Anda di halaman 1dari 6

Nama: Rima Efita Nim: 1910247925

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tidak mampu berdiri sendiri.
Manusia harus bekerjasama agar bisa menjalani kehidupan dengan baik. Seiring dengan
perkembangan zaman, manusiapun dituntut untuk dapat beradaptasi dan mengikuti kemajuan
di era globalisasi. Kemajuan globalisasi pada mulanya dimulai dengan adanya revolusi
industri 4.0. Lifter dan Tschiener (2013) menyatakan bahwa “prinsip dasar industri 4.0 adalah
penggabungan mesin, alur kerja, dan sistem, dengan menerapkan jaringan cerdas di sepanjang
rantai dan proses produksi untuk mengendalikan satu sama lain secara mandiri”. Jaringan
internet sudah berkembang sangat pesat disemua kalangan. Bahkan merambah ke berbagai
kalangan. Saat revolusi Industri 4.0 masih dikejar pemerintah Indonesia guna pemerataan.
Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang masih beradaptasi dengan industry
4.0, sedangkan negara-negara lain di dunia telah banyak yang sudah mantap dalam
menerepkan hal tersebut, bahkan pemerintahan Jepang sudah meluncurkan society 5.0.
Konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (humancentered) dan berbasis teknologi
(technology based). Di dalam konsep Society 5.0 ini, manusia akan berperan lebih besar
dengan mentransformasi big data menjadi suatu kearifan baru yang pada akhirnya
meningkatkan kemampuan manusia untuk membuka peluang-peluang bagi kemanusian demi
tercapainya kehidupan bermakna. Dengan adanya konsep society 5.0 diyakini dapat
mempermudah berbagai aspek kahidupan manusia.
Berdasarkan latar belakang di atas dalam makalah ini saya akan membahas tentang
society 5.0 (masyarakat 5.0). Dengan dibahasnya tentang society 5.0, diharapkan mampu
menjadikan kita untuk lebih berpikir kritis tentang apa yang terjadi di dunia luar, sehingga
kita mampu untuk mengikuti perkembangan zaman dimana terjadinya transisi antara revolusi
industri 4.0 dengan era society 5.0.

B. Rumusan masalah
1. Apa itu society 5.0?
2. Kapan dan dimana society 5.0 mulai dicetuskan?
3. Mengapa society 5.0 harus diterapkan?
4. Bagamana masyarakat di era society 5.0 bekerja?
5. Bagaimana dampak penerapan society 5.0?

C. Tujuan
1. Mengatahui itu society 5.0
2. Mengatahui kapan dan dimana society 5.0 mulai dicetuskan
3. Mengetahui tujuan society 5.0 harus diterapkan
4. Mengetahui cara kerja masyarakat di era society 5.0
5. Mengetahui dampak penerapan society 5.0.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Masyarakat Era Society 5.0


Society 5.0 menggambarkan bentuk ke-5 dari kemasyarakatan dalam sejarah manusia,
mengikuti secara kronologis, masyarakat perburuan (Society 1.0), masyarakat pertanian
(Society 2.0), masyarakat industri (Society 3.0), dan masyarakat informasi (Society 4.0).
Revolusi Industri keempat menciptakan layanan-layanan dan nilai-nilai baru satu setelah
lainnya, mengantarkan pada hidup yang lebih kaya untuk semuanya.
Nama: Rima Efita Nim: 1910247925
Perkembangan dalam dunia komunikasi dan informasi telah membawa kita ke dunia
global dan menjadikan masyarakat secara terus menerus dihadapkan oleh media sehingga
terciptalah masyarakat informasi (information society). Society 5.0 (super smart society)
sebagai bentuk penggunaan teknologi komputasi cerdas untuk mengintegrasikan komponen-
komponen penting dari infrastruktur dan layanan suatu tempat, seperti administrasi,
pendidikan, kesehatan, keselamatan publik, real estate, transportasi dan keperluan lainnya,
dimana penggunaan keseluruhannya harus dilakukan secara cerdas, saling berhubungan dan
efisien dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan.
Definisi berkaitan dengan pembentukan society 5.0 banyak mengutip tempat asal
konsep society 5.0 yaitu dari Jepang, diantaranya definisi menurut Harayama (2017) yang
menjelaskan bahwa “Society 5.0 adalah masyarakat informasi yang dibangun di atas Society
4.0, yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat makmur yang berpusat pada manusia”.

2. Pencetusan Society 5.0 dan Negara yang Mencetuskan Society 5.0


Konsep Society 5.0 muncul pada tahun 2015 di Jepang (Abreu, 2018), dalam inisiatif
politik nasional strategis (Harayama, 2017). Society 5.0 berupaya menempatkan manusia
sebagai pusat inovasi, era ini juga memanfaatkan dampak teknologi dan hasil Industri 4.0,
dengan pendalaman integrasi teknologi dalam peningkatan kualitas hidup, tanggung jawab
sosial dan keberlanjutannya (Serpanos, 2018).

3. Tujuan Society 5.0 Harus Diterapkan


Menurut Hayashi et al. (2017), dengan Society 5.0, Jepang berusaha untuk
“menciptakan nilai-nilai baru dengan berkolaborasi dan bekerja sama dengan beberapa sistem
yang berbeda, dan merencanakan standarisasi format data, model, arsitektur sistem, dll. Dan
pengembangan sumber daya manusia yang diperlukan. Selain itu, diharapkan bahwa
peningkatan pengembangan properti intelektual, standardisasi internasional, teknologi
konstruksi sistem IoT, teknologi analisis data besar, teknologi kecerdasan buatan dan
sebagainya mendorong daya saing Jepang dalam “masyarakat super pintar”.
Kaidanren (Japan Business Federation) (2016) menyajikan tujuan Society 5.0, dimana
setiap individu termasuk orang tua dan wanita dapat hidup aman dan terjamin kehidupan yang
nyaman dan sehat, serta setiap individu dapat mewujudkan gaya hidup yang diinginkannya.
Peningkatan produktivitas melalui digitalisasi dan reformasi model bisnis diperlihatkan, dan
pada saat yang sama, ekonomi dan masyarakat baru akan diwujudkan dengan
mempromosikan inovasi dan globalisasi. Upaya dilakukan untuk memecahkan tumpukan
masalah negara Jepang seperti populasi yang jatuh, masyarakat yang sangat tua dan bencana
alam sehingga masa depan yang kaya dan kuat akan terwujud. Melalui perluasan bisnis dan
layanan baru di luar negeri, kami juga dapat berkontribusi untuk memecahkan masalah skala
global. Kemudian Serpa dan Ferreira (2018) juga menyatakan bahwa Society 5.0 bertujuan
untuk “memajukan potensi hubungan individu dengan teknologi dalam mendorong
peningkatan kualitas hidup semua orang melalui masyarakat super pintar (super smart
society)”.
Oleh karena itu, tujuan utama Society 5.0 adalah untuk meningkatkan kualitas hidup
masyarakat dengan memobilisasi potensi produktif dan teknologi dari Industry 4.0
(Harayama, 2017). Sebagai tujuan akhir dan sampai batas tertentu, serta tujuan yang tidak
dapat dihindari yaitu dengan dicetuskannya Society 5.0 agar dapat merevolusi masyarakat
seperti yang kita kenal, dan untuk meningkatkan cara kita berada dan hidup dalam komunitas,
dalam kehidupan pribadi dan profesional (Costa, 2018).

4. Cara Kerja Masyarakat di Era Society 5.0 Bekerja


Menurut Hayashi et al. (2017), dengan Society 5.0, Jepang berusaha untuk menciptakan
nilai-nilai baru dengan berkolaborasi dan bekerja sama dengan beberapa sistem yang berbeda,
dan merencanakan standarisasi format data, model, arsitektur sistem, dll. Dan pengembangan
Nama: Rima Efita Nim: 1910247925
sumber daya manusia yang diperlukan. Selain itu, diharapkan peningkatan pengembangan
properti intelektual, standardisasi internasional, teknologi konstruksi sistem IoT, teknologi
analisis data besar, teknologi kecerdasan buatan dan sebagainya mendorong daya saing
Jepang dalam "masyarakat super pintar". Pada society 5.0 teknologi AI dan IoT berfungsi
sebagai pengolah data dan menganalisi data yang bersumber pada manusia itu sendiri
memalui sensor fisik atau berupa data pada manusia itu sendiri lalu mengumpan balikkan data
yang telah di proses oleh AI dan IoT kembali ke manusia dengan berbagai bentuk fisik.
Kemudian Pusat Strategi Penelitian dan Pengembangan: Badan Sains dan Teknologi
Jepang (2017) juga menjelaskan , dengan kemajuan dan dinamika konstan Teknologi
Informasi, individu dan masyarakat akan memiliki peluang besar untuk inovasi, pertumbuhan
dan kemakmuran, berdasarkan kolaborasi, kerjasama, kreasi dan interaksi manusia dengan
mesin.
Beberapa alat yang mendukung era society 5.0 adalah:
1. Drone Delivery.
Drone akan digunakan untuk mengantar dan mengirimkan barang-barang, meninjau
properti, dan mendukung pertolongan bencana di sekitar dunia kita.
2. Alat-alat rumah tangga berbasis Artificial Intelligence
Contoh peralatan tersebut adalah kulkas dengan AI dan pengeras suara dengan AI.
3. Medical Care
Para pembantu yang tak kenal lelah akan segera membantu layanan pengasuhan dan
penerima perawatan. Seperti, Telemedicine, robot perawat, dan layanan pemantauan.
4. Smart Work
 Peran robot-robot yang meningkat akan menghilangkan kerja keras. Kerja adalah
subjek dari cuaca dan bahaya. Contoh rekan-rekan tersebut adalah traktor yang bekerja
secara otonom, robot-robot pembersih, dan ICT cultivation.
5. Cloud
Awan raksasa penyebaran yang cepat dari cloud services menyenangkan.
Contohnya, The Accounting Cloud, The Ryokan Cloud, dan Production/ sales
management.
6. Autonomous Vehicles
Pahlawan baru datang dalam bidang logistik dan transportasi. Kendaraan yang
mengemudi secara otomatis, sering digambarkan dalam film-film sci-fi, adalah
teknologi yang melambangkan masa depan.

5. Dampak Penerapan Society 5.0


Pusat Strategi Penelitian dan Pengembangan: Badan Sains dan Teknologi Jepang (2017)
menyatakan bahwa perkembangan ini akan menimbulkan tantangan etis, hukum dan sosial,
serta keamanan dan privasi yang harus dijaga. Selain manfaatnya tantangan yang ditimbulkan
pada implementasi society 5.0. juga banyak.
Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, misalnya menurut Serpanos (2018),
"integrasi dan peningkatan perangkat lunak, interoperabilitas jaringan, sinkronisasi dalam
proses dan aplikasi waktu nyata, dan, yang terpenting, keamanan". Seperti yang dipelihara
oleh Wang et al. (2018) yaitu "teori dasar penelitian Masyarakat 5.0 adalah kecerdasan
paralel, yang merupakan metodologi baru yang memperluas teori kecerdasan buatan
tradisional ke sistem cyber-fisik-sosial (CPSS)" yang muncul ". Menurut Imahdudi (2019)
dampak Society 5.0 (Super Smart Society) Sedikitnya ada empat aspek dampak positif dan
negatif yaitu:
1. Bidang Ekonomi
a. Positif:
1) Produktifitas dunia industry semakin meningkat.
2) Pertumbuhan ekonomi akan semakin tinggi.
3) Menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki karena ketatnya persaingan kerja.
Nama: Rima Efita Nim: 1910247925
4) Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan
mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
5) Perusahaan dapat menjangkau pasar lebih luas
6) Perusahaan tidak perlu membuka cabang distribusi
7) Pengeluaran lebih sedikit, karena pegawai tidak banyak
8) Harga barang lebih murah, karena biaya operasionalnya murah
b. Negatif:
1) Adanya pengannguran, jika tenaga kerja tidak memiliki kualifikasi yang dibutuhkan.
2) Melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros
dan memiliki jalan pintas yang bermental instant
3) Adanya aksi penipuan saat proses jual beli online sehingga merugikan beberapa
pihak
4) Para pejudi sulit ditemukan karena, dapat berjudi secara online.
5) Resistensi Membeli Secara Online.
2. Bidang Sosial
a. Positif:
1) Mempermudah komunikasi antar manusia dari suatu tempat ke tempat yang lain
2) Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyakat
3) Informasi yang ada dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh masyarakat
b. Negatif:
1) Bentuk komunikasi berubah, hal ini dapat menyebabkan komunikasi hampa
2) Seseorang yang terus–menerus bergaul dengan computer akan cenderung menjadi
seseorang yang individualis.
3) Peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan
makin mudah
4) Interaksi anak dan computer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin)
mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial
5) Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat.
3. Bidang Budaya
a. Positif:
1) Mengetahui berbagai macam budaya yang ada di belahan bumi yang lain
2) Mempermudah adanya pertukaran pelajar antar negara
3) Mempermudah pendistribusian karya-karya anak bangsa
b. Negatif:
1) Terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi bu daya massa
2) Mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa
3) Membuat sikap menutup diri dan berpikir sempit
4) Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat
5) Lenyapnya identitas kultural nasional dan lokal kehilangan arah sebagai bangsa
yang memiliki jati diri
6) Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme
7) Cenderung pragmatisme dan maunya serba instant
4. Bidang Politik
a. Positif:
1) Memberikan dorongan yang besar bagi konsolidasi demokrasi di banyak Negara
2) Meningkatnya hubungan diplomatik antar Negara
3) Kerjasama antar negara jadi lebih cepat dan mudah
4) Menegakan nilai-nilai demokrasi
5) Memperluas dan meningkatkan hubungan dan kerja sama Internasional
6) Partisipasi aktif dalam percaturan politik untuk menuju perdamaian dunia
7) Adanya peranan besar masyarakat dalam pengembangan pemerintah dan berita
tersebar cepat.
Nama: Rima Efita Nim: 1910247925
b. Negatif:
1) Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan
2) Timbulnya gelombang demokratisasi (dambaan akan kebebasan)
Untuk tujuan mewujudkan Society 5.0 ini menurut Keidanren (Japan Business
Federation, 2016, hal. 14, dalam Serpa, 2018) diperlukan sejumlah unsur mekanisme dalam
pemerintahan masing-masing negara yaitu;
 Perumusan strategi nasional dan integrasi sistem komunikasi pemerintah,
 Pengembangan undang-undang menuju penerapan teknologi terbaru
 Pembentukan landasan pengetahuan
 Keterlibatan dinamis semua warga negara dalam ekonomi baru dan masyarakat
 Integrasi teknologi dan masyarakat sangat penting

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Society 5.0 merupakan bentuk ke-5 dari kemasyarakatan dalam sejarah manusia.
Society 5.0 (super smart society) sebagai bentuk penggunaan teknologi komputasi cerdas
untuk mengintegrasikan komponen-komponen penting dari infrastruktur dan layanan suatu
tempat, seperti administrasi, pendidikan, kesehatan, keselamatan publik, real estate,
transportasi dan keperluan lainnya, dimana penggunaan keseluruhannya harus dilakukan
secara cerdas, saling berhubungan dan efisien dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan.
Sosiety 5.0 muncul pada tahun 2015 di Jepang dalam inisiatif politik nasional strategis. Yang
bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memobilisasi potensi
produktif dan teknologi dari Industry 4.0. teknologi yang digunakan adalah AI dan IoT yang
berfungsi sebagai pengolah data dan menganalisi data yang bersumber pada manusia itu
sendiri. Dampak positif dan negatif selalu ada dalam mengambil sebuah keputusan apalagi
menyangkut suatu masyarakat dalam sebuah negara, tergantung bagaimana kita
menyikapinya.

B. Saran
Bagi masyarakat Indonesia sendiri, diharapkan dapat lebih cepat dalam mengikuti
perkembangan zaman namun juga harus menyesuaikan dengan kondisi masyarakat sendiri,
jika tidak memungkinkan era society 5.0 diterapkan cakupan nasional, maka mungkin hanya
dapat diterapkan dalam suatu organisasi atau pihak yang benar-benar membutuhkan saja.

DAFTAR PUSTAKA
Abreu, P. H. C. de. (2018). Perspectivas para a gestão do conhecimento no contexto da
Indústria 4.0. South American Development Society Journal, 4(10), 126. Federation,
K. J. B. (2016). Toward realization of the New Economy and Society—Reform of
the Economy and Society by the Deepening of “Society 5.0”.
Ferreira, C. M., & Serpa, S. (2018). Society 5.0 and Social Development. Management and
Organizational Studies (5), 26-31.
Harayama, Y. (2017). Society 5.0: aiming for a new human-centered society. Hitachi
Rev, 66(6), 556-557.
Hayashi, M. (2017). Quantum Information Theory. Graduate Texts in Physics, Springer.
https://www8.cao.go.jp/cstp/english/society5_0/index.html
Mahmudi, I. (2019, December). Urgensi perilaku keagamaan pada Era Society 5.0.
In Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling (Vol. 3, No. 1, pp. 8-17).
J. M. Costa. (2018, March 5). Human Resources Portugal. Available:
https://hrportugal.pt/sociedade-5-0-a-mudanca-que-ai-vem.
Nama: Rima Efita Nim: 1910247925
Liffler, M., & Tschiesner, A. 2013. The Internet of Things and the Future of Manufacturing.
McKinsey & Company.
Serpanos, D. (2018). The cyber-physical systems revolution. Computer, 51(3), 70-73.
Wang, Fei-Yue, Yuan, Yong, Wang, Xiao, & Qin, Rui. (2018). Societies 5.0: A New
Paradigm for Computational Social Systems Research. Ieee Transactions On
Computational Social Systems, Vol. 5, No. 1, March 2018.
10.1109/Tcss.2018.2797598.