Anda di halaman 1dari 15

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................3

1. 1 Latar Belakang...................................................................................................................3

1. 2 Rumusan Masalah..............................................................................................................4

1. 3 Tujuan................................................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................................5

2. 1 Memilih Portofolio Optimal..............................................................................................5

2. 2 Menyusun Portofolio dengan menggunakan Prinsip-Pinsip Markowitz...........................7

2. 3 Metode Alternatif untuk Memperoleh Efficient Frontier................................................10

1. Portofolio Optimal Berdasarkan Preferensi Investor.......................................................10

2. Portofolio Optimal Dengan Model Markowitz................................................................10

3. Portofolio optimal dengan adanya Simpanan dan Pinjaman Bebas Risiko.....................11

4. Model Utilitas yang Diharapkan......................................................................................11

5. Manajemen Portofolio.....................................................................................................12

2. 4 Memilih Kelompok Aset yang Optimal...........................................................................13

2. 5 Pengaruh Diversifikasi terhadap Risiko..........................................................................14

BAB III PENUTUP........................................................................................................................15

1
BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Dewasa ini dengan adanya prinsip pasar bebas, investasi dalam bentuk kepemilikan
aset finansial mulai diminati oleh masyarakat di Indonesia. Investasi pada saham
menawarkan tingkat pertumbuhan keuntungan yang cepat dengan risiko yang juga
sebanding. Untuk memperoleh tingkat return yang tinggi, maka investor harus berani
menanggung risiko yang tinggi juga. Oleh karena itu, pemodal harus berhati-hati dalam
menentukan saham mana yang akan dipilihnya untuk berinvestasi. Sebelum memutuskan
untuk berinvestasi, hendaknya seorang investor melakukan analisis terhadap semua saham-
saham yang ada dan kemudian memilih yang dianggap aman serta mampu menghasilkan
keuntungan yang diharapkan. Salah satu cara untuk meminimumkan risiko adalah dengan
melakukan diversifikasi atau menyebar investasinya dengan membentuk portofolio yang
terdiri dari beberapa saham.

Teori dasar pemilihan portofolio pertama kali dicetuskan oleh Harry M. Marko- witz
(1952). Pemilihan portofolio membahas tentang permasalahan bagaimana meng-alokasikan
penanaman  modal agar dapat membawa keuntungan terbanyak namun dengan resiko yang
terkecil. Pembentukan portofolio menyangkut identikasi saham- saham mana yang akan
dipilih dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing saham
tersebut. Pemilihan portofolio dari banyak sekuritas dimaksudkan untuk mengurangi resiko
yang ditanggung. Teori optimisasi sangat aplikatif pada permasalahan-permasalahan yang
menyangkut pengoptimalan. Banyak metode- metode optimasi yang berkembang
digunakan untuk merumuskan berbagai masalah misalnya dalam transportasi, manufaktur,
penjadwalan kru maskapai penerbangan dan investasi.

2
Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah. Permasalahannya
adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi
aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi ini dapat mencpai jumlah yang tidak
terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan aktiva bebas resiko dalam pembentukan
portofolio. Jika terdapat kemungkinan portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan
timbul pertanyaan portofolio mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah
rasional, maka mereka akan memilih portofolio yang optimal.

Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau dengan model
Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan model-model ini yang
pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio yang efisien. Untuk model-model
ini semua portofolio yang optimal adalah portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor
mempunyai kurva berbeda yang tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-
masing investor. Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan
return yang lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan
dengan investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko dipertimbangkan,
aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin sudah dipilih investor

1. 2 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah menentukan portofolio yang efisien?


2. Bagaimanakah menentukan portofolio yang optimal?

1. 3 Tujuan

1. Untuk mengetahui pemilihan portofolio yang efisien


2. Unutk mengetahui pemilihan portofolio yang optimal

3
BAB II

PEMBAHASAN

2. 1 Memilih Portofolio Optimal


Portofolio optimal merupakan pilihan dari berbagai sekuritas dari portofolio efisien.
Portofolio yang optimal ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi
tertentu dan kemudian meminimumkan risikonya, atau menentukan tingkat risiko yang
tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan
memilih portofolio optimal ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan
mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau risiko portofolio.
Dalam memilih portofolio yang optimal ada beberapa pendekatan yaitu:
a. Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor
Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor mengasumsikan hanya didasarkan
pada return ekspektasi dan risiko dari portofolio secara implisist yang menganggap
bahwa investor mempunyai fungsi utility yang sama atau berada pada titik
persinggungan utiliti investor dengan effiicient set. (Jogiyanto, 2000: 193) Tiap
investor mempunyai tanggapan risiko yang berbeda-beda. Investor yang mempunyai
tanggapan kurang menyukai risiko mungkin akan memilih portofolio di titik B. Tapi,
investor lainnya mungkin mempunyai tanggapan risiko berbeda, sehingga mereka
memilih portofolio yang lainnya selama portofolio tersebut merupakan portofolio
efisien yang masih berada di efficient set. Portofolio mana yang akan dipilih investor
tergantung dari fungsi utilitinya masing-masing.

b. Portofolio optimal berdasarkan model Markowitz


memberikan nilai portofolio dengan risiko terkecil untuk return ekspektasian tertentu.
Tiap investor memiliki respon terhadap risiko yang berbeda sehingga seorang investor
akan memilih portofolio berbeda dengan investor lainnya selama portofolio tersebut
merupakan portofolio efisien. Semua titik portofolio yang ada dalam permukaan
efisien mempunyai kedudukan yang sama antara satu dengan lainnya.

4
1. Model Markowitz tidak memasukkan isu bahwa investor boleh meminjam dana
untuk membiayai portofolio pada aset yang berisiko dan Model Markowitz juga
belum memperhitungkan kemungkinan investor untuk melakukan investasi pada
aset bebas risiko.
2. Dalam kenyataanya, investor yang berbeda-beda akan mengestimasi imput yang
berbeda pula ke dalam model Markowitz, sehingga garis pemukaan efisien yang
dihasilkan juga berbeda-beda bagi masing-masing investor.

c. Portofolio optimal dengan adanya simpanan dan pinjaman bebas risiko.


Aktiva bebas risiko adalah aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu dengan
varian return (risiko) yang sama dengan nol, karena variannya sama dengan nol, maka
kovarian antara bebas resiko juga sama dengan nol. Aktiva bebas risiko misalnya
Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

d. Portofolio optimal berdasarkan model Indeks Tunggal


Model indeks tunggal dapat digunakan sebagai alternatif dari model Markowitz untuk
menentukan efficient set dengan perhitungan yang lebih sederhana. Model ini
merupakan penyederhanaan dari model Markowitz. Model ini dikembangkan oleh
William Sharpe (1963) yang disebut dengan (single-index model), yang dapat
digunakan untuk menghitung return ekspektasi dan risiko portofolio

e. Portofolio optimal berdasarkan model Indeks Ganda


Model indeks ganda menganggap ada faktor lain selain IHSG yang dapat
mempengaruhi terjadinya korelasi antar efek. dalam upaya mengestimasi ekspekted
return, standar deviasi dan kovarian efek secara akurat model indeks ganda lebih
berpotensi sebab actual return efek tidak hanya sensitif terhadap perubahan IHSG atau
ada faktor lain yang mungkin mempengaruhi return efek, seperti tingkat bunga bebas
risiko.
Untuk membentuk portofolio yang efisien, terdapat beberapa asumsi yang harus
diperhatikan. Asumsi tersebut antara lain:
1. Perilaku Investor
5
Bahwa semua investor tidak menyukai risiko (risk averse). Investor yang
dihadapkan pada dua pilihan yaitu investasi yang menawarkan keuntungan
(return) yang sama dengan risiko yang berbeda, akan memilih investasi yang
memiliki risiko yang lebih rendah.
2. Fungsi Utilitas dan Kurva Indeferen
Fungsi utilitas bisa diartikan sebagai fungsi matematis yang menunjukkan nilai
dari semua alternatif pilihan yang ada. Semakin tinggi nilai suatu alternatif pilihan,
semakin tinggi utilitas alternatif tersebut. Fungsi utilitas bisa digambarkan dalam
bentuk grafik ; sebagai kurva indeferen.

Gambar 1. Portofolio Efisien dan Portofolio Optimal

Keterangan
• Garis vertical pada gambar diatas menunjukkan tingkat return yang diharapkan
• Garis horizontal menggambarkan tingkat risiko portofolio.
• ABCDEGH menunjukkan kumpulan portofolio yang tersedia bagi investor.

6
• BCDE disebut sebagai pertemuan efisien. Yaitu kombinasi asset-aset yang membentuk
portofolio yang efisien. Bagian itu merupakan bagian yang mendominasi dibandingkan
dengan titik-titik lainnya (A, G, H).
• BCDE, merupakan pilihan-pilihan portofolio terbaik bagi investor dibanding
bagian AGH, karena BCDE mampu menawarkan tingkat return yang lebih tinggi dengan
risiko yang sama dibanding bagian AGH.
• BCDE disebut sebagai portofolio yang optimal.
• Dalam gambar diatas terlihat bahwa kurva indeferen investor bertemu dengan permukaan
efisien pada titik D. artinya portofolio optimal bagi investor tersebut adalah portofolio
pada titik D, karena portofolio D tersebut menawarkan return harapan dan risiko yang
sesuai dengan preferensi investor tersebut

2. 2 Menyusun Portofolio dengan menggunakan Prinsip-Pinsip Markowitz


Harry M. Markowitz mengembangkan suatu teori pada dekade 1950-an yang disebut
dengan Teori Portofolio Markowitz. Teori Markowitz menggunakan beberapa pengukuran
statistik dasar untuk mengembangkan suatu rencana portofolio, diantaranya expected
return, standar deviasi baik sekuritas maupun portofolio, dan korelasi antar return. Teori ini
memformulasikan keberadaan unsur return dan risiko dalam suatu investasi, dimana unsur
risiko dapat diminimalisir melalui diversifikasi dan mengkombinasikan berbagai instrumen
investasi kedalam portofolio.
Teori Portofolio Markowitz didasarkan atas pendekatan mean (ratarata) dan variance
(varian), dimana mean merupakan pengukuran tingkat return dan varian merupakan
pengukuran tingkat risiko. Teori Portofolio Markowitz ini disebut juga sebagai mean-
Varian Model, yang menekankan pada usaha memaksimalkan ekspektasi return (mean) dan
meminimumkan ketidakpastian/risiko (varian) untuk memilih dan menyusun portofolio
optimal. Markowitz mengembangkan Index Model sebagai penyederhanaan dari Mean-
Varian Model, yang berusaha untuk menjawab berbagai permasalahan dalam penyusunan
portofolio, yaitu terdapatnya begitu banyak kombinasi aktiva berisiko yang dapat dipilih
dan disusun menjadi suatu portofolio. Dari sekian banyak kombinasi yang mungkin dipilih,
investor rasional pasti akan memilih portofolio optimal (efficient set).

7
Pada tahun 1952, Harry Markowitz meluncurkan sebuah model formal seleksi
Portofolio yang memasukan prinsip diversifikasi. Strategi diversifikasi saham Model
Markowitz berusaha untuk menggabungkan antara aktiva-aktiva dalam portofolio dengan
pengembalian yang memiliki korelasi positif kurang sempurna, dengan tujuan mengurangi
resiko portofolio (varians) tanpa mengurangi pengembalian. Model Markowitz
menggunakan 4 asumsi-asumsi sebagai berikut :
a. Waktu yang digunakan hanya satu periode
b. Tidak ada biaya transaksi
c. Preferensi Investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan resiko dari
portofolio.
d. Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas resiko.

Ada beberapa langkah yang dilakukan untuk menentukan portofolio yang optimal
dengan mengunakan model Markowitz, yaitu sebagai berikut:
1. Menghitung Return (tingkat keuntungan) tiap perusahaan. Persamaan yang digunakan
adalah dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

Rit = Return pada waktu yang diharapkan

Pt-1 = Harga saham pada awal periode

Pt = Harga saham pada akhir periode

D1 = Deviden yang dibagikan

2. Menghitung Expected Return (nilai yang diharapkan) saham tiap perusahaan.


perhitungan dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

3. Menghitung Risiko (varians dan standar deviasi) investasi tiap perusahaan. Ukuran
penyebaran ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh kemungkinan nilai
8
yang akan kita peroleh menyimpang dari nilai yang diharapkan. perhitungan dapat
dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

4. Menghitung Kovarian antara dua buah saham dalam portofolio. Rumus yang
digunakan untuk menghitung kovarian adalah sebagai berikut

5. Menghitung Koefisien Korelasi harga saham antar perusahaan. Besar kecilnya


koefisien korelasi akan berpengaruh terhadap risiko portofolio. Rumus yang
digunakan untuk menghitung korelasi adalah sebagai berikut

6. Menghitung Expected Return (tingkat keuntungan yang diharapkan) dari portofolio.


Tingkat keuntungan yang diharapkan (Expected return) dari portofolio, dapat
dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut:

7. Menghitung Risiko (varians dan standar deviasi) dari portofolio. Varians dan standar
deviasi dari portofolio dapat dihitung dari persamaan sebagai berikut:

2. 3 Metode Alternatif untuk Memperoleh Efficient Frontier


Efficient frontier merupakan sekumpulan portofolio dengan expected return
maksimal pada tingkat risiko yang sama atau risiko minimal pada tingkat return yang sama.

9
Untuk membentuk portofolio yang efisien, kita harus berpegang pada asumsi tentang
bagaimana perilaku investor dalam pembuatan keputusan investasi yang paling penting
adalah bahwa semua investor tidak menyukai risiko Sebuah portofolio dikatakan efisien
jika tidak ada portofolio lain selain portofolio itu sendiri yang dominan. Setiap investor
akan memilih portofolio yang efisien dan selalu cenderung ke portofolio yang
mendominasi. Meskipun demikian, investor yang berbeda akan memilih portofolio yang
berbeda pada efficient frontier yang sama tergantung kebutuhan. Contohnya: Terdapat dua
portofolio yang efisien dengan 𝜇1 ≤ 𝜇2 dan 𝜎1 ≤ 𝜎2 , seorang investor yang sangat
waspada akan memilih risiko yang lebih rendah dengan return yang kecil. Sedangkan
investor lain mungkin memilih risiko tinggi juga return yang besar. Hal tersebut
dikarenakan investor menganggap bahwa return yang besar akan mengakibatkan risiko
yang besar juga.
Secara khusus, portofolio yang efisien memiliki harapan return yang paling tinggi
dibandingkan dengan yang bisa dicapai portofolio lain yang memiliki standar deviasi
(simpangan baku) yang sama (risiko yang sama), dan memiliki risiko terkecil diantara
portofolio lain yang memiliki return yang sama. Oleh karena itu efficient frontier harus
merupakan subset dari garis variansi minimum (minimum variance line). Menentukan
Efficient Frontier / Portofolio Optimal
Sebagai contoh, ada tiga sekuritas sedang dipertimbangkan, yaitu 1) saham AAA, 2)
saham BBB, dan 3) saham CCC.
– Return harapan saham AAA adalah 14%,
– saham BBB adalah 8%, dan
– saham CCC adalah 20%.
Anggap seorang investor ingin menciptakan sebuah portofolio yang mengandung ketiga
saham ini dengan return harapan portofolio adalah 15,5%. Apa kombinasi untuk
portofolio ini? •
Dengan membuat bobot portofolio untuk saham AAA adalah 0,45, saham BBB adalah
0,15, dan saham CCC adalah 0,4, investor dapat menghasilkan return portofolio 15,5
persen. E(RP ) = 0,45 (0,14) + 0,15 (0,08) + 0,4 (0,20) = 0,155

10
Berbagai kombinasi dapat diciptakan seperti pada tabel berikut:

Di samping keempat contoh kombinasi pada tabel, sebenarnya ada tidak terbatas
kombinasi yang dapat menghasilkan return portofolio sebesar 15,5%. Oleh karena itu,
pertanyaannya adalah kombinasi atau bobot portofolio manakah yang terbaik?
Jawaban untuk pertanyaan itu adalah memilih portofolio yang menghasilkan varians atau
deviasi standar paling kecil.
Gambar 2. Eficient Frontier

2. 4 Memilih Kelompok Aset yang Optimal


Pada dasarnya, manajemen portofolio terdiri dari tiga aktivitas utama, yaitu:
1. Pembuatan keputusan alokasi aset.
2. Penentuan posi dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing kelas aset.
11
3. Pemilihan aset-aset dari setiap kelas aset yang telah dipilih.
Kelas aset adalah pengelompokan aset-aset berdasarkan jenis-jenis aset seperti :
saham, obligasi, real estate,sekuritas luar negri, emas, dan lain-lain. Investor harus
membuat keputusan alokasi aset, keputusan ini menyangkut pemilihan kelas-kelas aset
yang akan dijadikan sebagai pemilihan investasi dan juga berapa bagian dari keseluruhan
dana yang dimiliki investor yang akan diinvestasikan pada kelas aset tersebut. Dengan kata
lain keputusan ini menyangkut berapa bagian dana yang akan diinvestasikan pada kelas aset
saham, berapa bagian pada obligasi, berapa pada pasar uang, dan sebagainya. Bagian dari
dana yang diinvestasikan pada setiap kelas aset disebut sebagai porsi dana atau bobot dana.
Masing-masing bobot dana akan berkisar antara 0% - 100%.
Keputusan alokasi aset tidak hanya meliputi penentuan alokasi dana pada kelas aset
di satu negara saja, tapi bisa dilakukan pada beberapa negara. Jika alokasi aset dilakukan
pada beberapa negara, maka keputusan tersebut akan meliputi tiga pertanyaan berikut:
1. Berapa % porsi dana yang akan diinvestasikan pada setiap negara yang dipilih
investor sebagai tempat melakukan investasi?
2. Dalam setiap negara yang telah dipilih berapa % porsi dana yang akan diinvestasikan
pada setiap kelas aset tertentu?
3. Dalam setiap kelas aset, berapa % kah dana yang akan diinvestasikan pada setiap jenis
aset dalam kelas aset yang bersangkutan?
Manfaat yang bisa diperoleh dari diversifikasi pada berbagai kelas aset di berbagai
negara, pada dasarnya sama dengan manfaat diversifikasi pada aset individu, yaitu manfaat
pengurangan resiko pada tingkat tertentu dari expected return.

2. 5 Pengaruh Diversifikasi terhadap Risiko


Dalam pengertian umum, diversifikasi dapat berarti berinvestasi dalam sejumlah Efek
dalam kelas aset yang sama untuk mengurangi risiko idiosinkratik. Portofolio multi-aset
membawa diversifikasi ke tingkat yang lebih lanjut, yaitu dengan berinvestasi di berbagai
kelas aset. Diversifikasi dilakukan dengan menyebarkan risiko ke berbagai faktor
pendorong imbal hasil seperti pertumbuhan, inflasi, suku bunga, likuiditas, dan volatilitas.
Portofolio yang berisi ekuitas dan obligasi dengan yield yang tinggi mungkin tampak

12
terdiversifikasi, tetapi jika ditelaah lebih dalam, akan melihat bahwa portofolio itu terpapar
faktor risiko yang sama: memburuknya fundamental perusahaan dan melemahnya
pertumbuhan ekonomi. Portofolio yang sungguh terdiversifikasi tidak akan terpapar sebesar
itu terhadap satu faktor risiko ekonomi makro saja. Portofolio yang benar-benar
terdiversifikasi akan siap menghadapi banyak skenario negatif yang ada di pasar.
Untuk menurunkan risiko portofolio, investor perlu melakukan ‘diversifikasi’, dengan
membentuk portofolio sedemikian rupa hingga risiko dapat diminimalkan tanpa
mengurangi return yang diharapkan.
Diversifikasi bisa dilakukan dengan:
1. Diversifikasi random.
Memilih aset yang akan dimasukkan dalam portofolio secara acak.
2. Diversifikasi model Markowitz.
Memilih aset yang dimasukkan dalam portofolio berdasar berbagai informasi dan
karakteristik aset. Kontribusi penting dari ajaran Markowitz adalah bahwa risiko
portofolio tidak boleh dihitung dari penjumlahan semua risiko aset-aset yang ada
dalam portofolio, tetapi harus dihitung dari kontribusi risiko aset tersebut
terhadap risiko portofolio, atau diistilahkan dengan kovarians. Kovarians adalah
suatu ukuran absolut yang menunjukkan sejauh mana return dari dua sekuritas
dalam portofolio cenderung untuk bergerak secara bersama-sama.

2. 6 Implikasi Pemilihan Portofolio


Investasi di pasar modal memiliki dua potensi, yaitu deviden yang diharapkan oleh
para pemodal dan capital gain. Selain return, kegiatan investasi juga dapat menimbulkan
resiko bagi para investor. Semakin besar potensi return yang akan diterima maka semakin
besar pula potensi risiko. Jogiyanto (2000) menekankan bahwa risiko investasi ini
dibedakan menjadi dua yaitu risiko sistematis (systematic risk) dan risiko non sistematis
(unsystematic risk).

Sebagai upaya untuk meningkatkan return atas investasi, investor melakukan


tindakan memaksimumkan expected return pada berbagai tingkat resiko. Salah satu cara
untuk mengurangi tingkat risiko yang ada yaitu dengan melakukan investasi dalam bentuk
portofolio. Portofolio didefinisikan sebagai sekumpulan investasi dimana pemodal dapat

13
berinvestasi pada macam-macam saham dengan maksud untuk mengurangi risiko. Sebelum
mengambil keputusan berinvestasi investor rasional akan memilih untuk berinvestasi pada
portofolio yang paling efisien di antara kumpulan portofolio yang ada. Portofolio yang
efisien menurut Jogiyanto (2000) adalah:

1. Portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan risiko tertentu.


2. Portofolio yang memberikan risiko terkecil dengan return ekspektasi tertentu.

14
BAB III

PENUTUP

3. 1 Simpulan

Portofolio adalah kumpulan saham / aset lain yang dimiliki oleh pemodal perorangan
atau lembaga. Menurut Ardiyos (dalam skripsi Aminah, 2004 : 23) tujuan portofolio adalah
mengurangi risiko dengan penganekaragaman kepemilikan efek. Portofolio secara harfiah
memiliki sekumpulan surat–surat. Seluruh set yang memberikan kemungkinan portofolio
yang dapat dibentuk dari kombinasi n- aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set
atau attainable set.

Portofolio efisien (efficient portofolio) dapat didefinisikan sebagai portofolio yang


memberikan return ekspektasi terbesar dengan resiko yang tertentu atau memberikan resiko
yang terkecil dengan return ekspektasi yang tertentu

Portofolio yang optimal dapat ditentukan dengan memilih tingkat return ekspektasi


tertentu dan kemudian meminimumkan risikonya, atau menentukan tingkat risiko yang
tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan
memilih portofolio optimal ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan
mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau risiko portofolio.Dalam
memilih portofolio yang optimal ada beberapa pendekatan yaitu:

1. Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor.


2. Portofolio optimal berdasarkan model Markowitz.
3. Portofolio optimal dengan adanya simpanan dan pinjaman bebas risiko.
4. Portofolio optimal berdasarkan aktiva bebas resiko.

15

Anda mungkin juga menyukai