Anda di halaman 1dari 21

KULIAH ILMU KEALAMAN DASAR

PEMBAHASAN MATERI TENTANG:


“ALAM PIKIR MANUSIA DAN
PERKEMBANGANNYA”

Disusun Oleh :

Berliana Putri Fadillah


(201914500267)

1 APRIL 2020
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
UNIVERISTA INDRAPRASTA PGRI
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Alam Pikir Manusia dan Perkembangannya, dengan makalah ini masih
banyak kekurangan didalamnya.

Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita dalam mengetahui tentang Alam Pikir Manusia dan
Perkembangannya. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap
adanya kritik, saran atau usulan yang membangun agar supaya makalah ini dapat
menjadi sempurna.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang


membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................3
BAB I......................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.....................................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang...................................................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................................................6
1.3 Tujuan................................................................................................................................................6

BAB II.....................................................................................................................................................7
PEMBAHASAN.......................................................................................................................................7
2.1 HAKEKAT MANUSIA DAN SIFAT KEINGINTAHUANNYA......................................................................7
2.2 SEJARAH PENGETAHUAN MANUSIA................................................................................................11
2.3 PERKEMBANGAN PENALARAN MANUSIA........................................................................................12
2.4 PENDEKATAN ILMIAH DAN KELAHIRAN IPA.....................................................................................15
2.5 MITOS DAN MASYARAKAT...............................................................................................................15
2.6 BERIKAN CONTOH ARTIKEL / KASUS/ / BERITA TERKAIT DENGAN JUDUL / SUB BAB (JELASKAN
HUBUNGAN ARTIKEL / KASUS / BERITA DENGAN JUDUL / PEMBAHASAN)...........................................16

BAB III..................................................................................................................................................19
PENUTUP.............................................................................................................................................19
3.1 Kesimpulan......................................................................................................................................19
3.2 Daftar Pustaka.................................................................................................................................20

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ilmu Pengaetahuan Alam bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan
suatu ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-
benda di sekelilingnya, alam sekitarnya, angkasa luar, bahkan tentang dirinya
sendiri..
Rasa ingin tahu seperti itu tidak dimiliki oleh makhluk lain. Jelas kiranya
bahwa rasa ingin tahu itu tidak dimiliki oleh benda-benda tak hidup seperti
batu, tanah, api, angina, dan sebagainya. Air dan udara memang bergerak dari
satu tempat ke tempat lain, namun gerakannya itu bukan atas kehendaknya
tetapi sekedar akibat dari pengaruh alamiah yang bersifat kekal.
Bagaimana dengan makhluk-makhluk hidup seperti tumbuh-tumbuhan
dan binatang? Sebatang pohon misalnya, menunjukkan tanda-tanda
pertumbuhan atau gerakan, namun gerakan itu terbatas pada
mempertahankan kelestarian hidupnya yang bersifat tetap. Misalnya, daun-
daun yang selalu cenderung untuk mencari sinar matahari atau akar-akar yang
selalu cenderung untuk mencari air yang kaya mineral untuk kebutuhan
hidupnya. Kecenderungan semacam ini nampak berlangsung sepanjang
zaman.
Bagaimana dengan binatang yang menunjukkan adanya kehendak
berpindah (eksplorasi) dari satu tempat ke tempat yang lain? Misalnya ikan,
burung, harimau atau binatang yang sangat dekat dengan manusia yaitu
monyet? Tentunya burung-burung bergerak dari satu tempat didorong oleh
suatu keinginan, antara lain rasa ingin tahu. Ingin tahu apakah di sana ada
cukup makanan untuk disantap sendiri atau bersama yang lain. Ingin tahu
apakah disuatu tempat cukup aman untuk membuat sarang. Setelah
mengadakan eksplorasi tentu mereka menjadi tahu. Itulah pengetahuan dari
burung tadi. Burung juga memiliki pengetahuan bagaimana caranya membuat
sarang di atas pohon. Burung manyar atau burung tempua begitu pandai
menganyam sarangnya yang begitu indah bergelantungan pada daun kelapa,
namun pengetahuannya itu ternyata tidak berubah-ubah dari zaman ke zaman.
Bagaimana dengan monyet yang begitu pandai? Bila kita perhatikan
baik-baik kehidupan monyet-monyet tersebut, ternyata kehendak mereka ingin
mengeksplorasi alam sekitar itu didorong oleh rasa ingin tahu yang tetap
sepanjang zaman atau yang oleh Isaac Asimov (1972) disebut sebagai Idle
Curiousity atau Instinct Instink itu berpusat pada satu hal saja yaitu untuk
mempertahankan kelestarian hidupnya. Untuk itu mereka perlu makan,
melindungi diri dan berkembang biak.
Bagaimana dengan manusia? Manusia juga memiliki instink seperti
yang dimiliki oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan. Namun, manusia memiliki
kelebihan, yaitu kemampuan berpikir dengan kata lain curiousity-nya tidak idle

4
tidak tetap seperti itu sepanjang zaman. Manusia memiliki rasa ingin tahu yang
berkembang atau dengan kata lain, manusia mempunyai kemampuan berpikir.
Ia bertanya terus setelah tahu tentang apa-nya, mereka juga ingin tahu
bagaimana dan mengapa begitu. Manusia mampu menggunakan
pengetahuannya yang terdahulu untuk dikombinasikan dengan
pengetahuannya yang baru, menjadi pengetahuannya yang lebih baru. Hal
demikian itu berlangsung berabad-abad lamanya, sehingga terjadi suatu
akumulasi pengetahuan. Sebagai ilustrasi, kita bayangkan saja manusia purba
zaman dulu yang hidup di gua-gua atau di atas pohon. Namun karena
kemampuannya berpikir tidak semata-mata didorong oleh sekedar kelestarian
hidupnya tetapi juga untuk membuat hidupnya lebih menyenangkan, maka
mereka mampu membuat rumah di atas tiang-tiang kayu yang kokoh dan
bahkan sekarang manusia mampu membuat istana atau gedung-gedung
pencakar langit. Bandingkan dengan burung tempua dengan sarangnya yang
indah yang nampak tak mengalami perubahan sepanjang masa. Demikianlah
juga dengan harimau yang hidup dalam gua-gua atau monyet yang membuat
sarang di atas pohon tidak mengalami perubahan sepanjang zaman.
Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu
menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. Hal ini
tidak saja meliputi kebutuhan-kebutuhan praktis untuk hidupnya sehari-hari
seperti bercocok tanam atau membuat panah atau lembing yang lebih efektif
untuk berburu, tetapi pengetahuan manusia juga berkembang sampai kepada
hal-hal yang menyangkut keindahan.
Dengan selalu berlangsungnya perkembangan pengetahuan itu, tampak
lebih nyata bahwa manusia berbeda dengan hewan. Manusia merupakan
makhluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tinggi bila
dibandingkan dengan hewan atau makhluk lainnya.
Manusia sebagai makhluk berpikir diberi hasrat ingin tahu tentang benda
dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang
dirinya sendiri. Rasa ingin tahu ini mendorong manusia untuk menjelaskan
gejala-gejala alam serta berusaha memecahkan masalah yang dihadapi dan
akhirnya manusia dapat mengumpulakan pengetahuan.
Pengetahuan yang terkumpul semain banyak disebabkan rasa ingin
tahu manusia yang terus berkembang juga daya pikirnya. Rasa ingin tahu yang
terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan
pembendharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri . hal ini tidak hnya
meliputi tentang kebutuhan praktis hidupnya sehari-hari tetepi juga
berkembang sampai pada hall-hal menyangkut keindahan dan seni.
Berlangsungnya perkembangan pengetahuan tersebut lebih dipermudah
dengan adanya tukarmenukar informasi mengenai pengetahuan dan
pengalaman yang mereka miliki masing-masing . Perkembangan pengetahuan
pada manusia ini juga didukung oleh adanya sifat manusia yang ingin maju,
sifat manusia yang selalu tidak puas, dan sifat yang ingin lebih baik. Mereka
selalu berusaha mengerti dan memperoleh pengetahuan yang lebih banyak.

5
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan tersebut rasa keindahan
manusia juga ikut berkembang. Maka dalam kehidupannya pengetahuan yang
telah dimiliki tersebut bukan hanya diterapkan dan digunakan untuk kebutuhan
hidupnya tetapi juga menyangkut hal-hal yang bertalian dengan keindahan
Dengan selalu berlangsungnya perkembangan pengetahuan tampak
lebih nyata bahwa manusia berbeda dari pada hewan. Manusia merupakan
makhluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tertinggi bila
dibandingkan dengan hewan atau makhluk selainnnya.

1.2 Rumusan Masalah


Dari pemaparan latar belakang diatas penulis merumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana hakekat manusia dan sifat keingintahuannya?
2. Bagaimana sejarah pengetahuan manusia ?
3. Bagaimana perkembangan penalaran manusia ?
4. Bagaimana tentang pendekatan ilmiah dan kelahiran IPA ?
5. Bagaimana Mitos dan Masyarakat Indonesia ?
6. Contoh artikel / kasus / berita / terkait dengan alam piker manusia dan
perkembangannya dan jelaskan hubungan artikel / kasus / berita dengan alam
piker manusia dan perkembangannya.

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penlisan Makalah ini adalah bagaimana pembaca baik
mahasiswa dan umum dapat mengetahui bagaimana dinamika Alam Pikiran
Manusia Dan Perkembangannya.

6
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 HAKEKAT MANUSIA DAN SIFAT KEINGINTAHUANNYA


Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk yang berfikir (Homo
sapiens). Hal ini disebabkan sifat ingin tahu manusia yang besar, selalu
bertanya tentang siapa, apa, bagaimana, kapan, dimana mengapa dsb. Tuhan
memberi manusia kemampuan berbicara (Homo languens) hingga mampu
menyampaikan pertanyaan dan pendapatnya kepada manusia lain. Manusia
juga mampu membuat alat (Homo faber) yang dapat membantunya mencari
nafkah, seperti kemampuan manusia membuat jaring ikan, panah untuk
berburu, pisau, api untuk memasak dsb. Manusia memiliki rasa keindahan
akan sesuatu(Homo aesteticus) sehingga munculah para perancang
bangunan, model pakaian, adat istiadat suatu daerah dsb. Manusia juga
mampu melakukan jual beli (Homo economicus) seperti yang terjadi di pasar
manusia melakukan jual beli terhadap hasil kerjanya. Manusia diberi kelebihan
dalam segala hal dibanding makhluk lain.
Manusia adalah makhluk religius, yang percaya akan adanya Tuhan
yang maha adil. Manusia merupakan mahluk paling sempurna yang pernah
diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia
merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah
dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan
mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal,
dan Sualalah.
Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari
bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-
tahapan dalam proses selanjutnya, Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci.
Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah
bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera,
konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi.
Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar
konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang
menyesatkan sebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kita para
manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk
yang sempurna dan paling mulia.
Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang
terdapat di dalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan
perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan
kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Itulah sebab dari adanya penundukkan
semua yang ada di alam ini untuk manusia, sebagai rahmat dan karunia dari
Allah SWT. {Allah telah menundukkan bagi kalian apa-apa yang ada di langit
dan di bumi semuanya.}(Q. S. Al-Jatsiyah: 13). {Allah telah menundukkan bagi

7
kalian matahari dan bulan yang terus menerus beredar. Dia juga telah
menundukkan bagi kalian malam dan siang.}(Q. S. Ibrahim: 33). {Allah telah
menundukkan bahtera bagi kalian agar dapat berlayar di lautan atas kehendak-
Nya.}(Q. S. Ibrahim: 32), dan ayat lainnya yang menjelaskan apa yang telah
Allah karuniakan kepada manusia berupa nikmat akal dan pemahaman serta
derivat (turunan) dari apa-apa yang telah Allah tundukkan bagi manusia itu
sehingga mereka dapat memanfaatkannya sesuai dengan keinginan mereka,
dengan berbagai cara yang mampu mereka lakukan. Kedudukan akal dalam
Islam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia
dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia dapat
membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia. Namun,
segala yang dimiliki manusia tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga
ada pagar-pagar yang tidak boleh dilewati.
Dengan demikian, manusia adalah makhluk hidup. Di dalam diri
manusia terdapat apa-apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang
bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat,
melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya,
merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk
memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dan cinta, rasa kebapaan dan
sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan aman, menyukai harta,
menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa
senang dan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang
melahirkan rasa cinta. Hal itu juga telah menciptakan dorongan dalam diri
manusia untuk melakukan pemuasan rasa cintanya itu dan memenuhi
kebutuhannya sebagai akibat dari adanya potensi kehidupan yang terdapat
dalam dirinya. Oleh karena itu manusia senantiasa berusaha mendapatkan apa
yang sesuai dengan kebutuhannya,hal ini juga dialami oleh para mahluk-
mahluk hidup lainnya, hanya saja, manusia berbeda dengan makhluk hidup
lainnya dalam hal kesempurnaan tata cara untuk memperoleh benda-benda
pemuas kebutuhannya dan juga tata cara untuk memuaskan kebutuhannya
tersebut. Makhluk hidup lain melakukannya hanya berdasarkan naluri yang
telah Allah ciptakan untuknya sementara manusia melakukannya berdasarkan
akal dan pikiran yang telah Allah karuniakan kepadanya.
Dewasa ini manusia, prosesnya dapat diamati meskipun secara
bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui
bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya
dimulai sejak pertemuan antara spermatozoa dengan ovum.
1. Siapakah Manusia
Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam
semesta. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan
dari teori tentang spesies lain yang telah ada sebelumnya melalui proses
evolusi.
Evolusi menurut para ahli paleontology dapat dibagi menjadi empat kelompok
berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu :

8
a) Pertama, tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika
Selatan pada tahun 1942 yang dinamakan fosil Australopithecus.
b) Kedua, tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun
1891 yang disebut pithecanthropus erectus.
c) Ketiga, manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia
modern yang sudah digolongkan genus yang sama, yaitu Homo walaupun
spesiesnya dibedakan. Fosil jenis ini di neander, karena itu disebut Homo
Neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan di Solo (Homo Soloensis).
d) Keempat, manusia modern atau Homo sapiens yang telah pandai berpikir,
menggunakan otak dan nalarnya.
2. Beberapa Definisi Manusia :
a) Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan
supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
b) Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak
dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke
dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas kepadanya dunia
alam world of nature, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta
terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian
deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah
memberinya suatu kualitas seperti Tuhan
c) Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling
menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan,
ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi
dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan
peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja,
tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan
penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya
dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa
mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat
pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran
adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
d) Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-
satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ;
ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
e) Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini
memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di
samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu
quasi-miracolous yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami
dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg
tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg
belum diberikan alam.
f) 6. Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia
tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya
menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan

9
dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di
dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Kekuatan inilah yg selalu memaksa
manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat
dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.
g) Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting
mengenai nilai. Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala,
perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif
manfaat timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia
dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk
membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.
h) Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi
uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg
bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg
independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam
menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya
suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak
dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.
3. Persamaan dan Perbedaan Manusia Dengan Makhluk Lain.
Manusia pada hakekatnya sama saja dengan mahluk hidup lainnya,
yaitu memiliki hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan
didukung oleh pengetahuan dan kesadaran. Perbedaan diantara keduanya
terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran dan keunggulan yang dimiliki
manusia dibanding dengan mahluk lain.
Manusia sebagai salah satu mahluk yang hidup di muka bumi
merupakan mahluk yang memiliki karakter paling unik. Manusia secara fisik
tidak begitu berbeda dengan binatang, sehingga para pemikir menyamakan
dengan binatang. Letak perbedaan yang paling utama antara manusia dengan
makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan.
Kebudayaan hanya manusia saja yang memlikinya, sedangkan binatang hanya
memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instinctif.
Dibanding dengan makhluk lainnya, manusia mempunyai
kelebihan.kelebihan itu membedakan manusiadengan makhluk lainnya.
Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang
bagaimanapun, baik di darat, di laut, maupun di udara. Sedangkan binatang
hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang
bergerak di darat dan di laut, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan
tidak bisa meampaui manusia. Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain
dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 70.
Diantara karakteristik manusia adalah :
a) Aspek Kreasi
b) Aspek Ilmu
c) Aspek Kehendak
d) Pengarahan Akhlak

10
Selain itu Al Ghazaly juga mengemukakan pembuktian dengan
kenyataan faktual dan kesederhanaan langsung, yang kelihatannya tidak
berbeda dengan argumen-argumen yang dibuat oleh Ibnu Sina (wafat 1037)
untuk tujuan yang sama, melalui pembuktian dengan kenyataan faktual. Al
Ghazaly memperlihatkan bahwa; diantara makhluk-makhluk hidup terdapat
perbedaan-perbedaan yang menunjukkan tingkat kemampuan masing-masing.
Keistimewaan makhluk hidup dari benda mati adalah sifat geraknya. Benda
mati mempunyai gerak monoton dan didasari oleh prinsip alam. Sedangkan
tumbuhan makhluk hidup yang paling rendah tingkatannya, selain mempunyai
gerak yang monoton, juga mempunyai kemampuan bergerak secara bervariasi.
Prinsip tersebut disebut jiwa vegetatif.
Jenis hewan mempunyai prinsip yang lebih tinggi dari pada tumbuh-
tumbuhan, yang menyebabkan hewan, selain kemampuan bisa bergerak
bervariasi juga mempunyai rasa. Prinsip ini disebut jiwa sensitif. Dalam
kenyataan manusia juga mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia selain
mempunyai kelebihan dari hewan
Manusia juga mempunyai semua yang dimiliki jenis-jenis makhluk
tersebut, disamping mampu berpikir dan serta mempunyai pilihan untuk
berbuat dan untuk tidak berbuat. Ini berarti manusia mempunyai prinsip yang
memungkinkan berpikir dan memilih. Prinsip ini disebut an nafs al insaniyyat.
Prinsip inilah yang betul-betul membeda manusia dari segala makhluk lainnya.

2.2 SEJARAH PENGETAHUAN MANUSIA


Manusia selalu merasa ingin tahu maka sesuatu yang belum terjawab
dikatakan wallahualam, artinya Allah yang lebih mengetahui atau wallahualam
bissawab yang artinya Allah mengetahui sebenarnya. Perkembangan lebih
lanjut dari rasa ingin tahu manusia ialah untuk memenuhi kebutuhan nonfisik
atau kebutuhan alam pikirannya, untuk itu manusia mereka-reka sendiri
jawabannya.
A. Comte menyatakan bahwa ada tiga tahap sejarah perkembangan
manusia, yaitu tahap teologi (tahap metafisika), tahap filsafat dan tahap positif
(tahap ilmu). Mitos termasuk tahap teologi atau tahap metafisika. Mitologi ialah
pengetahuan tentang mitos yang merupakan kumpulan cerita-cerita mitos.
Cerita mitos sendiri ditularkan lewat tari-tarian, nyanyian, wayang dan lain-lain.
Secara garis besar, mitos dibedakan atas tiga macam, yaitu mitos
sebenarnya, cerita rakyat dan legenda. Mitos timbul akibat keterbatasan
pengetahuan, penalaran dan panca indera manusia serta keingintahuan
manusia yang telah dipenuhi walaupun hanya sementara.
Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia (700-600
SM) yaitu horoskop (ramalan bintang), ekliptika (bidang edar Matahari) dan
bentuk alam semesta yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi
datar sebagai lantainya sedangkan langit-langit dan bintangnya merupakan
atap.
11
Tonggak sejarah pengamatan, pengalaman dan akal sehat manusia
ialah Thales (624-546) seorang astronom, pakar di bidang matematika dan
teknik. Ia berpendapat bahwa bintang mengeluarkan cahaya, bulan hanya
memantulkan sinar matahari, dan lain-lain. Setelah itu muncul tokoh-tokoh
perubahan lainnya seperti Anaximander, Anaximenes, Herakleitos, Pythagoras
dan sebagainya.

2.3 PERKEMBANGAN PENALARAN MANUSIA


  a. Sifat Unik Manusia
Dibanding dengan mahluk lain, jasmani manusia adalah lemah,
sedangkan rohaninya atau akal budi dan kemauannya sangant kuat. Maka
untuk membelah diri terhadap serangan dari mahluk lain dan untuk melindungi
diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan manusia harus
memanfaatkan akal budinya dengan cemerlang. Kemauannya yang keras
menyebabkan manusia dapat mengendalikan jasmaninya. Hal ini  dapt
menimbulkan efek yang negatif, misalnya manusia dapat mogok makan, dapat
minum-minuman keras sampai mabuk, dan bahkan dapat bunuh diri dari
lingkungan yang merugikan itu. Hal semacam ini jarang kita jumpai pada
hewan. Jadi sifat unik  manusia itu ialah akal budi dan kemauannya
menaklukkan jasmaninya.

b. Rasa Ingin Tahu


Dengan pertolongan akal budinya manusia menemukan berbagai cara
untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan. Tetapi
adanya akal budu itu juga menimbulkan rasa ingin tahu yang selalu
berkembang. Rasa ingin tahu itu tidak pernah dapat ingin dipuaskan. Kalau
salah satu soal dapat dipecahkan, maka timbul soal lain yang menunggu
penyelesaian. Manusia tidak pernah puas dengan pengetahuan yang telah
dimilikinya. Selalu timbul keingin untuk menambah pengetahuan itu. Rasa ingin
tahu mendorong manusia untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan
untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul dalam
pikirannya. Tetapi kegagalan biasanya tidak menimbulkan rasa putus asa,
bahkan seringkali justru membangkitkan semangat yang lebih menyala-nyala
untuk memecahkan persoalan. Kegiatan untuk mencari pemecahan dapat
berupa :

a). Penyelidikan langsung.


b). Penggalian hasil-hasil penyelidikan yang sudah pernah diperoleh orang lain,
ataupun
c). Kerjasama dengan penyelidik-penyelidik lain yang juga sedang memcahkan
soal yang sama atau yang sejenis.

12
Sebenarnya setiap orang mempunyai rasa ingin tahu, meskipun
kekuatan atau intensitasnya tidak sama, sedangkan bidang minatnyapun
berbeda-beda pula.
Jadi rasa ingin tahu tiap manusia pada tiap saat belum tentu sama kuat,
demikian pula pada klompok fenomena yang menimbulkan rasa ingin tahu
biasanya berbeda-beda dan dapat berubah-ubah menurut keadaan.
Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas
untuk menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia. Dengan
selalu berlansungnya perkembangan pengetahuan itu lebih nyata bahwa
manusia berbeda dari pada hewan. Manusia merupakan mahluk hidup yang
berakal serta mempunyai derajat yang tinggi bilah dibandingkan degan hewan
atau mahluk lainnnya.

c. Rasa ingin tahu menyebabkan alam pikiran manusia berkembang


Ada dua macam pekembangan akan kita tinjau yaitu:
1). Perkembangan alam pikiran manusia sejak zaman purab hingga dewasa
ini.
2). Perkembangan alam pikiran manusia sejak lahirkan sampai akhir hayatnya.

Pada zaman puraba manusia sudah menghadapi berbagai teka teki,


terbit dan terbenamnya matahari, perubahan bentuk bulan, pertumbuhan dan
pembikan mahluk hidup, adanya angin, petir, hujan dan pelangi. Terdorong
oleh rasa ingin tahu yang sangat kuat, manusia purba mulai menyelidiki apa
penyebabnya terjadinya fenomena-fenomana itu dan apa akibatnya.
Penyelidikan ini menghasilkan  jawaban atas banyak persoalan, tetapi
kemudian timbul persoalan-persoalan baru. Dengan demikian alam pikiran
manusia mulai berkembang. Perkembangan itu berlangsung terus sampai
sekarang dan akan berlanjut di masa mendatang. Meskipun semua orang
memiliki rasa ingin tahu, tidak semua orang dan mampu mengadakan
penyelidikan sendiri. Banyak yang sudah merasa puas dengan memilih jalan
pintas yaitu bertanya kepada orang lain yang telah mengadakan penyelidikan
atau bertanya.

Alam pikiran seorang bayi yang baru lahir mengalami perkembangan


yang hampir serupa. Ketika anak kecil mengamati lingkungan, muncul
bermacam-macam pertanyaan itu, anak kecil mengadakan penyelidikan sendiri
atau bertanya kepada ibu, ayah, kakak atau orang lain yang mengasuhnya.
Dengan demikian alam pikiran anak berkembang dengan pesat . rasa ingin
tahu anak akan melemah, apabila orang-orang disekelilingnya terlalu sibuk,
terlalu malas atau terlalu bodoh untuk memuaskan rasa ingin tahu anak itu.
Dengan dwmikian alam pikiran anak itu akan terhambat.
Perkembangan alam dapat juga disebabkan oleh rangangan dari luar,
tanpa dorongan dari dalam yang berupa rasa ingin tahu. Misalnya: orang yang
tinggal dekat hutan menyaksikan kebakaran hutan,  orang yang sebenarnya

13
tidak berminat dipaksah untuk mendengarkan ceramah. Sebab eksteren
semacam itu memang dapat menimbulkan perkemangan alam pikiran
manusia, tapi hasil itu biasanya tidak mndalam dan tidak tahan lama.
Sifat ingin tahu manusia berkembang seiring dengan perkembangan umur
dan waktu dimana manusia tersebut hidup. Pada zaman pra sejarah manuia
hidup dari berburu dan berladang berpindah dari satu tempat ketempat yang
lain, kemudian meningkat menjadi petani dan peternak  yang menetap. Ada
dua macam  perkembangan alam pikiran manusia, yakni perkembangan alam
pikir manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan perkembangan alam
pikiran manusia, sejak zaman purba hingga dewasa ini. Berikut ini,
pengelompokkan perkembangan kecerdasan manusia berdasakn usia dari bayi
hingga dewasa.

a.    Masa bayi (0-2 Tahun)


     Menurut psikologi disebut juga sebagai priode sensomotorik. Pada periode
ini, perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat. Ia mulai belajar makan,
berjalan, berbicara, dan mengikat diri pada orang lain. Dengan gerakan-
gerakan anggota tubuhnya, ia belajar memadukan keterangan-keterangan
melaui semua alat indranya.

b.   Masa kanak-kanak (3-5 Tahun)


          Masa kanak-kanak disebut sebagai periode pra-operasional, dengan
kisaran usia 2-7 tahun. Pada periode ini, dorongan keingintahuannya sangat
besar, sehingga banyak yang menyebut masa ini sebagai masa bertanya.
Apalagi pada masa ini si anak sudah memiliki keterampilan berbahasa lisan.
Namun, pada masa ini pengungkapannya sering menggunakan lambing-
lambang, seperti bermain mobil dengan garasinya menggunakan kotak
kosong.

c.    Masa usia sekolah (6-12 tahun)


            Masa ini disebut juga sebagai periode operasinal nyata dengan kisaran
usia 7-11 Tahun. Pada periode ini anak sangat aktif, ditandai dngan
perkemabngan fisik, dan motorik yang baik. Para ahli psikologi menyebut juga
masa ini sebagai “masa tenang,karena proses perkembangan emosional si
anak telah mendapatkan kepuasan maksimal sesuai dengan kemapuan
individu. Perolehan pengtahuannya masih dengan induksi (pengamatan dan
percobaan), walau sudah dimulai dengan menggunakan penalaran dan logika.

d.   Masa remaja (13-20 tahun)


            Masa remaja disebut juga periode oprasional formal (11-15tahun). Periode
ini merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya sendiri
maupun dengan orang dewasa. Mereka berusaha mengekspresikan dirinya

14
sebagai orang dewasa, secara fisik, mental, dan emosional belum mampu
menggunakan nalar serta berhipotesis.

e.    Masa dewasa ( > 20 Tahun)


            Masa dewasa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri
sendiri. Mereka mampu mengendalikan perilakunya dengan baik,
menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok serta merupakan
individu yang bertanggung jawab.

2.4 PENDEKATAN ILMIAH DAN KELAHIRAN IPA


Agar supaya himpunan pengetahuan itu dapat disebut ilmu
pengetahuan, harus digunakan perpaduan antara rasionalisme dan empirisme,
yang dikenal sebagai metode keilmuan atau pendekatan ilmiah.  Pengetahuan
yang disusun dengan cara pendekatan ilmiah atau menggunakan metode
keilmuan, diperoleh melalui kegiatan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah ini
dilaksanakan secara sistematik dan terkontrol berdasarkan atas data-data
empiris. Kesimpulan dari penelitian ini dapat menghasilkan suatu teori. Metode
keilmuan itu bersifat obyektif, bebas dari keyakinan, perasaan dan prasangka
pribadi serta bersifat terbuka. Artinya dapat diuji ulang oleh siapa pun.

Dengan demikian kesimpulan yang diperoleh lebih dapat diandalkan dan


hasilnya lebih mendekati kebenaran. Jadi suatu himpunan pengetahuan dapat
digolongkan sebagai ilmu pengetahuan bilamana cara memperolehnya
menggunakan metode keilmuan, yaitu gabungan antara rasionalisme dan
empirisme.

2.5 MITOS DAN MASYARAKAT

a. Mitos
Menurut A. Comte bahwa dalam sejarah perkembangan manusia ada tiga
tahap, yaitu:
1. Tahap teologi atau tahap metafisika
2. Tahap filsafat
3. Tahap positif atau tahap ilmu.

Dalam tahap teologi atau tahap metafisika, manusia menyusun mitos


atau dongeng mengenal realita atau kenyataan, yaitu pengetahuan yang tidak
obyektif, melainkan subyektif. Mitos ini diciptakan untuk memuaskan rasa ingin
tahu manusia. Dalam alam pikiran mitos, rasio atau penalaran belum terbentuk,
yang berkerja hanya daya khayal, intuisi, atau imajinasi.
Menurut C. A. Van Peursen, mitos adal suatu ceriteria yang memberikan
pedoman atau arah tertentu kepada sekelompok orang. Lewat mitos, manusia

15
dapat turut serta mengambil bagian dalam kejadian-kejadian alam sekitarnya,
dapat menanggapi daya kekuatan alam. Contoh

a). Gunung api meletus hebat, menimbulkan gempa bumi, mengeluarkan


gempa bumi, mengeluarkan lahar panas dan awan panas, sehingga
menimbulkan banyak koban manusia, juga merusak daerah temat tinggal dan
daerah persawahan penduduk. Manusia pada tahap teologi (menurut A.
Comte) atau pada tahap mitos (C. A van peursen) belum dapat melihat realita
ini dengan inderanya, manusia belum dapat mengetahui dan menangkap
peristiwa dalam (obyek) dengan alam pikiranya, maka manusia beranggabpan
bahwa yang dianggap sakti sedang murka.

b). Gempa bumi diduga terjadi kerana Atlas (reksasa yang memikul bumi pada
bahunya) memindahkan bumi dari bahu yang satu ke bahu yang lain.

c). Gerhana bulan disangka terjadi karena bulan dimakan raksasa, menurut
mitosnya raksa itu takut pada bunyi-bunyian, maka pada waktu gerhana bulan,
manusia memukul benda apa saja yang dapat menimbulkan bunyi, supaya
raksasa itu takut, dan memuntahkan kembali bulan purnama.

d). Bunyi guntur dikira ditimbulkan oleh roda kereta yang dikendari dewa
melintas langit.

Dalam menghadapi pristiwa yang menakjubkan seperti terjadinya


gerhana, halilintar, topan, banjir, gempa, gunung meletus, manusia prmitif
selalu menghubungkannya dengan kekuasaan atau perbuatan dewa, hantu,
setan atau mahluk ghaib lainnya. Dahulu mitos sangat berpengaruh, bahkan
saat inipun kepercayaan mitos masih belum sepenuhnya hilang. Mencari jawab
atas masalah seperti itu, dengan menghubungkanya dengan mahluk-mahluk
ghaib, disebut berpikir secara irasional. Tentu saja pengetahuan yang
diperoleh secara irasional belum dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya. Manusia terhadap mitos menanggapi realita dengan
mengadakan selamatan, tari-tarian, aatau lagu-lagu tersebut terkandung
dengan cerita tentang riwayat para dewa yang sedang mengatur peristiwa-
peristiwa alam. Demikianlah manusia pada tahap mitos/teologi menjawab
keingintahuannya dengan menciptakan dongeng-dongeng atau mitos, karena
alam pikirannya masih terbatas pada imajinasi atau intuisi.

16
2.6 BERIKAN CONTOH ARTIKEL / KASUS/ / BERITA TERKAIT DENGAN JUDUL
/ SUB BAB (JELASKAN HUBUNGAN ARTIKEL / KASUS / BERITA DENGAN
JUDUL / PEMBAHASAN)

Contoh Artikel nya adalah :

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa: Penyebab, Jenis dan
cara
mengukurnya", https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/14/110000869/gempa-
penyebab-jenis-dan-cara-mengukurnya.
Penulis : Arum Sutrisni Putri
Editor : Nibras Nada Nailufar

KOMPAS.com - Tidak banyak yang diketahui mengenai gempa bumi sampai


kemunculan seismologi pada awal abad ke-20. Seismologi merupakan studi
ilmiah tentang semua aspek gempa bumi. Seismologi menjawab pertanyaan yang
sudah lama ada seperti mengapa dan bagaimana gempa bumi terjadi.
Encyclopaedia Britannica mencatat, sekitar 50 ribu gempa bumi sering terjadi
setiap tahun di seluruh bumi. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 gempa berukuran
cukup besar dengan dampak kerusakan tinggi, terlebih bila terjadi di dekat area
pemukiman. Gempa bumi yang hebat terjadi rata-rata satu kali per tahun. Gempa
bumi bertanggung jawab atas jutaan kematian dan kerusakan properti yang tak
terhitung jumlahnya.
Pengertian gempa bumi Dilansir dari NASA, gempa bumi adalah guncangan
hebat yang terjadi di permukaan bumi. Getaran ini disebabkan oleh gerakan di
lapisan terluar bumi. Sedangkan USGS, lembaga geologi AS, menjelaskan,
gempa bumi adalah ketika dua lempeng bumi tiba-tiba bergeser. Permukaan
tempat kedua lempeng bergeser disebut bidang patahan atau patahan. Gempa
bumi disebabkan oleh pergerakan kerak atau lempeng bumi tersebut. Lokasi di
bawah permukaan bumi tempat gempa bumi dimulai disebut hiposenter.
Sedangkan lokasi tepat di atas gempa bumi disbeut episentrum. Gempa bumi
adalah getaran atau goncangan yang terjadi pada permukaan bumi akibat
pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba dan menciptakan gelombang
seismik.

Penyebab gempa bumi Meski bumi terlihat cukup padat di permukaan,


sebenarnya sangat aktif tepat di bawah permukaan. Bumi terbuat dari empat
lapisan dasar yaitu kerak padat (solid crust), mantel panas hampir padat (mantle),
inti luar cair (outer core) dan inti dalam padat (inner core). Kerak padat dan
lapisan atas mantel membentuk daerah yang disebut litosfer (lithosphere). Litosfer
bukanlah bagian yang terus menerus membungkus bumi seperti kulit telur.
Litosfer sebenarnya terbuat dari potongan seperti puzzle raksasa yang disebut
lempeng tektonik. Pelat tektonik terus bergeser saat melayang di lapisan mantel

17
yang kental atau mengalir perlahan di bawah. Gerakan tanpa henti ini
menyebabkan tekanan pada kerak bumi. Tekanan terlalu besar menyebabkan
retakan yang disebut patahan. Ketika lempeng tektonik bergerak juga
menyebabkan gerakan pada patahan. Gempa bumi adalah gerakan tiba-tiba
kerak bumi di garis patahan. Energi yang memancar keluar dari patahan ke
segala arah dalam bentuk gelombang seismik seperti riak di kolam. Gelombang
seismik mengguncang bumi ketika lempeng tektonik bergerak. Ketika gelombang
mencapai permukaan bumi, berakibat pada tanah dan apapun di atasnya
berguncang. Goncangan gempa paling hebat sering terasa di dekat pusat gempa.
Namun, getaran gempa bumi dapat terasa dan terdeteksi ratusan bahkan ribuan
mil jauhnya dari pusat gempa.

Jenis- jenis gempa Menurut proses terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi:
 Gempa tektonik Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi akibat
pergeseran kerak bumi. Disebut juga gempa dislokasi karena peristiwa
tektonik mengakibatkan dislokasi pada suatu permukaan bumi. Gempa
tektonik merupakan gempa yang paling dahsyat dan sering terjadi. Sekitar
93% dari semua gempa yang terjadi di bumi adalah gempa tektonik.
Terjadinya gempa tektonik bila kulit bumi yang terdiri atas lapisan batuan
mengalami pergeseran akibat energi potensial dari dalam bumi. Saat
lapisan kulit bumi tersebut bergeser akan terjadi getaran yang disebut
gempa tektonik.

 Gempa vulkanik Gempa vulkanik atau vulkanis adalah gempa bumi yang
disebabkan akibat peristiwa vulkanis atau meletusnya gunung berapi. Saat
meletus, gunung akan mengeluarkan material dari dalam berupa batuan,
gas, cair maupun padat yang menimbulkan getaran di sekitar gunung
berapi. Umumnya daerah yang terdampak gempa vulkanis tidak begitu
besar, hanya sekitar gunung saja. Dari semua gempa di bumi, hanya 7
persen yang terjadi akibat gempa vulkanik.

 Gempa batuan Gempa batuan adalah getaran bumi yang terjadi akibat
aktivitas manusia di permukaan bumi, seperti pertambangan. Disebut juga
gempa bumi runtuhan sebab gempa ini terjadi karena runtuh atau retaknya
tanah.

 Gempa bumi buatan Gempa bumi buatan merupakan gempa bumi akibat
aktivitas manusia, contohnya peledakan dinamit, nuklir atau yang
dipukulkan ke permukaan bumi. Gempa bumi tumbukan Gempa bumi
tumbukan disebabkan tabrakan atau tumbukan meteor atau asteroid yang
jatuh ke bumi. Jenis gempa bumi ini tidak sering terjadi.

Cara mengukur gempa Energi dari gempa bumi bergerak melalui bumi dalam
getaran yang disebut gelombang seismik. Seismograf adalah alat atau sensor

18
getaran yang biasa digunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada
permukaan tanah. Para ilmuwan dapat mengukur gelombang seismik ini melalui
instrumen atau alat yang disebut seismometer atau seismograf itu. Seismometer
mendeteksi gelombang seismik di bawah instrumen dan mencatatnya sebagai
rangkaian zig-zag. Rekaman gempa bumi yang dibuat disebut seismogram.

Jelaskan Hubungan Artikel dengan Pembahasan :

Karna Alam Pikir Manusia dan Perkembangannya itu artinya manusia banyak
keinginan tahunya, misalnya ingin tau kenapa bias terjadi gempa, jadi hungan
artikel ini sangatlah kesinambungan. Fenomena alam terjadi seperti gempa bumi
dn manusia berfikir bagaimana bias fenomena gempa itu terjadi. Manusia berfikir
keingintahuannya terhadap fenomena gempa tersebut dan pada akhirnya
manusia berhasil menemuka penyebab fenomena gempa.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Hakikat Manusia dan Sifat Keingintahuannya


Manusia adalah makhluk yang lemah dibandingkan makhluk lain, namun dengan
akal budi dan kemauannya yang sangat kuat maka manusia dapat mengembangkan
ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dapat hidup dengan lebih baik lagi.
            Menurut kodratnya manusia selalu ingin tahu terhadap seluruh kehidupan
yang dilakoninya. Banyak mitos yang berkembang merupakan metode untuk
memahami segala sesuatu yang ada dan terjadi di alam jagat raya ini, berbagai
pertanyaan atas ketidaktahuan atau rasa penasaran manusia atas eksistensi jagat
raya ini hanya dijawab dengan mitos.
            Manusia mampu menggunakan pengetahuan lama untuk dikombinasikan
dengan pengetahuan baru menjadi pengetahuan yang lebih baru lagi, selain untuk
kepuasan manusia juga keperluan praktis agar hidup manusia lebih mudah dan
menyenangkan.
            Dalam sejarah manusia dapat berfikir bagaimana sumber keingintahuannya
tidak terbatas pada keadaan diri manusia sendiri ataupun keadaan sekelilingnya.

2. Sejarah Pengetahuan Manusia


Ilmu lahir seiring dengan adanya manusia di muka bumi hanya saja
penamaan ilmu-ilmu itu biasanya muncul belakangan. Pengetahuan manusia akan
selalu berkembang pesat dari dulu hingga sekarang ini dan akan masih berlanjut.
Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan ilmu tidak bisa dilepaskan dari rasa
keingintahuan yang besar diiringi dengan usaha-usaha yang sungguh-sungguh
melalui penalaran, percobaan, penyempurnaan, dan berani mengambil resiko tinggi
19
sehingga menghasilkan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi suatu generasi
dan menjadi acuan pertimbangan bagi generasi selanjutnya untuk mengoreksi,
menyempurnakan, mengembangkan, dan menemukan penemuan selanjutnya.

3. Perkembangan Penalaran Manusia


Perkembangan pengetahuan pada manusia sangat dipengaruhi oleh
perkembangan pengetahuan semasa anak-anak, berupa bimbingan yang baik oleh
orang tua dan lingkungan yang terus akan terbawa sampai dewasa.

4. Pendekatan Ilmiah dan Kelahiran IPA


Kelahiran ilmu alamiah modern mungkin saja terjadi pada zaman Yunani,
karena pada zaman inilah pendekatan kebenaran tertumpu pada rational approach
and empiric approach, yang selanjutnya menjadi cikal bakal perkembangan Ilmu
Pengetahuan yang pesat pada zaman modern. Pada tahun 1925 M laboratorium
dasar modern pertama dibangun di Universitas Glessen oleh Baron Jusius Bon
Leibig sehingga sejumlah besar senyawa kimia bernilai niaga ditemukan dan dasar
industry batu bara dan bahan celup dilotakkan.

5. Mitos dan Masyarakat Indonesia


Mitos adalah cerita-cerita atau dongeng-dongeng yang berisi tentang baik dan buruk,
hidup dan mati, dunia dan akhirat.Mitos muncul sebagai akibat rasa keingintahuan manusia
tentang alam semesta dan juga muncul dari akibat perjalanan spiritual balam pencapaian
kebutuhan batin.Yaitu pandangan manusia tentang hakikat dari kehidupannya sendiri yang
terikat pada hal yang buruk dan menyedihkan, sehingga membutuhkan ritual khusus untuk
melepaskan dari belenggu samsara.Pandangan ini mengarah dalam suatu keyakinan tentang
adanya kepungan kekuatan ghaib yang buruk maupun yang baik.
Dalam perealisasian pandangan-pandangan ini, manusia membentuk objek pengekspresian
dalam bentuk cerita atau dongengyang memberikan arahan tentang baik dan buruknya
perjalanan hidup.Objek ini di bentuk secara sistematis seakan-akan memang benar-benar
nyata.Seperti misalnya cerita tentang pandawa dan kurawa yang terdapat dalam kumpulan
buku mahabarata yang telah menjadi acuan oleh sebagian orang. Cerita itu seolah-olah
memang benar terjadi ketika diperagakan dalam bentuk seni wayang
Pada keselanjutannya, mitos menjadi kekuatan yang besar luar biasa karena memberikan
inspirasi terhadap kesadarn individu maupun kolektif dalam suatu komunitas masyarakat.
Kesadaran-kesadaran tersebut di wariskan secara turun temurun sehingga menjadi tradisi
yang keberadaannya merupakan kekuatan yang mencengkeram dan juga patent dan tidak bisa
ditawar lagi. Akan tetapi kekuatan mitos mulai tergantikan dengan kebudayaan baru yang
lebih mengedepankan aspek fungsi dan penggunaan akal secara utuh.Budaya inilah yang
sering di sebut sebagai awal dari kehidupan manusia modern.

20
3.2 Daftar Pustaka

http://adinda69.blogspot.com/2014/09/makalah-alam-pikiran-manusia-dan.html
http://arfaniamc.blogspot.com/2016/11/makalah-tentang-alam-pikiran-
manusia.html
http://resistancevoices.blogspot.com/2013/06/makalah-ilmu-alamiah-dasar-
kelahiran.html
https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/14/110000869/gempa-penyebab-
jenis-dan-cara-mengukurnya?page=4

21

Anda mungkin juga menyukai