Anda di halaman 1dari 4

SMAN 1 Tambun Selatan

PERCOBAAN
PEMBIASAN PADA KACA PLAN PARALEL

Bidang Studi : Fisika SMA


Nama Siswa/Kelas : Putri Drias Triana Pangestu
Tanggal Praktikum : 29 january 2020
Tujuan Percobaan ; 1. Menentukan besarnya indeks bias kaca plan paralel.
2.  Menentukan besarnya pergeseran sinar cahaya pada kaca plan paralel.
Alat dan Bahan
1.  Kaca plan paralel 1 buah
2.  Jarum pentul 4 buah
3.  Penggaris 1 buah
4.  Busur derajat 1 buah
5.  Sterofoam 1 buah
6. Kertas hvs 5 lembar

Landasan Teori

Kaca plan paralel adalah benda yang terbuat dari kaca berbentuk kubus dengan enam sisi yang rata
dengan sisi yang berhadapan sejajar.
Peristiwa yang terjadi ketika seberkas sinar melewati sebuah kaca plan paralel adalah sinar tersebut
akan mengalami pergesaran. Cahaya atau berkas sinar akan mengalami dua kali pembiasan oleh
dua medium yang berbeda kerapatannya. Berkas cahaya dari udara yang masuk ke dalam kaca akan
mengalami pembelokan. Peristiwa tersebut disebut pembiasan cahaya. Hal ini disebabkan medium
udara dan medium kaca memiliki kerapatan optik yang berbeda.

Sinar bias akan mendekati garis normal ketika sinar datang dari medium kurang rapat atau udara ke
medium lebih rapat atau kaca. Sinar bias akan menjauhi garis normal ketika cahaya merambat dari
medium lebih rapat atau kaca ke medium kurang rapat atau udara.
Menurut hukum Snellius, “dalam peristiwa pembiasan cahaya, perbandingan sinus sudut datang dan
sinus sudut bias adalah konstan”.

Keterangan : n= indeks bias


i = sudut datang
r = sudut bias
Berkas cahaya hanya mengalami pergeseran sebesar t (besaran panjang). Jika berkas datang dengan
sudut i maka pergeserannya dapat dihitung sebagai berikut :

Keterangan : t = pegeseran sinar


d = tebal kaca

Langkah kerja
1. Meletakkan balok kaca plan paralel diatas kertas buram dan menggambarnya.
2. Membuat garis vertikal yang tegak lurus dengan kaca plan paralel sebagai garis normal.
3. Membuat sinar datang dan menentukan sudutnya misalnya : 25°.
4. Menancapkan jarum pada garis sinar datang.
5. Mengamati posisi jarum dari sisi lain kaca plan paralel.
6. Menancapkan jarum pada titik tertentu sehingga kedudukan jarum berhimpit dengan jarum
yang berbeda pada garis sudut datang.
7. Membuat garis pada titik jarum yang berimpit, garis tersebut merupakan garis yang
meninggalkan kaca plan paralel.
8. Membuat garis dari titik sudut datang pada batas sisi kaca planparalel sampai titik sinar
yang meninggalkan kaca plan paralel pada batas sisi kaca planparalel. Garis ini adalah
garis sinar bias.
9. Mengukur sudut bias dengan busur derajat.
10.  Mengukur besarnya pergeseran dengan penggaris.
11.  Mengulangi percobaan sebanyak 5 kali dengan sudut datang yang berbeda (30°,35°, 40°,
dan 45°).
12.  Menghitung nilai indeks bias dan pergeseran secara teoritis.

Tabel Pengamatan

No i r Sin i Sin r Indeks bias (n) t hitung t gambar

1 40 27° 0,64 0,45 1,42 1,5 1,7


2 41 26° 0,65 0,43 1,49 1,68 1,7
3 42 27° 0,67 0,5 1,34 1,43 2
4 43 27° 0,68 0,45 1,50 1,86 1,9
5 44 27° 0,69 0,45 1,53 1,95 2
6 46 30° 0,72 0,45 1,58 2,18 1,8

Analisis Data : Gunakan persamaan pergeseran sinar untuk menghitung : thitung

Pertanyaan
1. Tentukan indeks bias rata-rata balok kaca plan paralel

Indeks bias Rata-rata = n1 + n2 + n3 + n4 + n5 + n6


6
= 1,42+1,49+1,34+1,50+1,53+1,58
6

2. Bagaimanakah arah sinar datang dengan sinar keluar dari kaca plan paralel ?

 Sinar datang ( i ) dari udara (medium renggang) ke kaca (medium rapat) maka akan
dibiaskan ( r ) mendekati garis normal ( N ).
saat sinar keluar dari kaca Sinar datang ( i' ) dari udara (medium renggang) ke kaca (medium rapat)
maka akan dibiaskan ( r' ) menjauhi garis normal ( N ) Selain itu, sinar yang keluar dari kaca
palnparalel mengalami pergeseran sejauh t dari arah semul

3. Sebutkan bunyi hukum pembiasan Snellius

 Bunyi hukum I Snellius :


“Sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar, dan ketiganya
saling berpotongan”.
 Bunyi hukum II Snellius :
“Sinar datang dari medium yang kurang rapat menuju medium yang lebih rapat dibiaskan
mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar datang dari medium yang lebih rapat menuju
medium yang kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal”.

4. Sebutkan faktor-faktor kesalahan dalam melakukan praktikum


1. Kemurnian zat (sudah tercemar dengan zat lain, kadarnya tidak sesuai)
2. kelalaian petugas (tidak paham prosedur, tidak teliti)
Kesimpulan dan saran :

A.    Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat kita disimpulkan bahwa untuk


menghitung besar nilai indeks bias kaca plan paralel, perlu diketahui terlebih dahulu nilai sudut
datang dan nilai sudut biasnya. Besarnya nilai indeks yang diperoleh dari hasil percobaan sesuai
dengan nilai indeks kaca plan paralel pada umumnya, yaitu 1,5.

Berkas cahaya yang masuk dengan berkas cahaya yang keluar dari kaca plan paralel adalah
sejajar. Berkas cahaya tersebut mengalami pergeseran (t). Dalam percobaan ini, pergerseran dapat
dihitung dengan cara membuat garis putus-putus yang merupakan perpanjangan sinar yang keluar
dari kaca plan paralel. Selanjutnya mengukur jarak antara perpanjangan sinar yang keluar dari kaca
plan paralel dengan sinar datang menggunakan penggaris. Terdapat perbedaan nilai t yang diperoleh
dengan cara pengukuran dan perhitungan. Namun, selisih/ perbedaan tersebut tidak menunjukkan
selisih yang bernilai besar.

Besar kecilnya nilai sudut datang, akan berpengaruh pada besar kecilnya pergeseran kaca
plan paralel yang diperoleh. Maka hasil tersebut bisa diketahui bahwa semakin besar sudut datang
maka semakin besar pula pergeseran yang terjadi.

B.     Saran

Adanya nilai ketidakpastian tersebut, tentunya dikarenakan oleh bebrapa kesalahan yang
dilakukan oleh pengamat. Oleh karena itu untuk mengurangi kesalahan tersebut, sebaiknya
pengamat/ praktikan lebih seksama dan menggunakan dua mata terbuka ketika melihat sudut bias
yang terbentuk, dan pada perbedaan hasil tersebut bisa disebabkan juga kurang telitinya praktikan
dalam mengukur jarak pergeseran serta kurang cermat ketika mengamati proses pembiasan
(mengamati jarum pentul dari sisi kaca yang lain). Karena dalam hal ini praktikan harus benar-
benar cermat agar keempat jarum pentul benar-benar berimpit serta juga lebih terampil dalam
menggunakan busur atau membaca skala busur.
rusdiali_spd@yahoo.com