Anda di halaman 1dari 2

1.

Konflik Individu
Konflik individu merupakan perselisihan antar individu yang didorong oleh
ketidaksukaan atau perbedaan pendapat (Kinicki & Kreitner, 2017). Pada kasus ini
terjadi konflik individu antara Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook dan Kogan.
Mark Zuckerberg dirugikan oleh Kogan karena merasa dibohongi. Pada mulanya,
Kogan meminta izin kepada Mark Zuckerberg untuk menggunakan data untuk
kepentingan pendidikan. Namun pada kenyataannya, data tersebut digunakan untuk
kepentingan politik.
Kogan juga memiliki konflik dengan piak CA. Konflik ini terjadi karena
Alexander Nix tidak terima atas tuduhan pengadilan kepada CA (Cambridge
Analytica), namun ternyata menyalahkan Kogan secara pribadi karena pelanggaran
kontrak antara Kogan dengan Alexander Nix. Konflik selanjutnya yakni antara Wylie
dengan pihak CA. Wylie dituntut karena melanggar HAKI dan perjanjian untuk tidak
bersaing. Nyatanya setelah Wylie keluar dari CA, Wylie membangun perusahaan
baru.

2. Konflik Antar Kelompok


Konfik antar kelompok merupakan perselisihan yang terjadi diantara
kelompok, tim atau departemen yang merupakan ancaman umum terhadap daya saing
dalam organisasi. Dari kasus ini, konflik yang terjadi dimana perusahaan konsultasi
politik Cambridge Analitica (CA) menggunakan data akun pengguna Facebook
sebanyak 87 juta pengguna untuk memanipulasi perilaku pemilih untuk kampanye
politik.
Menurut pihak dari Facebook angka 87 juta pengguna tersebut merupakan
perkiraan bias, dimana angka tersebut diperoleh dari jumlah maksimum koneksi
dengan pengguna yang mengunduh kuis riset psikologi yang digunakan untuk
mengumpulkan data pengguna dan membaginya secara tanpa izin. Namun Cambridge
Analityca mengklaim bahwa ia tidak menggunakan data Facebook milik Global
Science Research (GSR) ataupun turunannya dalam pemilu presiden Amerika Serikat
tahun 2016. Dan Cambridge Analytica melisensi data dari GSR sebanyak 30 juta
pengguna akun, bukan 87 juta pengguna. Adanya perbedaan sudut pandang dan
kepentingan inilah yang mengakibatkan munculnya konflik antara Facebook dengan
Cambridge Analytica (CA).
Kemudian selain konflik kelompok antara Facebook dengan Cambridge
Analytica, Facebook memiliki konflik dengan para pengguna Facebook. Pengguna
facebook merasa dirugikan karena data yang merupakan privasi mereka di berikan
untuk kepentingan politik. Selain itu, Facebook tidak terbuka dan tidak memberi
pemberitahuan terkait masalah data pengguna yang pada awalnya akan digunakan
untuk kepentingan pendidikan.