Anda di halaman 1dari 4

Nama : Sayyid Abdul Ghoffar

NIM : 40040418060019

Tugas UTS DT & NDT

POROSITAS PADA PLAT BAJA KAPAL

Porositas

Cacat Porositas adalah sebuah cacat pengelasan yang berupa sebuah lubang lubang kecil pada
weld metal (logam las), dapat berada pada permukaan maupun didalamnya. Porosity ini
mempunyai beberapa tipe yaitu Cluster Porosity, Blow Hole dan Gas Pore.

Porositas bias terjadi dimana saja, terutama plat baja pada kapal.

Kemungkinan Penyebab terjadinya Porositas pada las baja kapal :

1. Mengelas dengan kondisi logam pengisi terkontaminasi dengan air, cat, lemak, minyak,
dan lem yang dapat menyebabkan terbentuknya dan melepaskan gas bila terjadi
pengelasan.

2. Kampuh Las yang kotor oleh air, minyak, cat dan kotoran-kotoran yang lain yang dapat
menyebabkan terbentuknya gas bila terjadi pengelasan.
3. Selang gas yang terjepit atau rusak sehingga tidak memberikan suplay shielding gas yang
cukup.

4. Aliran gas terlalu tinggi.  Aliran gas yang terbuka lebar yang menghasilkan kecepatan
aliran gas yang tinggi menciptakan turbulensi dan dapat menarik udara luar ke zona
lasan. Selain itu, itu adalah pemborosan gas dan menambah biaya yang tidak perlu untuk
suatu proyek.

5. Elektroda SMAW, elektroda FCAW, dan las busur terendam (SAW) fluks yang
menyerap kelembaban dalam lingkungan yang tidak dilindungi. Untuk mengatasi
kelembaban dalam proses pengelasan, standard cukup jelas tentang penggunaan
pengering dan oven untuk menyimpan bahan-bahan ini.

6. Lapisan galvanisasi dapat membuat masalah. Zinc meleleh pada sekitar 420 derajat C dan
titik didih sekitar 920 derajat celcius. Pada temperatur pengelasan jauh melebihi 2.000
derajat C terjadi perubahan seng (zink) dari solid menjadi gas dalam sepersekian detik.

7. Kelembaban udara sekitar juga dapat menyebabkan masalah, seperti terjadinya embun
pagi.

8. Penyalahgunaan senyawa antispatter, semprotan, atau gel bisa menjadi penyumbang


utama porositas. Bila digunakan secara berlebihan, bahan antispatter menjadi
kontaminan, mendidih menjadi gas bila terkena suhu tinggi las busur.

9. Hembusan angin/udara yang dapat mengganggu aliran shielding gas selama proses
pengelasan.  Aliran udara ini  jika melebihi dari 4 sampai 5 mil per jam, dapat
mempengaruhi proses pengelasan.

Cara Mengatasi Cacat Las Porositas:

• Pastikan elektroda yang digunakan sudah dioven (jika disyaratkan), jangan sampai kawat
las terkena air atau lembab.

• Atur tinggi busur kurang lebih 1,5 x diameter kawat las.


• Ampere disesuaikan dengan prosedur atau rekomendasi dari produsen elektroda.

• Persiapan pengelasan yang benar, memastikan tidak ada pengotor dalam benda kerja.

• Untuk material tertentu panas tidak boleh terlalu tinggi, sehingga perlu perlakukan panas.

Penanggulangan terjadinya porositi yaitu :

1) Optimalkan aliran gas lindung sehingga dapat mengusir intrusi

udara kedalam lingkungan busur. Kurangi aliran gas yang berlebihan untuk menghindari
terjadinya turbelensi yang menarik udara kedallam lingkungan busur. Perbaiki kebocoran pada
selang atau saluran gas. Hentikan aliran udara menuu okasi pengelasan yang berasal dari exhaust
fan , pintu terbuka, dll. Hidari membekunya regulator akibat penguapan CO2 dengan
menggunakan pemanas. Kurangi kecepatan las, kurangi jarak ujung obor dengan benda kerja,
tahan obor pada ujung jalur las hingga metal membeku.

2) Gunakan gas lindung khusus untuk las.

3) Gunakan kawat las yang kering dan bersih.

4) Turunkan voltase.

5) Kurangi stick out
Cara pengelasan kontuksi lambung kapal biasanya dilakukan langkah-langkah antara lain:

o Pemeriksaan ukuran alur

o Pemilihan bahan las yng tepat

o Penentuan ukuran pengelasan

o Pembersihan alur dari debu, karat, dan minyak.

Perlu diketahui bahwa perakitan konstruksi dimulaidari tengah menuju kesisi. Sedangkan untuk

pengelasan antar plat kulit dan rangka gladak atasurutanya adalah las tumpul dan kemudian
barulah lastumpang. Pengelasan dalam reparasi kapal harusdiperhatikan hal-hal berikut:

o Menentukan seteliti mungkin besarnya bagianyang rusak.

o Memperhatikan lingkungan kerja, misalnyadalam memindahkan tabung gas yang


mudahterbakar.

o memasang pengaman bila pengelasan dilakukanditempat yang tinggi.

o mempersiapkan tenaga listrik yang diperlukan.

o Dalam penggantian plat harus disiapkan lubangbatas dan harus menentukan urutan pengelasan.