Anda di halaman 1dari 8

NAMA : AGUNG RAKSABUANA

NIM : 031238329
UPBJJ : BOGOR
TUGAS :3
MATAKULIAH : PENGANTAR EKONOMI MAKRO

1. Jelaskan tiga peran perekonomian menurut Richard Musgrave !

Jawab :

Menurut Richard Musgrave (1980), pemerintah memiliki tiga peran dalam


perekonomian, yaitu :

a. Peran Stabilisasi

Pemerintah memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas ekonomi, yaitu menjaga


tingkat pengangguran yang rendah dengan tingkat harga yang stabil.

b. Peran Redistribusi

Pendapatan Peran redistribusi pendapatan merupakan peran yang dijalankan


pemerintah untuk menjamin agar pendapatan dalam perekonomian dapat
terdistribusi ke seluruh masyarakat dalam perekonomian. Pemerintah
menjalankan fungsi redistribusi pendapatan dengan menggunakan instrumen
pajak dan subsidi. Sederhananya, dengan adanya pajak dan subsidi, pemerintah
mengambil bagian pendapatan masyarakat (melalui pajak) untuk dialokasikan
kepada masyarakat yang kurang mampu (melalui subsidi).

c. Peran Alokasi Sumber Daya

Melalui peran ini, pemerintah melakukan intervensi terhadap bagaimana


perekonomian mengalokasikan sumber daya. Terdapat dua cara yang dilakukan
pemerintah dalam melakukan peran alokasi sumber daya ini, yaitu intervensi
secara langsung dan intervensi secara tidak langsung. Ketika pemerintah benar-
benar menghasilkan barang/jasa tertentu, berarti pemerintah telah melakukan
intervensi langsung, misalnya berupa kegiatan pemerintah dalam menyediakan
sarana dan prasarana pendidikan. Namun ketika pemerintah menggunakan pajak
dan subsidi dalam menjalankan peran alokasi, berarti pemerintah menjalankan
kebijakan intervensi tidak langsung. Bagaimanapun, pajak dan subsidi merupakan
mekanisme insentif dan disinsentif yang diberlakukan pemerintah dan secara
tidak langsung dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi suatu sektor. Misalnya,
ketika pemerintah ingin mengembang-kan sektor perdagangan, pemerintah
memberikan insentif kemudahan/ potongan pajak terhadap dunia usaha yang
ingin bergerak di bidang perdagangan. Dengan adanya insentif ini, bidang
perdagangan pun menjadi relatif lebih menarik untuk dikembangkan oleh dunia
usaha dibandingkan dengan bidang usaha lainnya.

2.) Kebijakan fisikal melakukan penyesuaian terhadap perekonomian yang


terus berubah, hal tersebut dapat berlangsung secara otomatis yang
disebut dengan stabilisator terpasang. jelaskan tiga stabilisator utama
yang dimaksud ?

Jawab :

Terdapat tiga stabilisator utama, yaitu :

a. Pajak Pajak langsung dapat mengurangi kecenderungan membelanjakan


marjinal dari pendapatan nasional, karena itu pajak langsung dapat bertindak
sebagai stabilisator terpasang. Dari data yang terdapat pada Tabel 6.1 terlihat
bahwa pada tarif pajak 20 persen, perubahan pendapatan nasional sebesar
Rp1.000 miliar akan mengakibatkan terjadinya perubahan pendapatan
disposabel sebesar Rp 800 miliar, konsumsi akan menjadi Rp 640 miliar
dikarenakan nilai MPC 0,8 sehingga kecenderungan pembelanjaan marjinal dari
pendapatan nasional berubah menjadi 64 persen. Demikian juga dengan tarif
pajak yang sebesar 40 persen. Untuk perubahan pendapatan nasional sebesar
Rp 1.000 miliar diperoleh perubahan pendapatan disposabel sebesar Rp 600
miliar. Karena nilai MPC adalah 0,8 maka konsumsinya akan berubah menjadi
Rp 480 miliar sehingga kecenderungan pembelanjaan marjinal dari pendapatan
nasional berubah menjadi 48 persen. Dari kedua perbandingan di atas, dapat
terlihat bahwa peningkatan tarif pajak akan menurunkan kecenderungan
pembelanjaan marjinal dari pendapatan nasional. Untuk itu perhatikan Tabel 6.1
di bawah ini.
b. Pengeluaran pemerintah Pengeluaran pemerintah untuk pembelian barang dan
jasa relatif stabil terhadap pendapatan nasional yang berubah-ubah. Sebagian
besar pengeluaran pemerintah sudah disetujui oleh peraturan sebelumnya
sehingga hanya sebagian kecil yang dapat diubah. Jadi makin besar peran
pengeluaran pemerintah dalam perekonomian yang stabil akan memperkecil
ketidakstabilan pembelanjaan dari pendapatan nasional.

c. Pembayaran transfer pemerintah Pembayaran transfer pemerintah cenderung


menjadikan pendapatan disposabel stabil sehingga pengeluaran untuk konsumsi
juga menjadi stabil sehingga fluktuasi pendapatan nasional dapat dihadapi.

3.) Jelaskan definisi dari pertumbuhan ekonomi ?

Jawab :

Pertumbuhan ekonomi didefinisikan sebagai : Perkembangan kegiatan


perekonomian yang menyebabkan bertambahnya barang dan jasa yang
diproduksi dalam masyarakat. Seorang ekonom peraih Nobel ekonomi tahun
1971 mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas
suatu negara dalam rangka menyediakan berbagai barang ekonomi kepada
para penduduknya dalam jangka panjang. Dan kedua definisi tersebut dapat
dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan masalah makroekonomi
dalam jangka panjang, dimana peningkatan kemampuan suatu negara dalam
menghasilkan barang dan jasa terlihat dalam satu periode ke periode lainnya.
Penyebab meningkatnya kemampuan ini adalah faktor produksi yang selalu
bertambah balk secara jumlah maupun kualitas. Akan tetapi peningkatan
kemampuan ini biasanya tidak selalu dibarengi dengan pertambahan jumlah
produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Studi yang dilakukan World
Bank pada tahun 1974 menunjukkan bahwa peningkatan PDB per kapita tidak
menjamin peningkatan signifikan pada indikator pembangunan seperti nutrisi,
kesehatan, dan pendidikan. Hal ini terjadi karena keuntungan yang diperoleh
dari peningkatan PDB hanya `menetes' kepada sebagian kecil populasi saja.

4.) Sebutkan apa saja yang mempengaruhi inflasi?

Jawab :

Penyebab inflasi dapat berasal dari berbagai faktor. Namun, sebelum


mengupasnya lebih dalam, sebaiknya kita katahui lebih dahulu apakah imflasi itu
sendiri. Inflasi sendiri merupakan sebuah proses dimana terjadi kenaikan harga
barang secara terus menerus. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada
perekonomian negara dan menimbulkan dampak inflasi yang signifikan . Selain
itu, inflasi juga menjadi salah satu indikator perhitungan dalam pertumbuhan
ekonomi sebuah negara. Setiap negara mendorong agar angka inflasi mereka
sekecil mungkin, sehingga tentunya berbagai upaya di lakukan untuk dapat
mencapai angka minimal tersebut.

Berikut 15 Faktor yang dapat mempengaruhi inflasi, Yaitu :

1. Inflasi Karena Permintaan (Demand Pull Inflation)

Demand Pull Inflation dikenal juga sebagai inflasi karena guncangan


permintaan. Hal ini disebabkan karena adanya tarikan permintaan yang begitu
kuat dari masyarakat terhadap berbagai jenis barang. Inflasi ini dikenal dengan
istilah Philips Curve Inflation. Inflasi ini dipicu karena adanya interaksi antara
permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa domestic yang banyak di
butuhkan masyarakat. Kondisi ini biasa terjadi pada masyarakat yang
perekonomian tumbuh cepat.

Adanya kesempatan kerja yang tinggi menyebabkan pendapatan yang tinggi


sekaligus juga membuat pengeluaran yang tinggi dan melebihi kemampuan
ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa. Kelebihan pengeluaran inilah
yang akhirnya menyebabkan inflasi. Di indonesia sendiri inflasi karena
permintaan ini disebabkan karena tingginya permintaan barang dan jasa. Barang
dan jasa yang diminta relatif lebih tinggi dari pada barang yang diproduksi simak
juga faktor penghambat perumbuhan ekonomi .

2. Inflasi Karena Bertambahnya Uang Yang Beredar (Quantity Theory Inflation)

Faktor penyebab inflasi yang berikutnya ialah karena bertambahnya uang yang
beredar di masyarakat. Teori ini dikemukakan oleh kaum klasik yang
menyatakan bahwa terdapat keterkaitan antara jumlah uang yang beredar
dengan harga-harga. Apabila jumlah barang yang ada tetap, namun uang yang
beredar lebih besar dua kali lipat. Maka harga barang tersebut akan melonjak
sebanyak dua kali liat pula simak juga contoh tenaga kerja terampil .

3. Inflasi Karena Kenaikan Biaya Produksi (Cost Push Inflation)

Kenaikan biaya produksi yang terus menerus juga merupakan salah satu
penyebab terjadinya inflasi. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya desakan biaya
faktor produksi yang terus mengalami kenaikan yang merupakan ciri-ciri
ekonomi pasar . Kenaikan ini mau tidak mau akan memaksa produsen untuk
menaikkan harga produksi. Sehingga akan berakibat pada harga produk yang
akan naik saat diperjual belikan.

4. Inflasi Campuran (Mix Inflation)

Inflasi ini terjadi karena adanya permintaan dan penawaran yang mengalami
kenaikan. Penyebabnya tidak lain adalah karena ketidakseimbangan antara
penawaran dan permintaan. Kondisi dimana permintaan terhadap suatu barang
yang meningkat akan menyebabkan ketersediaan barang dan faktor produksi
mengalami penurunan. Dalam hal lain pengganti barang atau substitusi barang
yang dibutuhkan tersebut tidak tersedia. Kondisi ini tentu akan menyebabkan
harga barang atau jasa tersebut mengalami kenaikan. Inflasi ini cenderung
sangat sulit di atasi dan dikendalikan kenaikan atau supply barang lebih tinggi
ataupun setara dengan permintaan.

5. Inflasi Karena Struktural Ekonomi yang Kaku (Structural Inflation Theory)

Penyebab inflasi disebabkan karena struktur ekonomi yang kaku. Dimana


pengusaha tidak dapat menegah dengan cepat kenaikan permintaan akibat dari
pertambahan jumlah penduduk. Sehingga kondisi ini akan menyebabkan harga
barang yang dibutuhkan melonjak dan stok yang ada di pasaran kurang
mencukupi. Tentunya kondisi tersebut akan sangat berpengaruh kepada harha
barang dan permintaan simak juga contoh tenaga kerja terdidik .

6. Inflasi Ekspektasi (Expected Inflation)

Faktor penyebab inflasi yang selanjutnya adalah disebabkan karena adanya


spekulasi dari masyarakat dalam memandang perekonomian. Masyarakat saat
ini menilai bahwa pertumbuhan dan perekonomian akan membaik setiap
tahunnya seperti juga kelebihan dan kekurangan ekonomi pancasila . Tentunya
persepsi ini dapat menimbulkan kondisi yang yang sebaliknya.

7. Kenaikan Harga Barang Dalam Negeri

Faktor penyebab inflasi yang selanjutnya adalah disebabkan karena kenaikan


harga barang dalam negeri simak juga indikator keberhasilan pembangunan
desa. Kondisi inflasi menyebabkan harga barang dalam negeri akan lebih mahal
dibandingkan dengan harga barang ekspor. Padahal barang dan jasa yang
mengalami kenaikan harga tersebut merupakan barang yang banyak di
butuhkan di masyarakat.

8. Pengeluaran Agregat yang Melebihi Kemampuan

Dalam hal ini, tingkat kemampuan agregat merupakan jumlah seluruh


pengeluaran perusahaan. Apabila kemampuan yang dikeluarkan perusahaan
dalam memproduksi barang dan jasa melebihi kemampuan yang dimiliki
perusahaan. Maka hal tersebut tentunya akan menyebabkan harga barang yang
diproduksi menjadi naik. Kondisi ini tidak dapat dihindari, karena jika perusahaan
ingin tetap mendapatkan laba maka mau tidak mau harga barang atau jasa
haruslah dinaikkan.
9. Tuntutan Kenaikan Upah Pekerja

Adanya tuntutan kenaikan upah karyawan dan pekerja juga akan bisa
menyebabkan terjadinya inflasi. Kondisi ini akan membuat biaya opersional
dalam memproduksi barang atau jasa menjadi naik seiring dengan
meningkatnya upah para pekerja sebagai ciri-ciri ekonomi konvensional . Tentu
saja hal tersebut akan membuat harga barang atau jasa yang diproduksi
menjadi naik. Jika tidak dinaikkan maka tentu keuntungan perusahaan tidak
akan bisa di capai.

10. Penambahan Penawaran Uang

Penambahan penawaran uang merupakan upaya dalam mencetak uang dalam


jumlah besar. Namun, kondisi ini dapat berakibat pada jumlah uang yang
beredar terlalu banyak. Sehingga akan berakibat pada menurunnya mata uang
kita. Tentunya hal ini akan membuat kondisi dimana adanya kenaikan harga
barang disebabkan karena penurunan nilai mata uang simak juga ciri-ciri
ekonomi pancasila .

11. Kekacauan Politik dalam Negeri

Kekacauan politik juga dapat menyebabkan timbulnya inflasi. Kondisi


kekacauan politik dalam negeri dapat memicu para produsen untuk sengaja
menaikkan harga barang dan jasa. Hal ini diambil sebagai langkah sebelum
Kerusuhan yang bisa ditimbulkan dari pertikaian politik timbul. Kondisi
memanasnya politik juga akan berdampak pada sektor perekonomian yang tidak
stabil atau dari kelebihan dan kekurangan ekonomi syariah. Sehingga akan
berpengaruh pada semua aspek kehidupan masyarakat.

12. Terhambatnya Produksi dan Distribusi Barang dan Jasa

Faktor distribusi memegang peran penting dalam penentuan harga produk.


Semakin lama barang terdistribusi maka harga barang akan semakin tinggi. Hal
tersebut sangat berpengaruh karena selama proses distribusi tentu memakan
waktu dan biaya tramsportasi. Karenanya terhambatnya produksi baik barang
dan jasa juga sangat bisa menaikkan harga barang. Sehingga dalam hal ini
produksi dan distribusi memegang peranan penting dalam kestabilan harga.

13. Adanya Fluktuasi dari Luar Negeri

Selain faktor dari dalam kondisi perekonomian luar negeri terutama ekonomi
global juga sangat berpengaruh terjadinya inflasi sebagai contoh sistem ekonomi
liberal . Hal ini berkaitan erat dengan jumlah ekspor dan impor, investasi asing
di dalam negeri, jumlah tabungan serta jumlah penerimaan negara yang terus
mengalami penurunan. Sehingga mau tidak mau devisa negara akan terkuras.
Kondisi ini tentu sangat membuat perekonomian dalam negeri akan menjadi
krisis.

14. Kenaikan BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL)

Dalam sebuah produksi kedua item penting seperti BBM dan TDL tidak bisa
dipisahkan. Keduanya menjadi unsur penting dalam sebuah proses produksi.
Adanya kenaikan BBM dan Tarif Dasar Listrik akan memicu kenaikan biaya
produksi. Pada akhirnya akan berakibat pada semakin naiknya harga barang atu
jasa yang akan dijual. Jika kenaikan ini berlangsung terus menerus maka akan
menyebabkan daya beli masyarakat menurun sehingga tentunya inflasi tidak
dapat dihindarkan.

15. Adanya Desakan dari Kelompok Tertentu Dalam Memperoleh Kredit dengan
Bunga Ringan

Inflasi juga dapat disebabkan karena adanya desakan dari beberapa kelompok
tertentu yang dianggap memiliki kekuatan dalam memperoleh pinjaman kredit
dengan bunga ringan yang merupakan kelebihan sistem ekonomi komando .
Kondisi ini tentu akan menyebabkan bertambahnya uang yang beredar.
Sehingga akan membuat harga menjadi tidak stabil. Kedua kondisi ini akan bisa
menyebabkan timbulnya inflasi.

Sumber :

Sonny Harry B, Harmadi. "Materi Pokok Pengantar Ekonomi Makro"1-9/ESPA4110/


3 sks-- Cet.16; ED.22--. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka, 2016.

https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/faktor-penyebab-inflasi

Anda mungkin juga menyukai