Anda di halaman 1dari 189

777D PRODUCT FAMILIARIZATION

PT Trakindo Utama
Training Center Cileungsi

Next Step Ahead for Human Resources Development


Buku Pegangan Siswa

Training Center Cileungsi

Jl. Raya Narogong KM. 19 Cileungsi - Bogor 16820


Phone: +6221 8233361
Fax: +6221 8233360

ii
iiii
Data Pemilik Buku

Nama :
Perusahaan :
Bagian :
Tanggal Pelatihan :
Instruktur :

iiiiii
iviv
777D PRODUCT FAMILIARIZATION

DAFTAR ISI

TOPIK 1: PENDAHULUAN 1
Informasi Umum 2
Perawatan 6
Ruang Operator 40
Caterpillar Monitoring System 46

TOPIK 2: 3508B EUI ENGINE 65

TOPIK 3: POWERTRAIN 101

TOPIK 4: SISTEM STEERING 127

TOPIK 5: SISTEM HOIST 135

TOPIK 6: SISTEM UDARA DAN REM 143

TOPIK 7: CATERPILLAR ELECTRONIC TECHNICIAN 163


Menggunakan Layar ET 163
Mengelola dan Mencetak File 174

Training Center Cileungsi v


777D PRODUCT FAMILIARIZATION

Training Center Cileungsi vi


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

TOPIK 1
PENDAHULUAN

Buku ini akan membahas mengenai nama-nama, lokasi dan kegunaan umum komponen-
komponen utama pada Off Highway Truck 777D.

Semua informasi yang terdapat pada buku ini diharapkan dapat membantu tehnisi dalam
mengenal nama-nama. Lokasi dan fungsi setiap komponen utama pada machine.

Training Center Cileungsi 1


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Informasi Umum

Fuel tank
Fuel tank pada 777D Truck terletak pada sisi kanan truck.

Pilihan penggunaan rem depan (front brake)


Pada truck 777D standar dilengkapi dengan front caliper disc brake (rem depan berbentuk
disk caliper). Truck ini dapat pula dilengkapi dengan oil colled disk brake (rem depan
berpendingin oli.

Spesifikasi umum
Beberapa spesifikasi pada 777D Truck adalah:
• Serial Number: AGC, sebelumnya 3PR
• Berat kosong: 80.160 kg (176.722 lbs)
• Kapasitas angkut: 90,9 metric tons (100 tons)
• Berat machine kosong [Gross Machine Weight (GMW)]: 161.028 kg (355.000 lbs)
• Panjang: 9,78 m (32,1 ft)
• Lebar: 5,53 m (18,2 ft)
• Tinggi: 5,00 m (16,4 ft)
• Tinggi dump saat body naik: 9,95 m (32,7 ft)
• Kecepatan maksimum machine pada rpm engine 1900: 63,7 km/h (39,5 mph)

Training Center Cileungsi 2


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Hydraulic tank mencakup


• Hoist, brake dan torque converter hydraulic tank
• Transmission hydraulic tank

Pada gambar di atas terlihat sisi kiri dari 777D Truck. Terlihat hydraulic tank. Hydraulic tank
terdiri dari dua bagian yang terpisah yaitu bagian depan untuk hoist, brake dan torque
converter dan belakang untuk transmission.

Service/retarder air tank, front brake master cylinder dan brake make up tank
Service retarder air tank, front brake master cylinder, dan brake oil make up tank berada di
atas hydraulic tank.

Transmission/Chassis Electronic Control System


Generasi kedua pada Electronic Programmable Transmission Control (EPTC II) telah diganti
dengan Transmission/Chassis Electronic Control Module (ECM) yang bekerja sama seperti
EPTC II ditambah dengan hoist dan beberapa fungsi.

Brake Electronic Control System


Automatic Retarder Control (ARC) dan Traction Control System (TCS) control module telah
diganti dengan satu brake system ECM. Brake system ECM mengontrol kedua fungsi ARC
dan TCS. TCS kini terhubung melalui CAT DATA Link dan Electronic Technician (ET)
service tool bisa digunakan untuk mendiagnosa TCS.

Training Center Cileungsi 3


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Folded-core radiator

Terlihat gambar depan 777D Truck. 777D Truck menggunakan folded-core radiator. Folded-
core radiator menyediakan kemudahan dalam perbaikan atau penggantian masing-masing
core.

Training Center Cileungsi 4


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Tersedia dua jenis dump body yang dapat digunakan pada machine ini yaitu:
• 120 flat floor mmberikan keseragaman dumping, penyimpanan muatan yang baik dan
gravitasi tengah yang rendah.
• Dual-slope dengan “V” bottom main floor untuk mengurangi kejutan saat loading,
memusatkan muatan ditengah dan mengurangi tumpahan.

Rear suspension cylinder


Rear suspension cylinder (silinder suspensi belakang) meredam kejutan dan puntiran yang
dapat dirasakan oleh main frame.

Training Center Cileungsi 5


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

PERAWATAN

Bacalah Operation and Maintenance Manual

Sebelum mengoperasikan machine, bacalah Operation and Maintenance Manual (Buku


Petunjuk Pengoperasian dan Perawatan) dengan seksama untuk informasi yang
berhubungan dengan keselamatan, perawatan dan cara pengoperasian.

Tanda-tanda peringatan keselamatan tersedia pada manual dan pada machine. Pastikan
anda mengerti semua simbol-simbol sebelum mengoperasikan machine.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan pemeriksaan keliling (walk around
inspection). Lihat daerah di sekeliling truck, periksa apakah terdapat baut-baut yang kendor
dan hilang, periksa kotoran pada radiator, periksa kebocoran fuel atau oli. Juga periksa jika
ada indikasi retak pada daerah-daerah yang sering mengalami stress seperti yang ditunjuk-
kan pada Operation and Maintenance Manual.

Training Center Cileungsi 6


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Perawatan 10 jam atau harian

Ada beberapa item yang harus diperiksa setiap 10 jam atau harian dengan rutin yaitu:
• Periksa dari baut-baut yang kendor • Level cairan untuk windshield
atau hilang, kebocoran fuel atau washer
oli, kotoran pada radiator, dan • Back-up alarm
keretakkan pada frame dan body • Seat belt
pad • Suspension cylinder
• Kondisi dan tekanan pada ban • Level fuel dan kelembaban
• Nut untuk wheel • Oli hoist, converter dan brake
• Primary fuel filter • Kelembaban tanki udara
• Breather pada rear axle • Radiator
• Oli transmisi • Ether cylinder
• Brake cylinder dan breather • Engine crankcase oil
• Fan belt • Air filter dan precleaner
• Oli steering • Filter udara cabin
• Battery • Scondary steering
• Brake

Training Center Cileungsi 7


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

1. Front wheel bearing magnetic inspection plug


• Periksa secara rutin tiap seminggu sekali

Level oli pada front wheel bearing dapat diperiksa dengan cara membuka plug (1) yang
berada di tengah wheel bearing cover. Level oli harus rata dengan bagian bawah lubang
plug. Lakukan pemeriksaan fill plug dari partikel logam secara mingguan.

2. Front wheel bearing drain plug

Jika terdapat partikel logam ditemukan, lepas wheel cover dan periksa bearing dari keausan.
Oli dapat di-drain dengan membuka drain plug (2)

Penggantian interval oli untuk front wheel bearing adalah setiap 500 jam.

Gunakan hanya oil TDTO


Gunakan hanya Transmission Drive Train Oil (TDTO) dengan spesifikasi (TO-4) atau yang
terbaru. TDTO TO-4 memberikan peningkatan kemampuan dalam pelumasan bearing.

Tekanan ban
Periksa tekanan ban. Mengoperasikan Truck dengan tekanan ban yang salah dapat
menimbulkan kenaikan temperatur di dalam ban dan mempercepat keausan ban.

CATATAN:
Hati-hati dengan adanya kandungan oli saat melakukan inspeksi, maintenance,
testing, adjusting dan perbaikan pada machine. Siapkan tempat penampungan oli
sebelum membuka suatu komponen yang terkandung oli di dalamnya. Lihat pada
”Tools and Shop Products Guide” (form NENG2500) untuk peralatan penanganan dan
penampungan fluida pada machine Caterpillar. Tangani permasalahan oli sesuai
dengan peraturan setempat.

Training Center Cileungsi 8


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Front suspension cylinder charge

Periksa front cylinder suspension dari kebocoran atau kerusakan. Periksa kondisi pengisian
dari front suspension cylinder saat Truck kosong dan berada di tempat yang rata. Ukur
ketinggian pengisian dari suspension cylinder dan bandingkan ukurannya dengan ukuran
pada saat pengisian terakhir. Lakukan pengisian ulang dengan oli dan nitrogen jika
diperlukan.

• Grease outlet fitting


• Grease supply fitting (panah)

Grease outlet fitting berada pasa salah satu sisi dari masing-masing front suspension
cylinder. Grease supply fitting (panah) berada di bagian yang berlawanan dengan grease
outlet fitting pada suspension cylinder. Jangan memasang grease outlet fitting pada lokasi
grease fill. Memasang grease outlet fitting pada lokasi grease fill akan membuat pelumasan
cylinder tidak benar.

Pastikan grease mengalir keluar dari outlet fitting


Pastikan grease mengalir keluar dari outlet fitting untuk meyakinkan jika suspension cylinder
telah terlumasi dan tidak kelebihan tekanan karena penyumbatan pada outlet fitting.

Training Center Cileungsi 9


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

1. Brake lining
• Inspeksi dari keausan

Inspeksi brake lining (1) dari keausan. Ketebalan brake lining (tidak termasuk carrier) tidak
boleh kurang dari 3,15 mm (0,125).ukur kedua lining karena salah satu lining bisa
mengalami keausan yang lebih banyak dari lainya.

2. Brake carrier guide pin


• Inspeksi celah

3. Brake disc

Celah antara brake carrier guide pin (2) dan brake disc (3) tidak boleh kurang dari 1,5 mm
(0,06 ± 0,02 in).

Training Center Cileungsi 10


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

10

1. Primary fuel filter (screen)

Primary fuel filter (screen) (1) berada di bagian engine sebelah kanan. Inspeksi kondisi
screen secara rutin. Kebutuan pada screen dapat menyebabkan engine low power atau tidak
bisa start.

2. Engine oil level low switch

Engine oil level switch (2) memberikan input signal ke Engine ECM. Engine ECM
memberikan input signal ke Caterpillar Monitoring System, dimana akan memperingatkan
operator jika oil level low dan tidak aman untuk mengoperasikan Truck. Mengoperasikan
Truck dengan low engine oil dapat menyebabkan kerusakan engine. Pesan ENGINE OIL
LEVEL LOW termasuk kategori peringatan 2 atau 3.

Training Center Cileungsi 11


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

11

Jaket water coolant S.O.S tap

Contoh jaket water coolant dapat diambil pada Schedule Oil Sampling (S.O.S) coolant
analysis tap (panah). Tap berada di belakang jaket water pump di sebelah kanan engine.

Training Center Cileungsi 12


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

12

1. Transmission charging filter

Transmission charging system berada di belakang ban sebelah kanan depan (1).

2. Transmission oil S.O.S tap

Transmission oil sample dapat diambil pada Schedule Oil Sampling (S.O.S) tap (2).

3. Transmission oil filter bypass switch

Oil filter bypass switch (3) berada di atas filter. Oil filter bypass switch memberikan input
signal ke Caterpilar Monitoring System, dimana akan memperingatkan operator jika filter
tersumbat.

Training Center Cileungsi 13


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

13

Fuel tank

Fuel tank berada di sebelah kanan Truck

1. Fuel level sight gauge

Fuel level sight gauge (1) digunakan untuk memeriksa level fuel saat melakukan inspeksi
keliling.

• Fuel level sender

Fuel level sender berada di fuel level sight gauge. Fuel level sender memberikan input signal
ke Caterpillar Monitoring System, dimana akan memberitahu operator status fuel level.

2. Condensation drain valve

Buka drain valve (2) untuk membuang kondensasi dari fuel tank.

3. Fuel tank breather


4. Fuel cap vent

Inspeksi kondisi fuel tank breather (3) dan fuel cap vent (4) secara rutin.

5. Quick service fuel fill connector

Fuel bisa ditambahkan melalui quick service fuel fill connector (5).

Training Center Cileungsi 14


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Informasi fuel

Prosentase kandungan sulfur di dalam fuel akan mempengaruhi anjuran penggunaan engine
oil. Di bawah ini beberapa anjuran penggunaan oli terhadap sulfur pada fuel:

1. Gunakan API CH-4 performance oil


2. Fuel dengan sulfur di bawah 0.5%, beberapa API CH-4 oil memiliki cukup Total Base
Number (TBN) untuk acid netralization.
3. Untuk fuel dengan sulfur di atas 0,5%, TBN oli baru harus minimum 10 kali fuel sulfur.
4. Saat 10 kali fuel sulfur melebihi TBN oli, percepat waktu penggantian oli ½ dari waktu
penggantian normal.

Training Center Cileungsi 15


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

14

Rear brake cylinder

Pada gambar terlihat rear brake cylinder. Rear brake cylinder berada di sebelah kanan
bagian dalam frame dekat transmission group. Front brake cylinder berada di balik hydraulic
tank group.

1. Brake cylinder breather

Inspeksi kondisi breather (1) pada brake cylinder. Oli tidak boleh bocor dari breather. Jika oli
bocor dari breather mengindikasikan kalau oil piston seal pada brake cylinder perlu diganti.
Jika terdapat udara yang mengalir keluar dari breather saat melakukan pengereman
mengindikasikan brake cylinder air piston seal perlu diganti.

2. Brake over stroke switch

Jika terdapat udara di dalam system atau kekurangan oli dari cylinder, piston pada cylinder
akan overstroke dan menyebabkan indicator rod memanjang dan membuka kontak brake
overstroke switch (2). Switch memberikan input signal ke Caterpillar Monitoring System,
dimana akan memberitahu operator tentang kondisi service/retarder brake oil circuit. Jika
terjadi overstroke, problem harus diperbaiki dan indicator rod harus di tekan ke dalam untuk
mematikan warning.

CATATAN: Front brake cylinder tidak memiliki overstroke switch.

Training Center Cileungsi 16


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

15

Final drive

1. Final drive magnetic inspection plug

Rear axle dilengkapi dengan planetary-type final drive. Putar final drive sampai posisi cover
dan plu seperti pada gambar (15). Level oli final drive di periksa dan diisi dengan cara
membuka magnetic plug (1). Oli harus se-level dengan bagian bawah dari lubang plug. Isi
rear axle housing dengan oil sebelum mengisi oli final drive. Perlu waktu agar oli dapat
mengalir ke seluruh bagian final drive. Kurang lebih selama 20 menit dengan oli dingin.

2. Drain plug

Oli dapat di-drain dengan cara membuka drain plug (2).

• Periksa magnetic plug dari logam


™ Periksa secara mingguan

Magnetic plug seharusnya dibuka dan diperiksa secara mingguan dari partikel logam. Pada
beberapa kondisi, pemeriksaan magnetic plug adalah satu-satunya cara untuk
mengidentifikasi problem yang kemungkinan terjadi.

• Gunakan hanya oli TDTO

Gunakan hanya Transmission Drive Train Oil (TDTO) dengan spesifikasi TO-4 atau yang
terbaru. TDTO TO-4 oil menyediakan:
o Kemampuan penahan gesekan dengan maksimum untuk gear.
o Meningkatkan kemampuan pelumasan untuk bearing.

Jika terjadi kerusakan, lakukan flushing semua bagian axle setelah melakukan perbaikan.

Training Center Cileungsi 17


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

PERHATIAN
Rear axle mengunakan oli yang sama untuk differential dan kedua final drive. Jika final
drive atau differentian mengalami kerusakan, komponen final drive yang lain juga
harus diperiksa dari kontaminasi dan harus di-flushing. Jika ada bagian yang tidak ter-
flushing setelah terjadi kerusakan kemungkinan kerusakan yang sama akan terulang
lagi dalam waktu yang singkat.

Training Center Cileungsi 18


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

16

1. Differential magnetic inspection plug

Periksa level oli differential dengan cara membuka magnetic inspection plug (1). Oli harus
se-level dengan bagian bawah dari pembukaan fill plug.

• Rear suspension cylinder

Inspeksi rear suspension cylinder dari bocor atau kerusakan struktur. Periksa kondisi
pengisian pada rear suspension saat Truck kosong dan berada di tempat yang rata. Ukur
ketinggian pengisian suspension cylinder, dan bandingkan dengan ukuran pada saat
melakukan pengisian terakhir. Lakukan pengisian ulang jika diperlukan.

2. Rear axle breather

Periksa kondisi rear axle breather (2) secara rutin. Breather mencegah kenaikan tekanan di
dalam axle housing.
Kelebihan tekanan di dalam axle housing dapat menyebabkan brake cooling oil bocor
melalui Duo-Cone seal pada wheel brake assembly.

Training Center Cileungsi 19


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

17

Body up retaining pins (panah)

Body up retaining pin (panah) terletak di bagian bawah belang dump body. Jika ingin
melakukan suatu pekerjaan dengan dump body di atas, body up retaining pin harus
dipasang pada lobang yang menghubungkan antara body dengan frame untuk menahan
body agar tetap di atas.

PERINGATAN

Jarak antara body dengan frame adalah nol saat dump body turun. Kesalahan dalam
pemasangan body up pin dapat menyebabkan cedera atau kematian pada personel
yang bekerja di area tersebut.

Training Center Cileungsi 20


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

18

1. Transmission hydraulic tank

Pada gambar (18) terlihat hydraulic tank (1).

2. Hoist, converter dan brake hydraulic tank

Hoist, converter dan brake hydraulic tank (2). Kedua tank dilengkapi dengan oil level sight
gauge.

Level oli pada kedua tank harus terlebih dulu diperiksa dengan oli keadaan dingin dan
engine mati. Level harus diperiksa kembali dengan oli keadaan panas dan engine running.

3. Lower sight gauge untuk level oli dengan cylinder posisi raise

Lower sight gauge (3) pada hoist, converter dan brake hydraulic tank dapat digunakan untuk
mengisi tanki saat hoist cylinder pada posisi RAISED. Saat hoist cylinder turun, level oli
hydraulic akan bertambah. Setelah hoist cylinder turun, periksa level oli hydraulic tank pada
upper sight gauge.

4. Hoist, converter dan brake tank breather


5. Transmission tank breather

Periksa breather pada hydraulic tank (4) dan pada transmission oil tank (5) dari kebuntuan.

• Periksa hydraulic tank dan cap

Periksa kondisi dari kedua hydraulic tank fill cap vent secara berkala.

Training Center Cileungsi 21


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

6. Service/retarder brake air tank drain valve

Service/retarder brake air tank berada di atas hydraulic tank. Drain kelembaban dari tanki
setiap hari melalui drain valve (6).

Prosedur mengisi tanki

Saat mengisi hydraulic tank setelah mengganti oli, isilah tanki sampai tanda FULL COLD
pada sight gauge. Aktifkan engine manual shutdown switch (lihat Gambar 23) sehingga
engine tidak akan hidup. Crank engine selama 15 detik. Level oli akan turun karena mengisi
ke dalam system. Tambahkan lagi oli pada tanki untuk menaikan level pada tanda FULL
COLD. Crank lagi engine selama 15 detik. Ulangi langkah ini sampai level oli stabil pada
tanda FULL COLD.

Matikan engine manual shutdown switch dan hidupkan engine. Panaskan hydraulic oil.
Tambahkan oli pada tanki sampai mencapai tanda FULL WARM.

Gunakan hanya oli TDTO

Pada kedua tanki, gunakan hanya Transmission Drive Train Oil (TDTO) dengan spesifikasi
TO-4 atau yang terbaru.

TDTO TO-4 oil:


• Memberikan kemampuan mengatasi gesekan yang dibutuhkan oleh clutch disc pada
transmission, torque converter dan brake.
• Menaikan rimpull karena mengurangi slip
• Menaikan kemampuan pengereman dengan mengurangi slip
• Mengontrol getaran pengereman
• Menyediakan kemampuan mengatasi gesekan secara maksimal pada gear.

PERHATIAN

Kesalahan dalam melakukan pengisian pada hydraulic tank setelah megganti oli dapat
menimbulkan kerusakan komponen.

Training Center Cileungsi 22


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

19

1. Parking brake release filter


2. Torque converter charging filter

Yang berada di depan hydraulic tank adalah parking brake release filter (1) dan torque
converter charging filter (2).

3. Hoist, converter dan brake oil S.O.S tap

Hoist, converter dan brake oil sample dapat diambil melalui Schedule Oil Sampling (S.O.S)
tap (3).

4. Air dryer

Air dryer (4) berada di balik ban kiri depan. Periksa dari percikan oli di sekitar air dryer.
Percikan oli bisa mengindikasikan kalau terjadi proble pada air compressor.

Training Center Cileungsi 23


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

20

Engine oil filter

1. Engine oil pressure sensor


Engine oil filter berada di sebelah kiri engine. Engine lubrication system delengkapi
dengan dua oil pressure sensor (1). Sensor berada pada masing-masing ujung filter
base. Salah satu sensor mengukur tekanan oli sebelum filter. Dan yang lainya mengukur
tekanan oil setelah filter (terlihat pada Gambar). Sensor memberikan input signal ke
engine ECM. ECM memberikan input signal ke Caterpillar Monitoring Sytem, dimana
akan menginformasikan operator tekanan oli engine. Bersama, sensor ini
menginformasikan operator jika engine oil filter tersumbat.

2. Trapped engine oil drain


Oil filter base juga memiliki fitting (2) yang dapat digunakan untuk men-drain engine oil
yang terjebak di atas filter. Jangan mengisi oli melalui fitting ini karena oli yang tidak
tersaring akan masuk ke engine. Kontaminasi akan menimbulkan penyebab kerusakan
pada engine.

3. Aftercooler coolant S.O.S tap


Aftercooler coolant sample dapat diambil melalui Schedule Oil Sampling (S.O.S) coolant
analysis tap (3). Tap berada di balik aftercooler water pump pada sebelah kiri depan
engine.

PERHATIAN
Saat mengganti engine oil filter, drain engine oil yang terjebak di atas oil filter melalui
fitting (2) untuk mencegah tumpahan oli. Oli yang diisi melalui fitting akan langsung
masuk ke galery tanpa melalui oil filter. Menambahkan oli ke dalam engine melalui
fitting akan memberikan kontaminasi ke dalam system dan mengakibatkan kerusakan
engine.

Training Center Cileungsi 24


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

21

1. Engine oil S.O.S tap

Engine oil sample dapat diambil melalui Schedule Oil Sampling (S.O.S) tap (1) yang berada
di depan oil filter base.

2. Engine oil pressure sensor

Pada Gambar juga terlihat engine oil pressure sensor (2) yang mengukur engine oil pressure
sebelum filter.

Training Center Cileungsi 25


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

22

Secondary fuel filter

1. Fuel priming pump

Scondary fuel filter dan fuel priming pump (1) berada di atas engine oil filter di sebelah kiri
engine. Fuel priming pump digunakan untuk mengisi filter setelah penggantian.

2. Fuel filter bypass switch

Fuel filter bypass switch (2) berada di filter base. Bypass switch memberikan input signal ke
engine ECM. Engine ECM mengirimkan signal ke Caterpillar Monitoring System, dimana
yang akan menginformasikan operator jika filter tersumbat.

CATATAN: Jika fuel system memerlukan priming, kemungkinan perlu mem-block fuel
return line saat melakukan priming untuk mendorong fuel ke injector.

Training Center Cileungsi 26


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

23

Manual engine shutdown switch (panah)

Sebelum naik ke atas truck, pastikan manual engine shutdown switch posisi ON. Jika perlu,
switch dapat digunakan untuk mematikan engine dari bawah truck.

Training Center Cileungsi 27


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

24

Inspeksi radiator

Saat menaiki tangga, pastikan untuk sekalian memeriksa kondisi radiator. Pastikan tidak ada
kotoran atau material yang terjebak pada core radiator.

Battery disconnect switch (panah)

Battery disconnect switch (panah) berada di bawah cover pada bumper depan dekat tangga
sebelah kanan. Jika machine sedang diparkir untuk waktu yang lama (semalaman atau
lebih) matikan disconnect switch dan lepaslah kuncinya.

Training Center Cileungsi 28


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

25

Batteries

Batteries berada di platform kanan. Inspeksi battery connection dari karat atau kerusakan.
Pastikan battery terminal bersih dan terlapisi dengan petroleum jelly.

Inspeksi level electrolyte pada masing-masing cell, kecuali pada battery maintenance free.
Jaga level pada bagian bawah tempat pengisian dengan air yang sudah disuling.

PERINGATAN
Batteries mengeluarkan uap mudah terbakar yang dapat meledak dan mengakibatkan
cidera.

Hindarkan percikan dari batteries. Karena uapnya dapat membuat ledakan.

Jangan menghubungkan kabel antara kedua terminal atau menghubungkan keduanya


pada machine.

Jangan merokok saat memeriksa level battery electrolyte. Electrolyte adalah asam dan
dapat menyebabkan cidera jika terkena pada kulit atau mata.

Selalu gunakan pelindung mata saat melakukan pekerjaan dengan batteries atau
menjamper kabel.

Training Center Cileungsi 29


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Selalu hubungkan battery positive (+) ke battery positive (+) dan battery negative (-) ke
frame dari machine (-).

Training Center Cileungsi 30


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

26

Engine cooling system:


• Jacket water cooling system
• Aftercooler cooling system

Cooling system pada 777D di pisahkan menjadi dua system. Kedua system itu adalah jacket
water cooling system (sebelah kanan) dan aftercooler cooling system (sebelah kiri). Kedua
system tidak berhubungan. Saat melakukan service pada cooling system, pastikan untuk
men-drain dan mengisi kedua system secara terpisah.

1. Jacket water coolant sight gauge


2. Aftercooler coolant sight gauge

Dua coolant level dapat diperiksa dengan water coolant sight gauge (1) dan aftercooler
coolant sight gauge (2). Coolant dapat ditambah dengan cara membuka masing-masing
radiator cap.

3. Cooling system relief valve

Jacket water dan aftercooler cooling system masing-masing memilki relief valve (3). Jika
cooling system over heating atau coolant bocor melalui relief valve, bersihkan atau ganti
relief valve.

Gunakan air yang sudah disuling

Air yang dipakai pada cooling system sangat kritis untuk kebaikan performa dari cooling
system. Gunakan air yang telah disuling atau telah diionisasi dimana telah dipisahkan dari
asam dan kerak sehingga tidak ada asam dan kerak air yang masuk ke cooling system.
Asam dan kerak air dihasilkan dari kontaminasi yang ditemukan pada sumber air pada
umumnya.

Training Center Cileungsi 31


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Jangan pernah menggunakan air saja

Jangan pernah menggunakan air saja. Semua air bersifat korosi pasa temperatur kerja
engine tanpa adanya additive. Juga, air saja tidak memiliki sifat pelumasan yang dibutuhkan
oleh seal pada water pump.

Truck diisi dengan Extended Life Coolant (ELC)

Truck dari pabrik diisi dengan Extended Life Coolant (ELC). Jika ELC digunakan pada
radiator, maka tidak perlu lagi untuk manambahkan supplement coolant additive. Jika lebih
dari 10% convensional coolant dicampur dengan ELC, maka perlu menambahkan dengan
supplement coolant additive.

Conventional coolant:
• Menjaga 3 – 6% campuran dengan supplement coolant additive

Dengan conventional coolant , jaga campuran supplememnt coolant additive 3 – 6%.


9 Terlalu banyak additive akan membentuk garam yang akan membuat pump seal aus,
menyebabkan penyumbatan dan mencegah proses pembuangan panas.
9 Tidak cukup additive akan menghasilkan kavitasi erosi dimana akan membuat pitting
dan corrode (rusak) pada cylinder liner dan permukaan block.
9 Gunakan 4C9301 Test Kit untuk mengukur campuran dari supplement coolant
additive pada cooling system.

• Menjaga 30 – 60% campuran Caterpillar Antifreeze

Jaga campuran Caterpillar Antifreeze 30 – 60%.


9 Lebih dari 60% campuran antifreeze akan mengurangi perlindungan pembekuan dan
menyebabkan pemyumbatan pada radiator.
9 Kurang dari 30% campuran antifreeze akan menghasilkan kavitasi erosi dimana akan
membuat pitting dan corrode (rusak) pada cylinder liner dan permukaan block dan
mengurangi umur water pump.
9 Kebanyakan antifreeze yang dijual pada umumnya terbuat dari kandungan silika
untuk engine bensin dan tidak dianjurkan untuk engine diesel.

• Menjaga temperatur operasi yang benar

Engine seharusnya beroperasi pada temperatur 88 dan 99ºC (190 dan 210ºF.
9 Pengoperasian di bawah temperatur ini akan menyebabkan problem overcooling.
9 Pengoperasian di atas temperatur ini akan menyebabkan problem overheating.

• Menjaga tekanan cooling system yang benar


9 Tekanan cooling system harus antara 55 dan 110 kpa (8 dan 16 psi).
9 Menaikan tekanan berarti menaikan titik didih. Jika tekanan tidak mencukupi, coolant
akan mendidih dan engine akan overheating.

• Jangan mengisi cooling system terlalu cepat


9 Jangan mengisi cooling system lebih cepat dari 20 l/menit. (5 gpm).
9 Mengisi cooling system lebih cepat dari 20 l/menit. (5 gpm) akan menyebabkan
terjadinya kantong udara yang dapat membuat kerusakan steam.

• Menyetel fan belt


9 Pastikan fan belt sesuai setelan.

Training Center Cileungsi 32


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

• Jaga radiator fin lurus dan bersih


Jaga agar radiator cooling fin tetap lurus dan bersih.

4. Ether cylinder (tidak terlihat)

Jika truck dilengkapi dengan ether start system, ether cilinder (4) (tidak terlihat) berada di
ruang engine di belakang radiator. Pastikan ether cylinder tidak kosong.

Training Center Cileungsi 33


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

27

Steering system tank

Steering system tank berada di platform kanan

1. Steering system oil level sight gauge


Periksa level oli steering system pada sight gauge (1)

2. Steering system oil filter


Steering system oil filter (2) berada di sebelah steering tank.

3. Case drain oil filter


Steering system menggunakan pressure compensated piston type pump. Case drain oil
dari steering pump kembali ke steering tank melalui case drain filter (3) yang berada di
sebelah steering tank.

4. Steering tank pressure release button dan breather


Sebelum membuka cap untuk menambahkan oli pada steering tank, tekan preesure
release button (4) pada breather untuk melepas adanya tekanan yang tersisa di dalam
steering tank.

5. Steering system S.O.S tap


Steering system oil sample dapat diambil dari Schedule Oil Sampling (S.O.S) tap (5)
yang berada di case drain return hose.

Filter bypass valve


Steering system filter base dan case drain filter base have bypass valve yang
memungkinkan steering oil untuk di-bypass apabila filter buntu.

Training Center Cileungsi 34


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

28

Engine air intake system components:

1. Air filter restriction indicators


• Alert indcator pada dash

Yang terlihat pada Gambar adalah komponen air intake system. Periksa air filter restriction
indicator (1). Jika piston warna kuning di area merah (mengindikasikan kalau filter buntu),
dan air filter harus diservice. Air filter indicator juga terdapat di dash (lihat Gambar No. 47).
Lampu alert indicator akan menyala jika filter mengalami kebuntuan sebesar kurang lebih 6,2
kpa (25 in of water).

2. Dust valves

Yang berada di sebelah air filter housing adalah precleaner. Periksa valve (2) dari
kebuntuan. Jikaperlu, lepas clamp dan buka cover untuk membersihkan. Ganti dust valve
jika karetnya sudah tidak flexibel lagi.

• Ganti dust valve jika tidak flexibel

Dust valve akan membuka saat engine mati dan akan menutup jika engine hidup. Dust valve
harus flexibel dan menutup saat engine hidup atau precleaner tidak akan berfungsi dengan
baik dan air filter akan berumur lebih pendek.

• Primary element besar


• Scondary element kecil

Dua filter element terpasang pada filter housing. Element yang besar adalah primary element
dan yang kecil adalah scondary element.

Training Center Cileungsi 35


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Air intake system tips:


¾ Primary element dapat dibersihkan maksimum 6 kali.
¾ Jangan pernah membersihkan scondary element untuk dipakai ulang. Selalu ganti
scondary element.
¾ Kebuntuan pada air system dapat menyebabkan asap hitam dan engine low power.

Training Center Cileungsi 36


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

29

1. Engine oil level dipstick


2. Engine oil fill tube

Yang berada di bawah cover kecil pada engine hood adalah engine oil level dipstick dan
engine oil fill tube. Periksa engine oil level dengan dipstick (1) dan tambahkan oil engine
melalui fill tube (2).

Gunakan hanya Diesel Engine Oil (DEO) dengan spesifikasi CF-4 atau yang terbaru. DEO
oil dengan spesifikasi CH-4 sudah tersedia dan harus diguakan jika memungkinkan.

Engine oil (DEO CH-4)


• Kemampuan lebih tinggi dalam menahan panas
• Mengatur jelaga lebih baik
• Mampu menetralkan sulfur dalam fuel berkadar sulfur tinggi

CH-4 engine oil:


• Perlu performance test lebih dari pada oli sebelumnya, seperti CE atau CF, dan
memiliki performance pada bagian yang sempit.
• Dapat menahan suhu yang lebih tinggi sebelum terbakar dan memiliki kemampuan
mengontrol jelaga yang lebih baik.
• Memiliki kemampuan menetralkan sulfur dengan lebih baik.

Training Center Cileungsi 37


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

30

1. Parking/secondary brake air tank drain valve

Drain kotoran hasil kondensasi dari tanki parking/secondary brake setiap hari melalui drain
valve (1).

2. Windshield washer fluid reservoir

Periksa level fluida dari windshield washer reservoir (2).

CATATAN:
Periksa semua level oli yang terdapat pada machine dengan engine hidup setelah oli
mencapai suhu operasi normal.

Training Center Cileungsi 38


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

31

Air conditioner filter (panah)

Air conditioner filter (panah) berada di ruangan di depan cabin. Bersihkan atau ganti filter
element saat sirkulasi udara di dalam cabin berkurang. Filter ini berguna untuk menyaring
udara yang akan didinginkan oleh AC dan masuk ke kabin operator

Training Center Cileungsi 39


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

32

Pemeriksaan setiap 10 jam/harian pada kabin operator

Setiap 10 jam atau setiap hari pemeriksaan harus dilakukan pada ruang operator:
o Brake : periksa operasionalnya
o Indikator dan gauge : test operasionalnya
o Seat belt : periksa
o Back-up alarm : test operasionalnya
o Secondary steering : test operasionalnya

Brake dapat di periksa dengan cara:


1. Injak service brake
2. Masukkan shift lever transmisi pada SATU MAJU
3. Naikan putaran engine sampai truck akan bergerak

Truck harus tidak bergerak sampai dengan putaran engine 1200 rpm. Prosedur ini harus
diulang untuk masing-masing brake lever atau pedal.

• Cab fresh air filter (panah)

Cab fresh air filter (panah) berada di balik cover di sebelah kanan pojok cabin. Bersihkan
atau ganti cab fresh air filter jika diperlukan.

Training Center Cileungsi 40


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

33

RUANG OPERATOR

Dibagian luar kanan kabin dibelakang pintu ruang operator terdapat 2 buah lampu (ditunjuk-
kan dengan panah) yang masing-masing berwarna merah dan hijau (dua buah lampu lain
dengan warna hijau dan merah juga terdapat di platform sebelah kanan truck dekat tangki
udara.

Lampu ini menginformasikan pada operator loader mengenai proses pemuatan sampai ke
target muatan yang diharapkan. Lampu akan menyala hanya saat proses pemuatan dan
akan mati bila muatan telah mencapai targetnya.

Kedua lampu ini adalah bagian dari Truck Production Management System (TPMS) yang
digunakan untuk memantau kondisi muatan machine

Truck Production Management System pada 777D Update truck dikontrol oleh ECM yang
terpisah dan tidak berkomunikasi dengan ECM lainnya.

Saat proses pemuatan, lampu hijau akan menyala sampai muatan mencapai 95% dari berat
target yang diinginkan. Kemudian, lampu merah akan menyala.

Training Center Cileungsi 41


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

34

Alat Pengendali Machine

Komponen panel depan

Yang terdapat pada sebelah kiri panel depan adalah:

1. Telescopic/tilt steering column adjustment lever


Telescopic/tilt steering column adjustment lever (1): tekan untuk telescopic
(memanjangkan steer) dan tarik untuk menyesuaikan sudut steering wheel-nya.

2. Intermittent wiper/washer, turn signal dan dimmer control


Intermittent wiper/washer, pengatur lampu sen dan dimmer switch (2)

3. Horn control
Steering wheel dilengkapi dengan electric horn control atau klakson (3)

4. Cigarette lighter
Cigarette lighter (4): cigarette lighter socket menyediakan tegangan 24 volt. Socket ini
dapat digunakan sebagai sumber tegangan 24 volt untuk peralatan elektronik lainnya.
Suplai tegangan 12 volt juga disediakan dan terdapat di belakang kursi operator.

5. Front brake ON/OFF switch


Front brake ON/OFF switch (5): switch ini hanya terdapat pada machine yang meng-
gunakan caliper disc front brake. Bila switch ini pada posisi OFF, front brake tidak akan
ENGAGE saat operator menggunakan service brake pedal.

Training Center Cileungsi 42


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

35

Windshield washer

Terlihat intermitent wiper/washer, turn signal control dan dimmer switch.

Windshield washer: Tekan tombol pada ujung lever untuk mengaktifkan windshield washer.

Intermittent wiper

Intermittent wiper switch (enam posisi):


o OFF (0)
o Intermittent pisisi 1 (garis satu)
o Intermittent pisisi 2 (garis dua)
o Intermittent pisisi 3 (garis tiga)
o Kecepatan rendah secara terus-menerus (I)
o Kecepatan tinggi secara terus-menerus (II)

Dimmer switch

Dimmer switch: Tarik lever ke arah operator untuk lampu DEKAT, dan tekan lever menjauh
dari operator untuk lampu JAUH.

Turn signal

Turn signal: (lampu sen untuk berbelok) Tekan lever kedepan untuk belok KANAN, dan
tekan lever kebelakang untuk belok KIRI.

Power window switch

Power window switch berada di pintu sebelah kiri dari steering wheel.

Training Center Cileungsi 43


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

36

Retarder lever (hitam):


o Caliper disc front—engage hanya belakang saja
o Oil cooled front—engage depan dan belakang

Di sebelah kanan steering column terdapat retarder lever (hitam). Komponen ini digunakan
untuk mengatur proses aktifnya service brake. Pada truck yang menggunakan caliper disc
front brake, retarder lever hanya akan mengaktifkan rear brake saja, tetapi pada truck yang
menggunakan oil cooled front brake, maka front dan rear brake akan aktif. Retarder lever
dapat mengontrol modulasi service brake dengan lebih akurat dari pada service brake pedal
yang ada di lantai kabin.

Yang terdapat pada dash sebelah kanan retarder lever adalah (dari kiri ke kanan):

o Key start switch


o Temperatur variable knob
o Fan speed switch

CATATAN:
Bila terdapat Caterpillar Pre-Lubrication System pada machine, maka saat key start
diputar ke posisi crank pada Caterpillar Monitoring System display akan muncul tanda
“P” saat proses pre-lubrication.

Training Center Cileungsi 44


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

37

1. Transmission shift lever


2. Parking brake air valve

Disebelah kanan kursi operator terdapat shift console dimana terdapat transmission shift
lever (1) dan parking brake air valve (2). 777D Update truck memiliki TUJUH kecepatan
MAJU dan SATU MUNDUR.

3. Throttle pedal
4. Throttle position sensor

Yang di lantai adalah throttle pedal (3). Throttle position sensor (4) berada pada throttle
pedal. Sensor ini memberi input signal tentang posisi throttle ke Engine ECM.

Training Center Cileungsi 45


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

38

Yang terdapat pada lantai cabin adalah:

1. Secondary brake pedal

Secondary brake pedal (1): Digunakan untuk memodulasi penggunaan parking brake pada
rear wheel dan service brake pada front wheel.

2. Service brake pedal

Service brake pedal (2): Service brake pedal digunakan untuk memodulasi engage-nya
service brake pada semua roda jika front brake ON/OFF switch pada posisi ON. Untuk
modulasi yang lebih presisi pada service brake, gunakan manual retarder lever di sebelah
kanan steering column.

3. Throttle pedal

Throttle pedal (3): Throttle position sensor berada pada throttle pedal. Throttle position
sensor memberikan input signal tentang posisi throttle ke Engine ECM.

Training Center Cileungsi 46


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

39

CATERPILLAR MONITORING SYSTEM

• Caterpillar Monitoring System

Caterpillar Monitoring System sangat flexible, yang termasuk modular monitoring system:
message center module, berbagai switch dan sensor, action lamp dan action alarm.

Jantung dari system adalah message center module dimana informasi diterima dari
switch dan sensor melalui CAT Data Link. Message center module kemudian
mengaktifkan beberapa komponen output.

• TPMS tidak terhubung dengan Data Link

Truck Payload Measurement System (TPMS) adalah system tambahan yang dapat
dipasang pada truck untuk memonitor dan merekam data produksi seperti payload dan
cycle time. TPMS tidak terhubung dengan CAT Data Link dan perlu port komunikasi yang
terpisah untuk melakukan download dan melihat informasi mengenai produksi.

Training Center Cileungsi 47


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

40

Caterpillar Monitoring System

Caterpillar Monitoring System meliputi: empat gauge cluster module, speedometer/


tachometer module, message center module, action lamp dan action alarm. Message center
module menerima informasi dari switch, sensor dan electronic control yang lain pada
machine melalui CAT Data Link. Message center module memproses informasi tersebut dan
mengaktifkan beberapa komponen output. Komponen output bisa seperti speedometer/
tachometer module, alert indikator atau display window pada message center module, action
lamp dan action alarm. Display window memperlihatkan pada operator kondisi dari machine
system dan informasi diagnostic system.

Warning kategori:
• Kategori 1
• Kategori 2
• Kategori 3

System memiliki tiga kategori warning.


• Kategori 1, memperingatkan operator kondisi machine tidak normal dengan gauge
menunjukkan ke daerah merah dan atau lampu indikator berkedip.
• Kategori 2, akan membuat action lamp menyala dan ditambah dengan alert indikator
pada message center. Warning kategori 2 menyarankan supaya operator segera
merubah cara pengoperasian.
• Kategori 3, ditambahkan dengan action alarm, menyarankan supaya dengan segera
untuk mematikan engine.

Training Center Cileungsi 48


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

41

Caterpillar Monitoring System


• Input
• Output

Terlihat pada gambar adalah diagram dari Caterpillar Monitoring System. pada sebelah kiri
adalah komponen pada machine yang menyediakan input langsung ke Message center
Module. Message Center Module menganalisa input tersebut juga input dari ECM lainya dan
mengirimkan output signal ke komponen pada sebelah kanan dari diagram.

Training Center Cileungsi 49


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

42

Bagian tengah pada panel depan

Yang terlihat pada bagian tengah panel depan: Sembilan dash indikator, empat gauge
cluster module dan speedometer/tachometer module.

Bagian kiri dash indikator (atas ke bawah):


• Belok kiri
• Body up
• Mundur
• High beam

Empat dash indikator sebelah kiri dari empat gauge cluster module adalah (dari atas ke
bawah):
¾ Belok kiri
¾ Body up: Lampu menyala jika body di atas. Input ini dari body up switch.
¾ Mundur: Lampu akan menyala jika shift lever switch pada posisi MUNDUR.
¾ High beam

Indikator dash kanan (atas ke bawah)


• Belok kanan
• Action lamp
• Secondary steering
• Retarder
• TCS

Training Center Cileungsi 50


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Lima indikator pasa dash sebelah kanan speedometer/tachometer module adalah (dari atas
ke bawah):
¾ Belok kanan
¾ Action lamp: Lampu akan menyala saat terjadi warning kategori 2 atau 3.
¾ Secondary steering: Lampu akan menyala saat secondary steering pump kondisi ON.
¾ Retarder: Lampu akan menyala saat retarder ENGAGED (Otomatis atau Manual).
Berkedip-kedip jika terjadi masalah pada ARC system yang terdeteksi.
¾ TCS: Lampu akan menyala saat Traction Control System sedang ENGAGED.
Berkedip-kedip jika terjadi masalah pada TCS system yang terdeteksi atau saat
melakukan pengetesan pada TCS.

Empat gauge cluster module:

Keempat parameter yang dimonitor oleh empat gauge cluster module adalah (dari atas ke
bawah):

¾ Engine coolant temperatur: Maxsimum operating temperature adalah 107ºC


(225ºF).

¾ Brake oil temperature: Maximum operating temperature adalah 124ºC (255ºF).

¾ System air pressure: Minimum operating pressure adalah 483 kpa (70 psi).

¾ Fuel level: Minimum operating level adalah 8%.

Training Center Cileungsi 51


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

43

Speed/tachometer module:

Ketiga parameter yang dimonitor oleh speedometer/tachometer module adalah:

¾ Tachometer: Menampilkan kecepatam engine dalam RPM.

¾ Ground speed: Ditampilkan pada sisi kiri dari tiga digit area display dan dapat
ditampilkan dalam miles per hour (mph) atau kilometer per hour (km/h).

¾ Actual gear: Ditampilkan pada sisi kanan dari dua digit area display dan terdapat
dua digit yang menunjukkan actual transmission gear yang sedang engage. Digit
sebelah kiri menunjukkan atual gear (contoh ”1”, ”2”, ”3”, dll). Digit sebelah kanan
menunjukkan arah yang dipilih (”F”, ”N” atau ”R”).

Training Center Cileungsi 52


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

44

Rocker switch (baris atas):

Sebelah kanan speedometer/tachometer module adalah beberapa rocker switch. Rocker


switch mengontrol parameter sbb:

Baris atas (dari kiri ke kanan):

¾ Lampu-lampu

¾ Kosong

¾ ARC: Mengaktifkan Automatic Retarder Control (ARC) system.

¾ TCS test: Untuk melakukan test pada Traction Control System (TCS). Gunakan
switch ini saat berbelok tajam dengan engine pada LOW IDLE dan transmission pada
GIGI SATU. Brake harus ENGAGE dan RELEASE secara bergantian. Test harus
dilakukan pada kedua belokan kanan dan kiri.

¾ Caterpillar Monitoring System operator scroll: Mengijinkan operator untuk


melakukan scroll melalui Operator Mode pada message center module display
window (lihat Gambar No. 49).

Training Center Cileungsi 53


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Baris bawah (dari kiri ke kanan)

Throttle back-up/throttle lock (dipasang sesuai keinginan customer):

¾ Throttle back-up: Menaikan engine speed sampai 1300 rpm jika throttle sensor
signal mengalami gangguan.

¾ Throttle lock: Jika transmission pada kondisi NEUTRAL dan parking brake
ENGAGED, throttle lock akan menahan rpm engine saat itu sesuai keinginan
operator. Jika service atau retarder brake ENGAGED, engine akan kembali ke LOW
IDLE, dan throttle lock harus dikembalikan ke posisi OFF untuk mereset system
sebelum throttle lock berfungsi kembali.

¾ Ether starting aid (dipasang sesuai keinginan customer): Mengijinkan operator


untuk menyemprotkan ether secara manual jika temperatur oli engine di bawah 10ºC
(50ºF) dan engine speed di bawah 1900 rpm (lihat Gambar No. 26).

¾ Air conditioning

¾ Body up sound reduction: Mengurangi engine HIGH IDLE ke 1800 rpm saat body
RAISED.

¾ Secondary steering dan parking brake release: Normalnya, saat switch ini ditekan,
steering system akan menerima oli secondary steering dan oli parking brake release
mengalir ke tanki. Saat brake release diverter (towing) valve spool digeser, switch ini
juga akan me-release parking brake
CATATAN:
Secondary steering dan parking brake release switch juga dapat digunakan untuk
menyediakan oli pilot bagi hoist untuk menurunkan dump body pada truck dengan
engine mati

Training Center Cileungsi 54


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

45

Message Center Module

Sebelah kanan dari rocker switch terdapat message center module. Message center module
memiliki sepuluh alert indikator dan message display window.

Alert indikator pada message center module adalah sebagai berikut:

Baris atas (dari kiri ke kanan):

¾ Engine oil pressure: Minimum operating pressure pada low idle adalah 44 kpa (6,4
psi) dan pada high idle adalah 172 kpa (25 psi).

¾ Parking brake ON atau rear brake master cylinder overstroke.

¾ Torque converter oil temperature atau brake oil temperature: Maximum operating
temperature adalah 124ºC (255ºF).

¾ Battery charging: Warning kategori 1 akan muncul jika voltase pada message
center pin No 1 kurang dari 23,8 volt atau lebih dari 28,5 volt. Warning kategori 3
akan muncul jika voltase kurang dari 22 volt atau lebih dari 31 volt. Minimum
frekuensi pada terminal ”R” adalah 90 Hz dan 12,4 volt sampai 14,75 DC volt.

¾ Yang perlu dilakukan perbaikan pada engine: Low steering pressure, kebuntuan
pada air filter atau low engine coolant flow.

Training Center Cileungsi 55


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

Alert indikator (baris bawah dari kiri ke kanan):

¾ Air filter restrction: Maximum kebuntuan yang diperbolehkan adalah 6,25 kpa
(25 in hg)

¾ Low steering pressure

¾ Transmission oil filter restricted: Maximum perbedaan tekanan adalah 250 kpa
(36 psi)

¾ Low engine coolant flow

¾ Check engine: Lampu menyala hanya saat terjadi fault code pada engine

Message display window

Message display window memiliki baris enam digit, nilai desimal antara digit yang ada, enam
simbol text (nilai ukuran), simbol x10 dan simbol service meter yang menunjukkan kondisi
machine system dan informasi service lainya. Tipe informasi yang ditunjukkan pada layar
tergantung pada message center operating mode.

Training Center Cileungsi 56


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

46

1. CAT Data Link connector

Terlihat circuit breaker panel yang berada di belakang kursi operator. Laptop komputer
dengan ET dapat dihubungkan melalui CAT Data Link connector (1) untuk mengakses
informasi diagnostic atau memprogram pada electronic control.

2. 12-Volt/5 amp power port

12-Volt/5 amp power port (2) disediakan sebagai power supply untuk laptop komputer.

3. TPMS diagnostic connector

Laptop komputer dengan software Truck Payload Measurement System (TPMS) dapat
dihubungkan ke diagnostic connector (3) untuk mengakses diagnostic dan informasi
produksi dari TPMS electronic control.

4. Service switch

Dua service switch (4) digunakan untuk mengakses Caterpilar Monitoring System message
center untuk keperluan tentang diagnostic. Switch tersebut diberi label dengan “S” untuk
SERVICE dan “C” untuk CLEAR. Diagnostic mode pada message center dapat dirubah
dengan menekan dan menahan pada kedua switch (“S” dan “C”). saat mode yang diinginkan
muncul pada display, lepas switch. Dengan mengikuti instruksi pada Caterpilar Monitoring
System Service Manual, technician dapat memprogram atau mendiagnosa permasalahan
pada semua electronic control pada CAT Data Link.

Training Center Cileungsi 57


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

47

Message center module display window

Caterpillar Monitoring System memiliki 19 mode operasi yang berbeda. Masing-masing


mode menyediakan informasi yang penting tergantung dari kondisi machine dan settingan
dari monitoring system. Pada message center module display window, masing-masing mode
ditunjukkan dengan nomer. Mode operation dapat dirubah dengan service switch yang
berada di circuit breaker panel di belakang kursi operator dan Operator Mode scroll switch
berada di dashboard. Hanya beberapa mode saja yang dapat diakses oleh operator dengan
menggunakan rocker switch pada dashboard pada mode 0.

Setelah Caterpillar Monitoring System diberi tegangan, message center display window akan
pada Mode 0. Pada Mode 0, enam digit pada display window akan muncul menampilkan
variasi dari kondisi machine system pada operator. Normalnya digit yang muncul adalah
service meter. Dengan operator mode scroll switch, operator dapat melihat informasi sbb:
¾ Service Meter Mode: Message center module merekam total jam operasi. Saat
Service Meter Mode memunculkan pembacaan dari machine operating hour. Service
meter memberikan simbol ON mengindikasikan kalau display berfungsi sebagai
service meter. Operating hour akan bertambah hanya jika mendapat input signal dari
engine speed/timming sensor, terminal ”R” pada alternator dan engine oil pressure
sensor. Jika sedang terjadi fault, SEVICE CODE akan dimunculkan pada display
window.

¾ Odometer Mode: Pada mode ini, display akan memunculkan pembacaan total jarak
yang telah ditempuh oleh machine. Satuan dapat dimunculkan dalam MILES atau
KM, tergantung dari settingan. Jarak akan bertambah jika menerima input signal dari
transmission output speed sensor.

Training Center Cileungsi 58


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

¾ Digital Tachometer Mode: Mode ini akan menampilkan putaran engine dalam rpm
pada display. Engine speed/timming sensor memberikan input signal ke message
center module.

¾ Resettable Load Counter Mode: Menampilkan jumlah muatan sejak settingan


terakhir oleh operator. Jumlah muatan dihitung sebagaimana berapa kali dump body
dinaikan untuk lebih dari 10 detik. Body up switch memberikan input signal ke
message center module. Perhitungan muatan dapat dihapus dengan cara menekan
service switch “C” yang berada dii belakang kursi operator.

¾ Diagnostic Scrolling Mode: Dengan mode ini, technician atau operator dapat
menampilkan fault yang di deteksi oleh message center module. Fault TIDAK DAPAT
di tampilkan terus-menerus atau dihapus pada mode ini. SERV CODE akan muncul
pada display hanya jika fault sedang terjadi.

Fault code meliputi dua bagian:


¾ Module Identification (MID): 030—Monitor, 036—Engine, 027—
Transmission/Chassis, 166—Brake (ARC/TCS)
¾ Component Identification (CID) dan Failure Modifier (FMI)

CATATAN:
Saat key start switch diputar ke posisi crank, jika Caterpillar Pre-Lubrication System
terpasang, “P” akan muncul pada display saat proses pre-lubrication.

Saat engine sedang cranking, jika ether starting aid terpasang, “E” akan muncul pada
display saat proses penyemprotan ether.

Training Center Cileungsi 59


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

48

Service Mode:

Technician dapat menggunakan message center display untuk memeriksa informasi lainya
tentang kondisi machine dengan memilih mode yang tersedia. Tekan kedua service switch di
belakang kursi operator untuk memilih mode. Lepas switch untuk masuk ke dalam mode
saat nomor terlihat. Ke tujuh service mode itu adalah:

Mode 1: HARNESS CODE:


Mode ini menampilkan model machine dimana monitoring system dipasang. Harness code
untuk seri sebelumnya 769D sampai 777D Off-highway Truck adalah “34”.
Untuk seri “D” Update truck adalah:

769D: “62” 771D: ”61” 773D: “60” 775D: “59” 776D Update: “58” 777D Update:
“57”.

Mode 2: NUMERIC READOUT


Mode ini dapat membantu technician dalam troubleshooting sensor input signal. Numeric
Readout Mode lebih akurat dalam pembacaan dibandingkan pada gauge cluster.
Pembacaan digital akan memunculkan pembacaan gauge satu persatu. Untuk memindah ke
gauge selanjutnya, dengan menekan “S” service switch dan melepasnya jika gauge yang
diinginkan telah muncul.

Tulisan “SERV CODE” akan muncul bila terdapat problem yang sedang aktif (terjadi)

Mode 3: SERVICE
Message center module mendeteksi fault yang disebabkan oleh input signal dari sensor,
sender dan dari message center module output signal. Message center akan merekam fault
dan kemudian menyalakan indikator SERV CODE. Jika fault berlalu, indikato SERV CODE
akan mati. Kode fault akan tetap tersimpan untuk keperluan nantinya. Mode ini dapat

Training Center Cileungsi 60


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

membantu technician dalam troubleshooting fault yang dapat dideteksi oleh message center
module. Fault dari machine system lainya yang terhubung dengan CAT Data Link juga
ditunjukkan pada mode ini.

• Action alarm berbunyi saat fault muncul

Saat fault muncul pada dispaly, action alarm akan berbunyi saat komponen atau circuit
dirubah. Contohnya jika fault menunjukkan code torque converter temperature sensor dan
technician melepas dan kemudian memasang lagi connector pada torque conveter
temperature sensor, action alarm akan berbunyi jika message center module mendeteksi
perubahan dari OPEN ke CLOSED circuit.

• Gunakan “S” service switch untuk memilih logged fault

• Gunakan “C” service switch untuk menghapus fault yang sudah diperbaiki

• Log Mode mengindikasikan kondisi yang extreme

Mode 4: LOGGED
Log Mode adalah alat penataan dan perawatan dimana sangan berguna sekali dalam
mencari history dari machine tersebut. Message center module merekam nilai extreme untuk
tiap-tiap kondisi machine yang termonitor. Pada mode ini, semua gauge akan menunjukkan
kondisi nilai tertinggi atau terendah yang terekam, speedometer/tachometer juga akan
menunjukkan nilai tertinggi yang terekam. Alert indicator juga akan menyala saat kondisi
tidak normal terjadi.

Gunakan ”C” service switch untuk menghapus nilai yang terekam. Mode 4 juga harus keluar
terlebih dahulu sebelum nilai yang terekam terhapus dari memory.

Mode 5: UNIT
Mode ini digunakan untuk merubah satuan pada ground speed menjadi standar U.S
(mph/km/h) atau SI (metric).

Mode 6: PERMANENT LOAD COUNT


Menampilkan total muatan yang terhitung semenjak machine digunakan untuk berproduksi.
Jumlah muatan dihitung dari berapa banyak dump body dinaikan untuk lebih dari 10 detik.
Mode ini tidak dapat di-reset.

Mode 7: DIAGNOSTIC & PROGRAMMING


Pada Caterpillar Monitoring System untuk Mode 7 telah diperpanjang termasuk sub-modes
untuk memperbanyak dalam keperluan diagnostic. Setelah masuk ke Mode 7, gunakan
”S”service switch untuk masuk ke dalam sub-mode. Pada operator scroll switch dan ”C”
service switch jiga dapat digunakan pada beberapa sub-mode.

Training Center Cileungsi 61


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

49

1. TPMS Module
2. Transmission/Chassis ECM
3. Brake ECM

Yang berada di ruang belakang cabin adalah Truck Payload Measurement System (TPMS)
Module (1), Transmission/Chassis ECM (2) dan Brake ECM (3).

TPMS dapat dipasang pada truck untuk menelusuri data produksi seperti payload dan cycle
time. TPMS tidak terhubung dengan CAT Data Link dan perlu comunication port yang
terpisah untuk pengambilan data atau menampilkan informasi prosuksi. Informasi dari
TPMS control dapat diakses melalui Payload Operator Display (POD) atau laptop komputer
dengan software TPMS.

Transmission/Chassis ECM mengontrol proses shifting pada transmisi, torque converter


lockup, hoist system, neutral-start, power train filter, temperatur monitoring, dan secondary
steering control.

Brake ECM mengontrol Automatic Retarder Control (ARC) system, dan Traction Control
System (TCS).

Transmission/Chassis ECM, brake ECM, Engine ECM dan Caterpillar Monitoring System
berkomunikasi dengan ECM lainya melalui CAT Data Link. Semua informasi dari control ini
dapat diakses melalui Caterpillar Monitoring message center atau laptop computer dengan
software Electronoc Technician (ET).

Training Center Cileungsi 62


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

50

Truck Payload Measurement System

• Payload Operator Display (POD)

Yang berada di atas operator adalah Payload Operator Display (POD). POD dipasang
pada truck yang dilengkapi dengan Truck Payload Measurement System (TPMS). TPMS
adalah management tool yang memonitor dan merekam load cycle. Load cycle meliputi:
¾ Load cycle number: Merekam maksimum 1400 cycles,
¾ Load cycle date: Tanggal harus disetting dengan laptop computer dengan
software TPMS (Form SERD0032).
¾ Load cycle time: Waktu harus disetting dengan laptop computer dengan software
TPMS (Form SERD0032).
¾ Load weight
¾ Empty travel time
¾ Empty travel distance
¾ Empty stopped time
¾ Loaded travel time

• POD switches, display window dan LED

Dua switch terdapat pada POD. Switch kiri menhidupkan TPMS. Tidak ada load yang
terekam jika switch ini posisi OFF. Switch kanan adalah test/set switch yang digunakan
untuk diagnosa dan pemrograman TPMS saat melihat informasi melalui display window.
Light Emitting Diodes (LED) mengindikasikan kapan truck sedang diberi muatan (hijau)
dan bermuatan penuh (merah).

• Hazard light switch

Hazard light switch berada di sebelah kanan POD.

Training Center Cileungsi 63


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - PENDAHULUAN

51

TPMS setup dengan POD

1. Mode switch
2. Test/set switch

Setelah tanggal, waktu dan User Defined Data telah diprogram dengan laptop computer,
POD juga bisa digunakan untuk melakukan beberapa setup yang diperlukan untuk
diagnostic. Untuk memprogram TPMS dengan POD, POD harus dilepas untuk mengakses
mode switch (1). Semua pemrograman dan diagnostic mode tertulis pada bagian luar POD.
Tekan mode switch sampai mode yang diinginkan ditampilkan pada display window. Saat
mode yang diinginkan muncul, test/set switch (2) dapat digunakan untuk merubah settingan
yang ditampilkan pada display window.

Training Center Cileungsi 64


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

TOPIK 2
3508B EUI ENGINE

3508B ELECTRONIC UNIT INJECTION ENGINE

Pada gambar terlihat 3508B twin turbocharged dan aftercooled engine yang dipakai pada
777D Update Off-highway Truck.

Spesifikasi engine

Spesifikasi dari engine pada 777D Update truck adalah:


o Serial No. Prefix: 2GR
o Performance spec: 0K1144 - 1000 hp 0K1145 - 920 hp
o Max altitude: 2288 m (7500 ft).
o Gross power: 746 kw (1000 hp) atau 686 kw (920 hp)
o Full load rpm: 1750
o High idle rpm: 1937
o Stall speed rpm: 1540 sampai 1670

Engine ini dilengkapi dengan Electronic Unit Injector (EUI) system untuk power, ketahanan
dan ekonomis dengan mengurangi level suara dan emisi yang rendah.

Training Center Cileungsi 65


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

52

Beberapa pengembangan telah dibuat pada engine ini untuk menambah performance dan
ketahanan. Untuk meningkatkan kemampuan hauling, 777D mempunyai 1000 gross
horsepower dibandingkan dengan 777C dengan 920 gross horsepower. Induction system
yang baru dan aftercooler design membantu dalam meningkatkan aliran udara ke engine,
meningkatkan pembakaran dan mengurangi asap dan tingkat emisi.

Pada engine baru memberikan beberapa peningkatan:


• 1000 gross horsepower
• Meningkatkan fuel efficiency
• Menurunkan tingkat asap
• Menurunkan tingkat emisi
• Streamlined intake dan exhaust system
• Komponen yang tahan lama dan kemampuan dalam diagnostik
• Kemudahan dalam menjangkau area engine

Training Center Cileungsi 66


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

53

1. Engine ECM
• Mengontrol fuel injection
• Mengontrol system yang lainya

Fuel injection dan beberapa system yang lain dikontrol oleh Engine ECM (1) yang berada
pada bagian depan engine. System lainya yang dikontrol oleh Engine ECM adalah: ether
injection, engine start function dan engine pre-lubrication.

2. J1 connector
3. J2 connector

Engine ECM memiliki dua 40-pin connectors. Connector disebut sebagai “J1” (2) dan “J2” (3)
pastikan untuk mengenali mana J1 dan J2 connector sebelum melakukan diagnostic test.

• ECM didinginkan oleh fuel

Engine ECM didinginkan oleh fuel. Fuel mengalir dari fuel tranfer pump melaui ECM ke
secondary fuel filter.

4. Timing calibration connector

2-pin timing calibration connector (4) berada di sebelah ECM. Jika engine memerlukan
timing calibration, timing calibration sensor (magnetic pickup) terpasang pada flywheel
housing dan terhubung ke timing calibration connector.

Training Center Cileungsi 67


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

54

Atmospheric pressure sensor (panah)

Atmospheric pressure sensor (panah) berada di belakang Engine ECM. Engine ECM
memanfaatkan atmospheric pressure sensor sebagai referensi untuk mengkalkulasi boost
pressure dan air filter restriction.

Training Center Cileungsi 68


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

55

1. Engine speed/timing sensor

Engine speed/timing sensor (1) terpasang pada bagian belakang engine di dekat camshaft
sebelah kiri. Sensor memberi signal speed, arah dan posisi dari camshaft dengan cara
menghitung gigi dan mengukur jarak di antara gigi pada timing wheel yang terhubung
dengan camshaft.

2. Engine speed sensor

Passive (dua kabel) engine speed sensor (2) berada di atas flywheel housing. Passive speed
sensor memanfaatkan gigi pada flywheel yang melewati sensor untuk menghasilkan output
frequency. Passive speed sensor mengirimkan sepeed signal ke Transmission/Chassis ECM
dan Brake ECM.

Training Center Cileungsi 69


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

56

Throttle position sensor (panah)

Throttle position sensor (panah) memberikan posisi throttle yang diinginkan ke Engine ECM.
Jika throttle position sensor mengalami fault, throttle back-up switch (lihat Gambar No. 46)
dapat digunakan untuk menaikan rpm engine sampai 1300 rpm.

Training Center Cileungsi 70


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

57

Crankcase pressure sensor (panah)

Crankcase pressure sensor (panah) berada di sebelah kanan engine di atas engine oil
cooler. Crankcase pressure sensor memberikan input signal ke Engine ECM. ECM akan
memberikan signal ke Caterpillar Monitoring System, yang akan menginformasikan operartor
tekanan crankcase.

Training Center Cileungsi 71


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

58

Fuel injector solenoid (panah)

Gambaran pada bagian atas cylinder head jika valve cover dibuka. Bagian ouput terpenting
dari Engine ECM adalah Electronic Unit Injection (EUI) solenoid (panah). Satu injector
berada di tiap-tiap cylinder head. Engine control menganalisa semua input signal dan
mengirimkan signal ke injector solenoid untuk mengontrol engine timing dan speed.

Training Center Cileungsi 72


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

59

Engine oil pre-lubrication

Engine oil pre-lubrication: Engine oil pre-lubrication dikontrol oleh Engine ECM dan
Transmission/Chassis ECM. Engine ECM meng-energize pre-lubrication pump relay yang
berada di belakang cabing (lihat Gambar No. 53). Relay yang di belakang cabin kemudian
meng-energize pre-lube relay (1) pada bagian depan engine mounting. Engine ECM
memberi signal ke Transmission/Chassis ECM untuk meng-crank engine jika:
o Engine oil pressure 3 kpa (0,4 psi) atau lebih
o Pre-lubrication pump (2) telah bekerja selama 17 detik. (jika system bekerja setelah
17 detik, pre-lubrication time out fault akan disimpan (logged) pada Engine ECM).
o Engine terakhir running selama 2 menit.
o Coolant temperature di atas 50º C (122º F).

Training Center Cileungsi 73


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

60

COOLING CIRCUIT

Cooling system terbagi dua system. Kedua system tersebut adalah jacket water cooling
system dan aftercooler cooling system. Saat melakukan service pada cooling system,
pastikan untuk membuang dan mengisi system secara terpisah.

Pada jacket water cooling system menggunakan core yang di sebelah kanan dari radiator
(kira-kira 60% dari kapasitas total). Temperatur pada jacket water cooling system dikontrol
oleh temperature regulator (thermostat).

Aftercooler cooling system menggunakan core yang di sebelah kiri dari radiator (kira-kira
40% dari kapasitas total). Aftercooler cooling system tidak tidak memiliki thermostat pada
circuit. Coolant mengalir melalui radiator setiap saat untuk menjaga udara inlet pada
turbocharger tetap dingin agar dapat menaikan horsepower.

1. Coolant level gauge

Coolant level dapat diperiksa pada bagian atas radiator (top tank). Gunakan gauge (1) pada
top tank untuk memeriksa coolant level.

2. Pressure relief valve

Pressure relief valve (2) mencegah cooling system dari kelebihan tekanan. Jacket water dan
aftercooler cooling system masing-masing memiliki relief valve sendiri-sendiri. Jika cooling
system mengalami overheating atau coolant keluar lewat relief valve, bersihkan atau ganti
relief valve.

Training Center Cileungsi 74


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

61

Jacket Water Cooling System

1. Jacket water pump


2. Bypass tube
3. Jacket water thermostat housing

Jacket water pump (1) berada di sebelah kanan engine. Pump akan menghisap coolant dari
bypass tube (2) sampai temperature regulator (thermostat) membuka. Thermostat berada di
housing (3) pada bagian atas bypass tube. Saat thermostat membuka, coolant akan
mengalir melalui radiator kemudian ke inlet water pump.

Training Center Cileungsi 75


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

62

Jacket water coolant temperature sensor (panah)

Jacket water coolant temperature sensor (panah) berada pada thermostat housing. Engine
ECM menggunakan informasi dari coolant temperature sensor untuk fungsi cold mode
seperti perubahan timing, elevated idle, cold cylinder cut-out, ether injector dan lainya.

Engine ECM mengirimkan signal ke Caterpillar Monitoring System, yang akan memberikan
informasikan ke operator tentang suhu air pendingin.

Training Center Cileungsi 76


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

63

1. Coolant flow warning switch

Coolant mengalir dari jacket water pump, melewati coolant warning switch (1), dan melalui
macam-macam system oil cooler (engine, hoist/converter/brake, dan transmission).

Coolant flow switch mengirimkan signal input ke Engine ECM. Engine ECM memberikan
input signal ke Caterpillar Monitoring System, yang akan menginformasikan operator status
dari coolant flow.

2. Jacket water coolant S.O.S tap

Jacket water coolant sample dapat diambil melalui Schedule Oil Sampling (S.O.S) coolant
analysis tap (2).

Training Center Cileungsi 77


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

64

1. Engine oil cooler


2. Transmission oil cooler
3. Hoist, converter dan brake oil cooler

Pada gambar terlihat bagian kanan dari engine. Jacket water coolant mengalir melalui
engine oil cooler (1), transmission oil cooler (2) dan hoist, converter dan brake oil cooler (3)
kemudian coolant mengalir ke dua sisi dari engine cylinder block. Coolant mengalir melalui
engine block dan melalui cylinder head, coolant mengalir ke temperature regulator dan
mengalir langsung ke water pump melalui bypass tube atau ke radiator (tergantung pada
temperatur coolant).

Training Center Cileungsi 78


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

65

Jacket Cooling Circuit

Schematic di atas adalah circuit dari jacket water cooling. Coolant mengalir dari jacket water
pump melalui cooler ke engine block. Coolant mengalir melalui engine block dan cylinder
head. Dari cylinder head, coolant mengalir ke temperature regulator (thermostat) dan
langsung mengalir ke water pump melalui bypass tube atau ke radiator (tergantung pada
temperatur coolant).

Schematic di atas menggunakan warna yang menentukan macam tekanan pada system
yaitu:
Merah Tekanan supply oli/air
Hijau Drain atau tank oli/air
Merah dengan garis putih Tekanan supply oil yang diturunkan
Coklat Tekanan pelumas atau pendingin
Oranye Tekanan pilot atau load sensing signal
Biru Oli yang terjebak
Kuning Komponen yang bergerak
Ungu Tekanan udara

Training Center Cileungsi 79


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

66

Aftercooler Cooling System

1. Aftercooler water pump


2. Pump supply tube
3. Pump delivery tube
4. Aftercooler coolant S.O.S tap

Auxiliary (aftercooler) water pump (1) untuk aftercooler cooling system berada di sebelah kiri
engine. Coolant masuk ke aftercooler water pump dari radiator melalui tube (2), coolant
mengalir dari pump ke aftercooler core melalui tube yang besar (3)

Aftercooler coolant sample dapat diambil melalui Schedule Oil Sampling (S.O.S) coolant
analysis tap (4).

Training Center Cileungsi 80


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

67

1. Aftercooler
2. Aftercooler temperature sensor

Aftercooler coolant mengalir dari pump masuk ke bagian depan aftercooler (1) dan keluar
lewat belakang. Yang terpasang pada tube pada bagian belakang aftercooler adalah
aftercooler temperature sensor (2). Aftercooler temperature sensor memberikan signal input
ke Engine ECM. Engine ECM akan mengirimkan input signal ke Caterpillar Monitoring
System, yang akan memperingatkan operator jika aftercoolaer temperature terlalu tinggi.

Training Center Cileungsi 81


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

68

1. Brake oil cooler


• Aftercooler cooling circuit tidak memiliki thermostat

Coolant mengalir melalui aftercooler core ke brake oil cooler (1) yang berada di belakang
engine. Coolant mengalir melalui brake oil cooler ke radiator bagian aftercooler. Aftercooler
cooling system tidak memiliki temperature regulator (thermostat) pada circuit.

2. Brake oil cooler diverter valve

Saat service atau retarder brake sedang ENGAGED, brake oil cooler diverter valve (2)
mengijinkan brake cooling oil untuk mengalir melalui brake oil cooler.

Normalnya, brake cooling oil dialihkan dari cooler dan langsung mengalir ke brake.
Mengalihkan oli dari cooler memberikan temperatur yang lebih rendah pada udara
aftercooler saat diperlukan tenaga yang besar (contoh, saat menanjak dengan brake
RELEASED).

3. Port pada front brake cooling

Jika truck dilengkapi dengan front brake, brake oil cooler tube akan memiliki dua port (3)
untuk mengalirnya brake cooling oil ke front brake. Jika truck dilengkapi dengan standard
front caliper disk brake, brake oil cooler tube tidak akan memiliki dua port.

Training Center Cileungsi 82


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

69

Aftercooler Cooling Circuit

Pada schematic di atas terlihat aftercooler cooling circuit. Coolant mengalir dari aftercooler
water pump melalui aftercooler dan air compressor.

Coolant mengalir melalui brake oil cooler ke radiator bagian aftercooler. Aftercooler cooling
circuit tidak memiliki temperature regulator (thermostat) pada circuit.

Training Center Cileungsi 83


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

70

LUBRICATION SYSTEM

• Engine oil pump

1. Engine oil pump relief valve

Engine oil pump berada di belakang jacket water pump di sebelah kanan engine. Pump
menghisap oil dari oil pan melalui screen. Relief valve (1) untuk lubrication system berada
pada pump.

Engine juga memiliki scavange pump pada belakang engine untuk mengirimkan oli dari
belakang oil pan ke main sump.

2. Engine oil cooler bypass valve


3. Engine oil cooler

Oli mengalir dari pump melalui engine oil cooler baypass valve (2) ke engine oil cooler (3).
Bypass valve untuk engine oil mengijinkan oli untuk mengalir ke system saat kondisi dingin
dan kental atau saat cooler buntu.

4. Engine oil level low switch

Engine oil level switch (4) menyediakan input signal ke Engine ECM. Engine ECM
menyediakan input signal ke Caterpillar Monitoring System, yang akan memperingatkan
operator saat engine oil level low dan tidak aman untuk mengoperasikan truck karena dapat
menyebabkan kerusakan pada engine. Peringatan ENGINE OIL LEVEL LOW adalah
warning kategori 2 atau 3.

Training Center Cileungsi 84


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

71

Engine Oil Filter

Oli mengalir dari engine oil cooler ke oil filter pada sisi kiri engine. Oli mengalir melalui filter
dan masuk ke engine cylinder block untuk membersihkan, mendinginkan dan melumasi
komponen dalam dan turbocharge.

1. Engine oil pressure sensor (filtered)

Engine memiliki dua oil pressure sensor. Masing-masing sensor berada di tiap-tiap ujung oil
filter base. Sensor depan (lihat Gambar selanjujtnya) mengukur tekanan oli sebelum filter
(unfiltered). Sensor belakang (1) mengukur tekanan oil sesudah filter (filtered) setelah filter.
Sensor mengirimkan input signal ke Engine ECM. ECM menyediakan input signal ke
Caterpillar Monitoring System, yang akan menginformasikan operator tentang engine oil
pressure. ECM akan menggunakan kedua engine oil pressure sensor ini untuk
menginformasikan operator jika engine oil filter tersumbat.

2. Oil filter bypass valve cover

Oil filter bypass valve berada di atas masing-masing filter pada oil filter base di belakang dua
cover (2). Oil filter bypass valve akan membuka jika oil filter restriction melebihi 203 ± 20 kpa
(29 ± 3 psi).

Training Center Cileungsi 85


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

72

1. Engine oil S.O.S tap

Terlihat pada gambar adalah bagian bawah dari engine oil filter base. Engine oil sample
dapat diambil pada Schedule Oil Sampling (S.O.S) tap (1) yang berada di depan oil filter
base.

2. Engine oil pressure sensor (unfiltered)

Juga terlihat engine oil pressure sensor (2) yang mengukur tekanan oli engine sebelum filter.

3. Trapped engine oil drain

Oil filter base juga memiliki fitting (3) yang dapat digunakan untuk membuang oli engine yang
terjebak di atas filter. Jangan menambahkan oli melalui fitting ini karena oli yang tidak
tersaring akan masuk ke dalam engine. Kontaminasi akan menyebabkan kerusakan engine.

PERHATIAN

Saat mengganti engine oil filter, buang oli yang terjebak di atas filter melalui fitting (3)
untuk menghindari dari tumpahan. Oli yang ditambahkan melalui fitting ini akan
langsung masuk ke dalam main oil galery tanpa melalui filter. Menambahakan oli
melalui fitting ini akan membuat kontaminasi masuk ke dalam system dan dapat
memnyebabkan kerusakan engine.

Training Center Cileungsi 86


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

73

Engine Oil System

• Engine oil pump menghisap oli dari oil pan melalui screen

Engine juga memiliki scavange pump pada bagian belakang engine untuk mengirimkan oli
dari belakang oil pan ke main sump.

Oli mengalir dari pump melewati engine oil cooler bypass valve ke engine oil cooler. Bypass
valve pada engine oil cooler mengijinkan oli mengalir ke system saat oli dingin dan kental
juga jika cooler buntu.

Oli mengalir dari engine oil cooler ke oil filter. Oli mengalir melalui filter dan masuk ke engine
cylinder block untuk membersikan, mendinginkan dan melumasi komponen bagian dalam
engine dan turbocharge.

Training Center Cileungsi 87


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

74

FUEL SYSTEM

Primary Fuel Filter (panah)

Fuel tank berada di sebelah kanan truck (lihat Gambar No. 13). Fuel dihisap dari tanki
melalui primary fuel filter (panah) oleh tranfer pump yang berada di sebelah kanan engine di
belakang engine oil pump.

Training Center Cileungsi 88


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

75

1. Fuel tranfer pump


2. Fuel transfer pump bypass valve

Fuel tranfer pump (1) berada di belakang engine oil pump. Fuel transfer pump memiliki
bypass valve (2) untuk melindungi komponen dari kelebihan tekanan. Bypass valve setting
lebih tinggi yaitu ± 861 kpa (125 psi) dari pada settingan fuel pressure regulator (lihat
Gambar No. 87). Fuel mengalir dari tranfer pump melewati Engine ECM ke secondary fuel
filter yang berada di sebelah kiri engine.

Training Center Cileungsi 89


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

76

Secondary Fuel Filter

1. Fuel priming pump

Secondary fuel filter dan fuel priming pump (1) berada di atas engine oil filter di sebelah kiri
engine. Fuel priming pump di gunakan untuk mengisi filter setelah pengggantian.

2. Fuel filter bypass switch

Fuel filter restriction dimonitor dengan fuel filter bypass switch (2) yang berada pada fuel
base. Fuel filter bypass switch memberikan signal ke Caterpillar Monitoring System yang
akan menginformasikan operator jika fuel filter terhambat.

Training Center Cileungsi 90


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

77

1. Fuel pressure tube ke injector


2. Fuel pressure regulator

Fuel mengalir dari fuel filter base melalui steel tube (1) ke EUI fuel injector. Kembalinya fuel
dari injector mengalir melalui fuel pressure regulator (2) sebelum kembali ke fuel tank.
Tekanan fuel dikontrol oleh fuel pressure regulator.

Training Center Cileungsi 91


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

78

Circuit Fuel System

Fuel dihisap dari tangki melalui primary fuel filter oleh fuel tranfer pump. Fuel mengalir dari
tranfer pump melewati Engine ECM ke secondary fuel filter.

Fuel mengalir dari fuel filter base ke fuel injector di dalam cylinder head. Kembalinya fuel dari
injector mengalir melalui fuel pressure regulator sebelum kembali ke tanki.

Fuel priming pump digunakan untuk mengisi filter setelah penggantian. Jika fuel system
memerlukan priming, kemungkinan perlu menutup fuel return line saat melakukan priming
untuk mendorong fuel ke injector.

Training Center Cileungsi 92


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

79

AIR INDUCTION & EXHAUST SYSTEM

• Komponen engine air intake system

1. Air filter restriction indicator

Pada Gambar di atas menunjukkan komponen air intake system. periksa air filter restriction
indicator (1). Jika piston berwarna kuning berada di area merah (mengindikasikan kalau filter
buntu), air filter harus di-service. Air restriction indicator juga terdapat pada dash (lihat
Gambar No. 47).

• Alert indicator pada dash

Lampu alert indicator akan menyala jika filter restriction mencapai 6,2 kpa (25 in Hg).

2. Dust valve

Precleaner berada setelah air filter housing. Periksa dust valve (2) dari buntu. Jika perlu,
lepas clamp dan buka cover untuk mempermudah dalam membersihkan.

• Ganti dust valve jika tidak flexible

Ganti dash valve jika karetnya sudah tidak flexible lagi. Dust valve akan membuka saat
engine mati dan menutup saat engine running. Dust valve harus flexible dan menutup saat
engine running atau precleaner tidak akan berfungsi dengan baik dan air filter akan berumur
pendek.

• Primary element besar


• Secondary element kecil

Training Center Cileungsi 93


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

Dua filter element terpasang pada filter housing. Element yang besar adalah primary element
dan yang kecil adalah secondary element.

Tip-tip buat air intake system:


o Primary element dapat dibersihkan maksimum 6 kali
o Jangan pernah membersihkan secondary element untuk dipakai lagi. Selalu ganti
secondary element.
o Air filter restriction menyebabkan black smoke dan low power.

Training Center Cileungsi 94


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

80

Turbocharge inlet pressure sensor (panah)

Turbocharger inlet pressure sensor (panah) terpasang pada tube di antara air filter dan
turbocharger. Engine ECM menggunakan turbocharger inlet pressure sensor dan
dikombinasikan dengan atmospheric pressure sensor untuk menentukan air filter restriction.
ECM memberikan input signal ke Caterpilar Monitoring System, untuk menginformasikan ke
operator tentang air filter restrction.

Training Center Cileungsi 95


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

81

3508 memiliki dua Turbocharger

1. Turbo turbine

3508 engine dilengkapi dengan dua turbocharger. Turbocharger diputar oleh exhaust gas
dari cylinder yang masuk ke sisi turbine (1) pada turbocharger. Exhaust gas akan mengalir
melewati turbocharger, saluran exhaust, dan muffler.

2. Aftercooler

Udara yang bersih dari filter masuk ke sisi compressor pada turbocharger. Udara yang
dikompresikan dari turbocharger akan mengalir ke aftercooler (2). Setelah udara didinginkan
oleh aftercooler, udara mengalir ke dalam cylinder dan bercampur dengan fuel untuk proses
pembakaran.

Training Center Cileungsi 96


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

82

Exhaust temperature sensor (panah)

Exhaust temperature sensor (panah) berada pada masing-masing exhaust manifold sebelum
turbocharger. Dua exhaust temperture sensor memberikan input signal ke Engine ECM.
ECM memberikan input signal ke Caterpillar Monitoring System, untuk menginformasikan
operator kondisi exhaust temperature.

Training Center Cileungsi 97


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

83

Turbo outlet pressure sensor (panah)

Terlihat pada gambar turbocharger outlet pressure sensor (panah). Turbocharger outlet
pressure sensor memberikan input signal ke Engine ECM. Engine ECM akan
membandingkan nilai dari turbo outlet pressure sensor dengan nilai atmospheric pressure
sensor untuk menghitung boost pressure.

Training Center Cileungsi 98


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

84

Diagram Air Induction dan Exhaust System

Gambar di atas memperlihatkan aliran pada air induction dan exhaust system.

Turbocharger diputar oleh exhaust gas dari cylinder yang masuk ke sisi turbine pada
turbocharger. Exhaust gas mengalir melewati turbocharger, saluran exhaust dan muffler.

Udara bersih dari filter masuk ke sisi compressor pada turbocharger. Udara yang
dikompresikan dari turbocharger mengalir ke aftercooler. Setelah udara didinginkan oleh
aftercooler, udara mengalir ke cylinder dan bercampur dengan fuel untuk pembakaran.

Training Center Cileungsi 99


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – 3508B EUI ENGINE

Training Center Cileungsi 100


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

TOPIK 3
POWERTRAIN

Powertrain merupakan suatu rangkaian komponen yang meneruskan tenaga dari engine,
dimulai dari torque converter sampai final drive
Selain meneruskan tenaga, komponen-komponen powertrain juga akan mengubah torsi,
arah gerak machine, kecepatan gerak machine dan juga membedakan putaran roda kiri dan
roda kanan saat machine berbelok.

Komponen-komponen powertrain terdiri dari:


• Torque converter
• Transfer gear
• Transmission
• Differential
• Final drive

Training Center Cileungsi 101


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

85

Fungsi dari masing-masing komponen powertrain adalah:

Torque converter
Merupakan komponen penghubung antara engine dan transmission yang berfungsi
untuk melipatgandakan torsi

Transfer gear
Komponen ini menempel pada bagian depan transmission yang berfungsi untuk
menurunkan sumbu putar dari torque converter ke transmission (posisi torque
converter lebih tingi dari transmission

Transmission
Berfungsi untuk mengubah arah gerak dan kecepatan gerak machine. Komponen ini
juga dapat menaikkan torsi.

Differential
Sebelum menuju final drive, torsi dan tenaga dari engine melalui differential. Fungsi
dri komponen ini adalah untuk membedakan putaran roda (sekaligus torsi) saat
machine berbelok. Tujuannya agar machine dapat berbelok dengan tajam (radius
putar tidak terlalu jauh)

Final drive
Pada komponen ini, torsi dinaikkan lagi untuk terakhir kalinya sebelum memutarkan
roda

Training Center Cileungsi 102


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

86

Torque Converter

Gambar diatas memperlihatkan torque converter yang digunakan pada truck 777D. Jenis
torque converter ini adalah lockup clutch torque converter. Fungsinya adalah:
• Sebagai fluid coupling
• Melipat gandakan torsi
• Memungkinkan proses kerja secara direct drive (penggerak langsung)

Ada dua sistem kerja pada lockup clutch torque converter, yaitu:
Converter drive, dimana torque converter akan melipat gandakan torsi dari engine ke
transmission. Kondisi ini terjadi saat GIGI SATU kecepatan redah, NETRAL dan MUNDUR.
Direct drive, terjadi saat gigi satu kecepatan tinggi dan mulai GIGI DUA sampai GIGI TUJUH.

Saat perpindahan gigi, torque converter akan bekerja secara converter drive agar
perpindahan gigi terjadi secara halus/ lembut.

Pada torque converter terdapat:


1. Inlet relief valve
2. Outlet relief valve
3. Lockup clutch control valve
4. Outlet temperature sensor
5. Torque converter pump

Torque converter pump (5) terdiri dari tiga atau empat bagian. Bagian pompa dari depan ke
belakang adalah:
• Torque converter scavange
• Torque converter charging
• Parking brake release
• Brake cooling (hanya untuk oil cooled front brake/rem depan berpendingin oli)

Training Center Cileungsi 103


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

87

Gambar diatas memperlihatkan pompa-pompa untuk sistem hidrolik torque converter dan
transmission yaitu:

1. Torque converter scavange


2. Torque converter charging
3. Parking brake release
4. Brake oil cooling (untuk oil cooled front brake)

5. Torque converter scavange sceen cover


Dibagian belakang penutup ini terdapat screen untuk menyaring kotoran/partikel sebelum
olinya dikembalikan ke hydraulic tank.

Training Center Cileungsi 104


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

88

Gambar diatas memperlihatkan:

1. Torque converter charging filter, berfungsi untuk menyaring kotoran/partikel dari oli
yang akan digunakan oleh torque converter. Filter berada pada frame di balik roda depan
kiri.

2. Hoist, converter dan brake oil S.O.S tap, berfungsi sebagai tempat untuk mengambil
oli untuk dianalisa (SOS)

Training Center Cileungsi 105


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

89

Dibagian atas kiri torque converter terdapat:

1. Torque converter inlet relief valve


Komponen ini berfungsi untuk membatasi tekanan oli maksimum untuk memasok torque
converter.

2. Inlet relief pressure test port


Pada komponen ini bisa dipasangkan pressure gauge untuk mengetahui nilai tekanan oli
yang akan masuk ke torque converter.

3. Torque converter outlet relief valve


Dengan komponen ini, tekanan minimal oli yang terdapat pada torque converter
dipertahankan, untuk mencegah agar tidak terjadi kavitasi pada torque converter.

4. Torque converter outlet relief pressure tap


Pada tempat ini, anda dapat memasangkan pressure gauge untuk mengetahui tekanan
oli yang terdapat pada torque converter.

5. Torque converter outlet temperature sensor


Komponen ini digunakan untuk mengetahui suhu oli pada torque converter, yang akn
mengirimkan sinyal ke Caterpillar Monitoring System, yang akan menginformasikan
operator tentang suhu oli yang keluar dari torque conveter.

Training Center Cileungsi 106


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

90

1. Cooler screen, sebagai pembersih oli dari partikel-partikel yang relatif besar
2. Hoist, converter dan brake oil cooler, mendinginkan oli yang digunakan untuk hoist,
converter dan brake

Sebagian besar oli dari torque converter outlet relief valve mengalir melalui screen (1) dan
hoist, converter dan brake oil cooler (2) yang berada di sebelah kanan engine.

Torque converter charging oil mengalir melalui oil cooler diatas kemudian menuju rear brake
baru kemudian kembali ke hydraulic tank.

Training Center Cileungsi 107


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

91

Parking brake release filter (panah)

Oli mengalir dari bagian parking brake release dari torque converter pump ke parking brake
release filter (panah). Filter ini digunakan untuk menyaring oli yang digunakan untuk me-
release parking brake.

Training Center Cileungsi 108


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

92

1. Parking brake release valve

Oli dari parking brake release filter mengalir ke parking brake release valve (1), yang
berfungsi untuk mengatur aliran oli menuju parking brake. Valve ini terdapat di bagian dalam
frame kiri dekat torque converter. Parking brake release section pada torque converter pump
memasok oli untuk beberapa kegunaan:

• Me-release parking brake


• Engage torque converter lockup clutch
• Hoist valve pilot oil
• Brake oil cooling

2. Parking brake relief valve

Parking brake relief valve (2) berfungsi untuk mengontrol tekanan oli yang akan digunakan
untuk parking brake release, torque converter lockup dan hoist valve pilot oil. Tekanan
parking brake release adalah 4700 ± 200 kpa (680 ± 30 psi).

Training Center Cileungsi 109


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

93

1. Torque converter lockup clutch valve supply port


2. Lockup solenoid

Parking brake release pump memasok oli ke torque converter lockup clutch valve melalui
inlet port (1). Saat lockup clutch solenoid (2) dialiri arus oleh Transmission/Chassis ECM,
parking brake release oil digunakan untuk memulai proses modulasi pada torque converter
lockup. Lockup clutch valve kemudian memasok oli untuk meng-ENGAGE-kan lockup clutch
di dalam torque converter.

3. Torque converter lockup clutch pressure tap

Tekanan torque converter lockup clutch dapat diukur pada tap (3). Dengan engine speed
pada 1300 rpm, tekanan torque converter lockup clutch harus 2135 ± 70 kpa (310 ± 10 psi).

Training Center Cileungsi 110


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

94

Transmission dan Tranfer gear

1. Transfer gear

Tenaga mengalir dari torque converter melalui drive shaft ke transfer gear (1). Transfer gear
di-spline ke transmission input shaft.

2. Transmission
3. Differential

Transmission (2) berada di antara transfer gear dan differential (3). Transmission diatur
secara elektronis oleh transmission/chassis ECM dan bekerja secara hidrolis dan mekanis.

Training Center Cileungsi 111


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

95

Transmission Hydraulic System

Dua section pump transmission


1. Transmission scavange, mengalirkan oli dari transmission menuju oil cooler
2. Transmission charging, memasok oli untuk keperluan clutch engagement pada
transmission

Dua section transmission pump berada di belakang pump drive, yang terletak di dalam frame
kanan dekat torque converter. Kedua section adalah:
Transmission scavange (1)
Transmission charging (2)

3. Magnetic scavange screen cover

Transmission scavange section menghisap oli dari dasar transmission case melalui magnetic
screen yang berada di bawah cover (3). Magnetic screen harus selalu diperiksa dari kotoran
jika dicurigai terjadi problem pada transmission. Scavange pump akan mengirim oli dari
transmission ke transmission oil cooler dan kembali ke transmission tank.

Transmission charging section mengisap oli dari transmission tank. Charging oli mengalir
dari pump melalui transmission charging filter ke hydraulic control pada transmission.

Training Center Cileungsi 112


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

96

1. Transmission charging filter

Oli mengalir dari charging section transmission pump ke transmission charging filter (1) yang
berada di belakang roda depan kanan.

Oli mengalir dari transmission charging filter menuju transmission control control valve yang
berada di atas transmission.

2. Transmission S.O.S tap

Transmission oil sample dapat di ambil melalui Scheduled oil Sampling (S.O.S) tap (2).

3. Oil filter bypass switch

Oil filter bypass switch (3) berada pada filter. Oil filter bypass switch menyediakan input
signal ke Caterpillar Monitoring System, yang akan menginformasikan operator jika filter
buntu.

Training Center Cileungsi 113


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

97

1. Transmission control valve supply port


Transmission charging pump mensupply oli ke transmission hydraulic control valve dan
ke shift solenoid melalui inlet port (1). Sisa kelebihan oli transmission charging akan
mengalir ke dasar housing untuk dihisap oleh scavange pump.

2. Priority valve pilot pressure plug


Transmission hydraulic control valve memiliki priority valve. Priority mengontrol tekanan
pilot yang diarahkan ke selector piston pada tiap-tiap clutch station. Tekanan pilot adalah
1720 kpa (250 psi) dan dapat diukur melalui plug (2).

3. Transmission charging pressure tap


Transmission charging pressure relief valve adalah bagian dari transmission hydraulic
control valve. Relief valve membatasi tekanan maximum pada transmission charging
circuit. Transmission charging pressure dapat diukur melalui tap (3). Pada LOW IDLE
dengan TORQUE CONVERTER DRIVE, tekanan transmission charging harus minimum
2480 kpa (360 psi). pada HIGH IDLE dengan TROQUE CONVERTER DRIVE, tekanan
transmission charging harus maximum 3200 kpa (465 psi).

4. Transmission cluth pressure tap


Terlihat Individual Clutch Modulation (ICM) transmission hydraulic control valve. Tekanan
transmission clutch dapat diukur pada pressure tap (4).

5. Transmission lube relief valve


Transmission lube pressure relief valve (5) membatasi tekanan maximum transmission
lube circuit. Lubrication oil digunakan untuk mendinginkan dan melumasi semua gear,
bearing dan clutch pada transmission dan tranfer gear.

Training Center Cileungsi 114


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

98

Transmission lube oil pressure tap (panah)

Transmission lube pressure relief valve terdapat pada transmission case pada transmission
hydraulic control valve. Relief valve membatasi tekanan maximum pada transmission lube
circuit. Tekanan transmission lube oil dapat diukur melalui tap (panah) di atas transfer gear
case.

Training Center Cileungsi 115


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

99

Transmission Hydraulic System

Dua section transmission pump terpasang pada bagian belakang pump drive, yang berada di
dalam frame sebelah kanan dekat torque converter. Kedua section tersebut adalah:
• Transmission scavange
• Transmission charging

Transmission scavange section menghisap oli dari dasar transmission case melalui magnetic
screen yang terletak di bawah pump. Scavange pump mengalirkan oli dari transmission
mengalir melalui transmission oil cooler dan kembali ke transmission tank.

Transmission charging section menghisap oli dari transmission tank. Kemudian oli charging
mengalir dari pump melalui transmission charging filter ke hydraulic control di dalam
transmission.

Training Center Cileungsi 116


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

100

Rear Axle

1. Differential magnetic inspection plug

Periksa level oli differential dengan membuka magnetic inspection plug (1). Oli harus se-level
dengan bagian bawah pembukaan pada plug. Magnetic inspection plug harus dibuka pada
kurun waktu tertentu dan diperiksa dari partikel logam.

2. Rear axle breather

Inspeksi kondisi dari rear axle breather (2) setiap kurun waktu tertentu. Breather mencegah
dari naiknya tekanan di dalam axle housing. Kelebihan tekanan di dalam axle housing dapat
menyebabkan oli brake cooling bocor melalui Duo-Cone seal pada wheel brake assembly.

3. Differential carrier thrust pin cover

Differential carrier thrust pin berada di belakang cover kecil (3). Thrust pin mencegah
bergeraknya differential carrier saat mengalami beban thrust.

Training Center Cileungsi 117


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

101

Differential

Gambar di atas adalah differential yang telah dilepas dari axle housing. Differential berada di
rear axle housing dibelakang transmission. Tenaga mengalir dari transmission ke differential.
Differential akan membagi tenaga ke axle shaft kanan dan kiri. Torsi yang dikirimkan sama
dari differential melalui dua axle shaft saat machine tidak berbelok, akan tetapi, tenaga yang
dikirimkan ke axle shaft tidak akan sama saat machine berbelok.

Lokasi kontak pada differential carrier thrust pin (panah)

Lokasi kontak pada differential carrier thrust pin berada pada derah yang terlihat pada
gambar di atas (panah). Saat sedang mengalami beban thrust yang tinggi dari differential
pinion ke differential ring gear, carrier akan mencoba untuk bergerak menjauh dari pinion.
Thrust pin mencegah pergerakkan dari differential carrier saat mengalami beban thrust yang
tinggi.

Training Center Cileungsi 118


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

102

Transmission/Chassis Electronic Control System

Transmission/Chassis ECM (panah)

Transmission/Chassis ECM (panah) terdapat di belakang cabin. Transmission control yang


digunakan pada seri 777D truck sebelumnya adalah generasi kedua dari Electronic
Programmable Transmission Control (EPTC ll).

Transmission control yang digunakan pada 777D Update truck berfungsi sebagai pengontrol
transmission, ditambah dengan fungsi kontrol lainya pada machine (hoist dan secondary
steering control). Karena dengan fungsi tambahan ini pada control, sekarang disebut
sebagai ”Transmission/Chassis ECM”.

Training Center Cileungsi 119


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

103

Transmission/Chassis ECM shift transmission secara electronic

Kegunaan dari Transmission/Chassis ECM adalah memberikan pemilihan gear transmission


yang diinginkan dan meng-energize solenoid untuk melakukan upshift atau downshift
berdasarkan dari kedua informasi dari operator dan machine.

Transmission/Chassis ECM input

Transmission/Chassis ECM menerima informasi (signal electric) dari berbagai komponen


input seperti shift lever switch, sensor Transmission Output Speed (TOS), transmission gear
switch, body up switch dan hoist lever sensor.

Berdasarkan dari informasi input, Transmission/Chassis ECM akan menentukan saat


transmission harus upshift, downshift, engage lockup clutch atau membatasi transmission
gear. Aksi ini dilakukan dengan mengirimkan signal electric ke berbagai komponen output.

Transmission/Chassis ECM output

Komponen output termasuk upshift, downshift, dan lockup solenoid, back-up alarm dan
lainnya.

Transmission/Chassis ECM juga member kemudahan pada technician untuk melakukan


diagnostic melalui onboard memory. Yang dapat menyimpan semua kode diagnostic untuk
keperluan perbaikan.

Training Center Cileungsi 120


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

104

1. Shift lever switch

Shift lever switch (1) berada di dalam cabin pada shift console dan memberikan input signal
ke Transmission/Chassis ECM. Shift lever switch mengontrol pemilihan gigi yang diinginkan
oleh operator.

2. Adjustment nut
3. Adjustment screw

Posisi shift lever dapat dirubah untuk mendapatkan detent yang baik pada nomer posisi gear
pada shift console dengan mengendorkan nut (2) dan memutar lever. Posisi pada shift lever
switch juga dapat disetel dengan dua screw (3).

Training Center Cileungsi 121


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

105

1. Transmission gear switch

Transmission gear switch (1) memberikan input signal ke Transmission/Chassis ECM.


Transmission gear switch input terdiri dari enam kabel. Lima dari keenam kabel mengirimkan
code ke ECM. Untuk tiap-tiap posisi pada transmission gear switch memiliki code yang ber-
beda. Setiap posisi transmission gear switch terdapat dua kabel yang mengirimkan ground
signal ke ECM. Ketiga kabel lainya akan tetap open. Sepasang kabel ini setiap posisi akan
berbeda. Kabel keenam disebut sebagai kabel ”ground verify”, yang normalnya terhubung ke
ground. Kabel ground verify digunakan oleh ECM untuk menentukan transmission gear
switch terhubung ke ECM. Kabel ground verify juga digunakan untuk membedakan antara
transmission gear switch signal hilang atau pada posisi di antara detent (di tengah-tengah).

2. Upshift solenoid
3. Downshift solenoid

Output untuk solenoid menggunakan tegangan battery ke upshift solenoid (2) atau downshift
solenoid (3) tergantung dari informasi yang diterima dari operator dan machine. Solenoid
akan energize sampai pada transmission actual gear switch memberi signal ke ECM kalau
posisi gigi yang baru tercapai.

Training Center Cileungsi 122


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

106

TOS sensor (panah)

Transmission Output Speed (TOS) sensor (panah) berada pada tranfer gear housing pada
input transmission. Meskipun sensor berada dekat input transmission, sensor mengukur
speed pada transmission output shaft. Sensor ini adalah sensor tipe Hall-Effect. Untuk itu,
perlu power supply pada sensor. Sensor menerima 10 Volt dari Transmission/Chassis ECM.
Output dari sensor adalah signal square wave kira-kira 10 Volt amplitudo. Frequensi dalam
Hz dari square wave sama dengan dua kali output shaft rpm. Signal dari sensor ini diguna
kan untuk automatic shifting pada transmission. Signal ini juga digunakan untuk speedo
meter dan input untuk electronic control yang lain.

Training Center Cileungsi 123


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

107

1. Service/retarder brake switch

• Service/retarder brake engage:


o Menaikan shift point
o Mematikan fungsi anti-hunt timer

2. Parking/secondary brake switch

• Parking/secondary brake engage:


o Mematikan fungsi anti-hunt timer
o Memberi signal jika machine sedang parkir

3. System air pressure sensor


4. Brake light switch

System air pressure sensor (3) dan brake light switch (4) juga berada di belakang cabin. Low
air pressure sensor memberikan signal input ke Brake ECM. Brake ECM akan memberikan
signal ke Caterpillar Monitoring System untuk menginformasikan kondisi system air pressure
ke operator.

Training Center Cileungsi 124


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

108

1. Body up switch
2. Magnet

Body up switch (1) berada pada frame di dekat pivot pin. Magnetic switch ini normally open.
Saat body naik, magnet (2) yang berada di body akan melewati switch dan menyebabkan
switch menjadi close. Signal ground akan dikirimkan ke Transmission/Chassis ECM. Signal
ini digunakan untuk membatasi gigi tertinggi pada trsnsmission dengan body di atas. Gigi
tertinggi dapat diprogram dari SATU sampai TIGA dengan menggunakan ECAP atau ET.
Dari pabrik ECM diprogram pada gigi SATU. Saat bergerak maju menjauhi area dumping,
transmission tidak akan menaikan gigi lebih dari SATU sampai dump body turun. Jika
transmission sudah di atas gigi batasan saat body dinaikan, maka tidak akan ada batasan.

3. Body stringer
4. Main frame

Body up switch harus di-adjust dengan benar agar semua fungsinya dapat bekerja. Untuk
meng-adjust body up switch, naikan body sampai jarak di antara depan stringer (3) dan main
frame (4) mencapai 360 mm (14,2 in). Pasang block untuk mencegah body agar tidak
bergerak saat melakukan penyetelan.

Training Center Cileungsi 125


777D PRODUCT FAMILIARIZATION - POWERTRAIN

Training Center Cileungsi 126


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM STEERING

TOPIK 4
SISTEM STEERING

Pada bagian ini anda akan mengenal bagian-bagian, nama komponen pada sistem kemudi
(steering system) serta lokasi dan fungsi secara umum.

Training Center Cileungsi 127


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM STEERING

109

STEERING SYSTEM

Gambar di atas menunjukkan bagian depan truck dimana engine telah dilepas. Komponen
steering yang terlihat adalah:

1. Steering tank
2. Steering pump
3. Steering valve
4. Secondary steering motor dan pump

Training Center Cileungsi 128


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM STEERING

110

Steering system tank

Steering system tank berada di atas platform sebelah kanan

1. Steering system oil level sight gauge


Periksa steering system oil level pada sight gauge (1)

2. Steering system oil filter


Steering system oil filter (2) berada di sebelah steering tank.

3. Case drain oil filter


Steering system menggunakan pressure compensated piston type pump. Case drain oil
dari steering pump akan kembali ke tanki melalui case drain filter (3) yang berada di
samping steering tank.

4. Steering tank pressure release button dan breather


Sebelum membuka tutup tanki untuk menambahkan oli steering, tekan pressure release
button (4) pada breather untuk membuang jika terdapat tekanan di dalam tanki.

5. Steering system S.O.S tap


Steering system oil sample dapat diambil melalui Scheduled Oil Sampling (S.O.S) tap (5)
yang berada pada case drain return hose.

• Filter bypass valves


Steering system base dan case drain filter base memiliki bypass valve yang
mengijinkan steering oil untuk di-bypass dari filter jika filter buntu.

Training Center Cileungsi 129


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM STEERING

111

Steering pump

1. High pressure cutoff valve


• Main steering system relief

777D Update truck dilengkapi dengan load sensing, pressure compensated, piston type
pump. Steering pump akan bekerja saat engine running dan menyediakan aliran oli untuk
steering system. steering pump terdiri dari load sensing controller dengan dua valve. High
pressure cutoff valve (1) yang berfungsi sebagai primary steering system relief valve.

2. Flow compensator valve


• Low pressure standby

Flow compensator valve (2) digunakan untuk meng-adjust low pressure standby. Saat truck
berjalan lurus, tidak ada aliran atau tekanan yang diperlukan steering cylinder, dan pompa
akan destroke pada low pressure standby.

3. Load sensing signal pressure hose

Load Sensing (LS) signal pressure dari Hand Metering Unit (HMU) (lihat Gambar No. 142)
masuk ke spring chamber pada flow compensator valve melalui hose (3).

Training Center Cileungsi 130


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM STEERING

112

1. Steering pressure switch

Oli steering mengalir dari pompa ke steering valve yang berada di frame di balik suspension
cylinder depan kanan. Steering pressure switch (1) memonitor output dari steering pump.
Steering pressure switch memberikan signal ke Transmission/Chassis ECM, dan Caterpillar
Monitoring System untuk menginformasikan operator kondisi dari steering system. steering
system warning akan ditampilkan jika tekanan pada steering system turun di bawah 700±100
kpa (100±15 psi).

2. Pressure reducing valve

Steering pressure switch tidak mampu membaca tekanan high steering system. Pressure
reducing valve (2) menurunkan tekanan steering system untuk dibaca oleh steering pressure
switch. Tekanan dari pressure reducing valve adalah 2600+500-200 kpa (375+70-30 psi).
Untuk mengukur tekanan pada pressure reducing valve, lepas steering pressure switch dan
pasangkan pressure gauge pada port tersebut. Operasikan truck dalam NEUTRAL dan
engine LOW IDLE, putar steering wheel sampai berbelok penuh ke kanan atau ke kiri.

Secondary steering

3. Secondary steering motor

Jika steering pressure switch memngirimkan signal ke Transmission/Chassis ECM bahwa


tekanan steering system rendah, ECM akan meng-energize secondary steering relay yang
ada di belakang cabin. Secondary steering relay akan meng-energize relay yang lebih besar
yang berada di frame di atas steering valve, dan akan menghidupkan secondary steering
motor(3). Secondary steering supply oil akan mengalir ke steering valve dari secondary
steering pump melalui hose kecil di sebelah kanan valve.

Training Center Cileungsi 131


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM STEERING

4. Secondary steering primary relief valve plug

Primary relief valve untuk secondary steering ada pada secondary steering pump load
sensing valve. Settingan relief valve adalah 16880±345 kpa (2450±50 psi). relief valve dapat
dijangkau melalui plug kecil (4).

5. Secondary steering back-up relief valve

Dua relief valve berada di sebelah kiri steering valve. Relief valve bagian atas (5) adalah
back-up relief valve untuk secondary steering system. Secondary back-up relief valve
melindungi secondary steering system jika relief valve pada secondary steering pump tidak
bekerja. Setingan secondary steering back-up relief valve adalah 20700±400 kpa (3000±60
psi).

6. Primary steering back-up relief valve

Relief valve bagian bawah (6) adalah back-up relief valve untuk primary stering system.
Primary steering back-up relief valve melindungi primary steering system jika high pressure
cutoff valve pada steering pump tidak bekerja. Setingan untuk primary steering back-up relief
valve adalah 26000±400 kpa (3775±60 psi). Tekanan primary steering pertama dikontrol oleh
high pressure cutoff valve yang berada pada steering pump. Setingan pada high pressure
cutoff valve pada steering pump adalah 23425±345 kpa (3400±50 psi).

Training Center Cileungsi 132


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM STEERING

113

Check valve plugs


1. Secondary check valve
2. Primary check valve

Pada Gambar di atas terlihat bagian depan dari steering valve. Yang berada di dalam dua
plugs adalah check valve. Check valve digunakan untuk memisahkan primary dan secondary
steering system. secondary check valve (1) berada di dalam plug sebelah kiri, dan primary
check valve (2) berada di dalam plug sebelah kanan.

3. Steering system pressure tap

Tekanan steering system dapat diukur melalui steering system pressure tap (3).

Training Center Cileungsi 133


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM STEERING

114

1. HMU

Hand Metering Unit (HMU) (1) berada pada base dari steering column dibelakang cover
pada cabin depan. HMU terhubung ke steering wheel dan dikontrol oleh operator.

2. Load sensing signal line

Tekanan load sensing signal mengalir melalui tube (2) ke load sensing controller pada
primary steering pump dan load sensing controller pada secondary steering pump.

Pipa HMU

Di depan HMU terdapat empat tube (pipa):


• Tube kiri atas: saluran oli menuju tanki
• Tube kanan atas: saluran oli untuk belok kiri
• Tube kiri bawah: saluran oli dari pompa
• Tube kanan bawah: saluran oli untuk belok kanan

Training Center Cileungsi 134


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM HOIST

TOPIK 5
SISTEM HOIST

Bagian ini akan membahas mengenai sistem pengangkat (hoist system). Informasi yang ter
dapat pada bagian ini akan membantu anda dalam mengenal nama-nama, lokasi dan fungsi
komponen-komponen utama pada sistem ini.

Hoist system adalah suatu sistem yang dirancang untuk menaik-turunkan dump body. Pada
777D, hoist system dikendalikan oleh Transmission/Chassis ECM

Terdapat empat posisi hoist lever yaitu untuk pengoperasiannya, yaitu:


• RAISE,
• HOLD,
• FLOAT dan
• LOWER.

Training Center Cileungsi 135


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM HOIST

Training Center Cileungsi 136


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM HOIST

115

Hoist lever (panah)

Untuk menailk-turunkan dump body, operator harus menggerakkan hoist lever (tandapanah).
Komponen inilah yang mengatur pengoperasian dump body (RAISE, HOLD, FLOAT dan
LOWER).

Training Center Cileungsi 137


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM HOIST

116

Hoist, converter dan brake hydraulic tank

1. Oil level sight glass gauge door


Terlihat pada Gambar adalah hoist, converter dan brake hydraulic tank. Level oli dicheck
dengan membuka pintu kecil (1) dan melihat melalui sight gauge. Level oli harus pertama
dicheck dengan keadaan dingin dan engine mati. Level harus dicheck lagi dengan
kondisi hangat dan engine running.

2. Sight gauge bawah untuk level oli dengan cylinder posisi raised
Sight gauge bawah (2) dapat digunakan untuk mengisi tanki saat hoist cylinder berada
pada posisi RAISED. Saat hoist cylinder diturunkan, level oli hydraulic akan bertambah.
Setelah hoist cylinder diturunkan, periksa level oli hydraulic tank pada sight gauge yang
atas.

Hanya gunakan oli TDTO

Hanya gunakan Transmission Drive Train Oil (TDTO) dengan sepesifikasi TO-4 atau yang
terbaru.

TDTO TO-4 oil:


• Memberikan kemampuan menahan gesekan secara maximum untuk clutch disc yang
dipakai pada brake.
• Menaikan kemampuan menahan dalam pengereman dengan mengurangi slip.
• Mengontrol pengereman

3. Breather
Periksa hoist dan brake hydraulic tank breather (3) dari kebuntuan. Bersihkan filter jika
buntu.

Training Center Cileungsi 138


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM HOIST

117

Gambar diatas memperlihatkan bagian belakang dari hoist, converter dan brake oil tank.
Tangki ini berfungsi menampung oli yang akan digunakan untuk hoist system, torque
converter dan brake cooling.

Pada bagian belakang tangki tersebut terdapat:

1. Hoist pump suction screen, sebagai penyaring oli sebelum diisap pompa
2. Hoist oil return port, lubang saluran oli dari sistem menuju tangki

Hoist pump meng-hisap oli dari tanki melalui suction screen (1) yang berada di belakang
tanki. Oli yang kembali dari hoist valve mengalir melalui port (2) kembali ke tangki.

3. Brake cooling oil return port

Brake cooling oil dari sistem kembali ke hydraulic tank melalui ketiga port (3) paling atas.

Hydraulic tank port yang lain:


4. Transmission charging pump suction
5. Transmission return
6. Torque converter pump suction
7. Attachment brake cooling pump suction
8. Torque converter inlet valve return port

Training Center Cileungsi 139


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM HOIST

118

1. Hoist pump
2. Hoist system pressure tap

Hoist pump (1) berada di bagian atas belakang pump drive. Komponen ini berfungsi mengalir
kan atau menyuplai oli hoist system. Oli mengalir dari hoist pump ke hoist control valve.
Tekana hoist system dapat di tes pada pressure tap (2).

Training Center Cileungsi 140


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM HOIST

119

Gambar diatas memerlihatkan hoist control valve, yang berfungsi mengatur aliran oli dari
pompa menuju hoist cylinder yang akan menaikkan ataupun menurunkan dump body.

Oli mengalir dari hoist pump ke hoist control valve yang berada pada frame cross-tube
diantara mounting (dudukan) hoist cylinder bagian bawah. Hoist valve menggunakan brake
release oil sebagai oli pilot untuk menggerakan directional spool di dalam hoist valve. Brake
release oil masuk ke hydraulic actuator pada kedua ujung hoist valve melalui hose kecil.

Pada hoist control valve juga terdapat:


1. RAISE position solenoid valve, solenoid untuk menaikkan dump body
2. LOWER position solenoid valve, solenoid untuk menaikkan dump body
3. Tube menuju oil cooler dan brake

Saat hoist control valve pada posisi HOLD, FLOAT atau SNUB, semua oli dari hoist pump
akan mengalir melalui tube (3) dan brake oil cooler yang berada di belakang engine ke
brake.

4. Oil cooler relief valve plug, dibalik plug ini terdapat relief valve untuk oil cooler yang
akan membatasi tekanan oli pendingin rem.

5. Hoist cylinder head end—RAISE pressure tap, lokasi untuk penempatan pressure
gauge saat akan memeriksa tekanan oli pada head end cylinder (tekanan yang
digunakan untuk menaikkan dump body)

6. Hoist cylinder rod end—LOWER pressure tap, lokasi untuk penempatan pressure
gauge saat akan memeriksa tekanan oli pada rod end cylinder (tekanan yang digunakan
untuk menurunkan dump body)

Training Center Cileungsi 141


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM HOIST

120

Gambar diatas memperlihatkan two-stage hoist cylinder (hoist cylinder 2 tingkat) yang
digunakan untuk menaikan dan menurunkan body. Oli mengalir dari hoist control valve ke
dua hoist cylinder ini saat operator menggerakkan hoist lever

Body pad (panah)

Periksa kondisi dari body pad (panah) dari keausan dan kerusakan.

Menurunkan body dengan engie mati

Hoist pilot oil dibutuhkan untuk menurunkan body saat engine mati. Towing pump dapat
digunakan untuk menyediakan oli pilot. Cara untuk menurunkan body dengan engine mati
adalah:

• Ubah diverter (towing) valve ke posisi towing (lihat Gambar No. 187 dan 188)
• Putar key star switch ke posisi ON agar towing motor dan hoist solenoid dapat
energized.
• Gerakkan hoist lever ke posisi RAISE selama 15 detik, kemudian gerakkan ke posisi
FLOAT.
• Tekan secondary steering dan brake release switch pada dash (lihat Gambar No.46).

Training Center Cileungsi 142


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

TOPIK 6
SISTEM UDARA DAN REM

UDARA dan REM

Terdapat dua jenis sistem pengereman (brake system) terpisah yang digunakan pada OHT.
Kedua sistem tersebut adalah parking/secondary brake system dan service/retarder brake
system.

• Parking/secondary brake system


• Service/retarder brake system

Parking/secondary brake bekerja oleh adanya tekanan spring (spring engage) dan akan non
aktif bilamana terdapat oli mengalir ke rem (hydraulically released, dinonaktifkan oleh ada-
nya tekanan oli).

Service/retarder brake adalah akan bekerja bila terdapat oli menuju rem (aktif secara hidrolis
oleh adany oli).

Fungsi sistem udara (air system)


777D Update truck juga dilengkapi dengan air system. Compressor, yang digerakkan oleh
engine, akan memasok udara bertekanan dan akan mengisi ketiga tanki. Udara dari tanki ini
digunakan untuk beberapa fungsi:
¾ Pengaturan service dan retarder brake
¾ Pengaturan secondary dan parking brake
¾ Klakson, kursi udara dan pembersih cabin
¾ Exhaust diverter (bila dilengkapi)
¾ Air starting (bila digunakan)

Training Center Cileungsi 143


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

121

• Oil cooled brake assembly


• Seal mencegah oli bocor atau transfer

Rem belakang pada 777D Update truck adalah didinginkan oleh oli. Gambar di atas mem-
perlihatkan potongan pada oil cooled brake assembly. Brake dilengkapi dengan penyekat
dan tidak perlu disetel. Oli akan terus mengalir melalui brake disc untuk pendinginan disc.
Duo-Cone seal mencegah oli pendingin rem agar tidak bocor ke luar atau berpindah ke
dalam axle housing. Untuk mencegah kebocoran pada Duo-Cone seal, maka penyetelan
pada wheel bearing harus dilakukan.

Training Center Cileungsi 144


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

122

Komponen front brake


• Caliper assembly
• Disc
• Bleed valve

Rem depan yang digunakan pada 777D Update truck adalah model disc dan caliper. Brake
caliper assembly diikatkan pada spindle dan tidak berputar. Brake disc diikatkan pada roda
dan berputar bersama roda.

Udara dari sistem rem (bila ada) dapat dikeluarkan dari rem melalui bleed valve.

Saat melakukan pengereman, oli hidraulik dari brake cylinder akan mendorong brake piston
melawan brake carrier lining (brake pad). Brake lining akan didorong melawan disc untuk
memperlambat atau menghentikan putaran roda.

Training Center Cileungsi 145


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

123

Oil cooled front brake (rem depan berpendingin oli)

Rem depan pada 777D dapat pula dipasangi dengan jenis yang berpendingin oli (oil cooled
front brake assembly) seperti pada gambar di atas. Sama halnya dengan rem belakang yang
berpendingin oli, re mini juga dilengkapi dengan seal (penyekat) yang tidak perlu penyetelan.
Oli akan terus mengalir melalui brake disc untuk pendinginan.

Training Center Cileungsi 146


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

124

Air Charging System

• Air compressor

Udara dipasok oleh air compressor yang berada di depan engine.

1. Air compressor governor

Komponen ini berfungsi untuk menjaga agar tekanan udara pada sistem berkisar antara 660
dan 830 kpa (95 dan 120 psi).

2. Regulator untuk tekanan udara yang masuk

Dari air compressor udara mengalir menuju pressure regulator yang berfungsi untuk
membatasi suplai tekanan boost supply pada 70 kpa (10 psi), dengan tujuan agar suhu air
compressor tidak tinggi sehingga usianya menjadi lebih panjang.

Air compressor yang menerima suplay udara langsung dari luar tidak memerlukan pressure
regulator.

Training Center Cileungsi 147


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

125

1. Air dryer

Udara mengalir dari air compressor menuju air dryer (1) yang berada di sebelah dalam roda
kiri. Air dryer berfungsi membuang kontaminasi dan kelembaban dari air system.
Kondisi desicant pada air dryer harus diperiksa setiap 500 jam dan diganti secara berkala
(tergantung dari tingkat kelembaban udara disekitarnya).

2. Purge valve signal hose


Saluran (hose) ini digunakan untuk saluran udara dari governor menuju purge valve saat air
compressor mencapai tekanan cut-out-nya yakni sekitar 830 kPa (120 psi). Saat mendapat-
kan aliran udara, purge valve akan membuka dan udara bertekanan yang kotor dan berair
yang terjebak pada air dryer akan dikeluarkan melalui desicant, oil filter dan purge valve.

3. Air system relief valve

Air system relief valve (3) terdapat pada air dryer yang berfungsi untuk melindungi sistem
jika governor pada air copressor tidak bekerja. Setingan pada relief valve adalah sebesar
1380 kPa (200 psi).

4. Element pemanas

Heating element atau elemen pemanas (4) berfungsi mencegah udara lembab di dalam air
dryer tidak membeku pada saat cuaca dingin.

Training Center Cileungsi 148


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

126

1. Service/retarder brake tank

Udara mengalir melewati air dryer dan mengisi tiga buah tangki. Dua buah untuk service/
retarder brake tank (1) yang terdapat di atas hydraulic tank.

2. Relief valve

Pada service/retarer brake tank terdapat relief valve (2). Relief valve ini berfungsi melindungi
air system agar udara dari tangki-tangki ini tidak terbuang saat air dryer sedang mengeluar-
kan udara dan ball check valve pada air dryer outlet port menutup, yang akan memisahkan
air system dari air dryer relief valve. Setingan dari relief valve ini adalah 1034 ± 55 kPa (150
± 8 psi).

Tanki ketiga berada di belakang cabin dan memasok udara untuk parking dan secondary
brake system.

3. Drain condensation

Kotoran hasil kondensasi pada tangki harus dibuang setiap hari melalui drain valve (3).

Training Center Cileungsi 149


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

127

1. Pressure protection valve

Dibelakang ruang operator terdapat pressure protection valve (1). Komponen ini berfungsi
untuk mempertahankan tekanan sebesar 482 kPa (70 psi) pada service dan retarder brake
circuit bila secondary air line atau accesory circuit mengalami kerusakan.

2. Air system pressure sensor

Air system pressure sensor (2) akan mengirimkan sinyal ke Caterpillar Monitoring System,
yang akan menginformasikan operator apabila tekanan udara rendah.

3. Parking/secondary brake pressure switch

Parking dan secondary brake pressure switch (3) akan mengirimkan sinyal ke Transmission/
Chassis ECM. Sinyal ini digunakan sebagai referensi untuk mematikan fungsi anti-hunt timer
agar perpindahan gigi dapat terjadi dengan cepat (rapid downshifting). ECM juga mengirim-
kan sinyal ke Caterpillar Monitoring System, yang akan menginformasikan ke operator jika
parking atau secondary brake ENGAGED.

4. Front brake ratio valve


• Hanya pada truck yang menggunakan caliper disc front brake

Front brake ratio valve (4) berfungsi mengontol tekanan udara untuk front brake saat front
brake ON/OFF valve pada posisi ON (pada truck yang dilengkapi dengan caliper disc front
brake).

Training Center Cileungsi 150


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

128

1. Parking/secondary brake tank

Parking dan secondary brake air tank (1) terdapat di belakang operator station. Drain valve
(valve untukmembuang kotoran) berada di dekat engine oil dipstick. Kotoran kondensasi
harus dibuang dari tanki setiap hari melalui drain valve.

2. Stoplight switch
• Transmission service/retarder switch

Stoplight switch (2) dan transmission service/retarder switch (3) akan aktif saat service
brake, manual retarder atau Automatic Retarder Control (ARC) ENGAGED (diaktifkan).

Training Center Cileungsi 151


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

129

Brake System

Manual retarder valve (panah)

Manual retarder valve (panah) dikontrol oleh retarder lever di dalam kabin. Normalnya,
retarder valve akan menutup aliran udara menuju rear service brake relay valve

• Mengaktifkan service brake belakang


• Memodulasi brake lebih mudah dari pada pedal

Saat retarder valve ditarik ke bawah, udara mengalir ke rear service brake relay valve
[maximum 550 kPa (80 psi)]. Retarder lever digunakan untuk memodulasi proses engage
pada rear service brake dengan mengatur jumlah aliran udara yang ke rear service brake
relay valve.

Retarder digunakan untuk engage brake sama seperti service brake pedal, akan tetapi lebih
mudah dalam pengontrolan untuk memodulasi brake.

CATATAN: Pada truck yang menggunakan oil cooled front brake, retarder juga diguna-
kan untuk mengaktifkan rem depan.

Training Center Cileungsi 152


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

130

Piston pada brake cylinder digerakkan oleh udara yang akan menekan oli menuju piston
slack adjuster.

1. Front brake cylinder

Front brake cylinder (1) berada di atas hydraulic tank dan memasok oli ke front brake. Pada
truck dengan standard caliper disc brake, tekanan oli dari front brake cylinder akan mengalir
langsung ke front brake caliper. Pada truck dengan oil cooled front brake, tekanan oli dari
front brake cylinder akan mengalir ke front brake slack adjuster.

2. Brake oil makeup tank

Jika brake disc pada brake assemblies mengalami keausan, maka lebih banyak oli yang
diperlukan dari brake cylinder untuk mengompensasi keausan. Makeup oil tank (2) memasok
makeup oli untuk brake cylinder. Oli dari parking brake release valve memberikan supply oli
terus menerus ke makeup oil tank.
Bila aliran oli menuju makeup tank kurang, maka hal ini dapat menyebabkan makeup oil
menurun dan menyebabkan brake cylinder mengalami overstroke.

Training Center Cileungsi 153


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

131

1. Rear brake cylinder

Rear brake cylinder (1) memasok oli ke rear brake. Tekanan oli dari rear brake cylinder
mengalir ke rear slack adjuster.

2. Brake overstroke switch

Switch ini berfungsi untuk memberitahu operator bila brake cylinder mengalami overstroke,
yang diakibatkan oleh kurangnya pasokan oli menuju system rem, oli pada brake cylinder
habis atau terdapat udara pada system hidrolik rem.
Sinyal dari switch ini akan dikirimkan ke Caterpillar Monitoring System

3. Brake cylinder breather

Periksa kondisi breather (3) pada brake cylinder. Oli tidak boleh bocor keluar dari breather.
Jika oli bocor keluar dari breather, maka hal ini mengindikasikan bahwa oil seal pada piston
brake cylinder perlu diganti. Jika udara yang bocor keluar dari breather saat pengereman,
maka hal ini mengindikasikan bahwa brake cylinder air piston seal perlu diganti.

Training Center Cileungsi 154


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

132

1. Rear slack adjuster

Gambar di atas memperlihatkan rear slack adjuster (1). Slack adjuster berfungsi untuk
mengompensasi keausan pada brake disc dengan cara menambah volume oli pada ruang
antara slack adjuster dan brake piston.
Slack adjuster mempertahankan tekanan tertentu pada ruangan ini.

• Tekanan oli cooling menjaga jarak antara disc

Tekanan oli brake cooling menjaga celah di antara brake disc.

2. Sevice brake pressure tap

Tap ini (2) digunakan untuk lokasi penempatan pressure gauge untuk mengukur tekanan oli
service brake, yang berada di atas slack adjuster.

3. Parking brake pressure tap kanan

Tekanan brake release untuk parking brake kanan dapat diukur pada tap (3).

4. Parking brake pressure tap kiri

Tekanan brake release untuk parking brake kiri dapat diukur pada tap (4).

Training Center Cileungsi 155


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

133

1. Service brake bleed screw


2. Parking brake bleed screw

Sevice brake bleed screw (1) ditandai dengan huruf ”S” pada brake anchor plate casting di
sebelah screw. Parking brake bleed screw (2) ditandai dengan hurup “P” pada casting.

Komponen ini digunakan untuk membuang angin dari sistem hidrolik rem

Training Center Cileungsi 156


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

134

1. Electric motor
2. Towing pump

Gambar di atas memperlihatkan area di sebelah dalam dari suspension cylinder depan
kanan. Pada area ini terdapat electric motor (1) yang digunakan untuk membuat release
parking brake untuk keperluan service atau towing. Komponen ini dapat diaktifkan dengan
menekan brake release switch yang berada di dalam kabin. Motor akan memutar pompa (2)
yang akan mengirimkan oli melalui diverter (towing) valve ke brake release valve untuk
RELEASE parking brake. Tekanan towing pump dibatasi oleh relief valve pada brake release
valve.

3. Secondary steering pump

Pompa (3) pada sebelah kanan akan memasok aliran oli ke secondary steering system.

Training Center Cileungsi 157


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

135

Diverter valve (panah)

Diverter (towing) valve (panah) harus digeser sebelum towing. Diverter valve berada di
sebelah kiri hoist cylinder frame support.

Training Center Cileungsi 158


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

136

Komponen diatas adalah brake oil cooler yang bekerja hanya pada saat brake bekerja
(ENGAGED). Brake oil cooler akan mendinginkan oli yang digunakan untuk mendinginkan
rem. Untuk mendinginkan olinya, digunakan engine aftercooler cooling system.

Komponen-komponen diatas adalah:

1. Diverter valve
2. Brake oil cooler
3. Temperature switch

Training Center Cileungsi 159


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

137

Brake cooling oil pressure tap (panah)

Gambar di atas memperlihatkan bagian kiri belakang brake housing pada 777D Update
truck. Tekanan brake cooling oil dapat di test pada kedua tap (panah) yang berada pada
brake cooling oil tube. Salah satu tap berada pada brake cooling inlet tube dan satunya lagi
berada pada brake cooling outlet tube. Tekanan yang diukur pada brake inlet tube (dari oil
cooler) akan selalu lebih tinggi dari pada tekanan yang diukur pada brake outlet tube.

Training Center Cileungsi 160


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

138

Brake ECM (panah)

• Tidak ada diagnostic window

Brake ECM (panah) berada pada ruangan di belakang kabin. Brake ECM tidak memiliki
diagnostic window seperti ARC dan TCS yang dipakai pada 777D sebelumnya.

Komponen ini digunakan untuk mengatur kerja retarder dan traksi secara elektronis.

Training Center Cileungsi 161


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – SISTEM UDARA & REM

Training Center Cileungsi 162


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

TOPIK 7
CAT ELECTRONIC TECHNICIAN

Menggunakan Layar ET

Pendahuluan
Pelajaran ini membahas topik berikut ini:
- Drop down menu
- Tool bar usage
- Function key
- Data link connecting dan disconnecting
- Status screen usage
- Diagnostic screen
Pada Cat ET terdapat training program yang disebut Cat ET Trainer. Bila Training Aid,
machine atau engine tidak tersedia, fitur ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan yang
dijelaskan pada pelajaran ini.

Sasaran
1. Menghubungkan Komputer dengan ECM (Electronic Control Module), membuat
hubungan antara Cat ET dan application.
2. Menelusuri semua tampilan pada Cat ET menggunakan mouse dan keyboard.
3. Memilih toolbar dan function key sesuai keperluan.
4. Membaca Active Fault, Logged Fault dan Event, menghapus Logged Fault dan Event.
5. Mengaktifkan semua diagnostic test, mencetak hasilnya.

Training Center Cileungsi 163


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Cat ET Trainer dapat diakses menggunakan icon dibawah ini:

Atau menggunakan pilihan drop down menu:


Help / Trainer / Enable - Disable

ECM Selector Screen (Screen Pemilihan ECM)


ECM Selector Screen atau ECM summary screen muncul secara otomatis saat Cat ET
terhubung dengan machine.
Bila beberapa ECM terhubung dengan data link, ECM Selector Screen seperti yang ditunjuk-
kan pada gambar diatas akan muncul. Pemiilihan ECM harus dilakukan sebelum dapat
masuk ke program. Maksimal 9 buah ECM dapat terhubung dengan data link, misalnya pada
797 Off-Highway Truck.
Bila hanya satu ECM terhubung dengan data link, layar ini tidak akan muncul. Yang akan
muncul adalah ECM Summary screen, seperti terlihat pada gambar dihalaman berikut ini.

Training Center Cileungsi 164


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Drop Down Menu, Tool Bar dan Function Key


Tampilan ini (ECM Summary) muncul setelah ECM telah dipilih atau bila hanya terdapat satu
ECM terhubung dengan data link.
ECM Summary screen berisi informasi peralatan dan ECM yang sedang terhubung dengan
Cat ET. Pada beberapa kasus, suatu machine dapat mempunyai beberapa ECM yang
terhubung melalui data link.
Pada kotak kiri atas terdapat semua ECM yang terhubung dengan data link. Pada gambar
diatas hanya menampilkan satu ECM saja.
Pada kotak kanan atas terdapat informasi mengenai Cat ET, (Program Version Number,
Serial Number, dan Subscription Type). Dalam hal ini, terlihat Version 2002A sedang diguna-
kan.
Kotak bagian bawah berisi Equipment ID dan Engine Serial Number. Pada kotak ini juga
terdapat informasi mengenai ECM Personality Module.
ECM Summary Screen dapat secara manual dipilih kapan saja menggunakan drop down
menu Information / ECM Summary atau icon (gambar dikanan).
Bila tampilan tidak berukuran penuh, tampilan dapat dimaksimalkan (tampilan layar penuh)
dengan cara mengklik kotak diujung kanan atas Cat ET screen.

Training Center Cileungsi 165


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Drop down menu berikut ini terletak di atas layar seperti terlihat pada gambar:
- File
- View
- Diagnostics
- Information
- Service
- Utilities
- Help

Training Center Cileungsi 166


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Data Link Connecting dan Disconnecting


Sebagaimana fungsi Cat ET lainnya, terdapat berbagai metoda untuk connecting (meng-
hubungkan) dan disconnecting (memutuskan) data link.
1. Function key F8 (pada keyboard) melakukan kedua hal ini, connecting dan
disconnecting.
2. Fungsi connecting/disconnecting dapat pula dilakukan dengan menggunakan File drop
down menu, sebagai berikut:
File / Disconnect F8
3. Dua buah data link icon adalah Toolbar, satu untuk connecting
(icon kiri) dan yang lainnya untuk disconnecting (icon kanan).
Saat fungsi disconnect dipilih, tampilan utama layar akan kosong.

CATATAN: Saat cursor diatas tombol toolbar, bubble help (penjelasan fungsi) akan muncul.

Training Center Cileungsi 167


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Diagnostic Screen
Active Diagnostic Fault (code) screen dapat dipilih menggunakan tombol disebelah kanan,
tombol F3 pada keyboard, atau menggunakan Diagnostics drop down menu. Menu yang
dapat digunakan untuk memilih tampilan ini adalah sebagai berikut:
Diagnostics / Active Diag Codes
Function key yang digunakan untuk tujuan ini tergantung dari pilihan yang
ditentukan sebelumnya. F3 merupakan default key.
Hanya satu Active Diagnostic fault yang aktif pada engine 3408E ini.
Seringkali terdapat berbagai active faults dan status flag indicator muncul.
Pengguna dapat men-troubleshoot suatu active fault dengan cara menyorot (highlight) fault
dan menekan tombol Troubleshoot Code dipojok kiri bawah layar. Proses ini akan membuka
Diagnostic Advisor, (bila Cat ET dijalankan didalam STW dan Diagnostic Advisor dipasang)
dan membantu teknisi dalam men-troubleshoot kode fault.
Active fault tidak dapat dihapus dari layar. Active fault akan terhapus/hilang secara otomatis
saat fault tersebut telah diperbaiki.

Training Center Cileungsi 168


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Logged Diagnostic Fault screen dapat dipilih menggunakan icon yang ditunjukkan di sebelah
kiri atau menggunakan drop down menu dibawah ini:
Diagnostics / Logged Diagnostic Codes
Function key juga dapat digunakan (tergantung dari bagaimana function key ditentukan). F4
merupakan default key.
Active, Logged, dan Event Diagnostic screen dapat di-print atau disimpan agar dapat dilihat
atau juga di-print sebagai file *.PLR (lihat Pelajaran 4 untuk informasi yang lebih lengkap
mengenai Mencetak dan Mengelola File).
Perhatikan tiga penjelasan disebelah kanan atas layar: "Occ., First, dan Last". Item ini men-
jelaskan jumlah terjadinya kerusakan, jam kapan kejadian pertama dan terakhir kalinya
terjadi. Fitur ini sangat berguna untuk mengidentifikasi intermittent fault.

Training Center Cileungsi 169


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Logged Fault dapat dihapus dengan menggunakan cursor untuk menyorot (highlight) pesan
seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas pada baris kelima. Kemudian tekan tombol
Enter, atau tekan tombol Clear di bagian pojok kiri bawah layar dan tekan Yes untuk
memastikan penghapusannya
Kotak Include all ECMs (gambar disamping kanan) di pojok kanan bawah layar, dapat
dipilih untuk menampilkan data kerusakan pada semua ECM yang terhubung dengan data
link. Bila akan menghapus semua pesan Logged Fault dari semua ECM, tekan Clear All di
bagian bawah layar.
Pada layar Cat ET pada gambar diatas menunjukkan 3 buah ECM. Karena Caterpillar
Monitoring System bukan bagian dari sistem, CMS pada machine diatas tidak didukung oleh
Cat ET. Engine, Transmission dan Brake Logged Fault dikomunikasikan melalui data link ke
CMS. Menghapus fault pada Cat ET tidak akan menghapusnya dari CMS karena CMS pada
machine diatas tidak berkomunikasi dengan Cat ET. Untuk menghapus logged fault pada
CMS yang tidak berkomunikasi dengan Cat ET, hubungkan 4C-8195 Control Service Tool
dan gunakan Mode, Scroll, dan Clear switch untuk mengakses service mode dan meng-
hapus logged fault.

Training Center Cileungsi 170


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Logged Event adalah situasi dimana terjadi kerusakan baik kerusakan elektronik ataupun
bukan, yang menyebabkan engine beroperasi diluar normal operating parameter. Tampilan
ini dapat diakses menggunakan Logged Events screen icon seperti pada gambar disamping,
menggunakan function key, atau menggunalkan drop down menu berikut ini:
Diagnostics / Events / Logged Events
Kondisi ini dapat saja berhubungan dengan perawatan, misalnya low oil level (level oli
rendah) atau air filter tersumbat/buntu. Event (kejadian) lain dapat saja disebabkan oleh
operator abuse (kesalahan perlakuan oleh operator) seperti engine overspeed atau overload
yang mengarah ke overheating.
Pada contoh diatas, terdapat 8 event (pada gambar diatas). Bila salah satu dari kejadian
tersebut adalah "Engine Overspeed Warning", informasi tambahan dapat dilihat dalam
bentuk histogram. Informasi ini tersedia dengan cara menyorot item-item dan memilih tombol
View Histogram di bagian pojok kiri bawah layar. Bila tidak terdapat overspeed, tombol ini
akan berwarna abu-abu dan tidak akan dapat disorot. (lihat gambar diatas).
Pada sisi kanan atas layar terdapat informasi tambahan, sama halnya seperti pada Logged
Diagnostic Codes. Informasi ini menunjukkan jumlah kejadian, jam kapan kejadian pertama
dan terakhir kalinya terjadi. Sebagai contoh, kejadian Low Engine Oil Pressure Warning;
telah terjadi 11 kali, terjadi antara jam ke 32 sampai 33.

Training Center Cileungsi 171


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Event tidak dihapus secara rutin dan biasanya memerlukan factory password untuk meng-
hapusnya. Bila akan menghapus Event, highlight event tersebut, lalu tekan Enter atau pilih
Clear dan kemudian masukan informasi-informasi yang diperlukan untuk mendapatkan
password. Factory password dibahas pada Pelajaran 5 pada buku ini.
Normalnya, event akan tetap berada pada memori ECM sampai waktunya overhaul. Event
memberikan catatan atau sejarah dari kemungkinan problem yang akan merusak engine dan
akan membantu proses diagnosa, analisa kerusakan atau sebagai bukti adanya kesalahan
pengoperasian oleh operator. Jumlah maksimal event yang dapat disimpan ECM adalah
255. Bila jumlah ini sudah terlampaui, event dapat dihapus setelah penyebabnya diketahui
dan diperbaiki.
Walaupun ECM dapat menyimpan 255 kejadian, diagnostic clock akan mencatat jam
kejadian terakhir kalinya.
Event lain yang mungkin muncul, tergantung dari aplikasinya, antara lain:
- High exhaust temperature
- High aftercooler temperature
- High crankcase pressure
- Loss of coolant flow
- Low (lubrication) oil pressure (mengacu pada oil pressure map)
- User defined shutdown selection
- Fuel filter restriction
- Oil filter restriction
- Low engine oil level
- High atau low boost

Training Center Cileungsi 172


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Nilai besaran dan jumlah kejadian overspeed dijelaskan pada overspeed histogram C-9
Industrial Engine seperti pada gambar diatas.
Tampilan ini secara grafis memperlihatkan tingkat overspeed. Garis vertikal pada grafik
menunjukkan jumlah setiap kategori overspeed. Garis horizontal menunjukkan nilai rpm
tertinggi setiap terjadi overspeed. Overspeed dikelompokkan setiap peningkatan 100 rpm.
Pada grafik diatas terdapat 6 kali overspeed terjadi pada rpm 2500, 3 kali pada rpm 2600, 2
kali pada rpm 2700, satu kali pada rpm 2800, dan satu kali pada rpm 2900.
Rentang rpm yang ditunjukkan pada layar ditentukan oleh aplikasi ECM. Dalam hal ini, 2900
merupakan rpm tertinggi yang terukur oleh C-9 engine. Engine lainnya mempunyai skala
yang berbeda tergantung dari engine-nya.
Dalam hal ini, engine yang lebih kecil (C-9), dapat dianggap bahwa kerusakan serius telah
dialami pada rpm 2900. Engine telah mencapai rpm yang potensial menimbulkan kerusakan
dan harus diperiksa terhadap kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh overspeed.
Pemeriksaan, sebagai contoh, harus termasuk pemeriksaan valve, piston, bearing dan
komponen yang bergerak lainnya. Akan tetapi, pada engine yang lebih besar, misalnya seri
3500, dapat dianggap bahwa kerusakan akan telah terjadi pada rpm ini karena kecepatan
piston yang lebih tinggi.

Training Center Cileungsi 173


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Mengelola dan Mencetak File

Pendahuluan
Pelajaran 4 membahas topik berikut ini:
- Saving Report (Menyimpan Laporan)
- Accessing File (Mengakses File)
- Print Function (Fitur Cetak)

CATATAN: On line Cat ET help screen memiliki informasi lebih banyak mengenai cara
pengelolaan file. Tidak terdapat paper manual (manual dalam bentuk buku) yang dipublikasi-
kan.

Training Center Cileungsi 174


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Menyimpan Laporan
Untuk menyimpan tampilan (screen) gunakan pull down menu sebagai berikut:
File / Print to File
Dialog box (seperti gambar diatas) akan muncul. Nama file dapat menggunakan nama yang
dibuat oleh program, ataupun membuat nama tersendiri.
Beri tanda pada kotak yang berisi tulisan "Include Description with Printout" dan tuliskan
penjelasannya bila perlu. Pilih Save.
Laporan (report) disimpan dengan file extension *.xml dan disimpan oleh sistem pada folder
berikut ini pada Cat ET program:
Program Files / Caterpillar Electronic Technician / Files / Reports
File-file ini dapat dilihat menggunakan web browser. Karenanya, untuk membuka file ini tidak
perlu menggunakan komputer yang dipasangi Cat ET untuk menampilkan datanya. Bila file
di simpan dalam format HTML, maka file dengan format ini tidak dapat dibuka oleh ET, tetapi
hanya dapat dibuka oleh Internet Explorer.
File dapat disimpan dalam format XML (default) ataupun HTML.
.XML file: Dapat dibuka menggunakan Cat ET atau web browser
.HTML file: Hanya dapat dibuka menggunakan web browser

Training Center Cileungsi 175


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

CATATAN: Sistem pengelolaan file yang lama telah ditiadakan mulai Cat ET Version 2002A.
Document yang diekspor disimpan sebagai file *.ET
Saat ini fungsi import hanya digunakan untuk mengimpor file *.ET lama
File laporan (report) yang dibuat sebelum versi 2003B akan mempunyai extension *.PLR.
File yang disimpan oleh Cat ET versi terkini akan mempunyai extension *.XML yang diset
secara otomatis oleh sistem.

Kesimpulan mengenai jenis dan extension file Cat ET:


.PLR Extension file laporan sebelum Cat ET Version 2003B
.ET Dibuat oleh File Management Sys. (Cat ET sebelum Version 2002A)
.XML Dapat dibuka menggunakan Cat ET atau web browser
.HTML Hanya dapat dibuka menggunakan web browser saja

HTML - Hypertext Markup Language


Bahasa format berkode digunakan untuk membuat hypertext documents pada World Wide
Web dan mengatur bagaimana Web pages terlihat.

XML - Extensible Markup Language


XML dirancang untuk meningkatkan fungsionalitas web dengan memberikan kemampuan
yang lebih fleksibel dan identifikasi informasi yang dapat diadaptasi.

Training Center Cileungsi 176


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Mengakses File
Fitur Open memungkinkan pengguna membuka folder pada program Cat ET yang juga
digunakan untuk menyimpan document.
Untuk membuka folder, gunakan urutan drop down menu berikut ini:
File / Open
Pilihlah satu dari folder berikut ini:
- ECM Replacement File Fleet
- Configuration File
- Data Log File
- Report File
- Snapshot File
Perhatikan bahwa setiap aplikasi dapat memiliki berbagai jenis file.
Pilih folder, misalnya Reports dan Open screen (halaman berikut) akan muncul.

Training Center Cileungsi 177


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Highlight file yang akan dibuka lalu tekan tombol Open.


CATATAN: Bila menggunakan STW, hanya file milik serial number dari machine atau
engine yang sedang terhubung dengan ET saja yang muncul pada Open drop down menu.

Training Center Cileungsi 178


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Fitur Cetak (Print)


Fitur Print Document memungkinkan data dapat digunakan untuk analisa dikemudian hari
atau tujuan pengarsipan.
Fitur Print dapat diakses menggunakan tombol Print (icon dikanan) pada
Toolbar atau menggunakan drop down menu sebagai berikut:
File / Print
Fitur Print akan mem-print suatu laporan yang ada pada screen ke printer, yang diset
sebagai default printer.
Tombol Print Preview (icon kiri) memungkinkan pengguna untuk melihat apa yang akan
disimpan ataupun di-print kemudian.
Fitur Print to File (default) memungkinkan informasi untuk disimpan secara elektronik untuk
dilihat atau di-print dikemudian hari.
Print Setup memungkinkan pengguna untuk memilih printer berbeda, mengubah ukuran
halaman, mengubah dari bentuk portrait ke landscape, dan berbagai fungsi setup lainnya.
Pengguna perlu menambah dan set-up default printer menggunakan setting pada operating
system setting.

Training Center Cileungsi 179


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Bila menggunakan Print Preview atau Print Function, Comment screen akan muncul. Ini
memungkinkan pengguna dapat mengatur kertas sebelum mem-print, sehingga dapat
diidentifikasi pada printer.

Training Center Cileungsi 180


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

Fitur Print Preview memungkinkan memeriksa laporan sebelum disimpan ataupun di-print.
Pada gambar diatas menunjukkan laporan untuk engine 3408E. Perhatikan informasi di
bagian atas layar yang menunjukkan tanggal, waktu, machine, engine, dan keterangan
mengenai ECM.
Informasi ini dapat di-print menggunakan tombol Print (terletak di pojok atas kiri layar), tanpa
kembali ke menu sebelumnya.

Training Center Cileungsi 181


777D PRODUCT FAMILIARIZATION – CAT ET

CATATAN
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………….

Training Center Cileungsi 182


vv
MARET 2008