Anda di halaman 1dari 5

Perkembangbiakan Vegetatif

Pembentukan Tunas (Hydra)


Hydra adalah mahluk hidup yang sangat menarik, umumnya hydra melakukan reproduksi secara
aseksual dengan cara mengembangkan tunas dari tubuh utamanya yang akhirnya tunas tersebut
dapat melepaskan diri dari hydra induknya untuk membentuk individu yang baru, namun ia juga
dapat bereproduksi secara seksual.

Ukuran maksimum panjang dari hewan ini hanya sekitar 30 mm. Mereka nyaris tak terlihat
dengan mata telanjang dan lensa, mikroskop diperlukan untuk dapat melihat mereka dengan
baik. Jika mereka merasa terganggu, tubuhnya akan berkontraksi sehingga terlihat menyerupai
'gumpalan' kecil. Mereka dapat ditemukan di kolam air tawar dan sungai yang bergerak lambat,
di mana mereka biasanya menempel pada tanaman yang terendam atau batu.

Hydra yang melakukan reproduksi atau berkembang biak secara seksual terjadi di dalam
lingkungan yang keras atau mereka tidak mendapatkan kelebihan makanan, berikut adalah
langkah reprosuksi secara seksual dari hydra tersebut :

 Langkah pertama dalam siklus reproduksi hydra adalah tunas, selama langkah ini Hydra
menjadi siap untuk bereproduksi.

 Langkah kedua dalam siklus ini adalah pelepasan sperma dari hydra jantan. sperma
dilepaskan dari gonad jantan, yang merupakan organ seksual digunakan untuk
perkembangbiakan sperma di hydra.
 Langkah berikutnya dalam siklus ini adalah ketika sperma bertemu sel telur dalam gonad.
sel telur juga dikenal sebagai ovarium dari hydra betina.

 Langkah selanjutnya dari siklus ini adalah pelepasan sel telur, hydra betina akan
melepaskan telur umumnya saat ia mulai mati.

 Langkah terakhir dari proses ini adalah pengembangan embrio, pertama tumbuh calon
hydra akan dikemas menjadi menjadi embrio, sebelum menjadi polip muda dan akhirnya
sekali lagi menjadi hydra muda.

perkembangbiakan aseksual dari hydra terjadi umumnya di lingkungan dengan kelebihan


makanan, berikut adalah proses reproduksi aseksual pada hydra :

 Langkah pertama dari hydra reproduksi aseksual adalah dari kuncup, selama proses ini
terdapat tanda-tanda pertama dari kuncup.

 Langkah kedua adalah tenticles dan mulut hydra baru mulai berkembang.

 Langkah berikutnya adalah proses awal pemisahan tunas dari hydra asli. Pada langkah ini
hydra baru umumnya lebih kecil dari induknya.

 ini adalah langkah terakhir dalam siklus hewan ini yang bereproduksi secara aseksual,
selama langkah ini hydra baru terputus dari induknya, membuat hydra yang sama sekali
baru, hydra baru ini umumnya 3/5 dari ukuran dari ukuran induknya.
Fragmentasi (Cacing Tanah)
Cacing adalah hewan yang berbadan menyerupai tabung yang panjang dan termasuk dalam
hewan invertebrata. Reproduksi atau perkembangbiakan pada cacing cukup unik karena cacing
termasuk hewan yang Hermafrodit ( memiliki dua jenis alat kelamin ). Berikut penjelasan cara
berkembang biak cacing.

Seperti yang telah di katakana tadi, kebanyakan cacing adalah hermafrodit dan dapat
bereproduksi secara seksual ( kawin ) maupun aseksual ( membelah diri ). Itu berarti masing-
masing cacing adalah jantan dan sekaligus betina ( contohnya cacing tanah ). Reproduksi
menentukan kelangsungan hidup cacing. Organisme seperti cacing menyediakan makanan bagi
banyak hewan lain, jadi mereka harus memperbanyak untuk mengimbangi predasi. metode
reproduksi jentik-jentik merah, sementara sederhana, sangat efektif.
Saat proses kawin, dua cacing bersama-sama berpegangan satu sama lain. Saat bergabung
tersebut mereka bertukar sperma. Pada saat yang sama, lekukan pada bagian bawah dari cacing
membantu mengangkut cairan tadi ke vesikula seminalis untuk digunakan nanti.
Setelah bergabung sampai tiga jam, cacing mulai memisahkan diri satu sama lainnya. Setelah
proses ini berlangsung dan selesai maka kedua cacing tersebut akan hamil dan bertelur. Dari
telur tersebut akan keluar anak – anak cacing. Pada akhirnya cacing tersebut akan menjadi
dewasa. Di bawah kondisi yang menguntungkan populasi cacing akan berkembang biak dengan
cepat.
Pada reproduksi aseksual cacing dapat membelah diri, ini terjadi ketika saat keadaan tidak
menguntungkan. Beberapa jenis cacing, misalnya cacing pipih ( Planaria ) berkembang biak
dengan cara fragmentasi ( membelah diri ). Cacing kadang terpotong menjadi dua karena terkena
sesuatu. Jika pada makhluk lainnya setiap potongan tersebut akan mati, tidak halnya dengan
cacing. Setiap bagian cacing yang terpotong akan hidup dan menjadi individu baru yang sama
persis dengan induknya.

Reproduksi aseksual pada hewan sangat jarang terjadi, lebih jarang daripada perkembangbiakan
aseksual pada tumbuhan. Biasanya reproduksi aseksual pada cacing merupakan suatu alternatif
dan bukanlah pengganti reproduksi seksual. Jadi dapat dikatakan bahwa reproduksi seksual
adalah reproduksi yang utama pada cacing.

Membelah Diri Pada Bakteri

Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak
kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap
sel membelah menjadi dua.

Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri
lainnya.
Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA.

Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:

1. Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu gen saja dari satu sel
bakteri ke sel bakteri yang lainnya.
2. Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnnya dengan
perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage (virus bakteri).
3. Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara langsung melalui
kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara dua sel bakteri yang
berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif.