Anda di halaman 1dari 9

BAB VIII

FOTOSINTESIS

Semua kehidupan di atas bumi ini, pada hakekatnya tergantung pada adanya
proses asimilasi CO2 menjadi senyawa kimia organik dengan energi matahari, di
mana energi foton ini ditangkap dan diubah menjadi energi kimia dengan proses yang
dikenal sebagai fotosintesis.
Proses fotosintesis ini terjadi atau berlangsung di dalam jasad berfotosintesis,
seperti jasad tumbuhan tinggi, tumbuhan palus, lumut, ganggang (ganggang hijau,
merah, dan coklat), berbagai jasad renik (protozoa golongan Euglena, bakteri,
belerang ungu Thiorhodaceae dan bakteri belerang biru (chlorobacteriaceae).

8.1 Energi Solar


Energi matahari yang ditangkap oleh proses fotosintesis lebih dari 90 %
sumber energi yang dipakai oleh manusia untuk pemanasan, cahaya dan tenaga.
E. Solar
(hv) 30% dipantulkan kembali secara
langsung ke ruang angkasa
diserap oleh atmosfer dan
40%
BUMI diubah menjadi panas

ATMOSFER
23% diserap oleh bumi dan atmosfer
dipakai untuk penguapan,
pengendapan, angin dan
sebagainya. Energi disimpan
klorofil dalam bentuk air dan es

Kurang dari 1 % ditangkap klorofil yang terdapat dalam tumbuhan hijau dan
beberapa jasad
Dalam proses fotosintesis energi solar  energi kimia.

123
Keseluruhan proses fotosintesis dapat dituliskan dalam persamaan reaksi :

hv
6CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 O2

Sedangkan dalam bakteri berfotosintesis, H2O diganti dengan zat pereduksi


yang lebih kuat seperti H2, H2S, dan H2R (R adalah gugus organik). Ini dapat dilihat
pada persamaan reaksi :

2 CO2 + 2 H2 R 2 CH2O + O2 + 2 R
Karbohidrat
Proses reaksi fotosintesis dalam tumbuhan tinggi dibagi dalam dua tahap
yaitu:
Tahap pertama (reaksi terang cahaya), energi matahari ditangkap oleh pigmen
penyerap cahaya dan diubah menjadi energi kimia, ATP, dan senyawa produksi,
NADPH. Pada tahap ini atom hidrogen (H 2O) digunakan untuk mereduksi NADP+ 
NADPH dan O2 dilepaskan sebagai hasil samping fotosintesis, dengan demikian
reaksi ini termasuk reaksi endergonik pembentukan ATP dari ADP + Pi

Energi
H2O + NADP+ + ADP + Pi O2 + H+ + NADPH + ATP
matahari

Karena energi matahari ini diubah menjadi bentuk energi kimia, maka proses ini
disebut fosforilasi atau foto fosforilasi.
Tahap kedua (reaksi gelap cahaya), senyawa kimia berenergi tinggi NADPH
dan ATP yang dihasilkan pada reaksi terang cahaya, digunakan untuk reaksi reduksi
CO2 menjadi glukosa dengan persamaan reaksi :
CO2 + NADPH + H+ ATP glukosa + NADP+ + ADP + Pi

124
8.2 Pigmen Fotosintesis
Sel fotosintesis mengandung satu atau lebih pigmen klorofil (warna hijau),
dan beberapa lainnya seperti ganggang dan bakteri mengandung pigmen pelengkap di
samping klorofil seperti karotenoid (kuning, merah, atau ungu) dan fikobilin (biru
atau merah).

STRUKTUR KLOROFIL
DAN BAKTERIOKLOROFIL

Klorofil X Y
Klorofil a -CH=CH2 -CH3
Klorofil b -CH=CH2 -CHO
Baterio-
-CO-CH3 CH3
klorofil a

125
18'
17 16 19 20 H3C 4'
H3C CH3 CH3 CH3 5' 3'
1 7 9 11 13 15 14' 12' 10' 8' 6' 2'
2 6 8 10 12 14 15' 13' 11' 9' 7' 1'
3 5 CH3 CH3 H3C CH3
4 CH3 20' 19' 16' 17'
18

-karoten (struktur yang terperinci)

Struktur Pigmen Pelengkap Karotenoid

Struktur Pigmen Pelengkap Fikobilin


I, II, III, IV adalah cincin pirol. Bila x =
CH3CH2-, fikoeritrobilin, suatu pigmen
fotosintesis merah. Bila x = CH2 CH-,
fikosianobilin, suatu pigmen biru.

126
8.2 Transfer Elektron
Reaksi terang cahaya merupakan proses transfer elektron ini yang diakibatkan
oleh penyerapan energi matahari oleh klorofil di mana dilepaskan O2, yang terdiri
dari dua bagian :
a. Fotosistem I :
- Menyerap energi matahari pada λ : 700 nm tidak melibatkan proses pelepasan
O2
- Satu partikel yang disusun dari sekitar :
200 molekul klorofil a
50 molokul klorofil b
50 – 200 pigmen korotenoid dan satu molekul penerima energi matahari yang
disebut P 700
b. Fotosistem II :
- Menyerap energi matahari λ : 680 nm, melibatkan proses pembentukan O 2 dan
H2O
- Satu partikel yang terdiri dari klorofil a, klorofil b dan xantofil
- Penerima energi matahari P 680

Energi matahari (foton) yang ditangkap oleh pigmen pelengkap, dipindahkan


melalui beberapa molekul pigmen, disebut proses perpindahan elektron yang
akhirnya diterima oleh P 700. Akibatnya P 700 melepaskan elektron yang
mempunyai energi tinggi, proses ini berlangsung sangat cepat dan dipengaruhi oleh
suhu. Dengan mekanisme yang sama proses ini terjadi pula pada fotosistem II.
Partikel kedua fotosistem ini (I dan II) terdapat dalam membrane kantong tilakoid
secara terpisah.
Fotosistem I dan II adalah komponen penyalur energi dalam rantai
pengangkutan elektron fotosintesis, dari molekul air (donor elektron) ke NADP +
(akseptor elektron).

127
Gambar ini menunjukkan pengangkutan elektron dalam bentuk linier untuk
membanding dengan pengangkutan elektron dari proses pernapasan dalam
mitokondria.
1. Pada fotosintesis, elektron mengalir dari molekul H2O ke NADP+ sedangkan pada
pernapasan elektron mengalir dari NAD+ ke O2.
2. Pada fotosintesis terdapat dua system pigmen (fotosintesis I dan II) yang berperan
sebagai pendorong aliran elektron dengan bantuan energi matahari dari H 2O ke
NADP+ sedang pada pernafasan tidak demikian halnya.
3. Pada fotosintesis menghasilkan molekul O2 sedangkan pada pernapasan
menggunakan molekul O2.
Kedua rantai pengangkutan elektron ini menghasilkan ATP (energi kimia) dan
melibatkan ssederetan molekul pembawa elektron.

128
Pengangkutan elektron pada fotosintesis ada dua jalur yaitu :
1. Pengangkutan tak mendaur
Fotosistem II menyerap sinar matahari sehingga P 680 tereksitasi dan
melepaskan elektron ke molekul penerima elektron pertamanya (C550). Kekurangan
elektron pada P 680+ dipenuhi oleh reaksi oksidasi molekul H2O menjadi O2. Satu
molekul H2O melepaskan dua elektron yang diperlukan untuk mereduksi satu
molekul NADP+ menjadi NADPH, dirangkaikan dengan pembentukan ATP dari ADP
+ Pi, ini disebut proses fotofosforilasi atau fosforilasi dalam fotosintesis.

E.m.h
H2O + NADP+ + Pi + ADP ½ O2 + NADPH + H+ + ATP
FS I
FS II
Elektron dari F.S II melalui molekul menerima elektron seperti dalam diagram
di atas sampai pada P 700 (FS I), sementara elektron yang telah tereksitasi di FS I
dialirkan berturut-turut ke molekul substrat feredoksin (feredokxin reducing substrate
= FRS), feredoksin (Fd), feredoksin reduktase (FP) dan akhirnya ke NADP +, di mana
molekul ini tereduksi menjadi NADPH.
2. Pengangkutan mendaur
Dalam keadaan tertentu, elektron yang tereksitasi di FSI tidak dialirkan ke
NADP+, tetapi kembali ke P 700 melalui molekul penerima elektron lainnya seperti
dalam diagram di atas. Mekanisme pengangkutan elektron ini disebut juga jalur aliran
elektron siklik.

8.3 Siklus Calvin


Reaksi gelap cahaya (dark reaction) ini, menggunakan energi (NADPH dan
ATP) yang dihasilkan dalam tahap reaksi terang cahaya (light reaction) untuk reaksi
sintesis glukosa dari CO2, yang kemudian dipakai dalam reaksi pembentukan

129
senyawa pati, selulosa dan polisakarida lainnya sebagai hasil akhir proses fotosintesis
pada tumbuhan.
Dalam siklus Calvin atau daur Calvin terjadi reaksi sebagai berikut (reaksi
keseluruhan)
6 CO2 + 18 ATP + 12 NADPH + 12 H+ + 12 H2O
glukosa + 18 ADP + 18 Pi + 12 NADP+
Pada siklus Calvin atau daur Calvin terjadi proses penambatan CO2 dan
mekanisme siklik sintesis glukosa dengan melibatkan 12 enzim yaitu :
- 7 enzim yang berasal dari proses glikolisis
- 3 enzim yang berasal dari proses jalur metabolisme fosfoglukoronate.
- 1 enzim ribulosadifosfat karboksilase yang mengkatalisis reaksi ribulosa 1,5
difosfat dengan CO2 dengan H2O menjadi fosfogliserat (E1).
- 1 enzim fosforibulosa kinase yang mengkatalisis reaksi ribulosa-5 fosfat menjadi
rebulosa – 1,5 difosfat dengan bantuan ATP (E12).
Skema ringkasan keseluruhan jalur metabolism daur Calvin (siklus calvin)
dapat dilihat seperti gambar berikut ini.

E1 = ribulosa difosfat karboksilase


E2 = fosfogliserat kinase

130
E3 = gliseral dehida fosfat dehidrogenase
E12 = fosforibulokinase

Dalam siklus ini dapat dilihat pada tahap reaksi mana yang memerlukan
energi (ATP atau NADPH) dan berapa energi yang dibutuhkan untuk pembentukan
satu molekul glukosa.
Dengan demikian hubungan antara tahap terang cahaya dan tahap gelap
cahaya dalam proses fotosintesis ini dapat digambarkan secara ringkas seperti
berikut:

Energi matahari (hv) yang ditangkap oleh FS I dan FS II dalam fasa terang
cahaya diubah menjadi energi kimia NADPH dan ATP. Kedua macam energi ini
dipakai untuk penambatan CO2 dalam proses pembentukan glukosa sebagai hasil
fotosintesis dalam siklus Calvin.

131