Anda di halaman 1dari 7

Nama : Muhammad Irsyad Haiqal

No. BP : 1910512003

A. Karya Tulis Ilmiah


Pengertian Karya Ilmiah
Karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan
teori dan metode-metode ilmiah. Biasanya Karya ilmiah berisikan data, fakta, dan solusi
mengenai suatu masalah yang diangkat. Penulisan karya ilmiah dilakukan secara runtut dan
sistematis.

• Struktur Karya Ilmiah


1. Pendahuluan

Bagian pendahuluan berisikan dasar-dasar penelitian ilmiah dilakukan, masalah yang


diangkat, dan mekanisme penyelesaian masalah itu.

2. Isi dan Pembahasan

Bagian isi dan pembahasan ini bisa terdiri dari satu atau lebih bab. Jumlah bab pada
bagian ini bergantung seberapa pelik pembedahan dan pembahasan dari bahan penelitian.

3. Kesimpulan

Bagian kesimpulan berisikan kesimpulan dari hasil analisis pada bagian isi dan
pembahasan. Kesimpulan yang disampaikan pada bagian ini berupa penjelasan singkat dan
padat mengenai hasil analisis. Biasanya, bagian ini hanya terdiri dari satu bab.

• Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah


Ciri-ciri karya ilmiah hal yang harus dipahami mengenai karya ilmiah ialah ciri-cirinya:

1. Reproduktif; Artinya karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan
dimaknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus
bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah.

2.Tidak Ambigu; Ciri ini ada kaitannya dengan reproduktif. Sebuah karya ilmiah harus
memberikan pemahaman secara detil dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak
membingungkan. Dengan begitu, maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh
pembacanya.

3. Tidak Emotif; Artinya, karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari
penulisnya. Sebab, karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis
penelitian, bukan dari perasaan subjektif dari penulisnya.
4. Menggunakan Bahasa Baku; Menggunakan bahasa baku agar mudah dipahami.
Penggunaan bahasa baku itu meliputi setiap aspek penulisannya. Mulai dari penulisan
sumber, teori, hingga penulisan kesimpulan. Ketidakbakuan pada tulisan karya ilmiah hanya
akan membuat pembacanya bingung dan apa yang ingin disampaikan dalam tulisan tidak
dipahami pembaca.

5. Menggunakan Kaidah Keilmuan; Penulisan karya ilmiah harus menggunakan kaidah


keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis. Hal itu bertujuan
untuk menunjukkan bahwa peneliti atau penulisnya memiliki kapabilitas pada bidang kajian
yang dibahas dalam karya ilmiah. Penggunaan kaidah atau istilah ilmiah itu juga menjadi
takaran seberapa ahli peneliti pada bidang keilmuannya.

6. Bersifat Dekoratif; Artinya penulis karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang
memiliki satu makna. Rasional artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang
logis dan kecermatan penelitian. Kedua hal itu penting karena karya ilmiah harus bisa
menyampaikan maksud dari penelitian yang dilakukan oleh penulis tanpa membingungkan.

7. Terdapat Kohesi Artinya karya ilmiah harus memiliki kesinambungan antar bagian dan
babnya dan bersifat straight forward maksudnya ialah tidak bertele-tele atau tepat sasaran.
Sebuah karya ilmiah setiap bagian atau babnya harus memiliki alur logika yang saling
bersambung. Selain itu, penyampaiannya harus tepat sasaran dengan apa yang ingin
disampaikan.

8. Bersifat Objektif Karya ilmiah harus bersifat objektif. Hal ini sangat penting karena karya
ilmiah tidak dibuat berdasarkan perasaan penulisnya. Karya ilmiah harus menunjukkan fakta-
fakta dan data-data dari hasil analisisnya. Jadi, tidak memiliki kecondongan subjektifitas.

9. Menggunakan Kalimat Efektif Dan, penulisan karya ilmiah harus menggunakan kalimat
efektif. Ciri ini berkaitan dengan semua ciri sebelumnya. Tujuan penggunaan kalimat dalam
karya ilmiah agar pembaca tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang berputar-
putar. Penggunaan kalimat seperti itu hanya akan membuat pembaca bingung.

• Contoh karya ilmiah tentang “Pergaulan Bebas"

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Usia remaja adalah usia yang rawan khususnya di dalam pergaulan. Kemajuan teknologi juga
akan memicu luasnya pergaulan. Pada saat kini, pergaulan bebas sudah menjadi bahaya
paling utama yang dihadapi oleh kalangan remaja.
Bukan hanya itu, pergaulan bebas juga dapat menimbulkan kekhawatiran para orang tua.
Usia remaja yang masih labil memang akan sangat mudah untuk dibodohi pergaulan.

2. Rumusan Masalah

Bagaimana bahaya pergaulan bebas untuk para remaja?

3. Tujuan penelitian

Mengetahui bahaya apa saja yang akan mengancam sebagai akibat dari pergaulan bebas.

BAB II

PEMBAHASAN

Bahaya Pergaulan Bebas

Pergaulan tidak selamanya selalu memberikan efek yang baik. Pergaulan yang buruk atau
sering disebut dengan pergaulan bebas merupakan salah satu contoh pergaulan dengan efek
yang buruk. Dampak negatif dari pergaulan bebas tersebut di antaranya sebagai berikut:

a. Kerusakan moral anak

Pergaulan bebas adalah salah satu penyebab dari rusaknya moral anak bangsa. Mereka akan
merasa bebas tanpa diperhatikan oleh para orang tua. Sehingga mereka akan kehilangan
akhlak baik yang seharusnya dimiliki.

Berbagai hal negatif bisa mereka lakukan untuk memenuhi rasa bahagianya. Pergaulan bebas
akan menyebabkan anak kehilangan sikap sopan dan juga hanya mengikuti zaman.

b. Penggunaan narkotika dan minuman keras

Seperti yang sudah banyak diberitakan, para remaja saat ini banyak yang terciduk sedang
berpesta minuman keras ataupun obat terlarang. Bahkan, tidak hanya remaja, anak-anak yang
masih usia dini juga sudah menghisap rokok.

Obat-obatan terlarang saat ini mudah ditemukan jika seseorang sudah masuk ke dalam zona
pergaulan bebas. Hal ini disebabkan minuman keras dan juga narkotika dijual dengan bebas
dimana saja.
c. Kecelakaan sebelum menikah

Dampak negatifve dari pergaulan bebas yang akan berdampak besar bagi diri sendiri ataupun
keluarga adalah hamil duluan. Kurangnya sex education bagi remaja akan menjadi sebab
utama.
Kecelakaan sebelum menikah tersebut bahkan sudah terjadi pada anak usia Sekolah Dasar
(SD). Mereka tidak akan mengetahui apa yang mereka lakukan serta dampak setelah mereka
melakukan hal itu.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Pergaulan pada saat ini sudah memasuki zona yang berbahaya. Dampak negatif dari
pergaulan bebas tersebut sudah memakan banyak korban. Mulai dari kerusakan moral dan
juga penggunaan obat terlarang dan kecelakaan sebelum menikah.

Pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja tersebut bisa dikurangi dengan melalui
perantara utama yaitu para orang tua. Orang tua harus memberikan edukasi dan juga
pengawasan yang cukup kepada anak-anaknya.

2. Karya Tulis Semi Ilmiah


Pengertian Karya Tulis Semi Ilmiah

Karya tulis ilmu pengatahuan yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi
penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-
katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya
atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya
pun tidak semi-formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis
karena sering dimasukkan karya tulis non-ilmiah. Maksud dari karya tulis non-ilmiah tersebut
ialah karena jenis semi

ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng,
hikayat, novel, roman dan cerpen.

Ciri-ciri karya semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu :

1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi;


2. Fakta yang disimpulkan subjektif;
3. Gaya bahasa formal dan popular;
4. Mementingkan diri penulis;
5. Melebih-lebihkan sesuatu;
6. Usulan-usulan bersifat argumentative; dan Bersifat persuasive.

Contoh karya tulis ilmiah populer, contohnya seperti :

1. Artikel; Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang
dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan
menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.
2. Resensi; Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya,
baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD.
3. Resume atau ringkasan
4. Sinopsis

Sinopsis adalah ikhtisar karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan


karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu; ringkasan; abstraksi.

Contoh synopsis:

Jomblo Narsis

Status lajang ternyata mengganggu bagi jono, dia benar-benar menginginkan pacara selama
lima tahun terakhir dalam hidupnya, kebosanan tunggalnya akhirnya membuatnya
memutuskan untuk mencari anak laki-laki sekarang. Berbagai metode diadopsi, hingga
akhirnya ia dibantu oleh sahabatnya, Niko mencari keberuntungan mendapatkan pacara
melalui dunia maya.

Dengan satu upaya, Jono segera bertemu dengan kenalan, perkenalan tidak berhenti sampai
di situ dan mereka tetap berhubungan sampai tahap berikutnya. Namun, semuanya tidak
bekerja dengan sempurna, kekecewaan dan rasa pahit tidak bisa lagi dihindari. Sama halnya
dengan Niko yang pasti memiliki hati yang hancur. Tetapi apakah pertarungan berhenti di
sini? apa status single yang sudah berpakaian lagi ???

3. Karya Tulis Non-Ilmiah

Pengertian Karya Tulis Non-Ilmiah. Karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang
pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung
fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan
(tidak terlalu formal).

Ciri-ciri Karya Tulis Non-Ilmiah:

1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi.


2. Fakta yang disimpulkan subyektif.
3. Gaya bahasa konotatif dan populer.
4. Tidak memuat hipotesis.
5. Penyajian dibarengi dengan sejarah.
6. Bersifat imajinatif.
7. Situasi didramatisir.
8. Bersifat persuasif.
9. Tanpa dukungan bukti.

contoh karya tulis non ilmiah, diantaranya adalah :

1. Dongeng

Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi
suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara
berinteraksi dengan makhluk lainnya.

2. Cerpen

Cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan
langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella
(dalam pengertian modern) dan novel.

3. Novel

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif; biasanya dalam
bentuk cerita.

4. Drama

Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh
aktor.

5. Roman

Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya
melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.

Contoh Cerpen:

“Cowok Idaman”

Pagi itu Tya berangkat sekolah bersama Ica sahabatnya. Sembari menyusuri
lorong kelas yang biasa mereka lewati, Tya bertanya pada Ica.

“Ca, menurutmu tipe cewek idaman Ari itu kaya gimana sih?”

Sambil tersenyum Nina lantas menjawab. “Gimana ya? Setahuku tipenya Ari
sih gak muluk-muluk. Karena setahu aku dia lebih suka sama cewek yang
natural gitu lah.”
“Hmm gitu ya, gak suka sama cewek yang hobi dandan berarti” Sambut Tya
dengan wajah yang semakin berbinar kegirangan.

“Ya kira-kira seperti itu lah.”


“Terus gimana dong supaya wajah tetep cantik meski gak pake make up
tebal?” Tanya Tya lagi.

“Coba aja kamu pakai masker bengkoang dan scrub gula pasir biar bibir merah
merona gitu” Jawab Ica.

“Wah iya juga ya, nanti malam ku coba deh Ca”

Selama beberapa hari Tya mencoba ide yang diberikan oleh Ica. Tya pun
sangat senang karena wajahnya lama kelamaan mulai tampak lebih cerah dan
berseri. Bekas jerawat yang awalnya tampak jelas pun sudah mulai
menghilang.
Masker Bengkoang dan Scrub gula pasir untuk wajah dan bibir pun tak pernah
lupa untuk terus ia gunakan mengingat seminggu lagi bakal ada acara pensi.

Pastinya di acara ini Tya bakal ketemu Ari dan dia harus tampil cantik dan
mempesona agar menarik perhatian Ari, Lelaki idamannya.

4. Tugas mendeskripsikan kamar.

Kamarku

Kamar adalah tempat ku menghabiskan waktu luang. Di kamarku, aku istirahat,


bersantai, belajar, beribadah, dan bercengkrama dengan teman-teman. Aku tinggal di rumah
kos yang ukurannya 4 kali 4. Tak banyak yang bisa dideskripsikan dari kamarku. Cuman
memiliki 1 kamar mandi, 1 wastafel, 2 jendela, fentilasi yang mencukupi, dan memiliki pintu
yang kokoh. Memang cuman ini yang didapat dari sebuah kos yang murah, walau begitu
suasananya selalu ramai dan banyak teman-teman yang datang berkunjung. Kami disana
sering bermain gitar, bercerita dan banyak lagi yang didapat.

Di kamarku terdapat sebuah lemari pakaian, meja belajar, rak buku dan tempat tidur.
Lemari pakaianku terletak didekat pintu. Lemari ini berwarna coklat, memilik 1 pintu yang
terbuat dari kayu. Ketika aku belajar aku mengunakan meja belajar yang bisa dilipat. Banyak
barang-barang tergantung di dinding kamar, seperti jam dinding, gitar, dan beberapa pakaian.

Di kamarku terdapat sebuah kipas angin berwarna putih berukuran sedang. Dialah
yang menjadi temanku ketika aku sedang kepanasan yang selalu hidup siang dan malam.
Hebatnya kipas ini belum pernah rusak samasekali.