Anda di halaman 1dari 6

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pendekatan Saintifik

Pembelajaran ilmiah Aqib (2006) mengungkapkan bahwa penerapan


pendekatan saintifik bertujuan untuk pemahaman kepada peserta didik dalam
mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah,
bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung
pada informasi searah dari guru.

Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran


yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif
mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan
mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis,
mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik
kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang
ditemukan (Setiana.2018).

Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman


kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi
menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana
saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh
karena itu kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk
mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui
observasi dan bukan hanya diberi tahu (Kemendikbud, 2013).

Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan


keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur,
meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Dalam melaksanakan proses
proses tersebut, bantuan guru diperlukan. Akan tetapi bantuan guru tersebut
harus semakin berkurang dengan semakin bertambah dewasanya peserta didik
atau semakin tingginya kelas peserta didik (Setiana.2018).

Proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik terdiri dari lima


langkah pembelajaran, yaitu: mengamati (observing), menanya (questioning),
mengumpulkan informasi (experimenting), menalar/mengasosiasi
(associating), dan mengomunikasikan (communicating).

1. Mengamati (Observing)

Kegiatan pembelajaran pada tahap ini adalah mengamati dengan indra.


Menurut Mak, et al (2009), mengamati tidak hanya dilakukan melalui
melihat saja, tetapi bisa dilakukan melalui semua panca indera seperti
mendengar, mencium, merasa, dan meraba. Dalam kegiatan mengamati,
guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk
melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, mendengar,
dan membaca. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan
pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca,
mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek.

Kompetensi yang dikembangkan pada tahap ini adalah melatih


kesungguhan, ketelitian, dan mencari informasi. Bentuk hasil belajar dari
kegiatan mengamati ini dapat berupa perhatian pada waktu mengamati suatu
objek/membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang
dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task)yang digunakan
untuk mengamati.Hasil mengamati berupa informasi dari panca indera
diperlukan untuk menemukan solusi dari permasalahan. Selain itu informasi
dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, pengalaman, orang lain,
internet dan sebagainya (Mak, et al, 2009).

2. Menanya (Questioning)

Kegiatan pembelajaran pada tahap ini adalah membuat dan mengajukan


pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi tentang informasi yang belum
dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi.
Dalam kegiatan menanya, guru membuka kesempatan secara luas kepada
peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak,
dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat
mengajukan pertanyaan: pertanyaan tentang yang hasil pengamatan objek
yang konkrit sampai kepada yang abstra berkenaan dengan fakta, konsep,
prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang bersifat
faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik (Setiana.2018).

Dari situasi di mana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari


guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan
sampai ke tingkat dmana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan
secara mandiri. Melalui kegiatan bertanya dikembangkan rasa ingin tahu
peserta didik. Semakin terlatih dalam bertanya maka rasa ingin tahu
semakin dapat dikembangkan. Pertanyaan tersebut menjadi dasar untuk
mencari informasi yang lebih lanjut dan beragam dari sumber yang
ditentukan guru sampai yang ditentukan peserta didik, dari sumber yang
tunggal sampai sumber yang beragam.

Bentuk hasil belajar dari kegiatan menanya dapat berupa jenis,


kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan
faktual, konseptual, prosedural, dan hipotetik).

3. Mengumpulkan Informasi (Experimenting)

Kegiatan pembelajaran pada tahap ini adalah mengeksplorasi, mencoba,


berdiskusi, mendemonstrasikan, meniru bentuk/gerak, melakukan
eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengumpulkan data
dari nara sumber melalui angket, wawancara, dan
memodifikasi/menambahi/mengembangkan.

Tindak lanjut dari bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi


dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Untuk itu peserta didik dapat
membaca buku yang lebih banyak,memperhatikan fenomena atau objek
yang lebih teliti, atau bahkan melakukan eksperimen. Dari kegiatan tersebut
terkumpul sejumlah informasi

Menurut Setiana (2018), dalam konteks saintifik, percobaan merupakan uji


di bawah kondisi kontrol untuk menyelidiki validitas hipotesis. Dalam
bahasa sehari-hari, eksperimen dapat diartikan sebagai pengujian ide. Dalam
konteks definisi pertama, mengkonfirmasi apakah penjelasan dari observasi
benar. Dalam konteks definisi kedua, memeriksa apakah ide yang diusulkan
untuk solusi adalah valid.

Bentuk hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan informasi dapat berupa


jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi,
validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan
untuk mengumpulkan data (Setiana.2018).

4. Menalar/Mengasosiasi (Associating)

Kegiatan pembelajaran pada tahap ini adalah mengolah informasi yang sudah
dikumpulkan, menganalisis data dalam bentuk membuat kategori,
mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam
rangka menemukan suatu pola, dan menyimpulkan.Informasi yang telah
diperoleh diolah untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan
informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan
mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan (Setiana.2018).

Bentuk hasil belajar pada kegiatan mengasosiasi dapat berupa


mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai
keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan
kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua
fakta/konsep/teori,mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan
antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan
interpretasi, struktur baru,argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan
hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak
bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan
kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis
sumber (Setiana.2018).

5. Mengomunikasikan

Kegiatan pembelajaran pada tahap ini adalah menyajikan laporan dalam


bentuk bagan, diagram, atau grafik; menyusun laporan tertulis; dan
menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan.

Metode saintifik terdiri atas tiga langkah atau proses yang sering dilakukan
oleh para ilmuwan untuk menyelidiki sifat-sifat alam.Ketiga langkah atau
proses tersebut adalah sebagai berikut:

a. Mengamati (observing), memperhatikan beberapa sifat alam. Salah


satunyadikenali sebagai masalah yang membutuhkan perhatian.

b. Menjelaskan (explaining), mendefinisikan atau memodelkan. Deskripsi


tentatif atau hipotesis dirumuskan untuk menjelaskan suatu fenomena
dan memprediksi keberadaan fenomena lainnya.

c. Menguji (testing), prediksi tersebut kemudian diuji melalui eksperimen


(Setiana.2018).
Daftar Pustaka

Aqib,Z.2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Rama Widya


Setiana, Dafid Slamet.2018. Meningkatkan Kemampuan Menyusun RPP Dengan
Pendekatan Saintifik Mahasiswa Pendidikan Matematika Uniersitas
Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.Prosiding Seminar Nasional
MIPA.Magelang
Kemendikbud.2013.Pendekatan dan Strategi Pembelajaran. Jakarta