Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

HUBUNGAN NUTRISI DENGAN TRANSCULTURAL NURSING

DISUSUN OLEH:
NURUR RACHMAN MACHMUD (33411801061)
OKTANIA AGUS RIANI (33411801062)
RASIDI (33411801063)

POLITEKNIK NEGERI MADURA JURUSAN KESEHATAN PROGRAM DIII


KEPERAWATAN KAMPUS B PAMEKASAN
TAHUN 2019– 2020
KATA PENGANTAR

Puji Tuhan, terima kasih Saya ucapkan atas bantuan Tuhan yang telah mempermudah

dalam pembuatan tesis ini, hingga akhirnya terselesaikan tepat waktu. Tanpa bantuan dari Tuhan,

Saya bukanlah siapa-siapa. Selain itu, Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada orang

tua, keluarga, serta pasangan yang sudah mendukung hingga titik terakhir ini.

Banyak hal yang akan disampaikan kepada pembaca mengenai “HUBUNGAN

NUTRISI DALAM TRANSCULTURAL NURSING”. Dalam hal ini, Saya ingin membahas

mengenai cara menjadi orang tua yang baik terutama orang tua muda. Zaman sekarang, tidak

sedikit kaum milennials yang memutuskan diri untuk menikah. Namun, mereka kurang dengan

ilmu parenting sehingga yang dibutuhkan para orang tua adalah ilmu tambahan mengenai hal

parenting. Untuk membaca lebih lengkap, Anda dapat membaca hasil makalahsaya dengan baik.

Saya menyadari jika mungkin ada sesuatu yang salah dalam penulisan, seperti

menyampaikan informasi berbeda sehingga tidak sama dengan pengetahuan pembaca lain. Saya

mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kalimat atau kata-kata yang salah. Tidak ada

manusia yang sempurna kecuali Tuhan.

Demikian Saya ucapkan terima kasih atas waktu Anda telah membaca hasil karya ilmiah Saya.

Pamekasan, Maret 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
BAB I..........................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................4
BAB II.......................................................................................................................................................6
PEMBAHASAN.......................................................................................................................................6
C. Hubungan antara Budaya dengan Makanan.........................................................................................7
D. Pengaruh akibat Kekurangan Nutrisi dalam Suatu Kebudayaan atau Transkultural............................7
E. Contoh – contoh Makanan Pantangan yang Justru Adalah Makanan Bergizi......................................8
F. Gambaran Masyarakat dengan Kasus Nutrisi yang berhubungan dengan Budaya.............................15
BAB III....................................................................................................................................................17
PENUTUP.................................................................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................18
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Faktor budaya sangat berperan penting dalam status gizi seseorang. Budaya memberi
peranan dan nilai yang berbeda terhadap pangan dan makanan. Misalnya tabu makanan yang
masih dijumpai di beberapa daerah. Tabu makanan yang merupakan bagian dari budaya
menganggap makanan makanan tertentu berbahaya karena alasan - alasan yang tidak logis. Hal
ini mengindikasikan masih rendahnya pemahaman gizi masyarakat dan oleh sebab itu perlu
berbagai upaya untuk memperbaikinya. Pantangan atau tabu adalah suatu larangan untuk
mengkonsumsi suatu jenis makanan tertentu karena terdapat ancaman bahaya atau hukuman
terhadap yang melanggarnya.
Selain itu unsur - unsur budaya mampu menciptakan suatu kebiasaan makan penduduk
yang kadang bertentangan dengan prinsip prinsip ilmu gizi. Kebiasaan makan adalah tingkah
laku manusia atau kelompok manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan makan yang meliputi
sikap, kepercayaan dan pemilihan makanan (Khumaidi, 1989). Suhardjo (1989) menyatakan
bahwa kebiasaan makan individu atau kelompok individu adalah memilih pangan dan
mengonsumsi sebagai reaksi terhadap pengaruh fisiologis, pskologis, social dan budaya.
Kebiasaan makan yang terbentuk sejak kecil dapat dipngaruhi oleh berbagai hal antara lain
perbedaan etnis, tingkat social ekonomi, geografi, iklim, agama dan kepercayaan serta tingkat
kemajuan teknologi (wardiatmo,1989). Kebiasaan makan banyak dipengaruhi oleh variable
lingkungan. Menurut den Harog (1995) kebiasaan makan dapat dibentuk oleh lingkungan sekitar
dimana seseorang hidup. Adapun beberapa variable lingkungan yang berpengaruh terhadap
kebiasaan makan suatu masyarakat adalah lingkungan hidup yang meliputi topografi, keadaan
tanah, iklim, dan flora, lingkungan budaya (system produksi pertanian) dan populasi (kelahiran,
kematian, migrasi, pertambahan penduduk, umur dan jenis kelamin).
Oleh karena itu, penyuluhan gizi penting untuk terus menerus dilakukan untuk memperbaiki
pengetahuan izi dan kebiasaan makan masyarakat. Penyuluhan gizi menjadi landasan terjadinya
perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Kelembagaan penyuluhan gizi seperti
posyandu perlu lebih diperkuat sehingga penyuluhan aktivitas tidak terabaikan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan nutrisi ?
2. Apa yang dimaksud dengan transkultural nursing ?
3. Bagaimana hubungan antara budaya dengan makanan ?
4. Bagaimana pengaruh akibat kekurangan nutrisi dalam suatu kebudayaan atau
transkultural ?
5. Apa saja contoh – contoh makanan pantangan yang justru adalah makanan bergizi ?
6. Bagaimana gambaran masyarakat dengan kasus nutrisi yang berhubungan dengan
budaya?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian nutrisi.
2. Untuk mengetahui pengertian transkultural nursing.
3. Untuk mengetahui hubungan antara budaya dengan makanan
4. Untuk mengetahui pengaruh akibat kekurangan nutrisi dalam suatu kebudayaan atau
transkultural.
5. Untuk mengetahui contoh – contoh makanan pantangan yang justru adalah makanan
bergizi.
6. Untuk mengetahui gambaran masyarakat dengan kasus nutrisi yang berhubungan dengan
budaya.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Nutrisi
Nutrisi adalah zat-zat yang terkandung dalam makanan. Nutrien (zat gizi) adalah
komponen kimia dalam makanan yang digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi dan
membantu pertumbuhan, perbaikan, dan perawatan sel – sel tubuh. Terdapat enam kelas zat gizi
yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air. Protein, karbohidrat, lemak
merupakan termasuk makronutrien, sedangkan vitamin, mineral, dan air merupakan termasuk
mikronutrien.
Beberapa ahli memberikan penjelasan mengenai pengertian nutrisi adalah ikatan kimia
yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya yang berupa energi. Selain itu energi
juga dapat membangun dan memelihara jaringan dalam tubuh serta mengatur proses kehidupan.
Nutrisi digunakan untuk makanan sebagai pembentuk energi, dimana setiap jaringan dalam
tubuh bekerja dengan baik. Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai suatu proses organism yang
menggunakan objek utamanya yaitu makanan yang sering dikonsumsi dalam kondisi yang
normal, dengan menggunakan proses degesti, absorsi serta metabolisme yang pada nantinya akan
membuang beberapa zat yang memang tidak digunakan oleh tubuh.
B. Definisi Transkultural Nursing
Keperawatan transkultural adalah suatu pelayanan keperawatan yang berfokus pada
analisis dan studi perbandingan tentang perbedaan budaya (Leininger,1987). Keperawatan
transkultural merupakan ilmu dan kiat yang humanis, yang difokuskan pada prilaku individu atau
kelompok, serta proses untuk mempertahankan atau meningkatkan perilaku yang sehat atau
perilaku sakit secara fisik dan psikokultural sesuai latar belakang budaya (Leininger, 1984).
Pelayanan keperawatan transkultural diberikan kepada klien sesuai dengan latar belakang
budayanya.

C. Hubungan antara Budaya dengan Makanan


Budaya dan makanan memiliki hubungan yang sangat erat.
1. Makanan berfungsi untuk mempertahankan, meningkatkan dan mengembalikan kesehatan
yang optimal. Pemilihan bahan, pengelolahan, penyajian dan pengomsumsiannya berkaitan
dengan budaya individu, keluarga, dan komunitas tempat. Misalkan budaya makan nasi saat
panen padi dan meninggalkan makan sayur-sayuran (wortel) di daerah Cianjur pada era 70-an,
ternyata menyebabkan angka rabun senja meningkat saat musim padi dan menurun saat musim
tanam padi, dll.
2. Budaya mempengaruhi individu dan keluarga dalam menentukan makanan yang
dikonsumsi. Orang muslim tidak akan memakan daging anjing, babi, atau hewan yang dianggap
halal, misalnya ayam, jika tidak disembelih dengan menyebut nama Allah SWT, dll.
3. Makanan juga dikaitatkan dengan jenis kelamin, makanan maskulin atau feminim. Gado-
gado, rujak, ketoprak, sate ayam, soto ayam, atau teh adalah makanan yang feminim yang identik
dengan perempuan. Sate kambing, sop kambing, atau kopi adalah makanan maskulin yang
berindentik dengan lelaki.
4. Makanan juga dikaitkan dengan usia, susu dan madu adalah makanan untuk anak-anak.
Makanan untuk orang dewasa adalah kacang goreng, kopi atau teh tubruk.
5. Makanan juga berkaitan dengan kondisi kesehatan seseorang, makanan orang sakit
biasanya dengan sedikit garam dan tanpa cabe sehingga terasa hambar.
6. Makanan dapat juga memperat hubungan kekerabatan. Pada orang jawa atau orang sunda
saat lebaran, mereka akan mengantar makanan kepada orang yang lebih dituakan walaupun yang
lebih muda lebih miskin. Makanan hantaran di sini berfungsi sebagai bentuk pengakuan bahwa
yang menerima dituakan dihormati sekaligus ucapan syukur orang yang lebih muda kepada
orang yang lebih tua.
7. Makanan dapat membangun dan mempertahankan hubungan antar manusia, misalnya
makanan yang dibawa sendiri-sendiri kemudian diletakkan ke suatu tempat selanjutnya di santap
bersama-sama.

D. Pengaruh akibat Kekurangan Nutrisi dalam Suatu Kebudayaan atau Transkultural


Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang dalam kuantitas dan kualitas)
menyebabkan pada proses-proses yakni :
1. Pertumbuhan
anak-anak tidak tumbuh menurut potensialnya. Protein digunakan sebagai zat pembakar,
sehingga otot-otot menjadi lembek dan rambut mudah rontok. Anak-anak yang berasal dari
tingkat social ekonomi menengah keatas rata-rata lebih tinggi daripada yang berasal dari
keadaan social ekonomi rendah.
2. Produksi tenaga
Kekurangan energy berasal dari makanan, menyebabkan seorang kekurangan tenaga untuk
bergerak,bekerja, dan melakukan aktivitas. Orang menjadi malas, merasa lemah, dan
produktivitas kerja menurun.
3. Pertahanan tubuh
Daya tahan terhadap tekanan atau stress menurun. System imunitas dan anti bodi berkurang,
sehingga orang mudah terserang infeksi seperti pilek, batuk, dan diare. Pada anak-anak hal ini
dapat membawa kematian.
4. Stuktur fungsi otak
Kurang gizi pada usia muda dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental, dengan
demikian kemampuan berpikir. Otak mencapai bentuk maksimal pada usia dua tahun.
Kekurangan gizi dapat berakibat terganggunya fungsi otak secara permanen.
5. Perilaku
Bagi anak-anak maupun orang dewasa yang kurang gizi menunjukkan perilaku tidak tenang.
Mereka mudah tersinggung, cengeng, dan apatis. Dari keterangan diatas tampak, bahwa gizi
yang baik merupakan modal bagi pengembangan sumberdaya manusia.
6. Akibat gizi lebih pada proses tubuh
Gizi lebih menyebabkan kegemukan atau obesitas. Kelebihan energi yang dikonsumsi disimpan
di dalam jaringan dalam bentuk lemak. Kegemukan merupakan salah satu faktor risiko dalam
terjadinya berbagai penyakit degenerative, seperti hipertensi atau tekaan darah tinggi, penyakit-
penyakit diabetes, jantung koroner, hati dan kantung empedu.
Kebutuhan gizi tiap orang berbeda-beda dan hal tersebut berhubungan dengan jenis kelamin,
usia, berat badan, tinggi badan dan juga aktifitas seseorang. Oleh karena itu setiap individu
sangat berbeda dalam menerima konsumsi makanan. Di samping itu keanekaragaman makanan
juga harus diperhatikan karena pada dasarnya setiap jenis makanan tertentu tidak mengandung
semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga perlu beberapa makanan lain untuk
mendapatkan komposisi makanan sesuai yang dianjurkan. Oleh karena makanan yang beraneka
ragam yang mengandung protein, lemak, karbohidrat serta beberapa mineral lain yang
dibutuhkan tubuh dari beragam jenis makanan yang dikonsumsi setiap hari.

E. Contoh – contoh Makanan Pantangan yang Justru Adalah Makanan Bergizi


1. Kalkun
Ada mitos yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi kalkun menyebabkan kantuk. Hal itu tidak
benar, rasa kantuk seseorang disebabkan oleh kandungan tryptophan atau asam amino dalam
tubuh. Daging kalkun tidak memiliki asam yang memungkinkan terciptanya zat – zat tersebut.
Daging kalkun memiliki banyak kelebihan karena selain bergizi tinggi, dapat menyembuhkan
penyakit. Di samping itu, daging kalkun membantu pertumbuhan dan kecerdasan anak. Masih
banyak manfaat daging kalkun seperti mencegah penuaan dini. Daging kalkun diyakini
memiliki kandungan protein 34,3 persen atau setara dengan dua kali daging sapi
dan sangat baik untuk mengganti sel tubuh yang rusak.
Selain itu, daging kalkun memiliki kandungan asam amino dan lysine yang banyak dibutuhkan
untuk pertumbuhan dan perkembangan otak dan kecerdasan anak mulai 3-6 tahun. Daging
kalkun mempunyai kandungan rendah lemak yang bisa menghindari kelebihan kolesterol.
Daging kalkun juga mengandung energi yang lebih tinggi dari ayam maupun telur ayam.
2. Kolostrum
Pada mitos yang salah disebutkan bahwa ASI pertama atau kolostrum (yang berwarna
kekuningan) tidak baik bagi bayi, karena ASI pertama atau kolostrum adalah susu basi. Mitos
tersebut sangat tidak benar. Kolostrum adalah zat terbaik bagi bayi. Kolostrum adalah cairan
yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi
menyusui langsung akan merangsang ASI cepat keluar.
3. Kedelai
Mitos bahwa jika ingin hamil hindari kedelai.mitos ini tidak benar. Anak adalah dambaan tiap
pasangan suami istri. Namun untuk memperoleh keturunan sangatlah salah apabila menghindari
kedelai agar hamil. Kacang kedelai dikenal sebagai makanan terbaik kadar proteinnya, dapat
mencapai 35 persen daripada beratnya. Dikatakan bahwa kacang kedelai dibandingkan dengan
beratnya dapat menghasilkan dua kali protein daging, empat kali telur, empat kali gandum, lima
atau enam kali roti dan dua belas kali susu.
Ternyata protein kacang kedelai bukan saja jumlahnya yang banyak, tetapi juga mempunyai
kualitas yang baik. Umumnya cukup dikenal bahwa protein hewani seperti daging, susu, dan
telur adalah protein yang lengkap, sementara protein nabati adalah protein yang tidak lengkap.
Tetapi ternyata protein kacang kedelai, walaupun termasuk protein nabati lebih mirip
menggambarkan protein hewani daripada protei nabati.
Penggunaan minyak kacang kedelai ternyata dapat menghindarkan penyakit jantung. Sebab
utamanya adalah, oleh karena minyak kacang kedelai adalah sumber lechitin.
Berbagai penelitian yang dibuat menunjukkan bahwa lechitin dari kacang kedelai bila diberikan
kepada binatang atau manusia dapat menurunkan kadar kolesterolnya.
Jumlah mineral – mineral dari 100 gram kacang kedelai sebagai berikut :
a. Kedelai memiliki mineral yang tertinggi dari semua makanan, yaitu 3261 mg,
dibandingkan dengan makanan berikut yang terbanyak hanya 2121 mg, yaitu terdapat dalam air
tebu.
b. Kacang kedelai mempunyai mineral kalium yang tertinggi dari semua makanan yaitu 1835
mg, sedangkan yang kedua tertinggi ialah buah apricot kering yang mengandung 1790 mg
kalium.
c. Setelah coklat pahit 292 mg, dan kacang mente 267 mg, kacang kedelai adalah sumber
magnesium yang ketiga tertinggi dengan jumlah 225 mg.
d. Kacang kedelai mengandung natrium yang rendah, hanya 4 mg saja.
e. Kacang kedelai mempunyai kalsium yang kaya yaitu 227 mg, dikalahkan hanya oleh tujuh
makanan yang lainnya.
f. Setelah hati, (12.1 mg) kacang kedelai adalah sumber besi yang kedua tertinggi, dengan
jumlah 8 mg.
Kedelai terkenal sebagai makanan antikanker. Dalam kedelai terdapat sejumlah zat yang secara
bersama – sama saling menguatkan dalam menghabisi benih kanker. Senyawa inhibitor protease
kedelai, yang punya nama khusus inhibitor Bowman-Birk, ampuh melumpuhkan berbagai jenis
kanker. Daya bunuh kanker tersebut dibantu serat kasar kedelai, yang kadarnya lumayan tinggi
(2 gram per 100 gram). Dalam hal melawan kanker, inhibitor protease dan serat kasar bekerja
sama dengan genistein. Senyawa satu ini akan menghentikan pembentukan suatu enzim pemasok
“makanan” bagi benih kanker dan merusak lintasan penyalurannya. Karena pasokan makanannya
dihabisi, maka terhenti pulalah pertumbuhan kanker. Itulah sebabnya mengapa kedelai dipastikan
mampu mencegah dan membantu penyembuhan segala jenis kanker. Dari kanker usus besar,
kanker paru-paru, kanker kulit, kanker payudara, kanker prostat, hingga kanker darah (leukimia).
4. Nanas dan Pisang
Ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi pisang dan nanas. Mitos ini sangat dipercaya oleh sebagian
masyarakat di Jawa, karena bisa mengakibatkan keputihan. Konsumsi pisang dan nanas justru
disarankan karena kaya akan vitamin C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh
dan melancarkan proses pembuangan sisa – sisa pencernaan. Adapun keputihan tidak selalu
membahayakan. Saat hamil maupun setelah melahirkan adalah normal apabila ibu mengalami
keputihan. Kecuali jika keputihan tersebut terinfeksi bakteri, jamur, & virus yang biasanya
dengan keluhan gatal, bau, dan warnanya kekuningan atau kecoklatan.
Mungki pernah mendengar bahwa nanas dan pisang menyebabkan becek ? Padahal, tak ada bukti
ilmiahnya. Jadi, sama sekali tidak beralasan karena takut dan membatasi diri untuk
menyantapnya. Apalagi, tidak ada kaitan jelas antara mengonsumsi buah-buahan tersebut dan
kerja organ-organ seksual, baik pria maupun wanita. Nanas dan pisang justru mengandung zat-
zat tertentu yang dibutuhkan tubuh, terutama vitamin C dan kalium dalam pisang yang justru
berkhasiat menahan cairan tubuh. Lagi pula kondisi basah sebetulnya merupakan pertanda
alamiah bahwa pihak istri telah siap menerima kehangatan dari suaminya. Sementara kondisi
kering malah akan menimbulkan lecet dan rasa sakit yang bakal menyiksa keduanya. Boleh
dibilang yang paling berperan dalam hal ini adalah sensitivitas dan kekencangan otot-otot tubuh,
terutama otot-otot dasar panggul yang melingkari tulang organ kelamin. Kedua hal inilah yang
amat berperan menentukan daya cengkeram sekaligus meningkatkan kualitas hubungan suami-
istri. Jadi, pada mereka yang sensitivitasnya tidak mengalami gangguan, tersentuh sedikit saja
sudah akan terbangkitkan gairahnya. Jika pun menurun tingkat kepekaannya, entah pada bagian-
bagian tertentu atau justru seluruh tubuh, masih memungkinkan untuk diterapi lewat pengobatan
dan pelatihan. Sambil tak lupa menggali akar permasalahannya kenapa bisa terjadi demikian,
mengingat akibatnya dirasakan secara fisik, meski awalnya bersifat psikis.
“ Nanas mengakibatkan keguguran.“ Pendapat ini belum dibuktikan secara medis. Tetapi bagi
beberapa orang, nanas bisa menyebabkan gangguan lambung, terlebih asam lambung memang
meningkat dikala hamil. Tentu orang yang sensitive lambungnya terhadap nanas, sebaiknya
menghindari buah ini dikala hamil. Tetapi bagi mereka yang aman-aman saja terhadap nanas
justru baik menyantap buah ini. Tak lain karena nanas mengandung vitamin A dan C serta
mengandung enzim bromelin yang baik untuk mencerna protein. Apalagi bila nanas ada pada
acar dan beberapa masakan dengan variasi olahan menggunakan nanas.
Pisang bisa membuat gemuk. Mungkin pernyataan ini sudah akrab di telinga Anda. Tetapi,
apakah pernyataan ini benar? Pisang merupakan buah yang sarat gizi, hampir tidak mengandung
lemak dan mudah dicerna. Karbohidrat didalam pisang sekitar 23-35%, lemak 0,2% dan seperti
bahan nabati lainnya, pisang bebas kolesterol. Sebanyak 100 gram pisang akan memberikan
kalori sebesar 120 kalori.
Buah ini juga kaya kalium dan mengandung magnesium, selenium, besi dan vitamin – vitamin
serta bebas Natrium. Pisang kaya dengan vitamin B-6 yang dibutuhkan untuk kesehatan mental
seseorang. Kekurangan vitamin B-6 ini dapat menyebabkan seseorang mudah lelah dan marah
serta susah tidur.
Mengkonsumsi satu setengah buah pisang setiap hari akan mencukupi kebutuhan tubuh terhadap
vitamin B-6 ini. Menyantap makanan kaya kalium dan vitamin B6, khususnya pisang segar
(bukan pisang rebus atau pisang goreng) juga dapat mengurangi rasa nyeri, ngilu dan sakit pada
persendian. Mengkonsumsi pisang 3-4 kali sehari bahkan dipercaya dapat membantu
mengurangi gejala radang sendi (arthritis). Pisang merupakan makanan kaya kalium. Satu buah
pisang berukuran sedang mengandung 467 mg kalium, yang memberikan 13% kebutuhan kalium
harian. Data penelitian menunjukkan bahwa pengambilan kalium oleh tubuh berhubungan
dengan efek penurunan tekanan darah.
Pada tahun 2001, FDA (Food and Drug Administration; semacam Badan POM di USA),
menyetujui bahwa makanan yang merupakan sumber kalium dan rendah natrium barangkali
dapat mengurangi resiko terjadinya peningkatan tekanan darah dan stroke. Sebagai sumber
kalium, pisang dapat membantu mengurangi resiko peningkatan tekanan darah.
Di dalam New England Journal of Medicine bahkan disebutkan, bahwa mengkonsumsi satu buah
pisang sehari dapat menurunkan resiko stroke sampai 40%. Jika anda merasa lesu di antara
waktu makan, ambil saja pisang. Gula buah yang terkandung di dalamnya (yang tergolong
karbohidrat sederhana), akan mudah dicerna dan masuk ke aliran darah sehingga menghasilkan
energi instant. Selain itu, dengan pasokan kalium dari pisang, jaringan otot akan bertenaga
kembali selama beberapa saat sebelum tubuh mendapatkan pasokan energi darurat dari makanan
utama. Karena hal ini pula, tidak heran jika para atlet terutama atlet tennis seringkali
mengkonsumsi pisang sebelum dan pada saat bertanding untuk pengusir lelah dan pemberi
tenaga.
Didalam The Food Pharmacy oleh Jean Carper, pisang bahkan disebut sebagai makanan mujarab
bagi penderita penyakit mag. Barangkali sifat spasmolitik pisang, yang menurunkan kerja
lambung dan mengurangi sekresi enzim serta asam lambung, turut berperan dalam menghasilkan
khasiat ini.Kandungan pektin yang tinggi didalam pisang juga dapat melindungi selaput lendir
lambung terhadap pengaruh asam lambung dan enzim (pepsin). Pisang juga kaya serat makanan
atau karbohidrat kompleks yang akan membantu memperlancar buang air besar dan sangat baik
untuk mencegah kanker usus besar.
5. Telur
Ibu hamil dilarang mengkonsumsi telur, karena dikhawatirkan ASI-nya berbau amis. Mitos
tersebut tidak benar. Telur mengandung protein hewani yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Selain
itu, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya kolesterol, selain daging,
kuning telur kini termasuk makanan yang dihindari. Padahal, para ahli kini menyimpulkan
bahwa telur tidak mempengaruhi kadar kolesterol secara signifikan. Bukan kolesterol yang
mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah, tetapi lemak jenuh. Telur diketahui hanya
mengandung sedikit lemak jenuh. Mengkonsumsi telur bisa memperbaiki kadar lipid (kolesterol)
seseorang yang kolesterolnya naik saat mengkonsumsi makanan kaya kolesterol.
Ada begitu banyak nutrisi penting dalam sebutir telur. Sebut saja choline, yang sangat penting
untuk fungsi otak dan kesehatan. Satu buah kuning telur mengandung lebih dari 25 persen
kebutuhan choline setiap hari. Orang dewasa membutuhkan 425 gram choline per hari,
sedangkan anak balita butuh 250 gram per hari. Sebuah penelitian mengungkapkan konsumsi
choline yang cukup bias menurunkan risiko kanker payudara.
Telur juga mengandung antioksidan serta lutein yang membantu mencegah gangguan
penglihatan akibat penuaan dan katarak. Kadar lutein dalam telur bahkan lebih banyak dibanding
pada sayuran berdaun hijau. Telur mempunyai kandungan zat gizi yang cukup tinggi, antara lain
mengandung delapan asam amino esensial yang baik untuk pertumbuhan anak dan kesehatan
tubuh. Selain itu, telur juga mengandung mineral selenium (Se). Pria membutuhkan asupan
selenium untuk pembentukan kualitas dan kuantitas sperma. Satu butir telur dapat menghasilkan
10 persen dari total kebutuhan tubuh terhadap selenium. Telur juga mengandung vitamin D yang
dapat membantu penyerapan kalsium untuk pembentukan tulang. Selain itu, telur juga
mengandung vitamin E. Kombinasi antara selenium dan vitamin E berperan sebagai antioksidan
yang dapat mengurangi risiko kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas.Telur juga diketahui
sebagai sumber vitamin B12, vitamin B6, dan folat yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh dan
melindungi sel – sel saraf. Kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan
sel – sel saraf. Wanita hamil yang kekurangan vitamin B12 mempunyai risiko anaknya akan
mengalami kerusakan pada sistem saraf.
6. Jeruk
Ada mitos yang menyatakan bahwa jeruk menyebabkan meningkatkan lendir pada paru
bayi dan resiko kuning saat bayi lahir. Justru jeruk sumber vitamin C yang tinggi. Kandungan
jeruk bukan hanya vitamin C tinggi, tetapi juga potasium, folat, kalsium, thiamin, niacin, vitamin
B6, fosfor, dan lain sebagainya. Kelebihan jeruk, mengandung serat tinggi. Walau begitu, tidak
mengandum sodium, lemak, dan kolesterol, karena itu aman bagi yang berdiet. Serat membantu
menurunkan kadar kolesterol dalam plasma dengan cara mengganggu proses reabsorpsi asam
empedu. Vitamin C dalam jeruk berperan menyerap zat besi non-organik (zat besi dari makanan
non – hewani), sehingga dapat mencegah dan membantu penyembuhan penyakit. Vitamin C juga
berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel serta penyakit jantung dan
kanker. Vitamin C berguna sekali bagi mereka yang menderita infeksi atau penyakit yang telah
berlarut – larut.
7. Makanan Laut
Mungkin kita sering mendengar ungkapan bahwa ibu hamil dilarang mengkonsumsi ikan
laut karena menyebabkan ASI berbau amis dan luka jahitan sulit kering. Mitos tersebut tidak
benar. Justru ikan laut mengandung protein yang sangat dibutuhkan ibu hamil untuk mengganti
sel – sel rusak.
Ada juga pernyataan bahwa salah satu cara menurunkan kolesterol dengan pantang makanan
laut. Tidak perlu menghindari makanan laut sama sekali. Kuncinya adalah konsumsi dalam
jumlah wajar karena makanan laut memang mengandung kolesterol. Kadar kolesterol dalam
tubuh sebagian besar dipengaruhi oleh lemak jenuh dan trans fatty acid. Keduanya ini terdapat
dalam daging merah dan makanan kemasan olahan. Trans fatty acid terdapat di snack kemasan,
gorengan, atau margarin yang berisi minyak hydro genated.
Protein, zat besi, serta asam lemak omega-3 dalam makanan laut bisa membantu meningkatkan
pertumbuhan otak bayi. Menurut penelitian yang dilakukan di Inggris, kekurangan konsumsi
makanan laut selama masa kehamilan bisa mengakibatkan lemahnya kemampuan verbal,
gangguan perilaku, serta masalah tumbuh kembang lain pada anak.
Ikan dan kerang – kerangan saat ini sudah terbukti merupakan makanan yang baik untuk otak.
Makanan – makanan tersebut mengandung asam lemak esensial yang bermanfaat, yakni Omega-
3, serta sejumlah vitamin, mineral,dan asam amino. Asam lemak omega-3 jenin DHA dan EPA
yang banyak ditemukan dalam ikan berminyak terbukti berperan sangat penting untuk kesehatan
dan perkembangan fungsi saraf dan otak. Minyak hati ikan cod yang menjadi favorit pada zaman
dulu, ternyata bukanlah sumber utama lemak esensial untuk anak- anak karena sisa polutan yang
tersimpan dalam hati ikan cod.
Asam lemak esensial tidak dihasilkan di dalam tubuh, karena itu kita harus mendapatkannya dari
luar, yaitu dari makanan. Ada kekhawatiran bahwa makanan modern tidak mengandung cukup
lemak Omega-3. Kekurangan zat gizi ini dikaitkan dengan lemahnya konsentrasi dan memori,
disleksia, masalah perilaku, kesulitan belajar, juga hiperaktif pada beberapa anak yang sensitive.
Ikan juga merupakan sumber kolin, yaitu nutrisi yang diperlukan (bersama lesitin dan vitamin B
kompleks) untuk menghasilkan bahan kimia asetilkolin di otak, agar memori dapat bekerja cepat
dan meningkatkan kemampuan belajar. Kerang – kerangan merupakan sumber seng, mineral
penting bagi kemampuan memori dan konsentrasi otak. Penelitian menunjukkan bahwa
kekurangan sedikit saja seng dapat mengakibatkan ketidakseimbangan fungsi mental. Akibatnya,
anak menjadi sensitif, suasana hati mudah berubah, dan hilang nafsu makan. Bila kekurangan
tersebut teratasi, biasanya kemampuan memori akan membaik kembali. Hidangan laut juga
mengandung asam amino tirosin, yang dikaitkan dengan peningkatan energi mental dan
kewaspadaan jika digunakan bersama vitamin B kompleks dalam jumlah cukup, yang penting
untuk produksi energi.
8. Daging Kambing
Benarkah ibu hamil dilarang mengkonsumsi daging kambing ? Jawabannya adalah ibu hamil
boleh saja mengkonsumsi daging kambing dengan porsi yang wajar, kecuali ibu hamil yang
menderita kelebihan kolesterol atau penyakit jantung.
Daging kambing mentah memiliki kandungan lemak 50 persen hingga 60 persen lebih rendah
dibandingkan dengan daging sapi, akan tetapi kandungan proteinnya hampir sama. Daging
kambing juga memiliki kandungan lemak 42 persen hingga 59 persen lebih rendah jika
dibandingkan dengan daging domba.
Hal yang sama untuk daging kambing yang sudah dimasak, presentase lemak jenuh daging
kambing 40 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan daging ayam (tanpa kulit) dan masing
– masing 850 persen, 1100 persen, dan 900 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan daging
sapi, babi, dan domba.
Kandungan kolesterol daging kambing ternyata hampir sama dengan daging sapi, domba, babi,
dan ayam dan lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa produk susu dan daging ayam
olahan dan makanan laut.
Daging kambing mengandung kolesterol sebanyak 76 mg persen, sedangkan untuk daging sapi,
ikan, dan domba adalah 70 mg persen. Kandungan kolesterol daging babi dan ayam adalah 60
mg persen. Daging kambing juga sumber lemak yang sehat dengan risiko mengkonsumsi
kolesterol yang minimum. Di samping itu, daging kambing mengandung lebih banyak zat besi,
potasium dan tiamin yang berhubungan dengan kandungan garam yang lebih rendah.
Daging kambing mengandung semua asam amino esensial dan mengandung lebih rendah kalori.
Oleh karena itu, daging kambing tergolong ke dalam bahan makanan yang bersahabat dan sehat
untuk dikonsumsi, asalkan saja tidak secara berlebihan.
9. Yoghurt
Ibu hamil tidak boleh minum yoghurt. Tidak ada penelitian yang mendukung pernyataan ini. Jadi
pernyataan ini hanya mitos belaka. Lagipula yoghurt itu baik untuk melancarkan pencernaan ibu
hamil. Yang mana semenjak dalam kehamilan tidak jarang ibu hamil mengalami namanya
sembelit.
Yoghurt memiliki gizi yang lebih tinggi dibanding susu segar. Kandungan lemaknya pun juga
lebih rendah, sehingga cocok bagi mereka yang sedang menjalankan diet rendah kalori. Yoghurt
juga dapat membantu proses penyembuhan lambung dan usus yang luka. Meminum yoghurt
secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu juga yoghurt diyakini
baik untuk memperpanjang umur.
Yoghurt dapat membantu penderita lactose intolerance. Penyebabnya adalah
defisiensi/kekurangan enzim pencerna laktosa. Sehingga setiap kali minum susu, butiran
laktosanya akan tertinggal di permukaan lubang usus halus dan menyerap air dari sekitarnya
yang kemudian memunculkan diare. Dalam yoghurt, laktosa susunya sudah dipecah oleh bakteri
baik Lactobacillus bulgaricus melalui proses fermentasi, hingga mudah diserap tubuh. Itulah
mengapa yoghurt sangat disarankan sebagai pengganti susu bagi orang / anak yang tidak mampu
mencerna laktosa dengan baik. Dengan minum yoghurt, anda dan si kecil tidak akan diare lagi.
Yoghurt dapat menghambat pathogen flora usus pengonsumsi yoghurt terbukti sulit ditumbuhi
kuman – kuman patogen atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Dengan terhambatnya
pertumbuhan sekaligus matinya mikroba patogen dalam lambung dan usus halus bisa
menghindari munculnya berbagai penyakit akibat infeksi atau intoksikasi mikroba. Dengan kata
lain, mengonsumsi yoghurt secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan saluran
pencernaan.
Mengkonsumsi antibiotik memang berfungsi mematikan kuman, namun ia tidak pandang bulu
mana kuman yang perlu dibunuh dan mana yang sebetulnya tidak perlu dimusnahkan.sebenarnya
ada kuman yang harus berada di saluran cerna guna menjaga keseimbangan flora usus. Yoghurt
dapat menetralisir efek samping antibiotik ini.
Yoghurt sebagai antikanker saluran cerna. Bakteri-bakteri yang berperan dalam yoghurt dapat
mengubah zat-zat prekarsinogenik (zat-zat pemicu kanker) yang ada dalam saluran pencernaan,
hingga mampu menghambat terjadinya kanker.
Yoghurt dapat mencegah jantung koroner. Bakteri baik yakni, Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus yang terdapat dalam yoghurt, akan menghasilkan asam folat dan vitamin B
kompleks, kedua vitamin ini berguna mencegah munculnya penyakit jantung koroner.

F. Gambaran Masyarakat dengan Kasus Nutrisi yang berhubungan dengan Budaya


1. Di Kalimantan Barat masih banyak yang percaya bahwa ibu yang setelah melahirkan tidak
boleh mengkonsumsi ikan dan telur, karena bisa menyebabkan ASI ibu amis dan luka jahitan
lama kering. Mereka hanya boleh memakan lada hitam tumbuk yang dicampur ikan teri untuk
menghangatkan tubuh.
2. Di Bogor masih ada yang percaya bahwa kepada bayi dan balita laki-laki tidak boleh
diberikan pisang ambon karena bisa menyebabkan alat kelamin/skrotumnya bengkak.
3. Di Indramayu, makanan gurih yang diberikan kepada bayi dianggap membuat
pertumbuhannya menjadi terhambat. Untuk balita perempuan, mereka dilarang untuk makan
nanas dan timun. Selain itu balita perempuan dan laki-laki juga tidak boleh mengonsumsi ketan
karena bisa menyebabkan anak menjadi cadel. Mereka menganggap bahwa tekstur ketan yang
lengket menyebabkan anak tidak bisa menyebutkan aksara ‘r’ dengan benar.
4. Di beberapa daerah seperti Madura, Surabaya masih banyak ditemukan kepercayaan
tentang jenis makanan tertentu yang dihubungkan dengan mitos dan tabu, seperti mitos
keperkasaan pada laki-laki dengan mengkonsumsi makanan yang dikategorikan sebagai
makanan panas seperti sate kambing. Sebaliknya, tidak dianjurkan untuk perempuan yang
sedang hamil.
5. Pantangan ini pasti sudah sering didengar karena hampir semua orang yang masih
menganut adat Jawa mengatakan bahwa orang hamil dilarang minum es. Alasannya nanti susah
saat melahirkan karena bayi akan menjadi sangat besar dalam kandungan.
6. Penganut adat Jawa kental, melarang ibu hamil makan telur karena nanti membuat janin di
dalam perut terus gelisah dan terus bergerak sehingga membuat ibu hamil tidak bisa tidur.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Nutrisi adalah zat-zat yang terkandung dalam makanan. Nutrien (zat gizi) adalah komponen
kimia dalam makanan yang digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi dan membantu
pertumbuhan, perbaikan, dan perawatan sel – sel tubuh.
Budaya dan makanan memiliki hubungan yang sangat erat.
1. Makanan berfungsi untuk mempertahankan, meningkatkan dan mengembalikan kesehatan
yang optimal
2. Budaya mempengaruhi individu dan keluarga dalam menentukan makanan yang
dikonsumsi
3. Makanan juga dikaitatkan dengan jenis kelamin, makanan maskulin atau feminim.
4. Makanan juga dikaitkan dengan usia
5. Makanan juga berkaitan dengan kondisi kesehatan seseorang
6. Makanan dapat juga memperat hubungan kekerabatan.
7. Makanan dapat membangun dan mempertahankan hubungan antar manusia.
Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang dalam kuantitas dan kualitas) menyebabkan
pada proses-proses yakni :
1. Pertumbuhan
2. Produksi tenaga
3. Pertahanan tubuh
4. Stuktur fungsi otak
5. Perilaku
6. Akibat gizi lebih pada proses tubuh
DAFTAR PUSTAKA

Efendi, Ferry dan Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
James, Joyce., Colin Baker., & Helen Swain. 2008. Prinsip – Prinsiip Sains untuk Keperawatan.
Jakarta: Erlangga.