Anda di halaman 1dari 11

PKata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Bentuk Negara dan Bentuk
Kenegaraan”.

Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai Macam-macam Bentuk Negara dan
Bentuk Kenegaraan. Dimulai dari pengertian sampai bentuk negara yang dimiliki
negara-negara di sunia. Diharapkan dengan adanya makalah ini, dapat emberikan
informasi dan menambah pengetahuan kita semua.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

Cipatat, 25 Oktober 2012

Penyusun

Daftar Isi
Kata Pengantar …………………………………………………………………………………i

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………ii

BAB I Pengetahuan ……………………………………………………………………………1

1.1  Latar belakang …………………………………………………………………….1

1.2   Rumusan masalah …………………………………………………………………1

1.3  Manfaat Penulisan …………………………………………………………………1

BAB II Isi ……………………………………………………………………………………..2

1. Bentuk Negara pada Zaman Yunani Kuno


……………………………………………2
2. Bentuk Negara …………………………………………………………………………3
3. Bentuk-bentuk Kenegaraan ………………………………………………………….10

BAB III Analisis ……………………………………………………………………………..13

BAB IV Kesimpulan …………………………………………………………………………14


BAB V Saran dan Kritik …………………………………………………………………….15

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………….16

BAB I

Pengetahuan

1.1  Latar Belakang
Negara adalah institusi yang dibentuk oleh kumpulan orang-orang yang hidup dalam
wilayah tertentu dengan tujuan sama yang terikat dan taat terhadap perundang-
undangan serta memiliki pemerintahan sendiri. Negara dibentuk atas dasar
kesepakatan bersama yang bertujuan untuk mengatur kehidupan anggotanya dalam
memperoleh hidup dan memenuhi kebutuhan mereka.

Sedangkan bentuk negara menyatakan susunan atau organisasi negara secara


keseluruhan, mengenai struktur negara yang meliputi segenap unsure-unsurnya, yaitu
daerah, bangsa dan pemerintahannya.

Dalam makalah ini dijelaskan tentang berbagai macam bentuk negara yang ada dan
pernah diterapkan di dunia.

1.2  Rumusan Masalah

1. Bentuk negara apa saja yang pernah ada di masa Yunani?


2. Bentuk negara apa saja yang ada pada masa sekarang?
3. Berdasarkan pelaksana dan mekanismepemilihannya, bentuk negara
dibedakan menjadi apa saja?
4. Apa saja bentuk kenegaraan yang ada?

1.3  Manfaat penulisan
Dengan dibuatnya makalah ini, saya mengharapkan agar pembaca dapat lebih
memahami mengenai materi Bentuk Negara dan Bentuk Kenegaraan yang ada dan
pernah diterapkan oleh beberapa negara di dunia.

BAB II

Isi

1. A.    Bentuk Negara pada Zaman Yunani Kuno

Pada masa yunani kuno hanya dikenal adanya 3 bentuk pokok dari negara. Pada waktu
itu pengertian dari negara, pemerintahan dan masyarakat masih belum dibedakan. Hal
ini disebabkan karena susunan negara masih sangat sederhana, bila dibandingkan
dengan pengertian negara pada zaman sekarang. Luas negara pada zaman Yunani kuno
hanya sebesar kota, yang pada hakikatnya hanya merupakan negara-kota saja. Negara-
kota ini dikenal dengan istilah “polis”. Selain itu sifat dari urusan negara masih sangat
sederhana sekali. Dalam pandangan masyarakat dan para ahli negara belum ada
perbedaan antara pengertian negara, pengertian masyarakat dan pengertian
pemerintah.[1]

Adapun tiga bentuk pokok daripada negara pada masa yunani kuno tersebut ialah :
Monarchi, Oligarchi dan Demokrasi. Untuk membedakan pengertian dari ketiga bentuk
negara diatas adalah jumlah dari pemegang kekuasaan.

Jika yang memegang kekuasaan itu hanya satu orang, maka bentuk negaranya dapat
dipastikan Monarchi (diambil dari bahasa yunani “monos” yang berarti “satu: dan
“archien” yang berarti memerintah). Sedangkan jika yang memegang kekuasaan adalah
beberapa orang maka beentuk negaranya adalah Oligarchi (diambil dari bahasa Yunani
yaitu  “oligai” yang berarti beberapa dan “archien” yang berarti memerintah).
Sedangkan jjika pemegang kekuasaan itu adalah rakyat, maka bentuk negaranya disebut
Demokrasi (diambil dari bahasa yunani “demos” yang berati rakyat).

1. B.     Bentuk Negara

Terdapat banyak pendapat mengenai bentuk negara, namun berdasarkan pendapat


yang berlaku umum dan teori modern, bentuk negara saat ini dibedakan menjadi dua
yaitu negara kesatuan (unitaris) dan negara serikat (federasi).

1. a.      Negara Kesatuan

Negara kesatuan merupakan negara yang bersusun tunggal, artinya hanya ada satu
pemerintahan pusat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur seluruh daerah dan
tidak ada negara – negara bagian ataupun daerah yang bersifat negara. Pemerintah
menduduki tingkat tertinggi dan dapat memutuskan segala sesuatu yang terjadi dalam
negara. Negara kesatuan disebut juga sebagai negara bersusunan tunggal sehingga
hanya ada satu kepala negara, satu undang-undang dasar, satu kepala pemerintahan,
dan satu parlemen yang mewakili seluruh rakyat.

Adapun penyelenggaraan negara kesatuan dapat dilakukan melalui dua cara sebagai
berikut.

1)      Sistem Sentralisasi
Dalam sistem ini, segala sesuatu dalam negara langsung diatur dan diurus oleh
pemerintah pusat, sedangkan daerah tinggal melaksanakan.

2)      Sistem Desentralisasi
Dalam sistem ini, daerah diberi kesempatan untuk mengatur dan mengurus rumah
tangganya sendiri, yang berarti bahwa daerah memiliki hak otonomi untuk
menyelenggarakan kekuasaan.
Ciri-ciri negara kesatuan adalah sebagai berikut :

1)      Negara hanya memiliki satu undang-undang dasar, satu satu kepala negara, satu
dewan menteri, dan satu Dewan Perwakilan Rakyat.

2)      Hanya terdapat satu kebijakan yang menyangkut persoalan politik, ekonomi,
sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

3)      Kedaulatan negara meliputi kedaulatan ke dalam dan ke luar yang ditangani
pemerintah pusat.

Contoh negara yang berbentuk kesatuan adalah Indonesia, Jepang, Italia, Filipina, dan
Belanda.

1. b.      Negara Serikat

Negara serikat atau sering juga disebut negara federasi merupakan negara yang
bersusunan jamak, yaitu terdiri dari beberapa negara yang disebut negara bagian. Tiap-
tiap negara bagian memiliki kedaulatan dan merupakan negara yang merdeka. Mereka
bergabung membentuk negara serikat dengan pemerintahan tersendiri yang disebut
pemerintahan federal sehingga dalam negara serikat terdapat dua pemerintahan, yaitu
pemerintahan negara bagian dan pemerintahan negara federal. Perlu untuk dipahami
bahwa hubungan antara negara bagian dan negara federal adalah independen, yaitu
merdeka dan tidak dibawah kekuasaan dengan sifat hubungan koordinatif.

Ciri-ciri negara serikat adalah sebagai berikut.

1)      Pemerintah pusat memperoleh kedaulatan dari negara-negara bagian untuk


urusan ke luar dan sebagian ke dalam.

2)      Setiap negara bagian berstatus tidak berdaulat, akan tetapi kekuasaan asli tetap
ada pada negara bagian.

3)      Kepala negara memiliki hak veto atau pembatalan keputusan yang diajukan oleh
parlemen.

4)      Setiap negara bagian memiliki wewenang untuk membuat undang-undang dasar
sendiri selama tidak bertentangan dengan pemerintah pusat.

Pada negara serikat terjadi penyerahan kekuasaan dari negara bagian kepada negara
serikat yang disebut dengan istilah limitatif (sebuah demi sebuah). Kekuasaan asli
dalam negara serikat tetap ada pada negara bagian karena negara bagian
memilikihubungan langsung dengan rakyatnya.

Beberapa kekuasaan yang diserahkan negara bagian kepada negara serikat merupakan
hal-hal yang berkaitan dengan persoalan hubungan luar negeri, pertahan negara,
keuangan, serta urusan pos. kekuasaan tersebut dinamakan kekuasaan yang
didelegasikan (delegated powers).
Contoh negara yang berbentuk serikat adalh India, Australia, Amerika Serikat, jerman,
Swiss, Brasil dan Malaysia.

c. Perbedaan Mendasar Antara Negara Kesatuan dan negara Serikat

Dalam negara kesatuan, organisasi bagian-bagian negara secara umum telah diatur/ditetapkan oleh
pembentuk undang-undang pusat. Sedangkan pada negara serikat, negara bagian suatu federasi
mempunyai pouvoir constituant, yaitu wewenang untuk membentuk undang-undang dasar sendiri guna
mengatur bentuk organisasi sendiri dalam kerangka dan batas-batas konstitusi federal.

Dalam negara kesatuan, wewenang pembentuk undang-undang pusat ditetapkan dalam rumusan umum
dan wewenang pembentuk undang-undang yang lebih rendah (lokal/daerah) tergantung pada lembaga
pembentuk undang-undang pusat tersebut. Sedangkan dalam negara serikat wewenang membentuk
undang-undang pusat untuk mengatur hal-hal tertentu telah terperinci secara detail (satu persatu)
dalam konstitusi federal.

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Negara Federal

Negara Kesatuan

Bagian-bagian negara disebut negara bagian·

Bagian-bagian Negara bukan merupakan negara bagian, lazimnya disebut provinsi·

Negara-negara bagian memiliki wewenang untuk memebuat UUD sendiri dan dapat menentukan
bentuk-bentuk organisasinya masing-masing yang tidak bertentangan dengan konstitusi·

Organisasi bagian-bagian negara secaragaris besar ditentukan oleh pembuat undang-undang di


pusat danmerupakan pelaksanaan sistim desentralisasi.·

Wewenang pembuat UU pemerintah pusat ditentukan secara terperinci dan wewenang lainnya ada
pada negara bagian·
Wewenag secara tereperinci terdapat pada propinsi-propinsi dan residu powernya ada pada
pemerintah pusat·

c. Perbedaan Mendasar Antara Negara Kesatuan dan negara Serikat

Dalam negara kesatuan, organisasi bagian-bagian negara secara umum telah diatur/ditetapkan oleh
pembentuk undang-undang pusat. Sedangkan pada negara serikat, negara bagian suatu federasi
mempunyai pouvoir constituant, yaitu wewenang untuk membentuk undang-undang dasar sendiri guna
mengatur bentuk organisasi sendiri dalam kerangka dan batas-batas konstitusi federal.

Dalam negara kesatuan, wewenang pembentuk undang-undang pusat ditetapkan dalam rumusan umum
dan wewenang pembentuk undang-undang yang lebih rendah (lokal/daerah) tergantung pada lembaga
pembentuk undang-undang pusat tersebut. Sedangkan dalam negara serikat wewenang membentuk
undang-undang pusat untuk mengatur hal-hal tertentu telah terperinci secara detail (satu persatu)
dalam konstitusi federal.

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Negara Federal

Negara Kesatuan

Bagian-bagian negara disebut negara bagian·

Bagian-bagian Negara bukan merupakan negara bagian, lazimnya disebut provinsi·

Negara-negara bagian memiliki wewenang untuk memebuat UUD sendiri dan dapat menentukan
bentuk-bentuk organisasinya masing-masing yang tidak bertentangan dengan konstitusi·

Organisasi bagian-bagian negara secaragaris besar ditentukan oleh pembuat undang-undang di


pusat danmerupakan pelaksanaan sistim desentralisasi.·

Wewenang pembuat UU pemerintah pusat ditentukan secara terperinci dan wewenang lainnya ada
pada negara bagian·
Wewenag secara tereperinci terdapat pada propinsi-propinsi dan residu powernya ada pada
pemerintah pusat·

Selain negara serikat (federasi) terdapat juga serikat negara (konfederasi). Keduanya
merupakan sesuatu yang berbeda. Konfederasi merupakan perserikatan beberapa
negara merdeka dan berdaulat, baik ke dalam maupun ke luar. Negara-negara tersebut
bergabung untuk mencapai tujuan-tujuantertentu. Misalnya, perdagangan ataupun
untuk menjaga pertahanan bersama. Namun tiap-tiap negara tetap memiliki dan
mempertahankan kedudukan internasional mereka. Jadi, konfederasi bukanlah negara
dalam pengertian hukum internasional.

Disamping 2 bentuk diatas, dari sisi pelaksana dan mekanisme pemilihannya, bentuk
Negara dapat digolongkan ketiga kelompok yaitu: Monarki, Oligarki, dan Demokrasi.

a.    Monarki
Pemerintahan monarki adalah model pemerintahan yang dikepalai oleh raja atau ratu.
Dalam prakteknya, monarki ada dua jenis yaitu: Monarki absolut dan monarki
konstutional.

a)      Monarki absolut adalah model pemerintahan dengan kekuasaan tertinggi di


tangan satu orang raja atu ratu. Termasuk dalam kategori ini adalah negara Arab saudi,
Brunae, Swazilan, bhutan, dll.

b)      Monarki konstitusional adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan kepala


negaranya (perdana mentri) dibatasi oleh ketentuan-ketentuan kostitusi nagara.
Praktek monarki konstitusional ini adalah yang paling banyak dipraktekan di beberapa
negara, seperti Thailand, Jepang, Inggris, jordania dan lan-lain.

c)      Monarki parlamenter adalah bentuk pemerintahan yang bertanggung jawab atas


kebijaksanaan pemerintahannya adalah mentri, Termasuk dalam kategori ini adalah
negara Inggris, Belanda, dan Malaysia.

Dengan demikian pengertian negara yang berbentuk monarki adalah negara dimana
cara penunjukan kepala negaranya berdasarkan keturunan dari raja yang sebelumya.

b.     Oligarki
Model pemerintahan oligarki adalah pemerintahan yang dijalankan oleh beberapa
orang berkuasa dari golongan atau kelompok tertentu. System ini muncul karena
terjadinya Monarki absolute. Monarki absolute menyebabkan tindakan kesewenangan
raja yang mengakibatkan sekumpulan kaum aristocrat atau bangsawan mengambil alih
pemerintahan.

Namun, system ini tidak berlangsung mulus seperti awalnya. Karena, ternyata banyak
kaum bangsawan yang juga melakukan tindakan sewenang-wenang dalam
pemerintahannya. System pemerintahan ini kemudian digantikan oleh Demokrasi yang
berasaskan rakyat.
c.     Demokrasi
Pemerintahan model demokrasi adalah pemerintahan yang bersandarkan pada
kedaulatan rakyat atau bendasarkan kekuasaannya pada pilihan atau kehendak rakyat
malalui mekanisme pemulihan Umum (pemilu) yang berlangsung secara jujur, bebas,
aman, dan adil.

System pemerintahan demokrasi muncul setelah Oligarki. System ini terbentuk karena
adanya kekuasaan ditangan rakyat. Ini berarti, rakyatlah yang memegang tahta
kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan. Namun, pemerintah yang dipilih oleh
rakyatnya lah yang menjalankan pemerintahan.

Dalam teori Ilmu Negara pengertian tentang teori bentuk Negara sejak dahulu kala
dibagi menjadi dua yaitu: monarchie dan republik. Untuk menentukan suatu Negara itu
berbentuk monarchie dan republik, dalam Ilmu Negara banyak macam ukuran yang
dipakai. Antara lain Jellinek dalam bukunya yang berjudul Allgemene
Staatslehre memakai sebagai kriteria bagaimana caranya kehendak negara itu
dinayatakan.

Jika kehendak Negara itu ditentukan oleh satu orang saja, maka bentuk Negara itu
monarchie dan jika kehendak Negara itu ditentukan oleh orang banyak yang merupakan
suatu majelis, maka bentuk negaranya adalah republik. Pendapat Jellinek ini tidak
banyak penganutnya karena banyak mengandung kelemahan.

Faham Duguit lebih lazim dipakai, yang menggunakan sebagai kriteria bagaimana
caranya kepala Negara itu diangkat. Dalam bukunya yang berjudul Traite de Droit
Contitutionel jilid 2, diutarakan jika seorang kepala negara diangkat berdasarkan hak
waris atau keturunan maka bentuk negaranya disebut monarchie dan Kepala Negaranya
disebut raja atau ratu. Jika kepala negara dipilih melalui suatu pemilihan umum untuk
masa jabatan yang ditentukan, maka bentuk negaranya disebut republik dan Kepala
Negaranya adalah seorang Presiden.

Sama hal nya monarki republik itu dapat dibagi menjadi:

1)      Republik mutlak (absolute)

2)      Republik konstitusi

3)      Repulik parlemen

Menurut ketentuan yang telah dijelaskan di atas maka negara Indonesia mempunyai
bentuk negara sebagai republik. Hal ini didasarkan atas cara pemilihan presiden,
bahkan bukan hanya oleh majelis melainkan langsung dipilih oleh Rakyat.

Dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa negara Indonesia ialah negara
kesatuan, yang bebentuk Republik.

1. C.    Bentuk-Bentuk Kenegaraan
Bentuk kenegaraan adalah ikatan antarnegara yang gabungannya bukan merupakan
suatu negara. Yang termasuk bentuk-bentuk kenegaraan, antara lain sebagai berikut.

1. a.      Dominion

Merupakan bentuk kenegaraan yang tadinya adalah daerah jajahan Inggris yang telah
merdeka dan berdaulat, namun masih mengakui raja Inggris sebagai rajanya dan
sebagai lambang persatuan negara mereka. Negara dominion ini bergabung dalam The
British Commonwealth of Nations (negara persemakmuran). Kedudukan negara
dominion tetap sebagai negara merdeka, berhak menentukan dan mengurus politik
dalam dan luar negeri sendiri, serta berhak dengan bebas keluar dari ikatan tersebut.
Dominion-dominion Inggris tersebut antara lain Kanada, Australia, Selandia Baru,
Afrika Selatan, India dan Malaysia.

1. b.      Protektorat

Yaitu negara yang berada di bawah perlindungan (to protect) negara lain. Biasanya
persoalan hubungan luar negeri dan pertahanan dari negara protektorat diserahkan
kepada negara pelindung (suzerain). Negara protektorat biasanya bukan subjek dari
hukum internasional. Negara protektorat dipisahkan menjadi dua, yaitu sebagai
berikut.

1)      Protektorat kolonial, di mana biasanya urusan hubungan luar negeri, pertahanan
dan sebagian urusan dalam negeri yang penting diserahkan kepada negara pelindung.
Negara seperti ini bukan subjek hukum internasional.

2)      Protektorat internasional, negara ini termasuk subjek hukum internasional.


Contoh : Mesir merupakan protektorat dari Turki (1917), Zanzibar meupakan
protektorat dari Inggris (1890), dan Albania merupakan protektorat dari Italia (1936).

1. c.       Negara Uni

Uni merupakan gabungan dua atau lebih negara merdeka dan berdaulat dengan satu
kepala negara yang sama. Terdapat tiga macam uni, yaitu sebagai berikut.

1)      Uni politik (polotical union) merupakan negara yang dibentuk oleh negara-negara
yang lebih kecil. Uni politik sering juga disebut uni legislatif.dalam uni politik, masing-
masing negara bergabung dan membagi urusan pemerintahan serta politik bersama.
Gabungan negara ini diakui secara internasional sebagai kesatuan politik tunggal.
Contoh : Uni Emirat Arab, Inggris Raya, dan bekas negara Serbia-Montenegro.

2)      Uni personil (personal union) merupakan gabungan antara dua negara dan
memiliki raja yang sama. Adapun segala urusan dalam dan luar negeri diurus oleh
masing-masing negara. Contoh : Inggris dan Skotlandia tahun 1603-1707.

3)      Uni riil (real union) merupakan gabungan antara dua negara atau lebih yang
berdasarkan suatu traktat mengadakan ikatan yang dikepalai oleh seorang raja dan
membentuk alat perlengkapan uni guna kepentingan bersama. Kepentingan bersama
tersebut pada umumnya merupakan persoalan-persoalan yang menyangkut politik luar
negeri. Contoh : uni Austria-Hongaria (1867-1918).

1. d.      Mandat

Yaitu suatu negara yang sebelumnya merupakan jajahan dari negara-negara yang kalah
dalam Perang Dunia I dan berada dalam pengawasan Dewan Mandat Liga Bangsa-
Bangsa. Contohnya adalah Kamerun yang merupakan negara bekas jajahan Jerman dan
menjadi mandat Perancis.

1. e.       Trustee (Perwalian)

Yaitu wilayah jajahan dari negara-negara yang kalah perang dalam Perang Dunia II dan
berada di bawah naungan Dewan Perwalian PBB serta negara yang menang perang.
Contohnya adalah Papua Nugini yang merupakan wilayah bekas jajahan Inggris yang
berada dibawah naungan PBB sampai tahun 1975.

1. f.       Koloni

Yaitu suatu negara yang pernah menjadi jajahan negara lain. Di negara koloni urusan
politik, hukum, dan pemerintahan dipegang oleh negara yang menjajahnya. Contohnya
adalah Indonesia yang dijajah (menjadi koloni Belanda selama 350 tahun).

Selain 6 bentuk kenegaraan diatas, terdapat juga :

Serikat Negara (Konfederasi)


            Adalah perserikatan beberapa negara yang merdeka dan berdaulat penuh baik ke
dalam maupun ke luaar. Pada umumnya, Konfederasi dibentuk berdasarkan perjanjian
untuk mengadakan kerjasama dalam bidang tertentu, misalnya penyelenggaraan politik
luar negeri, pertahanan dan keamanan bersama. Konfederasi bukanlah merupakan
negara dalam pengertian hokum internasional, karena negara-negara anggotanya secara
masing-masing tetap mempertahankan kedudukannya secara internasional

BAB III

Analisis

 
Dari pengertian diatas mengenai bentuk negara dan kenegaraan, dapat diketahui bahwa
Negara Indonesia berbentuk Negara Kesatuan yang berbentuk Republik (berdasarkan
UUD 1945 pasal 1 ayat 1) dan penyelenggaraannya dilakukan dengan cara Sistem
Desentralisasi. Yaitu, pemerintah daerah diberi kewenangan sendiri untuk mengurus
rumah tangganya asalkan tidak bertentangan denga pemerintah pusat.
Selain itu, dapat disimpulkan pula bahwa Indonesia menganut sistem pemerintahan
demokrasi, yaitu kekuasaan tertinggi sepenuhnya berada di tangan rakyat ( UUD 1945
pasal 1 ayat 2). Dalam melaksanakan pemerintahan, Negara Indonesia dipimpin oleh
seorang presiden dan dibantu oleh beberapa menteri, dan juga badan-badan
pemerintahan lainnya (DPR, MPR, MK dan lain-lain).

BAB IV

     Kesimpulan
Bentuk negara yang terpenting dan banyak dianut berbagai negara di dunia ialah:
negara kesatuan(Unitarianisme) dan negara serikat (Federasi). Disamping 2 bentuk itu,
dari sisi pelaksana dan mekanisme pemilihannya, bentuk Negara dapat digolongkan
ketiga kelompok yaitu: Monarki, Oligarki, dan Demokrasi. Dan monarki terbagi menjadi
tiga yaitu: Monarki absolute, Monarki konstitusional, dan Monarki parlamenter.

Dalam teori Ilmu Negara pengertian tentang teori bentuk Negara sejak dahulu kala
dibagi menjadi dua yaitu: monarchie dan republik. Jika seorang kepala negara diangkat
berdasarkan hak waris atau keturunan maka bentuk negaranya disebut monarchie dan
Kepala Negaranya disebut raja atau ratu. Jika kepala negara dipilih melalui suatu
pemilihan umum untuk masa jabatan yang ditentukan, maka bentuk negaranya disebut
republik dan Kepala Negaranya adalah seorang Presiden.

     BAB V

    Saran dan Kritik


Menurut saya, bentuk negara Indonesia yaitu Negara Kesatuan yang memakai Sistem
Desentralisasi merupakan sistem yang sangat tepat mengingat banyaknya jumlah
provinsi di Indonesia, dan lokasi geografis Indonesiayang terdiri dari ratusan pulau.
Sistem Desentralisasi ini sangatlah baik untuk kemajuan Negara kita, karena
pemerintah daerah diberikan otonomi untuk membina rumah tangganya sendiri.
Namun alangkah lebih baiknya, jika sistem desentralisasi ini ditambahkan dengan
adanya peraturan pemerintah pusat yang mencantumkan bahwa setiap pembangunan
di seluruh provinsi di Indonesia haruslah merata. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah
adanya daerah tertinggal dan pembangunan yang tidak merata.