Anda di halaman 1dari 4

Nama : Muhammad Farras Febrian

NIM : 30401900381

Jurusan : S1 Manajemen

Tanggal : 8 April 2020

UTS Seminar Manajemen Pemasaran

1. Dr artikel yang sdh anda presentasikan. Judul? Apa yang menarik shg dilakukan
penelitian ? Masalah? 1 reseach gapnya. Variabel n indikator? Kajian teori2 yang
mendukung? Temuannya.....
 JUDUL : ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN,
ORIENTASI PASAR DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP
KINERJA PEMASARAN PT. WISANG UTAMA MANDIRI
SURABAYA
Dalam judul penelitian ini yang menarik adalah karena PT. Wisang Utama Mandiri,
adalah suatu usaha yang bergerak dibidang Jasa Konstruksi Instalasi Listrik, yang
bermitra dengan banyak perusahaan dalam rangka pekerjaan Konstruksi Jaringan listrik,
yang berupa Jaringan listrik tegangan rendah, Jaringan listrik tegangan menengah,
Jaringan listrik tegangan tinggi dan Pembangkitan Listrik sehingga kita dapat mengetahui
bagaimana langkah perusahaan yang berada di orientasi pasar berada dalam posisi untuk
mencapai keunggulan kompetitif berkat pendekatan yang unik dan inovatif kepada
konsumen , cara mempertahankan kualitas pelayanan untuk sector jasa dalam
menghadapi persaingan serta cara perusahaan dalam mempertahankan nilai kepuasan
konsumen untuk mempertahankan para konsumennya utamanya. Seperti perusahaan yang
memberi order utama PT. Wisang Utama Mandiri, diantaranya adalah PT. PLN (Persero)
Area Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, Pabrik dan Industri Area Surabaya dan
Rumah Tangga yang menyebar di kota Surabaya.
Masalah : Bagaimana pengaruh kualitas layanan, orientasi pasar dan kepusan konsumen
terhadap kinerjapemasaran PT. Wisang Utama Mandiri Surabaya.
Research gap ada pada kinerja pemasaran yang menurut Arnol (2003: 23), menjelaskan
bahwa kinerja pemasaran berhubungan dengan orientasi pasar dengan efektifitas
perusahaan dan pertumbuhan penjualan yang pada akhirnya akan meningkatkan
pertumbuhan keuntungan tetapi pada kenyataannya pada penelitian ini kinerja pemasaran
juga berhubungan dengan hal lain seperti kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen
untuk meningkatkan pertumbuhan keuntungan penjualan di dalam perusahaan.
Variabel dan indicator penelitian
1) Variabel Kualitas layanan
variabel ini secara operasional diukur dengan menggunakan 5 (lima) indikator
yang diadopsi dan disesuaikan dari Zeithaml, Berry dan Pasuraman, (2007) yaitu:
a. Bukti Fisik (tangibles), yaitu meliputi fasilitas fisik, perlengkapan,
pegawai dan sarana komunikasi.
b. Keandalan (reliability), yaitu kemampuan dalam memberikan pelayanan
dengan segera dan memuaskan sesuai dengan yang dijanjikan.
c. Daya Tanggap (responsiveness), yaitu keinginan para staf untuk
membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap.
d. Jaminan (assurance), yaitu mencakup kemampuan, kesopanan dan sifat
dapatdipercaya yang dimiliki para staf, bebas dari bahaya, resiko ataupun
keraguraguan.
e. Empati (empathy), yaitu meliputi kemudahan dalam melakukan
hubungan,komunikasi yang baik, dan perhatian dengan tulus terhadap
kebutuhanpelanggan.
2) Variabel orientasi pasar ini secara operasional diukur dengan menggunakan 3
(tiga) indikator yang dikembangkan dari dimensi komitmen pegawai berdasarkan
pendapat Handoko, 2003, yaitu
a. Pengumpulan intelijensi,
b. Penyebaran hasil intelijensi, dan
c. Tanggapan/ tindaklanjuti hasil intelijensi.
3) Variabel kepuasan ini secara operasional diukur dengan menggunakan 3 (tiga)
indikator yang dikembangkan dari Andreassen dan Lindestad dalam Albertus
(2012), adalah sebagai berikut:
a. Overall satisfaction; Yaitu kepuasan keseluruhan pelanggan setelah
mengkonsumsi produk;
b. Expectation satisfac-tion; Yaitu harapan yang ingin diperoleh pelanggan
setelah mengkonsumsi produk;
c. Experience satisfaction; Yaitu tingkat kepuasan yang dialami oleh
pelanggan selama mengkonsusmsi produk.
4) Variabel kinerja pemasaran ini secara operasional diukur dengan menggunakan 3
(tiga) indikator yang dikembangkan oleh Ferdinand (2002) yaitu
a. : Nilai penjualan
b. Pertumbuhan penjualan
c. Porsi pasar.
Kajian Teori yang mendukung
1) Kualitas Layanan :
a. Menurut Payne (2005: 239) menyatakan kualitas jasa berkaitan dengan
kemampuan sebuah organisasi untuk memenuhi atau melebihi harapan
konsumen.
b. Menurut Parasuraman (2007: 12) service quality adalah harapan sebagai
keinginan para konsumen ketimbang layanan yang mungkin diberikan
oleh perusahaan. Sedangkan menurut Parasuraman (2007: 12) service
quality adalah harapan sebagai keinginan para konsumen ketimbang
layanan yang mungkin diberikan oleh perusahaan.
2) Kepuasan Konsumen :
a. Menurut Kottler (2010: 235) menyebutkan kepuasan adalah perasaan
senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan kesannya
kinerja suatu produk terhadap harapannya. Kepuasan adalah semacam
langkah perbandingan antara pengalaman dan hasil evaluasi, dapat
menghasilkan sesuatu yang nyaman secara rohani, bukan hanya karena
dibayangkan atau diharapkan.
b. Menurut Sharma dan Paterson (2001: 246) men-definisikan kepuasan
sebagai evaluasi suatu produk atau jasa setelah pembelian yang diikuti
dengan pengalaman pembelian
3) Orientasi Pasar :
a. Menurut Momčilo (2005: 159), menyatakan perusahaan yang berorientasi
pasar berada dalam posisi untuk mencapai keunggulan kompetitif berkat
pendekatan yang unik dan inovatif kepada konsumen.
b. Menurut Anshori (2010: 317), mengutip pendapat Kohli & Jaworski
mendefinisikan orientasi pasar adalah pandangan operasional terhadap inti
pemasaran, yaitu fokus pada konsumen dan pemasaran yang terkoordinasi.
4) Kinerja Pemasaran :
a. Menurut Ferdinand (2002: 24) menyatakan kinerja pemasaran merupakan
ukuran prestasi yang diperoleh dari aktifitas proses pemasaran secara
menyeluruh dari sebuah perusahaan atau organisasi.
b. Menurut Wahyono (2002: 35) men-jelaskan bahwa pertumbuhan
penjualan akan bergantung pada berapa jumlah konsumen yang diketahui
tingkat konsumsi rata – ratanya yang bersifat tetap. Nilai penjualan
menunjukkan berapa rupiah atau berapa unit produk yang berhasil dijual
oleh perusahaan kepada konsumen atau konsumen.
2. Analisis berdasar kajian teori pemasaran dalam kasus covid19
Karena semakin ganasnya pandemic Covid-19 beberapa bulan ini berdampak pada
lumpuhnya perekonomian baik di Indonesia maupun perekonomian Global. Berbagai
kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah masing-masing Negara memiliki efek yang
mayoritas membuat lesu para pelaku usaha dari tingkat UMKM hingga Perusahaan
dengan Brand Internasional. Untuk mengatasi penurunan performance dan penurunan
omset maka beberapa perusahaan perlu mempertimbangkan langkah – langkah strategis
demi mempertahankan operasional perusahaan.
Strategi perusahaan antara lain :
 Memaksimalkan penjualan online
Membatasi berinteraksi di ruang terbuka, masyarakat akan mencari cara alternatif
untuk bisa memenuhi kebutuhannya tanpa harus keluar. Di Cina, saat puncak
infeksi Covid-19, belanja online menjadi pilihan. Sekarang hal yang sama terjadi
di Indonesia, terbukti dengan transaksi e-commerce di Indonesia yang meningkat.
Oleh karena itu, sebaiknya para perusahaan juga beralih fokus strategi di
penjualan online. Setidaknya cara ini bisa menyelamatkan perusahaan dari
kerugian-kerugian akibat turunnya penjualan di toko offline.
 Fokus pada penjualan produk yang paling laku
Perlu digaris bawahi bahwa poin ini tidak berlaku untuk retailer barang yang
paling dibutuhkan saat pandemi seperti masker, hand sanitizer, dan kebutuhan
rumah tangga lainnya. Penjualan barang tersebut harus dibatasi dan dijaga
kestabilan harganya untuk mencegah penimbunan. Strategi ini berlaku untuk para
retailer yang memproduksi barang dagangannya sendiri. Dengan terganggunya
alur rantai pasokan baik dari dalam maupun luar negeri, perusahaan harus berhati-
hati dengan proses produksi. Agar tetap efektif, perusahaan bisa menggenjot
produksi dan penjualan di barang-barang yang paling laku untuk menghemat
biaya secara keseluruhan. Dengan demikian, kelangkaan atau kenaikan harga
material bisa tertutupi dengan penjualan yang maksimal. Strategi ini sejalan
dengan teori konsep pemasaran yaitu menuru Kotler dan Armstrong (2012: 10)
Konsep pemasaran (marketing concept) adalah konsep dengan fokus pada
kebutuhan konsumen, filosofi ini lebih berfokus pada perasaan dan menanggapi
apa yang dibutuhkan konsumen