Anda di halaman 1dari 15

BAB III

PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


DI RW IV KELURAHAN ANDURING
KECAMATAN KURANJI

Asuhan Keperawatan Komunitas di RW IV Kelurahan Anduring Kecamatan


Kuranji Padang yang dilaksanakan dari tanggal 01 Oktober – 17 November 2018,
dilakukan melalui beberapa tahap kegiatan yaitu sebagai berikut :
1. Tahap pertama yaitu tahap persiapan melalui studi literature, Windshield
Survey, observasi dan wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 4 – 5 Oktober
2018.
2. Tahap kedua yaitu tahap pengumpulan data kesehatan masyarakat melalui
penyebaran angket ke masing-masing keluarga di RW IV Kelurahan Anduring
Kecamatan Kuranji Padang dari tanggal 5 – 7 Oktober 2018.
3. Tahap ketiga yaitu penentuan masalah kesehatan / keperawatan dan
penyusunan rencana kegiatan (tindakan keperawatan) yang disepakati melalui
Musyawarah Masyarakat (MMK I) yang dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober
2018.
4. Tahap keempat yaitu tahap pelaksanaan tindakan / implementasi yang
dilaksanakan berdasarkan rencana.
5. Tahap kelima yaitu tahap evaluasi terhadap hasil kegiatan yang telah
dilaksanakanserta tindak lanjut dari tindakan yang dilakukan melalui
musyawarah masyarakat.
Asuhan keperawatan yang dilakukan diwilayah RW IV Kelurahan Anduring
Kecamatan Kuranji Padang dilaksanakan oleh mahasiswa Praktek Profesi Ners
Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Padang bekerjasama dengan masyarakat
serta pihak terkait.
A. TAHAP PERSIAPAN
Pada tahap ini dilakukan beberapa persiapan sebelum dilakukan asuhan
keperawatan komunitas, diantaranya melakukan pengamatan secara umum studi
literature, Windshield Survey, observasi dan wawancara tentang situasi dan
keadaan wilayah di RW IV Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji Padang dan
dilanjutkan pada pembuatan kuesioner.
Gambaran umum dan situasi keadaan wilayah di RW IV Kelurahan Anduring
Kecamatan Kuranji Padang didapatkan melalui data dari kelurahan dan
puskesmas, wawancara dengan tokoh masyarakat dan penduduk setempat, dan
observasi terhadap lingkungan untuk mengetahui faktor resiko yang dapat
menimbulkan masalah kesehatan yang ada di wilayah RW IV sehingga dapat
diperkirakan faktor resiko yang dapat menimbulkan masalah kesehatan dan
faktor penunjang untuk peningkatan kesehatan masyarakat.
Data yang didapatkan berdasarkan studi literature dari laporan tahunan indeks
keluarga sehat RW IV Puskesmas Ambacang tahun 2017 didapatkan masalah
kesehatan secara keseluruhan di Kelurahan Anduring tahun 2017 pada program
promosi kesehatan yaitu masalah merokok karena kurangnya pengetahuan warga
tentang dampak merokok dan kurangnya aktivitas fisik pada warga di kelurahan
Anduring. Untuk program kesehatan lingkungan, masalah kesehatan terkait
dengan sarana air bersih dan jamban. Untuk program KIA (kesehatan ibu dan
anak) terkait dengan kurangnya pengetahuan ibu tentang Keluarga Berencana
(KB) dan pemantauan tumbuh kembang balita. Sedangkan untuk program anak
remaja terkait dengan masalah anemia.
Hasil Windshield Survey diperoleh bahwa RW IV Kelurahan Anduring
Kecamatan Kuranji Padang terdiri dari 4 RT, yaitu RT 01, 02, 03, dan 04.
Berdasarkan data yang diperoleh dari ketua RW, ketua RT dan kader, diketahui
jumlah KK/penduduk di RW IV pada tahun 2018 adalah RT 1 ± 80 KK, RT 2 ±
59 KK, RT 3± 103 KK, dan RT 04 ± 31 KK. Tahap pengumpulan data dimulai
dengan memperbanyak kuesioner dan selanjutnya mendistribusikan kuesioner ke
rumah – rumah penduduk. Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 5 – 6 Oktober
2018, dengan sampling diambil dengan cara Accidental Sampling, dan data
terkumpul yaitu sebanyak 73 KK.

B. TAHAP PENGKAJIAN
Pada tahap ini kami melakukan pengamatan atau windshield survey,
interview kemudian dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner yang dilakukan
pada tanggal 5 – 7 Oktober 2018, dengan sampling diambil dengan cara
accidental sampling, dan data terkumpul yaitu sebanyak 73 KK. Dilanjutkan
dengan penentuan masalah dan presentasi hasil kuesioner pada 8 Oktober 2018.
Berdasarkan hasil windshield survey kelompok E’18 diperoleh data bahwa
di RW IV kelurahan Anduring terdapat empat RT yaitu RT 1, RT 2, RT 3, dan
RT 04. Perkiraan jumlah penduduk di RT 1 ± 80 KK, RT 2 ± 59 KK, RT 3 ±
103 KK, dan RT 04 ± 31 KK

1. CORE
a. Sejarah
Daerah RW IV Kelurahan Anduring berada di Kecamatan Kuranji.
Berdasarkan hasil perbincangan dengan ketua RW dan ketua RT di daerah
RW IV Kelurahan Kuranji mengatakan bahwa daerah ini dulunya di tinggali
oleh masyarakat pribumi keturunan suku Minang. Semenjak didirikannya
Universitas Islam Negeri di RW IV, terjadi perubahan, dimana masyarakat
RW IV Kelurahan Anduring banyak di tinggali oleh mahasiswa-mahasiswa
dari daerah lain untuk berkuliah di UIN, bangunan rumah-rumah ditempati
oleh masyarakat nomaden (mahasiswa).
Ketua RT 03 RW IV mengatakan di RW IV terdapat salah satu tokoh
masyarakat yang merupakan orang yang tertua dan berpengaruh pada
masyarakat di RW IV.
b. Demografi Penduduk
Karakteristik masyarakat RW IV bersifat heterogen. Berdasarkan hasil
wawancara dengan ketua RW, penduduk asli RW IV kebanyakan tinggal di
RT III sedangkan untuk RT 1, RT 2, dan RT 4 lebih dari setengah penduduk
yang tinggal adalah mahasiswa. Untuk penduduk asli, umumnya mereka
sudah lama menetap dan ada juga di antara mereka yang pergi merantau ke
luar daerah untuk jangka waktu tertentu lalu kembali lagi ke kampung untuk
tinggal dan menetap. Tipe keluarga di RW IV sebagian besar adalah extended
family, dimana dalam satu rumah terdiri dari kakek, nenek, ayah, ibu,anak dan
keluarga lainnya, sehingga terdapat lebih dari satu KK di satu rumah.
Usia penduduk di RW IV sangat bervariasi, yang terdiri dari
bayi/balita, usia sekolah, remaja, dewasa, dan lansia. Berdasarkan wawancara
dengan tokoh-tokoh masyarakat didapatkan data bahwa penduduk terbanyak
pada usia dewasa (produktif) dengan perbandingan perempuan lebih banyak
dari laki-laki.

c. Etnik
Berdasarkan wawancara dengan tokoh-tokoh masyarakat, mengatakan
suku yang ada di RW IV adalah minang dan Jawa namun sebagian besar dari
penduduk memiliki suku minang.
Berdasarkan wawancara dengan ketua RT 03 RW IV, terdapat
kelompok/komunitas di masyarakat seperti kelompok LDI (Lembaga Dakwah
Islam), ketua RT 03 mengatkan kelompok tersebut jarang ikut serta atau turun
langsung jika ada kegiatan di masyarakat RW IV seperti gotong royong,
pengajian. Berdasarkan hasil wawancara dengan kader RW IV, mengatakan
masyarakat LDI juga jarang membawa anak-anak mereka ke Posyandu.

d. Nilai dan Keyakinan


Berdasarkan wawancara dengan masyarakat di RW IV mayoritas
beragama islam. Hasil observasi didaerah ini terdapat 1 mesjid dan 2
mushalla. Masyarakat di RW IV memanfaatkan masjid untuk kegiatan
pelaksanaan ibadah, selain itu terdapat juga kegiatan seperti remaja masjid,
majelis ta’lim, TPA dan didikan subuh serta terkadang menjadi tempat
berkumpul warga untuk bermusyawarah.
Hasil wawancara dengan kader mengatakan, tidak ada nilai-nilai dan
keyakinan di masyarakat RW IV yang bertentangan dengan kesehatan seperti
imunisasi dan kepercayaan berobat ke dukun.

2. Delapan Sub Sistem


a. Lingkungan Fisik
1) Perumahan dan Lingkungan Daerah
Perumahan penduduk di RW V Kelurahan Anduring ini beragam.
Berdasarkan observasi di lapangan, perumahan warga di wilayah RW IV
ada yang tinggal di tepi jalan raya dan ada juga yang tinggal di daerah
perkampungan dekat persawahan. Jalan utama di RW IV sudah di aspal,
jalan utama merupakan jalan raya M. Yunus, sedangkan jalan ke
perumahan ada yang semen dan masih tanah, jalanannya sempit, banyak
berlobang dan apabila hujan airnya tergenang. Sebaran rumah penduduk
di RW IV beragam ada yangrapat, padat dan ada yang jarang.
Berdasarkan hasil observasi, arsitektur rumah warga di wilayah RW IV
cukup beragam, kategori rumah sebagian besar permanen, terdiri dari
rumah berlantai keramik dan lantai semen, sebagian besar rumah sudah
mempunyai ventilasi rumah. Dinding rumah sebagian besar dari semen.
Atap rumah warga sudah menggunakan seng. Sebagian besar sudah
berhalaman, namun sempit dan langsung berbatasan dengan jalan. Kondisi
lingkungan rumah bervariasi ada yang sudah memenuhi syarat kesehatan
dan ada yang belum karena masih ada rumah di RW IV belum dilengkapi
septic tank, sehingga Sarana Pembuangan Air Limbah rumah tangga
warga di buang ke got, adanya jarak antara lantai dengan loteng rumah
pendek, sirkulasi dan pencahayaan kurang, serta pengelolaan sampah yang
belum efektif, terlihat sampah berserakan di depan rumah dan ada juga
yang bertumpukan di samping rumah. Pengelolaan sampah yang belum
efektif, terlihat sampah berserakan di depan rumah dan ada juga yang
bertumpukan di samping rumah, di jalan dan di got. Hasil wawancara
dengan beberapa warga mengatakan sebagian besar sampah berserakan
disekitar rumah karena perilaku mahasiswa yang membuang sampah
sembarangan. Sebagian besar rumah penduduk sudah memiliki WC
keluarga sendiri, namun masih ada beberapa dari penduduk yg tidak
memiliki septic tank.
Berdasarkan wawancara dengan penduduk RW IV sebagian besar
memanfaatkan air sumur bor dan gali untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebagian lagi juga sudah menggunakan PDAM untuk kebutuhan sehari-
hari, tetapi masih banyaknya warga RW IV yang belum mendapatkan air
PDAM. Warga yang memiliki air sumur bor dan gali tetap memanfaatkan
air sumurnya untuk minum dan memasak tetapi disaring terlebih dahulu
sedangkan warga yang air sumurnya berwarna hanya memanfaatkannya
untuk mandi dan mencuci dan menggunakan air galon sebagai air
konsumsi. Namun banyak juga warga yang memilih air galon untuk
dikonsumsi karena akses penyaluran air galon yang mudah atau bisa
diantar sampai ke rumah warga langung.

Berdasarkan hasil observasi, lingkungan di RW IV agak lembab


terutama di lingkungan RT 03, sedangkan di RT 1, 2, dan RT 4
lingkungannya terdapat banyak polusi udara, karena perumahan penduduk
banyak di tepi jalan. Masyarakat mengatakan karena perumahan dekat
dengan jalan raya, banyak polusi udara dan cuaca yang buruk dan tidak
menentu membuat anak-anak mereka terserang penyakit flu dan batuk
(ISPA).
2) Lingkungan Terbuka
Berdasarkan observasi lingkungan terbuka di RW IV adalah
persawahan dan tanah milik warga yang belum di pergunakan dan
dibiarkan tidak terawat. Terdapat juga lahan yang dimanfaatkan sebagai
tempat menanam sayur-sayuran dan tumbuh-tumbuhan seperti bahan-
bahan dasar memasak dan obat (Toga).

3) Kebiasaan
Berdasarkan observasi dan wawancara, kebiasaan penduduk RW
IV, pada pagi hari anak-anak pergi sekolah. Siang hari anak-anak bermain
dengan teman sebaya. Hasil wawancara dengan orang tua anak, anak-anak
sering jajan diluar seperti membeli air es dan es krim. Sore hari anak-anak
mengikuti kegiatan keagamaan dengan ikut mengaji di TPA. Untuk
remaja sebagian besar remaja berada di tempat nongkrongnya di warung
sambil merokok dengan teman sebaya, warung tersebut juga menjual
rokok sehingga akses untuk mendapatkan rokok lebih mudah. Sebagian
besar remaja merokok karena pengaruh dari teman yang merokok dan
hanya sebagian kecil yang ingin coba-coba. Remaja mengatakan sulit
untuk menghentikan kebiasaan merokok.
Untuk yang dewasa pada pagi hari kebanyakan warga pergi
bekerja, umumnya kaum bapak paginya beraktivitas dipekerjaan masing-
masing dan sedangkan ibu-ibu ada yang bekerja dan ada yang hanya ibu
rumah tangga. Pada malam hari warga berada dirumahnya masing-masing
dan bersantai dengan keluarga. Wilayah RW IV pekerjaan warga terdiri
dari PNS, buruh lepas, pedagang dan petani.

4) Orang di jalan
Berdasarkan observasi, lalu lintas di jalan utama di RW IV ramai
terutama pada jam-jam sibuk yaitu pada pagi hari dan sore hari.
5) Kesehatan Masyarakat
Berdasarkan hasil wawancara dengan kader dan masyarakat,
tingkat kesehatan masyarakat di RW IV cukup baik. Penyakit yang biasa
dijumpai adalah DBD, hipertensi, rematik dan DM. Masyarakat masih
kurang paham dalam pencegahan dan penanganan penyakit, seperti kurang
pengetahuan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.

b. Kesehatan dan Pelayanan Sosial


Berdasarkan hasil wawancara dengan kader dan masyarakat,
pelayanan kesehatan yang ada di RW IV terdiri dari rumah bidan dan 1
posyandu. Jika sakit masyarakat pergi memeriksakan kondisi
kesehatannya ke puskesmas Ambacang atau pelayanan kesehatan lainnya
seperti ke klinik. Akses jalan menuju puskesmas Ambacang cukup dekat,
warga biasanya naik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Hasil
wawancara dengan kader, penyakit yang paling banyak di masyarakat RW
IV yaitu penyakit ISPA dan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan
DM. Berdasarkan wawancara dengan Kader dan studi literatur terhadap
kunjungan posyandu balita di RW IV hanya setengah atau mencapai 50%.
Kader mengatakan, kunjungan posyandu untuk imunisasi MR tidak
mencapai target. Hasil wawancara dengan masyarakat, mengatakan takut
untuk memberikan imunisasi MR pada anaknya karena banyak
pemberitaan negatif di media, dan kehalalan imunisasi MR masih
diragukan dan tidak jelas. Juga tidak terdapat informasi yang menjelaskan
tentang imunisasi MR.
Hasil wawancara dengan kader, mengatakan bahwa kegiatan
posyandu lansia di RW IV pernah ada yaitu bergabung dengan kegiatan
POSBINDU (PTM). Namun, dengan berjalanannya waktu ada beberapa
kendala dan pada akhirnnya program tersebut tidak aktif lagi. Begitu pun
dengan program senam lansia di RW IV sudah pernah berjalan pada tahun
2010, namun sudah lama tidak berjalan karena antusias warga yang
kurang. Sampai sekarang sebagian besar lansia di RW IV tidak pernah
mengikuti senam lansia.
Tidak ada fasilitas pelayanan kesehatan mental di lingkungan RW
IV. Hasil wawancara dengan kader, mengatakan terdapat program senam
lansia di RW IV, namun sudah lama tidak berjalan karena antusias warga
yang kurang.

c. Ekonomi
Berdasarkahn hasil wawancara beberapa kepala keluarga pada
umumnya mempunyai mata pencarian sebagai pedagang, petani, buruh,
pensiunan, dan PNS. Di wilayah RW IV juga banyak ditemukan warung di
depan rumah dan rumah kontrakan. Berdasarkan wawancara dengan ketua
RW, mengatakan ekonomi warga RW IV sebagian besar yaitu menengah.
Umumnya masyarakat RW IV memiliki pekerjaan dan hanya sedikit yang
pengangguran.

d. Transportasi dan Keamanan


Berdasarkan hasil observasi, alat transportasi yang digunakan untuk
keluar masuk wilayah RW IV adalah kendaraan pribadi. Selain itu bagi warga
yang tidak memiliki kendaraan pribadi mereka menggunakan angkutan umum
seperti ojek dan angkot sebagai alat transportasi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua RW dan pemuda
mengenai keamanan, di RW IV terdapat poskamling yang berpusat di RT 03,
namun sekarang sudah tidak berjalan. Juga terdapat BABIN atau polisi
penanggung jawab di RW IV. masyarakat mengatakan merasa aman dengan
adanya BABIN.

e. Politik dan Pemerintahan


Berdasarkan hasil wawancara pada ketua RT, pemilihan ketua RW
dilakukan satu kali dalam 5 tahun, sedangkan pemilihan ketua RT satu kali
tiga tahun. Pemilihan ketua RW dan RT dilakukan secara demokratis dimana
ketua RT dan RW langsung dipilih oleh rakyat (masyarakat).
Hasil wawancara dengan masyarakat, mengatakan tidak ada kebijakan
RW atau RT mengenai kesehatan seperti menjaga lingkungan dengan gotong
royong secara rutin. Kader mengatakan belum ada peraturan mengenai
pengelolaan sampah di RW IV

f. Komunikasi
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat, pada
umumnya masyarakat di RW IV menggunakan bahasa minang, biasanya
komunikasi antar warga dilakukan pada sore hari karena pada pagi hari dan
siang hari warga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Komunikasi antar
warga berjalan dengan baik. Sebagian besar warga sudah memiliki TV di
rumahnya masing-masing. Selain itu, sebagai sarana penyampaian informasi
seperti ada berita duka, perkumpulan majelis ta’lim dan lain-lain diumumkan
di Masjid ataupun informasi dari kelurahan biasanya langsung disampaikan ke
Ketua RW lalu ke Ketua RT memberikan pengumuman dari rumah ibadah
sehingga informasi sampai pada masyarakat. Informasi mengenai Posyandu
dan imunisasi biasanya langsung di umumkan di Masjid .
Selain itu, warga biasanya berkumpul di warung untuk bercerita dan
berbagi informasi. Warga menggunakan handphone sebagai sarana
komunikasi dan jarang menggunakan telepon rumah.
Hasil wawancara dengan pemuda, biasanya pemuda berkumpul di
warung, dan melakukan kegiatan seperti bermain games, bernyanyi dan main
gitar bersama sambil merokok. Pemuda mengatakan tidak ada yang
mengkonsumsi narkoba dan minum alkohol.

g. Pendidikan
Berdasarkan hasil observasi, terdapat satu universitas yaitu Universitas
Islam Negeri wilayah RW IV. Berdasarkan hasil wawancara dari kader,
terdapat kerjasama antar puskesmas dan pihak sekolah tentang larangan
merokok.
Berdasarkan wawancara dengan ketua RW, kebanyakan anak-anak
dan remaja RW IV bersekolah, hanya sedikit yang putus sekolah.

h. Rekreasi
Berdasarkan hasil observasi di wilayah RW IV tidak terdapat tempat
rekreasi, anak-anak biasanya bermain di sekitar rumah. Setelah pulang kerja,
sebagian besar penduduk menghabiskan waktunya di rumah bersama keluarga
dengan bercerita, istirahat ataupun menonton TV. Sebagian besar lansia
banyak yang menghabiskan waktu di rumah saja.

C. IDENTITAS DAN DATA SOSIAL KELUARGA


Berdasarkan data dari Kelurahan Pasar Ambacang didapatkan :
a. Jumlah KK di RW IV : 273 KK
b. Jumlah KK yang terdata : 73 KK
1. Jumlah Ibu Hamil : 3 orang
2. Jumlah Ibu Menyusui : 7 orang
3. Jumlah Balita : 22 orang
4. Jumlah Anak Sekolah (6-12 tahun) : 22 orang
5. Jumlah Anak Remaja : 37 orang
6. Jumlah Usia Dewasa : 78 orang
7. Jumlah Lansia : 65 orang
D. ANALISA DIAGRAM MASALAH
E. Data Umum
Populasi yang didapat di wilayah RW IV Kelurahan Anduring Kecamatan
Kuranji Padang sebanyak 273 kk sedangkan jumlah sampel yang didapatkan yaitu
sebanyak 73 kk.
Diagram 1.1
Distribusi Frekuensi Masyarakat Di RW IV Kelurahan Anduring Kecamatan
Kuranji 2018 (N=224)

Balita
10%
Lansia Anak sekolah
29% 10%

Remaja
17%

Dewasa
35%

Balita Anak sekolah Remaja Dewasa Lansia

Berdasarkan diagram di atas dari 224 orang masyarakat yang ada di RW IV


Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji menunjukkan hampir separuh 78 (35%)
dewasa, 22 orang (10%)balita, 22 orang (10%) anak sekolah, 37 orang (16) remaja
dan 65 orang (29) lansia.
Diagram 1.2
Distribusi Frekuensi Agama Di RW IV Kelurahan Anduring Kecamatan
Kuranji 2018 (N=224)

Islam

100%

Berdasarkan diagram di atas dari 224 orang masyarakat yang ada di RW IV


Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji menunjukkan bahwa seluruhnya beragama
islam.
Diagram 1.3
Distribusi Frekuensi Pendidikan Di RW IV Kelurahan Anduring Kecamatan
Kuranji 2018 (N=224)

Tidak
Belum
Sekolah SD
sekolah
7%1% 13%
PT SMP
21% 8%

SMA
50%
Berdasarkan diagram di atas dari 224 orang masyarakat yang ada di RW IV
Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji menunjukkanbahwa separuh 111 (50%)
pendidikan terakhir SMA.
Diagram 1.4
Distribusi Frekuensi Pekerjaan Di RW IV Kelurahan Anduring Kecamatan
Kuranji 2018 (N=224)

Belum Lain-Lain Tidak


cukup 6% Bekerja
umur 20%
15%

IRT Wiraswas
22% ta
25%
Pedagang
Pensiunan
PNS
ABRI/TNI
1%4%0%6%

Berdasarkan diagram di atas dari 224 orang masyarakat yang ada di RW IV


Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji menunjukkanbahwa hampir separuh 55
orang (25%) wiraswasta.
F. Data Status Kesehatan
Diagram 2.1
Distribusi Frekuensi asuransi yang digunakan warga di RW IV Kelurahan
Anduring Kecamatan Kuranji 2018 (N=224)

Tidak
11%

BPJS/KIS
89%

Berdasarkan diagram di atas dari 73 KKyang didata di RW IV Kelurahan


Anduring Kecamatan Kuranji menunjukkanbahwa hampir seluruhnya 65 KK (89%)
sudah memiliki asuransi kesehatan berupa BPJS/KIS.