Anda di halaman 1dari 13

LINGKUP LAPORAN KEUANGAN

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 6 :

1. MUH. ZAENAL 1910323024


2. FANDI PUTRA ARDI 1910323019
3. RASMA 1910323031

PRODI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU-ILMU SOSIAL

TAHUN AJARAN 2019

UNIVERSITAS FAJAR
LINGKUNGAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan atau dalam bahasa inggris disebut financial statement merupakan hasil
akhir dari suatu proses pencatatan kegiatan transaksi keuangan dalam sebuah suatu perusahaan
yang menggambarkan keadaan keuangan perusahaan itu di satu periode akuntansi serta
merupakan gambaran umum tentang kinerja suatu perusahaan.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan, Financial statement merupakan bagian dari suatu


proses pelaporan keuangan yang lengkap. Hal itu termasuk di dalamnya: neraca, laporan laba
rugi, laporan perubahan posisi keuangan (arus kas, atau arus dana, catatan, serta laporan lain) dan
juga materi penjelasan yang di mana juga merupakan bagian integral darinya.

Akuntansi keuangan adalah proses yang melibatkan pengumpulan dan pengolahan


informasi keuangan untuk membantu dalam pembuatan berbagai keputusan oleh banyak pihak
eksternal organisasi. Pihak-pihak eksternal meliputi: investor, pemberi pinjaman, pelanggan,
pemerintah, pihak yang melakukan review atau fungsi pengawasan, dan media. Akuntansi
keuangan itu menyediakan informasi kepada pihak yang membacanya.Akuntansi keuangan
cenderung berat diatur oleh sebagian besar negara, dengan standar akuntansi yang mengatur
bagaimana transaksi dan peristiwa tertentu harus diakui, diukur dan diungkapkan.Maka laporan-
laporan yang dihasilkan, seperti pernyataan keuangan (atau neraca), laporan arus kas, dan catatan
pendukung, secara langsung dipengaruhi oleh berbagai standar akuntansi di tempat. Ketika
mengubah standar akuntansi yang ada, atau standar akuntansi baru yang dirilis, ini biasanya akan
berdampak pada berbagai jumlah (seperti pendapatan tertentu, biaya, aset dan kewajiban)
termasuk dalam laporan yang diberikan kepada publik. Idealnya, pengguna laporan keuangan
harus memiliki pengetahuan di berbagai standar akuntansi karena tanpa pengetahuan seperti itu
bisa sulit (atau mungkin hampir mustahil) untuk menafsirkan apa yang sebenarnya
mencerminkan laporan.

Akuntansi keuangan dapat dibandingkan dengan akuntansi manajemen.Akuntansi


manajemen berfokus untuk mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan oleh pihak
yang bekerja dalam sebuah organisasi.Akuntansi manajemen berkaitan dengan penyediaan
informasi bagi pihak-pihak dalam organisasi, pandangan yang diambil bahwa tidak ada
kebutuhan untuk melindungi informasi.Generasi akuntansi manajemen menjabarkan bahwa
informasi berfungsi sebagai proyeksi arus kas, anggaran penjualan, persyaratan produksi,
persyaratan persediaan, dan sebagainya. Akuntansi manajemen cenderung fokus ke depan/jangka
panjang, (misalnya, pada proyeksi hasil masa depan, strategi-strategi khusus yang akan
diberikan). Sedangkan akuntansi keuangan cenderung historis, karena laporan keuangan yang
sering digunakan sebagai sumber informasi bagi pihak eksternal.Maka hal semacam ini bisa
dikatakan penting bahwa aturan-aturan tertentu diletakkan di tempat untuk mengatur bagaimana
informasi harus dikompilasi.Maka dari itu (mengadopsi perspektif pro-regulasi), untuk
melindungi kepentingan pihak luar perusahaan, beberapa regulasi yang berkaitan dengan
informasi akuntansi yang diperlukan.

Laporan keuangan wajib (statutory financial report) merupakan produk ligkungan


pelaporan keuangan yang paling penting. Informasi dalam laporan keuangan dinilai relatif
berdasarkan (1) kebutuhan informasi dari pengguna laporan keuangan dan (2) sumber informasi
alternatif seperti data ekonomi dan industri, laporan analisis, dan pengungkapan sukarela
manager. Faktor-faktor utama tersebut adalah prinsip-prinsip akutansi yang berlaku umum
(GAAP), motivasi manager, mekanisme pengawasan dan pelaksanaan, badan pengatur, sifat
industri, dan sumber informasi lain.

Laporan keuangan wajib

a) Laporan keuangan Laporan ini sering kali digunakan untuk memublikasikan produk, jasa,
dan pencapain perusahaan kepada pemegang saham dan pihak lain.
b) Pengumuman Laba. Perusahaan sering kali mempublikasikan ringkasan informsi penting
lebih dulu melalui pengumuman laba (earning sannouncement). Pengumuman laba
memberikan ringkasan informasi penting mengenai posisi keuangan dan kinerja
perusahaan baik untuk periode kuartalan maupun tahunan.
c) Laporan wajib Lainnya Selain laporan keuangan, perusahaan harus membuat laporan lain
yang diwajibkan SEC.

Sifat dan Tujuan Laporan Keuangan


 Sifat Laporan Keuangan

1. Relevan  

Laporan keuangan dapat dikatakan releven apabila isi dari laporan tersebut mampu
mempengaruhi penggunanya dalam membantu mereka untuk mengevaluasi kegiatan masa lalu
atau masa kini. Serta dapat memprediksi masa yang akan datang dan juga menegaskan hasil dari
evaluasi masa lalu.

Adapun syarat dari laporan keuangan yang relevan, diantaranya yaitu:

1. Memiliki manfaat untuk umpan balik.


Laporan keuangan memungkinkan pemakainnya untuk mengoreksi kebijakan mereka
pada masa lalu.
2. Memiliki manfaat prediktif.
Laporan keuangan dapat membantu pengguna dalam meramalkan masa depan dengan
dilandasi data di masa lalu.
3. Tepat waktu.
Informasi yang disajikan secara tepat waktu sehingga akan dapat mempengaruhi dan juga
bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
4. Lengkap
Informasi keuangan harus disajikan dengan selengkap mungkin meliputi semua hal yang
dapatmempengaruhi pengambilan keputusan.

2. Andal  

Informasi yang ada di dalam laporan keuangan juga harus bebas dari pengertian yang
menyesatkan serta kesalahan material.Dan juga menyajikan data secara terbuka atau jujur serta
dapat diverifikasi.

Adapaun Sifat informasi yang andal, diantaranya yaitu:

1. Penyajian jujur dan terbuka


Informasi yang disajikan secara jujur baik dalam kegiatan transaksi atau kegiatan lainnya.
2. Dapat diverifikasi atau dipertanggungjawabkan
Laporan keuangan harus dapat diuji dan apabila pengujian dilaksanakan oleh pihak
berbeda maka hasilnya tidak akan jauh berbeda.
3. Netralis
Laporan keuangan tidak memihak pihak tertentu.

 3. Dapat dibandingkan

Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan entitas antar periode guna meneliti
kecenderungan kedudukan serta kinerja keuangan dan perubahannya secara relatif.Perbandingan
bisa dilaksanakan secara internal ataupun eksternal. Secara internal dapat dilaksanakan apabila
sebuah entitas menggunakan kebijakan akuntansi yang sama setiap tahunnya.Agar informasi
yang diberikan dapat dibandingkan, maka penyajian laporan keuangan minimal harus
dilaksanakan dua periode atau dua tahun anggaran.

4. Dapat dipahami  

Pelaporan keuangan harus dapat dipahami serta diinterpresentasikan oleh pihak penerima.Oleh
sebab itu, segala informasi di dalamnya harus dapat disajikan sejelas mungkin.Tak hanya jelas,
dalam pennyajiannya juga harus memakai bentuka tau format serta istilah yang bisa dimengerti
oleh pihak penerima.

 Tujuan Laporan Keuangan

Pada umumnya, tujuan dari pembuatan laporan keuangan ini tak lain guna menunjukan
mengenai informasi apa yang akan dihasilkan oleh akuntansi keuangan.Dalam tujuan itu, tak
disebutkan secara detail ditujukan ke siapa informasi keuangan itu. Tetapi, secara implisit bisa
disimpulkan bahwa yang dituju merupakan pihak investor dan kreditor. Tujuan dari
pembuatan laporan keuangan terdiri atas lima tujuan, antara lain:

1. Menyajikan informasi yang dapat dipercaya perihal aktiva serta kewajiban dan kapital
atau modal perusahaan.
2. Menyajikan laporan yang dapat dipercaya mengenai perubahan aktiva netto perusahaan
yang timbul akibat adanya aktivitas usaha untuk mendapatkan laba.
3. Menyajikan suatu informasi pada pengguna laporan guna memperkirakan potensi
keuntungan dari perusahaan.
4. Menyajikan suatu informasi penting lainnya yang meliputi kegiatan pendanaan investasi.
5. Menyajikan informasi lebih dalam padapemakai laporan yang masih ada hubunganya
dengan keuangan. Contohnya mengenai kebijakan keuangan yang dianut oleh
perusahaan.

Akrual Dasar akuntansi keuangan

Laporan keuangan utamanya dibuat berdasarkan basis akrual. tandar akuntansi


mengharuskan kosep akrual. Para pendukung basis ini yakin bahwa akuntansi akrual lebih
uanggul dibandingkan akuntansi bebasis kas, baik untuk mengukur kinerja maupun kondisi
keuangan.

Kerangka Akuntansi Akrual :

 Konsep Akrual : Akuntansi akrual bertujuan untuk memberikan informasi kepada


pemakai mengenai konsekuensi aktivitas usaha terhadap arus kas perusahaan di
masa depan secepat mungkin dengan tingkat kepastian yang layak.
 Akrual dan Arus Kas : ntuk melihat hubungan antara akrual dan arus kas penting
untuk mengenali beberapa jenis arus kas.
 Akrual Mengurangi Masalah Ketepatan waktu dan Pengaitan. Perbedaan antara
akuntansi akrual dan akuntansi kas merupakan masalah tepat waktu dan pengaitan
 Proses Akrual pengakuan pendapatan dan pengaitan beban : Akuntansi akrual
memiliki pengaruh khusus terhadap laporan laba rugi melalui pengakuan
pendapatan dan pengaitan beban
 Akrual jangka pendek dan jangka panjang : Akrual jangka pendek mengacu pada
perbedaan waktu antara laba dan arus kas, Akrual jangka panjang disebabkan
kapitalisasi
Pendapatan

Pengertian pendapatan adalah uang yang diterima seseorang atau bisnis sebagai imbalan
setelah mereka menyediakan barang, jasa, atau melalui modal investasi dan digunakan untuk
mendanai pengeluaran sehari-hari.

Bagi kebanyakan orang, pendapatan paling sering diterima dalam bentuk upah atau gaji.Untuk
mendapatkannya tentu harus melakukan sesuatu terlebih dahulu. Misalnya seperti bekerja di
perusahaan, nantinya perusahaan akan membayar dengan uang.

Dalam bisnis, pendapatan dapat merujuk pada sisa pemasukan perusahaan setelah membayar
semua biaya dan pajak. Pendapatan tidak akan diterima utuh karena perusahaan juga harus
membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain menerima pendapatan dari upah bekerja, seseorang juga bisa mendapatkan pendapatan
saat ia melakukan investasi ke dalam aset keuangan seperti saham, obligasi, dan real estate.

Menurut PSAK No.23 paragraf 06 Ikatan Akuntan Indonesia (2010;23.2), menyatakan bahwa:

“Pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas
normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan
ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal”.

Jenis-Jenis Pendapatan

Pendapatan Penghasilan

Jika Anda memiliki pekerjaan dan menerima gaji, Anda menghasilkan uang melalui penghasilan
yang diperoleh. Itu sama saja seperti Anda menukar waktu dan tenaga dengan uang.Misalnya,
ketika Anda bekerja sebagai karyawan sebagai perancang web, kasir toko kelontong, atau
petugas kepolisian, Anda akan dibayar sejumlah uang yang telah ditentukan untuk melakukan
pekerjaan dalam waktu tertentu.
Bagi banyak orang yang menghasilkan uang melalui pendapatan yang diperoleh, sering kali
hanya cukup uang untuk menutupi pengeluaran bulanan saja, sehingga hanya menyisakan sedikit
atau bahkan tidak ada uang untuk diinvestasikan.

Jika mereka ingin menghasilkan lebih banyak uang, mereka perlu bekerja lebih lama atau
melakukan pekerjaan paruh waktu atau freelance.

Pendapatan Portofolio

Pendapatan portofolio bisa didapatkan melalui capital gain. Sebagai contoh, ketika seseorang
membeli saham di perusahaan dengan harga tertentu, mereka berencana untuk menjual saham
yang sama dengan harga yang lebih tinggi di masa depan.

Jadi, jika mereka membeli saham pada $ 10 hari ini, dan harganya naik menjadi $ 40 ketika
mereka menjual saham itu, mereka mendapat $ 30 dalam capital gain.Selisih antara harga beli
dan harga jual merupakan keuntungannya.

Beginilah cara pedagang saham menghasilkan uang secara umum. Mereka menginvestasikan
uang dalam bentuk saham dengan harapan bahwa ketika harga naik mereka dapat menjual
saham-saham yang itu dengan harga lebih tinggi untuk mendapatkan penghasilan.

Pendapatan Pasif

Pendapatan pasif adalah pemasukan yang berasal dari usaha seperti properti yang disewakan,
kerjasama dengan perusahaan di mana seseorang tidak terlibat secara aktif.Seperti halnya
pendapatan aktif, pendapatan pasif biasanya dikenakan pajak.

Pendapatan portofolio yang sudah dijelaskan di atas juga dianggap sebagai pendapatan pasif oleh
beberapa analis, sehingga dividen dan bunga karenanya akan dianggap pasif.

Pendapatan Royalti

Pendapatan ini merupakan imbalan dari seseorang setelah menggunakan ide, atau karya anda.
Namun pendapatan ini tidak akan sebesar ketika menggunakan ide atau karya Anda. Misalnya,
jika Anda memiliki sebuah desain yang digunakan oleh perusahaan, Anda akan mendapatkan
pendapatan royalti untuk mereka.

Jika Anda seorang penulis, Anda dibayar untuk setiap salinan buku yang terjual.Untuk
mendapatkan pendapatan dari royalti tentu harus memiliki keahlian untuk menciptakan sesuatu.

FAIR VALUE ACCOUNTING

Nilai wajar, juga disebut harga wajar (dalam conflation biasa dari dua konsep yang berbeda),
adalah konsep yang digunakan dalam akuntansi dan ekonomi , yang didefinisikan sebagai
rasional dan tidak bias memperkirakan potensi harga pasar dari layanan, baik, atau aset,
mengambil faktor-faktor obyektif seperti:

 perolehan / produksi biaya distribusi /, biaya penggantian, atau biaya-biaya


penggantian dekat aktual utilitas pada tingkat tertentu pengembangan kemampuan
produktif sosial
 supply vs demand dan faktor-faktor seperti :
 karakteristik risiko biaya dan laba atas modal
 utility individual

Dalam akuntansi , nilai wajar digunakan sebagai kepastian dari nilai pasar aset (atau
kewajiban) yang harga pasar dapat ditentukan (biasanya karena tidak ada pasar ditetapkan untuk
aset). Berdasarkan US GAAP (FAS 157), nilai wajar adalah jumlah di mana aset dapat dibeli
atau dijual dalam transaksi saat ini antara pihak mau, atau dialihkan ke pihak setara, selain dalam
penjualan likuidasi. Ini digunakan untuk aset yang tercatat berdasarkan mark-to-pasar valuasi,
untuk aset dicatat sebesar biaya perolehan , nilai wajar aktiva tidak digunakan.
Nilai wajar harga pasar vs. Ada dua aliran pemikiran tentang hubungan antara harga pasar dan
nilai wajar dalam setiap jenis pasar, tetapi terutama yang berkaitan dengan aset dapat
diperdagangkan:

 Hipotesis pasar yang efisien menegaskan bahwa, dalam, cukup terorganisir


dengan baik transparan pasar, harga pasar umumnya sama dengan atau mendekati
nilai wajar, karena para investor bereaksi dengan cepat untuk memasukkan
informasi baru tentang kelangkaan relatif, utilitas, atau kembali potensi tawaran
mereka.
 Perilaku keuangan menegaskan bahwa harga pasar sering menyimpang dari nilai
wajar karena berbagai, bias kognitif umum di antara pembeli atau penjual.
Namun, bahkan pendukung keuangan perilaku umumnya mengakui bahwa
anomali perilaku yang dapat menyebabkan perbedaan tersebut sering
melakukannya dengan cara yang tidak terduga, kacau, atau sulit untuk menangkap
dalam sebuah strategi perdagangan berkelanjutan yang menguntungkan, terutama
ketika akuntansi untuk biaya transaksi.

Edisi terbaru Standar Penilaian Internasional (IVS 2007) jelas membedakan antara nilai wajar,
sebagaimana didefinisikan dalam IFRS , dan nilai pasar , sebagaimana didefinisikan dalam IVS:
Sebagai istilah yang umumnya digunakan, Nilai Wajar dapat dengan jelas dibedakan dari Nilai
Pasar. Hal ini membutuhkan penilaian harga yang adil antara dua pihak tertentu dengan
mempertimbangkan keunggulan masing-masing atau kekurangan yang masing-masing akan
memperoleh keuntungan dari transaksi. Meskipun Nilai Pasar mungkin memenuhi kriteria, hal
ini tidak selalu demikian.Nilai Wajar sering digunakan ketika melakukan due diligence dalam
transaksi korporasi, di mana sinergi khususnya antara kedua pihak dapat berarti bahwa harga
yang adil di antara mereka adalah lebih tinggi dari harga yang mungkin diperoleh di pasar yang
lebih luas. Dengan kata lain Nilai khusus dapat dihasilkan..Pasar Nilai memerlukan unsur Nilai
Khusus untuk diabaikan, tetapi merupakan bagian dari penilaian Nilai Wajar.
Pengukuran nilai wajar (pasar AS)
Para Dewan Standar Akuntansi Keuangan ( FASB ) mengeluarkan Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan No 157: Pengukuran Nilai Wajar ("FAS 157") pada bulan September 2006
untuk memberikan panduan tentang bagaimana entitas harus menentukan estimasi nilai wajar
untuk tujuan pelaporan keuangan. FAS 157 luas berlaku untuk aset keuangan dan non finansial
dan kewajiban sebesar nilai wajarnya berdasarkan pernyataan akuntansi lainnya
otoritatif.Namun, aplikasi untuk aset non finansial dan kewajiban ditangguhkan sampai
2009.Tidak adanya satu kerangka yang konsisten tunggal untuk menerapkan pengukuran nilai
wajar dan mengembangkan estimasi yang wajar dari nilai wajar dalam ketiadaan harga pasar
telah menciptakan inkonsistensi dan incomparability.Tujuan dari kerangka kerja ini adalah untuk
menghilangkan ketidakkonsistenan antara neraca (historical cost) nomor dan laporan laba rugi
(nilai wajar) angka.FAS 157 mendefinisikan nilai wajar harga yang diterima untuk menjual aset
atau harga yang harus dibayar untuk mentransfer kewajiban suatu transaksi yang terjadi di pasar
aktif.Ini kadang-kadang disebut sebagai "nilai keluar".Di pasar berjangka, nilai wajar adalah
harga ekuilibrium untuk kontrak berjangka. Hal ini sama dengan harga spot setelah
memperhitungkan bunga majemuk (dan dividen hilang karena investor memiliki kontrak
berjangka daripada saham fisik) selama jangka waktu tertentu. Di sisi lain dari neraca nilai wajar
kewajiban adalah jumlah di mana kewajiban yang dapat terjadi atau diselesaikan dalam transaksi
berjalan.
FAS 157 menekankan penggunaan input pasar dalam mengestimasi nilai wajar untuk aset atau
kewajiban. Quoted prices, data kredit, yield curve , dll adalah contoh dari input pasar
digambarkan oleh FAS 157. Quoted prices adalah pengukuran paling akurat nilai wajar, namun
banyak kali pasar aktif tidak ada metode sehingga lain harus digunakan untuk memperkirakan
nilai wajar pada suatu aset atau kewajiban. FAS 157 menekankan bahwa asumsi yang digunakan
untuk memperkirakan nilai wajar harus dari perspektif dari pelaku pasar yang tidak
berhubungan.Hal ini membutuhkan identifikasi pasar dimana perdagangan aktiva atau
kewajiban.Jika lebih dari satu pasar tersedia, FAS 157 memerlukan penggunaan dari "pasar yang
paling menguntungkan".Baik harga dan biaya untuk melakukan transaksi harus dipertimbangkan
dalam menentukan pasar adalah pasar yang paling menguntungkan.
Kerangka kerja ini menggunakan hirarki nilai 3-level yang wajar untuk mencerminkan tingkat
penilaian yang terlibat dalam memperkirakan nilai wajar. Hirarki ini dipecah menjadi tiga
tingkatan:

Tingkat Satu Masukan lebih suka upaya penilaian adalah "dikutip harga di pasar aktif
untuk aktiva yang identik atau kewajiban," dengan peringatan bahwa entitas pelaporan harus
memiliki akses ke pasar itu. Sebuah contoh akan menjadi perdagangan saham di New York
Stock Exchange. Informasi pada tingkat ini didasarkan pada pengamatan langsung transaksi
melibatkan aset identik atau kewajiban yang dinilai, bukan asumsi, dan dengan demikian
menawarkan kehandalan superior.Namun, relatif beberapa item, terutama aset fisik, sebenarnya
perdagangan di pasar aktif.Jika tersedia, harga pasar yang berlaku di pasar aktif untuk aktiva
yang identik atau kewajiban harus digunakan.Untuk menggunakan tingkat ini, entitas harus
memiliki akses ke pasar aktif untuk item yang dinilai.Dalam keadaan banyak, harga pasar tidak
tersedia.Jika harga pasar tidak tersedia, pembuat harus membuat perkiraan nilai wajar dengan
menggunakan keterangan terbaik tersedia dalam keadaan. Estimasi nilai wajar yang dihasilkan
kemudian akandiklasifikasikan dalam Tingkat Dua atau Tingkat Tiga.

Tingkat Dua Hal ini dinilai berdasarkan diamati pasar.FASB mengakui bahwa pasar aktif
untuk aktiva dan kewajiban identik relatif jarang terjadi dan, bahkan ketika mereka ada, mereka
mungkin terlalu tipis untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan. Untuk mengatasi hal
ini kekurangan data langsung, papan memberikan tingkat kedua masukan yang dapat diterapkan
dalam tiga situasi:

1. Yang pertama melibatkan pasar yang tidak aktif untuk aset identik dan kewajiban,
kategori ini berada di peringkat rendah karena konsensus pasar tentang nilai
mungkin tidak kuat.
2. Yang kedua muncul ketika aktiva yang dimiliki dan kewajiban utang serupa
dengan, tetapi tidak sama dengan, yang diperdagangkan di pasar. Dalam hal ini,
perusahaan pelapor harus membuat beberapa asumsi tentang apa nilai wajar item
yang dilaporkan mungkin di pasar.
3. Situasi ketiga ada bila tidak ada pasar aktif atau tidak aktif ada untuk aktiva
sejenis dan kewajiban, namun beberapa data pasar diobservasi cukup berlaku
untuk item yang dilaporkan untuk memungkinkan nilai wajar untuk diperkirakan.
Sebagai contoh, harga opsi berdasarkan Black-Scholes dan pasar volatilitas
tersirat.

Dalam tingkat ini, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Asumsi
signifikan atau input yang digunakan dalam teknik penilaian memerlukan penggunaan input
yang diamati di pasar. Contoh masukan pasar yang dapat diobservasi meliputi: harga pasar aktiva
sejenis, suku bunga, yield curve, menyebar kredit, kecepatan prabayar, dll Selain itu, asumsi
yang digunakan dalam memperkirakan nilai wajar harus asumsi bahwa pihak terkait akan
digunakan dalam mengestimasi nilai wajar. Terutama, FASB menunjukkan bahwa asumsi masuk
ke dalam model yang menggunakan Level 2 input, suatu kondisi yang mengurangi presisi output
(estimasi nilai wajar), tetapi tetap menghasilkan nomor handal yang representationally setia,
dapat diverifikasi dan netral.

Level Three Tingkat Tiga FASB menjelaskan Level 3 input sebagai Jika input "tidak
teramati." Dari tingkat 1 dan 2 tidak tersedia, FASB mengakui bahwa mengukur nilai wajar
aktiva dan kewajiban banyak yang kurang tepat.Dalam tingkat ini, nilai wajar juga diperkirakan
dengan menggunakan teknik penilaian. Namun, asumsi yang signifikan atau input yang
digunakan dalam teknik penilaian didasarkan pada masukan yang tidak bisa diamati di pasar dan,
karenanya, memerlukan penggunaan informasi internal. Kategori ini memungkinkan
menjelaskan "untuk situasi di mana ada sedikit, jika ada, pasar kegiatan untuk aktiva atau
kewajiban pada tanggal pengukuran." FASB bahwa "input diobservasi" diperoleh dari sumber
lain dari perusahaan pelapor dan bahwa mereka diharapkan untuk mencerminkan asumsi yang
dibuat oleh Sebaliknya pasar participants. Dalam , "input tidak teramati" tidak didasarkan pada
sumber-sumber independen melainkan pada "asumsi sendiri perusahaan pelapor tentang pasar
asumsi peserta akan menggunakan." entitas hanya dapat mengandalkan informasi internal jika
biaya dan usaha untuk memperoleh informasi eksternal terlalu tinggi. Selain itu, instrumen
keuangan harus memiliki masukan yang diamati selama masa seluruh instrumen. Sementara
input internal yang digunakan, tujuannya tetap sama: estimasi nilai wajar dengan menggunakan
asumsi pihak ketiga akan mempertimbangkan dalam mengestimasi nilai wajar. Also known as
mark to management.Juga dikenal sebagai tanda kepada manajemen. Meskipun "asumsi tentang
asumsi," Level 3 input dapat memberikan informasi yang berguna tentang nilai wajar (dan arus
kas masa depan dengan demikian) ketika mereka dihasilkan sah dan dengan upaya yang terbaik,
tanpa ada upaya untuk keputusan bias pengguna. FASB, setelah diskusi yang luas, telah
menyimpulkan bahwa nilai wajar adalah ukuran paling relevan untuk instrumen keuangan.Dalam
kecermatannya Pernyataan 133, FASB ditinjau bahwa isu dan kembali memperbaharui
komitmennya untuk akhirnya mengukur seluruh instrumen keuangan pada nilai wajarnya.
FASB menerbitkan singkat posisi staf pada tanggal 10 Oktober 2008, dalam rangka untuk
menjelaskan ketentuan dalam kasus pasar likuid.