Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kasus virus corona Covid-19 telah mewabah di berbagai belahan dunia. Terbaru,
Indonesia mengonfirmasi dua kasus infeksi virus ini telah terjadi. Hingga Senin (2/3/2020),
tercatat lebih dari 89.000 kasus infeksi Covid-19 di dunia dengan lebih dari 3.000 kasus
kematian. Sejumlah pihak yang terkait dengan upaya mitigasi maupun pengendalian penyakit
menular telah mengeluarkan berbagai imbauan. Selain pencegahan, ada juga prosedur yang
disampaikan bagi pasien terduga ataupun yang merasa mengalami gejala virus corona Covid-
19. Upaya tersebut dibutuhkan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit ke orang lain
di lingkungan sekitar. 

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah
1. Apa yang dimaksud dengan virus corona?
2. Bagaimana gejala dari virus corona?
3. Apa dampak yang terjadi dari penyebaran virus corona?
4. Apa yang sebaiknya dilakukan dalam pencegahan virus corona?
5. Apa akibat dari penyebaran virus corona?

C. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah
1. Untuk mengetahui deskripsi dari virus corona.
2. Untuk mengetahui gejala dari virus corona.
3. Untuk mengetahui penyebaran virus corona.
4. Untuk mengetahui pencegahan virus corona.
5. Untuk mengetahui akibat dari penyebaran virus corona.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Virus Corona
Virus Corona adalah bagian dari keluarga virus yang menyebabkan penyakit pada
hewan ataupun pada manusia. Di indonesia, masih melawan virus Corona hingga saat ini,
begitupun juga di negara-negara lain. Jumlah kasus virus Corona terus bertambah dengan
beberapa melaporkan kesembuhan, tapi tak sedikit yang meninggal. Usaha penanganan dan
pencegahan terus dilakukan demi melawan COVID-19 dengan gejala mirip flu.
Latar belakang virus Corona atau COVID-19, kasusnya dimulai dengan pneumonia
atau radang paru-paru. Kasus ini diduga berkaitan dengan pasar hewan Huanan di Wuhan
yang menjual berbagai jenis daging binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal
ular, kelelawar, dan berbagai jenis tikus. Dengan latar belakang tersebut, virus Corona bukan
kali ini saja membuat warga dunia panik. Memiliki gejala yang sama-sama mirip flu, virus
Corona berkembang cepat hingga mengakibatkan infeksi lebih parah.
Virus corona baru tersebut merupakan jenis yang tidak mirip dengan kelompok virus
corona lainnya. Pada awalnya, virus ini dinamakan dengan novel coronavirus 2019 (2019-
nCoV) sampai akhirnya ditetapkan nama resmi yaitu SARS-CoV-2, penyebab penyakit
Covid-19.
SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dicurigai menular dari hewan kelelawar dan ular ke
manusia. Meski begitu, virus ini juga telah dikonfirmasi menular dari manusia ke manusia.

2
B. Gejala Dari Virus Corona
Orang yang terinfeksi virus ini akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Gejala
yang muncul biasanya bergantung dari jenis virus dan seberapa serius infeksinya.
Jika Anda mengalami infeksi pernapasan atas yang ringan hingga sedang, seperti flu biasa,
gejala Anda terkena coronavirus adalah:
 Hidung berair
 Sakit kepala
 Batuk
 Sakit tenggorokan
 Demam
 Tidak enak badan secara keseluruhan
Jenis virus corona lain bisa menyebabkan gejala yang lebih serius. Infeksi ini dapat
mengarah ke bronkitis dan pneumonia. Beberapa infeksi yang lebih parah akibat coronavirus
adalah yang umumnya lebih sering terjadi pada pengidap gangguan hati dan jantung, atau
orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi, dan orang tua. 

C. Penyebaran Atau Penularan Virus Corona


Seperti yang telah disebutkan, coronavirus adalah virus zoonosis. Artinya, virus ini
menular dari hewan ke manusia. Penularan antar-manusia juga bisa terjadi walau belum
diteliti secara khusus.
Seiring perkembangannya virus ini dapat menular melalui beberapa cara. Virus
MERS-CoV penyebab penyakit MERS dapat menular melalui dua cara. Pertama, dari hewan
ke manusia. Dalam hal ini, unta dipercaya sebagai sumber utama virus.
Penyakit SARS diketahui berasal dari kelelawar dan musang. Penularannya terjadi
dari manusia ke manusia melalui cairan yang keluar dari sistem pernapasan (droplets) atau
melalui kontak dekat. Sebagaimana dilansir dari badan pencegahan dan pengendalian
penyakit Amerika Serikat, CDC, ada kemungkinan pula bahwa virus corona penyebab SARS
menular melalui udara.
Serupa dengan SARS, Covid-19 awalnya diketahui bersumber dari hewan ular.
Mereka yang awalnya terjangkit virus ini diketahui habis memakan hewan liar di Pasar
Huanan.

3
Meski begitu, seiring perkembangannya, para ahli meyakini bahwa Covid-19 menular dari
orang ke orang melalui droplets.  Itu sebabnya, virus ini juga disebut sebagai virus SARS tipe
2 (SARS-CoV-2).
Secara umum, penularan coronavirus, antara lain:
 Melalui udara (virus keluar dari mereka yang batuk dan bersin tanpa menutup mulut)
 Sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi
 Menyentuh permukaan benda yang terdapat virus kemudian menyentuh wajah
(hidung, mata, dan mulut) tanpa mencuci tangan

D. Pencegahan Penyebaran Virus Corona


Adapun pencegahan agar tidak terkena viris Corona antara lain:
1. Mencuci tangan.
2. Jangan menyentuh benda-benda di tempat umum.
3. Hindari keramaian.
4. Menjaga jarak dengan orang lain.

4
E. Akibat dan Korban
Di indonesia jumlah kasus virus corona yang terkomfirmasi adalah 369. Yang sedang
dalam masa perawtan sebanyak 320 orang 86,721% dari yang terkonfirmasi. Seseorang yang
dinyatakan sembuh 17 orang dari 4,607 yang terkonfirmasi. Dan yang di nyatakan meninggal
dunia 32 orang dari 8,672 yang terkonfirmasi. Di daerah DKI Jakarta yang terkonfirmasi
sebanyak 215 orang, sembuh 14 orang dan 18 orang lainnya meninggal dunia. Jawa barat
terkonfirmasi 41 orang terjangkit, 1 orang di nyatakan sembuh dan 7 meninggal dunia. Dan
masih banyak lagi daerah-daerah yang terjangkit virus Corona.

F. Penanggulangan

5
Pemeriksaan

Test Rapid

Cara Kerja
Sebelum masuk ke rapid test, perlu diketahui seperti apa tes untuk mendeteksi virus
Corona secara umum.
Pertama, petugas media akan mengambil sampel dari hidung atau dahak. Proses ini
sering disebut tes swab. Langkah ini diambil untuk melihat kecocokan kode genetik dengan
COVID-19. Selanjutnya, hasil tes akan dibawa ke laboratorium. Kemudian proses akan
dilanjutkan dengan uji polymerase chain reaction (PCR). Sebelum dimasukkan ke mesin
PCR, sampel tersebut akan diekstrak material genetiknya.Teknik PCR ini digunakan untuk
melihat material genetik agar virus mudah dideteksi. Michael Harrison, Ahli Patologi dari
Sullivan Nicolaides, menyatakan proses ekstraksi hingga hasil tes biasanya memerlukan
waktu hingga enam jam.
Sharon Lewis, Direktur Doherty Institute, menambahkan, teknik PCR juga digunakan
untuk virus yang menyebabkan influenza, HIV, serta Hepatitis C.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk mengetes penyakit COVID-19 juga digunakan
untuk tes virus lainnya. Tetapi, ada satu elemen yang disebut 'primer' atau 'hook', untuk
mencocokkan material genetik dengan virus novel Corona, yang hanya ada di tes tersebut.
Selain swab tes tenggorokan, tenaga medis juga akan melakukan tes darah untuk
mendekteksi apakah sebelumnya orang tersebut sudah terkena virus. Tes itu bisa digunakan
untuk melihat apakah orang bersangkutan sudah mengembangkan kekebalan tubuh.
Waktu yang Dibutuhkan untuk Melihat Hasil
Untuk beberapa kasus, satu di antaranya di negara bagian Voctoria, Australia, pasien
diminta menunggu hingga 72 jam untuk mendapatkan hasil tes. Di Australia, dibutuhkan
waktu hingga 48 jam, sejak kali pertama pasien diperiksa, tes di bawa ke laboratorium,
hingga pasien mengetahui hasil tes tersebut.
Gaetan Burgio, seorang dokter dari John Curtis of Medical Research, Australian
National University, menjelaskan seberapa cepat sebuah tes virus bergantung pada teknologi
yang digunakan, ketersediaanreagen, jumlah petugas, serta protokol yang digunakan.

6
Tahapan Penanggulangan
1. Masa Inkubasi
Ini adalah saat virus memantapkan dirinya. Virus ini bekerja dengan masuk ke dalam
sel-sel tubuh Anda dan kemudian membajaknya.
Virus corona, yang secara resmi disebut Sars-CoV-2, dapat menyerang tubuh Anda
ketika Anda menghirupnya (setelah seseorang batuk di dekat Anda) atau ketika Anda
menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus dan kemudian mengusap wajah Anda.
Pertama, virus menginfeksi sel-sel yang melapisi tenggorokan, saluran udara, dan paru-
paru Anda, lalu mengubahnya menjadi “pabrik virus corona” yang memuntahkan sejumlah
besar virus baru dan terus menginfeksi lebih banyak sel.
Pada tahap awal ini, Anda tidak akan sakit dan beberapa orang mungkin tidak pernah
mengalami gejala. Masa inkubasi waktu antara infeksi dan gejala pertama muncul sangat
bervariasi. Tetapi rata-rata lima hari.
2. Penyakit Ringan
Ini yang akan dialami kebanyakan orang. Covid-19 adalah infeksi ringan untuk delapan
dari 10 orang yang terpapar. Gejala utamanya adalah demam dan batuk. Nyeri tubuh, sakit
tenggorokan, dan sakit kepala semuanya mungkin terjadi, tetapi tidak selalu. Demam, dan
umumnya merasa tak enak badan, adalah kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh
Anda merespons infeksi.
Tubuh Anda telah mengenali virus itu sebagai penyerang yang tidak bersahabat dan
memberi isyarat ke seluruh tubuh bahwa ada sesuatu yang salah dengan melepaskan bahan
kimia yang disebut sitokin.
Bahan kimia ini menggalang sistem kekebalan tubuh, tetapi juga menyebabkan tubuh
nyeri, sakit, dan demam. Batuk akibat virus corona, pada mulanya adalah batuk yang kering
dan ini mungkin disebabkan oleh iritasi sel ketika sel itu terinfeksi oleh virus.
Beberapa orang akhirnya akan mulai batuk berdahak – lendir tebal yang mengandung
sel-sel paru-paru mati, yang terbunuh oleh virus. Gejala-gejala ini diobati dengan beristirahat,
mengonsumsi banyak cairan dan parasetamol. Anda tidak akan memerlukan perawatan di
rumah sakit.
Tahap ini berlangsung sekitar satu minggu – kebanyakan orang pulih pada titik ini
karena sistem kekebalan tubuh telah memerangi virus. Namun, beberapa akan menderita
penyakit yang lebih serius. Ini adalah informasi terbaik yang kita pahami saat ini mengenai
tahap ini. Namun, ada penelitian yang menunjukkan penyakit ini dapat menyebabkan lebih
banyak gejala, seperti pilek.

7
3. Penyakit Parah
Jika penyakit ini berkembang, itu terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi
berlebihan terhadap virus. Sinyal-sinyal kimiawi itu tersebar ke seluruh tubuh sehingga
menyebabkan peradangan. Tetapi keadaan ini perlu diseimbangkan. Terlalu banyak
peradangan dapat menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh.
“Virus ini memicu ketidakseimbangan dalam respon kekebalan tubuh, ada terlalu
banyak peradangan. Bagaimana virus itu melakukan ini, kami tidak tahu,” kata Dr Nathalie
MacDermott, dari King`s College London seperti dikutip dari BBC.
Peradangan paru-paru disebut pneumonia. Jika Anda mencermati alur pernapasan, di
paru-paru terdapat kantong-kantong udara berukuran kecil. Di sinilah oksigen bergerak ke
dalam darah dan karbon dioksida bergerak keluar. Tetapi dalam kasus pneumonia, kantung-
kantung kecil mulai terisi dengan air dan pada akhirnya dapat menyebabkan kesulitan
bernapas. Beberapa orang membutuhkan ventilator untuk membantu mereka bernafas. Tahap
ini diperkirakan terjadi pada sekitar 14% orang, berdasarkan data dari China.
4. Penyakit Kritis
Diperkirakan sekitar 6% pasien dari kasus-kasus virus corona, menjadi sakit kritis.Pada
titik ini tubuh mulai gagal dan ada peluang nyata kematian. Masalahnya adalah sistem
kekebalan tubuh sekarang di luar kendali dan menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh.
Ini dapat menyebabkan syok septik, keadaan di mana tekanan darah turun ke tingkat
rendah yang berbahaya dan organ-organ berhenti bekerja atau dengan kata lain gagal total.
Sindrom gangguan pernapasan akut yang disebabkan oleh peradangan di paru-paru, membuat
tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup, yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Ini
dapat menghentikan fungsi ginjal yang bekerja untuk membersihkan darah. Keadaan itu juga
bisa merusak lapisan usus Anda.
“Virus ini membuat tingkat peradangan yang sangat tinggi sehingga Anda meninggal.
Itu terjadi karena kegagalan multi-organ,” kata Dr. Bharat Pankhania.
Dan jika sistem kekebalan tidak bisa mencapai puncak virus, maka pada akhirnya dia
akan menyebar ke setiap sudut tubuh di mana ia dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan.
Perawatan pada tahap ini akan melibatkan banyak alat kesehatan, dan dapat mencakup
Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) untuk membantu pernapasan. Pada
dasarnya ECMO adalah paru-paru buatan yang mengeluarkan darah dari tubuh melalui
tabung tebal, mengoksigenasi dan memompanya kembali. Tetapi pada akhirnya kerusakan
dapat mencapai tingkat fatal di mana organ tidak lagi dapat menjaga tubuh tetap hidup.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
virus corona adalah keluarga penyebab penyakit (patogen) yang mengakibatkan
penyakit saat ini. Sama dengan SARS-CoV pada 2002 dan MERS-CoV di 2012.
Para ahli kemudian memberi nama virus yang kasusnya pertama kali mewabah di
Wuhan, China, ini sebagai SARS-CoV-2. Sedangkan penyakit yang disebabkan infeksi virus
corona SARS-CoV-2 disebut COVID-19. Istilah COVID-19 adalah kependekan dari corona
virus disease 19, yang kemudian menjadi nama resmi virus corona musuh dunia saat ini.
Sebelum menjadi COVID-19, WHO memberi nama 2019-nCoV untuk virus corona ini.
Sedangkan Komisi Kesehatan Nasional China menyebutnya sebagai Novel Coronavirus

9
Pneumonia (NCP). Setelah mengingat kembali perbedaan virus corona, COVID-19, dan
SARS-CoV-2, maka berikut informasi lebih detail terkait serangan  organisme ini kepada
manusia. Bagi sebagian besar orang, penyakit ini ringan, tetapi sejumlah orang yang
terinfeksi meninggal dunia.

B. Saran
Pemakaian masker penting karena beberapa jenis disinfektan dapat menimbulkan
gangguan pernafasan. Selain itu, Arif mengingatkan untuk menggunakan baju khusus untuk
melindungi tubuh saat melakukan penyemprotan, terutama dalam skala yang besar, serta
mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga pola hidup bersih untuk menghindari
penyebaran virus Corona Covid-19.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/02/170500265/indonesia-positif-corona-berikut-
10-cara-mencegah-penyebaran-virus-corona
https://www.kompasiana.com/ratnanirmala/5e7617a3097f3676b41aebf2/latar-belakang-dan-
perkembangan-virus-corona
https://www.merdeka.com/jatim/alat-sudah-tiba-berikut-cara-kerja-rapid-tes-virus-
corona.html

10