Anda di halaman 1dari 2

Judul Praktikum : Identifikasi Kolesterol dengan Uji Salkowski

Dasar Teori :

Lemak yang utama dalam tubuh adalah trigliserid, kolesterol, phospolipid, dan
glikolipid. Kolesterol adalah steroid alkohol tidak jenuh yang mempunyai berat molekul
tinggi, terdiri atas sebuah cincin perhydroclopentanththroline dan sebuah rantai yang
mempunyai 8 atom karbon. Kolesterol bila terdapat dalam jumlah terlalu banyak di dalam
darah dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan
penyempitan yang disebut artherosclerosis. Bila penyempitan terjadi pada pembuluh darah
jantung menyebabkan penyakit jantung koroner (Almatsier, 2004).

Adanya kolesterol dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa reaksi warna.


Salah satu diantaranya adalah reaksi Salkowski.

Tujuan :

Untuk mengidentifikasi adanya senyawa kolesterol dengan menggunakan Uji Salkowski

Prinsip :
Kolesterol sebagai turunan lemak adalah anggota kelompok steroid yang dikenal sebagai
sterol. Ketidakseimbangan metabolisme lipid dapat menyebabkan masalah klinis utama
seperti obesitas dan arterosklerosis.
Beberapa miligram kolesterol dilarutkan ke dalam 3 ml kloroform anhidrat pada tabung
reaksi yang bersih dan kering. Lalu ke dalam tabung reaksi tersebut ditambahkan asam sulfat
dengan volume yang sama. Tabung tersebut dikocok perlahan hingga terbentuk lapisan caira
yang terpisah. Lapisan cairan tersebut kemudian diamati warnanya.

Cara kerja :

1. Siapkan alat dan bahan.


a. Alat : Tabung reaksi, pipet tetes
b. Bahan : Kolesterol, kloroform, asam sulfat pekat
2. Larutkan 2 ml kolesterol dalam kloroform
3. Menambahkan asam sulfat pekat dengan volume yang sama
4. Hasil : warna kuning ke merah bata yang terbentuk menunjukkan adanya kolesterol.

Interpretasi hasil:

Nama Uji Hasil Pengamatan(+-) Perubahan Warna larutan


Uji Salkowski + Bagian asam berwarna
kuning dengan flouresensi
berwarna hijau, bagian
kloroform berwarna merah
Keterangan: Uji Salkowski (+) warna merah/ada kolesterol(-) tidak terbentuk warna merah
Hasil :

Pembahasan :

Uji Salkowski : Bila sterol dengan konfigurasi tidak jenuh di dalam molekulnya direaksikan
dengan asam kuat dalam kondisi bebas air, maka akan memberikan warna yang khas. Warna
yang dihasilkan bervariasi dengan kondisi percobaan. Reaksi positif yang menandakan
adanya kolesterol untuk uji Salkowski yaitu timbul warna merah di bagian kloroform,
sedangkan di bagian asam berwarna kuning dengan florosensi hijau bila dilihat dengan sinar
refleksi. Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume yang sama
ditambahkan asam sulfat. Penambahan asam sulfat pekat berfungsi sebagai pemutus ikatan
ester lipid (Gordon, 1990). Berdasarkan percobaan, kolesterol yang dilarutkan dalam
kloroform anhidrat dan ditambah asam sulfat pekat terbentuk perubahan warna dari bening
menjadi merah bata.

Kesimpulan :

Berdasarkan uraian dari percobaan diatas, didapatkan hasil yaitu perubahan warna dari
larutan kolesterol dan kloroform yang berwarna bening, setelah ditambah dengan asam sulfat
pekat terbentuk perubahan warna menjadi merah bata.