Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM BASIS DATA

“PRATIKUM 1 dan PRAKTIKUM 2 “

Disusun Untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Pemrograman Basis Data


Semester 6

PEMBIMBING :
Septriandi Wira Yoga,S.T.,MT

Penyusun:
Kelompok 3 - JTD 4T

1. Dhea Fiky Fatchatur Rizky 1941167014


2. Nadhea Lulu Luqyana 1941167002

JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2020
LATIHAN/KASUS
MySQL BAB 1

1. Kegiatan Praktikum
1. Membentuk kelompok praktikum untuk mata kuliah basis data
No Nama NIM Peran

1 Dhea Fiky Fatchatur Rizky 1941167014 Anggota

2. Nadhea Lulu Luqyana 1941167002 Ketua

2. Pembahasan terkait contoh penggunaan database di lingkungan rekam medis


3. Pentinganya database dalam pengelolaan berkas
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem
informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para
pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan
terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data
tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Berikut adalah alasan pentingnya database dalam pengelolaan berkas :

1. Sebagai komponen utama atau penting dalam sistem informasi, karena


merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
2. Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga
infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila
manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.
3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data).
4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
6. Menyusun format yang standar dari sebuah data.
7. Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa
dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
8. Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa
diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan
memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
9. Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari
data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan
sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda
kepada para pengguna, programmer dan administratornya.

2. Kasus
1. Pengertian Database
• Himpunan kelompok data yang saling terhubung dan diorganisasi sedemikian
rupa supaya kelak dapat dimanfaatkan kembali secara cepat dan mudah.
• Kumpulan data dalam bentuk file/tabel/arsip yang saling berhubungan dan
tersimpan dalam media penyimpanan elektronis, untuk kemudahan dalam
pengaturan, pemilahan, pengelompokan dan pengorganisasian data sesuai
tujuan.

Dengan basis data seseorang dapat menyimpan sebuah informasi, seperti data
mahasiswa, kepegawaian atau produk ke dalam media penyimpanan elektronis
seperti cakram magnetis (disk) melalui perangkat komputer, Untuk kemudian data
tersebut dapat kita gunakan sesuai keperluan.

2. Tujuan Penggunaan

1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)

Dengan basis data pengguna dapat menyimpan data, melakukan


perubahan/manipulasi terhadap data, menampilkan kembali data dengan lebih cepat
dan mudah dibandingkan dengan cara biasa (baik manual ataupun elektronis)

2. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)

Dengan basis data kita mampu melakukan penekanan jumlah redundansi


(pengulangan) data, baik dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan
membuat relasi-relasi (dalam bentuk file) antara kelompok data yang saling
berhubungan.

3. Keakuratan (Accuracy)

Agar data sesuai dengan aturan dan batasan tertentu dengan cara memanfaatkan
pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan
aturan/batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data dsb.

4. Ketersediaan (Availability)

Data yang sudah tidak dipakai/kadaluwarsa dipisahkan dari sistem database yang
sedang aktif baik dengan cara penghapusan atau memindahkannya ke media backup
untuk menghemat ruang penyimpanan. Di sisi lain, juga dilakukan pemanfaatan
teknologi jaringan komputer agar data yang berada di suatu lokasi/cabang daat juga
diakses oleh lokasi/cabang lainnya.

5. Kelengkapan (Completeness)

Agar data yang dikelola senantiasa lengkap baik relatif terhadap kebutuhan
pemakai maupun terhadap waktu. Untuk itu tidak hanya dengan melakukan
penambahan record-record data, tapi juga melakukan perubahan struktur pada basis
data (jika perlu) baik menambah field pada tabel ataupun bahkan menambah tabel
baru.

6. Keamanan (Security)

Walaupun tidak semua sistem basis data menerapkannya, keamanan dalam


penggunaan basis data diperlakukan pada sistem yang besar dan serius. Dengan
penerapan ini, setiap pengguna dibedakan hak aksesnya; yakni ditentukan obyek-
obyek mana saja yang bisa diakses dan proses apa saja yang bisa dia dilakukan.
7. Kebersamaan (Sharability)

Agar data yang dikelola oleh sistem mendukung lingkungan multiuser (banyak
pemakai) dengan menjaga / menghindari munculnya problem baru seperti
inkonsistensi data(karena terjadi perubahan data yang dilakukan oleh beberapa user
dalam waktu yang bersamaan) atau kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai
yang saling menunggu untuk menggunakan data).

3. Operasi Dasar Pembuatan Basis Data

• Pembuatan basis data baru (create database), yang identik dengan


pembuatan lemari arsip yang baru.
• Penghapusan basis data (drop database), yang identik dengan perusakan
lemari arsip (sekaligus beserta isinya jika ada).
• Pembuatan file/tabel baru ke suatu basis data (create table), yang identik
dengan penambahan map arsip baru ke sebuah lemari arsip yang telah ada.
• Penghapusan file/tabel dari suatu basis data (drop table), yang identik
dengan perusakan map arsip lama yang ada di sebuah lemari arsip.
• Penambahan/pengisian data baru ke sebuah file/tabel di sebuah basis
data (insert), yang identik dengan penambahan lembaran arsip ke sebuah
map arsip.
• Pengambilan data dari sebuah file/tabel (retrieve/search), yang identik
dengan pencarian lembaran arsip dari sebuah map arsip.
• Pengubahan data dari sebuah file/tabel (update), yang identik dengan
perbaikan isi lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip.
• Penghapusan data dari sebuah file/tabel (delete), yang identik dengan
penghapusan sebuah lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip.

Operasi yang berkenaan dengan pembuatan objek (basis data dan tabel) merupakan
operasi awal yang hanya dilakukan sekali dan berlaku seterusnya. Sedang operasi-
operasi yang berkaitan dengan isi tabel (data) merupakan operasi rutin yang akan
berlangsung berulang-ulang dan karena itu operasi-operasi inilah yang lebih tepat
mewakili aktivitas pengelolaan (management) dan pengolahan (processing) data
dalam basis data.