Anda di halaman 1dari 25

PANDUAN PRAKT IK

Mata Kuliah :

PENCABUTAN GIGI (EXODONTIA)


Di susun Oleh :
PJMK :
drg. I.G.A. Kusuma Astuti N.P.,M.Kes
TIM :
drg. Soesilaningtyas
Isnanto,S.Si.T

POLTEKKES KEMENKES SURABAYA


TAHUN 2015

Jl. Pucang Jajar Selatan 24 Surabaya Jawa Timur Telp. (031) 5027031
Fax. (031) 5055607 E-mail: jkg.surabaya@gmail.c
PENGESAHAN
PEDOMAN PRAKTIK EXODONTIA

Revisi 00
Tanggal 10 Agustus 2015
Dikaji ulang oleh Ketua Program Studi D3 Keperawatan
Gigi Surabaya
Dikendalikan oleh Penjaminan Mutu Poltekkes Kemenkes
Surabaya
Disetujui oleh Ketua Jurusan

No Dokumen Tanggal 13 Agustus 2015


No revisi No halaman

Disiapkan oleh Diperiksa oleh Disahkan oleh


PJMK PENCABUTAN Kaprodi Kajur
GIGI

drg. I.G.A. Kusuma Hj. Sri Wahyu Dwi Astuti, Hj. Endang Purwaningsih,
Astuti N.P., M.Kes SKM., M.Pd SH.,S.Si.T.,M.Pd
196408271989032001 196103311980092001 19580214 1978102001
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan


rahmat dan karunia-Nya sehingga Buku Panduan Praktik Pencabutan
Gigi (Exodontia) Diploma III Keperawatan Gigi Jurusan Keperawatan
Gigi 2015/2016 ini telah selesai disusun.
Penyusunan Buku Panduan Praktik Pencabutan Gigi bertujuan
untuk membantu mahasiswa mencapai kompetensi yang telah
ditetapkan sehingga diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan,
sikap dan keterampilan untuk dapat menerapkan praktik pencabutan
gigi.
Panduan Praktik Pencabutan Gigi ini merupakan panduan
standar untuk mengarahkan mahasiswa dalam melaksanakan praktik
Pencabutan Gigi. Buku Panduan ini berisi informasi tentang keadaan
umum, materi, area kompetensi praktik, lampiran penilaian, dan
format pembuatan laporan praktik profesi Keperawatan Keluarga.
Selain itu buku panduan ini juga diperuntukkan bagi pembimbing dari
lahan praktek maupun akademik sebagai pedoman selama
pelaksanaan praktek profesi keperawatan keluarga dalam upaya
mencapai tujuan pendidikan Ahli Madya Keperawatan yang unggul
dan dapat berdaya saing secara nasional dan global.

Surabaya, Mei 2015


KATA PENGANTAR ……………………………………………
DAFTAR ISI …………………………………………………….. ii
BA PENDAHULUAN ………………..…………………. 1
BI
A. Deskripsi Mata Ajaran ……………………….. 1
B. Tujuan ……………………………………………. 1
C. Bobot SKS dan Lama Praktik Klinik ………….. 2
D. Pembimbing …………………………………….. 2
E. Metode Pembelajaran …………………………. 3
F. Kompetensi ……………………………………… 3
BA PELAKSANAAN PRAKTIK ………………………… 4
B II
A. Kegiatan Praktik Pembelajaran ……………….. 4
B. Tempat Praktik ………………………………….. 4
C. Tata Tertib……………………………………….. 4
BA EVALUASI …………………………………………… 4
B III
A. Tujuan ……………………………………………. 5
B. Bobot Evaluasi………………………………….. 5
C. Kriteria Kelulusan……………………………….. 5
LAMPIRAN ………………………………………………………. 6
BAB I PENDAHULUAN

A. Deskripsi Mata Ajaran


Mata kuliah ini menguraikan tentang konsep dan teori dasar-dasar
pencabutan gigi (Exodontia) sehingga mampu menghasilkan proses
dasar-dasar pencabutan gigi dengan anastesi topical secara holistik
terhadap sasaran pada pasien dengan kasus gigi susu goyang 03 dan
0
4.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran, mahasiswa mampu
melakukan pencabutan gigi sulung sesuai dengan konsep dan prinsip
dasar-dasar pencabutan gigi.

1. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran, mahasiswa mampu :
a. Mengidentifikasi masalah untuk melakukan pencabutan
gigi sulung non invasive.
b. Menyiapkan pencabutan gigi
c. Melakukan pencabutan gigi non invasive
d. Melakukan tindakan pasca pencabutan

C. Bobot SKS dan Lama Praktik Klinik


1. Bobot : 1 SKS.
2. Lama Praktek Klinik
Jumlah 98 Jam (Selama 14 hari, dengan asumsi lama praktek
enam hari dinas dalam satu minggu selama 7 jam tiap hari)
D. Pembimbing
Koordinator : drg I.G.A Kusuma Astuti N.P., M. Kes
Tim :
1. drg Soesilaningtyas
2. Isnanto S.Si.T

E. Metode Pembelajaran
Metode praktik
F. Kompetensi
1. Mengidentifikasi masalah untuk melakukan pencabutan gigi sulung
non invasive.
2. Menyiapkan pencabutan gigi
3. Melakukan pencabutan gigi non invasive
4. Melakukan tindakan pasca pencabutan

BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIK PENCABUTAN GIGI

A. Kegiatan Praktik Pembelajaran


1. Pembagian mahasiswa berdasarkan pengelompokan yang sudah
ditetapkan (mahasiswa dibagi menjadi 7 kelompok)
2. Mahasiswa ditempatkan di Klinik Jurusan Keperawatan Gigi
Poltekkes Surabaya
3. Satu mahasiswa menangani satu anak dengan keluhan gigi
goyang
4. Setiap mahasiswa memberikan komunikasi terapeutik kepada
pasien yang akan dilakukan pencabutan gigi
5. Setiap mahasiswa melakukan evaluasi setelah melakukan
pencabutan gigi
6. Membuat laporan penilaian sesuai kasus pencabutan gigi yang
ditangani

B. Tahap PENCABUTAN GIGI:

KRITERIA PENILAIAN PRAKTIK KLINIK


PENCABUTAN GIGI (EXODONSIA)
ANESTESI TOPIKAL

Nama Mahasiswa : ..........................................................................


NIM : ..........................................................................
Prodi / Semester : ..........................................................................
Tanggal : ..........................................................................

NO ASPEK YANG DINILAI

Pencabutan Gigi Sulung Non


       
Invasif
A Persiapan tindakan
  1. Mengidentifikasi masalah untuk melakukan pencabutan gigi sulung non in
    a. Pasien disapa dengan benar.
    b. Mempersilahkan pasien masuk dan duduk
    1) Berkomunikasi menanyakan identitas pasien
    2) Memasangkan celemek pada pasien dan meminta pasien berku
    c. Operator menggunakan alat pelindung diri (jas lab, masker, handsch
    d. Mengidentifikasi masalah Pasien
    1) Persiapan alat diagnosis keadaan gigi (sonde, pinset, kaca mulu
    2) Melakukan pemeriksaan subjektif / anamnesis (keluhan utama,
3) Mengatur posisi pasien sesuai regio gigi yang akan dicabut (hea
    pasien)

    4) Melakukan pemeriksaan objektif


    e. Identifikasi gigi yang dikeluhkan pasien
    1) Menuliskan elemen gigi yang akan dicabut
    2) Mengkomunikasikan kondisi gigi dan tindakan yang akan dilaksa
  2. Menyiapkan pencabutan gigi
    a. Alat pencabutan gigi yang dipersiapkan tersedia dan benar
    b. Bahan dan obat
    Obat: anestesikum untuk anestesi topikaltersedia
    Bahan: tampon, cotton pellet, kapas, betadin, dan spuit tersedia
           
Pelaksanaan
B.        
Tindakan
1. Melakukan komter pelaksanaan, mengkomunikasikan prosedur perawata
  terciptanya kerjasama dengan pasien, dan pasien siap dirawat.

  2. Persiapan operator
    1) Posisi berdiri operator ( di depan, samping atau belakang pasien)
    2) Tinggi siku / bahu
    3) Posisi tubuh ergonomis
  3. Prosedur pencabutan
    a. Aplikasi obat anestesi
    1) Daerah di sekitar elemen yang akan dicabut dikeringkan dengan
    2) Menyemprotkan chlor ethyl pada kasa steril
    3) Menunggu chlor ethyl sampai mengkristal
    4) Menempelkan kasa ber-chlor ethyl pada gusi yang giginya akan
    b. Fiksasi jari tangan kiri benar
    c. Cara memegang alat benar
    d. Melakukan gerakan pencabutan (Rotasi, Luksasi, Ekstraksi)
    e. Melakukan pencabutan gigi (Gigi / akar keluar utuh, trauma kecil, tida
    f. Perawatan pasca pencabutan (berkumur pelan satu kali, membersih
memberi tampon pada socket)
           
C Tindak lanjut pasca pencabutan gigi
  1. Memberikan instruksi beserta alasannya kepada pasien
    a. Menggigit tampon selama 30 menit
    b. Setelah 30 menit tampon dibuang dan tidak boleh diganti
    c. Tidak boleh kumur kuat selama 24 jam
    d. Tidak boleh makan dan minum panas
    e. Mengunyah pada sisi yang lain selama 1 minggu
    f. Luka jangan dihisap-hisap
    g. Jangan dibuat mainan dengan tangan ataupun lidah
    h. Luka tidak boleh disikat selama 1 minggu
    i. Menganjurkan minum analgetik, bila di rumah terasa sakit
    j. Menganjurkan segera kontrol ke klinik / BPG / UGD terdekat, bila ada
  2. Pasien diturunkan dari kursi gigi, dan diantar ke luar ruangan
           
           

B. Tempat Praktik
Mahasiswa ditempatkan pada di Klinik Jurusan Keperawatan Gigi
Poltekkes Surabaya

C. Tata Tertib
1. Setiap mahasiswa wajib mengikuti kegiatan praktik dengan
kehadiran 100%
2. Mahasiswa diharuskan mengisi daftar hadir yang telah
disediakan
3. Mahasiswa harus datang tepat waktu sesuai kesepakatan
dengan pembimbing dan pihak penentu kebijakan (Kepala
Sekolah)
4. Mahasiswa menggunakan jas lab saat melakukan kegiatan
praktek
5. Mahasiswa menggunakan APD lengkap saat praktik pencabutan
gigi
6. Apabila mahasiswa tidak dapat hadir dengan alasan yang dapat
dipertanggungjawabkan, maka mahasiswa wajib mengganti
dengan hari lain atas persetujuan pembimbing lapangan dan
akademik
BAB III EVALUASI

A. Tujuan
Evaluasi kegiatan dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
pencapaian praktikan dalam pelaksanaan praktik Exodontia di Klinik
Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Surabaya.

B. Bobot Evaluasi
1. Persiapan alat (SPKE, Nier Bekken, Tang Pencabutan)

2. Persiapan bahan

3. Persiapan operator

4. Pelaksanaan pencabutan gigi (posisi pasien,posisi operator dan


fiksasi jari, teknik anastesi topical menggunakan chlorethyl
spray)
5. Penyelesaian pasien

6. Instruksi pada pasien setelah pencabutan gigi

C. Kriteria Kelulusan
Praktikan dinyatakan lulus praktik askepgi kebutuhan khusus apabila
praktik mendapatkan nilai 3.00 setara dengan nilai minimal 68-74 dari
seluruh kegiatan praktik
f) Informed Consent :

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Saya, pasien :

Nama : ...............................................................

Umur : ................................................................

Alamat : ................................................................

Orang tua / Wali Pasien :

Nama : ................................................................

Umur : ................................................................

Alamat : ................................................................

Menyatakan telah mendapat penerangan mengenai pemeriksaan dan perawatan yang akan
dilaksanakan terhadap saya / anak saya, dengan akibat sampingan yang mungkin terjadi, jumlah
kunjungan yang harus dilaksanakan serta biaya yang harus dibayar untuk pemeriksaan dan
perawatan dimaksud.

Selanjutnya saya memberikan persetujuan kepada perawat gigi yang di tunjuk untuk
melaksanakan tindakan asuhan keperawatan gigi kepada saya/anak saya sesuai dengan yang
telah dijelaskan kepada saya sebelumnya.

Persetujuan ini diberikan dengan penuh kesadaran akan kemungkinan terjadinya akibat
sampingan dari tindakan tersebut diatas.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan penuh rasa
tanggungjawab
Surabaya ..................................

Orang tua/ Wali Pasien Saksi


Yang menyatakan

Pasien

( ............................. )
( ............................. ) ( ............................. )

Pernyataan pelaksana perawatan gigi :

Saya menyatakan bahwa saya telah menjelaskan sifat dan tujuan serta kemungkinan
akibat yang akan timbul dari tindakan perawatan gigi ini kepada pasien sendiri/orang
tua/wali/istri/suami/keluarga lainnya terkecuali pasien tak sadar/gangguan mental.

Surabaya ..................................

Yang menyatakan

Operator (Perawat Gigi / Mahasiswa)

( ................................................ )
Lampiran
3

FORMAT ADL MAHASISWA DI SLB

NAMA MAHASISWA :
NIM :

NO HARI/TANGGAL/JAM KEGIATAN PARAF MENGETAHUI


MHS

Ket : Lampirkan foto real time

FORMAT ADL MAHASISWA KUNJUNGAN KE RUMAH SISWA


KEBUTUHAN KHUSUS

NAMA MAHASISWA :
NIM :

NO HARI/TANGGAL/JAM KEGIATAN PARAF MENGETAHUI


MHS
Ket : Lampirkan foto real time

Lampiran 4
FORMAT CATATAN KOREKSI TUGAS

Nama Siswa SLB :


Jenis Ketunaan :
Nama Mahasiswa :
NIM :
Alamat :

NO TGL TAHAP ASKEPGI SARAN PARAF


PEMBIMBING
Lampiran 5

CARA PENULISAN LAPORAN KELUARGA ASKEPGI KEBUTUHAN


KHUSUS

A. Pengkajian
Tuliskan data identitas pasien secara lengkap,. Tuliskan secara rinci
riwayat pengkajian umum (prenatal, perinatal dan post natal),
riwayat pengkajian kesehatan gigi serta justifikasi hal-hal yang
menjadi pantangan sasaran (missal : jenis makanan, obat-
obatan dan kebiasaan perilaku). Kesulitan dan hambatan yang
dialami oleh setiap mahasiswa pada sasaran.

B. Diagnosa keperawatan gigi

C. Tujuan khusus
Tujuan khusus: sebutkan secara detail tujuan melakukan asuhan
keperawatan gigi pada anak kebutuhan khusus

D. Implementasi
Tuliskan secara detail, kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa
mulai dari promotif, preventif dan kuratif bersama sasaran
dan caregiver untuk mencapai tujuan khusus. Misalnya
melakukan kegiatan penyuluihan kepada keluarga dan
sasaran dengan menggunkan media video animasi, sasaran
tertarik terhadap penyuluhan tadi dan menimbulkan chemistry
antara mahasiswa, keluarga dan sasaran. Sasaran kooperatif
melakukan tindakan menyikat gigi, kooperatif dilakukan
perawatan gigi, dsb.

E. Evaluasi
S : Subyektif O : Objektif A : Analisa P : Planning
I : Implementasi E : Evaluasi
R : Report
FORMAT EVALUASI PENAMPILAN HUBUNGAN PERAWAT DAN
KELUARGA
1. Fase perkenalan
A. Kunjungan pertama
Memperkenalkan diri, menggunakan nama klien, mendiskusikan
kontrak

B. Kunjungan berikut
Memberi salam dan penghargaan, mengklarifikasi
tujuan kunjungan, memberikan perhatian/minat terhadap
masalah sekarang dan saat ini (here & now) dan melakukan
modifikasi rencana sesuai dengan masalah yang dihadapi saat ini

Tidak ada Sebagian kecil Beberapa Sebagian Semua ukuran


penampia penampilan penampilan ada, penampilan penampilan
l n di atas didemonstrasik tetapi ada adekuat didemonstrasik
0 an yg 3 an
1 kurang adekuat 4
2

2. Teknik komunikasi
Berbicara dengan sikap yang menghargai, mendengar secara aktif,
memfasilitasi respon klien, menggunakan kata-kata yang mudah
dimengerti, tanyakan bila ada pernyataan yang tidak jelas dan beri
contoh

Tidak ada Sebagian kecil Beberapa Sebagian Semua ukuran


penampia penampilan penampilan ada, penampilan penampilan
l n di atas didemonstrasik tetapi ada adekuat didemonstrasik
0 an yg 3 an
1 kurang adekuat 4
2
3. Pendekatan kolaboratif (partnership approach)
Sertakan klien pada pengkajian, perencanaan, imolementasi dan
evaluai asuhan.
Mendorong diskudi hal yang menjadi perhatian klien. Hargai
kemampuan klien dalam diskusi, apa peran serta keluarga dalam
asuhan keperawatan gigi

Tidak ada Sebagian kecil Beberapa Sebagian Semua ukuran


penampia penampilan penampilan ada, penampilan penampilan
l didemonstrasik tetapi ada adekuat didemonstrasik
n di atas an yg 3 an
0 1 kurang adekuat 4
2

4. Ide kreativitas
Menggunakan media : lesflet, booklet, alat peraga untuk memberikan
pendidikan kesehatan gigi pada keluarga dan anak kebutuhan khusus.
Media pendidikan kesehatan gigi tersebut dibuat bedasarkan ide dan
kreativitas masing-masing mahasiswa

Tidak ada Sebagian kecil Beberapa Sebagian Semua ukuran


penampia penampilan penampilan ada, penampilan penampilan
l didemonstrasik tetapi ada adekuat didemonstrasik
n di atas an yg 3 an
0 1 kurang adekuat 4
2

5. Terminasi
Klarifikasi hal yang telah didiskusikan dan disetujui, buat rencana yang
akan datang dengan klien (misalnya: jadwal, tujuan,
persiapan kunjungan berikutnya)

Tidak ada Sebagian kecil Beberapa Sebagian Semua ukuran


penampia penampilan penampilan ada, penampilan penampilan
l n di atas didemonstrasik tetapi ada adekuat didemonstrasik
0 an yg 3 an
1 kurang adekuat 4
2

Tabel 1. Konversi nilai absolut ke angka mutu dan huruf mutu


Nilai Angka Huruf
Sebutan
Absolut Mutu Mutu
Sangat
79-100 4 A
baik
75-78 3,5 AB
Baik
68-74 3 B
60-67 2,5 BC
Cukup
55-59 2 C
50-54 1 D Kurang
Sangat
0-49 0 E
kurang

Surabaya,
Penilai

………………………………….

FORMAT PENILAIAN LAPORAN ASKEPGI KEBUTUHAN KHUSUS

KEGIATAN BOBOT NILAI BOBOT


X NILAI
1 2 3 4

A. TAHAP PENGKAJIAN 100%

1. Keterampilan pengumpulan data

a. Menggunakan sumber data 10


yang tepat
b. Menggunakan teknik komunikasi 10
yang tepat
c. Menggunakan teknik 10
pengumpulan data yang
tepat
2. Kesesuaian penggunaan alat 10
pengkajian
3. Kelengkapan dan sistematika data 15
pengkajian
4. Kedalaman data pengkajian 15

5. Validasi data 15

6. Terbina hubungan saling percaya 15

B. TAHAP DIAGNOSA KEPERAWATAN 100%


1. Ketepatan pengelompokan data 40
analisa sesuai dengan masalah
yang muncul
2. Menetapkan diagnosa keperawatan 30
keluarga
3. Ketepatan menyusun prioritas 30
diagnosa keperawatan

C. TAHAP PERENCANAAN 100%

1. Ketepatan merumukan tujuan 15


jangka panjang
2. Ketepatan merumuskan tujuan 15
jangka pendek
3. Ketepatan menentukan standar 15
evaluasi
4. Ketepatan menentukan kriteria 15
evaluasi
5. Menyusun intervensi yang relevan 25
dengan tujuan
6. Melibatkan keluarga 15

1 2 3 4

D. TAHAP PELAKSANAAN 100%

1. Pelaksanaan tindakan 35
sesuai perencanaan
2. Melaksanakan fungsi 30
koordinasi dalam penyelesaian
masalah
3. Pendokumentasian 35
intervensi keperawatan
E. TAHAP EVALUASI 100%

1. Mengevaluasi asuhan 40
keperawatan dengan
menggunakan kriteria dan
standar evaluasi
2. Mendokumentasikan hasil evaluasi 40

3. Penampilan akhir setelah dirawat* 20

F. TAHAP SUMATIF 100%

1. Melakukan kontrak waktu 20


dengan keluarga
2. Inisiatif teruji 40

3. Ketelitian pengelolaan 15

4. Tanggung jawab 15
dalam pengelolaan
kasus
5. Penampilan teruji selama proses 10
Surabaya,
Penilai

………………………………….

FORMAT PENILAIAN PROMOTIF (IMPLEMENTASI)


NO ASPEK YANG DINILAI NILAI KETERANGAN
1 2 3 4
A Persiapan (Bobobt 20%)
1. Menyusun pre planning keluarga
2. Menyiapkan keluarga
3. Menyiapkan alat bantu & alat
peraga (media)
4. Menyiapkan lingkungan *
B Pelaksanaan (Bobobt 50%)
1. Menggunakan komunikasi yang
efektif (bhs jelas mudah dimengerti
& sederhana)
2. Materi sesuai dengan masalah
3. Menggunakan alat bantu & alat
peraga yang sesuai dengan kebutuhan
4. Strategi pendidikan kesehatan
disesuaikan kondisi
5. Tanggap terhadap respon keluarga
6. Materi sesuai dengan sasaran*
C Evaluasi (Bobot 30%)
1. Melakukan evaluasi pencapaian
tujuan pendidikan kesehatan
2. Keberhasilan pendidikan kesehatan

Tanggal :
Nama mahasiswa :
Pembimbing :
FORMAT PENILAIAN PROSEDUR TINDAKAN (IMPLEMENTASI)

NO KEGIATAN BOBOT NILAI NILAI x


1 2 3 4 BOBOT
1. Persiapan alat 5
a. Tepat sesuai dengan kebutuhan &
fungsi alat/prinsip modifikasi
tidak menyimpang
b. Memperhatikan prinsip sterilitas, 5
teliti & bersih
2 Persiapan tindakan 4
a. Menjelaskan tujuan prosedur

b. Menjelaskan langkah prosedur 4


c. Menyiapakan klien/keluarga 5
sesuai dengan tindakan
3 Pelaksanaan prosedur 6
a. Strategi penempatan alat
b. Pelaksanaan sistematis* 12
c. Prinsip strerilitas/ 15
kebersihan/keamanan terjaga*
d. Waktu pelaksanaan efisien 8
e. Melaksanakan komunikasi 8
terapeutik satt tindakan
f. Keterlibatan keluarga dalam 10
pelaksanaan*
4 Penampilan selama 2
kerja/ tindakan
a. Kehadiran
b. Kreatifitas tinggi 8
c. Ketelitian selama tindakan 5
d. Ketenangan selama tindakan 3
jumlah
DAFTAR HADIR MAHASISWA
Kelompok …../SLB…..

Hari/ Tempat dan kegiatan Tanda Tanda


Tangga tangan tangan
l mahasisw pembimbing
a

Mengetahui,

Kepala Sekolah/Guru Kelas