Anda di halaman 1dari 26

UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)

DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

BAB 3
DAMPAK LINGKUNGAN YANG
DITIMBULKAN DAN UPAYA
PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
SERTA UPAYA PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP

3.1 DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN


Dampak lingkungan hidup yang ditimbulkan pada masing-masing kegiatan di pada
tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, dan tahap operasi pada RPA di Desa Madigondo
Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan adalah sebagai berikut :
A. Tahap Pra Konstruksi
1. Pemberitahuan Kegiatan kepada Warga Sekitar
 Persepsi dan sikap masyarakat
B. Tahap Konstruksi
1. Penerimaan Tenaga Kerja Konstruksi
 Terbukanya Peluang Kerja
2. Mobilisasi Peralatan dan Material
 Penurunan Kualitas Udara
 Peningkatan Kebisingan
 Gangguan Lalu Lintas
 Potensi Kerusakan Jalan
3. Pengerahan Tenaga Kerja Operasi
 Timbulnya Limbah Padat Domestik
 Timbulnya Limbah Cair Domestik
 Potensi Kecelakaan Kerja
4. Penyiapan Lahan
 Penurunan Kualitas Udara
 Peningkatan Kebisingan

1
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

 Peningkatan Limpasan Permukaan


5. Pembangunan Fasilitas dan Utilitas
 Penurunan Kualitas Udara
 Peningkatan Kebisingan
 Timbulnya Limbah Konstruksi
6. Demobilisasi Peralatan
 Gangguan Lalu Lintas
 Potensi Kerusakan Jalan
C. Tahap Operasi
1. Penerimaan Tenaga Kerja Operasi
 Terbukanya Peluang Kerja
2. Penerimaan Bahan Baku dan Pengiriman Produk
 Peningkatan Kebisingan
 Penurunan Kualitas Udara
 Gangguan Lalu Lintas
3. Pengerahan Tenaga Kerja Operasi
 Timbulnya Limbah Cair Domestik
 Timbulnya Limbah Padat Domestik
 Potensi Kecelakaan Kerja
4. Proses Produksi
 Peningkatan Kebisingan
 Penurunan Kualitas Udara
 Timbulnya Limbah Cair Proses
 Timbulnya Limbah Padat
 Timbulnya Bau
 Munculnya Bakteri
 Munculnya Vektor Penyakit
5. Pengambilan Air Tanah
 Penurunan Muka Air Tanah
6. Pemeliharaan Fasilitas dan Utilitas
 Timbulnya Limbah Cair Sanitasi
 Timbulnya Limbah Padat
 Timbulnya Limbah B3

3.2 UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN


UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Upaya pemantauan lingkungan hidup ini merupakan pedoman yang sistematis dan
implementatif bagi Pemrakarsa kegiatan dalam rangka penanganan dampak lingkungan
yang ditimbulkan dari keseluruhan kegiatan RPA pada tahap pra konstruksi, tahap
konstruksi, dan tahap operasi. Upaya pengelolaan ini dilakukan dengan berbagai
pendekatan, antara lain pendekatan teknologi, pendekatan sosial ekonomi dan budaya
serta pendekatan institusional.

2
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya pengelolaan lingkungan hidup ini dimaksudkan untuk memberikan


perlindungan terhadap sumberdaya alam dan lingkungan (geofisik-kimia, biologi, sosial
ekonomi budaya, dan kesehatan masyarakat) yang mengalami perubahan akibat kegiatan.
Sedangkan tujuan dilaksanakannya upaya pengelolaan lingkungan hidup ini adalah untuk
menghindari, mencegah, meminimalisir, dan menangani dampak lingkungan yang
diprakirakan terjadi, pada sisi lain untuk meningkatkan dampak posifit dan manfaat dari
kegiatan RPA.
Untuk mengetahui kondisi lingkungan pasca pengelolaan, maka dilaksanakan
upaya pemantauan lingkungan hidup. Disamping itu tujuan dari upaya pemantauan
lingkungan hidup ini adalah untuk menguji kemampuan penanangan dampak yang
dilakukan oleh Pemrakarsa, menciptakan sistem peringatan dini terhadap perubahan
kondisi lingkungan yang tak terduga, serta menciptakan mekanisme koordinasi antara
pihak-pihak yang terkait melalui pertukaran data dan informasi.
Upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup
dari kegiatan RPA di Desa Madigondo Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan dapat
dilihat pada Tabel 3.1.

3
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Tabel 3.1 Matriks UKL-UPL Kegiatan Rumah Potong Ayam (RPA) CV. Arjuna Group
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
A. Tahap Pra Konstruksi
1. Pemberitahuan Kegiatan Kepada Warga Sekitar
Informasi Persespi dan Munculnya  Menyampaikan Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
kegiatan RPA Sikap persepsi dan informasi kegiatan RPA pengelolaan persepsi dan pemantauan persepsi dan sikap persepsi dan Pelaksana yaitu
yang Masyarakat sikap secara terbuka dan persepsi dan sikap sikap persepsi dan sikap masyarakat sikap CV. Arjuna Group
disampaikan masyarakat baik transparan dan masyarakat masyarakat masyarakat dengan dilakukan di : masyarakat b. Instansi
kepada warga postiif maupun memperhatikan saran adalah di wilayah dilakukan pada indikator adanya - Desa dilakukan 1 Pengawas yaitu
sekitar negatif masyarakat di sekitar desa yang saat kegiatan dukungan Madigondo kali setelah Satpol PP Kab.
lokasi RPA. terdekat dengan pemberian masyarakat - Desa Jomblang pemberian Magetan
 Menyampaikan lokasi kegiatan, informasi terhadap kegiatan - Desa Kerang informasi c. Instansi Penerima
komitmen untuk : yaitu: kepada RPA. Metode kegiatan RPA Laporan, yaitu
- Melaksanakan - Desa masyarakat. pemantauan dengan DLH Kab.
pengelolaan dan Madigondo teknik wawancara Magetan
pemantauan dampak - Desa Jomblang semi terstruktur
lingkungan secara - Desa Kerang terhadap 15
tepat dan konsisten. responden.
- Bertanggungjawab
terhadap dampak
lingkungan yang
diakibatkan dari
kegiatan RPA.
- Bersedia melakukan
musyawarah jika
diperlukan terkait
dengan kegiatan
pembanunan dan
pengoperasian RPA.

B. Tahap Konstruksi
1. Penerimaan Tenaga Kerja Konstruksi
Penerimaan Terbukanya Adanya peluang  Mengutamakan Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
tenaga kerja Peluang Kerja kerja bagi kontraktor lokal (Kec. pengelolaan peluang kerja pemantauan peluang kerja peluang kerja Pelaksana yaitu
konstruksi yang masyarakat Takeran atau Kab. peluang kerja dilakukan pada peluang kerja bagi dilakukan di : dilakukan 1 CV. Arjuna Group

4
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
membuka sekitar sebagai Magetan) yang adalah di wilayah saat lelang masyarakat sekitar - Desa kali setelah b. Instansi
lapangan kerja tenaga kerja memenuhi desa yang pekerjaan dengan indikator Madigondo penerimaan Pengawas yaitu
bagi konstruksi persyaratan. terdekat dengan konstruksi terserapnya 30% - Desa Jomblang tenaga kerja Disnaker Kab.
masyarakat minimal 30%  Menghimbau kepada kegiatan, yaitu : tenaga kerja lokal. - Desa Kerang konstruksi Magetan
dari kebutuhan kontraktor untuk - Desa Metode pemantauan c. Instansi Penerima
tenaga kerja merekrut tenaga kerja Madigondo dengan teknik Laporan, yaitu
lokal di desa sekitar - Desa Jomblang inventarisasi data DLH Kab.
lokasi kegiatan. - Desa Kerang sekunder. Magetan
2. Mobilisasi Peralatan dan Material
Aktivitas keluar Penurunan Peningkatan  Pengaturan Lokasi - Pengaturan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
masuk Kualitas Udara emisi debu operasional kendaraan pengelolaan operasional pemantauan kualitas kualitas udara kualitas udara Pelaksana yaitu
kendaraan (TSP) sebesar pengangkut material penurunan kendaraan udara (parameter dilakukan di dilakukan tiap CV. Arjuna Group
proyek yang 1.386,42 g/km dengan ketentuan : kualitas udara : selama TSP) dengan permukiman 6 bulan sekali b. Instansi
menimbulkan - Wajib dilengkapi - Pengaturan kendaraan indikator sesuai penduduk yang Pengawas yaitu
emisi debu penutup bak untuk operasional beroperasi. Pergub. Jawa Timur terdekat dengan DLH Kab.
menghindari ceceran kendaraan di - Pemeliharaan No.10 Tahun 2009. rute mobilisasi Magetan
material dan Jalan Raya kendaraan Metode pemantauan kendaraan, pada c. Instansi Penerima
persebaran debu. Madigondo– dilakukan dengan koordinat : Laporan, yaitu
- Kecepatan Takeran. sebelum pengambilan dan 7°40'2.88"S DLH Kab.
kendaraan <40 - Pemeliharaan keluar lokasi pengujian sampel 111°29'51.06"E Magetan
km/jam atau sesuai kendaraan tapak proyek. udara sesuai SNI
ketentuan berlaku, dilakukan di 19-7119.3-2005.
untuk mereduksi lokasi tapak
debu resuspensi. proyek.
 Pemeliharan
kendaraan pengangkut
material dengan
membersihkan
tanah/material pada
roda/badan kendaraan
untuk mencegah
tercecernya tanah
pada rute mobilitas.
Aktivitas keluar Peningkatan Kebisingan  Mengatur jarak antar Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
masuk Kebisingan kendaraan kendaraan pengangkut pengelolaan kebisingan pemantauan kebisingan kebisingan Pelaksana yaitu

5
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
kendaraan proyek (dump material dan peralatan kebisingan dilakukan kebisingan dengan dilakukan di dilakukan tiap CV. Arjuna Group
proyek yang truck) pada jarak sedemikian rupa dilakukan pada selama indikator sesuai permukiman 6 bulan sekali b. Instansi
menimbulkan 50 feet sebesar sehingga tidak Jalan Raya kendaraan Kepmen LH No. penduduk yang Pengawas yaitu
suara bising 80 dBA. beriringan atau terlalu Madigondo– beroperasi. KEP-8/MENLH/ terdekat dengan DLH Kab.
dekat, untuk Takeran. 11/1996. rute mobilisasi Magetan
mengurangi kebisingan Metode pemantauan kendaraan, pada c. Instansi Penerima
ekivalen total. kebisingan dengan koordinat : Laporan, yaitu
 Mempersyaratkan cara pengukuran 7°40'2.88"S DLH Kab.
kepada` kontraktor langsung di lokasi 111°29'51.06"E Magetan
untuk menggunakan menggunakan soud
kendaraan yang level meter.
memiliki kelaikan, lulus
pengujian, dan izin
operasional.
Aktivitas keluar Gangguan Lalu Terjadinya  Menempatkan petugas Lokasi - Penempatan Melakukan Pemantauan arus Pemantauan a. Instansi
masuk Lintas tundaan di pembawa bendera (2 pengelolaan petugas pemantauan arus lalu lintas arus lalu Pelaksana yaitu
kendaraan sekitar pintu orang) untuk mengatur gangguan lalu pembawa lalu lintas dengan dilakukan di lintas CV. Arjuna Group
proyek yang masuk lokasi keluar masuk lintas : bendara indikator tidak terjadi sekitar pintu dilakukan b. Instansi
menimbulkan tapak proyek kendaraan. - Petugas setiap hari gangguan lalu lintas. masuk lokasi tiap seminggu Pengawas yaitu
tundaan arus akibat  Memasang tanda/ pembawa selama Metode pemantauan tapak proyek, sekali pada Dishub Kab.
lalu lintas pergerakan rambu peringatan bendara di konstruksi. dilakukan dengan pada koordinat : waktu hari Magetan
kendaraan adanya kegiatan sekitar pintu - Pemasangan cara pengamatan 7°40'4.32"S sibuk pukul c. Instansi Penerima
proyek sebesar keluar-masuk masuk. rambu visual. 111°29'48.45"E 06.00-08.00. Laporan, yaitu
18 smp/jam kendaraan proyek. - Rambu sebelum DLH Kab.
puncak  Melakukan koordinasi peringatan 15 m pelaksanaan Magetan
dengan Dishub. Kab, sebelum pintu mobilisasi.
Magetan dan masuk.
Kepolisian setempat
untuk proses mobilisasi
alat berat.
 Mematuhi ketentuan
keselamatan lalu lintas
sesuai PP No. 37
Tahun 2017 Tentang
Keselamatan Lalu

6
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
Lintas dan Angkutan
Jalan.
Mobilisasi alat Potensi Adanya potensi  Menaati ketentuan Lokasi - Penaatan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
berat Kerusakan kerusakan pada daya angkut kendaraan pengelolaan ketentuan pemantauan potensi potensi kerusakan potensi Pelaksana yaitu
(bulldozer, Jalan badan jalan sesuai dengan Jumlah kerusakan jalan daya angkut kerusakan jalan jalan dilakukan kerusakan CV. Arjuna Group
excavator, akibat mobilisasi Berat Yang Diizinkan dilakukan pada selama dengan indikator pada ruas Jalan jalan b. Instansi
roller) ke lokasi kendaraan (JBI) dan Jumlah Berat Jalan Raya kendaraan tidak terjadi Raya Madigondo– dilakukan tiap Pengawas yaitu
kegiatan Kombinasi Yang Madigondo– beroperasi. kerusakan jalan. Takeran 6 bulan sekali Dinas PUPR Kab.
Diizinkan (JBKI). Takeran - Penggunaan Metode pemantauan Magetan
 Mengangkut alat berat flatbed truck dilakukan dengan c. Instansi Penerima
dengan menggunakan pada saat cara pengamatan Laporan, yaitu
flatbed truck untuk pengangkutan visual. DLH Kab.
menghindari terjadinya alat berat. Magetan
kerusakan jalan. - Perbaikan
 Memperbaiki jalan kerusakan
yang mengalami jalan setelah
kerusakan akibat kegiatan
kegiatan mobilisasi mobilisasi
peralatan dan material. selesai.
3. Pengerahan Tenaga Kerja Konstruksi
Aktivitas tenaga Timbulnya Timbulan limbah  Menyediakan fasilitas Lokasi - Pengumpulan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
kerja konstruksi Limbah Padat padat domestik pengelolaan sampah pengelolaan sampah pemantauan timbulan lim bah timbulan Pelaksana yaitu
yang Domestik sebesar 0,15 domestik berupa : limbah padat dilakukan timbulan limbah padat domestik limbah padat CV. Arjuna Group
menghasilkan m3/hari - 3 unit tempat domestik : setiap hari. padat domestik dilakukan di lokasi domestik b. Instansi
limbah padat sampah terpilah 40 - Tempat sampah - Kerjasama dengan indikator pengumpulan dilkakukan Pengawas yaitu
domestik L. diletakkan tiap pengangkutan bangunan sementara. tiap 6 bulan DLH Kab.
berupa sampah - 1 unit mini kontainer ruangan pada ke Bank sementara yang sekali. Magetan
beroda 1 m3 sebagai bangunan Sampah tidak kumuh. c. Instansi Penerima
lokasi pengumpulan sementara. maksimal 3 Metode pemantauan Laporan, yaitu
sementara. - Mini kontainer hari sekali. dengan cara DLH Kab.
 Operasional diletakkan di pengamatan visual. Magetan
penanganan sampah : sekitar
- Mengumpulkan bangunan
sampah ke mini sementara.
kontainer. - Bank Sampah di

7
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
- Membersihan lokasi Desa
kerja sebelum jam Madigondo dan
kerja selesai. sekitarnya.
- Bekerjasama dan
Pemberdayaan Bank
Sampah.
Aktivitas tenaga Timbulnya Timbulan limbah  Menyediakan MCK Lokasi - Pembersihan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
kerja konstruksi Limbah Cair cair domestik sementara yang pengelolaan MCK pemantauan timbulan limbah limbah cair Pelaksana yaitu
yang Domestik sebesar 2,0 dilengkapi dengan limbah cair sementara timbulan limbah cair cair domestik dilakukan tiap CV. Arjuna Group
menghasilkan m3/hari. tangki septik. domestik di MCK setiap hari. domestik dengan dilakukan di lokasi 1 bulan b. Instansi
limbah cair  Membersihkan MCK sementara. - Penyedotan indikator tersedianya MCK sementara. sekali. Pengawas yaitu
domestik sementara secara lumpur tinja tangki septik. DLH Kab.
rutin. setiap 6 bulan Metode pemantauan Magetan
 Menyedot lumpur tinja sekali. dilakukan dengan c. Instansi Penerima
pada tangki septik pemgamatan visual. Laporan, yaitu
secara berkala. DLH Kab.
Magetan
Aktivitas Potensi Adanya potensi  Mewajibkan Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
konstruksi yang Kecelakaan kecelakaan penggunaan Alat pengelolaan kecelakaan kerja pemantauan dilakukan di lokasi dilakukan tiap Pelaksana yaitu
dilakukan oleh Kerja kerja yang Pelindung Diri (APD) kecelakaan kerja dilakukan pelaksanaan K3 tapak proyek. 1 bulan CV. Arjuna Group
tenaga kerja disebabkan oleh sesuai dilakukan di lokasi selama dengan indikator sekali. b. Instansi
humman eror. Permenakertrans No. tapak proyek. pengerahan nihil kecelakaan Pengawas yaitu
PER.08/MEN/VII/2010. tenaga kerja kerja (zero Disnaker Kab.
 Melaksanakan pada tahap accident). Metode Magetan
ketentuan K3 dengan konstruksi. pemantauan c. Instansi Penerima
mengacu : dilakukan dengan Laporan, yaitu
- Permenaker No.5 teknik inventarisasi DLH Kab.
Tahun 2018. data sekunder. Magetan
- Permenkes No.70
Tahun 2016.
- Permen PU
No.05/PRT/M/ 2014.
 Melaksanakan
perlindungan tenaga
kerja sesuai :

8
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
- Permenaker No.26
Tahun 2015.
- Permenaker No.44
Tahun 2015.
4. Penyiapan Lahan
Pembersihan Penurunan Peningkatan  Membuat pagar keliling Lokasi  Pembuatan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
lahan (land Kualitas Udara emisi debu dari tapak proyek pengelolaan pagar keliling pemantauan kualitas kualitas udara kualitas udara Pelaksana yaitu
clearing), dan pekerjaan : sementara dengan penurunan pada awal udara (parameter dilakukan di : dilakukan tiap CV. Arjuna Group
pekerjaan tanah - Land clearing ketinggian 2 m untuk kualitas udara : konstruksi. TSP) dengan - Tapak proyek, 6 bulan sekali b. Instansi
(excavating and sebesar melokalisir debu. - Lokasi pagar  Penyiraman indikator sesuai pada koordinat : Pengawas yaitu
loading, grading 5,9187 g/s.  Melakukan penyiraman mengelilingi dilakukan Pergub. Jawa Timur 7°40'3.90"S DLH Kab.
and - Excavating secara berkala atau batas tapak. setiap hari No.10 Tahun 2009. 111°29'46.77"E Magetan
compacting) and loading insidentil dengan water - Lokasi pada musim Metode pemantauan - Permukiman c. Instansi Penerima
yang sebesar truck untuk mengurangi penyiraman kering, dan dengan penduduk Laporan, yaitu
menimbulkan 2,4157 g/s. persebaran debu pada tapak insidentil pada pengambilan dan terdekat pada DLH Kab.
emisi debu - Grading and berlebih pada musim proyek, talan musim hujan. pengujian sampel koordinat : Magetan
compacting kemarau. internal, dan  Pembersihan udara sesuai SNI 7°40'2.88"S
sebesar  Membersihan tanah sekitar pintu alat berat 19-7119.3-2005. 111°29'51.06"E
2,9866 g/s. atau material yang masuk. setiap selesai
menempel pada - Pembersihan digunakan.
roda/rantai dan badan ceceran  Pembersihan
alat berat. material atau jalan internal
 Membersihkan ceceran tanah dilakukan dan sekitar
tanah atau material di lokasi tapak pintu masuk
pada akses jalan proyek. setiap hari.
internal dan sekitar
pintu masuk.
Pengoperasian Peningkatan Kebisingan alat  Mengatur jam Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
alat berat untuk Kebisingan berat pada jarak operasional alat berat pengelolaan kebisingan pemantauan kebisingan kebisingan Pelaksana yaitu
pembersihan 50 feet : (dengan kebisingan kebisingan di dilakukan kebisingan dengan dilakukan di : dilakukan tiap CV. Arjuna Group
lahan dan - Bulldozer berlebih), maksimal lokasi tapak selama kegiatan indikator sesuai - Tapak proyek, 6 bulan sekali b. Instansi
pekerjaan tanah sebesar 85 hingga pukul 16.00 proyek. penyiapan - Kepmen LH No. pada koordinat : Pengawas yaitu
yang dB WIB. Jika diperlukan lahan. KEP-8/MENLH/ 7°40'3.90"S DLH Kab.
menimbulkan - Excavator pengoperasian hingga 11/1996 untuk 111°29'46.77"E Magetan
suara bising sebesar 80 melebihi pukul 16.00 ambang batas - Permukiman c. Instansi Penerima

9
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
dBA. WIB, diwajibkan kebisingan di penduduk Laporan, yaitu
- Compactor melapor kepada ketua permukiman. terdekat pada DLH Kab.
sebesar 80 RT/RW atau aparat - Permenaker N0.5 koordinat : Magetan
dBA. desa setempat. Tahun 2018 untuk 7°40'2.88"S
 Menghentikan ambang batas 111°29'51.06"E
sementara operasional kebisingan di
alat berat yang lingkungan kerja.
mengganggu aktivitas Metode pemantauan
penduduk pada saat kebisingan dengan
kegiatan tertentu cara pengukuran
seperti upacara langsung di lokasi
keagamaan, atau menggunakan soud
beradasarkan dari level meter.
usulan serta
kesepakatan dengan
masyarakat.
Pembersihan Peningkatan Terjadinya  Membuat saluran Pengelolaan Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
lahan yang Limpasan perubahan drainase sementara di limpasan limpasan pemantauan limpasan limpasan Pelaksana yaitu
mengubah Permukaan koefisien lokasi tapak proyek permukaan permukaan limpasan permukaan permukaan CV. Arjuna Group
koefisien pengaliran yang dilengkapi dilakukan di lokasi dilakukan pada permukaan dengan dilakukan di lokasi dilakukan tiap b. Instansi
pengaliran (C) tutupan lahan dengan kolam tapak proyek. awal kegiatan indikator tidak terjadi tapak proyek. 1 bulan sekali Pengawas yaitu
pada tutupan dari 0,3 menjadi sedimen. penyiapan lahan genangan dilokasi pada saat Dinas PUPR Kab.
lahan 1,0 yang  Segera melaksanakan tapak proyek. musim hujan. Magetan
mengakibatkan pemadatan setelah Metode pemantauan c. Instansi Penerima
peningkatan pembersihan lahan. dilakukan dengan Laporan, yaitu
limpasan  Diupayakan sedapat pengamatan visual. DLH Kab.
permukaan 3 mungkin Magetan
kali lipat. melaksanakan
penyiapan lahan pada
musim kering.
5. Pembangunan Fasilitas dan Utilitas
Aktivitas Penurunan Peningkatan  Melakukan penyiraman Lokasi - Penyiraman Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
konstruksi fisik Kualitas Udara emisi debu secara berkala atau pengelolaan dilakukan pemantauan kualitas kualitas udara kualitas udara Pelaksana yaitu
bangunan (TSP) sebesar insidentil dengan water penurunan setiap hari udara (parameter dilakukan di : dilakukan 6 CV. Arjuna Group
gedung fasilitas 0,0328 g/s. truck untuk mengurangi kualitas udara : pada musim TSP) dengan - Tapak proyek, bulan sekali b. Instansi

10
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
dan utilitas yang debu berlebih pada - Penyiraman kering atau indikator sesuai pada koordinat : Pengawas yaitu
menimbulkan musim kemarau. pada sekitar insidentil pada Pergub. Jawa Timur 7°40'3.90"S DLH Kab.
emsi debu  Memberikan penutup/ tapak musim No.10 Tahun 2009. 111°29'46.77"E Magetan
pelindung pada lokasi bangunan, jalan penghujan. Metode pemantauan - Permukiman c. Instansi Penerima
penyimpanan material . internal, dan - Pemberian dengan penduduk Laporan, yaitu
material untuk sekitar pintu tutup pada pengambilan dan terdekat pada DLH Kab.
mencegah persebaran masuk. awal pengujian sampel koordinat : Magetan
debu material. - Pemberian tutup konstruksi. udara sesuai SNI 7°40'2.88"S
pada lokasi 19-7119.3-2005. 111°29'51.06"E
penyimpanan
material.
Pengoperasian Peningkatan Kebisingan alat  Mengatur jam Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
peralatan yang Kebisingan peralatan pelaksanaan konstruksi pengelolaan kebisingan pemantauan kebisingan kebisingan Pelaksana yaitu
menimbulkan konstruksi pada maksimal pukul 17.00 kebisingan di dilakukan kebisingan dengan dilakukan di : dilakukan tiap CV. Arjuna Group
suara bising jarak 50 feet : WIB. Jika diperlukan lokasi tapak selama kegiatan indikator sesuai - Tapak proyek, 6 bulan sekali b. Instansi
- Mixer sebesar pekerjaan pada malam proyek. pembangunan - Kepmen LH No. pada koordinat : Pengawas yaitu
85 dB hari (lembur) diarahkan fasilitas dan KEP-8/MENLH/ 7°40'3.90"S DLH Kab.
- Genset tidak menggunakan utilitas lahan. 11/1996 untuk 111°29'46.77"E Magetan
sebesar 82 peralatan yang ambang batas - Permukiman c. Instansi Penerima
dBA. menimbulkan kebisingan di penduduk Laporan, yaitu
- Pump / kebisingan berlebih, permukiman. terdekat pada DLH Kab.
Compressor dan jika tidak dapat - Permenaker N0.5 koordinat : Magetan
sebesar 77 dihindari maka harus Tahun 2018 untuk 7°40'2.88"S
dBA. melapor kepada ketua ambang batas 111°29'51.06"E
RT/RW atau aparat kebisingan di
desa setempat. lingkungan kerja.
 Menghentikan Metode pemantauan
sementara aktivitas kebisingan dengan
konstruksi yang cara pengukuran
mengganggu aktivitas langsung di lokasi
penduduk pada saat menggunakan soud
kegiatan tertentu level meter.
seperti upacara
keagamaan, atau
beradasarkan dari

11
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
usulan serta
kesepakatan dengan
masyarakat.
Material sisa Timbulnya Timbulan limbah  Mengangkut material Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
yang dihasilkan Limbah konstruksi sisa ke disposal area pengelolaan limbah pemantauan limbah limbah konstruksi limbah Pelaksana yaitu
selama aktivitas Konstruksi sebesar ± 5% yang tidak limbah konstruksi konstruksi konstruksi dengan dilakukan di lokasi kontruksi CV. Arjuna Group
konstruksi dari bahan/ mengganggu di tapak proyek dilakukan indikator limbah penyimpanan dilakukan 1 b. Instansi
material lingkungan sekitarnya. selama tahap konstruksi <10% material. kali pada Pengawas yaitu
konstruksi  Pengurangan (reduce) konstruksi dari bahan/material tahap akhir DLH Kab.
dengan pencegahan yang digunakan. konstruksi. Magetan
kerusakan material Metode pemantauan c. Instansi Penerima
melalui penyimpanan dilakukan dengan Laporan, yaitu
yang tepat. teknik inventarisasi DLH Kab.
 Penggunaan kembali data dan Magetan
(reuse) material sisa pengamatan visual.
konstruksi dilakukan
untuk mengurangi
timbulan material sisa
pada disposal area.
6. Demobilisasi Peralatan
Demobilisasi Gangguan Lalu Terjadinya  Demobilisasi peralatan Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan arus Pemantauan a. Instansi
peralatan yang Lintas tundaan di tidak dilakukan secara pengelolaan gangguan lalu pemantauan arus lalu lintas arus lalu Pelaksana yaitu
menimbulkan sekitar pintu masal tetapi bertahap gangguan lalu lintas dilakukan lalu lintas dengan dilakukan di lintas CV. Arjuna Group
tundaan arus masuk lokasi sesuai dengan jadwal lintas dilakukan pada saat indikator tidak terjadi sekitar pintu dilakukan 2 b. Instansi
lalu lintas tapak proyek pelaksanaan pada Jalan Raya pelaksanaan gangguan lalu lintas. masuk lokasi kali pada saat Pengawas yaitu
akibat konstruksi. Madigondo– demobilisasi Metode pemantauan tapak proyek, demobilisasi Dishub. Kab.
demobilisasi  Melakukan koordinasi Takeran dilakukan dengan pada koordinat : alat berat. Magetan
peralatan dengan Dishub. Kab, cara pengamatan 7°40'4.32"S c. Instansi Penerima
konstruksi. Magetan dan visual. 111°29'48.45"E Laporan, yaitu
Kepolisian setempat DLH Kab.
untuk proses mobilisasi Magetan
alat berat.
Demobilisasi Potensi Adanya potensi Mengangkut alat berat Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
alat berat Kerusakan kerusakan pada konstruksi dengan pengelolaan kerusakan jalan pemantauan potensi potensi kerusakan potensi Pelaksana yaitu
(bulldozer, Jalan badan jalan menggunakan flatbed kerusakan jalan dilakukan pada kerusakan jalan jalan dilakukan kerusakan CV. Arjuna Group

12
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
excavator, akibat truck untuk menghindari dilakukan pada saat dengan indikator pada ruas Jalan jalan b. Instansi
roller) ke lokasi demobilisasi terjadinya kerusakan Jalan Raya pelaksanaan tidak terjadi Raya Madigondo– dilakukan tiap Pengawas yaitu
kegiatan peralatan jalan. Madigondo– demobilisasi kerusakan jalan. Takeran 6 bulan sekali Dinas PUPR Kab.
Takeran Metode pemantauan Magetan
dilakukan dengan c. Instansi Penerima
cara pengamatan Laporan, yaitu
visual. DLH Kab.
Magetan
C. Tahap Operasi
1. Penerimaan Tenaga Kerja Operasi
Penerimaan Terbukanya Adanya peluang  Memberikan priorotas Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
tenaga kerja Peluang Kerja kerja bagi penyerapan tenaga pengelolaan peluang kerja pemantauan peluang kerja peluang kerja Pelaksana yaitu
operasi yang masyarakat kerja setempat dengan peluang kerja dilakukan pada peluang kerja bagi dilakukan di : dilakukan 1 CV. Arjuna Group
membuka sekitar sebagai memberikan informasi adalah di wilayah tahap awal masyarakat sekitar - Desa kali setelah b. Instansi
lapangan kerja tenaga kerja lowongan kerja kepada desa yang operasi dengan indikator Madigondo penerimaan Pengawas yaitu
bagi operasi minimal masyarakat sekitar terdekat dengan terserapnya 70% - Desa Jomblang tenaga kerja Disnaker Kab.
masyarakat 70% dari melalui aparat desa, kegiatan, yaitu : tenaga kerja lokal. - Desa Kerang konstruksi Magetan
kebutuhan sebelum diumumkan - Desa Metode pemantauan c. Instansi Penerima
tenaga kerja kepada masyarakat Madigondo dengan teknik Laporan, yaitu
luas. - Desa Jomblang inventarisasi data DLH Kab.
- Desa Kerang sekunder. Magetan
2. Penerimaan Bahan Baku dan Pengiriman Produk
Akvitas keluar Peningkatan Kebisingan  Membatasi kecepatan Lokasi pngelolaan - Pemasangan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
masuk truk Kebisingan kendaraan kendaraan pengangkut kebisingan adalah: rambu pada pemantauan kebisingan kebisingan Pelaksana yaitu
pengangkut sebesar 75 dBA di lokasi RPA dengan - Pemasangan awal tahap kebisingan dengan dilakukan pada dilakukan tiap CV. Arjuna Group
bahan baku dan pemasangan rambu. rambu pada operasi. indikator sesuai jalan internal di tiap 6 bulan b. Instansi
produk yang  Menggunakan jalan internal - Perawatan Permenaker N0.5 lokasi RPA pada sekali Pengawas yaitu
menimbulkan kendaraan pengangkut setelah pintu rutin mesin Tahun 2018 untuk koordinat DLH Kab.
suara bising yang memiliki kelaikan. masuk. kendaraan ambang batas 7°40'3.77"S Magetan
 Melakukan perawatan - Perawatan rutin setiap 8000 kebisingan di 111°29'47.01"E c. Instansi Penerima
rutin mesin kendaraan mesin km. lingkungan kerja. Laporan, yaitu
periodik , dengan kendaraan pada Metode pemantauan DLH Kab.
penggantian pelumas bengkel kebisingan dengan Magetan
mesin agar tidak terdekat cara pengukuran
menimbulkan langsung di lokasi

13
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
kebisingan berlebih. menggunakan soud
level meter.
Akvitas keluar Penurunan Peningkatan  Memelihara RTH yang Lokasi - Pemeliharaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
masuk truk Kualitas Udara emisi gas buang ada di lokasi RPA : pengelolaan rutin RTH pemantauan kualitas kualitas udara kualitas udara Pelaksana yaitu
pengangkut parameter : - Penyiraman rutin penurunan (harian, udara (parameter dilakukan pada dilakukan tiap CV. Arjuna Group
bahan baku dan - CO sebesar - Pemberian pupuk kualitas udara mingguan, CO, NOx, HC, PM) jalan internal di 6 bulan sekali b. Instansi
produk yang 2,96 gr/km. - Pemotongan/ pada : bulanan) atau dengan indikator lokasi tapak Pengawas yaitu
menimbulkan - HC sebesar perapian cabang dan - RTH di sekitar secara sesuai Pergub. proyek pada DLH Kab.
emisi gas 1,84 gr/km. bunga. Area Parkir insidentil Jawa Timur No.10 koordinat Magetan
buang. - NOx sebesar - Penggantian tanah Mobil. sesuai Tahun 2009. 7°40'3.77"S c. Instansi Penerima
1,56 gr/km. dalam pot. - RTH di sekitar keperluan. Metode pemantauan 111°29'47.01"E Laporan, yaitu
- PM/TSP - Pembersihan Bangunan - Penggunaan dengan DLH Kab.
sebesar 0,24 seresah pada taman. Kantor Utama. kendaraan pengambilan dan Magetan
gr/km.  Menggunakan - RTH di sekitar lulus uji emisi pengujian sampel
kendaraan pengangkut Area Loading. selama tahap udara sesuai
yang telah lulus uji operasi. - SNI 7119.10:2011
emisi. (CO)
- SNI 19-7119.2-
2005 (NOx)
- SNI 7119.13:2009
(HC)
- SNI 19-7119.3-
2005 (PM)
Akvitas keluar Gangguan Lalu Terjadinya Menempatkan petugas Lokasi Penempatan Melakukan Pemantauan arus Pemantauan a. Instansi
masuk truk Lintas tundaan lalu pengatur lalu lintas di penempatan petugas pemantauan arus lalu lintas arus lalu Pelaksana yaitu
pengangkut lintas di sekitar pintu masuk untuk petugas pada dilakukan lalu lintas dengan dilakukan di lintas CV. Arjuna Group
bahan baku dan pintu masuk mengatur sirkulasi pintu masuk lokasi selama jam indikator tidak terjadi sekitar pintu dilakukan tiap b. Instansi
produk yang lokasi RPA kendaraan yang keluar RPA kerja (standby) gangguan lalu lintas. masuk RPA, pada 3 bulan Pengawas yaitu
menimbulkan akibat aktivitas masuk lokasi RPA. Metode pemantauan koordinat : sekali. Dishub. Kab.
tundaan lalu keluar masuk dilakukan dengan 7°40'4.32"S Magetan
lintas kendaraan cara pengamatan 111°29'48.45"E c. Instansi Penerima
visual. Laporan, yaitu
DLH Kab.
Magetan
3. Pengerahan Tenaga Kerja Operasi

14
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
Aktivitas tenaga Timbulnya Limbah cair  Mengalirkan limbah Lokasi Penyedotan Melakukan Pemantauan aliran Pemantauan a. Instansi
kerja operasi Limbah Cair domestik cair domestik dari toilet pengelolaan lumpur tinja pemantauan aliran limbah dilakukan limbah cair Pelaksana yaitu
yang Domestik sebesar 4,8 ke tangki septik (septic limbah cair dilakukan setiap limbah cair domestik pada saluran dilakukan tiap CV. Arjuna Group
menimbulkan m3/hari tank), selanjutnya air domestik pada 2 tahun sekali dengan indikator menuju tangki 1 bulan b. Instansi
limbah cair limpasan dari tangki tangki septik atau secara aliran limbah yang septik dan saluran sekali. Pengawas yaitu
domestik septik dialirkan menuju insidentil lancar. menuju IPAL. DLH Kab.
ke IPAL. sebelum penuh Metode pemantauan Magetan
 Melakukan penyedotan dilakukan dengan c. Instansi Penerima
lumpur tinja pada pengamatan visual. Laporan, yaitu
tangki septik sebelum DLH Kab.
penuh, melalui Magetan
kerjasama dengan
perusahaan penyedot
lumpur tinja.
Aktivitas tenaga Timbulnya Timbulan limbah  Menyediakan tempat Lokasi - Pengumpulan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
kerja operasi Limbah Padat padat domestik sampah terpilah 40 L pengelolaan sampah pemantauan timbulan lim bah timbulan Pelaksana yaitu
yang Domestik berupa sampah pada tiap ruangan non limbah padat dilakukan timbulan limbah padat domestik limbah padat CV. Arjuna Group
menimbulkan sebesar 18 produksi. domestik : setiap hari. padat domestik dilakukan di tiap domestik b. Instansi
limbah padat liter/hari.  Mengelola limbah - Tempat sampah - Pemberda- dengan indikator ruangan non dilkakukan Pengawas yaitu
domestik padat domestik lebih diletakkan tiap yaan Bank tersedianya fasilitas produksi tiap 1 bulan DLH Kab.
berupa sampah lanjut melalui ruangan pada Sampah pewadahan, serta sekali. Magetan
kerjasama dan bangunan selama tahap terbentuknya c. Instansi Penerima
pemberdayaan Bank kantor. operasi. kerjasama dengan Laporan, yaitu
Sampah. - Bank Sampah di Bank Sampah. DLH Kab.
Desa Metode pemantauan Magetan
Madigondo dan dengan cara
sekitarnya. pengamatan visual
dan wawancara

Aktivitas Potensi Adanya potensi  Mewajibkan Lokasi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
produksi yang Kecelakaan kecelakaan penggunaan Alat pengelolaan kecelakaan kerja pemantauan dilakukan di lokasi dilakukan tiap Pelaksana yaitu
dilakukan oleh Kerja kerja yang Pelindung Diri (APD) kecelakaan kerja dilakukan pelaksanaan K3 RPA. 1 bulan CV. Arjuna Group
tenaga kerja disebabkan oleh sesuai dengan dilakukan di lokasi selama dengan indikator sekali. b. Instansi
humman eror. Permenakertrans No. RPA. pengerahan nihil kecelakaan Pengawas yaitu

15
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
PER.08/MEN/VII/2010. tenaga kerja kerja (zero Disnaker. Kab.
 Melaksanakan pada tahap accident). Metode Magetan
ketentuan K3 dengan operasi. pemantauan c. Instansi Penerima
mengacu : dilakukan dengan Laporan, yaitu
- Permenaker No.5 teknik inventarisasi DLH Kab.
Tahun 2018. data sekunder. Magetan
- Permenkes No.70
Tahun 2016.
 Melaksanakan
perlindungan tenaga
kerja sesuai
Permenaker No.26
Tahun 2015.
 Menerapkan Sistem
Manjemen
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
(SMK3).
4. Proses Produksi
Operasional Peningkatan Kebisingan yang  Menggunakan genset Loaksi Pengelolaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
mesin dan Kebisingan ditmbulkan dari : tipe ultra sillent yang pengelolaan kebisingan pemantauan kebisingan kebisingan Pelaksana yaitu
peralatan yang - Mesin parting telah dilengkapi kebisingan : dilakukan kebisingan dengan dilakukan di dilakukan tiap CV. Arjuna Group
menimbulkan sebesar 70 dengan box sillent. - Rumah genset selama tahap indikator sesuai sekitar ruang 6 bulan sekali b. Instansi
suara bising : dBA  Melakukan perawatan - Ruang mesin operasi Permenaker N0.5 mesin dan genset Pengawas yaitu
- Mesin parting - Generator set rutin mesin genset, - Ruang parting Tahun 2018 untuk pada koordinat : DLH Kab.
- Generator set sebesar 65 dengan penggantian dan marinasi ambang batas 7°40'3.28"S Magetan
- Compressor dBA. pelumas mesin agar kebisingan di 111°29'45.31"E c. Instansi Penerima
- Blower - Compressor tidak menimbulkan lingkungan kerja. Laporan, yaitu
sebesar 75 kebisingan berlebih. Metode pemantauan DLH Kab.
dBA  Mengupayakan pintu kebisingan dengan Magetan
ruang parting dan cara pengukuran
marinasi dalam langsung di lokasi
keadaan tertutup. menggunakan soud
 Mewajibkan level meter.
penggunaan Alat

16
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
Pelindung Diri (APD)
berupa earplug atau
earmuff sesuai SNI.
Operasional Penurunan Peningkatan  Memelihara RTH yang Lokasi - Pemeliharaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
mesin dan Kualitas Udara emisi gas buang ada di lokasi RPA : pengelolaan rutin RTH pemantauan kualitas kualitas udara kualitas udara Pelaksana yaitu
peralatan yang parameter : - Penyiraman rutin penurunan (harian, udara (parameter dilakukan di dilakukan tiap CV. Arjuna Group
menimbulkan - CO sebesar - Pemberian pupuk kualitas udara mingguan, CO, NOx, HC, PM) sekitar rumah 6 bulan sekali b. Instansi
emisi gas 0,0778 gr/s. - Pemotongan/ pada RTH di bulanan) atau dengan indikator genset genset Pengawas yaitu
- HC sebesar perapian cabang dan sekitar area secara sesuai Pergub. pada koordinat : DLH Kab.
0,0042 gr/s. bunga. Bangunan Utama insidentil Jawa Timur No.10 7°40'3.28"S Magetan
- NOx sebesar - Penggantian tanah sesuai Tahun 2009. 111°29'45.31"E c. Instansi Penerima
0,0089 gr/s. dalam pot. keperluan. Metode pemantauan Laporan, yaitu
- PM/TSP - Pembersihan - Penggunaan dengan DLH Kab.
sebesar seresah pada taman. APD pengambilan dan Magetan
0,0006 gr/s.  Mewajibkan dilakukan pengujian sampel
penggunaan Alat selama jam udara sesuai
Pelindung Diri (APD) kerja. - SNI 7119.10:2011
berupa masker sesuai (CO)
SNI. - SNI 19-7119.2-
 Menggunakan genset 2005 (NOx)
yang rendah emisi - SNI 7119.13:2009
(teknologi terbaru Tier (HC)
5 / Euro 5). - SNI 19-7119.3-
2005 (PM)
- Limbah cair Timbulnya Limbah cair  Mengoperasikan Lokasi - Pengoperasia Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
dari proses Limbah Cair proses sebesar fasilitas pengelolaan pengelolaan n fasilitas pemantauan kualitas kualitas limbah kualitas Pelaksana yaitu
produksi. Proses 326,82 m3/hari limbah cair: limbah cair : pengelolaan limbah cair cair dilakukan limbah cair CV. Arjuna Group
- Darah dari (termasuk - Mengalirkan limbah - Jaringan air limbah cair (parameter BOD, pada efluen IPAL dilakukan tiap b. Instansi
proses darah) cair poses ke lokasi limbah proses. setiap hari. COD, TSS, Minyak pada koordinat: 1 bulan sekali Pengawas yaitu
slaugherting/ IPAL - IPAL - Pemeliharaan dan Lemak, NH3, 7°40‘2.34"S DLH Kab.
killing dan - Mengolah limbah fasilitas pH, dengan indikator 111°29'41.98"E Magetan
bleeding. cair proses pada pengelolaan sesuai dengan c. Instansi Penerima
IPAL dan limbah cair Pergub Jatim No.72 Pemantauan Laporan, yaitu
mengalirkan efluen secara harian, Tahun 2013 kualitas air DLH Kab.
pada saluran air mingguan dan sebagaimana telah permukaan di Magetan

17
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
terdekat. bulanan. diubah oleh Pergub saluran air
 Memelihara fasilitas Jatim No.54 Tahun penerima, pada
pengelolaan limbah 2014. koordinat :
cair: Metode pemantauan 7°40‘0.77"S
- Pemeriksaan kondisi dengan 111°29'42.23"E
unit pengolahan. pengambilan dan
- Perawatan dan pengujian sampel
perbaikan unit limbah cair limbah
pengolahan. sesuai :
- SNI 6989.59:2008
(pengambilan)
- SNI 6989.72:2009
(BOD)
- SNI 6989.73:2009
(COD)
- SNI 06-6989.3-
2004 (TSS)
- SNI 06-6989.10-
2004 (minyak dan
lemak)
- SNI 06-6989.30-
2005 (NH3)

- Kotoran ayam Timbulnya - Kotoran ayam  Penyediaan fasilitas  Lokasi wadah - Penyediaan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
dari proses Limbah Padat sebesar 50 pewadahan limbah sampah pada fasilitas pemantauan timbulan limbah timbulan Pelaksana yaitu
receiving dan kg/hari. padat berupa : masing-masing pewadahan timbulan limbah padat dilakukan di limbah padat CV. Arjuna Group
hanging. - Ayam mati - Untuk kotoran sumber pada awal padat domestik lokasi di lokasi dilakukan tiap b. Instansi
- Ayam mati (under- ayam : tempat sampah, pada tahap operasi. dengan indikator RPA. 1 bulan Pengawas yaitu
dari proses estimate) sampah 120 L area/ruang: - Pengumpulan tersedianya fasilitas sekali. DLH Kab.
seleksi dan - Bulu sebesar sebanyak 1 unit, dan - Unloading. limbah padat pewadahan, serta Magetan
stunning. 922 kg/hari, selanjutnya diangkut - Stuning. dilakukan terbentuknya c. Instansi Penerima
- Bulu dari - Jeroan kotor melalui kerjasama - Plucking. setiap hari. kerjasama dengan Laporan, yaitu
proses dan kotoran dengan Bank - Evicerating. - Pemberda- Bank Sampah. DLH Kab.
plucking. sebesar 934 Sampah di Desa - Boneless. yaan dengan Metode pemantauan Magetan
- Jeroan kotor kg/hari. Magidondo. - Packaging. Bank Sampah dengan cara

18
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
dan kotoran - Tulang - Untuk ayam mati  Lokasi dilakukan pengamatan visual
dari proses sebesar 100 ditempatkan pada pengumpulan selama tahap dan wawancara
evicerating. kg/hari penampungan limbah padat operasi.
- Karkas dan - Bekas bangkai berupa tiap wadah/
jeroan tidak kemasan kontainer mini tempat sampah.
sehat dari sebesar 10 kapasitas 1 m3  Bank Sampah di
pemeriksaan kg/hari. sebanyak 1 unit. Desa
post mortem. - Untuk bulu : Madigondo dan
- Tulang dari kontainer mini sekitarnya.
proses beroda kapsitas 1 m3
boneless. sebanyak 2 unit.
- Bekas - Untuk jeroan kotor:
kemasan dari kontainer mini
proses beroda kapasitas 1
packaging. m3 sebanyak 1 unit.
- Untuk tulang : wadah
kapasitas 120 L
sebanyak 1 unit
- Untuk bekas
kemasan : tempat
sampah 120 L
sebanyak 1 unit.
 Operasional
pengelolaan limbah
padat :
- Pengumpulan tiap
jenis limbah padat
pada wadah/tempat
masing-masing.
- Jeroan kotor
diangkut oleh
masyarakat sekitar
RPA untuk
dibersihkan dan
dijual kembali.

19
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
- Bulu ayam, dan
tulang diangkut oleh
masyarakat sekitar
RPA untuk diolah
menjadi pakan ikan
dan kerajinan
(kemucing).
- Kotoran ayam dan
bekas kemasan
diangkut melalui
kerjasama dan
pemberdayaan Bank
Sampah.
Limbah padat Timbulnya Bau Terjadinya  Memelihara RTH yang Lokasi Pengelolaan bau Melakukan Pemantauan bau Pemantauan a. Instansi
berupa kotoran peningkatan ada di lokasi RPA : pengelolaan dilakukan pemantauan bau di area unloading bau dilakukan Pelaksana yaitu
ayam di area konsentrasi NH3 - Penyiraman rutin timbulnya bau selama tahap (parameter NH3) pada koordinat: tiap 6 bulan CV. Arjuna Group
unloading dan melebihi 2 ppm - Pemberian pupuk pada : operasi : dengan indikator 7°40'3.09"S sekali b. Instansi
hanging. - Pemotongan/ - RTH di sekitar - Pemeliharaan sesuai Kepmen LH 111°29'43.39"E Pengawas yaitu
perapian cabang dan area Bangunan rutin RTH No.50 Tahun 1996, DLH Kab.
bunga. Utama. (harian, Metode pemantauan Magetan
- Penggantian tanah - RTH di sekitar mingguan, dengan c. Instansi Penerima
dalam pot. Rest Area Sopir bulanan) atau pengambilan dan Laporan, yaitu
- Pembersihan - RTH di sekitar secara pengujian sampel DLH Kab.
seresah pada taman. Bangunan IPAL. insidentil udara ambein Magetan
 Mewajibkan sesuai sesuai SNI 19-
penggunaan Alat keperluan. 7119.1-2005 (NH3)
Pelindung Diri (APD) - Penggunaan
berupa masker sesuai APD
SNI. dilakukan
 Melaksanakan selama jam
pengelolaan limbah kerja.
padat untuk kotoran - Pengelolaan
ayam pada area kotoran ayam
unloading. selama tahap
operasi.

20
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup

Proses produksi Munculnya Munculnya  Melakukan Lokasi Pembersihan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
Bakteri bakteri pembersihan mesin pengelolaan mesin dan pemantauan bakteri bakteri dilakukan bakteri Pelaksana yaitu
Salmonella, dan peralatan, serta bakteri pada peralatan serta dengan indikator pada lantai ruang dilakukan tiap CV. Arjuna Group
Escherichia Coli, lantai dan ruangan Bangunan Utama lantaun ruangan kandungan bakteri evicerating pada 6 bulan sekali b. Instansi
Campylobacter, (sanitas lingkungan dilakukan yang rendah. koordinat : Pengawas yaitu
Staphylococcus dan bangunan) dengan setelah operasi Metode pemantauan 7°40'2.93"S Dinkes. Kab.
aureus cara: produk dengan uji swab. 111°29'43.81"E Magetan, dan
- Pembersihan Dinas Peternakan
manual (manual dan Perikanan
cleaning) Kabupaten
- Pengambilan Magetan.
kotoran (dry c. Instansi Penerima
cleaning). Laporan, yaitu
- Pembilasan tahap DLH Kab.
awal (rinse). Magetan
- Pembersihan
dengan detergen
(foaming).
- Penyikatan (hand
scrub).
- Pembilasan tahap
akhir.
- Desinfeksi
 Mengurus sertifikat
Nomor Kontrol
Veteriner (NKV)
melalui koordinasi dan
kerjasama dengan
Dinas Peternakan dan
Perikanan Kabupaten
Magetan.
Proses produksi Munculnya Munculnya  Pemasangan peralatan Lokasi - Pemasangan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
Vektor Penyakit vektor penyakit pengendali vektor : pengelolaan peralatan pemantauan vektor vektor penyakit dilakukan tiap Pelaksana yaitu
di lokasi RPA - Pemasangan vektor penyakit : pengendali penyakit dengan dilakukan pada 1 bulan CV. Arjuna Group

21
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
berupa tikus, perangkap tikus.  Perangkap tikus pada awal indikator tidak ada Bangunan Utama sekali. b. Instansi
lalat, dan - Pemasangan lem di sekeliling operasi. vektor penyakit di RPA Pengawas yaitu
serangga lalat. bangunan RPA. - Penyemprota lokasi RPA. Dinkes. Kab.
- Pemasangan insect  Lem lalat pada n insektisida Metode pemantauan Magetan
trap di dekat neon tiap ruangan, tiap 3 bulan dilakukan dengan c. Instansi Penerima
ultraviolet. baik didalam sekali pengamatan visual. Laporan, yaitu
 Penyemprotan ruang produksi DLH Kab.
insektisida. maupun diluar. Magetan
 Insect trap pada
Bangunan
Utama.
 Penyemprotan
pada setiap
saluran air.
Proses produksi Gangguan Potensi adanya  Pengelolaan dampak Lokasi penerapan Penerapan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
Kesehatan gangguan primer, yaitu dampak higiene personil di higiene personil pemantauan gangguan dilakukan tiap Pelaksana yaitu
kesehatan munculnya bakteri, dan Bangunan Utama. selama jam kesehatan karyawan kesehatan 6 bulan sekali CV. Arjuna Group
terhadap vektor penyakit. kerja. dengan indikator dilakukan di RPA b. Instansi
karyawan  Penerapan Higiene tidak terdapat Pengawas yaitu
Personil, dengan : karyawan yang Dinkes. Kab.
- Menjaga kebersihan mengalami Magetan
di lokasi karkas. gangguan c. Instansi Penerima
- Menggunakan kesehatan akibat Laporan, yaitu
pakaian bersih. bekerja di RPA. DLH Kab.
- Menghindari prilaku Magetan
buruk saat bekerja
(meludah, bersin
didepan produk, dll).
- Pelatihan higiene
personal.
5. Pengambilan Air tanah
Pengambilan air Penurunan Adanya potensi  Membangun sumur Lokasi - Pembuatan Pemantauan Lokasi Pemantauan a. Instansi
tanah (ground Muka Air Tanah penurunan resapan, sesuai pengelolaan sumur kualitas air tanah pemantauan kualitas air Pelaksana yaitu
water) sebesar muka air tanah Permen LH No.12 dampak resapan dengan parameter kualitas air tanah tanah CV. Arjuna Group
± 278 liter/menit dari kegiatan Tahun 2009 Tentang penurunan muka dilakukan dan indikator sesuai pada sumur bor, dilakukan tiap b. Instansi

22
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
atau (± 4,63 pengambilan air Pemanfaatan Air air tanah : pada tahap Permenkes No.32 pada koordinat : 6 bulan sekali Pengawas yaitu
liter/detik) yang tanah Hujan. Desain sumur - Sumur resapan konstruksi. Tahun 2017. Metode 7°40‘3.16"S DLH Kab.
berpotensi resapan sebagai - Bak penyaring - Pemeliharaan pemantauan dengan 111°29'43.37"E Magetan
menurunkan berikut : sumur pengambilan dan c. Instansi Penerima
muka air tanah - Tipe : sumur resapan pengujian sampel Laporan, yaitu
resapan dalam. dilakukan udara sesuai SNI. DLH Kab.
- Jumlah sumur : 2 pada musim Magetan
unit hujan,
- Kedalaman sumur : kemarau, atau
sesuai kedalaman sesuai
akuifer (±50 m). keperluan.
- Bak penyaring
(kontrol) : 2 unit
dibuat berjenjang.
 Pemeliharaan sumur
resapan agar berfungsi
dengan optimal,
dengan membersihkan
atau mengganti
penyaring dari kotoran
dan endapan/lumpur
yang menyumbat pada
bak penyaring, pada
musim penghujan dan
kemarau atau sesuai
dengan keperluan.
6. Pemeliharaan Fasilitas dan Utilitas
Pembersihan Timbulnya Limbah cair  Mengoperasikan Lokasi - Pengoperasia Pemantauan Lokasi Pemantauan a. Instansi
lantai dan Limbah Cair sanitasi sebesar fasilitas pengelolaan pengelolaan n fasilitas kualitas limbah cair pemantauan kualitas Pelaksana yaitu
ruangan yang Sanitasi 49,92 m3/hari limbah cair: limbah cair : pengelolaan sebagaimana pada kualitas limbah limbah cair CV. Arjuna Group
menimbulkan - Mengalirkan limbah - Jaringan air limbah cair dampak timbulnya cair sebagaimana dilakukan tiap b. Instansi
limbah cair cair sanitasi ke limbah sanitasi. setiap hari. limbah cair proses. pada dampak 1 bulan sekali Pengawas yaitu
sanitasi lokasi IPAL. - IPAL - Pemeliharaan timbulnya limbah DLH Kab.
- Mengolah limbah fasilitas cair proses. Magetan
cair sanitasi pada pengelolaan c. Instansi Penerima

23
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
IPAL dan limbah cair Laporan, yaitu
mengalirkan efluen secara harian, DLH Kab.
pada saluran air mingguan dan Magetan
terdekat. bulanan.
 Memelihara fasilitas
pengelolaan limbah
cair:
- Pemeriksaan kondisi
unit pengolahan.
- Perawatan dan
perbaikan unit
pengolahan.

Pengolahan Timbulnya Sludge IPAL  Penyediaan fasilitas - Lokasi - Pengumpulan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
IPAL yang Limbah Padat sebesar 8,9 pewadahan limbah penyediaan limbah padat pemantauan timbulan limbah timbulan Pelaksana yaitu
menimbulkan kg/hari. padat berupa tempat fasilitas dilakukan timbulan slude IPAL padat dilakukan di limbah padat CV. Arjuna Group
sludge sampah kapasitas 50 L pewadahan setiap hari. dengan indikator lokasi di lokasi dilakukan tiap b. Instansi
sebanyak 1 unit. limbah padat - Pemberda- tersedianya fasilitas RPA. 1 bulan Pengawas yaitu
 Pengangkutan limbah (sludge) di yaan dengan pewadahan, serta sekali. DLH Kab.
padat (sludge) melalui sekitar lokasi Bank Sampah terbentuknya Magetan
kerjasama dan IPAL. dilakukan kerjasama dengan c. Instansi Penerima
pemberdayaan dengan - Bank Sampah di selama tahap Bank Sampah. Laporan, yaitu
Bank Sampah. Desa operasi.. Metode pemantauan DLH Kab.
Madigondo dan dengan cara Magetan
sekitarnya. pengamatan visual
dan wawancara
Pemeliharaan Timbulnya - Minyak  Pewadahan limbah B3 Lokasi - Pewadahan Melakukan Pemantauan Pemantauan a. Instansi
mesin dan Limbah B3 pelumas sesuai karakteristiknya, penyimpanan limbah B3 pemantauan timbulan limbah timbulan Pelaksana yaitu
fasilitas RPA sebesar 3,024 yaitu untuk limbah B3: sementara limbah sesuai timbulan limbah B3 B3 dilakukan di limbah B3 CV. Arjuna Group
ton/hari. - Cair dan mudah B3 di TPS limbah dengan waktu dengan parameter TPS limbah B3 dilakukan tiap b. Instansi
- Filter pelumas menyala berupa B3. pemeliharaan limbah B3 yang 1 bulan Pengawas yaitu
sebesar 0,016 drum logam mesin dan dapat disimpan sekali. DLH Kab.
ton/hari. kapasitas 200 L peralatan sementara dalam Magetan
- Filter udara sebanyak 9 unit antara 6-12 TPS limbah B3. c. Instansi Penerima
genset untuk minyak bulan. Metode pemantauan Laporan, yaitu

24
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
sebesar ,010 pelumas. - Penyimpanan dengan cara DLH Kab.
ton/hari - Padat dan mudah sementara pendataan limbah Magetan
- Aki genset menyala berupa limbah B3 B3.
sebesar 0,025 Drum logam open selama 90
ton/hari top kapasitas 200 L hari.
- Drum minyak sebanyak 1 unit,
pelumas untuk filter pelumas,
sebesar 0,160 filter udara genset,
ton/hari aki genset, lampu
- Kain majun TL.
sebesar 0,050 - Padat dan beracun
ton/hari. berupa drum logam
- Lampu TL open top kapasitas
sebsar 0,004 200 L sebanyak 1
ton/hari. unit untuk kain
- Cattridge majun, catridge.
sebsar 0,003 - Padat dan korosif
ton/hari. dengan penempatan
langsung di lokasi
penyimpasan
sementara.
 Pemberian simbol dan
label limbah B3 sesuai
dengan ketentuan
peraturan perundang-
undangan yang
berlaku, untuk setiap
karakteristik limbah B3.
 Penyediaan TPS
limbah B3 sesuai
dengan ketentuan
peraturan perundang-
undangan yang
berlaku.
 Pengangkutan limbah

25
UKL-UPL RUMAH POTONG AYAM (RPA)
DI DESA MADIGONDO KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup


Lokasi Periode Lokasi Periode
Sumber Besaran Bentuk Upaya Bentuk Upaya Institusi Pengelola
Jenis Dampak Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan
Dampak Dampak Pengelolaan Pemantauan dan Pemantauan
Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Hidup Hidup Hidup Hidup
B3 melalui kerjasama
dengan perusahaan
pengangkut limbah B3
yang berizin.

26