Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN RESMI

BIOFISIKA
PUSH UP

Disusun Oleh :

Fina Indriyani (17312241026)


Pendidikan IPA I 2017

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2020
A. JUDUL
Push Up
B. TUJUAN
Menghitung gaya reaksi pada telapak tangan ketika seseorang melakukan push up
C. DASAR TEORI
Menurut Nurhasan dalam Tes dan Pengukuran Pendidikan Olahraga (2000: 140)
bahwa gerakan push up dilakukan dalam posisi berbaring dengan sikap telungkup, kedua
tangan dilipat disamping badan, kedua tangann menekan lantai dan diluruskan, sehingga
bandan terangkat, sedangkan sikap badan dan tungkai merupakan garis lurus , setelah itu
diturunkan badan dengan cara membengkokkan lengan pada siku, sehingga badan
menyentuh lantai.
The push-up is a multi joint upper body exercise that can increase the upper body
muscular push strength, shoulder strength, and performance of activities demanding high
level of relative strength. Pushups are one of the basic and most common exercises for
the human body. Pushups are great exercise for the chest, and also help tremendously for
shaping and defining abs, triceps, shoulders and torso (Kaukabazeem: 2015).
Ketika seseorang melakukan push-up pada lantai, seperti dalam Gambar 1.

Gambar 1. Gaya pada saat push-up


Tangan orang tersebut menekan pada lantai dengan gaya tertentu. Pada aktivitas ini
berlaku hukum ke III Newton yang berbunyi“ Ketika dua benda berinteraksi, gaya pada
kedua benda yang berasal dari satu sama lain selalu selalu sama magnitudonya dan
berlawanan arah“(Halliday,2005:109). Kemudian menurut Hewitt (2007: 45),
We can call one force the action force, and we can call the other the reaction force.
The important thing is that they are coequal parts of a single interaction and that neither
force exists without the other. Action and reaction forces are equal in strength and
opposite in direction. They occur in pairs, and they make up a single interaction between
two things.
Titik tekan dari pernyataan tersebut adalah gaya pertama disebut gaya aksi dan gaya
yang lain disebut gaya reaksi. Gaya aksi sama besarnya dengan gaya reaksi serta
memiliki arah yang berlawanan. Gaya-gaya tersebut terjadi secara berpasangan dan
membuat interaksi tunggal diantara dua benda dan tidak akan ada satu gaya yang muncul
jika tidak ada gaya lainya. Sehingga menurut hukum ketiga Newton, lantai memberikan
reaksi keatas dengan gaya yang sama, misalnya F. Gaya reaksi ini bekerja pada orang
tersebut .sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:
Faksi = -Freaksi
Konsep gaya aksi reaksi :
1. Gaya aksi dan reaksi sama besar, tetapi berlawanan arah
2. Pasangan gaya aksi reaksi ada jika terdapat dua benda yang berinteraksi
3. Gaya aksi dan reaksi bekerja pada dua benda yang berbeda Dalam gerakan
push-up berlaku juga kesetimbangan gaya dan torka.
Dalam gerakan push-up berlaku juga kesetimbangan gaya dan torka. Menurut
Halliday (2005:333), persyaratan agar benda menjadi setimbang adalah:
1. Jumlah vector semua gaya eksternal yang bekerja pada benda harus nol.
2. Jumlah vector semua torsi eksternal yang bekerja pada benda diukur disekitar
titik yang mungkin harus nol (titik kesetimbangan).
Karena manusia termasuk kategori benda tegar, benda tegar adalah benda yang tidak
mengalami perubahan bentuk bila gaya dikerjakan pada benda tersebut. Benda tegar akan
melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat mengenai suatu
titik yang disebut titik berat. Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam
keseimbangan rotasi( tidak mengalami rotasi) (Giancoli, Douglas C., 2001).
Menurut Davidovits (2008:2),Pusat gravitasi (c)orang tegak dengan lengan
disisinya adalah sekitar 56% tinggi badan seseorang yang diukur dari telapak kaki. .
Titik tekan dari pernyataan tersebut adalah pusat gravitasi yang menjadi titik
kesetimbangan tubuh manusia dalam posisi tegak kira-kira 56 % dari tinggi orang
tersebut dan diukur dari telapak kaki, sehingga posisinya berada di sekitar pusar. Seperti
yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini

Gambar 2.pusat gravitasi manusia


Sumber :Davidovits, 2008 : 2
Dengan menggunakan syarat kesetimbangan torka, kita dapat menghitung gaya
reaksi F. Misalkan massa orang itu adalah m, jarak antara telapak kaki sampai pusat berat
adalah L1, jarak antara telapak kaki sampai telapak tangan adalah L2.
Gaya merupakan suatu besaran yang menyebabkan benda bergerak. Gaya juga bisa
diartikan sebagai dorongan atau tarikan yang akan mempercepat atau memperlambat
gerak suatu benda. Pada aktivitas push up ini gaya-gaya yang bekerja antara lain:
1. Gaya berat
Gaya berat adalah magnitude gaya neto yang diperlukan untuk mencegah
benda mengalami gaya jatuh bebas, yang diukur seseorang di atas permukaan bumi.
Berat suatu benda adalah sama dengan magnitude gaya gravitasi Fg pada benda.
Besarnya gaya berat dapat dicari menggunakan persamaan
W = mg
W = gaya berat (N)
M = massa benda (kg)
G = percepatan gravitasi (m/s2)
2. Gaya normal
Gaya normal (N) adalah gaya yang bekerja pada bidang yang bersentuhan
antara dua permukaan benda, yang arahnya selalu tegak lurus dengan bidang sentuh.
Dengan kata lain ketika benda menekan suatu permukaan, permukaan (bahkan yang
terlihat keras sekalipun) berubah bentuknya dan mendorong benda tersebut dengan
gaya normal N yang arahnya tegak lurus terhadap permukaan.

Gambar 3. Gaya normal

D. METODE PERCOBAAN
1. HARI, TANGGAL : Rabu, 26 Februari 2020
2. TEMPAT : Laboratorium IPA
3. LANGKAH KERJA :
a. Menimbang badan anda untuk mengetahui massa. Gunakan nilai
percepatan 9,80 m/s2, kemudian hitung berat anda.
b. Misalnya pusat berat anda tepat pada pusar anda
c. Mintalah tolong kawan lain untuk mengukur jarak antara pusar sampai
telapak kaki Anda
d. Mintalah tolong kawan lain untuk mengukur jarak antara telapak tangan
penopang sampai telapak kaki Anda
e. Memulailah push up . Mintalah tolong kawan lain untuk mengukur
ketinggian rata rata tubuh Anda terangkat.
f. Mengulangi prosedur a s.d e untuk teman yang lain
E. DATA HASIL
Naracoba mb (kg) Wb (N) L1 (m) L2 (m) Rata rata h (m)
Sidiq 55 539 1,02 1,23 0,206
Indri 47 465,5 0,93 1,12 0,189
Indah 46 450,8 0,86 0,91 0,170
Fina 45 441 0,88 1,04 0,210

F. ANALISIS DATA
1. Naracoba 1 (Sidiq)
a. Gaya reaksi F
W b × L1 539 ×1,02
F 1= = =446,97 N
L2 1,23
b. Usaha
W 1=F 1 × S 1=446,97× 0,206=92,07 N
2. Naracoba 2 (Indri)
a. Gaya reaksi F
W b × L1 465,5× 0,93
F 2= = =471,89 N
L2 1,12
b. Usaha
W 2 =F 2 × S2=471,89× 0,1,86=71,89 N
3. Naracoba 3 (Indah)
a. Gaya reaksi F
W b × L1 450,8× 0,83
F 3= = =426,03 N
L2 0,91
b. Usaha
W 3 =F3 × S3=426,03 ×0,17=72,42 N
4. Naracoba 4 (Fina)
a. Gaya reaksi F
W b × L1 441 ×0,88
F 4= = =373,15 N
L2 1,04
b. Usaha
W 4=F 4 × S4 =373,15 ×0,21=78,36 N

G. PEMBAHASAN
Praktikum yang praktikan berjudul “Push Up” , praktikum ini memiliki tujuan
untuk menghitung gaya reaksi pada telapak tangan ketika seseorang melakukan push up.
Praktikum ini dilaksanakan pada rabu, 26 Februari 2020 di Laboratorium IPA 2 FMIPA
UNY.
Praktikum ini menggunakan beberapa alat seperti neraca yang digunakan sebagai
alat untuk mengukur berat praktikan dan meteran digunakan untuk mengukur panjang.
Praktikum ini dilakukan oleh 4 praktikan. Langkah kegiatan praktikum yang dilakukan
pertama dengan menimbang badan anda untuk mengetahui massa pada setiap praktikan.
Setelah diketahui massa tiap praktikan dengan menggunakan percepatan gravitasi 9,8
m/s2, digunakan praktikan untuk menghitung berat praktikan dengan rumus
W=mxg
Setelah perhitungan diperoleh berat pada praktikan sidiq sebesar , pada praktikan
indri sebesar , pada praktikan indah, dan praktikan fina sebesar. Langkah selanjutnya
dengan mengukur jarak antara pusar sampai telapak kaki. Pusat berat dimisalkan tepat
pada pusar sehingga pengukuran antara pusar sampai telapak kaki. Hal ini didasari dari
pernyataan Davidovits (2008:2) bahwa pusat gravitasi (c)orang tegak dengan lengan
disisinya adalah sekitar 56% tinggi badan seseorang yang diukur dari telapak kaki. .
Sehingga pusat gravitasi yang menjadi titik kesetimbangan tubuh manusia dalam posisi
tegak kira-kira 56 % dari tinggi orang tersebut dan diukur dari telapak kaki adalah pusar.
Pengukuran dilakukan antar teman agar dapat lebih mudah. Selanjutnya mengukur
jarak antara telapak tangan penopang sampai telapak kaki. Setelah semua pengukuran
selesai dan data ditulis, selanjutnya memulai untuk push up. Saat push up teman lain
mengukur ketinggian rata rata tubuh yang terangkat. Kegiatan ini dilakukan pada
keempat praktikan. Sehingga diperoleh data massa, panjang L1, L2 dan rata rata
ketinggian praktikan saat melakukan push up. Setiap praktikan memiliki nilai yang
berbeda. Dalam gerakan push up terdapat konsep aksi reaksi bahwa pada saat tangan
orang tersebut menekan pada lantai dengan gaya tertentu akan berlaku hukum ke III
Newton. Gaya tersebut disebut gaya aksi dan reaksi. Gaya aksi sama besarnya dengan
gaya reaksi serta memiliki arah yang berlawanan. Gaya-gaya tersebut terjadi secara
berpasangan dan membuat interaksi tunggal diantara dua benda dan tidak akan ada satu
gaya yang muncul jika tidak ada gaya lainya. Sehingga menurut hukum ketiga Newton,
lantai memberikan reaksi keatas dengan gaya yang sama, misalnya F. Gaya reaksi ini
bekerja pada orang tersebut .sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:
Faksi = -Freaksi
Namun, menurut Giancoli, Douglas C., 2001 manusia termasuk kategori benda tegar
yaitu benda yang tidak mengalami perubahan bentuk bila gaya dikerjakan pada benda
tersebut. Maka dalam menghitung gaya reaksi (F) harus menggunakan syarat
kesetimbangan torka. Misalkan massa orang itu adalah m, jarak antara telapak kaki
sampai pusat berat adalah L1, jarak antara telapak kaki sampai telapak tangan adalah L2.
W b × L1
F❑ =
L2
Dari hasil perhitungan diketahui bahwa gaya reaksi pada praktikan sidiq 446, 97 N
,praktikan indri 471,89 N, praktikan indah 426,03 N, dan praktikan fina 373, 15 N. Gaya
yang dihasilkan berbeda dan dipengaruhi oleh berat badan tiap praktikan serta tinggi atau
panjang tubuh praktikan. Selain menghitung besar gaya reaksi yang dihasilkan dihitung
pula usaha yang dilakukan saat melakukan push up dengan menggunakan rumus :
W ❑=F ❑ × S❑
Gaya (F) diperoleh dari perhitungan gaya reaksi sebelumnya dan S berasal dari
ketinggian rata-rata saat peaktikan melakukan push up. Usaha yang diperolah dari tiap
praktikan juga berbeda, usaha yang dilalukan sidiq sebesar 92, 07 N dengan tinggi rata
rata 0,206 meter, sedangkan usaha praktikan indri sebesar 71, 89 N dengan ketinggian
rata-rata push up 0,189 m, pada indah dan fina sebesar 72, 42 N dengan ketinggian rata
rata push up 0,170 m dan 78, 36 N dengan ketinggian rata rata push up 0,210 meter.
Sehingga diketahui bahwa usaha yang dilakukan dapat dipengaruhi oleh gaya dan
jarak/ketinggian saat melakukan push up. Semakin tinggi terangkatnya tubuh maka usaha
yang dilakukan juga semakin besar, serta semakin besar gaya reaksi pada lantai semkin
besar pula usaha yang dilakukan.
H. KESIMPULAN
Menghitung gaya reaksi lantai pada telapak tangan ketika seseorang melakukan
push-up dapat dihitung dengan menggunakan syarat kesetimbangan torka. Dengan
prinsip ini dapat dihitung gaya reaksi lantai pada telapak tangan ketika seseorang push-
up. Besarnya gaya dipengaruhi oleh berat benda (praktikan), jarak antara pusar sampai
telapak kaki (L1), dan jarak antara telapak tangan penopang sampai telapak kaki (L2) saat
seseorang melakukan push-up. Usaha yang dilakukan praktikan saat push-up dipengaruhi
oleh gaya reaksi lantai pada telapak tangan dan ketinggian rata-rata terangkatnya tubuh.

I. JAWABAN PERTANYAAN
1. Hitung gaya reaksi F ketika anda melakukan push up !
Naracoba 1 (Sidiq)
Gaya reaksi F
W b × L1 539 ×1,02
F 1= = =446,97 N
L2 1,23
Naracoba 2 (Indri)
Gaya reaksi F
W b × L1 465,5× 0,93
F 2= = =471,89 N
L2 1,12
Naracoba 3 (Indah)
Gaya reaksi F
W b × L1 450,8× 0,83
F 3= = =426,03 N
L2 0,91
Naracoba 4 (Fina)
Gaya reaksi F
W b × L1 441 ×0,88
F 4= = =373,15 N
L2 1,04

2. Hitunglah usaha yang dilakukan gaya reaksi setiap kali mengangkat tubuh
anda sampai ketinggian pada prosedur butir "e" !
Naracoba 1 (Sidiq)
Usaha W 1=F 1 × S 1=446,97× 0,206=92,07 N
Naracoba 2 (Indri)
Usaha W 2 =F 2 × S2=471,89× 0,1,86=71,89 N
Naracoba 3 (Indah)
Usaha W 3 =F3 × S3=426,03 ×0,17=72,42 N

Naracoba 4 (Fina)

Usaha W 4=F 4 × S4 =373,15 ×0,21=78,36 N


DAFTAR PUSTAKA

Azeem, Kaukab. 2015. Exercise Technique. Saudi Arabia: King Fahd University of
Petroleum & Minerals
Davidovits, Paul. 2008. Physics in Biology and Medicine. United Kingdom : Academic
Press Elsevier.
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika.Jakarta :Erlangga.
Halliday , David. 2005. FisikaDasarJilid1 .Jakarta :Erlangga.
Hewitt, Paul G. 2007. Conceptual Integrated Science. USA: Pearson Education.
Nurhasan. 2000. Tes dan Pengukuran Pendidikan Olahraga. Jakarta : Universitas
Pendidikan Indonesia.