Anda di halaman 1dari 7

Rana Khansa M

1706023605

TUGAS 8

1. Jelaskan mekanisme terjadinya tegangan sisa pada pengelasan dan apa resiko
dari adanya tegangan sisa tersebut.
Jawab: Mekanisme terjadinya tegangan sisa adalah pemanasan yang
tidak meratamenyebabkan terjadinya ekspansi panas yang terbatas. Pada akhir siklus
panas, akan terjadi distorsi atau terjadi restrain yang menyebabkan munculnya
tegangan sisa pada daerah tersebut. 

Terjadinya tegangan sisa dapat dilihat dari gambar di atas, dimana daerahC


mengembang pada waktu pengelasan. Pengembangan pada C ditahan oleh A, sehingga
pada daerah C terjadi tegangan tekan dan pada daerah A terjadi tegangan tarik. Tetapi
bila daerah A luasnya jauh lebih besar dari C, maka pada daerah C akan terjadi
perubahan bentuk tetap, sedangkan pada daerah A terjadi perubahan bentuk elastis.
Pada waktu pengelasan selesai, terjadilah pendinginan dimana bagian C menyusut
cukup besar disamping karena pendinginan juga karena adanya tegangan tekan.
Penyusutan ini ditahan oleh daerah A, karena itu pada daerah C akan terjadi tegangan
tarik yang diimbangi oleh tegangan tekan pada daerah A.

Resiko adanya tegangan sisa adalah terjadinya distorsi atau perubahan dimensi dan
kegagalan prematur pada daerah pengelasan.

2. Jelaskan beberapa metoda untuk mengurangi tegangan sisa pada pengelasan.


Jawab:
 Penempaan: logam las dan daerah disekitarnya ditempa atau dipukul selama
atau setelah pengelasan.
 Peregangan: sambungan ditarik sampai terjadi perubahan bentuk plastic
 Getaran: kepada konstruksi diberikan getaran yang dapat memberikan
resonansi freskuensi rendah. Karena getaran ini, akan terjadi perubahan
plastic setempat.
Rana Khansa M
1706023605

 Anil: Lasan dari jenis baja ferit dipanaskan sampai 600 atau 700°C dan yang
dari jenis austenit sampai 900°C. Setelah ditahan beberapa waktu pada
suhu ini kemudian didinginkan pelan - pelan.
 Anil suhu tinggi: Lasan dari jenis baja konstrksi umum dipanaskan
sampai 900 atau 950°C. Setelah ditahan beberapa lama pada suhu ini
kemudian didinginkan pelan-pelan.
 Pembebasan tegangan pada suhu rendah: Kedua permukaan daerah lasan selebar 60
sampai 130mm dipanaskan sampai 150 atau 200°C, yang diikuti dengan pendinginan
dengan air.

3. Jelaskan mekanisme terjadinya Hydrogen Induced Cracking (HIC) pada


pengelasan dan persyaratan apa saja untuk terjadinya HIC. Serta Jelaskan
beberapa sumber Hydrogen & metoda untuk mengurangi larutnya H2 pada
pengelasan.
Jawab: Pada waktu logam las masih cair, logam ini menyerap hydrogen dalam jumlah
yang besar yang dilepaskan dengan cara difusi pada suhu rendah karena pada suhu
tersebut kelarutan hidrogen menurun. Hidrogen yang didifusikan ini menyebabkan
terjadinya retak di daerah pengaruh panas.
Persyaratan terjadinya HIC adalah :
 Hadirnya hidrogen dalam baja yang dapat berdifusi
 Terciptanya tegangan sisa yang tinggi
 Adanya struktur mikro yang rentan terhadap retak (H
V > 350) seperti martensit.

4. Jelaskan mekanisme terjadinya Solidification Cracking (Hot Crack) pada


pengelasan dan persyaratan apa saja untuk terjadinya Hot Cracking. Serta
Jelaskan beberapa sumber penyebab hot cracking & metoda untuk
menguranginya pada pengelasan Baja.
Jawab: Solidification cracking terjadi jika logam las membeku sebagai fasa tunggal
gamma (γ), yaitu jika Crek/Niek < 1,5. Jenis cacat ini dapat dihindari dengan
menciptakan 5-10% δ-ferrite pada logam las melalui pemilihan kawat las yang tepat.
Faktor penyebab Solidification crack :
 Impurities seperti sulfur atau phospor dan carbon (S di parent material
mungkin remelt, iron -> iron sulphida)
 Stress
 Joint design terlalu dalam dan lebar
 Ganguan pada heat flow kondisi, seperti star/stop condition
 Menghindari Hot crack
 Menggunakan high quality base material (maintai low carbon content).
 Menggunakan basic flux.
 Joint design selection dengan memperhitungkan depth, width rasio.
 Minimize jumlah stress.
 Menggunakan high mangnase dan low carbon content filer / elektroda.
 Bersihkan joint untuk preperation.
Rana Khansa M
1706023605

5. Jelaskan mekanisme terjadinya Lamelar Tearing pada pengelasan dan Jelaskan


penyebab utama Lamelar Tearing & metoda untuk menguranginya pada
pengelasan.
Jawab:
 Mekanisme terjadinya Lamelar Tearing:
Cacat ini bermula dari inklusi MnS yang berbentuk flat akibat proses
rolling atau jenis inklusi lainnya yang kemudian mengalami perpatahan
pada antarmuka antara matriks dengan inklusi. Pertumbuhan retak terjadi
pada ara vertical ataupun bersudut, ductile tearing terjadi pada arah
parallel pada celah antara matriks dan inklusi mengakibatkan
terbentuknya retak yang menyerupai anak tangga.
 Penyebab utama Lamelar Tearing:
1. Pelat baja yang memiliki keuletan yang rendah pada arah tebal atau 4ertikal
2. Batas lebur yang mendekati sejajar dengan permukaan pelat
3. Level tegangan sisa yang tinggi

 Metode untuk mengurangi lamelar tearing pada pengelasan :


1. Pengurangan kadar sulfur
2. Penambahan Ce dan Ca yang menghasilkan butir bukan logam yang berbentuk
bulat sehingga mengurangi kepekaan terhadap lamellar tearing.

6. Jelaskan faktor apa saja yang harus saudara (i) perhatikan bila terjadi kekerasan
yang tinggi di HAZ.
Jawab:
 Ketangguhan batas las
 Komposisi kimia logam induk
 Kecepatan pendinginan

7. Jelaskan metoda (cara-cara) untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ.


Jawab:
 Metode untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ, yaitu:
a) Penggunaan baja yang kurang peka terhadap penggetasan HAZ -- Bertujuan untuk
mengurangi kadar paduan dan karbon dalam baja dan mempertinggi kadar nikel.
b) Pembatasan masukan panas
c) Penurunan penggetasan melalui cara pengelasan -- Bertujuan untuk
memperbaiki struktur mikro yang terjadi dengan cara pemanasan Kembali
melalui panas las, menghindari terjadinya retak dan distorsi, mengurangi
tegangan sisa dsb yang dapat diusahakan dengan cara-cara pengelasan.

8. Jelaskan tujuan pemanasan awal (preheating) dan pemanasan akhir (PWHT)


pada proses pengelasan.
Jawab:
 Tujuan pemanasan awal (preheating) adalah memperlambat laju pendinginan
sehingga mencegah terjadinya retak tumit (toe crack) dan retak manik
Rana Khansa M
1706023605

(underbead crack) pada baja yang memiliki hardenability yang tinggi


mengandung paduan.
Tujuan pemanasan awal  (preheating) adalah memperlambat lajupendinginan
sehingga mencegah terjadinya retak tumit (toe crack) dan retak manik
(underbead crack) pada baja yang memiliki hardenability yang tinggi
(mengandung paduan).
 Tujuan pemanasan akhir (PWHT) adalah untuk menghilangkan tegangan
sisasehingga dapat mencegah terjadnya distorsi pada logam las.

9. Bila ada cacat dibawah ini, analisa menurut saudara apakah cacat tsb diterima
(accept) atau ditolak (reject) dengan merefer ke ISO 5817 dengan Quality level C
a. Retak (crack)sepanjang 2 mm di weld metal
b. Lack of side wall fusion sepanjang 5 mm
c. Surface porosity diameter 1,5mm
Jawab:
a) Retak (crack)sepanjang 2 mm di weld metal DITOLAK (REJECT)
b) Lack of side wall fusion sepanjang 5 mm DITOLAK (REJECT)
c) Surface porosity diameter 1,5mm
 Jika 0.5≤𝑡 (𝑚𝑚)≤3 maka – DITOLAK (REJECT)
 Jika 𝑡 (𝑚𝑚)>3 maka – DITERIMA (ACCEPT)

10. Jelaskan cacat las (weld defects) di bawah ini serta (i) sebutkan penyebabnya
serta penanggulangannya dan (ii) sebutkan metoda NDT yang dapat dipakai di
pemeriksaan catat tsb. (Note: untuk gbr (b) Nama cacatnya adalah sama, tetapi
contoh lokasinya yg berbeda)

a)
Rana Khansa M
1706023605

b)

(a) (b)
Jawab:

11. Jelaskan cacat las (weld defect) di bawah ini serta sebutkan penyebabnya serta
penanggulangannya.

Jawab:
Gambar a: Lack of inter-run fusion
 Terjadi karena tidak terisinya kampuh las secara sempurna oleh kawat pengisi.
 Penyebab timbulnya cacat:
a) Penggunaan arus yang terlalu rendah
b) Kecepatan pengelasan terlalu tinggi
c) Geometri sambungannya kurang tepat
d) Diameter elektroda terlalu besar
 Cara penanggulangannya:
a) Meningkatkan arus
b) Memperkecil diameter elektroda
c) Sudut kawat lasnya sebesar 45°
d) Permukaan dibersihkan sebelum memulai pengelasan
Gambar b: Porositas
 Berupa lubang halus yang terjadi akibat adanya udara atau gas yang
terperangkap dalam deposit las.
 Penyebabnya antara lain elemen pengotor, kelembaban atmosfir, dan
kontaminasi bahan lain seperti minyak, pelumas, atau kotoran lain.
 Cara penanggulangannya:
a) Menggunakan fluks  yang mengandung banyak karbonat.
dengan fluks ini akan dihasilkan gas karbondioksida yang dapat menurunkan
tekanan parsial hidrogen didalam busur listrik dengan sendirinya akan mengurangi
difusi hydrogen.
b) Dilakukan penurunan kecepatan pendinginan dengan memberikan pemanasan mula
pada temperature antara 50 sampai 300°C atau memberikan pemanasan kemudian
pada temperature antara 200 sampai 300°C.
Rana Khansa M
1706023605

c) Sebelum mengelas,  pada daerah di sekitar kampuh dibersihkan


dari air, karat, debu, minyak dan zat organik yang dapat menjadi
sumber hidrogen.

d) Menggunakan elektroda  dengan fluks yang mempunyai kadar


hydrogen rendah.
e) Penggunaan CO2 sebagai gas pelindung
f) Menghindari pengelasan pada waktu hujan atau ditempat yang membuat las
kebasahan

12. Jelaskan cacat las (weld defects) di bawah ini serta (i) sebutkan penyebabnya
serta penanggulangannya dan (ii) sebutkan metoda NDT yang dapat dipakai pada
pemeriksaan catat tsb. (Note: untuk gbr (a) Nama cacat adalah sama, tetapi
contoh yang diperbesar ada beda warna kegelapannya dan bukan crack)

(a) (b)

Jawab:

13. Jelaskan yang dimaksud dengan weldability pada baja dan faktor yang
mempengaruhi kemampulasan tsb.

Jawab: Kemampulasan (weldability) merupakan kemampuan material untuk dapat


dilas di bawah kondisi perakitan khusus sehingga sesuai dengan desain
struktur dan dapat menunjukkan performa yang memuaskan di lapangan.
Dengan kemampulasan yang tinggi, material dapat dilas di bawah kondisi perakitan
khusus sehingga dapat menghasilkan hasil las sesuai dengan desain struktur
dan dapat menunjukan performa maksimal di lapangan. Berikut adalah faktor –
faktor yang mempengaruhi kemampulasan adalah:

 Desain dari lasan

 Pemilihan proses pengelasan.

 Kondisi lapangan (services).

 Sifat-sifat material, antara lain: temperature titik lebur dan titik uap, sifat
listrik dan panas, afinitas lasan terhadap O, N, dan H, keberadaaan lapisan
film di permukaan logam induk
Rana Khansa M
1706023605

14. Jelaskan fungsi Preheating dan Post-heating pada pengelasan baja.


Jawab:

a) Preheating

 Memperkecil kecepatan pendinginan pada logam induk & logam lasan, sehingga
membuat lebih ulet dan tahan terhadap retakan

 Memperkecil kecepatan pendinginan untuk member kesempatan hydrogen


keluar sehingga memperkecil retakan

 Memperkecil tegangan sisa akibat penyusutan pada logam lasan yang


berbatasan dengan logam induk

 Meningkatkan ketahan terhadap kegetasan yang terjadi pada fabrikasi

b) PWHT

 Mereduksi stress karena proses manufaktur

 Meningkatkan ketahanan terhadap brittle fracture

 Meminimalkan potensial hydrogen induced cracking

15. Jelaskan fungsi dari PWHT dan berapa umumnya temperatur dan waktu tahan
PWHT pada baja karbon.

Jawab: Prinsip dari PWHT adalah perlakuan panas yang dilakukan setelah pengelasan
untuk meningkatkan sifat fisik lasan. Fungsinya adalah sebagai berikut untuk
mereduksi stress, meningkatkan ketahanan terhadap brittle fracture dan
meminimalisir potential hydrogen induced cracking.

 hasil lasan dipanaskan pada temperature 600-650 ° C dan ditahan selama 1


jam/25mm.