Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH BIOLOGI MANUSIA

“FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA


DAN GANGGUAN PADA SISTEM PENCERNAAN”

Dosen Pengampu :
Anjar Putro Utomo, S.Pd., M.Ed
Rusdianto, S.Pd., M.Kes
Ulin Nuha, S.Pd., M.Pd.

Oleh :
1. Royyatina Jannatil Firdaus (170210104050)
2. Anisa Putri Dianti (170210104061)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2020
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT. yang telah memberikan kami kemudahan
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa
pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah
ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di
akhirat nanti.
Kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT. atas limpahan nikmat
sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga kami mampu
untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Biologi
Manusia dengan judul “Sistem Pencernaan Makanan Pada Manusia Dan
Gangguan Pada Sistem Pencernaan”.
Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna
dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu,
penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya
makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan
apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang
sebesar-besarnya.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Jember, 4 April 2020

Penyusun

ii
DAFTAR ISI
1.4 Manfaat..............................................................................................................2

3
13
15
15
BAB 3. PENUTUP................................................................................................23
3
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 24

iii
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tubuh manusia sangat membutuhkan energi untuk melakukan berbagai
aktifitas, energi ini dapat di peroleh tubuh melalui makanan. Makanan tidak begitu
saja dapat menyalurkan energi pada tubuh manusia, tubuh manusia hanya
membutuhkan sari-sari dari makanan tersebut. Selain untuk mendapatkan energi
makanan juga berfungsi sebagai penutrisi tubuh.
Bahan makanan yang dimakan belum dapat dimanfaatkan oleh sel-sel
tubuh manakala makanan tersebut belum mengalami proses pencernaan (digesti),
kecuali: air, vitamin, dan mineral. Bahan makanan mengandung unsur-unsur yang
diperlukan oleh tubuh kita antara lain: 1. Karbohidrat yang dapat dibedakan
menjadi; glukosa (C6H12O6), glikogen (C6H10O5)m, pati (amilum, starch), dan
molekul sangat panjang (selulose). 2. Lemak dibedakan menjadi; asam lemak,
gliserol, lipoprotein, dan kolesterol. 3. Protein dapat dibedakan menjadi; protein
sederhana, peptida, asam nukleat (DNA dan RNA), dan asam amino. 4. Air, dapat
dibedakan menjadi air yang didapat secara langsung dari air minum atau air yang
berasal dari makanan yang mengandung air dan yang diproduksi oleh sel tubuh
pada proses pembakaran seluler. 5. Vitamin dapat dibedakan menjadi: kelompok
vitamin yang larut lemak (ADEK) dan larut air (B, C). 6. Mineral; natrium,
kalium, klorida, iodium, zat besi.
Saluran pencernaan pada manusia terdiri atas organ-organ yang meliputi
mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan
anus. Namun, sistem pencernaan juga melibatkan organ-organ yang berada di luar
saluran pencernaan, seperti hati, kantung empedu, dan pankreas. Penyebab
terjadinya gangguan atau kelainan pada sistem pencernaan makanan dapat
diakibatkan oleh beberapa hal, seperti pola makan yang salah, kurang
mengonsumsi sayuran,gaya hidup yang tidak sehat, dan lain-lain. Berkaitan
dengan hal tersebut maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai sistem
pencernaan pada manusia dan gangguan pada sistem endokrin.
2

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Bagaimana sistem pencernaan pada manusia dan fisiologi sistem
pencernaan pada manusia?
1.2.2 Bagaimana proses pencernaan makanan pada manusia?
1.2.3 Bagaimana metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak didalam sel?
1.2.4 Bagaimana pengendalian saraf pada proses pencernaan makan?
1.2.5 Apa saja gangguan yang terdapat pada sistem pencernaan manusia?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengkaji sistem pencernaan pada manusia dan fisiologi sistem
pencernaan pada manusia
1.3.2 Untuk mengekaji proses pencernaan makanan pada manusia
1.3.3 Untuk mengkaji metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak didalam sel
1.3.4 Untuk mengkaji pengendalian saraf pada proses pencernaan makan
1.3.5 Untuk mengkaji gangguan yang terdapat pada sistem pencernaan manusia

1.4 Manfaat
1.4.1 Untuk mahasiswa berguna untuk rujukan penyusunan makalah selanjutnya.
1.4.2 Untuk pembaca berguna untuk menambah wawasan pengetahuan tentang
hakikat manusia dalam berpikir.
BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Sistem Pencernaan pada Manusia


2.1.1 Pengertian Sistem Pencernaan

Pencernaan makanan adalah proses mengubah makanan dari ukuran besar


menjadi ukuran yang lebih kecil dan halus, serta memecah molekul yang
sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-organ pencernaan. Zat makanan
yang dicerna akan diserap oleh tubuh dalam bentuk yang lebih sederhana. Saluran
makanan adalah suatu sistem dalam tubuh manusia yang memegang peranan
menerima makanan dari luar, mencerna, dan menyerap bahan yang dapat diseraap,
serta mengeluarkan sisa-sisa pencernaan. Sistem ini meliputi alat-alat tubuh mulai
dari mulut sampai anus (Wibowo, D S. 2018 : 78)

Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan, satu tabung


memanjang dari mulut ke anus, dan organ aksesori yang berhubungan, terutama
kelenjar yang terletak di luar saluran pencernaan yang mensekresikan cairan di
dalamnya. Makanan dipecah, sedikit demi sedikit, sampai menjadi molekul yang
cukup kecil untuk diserap dan produk sisa dieliminasi. Saluran pencernaan
disebut juga alimentary tract atau alimentary canal (saluran gastrointestinal),
terdiri dari tabung panjang yang berkesinambungan yang membentang dari mulut
ke anus. Lidah dan gigi adalah struktur aksesori yang terletak di mulut. Kelenjar
ludah, hati, kantung empedu, dan pankreas bukan bagian dari saluran pencernaan
dan memiliki peran dalam pencernaan. Secara teknis, istilah saluran
gastrointestinal hanya mengacu pada lambung dan usus tetapi sering digunakan
sebagai nama lain untuk saluran pencernaan.

Sistem pencernaan tersusun atas saluran digesti dan kelenjar pencernaan.

1. Saluran pencernaan
a. Mulut (rongga mulut)
Di rongga mulut terdapat gigi (gerigi) yang berfungsi untuk menyobek,
mengunyah zat-zat makanan secara mekanis sehingga menjadi zat-zat
4

yang lebih kecil dan memudahkan bekerjanya enzim pencernaan. Di


rongga mulut terdapat bibir, lidah dan palatum (langit-langit) untuk
membantu penguyahan zat makanan, dan penelanan zat makanan. Di
rongga mulut terdapat muara kelenjar air liur (saliva) yang mengandung
enzim ptyalin (amilase).
b. Faring (Pharynx)
Merupakan persilangan antara saluran makanan dan saluran udara.
Epiglotis berperan sebagai pengatur (klep) kedua saluran tersebut. Pada
saat menelan makanan saluran udara ditutup oleh epiglotis dan sebaliknya
jika sedang menghirup nafas.
c. Esofagus (kerongkongan)
Sebagai saluran panjang berotot (muskuler) yang menghubungkan rongga
mulut dengan lambung. Pada batas antara esophagus dengan lambung
terdapat sphincter esophagii yang berfungsi mengatur agar makanan yang
sudah masuk ke dalam lambung tidak kembali ke esophagus.
d. Gastrium (lambung)
Di lambung, makanan ditampung, disimpan, dan dicampur dengan asam
lambung, lendir dan pepsin. Mukosa lambung banyak mengandung
kelenjar pencernaan. Kelenjar pada bagian pilorika dan kardiaka
menghasilkan lendir. Kelenjar pada fundus terdapat sel parietal (oxyntic
cell) menghasilkan HCl, dan chief cell menghasilkan pepsinogen. Proses
digesti di lambung meliputi: 1) Pencernaan pada lambung sebatas pada
protein, sangat sedikit lemak, dan karbohidrat. Absorpsi zat-zat tertentu
seperti; alkohol, obat-obatan. 2) Makanan setelah melewati lambung
menjadi dalam bentuk bubur makanan (chyme). Dengan mekanisme
dorongan dari otot lambung chyme menuju ke usus dua belas jari
(duodenum).
e. Intestinum tenue (usus halus)
Usus halus dibedakan menjadi 3 bagian: duodenum, jejunum, dan ileum.
 Duodenum Pada duodenum terdapat muara dari duktus koledokus
dan duktus pankreatikus. Cairan empedu dari kantung empedu
5

dikeluarkan lewat duktus koledokus. Cairan pankreas lewat duktus


pankreatikus. Cairan pankreas mengandung enzim lipase, amylase,
trypsinogen dan chemotrypsinogen. Lipase untuk memecah lemak
(setelah diemulsifikasikan oleh empedu) menjadi asam lemak dan
gliserol. Amylase untuk memecah amilum menjadi sakarida
sederhana.
 Jejunum Jejunum merupakan tempat absorpsi zat-zat makanan.
Proses penyerapan (absorpsi) zat-zat makanan meliputi; difusi,
osmosis, dan transpor aktif. 1) Monosakrida dan asam amino
melalui mekanisme difusi fasilitasi. 2) Asam lemak melalui
mekanisme difusi biasa. 3) Vitamin melalui mekanisme difusi
biasa. 4) Air melalui mekanisme difusi dan osmose. 5) Elektrolit
dan mineral melalui mekanisme difusi, dan transport aktif.
 Ileum
Absorpsi melalui villi usus.
f. Intestinum crassum (usus besar)
Usus besar terdiri atas caecum dan colon. Caecum berupa kantung kantung
dengan pita (taenia) dan haustra. Colon dapat dibedakan menjadi colon
ascenden (naik), transversal (mendatar), descenden (turun). Usus besar
merupakan tempat untuk absorpsi air dan mineral yang tidak terserap di
usus halus. Pencernaan secara mikrobiotis oleh bakteri komensal (E. coli),
menghasilkan gas, dan sintesis vit. K.
g. Rektum
Rektum merupakan kantung yang berfungsi menampung feses. Setelah
penuh terjadi perangsangan karena ekstensi (peregangan) dinding rektum
sehingga timbul keinginan untuk berak (defikasi).
h. Anus
Anus merupakan katup muskuler (spinchter ani) berfungsi mengatur
pengeluaran tinja. Kelainan saluran pencernaan: 1. Mencret (Diare),
karena adanya rangsangan yang berlebihan sehingga motilitas usus
meningkat. 2. Konstipasi, karrena defekasi yang tidak teratur dan sulit.
6

2. Kelenjar Pencernaan (Glandula Digestoria)

a. Kelenjar saliva (ludah)

Kelenjar saliva manusia terdiri atas 3 pasang:

1) Kelenjar parotid, terletak di depan telinga, muaranya pada gusi sebelah


atas.

2) Kelenjar mandibularis (submaksilaris) terletak di dekat mandibula


(rahang bawah), muaranya di bawah lidah.

3) Kelenjar sublingualis, terletak di dasar mulut, muaranya di bawah lidah.


Pada kelenjar saliva terdapat 2 jenis sel yaitu: (1) Sel serosa,
mensekresikan cairan serous (encer) yang mengandung enzim ptyalin
(amilase). Amilase berperan mengubah amilum menjadi sakarida
sederhana. (2) Sel mukosa, mensekresikan lendir.

b. Hati (Hepar)

Hepar tersusun atas sel-sel hati yang disebut heatosit dan membagi
hepar dalam lobi-lobi. Lobulus hati berbentuk heksagonal, sel-sel
parenkim hepar tersusun secara radier (menjari) dengan vena sentralis
terletak di tengah. Sel-sel ini berbentuk poligonal, sitoplasma granulair
dengan tetes-tetes glikogen. Sel hati berperan menghasilkan empedu
sebagai hasil ekskresi dan sekresi. Ekskresi karena mengandung pigmen
empedu yang selanjutnya dikeluarkan lewat feses dan urine. Sekresi
karena mengandung garam empedu untuk mengemulsifikasikan lemak
makanan. Garam empedu disintesis dari kolesterol dan asam amino.
Berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan (surfaktan) butir lemak
makanan. Pigmen empedu yaitu bilirubin dan biliverdin berasal dari
degradasi hemoglobin. Bilirubin selajutnya diubah menjadi urobilinogen
yag dikeluarkan melalui feses dan urine.
7

c. Pankreas

Pankreas dapat dibedakan menjadi bagian eksokrin dan endokrin.


Bagian eksokrin oleh sel-sel acini pankreas berfungsi menghasilkan cairan
pencernaan (enzim pencernaan). Bagian endokrin sel-sel Islet Langerhans
berfungsi menghasilkan hormon. Regulasi sekresi enzim pencernaan pada
usus halus bermula dari asam lambung yang menuju ke duodenum,
selanjutnya merangsang sekresi hormon sekretin oleh mukosa duodenal.
Sekretin merangsang 1) Asini pankreas (bagian eksokrin) untuk
mensekresikan cairan pankreas yang bersifat alkalis (basa) untuk
menetralkan asam lambung. 2) Pada saat yang sama chyme merangsang
pelepasan hormon pankreosimin dari muksa duodenum untuk
mempengaruhi pankreas mensekrsikan enzim digesti. Cairan pankreas
mengandung enzim-enzim pencernaan berikut ini: 1) Protease pankreas
terdiri atas trypsinogen, dan chemotrypsinogen 2) Amylase pankreas,
untuk memecah amilum menjadi sakarida sederhana. 3) Lipase pankreas,
untuk memecah lemak (setelah diemulsifikasikan oleh empedu) menjadi
asam lemak dan gliserol. 4) Bikarbonat (NaHO3) (Baret, 1986).
8

Gambar 1. Organ utama dan sistem pencernaan (Sumber: Booth


Kathryn, Wyman Terri.Anantomy, Physiology, and Pathophysiology for Allied
Health Ebook-Career Education, 2007)

Fungsi utama sistem ini adalah untuk menyediakan makanan, air, dan
elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi.
Pencernaan berlansung secara mekanik dan kimia, dan meliputi proses-proses
berikut:

1. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut.

2. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik oleh gigi.


Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan (menelan).

3. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang


menggerakkan makanan tertelan melalui saluran pencernaan.

4. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul


kecil sehingga absorpsi dapat berlansung.

5. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran


pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik sehingga dapat digunakan oleh
sel tubuh.

6. Egesti (defekasi) adalah proses eleminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna, juga
bakteri, dalam bentuk feses dari saluran pencernaan (Chaliks,2016)

2.1.2 Garis besar saluran pencernaan

Dinding saluran pencernaan terdiri dari 4 lapisan atau tunika :

1. Mukosa adalah lapisan terdalam dari dinding dan sebagian besar terbuat dari
dinding dan sebagian besar terbuat dari jaringan epitel yang mensekresi enzim dan
mukus ke dalam dari kanal. Lapisan ini sangat aktif dalam menyerap nutrisi
9

2. Submukosa adalah lapisan dalam dari mukosa. Mengandung jaringan ikat


longgar, pembuluh darah, kelenjar, dan saraf. Pembuluh darah di lapisan ini
mengangkut nutrisi yang diserap.

3. Lapisan muskuler. Lapisan ini terletak di luar submukosa. Terbuat dari lapisan
jaringan otot polos dan berkontraksi untuk menggerakkan material melalui kanal.
Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot, satu lapisan sirkular dalam dan
satu lapisan longitudinal luar. Kontraksi lapisan sirkular mengkonstriksi lumen
saluran dan kontraksi lapisan longitudinal memperpendek dan memperlebar
lumen saluran. Kontraksi ini mengakibatkan gelombang peristalsis (gambar 2)
yang menggerakkan isi saluran kearah depan. a) Muskularis eksterna terdiri dari
otot rangka di mulut, faring, dan esofagus atas, serta otot polos pada saluran
selanjutnya. b) Pleksus Auerbach (pleksus mienterik) yang terdiri dari serabut
saraf dan sel ganglion parasimpatis, terletak di antara lapisan otot sirkular dalam
dan longitudinal luar.

4. Serosa adalah lapisan terluar dari saluran dan juga dikenal sebagi peritoneum
viseral. Serosa mengeluarkan cairan serosa untuk menjaga bagian luar saluran
tetap lembab atau basah dan untuk mencegah saluran melekat ke organ lainnya.

2.2 Proses Pencernaan Makanan pada Manusia


2.2.1 Pengertian Proses Pencernaan

Proses pencernaan dalam saluran pencernaan manusia meliputi dua proses


yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik adalah
pencernaan yang dilakukan oleh gigi di dalam mulut, sedangkan pencernaan
kimiawai adalah pencernaan yang melibatkan enzim. Pencernaan kimiawi adalah
pencernaan yang terjadi di mulut, lambung dan anus. Proses pencernaan makanan
juga melibatkan alat-alat pencernaan yang terdiri dari saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan manusia tediri dari : rongga mulut,
kerongkongan (esofagus), lambung (vetrikulus), usus halus, usus besar (kolon)
10

dan anus Sedangkan kelenjar pencernaan terdiri di air liur atau ludah, lambung
pankreas dan hati (hepar).

2.2.2 Proses Pencernaan pada Tubuh Manusia

Proses pencernaan makanan yang terjadi pada tubuh manusia dibantu oleh
enzim yang dapat mempercepat proses pencernaan. Enzim ini dihasilkan oleh
organ pencernaan dan jenisnya tergantung dari bahan makanan yang akan dicerna
oleh tubuh.

Berikut merupakan uraian proses pencernaan pada tubuh manusia mulai


dari pencernaan yang berada di dalam mulut yang melibatkan pencernaan
mekanik hingga kimiawi dan berakhir pada proses pembuangan yang melibatkan
Anus.

1. Mulut

Proses pencernaan pertama kali terjadi di mulut, Di dalam mulut terdapat


berbagai alat yang dapat berfungsi membantu proses pencernaan diantaranya,
Gigi, Lidah, dan Enzim ptialin. Mulut merupakan tempat pertama terjadinya
proses pencernaan baik secara mekanik yang dilakukan dengan gigi maupun
secara kimiawi yang bekerjasama dengan kelenjar ludah. gigi yang berfungsi
sebagai pencerna mekanik yang dimana gigi tersebut bertugas untuk memotong,
menyobek, dan mengunyah makanan. Sedagkan lidah berfungsi untuk membantu
proses menelan dan pencampuran makanan dalam mulut.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Makanan yang sudah melalui proses pencernaan di dalam mulut


selanjtunya akan melewati tahap berikutnya yaitu proses menuju lambung. Tetapi
sebelum menuju lambung makan makanan harus melewati kerongkongan terlebih
dahulu. Kerongkongan merupakan saluran panjang dan tipis sebagai jalan
makanan yang telah dikunyah dari mulu kelambung.

3. Lambung (Esofagus)
11

Lammbung merupakan oragan dalam yang berbentuk menyerupai huruf j


yang terletak di bagian atas perut. Lambung adalah organ pencernaan yang
bentuknya di penehi dengan otot dan pembuluh darah. Sedangkan ukuran
lambung variatif tergantung postur tubuh yang memiliki lambung.

a) Kardiak
Kardiak adalah bagian ujung lambung teratas yang berhubungan langsung
dengan esofagus. Kardiak menjadi tempat pertama masuknya makanan
setelah dari kerongkongan. Pada ujung lambung ini terdapat sfingter
kardiak, cincin otot yang berfungsi sebagai klep untuk mencegah makanan
yang sudah masuk ke lambung kembali naik ke kerongkongan.
b) Fundus
Setelah memasuki kardiak, makanan kemudian disalurkan menuju fundus.
Fundus adalah area yang berbentuk lengkungan di bagian atas lambung
dan terletak di bawah diafragma. Bagian lambung yang satu ini menjadi
tempat makanan mulai mengalami proses pencernaan.
c) Badan lambung
Badan lambung adalah bagian dari anatomi lambung yang paling penting.
Pasalnya, badan lambung menjadi tempat makanan dicerna dan diproses
menjadi bentuk kecil-kecil dengan bantuan enzim lambung.
d) Antrum
Antrum adalah bagian terbawah dari lambung, terkadang disebut juga
dengan antrum pilorus. Antrum memiliki fungsi sebagai tempat
menampung makanan yang sudah dicerna sebelum disalurkan menuju usus
halus.
e) Pilorus
Pilorus adalah anatomi lambung paling akhir yang terhubung langsung
dengan usus halus. Pada pilorus terdapat sfingter pilorus, yaitu cincin otot
tebal yang berfungsi sebagai katup yang mengatur keluarnya makanan dari
lambung menuju duodenum. Sfingter pilorus ini juga berfungsi untuk
12

mencegah makanan yang sudah tersalurkan ke duodenum agar tidak


kembali ke lambung.

4. Usus Halus

Di dalam usus halus terdapat dua proses pencernaan yaitu pencernaan


secara kimiawi dan proses penyerapan sari makaan. Di dalam usus dua belas jaru
bernuara dua saluran, yaitu sebagai berikut: a) Saluran empedu, berasal dari
kantung empedu di hati. Empedu di hasilkan oleh hati berfungsi utuk
mengemulsikan lemak pada makanan. b) Saluran Pankreas,berasal dari kelenjar
pankreas yang mengandung enzim-enzim, seperti enzim amilase, enzim tripsin
dan enzi lipase. Didalam usus kosong, makanan mengalami pencernaan secara
kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus, sehingga makanan menjadi
semakin halus dan cenderung encer. Enzim yang dihasilkan antara lain
enterokonase, laktase, eripsin atau dipeptidase, maltase, disakaridase, peptidase,
sukrase, danlipase, Pencernaan makanan ini akan berakhir pada usus penyerapan.

5. Usus Besar (Kolon)

Setelah melewati usus halus,sisa makanan masuk ke usus besar (kolon).


Kolon terdiri dari tiga bagian yaitu kolon naik, kolon datar dan kolon turun. Kolon
memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing atau apendiks. Di dalam usus
besar, sisa makan mengalami pembusukan. Pembusukan ini di bantu oleh bakteri
Escherichia coli. Air dan garam mineral dari sisa makanan tersebut, akan diserap
oleh usus kambali. Setelah itu sisa makanan dikeluarkan melalui anus dalam
bentuk tinja (fases).

6. Anus

Bagian yang terakhir dari saluran pencernaan merupakan bagian yang


menggelembung disebut rektum. Rektum dan anus merupakan lubang tepat
pembuangan fases dari tubuh (Winatasasmita, 1992).
13

2.3 Metabolisme Karbohidrat, Protein, dan Lemak didalam Sel

Makanan mengalami tiga proses dalam tubuh, yaitu pencernaan, absorpsi,


dan metabolism. Pencernaan dan arbsorpsi terjadi dalam saluran pencernaan.
Setelah nutrisi diserap makan mereka tersedia bagi semua sel dalam tubuh kita
dan digunakan oleh sel untuk metabolisme.

Selama pencernaan, ada 3 kelompok molekul yang biasa ditemui. Masing


masing dipecah-pecah menjadi komponen molekulnya oleh enzim-enzim khusus:

 Kompleks karbohidrat atau polisakarida (seperti tepung) dipeceh menjadi


oligosakarida (mengandung 2-10 monosakarida yang berhubungan),
disakarida (seperti maltosa), atau monosakarida tunggal (seperti glukosa
dan fruktosa). Enzim yang disebut amilase memecah amilum (tepung)
 Protein dipecah menjadi rantai asam amino pendek (peptida) atau asam
amino tunggal oleh enzim yang disebut protease.
 Lemak (lipida) dipecah menjadi gliserol dan asam lemak (peptida) oleh
enzim yang disebut lipase.

Ringkasan pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak dapat dilihat pada


Tabel 1. Pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak.
14

Tabel 1. Pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak

2.4 Pengendalian Saraf pada Proses Pencernaan Makan

Pengendalian saraf pada proses pencernaan. Sistem saraf otonom


menginervasi keseluruhan saluran pencernaan, kecuali ujung atas dan ujung
bawah yang dikendalikan secara volunter.

1. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X),


mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung
jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. Efek ini meliputi motilitas dan
sekresi getah pencernaan.

2. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik,


menghambat kontraksi otot polos saluran, mengurangi motalitas, dan
menghambat sekresi cairan pencernaan.

3. Pleksus Meissner dan Auerbach merupakan sisi sinaps untuk serabut


praganglionik parasimpatis. Pleksus ini juga berfungsi untuk pengaturan
kontraktil lokal dan aktivitas sekretori saluran (Chaliks,2016).

2.5 Gangguan yang Terdapat pada Sistem Pencernaan Manusia

1. Diare

Diare yaitu penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang


air besar dari biasanya, yang disertai perubahan bentuk konsistensi feses dari
penderita. Gejala Diare : Mual, Pusing, Demam, Kembung, Kehabisan cairan ,
Tubuh menjadi lemas, Menderita mram perut, Buang air besar terus menerus.
Penyebab Diare: Penyebab paling umum dari diare adalah virus yang menginfeksi
usus. Infeksi biasanya berlangsung selama dua hari dan kadang-kadang disebut
"flu usus" atau "flu perut." Diare juga bisa disebabkan oleh: Infeksi oleh bakteri
(penyebab sebagian besar jenis keracunan makanan) , Infeksi oleh organisme lain,
Makan makanan yang mengganggu sistem pencernaan , Alergi terhadap makanan
15

tertentu , Obat-obatan , Terapi radiasi, Penyakit usus (penyakit Crohn, kolitis


ulserativa), Malabsorpsi (dimana tubuh tidak dapat cukup menyerap nutrisi
tertentu dari diet), Hipertiroidisme, Beberapa kanker, penyalahgunaan Laksatif,
Penyalahgunaan alcohol, Operasi saluran pencernaan, Diabetes.

2. Gastritis

Penyebab Gastritis Gastritis dapat terjadi bila ada ransangan berlebihan


pada mucosa karena aktivitas nervus vagus sehingga kelenjar yang memproduksi
asam lambung akan teransang. Mucosa juga dapat teriritasi oleh obat seperti
aspirin atau steroid. Gejala: Mual, Muntah, Penurunan nafsu makan, Perut terasa
panas , Gelisah atau terasa penuh dibagian atas perut , Terasa kram pada perut
(Chaliks,

3. Konstipasi (sembelit)

Konstipasi atau yang sering kita sebut dengan sebutan “sembelit” adalah
keadaan yang dialami seseoang dengan gejala fases mengeras sehingga susah
dikeluarkan. Sembelit disebabkan oleh adanya penyerapan air pada sisa makanan.
Akibatnya, fases kekurangan air dan menjadi keras. Ini terjadi dari kebiasaan
buruk yang menunda-nunda buang besar. Selain itu, juga karena kurangnya
penderita dalam mengkonsumsi makanan berserat, kurang minum, stres, dan lain-
lain.
16

4. Maag

Penyakit ini juga disebut tukak lambung atau luka pada lambung. Alat
pencernaan yang diserang oleh maag adalah lambung atau usus dua belas jari.
Gejalanya antara lain pegal-pegal di punggung satu sampai dua jam setelah makan
atau jika perut kosong. Gejala yang terkenal dari penyakit maag adalah mual,
kembung, dan muntah-muntah. Gejala lainnya adalah kurang nafsu makan dan
berat turun. Penyebab penyakit maag yaitu bakteri Helicobakter pylori atau
pemakaian sejenis obat antiradang.

5. Demam Tifoid

Demam tifoid adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri.


Bakteri tifoid menyebabkan penderitanya demam, lemah, dan bahkan kematian.
Kejadian demam tifoid umumnya terjadi di kawasan yang sangat padat penduduk.
Ketika sanitasi dan kebersihan diperbaiki hingga standar modern, kejadian demam
tifoid menurun drastis. Sekarang relatif agak jarang.

Gejala penyakit ini ialah demam, khususnya pada malam hari, sakit
kepala, sakit perut, lidah pahit sehingga tidak ada nafsu makan. Gelaja pertama
muncul satu hingga tiga pekan setelah mengkonsumsi air atau makanan yang
tercemar bakteri demam tifoid. Lazimnya demam terjadi pada pekan pertama, dan
pada pekan kedua meningkat dan tetap tinggi. Seringkali juga diikuti munculnya
bercak-bercak warna merah muda. Pada tingkat parah, terjadi diare berwarna
17

kehijauan. Selanjutnya terjadi hal-hal yang lebih fatal seperti tukak pada usus
bahkan lubang pada dinding usus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang
disebut Salmonella typhi. Bakteri ini ditularkan terutama melalui air atau makanan
yang tercemar. Korban demam tifoid membuang bakteri dalam feses dan
urinenya.

6. Disentri

Penyakit ini menyerang usus. Usus yang terserang disentri terinfeksi oleh
kuman (bakteri atau amoeba) jadi meradang. Gejala umumnya antara lain sakit
perut, mencret (diare) kadang-kadang berdarah dan berlendir. Ada dua tipe
disentri yaitu disentri baksiler dan disentri amebik. Disentri baksiler disebabkan
oleh bakteri dari keluarga Shigella. Sedangkan disentri amebik disebabkan oleh
keluarga Amoeba. Penyebaran atau penularannya seperti penyakit diare, yaitu
melalui tinja si penderita yang mencemari air atau tanah. Dan orang sehat
memakai air atau tanah yang tercemari oleh tinja yang mengandung kuman
penyakit ini.

7. Tukak Lambung dan Gastritis


a. Tukak Lambung

Tukak lambung adalah salah satu kelainan sistem pencernaan yakni


kerusakan pada selaput lendir. Tukak lambung dapat disebabkan oleh factor-
faktor kuman, toksin, ataupun psikosomatis. Kecemasan, ketakutan, stress, dan
kelelahan merupakan faktor psikosomatis yang akhirnya dapat merangsang
pengeluaran HCL di lambung. Jika HCL berlebihan, selapu lendir lambung akan
rusak.
18

b. Gastristis

Merupakan suatu peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa


(lender) dinding lambung. Penyebabnya ialah penderita memakan yang
mengandung kuman penyakit. Kemungkinan juga karena kadar asam klorida
(HCL) pada lambung terlalu tinggi.

8. Usus Buntu (Apendisitis)

Apendisitis merupakan gangguan yang terjadi karena peradangan


apendiks. Penyebabnya ialah adanya infeksi bakteri pada umbai cacing (usus
buntu). Penyakit usus buntu adalah peradangan dan pembengkakan yang terjadi di
dalam usus buntu, yaitu suatu organ berbentuk kantung dan seukuran jari, yang
terhubung dengan usus besar. Seseorang yang terkena penyakit usus buntu
awalnya akan merasakan sakit yang kerap muncul dan hilang di perut bagian
tengah. Rasa sakit ini dalam waktu beberapa jam akan terasa semakin konstan dan
perlahan berpindah menuju sumber peradangannya, yaitu perut bawah sebelah
kanan. Penyebab penyakit usus buntu sendiri masih belum diketahui secara pasti.
Ahli berpendapat bahwa kondisi ini bisa disebabkan penyumbatan pintu masuk
usus buntu oleh kotoran atau oleh pembengkakan kelenjar getah bening pada
19

dinding usus. Salah satu penyebabnya juga karena infeksi bakteri pada umbai
cacing (usus buntu).

9. Hemeroid/Wasir/Ambeyen

Wasir merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar atau di dalam


anus. Penyebab pembengkakan ini belum diketahui secara pasti, namun erat
kaitannya dengan tekanan yang meningkat pada pembuluh darah akibat Kurang
mengonsumsi makanan kaya serat. Wasir termasuk penyakit yang mudah
didiagnosis oleh dokter melalui pemeriksaan kondisi dubur. Biasanya dokter akan
meresepkan obat-obatan untuk meredakan gejala sekaligus memperlancar buang
air besar pasien.

10. Refluks gastroesofagus (GERD)

Refluks gastroesofagus (penyakit asam lambung) atau dikenal juga sebagai


GERD merupakan kondisi yang terjadi ketika asam lambung naik ke atas
kerongkongan akibat cincin otot esofagus tidak dapat menutup secara baik.
Esofagus atau kerongkongan merupakan saluran yang menghubungkan mulut
dengan lambung. Cincin esofagus bekerja sebagai katup satu arah dimana ketika
kita menelan makanan, bagian ini akan terbuka dan mempersilakan makanan
lewat untuk menuju lambung. Setelah makanan lewat, cincin esofagus akan
20

tertutup secara otomatis guna mencegah makanan dan asam lambung naik ke
kerongkongan.

GERD biasanya mudah didiagnosis oleh dokter hanya dengan


menanyakan gejala yang dirasakan penderitanya secara detail. Pemeriksaan lebih
lanjut biasanya dilakukan jika pasien diduga menderita kondisi lain seperti
sindrom iritasi usus atau tukak lambung. Pada kasus GERD dengan gejala parah
dan tidak mempan terhadap obat-obatan, penanganan biasanya dilakukan melalui
operasi.

11. Radang Dinding Lambung

Orang yang sering duduk dalam beraktivitas dan ibu hamil seringkali
mengalami gangguan ini Radang dinding lambung menyerang membran mukus
yang melapisi lambung. Gejalanya sulit bernapas, feses berwarna gelap bercampur
darah, dan sakit kepala. Penyebabnya mungkin alergi makanan, alkohol, atau
obat-obatan, racun atau bakteri. Pengobatannya dilakukan sesuai dengan
penyebabnya. Yang disebabkan oleh bakteri pasien diberi antibiotika.

12. Cacingan

Ada beberapa jenis penyakit cacing. Tiga yang perlu Anda ketahui yaitu
cacing gelang, cacing tambang, dan cacing kremi.

a. Cacing gelang
Disebabkan oleh cacing gelang atau Ascaris lumbriciadea. Telur cacing ini
masuk melalui makanan dan minuman yang tercemar atau tidak bersih.
Gejalanya antara lain perut mulas, mencret dan kembung. Penderita
mungkin juga mengalami gejala ikutan seperti tenggorokan dan hidung
gatal. Terkadang ia mengalami kejang dan kesemutan di tangan dan kaki.
Mata sering mengedip dan timbul selaput pada putih mata. Anak-anak
menjadi sering rewel dan menangis.
b. Cacing tambang
21

Penyakit cacing ini disebabkan oleh cacing tambang. Telur cacing tambang
masuk ke tubuh melalui kulit, khusunya kaki dan tangan. Telur cacing ini
hidup di daerah lembab dan hangat. Gejala yang tampak ialah perut mulas,
mencret, dan kembung. Seringkali diiringi dengan tidak enak badan dan
gatal di kaki atau tangan. Pengobatannya dengan obat cacing yang sesuai.
c. Cacing kremi
Cara telur cacing ini masuk ke dalam sistem pencernaan ialah melalui
makanan dan minuman mentah dan tidak bersih. Anak-anak yang
mempunyai kebiasaan menggigit-gigit jari dan bermain di tempat yang
becek-lembap berpeluang terkena penyakit ini. Karena telur cacing kremi
suka berada di air atau tanah yang tidak bersih. Gejala penyakit cacing
keremi yaitu gatal-gatal pada liang dubur atau liang hidung. Jika parah,
mata anak yang menderita cacing kremi tampak agak berbusa.
13. Penyakit Batu Empedu

Penyakit batu empedu merupakan peradangan kantong empedu atau


penyumbatan saluran empedu karena adanya batu yang berasal dari pengkristalan
kolesterol.Batu tersebut terbentuk akibat ketidakseimbangan kimia di dalam
kandung empedu. Batu empedu yang tidak menyumbat saluran empedu tidak akan
menimbulkan gejala apa pun. Namun jika sudah menyumbat, penderitanya dapat
merasakan nyeri perut hebat yang biasanya berlangsung antara satu hingga lima
jam dan muncul secara tiba-tiba. Selain rasa sakit, batu empedu juga dapat
menyebabkan peradangan yang diikuti dengan gejala demam tinggi dan sakit
kuning. Bahkan pada beberapa kasus, batu empedu dapat mengiritasi pankreas
dan menyebabkan gejala nyeri yang dapat meningkat secara cepat. Batu empedu
yang tidak menimbulkan gejala tidak perlu diobati. Sebaliknya diagnosis dan
pengobatan harus dilakukan jika gejala sudah terasa cukup mengganggu. batu
empedu dapat didiagnosis dengan pemindaian USG. Untuk pengobatannya,
metode yang direkomendasikan adalah dengan operasi pengangkatan kantong
empedu melalui operasi laparoskopi. Selain sederhana, prosedur ini juga terbukti
minim risiko terjadinya komplikasi ( Surtiretna, 2006)
22

14. Kanker lambung

Yaitu gejala-gejala permulaan dari kanker lambung hampir sama dengan


gejala-gejala yang disebabkan gangguan lain pada alat pencernaan, antara lain
merasa panas, kehilangan nafsu makan, ketidaksanggupan mencerna (salah cerna)
berlangsung terus menerus, sedikit rasa muak, rasa gembung dan rasa gelisah
sesudah makan, dan kadang-kadang timbul rasa nyeri pada lambung (Syaifudin,
2006)
23

BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.1.1 Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan, satu tabung
memanjang dari mulut ke anus, dan organ aksesori yang berhubungan,
terutama kelenjar yang terletak di luar saluran pencernaan yang
mensekresikan cairan di dalamnya. Makanan dipecah, sedikit demi
sedikit, sampai menjadi molekul yang cukup kecil untuk diserap dan
produk sisa dieliminasi.
3.1.2 Proses pencernaan dalam saluran pencernaan manusia meliputi dua
proses yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan
mekanik adalah pencernaan yang dilakukan oleh gigi di dalam mulut,
sedangkan pencernaan kimiawai adalah pencernaan yang melibatkan
enzim. Pencernaan kimiawi adalah pencernaan yang terjadi di mulut,
lambung dan anus. Proses pencernaan makanan juga melibatkan alat-
alat pencernaan yang terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan.
3.1.3 Kompleks karbohidrat atau polisakarida (seperti tepung) dipeceh
menjadi oligosakarida (mengandung 2-10 monosakarida yang
berhubungan), disakarida (seperti maltosa), atau monosakarida tunggal
(seperti glukosa dan fruktosa). Enzim yang disebut amilase memecah
amilum (tepung). Protein dipecah menjadi rantai asam amino pendek
(peptida) atau asam amino tunggal oleh enzim yang disebut protease.
Lemak (lipida) dipecah menjadi gliserol dan asam lemak (peptida) oleh
enzim yang disebut lipase.
24

3.1.4 Pengendalian saraf pada proses pencernaan. Sistem saraf otonom


menginervasi keseluruhan saluran pencernaan, kecuali ujung atas dan
ujung bawah yang dikendalikan secara volunter.
3.1.5 Gangguan yang terdapat pada system pencernaan manusia antara lain:
diare, gasgritis, maag, sembelit, kanker lambung, usus buntu, batu
empedu, cacingan, wasir, radang didnding lambung, dan Refluks
gastroesofagus (GERD)
25

DAFTAR PUSTAKA

Baret, J.M., Peter Abramoff, Kumaran, A.K., and Millington, W.F., 1986.
Biology. Prentice Hall: New Jersey.

Chaliks, Raimundus. 2016. ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA. Jakarta: Pusdik


SDM Kesehhatan.

Syaifudin. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta:


EGC

Surtiretna. Nina. 2006. Mengenal Sistem Pencernaan. Bandung: PT. Kiblat Buku
Utama.
Wibowo, D S. 2018. Anatomi Tubuh Manusia. Jakarta : Grasindo.