Anda di halaman 1dari 12

TUGAS BAHASA INDONESIA

KETERAMPILAN DALAM BERBICARA


Dosen Pengampu : Yoma Hatima, M.Pd.

Di susun oleh :

Kelompok 2 Menulis :
1. Mita Agustin
2. Umdatul aliyah
3. Sanadi

POLITEKNIK PIKSI INPUT SERANG


Jl. Raya Cilegon No.3, Kramatwatu, Kec. Kramatwatu, Serang, Banten
42161
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayahnya sehingga penulis dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan judul “Keterampilan dalam
berbicara”

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak


mengalami kesulitan dan tantangan, namun berkat pertolongan Allah serta
bantuan dari berbagai pihak sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

Atas bantuan serta dukungan yang telah diberikan sekecil apapun itu,
semoga Allah SWT. Senantiasa membalas dengan pahala yang berlimpah Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca. Semoga Allah
senantiasa memberikan rahmat, hidayah serta ampunan-Nya kepada kita. Aamiin
Allahuma aamiin

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Serang, 01 Maret 2020

Kelompok 8 Menulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................i

DAFTAR ISI..................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1

1. Latar Belakan Masalah.......................................................................1


2. Rumusan masalah ..............................................................................1
3. Tujuan.................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN................................................................................3

1. Pengertian Keterampilan Berbicara....................................................3


2. Cara Mengembangkan Keterampilan Berbicara.................................6
3. Metode Berbicara................................................................................7

BAB III PENUTUP........................................................................................9

1. Kesimpulan.........................................................................................9

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Keterampilan berbicara atau rektorika adalah seni tentang berbicara yang
dimiliki seseorang. Seni berbicara ini dimiliki seseorang secara alami atau pun
dengan menggunakan latihan khusus. Keterampilan berbicara ini merupakan seni
tentang berbicara yang merupakan ssarana komunikasi dengan Bahasa lisan
meliputi proses penyampaian ide, gagasan, dengan tujuan melapor, menghibur,
atau menyakinkan orang lain.
Berbicara adalah suatu alat untuk megkomunikasikan gagasan-gagasan
yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang
pendengar atau penyimak. Berbicara merupakan instrument yang mengungkapan
kepada penyimak secara langsung apakah sang pembicara memahami atau tidak,
baik bahan pembicaraanya maupun para penyimaknya, apakah dia bersikap tenag
serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat dia sedang
mengkomunikasikan gagasan-gagasannya, dan apakah dia waspada serta antusias
antusia atau tidak (Mulgrave Tarigan 1981:4-5)
Kesimpulan berbicara adalah kemampuan untuk berkomunikasi
dengan orang lain, baik ketika berbicar, presentasi, menyampaikan pendapat,
berdebat, atau kegiatan lainnya. Kemampuan berbicara identik dengan
penggunaan Bahasa secara tepat, sehingga pendengar dapat mengerti apa yang
disampaikan. Selain itu sikap dan pengetahuan merupakan waktu yang tepat untuk
berbicara mendukung keberhasilan dalam berbicara (Apriawan 2007)

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian keterampilan berbicara?


2. Bagaimana cara mengembangkan berbicara?
3. Apa saja metode dalam berbicara?

1
1.3 Tujuan
1. Megetahui apa itu keterampilan berbicara
2. Mengetahui cara mengembangkan berbicara
3. Mengetahui metode dalam berbicara

2
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Keterampilan berbicara

Keterampilan berbicara atau yang disebut sebagai retorika merupakan seni


berbicara yang bisa dimiliki seseorang yang bertujuan untuk menyampaikan pesan
lisan secara efektif, sebagai bentuk komunikasi kepada orang lain.

Menurut Nurgiyantoro (1995:276) berbicara adalah aktivitas berbahasa


kedua yang dilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa, yaitu setelah aktivitas
mendengarkan. Berdasarkan bunyi-bunyi yang didengar itu, kemudian manusia
belajar untuk mengucapkan dan akhirnya terampil berbicara. Berbicara diartikan
sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk
mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan,serta perasaan
(Tarigan, 1983:14).

Berbicara dapat diartikan sebagai suatu penyampaian maksud (ide, pikiran,


isi hati) seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan sehingga
maksud tersebut dapat dipahami orang lain.

Sebagai seni, keterampilan berbicara merupakan seni keterampilan yang


elegan, ekpresif, dan kreatif. Di dalam keseharian kita, kita selalu melihat orang-
orang bertemu dan berbicara dengan orang lainnya dengan mudah. Beberapa
orang memang terlahir dengan bakat berbicara yang baik. Tapi untungnya, bagi
kita yang tidak dilahirkan dengan bakat tersebut, keterampilan berbicara bisa
dipelajari dan dikuasai.

Mayoritas pemimpin dunia dan orang-orang sukses adalah orang-orang


yang terampil dalam berbicara. Keterampilan dalam berbicara sangat penting
dalam kehidupan kita, karena berbicara merupakan proses pertukaran informasi
antarindividu maupun antarkelompok. Tidak adanya keterampilan berbicara yang
baik akan menghalangi seseorang, bukan saja dalam hal berkarir, tetapi juga
dalam hubungan sosial dan pribadi. Sebuah pesan dapat berubah menjadi sebuah

3
kesalahpahaman, frustasi, bahkan bencana bila terjadi kesalahan dalam
penyampaian, ataupun kesalahan interpretasi dari orang yang diajak bicara.

1. Bentuk Keterampilan Berbicara


Berbicara sebagai bentuk komunikasi dapat dikelompokan dalam
berbagai bentuk tergantung dasar pengelompokan tersebut. Berikut ini
merupakan bentuk keterampilan berbicara :

a. Monologika
Monologika merupakan suatu ilmu tentang seni berbicara dengan
monolog, dimana hanya ada seorang yang berbicara. Bentuk dari monologika
yang sangat penting adalah proses dalam menyampaikan ide atau gagasan
kepada orang lain di depan umum, sebagai contoh berpidato.

b. Dialogika

Dialogika merupakan suatu ilmu tentang seni berbicara denganc cara


dialog, dimana duo orang atau lebih, mengambil atau bebicara dalam suatu
proses pembicaraan. Bentuk dialogika yang sangat penting ialah diskusi,
berunding, tanya jawab, debat dan percakapan.

c. Prinsip Umum Dalam Berbicara

Pada kegiatan berbicara tentu ada hal yang mendasari di dalamnya, ada
beberapa prinsip pokok, antara pembentukan paling sedikit yaitu dua orang,
memakai bahasa yang dipahami bersama, menerima atau mengakui daerah
referensi umum, adalah proses tukar pikiran antarpartisipan, penyampaian
gagasan dengan tujuan melaporkan, meyakinkan dan menghibur seseorang.

4
2. Landasan Keterampilan Berbicara

Ini Merupakan Landasan Keterampilan Berbicara.

 Situasi

Kegiatan berbicara bisa terjadi dalam situasi, suasana, kondisi serta


lingkungan tertentu. Situasi yang dimaksud ialah berbicara formal (resmi) atau
informal (tidak resmi).

 Tujuan

Tujuan dari meyampaikan suatu ide atau gagasan dalam keterampilan


berbicara ialah untuk mendapatkan tanggapan atau respon dari lawan bicara.
Tujuan dari penyampian ide adalam menghibur, melaporkan dan meyakinkan
seseorang.

 Metode Penyampaian

Ada empat metode atau cara penyampain yang bisa dilakukan seseorang
saat waktu berbicara, yakni penyampaian berdasarkan naskah atau skrip
penyampaian dengan berdasarkan catatan kecil, penyampaian gagasan dengan
berdasarkan hafalan memoriter, penyampaian gagasan secara mendadak serta
merta impromtu.

 Penyimak

Pembicara yang baik pasti akan besifat komunikatif terhadap lawan


bicara. Dalam penyampaian ide atau gagasan pembicara perlu memperhatikan
siapa penyimak dari pembicara tersebut, agar materi yang sudah disampaikan
bisa diterima dengan berimbang.

5
3. Sarana Dalam Berbicara

Ada dua sarana yang bisa dipakai dalam keterampilan berbicara untuk
efektivitas komunikasi retoris, yakni :

 Mendengar merupakan sikap yang sangat penting dalam proses diskusi dan
dialog. Pada setiap peserta dalam diskusi selalu berganti peranan antara berbicara
dan mendengar.
 Cara atau taitik Retoris dalam uraian ini akan dijelaskan dengan sejumlah taktik
yang bisa membantu dalam mencapai sasaran dan tujuan dengan efektif dalam
proses komunikasi retoris.

2.2 Cara Mengembangkan Keterampilan Berbicara


Dalam konteks tahun politik seperti sekarang ini, kemampuan berbicara
merupakan hal yang sangat penting bagi para kandidat (calon anggota DPRD,
DPR, DPD, serta pasangan calon presiden dan wakil presiden) untuk
menyampaikan gagasan, visi-misi, serta mempengaruhi psikologi masyarakat
pemilihnya.
Sementara itu, berbicara bukanlah sekadar pengucapan bunyi-bunyi
atau kata-kata semata, akan tetapi menjadi alat untuk mengkomunikasikan
gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan.
Oleh karena itu, keterampilan berbicara sangat penting peranannya dan
perlu untuk diajarkan di sekolah-sekolah dalam upaya melahirkan generasi
milineal yang cerdas, kreatif, dan berbudaya. Dengan menguasai
keterampilan berbicara, generasi ini akan mampu megekspresikan pikiran dan
perasaannya secara cerdas dan sesuai konteks dan situasi pada saat berbicara

Berikut cara yang bisa digunakan untuk mengembangkan keterampilan


berbicara:

a) Tingkatkan kemampuan berbahasa yang baik, perbanyak kosakata dengan


banyak membaca dan menulis. Cari kosakata yang belum atau kurang dikenal.

6
Semakin kita bisa mengekspresikan diri, semakin baik kemampuan kita dalam
berkomunikasi.
b) Latih kemampuan mendengar. Perhatikan apa yang dikatakan pembicara lain
sebelum kita mengutarakan pendapat. Resapi apa yang didengar sebelum
merespon.
c) Belajar untuk mengerti dan menghargai cara pandang orang lain dengan
pemikiran terbuka dan berusahalah melihat sesuatu dari perspektif yang lain.
Sebagai hasilnya, kita akan lebih bisa bekerja sama dan lebih pengertian
terhadap pemikiran orang lain.
d) Hindari komunikasi di situasi yang emosional. Kita akan kehilangan objektifitas
dan cenderung mengatakan sesuatu yang nantinya akan disesali. Ambil waktu
untuk memikirkan posisi kita sebelum berbicara.
e) Ikut serta dalam organisasi yang mendorong meningkatkan berbagai
keterampilan berbicara kita, dan yang memungkinkan kita bertemu dengan
orang-orang baru yang menarik.

2.3 Metode Berbicara


Dalam kegiatan berbicara ini dikenalkan 4 metode berbica, keempat
metode tersebut diantaranya :
1. Metode serta merta,

Metode ini biasanya digunakan oleh seseorang yang secara serta


merta atau secara tiba-tiba dan mendadak diminta berbicara di depan orang
banyak.

2. Metode menghafal,
Metode menghafal adalah satu cara yang digunakan pembicara
untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya di depan orang banyak
dengan bantuan daya ingat yang kuat dan kekayaan materi yang dimiliki.
3. Metode naskah,
Metode ini jarang digunakan, kecuali pada saat-saat penting,
misalnya di radio dan televisi. Biasanya sebelum tampil berbicara,

7
pembicara memperhatikan naskah lengkap. Ketika tampil berbicara naskah
itu dibacanya kata demi kata. Kalimat demi kalimat. Sehingga perhatian si
pembicara tertuju pada naskah tersebut
4. Metode ekstemporan
Metode ini jarang digunakan oleh pembicara yang ingin berbicara
tanpa mempersiapkan naskah. Uraian yang akan disampaikan denga
metode ini direncanakan dengan cermat.

8
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan
Berdasarkan isi dari makalah ini, kami simpulkan bahwa berbicara
merupakan keterampilan dan aspek kebahasaan yang sangat penting dalam
kehidupan sehari-hari. Berbicara memiliki tata cara dan teknik berupa
faktor kebebasan dan faktor non kebebasan. Namun, berbicara yang dapat
dilakukan oleh semua orang jugs tak luput dari berbagai masalah. Sebagai
contoh, sulit dalam mengemukakan pendapat dimuka umum.