuk mendukung
persaingan dan melakukan serangan terhadap yang lain.
3) Keterampilan teknologi merupakan keunggulan bersaing pada banyak
perusahaan multinasional. Banyak perusahaan yang mempertahankan
pengawasan, bagaimana keterampilan digunakan, dan perusahaan dapat
kehilangan pengawasan teknologi tersebut akibat adanya lisensi. Banyak
perusahaan telah membuat kekeliruan dalam mempertahankan
pengawasan melalui keterampilan selama berada dalam perjanjian
lisensi. Misalnya, RCA Corporation adalah lisensi teknologi TV
berwarna untuk beberapa perusahaan Jepang, seperti Matshusita dan
Sony. Perusahaan Jepang dengan cepat menyamai teknologi tersebut,
meningkatkan kualitasnya, dan berusaha untuk dapat masuk ke pasar AS.
Sekarang, perusahaan Jepang memiliki saham terbesar di pasar AS
daripada merek RCA.

Terdapat beberapa cara untuk mengurangi risiko lisensi, salah satunya


dengan masuk ke dalam perjanjian cross licensing suatu perusahaan asing.
Selama berada dalam perjanjian cross licensing, sebagai suatu perusahaan
yang berharga untuk partner dengan perusahaan asing. Dalam hal
pembayaran royalty, perusahaan kemungkinan juga meminta partner
pemegang lisensi asing salah satu keterampilan yang berharga untuk
perusahaannya. Perjanjian tersebut memperhitungkan untuk mengurangi
penggabungan risiko dengan lisensi keterampilan teknologi. Sejak lisensi
menyadari hal tersebut, jika melanggar semangat kontrak lisensi
(memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk meraih persaingan langsung
dengan pemberi lisensi), pemberi lisensi dapat melakukan hal yang sama
untuk hal itu. Perjanjian cross licensing membolehkan perusahaan asing
untuk saling “bajak”. Cara demikian kemungkinan akan saling mengurangi
terhadap kesempatan yang didapat.
Perjanjian cross licensing tersebut biasanya banyak ditemui pada industri
teknologi tinggi. Contohnya perusahaan bioteknologi, Amgen, di AS telah
mendapat lisensi dari Key Drugs. Pada gilirannya, Amgen menerima
pembayaran royalty dan hak untuk menjual produk kirin ke AS.
Cara lain untuk mengurangi risiko penggabungan antara keterampilan
dengan lisensi adalah menyatukan perjanjian antara keterampilan lisensi dan
8.18 Bisnis Internasional 

formasi patungan yang berada pada pemberi lisensi dan pemegang lisensi,
yaitu mengambil bagian penting untuk membantu. Pendekatan tersebut
memfokuskan perhatian pada pemberi lisensi dan pemegang lisensi.
Keduanya akan membantu meyakinkan bahwa patungan akan sukses, seperti
kesuksesan besar yang dialami oleh usaha patungan antara Fuji Photo dan
Xerox Corp (Rusdin, 2002).

4. Waralaba (Franchising)
Waralaba (franchising) pada dasarnya adalah bentuk khusus dari lisensi,
yaitu pemberi lisensi tidak hanya menjual intangible property kepada
pemegang franchising (umumnya merek dagang), tetapi juga termasuk
persetujuan pemegang franchising yang ada melalui peraturan yang ketat
tentang bagaimana bisnis ini dilakukan. Pemberi franchising juga akan sering
membantu pemegang franchising untuk menjalankan bisnisnya pada konsep
bisnis yang sedang berjalan.
Sebagaimana yang terjadi pada lisensi, pemegang franchising biasanya
menerima pembayaran royalty yang jumlahnya sama dengan persentasi
pendapatan pemegang franchising. McDonald’s telah menetapkan peraturan
yang ketat kepada para pemegang franchising yang akan mengoperasikan
restoran. Peraturan itu memperluas pengawasan melalui menu, metode,
pemasok, kebijakan susunan pegawai, dan desain lokasi restoran.
McDonald’s juga mengorganisasikan rangkaian bantuan untuk pemegang
franchising dan meyediakan pelatihan manajemen serta bantuan keuangan
untuk pemegang franchising.

a. Keunggulan
Kelebihan franchising sebagai salah satu cara untuk memasuki pasar luar
negeri hampir sama dengan lisensi. Dalam franchising, perusahaan
mengganti banyak biaya dan risiko untuk membuka pasar luar negeri di
negaranya, bahkan pemegang franchising khususnya mengasumsikan biaya
berdasarkan risiko. Hal ini merupakan inisiatif yang baik bagi para pemegang
franchising dalam upaya menghasilkan keuntungan secepat mungkin. Jadi,
dengan menggunakan strategi franchising, suatu perusahaan jasa dapat
membangun pasar global dengan cepat serta dengan biaya dan risiko yang
relatif rendah, seperti yang telah ditentukan McDonald’s.
 ADBI4432/MODUL 8 8.19

b. Kelemahan
Kelemahan franchising relatif lebih rendah daripada lisensi. Sejak
franchising sering digunakan oleh perusahaan jasa, relatif tidak ada alasan
untuk mempertimbangkan meraih pengalaman dan pasar. Dengan kata lain,
franchising dapat mengurangi kemampuan perusahaan untuk memperoleh
laba pada suatu negara/lokasi yang memiliki tingkat persaingan tinggi.
Kelemahan yang lebih signifikan pada franchising adalah kualitas
pengawasan. Dasar dari perjanjian franchising adalah perusahaan pemilik
nama merek dagang membawa pesan kepada konsumen tentang kualitas
produk perusahaan. Contohnya, Hotel Hilton Internasional di Hongkong
harus mampu menyajikan kualitas ruangan, makanan, dan pelayanan seperti
halnya Hotel Hilton Internasional di New York. Nama hotel mengharuskan
jaminan yang konsisten mengenai kualitas produk. Hal ini dapat menjadi
suatu masalah yang dihadapi pemegang franchising asing yang mungkin
tidak memperhatikan kualitas seperti yang telah disarankan. Akibatnya,
kualitas yang rendah dapat menyebabkan rendahnya penjualan. Lebih
buruknya lagi, di pasar internasional, hal itu dapat menurunkan prestasi
perusahaan dunia. Salah satu cara dalam mengatasi kelemahan ini adalah
mendirikan cabang pada setiap negara atau daerah dalam kawasan perluasan
perusahaan. Cabang tersebut mungkin dimiliki oleh semua perusahaan atau
usaha patungan dengan perusahaan asing serta hak dan kewajiban untuk
membangun franchising di suatu negara atau daerah. Contohnya,
McDonald’s dalam membangun milik pemegang franchising ini merupakan
usaha patungan antara McDonald’s dan perusahaan lokal.
Dalam hal ini, perusahaan cabang (pemilik pemegang franchising)
merupakan perusahaan yang paling sedikit mendapat bagian dari perusahaan.
Perusahaan dapat menempatkan manajer miliknya di perusahaan cabang
untuk membantu dan memonitor franchising di negara atau daerah tersebut.
Aturan organisasi ini telah terbukti sangat memuaskan dalam praktik. Hal itu
telah digunakan oleh Kentucky Fried Chicken, Hilton Internasional, dan
beberapa perusahaan lain yang menjalankan operasi internasionalnya
(Rusdin, 2002).

5. Joint Venture
Joint venture adalah tanggung jawab bersama dalam mendirikan sebuah
perusahaan yang secara bersama-sama dimiliki oleh dua atau lebih
perusahaan yang independen. Contohnya, Fuji Xerox dan Fuji Photo.
8.20 Bisnis Internasional 

Pendirian suatu joint venture dengan perusahaan dari luar negeri telah
menjadi cara yang populer untuk memasuki pasar baru. Hampir semua jenis
joint venture terdapat kepemilikan 50/50. Maksudnya, ada dua pihak yang
masing-masing memiliki bagian kepemilikan 50% (seperti kasus yang terjadi
pada Fuji-Xerox dan menyumbang suatu tim manajer untuk bersama-sama
mengendalikan operasi). Beberapa perusahaan menginginkan joint venture
dengan posisi kepemilikan mayoritas dan pengendalian yang ketat atas
perusahaan.

a. Keunggulan
Joint venture memiliki beberapa keunggulan berikut.
1) Suatu perusahaan dapat mengambil manfaat dari mitra lokalnya
mengenai pengetahuan tentang kondisi persaingan, budaya, bahasa,
sistem politik, dan sistem bisnis di negara tempat perusahaan akan
didirikan. Bagi kebanyakan perusahaan AS, joint venture meliputi
perusahaan Amerika yang menyediakan pengetahuan tentang teknologi
dan produk. Sementara itu, mitra lokal menyediakan keahlian pemasaran
dan pengetahuan lokal yang diperlukan untuk berkompetisi di negara
tersebut. Contohnya, kasus mengenai profil joint venture antara Fuji-
Xerox.
2) Ketika biaya atau risiko pembukaan pasar luar negeri tinggi, suatu
perusahaan dapat mengambil keuntungan dengan cara berbagi biaya atau
risiko ini dengan mitra lokal.
3) Di beberapa negara, ketentuan politik membuat joint venture sebagai
satu-satunya cara untuk masuk ke negara tersebut. Sekali lagi, ini adalah
contoh kasus joint venture antara Fuji dan Xerox. Lebih jauh, hasil
penelitian menyatakan bahwa joint venture dengan mitra lokal
menghadapi risiko yang lebih rendah untuk dijadikan subjek
nasionalisasi atau bentuk lain dari campur tangan pemerintah.

b. Kelemahan
Di samping keunggulan-keunggulan yang dimiliki, terdapat kelemahan-
kelemahan yang cukup berarti untuk diperhatikan dalam joint venture.
1) Seperti yang berlaku pada lisensi, suatu perusahaan yang masuk ke
dalam joint venture harus mampu melakukan pengawasan teknologinya
terhadap mitranya. Joint venture antara Boeing dan konsorsium
perusahaan Jepang untuk membuat pesawat terbang 767 menimbulkan
 ADBI4432/MODUL 8 8.21

kekhawatiran bahwa Boeing secara tidak langsung akan memberikan


teknologi pesawat komersialnya kepada perusahaan Jepang. Untuk
mengatasinya, dapat dilakukan persetujuan joint venture yang dibuat
sedemikian rupa sehingga meminimalkan risiko ini. Salah satu pilihan
adalah menguasai kepemilikan mayoritas dalam joint venture tersebut.
Persetujuan seperti ini memperbolehkan mitra dominan untuk melakukan
pengendalian yang lebih besar terhadap teknologinya. Kekhawatiran
yang timbul dari hal tersebut adalah akan sulit menemukan mitra asing
yang mau menerima kepemilikan minoritas seperti itu.
2) Joint venture tidak memberikan hak kepada perusahaan untuk
melakukan pengawasan yang ketat terhadap anak perusahaannya. Di
samping itu, juga tidak memberikan hak pengawasan yang ketat kepada
anak perusahaan di luar negeri untuk melaksanakan koordinasi serangan
global terhadap rivalnya. Ketika Texas Instrument (TI) mendirikan
pabrik semikonduktor di Jepang, ia melakukannya dengan dua tujuan,
yaitu mengawasi pangsa pasar para pabrikan semikonduktor yang ada di
Jepang dan membatasi uang tunai mereka yang dapat digunakan untuk
menyerang pasar global yang dikuasai oleh TI. Dengan kata lain, TI
telah mengusahakan koordinasi strategi globalnya. Untuk melaksanakan
strategi ini, anak perusahaan TI di Jepang dipersiapkan untuk menerima
instruksi dari kantor pusat berkaitan dengan strategi bersaing. Strategi ini
juga mensyaratkan anak perusahaan di Jepang beroperasi dengan
menanggung kerugian jika diperlukan. Pada kenyataannya, hanya sedikit
mitra joint venture potensial yang mau menerima kondisi seperti ini
karena memang sulit mencari mitra yang mau menerima pengembalian
investasi yang negatif. Untuk itu, guna melaksanakan strategi ini, TI
mendirikan anak perusahan yang keseluruhannya dimiliki oleh TI di
Jepang.
3) Pengaturan bagian kepemilikan dapat menjurus pada konflik dan
pertengkaran untuk pengawasan di antara perusahaan yang melakukan
investasi. Hal tersebut dapat terjadi jika tujuan dan sasaran mereka
berubah sejalan dengan berubahnya waktu atau berbeda pandangan
tentang strategi apa yang harus dilaksanakan oleh joint venture tersebut.
Konflik kepentingan yang dapat menjadikan perpecahan terhadap suatu
joint venture tampak merupakan suatu masalah serius yang sering terjadi
(Rusdin, 2002).
8.22 Bisnis Internasional 

6. Pemilikan Kantor Cabang secara Keseluruhan


Suatu kepemilikan kantor cabang secara keseluruhan adalah perusahaan
memiliki 100% saham. Mendirikan kantor cabang yang demikian dapat
dilakukan melalui dua cara, yaitu perusahaan dapat mendirikan perusahaan
yang baru di negara tersebut atau perusahaan dapat mengambil alih
perusahaan yang telah ada (akuisisi) dan menggunakan perusahaan tersebut
untuk mempromosikan produknya di pasar negara tersebut.

a. Keunggulan
1) Ketika keunggulan bersaing didasarkan pada penguasaan teknologi,
pemilikan kantor cabang secara keseluruhan sering merupakan cara
untuk masuk pasar luar negeri yang lebih baik. Pilihan ini akan
mengurangi kehilangan pengendalian terhadap keahlian yang dimiliki
oleh perusahaan. Untuk alasan tersebut, banyak perusahaan berteknologi
tinggi lebih menyukai cara ini untuk ekspansi ke luar negeri (misalnya
perusahaan semikonduktor, elektronika, dan industri farmasi).
2) Suatu kepemilikan kantor cabang secara keseluruhan membuat
perusahaan memiliki pengendalian yang ketat terhadap operasi di
negara-negara yang berbeda. Hal ini diperlukan untuk menerapkan
koordinasi strategi globalnya (misalnya menggunakan keuntungan dari
satu negara untuk mendukung serangan kompetitif di negara lain).
3) Suatu kepemilikan kantor cabang secara keseluruhan mungkin
diperlukan jika suatu perusahaan mencoba merealisasikan kurva
ekonomi lokasi dan kurva ekonomi pengalaman (sebagaimana yang
sedang dicoba dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang menerapkan
strategi global dan transnasional). Ketika tekanan biaya cukup kuat,
perusahaan harus menggambarkannya dalam rantai nilai di setiap
tahapan, yaitu nilai tambah untuk setiap tahap dimaksimalkan. Dengan
demikian, kantor cabang nasional dapat berspesialisasi dalam produksi
hanya sebagian dari lini produk atau komponen tertentu pada produk
akhir, pertukaran bagian produk, dan produk dari anak perusahaan lain
dalam perusahaan yang memiliki sistem global.
4) Mendirikan sistem produksi global memerlukan suatu tingkat
pengawasan yang tinggi atas operasinya pada masing-masing afiliasi.
Berbagai macam operasi yang ada harus dipersiapkan untuk menerima
keputusan yang ditentukan dari atas. Misalnya, bagaimana mereka
berproduksi, berapa banyak yang akan diproduksi, dan berapa output
 ADBI4432/MODUL 8 8.23

yang mereka hasilkan akan dihargai untuk ditransfer ke operasi


berikutnya. Karena lisensi atau joint venture tidak mau menerima
keadaan seperti ini, diperlukan kantor cabang yang dimiliki secara
keseluruhan.

b. Kelemahan
Pendirian kantor cabang yang dimiliki secara keseluruhan biasanya
merupakan metode yang paling mahal dalam melayani pasar asing.
Perusahaan-perusahaan yang melakukan ini harus memikul biaya
keseluruhan (full cost) dan risiko dalam pendirian di luar negeri. Belajar
berbisnis di suatu budaya baru risikonya lebih kecil daripada mendirikan
perusahaan di negaraa tujuan (host country). Bagaimanapun, akuisisi
meningkatkan problem tambahan, termasuk masalah yang berkaitan dengan
usaha “mengawinkan” dua budaya perusahaan yang berbeda. Yang timbul
mungkin lebih besar daripada kemampuan menghasilkan keuntungan yang
diperoleh dari pendirian suatu pabrik (Rusdin, 2002).

C. MEMILIH SALAH SATU CARA UNTUK MASUK KE PASAR


LUAR NEGERI

Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya, terdapat keunggulan dan


kelemahan yang berkaitan dengan semua cara masuk ke pasar luar negeri
yang ada. Hal tersebut diringkas dalam Tabel 8.2. Dengan memperhatikan
keunggulan dan kelemahan ini, trade-off tidak dapat dihindari ketika
menyeleksi suatu cara masuk. Sebagai contoh, ketika dianggap masuk ke
suatu negara yang agak asing dengan catatan pernah menasionalisasi
perusahaan asing, suatu perusahaan dapat memilih joint venture dengan
perusahaan lokal. Ini adalah rasional karena mungkin perusahaan lokal dapat
membantu melakukan produksi di suatu lingkungan yang tidak familiar dan
dapat mengatasi masalah nasionalisasi. Jika kompetensi inti perusahaan
didasarkan pada penguasaan teknologi, melakukan joint venture dapat
berisiko kehilangan pengendalian terhadap teknologi dari mitra.
Di samping masalah trade-off di atas, penting bagi kita untuk
menggeneralisasikan pilihan optimal dari cara memasuki pasar.
8.24 Bisnis Internasional 

Tabel 8.2
Keunggulan dan Kelemahan dari Cara Memasuki Pasar Luar Negeri

Cara Masuk Keunggulan Kelemahan

Ekspor Kemampuan untuk - Biaya transportasi tinggi


merealisasi kurva lokasi - Hambatan perdagangan
dan kurva pengalaman - Masalah dengan agen pemasaran
ekonomi lokal
Turnkey Kemampuan untuk - Menciptakan pesaing yang efisien
Contracts mendapatkan penghasilan - Tidak dapat tetap berada di pasar
dari keahlian proses untuk jangka panjang
teknologi di negara tempat
FDI dibatasi
Lisensi Perkembangan biaya dan - Tidak ada pengawasan terhadap
risiko rendah teknologi
- Ketidakmampuan merealisasikan
kurva ekonomi lokal dan kurva
ekonomi pengalaman
- Ketidakmampuan melakukan
koordinasi dalam strategi global
Franchising Perkembangan biaya dan - Tidak ada pengawasan terhadap
risiko rendah teknologi
- Ketidakmampuan melakukan
koordinasi dalam strategi global
Joint venture - Akses terhadap - Tidak ada pengawasan terhadap
pengetahuan mitra teknologi
lokal - Ketidakmampuan melakukan
- Berbagi biaya dan koordinasi dalam strategi global
risiko pengembangan - Ketidakmampuan merealisasikan
- Dapat diterima secara kurva ekonomi lokasi dan kurva
politis ekonomi pengalaman
Kepemilikan anak - Perlindungan terhadap Biaya dan risiko tinggi
perusahaan teknologi
secara - Mampu melakukan
keseluruhan koordinasi dalam
strategi global
- Mampu
 ADBI4432/MODUL 8 8.25

Cara Masuk Keunggulan Kelemahan

merealisasikan
ekonomi lokasi dan
ekonomi pengalaman

D. STRATEGI PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Masing-masing negara mempunyai strategi tersendiri: ada yang berupaya


menguatkan ekspor dan ada pula yang menguatkan industri substitusi impor
(ISI). Sementara itu, investasi asing di suatu negara ada pula yang bertujuan
memasarkan produknya hanya di dalam negeri tempat dia melakukan
investasi dan ada pula yang melakukan investasi hasilnya diekspor ke negara
lain.
Sehubungan dengan itu, Bank Dunia memutuskan empat langkah strategi
perdagangan yang ditetapkan oleh negara lain sebagai berikut (May Rudy,
2002).

1. Orientasi ke Luar
a. Orientasi ke luar yang sangat kuat
Ciri-cirinya adalah pengawasan pemerintah terhadap perdagangan tidak
ada atau sangat rendah. Apabila ada hal yang merugikan ekspor sebagai
akibat pembatasan terhadap impor, pemerintah menanggulanginya dengan
memberikan insentif untuk ekspor. Negara yang menganut strategi seperti ini
disebut sebagai negara yang berekonomi ekspor-led economy. Itu artinya
negara yang ekonominya diarahkan untuk ekspor atau negara yang
menganggap ekspor adalah raja. Contohnya, Korea, Hong Kong, Singapura,
dan Jepang.

b. Orientasi ke luar yang lunak


Cirinya adalah ekspor digalakkan, tetapi tidak diberikan insentif. Insentif
lebih banyak diberikan untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Namun,
tidak dilakukan atau sangat kurang proteksi terhadap pasar dalam negeri.
Contohnya, Brasil, Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Anggota G-7 terdiri atas Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Prancis,
Italia, dan Kanada.
OECD: Organization Economic Cooperation and Development.
8.26 Bisnis Internasional 

2. Orientasi ke Dalam

a. Orientasi ke dalam yang kuat (strongly inward oriented)


Cirinya adalah segala macam insentif hanya diberikan untuk memenuhi
kebutuhan produksi dalam negeri dan pemerintah melakukan proteksi penuh
guna melindungi pasar dalam negeri. Contohnya, India, Argentina, Peru,
Nigeria, dan Bangladesh.

b. Orientasi ke dalam yang lunak (moderately inward oriented)


Cirinya adalah insentif diberikan kepada produksi dalam negeri, tetapi
tidak sepenuhnya karena masih dibiarkan untuk bersaing dengan investasi
asing. Memang proteksi diperlukan, tetapi dilakukan secara selektif.
Contohnya, Meksiko, Filipina, Yugoslavia, Honduras, Pakistan, dan Srilanka
(May Rudy, 2002).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!

1) Jelaskan perkembangan volume perdagangan internasional!


2) Jelaskan mengapa pelaku bisnis perlu memahami perdagangan
internasional dan pertumbuhan perdagangan internasional!
3) Apakah yang menjadi arah tujuan perdagangan internasional?
4) Sebutkan serta jelaskan secara singkat cara-cara yang dapat dilakukan
oleh pelaku bisnis dalam memasuki pasar luar negeri!
5) Jelaskan keunggulan serta kelemahan dari masing-masing cara
memasuki pasar luar negeri yang perlu menjadi pertimbangan para
pelaku bisnis!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Lihat dan pelajari halaman 8.3—8.4.


2) Lihat dan pahami halaman 8.4.
3) Lihat dan pahami halaman 8.4 beserta ulasannya.
4) Lihat dan pahami halaman 8.8—8.25.
5) Lihat dan pahami halaman 8.23—8.25.
 ADBI4432/MODUL 8 8.27

R A NG KU M AN

Sebagai pelaku bisnis yang memiliki kemampuan bersaing, sangat


perlu dipahami perkembangan perdagangan internasional, arah
perubahannya, hingga cara-cara memasuki pasar internasional.
Memasuki pasar internasional ini dapat ditempuh dengan beberapa cara
berikut.

1) Ekspor
a) Keunggulan
Kemampuan untuk merealisasi kurva lokasi dan kurva
pengalaman ekonomi.
b) Kelemahan
(1) Biaya transportasi tinggi.
(2) Hambatan perdagangan.
(3) Masalah dengan agen pemasaran lokal.

2) Turnkey contracts
a) Keunggulan
Kemampuan untuk mendapatkan penghasilan dari keahlian
proses teknologi di negara tempat FDI dibatasi.
b) Kelemahan
(1) Menciptakan pesaing yang efisien.
(2) Tidak dapat tetap berada di pasar untuk jangka panjang.

3) Lisensi
a) Keunggulan
Perkembangan biaya dan risiko rendah.
b) Kelemahan
(1) Tidak ada pengawasan terhadap teknologi.
(2) Ketidakmampuan merealisasikan kurva ekonomi lokal dan
kurva ekonomi pengalaman.
(3) Ketidakmampuan melakukan koordinasi dalam strategi
global.

4) Franchising
a) Keunggulan
Perkembangan biaya dan risiko rendah.
b) Kelemahan
(1) Tidak ada pengawasan terhadap teknologi.
8.28 Bisnis Internasional 

(2) Ketidakmampuan melakukan koordinasi dalam strategi


global.

5) Joint venture
a) Keunggulan
(1) Akses terhadap pengetahuan mitra lokal.
(2) Berbagi biaya dan risiko pengembangan.
(3) Dapat diterima secara politis.
b) Kelemahan
(1) Tidak ada pengawasan terhadap teknologi.
(2) Ketidakmampuan melakukan koordinasi dalam strategi
global.
(3) Ketidakmampuan merealisasikan kurva ekonomi lokasi
dan kurva ekonomi pengalaman.

6) Kepemilikan anak perusahaan secara keseluruhan


a) Keunggulan
(1) Perlindungan terhadap teknologi.
(2) Mampu melakukan koordinasi dalam strategi global.
(3) Mampu merealisasikan ekonomi lokasi dan ekonomi
pengalaman.
b) Kelemahan
Biaya dan risiko tinggi.

TES F OR M AT IF 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Ada sejumlah keuntungan dengan memusatkan perhatian pada


negara yang telah menjadi pembeli utama barang-barang yang berasal
dari calon negara pengekspor, kecuali ....
A. iklim bisnis di negara pengimpor relatif menguntungkan
B. peraturan-peraturan ekspor dan impor bukanlah sesuatu yang tidak
dapat diatasi
C. tidak akan ada penolakan budaya yang kuat untuk membeli barang-
barang dari negara itu
D. Devisa untuk membayar ekspor ditiadakan
 ADBI4432/MODUL 8 8.29

2) Untuk dapat ikut serta bersaing dengan produk-produk luar negeri, ada
beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan oleh para pelaku bisnis
sebagai cara memasuki pasar luar negeri sebagai berikut, kecuali....
A. ekspor
B. impor
C. lisensi
D. waralaba

3) Salah satu dokumen ekspor, yaitu dokumen yang dikeluarkan orang,


instansi, atau lembaga yang berwenang, yang menjelaskan spesifikasi
tertentu dari suatu barang disebut ....
A. invoice (faktur)
B. certificate
C. bill of loading (B/L)
D. LKPE

4) Salah satu sistem pembayaran ekspor adalah letter of credit (L/C),


yaitu….
A. instrumen dalam bentuk surat atau kawat yang diterbitkan oleh bank
atas permintaan nasabahnya (pengimpor) dan ditujukan pada bank
lain (bank koresponden) untuk kepentingan pengekspor
B. inkaso melalui bank; pengiriman dokumen oleh pengekspor kepada
pengimpor dengan menggunakan jasa bank untuk menagih
pembayarannya, baik dengan menggunakan wesel (draft) maupun
promissory notes (promes)
C. sesuai kesepakatan pembeli dan penjual, antara lain cara imbal beli
D. pembayaran yang dilakukan pengimpor kepada pengekspor sebelum
barang dikapalkan

5) Dokumen yang dikeluarkan oleh supplier yang memuat keadaan barang,


jumlah, kualitas, harga, dan syarat-syarat pembayaran dari kapal yang
digunakan untuk mengirim disebut ….
A. invoice
B. certificate
C. bill of loading
D. LKPE
8.30 Bisnis Internasional 

6) Salah satu cara memasuki pasar luar negeri adalah joint venture,
yaitu….
A. suatu bentuk tanggung jawab bersama dalam mendirikan sebuah
perusahaan yang secara bersama-sama dimiliki oleh dua atau lebih
perusahaan yang independen
B. suatu kepemilikan kantor cabang secara keseluruhan, yakni
perusahaan memiliki 100% saham
C. bentuk khusus dari lisensi, yakni pemberi lisensi tidak hanya
menjual intangible property kepada pemegang franchising
(umumnya merek dagang), tetapi juga termasuk persetujuan
pemegang franchising yang ada melalui peraturan yang ketat
tentang bagaimana bisnis ini dilakukan
D. suatu susunan perjanjian lisensi (lisensor) yang memberi hak
intangible property kepada pemegang lisensi (usensce) secara
sungguh-sungguh pada periode waktu yang khusus dan sebagai
penggantinya, pemberi lisensi (lisensor) menerima bayaran royalty
dari pemegang lisensi (lisence)

7) Biaya transportasi tinggi, hambatan perdagangan, serta masalah dengan


agen pemasaran lokal merupakan ciri kelemahan dari ….
A. turnkey contracts
B. ekspor
C. waralaba
D. joint venture

8) Wesel inkaso adalah inkaso melalui bank. Maksudnya adalah ….


A. pengiriman dokumen kepada pengekspor oleh pengimpor melalui
jasa bank
B. bank menagih pembayaran melalui pengimpor
C. pengiriman dokumen oleh pengekspor kepada pengimpor dengan
menggunakan jasa bank untuk menagih pembayarannya
D. pengimpor membayar langsung tagihan kepada pengekspor

9) Salah satu kelemahan kepemilikan anak perusahaan secara keseluruhan


adalah ….
A. biayanya rendah dan mudah
B. risikonya tinggi dengan biaya tinggi
 ADBI4432/MODUL 8 8.31

C. tidak ada pengawasan terhadap teknologi


D. susah mengglobal

10) Ciri strategi perdagangan luar negeri yang orientasi ke luarnya lunak
adalah ….
A. pengawasan pemerintah terhadap perdagangan tidak ada atau sangat
rendah
B. apabila ada hal yang merugikan ekspor sebagai akibat pembatasan
terhadap impor, pemerintah menanggulanginya dengan memberikan
insentif untuk ekspor
C. ekspor digalakkan, tetapi tidak diberikan insentif, sedangkan insentif
lebih banyak diberikan untuk meningkatkan produksi dalam negeri
D. negara yang ekonominya diarahkan untuk ekspor atau negara yang
menganggap ekspor adalah raja

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
8.32 Bisnis Internasional 

Kegiatan Belajar 2

Investasi Luar Negeri


(Foreign Investment)

A. INVESTASI LUAR NEGERI

Investasi luar negeri atau sering disebut investasi asing dapat dibagi
menjadi dua komponen. Pertama, investasi portofolio atau investasi tidak
langsung. Investasi ini merupakan pembelian saham-saham dan obligasi oleh
investor dan semata-mata untuk tujuan memperoleh laba atas dana yang
ditanamkan. Kedua, investasi langsung, yaitu investor berpartisipasi dalam
manajemen perusahaan, selain menerima laba atas uang mereka.

1. Investasi Portofolio
Investasi portofolio adalah pembelian saham dan obligasi oleh investor
untuk memperoleh laba atas dana yang diinvestasikan. Meskipun para
investor portofolio tidak berkaitan secara langsung dengan pengendalian
perusahaan, mereka menanamkan jumlah dana yang sangat besar dalam
saham dan obligasi dari negara-negara lain. Sebagai contoh, data dari
Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di
luar AS membeli saham dan obligasi Amerika berjumlah $1,020 miliar pada
tahun 1996. Dari angka ini, 60 persen dimiliki oleh orang-orang Eropa, 11
persen oleh Jepang, dan tujuh persen oleh Kanada. Sebaliknya, orang-orang
Amerika memiliki $613 miliar dalam surat-surat berharga di luar negeri, di
antaranya $352 miliar berupa saham-saham korporasi.

2. Investasi Langsung Luar Negeri


a. Volume
Investasi langsung adalah investor melakukan pembelian saham yang
cukup dalam sebuah perusahaan untuk memperoleh kontrol manajemen yang
signifikan.

b. Relevansi bagi para pelaku bisnis


Sekalipun tidak mungkin membuat determinasi yang akurat mengenai
nilai sekarang dari investasi luar negeri, kita dapat mengetahui tingkat
 ADBI4432/MODUL 8 8.33

investasi itu dan tempat-tempat melakukannya. Berikut ini merupakan analog


yang dicari dalam analisis perdagangan internasional. Apabila sebuah negara
terus menerima jumlah investasi asing yang cukup besar, iklim investasinya
pastilah menguntungkan. Hal ini berarti kekuatan-kekuatan politis
lingkungan luar negeri relatif menarik sehingga peluang untuk memperoleh
laba di negara tersebut lebih besar daripada di negara lain.
Di negara-negara mana investasi dilakukan? Dari mana investasi itu
berasal? Negara-negara industri menanamkan modal terutama di negara-
negara yang telah mempunyai mitra dagang dengan mereka.
Perdagangan membawa investasi langsung di luar negeri. Secara historis,
investasi langsung di luar negeri (foreign direct Investment/FDI) menyusul
perdagangan luar negeri. Salah satu alasannya, perdagangan luar negeri lebih
sedikit biaya dan risikonya. Di samping itu, manajemen dapat memperluas
bisnisnya sedikit demi sedikit dengan jumlah investasi dan ukuran pasar yang
jauh lebih besar yang diperlukan oleh suatu fasilitas produksi luar negeri.
Pada umumnya, perusahaan akan menggunakan agen-agen domestik atau
luar negeri untuk mengekspor. Dengan meningkatnya ekspor, perusahaan
kemudian membentuk departemen ekspor dan kemungkinan menggaji wakil-
wakil penjualan untuk tinggal di pasar-pasar luar negeri. Perusahaan bahkan
mungkin mendirikan perusahaan penjualannya sendiri untuk mengimpor atas
namanya sendiri.
Sementara itu, para manajer akan mengamati ukuran pasar keseluruhan
dengan ketat karena mengetahui para pesaing mereka sedang melakukan
studi yang sama. Pada umumnya, karena pasar lokal tidak akan cukup besar
untuk mendukung produksi lokal dengan semua perusahaan yang
mengekspor ke negara tujuan, keadaan itu akan menjadi situasi saling melihat
siapa yang akan lebih dahulu memulai pemanufakturan di sana. Manajer-
manajer yang berpengalaman mengetahui bahwa pemerintah sering
membatasi jumlah perusahaan lokal yang membuat produk tertentu sehingga
perusahaan yang akan memulai operasi lokal akan dipastikan memiliki bisnis
yang menguntungkan dan berkelanjutan. Hal ini utamanya penting bagi
negara-negara berkembang yang bergantung pada investasi luar negeri untuk
menyediakan pekerjaan dan memperoleh pajak.
Apakah perdagangan membawa kepada FDI atau sebaliknya?
Lingkungan usaha baru dengan hambatan perdagangan yang semakin
berkurang dari pemerintah telah meningkatkan persaingan dari perusahaan-
perusahaan yang sedang mendunia. Perkembangan dalam teknologi
8.34 Bisnis Internasional 

komunikasi menyebabkan banyak perusahaan internasional memungkinkan


menyebarkan kegiatan-kegiatan sistem produksi mereka ke lokasi-lokasi
yang dekat dengan sumber-sumber yang tersedia. Mereka kemudian
memadukan keseluruhan proses produksi, baik secara regional maupun
global. Akibatnya, keputusan di mana akan berlokasi, baik merupakan
keputusan FDI maupun keputusan dagang, menggambarkan dengan persis
bagaimana eratnya saling keterkaitan antara FDI dan perdagangan (Ball,
2004).

3. Pendalaman

Investasi Langsung Luar Negeri Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) sejauh ini merupakan investor luar negeri terbesar
(seperempat dari aliran investasi total tahun 1996). Perusahaan-perusahaan
Amerika telah menanamkan modal jauh lebih banyak di negara-negara maju
daripada di negara-negara berkembang. Selama periode lebih dari 11 tahun
(1985 sampai 1996), bagian dari investasi total Amerika yang menuju Eropa
telah meningkat 9,4 persen (45,1 persen menjadi 50,2 persen). Perhatikan
juga bahwa Inggris (dengan kenaikan 25 persen) dan Prancis (kenaikan 26
persen) telah menerima kenaikan persentase terbesar. Di Asia, negara-negara
Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Hong Kong (negara-negara macan
Asia) serta Jepang menerima bagian yang lebih besar dari investasi langsung
Amerika. Meskipun perusahaan-perusahaan Amerika menginvestasikan
modal lebih banyak di Afrika dan Timur Tengah pada tahun 1996, persentase
dari investasi totalnya lebih rendah daripada tahun 1985.
Aliran keluar investasi langsung Jepang di luar negeri terus meningkat,
tetapi fokus mereka telah beralih dari negara-negara maju (83 persen tahun
1989—1991 turun menjadi 58 persen tahun 1994—1995) ke Asia Tenggara
(17 persen naik menjadi 42 persen). Total aliran masuk ke kawasan itu telah
melonjak mencapai rekor $81 miliar, yaitu Cina menerima $42 miliar dan
Singapura $9,4 miliar sebagai penerima terbesar kedua.
Negara-negara berkembang secara keseluruhan memperoleh peningkatan
dalam investasi yang besar selama tahun 1996, tetapi negara-negara Afrika
sangat kecil partisipasinya dalam arus itu. Perhatikan bahwa negara kecil
Singapura telah menerima hampir dua kali jumlah yang diterima seluruh
Benua Afrika. Di Amerika Latin, yang menikmati arus masuk investasi dua
 ADBI4432/MODUL 8 8.35

kali lipat dari 1993 sampai 1996 adalah Brazil, kemudian Meksiko
merupakan pemimpinnya.

Tabel 8.3
Arah Investasi Langsung Luar Negeri (Aliran Tahunan untuk Kawasan-
kawasan dan Negara-negara Terpilih) (dalam US$ Miliar)

Sumber: Ball (2004).

Mengambil alih perusahaan yang sudah jalan atau membangun yang


baru? Dari catatan pembiayaan investasi di AS oleh perusahaan-perusahaan
asing, dana yang dikeluarkan jauh lebih banyak untuk mengambil alih
perusahaan yang telah berjalan daripada membangun yang baru. Sejumlah
8.36 Bisnis Internasional 

alasan yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai berikut. (1)


Restrukturisasi perusahaan di negara ini menyebabkan manajemen memakai
unit-unit pasar, baik yang tidak memenuhi standar keuntungan manajemen
maupun yang dianggap tidak berhubungan dengan bisnis utama perusahaan.
(2) Perusahaan-perusahaan luar negeri ingin memperoleh akses yang cepat di
negara ini untuk teknologi maju, terutama dalam bidang komputer dan
komunikasi. (3) Manajemen perusahaan asing merasa bahwa memasuki pasar
Amerika yang besar dan makmur akan lebih berhasil apabila mereka mencari
nama-nama merek yang terkenal daripada menghabiskan waktu dan uang
untuk mempromosikan yang baru dan belum dikenal (Ball, 2004).

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI POLA


PERDAGANGAN DAN INVESTASI INTERNASIONAL

Rudy (2002) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat


memengaruhi pola perdagangan dan investasi internasional sebagai berikut.

1. Economic Conditions
Kondisi ekonomi suatu negara akan memengaruhi pola perdagangan
suatu negara dan penanaman investasi. Kondisi ekonomi itu dapat kita lihat
dalam beberapa aspek berikut.
a. Berdasarkan penghasilannya
1) High income countries
2) Middle income countries
3) Low income countries
b. Berdasarkan tingkat industri
1) Utara (negara maju), komoditas sekunder (hasil industri),
contohnya pakaian dan tas.
2) Selatan (negara berkembang), komoditas primer (hasil bumi),
contohnya minyak, kapas, dan lain-lain.
c. Berdasarkan sistem ekonomi
1) Market economy (ekonomi pasar), contoh Amerika, Inggris,
Jepang, dan lain-lain.
2) Centrally planned economy (ekonomi dengan perencanaan
terpusat), contoh RRC, Korea Utara, dan lain-lain.
3) Mix economy (ekonomi campuran), contoh Indonesia, Rusia,
dan lain-lain.
 ADBI4432/MODUL 8 8.37

d. Berdasarkan neraca perdagangan


1) Surplus: ekspor lebih besar daripada impor.
2) Defisit: ekspor lebih kecil daripada impor.

2. Teknologi
Perubahan-perubahan teknologi berlangsung cepat sehingga jenis barang
yang diproduksi berubah. Dengan demikian, memengaruhi pola perdagangan
antara suatu negara dan negara lainnya. Contohnya sebagai berikut.
a. Antara RI dan Thailand dulu melakukan perdagangan gula, tetapi
setelah terjadi kemajuan teknologi, hal itu berubah menjadi
perdagangan pesawat terbang.
b. Saluran telekomunikasi (telepon): dulu menggunakan tembaga,
kemudian cooper dan akhirnya fiber optic.

3. War and Insurection (Perang dan Pemberontakan)


Terjadinya perang, kerusuhan, dan pemberontakan akan mengubah pola
perdagangan investasi. Contohnya sebagai berikut.
a. Negara Afghanistan (1992) pada saat damai melakukan perdagangan
karung goni, karpet, dan beras. Akan tetapi, ketika terjadi perang
dan pemberontakan, ia beralih ke perdagangan senjata.
b. Negara Yahudi, ketika damai, sektor pariwisatanya ramai dikunjungi
orang dari berbagai negara. Akan tetapi, ketika terjadi perang dan
pemberontakan, sektor pariwisatanya menjadi sepi.

4. Political Block
Kelompok-kelompok politik yang menggabungkan diri akan semakin
memudahkan melakukan perdagangan dan investasi di negara yang ada
dalam blok-blok tersebut. Jenisnya dapat berupa blok kapitalis, blok sosialis,
atau kerja sama politik pada kawasan tertentu. Contohnya sebagai berikut.
Negara-negara ASEAN akan mudah melakukan perdagangan
dibandingkan dengan negara di luar ASEAN. Begitu juga perdagangan di
sesama negara anggota Uni Eropa dan sebagainya.

5. Multinational Agreements (Kesepakatan Multinasional)


Kesepakatan di antara negara-negara akan memudahkan atau
memperlancar perdagangan serta investasi karena adanya jaminan dan
pemberian konsesi timbal balik. Contohnya sebagai berikut.
8.38 Bisnis Internasional 

a. GATT (General Agreement on Tarrifs and Trade) yang dimulai 1


Januari 1995 berubah menjadi WTO (World Trade Organization).
Negara-negara yang menjadi anggotanya tersebut melakukan
kesepakatan bea masuk 10% sehingga dapat meningkatkan
perdagangan investasi.
b. IATA (perjanjian penerbangan) memudahkan kerja sama antara
KLM (Belanda), GIA (Indonesia), dan lain-lain.
c. ICA (International Coffee Agreement) dan lain-lain.

C. HAL–HAL YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN


PERUSAHAAN ASING UNTUK MELAKUKAN PERDAGANGAN
ATAU INVESTASI DI NEGARA LAIN

Ada beberapa hal yang memengaruhi keputusan perusahaan asing untuk


melakukan perdagangan atau investasi di negara lain sebagai berikut (Rudy,
2002).

1. Kerangka Ekonomi Makro Suatu Negara


a. Kapitalis (market economic)
b. Sosialis (centrally planned economic)
Contoh
Sebelum tahun 1991, perusahaan minuman Coca-Cola dan Pepsi
tidak mau beroperasi ke negara RRC dan Rusia karena negara
tersebut menganut sistem sosialis.

2. Kebijakan Moneter dan Fiskal


a. Moneter: tight money policy (uang ketat). Di Indonesia, RRC, Rusia,
dan Kuba melarang “pelarian modal” (capital outflow). Sementara
itu, Indonesia tidak menerapkan kebijakan yang menghambat
terjadinya “capital outflow” itu.
b. Fiskal: pajak ganda tax holiday.

3. Stabilitas Suatu Negara


Stabilitas suatu negara antara lain dilihat dari indikator
a. growth (pertumbuhan),
b. inflasi,
c. nilai tukar.
 ADBI4432/MODUL 8 8.39

4. Faktor Sumber Daya yang Tersedia


Faktor sumber daya yang tersedia adalah
a. land (alam): luas atau sempit,
b. labour (manusia): kualitas dan kuantitasnya,
c. capital (teknologi): canggih atau sederhana.

5. Market Size
Market size meliputi
a. jumlah penduduk: daya beli dan jumlah konsumen potensial,
b. GNP per kapita: minat/kebutuhan,
c. selera kecenderungan masyarakat (misalnya pakai telepon seluler
atau telepon genggam, penggunaan komputer, pakai jas/dasi, dan
sebagainya).

6. Social Overhead Capital (Pengeluaran Tambahan)


Social overhead capital (pengeluaran tambahan) meliputi
a. power: daya listrik,
b. transportasi: kelancaran transportasi,
c. communication: kelancaran komunikasi (antara lain biaya telepon),
d. biaya lain (komisi, pungli, suap, penguasaan izin, dan sebagainya).

7. Pertimbangan Neraca Pembayaran dan Stabilitas Nilai Tukar Mata


Uang
Contohnya, Amerika mempertimbangkan Indonesia untuk tidak membeli
pesawat karena Indonesia masih mempunyai utang pembelian satelit palapa
(Rudy, 2002).

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerjakanlah latihan berikut!

1) Investasi luar negeri dibagi menjadi dua komponen. Sebutkan dan


jelaskan dua komponen tersebut!
2) Jelaskan apa relevansi investasi luar negeri terhadap para pelaku bisnis!
8.40 Bisnis Internasional 

3) Jelaskan alasan keputusan mengambil alih perusahaan yang sudah


berjalan atau membangun yang baru berdasar catatan pembiayaan
investasi di AS oleh perusahaan asing!
4) Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pola
perdagangan dan investasi!
5) Sebutkan hal-hal yang memengaruhi keputusan perusahaan asing untuk
melakukan perdagangan atau investasi di negara lain!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Untuk menjawab soal nomor 1, Anda dapat pelajari kembali halaman


8.32.
2) Untuk menjawab soal nomor 2, Anda dapat pahami halaman 8.32—8.36.
3) Untuk menjawab soal nomor 3, Anda dapat pelajari halaman 8.34.
4) Untuk menjawab soal nomor 4, Anda dapat pahami halaman 8.36—8.38.
5) Untuk menjawab soal nomor 5, Anda dapat pelajari halaman 8.38.

R A NG KU M AN

Investasi luar negeri dapat dibagi menjadi dua komponen. Pertama,


investasi portofolio yang merupakan pembelian saham-saham dan
obligasi semata-mata dengan tujuan memperoleh laba atas dana yang
ditanamkan. Kedua, investasi langsung, yaitu investor berpartisipasi
dalam manajemen perusahaan, selain menerima laba atas uang mereka.
Investasi portofolio merupakan pembelian saham dan obligasi untuk
memperoleh laba atas dana yang diinvestasikan. Meskipun para investor
portofolio tidak berkaitan secara langsung dengan pengendalian
perusahaan, mereka menanamkan jumlah yang sangat besar dalam
saham dan obligasi dari negara-negara lain.
Investasi langsung merupakan pembelian saham yang cukup dalam
sebuah perusahaan untuk memperoleh kontrol manajemen yang
signifikan. Perdagangan membawa pada investasi langsung di luar
negeri. Secara historis, investasi langsung di luar negeri (foreign direct
investment/FDI) menyusul perdagangan luar negeri. Salah satu alasannya
adalah perdagangan luar negeri lebih sedikit biaya dan risikonya
daripada melakukan investasi.
 ADBI4432/MODUL 8 8.41

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi pola perdagangan dan


investasi internasional, yaitu economic conditions, teknologi, war and
insurection, political block, dan multinational agreements.
Beberapa hal yang memengaruhi keputusan perusahaan asing untuk
melakukan perdagangan atau investasi di negara lain, yaitu kerangka
ekonomi makro suatu negara, kebijakan moneter dan fiskal, stabilitas
suatu negara, faktor sumber daya yang tersedia, market size, social
overhead capital, serta pertimbangan neraca pembayaran dan stabilitas
nilai tukar mata uang.

TES F OR M AT IF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Investasi luar negeri terbagi menjadi dua komponen, yaitu ….


A. investasi portofolio dan investasi tidak langsung
B. investasi langsung dan investasi tidak langsung
C. investasi portofolio dan investasi langsung
D. investasi biasa dan investasi langsung

2) Pembelian saham dan obligasi untuk memperoleh laba atas dana yang
diinvestasikan disebut ….
A. investasi langsung
B. investasi portofolio
C. investasi tidak langsung
D. investasi biasa

3) Pembelian saham yang cukup dalam sebuah perusahaan untuk


memperoleh kontrol manajemen yang signifikan disebut ....
A. investasi langsung
B. investasi portofolio
C. investasi tidak langsung
D. investasi biasa

4) Berikut ini merupakan alasan pemilihan mengambil alih perusahaan


yang telah berjalan daripada membangun yang baru menurut catatan
pembiayaan investasi AS oleh perusahaan-perusahaan asing, kecuali ....
8.42 Bisnis Internasional 

A. restrukturisasi perusahaan di negara ini menyebabkan manajemen


memakai unit-unit pasar, baik yang tidak memenuhi standar
keuntungan manajemen maupun yang dianggap tidak berhubungan
dengan bisnis utama perusahaan
B. perusahaan-perusahaan luar negeri ingin memperoleh akses yang
cepat di negara ini untuk teknologi maju, terutama dalam bidang
komputer dan komunikasi
C. manajemen perusahaan asing merasa bahwa memasuki pasar
Amerika yang besar dan makmur akan lebih berhasil apabila mereka
mencari nama-nama merek yang terkenal daripada menghabiskan
waktu dan uang untuk mempromosikan yang baru dan belum
dikenal
D. Perekonomian dalam negeri lebih menginginkan cara tercepat untuk
mencapai keuntungan seoptimal mungkin, tanpa memperhatikan
nama merek terkenal atau tidak

5) Berikut ini yang bukan merupakan faktor-faktor yang memengaruhi pola


perdagangan dan investasi adalah ….
A. economic conditions
B. teknologi
C. war and insurection
D. kesepakatan nasional

6) Kondisi ekonomi suatu negara dilihat berdasarkan penghasilannya


sebagai berikut, kecuali ....
A. high income countries
B. middle income countries
C. big income countries
D. low income countries

7) Berikut ini merupakan kesepakatan multinasional, kecuali ….


A. General Agreement on Tariffs and Trade
B. International Coffee Agreement
C. IATA (perjanjian penerbangan)
D. Organization Economic Cooporation Development
 ADBI4432/MODUL 8 8.43

8) Berikut ini merupakan hal-hal yang dapat memengaruhi keputusan


perusahaan asing untuk melakukan perdagangan atau investasi di negara
lain, kecuali ....
A. kerangka ekonomi mikro suatu negara
B. kerangka ekonomi makro suatu negara
C. kebijakan moneter dan fiskal
D. stabilitas suatu negara

9) Indikator stabilitas suatu negara sebagai berikut, kecuali ....


A. pertumbuhan
B. inflasi
C. teknologi
D. nilai tukar

10) Berikut ini yang bukan merupakan pengeluaran tambahan adalah ….


A. daya listrik
B. kelancaran komunikasi
C. daya pembangkit air
D. transportasi

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan =  100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
8.44 Bisnis Internasional 

Kunci Jawaban Tes Formatif


Tes Formatif 1
1) D. Sejumlah keuntungan tersebut beberapa di antaranya adalah iklim
bisnis di negara pengimpor relatif menguntungkan . Peraturan-
peraturan ekspor dan impor bukanlah sesuatu yang tidak dapat diatasi.
Tidak akan ada penolakan budaya yang kuat untuk membeli barang-
barang dari negara itu.
2) B. Cara memasuki pasar luar negeri: ekspor, turnkey contrats, lisensi,
franchising (waralaba), joint venture, dan kepemilikan anak perusahaan
secara keseluruhan.
3) B. Certificate adalah dokumen yang dikeluarkan orang, instansi, dan
lembaga berwenang yang menjelaskan spesifikasi tertentu dari suatu
barang.
4) A. Letter of credit (L/C) ini merupakan instrumen dalam bentuk surat
atau kawat yang diterbitkan oleh bank atas permintaan nasabahnya
(pengimpor) dan ditujukan pada bank lain (bank koresponden) untuk
kepentingan pengekspor.
5) A. Invoice merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh supplier yang
memuat keadaan barang, jumlah, kualitas, harga, dan syarat-syarat
pembayaran dari kapal yang digunakan untuk mengirim. Invoice
biasanya disebut commercial invoice.
6) A. Joint venture adalah tanggung jawab bersama dalam mendirikan
sebuah perusahaan yang secara bersama-sama dimiliki oleh dua atau
lebih perusahaan yang independen, contohnya Fuji Xerox dan Fuji
Photo.
7) B. Kelemahan ekspor antara lain biaya transportasi tinggi, hambatan
perdagangan, dan masalah dengan agen pemasaran lokal.
8) C. Pembayaran wesel inkaso adalah inkaso melalui bank, yaitu
pengiriman dokumen oleh pengekspor kepada pengimpor dengan
menggunakan jasa bank untuk menagih pembayarannya, baik dengan
menggunakan wesel (draft) maupun promissory notes (promes).
9) B. Kelemahan kepemilikan anak perusahaan secara keseluruhan adalah
biaya dan risiko yang tinggi.
10) C. Ciri orientasi ke luar yang lunak adalah ekspor digalakkan, tetapi
tidak diberikan insentif, sedangkan insentif lebih banyak diberikan untuk
meningkatkan produksi dalam negeri. Namun, tidak dilakukan atau
 ADBI4432/MODUL 8 8.45

sangat kurang proteksi terhadap pasar dalam negeri, contohnya Brasil,


Indonesia, Malaysia, danThailand.

Tes Formatif 2
1) C. Investasi luar negeri dapat dibagi menjadi dua komponen. Pertama,
investasi portofolio yang merupakan pembelian saham-saham dan
obligasi semata-mata dengan tujuan memperoleh laba atas dana yang
ditanamkan. Kedua, investasi langsung, yaitu investor berpartisipasi
dalam manajemen perusahaan, selain menerima laba atas uang mereka.
2) B. Investasi portofolio merupakan pembelian saham dan obligasi untuk
memperoleh laba atas dana yang diinvestasikan.
3) A. Investasi langsung merupakan pembelian saham yang cukup dalam
sebuah perusahaan untuk memperoleh kontrol manajemen yang
signifikan.
4) D. Sejumlah alasan yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai berikut.
(1) Restrukturisasi perusahaan di negara ini menyebabkan manajemen
memakai unit-unit pasar, baik yang tidak memenuhi standar keuntungan
manajemen maupun yang dianggap tidak berhubungan dengan bisnis
utama perusahaan. (2) Perusahaan-perusahaan luar negeri ingin
memperoleh akses yang cepat di negara ini untuk teknologi maju,
terutama dalam bidang komputer dan komunikasi. (3) Manajemen
perusahaan asing merasa bahwa memasuki pasar Amerika yang besar
dan makmur akan lebih berhasil apabila mereka mencari nama-nama
merek yang terkenal daripada menghabiskan waktu dan uang untuk
mempromosikan yang baru dan belum dikenal.
5) D. Faktor-faktor yang memengaruhi pola perdagangan dan investasi:
economic conditions, teknologi, war and insurection, political block, dan
multinational agreements (kesepakatan multinasional).
6) C. Berdasarkan penghasilannya: high income countries, middle income
countries, dan low income countries.
7) D. Contoh kesepakatan multinasional adalah GATT (General Agreement
on Tariffs and Trade) yang dimulai 1 Januari 1995 berubah menjadi
WTO (World Trade Organization); negara-negara tersebut melakukan
kesepakatan bea masuk 10% sehingga meningkatkan perdagangan dan
investasi; IATA (perjanjian penerbangan) memudahkan kerja sama
antara KLM (Belanda), GIA (Indonesia), dan lain-lain; ICA
(International Coffee Agreement), dan lain-lain.
8.46 Bisnis Internasional 

8) A. Hal-hal yang memengaruhi keputusan perusahaan asing untuk


melakukan perdagangan atau investasi di negara lain adalah kerangka
ekonomi makro suatu negara, kebijakan moneter dan fiskal, stabilitas
suatu negara, faktor sumber daya yang tersedia, market size, social
overhead capital (pengeluaran tambahan), pertimbangan neraca
pembayaran, serta stabilitas nilai tukar mata uang.
9) C. Stabilitas suatu negara antara lain dilihat dari indikator growth
(pertumbuhan), inflasi, dan nilai tukar.
10) C. Social overhead capital (pengeluaran tambahan); power: daya listrik;
transportasi: kelancaran transportasi; serta communication: kelancaran
komunikasi (antara lain biaya telepon), biaya lain (komisi, pungli, suap,
penguasaan izin, dan sebagainya).
 ADBI4432/MODUL 8 8.47

Glosarium

Cash against document: jenis transaksi ketika judul untuk barang yang
dibeli dilepaskan kepada pembeli setelah harga jual total dibayar
menggunakan uang tunai.

Cross licensing: perjanjian dua pihak atau lebih memberikan lisensi


kepada satu sama lain untuk eksploitasi subjek diklaim dalam satu atau lebih
dari paten milik masing-masing.

Intangible property: menggambarkan sesuatu yang seseorang atau


perusahaan dapat memiliki kepemilikan dan dapat mentransfer kepemilikan
kepada orang lain atau korporasi, tetapi tidak memiliki substansi fisik. Hal ini
biasanya mengacu pada kreasi hukum, seperti hak cipta, merek dagang, atau
hak paten.

Payment order: instruksi kepada bank untuk membayarkan sejumlah


uang atau dana tertentu melalui suatu instrumen (misalnya cek) kepada pihak
ketiga atas beban akun pemberi instruksi.

Trade-off: merujuk pada usaha untuk meningkatkan kualitas atau aspek


sesuatu dengan mengurangi kualitas atau aspek dari sesuatu yang lain.
8.48 Bisnis Internasional 

Daftar Pustaka

Ball, Donald A., et al. 2004. Bisnis Internasional Buku Satu, terj. Syahrizal
Noor. Jakarta: Salemba Empat.

Firman. 2006. Modul Bisnis Internasional. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rudy, T. May. 2002. Bisnis Internasional: Teori, Aplikasi, Operasionalisasi.


Bandung: PT Refika Aditama.

Rusdin. 2002. Bisnis Internasional dalam Pendekatan Praktek. Bandung:


Alfabeta.
MODUL 9

Strategi Pengelolaan
Bisnis Internasional
Ratih Purbasari, M.S.M.

PE N DA H UL U AN

S trategi diartikan oleh para manajer sebagai rencana yang berskala besar
dan berorientasi pada masa depan untuk berinteraksi dengan lingkungan
persaingan untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan. Strategi memberikan
kerangka untuk keputusan-keputusan manajerial. Tugas manajemen meliputi
perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, serta pengendalian atas
keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan perusahaan yang berkaitan
dengan strategi. Maka itu, dapat didefinisikan bahwa manajemen strategis
merupakan sekumpulan keputusan dan tindakan yang menghasilkan
perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana
yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan.
Perencanaan strategis global ialah fungsi utama dari para manajer dan
manajer perencanaan strategis sebagai alat untuk mengidentifikasi peluang-
peluang dan ancaman-ancaman dari seluruh dunia; merumuskan strategi-
strategi untuk menanganinya; serta menyatakan bagaimana membiayai
implementasi strategi-strategi tersebut. Rencana strategis global tidak hanya
memberikan konsistensi tindakan di antara para manajer perusahaan di
seluruh dunia, tetapi juga mengharuskan para peserta mempertimbangkan
percabangan dari tindakan-tindakan mereka di bidang-bidang geografis dan
fungsional perusahaan (Firman, 2006).
Pada Modul 9 ini, akan dibahas mengenai semua aspek bisnis dalam
konteks lingkungan organisasi yang mencakup strategi internasional, desain
dan pengendalian organisasi, pemasaran internasional, manajemen sumber
daya, etika bisnis internasional, manajemen keuangan, dan manajemen
operasi global.
Materi yang akan dibahas dalam modul ini disajikan dalam dua kegiatan
belajar.
9.2 Bisnis Internasional 

1. Kegiatan Belajar 1 : Strategi Internasional, Desain, dan Pengendalian


Organisasi
2. Kegiatan Belajar 2 : Manajemen Pemasaran, SDM, Operasi, dan
Keuangan dalam Bisnis Internasional

Secara umum, setelah mempelajari Modul 9, mahasiswa diharapkan


memiliki kemampuan untuk memahami konsep dasar lingkungan organisasi
dalam konteks global dan mampu mengambil contoh serta menganalisis
berbagai kasus yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi bisnis
dalam lingkungan organisasi internasional.

Secara lebih teperinci, diharapkan Anda mampu memahami dan


menjelaskan
1. strategi internasional,
2. ciri-ciri rencana strategis global dan fasilitator-fasilitator pelaksanaan.
 ADBI4432/MODUL 9 9.3

Kegiatan Belajar 1

Strategi Internasional, Desain,


dan Pengendalian Organisasi

A. STRATEGI INTERNASIONAL

Industri global adalah industri yang persaingannya melintasi batas-batas


negara. Perusahaan dalam suatu industri global harus memaksimalkan
kapabilitasnya melalui suatu strategi skala dunia. Beberapa faktor yang
menyebabkan terjadinya industri global sebagai berikut (Firman, 2006).
1. Skala ekonomis dalam kegiatan-kegiatan fungsional perusahaan dalam
industri.
2. Tingkat pengeluaran research and development yang besar untuk
produk-produk yang memerlukan lebih dari satu pasar untuk menutup
biaya pengembangan.
3. Adanya perusahaan global yang berpengaruh dalam industri yang
mengharapkan konsistensi produk di seluruh pasar.
4. Adanya kebutuhan produk yang homogen di seluruh pasar yang
mengurangi keharusan membuat produk khusus (customized) untuk
setiap pasar dan kelompok pesaing global.
5. Kurangnya regulasi perdagangan atau regulasi mengenai investasi asing.

Persaingan yang terjadi dalam skala dunia menyebabkan gerakan


strategis suatu perusahaan di satu negara dapat dipengaruhi oleh posisi
bersaingnya di negara lain. Maka itu, perencanaan manajemen strategis harus
bersifat global karena beberapa alasan berikut (Firman, 2006).
1. Makin luasnya cakupan tugas manajemen global
Pertumbuhan ukuran dan kompleksitas perusahaan global membuat
manajemen harus merencanakan tindakan yang berkoordinasi yang
memerinci apa yang diharapkan dari siapa selama periode tertentu.
2. Meningkatnya globalisasi perusahaan
Tiga aspek bisnis global membuat perencanaan global diperlukan, antara
lain perbedaan di antara faktor-faktor lingkungan di negara yang
berbeda, jarak yang jauh, dan keterkaitan di antara operasi global.
9.4 Bisnis Internasional 

3. Ledakan informasi
Dengan rencana formal, para manajer dapat memecahkan masalah yang
kompleks. Proses perencanaan global menyediakan sarana yang tertib
untuk merakit, menganalisis, dan memberikan informasi yang
dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang tepat.
4. Meningkatnya persaingan global
Dengan peningkatan persaingan global yang semakin cepat, perusahaan
harus terus-menerus menyesuaikan diri dengan perubahan keadaan atau
perusahaan akan kehilangan pasar karena direbut pesaing. Meningkatnya
persaingan global juga mendorong manajemen untuk mencari cara-cara
baru meningkatkan efisiensi dan penghematan.
5. Perkembanga