Anda di halaman 1dari 3

Ada beberapa ciri-ciri masalah yang harus diperhatikan, baik dilihat dari segi isi dari rumusan

masalah, ataupun dari segi kondisi penunjang yang diperlukan dalam pemecahan masalah yang
telah dipilih. Ciri-ciri masalah yang baik adalah :
1)   Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian
Masalah untuk suatu penelitian tidaklah dipilih apa adanya. Masalah harus mempunyai isi yang
mempunyai nilai penelitian, yaitu mempunyai kegunaan tertentu dan dapat digunakan untuk
suatu keperluan. Masalah ini akan mempunyai nilai penelitian jika :
a.    Masalah mempunyai keaslian
b.    Masalah harus mempunyai suatu hubungan
c.    Masalah harus mempunyai hal yang penting
d.    Dapat diuji
e.    Masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
2)   Masalah harus fisibel
Yaitu, masalah tersebut dapat dipecahkan. Ini berarti data serta metode untuk memcahkan
masalah harus tersedia, biaya yang secara relatif harus dalam batas kemampuan, kondisi waktu,
administrasi dan tidak bertentangan dengan hukum dan adat.
3)   Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti
Masalah yang dipilih juga harus sesuai dengan kualifikasi si peneliti itu sendiri. Dalam hal ini,
masalah yang dipilih sekurang-kurangnya menarik dan cocok dengan kualifikasi ilmiah peneliti.

Kerlinger (1973), Whitney (1969), dan Trelease (1958) dalam Nazir (1988: 134-139)
mengemukakan bahwa terdapat beberapa ciri-ciri masalah yang baik, yakni:
a.       Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian
Masalah mempunyai nilai penelitian maksudnya masalah tersebut mempunyai kegunaan tertentu
dan dapat digunakan untuk suatu keperluan. Oleh karena itu, untuk menemukan masalah yang
mempunyai nilai penelitian, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan, yakni:
 Keaslian masalah
Keaslian disini berarti masalah tersebut merupakan masalah yang up to date; memiliki nilai
ilmiah; merupakan masalah yang signifikan sehingga peneliti tidak mengangkat hal-hal yang
sepele ke dalam penelitiannya.
 Masalah yang menyatakan suatu korelasi
Masalah haruslah memiliki suatu hubungan, misalnya masalah A berhubungan dengan B, atau
bagaimana A dan B memiliki hubungan dengan C, dan lain sebagainya. Selain itu, masalah yang
dikaji harus definitif, padat dan dapat dinyatakan dalam beberapa hipotesa alternatif.
 Masalah yang penting
Penting dalam artian tidak hanya dapat digunakan untuk pengembangan ilmu tertentu saja,
melainkan dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari atau kehidupan sosial.
 Masalah yang dapat diuji
Masalah yang dipilih sedemikian rupa sehingga memberikan implikasi untuk kemungkinan
pengujian secara empiris.
 Masalah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
Masalah yang dipilih dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, dan dibuat sedemikian rupa sehingga
dengan dinyatakan dalam bentuk pertanyaan tersebut tidak menimbulkan kerancuan dalam
pengertian.
b.      Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas
Masalah yang diangkat haruslah dapat dipecahkan (fisibel). Oleh karena itu perlu diperhatikan
hal-hal berikut ini:
 Data dan metode
Data dan metode yang digunakan untuk pemecahan masalah harus tersedia. Hal ini disebabkan
data dan metode akan menentukan masalah yang diangkat tersebut dapat terpecahkan atau tidak.
 Biaya
Biaya yang digunakan untuk pemecahan masalah harus sesuai dengan batas kemampuan. Oleh
karena itu biaya untuk pemecahan masalah haruslah diperhitungkan secara matang.
 Waktu
Waktu yang digunakan dalam pemecahan masalah haruslah wajar. Sehingga untuk implementasi
pada kehidupan sosial tidak terlalu menunggu waktu yang terlalu lama.
 Sponsor harus kuat
Untuk tingkat mahasiswa, sponsor atau adviser sangat membantu dalam penelitian yang
dilakukan. Adviser tersebut haruslah sesuai dengan bidang ilmu penelitian tersebut.
 Tidak bertentangan dengan hukum atau adat
Pemecahan masalah tersebut sedapat mungkin tidak bertentangan dengan hukum negara ataupun
hukum adat yang berlaku. Karena bila hal ini dilanggar secara otomatis, akan menimbulkan
berbagai kesulitan, pertentangan, baik secara individu ataupun secara kelompok.
 c.       Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi peneliti
Masalah yang diangkat selain sesuai dengan metode ilmiah dan dapat terpecahkan, masalah
tersebut juga harus sesuai dengan kualifikasi peneliti. Kriteria yang masuk dalam kualifikasi
peneliti, antara lain,:
 Menarik bagi peneliti
Masalah yang menarik dan sesuai dengan bidang studinya, akan mendorong peneliti menemukan
jawaban atas masalah tersebut, apalagi ditunjang dengan kesesuaian bidang studinya.
 Sesuai dengan kualifikasi
Sesuai kualifikasi maksudnya sulit atau mudahnya dapat ditentukan sendiri oleh peneliti tersebut
sesuai dengan kemampuan akademisnya, daya nalar, sensivitas terhadap data, serta
kemampuannya dalam menghasilkan orginalitas.

Masalah penelitian harus feasible


Masalah yang akan diteliti harus masalah yang layak diteliti. Layak dalam segi pendanaan,
waktu, ketersediaan data, dan referensi. Dari segi pendanaan dan waktu, kegiatan penelitian
harus mempertimbangkan ‘cost and benefit’. Masalah klasik pada penelitian dasar diantaranya
sumber pendanaan terutama jika riset ini dilaksanakan secara mandiri, maka untuk
mengsiasatinya peneliti dapat membatasi ruang lingkup penelitian, disesuaikan dengan jumlah
dana dan waktu yang tersedia. Selain waktu dan dana, masalah penelitian dipandang layak jika
tersedia data dan referensi. Meskipun masalah penelitiannya menarik, namun jika data penelitian
tidak tersedia atau sulit untuk diperoleh, maka proyek penelitian tersebut tidak layak untuk
dilanjutkan.
Masalah penelitian harus jelas
Masalah penelitian harus dirumuskan dengan jelas, sehingga para pembaca akan memiliki
pemahaman yang sama atas masalah tersebut. Rumusan penelitian yang jelas sangat membantu
dalam merumuskan tujuan dan kegunaan penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh
jawaban, informasi, solusi atas masalah penelitian, maka jika masalahnya kabur (tidak jelas)
akan menghasilkan informasi yang tidak jelas pula kegunaannya. Kejelasan masalah penelitian,
termasuk diantaranya kejelasan variable-variable yang akan diinvestigasi pada penelitian
tersebut, beserta kejelasan bentuk hubungannya.

Masalah penelitian harus signifikan


Hasil penelitin harus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyelesaian masalah
yang tengah dihadapi manajemen perusahaan (applied research), atau memberikan kontribusi
signifikan dalam pengembangan pengetahuan pada bidang ilmu tetentu jika penelitian tersebut
merupakan basic research. Sejauh mana kemanfaatan sebuah karya penelitian, dapat diukur dari
seberapa besar kontribusi hasil penelitian tersebut terhadap pemecahan masalah.
Masalah Penelitian harus bersifat Etis
Sedapat mungkin rumusan masalah penelitian menghindari hal-hal yang tidak etis. Penelitian
sosial yang dapat menyinggung kelompok keyakinan dan agama tertentu, atau mendiskreditkan
kelompok minoritas tertentu karena menyangkut nilai etika dan moral yang dipegang kelompok
tersebut, tidak akan dapat memberikan kemanfaatan bagi kemaslahatan masyarakat, bahkan
mungkin akan menjadi kontra produktif terhadap cita-cita terbangunnya masyarakat madani.
Pada tataran ini, peneliti harus peka terhadap lingkungan sosial, budaya yang berkembang di
Masyarakat.

Menurut saya, Masalah Penelitian yang baik harus memenuhi beberapa kriteria antara lain