Anda di halaman 1dari 10

I.

Judul
Identifikasi Anion pada Sampel Padat Non-Logam

II. Tujuan
Mengidentifikasi anion penyusun sampel berdasarkan jenis gas yang dihasilkan oleh asam

III. Dasar Teori


Analisis anion diawali dengan uji pendahuluan untuk memperoleh gambaran ada
tidaknya anion tertentu atau kelompok anion yang memiliki sifat-sifat yang sama.
Selanjutnya diikuti dengan proses analisis yang merupakan uji spesifik dari anion tertentu.
Berdasarkan sifat dari beberapa anion yang oleh asam akan diuraikan menghasilkan
gas yang dapat dikenal. Maka anion dapat diidentifikasikan dengan menggunakan
senyawa asam yang ditambahkan pada sampel yang berbentuk padat maupun cair. Salah
satu senyawa asam yang dapat digunakan untuk mengenal anion penyusun sampel adalah
asam sulfat, dimana asam sulfat merupakan asam kuat yang dalam pelarut air akan
terionisasi sempurna menghasilkan ion hidronium (H3O+). Dengan adanya anion lain
dalam asam sulfat memungkinkan terbentuknya senyawa asam yang baru.
H2SO4 + H2O → H3O+ + SO42-
X- + H3O+ → HX + H2O
Sebagian dari senyawa asam yang terbentuk mudah menguap dan yang lainnya mudah
terurai menghasilkan oksida asam yang berwujud gas. Sifat-sifat ini dapat dipakai sebagai
petunjuk untuk mengidentifikasi jenis anion sisa asam dengan mengenali sifat dari uap
asam atau gas dari hasil peruraian asamnya. Hasil reaksi identifikasi terhadap jenis gas
atau uap yang dihasilkan oleh senyawa tertentu yang bereaksi dengan asam sulfat pekat
atau encer adalah sebagai berikut (Selamat, 2004:8)
Hasil Uji dengan H2SO4 Pekat
Hasil Pengamatan dan simpulan
1. Menghasilkan gas tidak berwarna, berbau dan berasap di udara. Dan bila kontak dengan
batang kaca yang basah oleh amonia akan menghasilkan kabut putih. Uap HCl dari
klorida
2. Menghasilkan gas berwarna merah dan membentuk kabut di udara serta berbau pedas.
Gas HBr dan Br2 dari bromidanya
3. Menghasilkan gas berwarna kuning kehijauan, berbau tajam, memucatkan lakmus dan
membirukan kertas saring yang dibasahi dengan larutan KI. Gas Cl2 dari klorida dalam
pemberian oksidator
4. Menghasilkan uap (kabut) asam berbau tajam dan berwarna coklat kemerahan Gas
HNO2 dan NO2 dari nitrat
5. Menghasilkan uap violet disertai bau tajam dari SO2 atau H2S. Gas HI dan I2 dari iodide
6. Menghasilkan gas berwarna kuning dalam keadaan dingin berbau khas dan dengan
pemanasan baunya lebih tajam . Gas ClO2 dari klorat
7. Menghasilkan gas tidak berwarna, mengeruhkan air kapur, dibakar memberikan nyala
biru dan tidak menghitam. Gas CO dan CO2 dari oksalat
8. Menghasilkan bau cuka. CH3COOH dari asetat
Hasil Uji dengan H2SO4 Encer
Hasil Pengamatan dan simpulan
1. Menghasilkan gas tidak berwarna dan tidak berbau serta membuat keruh air kapur. Gas
CO2 dari CO32- atau HCO3-
2. Menghasilkan gas berwarna merah coklat, mengubah warna kertas yang dibasahi
larutan KI dan amilum menjadi biru. Gas NO2 dari nitrit
3. Menghasilkan gas berwarna kuning kehijauan, berbau tajam, memerahkan dan
selanjutnya memucatkan kertas lakmus, serta mengubah warna kertas yang dibasahi
dengan larutan KI dan amilum menjadi biru. Gas Cl2 dari hipoklorit
4. Menghasilkan gas tidak berwarna dan berbau tajam, mengubah warna kertas saring
yang basah oleh larutan K2Cr2O7 menjadi hijau dan menghilangkan warna fuschin. Gas
SO2 dari sulfit
5. Menghasilkan gas tidak berwarna, berbau busuk telur, mengubah warna kertas saring
yang dibasahi dengan larutan Pb(CH3COO)2 menjadi hitam dan bila dibasahi dengan
larutan CdSO4 berubah menjadi kuning. Gas H2S dari sulfida
6. Menghasilkan gas tidak berwarna, bila dibakar menghasilkan nyala berwarna ungu dan
bersifat sangat beracun Gas HCN dari sianida atau dari larutan heksasianoferat II dan
III
7. Menghasilkan gas tidak berwarna, membuat nyala api membesar. Gas O2 dari peroksida
dan alkali peroksida
8. Menghasilkan gas tidak berwarna , berbau pedas dan membuat keruh air kapur. Gas
CO2 dan HCNO dari sianat.
IV. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah 1 rak tabung reaksi, batang gelas, pipa
pengalir gas, pemanas, penjepit tabung masing-masing 1 buah, kertas lakmus merah dan
biru 2 buah, kertas saring berukuran 5 x 5 cm sebanyak 20 lembar, gelas kimia, pipet tetes
dan batang pengaduk masing-masing 2 buah. Bahan yang digunakan H 2SO4 pekat, H2SO4
encer, sampel padat non-logam, larutan KI beramilum, larutan Ca(OH)2, larutan K2Cr2O7,
larutan Pb(CH3COO)2, larutan Fuschin dan larutan NH4OH volume yang digunakan
masing-masing 5 mL.

V. Prosedur Kerja
a. Identifikasi dengan H2SO4 encer
Tabung reaksi diisi dengan H2SO4 encer dan ditambahkan sampel padat non logam
(jumlah yang ditambahkan bersifat kualitatif). Kemudian diamati perubahan kimia yang
terjadi, dicatat sifat fisik gas yang dihasilan seperti bau, warna dan bentuk gas. Pertama
gas yang dihasilkan dialirkan ke dalam larutan Ca(OH)2, kedua gas yang dihasilkan
ditangkap dengan kertas yang dibasahi larutan KI beramilum, ketiga gas yang dihasilkan
ditangkap dengan kertas yang dibasahi larutan K2Cr2O7, keempat gas yang dihasilkan
ditangkap dengan kertas yang dibasahi larutan Pb(CH 3COO)2, kelima gas yang dihasilkan
ditangkap dengan kertas lakmus merah, dan terakhir gas yang dihasilkan dialirkan ke
dalam larutan fuschin semua langkah tersebut dicatat perubahan fisik yang terjadi.
b. Identifikasi dengan H2SO4 pekat
Tabung reaksi diisi dengan H2SO4 pekat dan ditambahkan sampel padat non logam
(jumlah yang ditambahkan bersifat kualitatif). Kemudian diamati perubahan kimia yang
terjadi, dicatat sifat fisik gas yang dihasilan seperti bau, warna dan bentuk gas. Pertama
gas yang dihasilkan ditangkap dengan batang gelas yang dibasahi larutan NH4OH, kedua
gas yang dihasilkan ditangkap dengan kertas yang dibasahi larutan KI beramilum, ketiga
gas yang dihasilkan ditangkap dengan kertas lakmus merah atau biru semua langkah
tersebut dicatat perubahan fisik yang terjadi.

VI. Data Pengamatan


Tabel 1. Data Pengamatan Identifikasi dengan H2SO4 encer

No Sampel H2SO4 Perlakuan Hasil Pengamatan

1 Sampel H2SO4 encer Direaksikan H2SO4 encer Menghasilkan larutan bening


Unknown A dan Sampel Unknown A tak berwarna, tak berbau,
sedikit gelembung gas.

Gambar 1. H2SO4 encer


direaksikan dengan Sampel
Unknown A

Dialirkan gas yang Membuat larutan Ca(OH)2


dihasilkan ke dalam larutan menjadi keruh
Ca(OH)2

Gambar 2. Gas yang


dihasilkan dialirkan ke larutan
Ca(OH)2

Gas yang dihasilkan Tidak merubah warna kertas


ditangkap dengan kertas yang dibasahi larutan KI
yang dibasahi larutan KI beramilum
beramilum

Gambar 3. Gas ditangkap


dengan kertas yang dibasahi
larutan KI beramilum
Gas yang dihasilkan Tidak merubah warna kertas
ditangkap dengan kertas yang dibasahi larutan K2Cr2O7
yang dibasahi larutan
K2Cr2O7

Gambar 4. Gas ditangkap


dengan kertas yang dibasahi
larutan K2Cr2O7

Gas yang dihasilkan Tidak merubah warna kertas


ditangkap dengan kertas yang dibasahi larutan
yang dibasahi larutan Pb(CH3COO)2
Pb(CH3COO)2

Gambar 5. Gas ditangkap


dengan kertas yang dibasahi
larutan Pb(CH3COO)2

Gas yang dihasilkan Tidak merubah warna kertas


ditangkap dengan kertas lakmus merah
lakmus merah

Gambar 6. Gas ditangkap


dengan kertas lakmus merah
Gas yang dihasilkan Tidak merubah warna larutan
dialirkan ke dalam larutan fuschin
fuschin

Gambar 7. Gas dialirkan ke


dalam larutan fuschin

Tabel 2. Data Pengamatan Identifikasi dengan H2SO4 pekat

No Sampel H2SO4 Perlakuan Hasil Pengamatan

1 Sampel H2SO4 pekat Direaksikan H2SO4 pekat Menghasilkan larutan bening


Unknown A dan Sampel Unknown A tak berwarna, tak berbau dan
sedikit gelembung gas

Gambar 8. H2SO4 pekat


direaksikan dengan Sampel
Unknown A

Gas yang dihasilkan Tidak menghasilkan kabut


ditangkap dengan batang
gelas yang dibasahi larutan
NH4OH

Gas yang dihasilkan Tidak merubah warna kertas


ditangkap dengan kertas yang dibasahi larutan KI
yang dibasahi larutan KI beramilum
beramilum
Gambar 9. Gas ditangkap
dengan kertas yang dibasahi
larutan KI beramilum

Gas yang dihasilkan Tidak merubah warna kertas


ditangkap dengan kertas lakmus merah
lakmus merah atau biru

Gambar 10. Gas ditangkap


dengan kertas lakmus merah

VII.Pembahasan
Pada Percobaan ini dilakukan uji Sampel Unknown A yang sudah disiapkan oleh
laboran. Sampel Unknown A yang berwujud serbuk berwarna putih direaksikan dengan
H2SO4 encer dan H2SO4 pekat. Salah satu senyawa asam yang dapat digunakan untuk
mengenal anion penyusun sampel adalah asam sulfat, dimana asam sulfat merupakan asam
kuat yang dalam pelarut air akan terionisasi sempurna menghasilkan ion hidronium
(H3O+). Dengan adanya anion lain dalam asam sulfat memungkinkan terbentuknya
senyawa asam yang baru.
H2SO4 + H2O → H3O+ + SO42-
X- + H3O+ → HX + H2O
Sebagian dari senyawa asam yang terbentuk mudah menguap dan yang lainnya mudah
terurai menghasilkan oksida asam yang berwujud gas.
a. Identifikasi dengan H2SO4 encer.
Pada saat sampel direaksikan dengan H2SO4 encer menghasilkan larutan bening tak
berwarna, tak berbau dan meghasilkan sedikit gelembung gas. Selanjutnya gas yang
dihasilkan dialirkan ke dalam larutan Ca(OH)2 yang berupa larutan bening, hasilnya
mengubah larutan Ca(OH)2 yang bermula bening menjadi keruh dapat diperkirakan gas
yang dihasilkan mengandung gas CO dan CO2 dari oksalat.
Kemudian gas ditangkap dengan kertas dibasahi larutan KI beramilum, digunakan
larutan KI bening yang diteteskan ke atas kertas saring lalu ditambahkan tetesan larutan
amilum yang juga bening dimana campuran tetesan KI dan larutan amilum berwarna
bening. Saat gas yang dihasilkan ditangkap dengan kertas yang dibasahi larutan KI
beramilum tidak tampak perubahan warna yang terjadi. Secara teori, kertas yang dibasahi
larutan KI beramilum akan memberikan warna biru jika mengandung gas Cl 2 dari
hipoklorit ataupun NO2 dari nitrit. Tidak munculnya bercak biru diperkirakan tidak adanya
gas Cl2 dan NO2. Jadi dapat ditarik perkiraan bahwa sampel Unknown A tidak
mengandung gas Cl2 atau gas NO2.
Saat gas yang dihasilkan diuji dengan kertas yang dibasahi larutan K 2Cr2O7 yang
berwarna kuning, tidak terjadi perubahan pada kertas. Dikarenakan gas yang dihasilkan
tidak bereaksi dengan larutan K2Cr2O7 dimana larutan K2Cr2O7 biasanya digunakan untuk
mengidentifikasi gas SO2 dari sulfit. Dari hasil pengamatan ini dapat dinyatakan bahwa
hasil uji K2Cr2O7 adalah negatif. Jadi dapat ditarik perkiraan bahwa sampel Unknown A
tidak mengandung gas SO2.
Saat gas yang dihasilkan diuji dengan kertas yang dibasahi larutan Pb(CH 3COO)2 yang
tidak berwarna, tidak terjadi perubahan pada kertas. Dikarenakan gas yang dihasilkan
tidak bereaksi dengan larutan Pb(CH3COO)2 dimana larutan Pb(CH3COO)2 biasanya
digunakan untuk mengidentifikasi gas H2S dari sulfida. Dari hasil pengamatan ini dapat
dinyatakan bahwa hasil uji Pb(CH3COO)2 adalah negatif. Jadi dapat ditarik perkiraan
bahwa sampel Unknown A tidak mengandung gas H2S.
Saat gas yang dihasilkan diuji dengan kertas lakmus merah maka lakmus merah tidak
berubah warna. Dikarenakan bahwa gas yang dihasilkan dari sampel Unknown A yang
direaksikan dengan H2SO4 encer merupakan gas yang bersifat asam. Saat gas yang
dihasilkan dialirkan ke dalam larutan fuschin yang berwarna merah ternyata tidak
menimbulkan perubahan pada warna larutan fuschin. Uji fuschin dilakukan untuk
mengidentifikasi gas SO2 dari sulfit, yang mana warna fuschin akan hilang bila ujinya
positif. Jadi dapat ditarik perkiraan bahwa sampel Unknown A tidak mengandung gas SO2.
b. Identifikasi dengan H2SO4 pekat
Pada saat sampel direaksikan dengan H2SO4 pekat menghasilkan larutan bening tak
berwarna, tak berbau dan meghasilkan sedikit gelembung gas. Gas yang dihasilkan
ditangkap dengan batang gelas yang telah dibasahi larutan NH4OH, tidak terbentuk kabut
putih. Pengujian ini dilakukan untuk identifikasi gas Cl2. Jadi dapat ditarik perkiraan
bahwa sampel Unknown A tidak mengandung gas Cl2.
Selanjutnya gas diuji dengan kertas yang dibasahi larutan KI beramilum. digunakan
larutan KI bening yang diteteskan ke atas kertas saring lalu ditambahkan tetesan larutan
amilum yang juga bening dimana campuran tetesan KI dan larutan amilum berwarna
bening. Saat gas yang dihasilkan ditangkap dengan kertas yang dibasahi larutan KI
beramilum tidak tampak perubahan warna yang terjadi. Secara teori, kertas yang dibasahi
larutan KI beramilum akan memberikan warna biru jika mengandung gas Cl 2 dari
hipoklorit ataupun NO2 dari nitrit. Tidak munculnya bercak biru diperkirakan tidak adanya
gas Cl2 dan NO2. Jadi dapat ditarik perkiraan bahwa sampel Unknown A tidak
mengandung gas Cl2 atau gas NO2.
Saat gas yang dihasilkan diuji dengan kertas lakmus merah maka lakmus merah tidak
berubah warna. Hal ini mengindikasikan bahwa gas yang dihasilkan dari sampel Unknown
A yang direaksikan dengan H2SO4 pekat merupakan gas yang bersifat asam.

VIII. Kesimpulan
Jadi berdasarkan data-data hasil percobaan yang diperoleh saat identifikasi anion
sampel Unknown A dengan larutan H2SO4 encer dan H2SO4 pekat maka disimpulkan gas
yang dihasilkan adalah gas CO dan CO2 dari oksalat (Sampel Unknown A mengandung
anion oksalat). Kesimpulan ini semakin kuat saat membandingkan 5 sampel yang ada
disediakan oleh Laboran yang mana sampel Unknown A adalah Asam Oksalat.

IX. Daftar Pustaka

Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar. Jakarta : Erlangga.

Ibnu, Sodiq, Endang Budiasih, Hayuni Retno Widarti, dan Munzil. 2004. Common Text
Book Kimia Analitik I. Malang: IMSTEP
Sastrawidana, I Dewa Ketut, dkk. 2001. Buku Penuntun Belajar Kimia Analitik Kualitatif.
Singaraja: IKIP Negeri Singaraja
Selamat, I Nyoman dan I Gusti Lanang Wiratma. 2004. Penuntun Praktikum Kimia
Analitik. Singaraja: IKIP Negeri Singaraja.

Sodiq, Ibnu, dkk. 2004. Common Text Book Kimia Analitik I. Malang : Universitas Negeri
Malang

Svehla, E. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Edisi
Kelima. Jakarta : PT Kalman Media Pustaka

Svehla, G. 1985. Bagian I dan II Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
Semimikro. Jakarta: PT. Kalman Media Pusaka.

X. Jawaban Pertanyaan
1. Indentifikasi tersebut diatas menggunakan asam sulfat. Jelaskan apakah mungkin
menggunakan asam klorida?
Jawab :
Pada identifikasi anion dari padatan, penggunaan HCl juga dapat mengantikan H2SO4
untuk beberapa reaksi saja, misalnya reaksi identifikasi anion CH 3COO-. Namun pada uji
identifikasi anion lain, tidak bisa dilakukan karena keterbatasan sifat dari HCl. HCl
hanya bertindak sebagai asam sedangkan H2SO4 dapat bertindak sebagai asam dan
sebagai oksidator kuat. Misalnya, pada uji identifikasi anion Br-, I-, H2SO4 tidak bisa
digantikan dengan HCl karena dalam hal ini asam sulfat berfungsi sebagai oksidator.
Dengan demikian, pada uji identifikasi anion yang memerlukan oksidator kuat dari
H2SO4 tidak dapat digantikan oleh HCl.
2. Untuk prosedur identifikasi dengan H2SO4 encer saat mengalirkan gas ke dalam larutan
Ca(OH)2. Tuliskan reaksi lengkap yang terjadi!
Jawab :
Reaksinya sebagai berikut,
CO2(g) + Ca(OH)2(aq) → CaCO3(s) + H2O(l)