Anda di halaman 1dari 26

12/14/2019

Minggu ke-7
PENGUKURAN LISTRIK
TEL61622
AINII SITI KHODIJAH

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG


2019

1. Pengukuran Tahanan
A. PENGERTIAN
Pengukuran tahanan suatu penghantar / isolasi sangat berguna untuk kualitas
penghantar / isolasi tersebut. Penghantar yang baik mempunyai tahanan yang kecil,
sedangkan tahanan isolasi diusahakan sangat besar.

Di dalam sistem tenaga listrik terdapat berbagai macam tahanan, maka dalam
pengukurannya juga harus bermacam-macam.


Pengukuran Pengukuran
Tahanan Kecil Tahanan Besar

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 2


12/14/2019

Untuk dapat melakukan pengukuran dengan baik perlu adanya klasifikasi


besar tahanan. Klasifikasi tahanan tersebut adalah :

a. Tahanan kecil Rkecil < 1 Ω

b. Tahanan sedang 1 Ω ≤ Rsedang <100 kΩ

c. Tahanan besar Rbesar ≥ 100 kΩ

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 3

PENGUKURAN TAHANAN KECIL

Pengukuran tahanan kecil perlu memakai sistem yang teliti, karena


kesalahan tahanan yang kecil, misalnya : tahanan kawat penyambung,
tahanan kontak, dapat mempegaruhi hasil pengukuran. Kesalahan sebesar
0,005 Ω pada pengukuran tahanan sedang 100 Ω tidak sangat berarti
dibandingkan bila tahanan yang diukur 0,2 Ω.

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 4


12/14/2019

PENGUKURAN TAHANAN

1. METODA AMPER-VOLT METER


2. OHM METER
3. RANGKAIAN JEMBATAN TAHANAN

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 5

1. METODA AMPER-VOLT METER


Aplikasi Hukum OHM : Rx = V/I
Ampere Meter mengukur “Ix” (ARUS SEBENARNYA)
Volt Meter mengukur “Vt”,
Sedangkan Tegangan sebenarnya Vx = Vt – Ix . Rm a
Jika Rx >> Rm a ,
maka Vx = Vt dan Rangkaian ini hanya cocok untuk pengukuran Rx = HIGH
RESISTANCE VALUES.
It
A Ix
Rm a

V Vx Rx
Vt Rm v

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG


12/14/2019

Dalam pengukuran tahanan :

arus dan tegangan listrik digunakan secara bersamaan, tujuannya untuk


menghindari kekeliruan pengukuran akibat pembebanan yang
berbeda/sendiri2

V = I (Ra + Rx)

Rx = V – I.Ra
I
Rx = V _ Ra
I

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 7

VOLT METER mengukur Vx (TEGANGAN SEBENARNYA)


AMPER METER mengukur It, dimana Arus sebenarmya
Ix = It – Iv (pada voltmeter)
Jika Rx << Rm v , maka Iv tidak mempengaruhi It dan Rangkaian ini hanya cocok untuk
Pengukuran Nilai Tahanan Rx = LOW RESISTANCE VALUES.

It
A Ix

Rm a

Vt V Vx Rx

Rm v

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 8


12/14/2019

KESIMPULAN
• Kedua cara diatas menghasilkan Erorr
• Hasil yang lebih akurat diperoleh dimana posisi Volt Meter
tergantung pada harga Rx, Rm a , dan Rm v .
• Posisi 1 sesuai untuk Rx TINGGI
• Posisi 2 sesuai untuk Rx RENDAH

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 9

It 1

A Rm a
2
Vt
Ix
V

Rm v Vx Rx

PROSEDUR:
• Hubungkan Volt Meter ke Posisi1 dan catat nilai Ampere Meter,
• Pindahkan ke posisi 2 (bila pembacaan Ampere Meter tetap, kembali ke posisi
1). Ini adalah indikasi PENGUKURAN TAHANAN TINGGI.
• Bila pembacaan Ampere Meter turun, Volt Meter tetap pada posisi 2. Ini adalah
indikasi PENGUKURAN TAHANAN RENDAH.

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 10


12/14/2019

OHM METER
KOMPONEN:
1. GERAK DASAR d’ARSONVAL
2. BATERAI
3. TAHANAN PEMBATAS ARUS
4. TAHANAN PENGATUR NOL
5. SKALA UKUR

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 11

TIPE:
• OHM METER TIPE SERI
• OHM METER TIPE SHUNT

GAMBAR RANGKAIAN
R1 = tahanan pembatas arus R2 = tahanan pengatur nol
E = baterai Rx = tahanan yang akan diukur Rm = tahanan dalam

I1
a R1
OHM METER TIPE SERI Im

I2

Rx
R2 Rm
E

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 12


12/14/2019

• Ohmmeter ini terdiri dari meter d’Arsonval yg terhubung seri dg suatu resistor
serta baterai ke terminal.

• Ketika resistor (Rx) = 0 (terminal A-B terhubung-singkat), arus maksimum


mengalir dlm rangkaian. Pd kondisi itu, resistor-paralel (R2) diatur sedemikian
hingga meteran menunjukkan arus-skala-penuh (Idsp).

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 13

SIMPANGAN JARUM
• BILA Rx = 0 Ω (titik A-B hub. Singkat)
HUBUNGAN SINGKAT  JARUM MENUNJUK SKALA PENUH (Im = FULL SCALE), R2 DIATUR
SEHINGGA JARUM MENUNJUK SKALA 0.
• BILA Rx = ~ Ω,(titik A-B dibuka)
Im = 0  METER MENUNJUK ~
TITIK TENGAH SKALA  SEBAGAI REFERENSI
dimana : Rx = RH  RH adalah NILAI ARUS ½ SKALA PENUH

RH = R1 + R 2 .Rm
R 2  Rm

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 14


12/14/2019

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 15

Rx = RH dan Im = ½ Ifs
Shg R total thd baterai = 2 RH
I pada setengah skala IH = E / 2 RH
I defleksi skala penuh I1 = 2 IH = E/ RH

Arus shunt melalui R2 :


I2 = I1 – Ifs ……………………… (a)
karena I2 . R2 = Ifs .Rm, maka :
R2 = Ifs .Rm / I2 ………………... (b)

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 16


12/14/2019

• SUBSTITUSI (a) ke (b) :

R2 =
Ifs.Rm karena I1 = E /RH
I1 Ifs
Ifs.Rm.RH
Maka : R2 = …………………. (c)
E  Ifs.RH

R 2 .Rm
Karena : RH = R1 + R 2  Rm

Rm ( IfsRmRH )
( E  Ifs . RH )
R1 = RH -
 ( IfsRmRH  
 )   Rm 
 ( E  Ifs , RH )   
 
12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 17

R1= RH – {Rm (Ifs.Rm.Rh)}/{(Ifs.Rm.RH)+( E.Rm)–(Ifs.Rm.RH)}

R1 = RH – { Ifs.Rm.RH } / E

R2 = (Ifs.Rm.RH) / {E – (Ifs.RH)}

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 18


12/14/2019

SIMPANGAN JARUM
NILAI FRAKSI DARI PEMBACAAN SKALA PENUH BILA
SEDANG MENGUKUR TAHANAN YANG TDK DIKETAHUI Rx
ADALAH

S= Im
Ifs

S= RH
x100%
Rx  RH

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 19

CONTOH:
• Ohm meter tipe seri mempunyai Rm = 50 Ω. Arus skala penuh Ifs = 1 mA, E =
3 Volt. Tanda defleksi ½ skala penuh RH = 2000 Ω. Tentukan:
a. Nilai R1 dan R2
b. Bila tegangan turun 10 % berapa nilai R2 utk menkompensir penurunan
tegangan.
Penyelesaian :
a. I1 = E / RH = 3/2000 = 1,5 mA
I2 = I1 - Ifs = (1,5 - 1 )mA = 0,5 mA

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 20


12/14/2019

Penyelesaian (lanjutan):
R2 = Ifs . Rm / I2
R2 = 1 mA . 50 Ω. / 0,5 mA = 100 Ω.
R1 = RH - Rm//R2 = RH - Rm.R2 / Rm+R2
R1 = 2000 - ( 50.100 / 50+100) = 2000- 33,3 = 1966,66 Ω

R1 = RH – (Ifs. Rm. RH) / E


R1 = 2000 – (1mA . 50 . 2000) / 3000
=2000 – (100000/3000) = 2000 - 33,33
= 1966,66 Ω
b. Bilia tegangan baterei turun 10 % maka:

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 21

E menjadi : 3 – (10 % x 3 V ) = 2,7 V.


I1 = E / RH = 2,7 / 2000 = 1,35 mA
I2 = I1 - Ifs = (1,35 - 1 ) mA = 0,35 mA
R2 = Ifs . Rm / I2
R2 = 1 mA . 50 Ω. / 0,35 mA = 142,85 Ω.

c. Bila meter sedang mengukur tahanan


3000 Ω, maka simpangan jarum
S = 2000 / ( 3000 + 2000) x100% = 40 %.

d. Bila simpangan jarum 80 % berarti tahanan


yang terukur: 0,80 = 2000 / (Rx + 2000)
0,80 Rx + 1600 = 2000 Rx = 400/0,80
Rx = 500 Ω
12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 22
12/14/2019

• Ohm meter tipe seri mempunyai Rm = 110 Ω. Arus skala penuh Ifs = 1 mA,
E = 6 Volt. Tanda defleksi ½ skala penuh RH = 4000 Ω. Tentukan:
a. Nilai R1 dan R2
b. Bila Rx= 2000 Ω
Rx = 8000 Ω
Berapa Simpangan S ?
c. Bila S = 30 %
S = 90 %. Berapa nilai Rx ?

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 23

Jembatan Wheatstone
Jembatan Wheatstone dipergunakan untuk memperoleh ketelitian dalam
melaksanakan pengukuran terhadap suatu tahanan yang nilainya relative kecil
sekali umpamanya saja suatu kebocoran dari kabel tanah/ kortsluiting dan
sebagainya.

Jembatan Wheatstone merupakan suatu susunan rangkaian listrik untuk


mengukur suatu tahanan yang tidak diketahui harganya (besarannya).

Jembatan Wheatstone adalah alat yang paling umum digunakan untuk


pengukuran tahanan yang teliti dalam daerah 1 sampai 100.000 Ω.

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 24


12/14/2019

JEMBATAN WHEATSTONE

• Rangkaian jembatan wheatstone memiliki 4 lengan resistif beserta sebuah


sumber ggl dan detektor nol yang berupa galvanometer atau alat ukur arus
sensitif lainnya.
• Arus melalui galvanometer bergantung pada beda potensial antara titik c dan d.
Jembatan disebut setimbang bila beda potensial antara galvanometer adalah 0
volt (tidak ada arus yang mengalir).

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 25

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 26


12/14/2019

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 27

• Kondisi setimbang terjadi jika Vca = Vda


atau Vcb = Vdb. Sehingga:

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 28


12/14/2019

Jadi jembatan dikatakan setimbang setimbang, jika :


I1 R1 = I2 R2

Jika arus galvanometer adalah nol, maka besaran-besaran I1, I2, I3 dan I4
dapat diketahui, yaitu :

E
I1 = I3 = ------------
R1 + R3

E
I2 = I4 = ------------
R2 + R4

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 29

I1 R 1 = I 2 R 2 E E
----------- R1 = ---------- R2
R1 + R3 R2 + R4

R1 R2
------------ = ------------
R1 + R3 R2 + R4

R1 R2 + R 1 R4 = R 1 R2 + R 2 R3
R1 R4 = R 2 R3

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 30


12/14/2019

R1, Rx Tahanan yang dicari


R2, Rn Tahanan variable
R3, R4 Tahanan ditetapkan,
konstan

Rangkaian jembatan
Wheatstone

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 31

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 32


12/14/2019

Diketahui : Jembatan Wheatstone, besarnya nilai R2 = 40 Ω, R3= 25 Ω , R4 =


50 Ω Hitung besarnya R1 dalam kondisi model Wheatstone setimbang.
Jawaban :

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 33

Rangkaian Pengganti Thevenin pada Jembatan Wheatstone


Langkah-Langkah untuk menentukan rangkaian Pengganti Thevenin:
1. Menentukan tegangan ekivalen (pengganti) yang muncul pada terminal c dan d
bila galvanometer dipindahkan dari rangkaian.
2. Menentukan tahanan pengganti dengan memperhatikan terminal c dan d, dan
mengganti batere dengan tahanan dalamnya.

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 34


12/14/2019

Penentuan Tegangan Thevenin ( Eth ) :

Dari gambar 2a tsb, tegangan Thevenin atau tegangan rangkaian terbuka


adalah :

Ecd = Eda + Eac = Eac - Ead = I1 R1 - I2 R2 (*)

Dimana : E E
I1 = ------------ dan I2 = ----------
R1 + R3 R2 + R4
Subsitusikan harga I1 dan I2 kedalam persamaan ( * ), diperoleh :

E E
Ecd = ------------ R1 - ---------- R2
R1 + R3 R2 + R4

R1 R2
Ecd = E [ ------------ - ---------- ]
R1 + R3 R2 + R4

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 35

Penentuan Tahanan Pengganti ( Rth ) :

Tahanan pengganti Thevenin diperoleh dengan memperhatikan terminal c dan d,


dan baterai diganti dengan tahanan dalam Rb.

Dari gambar 2b dapat dilihat bahwa, jika tahanan dalam baterai diabaikan (
dianggap nol ), maka akan ada rangkaian hubung singkat antara titik a dan b.
Jadi, tahanan Thevenin ditinjau dari terminal c dan d adalah :
R1 R3 R2 R4
Rth = ------------ + ------------
R1 + R3 R2 + R4

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 36


12/14/2019

Rangkaian penganti Thevenin dari rangkaian jembatan Wheatstone,

Ditunjukkan pada gambar 2c, terdiri dari : teganganThevenin ( Vth ) yang


dihubung seri dengan tahanan Thevenin ( Rth ), yang diberikan pada persamaan
( 8-8 ).

Jika detektor nol dihubungkan ke terminal keluaran rangkaian pengganti


Thevenin, maka besar arus galvanometer adalah :
Eth
Ig = -------------
Rth + Rg

Dimana : Ig = arus galvanometer.


Rg = tahanan dalam galvanometer.
Rth = tahanan Thevenin.
12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 37

Contoh 1 :
Sebuah rangkaian jembatan Wheatstone, nilai-nilai elemennya diketahui ( gambar
3a ). Tegangan baterai 5 V dan tahanan dalam-nya diabaikan, sensitivitas arus
galvanometer 10 mm / μA dan tahanan dalam 100 Ω. Tentukan besar defleksi yang
diakibatkan oleh ketidak setimbangan tahanan 5 Ω dalam lengan BC.

Kesetimbangan jembatan tercapai jika lengan BC mempunyai tahanan 2000 Ω


( 100 x 2000 = 200 x 1000 ). Tahanan 2005 Ω pada lengan BC, menunjukkan
ketidaksetimbangan yang kecil ( << 2000 Ω ).

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 38


12/14/2019

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 39

PENYELESAIAN
Langkah pertama :
Mengubah rangkaian jembatan ke rangkaian pengganti Thevenin :
Untuk mendapatkan arus galvanometer, pengganti Thevenin ditentukan dengan mengacu pada terminal B dan D dari
galvanometer.
Beda potensial titik B dan D ( EBD ), dengan melepas galvanometer dari rangkaian adalah tegangan Thevenin ( ETH ),
yang besarnya dapat ditentukan dari persamaan diperoleh :
100 1000
ETH = EAD - EAB = 5 V x { --------------- - ------------------ } ≈ 2,77 mV
100 + 200 1000 + 2005
Langkah kedua :
Penentuan tahanan pengganti yang ditinjau dari terminal DB, dan mengganti baterai dengan tahanan dalamnya.
Karena tahanan dalam baterai 0 Ω, maka rangkaian ditunjukkan oleh konfigurasi pada gambar 3b, dan besar tahanan pengganti
dapat ditentukan dari persamaan, yaitu :
100 x 200 1000 x 2005
RTH = -------------- + ------------------ = 730 Ω
100 + 200 1000 + 2005
Rangkaian pengganti Thevenin ditunjukkan pada gambar 3c, terdiri dari ETH yang seri dengan RTH. Jika galvanometer
dihubungkan ke terminal keluaran rangkaian pengganti Thevenin, maka arus galvanometer Ig adalah :
ETH 2,77
Ig = ----------- = -------------- = 3,34 μA
RTH + Rg 730 + 100
Jadi defleksi galvanometer :
d = 3,34 μA x ( 10 mm / μA ) = 33,4 mm.

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 40


12/14/2019

Catatan :
Dari contoh diatas dapat disimpulkan :
• Rangkaian pengganti Thevenin manfaatnya sangat jelas, dalam menyelesaikan
ketidaksetimbangan rangkaian jembatan.
• Perhitungan defleksi sangat sederhana ( gambar 3c ) untuk galvanometer dengan
sensitivitas arus dan tahanan dalam berbeda.
• Tegangan tidak setimbang yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan
defleksi dapat dihitung, jika sensitivitas galvanometer diketahui.
• Nilai ini penting, jika ingin menentukan sensitivitas jembatan terhadap
ketidaksetimbangan atau dalam menghadapi pertanyaan “ apakah galvanometer
yang dipilih mampu mendeteksi suatu ketidak setimbangan yang kecil “ ?.

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 41

Contoh 2 :
Galvanometer pada contoh 1, diganti dengan yang lain dengan tahanan
dalam 500 Ω dan sensitivitas arus 1 mm / μA.
Dengan menganggap skala 1 mm dapat diamati pada skala
galvanometer, tentukan apakah galvanometer dapat mendeteksi
ketidaksetimbangan sebesar 5 Ω dalam lengan BC ( gambar 3a ).

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 42


12/14/2019

JEMBATAN KELVIN
• Jembatan Kelvin merupakan modifikasi dari jembatan Wheatstone dan
menghasilkan ketelitian yang jauh lebih besar dalam pengukuran tahanan-
tahanan rendah (low values resistance), umumnya dibawah 1 ohm.

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 43

JEMBATAN GANDA KELVIN


• Jembatan ganda digunakan sebab rangkaian memiliki pembanding lengan
kedua. Pasangan lengan kedua ini, yang diberi anam a dan b dalam diagram ,
menghubungkan galvanometer ke sebuah titik p pada potensial yang sesuai
antara m dan menghilangkan efek tahanan gandar (yoke)Ry. Persyaratan awal
yang ditetapkan adalah bahwa perbandingan tahanan a dan b sama dengan
perbandingan R1 dan R2.
• Penunjukan galvanometer akan nol bila potensial pada k sama dengan
potensial pada p, atau bila Ekl = Eemp, dimana syarat awal a/b = R1/R2

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 44


12/14/2019

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 45

UJI SIMPAL DENGAN PERANGKAT UJI


PORTABEL
Uji Simpal ( Loop Test )
Jembatan Wheatstone portabel sering digunakan untuk
menemukan lokasi kerusakan pada kabel-kabel kawat banyak,
kawat telepon dan saluran transmisi daya.

Kerusakan-kerusakan tersebut antara lain :


kerusakan karena hubungan singkat, kerusakan karena
tahanan rendah antara sebuah konduktor dengan bumi.

Untuk tujuan tersebut


digunakan dua jenis pengujian,
yaitu :
1. uji simpal Murray
2. uji simpal Varley

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 46


12/14/2019

• Digunakan untuk menemukan kerusakan-kerusakan


pertanahan-pertanahan didalam kabel terbungkus
• Konduktor yang rusak dengan panjang l2 dan jembatan
disetimbagkan dengan pembanding A yang dapat diatur.

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 47

• Karena tahanan kawat sebanding dengan panjang dan luas penampang, maka
tahanan dapat diganti dengan panjang, sehingga persamaan menjadi :

• Pada kabel kawat banyak, konduktor l1 mempunyai panjang dan penampang


yang sama dengan kawat yang rusak, sehingga l1 = I2 = I, dan karenanya :

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 48


12/14/2019

• Jika keadaan setimbang dicapai, maka diperoleh :

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 49

Contoh aplikasi:
Uji simpal Murray digunakan untuk mencari lokasi kabel telepon bawah tanah
yang rusak. Resistansi total dari kabel

R = R1 +R2 sebesar 300Ω. Kondisi lainnya adalah R3=1000 dan R4=500.


Temukan lokasi kerusakan (dari X2), jika panjang per ohm nya adalah 36,76m!

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 50


12/14/2019

Penyelesaian:

Didapatkan nilai R2 = 100 Ω. Sehingga dapat diketahui


lokasi kabel yang rusak =
100 Ω x 36,76m = 3676 m

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 51

Pengujian Simpal Varley


• Salah satu metode yang paling teliti untuk menemukan tanah, persimpangan
atau hubungan-hubungan singkat dalam sebuah kabel kawat banyak

12/14/2019 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG 52