Anda di halaman 1dari 1

Nama : Haldoko

NIM : 041487914

UPBJJ : Samarinda

PT. XXX mendapat omzet lebih dari Rp4,8M sejak berdirinya perusahaan tersebut, tapi tidak
melaporkan diri sebagai PKP. Pada tahun 2017, PT. XXX mendapat omzet peredaran bruto
selama 1 tahun pajak sebesar Rp5M. PT. XXX dikenakan sanksi apa saja yang dikenakan dan
berapa?

• PT XXX akan dikukuhkan menjadi PKP secara jabatan adapun pengukuhan PKP secara
jabatan dapat mengakibatkan pemeriksaan yang dapat ditarik 5 tahun kebelakang sejak
diketahui bahwa dia telah melewati batas wajib PKP
• Dikarenakan soal diatas kurang informatif, mohon ijin saya akan menggunakan asumsi
saya
• Asumsi Pihak PT XXX melewati Batasan 4,8 M pada November 2017, sedangkan KPP
baru menerbitkan PKP secara jabatan pada Februari 2018 maka atas PKP secara jabatan
tersebut wajib pajak dapat dikenakan Pasal 13 ayat (1e) UU KUP dan sanksi diatur dalam
Pasal 13 ayat 2 UU KUP, berikut kutipan penjelasan dari UU KUP Pasal 13 ayat (2)
“Dalam hal pengusaha tidak melaporkan kegiatan usahanya untuk dikukuhkan sebagai
Pengusaha Kena Pajak, selain harus menyetor pajak yang terutang, pengusaha tersebut
juga dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan dari
pajak yang kurang dibayar yang dihitung sejak berakhirnya Masa Pajak untuk paling lama
24 (dua puluh empat) bulan.”
Atas asumsi saya diatas maka sanksi yang harus dibayar adalah sebagai berikut
Omzet 5 M
DPP PPN = 5 M – 4,8 M (Batasan PPN)
DPP PPN = 200.000.000
PPN terutang = 200.000.000 x 10%
PPN terutang = 20.000.000
Sanksi dikarenakan baru dikukuhkan jabatan per februari maka terlambat 2 bulan (denda
2% per bulan)
Sanksi = 20.000.000 x 4%
= 800.000
Maka total PPN dan sanksi adalah Rp 20.800.000

Terimakasih