Anda di halaman 1dari 6

Drama KERAJAAN MAJAPAHIT

Drama KERAJAAN MAJAPAHIT


            Nama majapahit dipilih Raden Wijaya, ketika masyarakat Madura dan Raden Wijaya
membuka lahan di desa tarik untuk membangun sebuah kerajaan, pada saat itu, ditemukanlah
buah maja yang rasanya pahit. Maka pada saat itu pulalah raden wijaya memberi nama
kerajaannya yang akan berdiri itu menjadi “ Kerajaan Majapahit”.
                Setelah kerajaan majapahit berjalan di bawah pemerintahan Raden Wijaya, Raden
Wijaya pun memiliki patih yang bernama Ranggalawe Dan Lembu Sora. Diceritakan Raden
Wijaya bersama patihnya sedang berada di ruang kerajaan .
Raden wijaya                       : wahai patih-patih ku…, berjanjilah kalian akan setia kepada ku,
berbuatlah yang terbaik untuk rakyat majapahit. Apakah kalian mengerti para patihku??
Ranggalawe & Sora            : (serentak) baik baginda, kami mengerti….
                Usai mengobrol diruang kerajaan ,ternyata Ranggalawe Dan Lembu Sora
merencanakan sebuah pemberontakanuntuk merebut tahta kerajaan dari Raden Wijaya.
Ranggalawe                          : temanku, aku tak puas dengan kedudukan yang diberikan Raden
Wijaya padaku, aku pun sudah tidak sabar untuk merebut tahta kerajaan dari Raden Wijaya.
Lembu Sora                         : benar, aku pun telah siap merebut tahtaa kerajaan, telah ada banyak
prajurit yang akan membantu kita dalam pemberontakan ini..
Ranggalawe & Sora            : ha…ha…ha… ( tertawa dengan keras)
                Setelah mereka usai menyusun rencana pemberontakan , mereka pun pergi ke
kerajaan untuk menemui Raden Wijaya.
Ranggalawe                          : hai… ( dengan keras dan tegas). Raden Wijaya mengapa kau hanya
memberiku kedudukan seperti ini???. Tak ingatkah kau, dulu kita bersama-sama berjuang
untuk mendirikan kerajaan ini!!!
Lembu Sora                         : mengapa kau tak adil seperti ini, kau memang manusia tak tahu
berterima kasih!!!
Raden wijaya                       : apa…!!! ( dengan keras)  . Kalian mengaku- ngaku seperti itu!! Yang
berjuang untuk kerajaan ini adalah para pekerja yang dengan sukarela bersedia membangun
kerajaan ini dan para prajuritku yang membantuku!
                Akhirnya pertarungan pun tak dapat dihindari. Akhir dari pertentangan itu adalah
sebuah pertarungan yang mengakibarkan raden wijaya meninggal, dan untuk menghormati
raden wijaya dibuatlah patung dalam bentuk DEWA WISNU dan SIWA.

1
Kemudian, setelah Raden Wijaya meninggal Permaisuri Tribuaneswari melaksanakan pesan
Raden Wijaya ketika masih hidup yaitu untuk mengangkat Jaya Negara menjadi Raja. Maka
diselenggarakanlah acara pemberian kekuasaan kepada Jaya Negara di depan kerajaan yang
penuh dengan rakyat yg ramai.
Tribuaneswari                     : Jaya Negara…., kemarilah dan tunduklah nak.
Jaya Negara                         : baik ibunda…
Tribuaneswari                     : anakku, sekarang kerajaan membutuhkan pemimpin, karena kau
adalah putra mahkota, maka ibunda mewakili ayahhandamu menyerahkan semua tanggung
jawab  kerajaan majapahit kepada mu…
Jaya Negara                         : maksud ibunda , ananda akan diangkat menjadi raja?
Tribuaneswari                     : iya anakku.
Jaya Negara                         : baik ibunda, ananda terima semua beban dan tanggung jawab
kerajaan majapahit ini. Ananda siap menjadi raja…
                Maka, Jaya Negara pun menjadi raja, menggantikan ayahnya jaya Negara. Saat massa
awal pemerintahan jaya Negara, ia mulai dihasut oleh mahapatihnya yang licik.
Saat diruang kerajaan
Mahapatih                            : bagida… baginda ( masuk tergesa-gesa)
Jaya Negara                         : ada apa mahapatih, kenapa kau terlihat cemas?
Mahapatih                            : sepertinya keadaan kerajaan semakin gawat baginda…
Jaya Negara                         : memangnya ada kejadian apa, keadaan kulihat baik-baik saja…
Mahapatih                            : kau tidak tahu baginda, banyak pejabat yang ingin menghianati mu
baginda, salah satunya adalah patih nimbi. Mereka harus dihukum mati…  ( marah)
Jaya Negara                         : apa?  Kalau begitu kau harus segera bertindak, cepat bereskan
mereka semua mahapatih !!!
Mahapatih                            : baik baginda   ( sambil tersenyum licik)
                Dengan berjalannya waktu, terdengarlah kabar kalau semua keluarga nambi dan
pendukungnya mati dibunuh oleh mahapatih. Dan, mahapatih pun terus menghasut
jayanegara. Akhirnya jayanegara memutuskan untuk menghukum mati mahapatih tersebut.
Jayanegara                            : dasar kau licik mahapatih,kau menghasutku demi mendapatkan
tahta kerajaan(marah)
Mahapatih                            : maafkan hamba baginda raja….(memelas)

2
                Setelah mahapatih tersebut dihukum mati, kondisi kerajaan mulai normal. Namun
dengan berjalannya waktu, pemberontakan-pemberontakan terus terjadi seperti
pemberontakan kuti yang cukup berbahaya. berkat pimpinan bhayangkari (gajah mada) maka
kuti dan kawanya dapat dilenyapkan.dan pada saat itu pulalah, gajah mada diangkat menjadi
patih kahuripan dan tak lama kemudian ia diangkat menjadi patih Kediri.
Semasihnya jaya Negara memerintah, Namun tidak disangka jaya Negara bermain intrik dengan
istri seorang tabib yang bernama tabib tanca. tanpa sepengetahuan jaya Negara, tabib tanca
ternyata telah mengetahui hal tersebut. Hingga pada akhirnya pada malam saat semua telah
terlelap, tabib tanca memasuki kamar jayanegara.
Jayanegara                            : hai tanca, ada apa gerangan malam-malam kau ada di kamarku???
Tanca                                     : tak usah berpura-pura, aku telah mengetahui keburukanmu, kau
telah berselingkuh dengan istriku, aku sudah tidak tahan denan semua ini jayanegara!!!
Jayanegara                            : hah… kau sudah tahu akan hal itu, maafkan aku tanca, aku telah
membohongimu…
Tanca                                     : aku tak bisa memaafkanmu jaya Negara… kini telah saatnya aku
membunuh mu bersiaplah untuk mati jayanegara!!  (sambil menusuk jayanegara)
                Setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi, jayanegara digantikan oleh sepupunya
Tribhuwanatunggadewi jayawardhani. Ia dibantu oleh suaminya kertawardana  untuk
menjalankan roda pemerintahan. di Pada masa pemerintahannya, meletus pemberontakan di
sadeng tahun 1331, akan tetapi pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh gajah mada.
Di ruang keluarga kerajaan
Kertawardana                      : adinda, gajah mada telah banyak membantu kita dalam
mengalahkan para pemberontak. Menurut kakanda, akan lebih baik jika adinda mengangkat
gajah mada menjadi patih mangkubumi pada upacara pelantikan.
Tribhuwanatunggadewi    : baiklah kakanda,, nanti, adinda akan mengangkat gajah mada
menjadi patih mangkubumi  kerajaan majapahit.
Kertawardana                      : semoga saja, gajah mada mempunyai tujuan yang sama dengan kita
yaitu menyatukan nusantara
Tribhuwanatunggadewi    : iya kakanda, semoga saja.
Tibalah saatnya dimana upacara pelantikan di gelar
Tribhuwanatunggadewi    : gajah mada, kau telah berhasil membantuku dalam pemberontakan
disadeng dan kuti, aku sangat berterima kasih kepada mu, berkat pengabdianmu terhadap
kerajaan, aku mengangkatmu menjadi patih mangkubumi

3
Gajah mada                          : baginda, sungguhkah engkau menganugrahiku gelar patih
mangkubumi?
Tribhuwanatunggadewi    : tentu saja, engkau pantas mendapatkannya sebagai buah dari
pengabdianmu
Gajah mada                          : terima kasih yang mulia, karena yang mulia telah menganugrahiku
gelar terhormat tersebut, maka aku berjanji di hadapan para pembesar kerajaan, aku
bersumpah “ LAMUN LUWAS KALAH NUSANTARA ISUM AMAKTI PALAPA,LAMUN KALAH RING
GURUN, RING SERAM,RING SUNDA, RING PALEMBANG,RING TUMASIK, SAMANA SUN AMUKTI
PALAPA “
                Setelah gajah mada mengucapkan janjinya, langkah pertama yang dilakukannya adalah
dengan menundukkan bali pada tahun 1343 dan dilanjutkan menakhlukkan seluruh wilayah
nusantara pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.
Hayam Wuruk                    : hai.. gajah mada, kau memang seorang patih yang sangat hebat, kau
dapat menakhlukkan nusantara dengan sumpah palapamu
Gajah mada                          : terima kasih baginda, karena engkau telah membantuku, tanpamu
juga aku tak akan bisa memperoleh ini semua.
                Pada masa pemerintahan hayam wuruk, terjadi peristiwa bubat. Peristiwa ini terjadi di
ibukota majapahit, tepatnya di sebuah lapangan luas. Awalnya adalah sebuah tipu muslihat
gajah mada untuk menundukkan kerajaan sunda padjajaran. Gajah mada telah berhasil
mendatangkan raja sunda, sri baduga maharaja dan putrinya, Dyah Pitaloka.
Hayam Wuruk                    :mahapatihku, ku kira usiaku kini sudah cukup dewasa, melihat putrid
dari sri baduga maharaja, aku ingin meminangnya, ini akan mempererat hubungan kerajaan kita
dengan kerajaan sunda padjajaran.
Gajah mada                          : tidak baginda, hamba akan menjodohkan baginda dengan dyah
pitaloka, namun perjodohan ini kita gunakan sebagai tipu muslihat agar kerajaan sunda
padjajaran mau mengakui kedaulatan kita. Bagaimana, apakah baginda setuju?
Hayam wuruk                      : baiklah mahapatihku, ku rasa itu ide yang bagus, kuserahkan
padamu urusan itu!
Dilapangan luas, saat gajah mada dan sri baduga maharaja dipertemukan…
Gajah mada                          : hai.. kau sri baduga, rajaku hayam wuruk ingin meminangmu,
namun kau harus mengakui kedaulatan majapahit, apa kau setuju??
Sri baduga                             : aku tidak setuju, aku tidak mau putriku menjadi permainan
polotikmu!

4
Gajah mada                          : dasar kau !! jika kau tidak ingin prajuritmu gugur dan terjadi
peperangan, lebih baik kau menerima penawaran ini, apa kau mengerti 1!
                Tiba-tiba dari kejauhan dating dayah pitaloka
Dyah pitaloka                      : (sambil berlari) tidak!! Aku akan setia pada kerajaan, aku tidak akan
mau menikah dengan rajamu !!
Gajahmada                           : jika itu mau mu, akan terjadi peperangan besar di tempat ini, kau
salah bila tak mau menerima penawaran ku. Menikahlah dengan rajaku!!!
Dyah pitaloka                      : aku tetep tidak mau, aku tidak mau hidup bersama rajamu, lebih
baik aku mati dari pada harus mengakui kedaulatan kerajaanmu!! Aku tidak sudi, aku akan
bunuh diriku sebagai tanda aku akan tetap setia pada kerajaanku.
Sri baduga                             : jangan anakku!!1 ayah tidak ingin kau mati, terimalah perjodohan
itu, ayah rela anakku…
Dyah pitaloka                      : tidak ayah… maafkan aku  ( sambil menusuk tubuhnya dengan
pedang )
                Sri badunga tidak  dapat menghalang keinginan putrinya, dan Dyah Pitaloka pun mati.
Terjadilah sebuah peperangan besar yang melibatkan 2 kerajaan tersebut yang dikenal dengan
peristiwa bubat. Setelah peristiwa bubat. Gajah Mada mengundurkan diri dari jabatannya
karena usia lanjut.
Hayam wuruk                      : patihku, terima kasih selama ini kau telah mengabdi pada kerajaan,
jasamu akan dicatat oleh sejarah. Walaupun kini kau sudah tak menjadi patihku lagi..
Gajah mada                          : (sambil mengangguk) saya akan tetap dan selalu berjuang demi
kerajaan majapahit baginda…
                Setelah beberapa lama majapahit Berjaya, ternyata tibalah  masa keruntuhannya
Hayam wuruk                      : mengapa seluruh pegangan ku dalam menjalan kan kerajaan ini
hilang seiring dengan berjalannya waktu???
                Karena kematian gajah mada dan ibunya Tribhuwana Tungga Dewi, hayam wuruk
kehilangan penasehatnya dan menyebabkan kerajaan menjadi gunjang ganjing. Persaingan Dan
intrik politik diantaranya keluarga kerajaan pun terjadi setelah Hayam Wuruk meninggal pada
tahun 1389.
Ketika mendengar ayahnya meninggal, maka putra Hayam Wuruk dari seorang selir yang
bernama Wirabumi pun sempat memikirkan keinginannya menjadi raja. Akan tetapi yang
berhak menjadi seorang raja untuk menggantikan Hayam wuruk adalah putri Hayam Wuruk
dari seorang permaisuri yang bernama Kesumawardhani.

5
Wirabumi                             : wardhani, kaulah yang pantas untuk menjadi raja, bukan suami mu
itu!!!dia tak pantas menjadi raja!!!
Kesumawardhani                : kak, bukan maksudku untuk tidak menjadi raja, namun aku tak siap
menjadi raja dari kerajaan ini, kak.
Wirabumi                             : Apa…?? Kau tidak siap?? Kau siap menjadi raja jika ku mau, karena
ini memang hak mu, buakan suami mu!!!
Wikramawardhana            : istriku, jika memang kau tak siap menjadi raja, aku siap
menggantikan mu.
Wirabumi                             : apa?? Kau bangga sekali mengatakan itu.. bila kau menjadi raja , ku
yakin kerajaan ini  akan runtuh!!
                 Wikramawardhana pun memerintah kerajaan majapahit. Tetapi pada tahun 1400 M,
kesumawardhani wafat, sementara Wikramawardhana mempunyai maksud  untuk menjadi
bhiksu. Kemudian tidak beberapa lama Wikramawardhana pun menyerahkan kekuasaannya
pada suhita anaknya, dan kemarahan Wirabumi semakin tak terbendung mendengar hal itu.
Dan akhirnya terjadilah peperangan diantara Wirabumi dengan Wikramawardahana yang
disebut perang paregreg. Yang mengakibatkan terbunuhnya wirabumi dan secara tidak
langsung menyebabkan semakin melemahnya kerajan majapahit.
                Dengan melemahnya kerajan majapahit, terjadilah penyerangan oleh paukan kerajaan
islam demak pimpinan raden patah yang menyebabkan runtuhnya maja pahit.
Raden patah                         : runtuhkan majapahit!!!
Prajurut                                 : hyaaaat….!