Anda di halaman 1dari 7

TUNNEL

Terowongan adalah sebuah tembusan di bawag permukaan tanah atau gunung.


Terowongan umumnya tertutup di seluruh sisi, kecuali di kedua ujungnya yang terbuka pada
lingkungan luar. Sebuah tembusan di bawah permukaan yang memiliki panjang minimal 150
m dan yang lebih pendek disebut underpass.
Biasa digunakan untuk lalu lintas kendaraan maupun pejalan kaki atau pengendara
sepeda. Selain itu, juga berfungsi mengalirkan air untuk mengurangi banjir atau untuk
dikonsumsi, saluran pembuangan, pembangkit listrik, menyalurkan kabel Telkom, jalan bagi
hewan (khususnya hewan langka yang habitatnya dilintasi jalan raya). Terowongan rahasia
bagi jalan masuk kea tau keluar dari suatu tempat yang aman atau berbahaya, contohnya:
terowongan di Jalur Gaza, terowongan Cu Chi di Vietnam (ketika perang Vietnam).
Terowongan bawah tanah untuk pejalan kaki atau transportasi umum disebut subway
(saat ini disebut Underground Rapid Transit System).

3 metode pembuatan terowongan


1. TBM (Tunnel Boring Machine) atau Mesin Bor Terowongan
2. Cut and Cover (Potong dan Tutup)
3. NATM (New Austrian Tunneling Method) atau dikenal sebagai SEM (Sequential
Excavation Method)

TBM
Mesin bor terowongan adalah mesin yang dipakai untuk menggali terowongan dengan
penampang bundar melalui berbagai lapisan tanah dan batuan. Diameter terowongan antara
1m (3,3 kaki, dilakukan dengan mikro TBM) hingga 17,6m (58 kaki). Pengeboran untuk
terowongan dengan diameter < 1m, dilakukan dengan pengeboran arah horizontal atau
metode konstruksi tanpa parit (trenchless construction).
Mesin bor memungkinkan terowongan dibuat tanpa harus menggali area di atas lokasi
yang akan dijadikan terowongan. Mesin bor melubangi tanah di sepanjang lokasi
terowongan. Mesin bor bisa dioperasikan secara otomatis selama proses konstruksi
terowongan dan dapat menembus hamper seluruh jenis batuan. Mesin bor pertama kali
diguanakan adalah mesin yang membangun Terowongan Rel Frejus antara Prancis dan
Italia melalui Pegunungan Alpen tahun 1845.
TBM digunakan sebagai alternatif untuk metode D&B (Drill & Blast) pada batuan
dan penambangan tanpa mekanik (konvensional) di tanah. Keuntungan TBM: membatasi
gangguan pada tanah sekitarnya dan menghasilkan dinding terowongan yang halus,
mengurangi biaya pelapisan terowongan, cocok digunakan pada area perkotaan yang padat
penduduk, semakin panjang terowongan semakin rendah biayanya disbanding D&B, waktu
penyelesaian yang lebih pendek dengan asumsi beroperasi dengan sukses. Kerugian: biaya di
muka, mahal untuk dibangun, sulit mobilisasi ke area kerja. D&B biasanya digunakan untuk
lapisan batuan yang terekahkan atau tergeruskan sangat intens.

Other Source
Sejarah
Perisai pembuatan terowongan dikembangkan oleh Sir Marc Isambard Brunei untuk
penggalian Terowongan Tahmes pada tahun 1825. Namun, ini hanya penemuan konsep
perisai dan tidak melibatkan konstruksi TBM yang sempurna, penggalian masih harus
dilakukan dengan metode penggalian standar.
Mesin bor pertama dilaporkan telah dibuat oleh Pemotong Gunung Henri-Joseph
Maus. Ditugaskan oleh Raja Sardinia pada tahun 1845 untuk menggali Terowongan Rel
Frejus antara Prancis dan Italia melalui Pegunungan Alpen tahun 1845. Maus
membangunnya pada tahun 1846 di sebuah pabrik senjata dekat Turin. Itu terdiri dari >100
ketukan pengeboran yang dipasang di depan mesin berukuran lokomotif, digerakkan secara
mekanis dari pintu masuk terowongan. Revolusi 1848 mempengaruhi pendanaan dan
terowongan itu tidak selesai sampai 10 tahun kemudian, dengan menggunakan metode yang
kurang inovatif dan lebih murah seperti pengeboran pneumatik.
Di Amerika Serikat, mesin bor pertama yang dibangun digunakan pada 1853 selama
pembangunan Terowongan Hoosac di barat laut Massachussetts. Terbuat dari besi cor,
mesin bor itu dikenal sebagai Mesin Pemotong Batu yang dipatenkan oleh Wilson, setelah
penemu Charles Wilson. Mesin itu mengebor 10 kaki ke dalam batu sebelum hancur.
Terowongan itu akhirnya selesai > 20 tahun kemudian, dan seperti halnya Terowongan Rel
Frejus yang menggunakan metode yang kurang ambisius. Mesin Wilson mengantisipasi
TBM modern dalam arti bahwa ia menggunakan cutting disc (potongan piringan), seperti
halnya piringan harrow, yang melekat pada kepala mesin yang berputar. Berbeda dengan
pahatan tradisional atau drillblast, metode invatif untuk menghilangkan batu ini,
mengandalkan roda logam sederhana untuk menerapkan tekanan tinggi sementara yang
meretakkan batu.
Juga pada tahun 1853, orang Amerika bernama Ebenezer Talbot juga mematenkan
TBM yang menggunakan piringan pemotong Wilson, meskipun dipasang pada lengan yang
berputar, yang pada gilirannya dipasang pada pelat yang berputar. Pada tahun 1870-an, John
D. Brunton dari Inggris membangun sebuah mesing yang menggunakan piringan pemotong
yang dipasang secara eksentrik pada lengan yang berputar, sehingga piringan-piringan
pemotong akan berpindah ke hampir semua permukaan batu yang akan dihilangkan.

NATM = filosofi desain dan metode konstruksi.


Filosofi = menggunakan kekuatan tanah sekitarnya sejauh mungkin untuk
memperkuat struktur tanah sekitar. Dengan kata lain, kondisi tanah mengendalikan
pengerjaan terowongan. NATM juga meningkatkan pemantauan yang konstan.
Metode konstruksi NATM adalah pengeboran yang fleksibel dan desain bergantung
pada pemantauan yang sedang atau terus berlangsung. Pekerjaan dilakukan secara bertahap
untuk memperoleh sebagian besar keuntungan pada kondisi tanah. Selain itu, NATM
memasang penyangga tanah ketika pengerjaan terowongan berlangsung dan jika diperlukan,
menambahkan perkuatan shotcrete dimana dibutuhkan. Pada akhirnya, penyangga permanen
yang biasanya (tetapi tidak selalu) lapisan beton dicetak di tempat, ditempatkan di atas
sebuah membran kedap air.
NATM paling cocok untuk terowongan jarak pendek (< 2 km) di daerah dengan
kondisi tanah yang bervariasi. Filosofi dan metode konstruksinya menghasilkan biaya yang
lebih murah, pengerjaan terowongan yang fleksibel jika dibandingkan dengan metode yang
lainnya.

Other Source
NATM atau SEM atau SCL adalah suatu metode desain dan konstruksi terowongan
modern. Teknik ini pertama kali mendapatkan perhatian pada tahun 1960-an berdasarkan
pekerjaan yang dilakukan Ladislaus von Rabcewicz, Leopolid Muller, Franz Pacher di antara
tahun 1957 dan 1965 di Austria. Nama NATM dimaksudkan untuk membedakannya dari
pendekatan lama pembuatan terowongan Austria. Perbedaan mendasar antara metode baru
pembuatan terowongan ini, sebagai lawan terhadap metode yang lebih dulu, datang dari
keuntungan ekonomi yang tersedia dengan mengambil keuntungan geologi yang tersedia
dalam massa batuan di sekitarnya untuk menstabilkan terowongan.
NATM/SEM pada umumnya dianggap telah membantu merevolusi industri
pembuatan terowongan modern. Banyak terowongan modern yang telah menggunakan teknik
penggalian ini. Karya-karya yang dibangun dengan SEM, sangat menarik dari sudut pandang
ekonomi dan masuk akal pada kondisi karst.
Prinsip
NATM menggabungkan perilaku massa batuan di bawah pembebanan dan pemantauan
kinerja pada konstruksi bawah tanah. NATM sering disebut sebagai pendekatan “design as
you go” dengan memberikan suatu penyangga yang optimal berdasarkan kondisi tanah yang
telah diobservasi. Lebih tepatnya, NATM dapat dideskripsikan sebagai suatu pendekatan
“design as you monitor”, berdasarkan pertemuan dan perpisahan lining dan pemetaan kondisi
batuan yang kuat. NATM bukan serangkaian teknik khusus penggalian dan penyanggaan.
NATM mempunyai 7 elemen;
 Eksploitasi kekuatan massa batuan setempat
Bergantung pada kekuatan yang melekat dari massa batuan sekitar yang digunakan
sebagai komponen utama penyangga terowongan. Penyangga utama adalah
penyanggaan yang memungkinkan batuan menyangga dirinya sendiri tanpa perlu ada
tambahan penyangga dari luar.
 Perlindungan shotcrete
Pengurangan dan kelebihan deformasi batuan harus diminimalisir. Peminimalisiran
diperoleh dengan menerapkan suatu lapisan tipis shotcrete segera setelah kemajuan
terowongan (muka terowongan).
 Pengukuran dan pemantauan
Potensi deformasi pada galian harus dipantau secara hati-hati. NATM membutuhkan
pemasangan instrumentasi pengukuran yang canggih. Alat-alat tersebut tertanam pada
lining, ground, dan lubang bor. Dalam hal pergerakan yang diamati, penyangga
tambahan dipasang hanya ketika dibutuhkan, dengan jumlah keseluruhan aspek
ekonomi terhadap jumlah pengeluaran pada proyek.
 Penyangga yang fleksibel
“Lining” primer yang tipis dan menggambarkan kondisi strata batuan pada saat itu
juga. Penyangga aktif lebih digunakan daripada penyangga pasif dan terowongan
diperkuat dengan kombinasi yang fleksibel dari rock bolt, wire mesh, dan steel ribs,
tidak dengan lapisan beton yang lebih tebal.
 Penutupan invert (bagian bawah terowongan)
Terutama penting pada tanah lunak, penutupan yang cepat pada bagian bawah
terowongan dimana membuat cincin dukungan beban adalah penting dan mempunyai
manfaat dalam melibatkan kekuatan yang melekat pada massa batuan yang
mengelilingi terowongan.
 Pengaturan kontrak
Ketika NATM berdasarkan pada pemantauan pengukuran, perubahan pada metode
konstruksi dan penyangga adalah mungkin, tetapi hanya jika sistem kontrak
memungkinkannya.
 Klasifikasi massa batuan
Mulai dari sangat keras sampai sangat lunak, menentukan langkah-langkah penyangga
minimum yang diperlukan dan menghindari hal ekonomi yang terbuang sia-sia yang
datang dari langkah-langkah tidak diperlukannya penyanggaan yang kuat. Desain
sistem penyangga ada untuk masing-masing kelas batuan utama. Ini berfungsi sebagai
panduan untuk perkuatan terowongan.

Berdasarkan pada perhitungan penampang melintang yang optimal, hanya perlindungan


shotcrete tipis yang diperlukan. Itu diterapkan segera di belakang muka terowongan yang
digali untuk membentuk natural load-bearing ring dan meminimalisir deformasi batuan.
Instrumen geoteknik dipasang untuk mengukur deformasi nantinya pada penggalian.
Pemantauan distribusi tegangan di dalam batu itu mungkin.

Pemantauan ini membuat metode sangat fleksibel, bahkan jika tim menghadapi perubahan
yang tidak terduga dalam konsistensi geomekanika batuan, contohnya celah-celah atau pit
water. Perkuatan dilakukan dengan beton kawat yang dikombinasikan dengan steel ribs atau
lug bolts, tidak dengan shotcrete yang lebih tebal.

Sifat batuan yang diukur menunjukkan alat yang sesuai untuk perkuatan terowongan. Sejak
pergantian abad ke-21, NATM telah digunakan untuk penggalian tanah lunak dan pembuatan
terowongan pada batuan sedimen yang poros. NATM memungkinkan penyesuaian segera
pada detail konstruksi, tetapi membutuhkan sistem kontrak yang fleksibel untuk mendukung
perubahan tersebut.

Sifat utama filosofi desain NATM:


 Kekuatan tanah sekitar terowongan sengaja dimobilisasi sampai batas semaksimal
mungkin.
 Mobilisasi kekuatan tanah diperoleh dengan memungkinkan deformasi tanah yang
terkontrol.
 Penyangga primer awal dipasang dengan karakteristik deformasi – beban yang sesuai
dengan kondisi tanah, dan pemasangan diatur waktunya sehubungan dengan
deformasi tanah.
 Instrumentasi dipasang untuk memantau deformasi pada sistem penyangga awal, serta
untuk membentuk dasar variasi desain penyangga awal dan urutan penggalian.

Sifat utama metode konstruksi NATM:


 Terowongan digali dan disangga secara berurutan dan urutan penggalian bisa
bervariasi untuk mengatasi kondisi batuan khusus yang ditemui secara efisien.
 Penyangga tanah awal diberikan oleh shotcrete yang dikombinasikan dengan serat
atau perkuatan kawat-fiber yang dilas, lengkungan baja (biasanya gelagar kisi), dan
kadang-kadang perkuatan tanah (contoh: soil nailing, spiling, dll).
 Penyangga permanen biasanya berupa lapisan beton dicetak di tempat yang
ditempatkan di atas membrane kedap air.
 Ada penutupan secara cepat dari bagian bawah terowongan, untuk membuat cincin
struktural yang memanfaatkan lengkungan batuan atau tanah secara alami yang dibuat
di bagian atas dari terowongan.

NATM vs Cut and Cover


Pendekatan Cut and Cover sesuai dengan namanya. Pertama, sebuah parit besar digali ke
dalam tanah dengan cukup ruang untuk terowongan. Setelah penempatan terowongan, parit
ditutup kembali dengan tanah. Metode ini efektif untuk pembangunan stasiun dan segmen
besar lainnya dari stasiun dengan kebutuhan ruang yang lebih besar.
Ketika cut and cover sangat fleksibel, secara signifikan mengganggu permukaan tanah,
sehingga tidak cocok di lingkungan perkotaan yang padat atau daerah yang secara ekologi
sangat sensitif.

NATM vs TBM
Metode TBM telah baru-baru ini mendapatkan banyak tekanan dengan Masker Elon dan
Perusahaan Pengeboran, yang terlihat menantang konvensi TBM (penurunan diameter
terowongan) dan memompa daya, otomatisasi, dan efisiensi R&D yang lebih baik.
Terowongan TBM memobilisasi suatu pengerjaan tambang besar di sekitar suatu alat yang
mengebor diameter keseluruhan terowongan secara bersama-sama. Pendekatan ini dapat
menjadi sangat mahal (desain untuk kasus pembebanan yang sangat buruk) dan waktu
pengerjaan yang lama. Namun, setelah diatur, pengerjaan TBM dapat berlangsung tanpa
batas waktu sesuai ijin anggaran.

Desain dan Pemantauan Terus Menerus dengan NATM dan AGRU


NATM tidak sempurna, membutuhkan banyak koordinasi, kooperasi, dan komunikasi untuk
bersaing dengan metode konstruksi lainnya. Bahkan pada puncak kinerja, NATM secara
khusus bekerja pada peringkat yang lebih rendah daripada metode karena tim beradaptasi
terhadap perubahan kondisi. Agar NATM bersaing secara sukses, operasi harus mengurangi
gangguan pada pekerjaan galian dan penyangga dengan berkaitan erat dengan semua unsur
operasi untuk membawa persediaan yang tepat pada perubahan kondisi.
Pemilihan pemasok yang tepat dapat secara signifikan mengurangi keterlambatan dengan
memastikan bahwa membran kedap air, penghentian profil air, geotekstil, dan produk lainnya
tersedia sesuai permintaan ketika kebutuhan muncul. AGRU Amerika menawarkan
serangkaian produk membran kedap air dalam bentuk sistem AGRUFLEX dan EASYFIX
dimana mengambil keuntungan pada plastik bersuhu tinggi (thermoplastic) yang fleksibel,
duktil, tahan korosi, untuk memberikan perlindungan terhadap air dan tanah yang agresif.