Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KOMUNIKASI DALAM KESEHATAN GIGI

“Skenario Komunikasi Terapeutik untuk Tindakan Preventif dan Kuratif”

Disusun Oleh :

1. Della Ayu pangestika (P1337425119059)


2. Muhammad Arwani (P1337425119060)
3. Nabila Gusni Rahmadhanti (P1337425119061)
4. Annisa Wulan (P1337425119062)
5. Diffa Shafira T.R (P1337425119063)
6. Diva Salsabila (P1337425119064)
7. Asy-Syafa Nurunnisa S (P1337425119065)
8. Agilia Widinata (P1337425119066)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN GIGI

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

2019/2020
Skenario Komunikasi Terapeutik untuk Tindakan Kuratif (Penambalan
pada karies)
Tahapan
No Komunikasi Dialog
Terapeutik
1 Tahap Pra-interaksi 1. Operator mempersiapkan diri (Mental, rasa percaya diri.
pakaian, pengetahuan, alat dan bahan yang diperlukan)
2. Operator mengeksplorasi perasaan,harapan dan kecemasan
3. Operator memikirkan cara menangani pasien
2 Tahap Orientasi 1. Operator mengucapkan salam kepada pasien
Operator : ”Assalamu’alaikum bu….”
Pasien : ”Wa’alaikumsalam mbak.”
Operator : ”Silahkan masuk dan silahkan duduk ya bu…
(mempersilahkan pasien duduk di dental
chair)”
Pasien : “Iya mbak,terimakasih…”
Operator : “Maaf bu, apakah posisi seperti ini sudah
nyaman?”
Pasien : “Sudah mbak…”

2. Memperkenalkan diri kepada pasien


Operator : “Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri
terlebih dahulu nama saya Silvia, saya
sebagai perawat gigi disini, selanjutnya saya
akan menanyakan identitas ibu untuk
melengkapi kartu status pengisian datanya ya
bu…”
Pasien : “Baik mbak.”

(Operator menanyakan dan mencatat data pasien secara


lengkap mulai dari nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin,
alamat, pekerjaan dan umur)

Nama Pasien : Ibu Siti Rochani


Tempat, tanggal lahir : Klaten,10 Oktober 1968
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Badegan, Jonggran, Klaten Utara,Klaten
Pekerjaan : Rekam medis
Umur : 51 tahun

3. Mencari tahu alasan pasien datang


Operator : “Baik, kalau boleh tahu ada keluhan apa yah bu?”
Pasien : “Saya merasa gigi saya yang sebelah sini terasa
linu mbak (Menunjuk gigi rahang bawah
Skenario Komunikasi Terapeutik untuk Tindakan Preventif (Pengolesan
Fluor)

NO Tahapan
Komunikasi Dialog
Terapeutik
1 Tahap Pra-interaksi 1. Operator mempersiapkan diri (Mental, rasa percaya diri.
pakaian, pengetahuan, alat dan bahan yang diperlukan)
2. Operator mengeksplorasi perasaan, harapan dan kecemasan
3. Operator memikirkan cara menangani pasien
2 Tahap Orientasi 1. Operator mengucapkan salam kepada pasien
Operator : ”Assalamu’alaikum mbak….”
Pasien : ”Wa’alaikumsalam mbak.”
Operator:”Silahkan masuk dan silahkan duduk ya mbak…
(Mempersilahkan pasien duduk di dental chair)”
Pasien : “Iya mbak, terimakasih…”
Operator: “Maaf mbak, apakah posisi seperti ini sudah
nyaman?”
Pasien : “Sudah mbak…”

2. Memperkenalkan diri kepada pasien


Operator : “Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri
terlebih dahulu nama saya Silvia, saya sebagai
perawat gigi disini, selanjutnya saya akan
menanyakan identitas mbak untuk melengkapi
kartu status pengisian datanya ya mbak…”
Pasien : “Baik mbak.”

(Operator menanyakan dan mencatat data pasien secara lengkap


mulai dari nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat,
pekerjaan dan umur)

Nama Pasien : Fania Sekar Munasari


Tempat,tanggal lahir : Karanganyar,26 Agustus 2000
Alamat : Perum Griya Prima, Jaten, Karanganyar
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Mahasiswa
Umur : 19 tahun

3. Mencari tahu alasan pasien datang


Operator : “Apa keluhan yang mbak rasakan saat ini yah?”
Pasien : “Tidak ada mbak, saya hanya periksa gigi 6 bulan
sekali seperti yang dianjurkan. Oh iya mbak
selain menyikat gigi 2 kali sehari apakah ada
upaya yang lain lagi mbak untuk mencegah gigi
berlubang dan agar gigi kita dapat bertahan lama
mbak?”
Operator : “Pertanyaan yang bagus mbak, ternyata mbak
sangat peduli dengan kesehatan gigi. Adapun cara
yang dapat kami lakukan yaitu topical aplikasi
fluor.”
Pasien : “Baiklah mbak kalau begitu saya ingin melakukan
perawatan tersebut juga.”

3 Tahap Kerja 1. Operator sudah menyiapkan segala sesuatu untuk melakukan


perawatan pada pasien (memakai masker, handscoen dan
mencuci tangan sesuai SOP serta alat dan bahan perawatan)

2. Memberi tahu pasien bahwa pemeriksaan gigi akan segera


dimulai dengan menanyakan kesiapan pasien.
Operator : “Selanjutnya saya akan memulai pemeriksaan,
apakah mbak sudah siap?”
Pasien : “Sudah mbak.”
Operator : “Baiklah, sebelumnya permisi ya mbak…saya akan
memasangkan celemek supaya pakaian mbak
tidak kotor selama perawatan.”
Pasien : “Baik mbak.”
3. Melakukan Oral Diagnosa
Operator: “Baiklah mbak saya akan memulai
pemeriksaannya dan perawatannya yah.
Selanjutnya saya akan mengoleskan larutan fluor
pada seluruh permukaan gigi dan diamkan
selama kurang lebih 3-5 menit, mbak rileks saja
yah.”
Pasien : “Iya mbak.”
Operator : “Ini sudah selesai, silahkan mbaknya berkumur
dahulu tapi pelan-pelan saja.”
Pasien : “ Baik mba.”
4 Tahap Terminasi Operator : “Setelah melakukan  pengolesan flour ini, jangan
kumur-kumur dengan kuat, jangan langsung  gosok
gigi  dan jangan makan dan minum selama kurang
lebih 1 setengah jam. Selain itu mbak juga akan
merasakan gigi lebih bersih, sehat dan terhindar dari
lubang gigi ditambah lagi jika mbak rajin menyikat
gigi 2 kali sehari dan rutin memeriksan ke dokter
setiap 6 bulan sekali.”
Pasien : “Baik mbak, berkat mbak saya jadi tau betapa
pentingnya menjaga kesehatan gigi.”
Operator : “Sama sama mbak, sebelumnya permisi ya saya akan
melepaskan celemknya.”
Pasien : “Oh ya mbak, silahkan.”

(Operator mempersilahkan pasien untuk meninggalkan ruang


perawatan dan memberi salam)