Anda di halaman 1dari 14

BAB 4

PEMBAHASAN
4.1 Analisa struktur dinding penahan tanah
Dinding penahan tanah berbentuk dinding kantiliver dengan material beton bertulang.
Adapun dimensi rencana dari dinding penahan adalah sebagai berikut :

Q = 510.000 ton/m2
0.4
5

1 4

6 5.2
2

0.8
3

0.6 0.60 0.4 1.8


3.40
Data Tanah dari lokasi :
Kohesi (C) = 0.841 ton/m²
Sudut geser (f) = 27.497 °
Bobot isi tanah (g s) = 2.04 ton/m²
Bobot isi beton (g c) = 24.000 ton/m²
Nilai ( q ) = 510.000 ton
= Bj tanah basah x Luas penampang
=

4.1.1 Perhitungan Beban Vertikal (Gaya)


A. Perhitungan Beban Struktur dan Tanah
W1 = Luas Bidang 1 x Volume Beton
= L1 x t x Berat jenis Beton
= 0.4 x 5.2 x 24.000
= 49.92 ton

W2 = ½ x Luas Bidang 2 x t x Volume Beton


= ½ x L2 x t x Berat jenis Beton
= 0.50 x 0.60 x 5.200 x 24.000
= 37.44 ton

W3 = Luas Bidang 3 x t x Volume Beton


= L3 x t x Berat jenis Beton
= 3.4 x 0.8 x 24.000
= 65.28 ton

W4 = Luas Bidang 4 x t x Berat isi tanah


= L4 x t x Berat jenis tanah
= 1.80 x 5.2 x 2.040
= 19.09 ton
B. Perhitngan titik berat terhadap Titik A :
A1 = 0.4 / 2 + 0.60 + 0.6
= 1.40 m

A2 = 2⁄3 x 0.60 + 0.6


= 1.00 m

A3 = 3.40 / 2
= 1.70 m

A4 = 1.80 / 2 + 0.4 + 0.60 + 0.6


= 2.50 m

Hasil dari perhitungan diatas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 4.1 Gaya vertikal dinding (struktur)

Berat W Jarak Terhadap Momen (Wx m)


No
(k/N) Titik A (M) (k/N)
1 W1 49.92 A1 1.40 69.89
2 W2 37.44 A2 1.00 37.44
3 W3 65.28 A3 1.70 110.98
∑V = 152.64 ∑Mv = 218.30
Tabel 4.2 Gaya vertikal Tanah

Berat W Jarak Terhadap Momen (Wx m)


No
(k/N) Titik A (M) (k/N)
4 W4 19.09 A4 2.50 47.74

∑V = 19.09 ∑Mv = 47.74

Maka ∑Pv = ∑V Struktur + ∑V Tanah


= 152.64 + 19.094
= 171.734

Maka ∑Mv = ∑Mv Struktur + ∑Mv Tanah


= 218.30 + 47.74
= 266.040
4.1.2 Perhitungan Beban Horizontal (Gaya)
0.4 Q= 510 ton

1 4

2 5.2

3
0.8

0.6 0.60 0.4 1.8

3.4

A. Perhitungan Koefisien Tekanan Tanah


Karena permukaan tanah urugan miring keatas (b=0) maka rumus koefisien tekanan tanah dipakai :

Koefisien Tanah Aktif Menurut Rankine

Ka =

= 45 - 27.497
tan2
2

= 0.368

θ = arc tg = 0
α = 180o - 90o x 0 = 90
δ = x Ø
(2⁄3)
= x 27.497
(2⁄3)
= 18.331
ß = 0

Koefisien Tanah Aktif Menurut Coulomb

Ka = Sin (   ) 2
2
 Sin (   ) . Sin    
Sin 2
 Sin (   ) 1,00  
 Sin (   ) . Sin    
 

= Sin2(109.00 11.17 )
2
 Sin(11.17  7.447) . Sin11.17 - 0 
Sin2109.00 Sin(109.00 - 7.447
) 1,00  
 Sin(109.00 11.17) . Sin109.00  0 
 

0.787
=
0.949 1.00 + √( 0.717 x 0.462
0.949 x 1.000

=
0.787 )
0.949 1.00 +√( 0.331 )
0.949

0.787
=
²
0.949 1.00 + 0.591

0.787
=
0.949 x 2.5302

= 0.787
2.402

= 0.328

Keterangan = δ : Faktor geser dan adhesi : lempung sedang 17 - 19 o


ß : Sudut permukaan tanah miring keatas dengan bidang bangunan
Koefisien Tanah Pasif Menurut Rankine

Kp = 
tan 2 ( 45  )
2
= tan2 27.497
45 +
2
= 2.715 58.7485

Zo = 2c Pp = 1
( .2.c. Kp.Zo)
s. Ka 2
= ( 0.5 x 2 √ 0.841 2.715 1.359 )
= 2 0.841
2.040
√ 0.368 = 1.615

= 1.359

Perhitungan Koefisien Tekanan Tanah Pasif Cara Coulomb

Kp = Sin (   ) 2
2
 Sin (   ) . Sin    
Sin 2 Sin (   ) 1,00  
 Sin (   ) . Sin    
 
= Sin2(109.0011.17 )
2
 Sin(11.17  7.447) . Sin11.17 - 0 
Sin2109.00 Sin(109.00 - 7.447) 1,00  
 Sin(109.00 11.17) . Sin109.00  0 
 

0.787
=
0.949 1.00 -
√( 0.717 x 0.462
) 0.949 x 1.000

0.787
=
0.949 1.00 -
√( 0.331 )
0.949

0.787
=
²
0.949 1.00 - 0.591
0.9139213
0.409 1
0.787
=
0.168
0.949 x 0.168

= 0.787
0.159

= 4.947

Zo = 2c Pp = 1
( .2.c. Kp.Zo)
s. Ka 2
= ( 0.5 x 2 √ 0.841 4.947 1.441 )
= 2.000 0.841
2.040
√ 0.328 = 2.245

= 1.441

Keterangan = δ : Faktor geser dan adhesi : lempung sedang 17 - 19 o


ß : Sudut permukaan tanah miring keatas dengan bidang bangunan

Perhitungan tekanan tanah dari nilai q


σh = 2q ( β - sin β cos 2α)
π
dengan :
Pembebanan Truck = 500 kN

β= 14˚ = 0.244 (dalam radian)


α= 56˚ = 0.977 (dalam radian)

σh = 2 500.00 0.244 - sin 0.244 x cos ( 2x 0.977 )


3.14

σh = 318.471 x 0.335
σh = 106.679 kN/m

B. Perhitungan Tekanan Tanah Aktif dan Pasif


1. Perhitungan Tekanan Tanah Aktif dan Pasif menurut Coulomb
Hc = 2c
( ϒ √(Ka )

= 2 0.841
( 2.04
) √( 0.328 )
= 1.682 = 1.441
1.168
)

a. Perhitungan Tekanan Tanah Pasif menurut Coulomb


Pp = 1/2 x H3² x (g s ) x Kp
= 0.5 x 0.640 x 2.04 x 4.95
= 3.23 ton

b. Perhitungan Tekanan Tanah Aktif


P1 = 1/2 x H² x (g s ) x Ka
= 0.5 x 36 x 2.040 x 0.328
= 12.030

Pa q = σh x x Ka
= 106.679 x x 0.328
= 34.949

2. Perhitungan Tekanan Tanah Aktif dan Pasif menurut Rankine


Hc = 2c
( ϒ √(Ka )

= 2 0.841
( 2.04
) √( 0.368 )
= 1.682 = 1.359
1.238
)
a. Perhitungan Tekanan Tanah Pasif menurut Rankine
Pp = 1/2 x H3² x (g s ) x Kp
= 0.5 x 0.640 x 2.04 x 2.715
= 1.773 ton

b. Perhitungan Tekanan Tanah Aktif


P1 = 1/2 x H² x (g s ) x Ka
= 0.5 x 36 x 2.040 x 0.368
= 13.523

Pa q = σh x x Ka
= 106.679 x x 0.368
= 39.286

3. Perhitungan Lengan Panjang terhadap titik 0


Pp = ⅓ x H3
= 0.333 x 0.8
= 0.267 m

Pa1 = ½ x H
= 0.500 x 6
= 3.000 m

Pa2 = 1⁄3 x H
= 0.33 x 6
= 2 m

Dari hasil dari perhitungan diatas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.3. Perhitungan Tekanan tanah aktif dan pasif Coulomb


Lengan Terhadap
Tekanan Tanah Momen Arah
No Alas
(t) (M) (t.m) Gaya
1 P1 12.030 3.000 36.089 -
2 P2 34.949 2.000 69.897 -
3 Pp 3.229 0.267 0.861 +
SPH 43.749 ƩMha 105.125

Tabel 4.4. Perhitungan Tekanan tanah aktif dan pasif Rankine


Lengan Terhadap
Tekanan Tanah Momen Arah
No Alas
(t) (M) (t.m) Gaya
1 P1 13.523 3.000 40.568 -
2 P2 39.286 2.000 78.573 -
3 Pp 1.773 0.267 0.473 +
SPH 51.037 ƩMha 118.668
4.3. Perhitungan Stabilitas Daya Dukung Tanah
4.3.1. Terhadap Stabilitas Gaya Guling Coulomb

 Mv
F guling =  Mh ≥ 2 Aman
266.04
= = 2.531 ≥ 2 Aman
105.125

Sumber: (Sugiono kh; Teknik Sipil) NOVA

4.3.1. Terhadap Stabilitas Gaya Guling Rankine

 Mv
F guling =  Mh ≥ 2 Aman
266.04
= = 2.242 ≥ 2 Aman
118.668

Sumber: (Sugiono kh; Teknik Sipil) NOVA

4.3.3. Terhadap Stabilitas Geser


Tahanan geser pada dinding sepanjang B = 3,4 m, dihitung dengan menganggap dasar dinding sangat kasar, sehingga sudut gesek δb = f; dan adhesi Cd = C
(kohesi), maka :

ƩRh = Cd  B  Pv  tan b


= 0.841 x 3.40 + 171.734 x 0.521
= 92.247

F geser Coulomb
ƩRh
F geser = 2.0 (Aman)
ƩPh
92.25
= = 2.109 > 2.0 Aman
43.749
Sumber: (Sugiono kh; Teknik Sipil) NOVA

F geser Rankine
Pv
F geser = > 2.0 (Aman)
Ph
92.25
= = 1.807 > 2.0 Tidak Aman
51.037
Sumber: (Sugiono kh; Teknik Sipil) NOVA

Dimana :
ƩRh = Tahanan dinding penahan tanah terhadap penggeseran
cd = Adhesi antara tanah dan dasar dindinng
B = Lebar pondasi
W = Berat total dinding penahan dan tanah diatas plat pondasi
ᵟb = Sudut geser antara tanah dan dasar pondasi

Karena kontruksi terlalu kecil dari syarat stabilitas terhadap pergeseran, maka kontruksi perlu ditambah dengan pondasi tiang pancang
untuk menahan gaya geser atau gaya horizontal.
4.3.3. Stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas Daya dukung

q ult = cNc + Df.ɣNq + 0.5 ɣ BNɣ

φ Nc Nq Nγ N’c N’q N’γ


0o 5.7 1 0 5.8 1 0
5o 7.3 1.6 0.5 6.7 1.4 0.2
10o 9.6 2.7 1.2 8 1.9 0.5
15o 12.9 4.4 2.5 9.7 2.7 0.9
20o 17.7 7.4 5 11.8 3.9 1.7
25o 25.1 12.7 9.7 14.8 5.6 3.2
30o 37.2 22.5 19.7 19 8.3 5.7
35o 57.8 41.4 42.4 25.2 12.6 10.1
40o 95.7 81.3 100.4 34.9 20.5 18.8
45o 172.3 173.3 297.5 51.2 35.1 37.7
48o 258.3 287.9 780.1 66.8 50.5 60.4
50o 347.6 415.1 1153.2 81.3 65.6 87.1

Nc = 31.157
Dari tabel 3.3 Fondasi I ,
Nq = 17.606
HC
Nγ = 14.706

q ult = 0.841 31.157 + 1 2.04 17.606 + 0.5 2.04 3.40 14.706


= 113.120

Dimana :
q ult = Daya dukung ultimit untuk pondasi memanjang
C = Kohesi tanah
Df = Kedalaman pondasi yang tertanam di dalam tanah 1.3 0.841 31.15726 2.04
ɣ = Berat volume tanah
Nc = Faktor daya dukung tanah akibat kohesi tanah 34.06423 35.915995
Nq = Faktor daya dukung tanah akibat beban terbagi rata
Nɣ = Faktor daya dukung tanah akibat berat tanah 110.78055

Stabilitas keruntuhan menurut Coulomb :

Xe =  Mv   Mh
 Pv
= 266.04 - 105.125
171.734
= 0.937

e = B
X
2
= 3.4 0.937 > 3.40
2 6
= 0.763 > 0.567 ok

Karena e > B/6 maka : > B/6 = 0,567

q min = 0.0

q maks = 2 . ƩPv
3( B - 2 e )
= 2 171.734
3( 3.4 - 2 0.763 )
= 343.469
5.622

= 61.094

B' = B -2e
= 3.4 - 2 x 0.763
= 1.874 m

q ’ = ∑PV
B'

= 171.734
1.874

= 91.641

Faktor aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung :

F = q ult 113.120
= > 3
= > 3
q ’ 91.641

= 1.234 > 3 Tidak Aman


Stabilitas terhadap keruntuhan menurut Rankine :

Xe =  Mv   Mh
 Pv
= 266.04 - 118.668
171.734
= 0.858

e = B
X
2
= 3.4 0.858 > 3.40
2 6
= 0.842 > 0.567 OK

B' = B -2e
= 3.4 - 2 x 0.842
= 1.716 m

q ’ = ∑PV
B'

= 171.734
1.716

= 100.062

Faktor aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung :

F = q ult 113.120
= > 3
q ’ 100.062

= 1.130 > 3 Tidak Aman

Metode Faktor Kontrol Kontrol


Stabilitas
Coulomb Rankine Aman Coulomb Rankine
Guling 2.531 2.242 >2 Aman Aman
Geser 2.109 1.807 >2 Aman Tidak Aman
Keruntuhan 1.234 1.130 >3 Tidak Aman Tidak Aman
Analisa Perhitungan Tiang Pancang
Tiang Pancang Baja Tipe Spiral Pipe ( Bulat )
Spesifikasi tiang baja yang akan di gunanakan sesuai uraian dari PT. Gunung Garuda Steel adalah sebagai berikut :
15 CM

TIANG PANCANG Ø 300mm

Dimensi Tang Pancang

Diametr d = 0.3 m
Tebal t = 0.009 m
Luas Luar Ao = 0.071 m2
Luas Dalam Ai = 0.067 m2
Keliling Ak = 0.943 m
Berat baja Ws = 0.644 kN/m
Mutu baja Fs = 540 N/mm2
Panjang Rencana Pancang L = 12 m

Maka, berat sendiri tiang (Wp) yang didapat sebagai berikut :


1 Berat Baja = ( ws x L)
= 0.644 x 12
Wbj = 7.728 kN

2 Berat Beton isian 3 m dalam pipa = ( 20 kN/m3 x 3 m x Ai )


= 20 x 3 x 0.067
Wc = 3.992 kN

3 Berat tanah 7 m dalam pipa = ( γ tanahrata-rata x 9 x Ai )


= 18 x 7 x 0.067
Wt = 8.383 kN

4 Berat tiang Pancang = (Wbj+Wc+Wt)


= 7.728 + 3.992 + 8.383
Wp = 20.104 kN

4.3.1.1 Analisa Daya Dukung Tiang Pancang Tunggal Baja Spiral Pipe

1 Perhitungan Hasil CPT ( Cone Penetration Test )


Diketahui :

qc = tahanan penetrasi kerucut statis yang merupakan nilai rata-rata dihitung dari 8.D atas dasar tiang sampai
4.D di bawah dasar tiang (kg/cm2)

JHL = jumlah hambatan lekat kerucut statis yang merupakan nilai rata-rata dihitung dari 8.D atas dasar tiang
sampai 4.D di bawah dasar tiang (kg/cm2)

Ao = luas penampang tiang, rumus : A’o = π x r²


Ak = keliling penampang tiang, rumus : Ak = π x d
SF = faktor keamanan, karena pembebanan pada konstruksi tetap maka digunakan sf = 3 (end bearing) dan sf =
5 (friction pile).

Dimana :
Diperhitungkan terhadap Tahanan tanah keras dan kelekatan tanah (End Bearing pile and Friction Pile), maka :

Segmen 1 :
qc = 201.25 kg/cm2
JHL = 197.67 kg/cm
Ao  qc Ak  JHL
P tiang = 
sf sf
707.143 x 201.250 94.286 x 197.670
= +
3 5
= 47437.500 + 3727.491
= 51164.991 kg
= 511.650 kN

P netto = P tiang - Wp
= 511.650 - 20.104
= 491.546 kN

Daya dukung tiang pancang dalam 1 tiang adalah : 491.546 kN

Kontrol : F = 3.6 = 2.4 + 1.2 ( 8 x D ) + (4 x D )


= 3.6
Kontrol keamana diambil daya dukung yang terkecil yaitu pada

491.546
= = 2.862 > 3.6 Tidak Aman
171.734
Tiang Pancang dicoba 2 baris

491.546 x 2 983.093
= = = 5.724 > 3.6 Aman
171.734 171.734

Daya Dukung Tiang Pancang Kelompok Baja Spiral Pipe


 L1 
 L
N

Konstruksi dinding penahan sepanjang 65 meter yang di bagi menjadi 3 segmen yaitu segmen 1 & 3 = 20 meter dan segmen 2 = 25 meter. Adapun
beban vertikal yang bekerja untuk tinjauan 1 meter adalah (Pv) = 428,679 kN, Maka gaya vertikal menjadi :

Perhitungan Daya Dukung Kelompok Tiang Pancang Segmen 1 & 3


Pv total = Pv x Panjang Dinding
= 171.73 x 20
= 3434.688

Untuk perhitungan jumlah pancang dapat menggunakan rumus :

Pv total
n tiang pancang =
Ptiang
3434.688
= = 6.98751545 Buah = 7 Buah
491.55

Jumlah Pancang = 2 x 7
= 14 buah

Perletakan tiang adalah 2 baris memanjang, masing – masing baris berisi 22 tiang (untuk tiang pancang tegak), maka total tiang pancang yang di
gunakan adalah :

Maka diketahui sesuai gambar


m = jumlah baris = 2
n = jumlah tiang dalam 1 baris = 7
θ = arc tan d/s = 5.711
d = diameter tiang = 0.3
s = jarak antara tiang (as ke as) = 3.00 3

perumusan untuk efisiensi tiang dari “Uniform Building Code” dari AASHO :

  ( n  1) m  ( m  1) n 
Eff.h = 1  
90  mn  12 7
= 1- 5.711 7 - 1 2 + 2 - 1 7
90 2 x 7

= 1- 5.711 19
90 14
=1 - 0.063 1.357
=1 - 0.086
= 0.914 = 91.4 %

QU Tiang = Eg ´ P tiang x Jumlah Pancang


= 91.4 x 491.546 x 14
= 6289.06 > 3434.688

Gaya maksimum yang dipikul tiang berdasarkan jaraknya adalah sebagai berikut :

Tabel 4.13 Perhitungan S X² dan SY² pancang spiral pipe

No X X² Y Y²
1 1.00 1.00 0.7 0.49
2 4.00 16.00 2.7 7.29
3 7.00 49.00
4 10.00 100.00
5 13.00 169.00
6 16.00 256.00
7 19.00 361.00
ΣX2 952.00 Σy2 7.78

S X² = 952.00 M2
SY² = 7.78 M2
X maks = 19.000 M
Y maks = 2.7 M
ny = 2 (Jumlah Baris)
nx = 7 (jumlah Tiang Per Baris)
n = 14 (buah Tiang Pancang)
Mx = 118.668 kN/m
My = 266.040 kN/m
ΣPv = 3434.688 kN

Pv My  Xmaks Mx  Ymaks


P maks =  
n ny  x 2 nx  y 2

3434.688 266.04 x 19 118.66846 x 2.7


= + +
14 2 x 952.00 7 x 7.78

= 245.335 + 2.655 + 5.883

= 253.873 < 491.546 (ok)

Perhitungan Daya Dukung Kelompok Tiang Pancang Segmen 2


Pv total = Pv x Panjang Dinding
= 171.73 x 25
= 4293.36

Untuk perhitungan jumlah pancang dapat menggunakan rumus :

Pv total
n tiang pancang =
n tiang pancang =
Ptiang
4293.36
= = 8.73439431 Buah = 9 Buah
491.55
Jumlah Pancang = 2 x 9
= 18 buah

Perletakan tiang adalah 2 baris memanjang, masing – masing baris berisi 22 tiang (untuk tiang pancang tegak), maka total tiang pancang yang di
gunakan adalah :

Maka diketahui sesuai gambar


m = jumlah baris = 2
n = jumlah tiang dalam 1 baris = 9
θ = arc tan d/s = 5.711
d = diameter tiang = 0.3
s = jarak antara tiang (as ke as) = 3.00 3

perumusan untuk efisiensi tiang dari “Uniform Building Code” dari AASHO :

  ( n  1) m  ( m  1) n 
Eff.h = 1  
90  mn  16 9
= 1- 5.711 9 - 1 2 + 2 - 1 9
90 2 x 9

= 1- 5.711 25
90 18
=1 - 0.063 1.389
=1 - 0.088
= 0.912 = 91.2 %

QU Tiang = Eg ´ P tiang x Jumlah Pancang


= 91.2 x 491.546 x 18
= 8068.11 > 4293.36

Gaya maksimum yang dipikul tiang berdasarkan jaraknya adalah sebagai berikut :

Tabel 4.13 Perhitungan SX² dan SY² pancang spiral pipe

No X X² Y Y²
1 0.50 0.25 0.7 0.49
2 3.50 12.25 2.7 7.29
3 6.50 42.25
4 9.50 90.25
5 12.50 156.25
6 15.50 240.25
7 18.50 342.25
8 21.50 462.25
9 24.50 600.25
ΣX2 1946.25 Σy2 7.78

SX² = 1946.25 M 2

SY² = 7.78 M2
X maks = 24.50 M
Y maks = 2.7 M
ny = 2 (Jumlah Baris)
nx = 9 (jumlah Tiang Per Baris)
n = 18 (buah Tiang Pancang)
Mx = 118.668 kN/m
My = 266.040 kN/m
ΣPv = 4293.36 kN

Pv My  Xmaks Mx  Ymaks


P maks =  
n ny  x 2 nx  y 2

4293.36 266.04 x 24.5 118.66846 x 2.7


= + +
18 2 x 1946.25 9 x 7.78

= 238.520 + 1.674 + 4.576

= 244.770 < 491.546 (ok)