Anda di halaman 1dari 9

SITUAS USAHA DAN

PELUANG USAHA DI INDONESIA

Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu tugas


mata kuliah Kewirausahaan

Disusun oleh:
Amarul Ilma Takatsuri (18220007)

PROGRAM STUDI D3 GIZI


POLTEKKES TNI AU ADISUTJIPTO
YOGYAKARTA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peluang memasuki dunia usaha dapat dilakukan melalui beberapa jalan.
Pilihan yang akan digunakan tergantung pada situasi dan kondisi calon
pelaku usaha yang berniat terjun ke dunia usaha. Pada dasarnya, setiap
calon pengusaha memiliki sikap yang sama yaitu telah berniat dan bertekad
untuk menjadi pelaku usaha, namun situasi dan kondisi yang melekat pada
setiap calon tidaklah selalu sama.
Sebagian calon pengusaha memang harus memulai dari nol, sementara
sebagian yang lain telah terbiasa dengan kegiatan sehari-hari sebagai
lapangan pekerjaannya. Untuk sebagian yang lain, karena situasi dan kondisi
tertentu menjadi terpaksa meneruskan kegiatan usaha yang telah ada.
Sedangkan sebagian lainnya memasuki dunia usaha karena termotivasi oleh
keadaan yang memberikan dorongan sehingga individu tersebut menjadi
tertarik dan jadilah pelaku usaha. Beberapa alternatif cara bagi setiap calon
pengusaha di Indonesia yaitu untuk memulai melakukan kegiatan usaha
dengan mengenali situasi usaha dan peluang usaha di Indonesia.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana situasi usaha di Indonesia?
2. Bagaimana peluang usaha di Indonesia?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu:
1. Untuk mengetahui situasi usaha di Indonesia.
2. Untuk mengetahui peluang usaha di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Situasi Usaha Di Indonesia


1. Definisi Situasi Usaha
Situasi usaha dapat diartikan sebagai persaingan ketat di lingkungan
yang cepat berubah dan semakin sulit untuk diprediksi perubahannya.
Karena itu, setiap pengusaha harus merencanakan strategi yang
diinginkan berupa daya saing untuk mencapai kinerja yang ingin dicapai.
Pengusaha harus menggunakan strategi yang spesifik agar mampu
menjaga eksistensi dalam arena persaingan dan membangun keunggulan
bersaing yang berkelanjutan (Kambe, 2013).
2. Analisis Situasi Usaha
Perumusan strategi dalam menganalisis situasi usaha sering disebut
sebagai perencanaan strategis atau perencanaan jangka panjang. Ini
dimulai dengan analisis situasi berupa proses strategis menemukan
kesesuaian antara peluang-peluang eksternal dan kekuatan internal saat
bekerja di sekitar ancaman eksternal dan kelemahan internal.
Analisis situasi usaha paling sering mengggunakan analisis SWOT.
Menurut Kiting (2014), SWOT merupakan sebuah metode yang
digunakan untuk membuat evaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman dalam bisnis. Pembuatan analisis SWOT melibatkan tujuan
usaha yang spesifik dan identifikasi faktor internal dan eksternal untuk
mencapai tujuan tersebut. SWOT memiliki empat unsur yaitu Strength
(kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threats
(ancaman). Berikut penjelasan dari masing-masing unsur tersebut:
a. Strenght
Misalnya menganalisis tentang kelebihan apa saja yang dimiliki
usaha seperti dari segi teknologi, kualitas hasil produksi, lokasi
strategis, atau unsur kekuatan lainnya yang lebih menekankan pada
keunggulan usaha.
b. Weakness
Selain melihat unsur kekuatan, penting untuk mengetahui
kelemahan-kelemahan yang dimiliki usaha. Kelemahan perusahaan
bisa dilihat dengan melakukan perbandingan dengan usaha pesaing
seperti mencari apa yang dimiliki usaha lain tetapi tidak dimiliki oleh
usaha sendiri. Bisa juga dengan membuat daftar kelemahan
perusahaan melalui testimoni konsumen.
c. Opportunity
Unsur peluang biasanya dibuat pada saat awal membangun
usaha. Ini karena bisnis dibentuk berdasarkan peluang atau
kesempatan untuk menghasilkan keuntungan. Peluang berisi daftar
apa saja yang memungkinkan bisnis mampu bertahan dan diterima di
masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
d. Threats
Analisis terhadap unsur ancaman penting karena menentukan
bisnis dapat bertahan atau tidak di masa depan. Beberapa hal yang
termasuk unsur ancaman misalnya banyaknya pesaing, ketersediaan
sumber daya, jangka waktu minat konsumen, dan lain sebagainya.

B. Peluang Usaha Di Indonesia


1. Definisi Peluang Usaha
Berdasarkan Panincong (2016), peluang usaha terdiri dari dua kata
yaitu "peluang" dan "usaha". Peluang yang dalam bahasa Inggris di sebut
dengan opportunity yang dapat diartikan yaitu kesempatan. Secara
sederhana peluang di artikan sebagai kesempatan muncul atau terjadi
pada satu peristiwa. Sedangkan, usaha memiliki pengertian yaitu
berbagai daya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sehingga dapat
dikatakan bahwa pengertian peluang usaha adalah kesempatan yang
dapat dimanfaatkan seseorang untuk mendapatkan apa yang di
inginkannya (keuntungan-kekayaan-uang) dengan memanfaatkan
berbagai faktor baik eksternal maupun internal.
Ciri-ciri peluang usaha yang baik :
a. Peluang itu harus orisinil dan tidak plagiat.
b. Peluang itu harus dapat mengantisipasi perubahan, persaingan, dan
kebutuhan pasar di masa yang akan datang.
c. Benar-benar sesuai dengan keinginan agar peluang bisa bertahan
lama.
d. Tingkat kelayakkan usaha benar-benar teruji untuk dilakukan riset dan
trial (percobaan).
e. Bersifat ide kreatif dan inovatif bukan tiruan dari orang lain.
f. Ada keyakinan untuk mewujudkannya.
g. Ada rasa senang dalam menjalankannya.
2. Sumber-Sumber Peluang Usaha
Peluang usaha pada dasarnya dapat muncul dari mana saja. Namun,
peluang usaha paling sering berasal dari hobi atau hal-hal yang disukai
saat ini. Adapun menurut Panincong (2016), peluang usaha bisa
didapatkan melalui hal-hal seperti berikut:
a. Cita-cita
Bila keinginan untuk menjadi seorang pengusaha sangat kuat,
maka peluang akan hampir selalu terlihat semua bidang. Hampir
setiap hal yang dilihat dapat dijadikan peluang usaha.
b. Tekanan
Bila seseorang menghadapi tekanan, biasanya banyak gagasan
yang akan mucul. Tekanan bisa datang dari luar, bisa pula diciptakan
oleh diri sendiri.
c. Kecenderungan pasar
Kebutuhan konsumen sangat mempengaruhi peluang usaha.
Misal, sebagian orang cenderungan belanja langsung ke pabrik
dengan karena harga yang lebih murah. Maka munculah factory
outlet yang menawarkan barang harga murah dengan kualitas
terjamin.
d. Inovasi baru
Gagasan untuk menciptakan produk baru timbul karena adanya
kebutuhan. Bila produk tersebut berhasil diciptakan dan menarik
konsumen, dapat dikatakan pengusaha tersebut yang pertama
merintis dan menguasai pasarnya.
e. Komplemen dari produk yang ada
Sebuah produk dapat memberikan peluang usaha dengan
membuat produk-produk pelengkapnya. Produk otomotif seperti mobil
biasanya memiliki aksesori yang menyertainya. Dengan demikian,
aksesori macam ini bisa menjadi peluang bagi si pembuat produk
maupun perusahaan.
f. Peristiwa yang digemari atau munculnya tokoh
Suatu peristiwa bisa menimbulkan peluang baru. Contoh, adanya
musim kompetisi sepak bola, muncul produk-produk seperti pakaian
yang bergambar piala, pemain sepak bola favorit, dan lain-lain.
g. Wawasan
Orang yang berwawasan luas, koneksi luas, dan mau berpikir,
kemungkinan besar akan menemukan peluang usaha. Misalnya
seseorang melihat usaha yang dilakukan di luar negeri dan usaha
tersebut belum ada di negaranya, lalu dia merintis usaha tersebut.
h. Bahan bacaan
Membaca selain menambah wawasan dan pengetahuan, juga
bisa menimbulkan gagasan yang mengandung peluang usaha. Bila
sedang berpikir keras mencari peluang, ketika membaca iklan produk
barang atau jasa, ada kemungkinan bisa mendapatkan peluang
usaha.
i. Ide yang muncul tiba-tiba
Gagasan bisa muncul tiba-tiba, di mana saja, dan kapan saja.
Namun, tidak banyak orang yang bisa mewujudkannya menjadi usaha
nyata yang membawa keuntungan. Kebanyakan orang melupakan ide
yang tiba-tiba muncul dan tidak melihat bahwa idenya bisa menjadi
suatu peluang usaha.
3. Pemanfaatan Peluang Usaha
Jika ingin menjadi seorang pengusaha sukses, sebisa mungkin
jangan pernah mengabaikan peluang usaha yang ada dan sebenarnya
banyak di sekitar. Namun, peluang itu sering kali terabaikan karena
bingung untuk pemanfaatannya, serta harus dimulai dari mana.
Cara memanfaatkan peluang usaha menurut Panincong (2016) yaitu:
a. Melakukan riset pasar.
b. Mempersiapkan dan menyusun rencana.
c. Patuh terhadap aturan.
d. Pemasaran yang tepat sasaran.
4. Masalah Dan Solusi Dalam Peluang Usaha
Berdasarkan Iqbal dkk (2017), setiap usaha yang akan baru dibangun
pastinya akan memiliki berbagai jenis masalah. Namun, setiap masalah
ada solusi yang ditawarkan.
Diantara masalah yang dihadapi dalam berwirausaha yaitu:
a. Kurangnya objektifitas.
b. Kurangnya kedekatan dengan pasar.
c. Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai.
d. Diabaikannya kebutuhan financial.
e. Kurangnya diferensiasi produk.
f. Pemahaman hukum yang tidak memadai.
g. Modal.
h. Menunda bisnis.
i. Gagal melakukan pemasaran yang jitu.
Solusi untuk menanggulangi masalah tersebut antara lain:
a. Mempertahankan sikap objektifitas dan selalu mencari gagasan bagi
produk dan jasa
b. Dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki
c. Memahami persyaratan teknis dari produk
d. Menelusuri secara mendetail kebutuhan financial bagi pengembangan
dan produksi.
e. Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk dan jasa.
f. Menjamin bahwa produk dan jasa menawarkan keuntungan tertentu
yang membedakannya dengan pesaing.
g. Melindungi gagasan kreatif melalui hak paten, hak cipta, merek
dagang dan merek jasa.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Situasi usaha di Indonesia secara umun dapat diketahui dengan
memahami definisi situasi usaha dan melakukan analisis SWOT.
2. Peluang usaha di Indonesia secara umun dapat diketahui dengan
memahami definisi, sumber-sumber, pemanfaatan, serta masalah dan
solusi dalam peluang usaha.

B. Saran
1. Calon pengusaha diharap dapat mengembangkan ide dan kreatifitas yang
dimiliki agar tercipta sebuah inovasi baru yang dapat bermanfaat untuk
masyarakat.
2. Dengan melakukan analisis SWOT, diharap pengusaha mengetahui
potensi yang ada agar menjadi sarana evaluasi dan dasar untuk
mengembangkan usaha.
DAFTAR PUSTAKA

Iqbal, Muhammad, dkk. (2017). Makalah Kewirausahawan Tentang Peluang Dan


Kesempatan Berwirausaha. Jurusan Manajemen Perbankan Syariah.
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri Imam
Bonjol Padang.

Kambe, Dominikus. (2013). Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Kinerja


Developer Di Yogyakarta. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik.
Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Manessa, Daeng Firdausi. (2014). Makalah Analis Swot (Strengths,


Weaknesses, Opportunities, And Threats)

Panincong, Wija. (2016). Makalah Peluang Usaha. Universitas Muhammadiyah


Makassar.