Anda di halaman 1dari 34

BAB I

LATAR BELAKANG

A. Latar Belakang
Industri yang ada pada saat ini ditinjau dari modal kerja yang
digunakan dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok yaitu industri
besar (Industri Dasar), industri menengah (Aneka industri) dan industri
kecil Industri kecil dengan teknologi sederhana/tradisional dan dengan
jumlah modal yang relatif terbatas adalah merupakan industri yang banyak
bergerak disektor informal. Pekerja pada kelompok ini merupakan
kelompok kerja yang tergolong pada "underserved working population"
dan belum  mendapatkan pelayanan kesehatan kerja seperti yang
diharapkan.
Permasalahan tentang keselamatan dan kesehatan kerja tidak dapat
dipisahkan dari permasalahan dari dunia industri, karena keselamatan dan
kesehatan kerja berkaitan erat dengan peningkatan produksi dan
produktivitas.Dewasa ini umumnya keselamatan dan kesehatan kerja
dalam industri dikaitkan dengan masalah lingkungan.Tetapi posisi
keselamatan dan kesehatan pekerja berada di luar standar manajemen
lingkungan ISO 14000.Seharusnya secara otomatis perancang-perancang
ISO memasukkan keselamatan dan kesehatan pekerja ke dalam masalah-
masalah lingkungan.Alasan yang mungkin mengeluarkan masalah
keselamatan dan kesehatan pekerja dari masalah lingkungan karena
otoritas masalah keselamatan dan kesehatan pekerja berada di bawah
Departemen Tenaga Kerja.
Dalam rangka meningkatkan kesehatan kerja khususnya bagi pekerja
sektor informal, Departemen Kesehatan sebagai instansi pemerintah yang
berkewajiban membina kesehatan masyarakat khususnya pekerja sektor
infomal menyusun petunjuk praktis tentang bagaimana cara bekerja secara
baik dan benar menurut kaidah kesehatan untuk berbagai jenis pekerjaan
pada aneka ragam industri.
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Mahasiswa mampu menerapkan proses asuhan keperawatan
kesehatan kerja dalam mengotimalkan pelayanan kesehatan yang
meliputi : peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pencegahan
penyakit, dan pengobatan penyakit dengan memanajemen masalah
kesehatan yang ada dalam individu maupun kelompok pekerja.
2. Tujuan Instruksional Khusus
a. Melaksanakan pengkajian kebutuhan dan masalah keperawatan
pada pekerja yang meliputi :
1) Mengidentifikasi data yang diperlukan baik individu maupun
kelompok.
2) Mengumpulkan data dengan menggunakan metode atau strategi
yang sesuai.
3) Menganalisa data yang telah diperoleh.
4) Menentukan masalah keperawatan yang telah diprioritaskan
b. Merencanakan asuhan keperawatan kesehatan kerja
c. Melaksanakan rencana keperawatan kesehatan kerja yang meliputi:
1) Independent: health education  sesuai dengan kebutuhan baik
secara individu maupun kelompok.
2)  Menciptakan hubungan yang efektif dengan beberapa sumber
yang terkait.
3) Membantu dan mengembangkan pelaksanaan asuhan
keperawatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap
individu atau kelompok pekerja.
BAB II
TINJAUAN TEORI AREA KERJA
A. Teori Dan Model Keperawatan Komunitas
Kesehatan kerja, merupakan bidang khusus ilmu kesehatan yang
ditujukan kepada masyarakat pekerja dan sekitar perusahaan agar
memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik, mental,
maupun sosial.Upaya ksehatan kerja adalah upaya penyerasian antara
kapasitas, beban, dam lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja
secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat di
sekelilingnya, agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal (Undang-
Undang Kesehatan 1992).Konsep dasar dari upaya kesehatan kerja ini
adalah mengidentifikasi permasalahn, mengevaluasi, dan dilanjutkan
dengan tindakan pengendalian.Sasaran kesehatan kerja adalah manusia
dan meliputi aspek kesehatan dari pekerja itu sendiri.(Efendi & Makhfudli,
2009).
1. Ruang Lingkup Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja meliputi berbagai upaya penyerasian antara
pekerja dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya baik fisik maupun
psikis dalam hal cara atau metode, proses, dan kondisi pekerjaan yang
bertujuan untuk:
a. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan kerja masyarakat
pekerja di semua lapangan kerja setinggi-tingginya baik fisik, mental,
maupun kesejahteraan sosialnya.
b. Mencegah timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat pekerja
yang diakibatkan oleh keadaan atau kondisi lingkungan kerjanya.
c. Memberikan pekerjaan dan perlindungan bagi pekerja di dalam
pekerjaannya dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh faktor-
faktor yang membahayakan kesehatan.
d. Menempatkan dan memelihara pekerja di suatu lingkungan pekerjaan
yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis pekerjaannya.
2. Kapasitas Beban dan Lingkungan Kerja
Kapasitas kerja yang baik status kesehatan kerja, selama pabrik
tersebut didirikan kesehatan para anggotanya sangat terjamin karena
jika ada anggota pekerjayang sakit maka langsung dibawa ke Bidan
terdekat yang posisinya didepan pabrik tahu tersebut. Untuk
kecelakaan pada saat prosess bekerja, selama pabrik tersebut didirikan
hanya beberapa orang saja yang tangannya terkena api saat pemasukan
kayu ke tungku untuk di bakar agar menghasilkan uap, dikarenakan
tida menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat.
Gizi para pekerja biasanya mereka membawa bekal tersendiri dari
rumah mereka masing-masing atau kalau tidak mereka membeli makan
saat jamistirahat berlangsung sekitar jam 12.00-13.00, saat itulah
mereka pergunakan untuk ISHOMA (Istirahat, Sholat, Makan) untuk
lauknya biasanya para pekerja rata-rata makan dengan menggunakan
sayur, tempe dan tahu, telur, kadang-kadang ayam.
Beban kerja yang mereka lakukan sehari-harinya terlihat memang
cukup berat, dengan kondisi lingkungat terpapar panas asap hampir
setiap harinya, area yang saling berdekatan antar pekerja dan terlihat
pabrik yang sempit dan terdengar bising mesin yang sngat keras
merekapun tidak pernah memperdulikan hal tersebut yang terpenting
pekerjaan yang mereka lakukan bisa cepat selesai agar bisa
mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari, dan para pekerjapun
merasa tidak terganggu dengan hal tersebut karena mereka sudah
terbiasa.
3. Penyebab Kecelakaan Kerja
a. Penyebab dasar
1)  Para pekerja sudah mengetahui akan adanya bahaya jika
mereka tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) namun
mereka tetap saja tidak menggunakannya seperti sarungtangan
khusus, mereka mengatakan bahwa jika menggunakan
sarungtangan pekerjaan serasa kurang leluasa dan menghambat
saat bekerja, alhasil tidak pernah menggunakan. Mereka juga
jarang menggunakan pakaian dikarenakan menurut mereka
karena didalam terlalu panas dan keringat terus bercucuran
keluar sehingga lebih baik tidak usah menggunakan baju saja.
2) Faktor kerja atau lingkungan
Alat-alat yang telah tersedia untuk proses pekerja yaitu
hanya sepatu both saja, dulu pernah tersedia sarungtanga
karena pekerja tidak nyaman menggunakan sarungtangan maka
tidak pernah digunakan kembali, bapak pemilik pabrik selaku
pemimpinnyapun tidak memberikan ketegasan pada para
pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri yang pas yang
penting pekerja nyaman dan pekerjaan bisa selesai. Keadaan
lingkungan sekitarpabrik sangat berdekatan dengan sungai, dan
saat masa kemarau seperti ini pembuangan limbah di buang di
sungai dan tercium bau yang kurang sedap. Jarak antara air
yang digunakan untuk pembuatan tahu dan tempepun sangat
berdekatan sekali dengan pembuangan limbah tersebut.
b. Penyebab langsung
1) Kondisi berbahaya (kondisi yang tidak standar)
Pemimpin pekerja sadar akan alat yang digunakan untuk
pelindurng diri tersebut sangatlah kurang sesuai namun
pemimpin kurang tegas karena para pekerjapun sudah pernah
dibagikan alat pengaman yang sesuai namun menurut para
pekerja semua itu tidak nyaman untuk digunakan karena
didalam ruangan yang sangat sempit dan terlalu panas tersebut
menyebabkan keringat yang terus-terusan yang mengucur
sehingga mengebabkan pekerja tidak nyaman, maka dari itu
alat pelindung yang mereka gunakan hanyalah sepatu both saja.
Selain itu kondisi yang berbahaya lainnya fentilasi yang
sangatlah kurang dengan keadaan ruangan yang sangat sempit,
didalam ruangan hbanyak terlihat asap-asap untuk pembuatan
tahu, dan banyak genangan air diatas lantainya, suara gemuruh
alat yang sangat keras sekali, sehingga untuk
berkomunikasipun pekerja harus berteriak-teriak.
2) Tindakan berbahaya (tindakan yang tidak standar),
Alat untuk pembuat asap akan dimasukka kayu yang
sangat banyak untuk dibakar didalamnya, pekerja yang
melakukan pekerjaan tersebut tidak pernah menggunakan alat
pelindung diri(APD) terlalu sulit katanya, dan pernah juga
pekerja tersebut terkena api saat memasukkan kayu-kayu
tersebut namun tidak membuat pekerja tersebut jera untuk
melakukannya.
BAB III
TEKNIK PELAKSANAAN
A. Teknik Pelaksanaan
Tehnik pelaksanaan dari kegiatan dilakukan dengan cara melakukan
survey tempat ke pabrik dan dilanjutkan pengkajian pada karyawan pabrik
untuk mendapatkan data sebagai bahan untuk mendapatkan data. Lalu
dilanjutkan dengan pemberian pendidikan kesehatan pada para karyawan
yang dilakukan 3 hari setelah pengkajian.

B. SAP
RANCANGAN PENDIDIKAN KESEHATAN
Pokok Bahasan : Alat Pelindung Diri
Subpokok Bahasan : Alat Pelindung Diri Area Kerja
Hari/Tanggal : 12 November 2019
Waktu : 15.30 s/d 16.30 WIB
Sasaran : Pekerja di Pabrik Tahu Cepiring
Tempat : Pabrik Industri Tahu Cepiring
Penyuluh : Kelompok 1

1. Latar Belakang
Kesehatan merupakan hak dasar (asasi) manusia dan salah satu faktor
yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Pekerja yang
sehat memungkinkan tercapainya hasil kerja yang lebih baik bila
dibandingkan dengan ekerja yang terganggu kesehatannya (A. M. Sugeng
Budiono, dkk., 2003:97).
Kaitannya dengan faktor yang berpengaruh terhadap kondisi
kesehatan, dalam melakukan pekerjaan perlu dipertimbangkan berbagai
potensi bahaya risiko yang bisa terjadi akibat sistem kerja atau cara kerja,
penggunaan mesin, alat, dan bahan serta lingkungan di samping faktor
manusianya, oleh karena itu perlu adanya upaya pencegahan dan
pengendalian terhadap kemungkinan timbulnya gangguan kesehatan (A.
M. Sugeng Budiono, dkk., 2003:98). Maka penggunaan Alat Pelindung
Diri di area kerja sangatlah penting guna memberi kenyamanan dan
keamanan terhadpa pekerja serta mengurangi angka terjadinya kecelakaan
yang aikibatkan karena kurangnya perlindungan diri di area kerja.

2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan di Pabrik Industri Tahu Cepiring
selama 1 x 60 menit diharapkan sasaran mampu mengerti tentang Alat
Pelindung Diri.
b. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan di Pabrik Industri Tahu Cepiring
selama 1 x 60 menit diharapkan sasaran mampu mengerti, memahami
dan menjelaskan kembali tentang:
a) Memahami pengertian Alat Pelindung Diri.
b) Mengetahui tujuan penggunaan Alat Pelindung Diri.
c) Mengetahui manfaat Alat Pelindung Diri.
d) Mengerti macam-macam tentang Alat Pelindung Diri.
e) Mengetahui kekurangan Alat Pelindung Diri.
f) Mengetahui kelebihan Alat Pelindung Diri.
g) Mengetahui dampak tidak menggunakan Alat Pelindung Diri.

3. Materi
Terlampir
4. Proses Kegiatan

No Tahap Waktu Kegiatan Metode


Penyuluh Audiens
1 Pembukaan 5 menit  Mengucapkan  Menjawab
salam  Memperhatika
 Memperkenalka n
n diri  Memperhatika Ceramah
 Menjelaskan n
tujuan  Memperhatika
 Kontrak waktu n
 Apersepsi  Menjawab
2 Isi 40  Pengertian Alat  Memperhatika
menit Pelindung Diri n
 Tujuan  Memperhatika
penggunaan Alat n
Pelindung Diri
 Manfaat Alat  Memperhatika
Pelindung Diri n
 Macam macam
 Memperhatika Ceramah
Alat Pelindung
n
Diri
 Kekurangan Alat
 Memperhatika
Pelindung Diri
n
 Kelebihan Alat
Pelindung Diri  Memperhatika
 Dampak tidak n
menggunakan
Alat Pelindung  Memperhatika
Diri n

3 Penutup 15  Memberi  Bertanya


menit kesempatan
bertanya
 Menjawab  Menjawab
pertanyaan  Memperhatika
 Evaluasi n Ceramah dan

 Menyimpulkan  Memperhatika diskusi


 Memberi reward n
 Memberitahu  Memperhatika
kontrak waktu n
selanjutnya  Menjawab
 Mengucapkan
sala

5. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi

6. Media
a. Laptop
b. Power point
c. Leaflate

7. Seting tempat duduk


8. Evaluasi
a. Standart
1) Leaflate sudah dicetak minimal 1 hari sebelum penyuluhan.
2) Materi sudah diketik rapi minimal 2 hari sebelum penyuluhan.
3) SAP sudah dibuat minimal 2 hari sebelum penyuluhan.
4) Power point sudah diketik rapi minimal 1 hari sebelum penyuluhan.
5) Audiens duduk sesuai dengan setting tempat duduk yang sudah
ditentukan.
6) Laptop sudah disiapkan minimal 10 menit sebelum penyuluhan.
b. Evaluasi Proses
1) Pekerja di pabrik tahu Cepiring memperhatikan dan mendengarkan
penyuluh saat penyampaian pengertian APD dengan cermat..
2) Pekerja di pabrik tahu Cepiring memperhatikan dan mendengarkan
penyuluh saat penyampaian tujuan APD dengan cermat.
3) Pekerja di pabrik tahu Cepiring memperhatikan dan mendengarkan
penyuluh saat penyampaian manfaat APD dengan cermat.
4) Pekerja di pabrik tahu Cepiring memperhatikan dan mendengarkan
penyuluh saat penyampaian macam-macam APD dengan cermat.
5) Pekerja di pabrik tahu Cepiring memperhatikan dan mendengarkan
penyuluh saat penyampaian kelemahan APD dengan cermat.
6) Pekerja di pabrik tahu Cepiring memperhatikan dan mendengarkan
penyuluh saat penyampaian kelebihan APD dengan cermat.
7) Pekerja di pabrik tahu Cepiring memperhatikan dan mendengarkan
penyuluh saat penyampaian dampak APD dengan cermat.
c. Evaluasi Hasil
1) Pekerja di pabrik tahu Cepiring mampu menjawab kembali
pengertian APD dengan baik.
2) Pekerja di pabrik tahu Cepiring mampu menjawab kembali tujuan
APD dengan baik.
3) Pekerja di pabrik tahu Cepiring mampu menjawab kembali manfaat
APD dengan baik.
4) Pekerja di pabrik tahu Cepiring mampu menjawab kembali macam-
macam APD dengan baik.
5) Pekerja di pabrik tahu Cepiring mampu menjawab kembali
kelemahan APD dengan baik.
6) Pekerja di pabrik tahu Cepiring mampu menjawab kembali
kelebihan APD dengan baik.
7) Pekerja di pabrik tahu Cepiring mampu menjawab kembali dampak
APD dengan baik.

9. Pertanyaan dan jawaban


a. Jelaskan pengertian Alat Pelindung Diri ?
Alat Pelindung Diri ( APD ) adalah seperangkat alat yang digunakan
oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya
terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja.
b. Sebutkan tujuan penggunaan Alat Pelindung Diri ?
1) Meminimalkan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja
2) Melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa (enginering) dan
administratif tidak dapat dilakukan dengan baik.
3) Meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja.
4) Menciptakan lingkungan kerja yang aman.
c. Jelaskan manfaat Alat Pelindung Diri ?
1) Untuk melindungi seluruh / sebagian tubuhnya terhadap
kemungkinan adanya potensi bahaya / kecelakaan kerja.
(Mengamankan dan melindungi organ tubuh).
2) Mengurangi resiko akibat kecelakaan.
d. Sebutkan macam-macam Alat Pelindung Diri ?
1) APD Kepala (Safety Helmet ) Contoh : Helmet, topi pelindung.
Kegunaannya untuk melindungi kepala dari benturan, debu,
korosif, lemparan benda-benda kecil, lemparan benda-benda
panas, dsb Biasanya digunakan di pabrik, perusahaan konstruksi,
perusahaan pertambangan.
2) Face Shield (Pelindung Wajah) Berfungsi sebagai pelindung
wajah dari percikan benda asing saat bekerja.
3) APD Muka Contoh : kaca mata, perisai Kegunaanya untuk
menjaga muka dari lemparan benda-benda kecil, lemparan benda-
benda panas dan pengaruh cahaya, Biasanya digunakan di tempat
kerja seperti las.
4) APD Hidung Contoh : masker Berfungsi sebagai penyaring udara
yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk
(misal berdebu, beracun, dsb) Biasanya digunakan di tempat kerja
seperti pabrik dan perusahaan gas.
5) APD Telinga Contoh : ear plug dan ear muff Kegunaannya
sebagai pelindung agar komunikasi tidak terganggu Biasanya
digunakan di tempat kerja seperti perusahaan pertambangan,
perusahaan listrik tenaga panas bumi.
6) APD Badan Contoh : jas lab, apron (clemek), rompi pelindung
Kegunaannya untuk melindungi tubuh dari benda berbahaya
Biasanya digunakan di laboratorium, pabrik, pemadam kebakaran
7) APD Tangan Contoh : sarung tangan, handscone Kegunaannya
untuk melindungi tangan dari cedera Biasanya digunakan di
tempat kerja seperti pabrik.
8) APD Kaki Contoh : sepatu boot Kegunaannya untuk mencegah
tusukan, tergelincir, dsb Biasanya digunakan di tempat kerja
seperti perusahaan konstruksi, pabrik, perusahaan pertambangan
e. Jelaskan kekurangan Alat Pelindung Diri ?
1) Kemampuan perlindungan yang tak sempurna karena memakai
Alat pelindung diri yang kurang tepat.
2) Tidak menjamin pemakainya bebas kecelakaan.
3) Alat Pelindung Diri yang sangat sensitive terhadap perubahan
tertentu.
f. Jelaskan kelebihan Alat Pelindung Diri ?
1) Mengurangi resiko akibat kecelakan.
2) Melindungi seluruh/sebagian tubuhnya pada kecelakaan.
3) Sebagai usaha terakhir apabila sistem pengendalian teknik dan
administrasi tidak berfungsi dengan baik.
4) Memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di tempat kerja.
g. Jelaskan dampak tidak menggunakan Alat Pelindung Diri ?
1) Pada pernafasan debu dapat menyebabkan refleks batuk-batuk,
apabila zat-zat ini menembus kedalam paru-paru dapat terjadi
penyakit bronchitis dan edema paruparu.
2) Pada mata, partikulat debu yang melayang dan berterbangan
dibawa angin akan menyebabkan iritasi pada mata dan dapat
menghalangi daya tembus pandang mata (visibility).
3) Pendengaran menjadi rusak karena suara kebisingan
Lembar Pengesahan

Kendal, 12 November 2019


Mengetahui,

Mahasiwa Pengampu

Kelompok 1
Lampiran

1. Jelaskan pengertian Alat Pelindung Diri ?


Alat Pelindung Diri ( APD ) adalah seperangkat alat yang digunakan oleh
tenaga kerja untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya terhadap
kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja.
2. Tujuan penggunaan Alat Pelindung Diri ?
a. Meminimalkan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja
b. Melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa (enginering) dan
administratif tidak dapat dilakukan dengan baik.
c. Meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja.
d. Menciptakan lingkungan kerja yang aman.
3. Manfaat Alat Pelindung Diri ?
a. Untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan
adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja.(Mengamankan dan
melindungi organ tubuh).
b. Mengurangi resiko akibat kecelakaan.
4. Macam-macam Alat Pelindung Diri ?
a. APD Kepala (Safety Helmet )Contoh : Helmet, topi pelindung.
Kegunaannya untuk melindungi kepala dari benturan, debu, korosif,
lemparan benda-benda kecil, lemparan benda-benda panas, dsb
Biasanya digunakan di pabrik, perusahaan konstruksi, perusahaan
pertambangan.
b. Face Shield (Pelindung Wajah) Berfungsi sebagai pelindung wajah
dari percikan benda asing saat bekerja.
c. APD Muka Contoh : kaca mata, perisai Kegunaanya untuk menjaga
muka dari lemparan benda-benda kecil, lemparan benda-benda panas
dan pengaruh cahaya, Biasanya digunakan di tempat kerja seperti
las.
d. APD Hidung Contoh : masker. Berfungsi sebagai penyaring udara
yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk
(misal berdebu, beracun, dsb) Biasanya digunakan di tempat kerja
seperti pabrik dan perusahaan gas.
e. APD Telinga Contoh : ear plug dan ear muff Kegunaannya sebagai
pelindung agar komunikasi tidak terganggu Biasanya digunakan di
tempat kerja seperti perusahaan pertambangan, perusahaan listrik
tenaga panas bumi.
f. APD Badan Contoh : jas lab, apron (clemek), rompi pelindung
Kegunaannya untuk melindungi tubuh dari benda berbahaya
Biasanya digunakan di laboratorium, pabrik, pemadam kebakaran
g. APD Tangan Contoh : sarung tangan, handscone Kegunaannya untuk
melindungi tangan dari cedera Biasanya digunakan di tempat kerja
seperti pabrik.
h. APD Kaki Contoh : sepatu boot Kegunaannya untuk mencegah
tusukan, tergelincir, dsb Biasanya digunakan di tempat kerja seperti
perusahaan konstruksi, pabrik, perusahaan pertambangan
5. Jelaskan kekurangan Alat Pelindung Diri ?
a. Kemampuan perlindungan yang tak sempurna karena memakai Alat
pelindung diri yang kurang tepat.
b. Tidak menjamin pemakainya bebas kecelakaan.
c. Alat Pelindung Diri yang sangat sensitive terhadap perubahan
tertentu.
6. Jelaskan kelebihan Alat Pelindung Diri ?
a. Mengurangi resiko akibat kecelakan.
b. Melindungi seluruh/sebagian tubuhnya pada kecelakaan.
c. Sebagai usaha terakhir apabila sistem pengendalian teknik dan
administrasi tidak berfungsi dengan baik.
d. Memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di tempat kerja.

7. Jeaskan dampak tidak menggunakan Alat Pelindung Diri ?


a. Pada pernafasan debu dapat menyebabkan refleks batuk-batuk,
apabila zat-zat ini menembus kedalam paru-paru dapat terjadi
penyakit bronchitis dan edema paru-paru.
b. Pada mata, partikulat debu yang melayang dan berterbangan dibawa
angin akan menyebabkan iritasi pada mata dan dapat menghalangi
daya tembus pandang mata (visibility).
c. Pendengaran menjadi rusak karena suara kebisingan

C. PPT
Terlampir

BAB IV
HASIL PEMBAHASAN
A. Askep Komunitas
1. Pengkajian
a. Pengumpulan Data
1) Hal yang perlu dikaji pada komunitas atau kelompok antara lain:
Inti (Core) : dalam satu pabrik tersebut terdapat 12 karyawan
yang sudah dibagi sesuai dengan tugasnya ada yang bertugas
sebagai pengantar tahu, pembuat tempe, pencetak tahu, sebagai
supir pengantar tahu. Tugas tersebt di bagi dalam 12 karyawan
tersebut.
lama kerja karyawan di dalam pabrik tersebut ± sudah 10 tahun
keatas, kebanyakan dari mereka berangkat kerja dengan
menggunakan sepeda motor namun tidak jarang juga yang
menunggu mobil angkutan. Dalam 1 hari mereka bekerja dari
jam 07.00 WIB sampai selesai, tidak pernah diprediksi kalau
pengelolahannya banyak kadang sampai malam, kalau sedikit
sampai jam 17.00 WIB. Istirahat para pekerja itu dari jam 11.30-
12.30 itu mereka gunakan untuk ISHOMA. Agama dari para
pekerja tersebut semuanya islam.
2) Mengkaji 8 subsistem yang mempengaruhi komunitas, antara
lain:
a) Tempat yang digunakan untuk pabrik tahu tersebut
berukuran 320 meter terbilang sangat kecil dengan jarak
antara pekerja 1 dengan yang lainnya sangat dekat.
Penerangannya kurang dalam area pabrik tahu terdapat 1
lampu dan untuk ventilasi kurang ruangan pengap dan gelap.
Bagian lantai pabrik tahu terlihat kumuh dan becek .

b) Setiap 1 tahun 1 x pekerja pabrik mendapat pendidikan


kesehatan dari dinas kesehatan kabupaten kendal ( DKK )
dan dari puskesmas cepiring 1 tahun 2 x mendapat
pendidikan dan pengambilan sempel tahu tempe apakah
bahan yang digunakan untuk membuat tahu tempe
mengandung bahan berbahaya seperi formalin.
c) Alat pelindung diri ( APD ) yang digunakan oleh pekerja
hanya menggunakan clemek plastik dan sepatu but dan
hanya sebagian pekerja yang mengggunaan. Dan pernah
terjadi kejadian kecelakaan kerja terkena api saat membuat
uap untuk proses pembuatan tahu karena tidak menggunakan
sarung tangan dan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja
di bawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan.
d) Pemerintah setemapat sudah melakukan kunjungan ke
pabrik tahu setiap tahunnya untuk melakukan pengambila
sempel tahu dan tempe untuk mengecek apakah bahan yang
digunkan aman dan tidak mengandung bahan kimia.dan juga
di beri pendiikan kesehatan megenai keselamatan kerja
e) Pelayanan kesehatan yang tersedia di sekitar pabrik tahu
terdapat puskesmas cepiring dan depan pabrik tahu terdapat
bidan desa.
f) Komunikasi yang di gunakan oleh pekerja untuk mendapat
informasi mengenai keselamatan kerja mereka mencari
nformasi dari internet dan petugas kesehatan dari puskesmas
g)  Penghasilan pekerja pabrik tahu cepiring mendapatan upah
sesuai dengan hasil berapa banyak tahu dan tempe yang di
roduksi setiap harinya dan tahu da tempe yang terjualsetiap
harinya . dalam 1 bulan pekerja mendapatakan upah kurang
lebih 1,5 juta.
h) Rekreasi yang digunakan oleh pekerja pekerja sering
berkumpul waktu istirahat dan becanda.

2. Analisa data
No. Data Etiologi Masalah
1. Ds: Kurangnya alat Resiko Cidera
Para pekerja mengatakan bahawa pelindung diri
sering terjadi kecelakan yang ( APD )
disebabkan tidak memggnakan alat
pelindung diri pada saat
penggorengan tahu sehinga sering
terjadi luka bakar . pekerja yang
mengalami kecelakaan kerja
dibawa ke pukesmas terdekat
kadang dibawa ke bidan yang
letaknya berada di depan pabrik

Do.
Dari hasil observasi yang
didapatkan sekitar 95 % pekerja
tidak menggunakan alat pelindung
diri tangan maupun pelindung
bagian badan seperti clemek. Saat
bekerja para pekerja kadang-kadang
tidak mempedulikan keselamatan
dengan dibuktikan tidak
menggunakan alat pelindung diri
( APD )
2. Ds. Para pekerja mengatakan tidak Tidak peduli akan Defisiensi
tahu akan pentingnya alat keselamatan pengetahuan
pelindung diri

Do. Dari hasil observasi yang


didapat para pekerja tidak
meggunakan alat pelindung
diri ( APD )
3. Ds. Para pekerja mengatakan sumber air yang Resiko
pembuangan limbah biasnya terlalu dekat kontaminasi
dibuang ke sungai dan air yang dengan sungai
digunakan para pekerja untuk
membuat tahu dan tempe
sumber airnya berdekatan
dengan pembuangan limbah
jaraknya tidak ada 10 m dari
sumbr air yang digunakan
untuk memproduksi temped an
tahu

Do. Dari hasil observasi yang


didapat tidak ada tempat
pembuangan limbah dan
sumber air yang digunakan
sadalah sumur bor yang
tempatnya tidak jauh dari
sunagi untuk pembuangan
limbah

3. Diagnosa Keperawatan
a.Resiko cedera b/d kurangnya alat pelindung diri
b. Defisien pengetauan b/d tidak peduli akan keselamatan kerja
c.Resiko kontaminasi b/d sumber air yang terlalu dekat dengan sungai

4. Skoring
No. Masalah KRITERIA Score Keterangan
Kesehatan 1 2 3 4 5 6 7 8

1. Resiko 4 4 3 3 3 2 3 4 Keterangan kriteria:


cedera 1.Sesuai dg peran perawat komunitas
2. Deficit 4 3 3 3 4 3 4 4 2.Resiko terjadi/jumlah yang beresiko
pengetauan 3.Resiko parah
3. Resiko 4 4 3 3 3 4 3 4
4.Potensi utk pendidikankesehatan
kontaminasi
5.Interest utk komunitas
6.Kemungkinan diatasi
7.Relevan dg program
8.Tersedianya sumber daya

Keterangan Pembobotan:
1. Sangat rendah
2. Rendah
3. Cukup
4. Tinggi
5. Sangat tinggi
5. Intervensi
No Diagnosa Tujuan dan Kriteria hasil Intervensi Keperawatan (NIC)
Keperawatan (NOC)
1. Resiko cedera b / d kurangnya alat Setelah dilakukan tindakan Manajemen Lingkungan :
pelindung diri keperawatan diharapkan resiko Keselamatan Pekerja (6489)
cedera dapat dicegah dengan kriteria O :
hasil : - Identifikasi standar kesehatan
Perilaku Pencegahan Jatuh (1909) kerja dan administrasi kesehatan
1. Tidak pernah menunjukkan (OSHA) dan kepatuhan tempat
2. Jarang menunjukkan kerja terhadap standar
3. Kadang-kadang menunjukkan N:
4. Sering menunjukkan - Buat protocol emergensi dan latih
5. Secara konsisten beberapa pekerja yang terpilih
menunjukkan terkait perawatan gawat darurat
a. Menggunakan alat pelindung - Gunakan label atau tanda untuk
diri dengan benar dipertahankan memperingatkan para pekerja
pada jarang menunjukkan (2) terkait bahaya ditempat kerja\
ditingkatkan ke sering
menunjukkan (4) E:
b. Memperhatikan lantai licin - Informasikan pekerja terkait hak
dipertahankan pada kadang- dan kewajiban mereka dibawah
kadang menunjukkan (3) peraturan OSHA.
ditingkatkan ke secara konsisten C :
menunjukkan (5) - Koordinasikan perawatan tindak
lanjut untuk cedera dan penyakit
terkait pekerjaan
2. Defisien pengetauan b/d tidak Setelah dilakukan tindakan Pencegahan jatuh (6490)
peduli akan keselamatan kerja keperawatan diharapkan defisien O:
pengetahuan dapat meningkat dengan - Identifikasi perilaku dan
kriteria hasil : faktor yang mempengaruhi
Pengetahuan : Pencegahan Jatuh resiko jatuh
(1828) N:
1. Tidak ada pengetahuan - Sediakan permukaan lantai
2. Pengetahuan terbatas yang tidak licin dan anti selip
3. Pengetahuan sedang - Sediakan permukaan yang
4. Pengetahuan banyak tidak licin pada bak mandi
5. Pengetahuan sangat banyak dan pancuran
a. Penggunaan alat bantu yang - Sedakan alas kaki yang tidak
benar dipertahankan pada licin untuk memfasilitasi
pengetahuan sedang (3) kemudahan menjangkau
ditingkatkan ke pengetahuan E:
banyak (4) - Sarankan menggunakan alas
b. Alas kaki yang tepat kaki yang aman
dipertahankan pada C:
pengetahuan sedang (3) -
ditingkatkan ke pengetahuan
sangat banyak (5)
c. Strategi untuk menjaga
permukaan lantai tetap aman
dipertahankan pada
pengetahuan sedang (3)
ditingkatkan ke pengetahuan
banyak (4)

3. Resiko kontaminasi b/d sumber air Setelah dilakukan tindakan Perlindungan lingkungan yang
yang terlalu dekat dengan sungai keperawatan diharapkan defisien beresiko (8880)
pengetahuan dapat meningkat dengan O :
kriteria hasil : - Kaji lingkungan yang terkait
Keamanan lingkungan (1910) dengan adanya resiko
1. Tidak adekuat potensial dan actual
2. Sedikit adekuat N:
3. Cukup adekuat - Pertahankan pengetahuan
4. Sebagian besar adekuat terkait dengan standart
5. Sepenuhnya adekuat lingkungan tertentu
- Dukung program-program
a. Kesediaan air bersih untuk adanya peringatan akan
dipertahankan pada sedikit bahaya yang ada dilingkungan
adekuat (2) ditingkatkan ke E :
cukup adekuat (3) - Informasikan populasi yang
b. Penempatan pegangan tangan berisiko mengenai hal-hal
dipertahankan pada cukup yang membahayakan
adekuat (3) ditingkatkan ke dilingkungan
sebagian besar adekuat (4) C:
- Kolaborasi dengan lembaga-
lembaga lain untuk
meningkatkan keamanan
lingkungan

6. Implementasi
HARI/TG Dx. KEP JAM IMPLEMENTASI
L
Selasa, 12 Resiko cedera 15.30 a. Mengidentifikasi standar kesehatan kerja dan administrasi kesehatan
November b / d kurangnya (OSHA) dan kepatuhan tempat kerja terhadap standar.
2019 b. Membuat protocol emergensi dan latih beberapa pekerja yang terpilih
alat pelindung
terkait perawatan gawat darurat
diri
c. Menggunakan label atau tanda untuk memperingatkan para pekerja
terkait bahaya ditempat kerja
d. Menginformasikan pekerja terkait hak dan kewajiban mereka dibawah
peraturan OSHA.
e. Mengkoordinasikan perawatan tindak lanjut untuk cedera dan penyakit
terkait pekerjaan
7. Evaluasi
NO. TANGGAL DIAGNOSIS EVALUASI PARAF
KEPERAWATAN
1. 12 Resiko cedera b / d S :
november kurangnya alat pelindung Klien mengatakan sudah
2019 diri mengetahui resiko tidak
15.30 WIB menggunakan alat pelindung diri

O:
Klien terlihat sudah paham waktu
mahasiswa menyampaiakn
pendidikan kesehatan tentang
resiko tidak penggunakan alat
pelindung diri

A:
Masalah teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa para pekerja sudah
memahami tentang bahaya tidak menggunakan alat pelindung diri (APD)
dalam melakukan pekerjaanya, yang akan beresiko menciderai dirinya
sendiri. Akan tetapi pemilik pabrik tahu tidak memfasilitasi alat pelindung
diri yang lengkap sehingga pekerja menggunakan alat pelindung diri
seadanya seperti sepatu both dan celemek.
Alasan pemilik pabrik tahu tidak menyediakan APD, karena akan
menghambat pekerjaan dari karyawannya, karena dianggapnya terlalu
ribet.
Daftar Pustaka

A. M. Sugeng Budiono. dkk., 2003. Hiperkes dan KK. Semarang: Penerbit


Universitas Diponegoro.

Anies. 2005. Penyakit Akibat Kerja. Jakarta: PT Elex Komputindo Kelompok


Gramedia.

Kusdwiratri Setiono, dkk.1998. Manusia Kesehatan dan Lingkungan. Bandung:


Alumni
Foto Dokumentasi Terlampir