Anda di halaman 1dari 10

Ringkasan penelitian tidak lebih dari 500 kata yang berisi latar belakang penelitian, tujuan dan

tahapan metode penelitian, luaran yang ditargetkan, serta uraian TKT penelitian yang
diusulkan.
RINGKASAN
Kegagalan yang dialami oleh pelaku bisnis dalam melakukan promosi jika tidak dikelola dengan
baik akan membuat ia berada dalam kondisi yang disebut dengan mental blocking. Tujuan yang
ingin diwujudkan melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
mental blocking terhadap berpikir analitis dan berpikir kritis dalam kegiatan promosi yang
dilakukan oleh wanita pelaku UMKM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
desain penelitiannya adalah penelitian deskriptif terhadap data sekunder.

Kata kunci maksimal 5 kata


Mental blocking, wanita, UMKM, promosi.
Latar belakang penelitian tidak lebih dari 500 kata yang berisi latar belakang dan permasalahan
yang akan diteliti, tujuan khusus, dan urgensi penelitian. Pada bagian ini perlu dijelaskan
uraian tentang spesifikasi khusus terkait dengan skema.
LATAR BELAKANG

1. 1 Latar Belakang Penelitian

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional di tahun 2016, jumlah UMKM yang
ada di Indonesia mencapai 56,5 juta unit dengan tingkat serapan tenaga kerja rata - rata
yakni sebesar 2 – 3 tenaga kerja pada masing-masing UMKM.(1).

Terdapat kurang lebih sekitar 40,353 unit Usaha Mikro Kecil di Kota Padang dari jumlah
keseluruhan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil di Provinsi Sumatra Barat mencapai 114,538 unit
usaha. (2) Berdasarkan jumlah UMKM tersebut maka peneliti mengambil penelitian di Kota
Padang dikarenakan Kota Padang merupakan daerah dengan jumlah Usaha Mikro Kecil
terbanyak dibandingkan Kota/Kabupaten di Provinsi Sumatra Barat dan Kota Padang merupakan
gerbang utama masuknya wisatawan dalam dan luar negeri. (3)
Data statistik berdasarkan pemilah jenis kelamin tidak diterapkan di Indonesia yang
mengarah pada kurangnya bukti nyata tentang proporsi pengusaha wanita dalam UMKM dan
kontribusi mereka dalam perekonomian nasional. Saat ini wanita pelaku Usaha Mikro Kecil di
Indonesia diperkirakan sebanyak 43% dari total usaha yang ada pada saat ini. (4) Dengan asumsi
berdasarkan penjabaran diatas maka diperkirakan saat ini ada sekitar 17,400 wanita pelaku
Usaha Mikro Kecil di Kota Padang.

UMKM melaksanakan kegiatan pemasaran untuk produk yang dihasilkan. Promosi


sebagai salah satu elemen kegiatan pemasaran menggunakan metode komunikasi dalam
memberikan informasi secara verbal / visual mengenai produk yang dihasilkan sehingga orang
tertarik untuk membeli produk tersebut.

Berpikir analitis adalah kemampuan berpikir yang memisahkan materi (informasi) ke


dalam bagian-bagiannya yang perlu, mencari hubungan antara bagian-bagiannya, mampu
melihat (mengenal) komponen-komponennya, bagaimana komponen-komponen itu berhubungan
dan terorganisasikan, membedakan fakta dari hayalan. Sedangkan berpikir kritis merupakan
kemampuan berpikir untuk mengevaluasi sebuah informasi secara sistematis.

Kegagalan yang dialami oleh pelaku bisnis dalam melakukan promosi jika tidak dikelola
dengan baik akan membuat ia berada dalam kondisi yang disebut dengan mental blocking.
Kemunculan mental blocking dapat menghambat fungsi kognitif dan fungsi afektif. Fungsi
kognitif yang mengalami hambatan adalah pada fungsi analitis dan fungsi kritis.

1. 2. Fokus Penelitian

Berangkat dari permasalahan inilah, peneliti membatasi masalah yang akan diteliti yaitu (1)
mental blocking yang dialami oleh wanita pelaku Usaha Mikro Kecil, (2) Berpikir analitis bagi
wanita pelaku Usaha Mikro Kecil, serta (3) berpikir kritis bagi anita pelaku Usaha Mikro Kecil.

1. 3. Rumusan Masalah

1. Apakah ada pengaruh mental blocking terhadap berpikir analitis dalam kegiatan promosi
yang dilakukan oleh wanita pelaku Usaha Mikro Kecil?

2. Apakah ada pengaruh mental blocking terhadap berpikir analitis dalam kegiatan promosi
yang dilakukan oleh wanita pelaku Usaha Mikro Kecil?
3. Apakah ada pengaruh antara mental blocking terhadap berpikir analitis dan kreatif dalam
kegiatan promosi yang dilakukan oleh wanita pelaku Usaha Mikro Kecil?

1. 4. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin diwujudkan melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa
besar pengaruh mental blocking terhadap berpikir analitis dan berpikir kritis dalam kegiatan
promosi yang dilakukan oleh wanita pelaku Usaha Mikro Kecil.

1. 5. Luaran Penelitian

Produk atau luaran dari penelitian ini adalah publikasi artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi
nasional atau prosiding seminar nasional.

Tinjauan pustaka tidak lebih dari 1000 kata dengan mengemukakan state of the art dalam
bidang yang diteliti. Bagan dapat dibuat dalam bentuk JPG/PNG yang kemudian disisipkan
dalam isian ini. Sumber pustaka/referensi primer yang relevan dan dengan mengutamakan hasil
penelitian pada jurnal ilmiah dan/atau paten yang terkini. Disarankan penggunaan sumber
pustaka 10 tahun terakhir.
TINJAUAN PUSTAKA
2. 1. Mental Blocking
Dalam tinjauan pustaka ini akan diuraikan hasil-hasil dari penelitian lainnya yang pernah
dilakukan dan mempunyai kaitan dengan topik penelitian. Fitriyani menyebutkan bahwa mental
block adalah cara berpikir dan perasaan yang terhalang oleh adanya ilusi-ilusi pikiran. (5)
Sedangkan menurut Pattinson dan Cotterill, mental block disebabkan oleh ketidaksiapan
seseorang dalam menghadapi perubahan, meningkatnya level kompetisi, tekanan orang tua dan
pelatih, kurangnya skill dan kecemasan. (6)
Dirangkum dari berbagai sumber berbasis online, ada beberapa hal yang menyebabkan
terjadinya proses mental block pada seseorang yakninya:
1. Menterjemahkan sebuah permasalahan terlalu sempit
2. Mengasumsikan bahwa hanya ada satu jawaban dari setiap pertanyaan
3. Terpapar oleh terlalu banyaknya informasi yang tidak diperlukan dalam pengambilan
keputusan atau disebut juga mental dazzle
4. Tertekan akan tidak kunjung berhasil
5. Cemas akan sebuah keberhasilan

2. 2. Berpikir Analitis
Berpikir analitis adalah berusaha mengenal sesuatu dengan dengan cara mengenali ciri-ciri
atau unsur-unsur yang ada pada suatu itu. Berpikir analitis mengharuskan kita untuk berpikir
secara berhati – hati dengan terlebih dahulu membagi – bagi masalah yang dihadapi untuk
kemudian mencarikan sebuah kesimpulan atas permasalahan yang ada dalam pemecahan
masalah tersebut. (7)

2. 3. Berpikir kritis
Berpikir kritis adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengevaluasi alternatif,
membuat penilaian berdasarkan alasan yang kuat, atau membuktikan kebenaran posisi, sikap,
serta sudut pandang. Penelitian ini juga menyebutkan bahwa ada syarat yang diperlukan untuk
memiliki kemampuan berpikir kritis yaitu sikap untuk menggunakan pemikiran yang dalam di
dalam melihat suatu pengetahuan tentang metode untuk bertanya dan mengemukakan alasan
dengan logis. (8) Sedangkan di dalam Jurnal Edukasi Vol. I No. 2 tahun 2015 menyebutkan
kriteria dari berpikir kritis adalah Interpretation, analysis, inferensi, evaluation, explanation, dan
self-regulation. (9).
Berpikir kritis adalah proses kemampuan siswa untuk mengidentifikasi asumsi yang
digunakan; merumuskan pokok - pokok permasalahan; menentukan akibat dari suatu ketentuan
yang diambil; mendeteksi ada nya bias berdasarkan pada sudut pandang yang berbeda;
mengungkap konsep, teorema atau definisi yang digunakan; serta mengevaluasi argumen yang
relevan dalam menyelesaikan suatu masalah. (10). Ketrampilan untuk menerapkan metode
tersebut menyatakan bahwa berpikir kritis adalah suatu kemampuan berpikir yang sudah
melibatkan proses analisa, evaluasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dapat kita simpulkan bahwa berpikir kritis merupakan sebuah proses berpikir dalam
menganalisa dan mngevaluasi paparan informasi yang didapatkan seseorang untuk membuat
sebuah keputusan.

2. 4. Promosi

Berbicara tentang promosi harus dimulai dengan mengenali terlebih dahulu bahwa promosi
merupakan bagian dari komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran adalah suatu alat yang
digunakan oleh sebuah usaha / pelaku usaha yang dimaksudkan untuk menginformasikan,
membujuk, dan mengingatkan konsumen baik secara langsung atau tidak langsung tentang
produk dan merek yang mereka tawarkan. (12)

Membangun sebuah hubungan yang bagus dengan konsumen merupakan sebuah hal yang
sangat penting yang sama pentingnya dengan menawarkan produk yang bagus, harga yang
menarik, dan membuatnya selalu tersedia bagi para konsumen. Perusahaan harus
mengkomunikasikan nilai yang terbaik bagi para konsumen dan apa yang mereka komunikasikan
tersebut haruslah membuat sebuah kesan. Setiap kegiatan komunikasi haruslah direncanakan dan
terintegrasi dengan semua program dan strategi yang diupayakan oleh para pelaku usaha.

Dalam Kotler dan Keller (2016) bauran kegiatan promosi yang terintegrasi yang disebut
juga bauran komunikasi pemasaran yang mana setiap kategori haruslah mampu menjalin sebuah
komunikasi dengan konsumen yang dituju, terdiri atas: (13)

1. Periklanan

2. Promosi penjualan

3. Penjualan personal

4. Humas

5. Pemasaran langsung

2.5. Mental blocking, berpikir analitis, berpikir kritis, dan kegiatan promosi

Dalam kegiatan promosi yang dilakukan para pelaku usaha UMKM, kegagalan yang
ditimbulkan oleh para pelaku UMKM bisa membawa dirinya masuk dalam suatu kondisi pikiran
maupun perasan yang mengalami hambatan (mental block). Hadirnya mental block ini membuat
kemampuan analitis dan kemampuan kritis seseorang mengalami gangguan, sehingga membuat
orang tersebut sulit melakukan analisa dan mengkritisi suatu situasi dan kondisi dikarenakan
kemunculan mental block ini membuat seseorang merasa tidak mampu melakukan hal apapun,
bahkan di saat seseorang mengerjakan ide promosi yang ia miliki, orang tersebut bisa saja
mengalami mental blocking yang membuat ide promosinya tidak bisa direalisasikan. Adapun
bagan dari hubungan pengaruh mental block terhadap berpikir analitis dan kritis dalam kegiatan
promosi dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gambar 2.1: Mental Blocking, Berpikir Analitis, Berpikir Kritis, dan Promosi

Metode atau cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan ditulis tidak melebihi 600 kata.
Bagian ini dilengkapi dengan diagram alir penelitian yang menggambarkan apa yang sudah
dilaksanakan dan yang akan dikerjakan selama waktu yang diusulkan. Format diagram alir
dapat berupa file JPG/PNG. Bagan penelitian harus dibuat secara utuh dengan penahapan yang
jelas, mulai dari awal bagaimana proses dan luarannya, dan indikator capaian yang ditargetkan.
Di bagian ini harus juga mengisi tugas masing-masing anggota pengusul sesuai tahapan
penelitian yang diusulkan.
METODE
3. 1. Tahapan Penelitian
Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka beberapa tahapan penelitian yang dilakukan
sebagai berikut:
1. Identifikasi masalah yakni mental blocking yang dihadapi oleh wanita pelaku Usaha
Mikro Kecil di Kota Padang.
2. Study literature terhadap permasalahan yang dihadapi
3. Menentukan tujuan penelitian
4. Observasi/pengamatan kepada subjek penelitian
5. Melakukan pengumpulan data yakni melakukan pengisian skala yang dibuat dengan
model skala likert (Skala Berpikir Analitis, Skala Berpikir Kritis, dan Skala Mental
Blocking) kepada subjek penelitian yakninya wanita pelaku Usaha Mikro Kecil di
Kota Padang.
6. Melakukan pengolahan dan analisa data yang didapat melalui pengisian skala.
7. Mendapatkan sebuah kesimpulan dari penelitan yang dilakukan.

Gambar 3.1: Diagram Alir Tahapan Penelitian

3. 2. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitiannya adalah
penelitian deskriptif terhadap data sekunder. Lokasi Penelitian ini dilakukan di Kota Padang,
dengan mendatangi wanita pelaku Usaha Mikro Kecil dan dinas terkait guna mengumpulkan data
penelitian.

3. 3. Data dan Sumber Data


Data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang bersumber dari dari hasil pengisian
skala yang diisi oleh wanita pelaku Usaha Mikro Kecil di Kota Padang.

3.4. Instrumen Penelitian


Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri karena peneliti merupakan
perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, penafsir data, dan pada akhirnya menjadi
pelapor hasil penelitiannya. Dengan demikian, peneliti sebagai instrumen bertugas
mengumpulkan data dengan melakukan penyebaran skala penelitian

3. 5. Teknik Pengumpulan Data


Dalam pengumpulan data untuk penelitian ini, peneliti mengunakan teknik pengumpulan
data dengan melakukan penyebaran skala penelitian untuk diisi oleh wanita pelaku Usaha Mikro
Kecil di Kota Padang.

3. 6. Teknik Pengabsahan Data


Untuk pengabsahan data peneliti memperhatikan analisa terhadap validitas dan reliabilitas
dari hasil pengisian skala penelitian yang dilakukan oleh subjek penelitian yakni wanita pelaku
Usaha Mikro Kecil di Kota Padang.

Tabel 3.1: Susunan Organisasi Tim Pengusul dan Pembagian Tugas

No. Nama / NIDN Instansi Bidang Alokasi Uraian Tugas


Asal Ilmu Waktu (jam/
minggu)
1. Dimas Perdana Universitas Manaje 8 jam 1. Merancang proposal
Oskar, S.E., Putra men 2. Merancang instrumen
MBA / Indonesia penelitian
1012078502 “YPTK” 3. Mengumpulkan data
Padang penelitian
4. Mengklasifikasi data
penelitian
5. Menganalisis data
penelitian
6. Menulis laporan
penelitian
7. Penulisan artikel
2. Andhika Universitas Psikolo 6 jam 1. Mengumpulkan data
Anggawira, S.Psi, Putra gi penelitian
M.Psi Indonesia 2. Mengklasisfi-kasikan
“YPTK” data penelitian
Padang 3. Menganalisis data

Jadwal penelitian disusun dengan mengisi langsung tabel berikut dengan memperbolehkan
penambahan baris sesuai banyaknya kegiatan.
JADWAL

Bulan
No Nama Kegiatan 1 1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 12
1 Penyusunan Proposal                        
2 Pelaksanaan Pra Penelitian                        
3 Koordinasi dengan puhak terkait penelitian                        
4 Melaksanakan pengumpulan data
5 Analisis dan Pengolahan data
6 Pelaporan dan Luaran Penelitian

Daftar pustaka disusun dan ditulis berdasarkan sistem nomor sesuai dengan urutan pengutipan.
Hanya pustaka yang disitasi pada usulan penelitian yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka.

DAFTAR PUSTAKA
1. www.bps.go.id

2. www.diskop.padang.go.id

3. Susanti dan Dimas, 2018, Strategi Branding dalam Membangun Ekuitas Merek UMKM
(Studi Kasus: Pusat Oleh – Oleh Kota Padang), IKRAITH – EKONOMIKA, Volume 1,
Nomor 2, November 2018, Universitas Persada Indonesia YAI.

4. International Finance Corporation, 2016, Studi Penelitian Pasar: UKM yang dimiliki
wanita di Indonesia: Kesempatan Emas untuk Institusi Keuangan Lokal. Frankfurt
School of Finance & Management, Sonnemannstrasse 9-1160314 Frankfurt a.M.

5. Fitriyani, K., 2016, Konseling Krisis dalam menangani mental block pada korban
penyalahgunaan NAPZA di Panti Sosial Pamardi Yogyakarta, Program Studi Bimbingan
Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Nasional Sunan
Kalijaga, Yogyakarta.

6. Pattinson, E.M. and Cotterill, S.T., 2017, Barriers and facilitators to overcoming mental
block in springboard and high-board diving, Journal of Qualitative Research in Sports
Studies Volume 11, Issue 1, December 2017.
7. Setiawati, R., 2018, Peningkatan Kemampuan Analisis Transaksi Dalam Menyusun
Jurnal Dengan Model Problem Based Learning Melalui Pengamatan BT/ BK, Jurnal
Inopendas Jurnal Ilmiah Kependidikan ISSN 2615-5443 Vol. 1 No. 1, Februari 2018.

8. Adji, S.S. dan Harjanti, S., 2011, Laporan Penelitian : Analisis Kemampuan Berfikir
Kritis Pada Aktivitas Tutorial On Line, Universitas Terbuka.

9. Pratiwi, A.J., Mirza A., Nursangaji A., 2015, Kemampuan Berpikir Kritis Aspek Analysis
Siswa Di Sekolah Menengah Atas, Jurnal Edukasi Volume I No. 2 tahun 2015.

10. Sukriadi, Kartono, dan Wiyanto, 2015, Analisis Hasil Penilaian Diagnostik Kemampuan
Berpikirkritis Matematis Siswa Dalam Pembelajaran Pmri Berdasarkan Tingkat
Kecerdasan Emosional, Journal of Mathematics Education Research volume 4.

11. Kotler, P. and K.L. Keller. 2012. Marketing Management. 14th ed. Upper Saddle River.
NJ: Prentice Hall.
12. Kotler, P. and Armstrong, G., 2016. Principles of Marketing. 16th ed. Edinburgh Gate,
Essex: Pearson Education Limited..