Anda di halaman 1dari 37

TUGAS KELOMPOK

RENCANA KERJA &


SYARAT-SYARAT
Disusun oleh:

▪ A. Desri Wahyuni Hasrun 031 2018 0202


▪ Ainil Maqsurah 031 2018 0160
▪ Anitha Erba 031 2018 0170
▪ Afifah Azzahra Syam 031 2018 0174
▪ Andi Ulfa Masyanda 031 2018 0201

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL | FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA | 2020
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

RKS
(RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT)

I. PENDAHULUAN

A. PEKERJAAN PEMBUATAN PAPAN PROYEK, PEMBUATAN DIREKSI


KEET

PEKERJAAN PEMBUATAN PAPAN PROYEK


1. Ketetapan bangunan diukur dengan kontur yang dipancang kuat-kuat dan
papan terentang dengan ketebalan 2 cm diketam rata pada sisi.
2. Kontraktor harus menyediakan orang ahli dalam cara-cara mengukur, alat-
alat penyipat datar (Theodolit, Waterpas) prisma silang pengukuran
menurut system dan kondisi tanah bangunan dan lain-lain, yang selau
berada di lapangan.

PEMBUATAN DIREKSI KEET


1. Pemborong harus menyediakan dan mendirikan sebuah bangunan semi
permanent untuk digunakan sebagai ruang Direksi/pengawas, Kantor
pelaksana dengan ukuran 3 m' x 6 m' lengkap dengan KM / WC. dengan
konstruksi dari kayu yang dicat tembok dengan plafond dari multiplek 6
mm atap dari asbes gelombang ukuran kecil.
2. Baik sebelum dan selama pelaksanaan pekerjaan mulai / berlangsung pihak
pelaksana dianjurkan untuk mendirikan barak pekerja lengkap dengan
KM/WC, gudang-gudang penyimpanan dan perlindungan bahan-bahan
bangunan.
3. Bila direksi keet belum ada, maka dapat digunakan bangunan yang lama,
dan setelah kegunaannya selesai, bangunan tersebut adalah milik
Proyek/Pemberi Tugas tidak dibongkar jikalau tidak ada perintah dari
Pemberi Tugas. Semua gudang dan perlengkapan Pemborong dan
sebagainya pada waktu penyelesaian pekerjaan harus dibongkar dan
disingkirkan dari tapak, juga segala pekerjaan yang terganggu harus
diperbaiki.

2
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

B. PEKERJAAN PENGUKURAN & BOWPLANK

1. Survei Lokasi Bangunan / Tapak Bangunan


Kontraktor wajib meneliti situasi dan kondisi yang berhubungan atau kira-
kira akan berhubungan dengan pekerjaan seperti tata letak objek/bangunan,
tapak, terutama keadaan tanah bangunan, sifat dan luasnya pekerjaan dan
hal-hal lain yang dapat mempengaruhi harga penawaran.

2. Survei Kondisi Bangunan Existing


Bilamana pekerjaan adalah merupakan pekerjaan perbaikan dari sebuah
bangunan existing, maka Kontraktor wajib meneliti/mengidentifikasi
segala jenis dan bentuk kerusakan-kerusakan baik yang terlihat atau tidak
untuk dijadikan acuan dalam membuat penawaran

3. Survei Kondisi Bangunan Yang Besifat Rehab / Perbaikan


Bilamana jenis pekerjaan yang terkontrak adalah jenis pekerjaan
perbaikan/ ehabilitasi “total”, maka kontraktor harus melakukann
perbaikan/pembenahan tehadap seluruh bagian dari gedung tampa
terkecuali sampai gedung tersebut dianggap selesai secara sempurna oleh
pihak pengawas, direksi dan pemilik proyek dan layak untuk diterima.
Olehnya itu kontraktor harus secara teliti melakukan survay terhadap
bangunan, tingkat kerusakan dan seberapa besar kerusakan tersebut untuk
dihitung sebelum mengajukan penawaran.

3
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

C. PEKERJAAN PEMBONGKARAN/PEMBERSIHAN
Pekerjaan pembongkaran yang dimaksud dalam hal ini adalah adalah
pembongkaran existing untuk pelaksanaan pembangunan yang sifatnya
rehabilitasi / perbaikan atau pembangunan baru.

Pekerjaan pembongkaran meliputi:


1. Pekerjaan Pembongkaran Beton Existing / Plat Lantai Beton Bertulang
Pembongkaran lantai beton bertulang mencakup pembongkaran plat lantai
untuk pemancangan / pile cap, pelepasan lantai hall dari struktur gedung
utama, pelepasan sloef / balok lantai dari struktur bangunan utama,
loading test untuk pondasi sumuran existing, sondir tanah dll.
Motede pelaksanaan dari pembongkaran ini adalah dengan cara membetel,
memutus tulangan dan membengkokkan tulangan untuk keperluan
menggali dll.
Pekerjaan pembongkaran hanya dapat dimulai apabila telah mendapat izin
tertulis dari pengawas atau direksi. Dan rekanan harus meminta kepada
direksi agar pelaksanaan pembongkaran dapat dilihat langsung paling
tidak pada awal pembongkaran.

2. Pekerjaan Pembongkaran Yang Tidak Sesuai / Cacat


Pekerjaan pembongkaran yang dimaksud adalah pekerjaan yang tidak
sesuai dengan gambar rencana atau spesifikasi yang izinkan. Atau adanya
kerusakan yang mengakibatkan sebagian atau seluruhnya dari pekerjaan /
bagian dari bangunan tersebut harus dibongkar untuk keperluan perbaikan.
Pekerjaan Pembersihan Pemborong harus mengangkut semua sampah
secara teratur jika sudah bertumpuk dan pada waktu penyelesaian
pekerjaan keadaan lapangan harus bersih dan rapi.

4
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

II. TANAH DAN PONDASI

A. PEKERJAAN GALIAN TANAH PONDASI

1. Seluruh lapangan pekerjaan harus diratakan atau digali dan semua sisa-sisa
tanaman, seperti akar-akar, rumput-rumput dan sebagainya harus
dihilangkan

2. Pekerjaan penggalian tanah, perataan tanah, harus dikerjakan lebih dahulu


sebelum kontraktor memulai pekerjaan. Pekerjaan galian tersebut
disesuaikan dengan kebutuhannya sesuai dengan peil-peil (level), pada
lokasi yang telah ditentukan di dalam gambar, dan mendapatkan
persetujuan pengawas.

3. Daerah yang akan digali harus dibersihkan dari semua benda penghambat
seperti, sampah-sampah, tonggak bekas-bekas lubang dan sumur, harus
dikuras airnya dan diambil lumpur atau tanahnya yang lembek yang ada
didalamnya. Pohon yang ada, hanya boleh disingkirkan setelah mendapat
persetujuan pengawas. Tunggak-tunggak pepohonan dan jalinan-jalinan
akar harus dibersihkan dan disingkirkan sampai pada kedalaman + 1,5 m
dibawah permukaan tanah. Segala sisa dan kotoran yang disebabkan oleh
pekerjaan tersebut harus disingkirkan dari daerah pembangunan oleh
kontraktor, sesuai dengan petunjuk pengawas.

4. Galian untuk pondasi harus dilakukan menurut ukuran yang sesuai dengan
peil-peil yang tercantum dalam gambar Rencana Pondasi. Semua bekas-
bekas pondasi bangunan lama, jaringan jalan atau aspal, akar dan pohon-
pohon dibongkar dan dibuang.

5. Apabila ternyata terdapat pipa-pipa pembuangan, kabel listrik, telepon dan


lain-lain yang masih digunakan, maka secepatnya memberitahukan kepada
pengawas atau kepada instansi yang berwenang untuk mendapatkan
petunjuk seperlunya. Kontraktor bertanggung jawab atas segala kerusakan-
kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut.

5
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

6. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan,


maka maka kontraktor harus mengisi atau mengurug daerah galian tersebut
dengan bahan-bahan pengisian untuk pondasi yang sesuai dengan
spesifikasi.

7. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut


bebas dari longsoran-longsoran tanah di kiri dan kanannya (bila perlu
dilindungi oleh alat-alat penahan tanah dan bebas dari genangan air)
sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan
spesifikasi. Pemompaan, bila dianggap perlu, harus dilakukan dengan hati-
hati agar tidak mengganggu struktur bangunan yang sudah jadi.

8. Pengisian kembali dengan tanah (batuan) bekas galian, dilakukan selapis


demi selapis dan ditumbuk sampai padat. Pekeraan pengisian kembali ini
hanya boleh dilakukan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat
persetujuan pengawas dan bagian yang akan diurug kembali harus diurug
dengan tanah dan memenuhi sebagai tanah urug.

6
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

B. PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG

1. Umum
Untuk mencapai hasil konstruksi pondasi yang sesuai dan memenuhi
semua kriteria teknis di dalam perencanaan struktur pondasi yang telah
dituangkan di dalam gambar rencana, maka pekerjaan pemancangan
pondasi tiang perlu mengacu kepada semua persyaratan teknis yang telah
digunakan di dalam perencanaannya.
Persyaratan teknis penting yang diperlukan didalam konstruksi pondasi
akan dijelaskan berikut ini, yang meliputi Standar, Spesifikasi Material,
Alat Kerja, Persiapan yang harus dilakukan dan Prosedur Pemancangan
tiang pancang baja.

2. Standar
Sejumlah peraturan baku yang menjadi acuan didalam penentuan
persyaratan teknis ini adalah;
a) Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung; SNI 03-2847-
2013,
b) Pipa Baja untuk Pancang; SNI 8052:2014,
c) Standar Industri Indonesia (Sll),
d) American Concrete Institute (ACI),
e) American Welding Society (AWS),
f) American Society for Testing and Materials (ASTM),
g) British Standard Code of Practice BS-8004 and BS-8110

3. Material
Material tiang yang digunakan ini harus mengikuti persyaratan mutu bahan
maupun tata cara pabrikasi yang menjamin agar semua tiang dapat
terpasang dengan baik sesuai rencana. Material tiang yang digunakan ini
harus mengikuti persyaratan mutu bahan maupun tata cara pabrikasi yang
menjamin agar semua tiang dapat terpasang dengan baik sesuai rencana
yang dibuktikan dengan sertifikat tiang pancang berupa Dimensi tiang
pancang (Diameter Luar, Ketebalan, dan Panjang), serta Type of Pile, Leng
of Pile, Yield Strength, Radiograph, Tensile dan Impact.

7
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

Mutu Bahan :
Mutu Tiang Pancang Baja yang digunakan adalah: SKK-400; JIS-A5525
G 3444/G 3106 dengan Mills Certificate atau mengacu pada ASTM A 252
a) Tensile strength min. 400 N/mm2
b) Yield Point min. 235 N/mm2
c) Elongation min. 18%
d) Tensile Strength of Welds min. 400n/mm2
e) Komposisi kimia maksimal (SKK 400) C: 0,25% - P: 0,04% - S: 0,04%
f) Flatness 2/3 D
g) Toleransi diameter: 0,5 % x D
h) Toleransi ketebalan: -0,6 mm untuk D < 50 cm, -0,7mm
untuk D > 50-80cm
i) Toleransi lengkungan: 0,1 % x L
j) Toleransi panjang tiang: 0

4. Pengadaan Material
Setiap pembelian / pengadaan tiang pancang harus disertai dengan bukti
surat penyerahan barang (Delivery Order) sebagai tanda bukti pembelian
yang harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas.

5. Alat Kerja
Berdasarkan dimensi tiang yang digunakan di dalam proyek ini maka
alternatif alat pancang yang dapat digunakan dalam pemancangan ini
adalah: Diesel hammer K-32 untuk tiang pancang Ø 508 dengan ram stroke
minimal dapat mencapai 2,8 m. Semua alat kerja, seperti ring pancang,
diesel penggerak, hammer, helmet, cushion dan alat bantu lainnya yang
berkaitan dengan pekerjaan ini harus dalam kondisi prima sehingga mutu
pekerjaan maupun schedule yang ditentukan dapat tercapai.

6. Persiapan
Sejumlah pekerjaan persiapan yang perlu dilakukan oleh Kontraktor
sebelum memulai pekerjaan pemancangan adalah :
a) Pengukuran dan marking posisi untuk pancang sesuai koordinat dalam
gambar piling plan terbaru yang disetujui oieh perencana. Pengukuran

8
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

harus dilakukan oleh surveyor LSI qualified / di bawah pengawasan


konsultan.
b) Sebelum pekerjaan pamancangan dimulai, kontraktor pancang akan
mengajukan metoda kerja, alat yang digunakan dan schedule
pemancangan beserta urutan pemancangan yang akan dilakukan
kepada pengawas/ pemberi tugas untuk mendapat persetujuan.
c) Kontraktor pancang akan bertanggung jawab terhadap kualitas
pekerjaan sehubungan dengan metoda dan alat kerja yang dipilih.

7. Ukuran Tiang Pancang


Ukuran tiang pancang yang digunakan dalam pembangunan Pelabuhan
Ajibata adalah sebagai berikut:

Diameter End Pile Cut Panjang Tebal


Tiang Pile Off Tiang Tiang Keterangan
(mm) (m) (m) (m) (mm)
Tiang
457 -38.25 +1.75 40 12 pancang
tegak

Untuk mencapai panjang tiang sebagaimana tercantum diatas, maka


diperlukan pengelasan dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Panjang tiang trestle A 36m = 12 m + 12 m + 12 m + 4, 4 batang tiang
dengan 3 kali penyambungan

8. Penyambungan Pipa Baja


a) Pipa baja disambung dengan metode single V with full penetration butt
weld Sebelum penyambungan pipa baja, pemborong harus
menyerahkan metode penyambungan kepada Direksi untuk
mendapatkan persetujuan, rencana pelaksanaan penyambungan pipa
dan prosedur pengelasan sesuai dengan AWS.
b) Sebelum pelaksanaan pengelasan untuk penyambungan pipa,
pemborong harus melaksanakan percobaan pengelasan dan
mendemonstrasikan prosedur pengelasan yang diusulkan dan untuk
memeriksa hasil pengelasan.

9
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

c) Pemborong harus menyediakan peralatan dan mesin las listrik yang


memadai kapasitasnya serta elektroda yang digunakan harus
memenuhi persyaratan yang sesuai dengan tiang yang akan dilas dan
harus dengan persetujuan Direksi.
d) Ahli las yang akan melaksanakan pengelasan harus benar-benar
qualified sesuai dengan AWS DI-72 yang dibuktikan dengan sertipikat
dari instansi yang berwenang.
e) Pipa baja sebelum disambung dan selama pengelasan harus dipegang
erat-erat dengan suatu konstruksi clamp yang cukup kaku untuk
menjamin bahwa sumbu segmen pipa-pipa yang akan disambung
berada dalam satu garis lurus.
f) Proses Penyambungan tiang pancang baja agar dilaksanakan dengan 3
(tiga) lapis pengelasan.
g) Konfigurasi penyambungan tiang pancang baja agar disesuaikan
dengan gambar desain rencana dan kondisi lapangan dengan
memprioritaskan semua sambungan tiang pancang berada dibawah
seabed.

9. Pemeriksaan Hasil Pengelasan di Lapangan


a) Terhadap hasil pekerjaan las harus dilakukan pemeriksaan dan testing
untuk menjamin bahwa hasil pengelasan cukup memenuhi syarat yaitu
padat dan tidak porous serta ukurannya sesuai dengan gambar kerja.
Untuk itu Pemborong haius menyediakan tenaga ahli, peralatan dan
bahan yang diperlukan untuk pekerjaan testing tersebut.
b) Hasil pengelasan harus ditest secara visual dengan menggunakan
metode liquid penetrant dan contrast sesuai dengan prosedur AWS.
c) Hasil pengelasan dilaporkan secara tertulis kepada Direksi dalam
waktu paling lama 24 jam untuk dievaluasi dan mendapatkan
persetujuan. Hasil yang tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan
harus diperbaiki, diperkuat atau dipotong dan dilas kembali sesuai
petunjuk Direksi.

10
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

10. Penumpukan dan Pengangkutan Tiang Pancang


Pekerjaan penumpukan dan pengangkutan tiang pancang wajib dilakukan
dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Pekerjaan pengecatan secara berkala wajib dilakukan untuk
melindungi tiang pancang yang belum terpancang dari pengaruh cuaca
dan lingkungan yang korosif.
b) Penumpukkan tiang pancang tidak boleh dilakukan lebih dari 3 (tiga)
susun.
c) Penumpukkan tiang pancang agar dikelompokkan berdasarkan
diameter tiang, panjang tiang, dan ketebalan tiang.
d) Tumpukkan tiang pancang wajib diberi alas balok penumpu dengan
ukuran minimal (10 x 10) cm2 yang diletakkan setiap jarak 4 (empat)
meter sehingga tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
e) Tumpukkan tiang pancang wajib diatur sedemikian rupa sehingga
tiang pancang terlindung dari pengaruh cuaca dan lingkungan yang
korosif.
f) Pengangkatan tiang pancang wajib dilakukan dengan jarak minimal
antara kepala tiang dengan titik angker adalah 1/3 (satu per tiga) dari
panjang tiang.

11. Toleransi Titik Pancang


a) Pelaksanaan pemancangan tiang pancang tegak atau tiang miring harus
sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil sesuai dengan ketentuan
dalam gambar kerja.
b) Toleransi maksimum yang diijinkan terhadap hasil pemancangan tiang
adalah 10 Cm penyimpangan dari posisi yang benar, inklinasi terhadap
sumbu tiang miring atau vertikal adalah 2 % untuk pemotongan tiang
sebesar 5 cm.
c) Bila toleransi dilampaui, tiang harus diperbaiki, diperkuat dengan
konstruksi tertentu, dicabut atau lain sebagainya sesuai dengan
keputusan Direksi, dengan biaya Pemborong.

11
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

12. Alat Pancang/Pile Driving Hammer


a) Pemborong harus menyediakan peralatan untuk pemancangan secara
lengkap sehingga semua persyaratan teknis yang diperlukan dapat
dipenuhi.
b) Mesin pancang atau Hammer harus jenis Diesel Hammer, dan Steam
Hammer (single atau double acting). Mesin pancang drop hammer
tidak diperkenankan. Bila dipakai Diesel atau Steam hammer maka
berat ram minimum 3,2 Ton untuk diameter tiang Ø 457.
c) Hammer harus dapat melakukan pemancangan secara kontinyu
sampai kedalaman yang direncanakan. Penghentian pemancangan
sebelum mencapai setting atau kedalaman rencana harus mendapat
persetujuan Direksi.
d) Alat pancang harus dilengkapi dengan ladder yang cukup panjang dan
dapat digerakan secara hydrolik atau mekanis, untuk menjamin
pemancangan tiang tegak dan tiang miring dapat dilaksanakan.

13. Pemancangan Tiang Pancang


a) Pekerjaan pemancangan hanya dapat dilakukan setelah
dilaksanakannya pekerjaan persiapan pemancangan yang terdiri dari:
1) Pekerjaan bathimetri dan pemetaan ulang untuk mengevaluasi
kesesuaian antara gambar rencana dengan kondisi lapangan;
2) Pekerjaan deep boring ulang (khusus pada pemancangan struktur
baru) untuk mengevaluasi kesesuaian antara data penyelidikan
tanah lapangan pada dokumen perencanaan dengan kondisi
lapangan.
b) Pemancangan tiang pancang dilakukan dengan alat tersebut di atas
dan bila tidak memungkinkan dapat dilakukan pengeboran terlebih
dahulu (preboring) yang dilakukan setelah mendapat persetujuan dari
Direksi.
c) Urutan-urutan pemancangan tiang agar direncanakan sesuai kondisi
pekerjaan, sehingga pelaksanaan pemancangan dapat berjalan dengan
lancar dan baik serta tiang yang dipancang lebih dahulu tidak
terganggu. Pemborong harus mengajukan rencana kerja pemancangan

12
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

kepada Direksi untuk dievaluasi dan diberi persetujuan tertulis oleh


Direksi.
d) Pada setiap titik pemancangan wajib dilakukan pencatatan terhadap
koordinat titik pancang, kedalaman pemancangan tiang pancang, serta
kemiringan tiang pancang sesuai dengan gambar desain rencana dan
spesifikasi teknis rencana.
e) Pemborong tidak diperkenankan memindahkan alat pancang dari
kepala tiang tanpa persetujuan Direksi.
f) Tiang hanya dipancang selama ada Direksi dan hanya tersedia fasilitas
bagi Direksi untuk memperoleh informasi pemancangan tiang yang
diperlukan. Meskipun demikian Pemborong tetap bertanggung jawab
atas pekerjaan ini.
g) Pemborong harus memberitahu Direksi dengan segera apabila terjadi
perubahan yang tidak normal selama pemancangan tiang, Pemborong
harus berhati-hati untuk mencegah timbulnya gaya lateral pada tiang
selama pemancangan yang diakibatkan oleh alat pancang.
h) Tiang yang tidak dipakai akibat "over acting" atau tidak memenuhi
toleransi yang diijinkan, maka harus dibuat tiang ekstra yang
dipancang di lokasi tersebut, atas persetujuan Direksi.
i) Kalendering wajib dilakukan untuk setiap titik pancang sebagai
penentuan daya dukung tiang pancang berdasarkan dynamic formula
(Hiley Formula) dan panjangnya tiang pancang lebih lanjut.
j) Kalendering dilakukan bukan sebagai penentu berhentinya Final Set.
Hanya sebagai bentuk pencatatan, berapa kedalaman yang ditempuh
oleh Tiang Pancang pada sebuah titik.
k) Sebelum dipancang setiap tiang harus diberi tanda setiap interval 50
Cm dan 100 Cm yang dimulai dari kaki tiang agar dapat diketahui
panjang tiang yang terpancang.
l) Pemborong harus melakukan pencatatan pemancangan masing-
masing tiang, yang disampaikan kepada Direksi untuk dievaluasi.
Hal-hal penting yang harus dicatat meliputi:
1) Tanggal dan hari pemancangan
2) Nomor tiang
3) Panjang tiang

13
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

4) Ukuran penampang
5) Type hammer
6) Berat ram
7) Elevasi dasar tanah pada titik pancang
8) Tiang masuk tanpa dipukul
9) (i) Benaman per interval jumlah pukulan atau sebaliknya
(jumlah pukulan/100 Cm, 50 Cm, 25 Cm).
10) Total set benaman
11) Rebound (Cm)
12) Tinggi jatuh hammer (Meter)
13) Penyimpangan posisi/kemiringan dari rencana
14) Hal-hal khusus yang ditemui pada waktu pemancangan
15) Daya dukung tiang berdasarkan Hiley Formula.
16) Kapasitas Berat Hammer minimal yang digunakan untuk
pekerjaan pemancangan wajib disesuaikan dengan perhitungan
Formula Hilley yaitu sebesar setengah dari berat total tiang
pencang per titik ditambah 600 (enam ratus) kilogram (W =
0,5P + 600 Kg).

Tiang Pancang Diameter 457 mm


B = (( 0,5 x P ) + 600 kg ) x gravitasi bumi (9,81 m/s2)
B = (( 0,5 x 5267,7 ) + 600 kg) x 9,81 m/s2
B = 31,72 kNà K-32
Keterangan :
B = Berat Hammer (kg)
P = Berat tiang satu titik dihitung dari cutting level sampai end
pile
Berat 1 m’ tiang pancang x panjang tiang 1 titik m.
m) Pada kondisi kedalaman pemancangan telah dilakukan sesuai dengan
gambar rencana namun penetrasi pada 10 (sepuluh) pukulan terakhir
masih lebih besar dari 250 mm, maka tiang pancang yang terpancang
tersebut wajib didiamkan selama 2 x 24 jam untuk kemudian
dilakukan PDA test dilengkapi dokumentasi berupa foto dan video
saat pemancangan. Hasil PDA test wajib digunakan oleh pelaksana

14
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

kegiatan (KPA, PPK, Konsultan Supervisi, dan Kontraktor Pelaksana)


untuk mengambil langkah sebagai berikut :
1) Apabila daya dukung tiang pancang terpancang berdasarkan hasil
PDA test lebih besar atau sama dengan daya dukung tiang
pancang yang dipersyaratkan pada spesifikasi teknis dan
dokumen SID, maka pekerjaan pemancangan dihentikan pada
kedalaman tersebut dan Hasil kalendering, PDA test, serta foto
dan video pemancangan wajib dilaporkan kepada Direktorat
Jenderal Perhubungan Darat cq. Direktur Prasarana;
2) Apabila daya dukung tiang pancang terpancang berdasarkan hasil
PDA test lebih kecil dari daya dukung tiang pancang yang
dipersyaratkan pada spesifikasi teknis dan dokumen SID,
pelaksana kegiatan (KPA, PPK, Konsultan Supervisi, dan
Kontraktor Pelaksana) wajib melapor kepada Direktorat Jenderal
Perhubungan Darat cq. Direktur Prasarana pada kesempatan
pertama sebelum memutuskan untuk menambah kedalaman
pemancangan tiang pancang;
n) Pelaksana kegiatan (KPA, PPK, Konsultan Supervisi, dan Kontraktor
Pelaksana) wajib bertanggung jawab terhadap keseluruhan
pelaksanaan kegiatan pemancangan. Seluruh Tiang Pancang yang
telah terpancang wajib dicabut dan dipancang ulang sesuai dengan
gambar desain dengan biaya pekerjaan pemancangan ulang menjadi
tanggung jawab pelaksana kegiatan dan tidak diperkenankan
melakukan pembayaran melalui anggaran proyek apabila terjadi
kesalahan pemancangan akibat kelalaian pelaksana kegiatan antara
lain sebagai berikut :
1) Deviasi koordinat pemancangan tiang pancang lebih besar dari
0,5 Ø (setengah dari diameter tiang pancang);
2) Deviasi kemiringan bidang pemancangan tiang pancang lebih
besar dari 25% (dua puluh lima persen);
3) Deviasi kemiringan ruang pemancangan tiang pancang lebih
besar dari tujuh derajat;
4) Deviasi kedalaman seabed pada suatu titik pancang lebih besar
dari 1,5 (satu setengah) meter atau deviasi kedalaman seabed

15
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

dapat menyebabkan konstruksi tersebut tidak lagi dapat


mengakomodir beban operasional dan beban gempa berdasarkan
pemodelan dan perhitungan struktur;
o) Untuk kondisi dimana dilakukan penambahan kedalaman
pemancangan tiang pancang tanpa pelaksanaan PDA test terlebih
dahulu dan / atau tanpa persetujuan dari Direktur Kepelabuhanan.
Pembayaran biaya tambahan pekerjaan pemancangan dan material
tiang pancang menjadi tanggung jawab pelaksana kegiatan dan tidak
diperkenankan melakukan pembayaran melalui anggaran proyek;
p) Kedalaman pemancangan tiang pancang harus sesuai dengan
perhitungan daya dukung tiang pancang dan beban maksimum yang
diteruskan tiang ke tanah berdasarkan perhitungan struktur;
q) Daya dukung tiang pancang harus dapat memenuhi daya dukung
aksial tarik dan aksial tekan;
r) untuk daya dukung tiang pancang yang mengandalkan tahanan ujung
tiang (end bearing), penetrasi tiang pancang dalam 10 pukulan
terakhir harus kurang dari 2,5 cm.

14. Panjang Tiang Pancang (Lihat Gambar Bersangkutan)


a) Tiang pancang pada dasarnya harus dipancang sampai mencapai final
set sesuai dengan persyaratan daya dukung berdasarkan “Dynamic
Formula” dibandingkan dengan daya dukung yang diperoleh
berdasarkan data-data karakteristik tanah.
b) Daya Dukung Aksial ijin tiang trestle A (Q all) sebesar 118.84 ton
(SF=3)
c) Daya Dukung Tarik ijin tiang trestle A (Qpull all) 43.18 ton (SF=3)
d) Apabila final set telah dicapai sebelum panjang tiang/kedalaman
rencana, maka bagian tiang berlebih (diatas cut off level) harus
dipotong, pemotongan kelebihan tiang ini harus mendapat persetujuan
Direksi.
e) Apabila seluruh panjang tiang rencana telah terpancang, tetapi final
sebelum terpengaruh, maka tiang pancang tersebut harus disambung.
Penyambungan kekurangan panjang tiang ini harus mendapat
persetujuan Direksi.

16
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

f) Harga tiang pancang yang panjangnya tidak sesuai dengan gambar


akan diperhitungkan dengan harga satuan panjang seperti pada
penawaran.

17
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

C. PEKERJAAN PONDASI POER PLATE

1. Pemotongan harus melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah


kerusakan kepala tiang pada saat pemancangan. Kepala tiang harus diberi
landasan selama pemancangan agar tidak langsung terpukul oleh landasan
hammer. Tiang pancang yang lebih dari elevasi rencana dipotong dengan
baik dan memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:
a) Tiang-tiang harus dipotong pada elevasi yang tepat sesuai dengan
gambar dan untuk menghindari keretakan pada kepala tiang
pemotongan dilakukan dengan alat (gergaji besi)
b) Bagian ujung tiang pancang akan tertanam dalam poer (pile cap)
minimal 30cm

2. Di atas tiap-tiap pancang pancang akan dibuatkan poer untuk menyalurkan


gaya dari balok ketiang pancang yang ukuran-ukuran dan penulangannya
seperti ditunjukkan dalam gambar kerja.

3. Sebelum melakukan pengecoran adukan semua tulangan harus


sudahterpasang dengan baik, bersih dari kotoran dan pelaksanaan
pengecoranharus diperhitungkan waktunya sedemikian rupa sehingga
adukan yangsudah dituangkan tidak terganggu oleh pasang surut
sebelum beton mencapai umur 3 jam.

4. Apabila terdapat besi-besi bekas angker bekisting atau baja tulangan yang
menonjol dari permukaan, maka besi/baja tersebut harus dipotong
sedemikian sehingga nantinya dapat tertanam dan ditutup dengan adukan
beton material yang kedap air minimal setebal selimut beton.

18
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

D. PEKERJAAN GALIAN TANAH (SEPTICTANK)

LINGKUP PEKERJAAN
1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan/ peralatan-
peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk terlaksananya
pekerjaan ini dengan baik.
2. Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan galian pondasi untuk pekerjaan
sub struktur, seperti yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau
sesuai dengan petunjuk pengguna jasa/pengawas lapangan, termasuk di
dalamnya adalah pekerjaan galian untuk septictank, saluran-saluran
dan pekerjaan- pekerjaan lain.

SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
1. Galian tanah untuk septictank, saluran air, pondasi dan galian-galian
lainnya harus sesuai dengan peil-peil yang tercantum di dalam gambar.
2. Apabila ternyata pengalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan,
maka Pelaksana harus mengisi/mengurug kembali daerah tersebut dengan
bahan yang sejenis untuk daerah ybs.
3. Pelaksana harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut
bebas dari longsoran-longsoran tanah di kiri-kanannya (bila perlu
dilindungi oleh alat-alat penahan tanah dan bebas dari genangan air)
sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan
spesifikasi struktur. Pemompaan, bila dianggap perlu harus dilakukan
dengan hati-hati agar tidak mengganggu struktur bangunan yang sudah
ada.
4. Pengurugan/pengisian kembali bekas galian, dilakukan selapis demi
selapis, dan ditumbuk sampai padat sesuai dengan yang disyaratkan pada
"Pekerjaan Urugan Kembali dan Pemadatan"

19
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

E. PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH

Timbunan merupakan material timbunan yang telah disetujui Direksi Pekerjaan


untuk pembuatan timbunan, untuk penimbunan kembali galian pipa atau
struktur dan untuk timbunan umum yang diperlukan untuk membentuk dimensi
timbunan sesuai dengan garis kelandaian dan elevasi penampang melintang
yang disyaratkan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

TAHAPAN PELAKSANAAN :
1. Menyiapakan DMF dan JMF agregat
2. Mengajukan Request pekerjaan kepada direksi
3. Penyiapan Tempat Kerja
a) Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan
yang tidak diperlukan harus dibuang sebagaimana diperintahkan oleh
direksi pekerjaan.
b) Kecuali untuk derah tanah lunak atau tanah yang tidak dapat
dipadatkan atau tanah rawa, dasar pondasi timbunan harus dipadatkan
seluruhnya (termasuk penggemburan dan penggeringan atau
pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm bagian permukaan atas
dasar atas pondasi memenuhi kepadatan yang disyaratkan.
c) Bilamana timbunan akan dibangun atas permukaan tanah dengan
kelandaian lereng lebih dari 10%, ditempatkan diatas permukaan lama
atau pembagunan timbunan baru, maka lereng lama akan dipotong
sampai tanah yang keras dan bertangga dengan lebar yang cukup
sehingga memungkinkan perlaratan pemadat dapat beroperasi.
tangga-tangga tersebut tidak boleh mempunyai kelandaian lebih dari
4% dan harus dibuatkan sedemikian dengan jarak vertikal tidak lebih
dari 30 cm untuk kelandaian yang kurang dari 15% dan tidak lebih
dari 60cm untuk kelandaiannya yang sama atau lebih besar dari 15%.
d) Dasar saluran yang ditimbun harus diratakan dan dilebarkan
sedemikian hingga memungkinkan pengoperasian peralatan pemadat
yang efektif.

20
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

4. Penghamparan Timbunan
a) Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan
disebar dalam lapisan yang merata yang bila di padatkan akan
memenuhi toleransi tebal yang disyaratkan. Bilamana timbunan
dihampar lebih dari satu lapis, lapisan-lapisan tersebut sedapat
mungkin di bagi rata sehingga sama tebal.
b) Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber
bahan ke permukaan yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan
disebarkan. Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan, terutama
selama musim hujan. biasanya tidak diperkenankan, terutama selama
musim hujan.
c) Timbunan di atas atau pada selimut pasir atau bahan drainase porous,
harus diperhatikan sedemikian rupa agar kedua bahan tersebut tidak
tercampur. Dalam pembentukan drainase sumuran vertikal diperlukan
suatu pemisah yang menyolok di antara kedua bahan tersebut dengan
memakai acuan sementara dari pelat baja tipis yaag sedikit demi
sedikit ditarik saat pengisian timbunan dan drainase porous
dilaksanakan.
d) Penimbunan kembali di atas pipa dan di belakang stsuktur harus
dilaksanakan dengan sistematis dan secepat mungkin segera setelah
pemasangan pipa struktur. Akan tetapi, sebelum penimbunan kembali,
diperlukan waktu perawatan tidak kurang dari 3 jam setelah pemberian
adukan pada sambungan pipa atau pengecoran struktur beton gravity,
pemasangan pasangan batu gravity atau pasangan batu dengan mortar
gravity. Sebelum penimbunan kembali di skitar struktur penahan tanah
dari beton, pasangan batu dengan mortar, juga diperlukan waktu
perawatan tidak kurang dari 14 hari
e) Bilamana timbunan badan jalan akan diperlebar, Iereng timbunan lama
harus disiapkan dengan membuang seluruh tetumbuhan yang terdapat
pada permukaan lereng dan harus dibuat bertangga (atau dibuat
bergerigi) sehingga timbunan baru akan terkunci pada timbuan lama
sedmikian sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan. Selanjutnya
timbunan yang diperlebar harus dihampar horizontal lapis demi lapis
sampai dengan elevasi tanah dasar, yang kemudian harus ditutup

21
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

secepat mungkin dengan lapis pondasi bawah dan atas sampai elevasi
permukaan jalan lama sehingga bagian yang diperlebar dapat
dimanfaatkan oleh lalu lintas secepat mungkin, dengan demikian
pembangunan dapat dilanjutkan ke sisi jalan lainnya bilamana
diperlukan
f) Lapisan penopang di atas tanah lunak termasuk tanah rawa harus
dihampar sesegera mungkin dan tidak lebih dari tiga hari setelah
persetujuan penggalian atau pembersihan dan pengupasan oleh Direksi
Pekerjaan. Lapisan penopang dapat dihampir satu lapis atau beberapa
lapis dengan tebal antara 0,5 sampai 1,0 meter sesuai dengan kondisi
lapangan dan sebagaimana diperintahkan atau disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.
5. Pemadatan Timbunan
a) Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis
harus dipadatkan dengan peralatan pemadat yang memandai dan
disetujui Direksi Pekerjaan sampai mencapai kepadatan yang
disyaratkan
b) Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar
air bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum
sampai 1 % di atas kadar air optimum. Kadar air optimum harus
didefinisikan sebagai kadar air pada kepadatan kering maksimum yang
diperoleh bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI 03-1742-
1989.
c) Seluruh timbunan batu harus ditutup dengan satu lapisan atau lebih
setebal 20 cm dari bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung
batu yang lebih besar dari 5 cm serta mampu mengisi rongga-rongga
batu pada bagian atas timbunan batu tersebut lapis penutup ini harus
dilalsanakan sampai mencapai kepadatan timbunan tanah yang
disyaratkan.
d) Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang
disyaratkan, diuji kepadatannya dan harus diterima oleh Direksi
Pekerjaan sebelum lapisan berikutnya dihampar.
e) Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju
ke arah sumbu jalan sedemikian rupa sehingga setiap ruas akan

22
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

menerima jumlah usaha pemadatan yang sama. Bilamana


memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi dapat dilewatkan di atas
pekerjan timbunan dan lajur yang dilewati harus terus menerus
divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu
lintas tersebut.
f) Dalam menempatkan timbunan di atas gorong-gorong dan bilamana
disyaratkan, dalam Kontrak atau pada jembatan, harus membuat
timbunan tersebut sama tinggi pada kedua sisinya. Jika kondisi-kondisi
memerlukan penempatan timbunan kembali atau timbunan pada satu
sisi lebih tinggi dari sisi lannya, penambahan bahan pada sisi yang
lebih tinggi tidak boleh dilakukan sampai persetujuan diberikan oleh
Direksi Pekerjaan dan tidak melakukan penimbunan sampai struktur
tersebut telah berada di tempat dalam waktu 14 hari, dan pengujian-
pengujian yang dilakukan di laboratorium di bawah pengawasan
Direksi Pekerjaan menetapkan bahwa struktur tersebut telah mencapai
kekuatan yang cukup untuk menahan tekanan apapun yang
ditimbulkan oleh metoda yang digunakan dan bahan yang dihampar
tanpa adanya kerusakan atau regangan yang di luar faktor keamanan.
g) Bahan untuk timbunan pada tempat-tempat yang sulit dimasuki oleh
alat pemadat normal harus dihampar dalam lapisan mendatar dengan
tebal gembur tidak lebih dari 10 cm dan seluruhnya dipadatkan dengan
menggunakan pemadat mekanis.
h) Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan
pemadat mesin gilas harus dihampar dalam lapisan horizontal dengan
tebal gembur tidak lebih dari 10 cm dan dipadatkan dengan penumbuk
loncat mekanis atau timbris (tamper) manual dengan berat statis
minimum 10 kg. pemadatan di bawah maupun di tepi pipa harus
mendapat perhatian khusus untuk mencegah timbulnya rongga-rongga
dan untuk menjamin bahwa pipa terdukung sepenuhnya.

23
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

F. PEKERJAAN URUGAN PASIR ALAS LANTAI

LINGKUP PEKERJAAN
1. Menyediakan tenaga kerja, peralatan dan alat bantu lainnya untuk
melaksanakan pekerjaan ini dengan hasil yang baik dan sempurna.
2. Pasir urug harus pasir yang bersih dari akar-akar, kotoran-kotoran, tidak
mengandung tanah dan tidak mengandung bahan kimia yang dapat
merusak bahan bangunan lainnya.

SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
1. Lapisan urugan pasir harus disiram dengan air sehingga menjadi padat dan
dipadatkan sampai terbentuk lapisan pasir padat tebal 10 cm.

G. PEKERJAAN URUGAN PASIR ALAS PONDASI POER

1. Menyediakan tenaga kerja, peralatan dan alat bantu lainnya untuk


melaksanakan pekerjaan ini dengan hasil yang baik dan sempurna.
2. Pasir urug harus pasir yang bersih dari akar-akar, kotoran-kotoran, tidak
mengandung tanah dan tidak mengandung bahan kimia yang dapat
merusak bahan bangunan lainnya.
3. Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal 5 cm padat.
4. Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol
ketebalan dari pasir tersebut.
5. Pasir dibasahi dengan air supaya pasir benar-benar padat dan rata.
6. Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi.

24
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

H. PEKERJAAN URUGAN PASIR ALAS PONDASI GARIS

1. Menyediakan tenaga kerja, peralatan dan alat bantu lainnya untuk


melaksanakan pekerjaan ini dengan hasil yang baik dan sempurna.
2. Pasir urug harus pasir yang bersih dari akar-akar, kotoran-kotoran, tidak
mengandung tanah dan tidak mengandung bahan kimia yang dapat
merusak bahan bangunan lainnya.
3. Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal 5 cm padat.
4. Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol
ketebalan dari pasir tersebut.
5. Pasir dibasahi dengan air supaya pasir benar-benar padat dan rata.
6. Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi.

I. PEKERJAAN URUGAN RESAPAN & BAWAH SEPTICTANK

URUGAN RESAPAN
Urugan pasir resapan ini biasanya dilakukan pada pekerjaan pondasi, atau
pekerjaan-pekerjaan bangunan yang berafiliasi eksklusif dengan tanah. Untuk
menerima kualitas urugan pasir yang baik, maka perlu diikuti langkah-lanngkah
sebagai berikut , disertai pola perhitungan kebutuhan bahan, tenaga kerja dan
waktu pelaksanaan :
1. Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir resapan setebal 5 cm padat.
2. Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol
ketebalan dari pasir tersebut
3. Pasir dibasahi dengan air supaya pasir benar-benar padat dan rata
4. Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi

BAWAH SEPTICTANK
Bawah sepictank adalah suatu kolam atau bak bersekat-sekat sehingga terbagi-
bagi dalam beberapa ruang, biasanya terdapat di bawah tanah. Tangki septik
merupakan tempat pembuangan yang dibuat tangki ini dibuat dengan bahan
yang kedap air sehingga air dalam tangki septik tidak dapat meresap ke tanah.
Tangki septik berguna untuk pembuangan kotoran, tinja, dan sebagainya, yang
tidak boleh disalurkan ke saluran pembuangan umum karena kekotorannya,

25
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

dimaksudkan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Dalam


tangki septik, air pembuangan dan bahan padat yang ikut diberi kesempatan
membusuk dan musnah secara alamiah. Air yang keluar karena berlebih
dibuang ke sumur septik yang dapat meneruskannya ke air tanah tanpa
mengganggu kebersihan air tanah. Jika tidak diguyur dengan obat pembasmi
renik, untuk jangka waktu lama, tangki septik tidak perlu dikuras.
1. Menentukan Lokasi Pemasangan
Lokasi penanaman septic tank harus dipilih yang benar-benar tepat.
Meskipun septic tank ini diklaim tidak akan mencemari lingkungan
sehingga sanggup diletakkan berdampingan dengan sumur, tetapi tidak ada
salahnya Anda berjaga-jaga dengan menawarkan jarak tertentu.
Disarankan pasanglah septic tank bio sejauh minimal 10 m dari posisi
sumur. Dengan demikian, Anda tidak perlu waswas lagi atas terjadinya
kemungkinan terburuk. Begitu pula jikalau usia pakai septic tank ini sudah
habis, Anda cukup menggantinya saja tanpa perlu menciptakan ulang
sumur.
2. Membuat Galian Tanah
Septic tank dipasang dengan cara ditanamkan di dalam tanah sehingga
limbah dari kloset yang berada di atas permukaan tanah sanggup meluncur
ke dalamnya. Itu sebabnya, Anda perlu menggali tanah guna menciptakan
lubang sebagai daerah pemasangan septic tank tersebut. Buatlah lubang
seukuran septic tank yang Anda beli dengan kedalaman yang diadaptasi
dengan terusan pipa WC. Kemudian taburkan pasir halus yang dipadatkan
ke dalam lubang tersebut sebagai landasan septic tank biar posisinya rata
dan stabil dengan ketebalan kira-kira 10 cm.
3. Memasang Septic Tank
Setelah lubang tempatnya sudah selesai dibuat, sekarang waktunya Anda
untuk memasukkan septic tank biotech. Letakkan septic tank ke dalam
lubang, kemudian aturlah posisinya sedemikian rupa supaya benar.
Pastikan posisinya rata sesuai ketinggian muka air. Setelah itu, pasang
pipa-pipa sambungan untuk inlet dan outlet yang melengkapi produk septic
tank tersebut.

26
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

J. PEKERJAAN BATU KOSONG BAWAH PONDASI

Pemasangan harus dilakukan pada tebing sungai, lereng timbunan, lereng


galian, dan permukaan lain yang terdiri dari bahan yang mudah tererosi di mana
perlindungan terhadap erosi dikehendaki.

Selain itu Pekerjaan pasangan batu kosong ini dilaksanakan juga pada dasar box
culvert sebelum dilakukan pekerjaan beton fc’ 10 Mpa untuk lantai kerja.
Pekerjaan ini dilakukan secara manual oleh pekerja. Batu belah disusun pada
tanah dasar yang kondisi tanahnya lembek sehingga didapatkan suatu lapisan
yang kokoh dan stabil untuk menahan beban di atasnya.

Batu yang berukuran lebih besar harus diletakkan pada bagian paling bawah
lalu dilanjutkan dengan menyusun batu yang berukuran lebih kecil di atasnya
sampai memenuhi ketebalan/dimensi yang sesuai dalam gambar. Pemasangan
batu kosong harus diupayakan serapat mungkin sehingga tidak banyak terdapat
rongga.

27
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

PELAKSANAAN:
1. Galian harus memenuhi ketentuan dari spesifikasi Galian, termasuk kunci
pada tumit yang diperlukan untuk pasangan batu kosong dan bronjong.
Landasan harus dipasang sesuai dengan Spesifikasi. Seluruh permukaan
yang disiapkan harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum
penempatan pasangan batu kosong atau bronjong.
2. Terkecuali diletakkan untuk membentuk lantai (apron) mendatar, pasangan
batu kosong harus dimulai dengan penempatan lapis pertama dari batu
yang paling besar dalam galian parit di tumit lereng.
3. Batu harus ditempatkan dengan mobil derek (crane) atau dengan tangan
sesuai dengan panjang, tebal dan ke dalaman yang diperlukan. Selanjutnya
batu harus ditempatkan pada lereng sedemikian hingga dimensi yang
paling besar tegak lurus terhadap permukaan lereng, jika tidak maka
dimensi yang demikian akan lebih besar dari tebal dinding yang
disyaratkan.
4. Pembentukan batu tidak diperlukan bilamana batu-batu tersebut telah
bersudut, tetapi pemasangan harus menjamin bahwa struktur dibuat
sepadat mungkin dan batu terbesar berada di bawah permukaan air
tertinggi. Batu yang lebih besar harus juga ditempatkan pada bagian luar
dari permukaan pasangan batu kosong yang telah selesai.
5. Seluruh permukaan batu harus dibersihkan dan dibasahi sampai jenuh
sebelum ditem-patkan. Beton harus diletakkan di atas batu yang telah
dipasang sebelumnya selanjutnya batu yang baru akan diletakkan di
atasnya. Batu harus ditanamkan secara kokoh pada lereng dan dipadatkan
sehingga bersinggungan dengan batu-batu yang berdekatan sampai
membentuk ketebalan pasangan batu kosong yang diperlukan.
6. Celah-celah antar batu dapat diisi sebagian dengan batu baji atau batu-batu
kecil, sedemikian hingga sisa dari rongga-rongga tersebut harus diisi
dengan beton sampai padat dan rapi dengan ketebalan tidak lebih dari 10
mm dari permukaan batu-batu tersebut.
7. Lubang sulingan (weep holes) harus dibuat sesuai dengan yang
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
8. Pekerjaan ini harus dilengkapi peneduh dan dilembabi selama tidak kurang
dari 3 hari setelah selesai dikerjakan.

28
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

9. Pekerjaan pasangan batu kosong ini dilaksanakan pada dasar box culvert
sebelum dilakukan pekerjaan beton fc’ 10 Mpa untuk lantai kerja.
10. Pekerjaan ini dilakukan secara manual oleh pekerja.
11. Batu belah disusun pada tanah dasar yang kondisi tanahnya lembek
sehingga didapatkan suatu lapisan yang kokoh dan stabil untuk menahan
beban di atasnya.
12. Batu yang berukuran lebih besar harus diletakkan pada bagian paling
bawah lalu dilanjutkan dengan menyusun batu yang berukuran lebih kecil
di atasnya sampai memenuhi ketebalan/dimensi yang sesuai dalam
gambar. Pemasangan batu kosong harus diupayakan serapat mungkin
sehingga tidak banyak terdapat rongga.

Batu untuk pasangan batu kosong harus terdiri dari batu yang keras dan awet
dengan sifat sebagai berikut:
1. Keausan agregat dengan mesin Los Angeles harus kurang dari 40%.
2. Berat jenis kering lebih besar dari 2,3.
3. Penyerapan air tidak lebih dari 4%.
4. Kekekalan bentuk agregat terhadap natrium sulfat atau magnesium sulfat
dalam pengujian 5 siklus kehilangannya harus kurang dari 10%.
5. Batu untuk pasangan batu kosong haruslah bersudut tajam, memiliki
dimensi minimum 200 mm. Direksi pekerjaan dapat memerintahkan batu
yang ukurannya yang lebih besar jika kecepatan aliran sungai cukup tinggi.

29
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

K. PEKERJAAN PASANGAN PONDASI BATU KALI

Batu kali adalah bongkahan batu yang umumnya ukurannya tidak beraturan
yang didapatkan dari sungai ataupun gunung.
Batu kali merupakan salah satu bahan bangunan yang penting untuk
membangun rumah/bangunan, yaitu sebagai pembuatan fondasi
rumah/bangunan. Batu kali dipasang bersama mortar (campuran semen, pasir,
dan air) sebagai konstruksi awal pembuatan dinding rumah.
Batu kali juga merupakan bahan bangunan yang tahan terhadap kondisi
lingkungan seperti hujan dan panas, sehingga sampai saat ini penggunaannya
sebagai fondasi rumah masih belum tergantikan dengan bahan buatan.

JENIS

1. Batu kali bulat


Batu kali bulat adalah batuan alami yang bentuknya bulat tidak beraturan
yang biasanya didapat kan dari sungai. Bahan bangunan ini cukup keras
dan tahan terhadap cuaca namun mortar kurang mengikat/menempel kuat
karena tekstur permukaannya halus.

2. Batu kali belah


Batu kali belah adalah batuan alami yang bentuknya besar lalu dihancurkan
menjadi ukuran sekitar 30-40 cm yang biasanya didapatkan dari gunung
atau perbukitan, namun terkadang ada juga yang didapatkan dari sungai.
Batu kali jenis ini merupakan bahan bangunan yang paling baik untuk
pembuatan fondasi karena selain bahan ini keras, tekstur permukaannya
pun cukup kasar karena hasil pemecahannya sehingga mortar
mengikat/menempel dengan kuat.

30
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

L. PEKERJAAN URUGAN TANAH KEMBALI PONDASI POER

Pekerjaan Urugan Kembali adalah:


Mengurug dan menimbun kembali bekas galian atau lainnya pada lokasi yang
ditentukan sesuai dengan yang tercantum dalam Gambar. Pekerjaan ini
sepenuhnya akan kami laksanakan dengan menggunakan Tenaga Kerja yaitu :
Pekerjan dan Mandor dengan menggunakan alat bantu yang diperlukan. Dalam
pelaksanaan pekerjaan ini, bentuk dan mutu pekerjaan harus betul-betul tepat
dan baik. Agar pekerjaan ini dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat
waktu, kami akan melaksanakannya dengan urutan-urutan kerja sebagai
berikut:

1. Pertama-tama yang akan kami lakukan adalah menyiapkan tenaga kerja,


bahan dan peralatan yang akan digunakan selama pelaksanaan pekerjaan
ini berlangsung. Jumlah, jenis dan mutu yang akan kami siapkan kami akan
selalu mengacu kepada Spesifikasi Teknik yang dipersyaratkan.
2. Melaksanakan pekerjaan penimbunan kembali pada lokasi yang telah
ditentukan dan dengan melakukan pemadatan dengan menggunakan alat
yang telah ditentukan.
3. Urugan tanah dihampar dan diratakan dengan tenaga manual hinggan
membentuk ukuran yang sudah ditentukan, sesuai mal yang dibikin
disiram dan dipadatkan dengan alat perata manual, Sistem pemadatan
dilakukan perlapis min per 10-20cm urugan.Timbunan dari bekas galian
diambil dari stockpile (timbunan tanah acak/random fil), dilaksanakan
untuk timbunan mengisi ruang antara bidang ’timbunan filter’ dan tanggul
penutup, kantung lumpur dan, lain-lain.

31
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

M. PEKERJAAN URUGAN TANAH KEMBALI PONDASI GARIS

PEKERJAAN URUGAN TANAH KEMBALI


Pekerjaan Urugan Kembali adalah Mengurug dan menimbun kembali bekas
galian atau lainnya pada lokasi yang ditentukan. Agar pekerjaan ini dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat waktu, akan dilaksanakannya dengan
urutan-urutan kerja sebagai berikut :
1. Pertama-tama yang akan kami lakukan adalah menyiapkan tenaga kerja,
bahan dan peralatan yang akan digunakan selama pelaksanaan pekerjaan
ini berlangsung. Jumlah, jenis dan mutu yang akan kami siapkan kami akan
selalu mengacu kepada Spesifikasi Teknik yang dipersyaratkan.
2. Melaksanakan pekerjaan penimbunan kembali pada lokasi yang telah
ditentukan dan dengan melakukan pemadatan dengan menggunakan alat
yang telah ditentukan.
3. Urugan tanah dihampar dan diratakan dengan tenaga manual hinggan
membentuk ukuran yang sudah ditentukan, sesuai mal yang dibikin
disiram dan dipadatkan dengan alat perata manual, Sistem pemadatan
dilakukan perlapis min per 10-20cm urugan.Timbunan dari bekas galian
diambil dari stockpile (timbunan tanah acak/random fil), dilaksanakan
untuk timbunan mengisi ruang antara bidang ’timbunan filter’ dan tanggul
penutup, kantung lumpur dan, lain-lain.
4. Pekerjaan timbunan dilaksanakan juga bagian bangunan yang sudah
dikerjakan (pasangan batu atau beton) sudah cukup usia dan cukup kuat
terhadap gangguan akibat pekerjaan penimbunan dan pemadatan, atas
persetujuan Direksi. Pekerjaan timbunan dilaksanakan layer per layer dan
dipadatkan. Ketebalan tiap layer maksimal adalah 0.20 m. Alat pemadat
yang dipergunakan adalah hand stamper. Hand stamper dipergunakan pada
bagian perbatasan antara bidang timbunan dan bidang struktur.
5. Bila kadar air material ditempat pengambilan lebih rendah dari kadar air
optimum, maka harus dilakukan pembasahan material timbunan dilokasi
pengambilan atau tempat dimana material timbunan dihampar sebelum
dipadatkan. Pemadatan harus menggunakan hand stamping atau peralatan
lain yang disetujui Direksi sehingga menghasilkan kepadatan 90 % . Hasil

32
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

akhir pekerjaan timbunan untuk urugan diatas tanah asli harus rapat air,dan
tidak boleh ada rembesan sesudah diisi dengan debit maksimum.
6. Apabila pekerjaan pemadatan timbunan sudah selesai maka harus diikuti
dengan pembentukan dan perapihan timbunan sesuai garis rencana
(Pondasi garis) atau sesuai dengan perintah Direksi.

PROSES PELAKSANAAN
1. Material diangkut/ditimbun kelokasi timbunan menggunakan tenaga
manual. Material hasil galian yang oleh Direksi dinyatakan tidak layak,
tidak akan digunakan dan disingkirkan dari lokasi timbunan
Penghamparan/Penimbunan digunakan perlapis/perlayer dengan ketentuan
min 20 cm tebal lapisan timbunan.
2. Dilanjutkan dengan menyiramkan air dengan mesin pompa air
disemburkan secara sporadis ke area timbunan sampai tingkat kekedapan
sesuai permintaan direksi. Setelah dinyatakan cukup kering/air sudah
benar-benar meresap diadakan pemadatan menggunakan hand stamper.
3. Proses pemadatan dilakukan secara roll back baik dengan arah vertikal atau
horizontal bidang timbunan min sistem roll back (bolak-balik) Dilanjutkan
ke lapisan berikutnya dengan sistem yang sama, apa bila hasil timbunan
setiap layernya terdapat penurunan timbunan yang menurut direksi
kurang/cacat, maka akan ditimbun dan dipadatkn kembali.
4. Jumlah material timbunan kembali ternyata kurang untuk menimbun maka
kontraktor pelaksana akan mengadakan bahan timbunan yang sesuai
spesifikasi teknis yang biayanya akan ditanggung oleh kontraktor
pelaksana.

33
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

N. PEKERJAAN URUGAN TANAH KEMBALI SEPTICTANK

1. Pekerjaan Persiapan
2. Menentukan lokasi pemasangan
3. Pembersihan Lokasi Pekerjaan
4. Memasang bowplank/benang untuk acuan kesikuan dan tegak lurus
dinding bangunan septictank.
5. Buatlah lubang galian septictank karena septictank dipasang dengan cara
ditanamkan di dalam tanah sehingga limbah dari kloset yang berada di atas
permukaan tanah bisa meluncur ke dalamnya. Itu sebabnya, Anda perlu
menggali tanah guna membuat lubang sebagai tempat pemasangan septic
tank tersebut. Buatlah lubang seukuran septic tank yang Anda beli dengan
kedalaman yang disesuaikan dengan saluran pipa WC.
6. Kemudian taburkan/hamparkan tanah yang dipadatkan ke dalam lubang
tersebut sebagai landasan septic tank biar posisinya rata dan stabil dengan
ketebalan kira-kira 10 cm.
7. Dilanjutkan dengan pemasangan dinding bata dan pemlesteran sampai
bentuk kotak sesuai ukuran yang diinginkan dengan sekat dinding
ditengahnya, ingat ada lobang penghubung dibagian bawah dimaksudkan
untuk transfer kotoran/tinja yang sudah hancur atau cair ke bilik kedua.
8. Pada dinding bata selain ada lobang transfer dibagian sekat dinding bawah,
septictank yang dibuat juga masih ada 4 lubang lagi. Satu lubang masuk
tinja, satu lubang kecil pembuang gas, satu lubang besar diatas untuk
penyedotan/pengurasan septicktank jika penuh dan terakhir lubang
pembuangan lelehan air jika septictank penuh air (jika air sudah meleleh
lewat lubang ini, septictank saatnya di sedot)
9. Terakhir adalah membuat penutup septictank dengan di cor beton, sebelum
proses penutupan septictank hal yang paling penting adalah membuat filter
resapan air tinja atau kotoran dengan beberapa lapis batuan dan ijuk dari
pohon aren, bahan – bahan tersebut dapat dengan mudah kita temukan di
toko bangunan.

34
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

O. PEKERJAAN GALIAN TANAH SALURAN KELILING BANGUNAN

1. Pekerjaan Persiapan
2. Pembersihan Lokasi Pekerjaan
3. Menentukan kedalaman galian serta lebar galian
4. Galian Biasa adalah penggalian tanah dengan menggunakan tenaga manusi
atau alat berat seperi Excavator PC 100 / PC 200 (tergantung kebutuhan).
Penyedia jasa harus melakukan penggalian ini dengan mengikuti gambar
rencana.
5. Biasanya pada saluran irigasi jenis saluran yang digunakan adalah saluran
sekunder
a) Metode manual menggunakan tenaga manusia dengan bantuan alat
pertukangan seperti cangkul dan sekop
b) Metode penggalian saluran sekunder
• Dipasang profil pada jarak setiap 25 meter, sehingga operator
memiliki berat yang diperlukan untuk penggalian saluran
• Suku cadang stock yang dibuat khusus yang bergerak cepat, di
antara selang hidrolik lainnya
• Diadakan pengecekan ketinggian dan hasil kerja setiap jarak 5
meter, sehinga jika terjadi kesalahan dapat diperbaiki langsung

Conto Metode Galian Sekunder

6. Galian tanah biasa yang tidak dapat dipakai sebagai bahan urugan harus
dibuang ke luar areal kerja
7. Material dari hasil galian yang akan digunakan sebagai bahan urugan harus
mendapat persetujuan dari direksi.

35
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

8. Setiap material yang berlebih untuk kebutuhan bahan urugan tersebut harus
dibuan oleh penyedia jasa ke lokasi yang ditentukan oleh direksi.
9. Penyedia Jasa harus bertanggungjawab untuk seluruh pengaturan,
perolehan ijin untuk pembuangan material dari pemilik tanah dimana
pembuangan dilakukan.
10. Penyedia jasa dalam melaksanakan pekerjaan galian harus diusahakan
cukup aman dari longsoran terlebih pada tempat alat berat berpijak.
11. Apabila pekerjaan selesai maka penyedia jasa harus memberitahukan
kepada direksi untuk pemeriksaan.

36
Teknik Sipil 2018
Universitas Muslim Indonesia

P. PEKERJAAN URUGAN KERIKIL BAK KONTROL SALURAN

1. Pekerjaan Persiapan
2. Menentukan titik mana yang akan dibuatkan bak kontrol
3. Pembersihan Lokasi Pekerjaan
4. Besi berfungsi sebagai tiang pondasi pada bak kontrol agar lebih kuat dan
tahan lama, setalah pondasi besi sudah terpasang lanjut ke pemasangan
5. Bisa Pakai Bata Merah / Batako untuk menjadi dinding pada bak kontrol,
panjang, lebar, & tinggi sesuai dengan saluran yang akan terhubung ke bak
kontrol. tetapi posisi bak kontrol harus lebih besar dari saluran air.
6. Setelah dinding terpasang maka lakukan lah perapihan pada dinding bak
kontrol agar terlihat lebih rapi dan buat tutup bak kontrol nya juga jika
suatu saat bermasalah pada saluran air sangat lah mudah untuk mengecek
nya

Q. PEKERJAAN URUGAN KERIKIL RESAPAN SEPTICTANK

1. Resapan yang dimaksud di sini adalah memasukkan air limbah ke dalam


tanah
2. Air yang akan dimasukkan ke dalam resapan adalah air buangan dari
septictank
3. Resapan hanya dapat berfungsi dengan baik di daerah yang mempunyai
lapisan tanah kasar, maka bidang resapan harus berada di lapisan pasir
kasar

37