Anda di halaman 1dari 1

Pendapat yang cukup baik, namun ijinkan saya memberikan beberapa penelaahan

yang semoga dapat dijadikan bahan diskusi ke arah yang lebih baik lagi.
Terdapat sebuah teori yang disampaikan oleh Snouck Hurgronje yang menyatakan
bahwa Hukum Islam dapat diterima sebagai sebuah Hukum umum apabila
keberadaannya tidak bertentangan dengan Hukum Adat. Teori ini demudian dikenal
dengan teori Receptie. Hal ini terbukti dengan hukum Islam tidak berjalan seragam di
berbagai daerah. Hal ini karena dalam beberapa sendi dalam Hukum Islam tidak
sejalan dengan Konsep hukum adat di wilayah-wilayah tertentu.
Sendi-sendi yang bertentangan dengan hukum adat dapat berwujud perkara privat dan
juga umum. Dalam perkara privat kita sering melihat bahwa Hukum Islam dalam hal
waris memiliki kecenderungan ketentuan Patrilineal dan bukan matrilineal. Tradisi waris
yang dianut oleh suku dan budaya di wilayah nusantara juga berbeda-beda. Ada yang
menganut Patrilineal dan juga matrilineal, sehingga keberadaan hukum Islam di
Indonesia akan cenderung cocok dengan tradisi yang menganut prinsip patrilineal.
Salah satu sendi lainnya yang dapat kita lihat ialah pada perkara amaliyah (perbuatan
umum) Pada beberapa wilayah tertentu, mengkonsumsi minuman khas dari daerah
yang mampu menimbulkan efek mengurangi kesadaran penggunanya (mabuk) tidaklah
digolongkan sebagai suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum. Sedangkan
dalam Islam, perbuatan mengkonsumsi minuman yang dapat memabukkan
(menghilangkan kesadaran) dapat dikategorikan sebagai suatu perbuatan yang
bertentangan dengan hukum.  
Melihat pada kondisi diatas maka teori receptie merupakan penjelasan Ilmiah yang
sangat akurat. Ia menggambarkan bagaimana kemudian korelasi antara hukum Islam
dan hukum Adat. Persinggungan antara hukum Islam dan Hukum adat menyebabkan
penerapan hukum Islam di Indonesia sampai dengan saat ini bersifat parsial di
beberapa sendi.
Namun teori receptie tersebut juga tidak sepenuhnya mutlak menurut saya. Indonesia
saat ini telah mengadopsi salah satu Hukum Islam yang berlaku umum bagi seluruh
warga negaranya tanpa terkecuali, Hal tersebut tertuang pada Undang-undang Nomor
21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008
tentang Perbankan Syariah merupakan konsep hukum perbankan yang mengadopsi
akad-akad syari’ah yang dijalankan oleh ketentuan Islam.  Sampai dengan saat ini,
belum ditemukan adanya pertentangan dari pegiat hukum adat terkait dengan adanya
Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Maka teori yang
disampaikan oleh Snouck Hurgronje yang menyatakan bahwa Hukum Islam dapat
diterima sebagai sebuah Hukum umum apabila keberadaannya tidak bertentangan
dengan Hukum Adat tidak relevan dalam kontes perbankan syariah ini.
semoga bisa menjadi bahan kritis bersama, dan memperkaya khazanah keilmuan di
perkuliahan